Akhirnya Tim UII Yogyakarta Berhasil Raih Tiga Poin Pertamanya

UII Yogyakarta vs Usakti LIMA Football 2017

Setelah sempat menelan kekalahan dibeberapa pertandingan, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta akhirnya berhasil meraih poin sempurna di lanjutan LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017, setelah mengalahkan Usakti dengan skor 3-1 di Stadion UI, Depok, Senin (20/11). Di babak pertama, pertandingan berjalan dengan keras. Beberapa kali, benturan keras tersaji. Di menit 14, tim UII yogyakarta mendapat hadiah tendangan bebas setelah pemain Usakti melanggar keras pemain UII. Reza yang mengambil eksekusi tendangan bebas, melakukannya dengan sempurna. Tendangan melengkungnya, berhasil merobek jala Usakti dan merubah skor menjadi 1-0. UII kembali memperlebar jarak. Solo run, Tesar di menit 31 berhasil mengelabui penjaga gawang Usakti dan menambah skor menjadi 2-0. Tertinggal 2-0, Usakti mulai meningkatkan permainan. Hasilnya, dipenghujung babak pertama, Rizky Satrio memperkecil keunggulan menjadi 2-1. Di babak kedua, Usakti dan UII sama-sama bermain menyerang. Beberapa peluang tercipta dari kedua kesebelasan. Usakti yang berusaha mengejar ketinggalan untuk menyamakan kedudukan, justru kembali kecolongan. Di akhir babak kedua, tim UII yogyakarta memastikan kemenangan dengan skor 3-1 melalui gol Ahmad Saulung. Dengan kemenangan ini, UII meraih kemenangan pertamanya di LIMA Football. Pelatih UII, Akhsin Yosida mengatakan, kepada pemainnya agar bermain pantang menyerah. Dan, strategi yang diterapkanya terbilang cukup ampuh “Tadi kami bermain dengan formasi 4-4-2, dengan dua striker. Alhamdulillah hasilnya positif. Saya tekankan agar pemain bermain pantang menyerah. Saya sangat puas dengan pertandingan ini. Yang terpenting sekarang yaitu pemulihan fisik para pemain karena besok mereka harus bermain lagi,” ungkap Akhsin. (pah/adt)

Hari Kelima LIMA Football, UNJ Masih Terlalu Tangguh Bagi Rivalnya

UNJ vs UPH LIMA Football 2017

Gelaran LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017 sudah memasuki hari kelima yang berlangsung di Stadion UI, Depok, Senin (20/11). UNJ yang berhasil menggeser puncak klasemen dari tuan rumah UI, bertemu dengan UPH. Dan, UNJ berhasil meraup poin penuh kembali setelah menang dengan skor 2-0. Di babak pertama, UNJ langsung menggebrak pertahanan UPH. Pertahanan UPH pun, harus pontang panting untuk menahan gempuran anak-anak UNJ. Hasilnya, di menit 25, UNJ membuka skor melalui sepakan keras Darnus Tabuni dan merubah skor menjadi 1-0. Meski UNJ menekan terus menerus, tak membuat UPH rela dibombardir. UPH mengancam melalui serangan balik cepat. Namun, kordinasi yang kurang membuat peluang UPH terbuang sia-sia. Skor 1-0 pun mengakhiri babak pertama untuk keunggulan UNJ. Di babak kedua, pertandingan terbilang monoton. UNJ pun, merasa cukup puas dengan skor 1-0. Sedangkan, UPH belum mampu menembus pertahanan UNJ. Baru tambahan waktu normal, UNJ menambah keunggulan melalui Ade Fajar dan merubah skor menjadi 2-0, sekaligus menutup pertandingan. Dengan kemenangan ini, UNJ masih gagal duduk di puncak klasemen LIMA Football 2017. Pelatih UNJ, Agung Nopitra mengatakan, para pemain UNJ masih lemah dalam penyelesaian akhir. Dan, akan menjadi evaluasi untuk pertandingan selanjutnya. “Pertandingan tadi cukup dramatis. Hari ini kami bertemu lawan yang sama kuat dengan lawan sebelumnya. Hal yang harus kami evaluasi dari pertandingan tadi masih tetap di penyelesaian akhir memanfaatkan peluang,” ungkap Agung. Sementara itu, Kapten UNJ, Muhammad Faisal Hammam (14) mengatakan, bahwa dirinya tidak menemukan kesulitan untuk mengarahkan teman-teman satu timnya. “Tidak ada kesulitan karena kami sudah banyak berlatih. Hanya di awal-awal pertandingan komunikasi masih canggung. Saya hanya menekankan untuk tetap tenang dan jangan menjadi bebab pikiran,” tuturnya. Pertandingan sebelumnya, UNJ mampu mengalahkan UPH dengan pertandingan penuh drama dengan skor 1-0, Minggu (20/11). (pah/adt)

