Lolos Fase Grup Sebagai Runner Up, Indonesia Bentrok Tim Negri Gajah Putih di Perempat Final

Ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti takluk dari pasangan Hiroki Midorikawa/Natsu Saito 13-21, 21-12, 17-21, dalam laga penyisihan grup D nomor beregu Asia Junior Championship 2018. (Ham/NYSN)

Jakarta- Tim bulu tangkis beregu Indonesia bakal menantang Thailand, pada babak perempat final nomor beregu Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2018, yang berlangsung di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Senin (16/7). Indonesia harus berjumpa Thailand, setelah finis kedua pada babak penyisihan grup D, di bawah Jepang. Jepang dan Indonesia sebelumnya sama-sama menaklukkan Singapura 5-0 pada laga perdana di grup D. Sementara pada laga penentuan juara grup, Indonesia menyerah 2-3 dari Jepang. Jepang mendapat tiga angka dari nomor ganda campuran, tunggal putra dan tunggal putri. Sementara Indonesia meraih dua poin dari nomor ganda putra dan ganda putri. Turnamen Asia Junior Championship di nomor beregu diikuti sebanyak 14 negara. Turnamen ini memakai sistem Piala Sudirman dengan memainkan lima partai. Yakni terdiri dari nomor tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran. Melawan Jepang, Indonesia tertinggal dahulu usai pasangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva kalah dari pasangan Hiroki Midorikawa/Natsu Saito 13-21, 21-12, 17-21. Jepang juga menambah keunggulan menjadi 2-0 setelah di partai tunggal putra Taiki Kato menang atas Alberto Alvib Yulianto 22-20, 21-18. Indonesia mengejar ketinggalan melalui dobel putra. Ghifari Anandaffa Prihardika/Pramudya Kusumawardana Riyanto menang 17-21, 21-6, 23-21 atas pasangan Hiroki Midorikawa/Hiroki Nakayama. Namun, Jepang mengunci kemenangan menjadi 3-1 setelah pemain tunggal putri Hirari Mizui menaklukkan andalan Indonesia Widjaja Stephani 21-16, 21-7. Pada partai kelima, Indonesia mendapat kemenangan melalui ganda putri Agatha Imanuela/Siti Fadia yang mengalahkan Matsu Saito/Rumi Yoshida 21-18, 22-20. “Sebenarnya kami imbang, pun kita di babak kedua bisa megang. Tapi ya itu, banyak kesalahan pribadi, terutama saat servis,” tutur Amon Sunaryo, kepala pelatih kedua pasangan Rehan dan Siti, usai laga partai pertama, pada nysnmedia.com. Hal senada juga diungkap Rudy Gunawan, kepala pelatih tim Indonesia. “Persaingan memang tak mudah karena peta kekuatan bulu tangkis di level junior nyaris sama dengan senior. Jepang punya materi pemain yang bagus. Thailand juga lawan yang kuat dengan materi yang merata,” tukas Rudy. Thailand tampil sebagai juara grup setelah mengalahkan Makau, Hong Kong dan Taiwan dengan skor telak 5-0. Babak perempat final bulu tangkis Asia Junior Championship 2018 lainnya akan mempertemukan Cina dengan Taiwan, India versus Jepang dan Malaysia lawan Korea Selatan. Pemenang dari partai perempat final turnamen bulu tangkis ini langsung tampil di fase semifinal yang digelar Senin (16/7). Pada turnamen ini, Indonesia menargetkan bisa kembali tampil di final seperti tahun 2017. (Dre/Ham) Hasil Pertandingan Indonesia vs Jepang: Ganda Campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Hiroki Midorikawa/Natsu Naito: 13-21, 21-12, 17-21 Tunggal Putra Alberto Alvin Yulianto Vs Taiki Kato: 20-22, 18-21 Ganda Putra Ghifari Anandaffa Prihardika/Pramudya Kusumawardana Riyanto Vs Hiroki Midorikawa/Hiroki Nakayama: 17-21, 21-6, 23-21 Tunggal Putri Stephani Widjaja Vs Hirari Mizui: 16-21, 7-21 Ganda Putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Natsu Saito/Rumi Yoshida: 21-18, 22-20

Tampil di Nomor Sprint 100 Meter Asian Games 2018, Ini ‘Gilanya’ Catatan Waktu Para Pesaing Zohri

Catatan waktu 10,18 dari atlet muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri (merah), di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 cabang 100 meter putra, ternyata kalah jauh dari rekor Asian Games 2014 milik sprinter asal Qatar, Femi Ogunade. (thejakartpost.com)

Jakarta- Torehan spektakuler sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 cabang 100 meter putra, membuka peluang Indonesia di Asian Games 2018. Namun, Indonesia punya banyak pesaing, jika berkaca pada Asian Games edisi sebelumnya dan SEA Games 2017. Zohri, yang baru berusia 18 tahun meraih catatan waktu impresif saat finish di urutan pertama 100 meter putra Kejuaraan Dunia, yakni 10.18. Namun, catatan waktunya itu masih kalah jauh, jika dibandingkan dengan sprinter asal Qatar, Femi Ogunade, yang menjuarai Asian Games 2014 pada nomor yang sama. Ogunade keluar sebagai juara pertama dengan catatan waktu 9.93. Tak hanya memboyong medali emas, tapi juga mencatatkan namanya dalam rekor pelari 100 meter tercepat di Asia. Di peringkat kedua ada sprinter asal China, Su Bingtian dengan catatan waktu 10.10. Kemudian diikuti Kei Takase dari Jepang, yang mengamankan medali perunggu dengan waktu 10.15. Dari statistik ini, dapat dilihat Zohri belum memiliki catatan waktu yang lebih cepat, dari tiga besar juara nomor 100 meter Asian Games 2014 itu. Di level Asia Tenggara, catatan waktu pria yang disapa Badok ini, mampu bersaing dengan pelari lainnya. Bukan tanpa alasan, pada SEA Games 2017 lalu, peraih medali emas cabang lari 100 meter asal Malaysia, Khairul Hafiz Jantan, cukup finish dengan waktu 10.38 mengamankan posisi pertama. Setelahnya ada Eric Shauwn Cray dari Filipina dan Kritsada Namsuwun dari Thailand, yang finish di waktu yang bersamaan, yakni 10.43. Indonesia pernah mempunyai sejarah bagus di level Asia Tenggara. Pada SEA Games 2009, sprinter Suryo Agung Wibowo berhasil mencatatkan rekor di nomor 100 meter putra, dengan catatan waktu 10.17. Catatan Suryo lebih cepat 0.01 detik, dibandingkan dengan Zohri. Dan hingga kini, belum ada atlet lari Asia Tenggara, yang mampu melebihi rekor tersebut. Prestasi yang diraih oleh Zohri, membawa angin segar di dunia atletik Indonesia. Bukan tak mungkin, dia masih bisa mempertajam catatan waktunya tesebut pada sisa waktu satu bulan ke depan sebelum Asian Games 2018 bergulir. Cabang olahraga atletik rencananya akan diperlombakan di Stadion Gelora Bung Karno, mulai 25 Agustus 2018. (art)

Remaja 14 Tahun Asal Jawa Timur, Rebut Emas Kejuaraan Dunia Wushu Junior di Brasil

Remaja 14 tahun asal Surabaya, Jawa Timur, Jevon Lionel Koeswoyo, yang turun pada nomor Taijiquan B, merebut medali emas dalam Kejuaraan Wushu Dunia Junior 2018 di Brasilia, Brazil. (Humas PB Wushu Indonesia)

Jakarta- Tim Wushu Indonesia berhasil merebut satu medali emas, empat medali perak, dan lima medali perunggu dalam 7th World Junior Wushu Championships atau Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-VII 2018 di Brasilia, Brasil, 9 hingga 15 Juli Medali emas Tim Wushu Indonesia, dalam keterangan tertulis Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), pada Sabtu (14/7), dipersembahkan oleh remaja 14 tahun asal Surabaya, Jawa Timur, Jevon Lionel Koeswoyo, yang turun pada nomor Taijiquan B. “Alhamdulillah, sementara ini, tim telah mengumpulkan satu medali emas, empat perak dan lima perunggu,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. yang juga Ketua Umum PB Wushu Indonesia. Airlangga optimistis atlet-atlet wushu Indonesia mampu memberikan penampilan yang terbaik dan dapat menambah perolehan medali. PB Wushu Indonesia mengirimkan 20 atlet wushu junior yang terdiri dari 12 atlet taolu (jurus) dan 8 atlet sanda (tanding). “Mereka adalah atlet-atlet hasil Kejuaraan Nasional Senior dan Junior Piala Raja 2019 di Yogyakarta, pada Maret,” ujarnya. Selain emas, Jevon juga merebut medali perak pada nomor Taiji. Tiga medali perak lain diraih oleh Nadya Permata pada nomor Changquan, Joyceline pada nomor Jianshu, dan Nadya Permata nomor Ginshu A. Lima medali perunggu diperoleh Thalia Marvelina pada nomor Gunshu, Nelson Louis pada nomor Jianshu, Patricia Geraldine pada nomor Jianshu, Ahmad Gifari pada nomor Tombak, dan Joyceline pada nomor Nanquan B. “Tim wushu junior ini akan menjadi cikal bakal pelapis tim senior yang ada sekarang. Kami memberikan kesempatan kepada atlet-atlet junior untuk menimba pengalaman dalam kejuaraan dunia agar tidak ada kesenjangan antara junior dengan senior,” ujar Airlangga. Airlangga mengatakan wushu menjadi salah satu cabang olahraga yang dapat diandalkan oleh Indonesia. Dalam kejuaraan wushu disiplin sanda di Moskow, Rusia pada 16-20 Februari 2018, tim Merah Putih merebut tiga medali emas, dua perak, dan satu perunggu. Sebelumnya pada Kejuaraan Dunia Wushu ke-14 di Kazan, Rusia pada 28 September-3 Oktober 2017 yang diikuti 60 negara, Indonesia mampu mengumpulkan satu medali emas, empat perak, dan satu perunggu. Prestasi ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-4 dengan menurunkan 15 atlet, yang terdiri dari 9 atlet Taoli dan 6 atlet tarung. PB Wushu Indonesia, lanjut Airlangga, akan terus memacu semangat para atlet binaannya agar tetap menjadi kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia. “Sebagai tuan rumah Asian Games 2018, kami harus sukses dalam penyelenggaraan dan prestasi. Wushu akan menjadi salah satu cabang andalan untuk mendulang emas,” katanya. (Ham)

