Perolehan Medali di Klasemen Akhir Popnas XIV 2017

Kontingen pelajar Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendapat gelar juara umum Popnas XIV 2017. Jabar berhasil memenangi klasemen akhir dengan perolehan 58 medali emas, 45 medali perak, dan 54 medali perunggu. Menurut lansiran dari solopos.com (21/09/2017), Jabar baru naik menduduki urutan pertama pada hari terakhir pelaksanaan Popnas, Rabu, (20/9). Selama pelaksanaan pesta olahraga multievent bagi pelajar Indonesia tersebut posisi pertama klasemen sementara selalu dikuasai kontingen DKI Jakarta. Namun, pada klasemen akhir DKI Jakarta menempati posisi runner up dengan perolehan medali menutup catatan akhir dengan 56 medali emas, 44 medali perak dan 43 medali perunggu. Sedangkan, tuan rumah, Jawa Tengah tetap bertahan di peringkat ketiga dengan 40 emas, 39 perak, dan 55 perunggu. Sedangkan di posisi keempat klasemen akhir perolehan medali Popnas XIV 2017 ditempati kontingen Jawa Timur dengan 33 emas, 29 perak dan 48 perunggu, sedangkan Riau berada pada posisi kelima dengan 14 emas, 15 perak dan 15 perunggu. Popnas XIV resmi ditutup oleh Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga Gatot S.Dewabroto . Gatot pun menyampaikan terima kasih kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah telah menyukseskan pergelaran ini. “Dengan alokasi yang tidak seberapa, Jateng sanggup menjadi tuan rumah yang sukses,” kata Gatot menurut lansiran dari solopos.com (sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara). Ia juga mengapresiasi sportivitas Jawa Tengah yang tidak memaksa juara umum meski sebagai tuan rumah. Serta mengaku akan mengusulkan Jateng sebagai tuan rumah Asean School Games. Hingga akhirnya, Gatot pun menyampaikan sampai jumpa pada Popnas 2019 di Papua. Ini Dia Perolehan Medali pada Klasemen Akhir Popnas XIV 2017: No. Kontingen Emas Perak Perunggu 1 Jawa Barat 58 45 54 2 DKI Jakarta 56 44 43 3 Jawa Tengah 40 39 55 4 Jawa Timur 33 29 48 5 Riau 14 15 15 6 Lampung 11 9 8 7 Banten 10 15 14 8 Sumatra Barat 8 6 21 9 DI Yogyakarta 7 6 18 10 Kalimantan Timur 7 3 18 11 Sumatra Utara 4 10 16 12 Sulawesi Selatan 4 10 15 13 Nusa Tenggara Barat 4 5 6 14 Maluku 4 3 1 15 Kalimantan Barat 4 2 5 16 Bali 3 10 14 17 Nusa Tenggara Timur 3 5 7 18 Kalimantan Tengah 3 2 0 19 Sulawesi Barat 3 0 1 20 Kalimantan Selatan 2 5 9 21 Bangka Belitung 2 3 3 22 Sumatra Selatan 2 1 9 23 Bengkulu 2 1 5 24 Jambi 1 5 7 25 Maluku Utara 1 3 1 26 Kepulauan Riau 1 0 2 27 Sulawesi Tengah 0 5 4 28 Aceh 0 2 5 29 Papua 0 1 7 30 Sulawesi Utara 0 1 4 31 Sulawesi Tenggara 0 1 3 32 Gorontalo 0 1 3 33 Kalimantan Utara 0 0 1 34 Papua Barat 0 0 0

Popnas 2017: Tim Renang Jabar Unggul

Tim renang pelajar provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi juara umum cabang renang Popnas XIV/2017 di Semarang, Rabu (20/09). Menurut lansiran dari kompas.com (20/09/2017), Tim renang Jabar tahun ini membalas keterpurukan dari Popnas 2015 di Bandung. Di hari terakhir lomba renang Popnas, Jabar menambah 3 medali emas melalui Athalarik Maulidio di nomor 200 meter gaya dada putra, Erick Achamd Fatoni di 50 meter gaya bebas putra serta Azel Zelmi di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra Sedangkan Tim DKI hanya kebagian dua medali emas di hari terakhir lewat atlet SEA Gamesnya, Felicia Angelica di 200 meter gaya dada puteri serta estafet 4×100 meter serta gaya ganti puteri oleh  Sofie Kemala, Felicia Angelica, Angel Gabriella Yus dan Laila Siti Aminah. Tim kontingen Jawa Timur sendiri juga meraih dua emas melalui atlet SEA Games, Adinda Larasati Dewi nomor 50 meter gaya bebas puteri serta 100 meter gaya kupu-kupu puteri.

