SEA Games 2025: Indonesia Raih Emas Pertama dari Kayak

Atlet dayung Indonesia

Cabang olahraga kayak menyumbang emas pertama untuk Indonesia di nomor 500 meter campuran SEA Games 2025 di Pattaya Rayong, Chon Buri, Rabu, berdasarkan catatan medali di laman resmi penyelenggara. Indra Hidayat, Ramla Baharuddin, Subhi, dan Stevani Maysche Ibo melakukan comeback di akhir-akhir lintasan untuk membalap tim Singapura yang lebih dulu memimpin di pertengahan lintasan. Subhi dkk membukukan catatan waktu akhir 1 menit 37,916 detik, unggul tipis dari Singapura yang mencatat 1 menit 38,161 detik. Padahal sebelumnya, Singapura unggul tipis 47,32 detik saat memasuki batas 250 meter, sementara tim Indonesia mencatat 47,73 detik yang dibuntuti oleh Thailand dengan catatan 47,77 detik. Pada babak penyisihan, tim kayak campuran Indonesia berada di peringkat kedua dan terpaut hampir 1 detik dengan tim Singapura. Indonesia mencatat waktu 1 menit 41,725 detik di babak penyisihan, sementara Singapura di posisi pertama mencatat 1 menit 42,638 detik. Selain emas, Krisna Septiana dari nomor tunggal kayak slalom putra juga menyumbang medali perak setelah finis pertama, namun mendapatkan penalti dua detik sehingga harus turun peringkat.

SEA Games 2025: Timnas U22 Kalah di Laga Perdana

Timnas Putra Indonesia U22

Timnas Putra Indonesia U22 harus mengawali perjalanan di cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2025 dengan hasil kurang memuaskan. Menghadapi Filipina pada laga perdana Grup C, Senin 8 Desember 2025 di 700th Anniversary Stadium, Chiang Mai, Garuda Muda takluk 0-1 melalui gol tunggal yang tercipta pada penghujung babak pertama. Sejak peluit awal, Indonesia tampil agresif dengan tempo cepat serta tekanan tinggi. Dalam 10 menit pertama, serangan bergelombang yang dibangun melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan antarlini membuat Filipina lebih banyak bertahan. Namun rapatnya blok pertahanan lawan membuat beberapa peluang Indonesia belum menemui target. Menit 21, peluang terbaik tercipta lewat skema bola mati. Tendangan bebas Dony Tri Pamungkas mengarah ke sudut gawang, namun kiper Filipina, N. Guimaraes, masih sigap menepis. Filipina pun mulai meningkatkan intensitas serangan balasan. Beberapa kali bola direct mereka menguji pertahanan Indonesia, namun aksi sigap Cahya Supriadi sukses mengamankan situasi. Menit 28, Garuda Muda kembali mengancam. Muhammad Ferarri melepaskan tembakan jarak jauh keras dan terukur, tetapi Guimaraes kembali menjadi pembeda melalui penyelamatan gemilangnya. Tujuh menit berselang, giliran Rivaldo Pakpahan melepaskan sepakan kaki kanan, namun bola masih melebar tipis di sisi kiri gawang lawan. Petaka hadir pada momen krusial. Di menit 45+1, lemparan ke dalam Filipina yang dilepaskan Gabriel Guimaraes memantul di area kotak penalti. Otu Banatao bergerak cepat dan mencocor bola melewati jangkauan Cahya Supriadi. Gol tersebut menutup babak pertama dengan skor 0-1 untuk Filipina. Memasuki paruh kedua, Indonesia langsung meningkatkan intensitas. Pelatih Indra Sjafri melakukan beberapa perubahan strategi dengan memasukkan Frengky Missa, Robi Darwis, Toni Firmansyah dan Rahmat Arjuna untuk menambah tenaga dan variasi serangan. Menit 68, peluang emas kembali tercipta. Berawal dari sepak pojok Dony Tri, bola liar di second ball langsung disambar Ivar Jenner. Namun sekali lagi Guimaraes tampil solid dan menangkap bola dengan sempurna. Memasuki menit 80, Filipina semakin memperdalam garis pertahanan, memaksa Indonesia bermain sabar mengalirkan bola dari sisi ke sisi. Beberapa kombinasi penetrasi sayap maupun tembakan dari luar kotak penalti belum berhasil menembus tembok rapat lawan hingga peluit panjang berbunyi. Skor 0-1 bertahan hingga laga usai, dan Indonesia harus menunda perolehan poin perdana di turnamen ini. Kekalahan ini membuat pertandingan selanjutnya melawan Myanmar pada Jumat, 12 Desember 2025 menjadi laga penting untuk menjaga peluang lolos dari fase grup.

Inilah 23 Pemain untuk SEA Games 2025

Pemain Timnas U23

Pelatih Indra Sjafri menetapkan 23 pemain untuk berlaga di SEA Games 2025. Penetapan 23 pemain ini dilakukan pada hari ini dan pada Jumat (28/22) besok, Garuda Muda terbang ke Thailand. Komposisi 23 pemain terdiri dari klub-klub Super League dan diaspora yang berkompetisi di Eropa. “Alhamdulillah proses pemusatan latihan di Jakarta sudah selesai dan kami sudah memilih 23 pemain sesuai regulasi SEA Games 2025. Dari 23 pemain tersebut, empat di antaranya bermain di luar negeri yakni Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, dan Dion Markx,” kata Indra Sjafri. Indra Sjafri menambahkan dirinya memulangkan delapan pemain ke klub karena batas maksimal 23 orang yang boleh sesuai regulasi. “Keputusan ini diambil setelah evaluasi matang berdasarkan data-data yang ada selama pemusatan latihan bulan Oktober dan November serta pengamatan pemain saat bermain di Super League yang dilakukan bersama staf pelatih dan team performance,” tambahnya. Pada ajang SEA Games 2025, Indonesia berada di grup C bersama Filipina, Singapura dan Myanmar. Indonesia direncanakan memulai laga perdana melawan Singapura tanggal 5 Desember mendatang. “Dalam kesempatan ini kami ucapkan terima kasih untuk PSSI yang berupaya memastikan pemain abroad yang bisa ikut serta ke SEA Games 2025 ini walaupun bukan Kalender FIFA. Terima kasih juga untuk I.League dan klub-klub yang sudah membantu dalam pembentukan skuad Timnas SEA Games 2025 sampai penetapan sebanyak 23 pemain ini,” tukas Indra Sjafri. Sebelum mengikuti SEA Games 2025, Garuda Muda melakoni laga uji coba internasional dengan melawan India dan Mali yang masing-masing bermain dua kali di Stadion Madya, Jakarta dan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Daftar 23 pemain Indonesia untuk SEA Games 2025 Thailand: Kiper Cahya Supriadi – PSIM Yogyakarta Daffa Fasya – Borneo FC Muhammad Ardiansyah – PSM Makassar Bek Dony Tri Pamungkas – Persija Jakarta Frenkgy Missa – Bhayangkara Presisi Dion Markx – TOP OSS Kadek Arel – Bali United Kakang Rudianto – Persib Bandung Muhammad Ferrari – Bhayangkara Presisi Robi Darwis – Persib Bandung Raka Cahyana – PSIM Yogyakarta Gelandang Ananda Raehan – PSM Makassar Rayhan Hannan – Persija Jakarta Rivaldo Pakpahan – Borneo FC Toni Firmansyah – Persebaya Surabaya Zanadin Fariz – Persis Solo Ivar Jenner – FC Utrecht Penyerang Hokky Caraka – Persita Tangerang Rafael Struick – Dewa United Jens Raven – Bali United Rahmat Arjuna – Bali United Marselino Ferdinan – AS Trencin Mauro Zijlstra – FC Volendam

