Ini Rekomendasi BOPI untuk Penyelenggaraan Kompetisi Sepak Bola Liga 1

BOPI melalui Ketua Umum Richard Sambera mengeluarkan surat rekomendasi penyelenggaraan Liga 1 2019 kepada PT LIB. (Adt/NYSN)

Jakarta- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memberikan surat rekomendasi untuk penyelenggaraan Liga 1 2019. Acara penyerahan surat rekomendasi juga dibarengi penyerahan pakta integritas dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi, dan perwakilan klub serta suporter kepada BOPI, di Media Center Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), Senayan, Jakarta, Jumat (10/5). Rekomendasi itu diberikan terkait dengan telah selesainya verifikasi yang dilakukan BOPI sejak pengajuan PT LIB pada April 2019. Dalam kesempatan itu, Richard Sambera, Ketua Umum BOPI menyampaikan harapannya terkait penyelenggaraan liga sepak bola kasta tertinggi di Indonesia tersebut. “Pertama, BOPI berharap bahwa operator dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab agar tidak ada kekacauan disekitar pertandingan sehingga setiap pertandingan berjalan dengan aman dan nyaman untuk seluruh keluarga Indonesia,” ujar Richard. Kedua, ungkap Richard, PSSI sebagai lembaga atau federasi yang menaungi persepak bolaan Indonesia harus tegas dan mampu memberikan pengadil (wasit) yang berintegritas. Ia melanjutkan, ketiga, klub-klub berkompetisi dan berbisnis dengan profesional sehingga tidak ada lagi kejadian penunggakan gaji pemain. “Keempat, kepada pemain kedepankan sportif dan memberikan contoh kepada masyarakat dan suporter untuk saling menghormati,” terang pria berusia 47 tahun. Dan, kelima, sebut Richard, para suporter jangan anarkis, rasis, dan tawuran, semua hendaknya duduk damai menikmati dengan aman dan nyaman. “Terakhir, pesan kepada media massa hendaknya dapat terus memberitakan dengan baik agar kompetisi dapat berjalan dengan tajam dalam suasana yang kondusif,” tegas peraih medali perak kejuaraan dunia renang 2000, di Hong Kong. Richard menjelaskan BOPI telah melakukan verifikasi semua klub yang akan berlaga di Liga 1 sesuai kewenangan yang dimiliki institusi yang dipimpinnya tersebut, sehingga hasilnya rekomendasi dapat dikeluarkan. “Saya menyampaikan harapan kepada semua yang terlibat, mari kita sukseskan Liga 1 tahun 2019 ini dan semoga menjadi liga tersukses sepanjang sejarah,” tutur Richard. Sedangkan Dirk Soplanit, Direktur Interim PT LIB, mengatakan dengan keluarnya surat rekomendasi dari BOPI, maka Liga 1 bisa dipastikan segera bergulir pada 15 Mei mendatang, dimana kick off pertama akan mempertemukan PS Sleman dengan Arema FC. “Alasan kedua klub ini sebagai laga pembuka kompetisi karena juara Liga 1 tahun 2018 Persija ada agenda AFC, sementara durasi jadwal tahun ini sangat mepet yaitu berakhir 22 Desember, maka kick off tanggal 15 Mei mempertandingkan Juara Liga 2 dengan Juara Piala Presiden,” jelas Dirk. Sementara itu, terkait PT LIB yang belum menunaikan kewajiban pembayaran kepada sejumlah klub pada musim lalu, Dirk menyebut akan segera diselesaikan sesuai komitmen. “Kalau bicara soal utang piutang. Sebagai sebuah korporasi, karena LIB ini sebuah PT, maka utang piutang itu sesuatu yang biasa dan wajar saja. Namun sampai sejauh mana utang itu dapat diselesaikan dengan baik, dan pada saatnya diselesaikan sesuai dengan komitmen,” tukas Dirk. (Adt)

Jeda Kompetisi Selama Ramadhan, Persija Jakarta U-16 Siapkan Agenda Ujicoba

Persija Jakarta U-16 siapkan agenda ujicoba saat jeda kompetisi selama Ramadhan. (persija.id)