UBL Mampu Pukul Telak UPH Dengan Skor 3-0

ubl vs uph LIMA Football

UBL meraih kemenangan keduanya atas UPH dengan skor 3-0 di babak lanjutan LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017 di Stadion UI, Depok, Sabtu (18/11). Sebelumnya, UBL yang berhasil menang tipis atas UII Yogyakarta dengan skor 1-0 pada Kamis (16/11) lalu. Berbeda dengan UBL, UPH yang dilaga pertama kalah telak atas tuan rumah UI dengan skor 4-0, ingin merubah nasibnya. UBL yang tampil dengan penuh percaya diri, untuk bisa meraih kemenangan terus melancarkan serangan-serangan berbahayanya. UPH yang ngotot untuk meraih kemenangan pun demikian. UPH bertarung dengan penuh semangat juang yang tinggi. Peluang demi peluang berhasil diciptakan kedua tim. Namun, tak ada gol tercipta hingga peluit babak pertama berakhir. Jeda istirahat dimanfaatkan oleh UBL untuk memperbaiki permainan. Hasilnya, di awal babak kedua, UBL mampu memecah kebuntuan melalui Rio di menit 47. Skor pun berubah 1-0 untuk UBL. UPH yang tersengat gol pertama mulai bangkit. Namun, hilangnya fokus pemain UPH dimaksimalkan pemain UBL ini. Di menit 69, UBL berhasil menggandakan keunggulan melalui Rio kembali dan membuat skor menjadi 2-0. UBL kian memperlebar jarak menjadi 3-0 di menit 87, melalui gol yang diciptakan Gilang. Skor 3-0 untuk UBL bertahan hingga usai. UPH pun, harus menelan dua kali kekalahan dari dua pertandingan. Pelatih UBL, Agus Setiawan mengakui kesulitannya membuat gol di babak pertama dikarenakan fisik pemain yang masih kelelahan. Tak hanya itu, faktor terburu-buru masih menghinggapi pemain UBL. “Saya tadi melakukan pergantian pemain dengan memainkan pemain yang lebih fit. Di babak kedua kami bermain sabar. Hasilnya 3 gol berhasil kami ciptakan,” kata Agus. (pah/adt)

UNJ Kerja Keras Kalahkan UMJ Di Ajang LIMA Football 2017

unj vs umj lima football

Setelah menang atas Universitas Trisakti dengan skor 2-0 pada Jumat (17/11) lalu. Kini, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melanjutkan trend positifnya dengan mengandaskan perlawanan UMJ dengan skor tipis 1-0 di Stadion UI, Depok, Sabtu (18/11). UNJ harus susah payah meraih kemenangan keduanya dalam lanjutan LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017. Di sepanjang babak pertama, UNJ langsung menekan dan tampil dominan. Beberapa peluang berhasil diciptakan anak-anak UNJ ini. Namun, penyelesaian akhir yang kurang baik terbuang dengan percuma. Sementara, UMJ hanya mengandalkan serangan balik cepat. Skor kacamata alias 0-0 pun, menghiasi babak pertama berakhir. Di babak kedua, UNJ tak mengendurkan serangan. Anak-anak UNJ langsung menekan pertahanan UMJ. Namun, disiplinnya pertahanan UMJ masih bisa membendung serangan UNJ. Frustasi tak bisa menembus pertahanan UMJ, anak-anak UNJ mencoba cara dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Hasilnya,l pemain UNJ, Eka berhasil merubah papan skor menjadi 1-0 di menit 53. Unggul 1-0 membuat UNJ kian percaya diri untuk melancarkan serangan dan beberapa kali melancarkan tendangan keras. Sedangkan, UMJ masih mengandalkan serangan balik cepat. Gol tunggal Eka pun, menutup babak kedua berakhir untuk kemenangan UNJ 1-0. Pelatih UNJ, Agung Nopitra mengatakan UMJ merupakan tim yang ditunggu-tunggu. UNJ sebenaenya sudah beberapa kali bertemu dengan UMJ. “Ini merupakan pertandingan yang kami tunggu-tunggu. Kami sudah sering bermain lawan UMJ, tapi ini merupakan kemenangan pertama kami atas UMJ dengan waktu pertandingan normal,” jelasnya. Lanjutnya, dengan kemenangan ini tim UNJ semakin percaya diri untuk meraih kemenangan demi kemenangan di ajang LIMA Football 2017. Dan, hanya butuh beberapa perbaikan dari tim. “Atas hasil ini mungkin kami bisa meneruskan kemenangan kami di pertandingan selanjutnya. Kami hanya mengingatkan teknik dasar dan kerja sama antarpemain,” kata Agung. (pah/adt)