Indonesia Berhasil sabet Dua Mendali Emas pada Korea Open Super Series 2017

Babak Final Kejuaraan Korea Open Super Series 2017 yang berlangsung  di SK Handball Stadium, Seoul, Minggu (17/09) menjadi ladang keberuntungan bagi Indonesia, pasalanya Indonesia bermain apik dan mendominasi Perolehan mendali. Berkat kerja keras, Indonesia berhasil meraih Dua mendali Emas yang di sumbangkan dari pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto dan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan rekannya sendiri, Jonatan Christie. Di kutip dari badmintonindonesia.org, Kemenangan pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto mengalahkan pasangan Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping dalam dua game langsung dengan total skor 21-17 dan 21-18. ini sekaligus membalas pertemuan pertama mereka yang terjadi di Badminton Asia Championships 2017. Saat itu Jordan/Debby kalah 22-24 dan 19-21 dari Wang/Huang. Tak hanya itu, hasil dari  “perang saudara” yang terjadi di sektor tunggal putra, antara Jonatan Christie yang berhadapan dengan Anthony Sinisuka Ginting. pertandingan ini di menangkan oleh Anthony yang berhasil menyabet mendali Emas melalui pertarungan tiga babak dengan hasil skor akhir 21-13, 19-21 dan 22-20. Atas kemenangan Anthony dengan begitu Jonatan Christie menjadi Runner Up pada pertandingan ini. ia menuturkan kepada badmintonindonesia.org, Korean Open Super Series mungkin belum rejekinya, namun ia bersyukur dapat melaju jauh hingga ke Final. Pertandingan Akhir yang mendebarkan dan menjadi penentu satu perolehan mendali Emas melalui sektor Ganda Putra antara Indonesia vs Denmark. pada pertandingan Ini, Kevin Sanjaya Sukamujo/Marcus Fernaldi Gideon di buat kualahan menghadapi pasangan unggulan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. setelah melalui pertandingan panjang tiga babak, Kevin/Marcus kalah dengan prolehan skor 19-21, 21-19 dan 15-21 dalam 68 menit. walaupun tak berhasil menyabet gelar Juara, Kevin/Marcus menjadi Runner Up atas Pertandingan ini. Dengan begitu Indonesia pada ajang Korean Open Super Series berhasil membawa dua gelar Juara dengan perolehan dua mendali Emas dan dua gelar Runner Up dengan Perolehan dua mendali Perak.  

Ini Perenang Yang Pantang Menyerah, Berhasil Raih Emas Perdana Popnas 2017

Perenang asal Bandung, Athalarik Maulidio F mampu meraih emas pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV 2017. Athalarik sempat gagal meraih emas di Popnas dua tahun lalu. Baginya, kegagalan menjadi sebuah pengalaman berharga agar berlatih lebih keras lagi. Selama dua tahun terakhir, Dia terus mengembangkan kemampuannya. Usaha memang tidak ada yang sia-sia, tahun ini Ia akhirnya bisa meraih target tertinggi pada final cabang renang Popnas Jateng di kompleks Stadion Jatidiri Semarang. “Jadi, kesan Popnas kali ini, saya bangga bisa raih medali untuk Jabar. Ini bisa jadi pemicu saya lebih baik lagi,” ujar Athalarik yang dilansiran dari viva.co.id (17/09/2017). Remaja 17 tahun tersebut bertanding di nomor 400 meter gaya bebas putra, dan mampu mengalahkan lawan terberatnya, sang atlet DKI yaitu Joe Aditya, dengan catatan waktu 4 menit 06.06 detik. Meski begitu, ia tidak ingin berpuas diri karena catatan waktu yang diperolehnya belum sesuai target pribadi. “Best time nasionalnya untuk nomor ini kan 4 menit 04 detik. Targetku 4 menit 02 detik, tetapi baru dapat 4 menit 06 detik,” ujar Athalarik. Target ia ke depan adalah ingin masuk ke olympic. Hal ini karena menurut Athalarik baru sedikit atlet Indonesia yang tembus ke olympic.

Kalahkan Tuan Rumah 7-1, Indonesia Sabet Peringkat Ketiga Piala AFF U-18

Timnas U-19 Indonesia (Dok. PSSI)

Timnas U-19 Indonesia sukses taklukkan tuan rumah Myanmar dengan skor 7-1 pada pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala AFF U-18 di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Minggu (17/9/2017). di kutip dari Kompas.com, Gol-gol Indonesia dicetak oleh Muhammad Rafli Mursalim pada menit ke-13 dan (59′), Witan Sulaeman pada menit ke-27, Egy Maulana Vikri (34′, 85′), dan Hanis Saghara (73′, 92′). satu gol yang di cetak tuan rumah memalui tendangan Kaung Khant pada menit ke-91 menjadi penyejuk bagi Myanmar. Atas kemenangan ini, Garuda Nusantara, julukan Timnas U-19 Indonesia, meraih peringkat ketiga pada ajang Piala AFF U-18. Babak Pertama Egy Maulana Vikri, yang pada laga ini menjadi kapten tim, memberi umpan-umpan datar ke tengah yang berhasil disambut dengan baik oleh Rafli. Tendangan Rafli berhasil menembus gawang Myanmar. Garuda Nusantara pun unggul 1-0. Tertinggal, Myanmar coba terus menekan pertahanan Indonesia. Kiper Indonesia, Aqil, beberapa kali berhasil mengantisipasi gerak bola yang mengarah ke gawangnya. Penyerang tuan rumah, Win Naing Tun, yang melakukan akselerasi berhasil di blok oleh Nurhidayat. Tendangan bebas Khant terlepas dari tangkapan Aqil. Beruntung, bola masih berhasil di blok pemain lain. Pada menit ke-27, Indonesia berhasil menekan myanmar dengan hasil menggandakan keunggulan. Tendangan datar kaki kanan Witan mengecoh kiper lawan dan beehasil membobol gawang lawan. Skor pun berubah 2-0 untuk Indonesia. Garuda Nusantara kembali menambah keunggulan pada menit ke-34. Kerja sama yang apik antara Rafli, Witan, dan dituntaskan oleh Egy menambah perolehan gol yang di cetak Indonesia. Menguasai bola, Rafli melakukan akselerasi ke dalam kotak penalti lawan. Dia kemudian memberi umpan kepada Witan yang mengirim umpan lambung ke tengah kotak penalti lawan. Tanpa penjagaan, Egy berhasil menyundul bola dan masuk ke gawang lawan. Indonesia pun unggul 3-0! Pada menit ke-39, Asnawi Mangkualam dilanggar dengan keras oleh Soe Moe Kyaw. Atas pelanggarannya itu, dia diganjar kartu kuning. Pada menit ke-41, Nurhidayat mengalami cedera. Dia pun digantikan oleh Kadek. Setelah itu, babak pertama pun berakhir untuk keunggulan 3-0 Indonesia atas Myanmar. Babak kedua Pada awal babak kedua, Indonesia beberapa kali mendapat tekanan. Tendangan sudut lawan merepotkan lini pertahanan Garuda Nusantara. Tandukan pemain Myanmar, Soe Moe Kyaw, masih tipis dari gawang Aqil. Pada menit ke-49, Aung Soe melakukan pelanggaran keras terhadap Egy Maulana Vikri. Atas pelanggarannya itu, Soe pun mendapat kartu kuning. Kembali serangan Indonesia efektif menembus lawan. Bermula dari umpan Egy, Rafli berhasil menguasai bola dan tendangannya berhasil menembus gawang lawan. Indonesia pun unggul 4-0. Namun, setelah itu, Rafli harus ditarik keluar karena mendapat pelanggaran keras dari pemain Myanmar. Dia diganti oleh Hanis Saghara. Pemain Myanmar kembali menampilkan aksi pelanggaran kerasnya. Mengecoh lawan, Witan dilanggar dengan keras oleh kaung Khant. Dia pun mendapat kartu kuning. Setelah itu, lagi-lagi pemain lawan mendapat kartu kuning. Kali ini, Phyoe Wai dalam tayangan ulang terlihat menginjak dada Samuel. Para pemain Indonesia menunjukkan kedewasaan dalam bermain. Egy Maulana Vikri dkk terlihat tidak begitu terpancing dengan permainan keras lawan. Pada menit ke-73, Hanis Saghara berhasil menambah keunggulan Indonesia setelah Mendapat umpan dari Iqbal, Hanis langsung menembus gawang Myanmar. Garuda Nusantara pun unggul 5-0. Tak terpancing provokasi lawan, Indonesia kembali menambah keunggulan menjadi enam gol. Kali ini Egy Maulana Vikri menambah perolehan gol pada laga ini dengan mencetak gol keduanya. Akselerasi Egy di dalam kotak penalti lawan merepotkan barisan pertahanan lawan. Dia berhasil melepaskan tendangan datar yang menembus gawang lawan. Indonesia unggul 6-0! Pada perpanjangan waktu, Myanmar mencetak gol hiburan lewat Kaung Khant yang menghasilkan satu poin. Namun, tekanan gol Garuda Nusantara pun belum berhenti. Hanis Saghara berhasil mencetak gol keduanya sekaligus menutup kemenangan Indonesia dengan skor 7-1. Indonesia menang meyakinkan atas tuan rumah, Myanmar, dan menjadi juara III pada ajang AFF U18 Championship 2017. pic.twitter.com/KRhakFX1D4 — PSSI – FAI (@pssi__fai) September 17, 2017 Atas hasil ini, Anak asuh Indra Sjafri itu pun berhak atas peringkat ketiga Piala AFF U-18. Selamat Timnas U-19 Indonesia!

