John Herdman berharap menemukan pemain muda potensial di Liga 2

John Herdman

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengatakan tujuannya menonton pertandingan Liga 2 Indonesia atau Championship adalah berharap dapat menemukan pemain muda potensial. Hal ini dikatakan oleh Herdman setelah ia menonton secara langsung pertandingan Championship Grup A antara Garudayaksa menghadapi Persekat Tegal di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu. “Sangat penting untuk memahami apa yang ada di bawah divisi pertama (Super League) di sini. Penting untuk mengetahui pemain muda mana yang sedang muncul. Di level ini Anda bisa melihat banyak pemain yang jauh lebih muda. Pemain yang tengah berjuang untuk mendorong dirinya ke level selanjutnya,” kata Herdman. Laga itu dimenangkan oleh tuan rumah Garudayaksa dengan skor 2-1. Diawali oleh gol Alfin Kelilaw (24’), Garudayaksa memastikan kemenangannya pada menit-menit akhir melalui gol sundulan Adittia Gigis (89’), setelah tim tamu sebelumnya memaksa skor imbang sejak menit ke-78 berkat gol Hamdi Sula. Kemenangan ini membuat Garudayaksa menjaga puncak klasemen Grup A dengan 37 poin, selisih satu poin dengan Adhyaksa yang menempel di posisi kedua. Pertandingan antara Garudayaksa melawan Persekat adalah laga Liga 2 pertama yang disaksikan oleh Herdman setelah sebelumnya ia memantau beberapa laga Super League atau Liga 1. “Jadi, saya pikir di 10 tahun awal karier Anda penting untuk melihat segalanya. Setiap level di kompetisi dan untuk memahami strukturnya seperti apa, fasilitasnya seperti apa, intensitasnya seperti apa. Jadi, ini adalah pengalaman yang bagus,” kata pelatih asal Inggris tersebut. Sementara itu, pemain Garudayaksa Andik Vermansah mengaku kaget melihat kedatangan Herdman. Ia mengaku, tak mungkin pelatih timnas Indonesia itu sedang memantau aksinya, mengingat usianya sudah tak muda dan juga sangat lama tak masuk panggilan tim Garuda. “’Wah, lihat siapa ini? Tidak mungkin saya,” kata pemain 34 tahun itu. Lebih lanjut, ia berharap Herdman dapat menemukan pemain muda potensial dari timnya untuk ke depan membela tim nasional. Dalam hal ini, Andik menyebut nama salah satu pencetak gol kemenangan, Alfin Kelilauw. Menurutnya, pemain berusia 19 tahun yang musim ini sudah mengemas satu gol dan tiga assist itu layak dicoba untuk bermain di tim Garuda. “Saya berharap dari tim Garudayaksa, terus terang banyak pemain-pemain muda yang berbakat. Semoga bisa dicoba begitu. Seperti contohnya, maaf, Alfin Faiz Kelilauw sangat mempunyai prospek yang sangat bagus menurut saya. Insya Allah ingin saya Alfin bisa ke timnas suatu saat nanti,” kata Andik.

Piala Asia U23: Kalahkan Korsel Adu Penalti, Vietnam Finis Ketiga

Timnas Vietnam U23

Vietnam berhasil menuntaskan Piala Asia U-23 2026 dengan merebut tempat ketiga. Golden Star Warriors mengalahkan Korea Selatan dengan skor 7-6 di adu penalti. Vietnam vs Korea Selatan berlangsung di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (23/1/2026) malam WIB. Vietnam memimpin 1-0 di babak pertama pada menit ke-31. Nguyen Quoc Viet mencetak gol di menit ke-30 lewat skema serangan balik. Korsel menyamakan skor menjadi 1-1 di menit ke-69. Gol Korsel dicetak oleh Kim Tae-won. Vietnam dengan cepat mencetak gol balasan untuk memimpin 2-1. Pasukan Kim Sang-sik memimpin berkat gol Nguyen Dinh Bac di menit ke-1 lewat tendangan bebas. Vietnam harus bermain dengan 10 orang di menit ke-86. Nguyen Dinh Bac, yang merupakan kapten tim, diganjar kartu merah akibat tekel keras ke lawan. Korsel mampu memaksakan laga waktu normal tuntas 2-2 berkat gol Shin Min-ha di menit ketujuh injury time. Pertandingan pun dilanjutkan ke tambahan 2×15 menit. Tidak ada gol selama waktu tambahan 2×15. Pemenang di laga ini harus dicari lewat adu penalti. Skor adu penalti terus imbang 5-5 setelah kedua negara menurunkan lima eksekutor. Vietnam pada akhirnya berhasil menang saat kedua tim sudah masuk penembak ketujuh. Vietnam finis ketiga setelah mengalahkan Korsel dengan skor 7-6. Pada laga final Piala Asia U-23 2026 ada duel China vs Jepang. Pertandingan bergulir di Prince Abdullah Al-Faisal Sports City Stadium, Sabtu (24/1/2026) malam WIB.

PSSI Resmi Jalin Kerja Sama dengan Kelme

PSSI & Kelme

PSSI melakukan kerja sama dengan brand ternama asal Spanyol yakni Kelme sebagai apparel resmi Timnas Indonesia di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (23/1) sore. Melalui PT. GSI (Garuda Sepak Bola Indonesia), kerja sama antara PSSI dan Kelme akan berjalan empat tahun, terhitung sejak 2026 hingga 2030. Kerja sama ini membuat Kelme akan menjadi apparel Timnas di semua level seperti senior, wanita, hingga kelompok usia. Menariknya, Kelme juga akan menjadi apparel dari Timnas Futsal Indonesia, terhitung mulai Maret 2026. Dibuka pada 3 Juli 2025, proses pemilihan apparel Timnas Indonesia dilakukan dengan mekanisme tender yang transparan dan kredibel. Tender diikuti oleh tujuh merek ternama dari dalam dan luar negeri. Kelme berhasil menang karena berbagai pertimbangan. Pertama, dari sisi kapasitas manufakturnya yang unggul, di mana Kelme menjanjikan kualitas material terbaik di dunia. Selain itu, reputasi Kelme sebagai sponsor global AFC, hingga berbagai Timnas dan klub sepakbola elit di berbagai benua menjadi bukti dan rekam jejak Kelme. Namun, landasan yang menjadi landasan utama kerja sama ini adalah kesamaan visi dalam membangun sepakbola antara PSSI dan Kelme. “Melalui kolaborasi dengan PSSI, Kelme hadir buka hanya sebagai penyedia apparel, tetapi sebagai rekan yang tumbuh bersama Timnas Indonesia dalam setiap proses, tantangan, dan pencapaian,” ucap CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya.

