Kiandra Ramadhipa Juara European Talent Cup Catalunya 2025

Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, tampil luar biasa di ajang European Talent Cup (ETC) Catalunya 2025. Mengutip dari berbagai sumber, meski dijatuhi hukuman start dari posisi ke-24, Ramadhipa justru tampil menggila dan menutup balapan dengan kemenangan dramatis di garis finis. Ramadhipa mendapat penalti bersama sembilan pembalap lain karena melaju terlalu pelan saat sesi kualifikasi. Namun, hukuman itu justru menjadi pemicu semangatnya untuk menunjukkan kemampuan terbaik di lintasan Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, Minggu (2/11/2025). Sejak lampu start padam, Ramadhipa langsung tancap gas. Secara perlahan, pembalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team ini menyalip satu demi satu lawan di tengah kondisi balapan yang kacau akibat banyaknya pembalap terjatuh. Momen itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Rama untuk menembus posisi 20 besar hanya dalam beberapa putaran. Statusnya sebagai rookie terbaik Asia Talent Cup 2024 terbukti bukan tanpa alasan. Di pertengahan balapan, Ramadhipa berhasil menembus posisi delapan besar. Namun perjuangannya belum berakhir. Empat lap terakhir menjadi panggung utama bagi remaja 16 tahun itu. Dengan kecepatan dan ketenangan luar biasa, Rama merangsek ke posisi terdepan dan memimpin balapan. Persaingan sengit pun terjadi di lap terakhir ketika Carlos Cano, sang juara bertahan, mencoba merebut posisi pertama. Rama tetap tenang, membuntuti dalam jarak sangat dekat hingga akhirnya memanfaatkan teknik slipstream di trek lurus terakhir. Aksi tersebut sukses mengantarkannya melintasi garis finis lebih dulu lewat photo finish dramatis. Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Ramadhipa di musim debutnya di European Talent Cup 2025.

Janice dan Aldila Raih Gelar Juara Ganda Chennai Open

Janice dan Aldila

Duo petenis Indonesia Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi berhasil meraih gelar ganda WTA 250 Chennai Open di India. Janice/Aldila yang menempati unggulan kedua sukses mengalahkan unggulan teratas pasangan Australia-Rumania Monica Niculescu/Storm Hunter dengan skor 7-5, 6-4, demikian WTA. Keduanya sukses mengonversi empat dari enam break point atau sekitar 66,7 persen lebih banyak dari lawannya yang mengonversi dua dari empat peluang break point. Servis kuat masih menjadi senjata besar Aldila dan Janice dengan 77,5 persen poin servis pertama. Duet petenis Indonesia tersebut juga mencatatkan satu ace selama satu jam 21 menit laga final berlangsung. Dalam perjalanan meraih gelar, Janice/Aldila harus mengalahkan petenis Indonesia lainnya, yakni Priska Nugroho, yang berpasangan dengan Sofya Lansere pada babak pertama dengan rubber set. Selanjutnya, Janice/Aldila melangkah mulus ke semifinal dengan kemenangan straight set atas pasangan tuan rumah. Namun, mereka mendapatkan perlawanan cukup keras dari pasangan India lainnya pada semifinal untuk menyelesaikan pertandingan dengan rubber set. Gelar di Chennai merupakan gelar bersama pertama ganda WTA bagi pasangan Janice dan Aldila. Pada awal Oktober mereka sukses menjuarai ajang di Suzhou, namun gelar tersebut tidak masuk dalam hitungan WTA dikarenakan ajang level 125 WTA serupa dengan Challenger. Bagi Janice, kemenangan tersebut merupakan gelar kedua setelah meraih gelar ganda WTA 250 Guangzhou Open di China pekan lalu. Chennai Open juga menjadi saksi kesuksesan Janice meraih gelar tunggal WTA pertama, melengkapi kesuksesan sebelumnya, menjuarai WTA 125 Jinan di China pada pertengahan Oktober.

Janice Tjen Juara dan Cetak Sejarah di Chennai

Janice Tjen Juara dan Cetak Sejarah di Chennai Open 2025

Petenis muda Indonesia, Janice Tjen , mengukir sejarah usai keluar sebagai juara Chennai Open 2025. Pasalnya, Janice berhasil memecahkan puasa gelar tunggal putri di turnamen WTA Tour selama 23 tahun lamanya. Janice mengunci gelar juara usai kalahkan Kimberly Birrell lewat dua set langsung dengan skor 6-4 dan 6-3. Pertandingan tersebut berlangsung di SDAT Tennis Stadium, Chennai, India, Minggu (2/11/2025) malam WIB. Kemenangan yang berhasil dikunci itu juga sekaligus mengakhiri puasa gelar tunggal putri Indonesia di WTA Tour selama 23 tahun. Terakhir kali, petenis Indonesia yang menjuarai rangkaian WTA Tour adalah Angelique Widjaja pada 2002 silam. “Kemenangan ini memecah puasa gelar tunggal putri di WTA Tour selama 23 tahun sejak Angelique Widjaja menjuarai Pattaya Open tahun 2002,” tulis akun instagram resmi PELTI, Senin (3/11/2025). Kesuksesan Janice di Chennai Open 2025 sekaligus mempertegas bahwa dirinya sudah berada di level elite dunia. Gelar juara tersebut juga membuat ranking WTA dirinya melesat 29 tingkat ke peringkat 53 dunia. “Sangat fantastis dan mungkin belum pernah terjadi sebelumnya. Terus melangkah, Janice! Indonesia bangga padamu!,” lanjut PELTI.