Cabor Karate Tambah Raihan Emas Kontingen Lampung Pada POPNAS XIV 2017

Cabang Olahraga (Cabor) karate menambah jumlah medali yang di peroleh kontingen Lampung di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV 2017 Semarang, Jawa Tengah. Pada partai final karate kumite 61 kg yang digelar Minggu (17/09/2017) di GOR Patriot Kodam IV Diponegoro, Semarang, Nur Halim Arlendi berhasil mempersembahkan medali emas. Di kutip dari kupastuntas.co, Pada babak final, Halim menaklukkan andalan DKI Jakarta, M Fareza dengan skor tipis, 2-1. Halim yang memang ditargetkan meraih medali emas tampil begitu superior sebelum menjejakkan kakinya dibabak final. “Saya senang dan bangga dengan hasil ini. Persiapan yang saya lakukan tidak sia-sia dan ini saya persembahkan untuk Lampung dan kedua orang tua saya,” kata Halim seusai penyerahan medali. Dengan demikian, medali emas diraih Nur Halim Arlendi, medali perak untuk M Fareza dan perunggu menjadi milik Alfian Adhi (Jawa Barat) dan Nova Ternater (Jawa Timur). “Alahamdulillah, halim mampu mempersembahkan medali emas buat Lampung. Pertandingan final berlangsung ketat, keduanya tidak ingin kecolongan angka. Namun Halim lebih agresif dan mampu mengatur ritme pertandingan,” ujar M Jose Rizal pelatih karate Lampung. Selain medali emas, cabang karate juga mempersembahkan satu medali perunggu dari nomor kata beregu putra. Medali emas beregu putra ini direbut Jawa Tengah, perak untuk Sulawesi Selatan. Di hari ketiga pertandingan karate Senin (18/09), Lampung masih menyisakan 4 karate dinomor perorangan. Keberhasilan tim karate disambut gembira oleh Kadispora Lampung, Hannibal. Menurut Hannibal, Halim memiliki mental juara selain teknik dan fisik yang mumpuni. Halim merupakan salah satu karateka unggulan Lampung yang dipersiapkan untuk menghadapi berbagai even nasional maupun internasional. “Halim adalah karateka yang memiliki teknik, fisik dan mental bertanding yang sangat baik. Semoga hasil yang diraih Halim mampu menambah motivasi untuk berprestasi lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Menakjubkan, Timnas Indonesia U-16 Bekukan Kepulauan Mariana Utara dengan Skor 18-0

Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 (Dok. PSSI)

Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 berhasil menang dengan skor mengejutkan saat melawan tim dari Kepulauan Mariana Utara dengan total perolehan skor 18-0. Ya, Anda tidak salah baca. Anak asuh Fakhri Husaeni ini berhasil mengalahkan Kepulauan Mariana Utara dalam ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 yang berlangsung di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (16/9). For your information, Kepulauan Mariana Utara dalam letak geografis memang bukan termasuk di bagian Negara Asia, Namun sejak tahun 2009, mereka diakui oleh AFC lalu masuk dalam grup Asia. kualitasnya di Asia pun belum bisa dibilang bagus. Dua tahun lalu di ajang yang sama, Kepulauan Mariana Utara pun menjadi bulan-bulanan. saat 58 gol masuk ke gawang mereka dari enam pertandingan yang dijalani. Lebih parahnya lagi, negara persemakmuran Amerika ini hanya mencetak dua gol. Pada Sabtu kemarin mereka kembali jadi bulan-bulanan. kali ini tim nasional Indonesia yang menghabisi mereka. Dalam laga kali ini Indonesia tampil degan formasi 4-3-3. Inilah daftar susunan pemain Timnas Indonesia U-16 yang akan menghadapi Kepulauan Mariana Utara. Kemenangan meyakinkan diraih skuat Garuda Asia pada pertandingan pertama kualifiikasi Piala AFC U-16 Grup G.#GarudaAsia pic.twitter.com/xtBLp8kWbH — PSSI – FAI (@pssi__fai) September 16, 2017 Amirudin Bagus, Mochammad Supriadi, dan Amanar Abdillah menjadi trisula di lini depan. Sedangkan kapten David Maulana menjadi tulang punggung di lini tengah. Babak pertama “Garuda Asia” sudah unggul setengah lusin. Mochammad Supriadi menjadi penyumbang skor pertama pada menit kedelapan,kedua hattrick diciptakan oleh Amiruddin Bagus di menit ke-12, 24, 41 serta sepasang gol Rendy Juliansyah menit ke-13 dan 21 menutup jalannya 45 menit babak pertama. Babak kedua Indonesia tidak berhenti mencetak gol. Supriyadi mencetak dua gol lanjutan di menit ke-46 dan 89. Sutan Zico menyumbang gol terbanyak, terbukti dengan terciptanya lima gol pada pertandingan sabtu kemarin. Sisanya Hamsa Lestaluhu mencetak hattrick dan Amanar Abdillah serta Andre Oktaviansyah masing-masing mengemas satu gol. Kemenangan meyakinkan diraih skuat Garuda Asia pada pertandingan pertama kualifiikasi Piala AFC U-16 Grup G. Ada baiknya David Maulana dan kolega tidak besar kepala dengan kemenangan pada pertandingan pertama kemarin. Pasalnya tiga lawan berat menanti mereka pada fase grup G ini. Pada Senin (18/9) pukul 16.00 WIB Timor Leste akan menjadi lawan berikutnya Timnas U-16. Dua hari berselang tepatnya Rabu (20/9) pukul 19.30 WIB, giliran tuan rumah Thailand yang harus dihadapi oleh anak asuh Fakhri Husaeni. Pada laga pamungkas, Jumat (22/9) pukul 16.00 WIB, Laos yang menjadi lawan bagi Indonesia. Juara grup akan maju berlaga pada Piala Asia U-16 yang akan digelar di Malaysia 2018 mendatang. Sedangkan Kesebelasan yang menjadi runner-up akan memperebutkan posisi yang terbaik untuk bisa masuk ke babak selanjutnya.

Selisih Satu Angka di Adu Penalti, Indonesia Gagal maju ke Final AFF U-18

Timnas Indonesia U-19 (Dok: PSSI)

Indonesia gagal melaju ke final Piala AFF U-18 2017. Pada semifinal yang berlangsung di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Jumat (15/9), tim Garuda Nusantara kalah dari Thailand dengan skor seimbang 3-2. dilansir dari CNN Indonesia, Pada babak pertama permainan Indonesia berlaga cukup meyakinkan. Berbagai peluang tercipta, namun itu belum menjadi penentu Indonesia dapat melaju kebabak selanjutnya. Pada babak pertama, peristiwa yang melibatkan Saddil Ramdani dan Wudtichai Kumkeam harus dibayar mahal dengan dijatuhkan kartu merah kepada Saddil yang baru masuk ke lapangan kurang dari satu menit. Timnas Indonesia U-19 gagal melangkah ke partai puncak Piala AFF U-18 2017. (Dok. PSSI)   Indonesia pun  harus berjuang dengan bermain dengan jumlah 10 orang di babak kedua. Kalah jumlah pemain, anak asuh Indra Sjafri tak patah arah, mereka tampil mengejutkan dengan mendominasi serangan dan beberapa kali mengancam gawang Thailand yang dikawal Kantaphat Manpati. Skor pun imbang tanpa gol hingga akhir dua babak pertandingan. Laga berlanjut ke babak adu penalti.   Timnas Indonesia U-19 akan kembali bertanding pada Minggu (17/9) memperebutkan peringkat ketiga di Piala AFF U-18 2017. (Dok. PSSI) Egy Maulana Vikri menjadi eksekutor pertama Indonesia sekaligus membuka keunggulan Merah Putih. Eksekusi penaltinya membuat Indonesia unggul 1-0. Thailand. Egy membuka asa Merah Putih maju ke final. Kapten Thailand, Kritsada Kaman gagal mengeksekusi tendangan penalti sehingga membuat Indonesia tetap unggul 1-0. Sayang tendangan pinalti kedua Indonesia yang dilakukan M Iqbal tidak mampu menambah angka bagi Indonesia. Sehingga kesempatan untuk mengungguli Thailand lebih jauh tidak terwujud. Justru skuat Gajah Perang yang menyamakan kedudukan setelah Nattawut Chootiwat menyamakan kedudukan. M Luthfi Kamal Baharsyah kembali mengantarkan Indonesia unggul 2-1. Tetapi keunggulan langsung dibalas oleh Chokanan Saima-In yang mampu membobol gawang Indonesia. Skor 2-2. Nurhidayat Haji Haris di posisi bek tengah yang tampil cukup apik di laga ini tidak dapat menyelesaikan penampilannya dengan sempurna. Tendangannya ditepis kiper Thailand Kanthapat Manpati. Teerapat Laohabut membuat Thailand berbalik unggul 3-2. Rifad Marasabessy yang menanggung beban sebagai penendang terakhir, tidak bisa menyelamatkan Indonesia. Indonesia kalah 2-3 di babak adu penalti dan gagal mengulang cerita berlaga di partai puncak seperti empat tahun lalu di Sidoarjo, Jawa Timur, ketika Evan Dimas dan kawan-kawan berjaya di hadapan suporter yang memadati Stadion Gelora Delta. Rachmat Irianto dan tim akan segera menjalani laga perebutan peringkat ketiga, Minggu (17/9), menghadapi kesebelasan yang kalah di laga semifinal antara Myanmar dan Malaysia.