Raih Tempat Ketiga Piala AFF U-18, Ini Statistik Indra Sjafri Besut Egy Maulana Vikri dkk

Striker Timnas U-19 Feby Eka Putra (14), merayakan kemenangan usai membobol gawang Thailand di perebutan tempat ketiga Piala AF U-18. (bolatimes.com)

Jakarta- Timnas U-19 berhasil meraih peringkat ketiga Piala AFF U-18 2018. Keberhasilan ini diraih usai Garuda Muda suskes mengalahkan Thailand 2-1 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (14/7) sore. Dengan kemenangan itu, Indonesia sukses membayar lunas kekalahan pada laga babak penyisihan Grup A. Dua gol timnas U-19 dibukukan oleh Feby Eka Putra menit ke-35 dan Syahrian Abimanyu menit ke-82. Thailand U-19 hanya bisa memperkecil ketertinggalan lewat Matee Sarakum pada menit ke-85. Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri meminta maaf pada suporter usai laga. Indra meminta maaf karena gagal memenuhi ekspektasi suporter yang begitu tinggi, pada Egy Maulana Vikri dan kolega. Sekaligus gagal mengulang sukses turnamen yang sama lima tahun silam. “Dengan berakhirnya laga tadi, berakhir kerja kami untuk AFF 2018, yang ditutup di peringkat ketiga di turnamen ini. Berarti sama persis dengan AFF tahun lalu,” ungkapnya usai laga. “Kami sampaikan mohon maaf kepada suporter dan masyarakat Indonesia yang sudah begitu antusias dan punya ekspektasi tinggi terhadap Timnas U-19,” imbuh mantan juru taktik Bali United ini. Indra berharap kegagalan di turnamen tingkat Asia Tenggara ini tak membuat suporter patah semangat. Apalagi sampai berhenti mendukung perjuangan Nurhidayat Haris dan kawan-kawan. “Doakan selalu kami karena ada tugas yang lebih berat yaitu harus berupaya bisa lolos ke Piala Dunia U-20, di kualifikasi Piala Asia U-19, di Gelora Bung Karno nanti,” harap Indra. Tak tercapainya gelar berarti gagal merealisasikan target yang dibebankan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Semula, federasi sepak bola Tanah Air itu mematok hasil tim merah putih remaja mengulang kesuksesan yang sama, kala terakhir kali meraih gelar pada 2013. PSSI melalui Sekretaris Jenderal, Ratu Tisha Destria, yang hadir di Stadion Delta Sidoarjo, Kamis (12/7) malam, mengaku sudah bertemu dengan staf kepelatihan. Artinya, akan ada pembicaraan setelah event ini rampung digelar. “Evaluasi pasti akan kami lakukan, match per match pun sudah kami lakukan. Dan ada Danurwindo (Direktur Teknik PSSI) hadir menemani tim pelatih. Tak hanya pertandingan sekarang, tetapi dari laga-laga sebelumnya,” kata Tisha. “Untuk laga menghadapi Malaysia ini, kita kalah. Nggak ada istilah hampir menang, kita kalah. Saat ini, mari menyongsong hari esok di pertandingan terdekat dan gaung yang lebih besar. Itu target utamanya di tahun ini,” tutur wanita kelahiran Jakarta 30 Desember 1985 ini. Sesuai penuturan Tisha, Timmas U-19 akan kembali bersiap dengan sejumlah agenda penting selepas Piala AFF. Mulai dari pemusatan latihan, uji tanding, dan pada Oktober mendatang, Nurhidayat Haris dan kolega akan mengahadapi Piala Asia U-19. “Agustus akan ada program lagi untuk Timnas U-19, seperti uji tanding dengan negara-negara di Asia, yang saat ini masih kami finalisasikan siapa lawan-lawannya. Jadi, ditunggu saja,” pungkasnya. (Dre) Catatan Hasil Timnas U-19 Di Bawah Indra Sjafri : Turnamen Toulon 2017 Indonesia 0-1 Brasil Indonesia 0-2 Rep.Ceko Indonesia 1-2 Skotlandia Piala AFF U-18 2017 Indonesia 2-1 Myanmar Indonesia 9-0 Filipina Indonesia 0-3 Vietnam Indonesia 8-0 Brunei Indonesia 2-3 (0-0) Thailand Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 Indonesia 5-0 Brunei Indonesia 5-0 Timor Leste Indonesia 0-4 Korea Selatan Indonesia 1-4 Malaysia Piala AFF U-18 2018 Indonesia 1-0 Laos Indonesia 4-0 Singapura Indonesia 1-0 Vietnam Indonesia 1-2 Thailand Indonesia 1-1 (1-3) Malaysia (SF) Indonesia 2-1 Thailand (3rd place)

Ulangi Kejutan, Ganda Kembar 17 Tahun Asal DKI Jakarta Lolos Final Women’s Circuit 2018

Duet kembar Fitriani Sabatini/Fitriana Sabrina melaju ke final turnamen Women’s Circuit 2018, usai menekuk ganda China, Zhima Du/Shou Na Mu, lewat partai tiga set 3-6, 6-2, (10-5). (antaranews.com)

Jakarta- Ganda putri Indonesia yang juga saudara kembar, Fitriani Sabatini/Fitriana Sabrina, lolos ke final turnamen tenis internasional bertajuk PT Pembangunan Perumahan Construction & Investment Women’s Circuit Internasional Tennis 2018. Dalam laga semifinal di Lapangan Tenis Gelora Manahan Solo, Jawa Tengah, Kamis, keduanya mengalahkan duet China, Zhima Du/Shou Na Mu. Ganda remaja 17 tahun asal DKI Jakarta itu unggul lewat partai tiga set, melalui super tie break 3-6, 6-2, (10-5). Keduanya bakal melawan gado-gado Indonesia/Jepang, Rifanty Kahfiani/Ayaka Okuno, yang akan digelar di Lapangan Gelora Manahan Solo, Jumat (13/7), pukul 14.00 WIB. Ana/Ani sempat kalah pada set pertama. Ganda Indonesia ini sering mengalami kesalahan sendiri dengan bola keluar, sehingga mengakui keunggulan lawan dengan skor 3-6. Keduanya bermain lebih sabar di set kedua sehingga mampu menang 6-2. Pada pertandingan set ketiga dilakukan super tie break dan akhirnya dimenangi Ana/Ani dengan 10-5. “Saya harus bermain sabar melawan pasangan Tiongkok itu. Setiap bola dari lawan berusaha dikembalikan dan lawan akhirnya mati sendiri,” kata Ani, usai pertandingan. Sejatinya, pasangan remaja ini meladeni pemenang laga unggulan utama, Aldila Sutjiadi (Indonesia) dan Mana Ayukawa (Jepang), kontra duet Indonesia Jepang lainnya, Rifanty Kahfiani/Ayaka Okuno. Sayangnya, partner Aldila, yakni Ayukawa, mengalami cedera pergelangan tangan kanan paska menjalani laga semi final tunggal. Unggulan pertama ganda itu pun memberikan kemenangan tanpa tanding bagi pasangan Rifanty/Okuno. Namun, masuk final di nomor ganda ini menjadi berkah bagi kedua petenis ini, karena mereka kandas di perempat final nomor tunggal. Rifanty harus menyerah dari petenis Zhima Du (Tiongkok) dengan straigt set 4-6 4-6, sedangkan Okuno yang merupakan unggulan ketiga, tersingkir dari tangan senegaranya, Ayukawa, 0-6 6-4 3-6. (Ham)

Lampu Stadion Mati Saat Adu Penalti, Timnas U-19 Ditekuk Malaysia Dan Terhenti Dari Piala AFF U-18

Striker Timnas U-19 Egy Maulana Vikri (10), gagal membawa timnya ke babak final Piala AFF U-18, usai takluk adu penalti 1-3 dari Malaysia U-19, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (12/7) malam. (detik.com)

