JJBC KU-9 Cakra Sakti Sempat Menyamakan Skor, Namun Jetz Kembali Rengkuh Kemenangan

Cakra-Sakti-Vs-Jetz-KU-9

Pertandingan sengit di kategori umur 9 Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC). Jetz sebagai tuan rumah berhasil menumbangkan Cakra Sakti dengan skor tipis 38-44. (10/12) Di awal quarter pertama dibuka, dengan skor pembuka dari Jetz. Tak berapa lama, Cakra Sakti pun membalas dengan 2 skor. Pembalasan skor pun terjadi hingga Jetz berhasil unggul dengan point 9-13. Di quarter kedua Cakra Sakti mulai panas untuk mengejar skor, demikian juga Jetz yang terus upaya menambah skor. Hingga detik-detik berakhirnya quarter kedua, pertahanan Cakra Sakti mulai lenggah dan sering gagal upaya menyamai kedudukan. Jetz pun masih menang dengan skor 13-30. Pluit quarter ketiga pun di mulai, pertarungan bibit atlet ini semakin sengit, ketika Cakra Sakti terus menambah skor. Dan Jetz tetap menjaga pertahanan skornya. Lalu skor berubah menjadi 20-29. Sementara itu akhir babak permainan quarter empat, Cakra Sakti terus mencoba membalas di menit-menit awal. Upayanya membuahkan hasil dan Skor sempat sama, namun pemain Jetz, Efrael dengan nomor punggung 1 mampu mencetak dengan tembakan 3 poin. Pertandingan ini dimenangkan Jetz dengan skor 38-44. Justin dengan nomor punggung 30 dari Cakra Sakti menjadi pemain pencetak skor terbanyak dengan angka 25 poin. Selain itu, pertandingan sengit juga terjadi di kategori umur 9 Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) antara Rockstar Gym dan Phoenix. Skor pertama di buka dari Phoenix dengan 2 poin. Rockstar Gym pun membalas dengan 2 poin. Hingga quarter babak kedua berakhir skor tipis 9-10. Meski Rockstar Gym terus melakukan pertahanan, Phoenix tetap mampu menambah 10 poin di akhir quarter ketiga menjadi 10-20. Rockstar Gym kembali memperkuat pertahanan dan mengejar skor. Namun Phoenix mampu mengalahkan Rockstar Gym dengan skor 19-22.(put/adt)

Hari Kedua Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) 2017, Cakra Sakti dan Jetz Menang Telak

Warriors berhadapan dengan Cakra Sakti Di Hari Kedua Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) (10/12/17)

Dipertandingan hari kedua (10/12) ajang Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) untuk kategori umur 7 dibuka dengan pertandingan Warrior melawan Cakra Sakti. Quarter pertama dibuka dengan 2 poin dari Cakra Sakti yang diberikan oleh Jayden. Warrior tidak dapat membendung Cakra Sakti hingga quarter kedua yang ditutup dengan skor 0-24. Quarter ketiga, Warriors mencoba melawan hingga skor pertama untuk Warriors diberikan oleh Raihan. Tak lama, Riley dengan nomor punggung 1 memberikan 2 poin lagi untuk Warriors. Namun Cakra Sakti terus menambah skor hingga menjadi 4-34. Cakra Sakti kembali menambah poin pembuka quarter empat. Cakra Sakti terus menambah poin hingga quarter empat berakhir dengan skor 4-46. Jayden dari Cakra Sakti menjadi pemberi skor terbanyak untuk Cakra Sakti dengan 25 poin. Coach Rendy dari Cakra Sakti menuturkan ia tidak menyangka Cakra Sakti akan menang telak dan ia berharap bisa lolos ke final. “Gak nyangka sih skornya bisa jauh banget. Nih gak tau anak-anaknya dikasih makan apa. Bisa dibilang presentasenya bagus banget. Kedepannya saingan kita Jetz, dulu pernah kalah. Sebagian besar pemain juga kita rombak. Ya semoga bisa ketemu di final dan ngasih yang terbaik,” ujarnya Selain Cakra Sakti, Jetz sebagai tuan rumah juga menang dari Rockstar Gym. Skor pertama diberikan Noel dari Jetz dan berselang beberapa waktu, Faio kembali menambah skor untuk Jetz. Rommei pemain dari Rockstar Gym memberikan 2 poin pertama di 2 menit akhir. Rockstar Gym melakukan pertahanan hingga quarter dua berakhir dengam skor 2-12. Quarter ketiga, Rockstar Gym mengejar skor dan melakukan perlawanan balik. Namun gagal menyusul Jetz yang unggul dengan skor 5-16. Rockstar Gym kembali memberikan poin di 2 menit awal quarter empat. Skor sementara menjadi 7-16. Detik-detik akhir, Rockstar Gym berusaha kembali mengejar. Namun Rockstar Gym harus menerima kekalahan dengan skor 11-20. Coach Riska menuturkan bahwa tim Rockstar Gym merasa belum siap melawan tuan rumah. “Kedua tim ini bagus cuma ya kita belum siap. Pertandingan kemarin juga mereka masih kaget karena lapangan ini lebih besar dari biasanya. Akhirnya mental mereka agak turun. Selanjutnya persiapan kita berharap mereka lebih baik lagi mainnya,” tutur Coach Riska

Ini Dia Nama Penyumbang Poin Terbanyak Pada Hari Pertama JJBC 2017

Jumpball yang dilakukan untuk pertandingan antara Jetz dan Metro Starlight, Sabtu (09/12/17)

Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) 2017, untuk hari pertama sudah selesai. Terdapat total 13 pertandingan dari tujuh kategori kelompok umur (KU) dipertandingkan, yang bertempat di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang, Sabtu (9/12). Banyak klub-klub yang mampu meraih kemenangan dengan skor telak. Dan, tak hanya itu terdapat pula pemain-pemain handal yang mampu menyumbangkan poin terbanyak bagi timnya. Tentunya, pemain-pemain yang menyumbangkan poin terbanyak, hasil dari kegigihan mereka dalam berlatih dan semangat juang di lapangan ketika bertanding. Berikut nysnmedia.com berikan hasil sementara nama-nama pemain yang berhasil menyumbangkan poin terbanyak di hari pertama JJBC 2017: 1. Efrael, Jetz Basketball Club – 25 poin (KU-9) 2. Edu, Jetz Basketball Club – 16 poin (KU-7) 3. Jayden, Cakra Sakti – 16 poin (KU-7) 4. Justin, Cakra Sakti – 18 poin (KU-9) 5. Destin, Jetz Basketball Club – 10 poin (KU-16 Girls) 6. Kenneth, Jetz Basketball Club – 9 poin (KU-10 Boys) 7. Anderson, Cakra Sakti – 15 poin (KU-12 Boys) 8. Andrew, Learn – 16 poin (KU-13 Boys) 9. Rasyra, Indonesia Falcon – 12 poin (KU-13 Boys) 10. Achmad, Indonesia Falcon – 12 poin (KU-12 Boys) 11. Sola, The Hawk -15 poin (KU-16 Girls) 12. Yosua, Metro Starlight – 13 poin (KU-16 Boys) 13. Yuslifar, Hang Tuah – 13 poin (KU-16 Boys)(pah/adt)

Hang Tuah Sukses Tumbangkan Cakra Sakti di KU-16 Boys JJBC 2017

Yuslifar, pemain Hang Tuah, nomor punggung 16 (memegang bola) menjadi penyumbang poin terbanyak dengan koleksi 16 poin saat melawan Cakra Sakti.

Pertandingan terakhir di Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) 2017, menyuguhkan pertandingan menarik antara Hang Tuah melawan Cakra Sakti di kategori kelompok umur (KU) 16 Boys. Bertanding di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang, laga terakhir akhirnya menjadi milik Hang Tauh. Setelah berhasil mengunci kemenangan dengan skor 39-28. Perjalan pertandingan, sangatlah menarik pada quarter pertama. Saat itu Cakra Sakti berhasil menguasai jalannya pertandingan. Sedangkan, Hang Tuah seakan belum panas untuk menunjukan permainan terbaiknya. Quarter pertama pun, menjadi milik Cakra Sakti dengan skor 5-9. Mendapatkan motivasi dari pelatih, usai intruksi para pemain Cakra Sakti mulai percaya diri. Yuslifar nomor 16 dari pemain Hang Tuah, menjadi momok yang menakutkan bagi pemain Cakra Sakti. Hasilnya, quarter kedua menjadi milik Hang Tuah dengan skor 10-4. Sementara itu di quarter ketiga, permainan Cakra Sakti terus menurun performanya. Hal ini kembali dimanfaafkan dengan sangat baik oleh pemain Hang Tuah. Quarter ketiga pun, masih menjadi milik Hang Tuah dengan skor 10-3. Pada quarter terakhir, Cakra Sakti mulai menunjukan perlawanan yang seru. Saling berbalas poin, membuat permainan menjadi seru. Tambahan 12 poin dari Cakra Sakti tak berhasil membuat mereka lepas dari kekalahan. Karena, Hang Tuah berhasil menambah poin 14 poin. Skor pun, dikunci Hang Tuah dengan kemenangan 39-28.(pah/adt)

JJBC KU-13, Kali Ini Jetz Harus Akui Ketangguhan Indonesia Falcon

Salah satu pemain Indonesia Falcon (merah) berusaha melindungi bola dari pemain Jetz Basketball Club.

Masuk ke laga Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) 2017, pada moment ini kembali mempertadingkan kelompok umur (KU) 13 boys. Dalam pertandingan KU-13 Jetz selaku tuan rumah, harus mengakui keunggulan lawannya yakni Indonesia Falcon dengan skor 10-44 pada Sabtu (9/12) di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Pada pluit quarter pertama dimulai, Indonesia Falcon langsung menekan pertahanan Jetz. Hasilnya, Acmad mampu menyumbang enam poin dan membawa Indonesia Falcon unggul 1-11. Lalu di quarter kedua, Indonesia Falcon terus menjauh dengan menambah poin demi poin dan merubah keunggulan menjadi 1-21. Sedangkan pada quarter ketiga pun, Indonesia Falcon masih menguasai jalannya pertandingan. Hasilnya, di quarter ketiga ditutup dengan skor 3-36. Di quarter keempat, Indonesia Falcon terus menekan Jetz dengan permainan cantiknya. Pemain dari Indonesia Falcon, Ade kerap menunjukan kecepatan-kecepatan yang membuat penonton bersorak. Quarter keempat ditutup dengan kemenangan Indonesia Falcon dengan skor 10-44. Pelatih Indonesia Falcon, Christoper mengatakan, permainan tadi sangat bagus. Meski meraih kemenangan telak, Indonesia Falcon terus melakukan evaluasi di pertandingan selanjutnya. “Tadi lawan main bagus, kami juga bermain bagus. Selanjutnya, kamu harus lebih fokus, karena lawan selanjutnya pasti akan berat,” ujar Chris.(pah/adt)

Jetz Junior Basketball Champhionship KU-10, Metro Starlight Mengakui Kekalahan Pada Laga Perdananya

Tim Jetz (Kiri) menang melawan tim Metro Starlight (Kanan) dengan skor 31-9, pada hari pertama ajang JJBC 2017, di Jetz Stadium, Serpong (09/12/17)