Jadwal Timnas Indonesia U23 di SEA Games 2025

Timnas Indonesia U23

SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand pada 9-20 Desember 2025. Cabor sepakbola akan start lebih dulu. Berikut schedule beraksi Timnas Indonesia U23. Indonesia ada di Grup C, bersaing dengan Singapura, Filipina, dan Myanmar. Laga-laga Grup C akan berlangsung di 700th Anniversary Stadium, Chiangmai, Thailand. Indonesia akan menjalani pertandingan pertama pada 5 Desember 2025, Singapura yang akan menjadi lawannya. Setelah itu, Indonesia berturut-turut akan melawan Filipina dan Myanmar. Menatap SEA Games kali ini, Indonesia menyandang status sebagai peraih emas di edisi sebelumnya. Dari tiga grup, masing-masing juara grup akan lolos langsung ke semifinal. Satu slot lain di semifinal akan diberikan kepada runner-up terbaik. Indonesia ditangani oleh Indra Sjafri di SEA Games 2025. Garuda Muda tengah mengupayakan pemain-pemain diaspora seperti Ivar Jenner, Justin Hubner, Mauro Zijlstra agar bisa memperkuat tim. Selain itu, Marselino Ferdinan juga tengah diusahakan bisa bermain di SEA Games 2025. Di SEA Games kali ini, Indonesia tak ditarget meraih emas oleh PSSI. Tim Merah-Putih hanya diberi beban medali perak. Jadwal SEA Games 2025 Cabor Sepakbola Putra Grup C 5 Desember 2025 Indonesia vs Singapura – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Myanmar vs Filipina – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai 8 Desember 2025 Filipina vs Indonesia – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Singapura vs Myanmar – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai 12 Desember 2025 Filipina vs Singapura – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Indonesia vs Myanmar – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Sumber: Detiksport

Indonesia Akan Andalkan Atlet Junior di SEA Games 2025

SEA Games Thailand 2025

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan sejumlah cabang olahraga akan menurunkan skuad muda pada SEA Games 2025 di Thailand. Langkah itu diambil sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang menuju Asian Games dan Olimpiade. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menyebut panjat tebing menjadi salah satu cabang yang akan mengandalkan atlet junior. “Khusus untuk panjat tebing kita itu layer (skuad) utamanya adalah persiapan Asian Games dan olimpik khususnya nomor speed,” ujar Surono. Ia menjelaskan, sektor junior panjat tebing Indonesia memiliki potensi besar untuk tetap bersaing di kawasan Asia Tenggara. “Junior kita itu juga bagus semua bahkan yang usia 16, 17, 18 itu setiap kejuaraan Asia pun kita sering menjadi juara,” ucapnya. Surono optimistis tim panjat tebing Indonesia tetap mampu mempertahankan dominasi di level ASEAN meski turun dengan skuad muda. “Kami bisa meyakini kalau panjat tebing kemungkinan masih bisa juara umum di cabor itu, karena gap-nya di ASEAN ini terlalu jauh,” katanya. Adapun untuk cabang bulutangkis, Kemenpora memastikan PBSI tetap menurunkan pemain terbaik meski ada proses regenerasi. “Bulu tangkis sendiri kemarin saat review juga ada perkembangan yang sangat signifikan, yaitu mereka akan menurunkan juga atlet-atlet terbaik,” ujar Surono. Ia menambahkan, PBSI tengah mengajukan perubahan susunan pemain untuk memastikan kekuatan maksimal di SEA Games nanti. “Malaysia dan Thailand itu ternyata skuadnya terbaik. Makanya disepakati akan ada beberapa pergantian pemain, yang terbaik masuk di situ,” tutur Surono. Dari 51 cabang olahraga yang dipertandingkan pada SEA Games ke-33 di Thailand, Tim Indonesia akan mengikuti 48 cabang olahraga. Indonesia ditargetkan bisa meraih sekitar 80 medali emas dan berada di posisi 3 besar klasemen akhir.