Hasil Drawing ASEAN Hyundai Cup 2026

Trofi ASEAN Hyundai Cup 2026

Tim nasional sepak bola Indonesia masuk ke dalam Grup A bersama juara bertahan Vietnam, selain itu ada Singapura, Kamboja dan tim pemenang play-off. Ini merupakan hasil pengundian (drawing) Kejuaraan ASEAN Hyundai Cup 2026 yang dilaksanakan di Studio RCTI+ Kebun Jeruk, Jakarta, Kamis (15/1) sore. Sementara, di Grup B dihuni Thailand, Malaysia, Philipina, Myanmar dan Laos. Timnas Indonesia akan berlaga di Kejuaraan sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara, ASEAN Hyundai Cup 2026. Kejuaraan ini merupakan edisi ke-30 sejak digelar untuk pertama kalinya di tahun 1996. ASEAN Hyundai Cup 2026 akan menjadi panggung bagi tim-tim sepak bola terbaik kawasan untuk memperebutkan mahkota Juara ASEAN, yang saat ini dipegang Vietnam setelah mengalahkan Thailand di final edisi tahun 2024 lalu. Hyundai Cup akan berlangsung pada 27 Juli hingga 26 Agustus mendatang, diikuti 11 negara peserta yang akan saling bersaing menjadi yang terbaik. Salah satunya harus melalui kualifikasi atau play-off yang digelar 2 dan 6 Juni 2026 yang akan diperebutkan oleh Brunei Darussalam dan Timor Leste. Pada fase grup, setiap tim akan menjalani empat pertandingan, terdiri dari dua laga kandang dan dua laga tandang.Tim yang finis sebagai juara grup dan runner-up berhak melaju ke babak semifinal. Pada fase empat besar, pertandingan akan dimainkan dalam format dua leg kandang dan tandang, begitu pula dengan partai final. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, yang hadir pada pengundian ini menyebut, timnas Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menang. Indonesia diketahui sebanyak enam kali menjadi semifinalis pada penyelenggaraan Kejuaraan ASEAN yang dulu dikenal dengan Piala AFF ini. “Saya rasa ini adalah kesempatan besar, kita sudah jadi semifinalis enam kali. Turnamen ini sangat bergengsi, punya level yang top. Tim-tim yang bermain punya kekuatan seimbang dan kita punya kesempatan (untuk menang),” harapnya saat doorstop bersama awak media. Hasil Drawing ASEAN Championship 2026: Grup A: Vietnam, Singapura, Indonesia, Kamboja, Brunei Darussalam/Timor Leste Grup B: Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, Laos

John Herdman Resmi Diperkenalkan

John Herdman

John Herdman resmi diperkenalkan PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia melalui jumpa media yang digelar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1). Pada kesempatan ini hadir Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dua Wakil Ketua Umum yakni Zainudin Amali, Ratu Tisha Destria, serta sejumlah anggota Komite Eksekutif yakni Sumardji, Endri Erawan, Vivin Sungkono, Rudy Yulianto, Ahmad Riyadh, Muhammad, dan Sekjen Yunus Nusi. Selain itu hadir Direktur Teknik Alexander Zweirs dan Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto. Pelatih asal Inggris ini menyampaikan rasa senang untuk lebih memahami karakter, kultur dan hal-hal baru khususnya untuk peningkatan prestasi sepak bola Indonesia menuju prestasi dunia. “Saya senang datang ke Indonesia bersama keluarga saya. Ini adalah negara baru, kebudayaan baru dan negara dengan fans sepak bola yang luar biasa. Ini adalah kesempatan untuk membawa prestasi sepak bola Indonesia ke panggung dunia,” kata John Herdman. “Terima kasih kepada PSSI yang sudah memberi kepercayaan saya menjadi pelatih baru Timnas Indonesia,” tambah pelatih berusia 50 tahun tersebut. Sebagai pelatih timnas Indonesia, John pun siap menyatukan potensi- potensi seluruh pemain, entah dari diaspora maupun lokal asal punya kualitas dan kriteria yang diinginkannya. Dia akan mengkombinasikan menjadi potensi yang positif untuk Indonesia. “Bagi saya, saya melihat peluang dan yang terpenting adalah menerima keberagaman ini sebagai kekuatan besar untuk Garuda,” urainya. John menilai, timnas Indonesia telah mengambil langkah dan impian besar menuju Piala Dunia 2026 namun tidak lolos. Untuk itu, dia sadar tuntutan itu akan segera berada dihadapannya. “Tentu ada tekanan, jelas, mengingat apa yang disebutkan sebelumnya, sudah dekat, tetapi belum berhasil. Jadi, apakah sudah siap menghadapi tekanan ini, terutama dari para penggemar. Anda datang ke sebuah organisasi, memimpin sebuah tim, memikul beban sebuah bangsa. Dan beban itu bisa, bisa menjadi sebuah kutukan, atau bisa menjadi sebuah berkah,” urainya lagi. “Kami akan mengolahnya menjadi sebuah berkah. Ini akan menjadi sebuah peluang besar yang akan terus saya bagikan kepada para pemain, karena saya pernah mengalami momen ketika sebuah negara berhenti sejenak, dan Anda lolos untuk pertama kalinya. Saya telah mengalami momen itu,” tuturnya usai mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 sejak 1986. John Herdman mendapatkan kontrak selama 2 tahun oleh PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia dan opsi perpanjangan kontrak kedepannya.

PSSI Resmi Tunjuk John Herdman

John Herdman

PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, pada Sabtu, 3 Januari 2026, menandai dimulainya era baru sepak bola nasional. Herdman bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman membawa team ke Piala Dunia. PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016. Sementara itu, di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022, momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia. Pada tahun 2026, Herdman dan Timnas Indonesia telah menanti agenda padat. Timnas Senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026, dilanjutkan agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026.