Pada pertandingan perdana ajang Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) Tim Metro Stralight bertemu tim Jetz untuk kategori laki-laki usia KU-10 tahun di pertandingan ke-6 hari ini (9/12). Namun pada kenyataannya Metro Starlight menelan kekalahan dipenampilan perdananya. Pada quarter pertama, Metro Starlight kembali tertinggal 7 skor dari tim Jetz. Lanjut quarter kedua, tim Metro Starlight mencoba menambahkan penjagaan lini pertahanan. Namun hingga quarter kedua berakhir, Metro Starlight tetap tertinggal, skor yang dicetak pada papan skor menunjukan angka 13-4 untuk keunggulan tim Jetz. Babak quarter ketiga di mulai, metro terus mencoba membalap skor Jetz. Namun upayanya masih gagal, dan Jetz kembali memimpin dengan skor 21-8. Peluit berbunyi kembali di babak akhir, Jetz semakin melaju, dan akhirnya Metro Starlight harus menerima kekalahan dengan skor 31-9.(put/adt)

Hari Pertama Ajang Jetz Junior Basketball Champhionship , Jetz dan Cakra Sakti Berhasil Petik Kemenangan

Club Jetz (Seragam Putih), saat bertanding melawan Club Gading Muda (Seragam Hijau) pada ajang JJBC 2017 di Stadiun Jetz, Serpong (9/12/17). Foto : Putri

Ajang Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) telah dimulai. Hari ini sebanyak 4 tim di kategori KU-7 tahun telah bertanding. Tim Jetz sebagai tuan rumah menang atas tim Warrior dengan skor akhir 29-1. Tim Jetz pada quarter pertama telah unggul dengan skor 8-1. Begitupun dengan quarter kedua tim Jetz menambahkan 8 skor lagi menjadi 16-1. Di quarter ketiga kembali menambah skor menjadi 20-1. Hingga akhir pertandingan tim Warrior tidak mampu menambah skor dan ditutup dengan skor 29-1. Coach Romy Chandra sebagai pelatih tim Warrior menuturkan bahwa ini pertandingan pertama bagi Warrior sebagai bentuk pengenalan diri. “Ini sebagai pengenalan diri mereka kepada pertandingan basket. Mereka kan baru memulainya, ya adanya pertandingan ini menjadi pertama kali. Seminggu sebelum tanding kita baru kumpulin, ya segini yang bisa main. Jadi mereka tahu ini ajang positif dan mereka cukup senang, kita pun support,”ujar Coach Romy Tak hanya tim Jetz, tim Cakra Sakti pun menyusul keberhasilannya atas tim Rockstar Gym. Hingga pada quarter kedua, tim Rockstar Gym tidak mampu menambah skor. Sedangkan pada quarter ke-3, tim Rockstar Gym baru mampu membuat skor pertama dan kedua. Lalu pada quarter ke-4, tim Rockstar Gym masih berusaha mengejar ketertinggalannya. Namun, tim Cakra Sakti mampu bertahan hingga menutup quarter ke 4 dengan skor 24-4.(put/adt)

Ini Hasil Pertandingan dan Klasemen Sementara Pekan 17 Liga Kompas U-14

Klasemen-Liga-kompas-gramedia

Liga Kompas U-14 sudah memasuki pekan ke-17. Dimana terdapat banyak pertandingan seru, dan banyak sekali kejutan pada pekan ke-17 yang dibuat oleh tim-tim papan tengah, Minggu (3/12) di Stadion Ciracas, Jakarta Timur. Sementara ini, JFA masih kokoh dipuncak klasemen, walaupun hanya mendapatkan satu poin dari hasil imbang 1-1 melawan Cibinong Raya kemarin. JFA masih kokoh di peringkat pertama dengan koleksi 40 poin dari hasil 12 kali menang, 4 kali seri dan 1 kali menelan kekalahan. Sedangkan duduk pada peringkat kedua, ada nama Asiop Apacinti, yang menguntit dengan koleksi 35 poin dari 10 kali menang, 5 kali imbang dan 2 kali kalah. Sementara pada posisi dasar klasemen, masih dihuni oleh SSJ Kota Bogor dengan koleksi 4 poin, dari hasil 1 kali menang, 2 kali imbang dan 14 kali menelan kekalahan. Berikut nysnmedia.com berikan hasil dan klasemen Liga Kompas U-14: (pah/adt)

JFA Hanya Mampu Bermain Imbang 1-1 Melawan Cibinong Raya

JFAvsCibinong

Lanjutan Liga Kompas U-14 pekan 17, banyak terjadi kejutan. Seperti pada laga JFA yang menjadi pemuncak klasemen melawan Cibinong Raya, yang berakhir imbang 1-1, Minggu (3/12) di Stadion Ciracas, Jakarta Timur. Cibinong Raya yang menduduki klasemen 11, tak gentar melawan pemuncak klasemen. Di babak pertama, Cibinong Raya terus menekan pertahanan JFA. Hasilnya dimenit 13, Cibinong Raya unggul melalui Imam Afif Faizal dan merubah skor menjadi 1-0. JFA yang tertinggal 1-0, berusaha bermain menyerang, akan tetapi serangan yang dibangun selalu kandas. Skor 1-0 pun, bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, JFA mulai bangkit dengan mengurung pertahanan Cibinong Raya. Anak-anak JFA pun, melakukan variasi serangan dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Sementara, Cibinong Raya mengandalkan serangan balik berbahaya. Pertahanan Cibinong Raya lengah dan hilang fokus. Kelengahan ini, berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh JFA. Hasilnya, Riski Praganta Ginting berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit 52. Tak ada gol tambahan di sisa waktu. Skor 1-1 pun, bertahan hingga usai pertandingan. Pelatih Cibinong Raya, Sairan mengatakan, sangat puas dengan permainan anak asuhnya. Menurutnya, anak asuhnya dapat memperagakan permainan sesuai dengan arahannya. “Saya puas dengan permainan anak-anak, mereka menerapkan strategi yang saya instrusikan, dan kami menempatkan beberapa pemain yang mampu mendobrak pertahanan JFA, hingga kami unggul terlebih dahulu,” tutur Sairan seperti dikutip akun resmi ligakg.kompas.id. Sementara Pelatih JFA, Zulkifli mengatakan, ada beberapa penyebab anak asuhnya tak menunjukan permainan terbaiknya. “Beberapa pemain datang terlambat, beberapa menit pertandingan akan dimulai, sehingga skema pemain berubah,” ujarnya.(pah/adt)