Timnas Indonesia U22 Tahan Imbang Mali

Timnas Indonesia U22

Timnas Indonesia U22 bermain imbang 2-2 melawan Mali pada laga uji coba kedua yang digelar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Selasa 18 November 2025 malam. Dalam international friendly match jelang SEA Games 2025 itu, Garuda Muda tampil lebih ngotot dan menunjukkan karakter. Sejak kick-off, Indonesia langsung menekan. Baru dua menit berjalan, Mauro Zijlstra sudah melepaskan dua tembakan, namun keduanya masih mampu diantisipasi barisan pertahanan Mali. Tekanan di awal laga berbuah hasil pada menit ke-8. Pertahanan Mali yang panik membuat bola liar mengarah ke Ivar Jenner, namun sepakan Jenner tersebut belum berujung gol. Keasyikan menyerang, Mali justru mampu membuka keunggulan. Menit ke-11, Sekou Kone menyambar umpan cutback dari sisi kanan dan menaklukkan Daffa Fasya. Indonesia tertinggal 0-1. Garuda Muda mencoba membalas. Peluang hadir menit ke-36 melalui sundulan Muhammad Ferarri yang memanfaatkan skema sepak pojok, tetapi kiper Mali, Mayame Sissoko, masih sigap menangkap bola. Indonesia akhirnya menyamakan skor pada menit ke-38. Mauro Zijlstra menerima umpan matang dari Hokky Caraka, mengecoh bek Mali, lalu menembak dengan kaki kiri ke sisi kanan gawang. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih agresif. Menit ke-52, Raka Cahyana melepas umpan cutback yang mengarah kepada Rafael Struick tanpa kawalan. Bola sempat mengenai tiang sebelum masuk ke gawang, membuat Indonesia berbalik unggul 2-1. Mali nyaris membalas pada menit ke-60 lewat tendangan salto spektakuler, namun Daffa Fasya melakukan penyelamatan gemilang. Tekanan Mali akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-71. Sekou Kone kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah lolos dari pengawalan dan menyelesaikan peluang dengan tenang. Skor kembali imbang 2-2. Pelatih Indra Sjafri merespons dengan melakukan tiga pergantian pada menit ke-76. Jens Raven, Rayhan Hannan, dan Brandon Scheunemann masuk menggantikan Dion Markx, Rafael Struick, dan Mauro Zijlstra. Indonesia mendapat peluang lewat tendangan bebas Dony Tri Pamungkas pada menit ke-84, namun Sissoko kembali tampil sigap. Satu menit kemudian, Robi Darwis masuk menggantikan Raka Cahyana. Di sisa waktu, kedua tim berupaya mencari gol penentu, namun tak ada tambahan gol hingga peluit akhir dibunyikan. Hasil imbang 2-2 ini menjadi bahan evaluasi sekaligus modal berharga bagi Garuda Muda sebelum terbang ke Thailand untuk menghadapi SEA Games 2025.

Timnas U22 Kalah Di Laga Uji Coba Pertama Lawan Mali

Timnas Indonesia U22

Timnas Indonesia U22 harus mengakui keunggulan Mali dengan skor 0-3 dalam laga uji coba internasional di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu 15 November 2025. Pertandingan yang menjadi bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025 ini menghadirkan banyak momen penting, sekaligus catatan evaluasi bagi skuad asuhan Indra Sjafri. Sejak kickoff, pertandingan berjalan intens. Pada menit ke-2, Timnas Indonesia U22 membuka peluang lebih dulu lewat serangan balik cepat. Dony Tri Pamungkas melepaskan tembakan kaki kiri, namun upayanya masih diamankan kiper Mali, Bourama Kone. Tiga menit berselang, Mali memecah kebuntuan. Dari situasi sepak pojok, Sekou Doucoure berhasil menyambut bola dengan sundulan yang tak mampu diantisipasi lini pertahanan Garuda Muda. Mali unggul 1-0. Indonesia mencoba merespons, salah satunya pada menit ke-18 lewat umpan silang Rafael Struick yang disundul Ananda Raehan, tetapi bola masih tepat mengarah ke kiper. Tekanan Indonesia berlanjut di menit ke-20 melalui pergerakan Dony Tri Pamungkas yang memaksa pemain belakang Mali hampir mencetak gol bunuh diri. Namun peluang itu hanya berbuah sepak pojok. Mali menggandakan keunggulan pada menit ke-33 lewat aksi individu Wilson Samake. Setelah melakukan solo run, ia melepaskan tembakan kaki kanan yang mengarah ke pojok gawang, membuat Indonesia tertinggal 0-2. Menjelang akhir babak pertama, Indonesia mendapat peluang dari tendangan bebas setelah Mauro Zijlstra dilanggar, tetapi eksekusi Ivar Jenner membentur pagar betis. Pada menit ke-45, Dony Tri kembali mengancam lewat tembakan kaki kanan yang ditepis kiper. Babak pertama berakhir 0-2. Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia U22 tampil dengan pressing lebih agresif. Menit ke-53, Dony Tri mengeksekusi tendangan bebas, namun bola melambung tinggi. Di sisi pertahanan, Cahya Supriadi melakukan penyelamatan penting pada menit ke-72 dengan menepis tembakan Sekou Kone. Upaya Indonesia untuk mencari gol tak berhenti, termasuk aksi Dony Tri pada menit ke-84 yang masih digagalkan kiper Mali. Di masa tambahan waktu, Mali menutup pertandingan dengan gol jarak jauh Moulaye Haidara sehingga skor menjadi 0-3. Selanjutnya, I Kadek Arel Priyatna dkk akan kembali menghadapi Mali pada laga uji coba kedua tanggal 18 November 2025 mendatang.

Persiapan SEA Games 2025, Garuda Muda Uji Coba Melawan Mali

Timnas U23 Indonesia

Timnas U23 Indonesia dipastikan akan menjalani dua laga uji coba internasional melawan Mali U23 pada tanggal 15 dan 18 November ini di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Ujicoba bertajuk International Friendly Match ini sebagai persiapan Garuda Muda mengikuti SEA Games 2025 di Thailand. Khusus untuk cabang olahraga sepak bola putra dimulai pada tanggal 3-18 Desember. Sebelumnya pada tanggal 10 dan 13 Oktober lalu, Garuda Muda melakoni dua laga uji coba internasional dengan melawan India di Stadion Madya, Jakarta. “PSSI memastikan bahwa Timnas U23 akan melawan Mali U23 sebanyak dua kali pada tanggal 15 dan 18 November ini di Stadion Pakansari dengan kick off pukul 20.00 WIB. Tim Mali akan datang ke Indonesia pada tanggal 13 November,” kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi. “Untuk penjualan tiket dua pertandingan ini, kami akan segera menginformasikannya. Semoga dua uji coba internasional ini membuat Timnas U-23 semakin matang dan solid jelang bertanding di SEA Games 2025 mendatang,” tambahnya.