Asian Youth Games 2025: Timnas Voli Putri Raih Perak

Skuad Timnas Voli Putri Indonesia U18

Perjuangan heroik Tim Nasional (Timnas) Voli Putri U18 Indonesia harus berakhir dengan pilu. Mereka gagal meraih medali emas setelah menelan kekalahan dramatis 2-3 (26-28, 25-20, 25-18, 17-25, 14-16) dari rival kuat, Iran, di babak final Asian Youth Games (AYG) 2025, yang diselenggarakan di Isa Sports City, Bahrain, Rabu (29/10/2025) malam WIB. ​Hasil ini menempatkan Indonesia di posisi kedua dan berhak membawa pulang medali perak, sebuah pencapaian sejarah bagi voli putri muda Indonesia di kancah Asia. Usai laga ​pelatih kepala Timnas Voli Putri U18 Indonesia, Marcos Sugiyama, menyampaikan rasa bangganya terhadap perjuangan anak asuhnya, meski harus puas dengan medali perak. Pelatih berdarah Brasil-Jepang ini menyoroti bagaimana timnya mampu memberikan perlawanan maksimal, terutama dalam menghadapi tekanan di set-set genting. ​”Ini adalah pengalaman yang luar biasa berharga. Tentu kami sedikit kecewa dengan hasil akhir, karena kami sudah sangat dekat dengan emas,” ujar Sugiyama. “Namun, saya katakan kepada para pemain, mereka telah memberikan yang terbaik. Bermain lima set di final melawan tim sekelas Iran menunjukkan bahwa mentalitas bertanding anak-anak sudah terbentuk. Kami hanya kurang beruntung di momen-momen penentuan, terutama di dua poin terakhir tie-break,” tambahnya. ​Sugiyama juga optimistis bahwa medali perak ini menjadi modal penting bagi masa depan timnas voli putri Indonesia. “Medali perak ini adalah sejarah dan bukti bahwa kita bisa bersaing di level tertinggi Asia. Pengalaman ini akan membuat mereka lebih kuat untuk turnamen berikutnya,” tukasnya.

Asian Youth Games 2025: Kavka Tambah Medali Indonesia

Kavka Zhafif Putrawitama

Atlet taekwondo, Kavka Zhafif Putrawitama menambah pundi-pundi medali bagi Indonesia. Berkat medali perunggu yang dipersembahkannya, Indonesia saat ini berada di posisi 13 klasemen Asian Youth Games 2025. Kavka Zhafif Putrawitama tampil apik di cabang olahraga taekwondo kategori nomor Boys -63 kg. Kavka menunjukkan performa impresif sejak tampil perdana di Hall 2 Exhibition World Bahrain, Minggu (26/10/2025). Perjalanan Kavka menuju podium dimulai dari babak 32 besar, ketika ia menaklukkan atlet asal Sri Lanka Pasanjaya Ranasinghe dengan skor 2-0. Kepercayaan diri itu berlanjut di babak 16 besar, saat ia kembali menang dua set langsung atas wakil Kirgistan Amir Davlesovich Chynybaev. Pertarungan ketat terjadi di perempat final melawan Chuck Aeron Alario dari Filipina. Setelah berbagi kemenangan di dua set awal, Kavka berhasil menguasai ritme pertandingan dan menutup laga dengan skor 16-10. Sayangnya, langkahnya harus terhenti di semifinal usai kalah dari Omadbed Otabekov (Uzbekistan). Meski sempat unggul di set pertama, Kavka belum mampu mempertahankan momentum di dua set berikutnya. Kavka tetap bersyukur atas pencapaiannya tersebut. Apalagi, ini adalah hasil latihan berbulan-bulan demi mewakili Merah Putih. “Puji syukur atas hasil ini. Latihan sembilan bulan terakhir membuahkan hasil, meski saya belum sepenuhnya puas karena target pribadi belum tercapai,” ujar Kavka. “Ke depan saya ingin memperkuat fisik, fokus pada teknik, dan terutama memperkuat mental, karena itu yang paling menentukan di lapangan,” imbuhnya. Capaian Kavka menambah daftar prestasi Tim Taekwondo Indonesia, yang hingga hari ini telah mengantongi dua medali perunggu di Asian Youth Games Bahrain 2025. Sebelumnya Queenita Keisha Azzahra juga meraih perunggu di kelas girl’s 49kg. Total, Tim Indonesia di Asian Youth Games 2025 menempati peringkat 13 klasemen perolehan medali dengan catatan dua medali emas, tiga perak dan 12 perunggu.

Garuda Muda Tahan Imbang Pantai Gading

Pemain Timnas Indonesia U17 vs Pantai Gading U17

Hasil Timnas Indonesia U17 vs Pantai Gading U17 berakhir imbang tanpa gol. Laga uji coba ini digelar di Dubai pada Senin (27/10/2025) waktu setempat. Ini menjadi pertandingan uji coba kedua bagi skuad asuhan Nova Arianto. Sebelumnya, Garuda Muda menelan kekalahan tipis 1-2 dari Paraguay U17. Timnas U17 sebenarnya tampil solid dan menciptakan beberapa ancaman. Namun, pertahanan kokoh Pantai Gading terbukti sulit ditembus. Rangkaian uji coba ini merupakan persiapan akhir jelang Piala Dunia U17 2025. Turnamen tersebut akan berlangsung di Qatar pada 3-27 November mendatang. Timnas Indonesia U17 masih menyisakan satu agenda uji coba terakhir. Lawan berikutnya yang akan dihadapi adalah Panama U17. Pertandingan ini diprediksi akan kembali berlangsung sengit. Laga ini menjadi kesempatan terakhir mengasah strategi dan mental. Duel melawan Panama U17 akan kembali dihelat di Dubai. Pertandingan dijadwalkan pada Rabu, 29 Oktober 2025, pukul 22.00 WIB. Setelah merampungkan laga tersebut, Garuda Muda akan segera bertolak. Mereka akan berangkat ke Qatar untuk fokus ke Piala Dunia U17 2025. Perjuangan Timnas Indonesia U17 di Qatar dipastikan tidak akan mudah. Hasil undian menempatkan mereka di Grup H. Lawan-lawan tangguh sudah menanti di fase grup. Garuda Muda akan bersaing melawan Brasil, Honduras, dan Zambia. Laga perdana Timnas Indonesia akan tersaji pada 4 November 2025. Skuad asuhan Nova Arianto akan menantang wakil Afrika, Zambia. Selanjutnya, Indonesia akan melawan favorit juara Brasil (7/11). Laga terakhir grup akan menghadapi Honduras pada 10 November.