Persiapan Matang, Ajang Tahunan JJBC Siap Digelar 9 Desember Mendatang

Logo JJB 2017

Melihat perkembangan olahraga basket di usia dini mulai berkembang pesat, banyak pula event-event kejuaraan yang digelar demi mencari bibit potensial. Usia-usia 7 tahun hingga 16 tahun, merupakan usia emas para pebasket muda untuk mengembangkan bakat mereka. Seperti contohnya kejuaraan Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) yang merupakan kejuaraan tahunan bagi usia dini. JJBC selalu rutin diadakan tiap tahun dan selalu menjadi daya tarik bagi klub-klub basket yang ada di Jabodetabek maupun luar Jabodetabek untuk turut berpartisipasi. Rencananya JJBC sendiri akan digelar pada tanggal 9 Desember mendatang di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Dimana terdapat enam kategori umur yang dipertandingkan, yakni KU 7, KU 8, KU 9, KU 10, KU 12, KU 16. Ketua Panitia JJBC, Awi mengatakan, sejak tahun 2014 ajang JJBC sudah digelar. Ajang ini, bertujuan untuk mengasah bakat para pebasket dan juga sebagai ajang silahturahmi antar klub basket. “Iya setiap tahun kita mengadakan JJBC mulai tahun 2014, jadi tahun ini sudah tahun ke-4,” ujar Awi. Lanjutnya, untuk di tahun 2017 ini JJBC akan dibuat menjadi 3 season. Dengan begitu, JJBC akan dibuat menjadi meriah. Nantinya, akan ada beberapa klub yang bertanding dalam JJBC 2017 dan memperebutkan Piala JJBC 2017 “Sebanyak 14 klub yang mengikuti JJBC ini, dan terbagi menjadi 34 tim dalam 7 kategori pertandingan. Saya harapkan, masing-masing klub mempersiapkan segala keperluan teknis, agar pada saat pertandingan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” terangnya. (pah/adt)

Hindari Kecurangan, JJBC Rancang Rules Of The Games Lewat NISN

Technical-Meeting-(TM)-diikuti-oleh-para-peserta-klub-basket

JJBC (Jetz Junior Basketball Championshop) sudah mulai melakukan Technical Meeting (TM) kepada tim-tim yang berpartisipasi. TM sendiri berlangsung di Ruang Rapat Jetz Stadium, Gading Serpong, Sabtu (2/12) pada sore hari. Dalam TM ini, Ketua Panitia Awi menjelaskan berbagai peraturan ketat yang ada di JJBC. Mulai dari kategori umur, aturan main, pemilihan bola, tinggi ring basket dan yang lainnya. Nantinya dalam JJBC akan memainkan beberapa kategori yakni kelompok umur (KU) 7, KU 8, KU 9, KU 10, KU 12, KU 16. Awi menjelaskan akan memperketat aturan main dalam JJBC, guna menghindari kecurangan-kecurangan yang dapat mencoreng slogan sportifitas fair play. Karena, dalam kejurnas saja memang sudah ketat “Sebenarnya aturannya standard saja, karena di kejurnas jauh lebih ketat screeningnya,” ujar Awi. Selain itu juga, peraturan-peraturan pertandingan di rundingkan dengan para perwakilan tim agar tidak terjadi miss pada saat pertandingan. “Kami meminta tiap klub menyantumkan NISN (Nomor Induk Siswa Sekolah) para pemain, agar tidak terjadi kecolongan umur. Karena, banyak kejadian seperti itu,” jelasnya. (pah/adt)

Mengenal Sambo, Olahraga Bela Diri Baru Yang Akan Dipertandingkan Di Asian Games 2018