Nilai Pasar Jay Idzes Naik Drastis, Setara Skuad Malaysia

Jay Idez

Nilai pasar Jay Idzes kembali menjadi sorotan setelah grafik harganya melonjak tajam sepanjang 2025. Bek tengah Timnas Indonesia yang kini membela Sassuolo di Serie A itu resmi menyentuh nilai 10 juta euro, atau sekitar Rp197 miliar. Angka ini menjadikannya salah satu pemain dengan valuasi tertinggi di kawasan Asia Tenggara, bahkan lebih mahal dari total nilai pasar timnas Malaysia. Kenaikan ini terbilang luar biasa. Pada awal 2023, saat baru bergabung dengan Venezia, nilai Jay masih berada di kisaran 600 ribu Euro. Dua tahun berselang, grafiknya melonjak lebih dari 16 kali lipat. Performa solid di Italia, menit bermain yang konsisten, dan ketertarikan klub-klub besar seperti AC Milan, Inter Milan, hingga Fiorentina membuat harga Jay terus naik. Di Sassuolo musim 2025/2026, Jay menjadi andalan di jantung pertahanan. Ia sudah tampil dalam 15 pertandingan Serie A dan berduet erat dengan Tarik Muharemovic. Duet ini menghasilkan enam kemenangan dan tiga hasil imbang, dengan empat di antaranya mencatatkan clean sheet. Catatan ini mempertegas reputasi Jay sebagai bek modern dengan distribusi bola yang rapi, duel udara kuat, dan kemampuan membaca permainan yang matang. Tak heran jika Transfermarkt menempatkannya sebagai pemain termahal se-ASEAN saat ini. Bahkan, nilai individunya mampu menyamai atau melampaui valuasi beberapa tim nasional di kawasan. Lebih Mahal dari Timnas Malaysia dan Vietnam Jika dibandingkan dengan tim nasional Asia Tenggara, posisi Jay terlihat semakin mencolok. Valuasi terbaru mencatat bahwa: Timnas Malaysia (tanpa pemain naturalisasi yang sedang dihukum FIFA) memiliki total nilai pasar sekitar 7,75 juta euro. Timnas Vietnam berada di angka 6,25 juta euro. Thailand menjadi satu-satunya tim yang mendekati angka Jay, dengan total pasar 9,08 juta Euro. Artinya, nilai satu orang Jay Idzes setara atau bahkan lebih tinggi daripada nilai seluruh skuad Malaysia atau Vietnam. Ini menjadi fenomena unik di kawasan ASEAN, sesuatu yang jarang terjadi sebelumnya bagi pemain keturunan Indonesia yang berkarir di liga top Eropa. Mengapa Nilai Pasar Jay Bisa Melonjak? Ada beberapa faktor kunci yang menjadi latar belakang kenaikan nilai tersebut: 1. Konsistensi di Liga Top Eropa Serie A adalah liga dengan intensitas tinggi, dan tidak banyak pemain Asia Tenggara yang bisa bertahan di sana. Jay bukan hanya bertahan, tetapi menjadi starter reguler. 2. Usia Produktif Di usia pertengahan 20-an, Jay berada pada fase emas perkembangan pemain bertahan. Klub-klub Eropa selalu menilai tinggi pemain yang berada di puncak usia produktif. 3. Peningkatan Statistik Individu Jay menonjol dalam duel udara, progressive passes, dan konsistensi tanpa kesalahan fatal. Liga-liga besar kini menilai pemain berdasarkan data, bukan hanya reputasi. 4. Eksposur dari Timnas Indonesia Performanya bersama Timnas Indonesia juga ikut disorot, terutama ketika ia tampil solid dalam turnamen internasional. Momentum ini ikut mengerek nilai pasarnya. Dampaknya untuk Sepak Bola Indonesia Kenaikan nilai pasar Jay Idzes bukan hanya prestasi individu, ini juga menjadi momen yang mendorong reputasi pemain Indonesia di mata klub Eropa. Selama ini, pemain Asia Tenggara sering dipandang sebelah mata di bursa transfer. Namun, melonjaknya nilai Jay menunjukkan bahwa talenta dari kawasan ini bisa dihargai setara pemain Eropa. Ini juga membuka jalan bagi generasi baru pesepakbola Indonesia yang bermimpi tampil di liga top dunia. Nilai pasarnya yang mencapai 10 juta euro menjadi bukti kualitasnya sekaligus penanda bahwa pemain Indonesia bisa bersaing di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Jelang Akhir Tahun 2025, Ini Peringkat FIFA Indonesia

Tim nasional Indonesia U23

Ranking FIFA terbaru sudah dirilis. Indonesia menutup tahun 2025 di urutan 122, masih di bawah Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Posisi Timnas Indonesia tidak mengalami perubahan per 22 Desember 2025. Indonesia ada di urutan ke-122 dengan 1144,73 poin. Indonesia sudah ada di posisi tersebut sejak Oktober 2025. PSSI, selaku federasi sepakbola Indonesia, tidak memanfaatkan agenda FIFA Matchday pada November lalu. Pertandingan terakhir Indonesia adalah melawan Arab Saudi dan Irak di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia kalah dalam dua laga tersebut. Walaupun turun satu peringkat, Thailand menjadi negara di ASEAN yang punya posisi paling bagus setelah ada di tempat ke-96 dengan 1243.27. Vietnam naik tiga peringkat dengan duduk di posisi ke-107 setelah mengoleksi 1189,62 poin. Malaysia berada satu peringkat di atas Indonesia dengan 1145,89. Malaysia diketahui saat ini sedang dalam masalah karena pemalsuan dokumen naturalisasi. Posisi puncak ranking FIFA bulan ini masih ditempati Spanyol dengan 1877,18 poin. Argentina di urutan kedua dengan diikuti Prancis pada posisi ketiga. Sumber: detiksport