Jakarta- Timnas U-19 tersingkir dari semifinal AFF U-18 Championship, usai kalah dari Malaysia U-19, melalui drama adu tendangan penalti 1-3, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (12/1) malam. Indonesia kalah adu penalti setelah tiga eksekutor yakni Witan Sulaeman, Firza Andika, dan Hanis Saghara Putra gagal melesakkan bola ke gawang Malaysia. Pada babak pertama, Indonesia sempat unggul 1-0 berkat gol penalti Egy Maulana Vikri saat laga baru berusia dua menit. Malaysia lalu menyamakan skor menjadi 1-1 melalui gol tandukan kapten Malaysia Muhammad Syaiful memanfaatkan sepak pojok rekannya. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia terus menekan pertahanan Malaysia. Skuat arahan Bojan Hodak juga mulai kesulitan mengembangkan permainan menghadapi serangan demi serangan para pemain Garuda Muda. Tampilnya Rivaldo Todd Ferre pada awal babak kedua menggantikan Rafli Mursalim mulai memberikan daya gedor Garuda Muda di lini depan. Meski terus menekan di pertahanan Malaysia, Indonesia masih juga kesulitan mengarahkan tendangan yang tepat mengarah ke gawang Malaysia. Anak asuh Indra Sjafri juga tampak kebingungan dalam membuat alur serangan di dalam kotak penalti lawan. Indonesia baru bisa membuka peluang tendangan ke gawang Malaysia yang dilepaskan Witan Sulaeman pada menit ke-51. Bola tendangannya mudah ditangkap kiper Malaysia Muhammad Azri. Berjarak dua menit kemudian, giliran Malaysia membahayakan gawang Indonesia melalui servis tendangan bola mati. Eksekusi tendangan bebas Nik Akif meluncur langsung ke gawang Indonesia. Kiper Garuda Nusantara, M Riyandi memilih meninju bola dan aman pula gawang timnya. Indonesia kembali membuka peluang pada menit ke-65 melalui aksi Egy merangsek ke kotak penalti. Namun, tendangan penyerang Lechia Gdansk itu masih melenceng. Egy sempat mengalami cedera karena kaki kanan yang salah bertumpu usai menendang bola ke gawang Malaysia. Ia kembali bisa bermain setelah mendapat perawatan dari tim medis. Amat disayangkan, Egy mengalami cedera pergelangan kaki sehingga ia harus ditarik keluar digantikan Hanis Saghara pada menit ke-88. Memasuki pengujung babak kedua, Indonesia mendapat peluang untuk mencetak gol, namun tendangan Hanis Saghara masih bisa ditangkap Muhammad Azri. Laga pun terpaksa dilanjutkan melalui adu penalti setelah skor 1-1 bertahan hingga usai waktu normal. Sempat terjadi kejadian memalukan mati lampu di Stadion Gelora Delta Sidoarjo saat penendang pertama, Luthfi Kamal Baharsyah, ingin melepas tendangan penalti. Indonesia akhirnya kalah adu penalti setelah tiga eksekutor yakni Witan Sulaeman, Firza Andika, dan Hanis Saghara Putra, gagal melesakkan bola ke gawang Malaysia dan gagal ke final Piala AFF U-18 2018. (Dre)

Tanpa Sekalipun Menang, Usai Melawat ke Malaysia Timnas U-16 Segera Evaluasi Pemain

Lakoni dua laga persahabatan melawan Timnas U-16 Malaysia dan Johor Darul Takzim U-17, Timnas U-16 (putih) justru gagal meraih kemenangan. (tribunnews.com)

Jakarta- Menghadapi skuat muda klub elit Negeri Jiran, Johor Darul Takzim U-17, hasil imbang 1-1 didapat Timnas U-16 di Johor Bahru, Malaysia, Minggu (8/7). Catatan ini menutup laga lawatan skuad besutan Fachri Husaini ke negara tetangga, setelah sebelumnya takluk 3-4 dari Timnas Malaysia U-16, pada Jumat (6/7). Secara teknis, meski menghadapi tim dengan level usia diatasnya, namun dari sisi permainan Timnas U-16 bisa lebih baik dari penguasaan bola. Sempat kecolongan gol pada menit 16, garuda muda akhirnya mampu menyamakan kedudukan, lewat aksi Andre Oktaviansyah pada menit 54. “Tim bermain bagus, baik saat bertahan, menyerang maupun transisi. Kami menguasai permainan sepanjang laga, memiliki banyak peluang, sayang karena penyelesaian akhir kurang tenang, peluang terbuang percuma. Penyelesaian akhir akan menjadi perhatian kami,” ujar Fachri usai uji coba. Dua uji coba dijalani Timnas U-16 untuk persiapan tampil di dua event penting. Selain tampil di ajang AFC U-16 Youth Championship 2018, di Malaysia dari 20 September – 7 Oktober, juga saat menjadi tuan rumah AFF U-15 Youth Championship 2018, di tanah air. Event yang dijadwalkan berlangsung di Sidoarjo dan Gresik 29 Juli-11 Agustus, Indonesia masuk satu grup bersama Vietnam, Myanmar, Cambodia, Timor-Leste dan Filipina. Meski hanya sekawasan Asia Tenggara, tapi Piala AFF U-15 ini penting, mengingat Indonesia belum pernah juara. “Secara umum, kami segera lakukan evaluasi terhadap semua aspek baik teknik, taktik, fisik dan mental. Begitu juga dengan beberapa pemain, yang penampilannya belum sesuai harapan,” terang pria asal Aceh ini. Sedangkan tampil di AFC U-16 Youth Championship 2018, juga mengusung target guna mengamankan satu tiket ke FIFA U-17 World Cup 2019, di Peru. Di Malaysia nanti, tim merah putih remaja berada di grup C bersama Iran, Vietnam dan India. (Dre)

Samsung dan INASGOC Siapkan Dian Sastro dan Mikha Tambayong Jadi Pembawa Obor Asian Games 2018

Dua artis papan atas Indonesia, Dian Sastrowardoyo dan Mikha Tambayong, terpilih sebagai duta pembawa obor Asian Games 2018, usai mendapatkan kepercayaan terlibat dalam tahapan kejuaraan multi event empat tahunan ini. (Dre/NYSN)

Jakarta- Penyelenggaraan Asian Games 2018 tinggal sebulan lagi. Pesta olahraga terbesar di Asia tersebut akan dibuka pada 18 Agustus 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Dua artis papan atas Indonesia, Dian Sastrowardoyo dan Mikha Tambayong, sudah tak sabar membawa obor Asian Games 2018, setelah mendapatkan kepercayaan untuk terlibat dalam tahapan kejuaraan multi event empat tahunan ini. “Bangga banget mendapatkan kesempatan ini. Persiapan juga sudah saya lakukan. Saya kira tak akan ada kendala karena selama ini juga sudah melakukan persiapan ikut marathon,” kata Dian, di Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta, Rabu (11/7). Menurut dia, untuk mempersiapkan diri menjadi salah satu pembawa obor Asian Games, dirinya terus berlatih terutama latihan beban serta fitnes untuk menambahkan daya tahan tubuh. “Ini pas banget. Saya akui jika saya bukan atlet. Ibu-ibu lagi. Tapi, ini menjadi semangat dan motivasi untuk lebih baik,” ujarnya tersenyum. Begitu juga dengan Mikha. Artis berusia 24 tahun ini mengaku juga tak sabar untuk segera turun ke jalan meski saat ini dirinya sedang sibuk syuting film di luar negeri. Mikha mengaku benar-benar bersiap diri untuk menghadapi kirab obor Asian Games 2018. “Sejak dulu saya antusias berolahraga. Dengan mendapatkan kepercayaan ini saya lebih bersemangat. Untuk persiapan minimal saya jogging,” tukas Mikha. Dian dan Mikha merupakan duta dari Samsung. Selain itu juga ada nama artis Chicco Jerikho dan Hamish Daud. Perusahaan asal Korea Selatan ini merupakan salah satu sponsor Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Dengan terlibat langsung dalam kiran obor maupun Asian Games 2018, Kang Hyun-lee mengajak masyarakat Indonesia untuk turut serta membakar semangat untuk mensukseskan kejuaraan empat tahunan ini. “Samsung bangga menjadi mitra Asian Games 2018 dan Duta Samsung mendapat kepercayaan membawa obor. Samsung memilih mereka, karena mereka tak henti-henti mengoptimalkan teknologi,” kata Vice President Samsung Electronics Indonesia, Kang Hyun-lee. Partisipasi dan dukungan inovasi teknologi Samsung menunjukkan perwujudan dan sinergi nyata untuk bekerja sama mendukung suksesnya Asian Games 2018. Juga, tim pembawa obor melalui berbagai produk inovasi teknologi Samsung. Seperti ratusan televisi di wisma atlet (athlete village) untuk memberikan informasi dan hiburan, dan ketersediaan ribuan smartphone untuk komunikasi dan reportase para koordinator sukarelawan Asian Games 2018. Sedangkan Sekjen INASGOC, Marsekal Madya TNI (Purnawirawan) Erris Heryanto, menyambut baik keterlibatan Samsung dalam kirab obor maupun Asian Games 2018. Hal ini menunjukkan kepercayaan dan dukungan optimal untuk mensukseskan kegiatan ini. “Semoga dengan melibatkan banyak pihak termasuk Samsung, sebagai official sponsor semua kegiatan mulai dari kirab obor bisa berjalan dengan sukses,” katanya. Sesuai dengan rencana, kirab obor akan berlangsung satu bulan penuh, dan melintasi beberapa kota di Indonesia. Kirab Obor Asian Games 2018 dimulai dari pengambilan api di India tgl 15 Juli 2018, pengambilan api abadi dari Mrapen 18 Juli 2018, disatukan di Konser Prambanan pada hari yang sama. Keesokan harinya obor akan dibawa berlari keliling Indonesia, hingga total melewati 18 provinsi dan 53 kota di Indonesia. Kota pertama yang menjadi kepercayaan menjadi tuan rumah adalah Yogyakarta, 17-19 Juli 2018. Keempat duta pembawa obor api abadi ditempatkan di empat tempat berbeda, yakni Mikha Tambayong di Palembang (Sumatera Selatan), Dian Sastrowardoyo di Solo (Jawa Tengah), Hamish Daud di Bali, dan Chicco Jerikho di Bogor (Jawa Barat). (Dre)