Indonesia Masters II 2025: Ubed Podium Teratas

Moh. Zaki Ubaidillah

Pemain bulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, sukses menjuarai Indonesia Masters II 2025, setelah menundukkan wakil China, Dong Tian Yao, Minggu (26/10). Bertanding di GOR PBSI, Medan, Sumatra Utara, Ubed, sapaannya, menang straight games 21-11, 21-8 dalam tempo 30 menit. “Pertama–tama saya mau mengucap syukur karena hari ini diberikan kemenangan tanpa cedera dan pertandingan berjalan cukup lancar,” kata Ubed melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI. Atlet asal Sampang, Madura, Jawa Timur ini menuturkan, awal pertandingan berlangsung ketat, tetapi ia tetap berupaya tenang dan meningkatkan fokusnya. Ia mengaku sudah menyiapkan strategi sejak awal, menyadari Dong dengan postur tinggi akan berusaha menyerang lebih dulu. “Jadi saya sudah siap dengan itu, saya ambil posisi lapangan ‘kalah angin’ dulu dengan mindset siap capek dan siap ngadu di lapangan,” ujarnya. “Dari buangan bola saya juga berusaha untuk mengontrol dan membatasi serangan lawan, dalam posisi menyerang pun saya tidak mau buru-buru,” Ubed, menambahkan. Setelah dua kali meraih medali perak pada BWF World Junior Championships 2025 beberapa pekan lalu, Ubed akhirnya sukses menjadi juara di Indonesia Masters 2025. Ia merasa sangat gembira dengan pencapaian ini, sekaligus mendapatkan semangat tambahan dari dukungan penonton yang memadati arena pertandingan. “Kemenangan ini saya persembahkan untuk kedua orang tua dan keluarga saya yang selalu mendoakan saya. Untuk Indonesia, PBSI, dan PB Djarum,” katanya. “Target ke depan, semoga lebih baik lagi dan bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi,” demikian Ubed. Selain itu, Indonesia mampu mengamankan gelar dari nomor ganda putri. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva mampu mengungguli juniornya, Isyana Meida/Rinjani Nastine. Apri/Fadia menang dengan skor 21-11, 21-17. Dengan demikian, Indonesia mampu mengamankan empat gelar juara.

Indonesia Masters II 2025: Ganda Putra Indonesia Juara

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menjuarai Indonesia Masters II 2025 berkat kemenangan atas pasangan “gado-gado” asal Korea Selatan dan Malaysia, Choi Sol Gyu/Goh V Shem, Bertanding di GOR PBSI, Medan, Sumatra Utara, Raymond/Joaquin menang tiga gim 21-18, 17-21, 24-22 dalam durasi 66 menit. “Pertama-tama, puji Tuhan kita bisa bermain dengan lancar dan tidak ada cedera. Permainan tadi sungguh menegangkan buat kami,” tanggap Joaquin kepada tim Humas dan Media PP PBSI. Di gim pertama, menurut Joaquin, mereka bermain agresif karena berada di posisi “menang angin”. Namun, di gim berikutnya, meski sempat unggul 11-9, mereka terburu-buru menyerang sehingga Choi/Goh dapat mengantisipasi pukulan, akhirnya kalah 13-21. “Gim ketiga, kita juga mengunakan pola yang sama, yaitu menyerang dan ketika kita berpindah tempat di poin 11, kita di posisi ‘kalah angin’. Kita mencoba bermain sabar dan itu berhasil cuman di pon kritis ketika kita unggul 20-19,” tuturnya. “Saya servis nyangkut dan tangan saya sempat gemetar. Tapi pelatih dan partner saya terus meyakinkan saya untuk mengambil kesempatan ini untuk menjadi juara Super 100,” Joaquin, menuturkan. Di poin-poin kritis, lanjutnya, mereka sempat unggul tiga kali dan diminta untuk menunggu bola lawan sambil tetap tenang dan sabar. Meski begitu, mereka tetap memilih menyerang, percaya bahwa strategi terbaik dalam pertahanan adalah dengan terus menekan lawan. Sementara, menurut Raymond, Choi/Goh memiliki keunggulan pengalaman, yang membuat mereka tetap tenang meski tertinggal, berkat seringnya mereka tampil di turnamen tingkat tinggi. “Tadi di poin kritis, saya kayak deja vu aja, karena saya pernah tiga kali final dan kalah terus di poin mepet-mepet gitu, rasanya bebannya berat aja gitu ke sendiri, karena pengin menang banget,” tuturnya. “Akhirnya lega banget saya bisa juara Super 100. Sebelumnya dengan partner yang beda, gagal dua kali di final dengan Joaquin juga sudah gagal sekali untuk juara. Dukungan penonton sangat memberikan semangat buat kita, apalagi Papa dan Mamanya Joaquin juga hadir di sini,” Raymond, menjelaskan. Di sisi lain, Joaquin menyatakan, kemenangan ini dipersembahkan untuk Indonesia, PBSI, dan skuad ganda putra pratama, menyusul gelar juara perdana mereka di turnamen Super 100. Ia berharap bersama Raymond, prestasi tersebut dapat meningkatkan performa dan grafik perkembangan mereka ke depan. “Minggu depan kita akan berangkat ke Korea Super 300. Karena kita sudah ada gelar di sini kita mau lebih pede tampil di Korea, dan bisa lebih baik dari penampilan sebelumnya di Macau Super 300,” pungkasnya.