Jakarta- Elite Pro Academy PSSI Liga 1 U-16 memasuki waktu libur selama Ramadhan. Kompetisi ini kembali bergulir sepekan usai Idul Fitri. Saat ini, Persija Jakarta U-16 menempati posisi kedua Grup A Liga 1 U-16 dengan raihan 12 poin. Dan selama Ramadhan, tim berjuluk Young Tiger itu tetap menggelar latihan. Terlebih, selepas jeda Ramadhan Persija Jakarta U-16 akan bertemu TIRA Persikabo sebagai pemuncak klasemen. “Kami tetap berlatih seperti biasa untuk waktunya nanti akan diinfokan lebih lanjut bisa mendekati magrib atau malam hari,” ujar Muhamad Jusuf, Pelatih Persija Jakarta U-16, pada Senin (6/5). “Kami akan juga menjalani beberapa uji coba sekaligus hal ini lebih matang saat menghadapi TIRA sang pemuncak klasemen,” lanjutnya. Pada laga terakhir, Persija Jakarta U-16 hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan PSIS Semarang. Jusuf menilai pada laga melawan PSIS Semarang timnya hanya kecolongan saja. Menurutnya, secara keseluruhan anak didiknya tersebut sudah tampil baik. “Kami memang kecolongan hal itu juga jadi perhatian kami untuk menghadapi laga melawan TIRA,” tukas Jusuf. (Adt)

Diusung Jadi Calon Ketua Umum PSSI, Rahim Soekasah Fokus Program Usia Muda

Sejumlah mantan pemain tim nasional (Timnas) Indonesia mendorong Rahim Soekasah maju dalam pencalonan Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). (Adt/NYSN)

Jakarta- Sejumlah mantan pemain tim nasional (Timnas) Indonesia mendorong Rahim Soekasah maju dalam pencalonan Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Beberapa nama mantan pemain Timnas Indonesia diantaranya Eli Idris, Yudo Hadiyanto, Patar Tambunan, Aries Renaldi, Johanes Auri, Simson Rumapasal, Nasir Salasa, Robby Binur, Oyong Liza, Sangap Surbakti, Benny Tomasoa, dan Hermansyah. Mereka mendorong Rahim untuk maju dalam perebutan kursi nomor satu induk organisasi sepak bola Tanah Air itu lantaran resah dengan kondisi PSSI yang carut-marut. Mulai dari prestasi Timnas yang tak kunjung membaik hingga kasus pengaturan skor yang melibatkan petinggi PSSI. Benny Tomasoa, salah satu mantan pemain nasional yang mengusulkan Rahim sebagai kandidat Ketua Umum PSSI, mengatakan Rahim memiliki pengalaman yang matang di dunia sepak bola Indonesia. Disisi lain, Benny dkk mengaku kecewa dengan kondisi PSSI saat ini yang terserang kasus pengaturan skor. “Kami ingin Ketua Umum PSSI dari insan sepak bola dan punya pengalaman. Namun yang paling penting kami ingin PSSI bersih,” ujar Benny, di Jakarta, Kamis (2/5). Senada, Nasir Salasa menyebut dirinya bersama para mantan pemain nasional mendorong Rahim lantaran eks Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI era Ketua Umum PSSI Nurdin Halid tersebut adalah orang yang sangat mengerti tentang sepak bola. “PSSI sekarang banyak orang yang tidak pernah berkecimpung di sepak bola. Sehingga kami merasa beliau sangat pantas dan bisa membawa sepak bola Indonesia lebih maju lagi,” tutur Nasir. Menanggapi dukungan tersebut, Rahim menyatakan kesiapannya maju sebagai Ketua Umum PSSI. “Saya siap (dicalonkan sebagai Ketua Umum PSSI), dan semua saya serahkan ke voters (pemilik hak suara). Saya sudah puluhan tahun mengurus sepak bola dan sudah paham betul persepak bolaan nasional,” tutur Rahim. Ditegaskannya, bahwa siapapun berhak untuk menjadi pengurus dan Ketua Umum PSSI, baik itu dari kalangan pengusaha, militer dan politisi. Namun Rahim mengingatkan jangan menjadikan jabatan di PSSI hanya sekadar mencari popularitas. “Di luar negeri, mereka yang menjadi pengurus sepak bola umumnya sudah mengabdi selama 10 sampai 25 tahun tahun. Dan tim penjaringan calon Ketua Umum PSSI harus jujur. Jangan sampai orang yang tidak pernah mengurusi sepak bola dibilang pernah mengurusi sepak bola. Tidak boleh ada lagi yang seperti itu,” cetus Rahim. Jika nantinya terpilih menjadi Ketua Umum PSSI, Rahim akan fokus melakukan pembinaan usia muda. Menurutnya, dalam melahirkan pemain hebat, maka perlu mendapatkan perhatian khusus sejak usia dini. “Saya akan fokus pada program pembinaan usia muda. Mereka harus mendapatkan perhatian khusus. Usia muda kita seperti U-16 dan U-19 perah menjadi juara. Sehingga perlu diberi pengawasan secara berkesinambungan,” tambahnya. “Dahulu, saya termasuk salah satu yang terlibat dalam menyeleksi pemain Primavera (program PSSI tahun 1993) selama kurang lebih 7 bulan. Dari puluhan pemain saya harus menyeleksi menjadi beberapa orang. Yang pasti melahirkan pemain bintang tidak mudah. Jadi pembinanan usia muda menjadi salah satu target saya nantinya,” tukas Rahim. Rahim yang mengawali karir di dunia sepak bola sebagai manajer klub UMS pada 1980-an pernah menjadi manajer Timnas pada 1990-an. Di era kompetisi sepak bola Galatama, ia merupakan manajer tim Pelita Jaya dan sukses mengantarkan klub tersebut juara empat kali. Selain itu, Rahim juga pernah menjadi Wakil Ketua Umum PSSI versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) pada 2012 serta Chairman klub sepak bola Brisbane Roar yang merupakan klub Liga Utama Australia. (Adt)