UBL Menang Tipis Atas UII Yogyakarta Di Laga LIMA Football 2017

UBL-vs-UII-Yogyakarta-LIMA-Football

Kesebelasan Universitas Budi Luhur (UBL) mampu mendulang poin penuh di laga LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017, dengan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, melalui gol semata wayang pemain Gilang di menit 16. Hujan yang mengguyur Stadion Universitas Indonesia, Kamis (16/11), tak membuat surut kedua kesebelasan untuk bermain dengan penuh semangat. Di babak pertama, kedua kesebelasan terus memeragakan permainan apiknya. Namun, kondisi lapangan yang basah membuat aliran bola sulit untuk di kontrol oleh para pemain. UII yang mengambil aliran serangan terlebih dahulu, harus kecolongan di menit 16. Gilang akhirnya menjadi aktor gol UBL dan membuat skor berubah menjadi 1-0. Tertinggal, UII terus berusaha untuk menyamakan kedudukan. Kedisiplinan anak-anak Budi Luhur dalam bermain, membuat UII kesulitan. Skor 1-0 pun, berakhir hingga turun minum. Di babak kedua, UBL yang sudah unggul 1-0 mencoba bermain dengan tenang. Sementara, UII masih mencari cara untuk membongkar pertahanan UBL. Peluang demi peluang tercipta dari kedua kesebelasan. Lagi dan lagi, aliran bola yang berubah menjadi cepat dikarenakan hujan menjadi faktor kesulitan bagi para pemain. Hingga waktu normal 90 menit, UII tak bisa menyamakan kedudukan. UBL pun, mampu mengamankan tiga poin penuh. Asisten pelatih UBL, Adi Pratomo mengatakan, UII membuat para pemainnya bekerja ekstra keras. Terlebih, UBL baru pertama kali bertemu dengan UII dan belum mengetahui cara bermain anak-anak dari Kota Gudeg ini. “Mengingat duel ini merupakan kali pertama tim sepak bola UBL bertemu dengan UII, kami tidak tahu permainan UII seperti apa. Pada permainan tadi, UII cukup memberikan tekanan,” tambahnya. Meski mendulang poin penuh, Adi mengungkapkan masih banyak yang harus di evaluasi oleh tim UBL. “Tadi kami masih longgar dari segi pertahanan. Namun, setiap ada peluang sekecil apa pun, kami usahakan untuk mencetak gol. Beruntung kami dapat menciptakan sebuah gol di pertandingan tadi,” ucap Adi. Di pertandingan selanjutnya, UBL akan bertemu dengan UPH, Sabtu (18/11) di Stadion UI, Depok.(pah/adt)

Menang Telak, UI Puncaki Klasemen Sementara LIMA Football

Univesitas UPH (Seragam Merah) Menghadapi Universitas Indonesia (Seragam Kuning) di Ajang LIMA Football, Stadion UI, Depok, Kamis (16/11)

Sang tuan rumah, Universitas Indonesia (UI) tampil gemilang di laga pembuka LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017 dengan mengalahkan pasukan Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan skor 4-0 di Stadion UI, Depok, Kamis (16/11). Empat gol yang disarangkan UI ke gawang UPH yakni melalui pemain Septia yang mencetak dua gol di babak pertama, Diki dan Janiarto di babak kedua. Sejak wasit meniupkan peluit di babak pertama, UI yang menjadi tuan rumah langsung tancap gas. UPH yang mencoba meredam dan berusaha melancarkan serang balik cepat. Melalui serangan yang rapih, UI berhasil mencetak gol di menit 29. Tendangan keras Septia, mampu merobek jala gawang UPH dan membuat papan skor berubah menjadi 1-0. Unggul 1-0, membuat anak-anak UI tampil menekan. UPH yang tampil dibawah tekanan, mencoba bermain sabar dan memaksimalkan serangan balik. Di penghujung babak pertama berakhir, Septia kembali mencetak gol keduanya dan menutup babak pertama dengan skor 2-0. Di babak kedua, tuan rumah yang sudah unggul 2-0 tak mengendurkan serangan. Hasilnya di menit 48, Diki mampu memperlebar keunggulan UI menjadi 3-0. UPH yang tertinggal jauh, mulai kehilangan fokus dalam bermain. Hal ini, mampu dimanfaatkan baik oleh pemain UI. Pada menit 66, UI kembali menjauh dengan skor 4-0. Kali ini, Janiarto yang ikut menyumbangkan namanya dalam pencetak gol. UPH yang tertinggal jauh tak bisa memperkecil ketinggalan. Skor 4-0 untuk UI pun, bertahan hingga usai. Dengan kemenangan ini, UI berhasil memuncaki klasemen sementara LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017. Asisten Pelatih UI, Ahmad Fakhrillah Yahya mengucap syukur atas kemenangan yang diraih anak asuhnya. Apalagi di tahun ini, UI menargetkan juara di rumah sendiri. “Kami berlatih terus menerus untuk LIMA Football ini. Sebenarnya UPH bermain bagus juga, tapi kami terus berusaha untuk dapat meraih poin dan menjadi juara di sini,” ungkap Ahmad. Di pertandingan selanjutnya, UI akan berhadapan dengan tim asal Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia (UII) pada Jumat (17/11).(pah/adt)