Hasil Drawing SEA Games 2025: Timnas Putra dan Putri Siap Berjuang

SEA Games 2025

Timnas Putra Indonesia dan Timnas Putri Indonesia resmi mengetahui lawan-lawan yang akan dihadapi pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Hal itu dipastikan setelah digelarnya drawing untuk cabang olahraga sepak bola di Deluxe Resort & Spa Hotel, Bangkok, Thailand. Pada sektor sepak bola putra, Garuda Muda tergabung di Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura. Grup ini menjadi satu-satunya grup dengan empat tim peserta, sekaligus memiliki jadwal pertandingan paling padat di antara seluruh grup. Sementara itu, dari hasil undian sepak bola putri, Timnas Putri Indonesia atau Pertiwi Muda menempati Grup A bersama tuan rumah Thailand, Kamboja, dan Singapura. Ajang ini akan diikuti delapan negara yang terbagi ke dalam dua grup. Menurut agenda, SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand awal Desember mendatang, dengan cabang sepak bola tetap menjadi sorotan utama publik Asia Tenggara. Tentunya, baik Timnas Putra maupun Timnas Putri siap memberikan penampilan terbaik demi meraih hasil maksimal di ajang ini. Berikut hasil lengkap pembagian grup cabang sepak bola SEA Games 2025: Sepak Bola Putra Grup A Thailand Kamboja Timor Leste Grup B Vietnam Malaysia Laos Grup C Indonesia Myanmar Filipina Singapura Sepak Bola Putri Grup A Thailand Kamboja Singapura Indonesia Grup B Vietnam Myanmar Filipina Malaysia

Garuda Muda Ditahan India

Timnas U22 Indonesia

Timnas U22 Indonesia bermain imbang 1-1 melawan India dalam laga uji coba kedua di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin 13 Oktober 2025. Seperti diketahui, laga ini menjadi bagian dari persiapan Garuda Muda menuju SEA Games di Thailand pada Desember mendatang. Sejak awal pertandingan, Indonesia tampil agresif dan langsung menekan pertahanan India. Pada menit ke-7, peluang pertama datang dari umpan silang Frengky Missa yang membentur mistar gawang India yang dijaga oleh Chauhan Dipesh. Tiga menit berselang, Rayhan Hannan nyaris membuka keunggulan setelah menyambar bola liar di kotak penalti, namun tendangannya melenceng tipis di sisi gawang. Serangan balik cepat di menit ke-14 juga nyaris membuahkan hasil ketika Hokky Caraka melepaskan sontekan kaki kanan, tapi bola masih melebar tipis. Indonesia terus menekan. Pada menit ke-15, sundulan Kakang Rudianto memaksa kiper India melakukan penyelamatan gemilang. Meski sempat beberapa kali mengancam, Timnas U22 belum mampu memecah kebuntuan. Petaka datang di menit ke-29 saat Rayhan Hannan harus ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Arlyansyah Abdulmanan. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0. Memasuki babak kedua, pelatih Indra Sjafri melakukan rotasi pemain, salah satunya memasukkan Wigi Pratama. Namun justru India mampu mencetak gol lebih dulu di menit ke-46 lewat pemain pengganti, Thingujam Korou Singh, yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia. Tertinggal satu gol, Indonesia mencoba membalas. Menit ke-52, tembakan keras Frengky Missa dari luar kotak penalti sempat mengenai pemain India dan hanya menghasilkan sepak pojok. Enam menit kemudian, aksi solo run Tony Firmansyah juga hampir berbuah gol, namun kembali membentur pemain lawan. Usaha keras Indonesia akhirnya membuahkan hasil di menit ke-70. Dony Tri Pamungkas mencetak gol penyeimbang lewat eksekusi tendangan bebas indah. Menariknya, Dony juga mencetak gol pada laga uji coba pertama melawan India beberapa hari sebelumnya. Menit ke-76, Indra Sjafri kembali melakukan sejumlah pergantian untuk menyegarkan tim. Jens Raven, Robi Darwis, Mikael Tata, Rifqi Ray, dan Zanadin Fariz masuk menggantikan beberapa pemain lainnya. Enam menit jelang waktu normal berakhir, Brandon Scheunemann dan Ricky Pratama juga mendapat kesempatan tampil. Meski kedua tim berusaha mencetak gol tambahan, skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Garuda Muda Takluk Dari India

Timnas Indonesia U22

Timnas Indonesia U22 harus mengakui keunggulan India dengan skor 1-2 dalam laga uji coba internasional yang digelar di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat 10 Oktober 2025 malam. Meski hasil akhir belum berpihak pada Garuda Muda, pertandingan ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi dan evaluasi menjelang SEA Games 2025 di Thailand. Pelatih Indra Sjafri menurunkan kombinasi pemain muda dan berpengalaman untuk menguji berbagai skema permainan. Sejak menit awal, pertandingan berjalan cepat dan terbuka. Namun, kesalahan di lini belakang membuat Indonesia kebobolan cepat pada menit ke-4. Umpan yang tidak sempurna berhasil dicuri oleh Suhail Ahmad Bhat, yang kemudian menuntaskannya dengan tembakan keras ke gawang Cahya Supriadi. India unggul 1-0. Indonesia berupaya bangkit. Menit ke-10, Toni Firmansyah hampir menyamakan kedudukan setelah berhasil mencuri bola di area pertahanan lawan, namun tembakannya masih diblok bek India. Tak lama kemudian, Hokky Caraka mencoba peruntungannya lewat tembakan jarak jauh, namun bola masih bisa diamankan kiper India, Kaithamalai Mohanraj. Petaka kembali datang di menit ke-25. Melalui skema serangan balik cepat, India menambah keunggulan lewat Suhail yang mencetak gol keduanya malam itu. Indonesia tertinggal 0-2. Namun semangat juang Garuda Muda tidak surut. Tim asuhan Indra Sjafri terus menekan hingga akhirnya Dony Tri Pamungkas memperkecil ketertinggalan lewat sepakan keras kaki kanannya di menit ke-41. Bola melesat deras ke pojok kanan atas gawang India tanpa mampu dijangkau kiper. Skor 1-2 menutup babak pertama. Memasuki babak kedua, Indra Sjafri melakukan rotasi besar untuk memberikan kesempatan bermain kepada seluruh pemain. Victor Dethan, Cahya Supriadi, Frengky Missa, Ananda Raehan, Toni Firmansyah, dan Alfharezzi Buffon ditarik keluar, digantikan oleh Ardiansyah, Rahmat Arjuna, Raka Cahyana, Arkhan Fikri, Mikael Tata, dan Rivaldo Pakpahan. Menit ke-59, Jens Raven masuk menggantikan Hokky Caraka sebagai target man. Pergantian tersebut membuat permainan Indonesia lebih dinamis. Pada menit ke-64, Rahmat Arjuna melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti, namun umpannya gagal disambut rekan setim. Peluang kembali hadir di menit ke-74 melalui situasi bola mati, ketika Arkhan Fikri mengirimkan umpan dari tendangan bebas yang menghasilkan tendangan sudut. Meski terus menekan, Indonesia belum mampu menambah gol hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 1-2 bertahan untuk kemenangan India. Garuda Muda dijadwalkan kembali menghadapi India pada Senin, 13 Oktober 2025, di Stadion Madya, Jakarta. Laga kedua ini akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperbaiki hasil sekaligus menguji kesiapan para pemain menjelang SEA Games 2025.