Empat Sosok Muda ini Dianggap Sebagai Kunci Perubahan PSSI

Bob Hippy, legenda Timnas era 60-an mendukung empat sosok muda untuk membenahi PSSI.

Banyak orang berpikir bahwa ini saatnya bagi PSSI untuk mengadakan perubahan atau revolusi, terutama di dalam tubuh dan pengurus besar PSSI itu sendiri, mengingat beberapa insiden yang akhir-akhir ini terkuak, lengsernya Edy Rahmayadi dan juga kasus terkaitnya PLT Joko Driyono sebagai tersangka dalam tragedy “Match Fixing”. Semenjak itu banyak sekali dorongan dari pihak eksternal untuk merevolusi tubuh PSSI, bahkan salah satu legenda timnas era 60-an Bob Hippy ikut buka suara, Ia menantang para sosok muda untuk keluar dari “Persembunyiannya”. Bob Hippy, pria berusia 71 tahun itu terlihat lelah dengan bobrok yang tak berujung di dalam organisasi sebesar PSSI. “Saya kira PSSI memerlukan sosok yang benar-benar komit membangun sepak bola Indonesia yang bersih dan bertanggung jawab. Ini bukan hanya soal Ketua Umum atau Wakilnya saja tapi juga anggota Komite Eksekutif (Exco),” tegas Bob Jumat (29/2/19). “Juga Asprov di 34 Provinsi. Para voters yang punya hak suara harus pun harus dibekali visi-misi yang jelas, ya apalagi kalau bukan sepak bola bersih,” sambung Bob yang pernah mengoyak gawang Jerman Timur saat masih berseragam Persija Jakarta. Akhir-akhir ini ramai dibahas di kalangan media, mengenai siapa sosok muda yang dinilai memiliki kapabilitas untuk memimpin PSSI. Tercatat ada empat sosok muda yang mendominasi pembahasan tersebut, yaitu: Rezza Mahaputra Lubis (CEO Indonesia Junior League). Ahmad Zaki Iskandar (Bupati Tangerang) Munafri Arifudin (CEO PSM Makassar) Azrul Ananda (CEO Persebaya Surabaya) Siapa saja dan apa saja prestasi empat sosok diatas dalam bidang olahraga, tepatnya cabang olahraga sepakbola di tanah air, sehingga mereka disebut layak untuk me-“Revolusi” organisasi sepakboal terbesar di Indonesia. Ahmad Zaki sendiri jadi salah tokoh pemimpin daerah yang sukses membangun 27 stadion mini di Kabupaten Tangerang. Munafri Arifudin, sepak terjangnya cukup sukses dengan mengkomandoi klub legendaris sekelas PSM Makassar, hanya dalam jangka waktu dua tahun ia mampu mengembalikan marwah Juku Eja. Azrul Ananda, sebelum menjadi orang nomor satu di Persebaya adalah pendiri DBL (Development Basketball League), sosok milenial pula di kalangan media. Rezza Mahaputra Lubis, bersama Indonesia Junior League tengah hebat-hebatnya menyusun kerangka sepak bola Tanah Air lewat investasi di kompetisi level usia muda. Keempat sosok tersebut pun terdengar cocok bagi Bob, bahkan Ia berharap bukan hanya salah satu dari empat sosok tersebut, tetapi semuanya dapat maju bersama untuk melakukan pembenahan total di tubuh PSSI. “Yang paling penting tentunya harus punya waktu yang penuh untuk PSSI artinya tidak memegang jabatan lain. Wawasannya di sepak bola pun harus luas, tidak hanya skala nasional tapi juga Asia hingga Dunia,” ujar Bob di Jakarta. “Kalau mau revolusi ya harus benar-benar dari akarnya, jangan terulang lagi yang sudah, bersih-bersih total,” ujar Bob lagi.Rencananya PSSI akan mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB), ide ini tercetus setelah anggota Komite Eksekutif (Exco) mengadakan rapat di Jakarta (19/2) pasca penetapan Joko Driyono sebagai tersangka. KLB ini pada dasarnya memiliki dua agenda besar, yaitu membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). Bagaimana menurut pendapat sobat muda NYSN? silahkan komen dibawah ini. (IHA)