Resmi Dibuka, Ajang LIMA Football Di Fokuskan Untuk Pembinaan Membangun Karakter

Pembukaan-LIMA

Liga Mahasiswa (LIMA) merupakan suatu event bagus untuk mengasah bakat mahasiswa di cabang olahraga. Sepakbola yang merupakan event perdana di LIMA, secara resmi dibuka oleh tendangan bola yang dilakukan perwakilan LIMA, Azwar Mukhlis dan Kepala Sub Bidang Olahraga dan Kepedulian Masyarakat UI, Albert Pj Roring serta peniupan peluit tanda dibukanya kompetisi ini oleh Mustafa Umarella wasit terbaik Piala Presiden, Kamis (16/11) di Stadion UI, Depok. Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh seluruh peserta, perangkat pertandingan, perwakilan LIMA, Azwar Mukhlis dan Kepala Sub Bidang Olahraga dan Kepedulian Masyarakat UI, Albert Pj Roring. Tak hanya itu, para perangkat pertandingan mengucapkan janji wasit serta M Ibnu perwakilan student athlete asal kampus UI, turut mengucapkan janji atlet yang diikuti oleh seluruh student athlete peserta LIMA Football 2017. Dalam sambutannya, perwakilan dari LIMA, Azwar Mukhlis menegaskan kepada seluruh peserta agar bermain dengan tenang. Dan, jadikan ajang LIMA Football sebagai ajang pembinaan. “Bermainlah tanpa terpancing emosi. Turnamen ini merupakan ajang pembinaan. Gelar juara di LIMA Football ini hanya bonus, jangan jadikan tujuan utama. Jadikan ini ajang pembinaan untuk kalian,” jelas Azwar. Sementara itu, Kepala Sub Bidang Olahraga dan Kepedulian Masyarakat UI, Albert Pj Roring mengatakan, bahwa dalam setiap kompetisi menang kalah itu hal yang biasa. Namun, yang paling penting yakni membangun karakter. “Bertandinglah dengan nilai luhur olahraga, yaitu semangat pantang menyerah, kerja sama, dan respek,” tegas Albert.(pah/adt)

UII Yogyakarta Menjadi Satu-Satunya Universitas Dari Luar Jakarta Pada Ajang LIMA Football 2017

Tim-sepakbola-UII-Yogyakarta

Antusias yang tinggi terlihat, pada saat ajang kompetisi antar mahasiswa LIMA menggelar LIMA Football 2017. Tim sepakbola terbaik dari masing-masing Universitas berlomba-lomba mengikuti LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017. Antusias itu terbukti, terdapat tujuh Universitas terbaik yang mengikuti LIMA Football 2017. Salah satunya, ada tim yang datang jauh-jauh dari Kota Gudeg, Yogyakarta yakni Universitas Islam Indonesia dan menjadi satu-satunya tim yang berasal dari luar Jakarta. Manajer Tim Sepakbola UII, Akhsin Yosidha, mengaku lebih tertarik mengikuti LIMA Football dibandingkan event yang lain, karena level pertandingan yang sangat bagus. “Kami lebih memilih mengikuti LIMA Football ini karena kami melihat level pertandingan di LIMA sangat bagus,” tegas Akhsin. Dalam mengikuti LIMA Football, anak-anak Yogyakarta ini datang ke Jakarta dengan persiapan yang matang. Mereka berlatih dengan intens, demi meraih hasil maksimal di LIMA Football 2017. “Persiapan kami sudah cukup baik. Dalam seminggu, kami berlatih tiga kali. Kami berlatih tidak hanya ketika ada pertandingan saja. Meski tidak ada pertandingan, kami tetap berlatih”, ungkap Akhsin.(pah/adt)

Animo Sangat Tinggi, Tujuh Universitas Ikuti LIMA Football

Tim-dari-LIMA-sedang-melaksanakan-pertemuan

Liga Mahasiswa (LIMA) ajang kompetisi bagi mahasiswa dengan tujuan untuk mempererat pertemanan antar universitas yang ada di Indonesia. LIMA mempunyai lima cabang olahraga (cabor) yakni renang, futsal, basket, bulutangkis dan renang. Nah, LIMA baru saja menggelar empat cabor yang dipertandingkan yaitu renang, futsal, basket dan bulutangkis, baik tingkat reguler maupun Nasional. Kali ini, LIMA menggelar LIMA Football dengan tajuk LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta and Nusantara Conference 2017 yang rencananya akan dilaksanakan di Stadion Universitas Indonesia (UI), Depok pada 16-23 November 2017. Management Consultant LIMA, Achmad Lanang mengatakan, alasan LIMA menggelar cabor sepakbola yakni untuk membantu sepakbola Indonesia lebih maju. Ditambah, animo dari Universitas yang sangat tinggi dalam cabor sepakbola. “Alasan mengapa LIMA membuka cabor sepak bola karena minat tinggi, dan juga sepak bola merupakan olahraganya Indonesia”, ujar Achmad. Sementara itu, Manajer Departemen Kompetisi dan Pertandingan LIMA, sangat senang melihat antusias universitas untuk mengikuti cabor sepakbola. Apalagi, banyak universitas yang sudah menantikan cabor sepakbola. “Ada peserta yang sudah menantikan pelaksanaan cabor sepak bola di LIMA. Mereka pun langsung mendaftarkan timya untuk mengikuti LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta and Nusantara Conference 2017 ini,” pukasnya. Tujuh universitas yang akan mengikuti LIMA Football yakni Unviersitas Budi Luhur, Universitas Pelita Harapan, Universitas Indonesia, Universitas Muhamadiyah Jakarta, Universitas Trisakti, Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Islam Indonesia (Yogyakarta).(pah/adt)

Air Mineral Prim-A Greater Jakarta and Nusantara Conference 2017, LIMA Football Rancang Peraturan Ketat