Sambo-Olahraga-Bela-Diri-Baru-Yang-Akan-Dipertandingkan-Di Asian-Games-2018-1

Perhelatan akbar Asian Games 2018 yang akan di adakan di Indonesia akan memberikan warna baru. Pasalnya, ada beberapa cabang baru yang akan dipertandingkan, salah satunya adalah Sambo. Namun apakah cabang olahraga Sambo itu? Dan bagaimana kiprahnya di Indonesia? Sambo merupakan olahraga atau seni bela diri yang berasal dari Rusia yang populer pada tahun 1940-an. Sambo adalah singkatan dari Samozashchita Bez Oruzhia yang artinya pertahanan diri tanpa senjata.  Saat ini Sambo digunakan untuk seni bela diri militer tentara Rusia. Sambo menggabungkan gulat dan judo dengan menekankan pada kemampuan kontrol dan kuncian kaki. Sambo mengajarkan praktisi cara untuk mengakhiri perkelahian dengan cepat. Hal ini sering dilakukan dengan mengambil lawan ke tanah dan menerapkan penyerahan terus atau serangan cepat. Sejarah Sambo Sambo dipopulerkan oleh Vasily Oshchepkov yang lahir pada 6 Januari 1893 di Alexandrovsky Post. Vasily Oshchepkov pernah dikirim ke Seminari Ortodoks Tokyo Jepang setelah orang tuanya pada tahun 1907. Ia mengenyam pendidikan dan gaya hidup orang-orang Jepang. Pada 1908, Judo masuk dalam kurikulum Seminari yang diajarkan oleh Okamoto Yoshiro. Oshchepkov dan teman-temannya menunjukkan kemampuan yang luar biasa dan kemudian diundang ke Institut Kodokan, pusat komunitas Judo dunia. Namun, Judo dianggap sangat kasar dan Oshchepkov harus mempraktikkan seni bela diri tersebut melawan negara-negara yang pernah berperang dengan Rusia. Oshchepkov menjadi siswa Rusia pertama yang lulus dari Kodokan dan lulus dari seminari dengan nilai yang memuaskan. Ia pun dikirim ke Harbin untuk bertugas sebagai penerjemah militer di angkatan bersenjata Rusia. Ia melewati masa-masa sulit saat bertugas di angkatan bersenjata dan ia tidak pernah berhenti mengasah kemampuan Judonya. Pada tahun 1917, Oshchepkov menjadi salah satu penyelenggara turnamen Judo internasional pertama di Otaru-city Commercial High School. Namun, ia harus kembali ke Rusia pada tahun 1926. Setelah itu, ia mendedikasikan seluruh jiwa dan raganya untuk mempromosikan Judo. Ditahun 1929, Oshchepkov menjadi pelatih Judo di klub olahraga utama Tentara Merah, kemudian pindah ke Institut Pendidikan Fisik Moskow (Moscow Physical Education Institute). Ia pun berhasil membuat Judo sangat populer di kalangan masyarakat Rusia dan mengadaptasinya dengan realitas yang ada di Rusia hingga terbentuklah Sambo. Jenis-jenis Sambo Sambo memiliki 5 jenis yang berbeda, yaitu: Combat Sambo Combat Sambo dibuat untuk militer. Tidak hanya gaya mengunci, tetapi Sambo ini juga menggunakan senjata. Freestyle Sambo Freestyle Sambo menggunakan teknik mencekik, namun teknik ini sempat dilarang dalam olahraga Sambo. Bela Diri Sambo  Bela Diri Sambo adalah Jenis Sambo yang paling umum untuk dipelajari. Pada jenis ini, diajarkan cara membela diri terhadap senjata dan hal-hal sejenisnya. Banyak metode serangan memanfaatkan agresi lawan gerakan ini juga mirip dengan Jujitsu dan Aikido. Sambo Khusus  Sambo khusus ini dirancang untuk unit tertentu dengan serangan dan respon yang sangat cepat. Dalam hal ini, Sambo Khusus sangat mirip dengan Combat Sambo tetapi dengan serangan yang memiliki tujuan tertentu. Olahraga Sambo  Olahraga Sambo sangat mirip dengan Judo. Tujuannya adalah untuk menjatuhkan dan mematahkan pertahanan lawan. Aturan kompetisi mengizinkan semua jenis kuncian, termasuk mengunci dengan menggunakan kaki. Kiprah Sambo Di Indonesia Sambo sudah masuk ke Indonesia sejak tahun 2007 lalu.Tokoh pendiri Sambo di Indonesia adalah Ir. Aji Kusmantri dari Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI). Sambo pertama kali diperkenalkan di lingkungan Universitas Trisakti pada tahun 2008. Bersama Gerard Lim (Singapore Sambo), perlahan olahraga Sambo mulai dikenal di kalangan Perkumpulan Judo Universitas Trisakti. Pada awalnya,  tidak banyak mahasiswa yang mengikuti olahraga ini. Alasannya adalah belum tersosialisasikan dengan baik dan memiliki perbedaan dari segi seragam latihan yaitu menggunakan celana pendek dan sepatu khusus. Saat ini di Indonesia, Sambo telah memiliki induk organisasi resmi yaitu Pengurus Besar Persatuan Sambo Indonesia (PB PERSAMBI). Beberapa atlet telah berhasil menyumbangkan medali bagi Indonesia  dalam turnamen taraf  Dunia. Salah satu atlet yang berprestasi dalam Sambo adalah Vincent Majid yang meraih medali emas di nomor combat sambo kelas + 100 kg pada kejuaraan dunia, World Martial Arts Masterships (WMAM) 2016 di Cheongju City Sports Centre, Korea Selatan. Selain itu, atlet Sambo lainnya adalah Marx Xaverius meraih medali perunggu di kelas sports Sambo kelas -62 kg. Ada juga Johan Mulyo LEgowo (combat/-74 kg) dan Desi Rahayu (sports/-60 kg) yang juga mengikuti kejuaraan WMAM ini. Di Asian Games 2018 mendatang, PB PERSAMBI juga mengincar medali emas karena ini menjadi peluang yang besar bagi Indonesia sebagai tuan rumah dan juga sebagai ajang pemberitahuan bahwa banyak atlet Sambo Indonesia memiliki bakat yang luar biasa. Semangat terus para atlet Sambo Indonesia.(put)