Dicoret dari Timnas U-22, Nadeo Argawinata Masuk Daftar Seleksi Timnas U-23

Nadeo Argawinata (kiri) akhirnya gagal menembus skuat akhir Timnas U-22. Nama kiper Borneo FC itu tak muncul dalam tim arahan Indra Sjafri itu untuk tampil di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Alasan utamanya karena minim jam terbang interasional. (kumparan.com)

Bangkalan- Nadeo Argawinata akhirnya gagal menembus skuat akhir Timnas U-22. Nama kiper Borneo FC itu tak muncul dalam tim arahan Indra Sjafri itu untuk tampil di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Padahal, Nadeo termasuk pemain yang sejak awal mengikuti pemusatan latihan bersama Andy Setyo dkk. Kondisi ini tentu sangat berat buat kiper 187 cm. Dalam situasi ini, kiper Madura United, Muhammad Ridho Djazulie, memberi dukungan bagi Nadeo. “Saya selalu memberikan support untuk Nadeo. Selama ini, saya dekat dengan dia. Karena dia kiper muda, saya harus selalu memberikan dukungan buat dia,” kata Ridho pada Kamis (14/2). Ridho dan Nadeo pernah berada dalam satu tim di Borneo FC musim lalu. Tak heran keduanya menjalin kedekatan. Mereka selalu bergantian tampil di bawah mistar Borneo FC, saat satu dari keduanya harus membela Timnas Indonesia. Musim ini, Ridho memutuskan meninggalkan tim Pesut Etam. Namun, keduanya terus menjalin komunikasi. Terbaru, Ridho dan Nadeo saling berhadapan saat uji coba Madura United kontra Timnas U-22 di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan (12/2). “Saran saya buat dia, tetap semanagat dan bekerja keras. Masih banyak kesempatan. Selalu tetap jaga kondisi dan mulai fokus kembali membela klub,” imbuh Ridho. Nadeo akan kembali memperkuat Borneo FC yang tengah melakukan agenda pramusim. Di klub Pesut Etam, kiper kelahiran Kediri 9 Maret 1997 ini akan kembali bersaing dengan Alfonsius Kelvan dan Gianluca Padenyewu. Timnas U-22 akan mengandalkan tiga kiper dalam turnamen antarnegara ASEAN itu. Mereka adalah Muhamad Riyandi (Barito Putera), Satria Tama (Madura United), dan Awan Setho Rahardjo (Bhayangkara FC). Indra menyebut minimnya pengalaman internasional jadi alasan tercoretnya Nadeo dari skuat akhir yang bakal diboyong ke Kamboja. Diakui Indra bahwa Nadeo tersingkir karena kalah bersaing dari Riyandi. “Riyandi punya pengalaman internasional yang banyak, alasan saya itu,” kata Indra usai sesi latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Kamis sore. Tercoretnya Nadeo memang sempat memancing komentar dari warganet, mengingat kiper jebolan SSB Macan Putih Kediri itu musim lalu cukup kerap dimainkan oleh Borneo FC di Liga 1 Indonesia. Nadeo juga tampil cukup prima ketika menjaga gawang Timnas U-22 dalam laga uji coba terakhir menghadapi Madura United, meski kemasukan gol Slamet Nurcahyo lima menit jelang babak pertama usai. Indra menegaskan gol tersebut bukan menjadi alasan pencoretan Nadeo, sebab penilaiannya menyeluruh termasuk tiap sesi latihan yang diikuti. “Akumulasi semua, ada kesehatan, psikotes, sesi latihan, hingga uji coba. Dari rekapitulasi semua itu, ada yang kita pilih,” ujar Indra. Pun demikian, nama Nadeo, lanjut Indra, masuk daftar 40 pemain yang akan diseleksi kembali saat Timnas U-23 tampil di kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam pada Maret nanti. (Adiantoro)