Indonesia Masters II 2025: Marwan/Aisyah Juara

Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata

Ganda campuran Indonesia, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, menempati podium teratas Indonesia Masters II 2025, berkat kemenangan di partai puncak atas pasangan Malaysia, Jimmy Wong/Lai Pei Jing, Minggu (26/10). Bertanding di GOR PBSI, Medan, Sumatra Utara, pasangan unggulan teratas tuan rumah itu menang tiga gim 16-21, 21-19, 21-3 dalam tempo 49 menit. “Pertama-tama bersyukur bisa meraih gelar di rumah sendiri. Tahun lalu kami ada di final, hari ini kami bisa juara. Kepuasan tersendiri bisa juara di Indonesia,” tanggap Marwan melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI. Lebih lanjut Marwan menjelaskan, di gim pebuka, mereka mengalami kesulitan karena banyak melakukan kesalahan sendiri saat servis, tercatat hingga enam kali. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat ritme permainan menjadi tidak nyaman dan turut memengaruhi performa mereka secara keseluruhan. “Hawa mainnya juga kurang dapat gitu, kayak greget mainnya kurang. Main serba datar-datar aja,” kata pemain kelahiran Kuningan, Jawa Barat, pada 05 Mei 2004 itu. “Di gim kedua, kita berusaha untuk meyakinkan diri dan pikiran untuk bisa kembali fokus ke permainan dan akhirnya kami bisa keluar dari tekanan,mengejar ketertinggalan dan berakhir dengan kemenangan 21-19,” Marwan, menambahkan. Marwan menjelaskan, di gim penentuan, mereka mulai menemukan ritme permainan dan tampil lebih percaya diri, dan mampu mengambil kendali sejak awal gim dengan terus menekan lawan melalui serangan agresif, baik dari permainan depan maupun belakang, hingga membuat pasangan negeri jiran itu berbalik tertekan. Sementara, Aisyah mengutarakan, menghadapi Lain, pemain berpengalaman di sektor ganda campuran menjadi pengalaman berharga baginya. Ia mengaku sudah pernah berhadapan dengan Lai bersama pasangan yang berbeda, dan meski kemampuan lawan kali ini dinilainya tidak terlalu merata, laga tersebut tetap menjadi ajang penting untuk menambah jam terbang di level tinggi. “Dukungan penonton berarti banget untuk kami dan kami tidak mau mengecewakan penonton apalagi hari ini di final penontonnya lebih penuh,” ujarnya. Bagi Aisyah, kemenangan ini menjadi persembahan bagi keluarga, pelatih, rekan-rekan, serta bangsa Indonesia, dengan torehan gelar juara. Adapun bagi Marwan, kemenangan di final turnamen bulu tangkis level BWF Tour Super 100 menjadi hadiah bagi orang tua dan orang-orang terdekatnya. Ia mengakui perjuangannya tidak mudah, terlebih setelah sempat tertinggal dan harus beradaptasi dengan pasangan baru. “Semoga ke depannya saya lebih percaya diri,” ujarnya. “Target ke depan pengin di level Super 300 kita bisa lebih bersaing karena sebelumnya kita belum tembus-tembus kerap kalah di babak 16 besar, jadi kita pengin lebih baik dari itu,” demikian Marwan.

Asian Youth Games 2025: Emas Kedua Indonesia dari Angkat Besi

Muhammad Rijal Abdillah

Indonesia sukses meraih medali emas kedua pada Asian Youth Games 2025 di Manama, Bahrain, pada Minggu (26/10/2025). Emas kedua disumbang oleh atlet muda angkat besi Indonesia, Muhammad Rijal Abdillah. Rijal turun di kelas boys 60kg, dan berhasil di angkatan clean and jerk dengan jumlah 143 kg sekaligus yang terbaik di kelasnya. Pertandingan di kategori clean and jerk berlangsung ketat, namun pada percobaan pertama dan kedua, Rijal sukses mengangkat 136 kg dan 139 kg. Persaingan semakin panas saat atlet asal China, Xunfa Chen, berhasil mengangkat beban 141 kg, disusul atlet India Maharajan Arumugapandian yang mencatat 142 kg. Chen sempat menambah beban 3kg atau menjadi 144kg, namun percobaan atlet asal China itu gagal. Sementara itu, Rijal dengan tenang menaikkan beban ke 143 kg, dan angkatannya dinyatakan sah oleh juri. Rijal, atlet asal Bandung tersebut mengaku bangga dengan prestasinya di Asian Youth Games 2025. Perjuangannya dalam berlatih keras terbayar lunas dengan sumbangan medali untuk Indonesia. “Alhamdulillah, saya sangat bangga. Kerja keras dan latihan selama satu tahun di pemusatan latihan nasional akhirnya terbayar. Meninggalkan keluarga di rumah tidak sia-sia,” ungkap Rijal penuh rasa syukur. Rijal mengaku angkatan tersebut melebihi latihannya selama ini. Ia sukses mengangkat beban 143 kg dari yang maksimal 141 kg. “Angkatan ini di atas angkatan saat latihan. Di pelatnas angkatan cleand and jerk terbaik saya 141 kg, tapi di sini bisa mencapai 143 kg,” tambahnya.

BAJC U17 & U15 2025: Antiklimaks Dua Wakil Indonesia di Final

Muhammad Luthfi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan

Ganda putra U17 Indonesia asuhan PB Djarum, Muhammad Luthfi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan belum berhasil menjadi juara di ajang Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships (BAJC) 2025. Mereka finis di posisi kedua setelah pada laga final hari ini, Minggu (26/10) takluk ditangan unggulan kedua asal Taiwan, Ping Hsuan Chen/Wei Ting Lee. Berlangsung di Chengdu University of TCM Wenjiang Campus Gymnasium, Chengdu, China, Faza/Luthfi tampil tidak dalam kondisi terbaiknya. Alhasil kekalahan harus mereka terima dengan dua game langsung 7-21, 10-21 dalam waktu 24 menit. Hasil kurang menguntungkan juga harus diterima oleh ganda purtra U15 Indonesia asuhan PB Djarum, Muhammad Waldan Habibi/Darmawan Setiawan di final. Keduanya harus mengakui keunggulan tuan rumah, Wu Hua/Zheng Huai Bo usai kalah dua game langsung dengan skor tipis 18-21, 21-23. Darmawan/Waldan sebenarnya sempat mendapat memberikan angin segar saat lebih dulu memimpin angka 20-18 di game kedua. Akan tetapi diakui keduanya kehilangan fokus sehingga lawan mampu membalikan keadaan. Dengan demikian, Indonesia harus puas dengan raihan dua medali perak di Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships 2025.