Manajer-Departemen-Kompetisi-dan-Pertandingan-LIMA

LIMA akan mulai menghelat cabor sepakbola, karena antusias universitas untuk sepakbola semakin tinggi. Bertajuk LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta and Nusantara Conference 2017, rencananya akan mulai dilaksanakan pada 16 November hingga 23 November mendatang yang berlokasi di Stadion Universitas Indonesia (UI), Depok. LIMA pun, tak mau main-main soal peraturan yang ada. Manajer Departemen Kompetisi dan Pertandingan LIMA, Azwar Mukhlis akan memperketat peraturan LIMA Football sama dengan cabor LIMA lainnya. “Di season 5 ini, kami berusaha menjaga konsistensi peraturan di LIMA, mulai dari verifikasi, kostum, dan peraturan di lapangan,” jelas Azwar. Lanjutnya, LIMA Football akan memakai sistem setengah kompetisi. Dan, ketujuh tim ini akan saling bertemu. “Sistem kompetisi yang digunakan oleh LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta and Nusantara Conference 2017 ini menggunakan setengah kompetisi. Ketujuh tim tersebut akan saling berhadapan di pertandingan yang digelar di UI ini,” tambahnya.(pah/adt)

Ribuan Pemain Sepakbola JSFL Tumpah Ruah Di Lapangan British School

Para calon peserta dari beberapa sekolah yang menghadiri sistem Grading untuk persiapan JSFL 2018 pekan lalu (11/11/17). Foto: NYSN Media (Fahrizal)

Ribuan lebih para peserta berbondong-bondong mendatangi lapangan British School, Tangerang Selatan, untuk melakukan seleksi grading yang di adakan oleh comite sepakbola JSFL (11/11) Menurut Kirk Evans, Ketua Komite JSFA, moment ini terlaksana tak lepas dari sosok komite terdahulu, yang konsisten menangani, dan secara professional hingga semua dapat terlaksana dengan baik. “Sosok komite terdahulu sangat menginspirasi kami, berorientasi kepada realisasi program, dan bergerak secara sosial merupakan misi kami untuk menambah minat masyarakat terhadap olahraga sepakbola,” tutur Kirk Kirk juga menambahkan, bahwa moment seperti ini sudah berjalan selama 13 tahun yang lalu. “Program yang di ikuti oleh sekolah Ini sudah berjalan kurang lebih 13 tahun. Sedangkan sistem seperti ini sudah berlangsung selama10 tahun, karena sebelumnya juga pernah ada orang dari british international school yang menjadi bagian dari komite, awalnya sih ada orang tua murid yang menanyakan “Kok anak saya selalu main bola di sekolah, tapi tidak ada kompetisinya”, lalu di buatlah ajang seperti ini,” tambah Kirk Kirk juga berterimakasih kepada semua pihak yang turut membantu hingga acara sepakbola JSFL ini terlaksana hingga tuntas nanti. “Acara ini berlangsung berkat kerjasama yang baik dengan semua pihak, terutama panitia, dan tak kalah penting adalah dorongan dari sponsor kami, yaitu coca cola, dan yang lainnya, tanpa sponsor kami tak mungkin bisa membuat sebesar ini,” tutup Kirk (red)

JSFL 2018 Menggelar Sistem Grading Untuk Menerapkan Sistem “Fair Play”

Para calon peserta JSFL 2018 yang sedang melalui proses Grading yang digelar di British School pekan kemarin, 11/11/17. Foto: NYSN Media (Fahrizal)

Seleksi atau tahapan grading yang di lakukan oleh panitia Ajang JSFL 2018 menjadi perhatian penting bagi pelaksana acara, bagaimana tidak, pentingnya pengelompokan skill bertujuan untuk menggelar acara yang adil apabila ditinjau dari kekuatan masing-masing tim. Lebih lanjut, grading juga bertujuan untuk mengenal skill kemampuan, lalu di kelompokan secara matang, dan di pertandingkan dengan lawan yang setimpal. Guna menggelar kegiatan fair play tersebut, koordinator pelaksana ajang JSFL 2018, Pak Raden, mengatakan memakai pola yang dijalankan berkiblat dari ajang liga inggris. “Kami memakai sistem yang sama dengan liga inggris, memakai sistem home away, apalagi pertandingannya bukan hanya di lapangan British School saja, tetapi juga sejabodetabek,” ujar Pak Raden Sementara itu, menurut data yang di himpun terdapat peserta kurang lebih 40 sekolah untuk ajang U-8, dan 70 tim dari kategori U-10 yang tengah melakukan grading (red)

Sepuluh Lapangan Siap Menampung Ajang JSFL 2018

Sepuluh-Lapangan-Siap-Menampung-Ajang-JSFL-20172

Persiapan matang tentunya menjadi acuan agenda yang di susun dapat terlaksana dengan sucses, dari perencanaan yang matang, dan tak lepas dengan cuaca buruk yang akan di hadapi. Jakarta School Football Leagu (JSFL) merupakan sebuah ajang bergengsi dimana comite sekolah British School menggelar sebuah misi gerakan olahraga melalui sepakbola untuk anak usia dini dan kali ini di buka secara umum. Jeane McCombie selaku Operation Manager JSFL memaparkan maksud dan tujuan menggelar agenda olahraga tersebut, diantaranya menguji fisik dan stamina para peserta JSFL 2018. “Kami disini lebih kepada membuat event yang berkelanjutan, agar anak-anak Indonesia mampu bersaing dengan anak negara maju. Lebih kepada fisik dan mentalitas, supaya terbiasa saja, dan tidak drop melihat anak-anak negara lain yang sudah lebih dulu masuk liga dunia,” ujar Jeane. Wanita energik ini juga menambahkan bahwa pihaknya sudah siap dengan sarana dan prasarananya. “Kurang lebih 10 lapangan dengan ukuran standart JSFL, siap menampung semua sekolah yang mendaftar. Artinya kami sudah mempersiapkan secara matang untuk event ini,” tutup Jeane 11/11/2017. (red)