Sepuluh Atlet Kalsel Siap Bersaing di Kejurnas Atletik Pada Desember Mendatang

Atlet atletik Kalsel

Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mempersiapkan para atletnya di cabang olahraga atletik untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik, tanggal 6-9 Desember mendatang, yang rencananya akan diselenggarakan di Stadion Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur. Ke 10 atlet atletik Kalsel ini, merupakan para atlet yang sudah menghasilkan prestasi di ajang Porprov X di Tabalong, beberapa waktu lalu. Demi mempersiapkan atletnya dengan baik, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) mengadakan pertemuan dengan KONI Kalsel. Pada kesempatan itu Ketua Umum Pengprov PASI, H Rusdi Aziz mengatakan, pertemuannya dengan KONI Kalsel sebagai bentuk laporan para atlet yang akan pentas di Kejurnas Atletik di Jakarta. “Rapat ini sekaligus laporan kepada KONI Kalsel, dan meminta dukungan mengenai dana keberangkatan para atlet,” ucap H Rusdi yang dikutip dari portal banjarmasinpost.co.id. Saat ini, atlet atletik Kalsel sedang menjalani pemusatan latihan dan berangkat ke Jakarta pada 5 Desember mendatang. H Rusdi pun, berharap agar atlet Kalsel dapat berbicara banyak di Kejurnas Atletik. “Kami tidak menargetkan hasil yang tinggi, semoga mampu berbicara di tingkat nasional, ya minimal medali perunggu,” harapnya. Berikut Nama-nama atlet atletik Kalsel yang dikirim ke Kejurnas Jakarta 2017 No-Nama-Nomor Atletik 1. Mardiansyah (HST) -lari 100 meter, 200 meter, dan estafet 2. Ahmad Rofikudin (Baritokuala) -lompat jauh 3. Aif Rahman Rifani (Banjar) -estafet 4. M Surya Ariandy (Banjarmasin) -estafet 5. Nofarin (Banjarmasin) -lompat tinggi 6. M Syaifullah (Tabalong) -lari 5000 meter 7. Ayu Sri Ningsih (Baritokuala) -estafet 8. Desy Ratnasari (Tabalong) -lari 100 meter, estafet 9. Mujalifah (HST) -estafet, lari 100 meter. 10 Ismi (Banjarbaru) -estafet(pah/adt/bmp)

UNJ Sabet Gelar Juara LIMA Football Air Mineral Prim-A GJC and NC 2017

Tim-Universitas-Negeri-Jakarta

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berhasil merajai pagelaran atau menjadi juara LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference and Nusantara Conference 2017 yang pertama kali. Event bagi para mahasiswa ini bergulir sejak 16-23 November dan diikuti oleh tujuh tim dari berbagai universitas bertempat di Stadion Universitas Indonesia (UI) Depok. Yogyakarta menjadi salah satu penyumbang tim yang diwakili oleh Universitas Islam Indonesia (UII). Kali ini UNJ berhasil menjadi juara di LIMA Football dengan menyapu bersih kemenangan dan meraih 16 poin. Yang paling mencenangkan, tak ada tim yang bisa membobol gawang UNJ, dan UNJ telah memasukan 22 gol dalam enam pertandingan. Anak asuh dari Agung Nopari ini, memang selalu ditekankan untuk bisa memaksimalkan peluang. Buktinya, 22 gol berhasil dicetak oleh anak-anak UMJ. Berikut, tim nysnmedia.com berikan daftar juara, top skor dan pemain terbaik di LIMA Football 2017: Juara 1: Universitas Negeri Jakarta Peringkat 2: Universitas Budi Luhur Jakarta Peringkat 3: Universitas Indonesia Selain penghargaan untuk tim terbaik, LIMA juga memberikan penghargaan secara individual. Best Management: Universitas Indonesia Best Goal Keeper: Rifqi Fhalevi (30), Universitas Budi Luhur Most Valuable Player: Eka Khairul Insan (8) , Universitas Negeri Jakarta Top Scorer: Ade Fajar Kurniawan (9), Universitas Negeri Jakarta All Academic Player: Ian Surya Prayoga (15), Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (pah/adt)

Borong Enam title di Super Series 2017, Kevin/Marcus di Puji Susy Susanti

Susy Susanti selaku Kabid Binpres PBSI, memberikan pujian kepada semua atlet Indonesis yang berlaga di Super Series 2017. Terutama kepada pasangan Ganda Putra Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon yang pada Minggu, (26/11) kemarin memecah rekor, dengan berhasil menyabet enam titel super series/premier musim ini. Dari lima nomor yang dipertandingkan di super series tahun ini, tak ada pebulutangkis yang mampu meraih enam gelar juara pada musim ini selain Kevin/Marcus. Gelar Kevin/Marcus didapat dari All England, India Super Series, Malaysia Super Series, Jepang Super Series, China Super Series Premier, dan Hong Kong Super Series. Dilansir dari cnnindonesia.com, Susy Susanti yang merupkan atlet legendaris bulutangkis indonesia memberi ucapan selamat Atas gelar yang diraih Kevin/Marcus, “Salut untuk mereka karena di tahun 2017 mereka bisa meraih enam titel super series,” ucap Susy dalam rilis resmi. Kevin/Marcus tampil sempurna di dua pekan terakhir dalam rangkaian turnamen China Super Series Premier dan Hong Kong Super Series. Dua gelar yang didapat Kevin/Marcus membuat tim bulutangkis Indonesia berhasil memenuhi target yang dibebankan oleh PBSI. “Target kami di China dan Hong Kong terpenuhi, karena Kevin/Marcus yang secara konsisten bisa menjuarai dua turnamen tersebut.” Selain memuji Kevin/Marcus, Susy juga memberikan apresiasi pada Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang dapat menembus babak final Hong Kong Super Series. “Permainan ganda putri (Greysia/Apriyani) cukup baik meski harus mengakui keunggulan Chen Qingchen/Jia Yifan di babak final.” ujarnya. Sedangkan untuk nomor tunggal putra, Susy mengakui hasil yang diraih oleh Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting kurang memuaskan. “Para pemain tunggal putra harus lebih yakin dengan pola dan strategi permainan. Tentu juga mereka harus lebih mematangkan teknik dan fisik agar meraih hasil lebih baik di pertandingan berikutnya,” kata Susy.