Garuda Muda Kalah di Laga Uji Coba Kontra Paraguay

Indonesia U17 vs Paraguay U17

Timnas Indonesia U17 harus mengakui keunggulan Paraguay U17 dalam laga uji coba jelang mengikuti Piala Dunia 2025. Garuda Muda dikalahkan Albirroja 1-2. Pertandingan persahabatan kelompok umur bertajuk U17 Dubai Youth Challenge 2025 mempertemukan Indonesia vs Paraguay. Pertandingan digelar secara tertutup di Lapangan 2 Kompleks Klub Al Hamriyah, Uni Emirat Arab, Sabtu (25/10/2025) malam WIB. Informasi jalannya pertandingan dirilis Federasi Sepakbola Paraguay (APF) selepas laga tuntas digelar. Timnas Indonesia U17 sempat unggul 1-0 di babak pertama, tapi APF tak menyebut siapa pencetak gol Garuda Muda. Paraguay U17 mengganti beberapa pemainnya di babak kedua demi mengejar ketertinggalan. Hasilnya, skor berubah menjadi 1-1 setelah pemain pengganti, Jose Buhring, mencetak gol lewat bola sundulannya. Gol kemenangan dicetak Paraguay di menit injury time. Striker Mauricio de Carvalho membobol gawang Indonesia U17 dan memastikan kemenangan timnya 2-1. Ini menjadi pertandingan uji coba pertama Indonesia U17 di Uni Emirat Arab. Evandra Florasta cs selanjutnya bersua Pantai Gading (27/10) dan Panama (31/10). Timnas Indonesia U17 tergabung di Grup H dalam Piala Dunia U17 2025. Pasukan Nova Arianto satu grup bersama Zambia, Brasil, dan Honduras. Susunan Pemain Indonesia U17: Dafa Algazemi, Lucas Lee, Putu Panji, Matthew Balxer, Evandra Florasta; Nazriel Alvaro, Eizar Jacob, Fabio Irawan, Alberto Henga; Gholy Zahaby dan Mierza Firjatulloh. Paraguay U17: Matias Fernandez; Thiago Aranda, Mauro Coronel, Leo Cristaldo dan Ymanol Ruiz; Milan Freyres, Aldo Sanabria, Alan Ledesma dan Pedro Villalba; Carlos Franco, Mauricio de Carvalho.

Pertama di Indonesia, UNJ Gelar Kejurnas Pickleball Pelajar 2025

Kejurnas Pickleball Pelajar 2025

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Klub Olahraga Prestasi (KOP) Pickleball menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pelajar 2025 untuk cabang olahraga (cabor) Pickleball pada 24–26 Oktober 2025. Ajang bergengsi ini diselenggarakan di Lapangan Pickleball Kampus A dan Kampus B UNJ, sekaligus menjadi Kejurnas Pickleball Pelajar pertama di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar SLTA dari 34 provinsi di seluruh Indonesia yang menandai antusiasme luar biasa terhadap olahraga yang tengah berkembang pesat di tanah air ini. Terdapat lima kategori yang dipertandingkan, yaitu Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra, Ganda Putri, dan Ganda Campuran. Pada kesempatan ini, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PB IPF), menyampaikan bahwa Kejurnas Pelajar ini menjadi langkah penting dalam pengembangan Pickleball di Indonesia. “Pada 22 Oktober 2025 lalu, UNJ meresmikan Lapangan Pickleball UNJ yang juga ditetapkan sebagai Indonesia Pickleball Center. Peresmian ini bukan hanya simbol fasilitas olahraga baru, tetapi wujud komitmen UNJ untuk memajukan dan memasyarakatkan olahraga Pickleball di Indonesia,” ujar Prof. Komarudin. Prof. Komarudin menegaskan bahwa Kejurnas Pelajar cabor Pickleball ini diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet muda sejak dini sekaligus mencetak generasi berprestasi di tingkat nasional dan internasional. “UNJ berkomitmen menjadikan Pickleball sebagai cabang olahraga unggulan baru yang menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan prestasi,” tambahnya. Sementara itu, Susilo, Sekretaris Jenderal PB IPF sekaligus dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNJ, menyampaikan rasa bangganya karena UNJ kini menjadi pelopor dalam pembinaan olahraga ini di kalangan pelajar. “Kejurnas Pelajar 2025 cabor Pickleball ini jadi momen bersejarah dalam pembinaan olahraga nasional.Dari UNJ, kita mulai membangun ekosistem Pickleball yang kuat, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat. Harapannya, Indonesia akan memiliki atlet-atlet tangguh yang bisa bersaing di tingkat internasional,” ujar Susilo yang juga memiliki andil besar dalam memperkenalkan olahraga Pickleball pertama kali di Indonesia sejak tahun 2019. Melalui penyelenggaraan Kejurnas Pelajar 2025, UNJ menunjukkan konsistensinya sebagai Kampus Unggul dan Berprestasi Nasional, yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik tetapi juga berperan aktif dalam pembinaan olahraga dan pengembangan karakter generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pendidikan, inovasi, dan sportivitas, selaras dengan semangat UNJ sebagai Kampus Berdampak dan World Class University yang memajukan olahraga berbasis pendidikan dan riset.

BAJC U17 & U15 2025: Indonesia Kirim Dua Wakil ke Final

Muhammad Luthfi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan

Tiket babak final Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships (BAJC) 2025, berhasil diamankan oleh dua wakil ganda putra Indonesia. Kepastian tersebut diraih usai memulangkan lawan masing-masing di pertandingan semifinal yang berlangsung di Chengdu University of TCM Wenjiang Campus Gymnasium, Chengdu, China. Ganda putra pertama dari nomor U15, Muhammad Waldan Habibi/Darmawan Setiawan. Hasil itu mereka raih setelah di laga semifinal, Sabtu (25/10) mampu mengalahkan wakil tuang rumah, Ze Cheng Fan/Yan Kai Zhu dua game langsung 21-19 dan 21-15. Sementara itu, ganda putra lainnya berasal dari nomo U17 atas nama Muhammad Luthfi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan. Di babak semifinal, atlet asal PB Djarum tersebut pulangkan Qu Zhou/Ze Yu Zhou dalam dua game 21-16 dan 21-13. Di babak final yang berlangsung besok (26/10), Muhammad Waldan Habibi/Darmawan Setiawan akan jumpa unggulan tiga asal China, Wu Hua/Zheng Huai Bo. Sementara Muhammad Luthfi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan akan menghadapi unggulan dua asal Taiwan, Ping Hsuan Chen/Wei Ting Lee.