Rules Of The Game Yang Digunakan JSFL Berkiblat Kepada FIFA

Kirik-evans-selaku-ketua-comite-JSFA-2018

Moment grading yang di lakukan oleh komite JSFA di lapangan sekolah British School di warnai kemeriahan sorak sorai suara para pendukung sekolah yang sedang bermain, terlebih orang tua dari masing-masing pemain, turut menyemangati anaknya untuk bermain bagus. Kirk Evans mengatakan kepada nysnmedia.com bahwa panduan rules of the game pertandingan mengacu kepada FIFA. “Di JSFL Kami dibawah FIFA. Dan akan selalu mengikuti aturan FIFA atau Rules Regulation FIFA,” papar Kirk Kirk juga menambahkan transparansi menjadi kunci sukses di tiap kegiatan yang di laksanakan. “Disini kami open book, untuk orang keuangan langsung di lakukan dari pihak sekolah British International School, mereka part time untuk audit. Karena uang pendaftaran masuk ke rekening BIS, dengan istilah open book. Tidak ada yang disembunyikan atau nothing to hide,” tambah Kirk Sementara itu untuk moment grading ini pihak pelaksana melibatkan personil kurang lebih berjumlah 60 orang. “Personil yang terlibat diluar JSFL sekitar 20 orang, dan kalau ditambahkan dengan wasit, yang personilnya kurang lebih 40 orang. Dan disetiap venue atau lapangan harus ada perawat/nurse & ambulance. Jadi total personil termasuk nurse kurang lebih bisa 60 personil,” tutupnya (red)

Meski Kurang Persiapan, Ahmad Zulfikar Mampu Meraih Medali Emas POMNas 2017

Ahmad-Zulfikar-(Kiri)-bersama-dengan-kembarannya-Ali-Fikri-(kanan)-saat-di-ajang-POMNas-2017-lalu

Persiapan adalah modal dasar dalam melakukan semua hal, karena sebuah kegagalan sama halnya dengan merencanakan kegagalan. Berbeda dengan sosok pemuda ramah yang bernama lengkap Ahmad Zulfikar, atau yang sering disapa Fikar. Fikar merupakan atlet cabang olahraga Kempo, perwakilan dari Jawa Barat di ajang POMNas 2017. Fikar mengikuti cabang olahraga Kempo dari kategori pasangan, bersama kembarannya Ali Fikri. Fikar mengakui bahwa saat mengikuti ajang POMNas 2017 lalu, ia dan kembarannya memiliki persiapan yang kurang matang, dan tidak pernah menyangka akan mendapatkan gelar juara 1. “Persiapan POMNas kemarin cuma 3 minggu, dan tekniknya masih banyak yang harus diganti. Awalnya juga pesimis, karena persiapan yang kurang matang dan melihat lawan yang kemarin adalah juara 1 di PON. Tapi alhamdulillah semua karena ijin Allah saya menang.” Ujar Fikar Bertanding dari kategori berpasangan bukanlah hal yang mudah, karena harus memiliki persamaan agar kompak saat bertanding. Dan bagi Fikar, bermain bersama kembaran sudah tercipta secara alami untuk kompak. “Karena saya kembar jadi sudah sehati dan secara alami aja gitu kompak. Soalnya juga, kalau mau bertanding pasti selalu terus berdua,” ucap mahasiswa Universitas Ibd Khaldun Bogor (UIKA). Tak hanya itu, atlet yang sudah mengikuti kempo sejak tahun 2010 ini juga menceritakan asal muasal bagaimana ia bisa tertarik dengan Kempo. “Saat saya kelas 3 SMP ada Kempo masuk dalam kelas olahraga saya. Awalnya sih saya gak tertarik. Lalu sang pelatih Kempo melihat, saya dan kembaran memiliki bakat, ia juga bilang kalau kita bagus kalau main dikategori berpasangan. Semenjak itu jadi tertarik untuk ikut latihan Kempo,”ucapnya Fikar yang sudah mengikuti beberapa kali kejuaraan, dan selalu mendapatkan juara dalam berbagai turnamen, menjelaskan prestasinya. Seperti juara 1 pada Kejuaraan Nasional Pelajar tahun 2012 dan 2013, lalu juara 1 Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Jawa Barat 2014 dan juara 2 Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Mahasiswa yang masih tingkat semester 5 jurusan Manajemen ini juga berbagi cerita, tentang suka duka saat sudah bergabung dalam cabang olahraga Kempo. “Kalau sukanya sih kita bisa berprestasi, bisa membuat bangga orang tua, banyak teman dan nambah pengalaman. Mungkin kalau dukanya waktu bersama dengan orang tua, dan teman pasti berkurang. Dan yang paling sering itu kangen sama orang tua, kalau udah di mess. Apalagi disaat ada teknik baru, sedangkan kita belum bisa, malah jadi kepikiran terus, alias terbayang bayang terus,”tutupnya. (put/adt)