Indra Sjafri Panggil 32 Pemain untuk TC Timnas SEA Games 2025

Pelatih Timnas U-23, Indra Sjafri memanggil sebanyak 32 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) untuk persiapan SEA Games 2025. TC ini berlangsung di Jakarta pada 2 hingga 14 Oktober 2025. Garuda Muda juga dijadwalkan menjalani dua laga uji coba internasional melawan India pada 10 dan 13 Oktober 2025 di Stadion Madya, Jakarta. Ada empat kiper yang dipanggil yakni Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta, Daffa Fasya Sumawijaya dari Borneo FC, Erlangga Setyo Dwi S. dari PSPS Pekanbaru, dan Muhammad Ardiansyah dari PSM Makassar. Untuk pemain belakang ada Kadek Arel Priyatna, Muhammad Ferrari, Muhammad Dzaky Asraf, dan Muhammad Alfarezzi Buffon. Selain itu, ada Dony Tri Pamungkas, Dion Marxx dan Tim Geypens, Kakang Rudianto, Frengky Deaner Missa, Ahmad Rusadi dan Raka Cahyana Riski. Pada sektor gelandang terdapat nama, Rivaldo Enero Pakpahan, Robi Darwis, Toni Firmansyah, dan M. Rayhan Hannan. Selain itu, Ananda Raehan Alief, Ivar Jenner, Arkhan Fikri, dan Zanadin Fariz. Posisi penyerang diisi oleh Victor Dethan, Rafael Struick, Hokky Caraka, Jens Raven, Arlyansyah Abdulmanan, Rahmat Arjuna, Adrian Wibowo, Ricky Pratama dan Wigi Pratama. SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand yang rencananya digelar pada tanggal 9 hingga 20 Desember 2025 mendatang. Daftar 32 Pemain untuk TC Timnas U-23 bulan Oktober: Kiper Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta) Daffa Fasya Sumawijaya (Borneo FC) Erlangga Setyo Dwi S. (PSPS Pekanbaru) Muhammad Ardiansyah (PSM Makassar) Belakang Kadek Arel Priyatna (Bali United) Muhammad Ferrari (Bhayangkara Presisi FC) Muhammad Dzaky Asraf (PSM Makassar) Muhammad Alfarezzi Buffon (Borneo FC) Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta) Dion Marxx (TOP Oss – Belanda) Kakang Rudianto (Persib Bandung) Frengky Deaner Missa (Bhayangkara Presisi FC) Tim Geypens (FC Emmen – Belanda) Ahmad Rusadi (Madura United) Raka Cahyana Riski (PSIM Yogyakarta) Gelandang Rivaldo Enero Pakpahan (Borneo FC) Robi Darwis (Persib Bandung) Toni Firmansyah (Persebaya Surabaya) M. Rayhan Hannan (Persija Jakarta) Ananda Raehan Alief (PSM Makassar) Ivar Jenner (FC Utrecht – Belanda) Arkhan Fikri (Arema FC) Zanadin Fariz (Persis Solo) Penyerang Victor Dethan (PSM Makassar) Rafael Struick (Dewa United) Hokky Caraka (Persita Tangerang) Jens Raven (Bali United) Arlyansyah Abdulmanan (Persija Jakarta) Rahmat Arjuna (Bali United) Adrian Wibowo (Los Angeles FC – Amerika Serikat) Ricky Pratama (PSM Makassar) Wigi Pratama (Persik Kediri)

Indra Sjafri Pelatih Timnas U23 untuk SEA Games 2025

PSSI & Indra Sjafri

PSSI menunjuk Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas U23 untuk SEA Games 2025 pada Desember mendatang yang digelar di Thailand. Hal ini diumumkan Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali yang didampingi Sekjen PSSI, Yunus Nusi di Jakarta pada Senin (29/9). “PSSI sudah siap menjadi bagian dari kontingen Indonesia cabor sepak bola yang akan berlaga di SEA Games 2025. Akhirnya diputuskan yang akan memimpin timnas Indonesia di SEA Games 2025 adalah pelatih kepala, Indra Sjafri,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali. Amali menambahkan bahwa salah satu dasar penunjukan Indra Sjafri sebagai pelatih untuk SEA Games 2025 adalah keberhasilan Indra Sjafri membawa Indonesia meraih medali emas pada SEA Games 2023 yang berlangsung di Kamboja. “Kami berharap adanya dukungan dari segala pihak, terutama suporter, dalam perjuangan timnas di bawah arahan pelatih Indra Sjafri. SEA Games ini sangat berbeda, nuansa dan atmosfernya. Dan publik sangat berharap betul, tentang kembalinya medali emas SEA Games,” tambahnya. Sementara itu, Indra Sjafri menyambut dengan semangat soal penunjukkan ini. Dia mengakusiap menjawab penunjukkan ini dengan sebuah prestasi untuk Timnas U23. “Kalau namanya tugas negara, tentu harus dilaksanakan dengan rasa tanggung jawab dan perjuangan yang maksimal. Dengan pengumumannya hari ini, tentu kami membangun rangka pertama,” kata Indra Sjafri. “Kemarin siang saya membaca semua regulasi tentang SEA Games, handbook SEA Games. Bahwasanya nanti mulai dari jumlah pemain seperti yang sampaikan tadi, dan sistem kompetisinya dan juga kapan kami harus datang ke sana,” ujarnya. “Terus respons kami setelah diumumkan ini adalah berdiskusi dengan kesekjenan PSSI nanti untuk menutup team behind the team para asisten pelatih dan ofisial yang nanti akan membantu kami dan Insya Allah nanti dalam waktu dekat kami akan umumkan siapa-siapa saja yang akan kami rekrut untuk membantu kami,” pungkasnya. Rencananya pada pekan ini juga, timnas U23 sudah menjalani pemusatan latihan di Jakarta.