Pelatih dan Atlet Usia Muda Dapat Pembekalan di Talent Development Scheme 2025

Talent Development Scheme 2025

PSSI menggelar Talent Development Scheme (TDS) pada 7-11 November 2025 di Jakarta. Program yang merupakan inisiatif FIFA ini dirancang untuk memperkuat kemampuan talent scouting pelatih Indonesia, sekaligus memberi pemahaman kepada para pemain muda tentang pentingnya memantau perkembangan performa sejak usia dini. Kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu Talent Scout Evaluation Programme – Piala Soeratin 2025 serta sesi pengembangan bagi pemain-pemain muda potensial dari berbagai klub dan sekolah sepak bola di Indonesia. Kartono Pramdhan, Kepala Departemen Coach Education PSSI, menegaskan bahwa program ini memperlihatkan kedekatan FIFA dengan federasi anggotanya. “Talent Development Scheme ini adalah program FIFA sebenarnya. Fokusnya bagaimana FIFA lebih dekat ke anggotanya, termasuk PSSI, untuk mengembangkan talent scouting. Sehingga pemain-pemain berbakat di seluruh Indonesia bisa ditemukan oleh para pelatih Indonesia,” ujarnya pada Jumat 7 November 2025. Sementara itu, M. Fahmi Hasan selaku Koordinator Tim Riset TDS PSSI menekankan pentingnya edukasi mengenai pemantauan pertumbuhan atlet usia muda. “Para pelatih dan para atlet diberi pemahaman bahwa sejak usia 13 tahun mereka perlu melakukan pengetesan secara rutin agar mengetahui perkembangan relatif mereka. Atlet pun harus memahami bahwa pengetesan sangat penting,” jelas Fahmi. Rendi Irwan Saputra, Asisten Pelatih Deltras FC U15, mengaku mendapatkan banyak wawasan berharga dari program ini. “Pengalaman yang saya dapat luar biasa. Kami bertukar pikiran dengan pelatih dari seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Saya pulang membawa ilmu tentang teknik, taktik, mental, sampai penilaian performa harian pemain,” ujarnya. Pada TDS kali ini, peserta datang dari beragam daerah, klub, dan sekolah sepak bola, sehingga proses diskusi serta penyamaan standar talent scouting semakin kaya dan komprehensif. Daftar peserta untuk kategori pelatih: U13 Peter Sianjuon Sihombing, Pelatih Kepala, Terang Bangsa Budi Hariyanto, Pelatih Kiper, Persebaya Surabaya Rizky Habibilah, Asisten Pelatih, Persib Bandung Muslidar H. Ahmad, Analis, Alfarlaky FC Apridiawan, Pelatih Kepala, ASIOP Football Academy Yoga Nofril Nanda, Asisten Pelatih, SSB Sumbawa Muda Niko Ardiansah, Pelatih Kiper, Mataram Utama FC Izaac Johannis Wanggai, Pelatih Kepala, PS Freeport Indonesia Dwi Joko Priihatin, Manajer, PFA Surakarta M. Syafiq, Asisten Pelatih, PS Ogan Ilir Ahmad Syauqi Doreis, Pelatih Fisik, SSB Bimba Aiueo SS U15 Katon Cahyo Gumilang, Asisten Pelatih, PSDS Deli Serdang Rendi Irwan Saputra, Asisten Pelatih Kepala, Deltras FC Randi Barten Kansil, Asisten Pelatih, PS Freeport Indonesia Deris Herdiansyah, Pelatih Kepala, Persipan Pandeglang Mulya Saputra, Pelatih Kepala, Juang FC Iif Afriyandi, Pelatih Kepala, Persikota Tangerang U17 Julian Kusumah, Pelatih Kepala, Persija Jakarta M. Nurhadi El Hamid, Pelatih Kepala, Persika Karanganyar Fajar Subekti, Pelatih Kepala, PSS Sleman Andreas Johanes Kastanja, Pelatih Kepala, Persebaya Surabaya Muh Hasrul M, Manajer Klub, PS Bangau Putra Markus Mandowen, Sekretaris Tim, Doberay FC Manokwari Peserta TDS untuk kategori pemain: TIM A Avico Naufal Paramaditya – GK – Terang Bangsa Putra Ardiansyah – GK – Sumbawa Muda Nagata Akmal Fawwaz – CB – Mataram Utama FC Sakti Dwi Abhiseka – CB / LB – Terang Bangsa Davin Dwi Ardian – RB / CB – Persib Bandung Achmadi Ardian Naurafky – LB / LWF / CB – Persebaya Surabaya Muhammad Naufal Maulidan Saputra – DMF – Persebaya Surabaya Shefaro Wildan Muhammad – MF – Mataram Utama FC Keznie Al Rasyid Dewantara – MF – Persebaya Surabaya Kevin Ardiansyah – MF – Terang Bangsa Mahardico Abirza – MF – DY FC Batam Mochammad Ridho Susanto – RWF – Persebaya Surabaya Mahargia Ananta Putra – ST – Terang Bangsa Faissal Nuralifianto – LWF / RWF – Persib Bandung Satria Margo Wijaya – RWF – Terang Bangsa TIM B Dastan Alam – GK – Persib Bandung Iwank Bintang Asmara – GK – Mataram Utama FC Andika Dwi Pratama – CB – Terang Bangsa Chen Cen Herdiansyah – RB / RWF / CB / LWF / LB / ST – Persib Bandung Bangkit Maulana Ibrahim – RB – Terang Bangsa Rausyan Ocank Syam – LB / MF / DMF – Persib Bandung Syifaul Umam Nasution – DMF – Persebaya Surabaya Muhammad Dilham Putra Aryyan – MF / DMF – Persib Bandung Muhammad Rizky – MF – Sumbawa Muda Putu Suteja Rumana Kartika – DMF – Terang Bangsa Rafa Aqilah Maghribi Ryanto – RWF / MF – Persebaya Surabaya Bagas Hamzah Aditya – LWF / RWF – Terang Bangsa Bagas Tri Nugraha – ST – Mataram Utama FC Darrel Kennard Kalani Defianto – ST – Persebaya Surabaya

Sah! Rizky Ridho Orang Indonesia Pertama Masuk Nominasi Puskas Award

Kabar membanggakan datang dari sepak bola nasional. Bek Persija Jakarta sekaligus bek andalan Timnas Indonesia, Rizky Ridho, resmi menjadi orang Indonesia pertama yang masuk dalam daftar nominasi FIFA Puskas Award 2025 berkat gol spektakulernya ke gawang Arema FC di ajang BRI Liga 1 2024/2025 lalu. Gol jarak jauh yang tercipta di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada 9 Maret 2025 itu memang sempat menjadi salah satu sorotan dunia. Ridho melepaskan tembakan dari area tengah lapangan dengan akurasi sempurna, membuat kiper Arema FC, Lucas Frigeri, tak mampu bereaksi. Aksi brilian tersebut kini diakui sebagai salah satu gol terbaik tahun ini. Selain tampil impresif di level klub, Ridho juga memainkan peran penting dalam perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ketangguhannya di lini belakang serta konsistensinya sepanjang laga menjadikan dirinya salah satu figur kunci dalam skuad Garuda. Pada Puskas Award 2025, Ridho bersaing dengan nama-nama besar dunia seperti Lamine Yamal dan Declan Rice, yang juga masuk dalam daftar kandidat. Secara keseluruhan, ada 11 gol dari berbagai kompetisi dan negara yang dipilih FIFA sebagai nominasi tahun ini. Sebagai informasi, dukungan untuk Ridho juga dapat diberikan melalui proses pemungutan suara di laman resmi FIFA: https://www.fifa.com/the-best-fifa-football-awards/en/puskas-award Berikut Daftar Nominasi FIFA Puskas Award 2025: Alejandro Sousa (Vitória vs Cruzeiro) Alberto Deiola (Cagliari vs Venezia) Pedro De La Vega (Cruz Azul vs Seattle Sounders) Gonzalo Montiel (Independiente vs Independiente Rivadavia) Mohamed Nasser (Al Ahly vs Pharco) Javier Orrantía (Querétaro vs Atlas) Thapelo Ribeiro (Mamelodi Sundowns vs Borussia Dortmund) Declan Rice (Arsenal vs Real Madrid) Rizky Ridho (Persija Jakarta vs Arema FC) Miguel Rodrigues (Kasımpaşa vs Rizespor) Lamine Yamal (Espanyol vs Barcelona)