Asian Youth Games 2025: Aira Martha Juga Sumbang Perunggu

Aira Martha Ardistri

Atlet triathlon Indonesia, Aira Martha Ardistri, meraih medali perunggu pada nomor Girls Super Sprint Triathlon Asian Youth Games. Ia mencatat waktu finis 30 menit 54 detik dalam ajang yang digelar di Bahrain. Aira hanya terpaut 36 detik dari peraih emas Enge Xu asal China. Sementara, posisi kedua diraih Zijia Bian, juga dari Tiongkok, dengan selisih 28 detik lebih cepat. Keberhasilan ini menjadi podium multievent pertama bagi Aira sejak beralih dari cabang renang ke triathlon. Ia mulai menekuni olahraga tersebut sekitar satu setengah tahun lalu. “Saya ingin berterima kasih kepada semua yang mendukung,” ujar Aira dalam keterangan yang diterima RRI. Ia menyebut pencapaian ini menjadi batu loncatan penting dalam kariernya. Target berikut Aira adalah tampil di Youth Olympic Games Dakar 2026 mendatang. “Mimpi saya menjadi Olympian,” ucapnya penuh semangat. Pelatih Aira, Nethavani, turut memuji performa luar biasa anak didiknya. “Kita berada di jalur yang benar,” katanya seusai pertandingan. Menurut Nethavani, bersaing dengan atlet dari Tiongkok dan Jepang bukan hal mudah. Namun, potensi atlet muda Indonesia di cabang triathlon terus berkembang pesat setiap tahunnya. Aira dikenal memiliki karakter gigih dan pantang menyerah dalam latihan. “Selalu menjalani latihan dengan semangat tinggi,” kata Nethavani menambahkan. Selain Aira, Indonesia juga menurunkan tiga atlet lain di cabang triathlon. Wahyu finis di posisi kedelapan dan Leader di posisi kesepuluh untuk nomor putra. Sementara itu, atlet Maurizka tidak menyelesaikan lomba karena kendala teknis di lintasan. Seluruh tim Indonesia mendapat dukungan dari sejumlah sponsor terkemuka. Prestasi Aira dinilai menjadi bukti nyata kemajuan olahraga triathlon Indonesia. Tim nasional siap terus bersaing dan meningkatkan capaian di ajang internasional mendatang. Medali perunggu Aira di Bahrain menjadi inspirasi bagi generasi muda. Indonesia optimistis mampu mencetak lebih banyak prestasi di berbagai kompetisi multilomba dunia.

Asian Youth Games 2025: MMA Tambah Empat Medali

Bumi Magani Abraar Himara

Tim Indonesia kembali menorehkan prestasi di ajang Asian Youth Games 2025. Kali ini, empat atlet muda Tanah Air dari cabang olahraga Mixed Martial Art (MMA) sukses menyumbangkan empat medali perunggu setelah tampil di babak semifinal yang digelar di Exhibition World Bahrain, Sabtu (25/10/2025). Cabor MMA menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam pesta olahraga muda se-Asia tersebut. Pertandingan yang berlangsung sengit sejak babak penyisihan menempatkan empat wakil Indonesia di semifinal dari berbagai nomor, baik putra maupun putri. Meski gagal menembus final, perjuangan mereka tetap membuahkan hasil manis dengan empat medali perunggu untuk Merah Putih. Medali perunggu pertama dipersembahkan oleh Bumi Magani Abraar Himara yang turun di nomor modern MMA 55kg putra. Dalam duel semifinal, Bumi harus mengakui keunggulan wakil Tajikistan, Faiziddin Khalilov, usai pertarungan ketat tiga ronde. Sementara itu, Satria Eka Suryo Basroni menambah koleksi medali Indonesia di nomor tradisional MMA 60kg putra. Satria tampil berani dan agresif, namun kalah tipis dari petarung asal Iran, Amirmohammad Hatamianafshari, yang lebih unggul dalam teknik grappling. Medali perunggu ketiga datang dari sektor putri melalui Manayra Maritza Hersianti Siagian, yang bertanding di nomor modern MMA 45kg. Meski tampil dominan di awal ronde, Manayra harus mengakui keunggulan lawannya, Nakanantaphon Khaihong dari Thailand, yang berhasil membalikkan keadaan di akhir pertandingan. Adapun medali perunggu keempat diraih oleh Gibran Alfarizi di nomor tradisional MMA 65kg putra. Gibran tampil gigih melawan petarung tuan rumah, Sultanakhmed Sultanakhmedov dari Bahrain, sebelum akhirnya kalah dalam pertarungan jarak dekat yang berlangsung ketat. Dengan tambahan empat medali tersebut, Indonesia kini mengoleksi total 1 medali emas, 1 medali perak, dan 6 medali perunggu di klasemen sementara Asian Youth Games 2025. Hasil ini menjadi bukti nyata bahwa atlet-atlet muda Indonesia mampu bersaing di level Asia meski menghadapi lawan tangguh dari berbagai negara. Capaian di cabang MMA ini juga menambah kepercayaan diri kontingen Indonesia yang terus berupaya mengejar target prestasi di Bahrain. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sebelumnya menegaskan pentingnya Asian Youth Games 2025 sebagai ajang pembinaan menuju kompetisi multievent tingkat Asia dan dunia. Performa konsisten atlet muda Tanah Air di cabor bela diri seperti MMA menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di ajang-ajang internasional berikutnya. Meski belum meraih emas, perjuangan empat petarung muda ini menjadi bukti bahwa semangat juang mereka tak pernah padam. Sumber: iNews