Windy Cantika ke Kejuaraan Dunia Junior Sebelum SEA Games 2021

Windy Cantika ke Kejuaraan Dunia Junior Sebelum SEA Games 2021

Lifter putri Windy Cantika Aisah bakal terjun di Kejuaraan Dunia Junior sebelum tampil di SEA Games 2021. Ajang itu hanya sebagai sasaran antara. Kejuaraan Dunia Junior akan berlangsung di Heraklion, Yunani, mulai 2-10 Mei mendatang. Kemudian dua hari berikutnya, SEA Games 2021 Hanoi dimulai sampai 23 Mei mendatang. Meskipun waktunya mepet, PB PABSI tetap mengirimkan atletnya untuk mengikuti dua event tersebut. Termasuk salah satunya Windy Cantika Aisah. Pelatih Nasional Angkat Besi, Dirdja Wihardja mengatakan, ada lima lifter yang dikirim ke kejuaraan tersebut, namun hanya dua di antaranya yang lanjut ke multievent di Vietnam, pada 12 -23 Mei mendatang. “Dari kelima atlet itu hanya (Windy) Cantika dan Rizky (Juniansyah) yang ikut di SEA Games. Sementara tiga lainnya hanya untuk Kejuaaran Dunia Junior saja, di antaranya Muhammad Faathir dan Juliana Klarisa,” kata kata Dirdja ketika ditemui di Mess Kwini, Rabu (6/4/2022). Sebagai informasi, Rizki merupakan juara dunia junior 2021 di kelas 73 kg. Ia mendapatkan meraih medali emas pada angkatan snatch 155 kg dan clean and jerk 194 kg. Sementara Windy Cantika selain peraih medali emas SEA Games di kelas 49 kg, ia juga pemegang gelar juara dunia di angkatan snatch dengan angkatan terbaik 86 kg dan angkatan clean ad jerk 105 kg. “Yang jelas tujuannya untuk menambah jam terbang atlet karena tahun ini cukup berat. Sebab, November ini sudah mulai kualifikasi Olimpiade lagi,” Dirdja menegaskan. “Kami akan fokus raih tiket dulu semaksimal mungkin, kalau SEA Games dan Kejuaraan Dunia hanya sasaran antara saja,” dia mempertegas. Dirdja juga mengatakan tak akan mematok target khusus buat Windy dkk. Ia hanya ingin lifter-nya bisa tampil terbaik dengan persiapan yang sudah dijalani semaksimal mungkin selama Pelatnas ini.

Windy Cantika Akan Berlaga di Yunani dan SEA Games Vietnam

Windy Cantika Akan Berlaga di Yunani dan SEA Games Vietnam

Lifter muda Indonesia, Windy Cantika Aisah, direncanakan bakal berlaga dalam beberapa kejuaraan bergengsi. Diantaranya adalah Kejuaraan Dunia Junior di Yunani dan SEA Games Vietnam pada bulan Mei 2022 mendatang. Atlet berusia 20 tahun tersebut memohon doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia. Sebelumnya, lifter muda asal Kabupaten Bandung itu berhasil menorehkan sejarah dengan meraih medali pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 di kelas 49 kg, cabang olahraga angkat besi. “Yang paling dekat ada event kejuaraan dunia junior di Yunani bulan Mei awal, dari situ enggak pulang ke Indonesia langsung ke Vietnam SEA Games. Jadi, SEA Games-nya bulan Mei juga, jadi punya waktu 2 minggu dari kejuaraan dunia ke SEA Games,” ujar Windy di Cimaung, Minggu (30/1). “Mohon doa dan dukungan, semoga Windy sehat selalu, dan mendapatkan yang terbaik,” sambungnya. Pada ajang SEA Games sebelumnya, Windy berhasil meraih emas. Windy tak mengungkapkan secara gamblang target untuk SEA Games selanjutnya. Atlet asal Kabupaten Bandung itu hanya meminta doa agar bisa memperoleh medali emas lagi. “Insyaallah mohon doanya saja (dapat emas). Rival terberat ada yaitu dari Thailand,” ungkap Windy. Windy memberikan pesan kepada generasi muda yang ingin menjadi atlet. Yang pertama adalah meminta restu dan doa orang tua. Selanjutnya, adalah harus berusaha dan berlatih semaksimal mungkin. “Minta restu kedua orang tua juga, minta doa orang tua juga, itu yang utamanya, keduanya kita yang harus berusaha, kita yang berlatih semaksimal mungkin, makan yang baik, istirahat yang baik kalau jadi atlet,” pungkasnya.