Hasil Drawing SEA Games 2025: Timnas Putra dan Putri Siap Berjuang

SEA Games 2025

Timnas Putra Indonesia dan Timnas Putri Indonesia resmi mengetahui lawan-lawan yang akan dihadapi pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Hal itu dipastikan setelah digelarnya drawing untuk cabang olahraga sepak bola di Deluxe Resort & Spa Hotel, Bangkok, Thailand. Pada sektor sepak bola putra, Garuda Muda tergabung di Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura. Grup ini menjadi satu-satunya grup dengan empat tim peserta, sekaligus memiliki jadwal pertandingan paling padat di antara seluruh grup. Sementara itu, dari hasil undian sepak bola putri, Timnas Putri Indonesia atau Pertiwi Muda menempati Grup A bersama tuan rumah Thailand, Kamboja, dan Singapura. Ajang ini akan diikuti delapan negara yang terbagi ke dalam dua grup. Menurut agenda, SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand awal Desember mendatang, dengan cabang sepak bola tetap menjadi sorotan utama publik Asia Tenggara. Tentunya, baik Timnas Putra maupun Timnas Putri siap memberikan penampilan terbaik demi meraih hasil maksimal di ajang ini. Berikut hasil lengkap pembagian grup cabang sepak bola SEA Games 2025: Sepak Bola Putra Grup A Thailand Kamboja Timor Leste Grup B Vietnam Malaysia Laos Grup C Indonesia Myanmar Filipina Singapura Sepak Bola Putri Grup A Thailand Kamboja Singapura Indonesia Grup B Vietnam Myanmar Filipina Malaysia

Garuda United U17 Jadi Bagian dari Program Pembinaan PSSI

Garuda United U17

PSSI resmi mengumumkan Garuda United U17 sebagai tim program pembinaan pemain muda Indonesia yang akan tampil di EPA Super League U18 musim 2025/26. Tim ini dibentuk untuk mempersiapkan generasi baru Timnas Indonesia menuju Piala Asia U17 dan Piala Dunia U17 mendatang, dua ajang yang menjadi target utama federasi dalam pengembangan sepak bola usia muda. Garuda United U17 akan menjalani laga perdananya pada 11 Oktober 2025 menghadapi Semen Padang FC. Tim ini diisi oleh 35 pemain hasil seleksi dari berbagai klub dan sekolah sepak bola terbaik di Indonesia. Dari 35 pemain yang dipanggil, sebagian besar merupakan hasil pembinaan dari SSB dan akademi seperti ASIOP, Taufiq FA, Asiana, hingga klub profesional seperti Persib, Bali United, Persebaya, Madura United, dan Persija. Komposisi ini menunjukkan komitmen PSSI dalam merangkul seluruh ekosistem sepak bola nasional untuk mencetak pemain potensial. Melalui kompetisi EPA Super League, PSSI berharap para pemain mendapat menit bermain yang konsisten dan pengalaman berharga di level kompetitif nasional. Dalam musim perdananya, Garuda United U17 tergabung di Grup A bersama Semen Padang FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, Persijap Jepara, Persita Tangerang, Persija Jakarta, Dewa United Banteng FC, Arema FC, Persik Kediri, dan PSBS Biak. Total, Garuda United U17 bakal melakoni 36 pertandingan pada babak pendahuluan EPA Super League U-18 musim 2025/26. Grup ini dianggap sebagai salah satu yang paling kompetitif karena diisi oleh klub-klub besar dan memiliki tradisi pembinaan kuat. Berikut daftar pemain Garuda United U17 musim 2025/26: Penjaga gawang Syahdan Caesar – ASIOP Seta Bayu Cahyaning – Taufiq FA Fahmi Aziz Arifudin – WBFC Academy Bek tengah Waliyuddin Shofa A – Persib Putu Ekayana Yoga P – Bali United Alberto K Ramendei – PPLP Jayapura Farik Rizqi – Farmel Shoyyo Himawan P – Persis Zidane Raditya Chandra – PPLOP Jateng Persis Solo Bek kanan Farrel Luckyta W – PSS Sleman Efaldus Sereuw – Safin Pati Nova Kurniawan – Borneo FC Bek kiri Real Alvaro Salim – Bali United Made Arbi Ananta – Bali United Pandu Aryo Wicaksono – Asiana Gelandang Fardan Faras Prawita – Borneo M. Azhar Muzzaki – Persebaya Girly Andrade Guevara – Asiana Chico Jericho Y – ASIOP Keanu Sanjaya – Bali United M. Rain Rizki Pamungkas – PPLP Kepri Miraj Riski Sulaiman – Madura United Sayap Peres Akwila Tjoe – Persija M. Nur Hasnuryadi – Barito Putra Faisal Ade – Malut United Rohmat Nurhidayat – PSM Makassar Yulius Stanley – Persebaya Gugum Gumilang – Asiana I Komang Semadi – Bali United Penyerang Dava Yunna Adi – Persebaya Raditya Gemal M – PPOP DKI Fardhan Ary – Madura United Yohanes Yapagaimu – Safin Pati Alfaro Dwi Santosa – SKO Surakarta & Persis Solo Sean Rahman Castor – Asiana