Akankah Semangat Asian Games 1962 Terulang Kembali Pada Asian Games Jakarta-Palembang Mendatang

asian games 1962 di Indonesia

Event olahraga empat tahunan terbesar se-Asean adalah Asian Games, tahun 2018 mendatang Indonesia mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah berlangsungnya Asian Games berikutnya. Ini merupakan, kali kedua Indonesia di tunjuk sebagai tuan rumah, dimana sebelumnya pernah digelar juga di tahun 1962. Tim nysnmedia.com, sedikit memberikan informasi mengenai sejarah asian games. Yuk, kita simak. Asian Games atau sering juga disebut dengan Asiad (Asia dan Olimpiade) adalah ajang olahraga yang diikuti oleh atlet-atlet Asia dan diselenggarakan setiap 4 tahun sekali di Negara-negara Asia oleh Asosiasi yang bernama Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia atau disingkat dengan OCA). India merupakan negara pertama yang menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1951. Namun, sebelum dikelola oleh OCA, Asian Games dikelola oleh Asian Games Federation (AGF) hingga Asian Games ke-8 di Bangkok, Thailand tahun 1978. Hingga saat ini, tercatat 13 Kota dari 9 Negara yang telah menjadi tuan rumah Asian Games. Negara yang paling banyak menggelar Asian Games yakni Thailand sebanyak 4 kali di tahun 1966, 1970, 1978 dan 1998. Diikuti oleh Korea Selatan yang pernah menggelar di tiga kota yakni Seoul di tahun 1968, Busan 2002 dan Incheon 2014. Nah, di Asian Games 2018 ke-18, Indonesia di tunjuk menjadi penyelenggara event olahraga terbesar di Asia tersebut. Kota Jakarta dan Palembang dipilih untuk melaksanakan Asian Games. Dan ini merupakan kali kedua, Indonesia menjadi tuan rumah setelah tahun 1962. Lantas, bagaimana kiprah Indonesia sepanjang mengikuti Asian Games? Pada tahun 1951 di era kepemimpinan Presiden Ir. Soekarno saat itu, Indonesia berhasil mengumpulkan lima medali perunggu dan finish di posisi tujuh. Baru di tahun 1962 disaat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-4 meraih prestasi terbaiknya. Dan, di saat itu pula, Stadion Gelora Bung Karno dengan kapasitas 100.000 orang dinobatkan sebagai stadion terbesar se Asia Tenggara. Presiden Soekarno bersemangat untuk menunjukan jati diri Indonesia melalui olahraga. Bahkan, semangat itu tertanam di para atlet, sehingga mampu meraih prestasi yang mencenangkan dan juga membuat Jepang kagum. Mengirimkan 290 atletnya, Indonesia berhasil meraih posisi terbaiknya yakni peringkat dua dengan mengoleksi 21 medali emas, 26 perak dan 30 perunggu. Kalah dari Jepang yang memuncaki klasemen dengan 73 emas, 68 perak dan 23 perunggu. Bulu tangkis menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia dengan menyumbangkan lima medali, dua perak, dan dua perunggu. Setelah itu, prestasi Indonesia di Asian Games terus menurun. Indonesia baru mulai bangkit kembali pada pelaksanaan Asian Games di Bangkok, Thailand pada tahun 1970. Saat itu Indonesia menduduki peringkat empat dengan koleksi sembilan emas, tujuh perak dan tujuh perunggu. Di Asian Games Teheran, Iran pada tahun 1974, Indonesia masih aman berada di posisi lima besar dengan koleksi lima emas, empat perak dan empat perunggu. Namun, di ajang Asian Games selanjutnya, prestasi Indonesia kian menurun. Asian Games ke-18, Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar se Asia. Apakah bisa semangat juang Presiden Soekarno dan para atlet bisa tertular di dalam diri atlet Indonesia nanti? Mari kita doakan, agar atlet-atlet Indonesia bisa memberikan prestasi yang membanggakan di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang nanti.(pah/adt)

UNJ Pesta Gol ke Gawang Tuan Rumah UI 11-0 Pada LIMA Football

ade UNJ pencetak 9 goal

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengunci gelar juara LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017 di laga terakhirnya melawan tuan rumah, Universitas Indonesia (UI), Rabu (22/11). Bermain di Stadion UI, Depok, anak-anak UNJ memborbardir sang tuan rumah dengan gelontoran 11 gol tanpa balas. Di babak pertama, UNJ langsung menekan pertahanan UI. Dalam kurun waktu 34 menit, UNJ sudah unggul 5-0. Lima gol tersebut diborong oleh pemain Ade Fajar. UI tak bisa keluar dari tekanan anak-anak UNJ. Beberapa kali serangan berbahaya mengancam pertahanan UI. Hasil di menit 41, Ilham menambah keunggulan menjadi 6-0 sekaligus menutup babak pertama berakhir. Di babak kedua, UNJ terus menekan dan tak mengendurkan serangan. Di menit 50, Ade mencetak gol ke enamnya dan merubah skor menjadi 7-0. Selang beberapa menit kemudian, Gilang Harjian merubah papan skor menjadi 8-0. UI sama sekali tak bisa mengeluarkan permainan terbaiknya dan hanya menjadi bulan-bulanan serangan UNJ. Menit 64, Ade kembali mencatatkan namanya dan mencetak gol ketujuhnya, sekaligus merubah skor menjadi 9-0. Ade menjadi momok menakutkan bagi pertahanan UI. Hasilnya, di menit 74, kembali Ade mencetak gol ke delapannya dan merubah skor menjadi 10-0. Triple Hattrick (mencetak sembilan gol) berhasil dilesatkan Ade dalam satu pertandingan dalam ajang LIMA Football di penguhujung babak kedua berakhir. Skor 11-0 menjadi milik UNJ dan sekaligus poin UNJ untuk meraih Juara tak bisa dikejar tim lainnya. Pelatih UNJ, Agung Nopari mengatakan, tak mengira pemainnya bisa mencetak 11 gol. Ia hanya, memberikan instruksi untuk tidak membuang peluang. “Kami hanya menekankan untuk menang lebih awal dan juara lebih awal. Jangan menyia-nyiakan peluang yang ada seperti di lima pertandingan sebelumnya. Semua evaluasi dari lima pertandingan kami sebelumnya kami lakukan untuk di pertandingan ini. Karena kami mengira UI akan menyulitkan kami. Ternyata kami bisa meraih 11 gol di pertandingan hari ini,” jelasnya. Dengan raihan ini, UNJ gagah dipuncak klasemen yang tak bisa dikejar tim lainnya. Dan, yang paling mencenangkan gawang UNJ sama sekali belum kebobolan.(pah/adt)