Tunggu Saddil dan Osvaldo, Indra Sjafri Masih Enggan Coret Pemain Timnas U-22

Bek Timnas U-22 sekaligus kapten, Andy Setyo (2/merah), tengah berduel dengan tim Bhayangkara FC, pada laga uji coba jelang Piala AFF U-22, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2). Kedua tim akhirnya bermain imbang 2-2. (Bola.com)

Bekasi- Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, belum memutuskan terkait pencoretan pemain. Indra berujar harus menunggu kepastian Saddil Ramdani dan Osvaldo Haay. Timnas U-22 bermain dengan skor akhir 2-2 melawan Bhayangkara FC pada uji coba di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2). “Kami sedang mendiskusikan mengenai pencoretan pemain. Saya juga sedang menunggu kepastian Saddil Ramdani dan Osvaldo Haay,” kata Indrai dalam konferensi pers seusai pertandingan. Saddil sebenarnya sudah tidak diizinkan Pahang FA untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-22. Namun, PSSI ternyata masih melobi agar bisa menggunakan jasa Saddil di Piala AFF U-22 2019. Sementara Osvaldo saat ini sedang menjalani latihan bersama klub kasta kedua Spanyol, CD Numancia. Indra masih menunggu apakah sang pemain bisa bergabung dengan timnya atau tidak. Selain itu, adanya cedera pemain membuat Indra enggan melakukan perjudian dalam pencoretan pemain. “Jadi, strategi pencoretan pemain masih harus saya pertimbangkan. Masih ada satu pemain yang cedera, yakni M. Rafli. Apakah dicoret sebelum kami ke Malang atau nanti? Mungkin besok pagi akan saya informasikan,” ujarnya. Pada pertandingan ini, Timnas U-22 sejatinya berhasil unggul 2 gol lebih dulu melalui aksi Andi Setyo dan tendangan penalti Gian Zola. Namun, begitu beberapa pemain diganti permainan Timnas menurun. Sebaliknya, Bhayangkara FC mampu bangkit dan mencetak dua gol penyeimbang melalui aksi Ilham Udin dan Mahir Radja Menurut Indra, tim pertama yang bermain pada babak pertama, memiliki kelebihan dalam serangan. Namun, permainan tim kedua yang menjadi sorotan adalah skema serangan balik yang lambat. “Tim pertama, serangannya lebih rapi dan bermain dengan position yang lebih progresif. Adapun tim kedua, kami meminta untuk bermain dengan counter attack. Namun, saat transisi counterattack-nya lambat,” tukas pelatih kelahiran 2 Februari 1963, usai pertandingan. “Saat deep-defending dan melakukan counter, mereka seharusnya bangun serangan. Tapi ini tak terjadi. Ketika deep-defending keluar dengan konvesional counterattack, seharusnya cepat. Orang pertama yang harus lihat adalah Beni Oktaviansyah, dia paling ujung, kalau tidak bisa, dia harus keluar dengan channel yang ada,” tegasnya. Selain itu, ia juga menyoroti kesalahan mendasar yang dilakukan tim kedua. Contohnya kesalahan ketika kiper sudah berniat membangun serangan, namun dua center back malah mengembalikan lagi bola. “Kiper sudah mulai serangan, tapi kedua center back mengembalikan bola ke kiper. Ini konyol. Kenapa? Ketika bola dikembalikan ke kiper, maka kiper sudah kehilangan senjata yakni tangannya. Harusnya lebih progresif ke depan. Tim yang kedua juga kurang smooth ketika keluar dari tekanan,” ucap pelatih asal Sumatra Barat itu. “Kami akan mencoba lagi pada tanggal 10 melawan Arema FC. Saya yakin Timnas Indonesia U-22 ini bisa lebih baik lagi. Saya dan tim pelatih sudah melihat apa yang harus diperbaiki kedepan,” pungkasnya. (Adt)