Atlet Muda Tenis Meja Indonesia Cetak Sejarah di Dubai

Muhamad Naufal Junindra Irawan

Atlet muda tenis meja Indonesia, Muhamad Naufal Junindra Irawan mencetak sejarah. Dia menjuarai turnamen WTT Youth Contender Dubai 2025 kategori U-17 di Dubai. Naufal merupakan pemain terbaik di Indonesia Pingpong League (IPL). Dia kini berhasil menjadi orang pertama di Indonesia yang mampu menjadi juara di kelas WTT Youth U-17. Naufal, yang bermain untuk klub Onic Sport, di final menundukkan pemain Rusia dengan bendera AIN (karena Rusia terkena sanksi IOC). Skor kemenangan 3-0 didapat Naufal. “Tentu saya bersyukur atas sukses meraih gelar juara di WTT Dubai ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada klub Onic Sport yang membuat saya bisa go international, pelatih Om Anton Suseno dan rekan-rekan di Onic,” kata Naufal dalam keterangan persnya. “Gelar ini saya persembahkan untuk masyarakat Indonesia, khususnya pecinta tenis meja di Tanah Air yang sudah lama merindukan prestasi di tingkat dunia,” sambungnya. Ketua Klub Onic Sport, Yon Mardiyono, hadir langsung melihat Naufal di Dubai. Dia menilai pemainnya itu tampil luar biasa selama turnamen dengan tidak terkalahkan sejak penyisihan grup. Di penyisihan grup, Naufal menaklukkan Rushil Dodhia (Kenya) 3 – 0 dan Tang Joshua (Singapura) 3-1. Di babak 32 besar, Naufal menghentikan Arshia Lorestani (Iran) 3-1. “Pada babak 16 besar Naufal menang 3 – 0 atas Ali Alhawai (Uni Emirat Arab). Di 8 besar Naufal mengalahkan Zakhar Varfolomeev (AIN) 3-1. Sedangkan di semifinal dia menundukkan Ahmed Korani (Qatar) 3 – 0,” kata Yon yang juga Sekretaris Jenderal IPL. “Usai juara di U-17, Naufal akan kembali terjun di U-19. Setelah WTT Dubai ini, Naufal akan bersiap menghadapi SEA Games. Sedangkan pemain muda Indonesia akan mengikuti Asian Youth Games (AYG) di Bahrain,” tutup Yon. Sumber: detiksport

FGI Cari Atlet Muda Potensial untuk Pelatnas Jangka Panjang

FGI Gelar Pencarian Bakat Gimnastik Muda

Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) menjaring atlet-atlet muda potensial untuk dipelatnaskan secara jangka panjang. Targetnya untuk Olimpiade 2032. Total ada 40 atlet terdiri dari 20 pesenam putra dan 20 pesenam putra yang unjuk kebolehan dalam kegiatan talent scouting yang bergulir di Indonesia Arena, GBK, pada Rabu (23/10/2025). Mereka berasal dari Cibubur Youth Athelete Training Center (CYATC) dan beberapa daerah di antaranya Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Banten, hingga Bangka Belitung. “Hari ini kami mengadakan talent scouting tentu tujuannya adalah untuk melihat potensi dari atlet-atlet muda kita. Jadi kami melihat bahwa ini kesempatan buat kami apalagi saat ini semua expert dari gimnastik ada di Jakarta,” kata Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Yuliati dalam keterangannya. Ita menjelaskan, kegiatan ini juga sebagai bagian dari mewujudkan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto yang menginginkan senam bisa menjadi salah satu cabang olahraga prioritas yang dapat dikembangkan ke depannya. Bagaimana pun, senam termasuk salah satu mother of sport. Tapi Indonesia sampai saat ini baru sekali meloloskan atletnya ke Olimpiade melalui Rifda Irfanaluthfi saat di Paris 2024. “Ide ini juga sebetulnya kami dapat dari Pak Menteri dan Pak Okto, jadi kami mengadakannya hari ini. Mudah-mudahan dari talent scouting hari ini kami mendapatkan list of gymnast,” ujarnya. “Jadi dari list 20 (putra) dan 20 (putri) kami akan melihat mana yang paling potensial dan kami buat program jangka panjang untuk training center. Saya belum tahu dipilih berapa tapi kami akan memilih,” tuturnya. Sementara itu, President of the FIG Women’s Artistic Gymnastics Technical Committee, Donatella Sacchi, merasa terhormat dapat dilibatkan dalam kegiatan hari ini. “Kami sangat berhormat diundang untuk melihat gimnastik muda Indonesia dan untuk mendukung Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) untuk mengembangkan gimnastik untuk masa depan dengan targetnya menjadi mungkin salah satunya di Brisbane 2032,” kata Donatella. “Kenapa tidak? Kalian sudah memiliki satu gimnastik di Olympic Games, jadi kami berharap Indonesia akan ada (atlet) lainnya. Saya berpikir dukungan dari Bapak Presiden dan kekuatan kuat dari staf sehingga kami siap untuk mendukung mereka dalam perjalanan ini,” ujarnya. “Ada beberapa atlet gimnastik yang sangat bagus di sini, yang hanya perlu dilatih dengan tujuan masa depan, tapi saya pikir dari yang ada sekarang, bisa diidentifikasi mana talenta yang bagus dan bisa berkembang dengan cepat,” katanya menilai atlet-atlet muda berpotensi. Salah satu peserta talent scouting, Albisma Akbar Frazally dari Jawa Timur memetik banyak pengalaman dari kegiatan hari ini. “Kalau tadi aku ada beberapa gerakan yang harus ditahan beberapa detik dan instruksinya juga bagus terutama body language ya. Tapi itu sangat berguna buat aku dan teman-teman,” kata Bisma.