Kualifikasi Piala Dunia 2026: Indonesia Takluk Atas Arab Saudi

Kualifikasi Piala Dunia 2026

Hasil Timnas Indonesia vs Arab Saudi di Grup B Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 (WCQ) Zona Asia, berakhir 2-3 untuk The Green Falcons. Pertandingan di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, berlangsung Kamis (9/10/2025). Timnas Indonesia tampil menyerang sejak pluit babak pertama dibunyikan. Menit 5, Indonesia membuka peluang yang berawal dari skema set piece tendangan bebas. Tandukan Jay Idzes terkena tangan pemain Arab Saudi. Cek VAR, Tim Garuda mendapat hadiah penalti. Kevin Diks maju sebagai eksekutor, berhasil melaksanakan tugas dengan baik. 1-0 Indonesia memimpin pada menit 7. Timnas Arab Saudi meningkatkan tekanan. Menit 17 tuan rumah menyamakan skor lewat tembakan jarak jauh oleh Saleh Abu Al Shamat. Skor Indonesia vs Arab Saudi kembali imbang 1-1. Menit 23, Arab Saudi mendapat peluang emas. Diawali oleh penetrasi Nawaf Bu Washl dari sayap kanan. Beruntung tembakan keras yang ia lepaskan masih bisa diselamatkan Maarten Paes. Menit 34, Yakob Sayuri menarik jersey pemain Arab Saudi di kotak terlarang. Cek VAR, Arab Saudi mendapat penalti. Firas Al Buraikan sukses menjadi eksekutor. Saudi berbalik memimpin 1-2. Awal babak kedua, tim pelatih Patrick Kluivert menarik keluar Beckham Putra, digantikan Eliano Reijnders. Gelombang serangan para pemain Arab Saudi masih mengalir pada babak kedua. Menit 56, tandukan Firas Al Buraikan dari posisi yang sangat ideal, sanggup diselamatkan oleh Paes. Tak lama berselang. Menit 62, Firas Al Buraikan kembali menjebol gawang Maarten Paes, lewat rebound dari bola muntah usai Paes melakukan penyelamatan. Skor 1-3 untuk Arab Saudi. Menit 86, Nawaf Bu Washl hands ball di kotak terlarang. Cek VAR, Timnas Indonesia kembali mendapat penalti. Kevin Diks berhasil memperkecil ketinggalan, 2-3. Skor tak berubah sampai wasit meniup peluit panjang tanda akhir pertandingan. Skor akhir Indonesia vs Arab Saudi 2-3. Kekalahan ini membuat posisi Tim Garuda kian sulit di Grup B Ronde 4 WCQ 2026 Asia. Pasalnya regulasi di babak ini hanya memberikan tiket lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 kepada tim juara grup. Selepas ini Tim Garuda akan melakoni matchday 2 Grup B kontra Irak, pada Minggu (12/10/2025) pukul 02.30 WIB. Timnas Indonesia wajib menang demi memelihara kans lolos lewat playoff, dengan cara mengamankan posisi runner-up grup. Starting Line-up Indonesia vs Arab Saudi Timnas Indonesia (4-3-3): Maarten Paes (GK); Yakob Sayuri, Kevin Diks, Jay Idzes, Dean James; Joey Pelupessy, Marc Klok, Ricky Kambuaya; Miliano Jonathans, Ragnar Oratmangoen, Beckham Putra Pelatih: Patrick Kluivert. Timnas Arab Saudi (4-2-3-1): Nawaf Al Aqidi (GK); Nawaf Boushal, Jehad Thakri, Hassan Al Tambakti, Moteb Al Harbi; Abdullah Al-Khaibari, Musab Al-Juwayr; Nasser Al-Dawsari, Saleh Abu Al-Shamat, Salem Al-Dawsari; Firas Al Buraikan Pelatih: Herve Renard.

Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Indonesia Kalah Tipis

Indonesia v Korea Selatan

Timnas Indonesia U-23 menutup perjalanan di Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 dengan kekalahan tipis 0-1 dari Korea Selatan. Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa 9 September 2025. Korea Selatan membuka skor cepat pada menit keenam lewat sepakan Hwang Doyun. Bola hasil tendangan terukur sempat mengenai mistar sebelum masuk ke gawang Cahya Supriadi. Skuat Garuda Muda merespons lewat sejumlah peluang. Hokky Caraka dua kali mengancam pertahanan Korea, pertama melalui solo run menit ke-12 yang dipatahkan bek lawan, lalu lewat tendangan ke tiang dekat di menit ke-24 yang masih mengenai jaring luar. Percobaan lain datang dari sepakan jarak jauh Dion Markx, tendangan bebas Arkhan Fikri, hingga sundulan Kadek Arel dan Rahmat Arjuna menjelang turun minum. Namun hingga babak pertama usai, skor 1-0 tetap bertahan. Di babak kedua, pelatih Gerald Vanenburg melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Kakang Rudianto, Robi Darwis, dan Jens Raven. Frengky Missa juga dimainkan menggantikan Dion Markx. Tekanan Indonesia semakin meningkat memasuki menit ke-70, tetapi rapatnya lini belakang Korea membuat upaya penyama kedudukan belum berbuah hasil. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 bertahan untuk keunggulan Korea Selatan. Dengan hasil ini, Timnas Indonesia U-23 belum berhasil melangkah ke putaran final Piala Asia U-23 2026. Garuda Muda hanya mengoleksi 4 poin hasil satu menang, satu imbang dan satu kekalahan.

Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Indonesia Gilas Makau

Timnas U23 Indonesia vs Makau

Hasil Timnas U23 Indonesia vs Makau di Kualifikasi Piala Asia U23 2026 Grup J malam ini, Sabtu (6/9/2025), berakhir telak 5-0 untuk Tim Garuda Muda. Hasil positif di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, kembali membuka harapan lolos Tim Merah Putih ke AFC U23 2026. Gol pertama hadir berkat kesalahan tim lawan, Ieong Lek Hang, yang salah mengantisipasi crossing dari Rahmat Arjuna di menit ke-3. Tak mengendurkan serangan, Arkhan Fikri menambah keunggulan Garuda Muda lewat sepakan kerasnya di menit-17 sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0. Di menit ke-47, Rayhan Hannan mencatatkan namanya di papan skor dan membuat skor menjadi 3-0. Serangan demi serangan dilancarkan oleh Garuda Muda. Zanadin Fariz, yang masuk dari bangku cadangan tambah keunggulan di menit ke-68. Skor 4-0 untuk Indonesia. Rafael Struick yang juga masuk dari bangku cadangan, mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-74 dan membuat Indonesia unggul atas Makau 5-0. Keunggulan itu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Sementara itu hasil pertandingan lain di Grup J antara Korea Selatan U23 vs Laos U23 pada sore tadi, juga berakhir dengan kemenangan telak 7-0 untuk skuad muda Taegeuk Warriors. Berkat hasil ini Timnas Korsel U23 masih memimpin klasemen Grup J Kualifikasi AFC U23 2026, dengan koleksi 6 poin. Kemudian diikuti Indonesia U23, mengantongi 4 poin. Jika ingin lolos langsung ke putaran final Piala Asia U23 2026, Tim Garuda Muda wajib memetik kemenangan pada pertandingan terakhir kontra Korsel U23. Jadwal Indonesia U23 vs Korsel U23 pada matchday 3 Kualifikasi AFC U23 2026, akan berlangsung Selasa, 9 September 2025. Laga masih menggunakan venue di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Starting Line-up Timnas Indonesia U23 vs Makau U23 Indonesia U23 (4-3-3): Cahya Supriyadi (GK); Kakang Rudianto, Dion Markx, Alfharezzi Buffon, Frengky Missa; Toni Firmansyah, Ananda Raehan, Arkhan Fikri; Rahmat Arjuna, Rayhan Hannan, Hokky Caraka | Pelatih: Gerald Vanenburg Cadangan: M Ardiansyah, Daffa Fasya, Kadek Arel, Ferarri, Mikael Tata, Doni Tri, Robi Darwis, Zanadin Fariz, R Pratama, Salim, Rafael Struick, Jens Raven Makau U23 (5-3-2): Lam Chak (GK); Si Hou, Huang Cho, Ieong Lek, Lam Weng, Leong Kun; Wong Kit, Leong Wai, Kou Pak; Pan Si, Lei Man | Pelatih: Kwok Kar Lok Cadangan: Alex Ao, Botelho Felicio, Lei Ho In, Wong Chon Nam, Vong Sai Hou, Wong U Hin, Sou Hin Nang, Gu Soi Hou, Li Ion Hou, Lam Nok Io, Lei Cheng Lam, Chen Si Tin

Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Indonesia Ditahan Imbang Laos

Rafael Struick

Timnas Indonesia U23 harus puas mengawali perjalanan di Kualifikasi Piala Asia U23 2026 dengan hasil imbang pada laga perdana Grup J di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Rabu 3 September 2025. Meski menguasi jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang, skuad asuhan Gerald Vanenburg terlihat kesulitan menembus lini pertahanan Laos. Sejak menit awal, Garuda Muda tampil menekan. Gol cepat sempat tercipta lewat sepakan Rayhan Hannan di menit ke-5, namun dianulir wasit karena Jens Raven dianggap berada di posisi offside. Setelah itu, gempuran demi gempuran datang dari Arkhan Fikri, Robi Darwis, hingga Rafael Struick, tapi kokohnya lini belakang Laos dan ketangguhan kiper Kop Lokpha Thip membuat gawang mereka tetap perawan. Peluang emas kembali hadir lewat Toni Firmansyah. Tendangannya di menit ke-24 mampu ditepis, dan sepakan keduanya pada menit ke-33 diblok barisan pertahanan lawan. Hingga jeda, Indonesia terus mencari gol pembuka, namun skor tak berubah, 0-0. Memasuki babak kedua, Vanenburg memasukkan tenaga segar dengan menurunkan Hokky Caraka dan Ricky Pratama. Tekanan makin intens, bahkan peluang emas tercipta di menit ke-72 saat Hokky melepaskan tembakan keras yang masih bisa ditepis kiper Laos. Upaya lain lewat Rayhan Hannan (80’) dan Arkhan Fikri (55’) juga gagal menembus gawang lawan. Hingga peluit panjang dibunyikan, keberuntungan tak kunjung datang dan skor tetap kacamata. Dengan hasil ini, Indonesia hanya meraih satu poin sebelum menghadapi Makau dan Korea Selatan.

Agenda Timnas U23 Usai Piala AFF 2025

Agenda Timnas U23 usai Piala AFF 2205 adalah mengikuti Kualifikasi Piala Asia U23 2026. Jadwal kualifikasi tersebut akan berlangsung pada 3-9 September 2025. Indonesia akan menjadi tuan rumah di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Skuad Timnas Indonesia U23 tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan usai gagal juara di Piala AFF U23 2025. Kekalahan dari Vietnam di laga final wajib dijadikan pelajaran berharga demi target lebih tinggi yakni di pentas Asia. Apalagi Indonesia asuhan Gerald Vanenburg akan menjalani laga tidak mudah di Kualifikasi AFC U23 nanti. Skuad Garuda Muda berada di Grup J bersama Korea Selatan, Laos, dan Macau. Sesuai jadwal, Indonesia akan menghadapi Laos di pertandingan pertama pada Rabu 3 September. Laga ini wajib hukumnya dimenangkan oleh Jens Raven dan kawan-kawan. Berdasarkan sejarah, Laos tercatat belum pernah lolos ke putaran final Piala Asia U23. Tiga hari kemudian atau pada Sabtu 6 September, Indonesia giliran menghadapi Macau. Tim tersebut juga belum pernah lolos ke putaran final Piala Asia U23 dan secara peta kekuatan Indonesia seharusnya bisa mengamankan tiga poin di laga ini. Dua kemenangan atas Laos dan Macau akan menjadi modal Timnas U23 menghadapi Korea Selatan di laga terakhir. Laga tersebut akan berlangsung pada Selasa 9 September. Korea Selatan tentu menjadi favorit di Grup J. Pasalnya dari enam edisi Piala Asia U23 terdahulu, Korea Selatan selalu lolos ke putaran final. Mereka bahkan pernah juara tahun 2020, runner-up tahun 2016, dan dua kali menjadi juara keempat tahun 2013 dan 2018. Hanya saja dalam dua edisi terakhir, Korea Selatan selalu gugur di perempat final. Salah satunya saat kalah adu penalti dari Indonesia asuhan Shin Tae-yong pada tahun 2024. Lalu, bagaimana prestasi Indonesia? Tahun 2024 kemarin menjadi pertama kalinya Indonesia lolos ke Piala Asia U23. Saat itu mereka menjadi juara keempat walau kemudian gagal lolos ke Olimpiade. Bisa menahan imbang Korea Selatan seharusnya menjadi hasil bagus bagi Indonesia untuk lolos. Sebagai informasi bahwa hanya juara grup yang akan lolos ke putaran final Piala Asia U23 2026 di Arab Saudi. Sedangkan para tim yang menghuni posisi runner-up juga memiliki peluang lolos ke turnamen. Mereka nantinya akan dibuatkan klasemen mini dan empat runner-up terbaik berhak melaju ke Arab Saudi. Vanenburg memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan tim jelang kualifikasi tersebut. Setelah gagal juara di Piala AFF U23 2025, pelatih asal Belanda itu tentu sudah punya gambaran soal apa yang perlu diperbaiki. Terutama lini tengah yang mati kutu ketika Toni Firmansyah dan Arkhan Fikri absen di laga penting seperti semifinal. Toni juga absen di final dan Arkhan baru main di menit akhir. Selama keduanya tidak main, tidak ada kreasi berbahaya dari lini tengah Indonesia. “Kami harus mempersiapkan diri untuk turnamen berikutnya. Saya rasa kami sudah menberikan banyak hal. Di turnamen berikutnya, kami harus siap,” kata Vanenburg dikutip dari laman Antara. Tidak seperti Shin Tae-yong yang dipecat usai gagal di Piala AFF 2024, atau Satoru Mochizuki yang dilengserkan dari posisi pelatih Timnas Putri setelah gagal lolos ke Piala Asia, posisi Vanenburg sejauh ini masih aman. Hal itu ditegaskan Ketum PSSI, Erick Thohir, setelah pertandingan final kemarin. “(Untuk pelatih di SEA Games 2025) Nanti kita diskusi sama Badan Tim Nasional. Yang pasti untuk AFC (Kualifikasi Piala Asia U23 2026) Gerald,” jelas Erick di laman Antara. Jadwal Timnas U23 Kualifikasi Piala Asia 2026 Berikut jadwal Timnas Indonesia U23 di Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Rabu, 3 September 2025 19.30 WIB: Indonesia vs Laos Sabtu, 6 September 2025 19.30 WIB: Macau vs Indonesia Selasa, 9 September 2025 19.30 WIB: Korea Selatan vs Indonesia *Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.