Jelang PON dan SEA Games 2021, PB WI Gelar Sirnas Virtual

Jelang PON dan SEA Games 2021, PB WI Gelar Sirnas Virtual

Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan SEA Games 2021 sudah di depan mata. Untuk menyiapkan atlet, Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia (WI) pimpinan Airlangga Hartarto menggelar Sirkuit Nasional (Sirnas) Wushu Taolu. Sirkuit Nasional Wushu Taolu yang didukung penuh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan digelar dalam tiga seri yang akan digelar pada bulan Maret, Juli, dan Desember 2021. Ajang ini merupakan lanjutan virtual Wushu Championship khusus nomor Taolu dalam dua seri pada tahun 2020. “Sirkuit Nasional Wushu 2021 ini merupakan program kelanjutan dari Virtual Wushu Championship 2020 lalu. Ini merupakan strategi dalam menyiapkan program pembinaan berkesinambungan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi wushu Indonesia ke depan,” kata Sekjen PB WI, Ngatino di Jakarta, Selasa (16/3/2021). Pada Sirkuit Nasional Wushu Seri I yang digelar secara virtual, 22 – 27 Maret 2021 sebanyak 444 atlet terdiri dari 71 atlet senior (peserta PON dan Pelatnas), 111 atlet Junior A, 152 atlet Junior B, dan 110 atlet Junior C. Mereka berasal dari 10 Provinsi yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, DIY, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Lampung, Jambi, Sumatera Utara. Sebanyak 373 atlet junior yang tampil di Sirkuit Nasional Wushu itu, kata Ngatino, merupakan atlet terbaik yang dijaring dari Virtual Wushu Championship 2020. Mereka nantinya akan memperebutkan tiket ke pelatnas junior yang akan ditetapkan setelah mengikuti tiga seri. “PB WI akan merekrut 25 persen dari jumlah 373 atlet yang tampil untuk mengisi pelatnas junior. Mereka akan ditentukan sesuai dengan poin dan hasil penilaian Tim Talents Couting (pencarian bakat) yang akan diterjunkan untuk memantau atlet junior yaglng tampil,” jelasnya. Selain menjaring atlet junior potensial, kata Ngatino, Sirkuit Nasional Wushu ini juga dijadikan sebagai ajang uji coba bagi atlet wushu yang akan tampil di PON Papua 2021. “PB WI sengaja melibatkan atlet senior dan atlet pelatnas di Sirkuit Wushu Nasional untuk menjaga kualitas pertandingan di PON Papua 2021 nanti. Mereka kan sudah lama tidak tampil karena pandemi Covid 19. Jadi, mereka yang lolos di PON bisa melihat kelemahan dan kekurangan sebelum tampil di Papua nanti. Begitu juga atlet pelatnas yang akan turun di SEA Games Hanoi 2021,” jelasnya. “Penampilan atlet PON dan atlet pelatnas ini juga bisa dilihat atlet junior yang akan menggantikan posisinya di ajang event internasional,” tambah Ngatino. Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri l akan dibuka secara resmi oleh Menpora Zainudin Amali bersama Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto pada 22 Maret 2021. Lokasi pertandingan akan ditempatkan di 30 titik dimana untuk DKI Jakarta hanya 3 titik ditambah Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta yang menjadi tempat latihan pelatnas. Sementara jumlah pertandingan sebanyak 898 nomor terdiri dari 149 nomor senior dan 749 nomor junior. Sirkuit ini akan disiarkan secara live streaming @INAWUSHU Channel. Sumber: Liputan6.com

Menangi Dua Laga Uji Coba, Timnas Diminta Tingkatkan Fisik, Mental dan Kerja Keras

Menangi Dua Laga Uji Coba, Timnas Diminta Tingkatkan Fisik, Mental dan Kerja Keras

Tim nasional Indonesia persiapan SEA Games 2021 meraih kembali kemenangan di laga uji coba. Pada Minggu (7/5/2021), skuat Garuda menang dengan skor 3-1 atas Bali United di Stadion Madya Senayan, Jakarta. Sebelumnya, Skuad Garuda juga mampu meraih kemenangan atas Tira-Persikabo pada Jumat (5/5/2021) lalu dengan skor 2-0. Pada pertandingan melawan Tira-Persikabo, gol kemenangan timnas dicetak oleh Kadek Agung pada menit ke-45’ dan Muhammad Rafli menit 49’. Sementara pada laga kemarin melawan Bali United, gol timnas dicetak oleh K. H Yudo menit ke-35, Koko Ari menit ke-70 dan Osvaldo Haay menit ke-75. Sementara gol dari Bali United dicetak oleh Lerby Eliandri menit ke-83. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi timnas Indonesia yang meraih dua kali kemenangan di ajang uji coba. Namun, ia berpesan agar para pemain tidak cepat puas dan terus bekerja keras. “Alhamdulillah para pemain terus menunjukkan performa yang positif. Fisik menurut pelatih Shin Tae-yong masih dikisaran 60%-70%. Ini wajar karena mereka lama vakum setelah kompetisi Liga 1 dan 2 tidak berjalan selama satu tahun terakhir. Meskipun di 20 menit awal, timnas kesulitan untuk menembus pertahanan Bali United, masuknya Adam Alis membuat lini tengah makin hidup dan akhirnya menang,” kata Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong juga senang dengan performa yang ditunjukkan para pemain timnas. Menurutnya, Andy Setyo dan kawan-kawan bermain lebih baik dibanding melawan Tira Persikabo. “Jadi pergerakan pemain semakin baik, kami senang dengan penampilan mereka dia dua laga uji coba ini. Namun mental dan fisik harus terus ditingkatkan. Selain itu, duel satu lawan satu juga harus diperbaiki. Jangan mudah kehilangan bola dan gampang dilewatin lawan saat bertahan,” kata Shin Tae-yong. “Apa yang mereka pelajari di timnas Indonesia harus jadi contoh kepada pemain di klub masing-masing. Setahun tidak ada liga untuk peforma dan fisik pemain sangat menurun. Untuk itu pemusatan latihan kali ini fokus ke fisik, jadi pemain bekerja keras dalam latihan dan dua laga ini juga sangat kerja keras,” tambahnya. Setelah laga ini, pemain akan dikembalikan ke klub masing-masing untuk mengikuti Piala Menpora yang dimulai 21 Maret mendatang. Empat kota akan menjadi tuan rumah, yakni Surakarta (Jawa Tengah), Sleman (DIY), Malang (Jawa Timur), dan Bandung (Jawa Barat) di ajang tersebut.

Timnas U-23 Akan Jajal 2 Klub Indonesia

Timnas U-23 Akan Jajal 2 Klub Liga 1

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-23 terus melakukan persiapan tampil di SEA Games 2021 Vietnam. Skuat Garuda pun mencari lawan tanding dan ingin menjajal dua klub Indonesia. PSSI sendiri telah menentukan dua lawan yang akan dihadapi pada uji coba nanti. Kedua klub tersebut ialah PS Tira Persikabo dan Bali United. Rencananya, dua laga itu bakal digelar pada awal Maret mendatang. Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri mengatakan timnas pada bulan depan akan mengagendakan sedikitnya dua kali uji coba, yakni dengan dua tim sepak bola Indonesia. Uji coba akan dimulai pada 3 Maret melawan PS Tira Persikabo. Kemudian pada 5 Maret menghadapi Bali United. “Dua laga uji coba itu akan dipertandingkan di Jakarta,” ujar Indra Sjafri, dilansir dari laman resmi PSSI. Uji coba itu sekaligus menjadi penutup edisi kedua pemusatan latihan (TC) Timnas di Jakarta. Usia uji coba, para pemain akan dikembalikan ke klub masing-masing untuk persiapan mengikuti Turnamen Menpora 2021 pada 20 Maret hingga 25 April. Sementara itu, pelatih Shin Tae-yong mengatakan saat ini fokus untuk meningkatkan fisik serta performa pemain. Setelah itu konsentrasi baru beralih ke laga uji coba. “Fisik pemain menjadi titik perhatian. Kompetisi yang tidak jalan membuat fisik mereka melempem. Setelah fisik kembali tentu laga uji coba menjadi penting,” tegasnya. Jadwal Timnas Indonesia 1. Timnas Indonesia Vs PS Tira Persikabo – 3 Maret 2021 2. Timnas Indonesia Vs Bali United – 5 Maret 2021