Tampil Dari Jalur Kualifikasi, Petenis 20 Tahun Asal Bandung Sukses Tumbangkan Unggulan Dua

Women’s Circuit Internasional Tennis 2018 di Solo, Rifanty Kahfiani (20 tahun), sukses menggusur petenis unggulan dua asal Jepang, Michika Ozeki, dua set langsung 6-2 dan 6-4. (bolasport.com)

Solo– Petenis muda Indonesia non unggulan, Rifanty Kahfiani (20 tahun), membuat kejutan usai menekuk petenis unggulan dua asal Jepang, Michika Ozeki, di PT Pembangunan Perumahan Construction & Investment Women’s Circuit Internasional Tennis 2018, di Lapangan Tenis Gelora Manahan Solo, Jawa Tengah, Rabu (11/7). Rifa, sapaannya, yang pada kejuaraan ini tak diunggulkan, justru unggul dua set langsung 6-2 dan 6-4. Pada set pertama, Rifa terus menekan Ozeki, yang mmiliki pukulan komplit baik forehand dan backhand cukup keras itu, sehigga lawan kerap melakukan kesalahan sendiri. Rifa menyudahi set pertama 6-2. Di set kedua, mojang kelahiran Bandung, 19 Februari 1998, kembali mendapat perlawanan ketat dari Ozeki. Dengan strategi penempatan bola sulit, ia sukses menyelesaikan set kedua dengan skor 6-4. Menurut Rifa, unggulan asal Jepang itu lincah dan ulet, tetapi dirinya bermain variasi, sehingga arah bola sulit diprediksi lawan. “Awalnya kesulitan dengan pukulan keras lawan, tetapi saya rubah strategi dengan bermain variasi, dan akhirnya bisa dikalahkan,” ujar Mahasiswa Oregon AS ini usai pertandingan. Pada perempat final, Kamis (12/7), Rifa terlibat bentrok dengan wakil Tiongkok, Zhima Du, yang menyingkirkan unggulan ketujuh, Sai Samhitha Chamarthi (India) 6-2 6-4. “Ini saatnya revans, karena saya belum pernah menang lawan dia sebelumnya,” lanjut petenis yang lolos babak utama lewat kualifikasi ini. Merujuk rekor head to head pada laman ITF, Rifa kalah dari petenis Tiongkok kelahiran 12 September 1999 itu dalam dua pertemuan, yakni kualifikasi turnamen Wimbledon Yunior dan Serawak Chief Minister Cup 2016. Sementara itu andalan Merah Putih lainnya, Aldila Sutjiadi turut melaju ke perempat final turnamen berhadiah total 15.000 dolar AS atau sekitar Rp 210 juta ini. Unggulan keempat berperingkat tunggal ke-751 dunia itu mengalahkan petenis kualifikasi asal India, Bhuvana Kalva 6-4 6-2. Petenis yang bakal tampil di ajang Asian Games 2018 itu meladeni unggulan keenam dari Tiongkok, Zhuoma Ni Ma untuk membidik satu slot di babak semi final. “Di babak delapan besar, saya harus memperbaiki percentage service pertama saya agar lebih percaya diri bermain,” tutur Aldila. Pada nomor ganda, turnamen yang disponsori PT PP (Persero) Tbk, BUMN bidang konstruksi ini, memasuki babak delapan besar. Duet kembar Fitriana ‘Ana’ Sabrina dan Fitriani ‘Ani’ Sabatini (17 tahun) melangkah ke semi final setelah memenangi laga atas duet India, Bhuvana Kalva/Sri Vaishnavi Peddi Reddy (India) 6-1 6-2. Ana dan Ani akan menantang ganda Tiongkok, Zhima Du/Shou Na Mu. Sementara partai semi final lainnya mempertemukan dua pasangan gado-gado Indonesia/Jepang, yakni unggulan utama Mana Ayukawa/Aldila Sutjiadi melawan Ayaka Okuno/Rifanty Kahfiani. (Ham)

Bikin Kejutan, Duet Kembar 17 Tahun Sukses Jungkalkan Unggulan Tiga Women’s Circuit 2018

Duet petenis muda, Fitriana Sabrina/Fitriani Sabatini (17 tahun) tumbangkan unggulan ketiga Women’s Circuit 2018, Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan) dan Ye Zhin Ma (Tiongkok), dengan skor akhir 6-3 6-3. (remaja-tenis.com)

Jakarta- Indonesia membuka babak utama turnamen tenis internasonal bertajuk PT Pembangunan Perumahan Construction & Investment Women’s Circuit Internasional Tennis 2018 dengan gemilang. Di Lapangan Tenis Gelora Manahan Solo, Senin (9/7), wakil Merah Putih berhasil memenangi laga pembuka nomor ganda. Duet kembar petenis muda, Fitriana Sabrina/Fitriani Sabatini (17 tahun) menekuk unggulan ketiga turnamen kalender kompetisi resmi Federasi Tenis Internasional (ITF) ini. Ana dan Ani menang straight set atas Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan) dan Ye Zhin Ma (Tiongkok). Ana-Ani unggul dengan skor akhir 6-3 6-3. Hasil positif juga ditorehkan dua petenis tuan rumah yang berpasangan dengan peserta manca negara. Unggulan teratas Aldila Sutjiadi/Mana Ayukawa (Jepang) mengalahkan Anastasia Shaulskaya (Rusia)/Rishika Sunkara (India) 7-5 6-1, di ajang yang menyediakan total hadiah 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta ini. Sedangkan Rifanty Kahfiani/Ayaka Okuno (Jepang) menyisihkan Yu Ting Hsieh (Taiwan)/Saumya Vig (India) 6-2 6-3. “Semoga awal yang indah bagi petenis tuan rumah ini terus berlanjut hingga babak akhir,” ucap Wakil Sekretaris Jendral PP Pelti, Susan Soebakti selaku Direktur Turnamen. Kejuaraan khusus bagi petenis wanita yang disponsori oleh PT PP (Persero) Tbk ini akan menggelar babak utama nomor tunggal mulai Selasa (10/7). Kecuali Aldila Sutjiadi yang akan terlibat duel senegara dengan Priska Madelyn Nugroho, enam wakil tuan rumah bakal meladeni petenis luar negeri. Petenis yang lolos dari babak kualifikasi, Suryaningsih akan menantang unggulan kedua asal Jepang, Michika Ozeki . Sedangkan penerima wildcard, Joleta Budiman menghadapi unggulan kedelapan, Zhibek Kulambayeva dari Kazakhstan. Rifanty Kahfiani melawan Yuka Hosoki (Jepang), Arrum Damarsari bentrok dengan Shou Na Mu (Tiongkok) dan Fitriana Sabrina dengan Mana Ayukawa (Jepang) serta Deria Nur Haliza meladeni petenis India yang lolos dari kualifikasi, Bhuvana Kalva. Selain itu di sektor ganda, duet Deria/Joleta yang diproyeksikan membela Merah Putih di ajang Asian Games 2018 akan bertanding melawan pasangan India, Sai Samhitha Chamarthi/Mahak Jain. “Ini penampilan pertama kami sebagai pasangan dalam turnamen resmi internasional. Kami akan berusaha bermain sebaik mungkin, semoga hasilnya juga bagus,” tutur Deria, petenis kelahiran 8 Juni 1997 ini. (Ham)

Kalah dari Thailand, Timnas U-19 Malah Menang Telak dalam Empat Hal

Striker Timnas U-19, Hanis Saghara Putra (19), saat berduel dengan gelandang Thailand U-19, Kittitach Praniti (6), pada Senin (9/7). Tim Gajah Putih akhirnya unggul 2-1 atas Garuda Muda. (bolasport.com)