Asian Youth Games 2025: Syifa Persembahkan Perunggu

Zahrotus Syifa

Indonesia kembali menambah perolehan medali di Asian Youth Games Bahrain 2025. Kali ini, atlet teqball Indonesia, Zahrotus Syifa, meraih medali perunggu setelah berhasil mengalahkan Narjis Al Dulaimi dengan skor 2-0 dalam pertandingan yang digelar di Exhibition World Bahrain. Sejak peluit pertama berbunyi, Syifa seperti menulis ulang nasibnya. Bola demi bola ia pantulkan dengan presisi, menyerang dengan cepat, mengatur ritme permainan hingga lawannya kehilangan arah. Set pertama berakhir 12–4 untuk Syifa, angka yang mencerminkan dominasi, tapi juga ketenangan. Di set kedua, iramanya tak berubah. Setiap sentuhan bola seperti menjadi penegasan: ia datang bukan hanya untuk bermain, tapi untuk menang. Permainan ofensifnya tetap rapi, percaya dirinya tak goyah. Skor 12–4 kembali tercatat, menutup pertandingan dengan kemenangan dua set langsung. Ketika bola terakhir jatuh di sisi lapangan Irak, Zahrotus Syifa menengadah, seolah menyadari bahwa ia baru saja menuliskan satu babak penting dalam perjalanan kariernya. Medali perunggu itu bukan sekadar logam. Bagi Syifa, itu adalah simbol awal perjalanan panjang. “Tadi saya cukup unggul dibanding atlet Irak. Saya bisa menguasai permainan dan menang dua set langsung. Target saya berikutnya adalah bisa meraih medali di Youth Olympic Games,” katanya. Satu medali perunggu lainnya dipersembahkan oleh Aira Martha Ardistri dari cabang olahraga triathlon. Aira mencatatkan waktu 30:54, terpaut 36 detik dari peraih medali emas asal China, Enge Xu. Hingga kemarin (23/10), Indonesia telah berhasil mengumpulkan total 1 medali emas, 1 medali perak, dan 2 medali perunggu.

Keren! Timnas Hockey Outdoor Putri Indonesia Ukir Sejarah di Asia Tengah

Timnas Hockey Outdoor Putri Indonesia

Hockey outdoor memang bukan olahraga yang termasuk beken di Indonesia. Kendati demikian, itu tak menghalangi para atletnya untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. Baru-baru ini misalnya, Timnas Hockey Outdoor Putri Indonesia berhasil menorehkan kejutan manis dengan merebut gelar juara pada Central Asian Women’s Hockey Championships 2025 atau Kejuaraan Hockey Piala Asia Tengah 2025. Gelar bergengsi ini diperoleh setelah Pasukan Srikandi tampil luar biasa dengan tak terkalahkan selama perhelatan di Uzbekistan yang berlangsung pada 10 hingga 17 Oktober 2025. Lebih spesialnya lagi, kemenangan ini sontak melampaui target yang dipatok. Awalnya, tim asuhan pelatih asal Malaysia, Dhaarma Raj ini hanya diberi target untuk mencapai babak semifinal turnamen. Siapa sangka, trofi juara ternyata kemudian mampu diraih. Indonesia yang juga sedang mempersiapkan diri untuk tampil di SEA Games Thailand 2025 berhasil memuncaki klasemen akhir dengan mengantongi 12 poin penuh. Prestasi gemilang ini didapat dari empat kemenangan meyakinkan, termasuk menundukkan tuan rumah Uzbekistan dengan skor 4-0 dan Kazakhstan 2-0. Hal yang tak kalah mencengangkan, Indonesia mencatatkan kemenangan besar atas Tajikistan dan Kyrgistan dengan skor yang tak tanggung-tanggung, yakni 31-0 dan 45-0. Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Federasi Hockey Indonesia (PP FHI), Yasser Arafat Suaidy mengutarakan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Apalagi, raihan ini didapat lewat kerja keras yang tak kenal lelah. “Alhamdulillah, Timnas Hockey Outdoor Putri Indonesia bisa melampaui target dengan menjadi juara di Kejuaraan Hockey Asia Tengah 2025. PP FHI mengapresiasi perjuangan keras mereka yang telah meraih tempat terbaik dan memboyong Piala dari Kejuaraan Hockey Asia Tengah 2025,” kata Yasser. Pencapaian luar biasa yang berhasil diraih oleh tim putri ini disebut Yasser sebagai buah dari proses panjang dan disiplin. Skuad yang sebagian besar, yakni 90 persen, diisi oleh pemain-pemain muda hasil binaan tim junior. Mereka telah menjalani program latihan di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) mandiri. Selama masa persiapan, para pemain berlatih selama delapan bulan demi terus mengasah kemampuannya. Yasser menambahkan bahwa program jangka panjang tersebut merupakan kunci keberhasilan para pemain. Tidak hanya itu, agenda latih tanding dan pemusatan latihan yang dilakukan di Australia sebelum bertolak ke Uzbekistan juga dinilai berperan besar. “Program pelatnas jangka panjang itu sangat bermanfaat. Begitu juga dengan Training Camp (TC) dan uji coba yang sudah dilakukan di Ausralia sebelum ke Uzbekistan. Bukan hanya kondisi fisik mereka lebih mumpuni tetapi juga kerja sama tim semakin apik. Tidak gampang mengalahkan tim-tim dari Asia Tengah tersebut,” jelas Yasser. Kini, optimisme besar mengiringi langkah Timnas Hockey Outdoor Putri Indonesia menatap ajang olahraga multicabang olahraga terbesar se-Asia Tenggara. Keberhasilan di Asia Tengah ini menjadi modal berharga bagi skuad Garuda untuk ajang SEA Games ke-33 yang akan diselenggarakan di Thailand, 9–20 Desember 2025. Dengan perolehan medali perunggu pada SEA Games Kamboja 2023, PP FHI berharap ada peningkatan signifikan di Thailand nanti. “Di SEA Games Kamboja 2023, Timnas Hockey Outdoor Putri Indonesia hanya mampu meraih perunggu. Mudah-mudahan mereka bisa meningkatkannya menjadi medali emas di Thailand nanti,” tegas Yasser. Pada pesta olahraga dua tahunan tersebut, cabang olahraga hockey akan memperebutkan total enam medali emas dari nomor Hockey Indoor, Hockey Outdoor, dan Hockey 5s putra dan putri. Indonesia sendiri telah memasang target ambisius, yaitu memboyong dua medali emas dan empat perak. Sumber: GNFI