Bulan Juli Berlaga di Pentas Internasional, Kemenpora-BLiSPI Berangkatkan Tim Pelajar U-15 ke Portugal

Kemenpora bersinergi dengan BLiSPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia) dan sponsor akan memberangkatkan Tim Pelajar Usia (U)-15 ke Portugal, mengikuti turnamen sepak bola usia muda Iber Cup 2019, di kota Lisbon, pada 1-6 Juli. Raden Isnanta berharap skuat Garuda Muda mendapatkan pengalaman berlaga di pentas internasional. (Istimewa)

Jakarta- Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) bersinergi dengan BLiSPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia) dan sponsor akan memberangkatkan Tim Pelajar Usia (U)-15 ke Portugal, mengikuti turnamen sepak bola usia muda Iber Cup 2019, di kota Lisbon, pada 1-6 Juli mendatang. Raden Isnanta, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, menyebut keberangkatan atlet pelajar ke kancah internasional akan memberikan pengalaman yang sangat luar biasa. “Kami berharap anak-anak ini memperoleh pengalaman yang luar biasa. Sebab, pengalaman internasional dari para atlet top dari ‘benua sepak bola’ merupakan sesuatu yang harus diperoleh,” ujar Isnanta, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2). Diungkapkan Isnanta, bahwa gelar juara bukan tujuan utama dari skuat Garuda Muda ini, namun pengalaman menjadi sesuatu yang lebih berharga. “Kalau juara memang bukan target tim pelajar ini. Apalagi kompetitornya memang luar biasa, karena selama ini tim terbaik Indonesia saja hanya masuk 8 besar,” lanjutnya. “Tapi dengan melawan postur tinggi dan pola pembinaan yang benar disana, harapan kami mereka bisa mendapatkan ilmu yang berharga,” tambah Isnanta. Pria Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu, menegaskan pemerintah menyiapkan generasi muda sepak bola ini untuk go internasional bukan tanpa tujuan. “Terlebih Indonesia ingin kembali menjadi “macan Asia’ untuk itu kami bersyukur anak-anak ini diperkenalkan ke pentas Eropa sejak usia dini,” terangnya. Lebih lanjut, ungkap Isnanta, dengan dana yang sangat terbatas membuat Kemenpora selama ini baru bisa memberangkatkan para atlet ke level Asia Tenggara. Sehingga, pihaknya berharap para sponsor bisa memberikan dukungan yang besar bagi kemajuan olahraga, khususnya sepak bola di usia muda. “Kekuatan dari sponsor-sponsor ini akan menjadi sumbangan yang besar untuk sekitar 18 atlet sepak bola pelajar U-15 dari 90 atlet nantinya,” tegasnya. Sementara itu, Ray Manurung, Manajer Timnas U-15, menerangkan nantinya dari 90 atlet yang terjaring akan disaring menjadi 18 pemain pada waktunya. Dan, dari 90 pemain yang terpilih, ungkap Ray, mereka akan diikutkan dalam tiga training center (TC). “TC pertama diawal April, dan Juli mendatang akan kami sampaikan TC berikutnya seperti apa. Kemungkinan TC kami gelar di Lembang (Bandung), Bali dan Jakarta,” tutur Ray. Ditambahkannya, nantinya dari TC kedua akan terbentuk paling tidak 18 pemain. Para pemain ini akan masuk pada TC ketiga, di Portugal. “Mereka akan bertanding pada 1 hingga 6 Juli 2019. Sedangkan konsekuensi TC di Portugal ini biayanya sangat tinggi, modal kami hanya yakin dan percaya saja, karena ini untuk bangsa dan negara. Jika ingin hasil ‘buah’ yang bagus, maka harus tanam bibit yang bagus pula,” tegas Ray. Sedangkan Subagja Suihan, Ketua BLiSPI, mengungkapkan pemain yang akan berangkat ke Portugal merupakan hasil kejuaraan Liga Sepak bola Pelajar U14 dan U16 Piala Menpora 2018. “Kami menunjuk Pak Ray, agar BLiSPI bisa memperoleh hasil yang terbaik dan berkualitas di Portugal. demi kepentingan sepak bola nasional,” tukas Subagja. (Adt)