Sidoarjo- Timnas U-19 harus menelan kekalahan di laga terakhir Grup A AFF U-18 Championship 2018 atas Thailand U-19 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo pada Senin (9/7). Skuat Garuda Muda harus kalah dari Thailand dengan skor tipis 1-2. Namun, Timnas U-19 tetap unggul dalam empat aspek. Dilansir dari labbola, ada sejumalah catatan statistik keunggulan Garuda Muda. Sempat tak mampu membuat peluang di babak pertama, anak asuh Indra Sjafri tampil lebih menekan di interval babak kedua. Alhasil, Saddil Ramdani dkk secara pertandingan penuh unggul dalam penguasaan bola, yakni sebesar 52 persen. Sedangkan Thailand hanya 48 persen. Selain itu, penampilan menekan mereka di penghujung laga juga membuat mereka unggul dari segi tembakan. Total 12 tembakan dilakukan oleh Timnas U-19 di laga tersebut. Sementara, Thailand hanya mampu menorehkan 11 tendangan. Meski harus kemasukan dua gol, Indonesia secara jelas lebih efektif dalam hal memutus serangan. 26 tekel sukses dari total 47 tekel dilakukan oleh Nurhidayat Haji Haris Cs di laga kemarin. Dan Thailand hanya melakukan 24 tekel sukses dari total 56 tekel. Selain itu, Timnas U-19 mendapatkan enam kali sepakan penjuru. Sedangkan Thailand hanya satu kali sepanjang laga. Namun sayang, akurasi crossing, skuat Garuda Nusantara masih kalah dari Thailand. Sebanyak 11 crossing hanya satu yang sukses. Sedangkan Thailand mampu melakukan dua crossing sukses dari total enam crossing. Mengomentari pertandingan kali ini, Indra mengakui di babak pertama para pemainnya tak fokus. Hal ini membuat lini pertahanan Indonesia jadi “bulan-bulanan” Thailand. “Pada babak pertama, tim membuat kesalahan-kesalahan individu, mulai salah umpan hingga kontrol yang lepas,” ujar Indra paska laga. Ia meminta masyarakat Indonesia untuk tak perlu khawatir dengan kondisi timnya. Menurutnya, Timnas U-19 masih berada di jalur yang benar. “Namanya anak-anak muda, sudah lolos akhirnya muncul rasa nyaman. Saat kebobolan baru tersentak, dan main seperti semula,” tukas pelatih asal Sumatara Barat ini. Sebelum pertandingan Piala AFF U-18 dimulai, tim merah putih remaja telah mengantungi tiket semifinal. Dari empat partai awal, Garuda Muda selalu menang dan duduk di pucuk klasemen. Kekalahan ini hanya membuat posisi mereka turun menjadi runner-up. “Kami memang perlu drama berbeda di setiap pertandingan. Ini menjadi pengalaman yang berbeda bagi kita,” tegas Indra, dinukil dari laman resmi PSSI. Di sisi lain, hasil pada pertandingan ini disyukuri oleh Thailand U-19. Menurut asisten pelatih mereka, Jetnipat Ratchatatoemphon, ini adalah hasil yang fantastis bagi timnya. “Sebab mereka menunjukkan karakter dan kemauan untuk memainkan sepak bola yang bagus,” ucap Jetnipat. “Sekarang kami menjadi juara grup. Kami pikir pemain kami sangat kuat,” pungkasnya. Kini, Indonesia maupun Thailand tengah menunggu juara dan runner-up Grup B. Untuk sementara, Myanmar menjadi pemuncak grup dan Malaysia di posisi kedua. Ta seperti Grup A yang telah menyelesaikan semua pertandingan, kini Grup B masih menyisakan satu laga. (Dre)

Atlet 18 Tahun Raih 5 emas SEA Age Group Swimming Championship 2018, Adinda Jadi Perenang Terbaik Wanita

Atlet asal Jawa Timur, Adinda Larasati Dewi, menjadi perenang wanita terbaik kategori U 16-18 tahun dalam event 42nd SEA Age Group Swimming Championship 2018. (istimewa)

Manila- Ajang bertajuk 42nd SEA Age Group Swimming Championship 6-8 Juli 2018 yang berlangsung di Manila, Filipina, memunculkan perenang-perenang muda, harapan masa depan Indonesia. Perenang putri 18 tahun asal Jawa Timur, Adinda Larasati Dewi, sanggup menyumbang 5 emas, juga menciptakan satu rekornas dan rekor SEA Age Group. Adinda memang tengah dipersiapkan menuju Asian Games 2018, serta Olimpiade Remaja 2018 di Argentina. Empat perenang muda Indonesia yang sudah lolos limit-A Youth Olympic Games atau Olimpiade Remaja di Argentina 2018, juga tampil memuaskan. Mereka adalah duo putri Adinda dan Azzahra Permatahani (16 tahun), serta duo putra, Azel Zelmi dan Farrel Armandio Tangkas. Farrel tampil gemilang saat memecahkan rekor nasional 200 meter gaya punggung, milik perenang senior Siman Sudartawa, yang sudah bertahan 7 tahun lalu. Farrel mencatat waktu 2 menit 02,31 detik, sedangkan rekornas Siman tercipta di SEA Games Palembang 2011, yakni 2 menit 02,44 detik. Diprediksi, Farrel berpotensi besar meraih medali di SEA Games 2019 Filipina. Di hari terakhir, Adinda menyumbang 2 emas, pada Minggu (8/7). Medali emas pertamanya didapat dari nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri, dengan catatan waktu tercepat 2 menit 15,71 detik. Ia Mengalahkan perenang Vietnam, Mai Thi Linh 2:18,67 detik dan rekannya Azzahra, yang mendapat perunggu dengan waktu 2:19,24 detik. Emas kedua Adinda, diraih lewat nomor 800 meter gaya bebas putri, dengan catatan 9 menit 00,04 detik. Total Adinda mendapatkan lima emas, setelah sebelumnya ia menyabet emas di nomor 200 dan 400 meter gaya bebas, serta rekornas nomor 100 meter gaya kupu-kupu 1:01,35 detik. Adinda pun terpilih sebagai perenang terbaik wanita kategori U 16-18 tahun, dalam event 42nd SEA Age Group Swimming Championship 2018. Perenang Masa Depan Pada kelompok usia 13 tahun kebawah memunculkan perenang masa depan, Agung Sulaksono Putra Alamsyah (13 tahun), yang menembus dominasi Vietnam. Di hari terakhir, Agung menyumbang emas di nomor 100 meter gaya bebas dengan catatan 56,51 detik. Kedua Tong Yu Jing (Malaysia) 56,56 detik dan ketiga Randal Neo (Singapura) 56,66 detik. Total Agung sudah mengoleksi 2 emas, 2 perak dan 3 perunggu. “Ayah selalu berpesan untuk disiplin, dan fokus dalam berlatih,” ucap Agung dari Jawa Timur. Perenang muda lainnya di kategori putri yakni Komang Adinda Nugraha (13 tahun), yang bisa menebus penasarannya. Komang akhirnya meraih emas di hari terakhir pada nomor 50 meter gaya punggung dengan catatan 31,18 detik. Total selama di Filipina, Komang membawa pulang 1 emas dan 3 perunggu. Di SEA Age pertamanya tahun lalu di Brunei, Komang hanya mampu mengoleksi 3 perak dan 1 perunggu. “Kuncinya giat berlatih dan berlatih. Masih panjang perjalanan saya, doakan bisa membawa nama Indonesia harum di dunia internasional,” jelasnya. Satu perunggu Komang di dapat pada nomor beregu yakni estafet 4×100 meter gaya ganti putri. Komang dengan gaya punggung, Adelia (dada), Azzahra Permatahani (kupu) dan Adinda Larasati (bebas) mencatat waktu 4:24,59 detik. Di kategori putra juga dapat perunggu di nomor estafet 4×100 meter gaya ganti. Tim Indonesia beranggotakan AA Gede Oka Satria (punggung), Kamal Pasya (dada), Azel Zelmi (kupu) dan Agung Putro (bebas) mencatat waktu 3:59,20 detik. Di hari ketiga beberapa perenang yang memperoleh medali perak diantaranya Dwiki Anugrah di nomor 50 meter gaya punggung U 16-18 tahun (27,34 detik), Adinda Larasati Dewi nomor 100 meter gaya bebas (58,02 detik), Azzahra Permatahania nomor 200 meter gaya dada U 16-18 tahun (2:35,56 detik). Sedangkan perenang yang memperoleh perunggu adalah Sofie Kemala nomor 50 meter gaya punggung U 16-18 tahun putri (30,58 detik), Luh Putu Satya Putri nomor 50 M usia 14-15 tahun (31,56 detik), Panda Made Iron Digjaya di nomor 200 meter gaya dada U 16-18 tahun (2:20,59 detik), serta Azel Zelmi nomor 200 meter gaya kupu-kupu U 16-18 tahun (2:05,43 detik). Lalu, Albertus Andhika Bangun 200 M gaya kupu U 14-15 tahun (2:08,56 detik), Vanessa Sanjoyo 200 meter gaya kupu putri U 14-15 tahun (2:25,19 detik), Agung Putro nomor 1500 meter gaya bebas U 13 tahun (17:11,72 detik), Ernest Fabian Wijaya nomor 1500 meter gaya bebas U 14-15 tahun (16:42,16 detik). Tim Indonesia tahun ini, tak diperkuat dua perenang yang terpilih yakni Erick Ahmad Fathoni, dan perenang keturunan Indonesia-Amerika Serikat, Kaikea Putra Boyum Crews, yang tengah latihan dan bertanding di Amerika Serikat. Keduanya tak tampil, karena jadwal SEA Age Group berubah, dari semula bulan Oktober/November, maju menjadi Juli. (Ham)

Lolos Semifinal Piala AFF U-18, Timnas U-19 Tundukkan Vietnam U-19 Lewat Gol Semata Wayang

Striker Timnas U-19 asal klub Mitra Kukar, Muhammad Rafli Mursalim (9), mecentak gol tunggal kemenangan Timnas U-19 atas Vietnam U-19, dan meloloskan Indonesia ke semifinal Piala AFF U-18. (okezone.com)