Piala AFF U23 2025: Garuda Muda Runner-up

Hasil Timnas U23 Indonesia vs Vietnam di final Piala AFF U23 2025 berkesudahan 0-1, The Golden Star Warriors raih trofi juara. Nguyen Cong Phuong jadi pahlawan kemenangan Timnas Vietnam U23. Bagi Timnas Vietnam U23, kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Selasa (29/7/2025) malam ini, menjadi trofi ke-3 secara beruntun yang mereka raih, yakni selepas edisi 2022 dan 2023. Piala AFF U23 2025 sekaligus menegaskan dominasi Vietnam U23 di ajang ini dalam 3 edisi terakhir. Pada periode tersebut The Golden Star selalu masuk final, lalu ditutup dengan gelar juara. Starting Line-up Indonesia U23 vs Vietnam U23 Indonesia U23 (4-3-3) Muhammad Ardiansyah (GK); Doni Tri Pamungkas, Kakang Rudianto, Kadek Arel, Frengky Missa; Dominikus Dion, Robi Darwis, Muhammad Ferarri; Rahmat Arjuna, Jens Raven, Rayhan Hannan Pelatih: Gerald Vanenburg Cadangan: A. Buffon, H. Caraka, V. Dethan, D. Fasya, A. Fikri, T. Firmansyah, A. Indie, F. Juliansyah, A. Maulana, B. Scheunemann, C. Supriadi, Y. Yafi Vietnam U23 (3-6-1) Tran Trung Kien (GK); Phạm Ly Duc, Nguyen Hieu Minh, Nguyen Nhat Minh; Vo Anh Quan, Nguyen Van Truong, Nguyen Xuan Bac, Nguyen Phi Hoang, Nguyen Cong Phuong, Khuat Van Khang; Nguyen Dinh Bac Pelatih: Kim Sang-sik Cadangan: Cao Van Binh, Le Viktor, Le Van Thuan, Le Van Ha, Nguyen Duc Anh, Nguyen Thanh Dat, Nguyen Tan, Nguyen Quoc Viet, Nguyen Thai Sơn, Nguyen Ngọc My, Phạm Minh Phuc, Dang Tuan Phong

Piala AFF U23 2025: Garuda Muda ke Final!

Tim nasional Indonesia U23

Tim nasional Indonesia U23 berhasil melaju ke final Piala AFF U23 2025 setelah mengalahkan timnas Thailand U23 di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (25/7/2025) malam. Timnas Indonesia U23 tertinggal terlebih dahulu lewat gol Yotsakon Burapha. Namun timnas Garuda Muda berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan Jens Raven memanfaatkan umpan sepak pojok Rayhan Hannan. Pada babak adu penalti, kapten Thailand Pichitchai Sienkrthok dan Yotsakorn Burapha gagal mengeksekusi penalti. Sementara itu, Thanawut Phochai, Songkhramsamut Namphueng, Saphon Noiwong, Thanakrit Laorkai, Chawanwit Saelao, Pattarapon Suksakit berhasil. Di kubu Indonesia, kapten Kadek Arel, Kakang Rudianto, Rayhan Hannan, Hokky Caraka, Yardan Yafi, Brandon Scheunemann, dan Alfharezzi Buffon berhasil menunaikan tugas. Sementara itu, Robi Darwis gagal. Indonesia unggul 7-6 dan berhak ke babak final Piala AFF U23 2025 dan akan bertemu Vietnam. Timnas Vietnam U23 maju ke final Piala AFF U23 2025 usai menyingkirkan Filipina dengan skor tipis 2-1. Jadwal final Piala AFF U23 2025 sendiri akan berlangsung pada Selasa, 29 Juli 2025 pukul 20.00 WIB.

Piala AFF U23 2025: Indonesia Torehkan 3 Rekor usai Lolos ke Semifinal

Timnas Indonesia U23 berhasil mengamankan tiket ke babak semifinal Piala AFF U23 2025. Bersamaan dengan keberhasilan ini, tim asuhan Gerald Vanenburg juga menorehkan tiga rekor apik selama turnamen. Indonesia U23 dipastikan lolos ke semifinal setelah mengakhiri laga babak penyisihan Piala AFF U23 2025 dengan bermain imbang melawan Malaysia U23. Tambahan satu poin cukup membawa Garuda Muda mencatatkan tujuh poin dari tiga pertandingan dan berada di puncak klasemen Grup A. grup. Berikut tiga rekor brilian Timnas Indonesia U23 di Piala AFF U23 2025: Clean-sheet Untuk kali pertama dalam keikutsertaan di Piala AFF U23, Indonesia bisa menjaga gawang dari kebobolan di fase grup. Ketika pertama kali mengikuti Piala AFF U23 pada enam tahun lalu, Indonesia kebobolan tiga kali. Sementara pada edisi Piala AFF U23 2023, gawang Indonesia kemasukan bola sebanyak dua kali. Penampilan Lebih Tajam Dari tiga pertandingan babak grup tahun ini, Indonesia mampu mencatatkan total sembilan gol. Jumlah tersebut jauh di atas koleksi gol Tim Merah-Putih pada Piala AFF U23 2019 dan 2023. Pada edisi 2019, Indonesia cuma mencetak lima gol di fase grup. Bahkan hingga akhir laga, tim yang saat itu diasuh Indra Sjafri secara total hanya mampu memproduksi delapan gol sampai akhirnya menjadi juara. Sementara pada dua tahun lalu, hanya ada dua gol pada fase grup dan lima gol secara keseluruhan hingga laga final. Hanya saja, ketajaman Timnas Indonesia U23 pada tahun ini harus dibuktikan lebih lanjut karena delapan gol terjadi saat melawan Brunei Darussalam yang menjadi tim terlemah di Grup A. Pertahankan Catatan 100 Persen ke Semifinal Langkah Timnas Indonesia U23 ke semifinal Piala AFF U23 2025 melanjutkan catatan positif pada dua edisi sebelumnya. Bahkan, pada 2019 dan 2023, Indonesia bisa masuk final serta sempat merasakan podium pada enam tahun lalu. Sumber: VOI