Eks Kiper Timnas U-16 Indonesia, Berpeluang Tembus Skuat Senior Persebaya Surabaya

Kiper Timnas U-16 Indonesia era 2018, Ernando Ari Sutaryadi (kiri), berpeluang masuk skuat Persebaya Surabaya senior musim 2019. Manajemen Persebaya akan mempromosikan sosok kiper, yang mengantarkan Timnas U-16 juara Piala AFF U-16 2018 itu. (bola.com)

Surabaya- Kiper Timnas U-16 Indonesia era 2018, Ernando Ari Sutaryadi, berpeluang masuk skuat Persebaya Surabaya senior musim 2019. Tak hanya itu, manajemen Persebaya juga berencana mempromosikan sosok kiper yang mengantarkan Timnas U-16 juara Piala AFF U-16 2018 itu. Hal ini disampaikan Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, yang berburu informasi regulasi memainkan pemain yang berkompetisi di Elite Pro Academy U-16 itu. “Nando sudah kami kontrak sebagai pemain Persebaya dan kami sedang pelajari regulasi elite pro dan senior, bagaimana koneksinya,” kata Candra dikutip Tribun Jatim, Minggu (3/2). Manajemen Bajul Ijo berharap ada regulasi yang membolehkan remaja kelahiran Semarang, 2 Februari 2002 ini bisa bermain untuk Persebaya U-16 saat Elite Pro Academy U-16 dan juga Liga 1 2019 bersama tim senior Persebaya. “Kalau bisa (bermain di Elite Pro dan Liga 1) kami akan sesuaikan dengan kebutuhan,” tambahnya. Upaya ini dilakukan oleh manajemen tak lain arahan dari pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman. Djanur membutuhkan kiper tambahan, meski sudah memiliki Miswar Syahputra dan Imam Arief Fadhillah, serta melakukan negosiasi dengan eks kiper PSMS Medan, Abdul Rohim. Jika mendapatkan persetujuan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI selaku penanggung jawab kompetisi Liga 1, bukan tidak mungkin Kiper yang merintis karir di klub SSB Bina Bakat Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah ini, bisa menembus skuat utama Persebaya. Tentu kehadiran Nando menjadi hal positif bagi Persebaya. Apalagi, pelajar kelas XII SMAN 3 Pangkalan Bun saat ini tengah ditempa bersama rekan-rekan Garuda Select di Inggris. Jadi, ketika nanti kembali ke Persebaya, Ernando telah mendapatkan bekal dari proses pelatihan tersebut. (Adt)

Timnas U-22 Hadapi Bhayangkara FC di Bekasi, Tiga Winger Terbaik Absen Piala AFF 2019

Pemain Timnas U-22, Osvaldo Haay, saat melakukan latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, pada Selasa (22/1). Gelandang 21 tahun itu dikabarkan menerima tawaran trial dari klub Segunda Division Spanyol, CD Numancia, sehingga terancam absen tampil di Piala AFF U-22 2019. (Bola.com)