Ini Jadwal Pertandingan LIMA Basketball Regional Red Team 2017 Di UPH

Saat Tim basketball UPH menghadapi Tima basketball STIE BP

Liga Mahasiswa (LIMA) merupakan ajang bagi para mahasiswa unjuk kebolehan dalam bidang olahraga. Dimana terdapat beberapa pertandingan diantaranya basket, sepakbola, badminton, futsal dan swimming. Beberapa cabang olahraga sudah mulai di helat oleh LIMA, bahkan futsal baru saja selesai menyelenggarakan babak Nasional. Kali ini, untuk kompetisi basket sedang melangsungkan pertandingan. Beberapa region sudah menggelar babak regional ini. Seperti di Universitas Pelita Harapan, yang dipercaya menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan LIMA Basketball Regional Red Team yang digelar di GOR UPH, Karawaci, Tangerang. Babak regional Red Team ini diikuti oleh lima tim yang terdiri dari Universitas Pelita Harapan Banten sebagai tuan rumah, STIE BP Jakarta, ABFI Perbanas Jakarta, Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Universitas Esa Unggul Jakarta. Regional Red Team pun, sudah berlangsung sejak 6 November lalu dan akan berakhir pada 11 November. Berikut informasi rangkuman agenda yang masuk ke redaksi nysnmedia.com. Pertandingan LIMA Basketball Regional Red Team 2017: (pah/adt)

Mentari, Atlet Cantik Pembawa Medali Emas Pada Ajang BWF World Junior Championships 2017

Mentari-Atlet-Cantik-Pembawa-Medali-Emas-Pada-Ajang-BWF-World-Junior-Championships-2017

Ajang Blibli.com BWF World Junior Championships 2017 telah usai. Indonesia membawa pulang 5 medali. Salah satu yg membawa medali emas adalah Pitha Haningtyas Mentari yang dipasangkan dengan Rinov Rivaldy. Pitha Haningtyas Mentari merupakan atlet muda badminton asal Jakarta yang berusia 18 tahun. Gadis cantik dengan nama panggilan Mentari ini menuturkan rasa senangnya ketika membawa emas untuk Indonesia. “Bersyukur dan seneng banget pastinya bisa dapet medali emas di World Junior Championships (WJC) pertama dan terakhir dalam tahun ini” tuturnya Tak hanya dengan Rinov, Mentari juga dipasangkan dengan Serena Kani dalam kategori ganda putri. Tak mudah harus disandingkan dengan 2 pasangan sekaligus dalam satu ajang. Namun, Mentari tidak butuh latihan khusus untuk menyatukan kesamaan dengan pasangannya. “Latihan khusus sih gak ada, cuma kan memang untuk ganda campuran saya dengan partner hanya punya waktu 2 minggu untuk latihan. Kalau ganda putri memang sudah partneran dari Asian Junior Championships dan memang sudah sering latihan. Kuncinya komunikasi, saling support, tenang, sabar, yakin dengan partner, percaya sama kemampuan yg kita punya dan yang pasti harus fokus” ujarnya Atlet yang sudah bermain badminton sejak usia 7 tahun ini menceritakan pengalaman berkesan ketika mengikuti World Junior Championships di Yogyakarta lalu. Tak hanya itu, ia juga menuturkan perasaannya ketika bertemu wakil Indonesia juga saat babak final. “Yang berkesan saat lawan Lee Yu Rim / Kim Won Ho asal Korea. Kim Won Ho pemain yang bagus dan tahun ini dia sudah juara Grand Prix. Lee Yu Rim pun bukan pemain yg biasa biasa saja, mereka seeded 1 kemarin dan kami bisa menang 2 set langsung. Kalau yang final, ya diluar kita memang teman tapi di dalam lapangan kan kita musuh, jadi ya gak ada yg mau kalah dan juara ini pun untuk Indonesia” ucapnya Mentari juga memberikan pesan bagi para anak-anak yang memiliki cita-cita sebagai atlet terutama cabang olahraga badminton. “Semangat terus, jangan pernah nyerah, kejar terus cita cita nya” tutupnya

UPH Terpilih Kembali Menjadi Arena Penyelenggaraan Babak Reguler LIMA Basketball Red Team 2017

Internal-Sport-Program-Development,-Caeras-Wilhelem

Universitas Pelita Harapan (UPH) yang terletak di Karawaci, Tangerang merupakan Universitas yang selalu mencetak atlet berprestasi. Tak hanya itu, sejak berdiri pada tahun 1994 silam, UPH telah berhasil mempunyai fasilitas yang bisa di katakan baik. Seperti halnya, dua lapangan basket yang sangat baik, lapangan sepak bola, gym, swimming pool dan beberapa fasilitas lain yang dapat digunakan gratis bagi mahasiswa UPH. Dan kali ini, UPH dipercaya untuk menjadi tuan rumah babak reguler LIMA Basketball Red Team 2017. Bukan tanpa sebab, fasilitas UPH yang sangat layak menjadi acuan LIMA untuk menggelar babak regular. Internal Sport Program Development, Caesar Wilhelem mengatakan, UPH sudah beberapa kali menyelenggarakan LIMA dan sukses terselenggara. “Untuk basket menyelenggarakan LIMA pertama kali tahun 2012 dan sekarang puji syukur mendapat kesempatan kembali menjadi tuan rumah, jadi sudah dua kali. Untuk futsal sekali dan badminton sekali,” tambahnya. Lebih lanjut, dipercayakan oleh LIMA kepada UPH bukan berarti UPH menjalin kedekatan dengan pihak LIMA. Namun, melihat fasilitas kampus yang cukup baik. “Mungkin, karena fasilitas kami beda dengan kampus lain. Bisa saja dikampus yang lain juga mempunyai fasilitas yang memenuhi standart, tetapi perlu di catat bukan berarti UPH dekat dengan LIMA. Namun, karena fasilitas kami cukup mempuni, ujar Caesar. (pah/adt)