Sidoarjo- Timnas U-19 memastikan diri lolos ke babak semifinal setelah mengalahkan Vietnam 1-0 pada babak penyisihan Grup A Piala AFF U-18 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (7/7). Striker klub Mitra Kukar, Muhammad Rafli Mursalim, yang masuk menggantikan Feby Eka putra di babak kedua, menjadi pahlawan dengan mencetak gol semata wayang timnas ke gawang Vietnam pada menit ke-80. Gol tersebut berawal dari aksi individual talenta muda Papua, Todd Rivaldo Alberth Ferre. Melakukan aksi solo run dari tengah, Todd berhasil melesahkan bola ke gawang Vietnam yang dijaga Yulinie. Selanjutnya sepakan keras Todd membentur tiang sisi kiri atas gawang Vietnam. Rafli yang berdiri bebas di dalam area kotak penalti, langsung menyambar bola rebound tersebut. Dengan hasil ini, Garuda Muda duduk di peringkat puncak sementara, dan mengumpulkan 12 poin dari 4 pertandingan. Timnas U-19 dengan 12 poin dari empat laga sudah sulit dikejar Vietnam U-19 yang mengoleksi tujuh poin. Sementara itu di peringkat kedua, menguntit Thailand U-19. The War Elephants menang melawan Filipina U-19 dengan skor telak 5-0. Hasil ini membawa Thailand U-19 mengoleksi 10 poin, dari empat pertandingan. Sementara dalam pertandingan lainnya, Laos U-19 menang 5-0 atas Singapura U-19. Laga terakhir Timnas U-19 kontra Thailand U-19 pada Senin (9/7), akan menentukan siapa yang menjadi juara grup. Nurhidayat Haji Haris dan kolega hanya butuh hasil imbang untuk mengunci status juara Grup A. (Dre) Hasil Piala AFF U-19 2018 Sabtu (7/7): Singapura 0-5 Laos Filipina 0-5 Thailand Indonesia 1-0 Vietnam Klasemen Timnas U-19 di Grup A Piala AFF U-18 No            Tim         Main    W     D    L    Gol    Poin 1. Indonesia U-19       4         4     0    0    10:1   12 2. Thailand U-19        4          3     1    0    14:0   10 3. Vietnam U-19        4          2     1    1    9:2      7 4. Laos U-19             4          1     0    3    6:8      3 5. Filipina U-19         4          1      0    3    3:15    3 6. Singapura U-19     4          0     0    4    1:17     0

Tak Hanya Diputar di Pulau Jawa, LIMA Basketball 2018 Kembali ke Medan

Event kompetisi bola basket antarmahasiswa LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference (SMC) 2018 region Sumatra, mulai berlangsung pekan ini mulai 6-13 Juli. (LIMA)

Medan- Liga Mahasiswa (LIMA) menggelar cabang olahraga bola basket di Medan pada 2016. Namun, tahun lalu, LIMA absen di Sumatra. Di musim keenam ini, LIMA menggelar kembali cabang basket dengan titel LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference (SMC) 2018. Kompetisi kali ini akan digelar di GOR Universitas Prima Indonesia (Unpri) Kampus 3, Medan, Sumatra Utara, mulai 6-13 Juli. Sehari setelah konferensi pers, technical meeting (TM) digelar pada Kamis (5/7), di Gedung Unpri Kampus 3. Pembahasan administrasi, regulasi kompetisi dan peraturan permainan dipimpin Azwar Muhlis, Manajer Departemen Kompetisi dan Pertandingan LIMA. Kompetisi akan digelar dengan sistem setengah kompetisi berisi tujuh tim putra. Tanpa pembagian grup, pengundian juga ditiadakan. Laga tim putri pun tak ada karena kurangnya peserta. Ketujuh tim adalah Universitas Prima Indonesia (Unpri), Universitas Eka Prasetya, UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Pekanbaru, Akademi Sekretari Manajemen (ASM) Cendana, Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara, Universitas Pelita Harapan (UPH) Medan, dan STMIK TIME. (Ham)

Paska Berlangsung di Jakarta, LIMA Basketball 2018 Pekan Ini Sambangi Bandung

Kegiatan technical meeting (TM) LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conferece (WJC) 2018 region Jawa Barat yang mulai berlangsung pekan ini mulai 6-13 Juli. (LIMA)

Bandung- Cabang olahraga bola basket disajikan Liga Mahasiswa (LIMA) sejak musim pertamanya. Pada musim keenamnya ini, LIMA menggelar LIMA Basketball fase conference di lima regional, yaitu Jakarta Raya, Jawa Barat, Sumatra, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Region Jakarta Raya telah sukses menghelat LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) pada 26 Juni – 2 Juli lalu. Saat ini, LIMA menyambangi region Jawa Barat dalam ajang bola basket antar mahasiswa dengan titel LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conferece (WJC) 2018. Kompetisi bola basket antarmahasiswa Jawa Barat ini berlangsung di GOR Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, pada 6-13 Juli. Sepuluh tim putra dan lima tim putri memastikan keikutsertaannya dalam LIMA Basketball: Blibli.com WJC 2018 ini. David Leopold Marthen, staf Departemen Kompetisi dan Pertandingan LIMA, memimpin kegiatan technical meeting (TM) yang digelar di Ruang Citra Hotel Citradream, Bandung, pada Jumat (5/7). TM digelar dengan agenda pembahasan administrasi kompetisi, regulasi kompetisi dan laws of the game. Dalam kesempatan itu, David menerangkan untuk pertandingan ini, pengundian pul tak dilakukan. Penentuan klasemen berdasarkan nilai koefisien setiap universitas yang telah diakumulasikan, sejak musim ketiga hingga keenam ini. (Ham) Klasemen LIMA Basketball: Blibli.com WJC 2018: Putra Pul A: Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Telkom University STIE Kesatuan Bogor Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos) Pul B: Universitas Widyatama (Utama) Universitas Pedidikan Indonesia (UPI) Universitas Padjadjaran (Unpad) Universitas Komputer Indonesia (Unikom) STIE Ekuitas Putri Pul X: Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Universitas Pedidikan Indonesia (UPI) Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Telkom University Universitas Padjadjaran (Unpad) STIE Kesatuan Bogor

Digasak Myanmar 1-6 di Laga Ketiga Piala AFF Wanita 2018, Indonesia Akhirnya Tersisih

Bek Timnas Wanita Indonesia, Safira Ika Putri (2) mempertahankan bola dari pemain Vietnam, Nguyen Thi Tuyet (7). Indonesia akhirnya harus tersingkir dari fase grup AFF Women Championship 2018. (tempo.co)

Palembang- Kemenangan tiga kali berturut-turut pada Timnas U-19 pada AFF U-18 Championship, berbanding tebalik dengan hasil yag dicapai Timnas Wanita Indonesia. Garuda Pertiwi tak semujur anak asuh Indra Sjafri, dalam laga lanjutan AFF Women’s Championship 2018. Timnas Wanita Indonesia akhirnya terhenti di fase grup Piala AFF Wanita 2018. Kekalahan 1-6 dari Myanmar di laga ketiga Grup B di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kamis (5/7) malam, jadi sebabnya. Indonesia sudah kebobolan ketika laga berjalan empat menit. Win Theingi Tun menjadi penjebolnya. Indonesia kebobolan lagi pada menit ke-12, kembali lewat Win Theingi Tun. Kiper Indonesia harus kembali memungut bola usai Thandar Moe mencetak gol pada menit ke-24. Indonesia tertinggal 0-3 di babak pertama. Tiga gol lagi harus diterima Srikandi Indonesia di paruh kedua. Win Theingi Tun mencetak dua gol lagi pada menit ke-56 dan 65. Indonesia sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Yudith Herlina Sada pada menit ke-66, namun terasa sia-sia mengingat Myanmar mencetak gol pada menit ke-84 melalui July Kyaw. Hasil ini membuat Indonesia tetap dengan satu poin dari tiga pertandingan. Tim yang dilatih Satia Bagdja Ijatna ini dipastikan tersingkir. Poin maksimal yang bisa diraih dengan satu laga sisa, tak akan cukup membeli tiket ke babak berikutnya. Sementara tambahan tiga angka membuat Myanmar mengoleksi enam poin dari dua pertandingan. Jumlah poin sama dengan Vietnam, namun kalah selisih gol sehingga berada di tempat kedua. Vietnam di laga kedua kembali membabi buta, setelah menggilas habis Singapura 10-0. Sebelumnya mereka mencukur Indonesia 6-0. Kesepuluh gol Vietnam dalam laga di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kamis (5/7) sore, dibuat Nguyen Thi Thuy Hang (12′, 40′, 70′), Hong Thi Loan (27′), Nguyen Thi Tuyet Dung (31′, 33′), Nguyen Thi Van (54′, 65′, 77′), Pham Hoang Quynh (62′). (Dre) AFF Women’s Championship 2018 Grup B Klasemen No Tim Main W D L Gol Poin 1. Vietnam 2 2 0 0 16:0 6 2. Myanmar 2 2 0 0 10:1 6 3. Filipina 2 1 0 1 3:4 3 4. Singapura 3 0 1 2 0:13 1 5. Indonesia 3 0 1 2 1:12 1 Jadwal dan Hasil AFF Women’s Championship 2018 Babak penyisihan grup 30 Juni 2018 Grup A Malaysia 0-7 Australia Kamboja 12-0 Timor Leste 1 Juli 2018 Grup B Filipina 0-4 Myanmar Singapura 0-0 Indonesia 2 Juli 2018 Grup A Timor Leste 0-8 Thailand Kamboja 0-4 Malaysia 3 Juli 2018 Grup B Indonesia 0-6 Vietnam Singapura 0-3 Filipina 4 Juli 2018 Grup A Thailand 11-0 Kamboja Australia 9-0 Timor Leste 5 Juli 2018 Grup B Vietnam 10-0 Singapura Myanmar 6-1 Indonesia Sabtu, 7 Juli 2018 19.00 WIB: Indonesia vs Filipina

Bersusah Payah di Laga Ketiga Piala AFF U-18, Kaki Kiri Dominasi Gol Indonesia Atasi Filipina