Jelang SEA Games, PSSI Ingin Timnas U-23 Lakoni Minimal Tiga Laga Uji Coba

Jelang SEA Games, PSSI Ingin Timnas U-23 Lakoni Minimal Tiga Laga Uji Coba

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-23 tengah melakukan pemusatan latihan/training camp (TC) di Stadion Madya dan Lapangan D, Jakarta. Saat ini, TC sudah memasuki pekan kedua. Berbagai menu latihan pun sudah diberikan tim pelatih demi perkembangan positif pemain timnas. Selain menggelar latihan, Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, meminta agar timnas U-23 menjalani tiga laga uji coba sebelum mengakhiri pemusatan latihan (TC) di Jakarta pada akhir Februari. Menurutnya, sudah ada beberapa tim yang bersedia menjadi lawan. “Saya meminta minimal ada tiga kali pertandingan persahabatan. Kalau bisa sebenarnya lima kali, tetapi melihat perkembangannya,” ujar Iriawan kepada awak media di Jakarta, Kamis (18/2/2021). “Kemudian sudah ada yang bersedia (menjadi lawan). Kalau tidak salah, Bali United dan Persib U-23,” tambahnya. Timnnas U-23 yang dipersiapkan untuk mengarungi SEA Games 2021 ini memang dijadwalkan menjalani TC di Jakarta hingga akhir Februari. Namun, hingga pekan kedua pelaksanaan TC, pelatih Shin Tae-yong masih terus membenahi fisik para pemain yang dinilai turun karena tidak bertanding hampir setahun. Iriawan pun mengaku setuju dengan program latihan pelatih asal Korea Selatan tersebut. Sebab menurutnya, bukan hal bagus juga jika para pemain dipaksa bertanding ketika kondisi kebugaran belum sempurna. “Saya juga meminta jangan melakukan ‘sparring’ dengan tim lain kalau fisik belum siap,” pungkas Iriawan. SEA Games 2021 dijadwalkan berlangsung di Vietnam, 21 November- 2 Desember. PSSI menargetkan medali emas dari ajang ini demi mengulangi prestasi serupa yang terakhir kali diraih pada 1991 silam. Saat ini, skuad Timnas Indonesia U-23 sudah lengkap. Dalam sesi latihan Rabu 17 Februari 2021, tiga pemain Osvaldo Haay, Braif Fatari, dan Rizky Pellu, sudah gabung. Mereka melengkapi formasi 36 pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong. Sesuai aturan yang berlaku, SEA Games memberikan kelonggaran kepada para pesertanya untuk mendaftarkan dua pemain senior. Namun, aturan resmi untuk SEA Games kali ini terkait hal tersebut belum muncul sampai sekarang. Sementara untuk ajang SEA Games 2021 sendiri direncanakan akan berlangsung mulai bulan November mendatang di Hanoi, Vietnam. Pada SEA Games 2019 lalu, timnas Indonesia meraih perak usai kalah 0-3 dari Vietnam pada laga final yang berlangsung di Stadion Rizal Memorial Manila, Filipina.

Vika Jadi Satu-satunya Petembak Wakil Merah-Putih di Olimpiade Tokyo

Vika Jadi Satu-satunya Petembak Wakil Merah-Putih di Olimpiade Tokyo

Insan olahraga tentu tak asing lagi mendengar nama Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba atau yang akrab disapa Vika, seorang petembak muda senapan angin potensial yang dimiliki Indonesia saat ini. Vika menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bakal turun di Olimpiade Tokyo 2021. Hal itu sudah dikonfirmasi oleh Sekjen Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (PB Perbakin), Justin Judiswandarta. “Benar. Hanya satu atlet saja yang lolos ke Olimpiade. Sebenarnya kami juga sudah menjadwalkan untuk mengejar tambahan kuota,” ujar Justin Judiswandarta saat dikonfirmasi dilansir Antara. PB Perbakin, kata dia, tetap berusaha menambah kuota dengan mengirimkan atlet ke kejuaraan yang sudah dijadwalkan oleh Federasi Olahraga Menembak Internasional (ISSF). Hanya saja kejuaraan kualifikasi itu dibatalkan karena pandemi Covid-19. “Dengan batalnya beberapa kejuaraan kualifikasi, praktis kita tidak bisa menambah atlet. Vika satu-satunya petembak yang tampil di Tokyo,” katanya menambahkan. Mantan Ketua Pengprov Perbakin Jawa Timur itu menjelaskan, upaya untuk menambah kuota tidak hanya melalui kejuaraan kualifikasi yang sudah dijadwalkan, namun juga dilalukan dengan cara lain seperti mengajukan wild card. Hanya saja, menurut Justian, upaya untuk mendapatkan wild card tidak dikabulkan oleh ISSF karena jatah yang ada diberikan kepada atlet menembak dari negara-negara yang sedang mengalami konflik. “Kebijakan ISSF memberikan jatah wild card kepada penembak dari negara yang konflik itu patut dimaklumi. Sebab, ISSF menjadikan cabang olahraga menembak bukan hanya mengejar prestasi tetapi sebagai sarana untuk kampanye perdamaian dunia,” kata Justian menegaskan. Vidya Rafika Rahmatan Thayiba merupakan atlet menembak muda yang bakal turun di nomor Air Rifle Match dan 3 position 50 meter putri kejuaraan empat tahunan yang pelaksanaannya mundur satu tahun dari jadwal semula. Tiket lolosnya Vika didapat saat turun di Kejuaraan Menembak Asia di Qatar 2019. Setelah itu rentetan prestasi terus raih termasuk raihan dua emas pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Biodata: Nama: Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba Tempat, Tanggal Lahir: Depok, Jawa Barat, 27 Mei 2001 Prestasi: SEA Games 2019 Filipina (1 medali emas Air Rifle Women, 1 medali emas AirRifle Mix) Asian Shooting Championships Qatar 2019 (lolos Olimpiade Tokyo 2020) SEASA 2019, Indonesia (2 medali emas) SEASA 2017, Malaysia (1 medali perak, 1 medali perunggu)