Berhasil Kalahkkan Jepang, Praveen Jordan dan Debby Susanto Maju ke Semifinal

Praveen Jordan/Debby Susanto (badmintonindonesia)

Ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto meraih kesuksesan di babak perempat final Korea Open Super Series 2017. Keduanya berhasil menang dari Takuro Hoki/Sayaka Hirota, Jepang dan memastikan tiket keempat buat Indonesia ke semifinal. Sebelumnya, sudah ada Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang menang ke empat besar. Jordan/Debby lolos usai berhadapan dengan Takuro Hoki/Sayaka Hirota, Jepang, 21-17 dan 21-17. Keduanya pun mengaku tak menemukan kesulitan yang berarti. Bisa mencapai hingga babak semifinal, Jordan/Debby mengatakan mulai bisa menguasai kondisi lapangan. Sebelumnya menurut mereka, mereka cukup terpengaruh oleh angin yang ada di lapangan pertandingan. “Sejauh ini mainnya sudah enak. Dan saya juga tadi banyak cari pukulan, dengan kondisi seperti ini harus seperti apa,” ujar Jordan. “Dibilang mudah juga enggak sebenarnya. Cuma kami keuntungannya sudah pegang permainan dari awal, jadi mereka nggak enak duluan. Kalau dibilang gampang sih enggak,” kata Debby kepada badmintonindonesia.org usai bertanding (15/09). Pada ajang semifinal nanti, Jordan/Debby akan berhadapan dengan pasangan Jerman, Marvin Emil Seidel/Linda Efler. Melawan pemain non unggulan, dikatakan Jordan/Debby, mereka harus tetap fokus dan tak anggap enteng lawan. “Kalau melihat kans sih ada peluangnya. Tapi ya kami jadi nggak boleh santai juga, karena mereka kan bukan pemain unggulan tapi bisa mengalahkan pemain yang bisa dibilang bagus-bagus juga. Jadi kami harus bisa menjaga kondisi buat besok dan tidak menganggap enteng lawan,” jelas Debby. “Kalau pemain Eropa mereka mengandalkan strategi, jadi kami harus mengantisipasi hal tersebut,” lanjut Jordan

Taklukkan Tiongkok, Ganda Putra Bulutangkis Indonesia Maju ke Semi Final Korea Open Super Series

Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon (badmintonindonesia)

Setelah sebelumnya Anthony Sinisuka Ginting mengamankan posisi di semifinal Korea Open Super Series 2017, kini giliran pasangan ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon yang menyusul ke babak empat besar. Kevin/Marcus mengalahkan Liu Cheng dan Zhang Nan dari Tiongkok di SK Handball Stadium, Seoul pada Jumat (15/9), dua game langsung 21-16 dan 28-26. Kemenangan ini sekaligus menambah keunggulan 2-0, Kevin/Marcus atas pasangan juara dunia 2017 tersebut. Sebelumnya di Malaysia Open 2017, Kevin/Marcus menang dengan skor 23-21 dan 21-16. “Kami mainnya lumayan bagus, awalnya mungkin agak kagok karena mereka mainnya cepat. Tapi setelah poin 15 kami mulai menyusul, ya sudah lumayan enak. Pas game kedua kami sudah unggul lumayan jauh, tapi mereka mainnya lebih siap dan lepas, nggak terlalu tegang dan nggak mikirin. Akhirnya mereka malah lebih bagus,” kata Marcus kepada badmintonindonesia.org Berikutnya pada ajang semifinal, Kevin/Marcus masih menunggu lawan antara pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang. Tetapi saat melihat kekuatan di atas kertas, Kamura/Sonoda yang menjadi unggulan ketiga lebih berpeluang untuk bisa menang. “Kalau dengan Jepang kami sudah pernah ketemu beberapa kali, jadi sudah saling tahu satu sama lain. Harus lebih siap saja. Kalau pasangan Jepang mereka kuat, rapi dan nggak gampang mati,” ujar Kevin.

Jonatan Christie Berhasil Melaju ke Semifinal Setelah Kalahkan Jepang di Korea Open Super Series 2017

Jonatan Christie (badmntonindonesia)

Satu lagi wakil Indonesia yang berhasil menuai kesuksesan dengan lolos ke semifinal Korea Open Super Series 2017. Jonatan Christie terus melaju setelah menumbangkan Kazumasa Sakai asal Jepang, lewat tiga babak pertandingan dengan skor 21-13, 16-21 dan 21-19. “Puji Tuhan setinggi-tingginya, dengan bantuan-Nya saya bisa menang kali ini. Saya akui permainan saya tadi belum matang. Dengan kondisi permainan saya yang tadi, saya seperti tidak bisa mengontrol harus menggunakan stroke seperti apa. Di situ saya sebenarnya paham harus main seperti apa, tapi yang keluar tidak sejalan dengan pukulan saya,” kata Jonatan tentang penampilannya kepada badmintonindonesia.org Kemenangannya di perempat final ini rupanya memiliki arti tersendiri buat Jonatan. Sebab pada hari yang sama, Jonatan merayakan hari ulang tahunnya yang ke 20 tahun. “Bersyukur banget ini jadi kado yang indah buat saya. Kemarin malam saya sempat tegang, sedih sama happy, nggak tahu kenapa. Senang karena di delapan besar bisa ketemu Sakai, jadi ada peluang buat lolos. Karena sebelum-sebelumnya saya pasti dapat lawan berat di babak-babak awal,” ungkap atlet kelahiran Jakarta tersebut saat ditemui di SK Handball Stadium, Seoul usai laganya, Jumat (15/9). Berikutnya pada pertandingan semifinal Korea Open Super Series, Jonatan akan berhadapan dengan Wang Tzu Wei, Taiwan. Sebelumnya, tiga kali berhadapan Jonatan belum pernah memperoleh kemenangan satu kali pun. Untuk itu, ia berharap laganya besok bisa membalas tiga kekalahan tersebut. “Pastinya saya akan berusaha semaksimal mungkin. Mudah-mudahan bisa membalas kekalahan sebelumnya, amin,” pungkas Jonatan.