Saddil Ramdani (15) mencetak dua dari empat gol kemenangan Timnas U-19 atas Filipina U-19 dalam lanjutan AFF U-18 Championship, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (5/7). (liputan6.com)

Sidoarjo- Setelah melibas Laos dan Singapura, dalam lanjutan AFF U-18 Championship, laga ketiga tetap berpihak kepada Timnas U-19. Menghadapi Filipina U-19 yang dihelat di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (5/7), Saddil Ramdani dan kolega menang dengan skor telak 4-1, meski diraih dengan susah payah. Mengambi inisiatif serangan selepas peluit awal dibunyikan, Timnas U-19 mendominasi pertandingan hingga 15 menit awal. Namun, rapatnya pertahanan Filipina, seolah memaksa pemain Indonesia harus mencari ruang sempit demi menciptakan gol. Justru Filipina yang bertubi-tubi ditekan Indonesia, mampu memanfaatkan peluang dari tendangan bebas. Sepakan kaki kiri Chester Cio di menit 27, sanggup menembus jala gawang Merah Putih Muda, yang dijaga Muhammad Riyandi. Melakukan rotasi pemain pada laga ini, membuat juru taktik Garuda Muda, Indra Sjafri seolah kebingungan. Pada menit ke-35, Saddil Ramdani yang sempat duduk di bangku cadangan, akhirnya masuk menggantikan Samuel Christianson Simanjuntak. Namun, masuknya Saddil dalam upaya mengejar ketertinggalan, masih belum berhasil, hingga 45 menit pertama selesai. Usai turun minum, Indra mulai mencoba beberapa pilar seperti Rivaldo Todd Ferre dan Syahrian Abimanyu, agar skema permainan lebih agresif dan dominan. Tebalnya pertahanan Filipina membuat emosi pemain Indonesia terpancing. Winger Witan Sulaiman mendapatkan kartu kuning pertamanya di menit ke-68, lantaran menjatuhkan pemain Filipina dengan keras. Usaha demi usaha Timnas U-19 yang tak kunjung lelah, akhirnya menciptakan gol. Pada menit ke-81, tembakan spekulasi kaki kiri Saddil dari luar kotak pinalti buah kerjasama antara Todd Ferre dan Witan, merobek sisi kiri gawang Filipina. Selang satu menit kemudian, pada menit ke-82, Indonesia menggandakan skor dari sundulan bek asal klub PSMS Medan, Firza Handik. Tak berhenti disitu, Saddil kembali mencetak gol di menit ke-85, yang juga berasal dari sepakan keras kaki kirinya di luar kotak pinalti. Gol tambahan Garuda Nusantara sekaligus penutup kemenangan, diperoleh pada menit ke-90. Berawal umpan datar dari Rifad Marasabessy kepada gelandang Papua, Todd Ferre, yang berani melakukan penetrasi ke kotak penalti, hingga mengecoh kiper dan bek Filipina. Indra pun mengapresiasi permainan anak asuhnya meski sempat tertinggal. “Sebenarnya kami sudah unggul permainan dari awal, namun lebih dulu kecolongan. Tapi, saya sangat berterima kasih pada anak-anak, mereka mampu bangkit dan mengatasinya dengan baik”, ujarnya. Kemenangan 4-1 atas Filipina membuat Indonesia makin kokoh di puncak klasemen Grup A Piala AFF U-18, dengan torehan 9 poin. Garuda Muda kini unggul dua poin dari Thailand dan Vietnam yang sama-sama berhasil meraih kemenangan atas lawan-lawannya. Selain itu, membuka peluang besar lolos ke fase berikutnya. Dua hari berselang, Timnas U-19 akan ditantang oleh Vietnam, di stadion yang sama pada Sabtu (7/7) pukul 18.30 WIB. (Dre) Hasil Piala AFF U-18, Kamis (5/7) Laos 1-4 Vietnam Thailand 6-0 Singapura Filipina 1-4 Indonesia. Grup A Klasemen No    Tim           Main  W   D    L    Gol   Poin 1. Indonesia U-19   3     3    0     0   9:1     9 2. Thailand U-19     3     2    1     0   9:0     7 3. Vietnam U-19     3     2    1     0   9:1     7 4. Filipina U-19       3    1     0     2   3:10    3 5. Laos U-19          3     0     0    3   1:8     0 6. Singapura U-19  3     0     0    3   1:12    0 Jadwal Timnas U-19 berikutnya Sabtu, 7 Juli 2018 19.00 WIB: Indonesia vs Vietnam Senin, 9 Juli 2018 19.00 WIB: Thailand vs Indonesia

Yakin Lawan Termasuk ‘Ringan’, Timnas U-23 Pede Lolos Penyisihan Grup Asian Games 2018

Skuad Timnas U-23 (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 memiliki peluang positif untuk lolos dari penyisihan grup ajang Asian Games 2018. Dari hasil undian pembagian grup yang dilaksanakan di Jakarta, Kamis (5/7), tim asuhan Luis Milla Aspas berada di grup yang relatif mudah. Indonesia tergabung di grup A bersama Hogkong, Laos, dan Taiwan. Pada undian in Indonesia sebagai tuan rumah ditempatkan sebagai unggulan pertama. Sekretaris Jendral PSSI Ratu Tisha Destria cukup senang dengan hasil undian itu. “Jika melihat hasil undian, tentu ini cukup bagus untuk timnas putra,” ujar Ratu. “Timnas sudah melakukan persiapan yang matang dan sudah beruji coba dengan lawan yang lebih tangguh seperti Bahrain, Uzbekistan, Korea Selatan, Korea Utara, Thailand, dan Jepang,” tambahnya. Ia berharap hasil undian itu memudahkan langkah Indonesia untuk lolos. Cabang sepak bola putra diikuti 24 peserta–bukannya 32 seperti yang selama ini diberitakan–yang terbagi dalam enam grup. Masing-masing grup terdiri atas empat tim. Dua tim terbaik otomatis lolos ke babak 16 besar ditambah tiga tim peringkat terbaik dari empat grup. “Hasil drawing ini memang kami tunggu-tunggu, karena ini akan berimbas pentng saat latihan terakhir kami nanti di kawasan Bali,” kata manajer timnas U-23, Endri Erawan menanggapi hasil undian. “Pelatih Luis Milla akan menyiapkan menu latihan, disesuaikan dengan lawan-lawan yang dihadapi baik penyisihan grup atau babak selanjutnya,” kata Endri lagi. Mengenai peluang dalam persaingan di grup, Timnas U-23 optimistis mampu lolos dari penyisihan grup A. “Saya yakin mampu lolos dari penyisihan grup. Bukan menganggap enteng, namun sikap optimistis harus selalu ditumbuhkan dalam diri seluruh tim. Lagi pula kami sudah lama mempersiapkan tim, baik melalui latihan maupun uji coba,” ujar Endri lagi. Sementara cabang sepak bola putri, diikuti sebanyak 11 peserta yang dibagi dalam tiga grup. Indonesia tergabung di grup A bersama Korea Selatan, Taiwan, dan Maladewa. Dua tim terbaik masing-masing grup langsung lolos ke babak perempat final ditambah dua tim peringkat tiga dari grup A dan B. Pertandingan untuk sepak bola putra akan dilangsungkan di empat stadion, yakni Stadion Patriot Bekasi untuk grup A dan B, Stadion Pakansari Cibinong untuk grup C, dan Stadion Wibawa Mukti Bekasi grup D. Sementara laga grup E dan F akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat Bandung. Untuk Semifinal dan laga Final dilangsungkan di Stadion Pakansari. Adapun pertandingan sepak bola putri akan dilangsungkan di Palembang, Sumatera Selatan. (Ham) Grup Sepak Bola Putra: Grup A 1. Indonesia 2. Hongkong 3. Laos 4. China Taipe Lokasi: Stadion Patriot Bekasi Grup B 1. Thailand 2. Uzbekistan 3. Bangladesh 4. Qatar Lokasi: Stadion Patriot Bekasi Grup C 1. Irak 2. China 3. Timor Leste 4. Syiria Lokasi: Stadion Pakansari Grup D 1. Jepang 2. Vietnam 3. Pakistan 4. Nepal Lokasi: Stadion Wibawa Mukti Bekasi Grup E 1. Korea Selatan 2. Kyrgistan 3. Malaysia 4. Bahrain Lokasi: Stadion Si Jalak Harupat Bandung Grup F 1. Korea Utara 2. Saudi Arabia 3. Iran 4. Mynamar Lokasi: Stadion Si Jalak Harupat Bandung Grup Sepak Bola Putri: Grup A 1. Indonesia 2. Korea Selatan 3. China Taipe 4. Maldives Lokasi Stadion Gelora Sriwijaya Grup B: 1. Korea Utara 2. China 3. Hongkong 4. Tajikistan Lokasi: Stadion Gelora Sriwijaya dan Bumi Sriwijaya Grup C: 1. Jepang 2. Vietnam 3. Thailand Lokasi: Stadion Bumi Sriwijaya

Disorot Jarang Kompetisi, Indonesia Dicukur Vietnam di Piala AFF Putri Dan Tergelincir ke Dasar Klasemen

Timnas putri Indonesia terjerembab di dasar Klasemen Grup B AFF Women's Championship 2018, usai menderita kekalahan telak 0-6 dari timnas Vietnam. (tribunnews.com)