Daya Juang UBL Berhasil Tahan Imbang UMJ di Ajang LIMA Football

ubl-vs-umj

Hari ketujuh LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017 mempertemukan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melawan Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta yang berhasil bermain imbang 3-3 di Stadion Universitas Indonesia (UI), Rabu (22/11). UMJ mengawali laga di babak pertama, dengan menguasi jalannya pertandingan. Lini tengah UMJ, bermain sangat baik. Pemain UBL pun, kesulitan untuk mengambil bola dari kaki pemain UMJ. Tak butuh waktu lama bagi UMJ untuk mencetak gol. Melalui sepakan pojok dan kemelut di gawang UBL, Alfin Alfani berhasil mengubah papan skor menjadi 1-0. UBL yang tertinggal 1-0, mulai bermain menyerang. Namun, kordinasi yang kurang apik dari pemain UBL menjadi sia-sia. Justru, UMJ yang mampu menambah keunggulan menjadi 2-0. Berawal dari tendangan bebas, Ryan Maulana berhasil memperlebar jarak keunggulan UMJ. UBL terus berusaha untuk memperkecil ketinggalan. Upaya anak-anak Budi Luhur berbuah manis. Rizky Hanafi berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 2-1. UMJ terus melakukan serangan, dipenghujung babak pertama Satriatama merubah papan skor menjadi 3-1 dan menutup babak pertama dengan keunggulan UMJ. Di babak kedua, UBL yang tertinggal dengan defisit dua gol terus mencoba mencetak gol. UMJ yang sudah unggul, bermain dengan aman dan sesekali melakukan serangan-serangan berbahaya. Barulah di menit 62, UBL berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 3-2 melalui gol Muhammad Fachdilah Amir. Gol dari Fachdilah, menjadi pelecut semangat pasukan Budi Luhur. Tak berselang lama, Fachdilah kembali mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Skor 3-3 pun, bertahan hingga pertandingan usai. Pelatih UBL, Agus Setiawan mengapresiasi semangat dan daya juang pemain untuk menyamakan kedudukan. “Kami sudah membaca permainan UMJ. Mereka bagus di serangan balik. Sebenarnya kami juga menerapkan counter attack, dan itu cukup berhasil. Semangat pemain di babak pertama agak kendor. Di babak kedua, kami hanya meningkatkan semangat para pemain saja,” ujar Agus Setiawan, pelatih UBL. Sementara itu, pelatih UMJ, Lebry Hidayatulloh, mengungkapkan lemahnya konsentrasi para pemainnya menjadi kendala dan memupuskan UMJ meraih tiga poin. “Dengan skor imbang ini, kami tetap optimistis unggul dari UBL karena selisih gol kami lebih besar dari mereka,” ucap Lebry.(pah/adt)

Turnamen Wali kota Cup 2 di Parepare Resmi di Buka

Walikota Parepare, Taufan Pawe, membuka secara resmi kejuaraan Wali kota Cup 2 di Lapangan Andi Makkasau Parepare, Rabu (22/11/2017).

Wali kota Cup 2  menjadi bukti nyata dan komitmen Pemerintah kota Parepare untuk memajukan olahraga di Parepare, khususnya sepak bola. Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe membuka langsung turnamen Wali Kota Cup 2 yang digelar di Lapangan Andi Makkasau Parepare, Rabu (22/11/2017) sore. Event ini tak hanya sebatas ajang lomba. Tapi juga upaya pemerintah dalam mengembangkan dan mencari bibit persepakbolaan di kota Parepare, ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Parepare, Syukur Razak yang juga ketua panitia Wali Kota Cup 2. Sebanyak 20 tim ikut meramaikan event yang nantinya akan memperebutkan piala bergilir dan uang pembinaan dengan total ratusan juta rupiah. Nantinya, tim yang berhasil memenangkan turnamen itu berhak mendapat hadiah hingga Rp50 juta. Sementara runner up, peringkat tiga dan empat masing-masing mendapatkan Rp30 juta, Rp25 juta serta Rp20 juta. “Hadiah itu sudah termasuk sumbangan tambahan uang tunai dari wali kota untuk masing-masing pemenang hingga Rp20 juta pertim,” ucap Syukur Razak yang dilansir dari sindonews. Sementara itu, HM Taufan Pawe berharap, Kejuaraan ini berjalan sportif agar dapat melahirkan kuantitas dan kualitas atlet yang membanggakan.

Asian Games Ajang Praktek Mahasiswa Politeknik Olahraga

Politeknik Olahraga Indonesia (POI) yang telah diresmikan tersebut, menjadikan Asian Games 2018 sebagai ajang pelatihan bagi mahasiswanya. Hal ini dilakukan untuk menunjang pemahaman dan pengembangan olahraga. Menurut lansiran dari Republika.co.id (21/11/2017), dikatakan deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Raden Ananta, mahasiswa politeknik olahraga akan berlatih dan belajar mengenai tata cara pengelolaan, pengembangan olahraga melalui pelaksanaan olahraga bertaraf internasional tersebut. Asian Games diibaratkan sebagai laboratoriumnya. Mahasiswa dapat jadi penghubung dan panitia atau tata pencatatan nilai dalam penyelenggaraan pesta olaraga tersebut. ”Perkuliahan di Poltek selain teori juga praktek di lapangan. Salah satu prakteknya dengan memanfaatkan pesta olahraga akbar mendatang” dikatakan Raden Ananta. Pihak poltek yang dilengkapi fasilitas bertaraf internasional tersebut merasa optimistis bisa melahirkan sumber daya manusia untuk menciptakan atlet berpretasi internasional.