Melalui Perjuangan Berliku, Pegulat Pelajar Putri Asal Grobogan Ini Berhasil Raih Emas di Ajang POPNAS

Dwi Ayu Puspita Sari (Tengah) diapit Ketua PGSI Jateng Andreas BW dan Sekretaris Umum PGSI Jateng Bambang R Munadjat, usai menerima medali emas final gaya bebas di kelas 49 Kilogram di Ajang Popnas XIV tahun 2017 di GOR Simpanglima Purwodadi, Kabupaten Grobogan , Jawa Tenga. Foto : okberita.com

Dwi Ayu Puspitasari, Pegulat Putri asal Grobogan berhasil menyumbangkan medali emas pertama bagi kontingen Jawa Tengah dalam ajang Popnas 2017  yang belangsung di GOR Simpanglima Purwodadi. Dalam laga final, siswi SMKN 1 Purwodadi ini berhasil menundukkan lawannya dari kontingen Jawa Barat. Partai final gaya bebas di kelas 49 kg itu dilangsungkan Jumat (15/9/2017) malam. Dalam laga puncak, Ayu yang tampil di sudut biru diperkirakan bakal menelan kekalahan. Hingga menit akhir, siswi kelas XII jurusan Tata Busana itu sudah tertinggal skor sampai 8-0. Namun, pada detik-detik akhir, Ayu menunjukkan kualitasnya. Memanfaatkan kelengahan lawan, Ayu berhasil melakukan kuncian dan memaksa duta dari Jawa Barat takluk. Juri sempat diprotes oleh offisial Jabar yang meragukan hasil pertandingan. Menghadapi protes ini, dewan juri kemudian menayangkan ulang rekaman selama pertandingan. Setelah melihat rekaman, kubu Jabar akhirnya bisa menerima keputusan dewan juri. Dewan juri akhirnya memutuskan Ayu keluar sebagai pemenang. “Ini merupakan pertandingan yang berat sekaligus istimewa. Terima kasih atas doa dan dukungannya, sehingga saya bisa menyumbang medali emas buat Jateng,” kata Ayu yang dilansir dari murianews.com. Dalam even Popnas, ada satu pegulat putri Grobogan yang ikut memperkuat Jateng. Yakni, Eva Nurkhasanah yang juga tercatat sebagai siswa SMKN 1 Purwodadi. Namun, Eva gagal meraih medali, setelah kalah dalam perebutan juara III melawan pegulat Jatim.

Lolos ke Semifinal, Anthony akan Melawan Pembulutangkis Kelas satu Dunia Pada Ajang Korea Open Super Series

Anthony Sinisuka Ginting (badmintonindonesia)

Anthony Sinisuka Ginting sukses melangkah ke babak semifinal Korea Open Super Series 2017.Sebelum memastikan diri ke semifinal, Anthony melaju dengan mengalahkan pemain Jepang, Kenta Nishimoto. Tunggal putra Pelatnas Cipayung itu menang dua game langsung, 21-19 dan 21-13 dalam 39 menit. Dikatakan Anthony, Nishimoto mencoba merubah pola permainannya di tengah laga. Hal tersebut sempat membuat Anthony terpengaruh di lapangan. Beruntung akhirnya di poin-poin kritis, Anthony sukses berbalik memimpin lagi dengan 18-18, 20-19 hingga menang 21-19. “Pemain Jepang bola-bolanya lebih safe. Jadi saya harus lebih siap lagi. Siap capek dan siap segalanya. Karena di lapangan saya kan nggak tahu dia mau menerapkan strategi yang seperti apa,” ujar Anthony. Pada Semifinal Korea Open Super Series mendatang ia akan ditantang oleh pemain rangking satu dunia sekaligus tuan rumah, Son Wan Ho. Di atas kertas, posisi Son jelas lebih diunggulkan, dibanding Anthony yang berada di peringkat 24 dunia. Meski begitu Anthony mengaku siap untuk menghadapi situasi tersulitnya kelak di lapangan. Ia juga berharap bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya yang sudah dilatih selama ini. “Saya harus mempersiapkan mental dan pikiran yang lebih baik lagi. Yang penting siap capek dan siap susah. Karena besok lawannya kan top player juga, jadi sudah pasti akan capek dan susah. Besok saya mau coba lebih lepas aja. Buat nambah pengalaman juga dan apa yang dilatih selama ini bisa keluar semua dengan baik,” ujar Anthony kepada badmintonindonesia.org ditemui usai laganya, Jumat (15/9).