Jakarta- Timnas putri Indonesia gagal memetik hasil positif pada pertandingan kedua penyisihan grup B AFF Women’s Championship 2018, usai dikalahkan Vietnam dengan skor telak 0-6, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Selasa (3/7). Sejak menit awal, timnas sudah kedodoran dalam mengimbangi permainan tim Vietnam. Persoalan kondisi fisik pemain Indonesia yang menurun menjadi penyebab utamanya. Dengan masa recovery (pemulihan) hanya satu hari, praktis Zahra Musdalifah dan rekan-rekan gagal mengimbangi pemain Vietnam yang bugar, karena baru memulai laga perdana. Pada menit ke-2, gawang timnas sudah kebobolan melalui sepakan Huynh Nhu. Setelah gol pertama itu, Timnas semakin merapatkan barisan pertahanan sehingga permainan hanya berlangsung di wilayah kotak penalti Indonesia. Lantaran tak mampu menghalau serangan bergelombang Vietnam, satu per satu gol terjadi diawali menit ke-28 melalui Nguyen Thi Van dari luar kotak penalti. Mendapati kondisi tim yang terus melemah, pelatih Timnas Satia Bagdja Ijatna merotasi pemain, dengan menarik Susi Susanty dan digantikan Maulina Novryliani. Namun masuknya darah segar ini tetap tidak cukup membantu karena kembali Vietnam mencetak gol melalui Pham Hai Lieu yang memenangkan kemelut di mulut gawang. Hingga turun minum skor tetap bertahan 3-0 untuk keunggulan Vietnam. Memasuki babak kedua, kembali Vietnam menghentak barisan pertahanan Timnas. Thai Thi Loan langsung berhasil mencetak gol keempat Vietnam ketika pertandingan baru dimulai dua menit. Sebenarnya timnas memiliki peluang, andai saja ada pemain yang mampu mendukung pergerakan Mayang. Striker mungil ini terlihat masih bugar, dan beberapa kali berupaya menjemput bola ke lini tengah. Namun, lemahnya dukungan ke depan membuat Mayang tak bisa mencetak gol. Permainan timnas juga sempat menanjak ketika dua pemain dimasukkan, Jessela Arifya Sari dan Safira Ika menggantikan Tugiyati dan Risda Yulianti, terutama saat membangun serangan dari sayap. Namun, kemampuan fisik yang kedodoran membuat sejumlah kesalahan mulai terjadi di akhir-akhir babak. Vietnam akhirnya mampu menambah dua gol lagi melalui Huynh Nhu pada menit ke-52, dan Nguyen Thi Tuyet pada menit ke-63, sehingga skor akhir untuk kemenangan Vietnam 6-0. Paska laga, Satia mengatakan, kondisi fisik yang menurun jadi penyebab utama kekalahan dengan skor telak 6-0. “Tak bermaksud mencari alasan karena Vietnam memang bermain bagus, tapi turnamen Piala Dunia saja diberikan recovery empat hari, sementara ini cuma sehari usai lawan Singapura,” tegas Satia. “Kami coba sedikit rotasi, tapi kenyataan harus kembali mengeluarkan pemain yang sebenarnya coba kami istirahatkan. Tapi saya berterima kasih kepada pemain yang tetap bermain ngotot. Mungkin kalau pemain biasa sudah stop, kalau diserang terus seperti itu, karena pasti capek sekali kalau dibayangkan,” lanjutnya. Sedangkan arsitek Vietnam, Mai Duc Chung mengatakan, meski timnya menang tapi juga mengapresiasi permainan Indonesia. “Tim Indonesia bagus, tapi karena sudah lama tak berkompetisi di turnamen internasional membuat sedikit kesulitan,” kata Mai. “Saya tak bisa katakan ini pertandingan yang mudah. Indonesia jelas sekali telah berkembang sejak pertemuan terakhir kali,” ungkapnya seperti dikutip dari AFC. “Ini adalah pertandingan yang sulit, tapi pemain tentunya mendapatkan pelajaran yang berharga dari pertandingan ini,” pungkasnya. Kemenangan atas Indonesia membuat Vietnam memimpin klasemen sementara Grup B. Sementara Indonesia harus puas sebagai juru kunci. Paska menghadapi Vietnam, masih ada dua laga krusial yang menanti Indonesia di laga Piala AFF Putri 2018. (Ham) KLASEMEN GRUP B AFF WOMEN’S CHAMPIONSHIP 2018 No. Tim M N S K Gol Poin 1 Vietnam 1 1 0 0 6-0 3 2 Myanmar 1 1 0 0 4-0 3 3 Filipina 2 1 0 1 3-4 3 4 Singapura 1 0 1 0 0-0 1 5 Indonesia 2 0 1 1 0-6 1 Jadwal dan Hasil Laga AFF Women Championship 2018. Babak penyisihan grup 30 Juni 2018 Grup A Malaysia 0-7 Australia Kamboja 12-0 Timor Leste 1 Juli 2018 Grup B Filipina 0-4 Myanmar Singapura 0-0 Indonesia 2 Juli 2018 Grup A Timor Leste 0-8 Thailand Kamboja 0-4 Malaysia 3 Juli 2018 Grup B Indonesia 0-6 Vietnam Singapura 0-3 Filipina 4 Juli 2018 Grup A 16.00 WIB Thailand Vs Kamboja 19.00 WIB Australia Vs Timor Leste 5 Juli 2018 Grup B 16.00 WIB Vietnam vs Singapura 19.00 WIB Myanmar vs Indonesia

Daftar Unggulan Sepak Bola Asian Games 2018 Muncul, Timnas U-23 Terhitung ‘Aman’

Timnas U-23 beruntung, karena dipastikan tak akan masuk ke dalam satu grup dengan tim besar, sesuai hasil keputusan OCA penempatan Pot tim unggulan Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tim-tim unggulan kompetisi sepak bola Asian Games 2018 resmi diumumkan oleh Olympic Council of Asia (OCA). Sebanyak 32 negara terlibat dalam pesta olahraga yang akan digelar di Jakarta-Palembang itu, ditempatkan dalam empat pot, masing-masing pot diisi oleh 8 tim. Indonesia sebagai tuan rumah, masuk ke dalam pot tim unggulan pertama. Di pot ini, Indonesia ditemani tujuh negara kuat lainnya yakni Jepang, Korea Selatan, Iran, Arab Saudi, Iraq, Suriah, dan Uzbekistan. Pembagian ini dilakukan dalam pertemuan OCA yang digelar pada Senin (25/6) lalu Artinya, Indonesia dipastikan tak akan tergabung di Grup A bersama tim-tim itu seperti Korsel, yang merupakan juara bertahan atau Irak yang merupakan peraih medali perunggu. Sementara itu, Thailand yang merupakan salah satu tim kuat di Asia Tenggara, hanya ditempatkan di pot kedua. Thailand akan bergabung bersama Cina, Korea Utara, Oman, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Kyrgyzstan. Dalam menentukan daftar tim unggulan, OCA mempunyai aturan tersendiri. Yakni berdasarkan rekam jejak masing-masing negara pada turnamen Asian Games edisi-edisi sebelumnya. Contohnya, seperti finalis Piala Asia U-23 2018, Vietnam. Meski jadi runner-up di Piala Asia, namun Vietnam justru ditempatkan pada pot 3. Sebab, Vietnam hanya mampu mencapai babak 16 besar pada Asian Games di Incheon empat tahun lalu. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat Piala Asia dan Asian Games digelar oleh dua badan yang berbeda yakni AFC dan OCA. Sehingga, penempatan pot ditentukan berdasarkan performa ajang terakhir, saat Vietnam hanya mampu menembus babak 16 besar Asian Games 2014. Indonesia beruntung, karena dipastikan tak akan masuk ke dalam satu grup dengan tim besar. Namun, skuad asuhan Luis Milla Aspas ini tetap harus waspada dengan kekuatan tim, dari pot dua dan tiga. Sehingga negara Cina, Korea Utara, Thailand, atau Vietnam, bakal tak berjumpa Febri Haryadi dkk. Pembagian grup cabor sepakbola Asian Games 2018 akan diundi pada 25 Juli, sebelum turnamen ini dimulai pada 15 Agustus. Setiap tim hanya dapat mendaftarkan 20 pemain, 17 diantaranya berusia di bawah 23 tahun, kemudian sisanya boleh diisi oleh pemain senior. Asian Games edisi tahun ini diperkirakan akan berlangsung kompetitif. Masing-masing negara telah mempersiapkan timnya dengan matang. Vietnam, salah satunya, berencana untuk mengadakan pertandingan uji coba dengan Barcelona B, Oman, dan Uzbekistan, pada awal Agustus mendatang. Sementara itu, salah satu tim kuat lainnya, Korea Selatan, dipastikan tampil maksimal usai tersingkir dari fase grup Piala Dunia pasca takluk atas Swedia dan Meksiko. Pemain bintang mereka, Son Heung-min juga tengah melakukan pembicaraan dengan klubnya, Tottenham Hotspurs, agar diizinkan berlaga di Asian Games. (Dre) Pot Tim Unggulan Asian Games 2018 Cabor Sepak Bola Pot 1 Indonesia, Jepang, Suriah, Korea Selatan, Uzbekistan, Arab Saudi, Iran, Irak Pot 2 Cina, Korea Utara, Oman, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kyrgyzstan, Thailand Pot 3 Malaysia, Laos, Vietnam, Yordania, Yaman, Bangladesh, Filipina, Hong Kong Pot 4 Nepal, India, Kamboja, Timor Leste, Tajikistan, Singapura, Myanmar, Palestina