Gadis Cantik Ini Telah Buktikan, Olahraga Futsal Bukan Hanya Untuk Laki-Laki

Siti-latifah-futsal

Olahraga futsal memang identik dengan olahraga yang biasa dimainkan oleh laki-laki. Namun, hal tersebut sudah dipatahkan oleh Siti Latipah Nurul Inayah atau yang akrab disapa Uyung. Uyung merasa tertantang untuk bermain olahraga futsal yang dianggap sebagai olahraga untuk laki-laki. Bahkan ia mampu buktikan dirinya menjadi pemain terbaik futsal putri pada ajang Liga Mahasiswa (LIMA) lalu. “Alhamdulilah tentunya saya sangat senang menjadi yang terbaik menurut peniliaian orang lain. Hal tersebut membuat saya lebih semangat lagi dalam bermain futsal. Saya gak nyangka karena menurut saya masih banyak pemain yang memiliki kemampuan diatas saya. Futsal itu juga olahraga untuk laki-laki, maka dari itu saya merasa tertantang jika saya sampai bisa bermain futsal.” Ujarnya kepada nysnmedia.com. View this post on Instagram A post shared by Siti Latipah Nurul Inayah (@_uyung) Mahasiswi Universitas Pendidikan Bandung ini menceritakan awal mula bisa terjun ke olahraga futsal. “Awalnya waktu SMP saya ikut ekskul basket tetapi diminta oleh guru olahraga saya untuk tanding futsal di turnamen pertama saya. Saya mendapat penghargaan pemain terbaik juga. Jadi saya melanjutkan futsal dan meninggalkan basket.” Ucap mahasiswi tingkat akhir jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi ini. Uyung juga pernah mengikuti beberapa turnamen seperti Liga Futsal Professional 2016 dan 2017, diantaranya Brawijaya National Futsal Champhionship dan Asean Football Federation (AFF) Club Championships 2015. Tak hanya itu, ia juga menceritakan bagaimana cara menyeimbangkan kuliah yang harus ia selesaikan dengan futsal. “Dulu kuliah saya agak terbengkalai tapi alhamdulilah saya bisa mengatasinya jadi gak ada masalah lagi soal kuliah dan futsal yang sekarang seimbang dan aman. Futsal juga membuat saya banyak cuti, otomatis saya meninggalkan kuliah. Tapi jika mampu jalin komunikasi baik dengan dosen, sangat bisa diatasi. Misalnya ganti kehadiran dengan tugas atau dengan sistem perkuliahan online. Namun saya juga mengerjakan tugas disela waktu istirahat.” tutupnya. (put/adt)

UPH Berhasil Pupuskan Ambisi STIE BP di Laga Perdana Regional LIMA Basketball 2017

UPH vs STIE BP LIMA Basketball 2017

Pembukaan babak regional LIMA Basketball, Red Team 2017, pertemuan Universitas Pelita Harapan (UPH) melawan STIE BP akhirnya berhasil di menangkan oleh UPH dengan skor 76-36 di GOR UPH, Karawaci, Tangerang, Senin (6/11) UPH yang bertanding sebagai tuan rumah, mendapat dukungan langsung dari ratusan penonton. Dengan begitu, peluang untuk meraih kemenangan sangat tinggi. Sejak di kuarter pertama, UPH bermain dengan tenang, namun masih mampu menguasai jalannya pertandingan. Sementara itu STIE BP, bermain dengan tempo cepat. Kedudukan di kuarter pertama pun, UPH memimpin dengan skor 10-7. Di kuarter kedua, pasukan UPH semakin tak terbendung. Anak asuh coach Stephen Lester Metcalfe ini kembali berhasil membuat pendukung UPH bersorak. Kombinasi apik Pangesthio Rivaldo (7) dan Mulyono Yefanus (24) yang keduanya menyumbang 16 poin, sembilan rebounds, dan dua assist membuat UPH kembali unggul menjadi 35-15. UPH yang sudah unggul, semakin menampilkan permainan terbaiknya. Sementara, STIE BP selalu terkendala dalam penyelesaian akhir. Akhirnya pada kuarter ketiga, ditutup dengan skor 59-30. Di kuarter empat, UPH benar-benar tak mampu dihadang. Gaya bermain tenang, dan penyelesaian akhir yang baik sejak awal kuarter membuat STIE BP kesulitan mengimbangi UPH. Laga perdana UPH pun, ditutup sempurna dengan skor 76-36. Hasil itu menjadikan awal yang baik bagi UPH untuk menghadapi tim-tim hebat lain di babak regional LIMA Basketball 2017. (pah/adt)