SMAN 7 Denpasar (Sisma) tembus Big 8 pada Ajang Honda DBL Bali

Tim putra SMAN 7 Denpasar (Sisma) tembus big 8 (delapan besar). Ini adalah prestasi terbaik tim putra Sisma sepanjang sejarah Honda DBL Bali Series. Menurut lansiran dblindonesia.com (13/09/2017), Sisma telah menunggu tujuh tahun untuk kembali maju ke kelompok elite Honda DBL Bali Series. Pasalnya, saat 2010, setelah masuk final party dan menjadi runner up. Baru tahun ini dapat big eight. Pasukan asuhan Bayu Sena Putra berhasil mengalahkan SMA Saraswari 1 Denpasar (SLUA) dengan skor 31-15. Meski menang, Bayu mengatakan tim belum sepenuhnya maksimal. Contoh dalam hal finishing masih buruk, under basket, banyak shooting airball, dan defense pun harus  dibenahi.

Tim putra SMA Soverdi Tuban sukses tebas Triska Di Honda DBL Bali

Tim putra SMA Soverdi Tuban sukses tebas SMKN 3 Denpasar (Triska) dengan skor 27-18 di playoff kemarin. Dengan hasil tersebut, tim Soverdi lolos big eight dan akan melawan SMAN 1 Negara (Smansa). Menurut lansiran dari dblindonesia.com (13/09/2017), euforia pertandingan di Honda DBL Bali kemarin cukup tegang. Kedua belah pihak sama-sama bersikeras untuk bisa memenangkan pertandingan. SMKN 3 Denpasar sedikit lebih unggul pada dua kuarter awal. Setelah di kuarter tiga dan empat, Soverdi menjadi lebih baik dan berhasil memenangkan pertandingan. Pelatih Tim Basket Putra Soverdi, I Gusti Ngurah Teguh Putra Negara mengatakan pertandingan anak asuhnya tersebut lebih baik dari pertandingan pertama melawan SMKN 3 Denpasar di grup G. Permainan mereka sudah lebih baik. Namun, masih jauh dari kata sempurna. Tim masih kurang di komunikasi antar pemain serta belum bisa mengambil keputusan di lapangan. Sedangkan di sisi pihak Pelatih Tim Basket Putra SMKN 3 Denpasar Rahmat Syafii mengaku permainan anak asuhnya hancur kali ini. Mereka bermain tidak sesuai intruksi yang diberikan.

Honda DBL Bali: Pelatih Adu Cerdas Strategi di Kampung Halaman

Honda Developmental Basketball League (DBL) 2017 Bali Series ternyata menjadi ajang adu cerdas strategi untuk para pelatih. kini ada dua sosok yakni Triadnjana Lokatanaya dan IGN Rusta Wijaya Menurut lansiran dari dblindonesia.com (13/09/2017), Triadnjana sosok yang tak asing lagi di pentas basket nasional. Ia adalah mantan pemain senior di Aspac Jakarta, serta mantan pemain BSC Jakarta. Triadnjana jadi angkatan pertama pebasket Bali yang pindah klub profesional. Dell Aspac Jakarta sendiri itu tim pertamanya dan terlama dari era Kobatama hingga IBL. Dari tahun 1989 sampai tahun 2004  mantan pemain nasional itu berada di Aspac. Tak hanya itu pengalamannya,  Dia  sempat memperkuat Timnas Basket Putra Indonesia dari medio 1989 hingga 2001. Saat Ia aktif sebagai pebasket profesional, memiliki compatriot dari Bali seperti I Made Sudiadnyana alias Lolik hingga terus berlanjut ke Cokorda bersaudara (Cokorda Raka Satria Wibawa dan Cokorda Rai Adi Pramartha, Red). Setelah masa-masa itu, Adnyana pun langsung berlanjut ke Rusta (IGN Rusta Wijaya, Red). Pebasket asal Tabanan itu pensiun saat di Mitra Kalila atau sekarang menjadi Pelita Jaya. Usai pensiun, Adnyana tidak langsung pergi dari dunia basket. Dia masih setia menetap menjadi pelatih di Stadium Jakarta. Pernah juga menjadi Asisten Pelatih Timnas basket Putri Indonesia tahun 2013 untuk Islamic Solidarity Games (ISG). Saat itu dia berhasil membawa Indonesia meraih medali emas. di tahun lalu, ia memantapkan diri untuk pindah ke Bali. tawaran pun datang dari tim SMA. Santo Yoseph, SMA Adnyana berlabuh. Disana dia tidak ingin dianggap sebagai pelatih kepala.  “Saya hanya bantu-bantu saja. Anak-anak yang minta saya bantu. Akhirnya saya bantu. Hitung-hitung untuk pembinaan juga,” ucapnya. Menurut Adnyana semangat anak asuhnya  tersebut sangatlah bagus. Sedangkan di sisi lain, seperti lansiran dblindonesia.com, IGN Rusta Wijaya adalah pelatih Tim Basket Putra SMAN 1 Denpasar.  Rusta dan Adnyana pernah beradu playoff. Rusta dikatakan generasi berbeda dari Adnyana. Dia baru terjun ke dunia basket profesional saat tahun 2002. “Setelah saya bawa Bali dapat perunggu PON 2000, banyak pemain yang diincar klub profesional. Awalnya saya ditawari ke Aspac. Tetapi saya masih belum siap karena masih muda akhirnya saja tidak jadi ambil tawaran itu. padahal sempat saya sudah di Jakarta,” jelasnya dari lansiran dblindonesia. Setelah itu, dia merubah jalannya. Tawaran dari Pelita Jaya pun ia ambil dan menjadi klub yang pertama-terakhir bagi Rusta. Diakhir, Rusta juga memutuskan balik ke Bali dan membentuk akademi basket bersama kompatriotnya saat PON 2000, dengan nama Elite Academy. Tawaran untuk melatih tim basket SMA tentu ada. Berkat didikannya, Smanela berhasil menjadi juara ketiga saat Porseni pada tahun 2014. Setelah itu Dia melanjutkan melatih Smansa.

POPNAS 2017 Jadi Tahun Pertama Panjat Tebing di Pertandingkan

Panjat tebing yang diadakan di kompleks Stadion Manahan. (Foto: Bramantyo/Okezone)

Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV 2017 yang digelar di Jawa Tengah pada 10 hingga 21 September 2017 Kemarin. Ada Penambahan Cabang olahraga (Cabor) yang di pertandingkan pada tahun ini, salah satunya panjat tebing. Tahun ini merupakan Tahun pertama panjat tebing di pertandingkan di POPNAS. Hal itu pun dikonfirmasi Ketua Bidang Kompetisi PP Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Rudy Fitrianto. “Ini pertandingan perdana panjat tebing masuk POPNAS. Alhamdullilah, semoga mampu menghasilkan bibit baru di dunia panjat tebing,” jelas Rudi kepada tim Okezone, di Solo, Rabu (13/9/2017). Penyelenggaraan  pertandingan panjat tebing khusus digelar di Stadion Manahan Solo pada 13-16 September 2017. Pemilihan Stadion Manahan Solo sebagai lokasi pertandingan menurut Rudy, karena venue panjat tebing di Stadion Solo yang paling siap dibanding wilayah lain. Cabor panjat tebing yang baru digelar ini diikuti 101 atlet dari 22 Provinsi di Indonesia. Ada beberapa nomor yang dipertandingkan. “Pesertanya adalah para pelajar dengan umur maksimal 18 tahun,” terang Rudi. Technical meeting telah dilakukan pada Selasa 12 September 2017 kemarin dan dilanjutkan dengan practice untuk nomor speed. “Dalam speed world record perorangan putra diikuti oleh 29 atlet putra dan 19 atlet putri dari beberapa Provinsi di Indonesia,” pungkasnya.

Honda DBL 2017: SMAN 4 Kupang Siap Bersaing

Tim basket putra maupun putri SMAN 4 Kupang menyatakan kesiapan dalam bersaing di Honda DBL tahun ini. Menurut yang dilansir dari Dblindonesia.com (12/09/2017), Aprili Lay perwakilan dari Kapten Putri maupun Roland Elkana Linggi selaku kapten tim putra, menyatakan kesiapan mereka untuk bersaing dengan tim basket sekolah lain. Tim basket SMAN 4 jelas Aprili, telah berlatih rutin tiga kali seminggu dan siap tampil di Honda DBL. Begitupun Roland, Dia mengatakan tim putra sudah berlatih maksimal dan tim optimis bisa bersaing dengan tim lain menjadi yang terbaik. Dalam roadshow perkenalan, yang paling ditunggu yaitu atraksi tim Dance SMAN 4 Kupang. Tim Dance itu sendiri juga menunjukkan kesiapan mereka dalam bersaing dengan tim Dance sekolah lain dalam UBS Gold Dance Competition tahun ini.

Aquino Lolos dalam Pertandingan Dramatis Dalam DBL Indonesia

Pertandingan DBL Indonesia antara SMA Aquino Amurang melawan SLA Advent Tompaso berlangsung dramatis. Seperti yang dilansir dari dblindonesia.com (12/09/2017), Waraney Langkun, dkk dalam tim Aquino Amurang, sempat direpotkan dengan beberapa kali pick and roll dari skuad Tompaso. Beruntung dengan konsentrasi penuh tim Aquino bisa mempertahankan pertahanannya. Pertandingan putri ini saling kejar mengejar poin sejak kuarter awal. Aquino sempat leading di kuarter dua dengan perolehan 11-6 oleh tim asuhan Robert Sagay. Kuarter ketiga, berakhir dengan skor 15-11 untuk keunggulan Smanix. Di kuarter terakhir, memasuki dua menit akhir, Smanix unggul tipis 15-14 dengan Aquino. Hingga akhirnya bisa membalikkan keadaan saat waktu tersisa satu menit. Dengan perolehan 21-16 untuk Aquino. Hingga titik akhir Aquino, yaitu skor berubah 23-22 dari tembakan bebas. Menurut lansiran dari DBL Indonesia, pelatih Smanix Robert Sagay mengakui keunggulan tim lawan. Dalam pertandingan tadi bisa merasakan bagaimana tim asuhannya leading maupun tertinggal. Menurutnya, anak-anak juga sudah bermain sangat baik, namun ternyata masih ada yang lebih baik dari tim Smanix. Sedangkan menurut pelatih Aquino Amurang Stenly Makawimbang, menjelaskan “Pertandingan yang menegangkan dan terlihat anak-anak sempat grogi. Tentu dari bench terus menginstruksikan agar tetap tenang. Bersyukur mereka mampu menerapkannya dalam permainan dan memperoleh poin penentu kemenangan saat over time,” terang pelatih

Turnamen Golf South East Asian Amateur Golf Team Championship 2018 Akan di Adakan Di Myanmar

Pidato-pembukaan-Presiden-Golf-Indonesia-Murdaya-Widyawimarta

Turnamen golf South East Asian Amateur Golf Team Championship yang di gelar sejak 5-8 September 2017 di lapangan Gading Raya Padang Paramount, Kabupaten Tangerang berlangsung penuh keakraban antar 12 Negara asia. Presiden Golf Indonesia, Murdaya Widyawimarta mengatakan bahwa biasanya moment rutin ini selalu di tanggung oleh negara, tetapi kali ini organisasi yang mendanai. “Pada umumnya negara sebagai tuan rumah yang membiayai event penyelenggaraan acara cabang olahraga golf tiap tahunnya. Tapi kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang mendanai lebih mengarah kepada perkumpulan asosiasi golf ,” pungkas Murdaya Asosiasi Internasional yang sudah berdiri sejak tahun 1961 ini selalu rutin mengadakan kompetisi golf tiap tahunnya. Dan untuk tahun 2018 mendatang turnamen serupa akan kembali digelar di Negara Myanmar sebagai tuan rumah pada golf amateur.(adt)