Jakarta- Direktur Teknik Bhayangkara FC, Yeyen Tumena, mengungkapkan pertandingan uji coba timnya melawan Timnas U-22 digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2). Meski mengungkapkan jadwal dan tempat agenda uji coba, Yeyen belum membocorkan terkait harga dan jumlah tiket laga ini. Pertandingan melawan Timnas U-22 akan digelar di Stadion Patriot pada 6 Februari 2019 pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini bisa disaksikan umum dan kami akan jual tiket,” kata Yeyen kepada wartawan. “Kami mau koordinasi dengan PSSI. Panpelnya itu dari Bhayangkara FC, tapi perangkat pertandingan dan tanggung jawab dari PSSI,” ujar Yeyen. Melawan Bhayangkara FC merupakan agenda pertama Timnas U-22 setelah pemusatan latihan, sejak 7 Januari 2019. Laga ini digelar untuk mempersiapkan Garuda Muda tampil di Piala AFF U-22 2019. Setelah itu, Timnas U-22 kembali melakoni uji coba melawan Arema FC, pada Minggu (10/2). Sayangnya, anak asuh Indra Sjafri ini berpotensi tak diperkuat winger-winger terbaiknya, di Piala AFF 2019. Kepastian itu terjadi, usai mereka tak mendapat izin dari klubnya. Piala AFF 2019 yang berada di luar kalender FIFA, membuat klub-klub luar negeri tak berkewajiban melepas pemainnya ke Timnas Indonesia. Kabar terbaru, Pahang FA berkirim surat dengan PSSI, yang isinya dengan berat hati tak bisa meminjamkan Saddil Ramdani. Pahang FA hanya mau melepas Saddil, untuk Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, pada Maret mendatang. Langkah yang dilakukan Pahang FA, serupa dengan Lechia Gdansk. Selain karena bukan agenda FIFA, Lechia Gdansk enggan melepas Egy Maulana Vikri, karena mereka berada pada pekan-pekan krusial di Liga Polandia. Hal ini tentu saja menjadi kabar buruk buat Timnas U-22. Selain kedua nama itu, belakangan Osvaldo Haay, juga diyakini absen pada ajang Piala AFF 2019. Pemain 21 tahun itu justru menerima tawaran trial, dari klub Segunda Division Spanyol, CD Numancia. Situasi ini tentu saja membuat Indra gamang. Apalagi ketiga pemain-pemain tersebut sangat cocok dengan karakterisik permainan yang diusung arsitek asal Sumbar itu. Pelatih kelahiran 2 Februari 1963 itu pun belum memutuskan apakah mengandalkan sumber daya pemain yang ada, atau memanggil nama baru. Keputusan itu akan diambil Indra, setelah Timnas U-22 melakukan uji coba. “Indonesia punya banyak pemain. Kami akan melihat perkembangan setelah uji coba nanti,” tegas Indra. (Adt)

Jadi Arsitek Timnas Senior, PSSI Beri Dua Target Bagi Simon Mcmenemy

Simon Mcmenemy (kiri) mendapatkan dua target khusus dari PSSI selama melatih Timnas Indonesia senior pada 2019-2020. Pelatih 41 tahun asal Skotlandia itu dituntut bisa membawa Indonesia duduk di peringkat 120 besar FIFA, dan meraih juara Piala AFF 2020. (Adt/NYSN)

Jakarta- Simon Mcmenemy mendapatkan dua target khusus dari PSSI selama menjadi pelatih Timnas Indonesia senior pada 2019-2020. PSSI selaku federasi sepak bola nasional yang bertanggung jawa terhadap prestasi merah putih, memiliki dua target khusus pada edisi 2019-2020. Dua target ini dipasrahkan kepada Mcmenemy, yang akan menangani skuat Garuda selama dua tahun ke depan. Pelatih 41 tahun asal Skotlandia itu dituntut membawa timnas Indonesia sanggup menembus peringkat 120 besar FIFA, dan meraih gelar juara di Piala AFF 2020. Kedua target itu diharapkan bisa terealisasi pada akhir 2020. “PSSI menargetkan kerja keras jangka panjang dimulai dari hari ini supaya bisa menyongsong ambisi juara di akhir 2020,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, di Jakarta, Kamis (24/1). “Ini menjadi satu kesatuan dengan agenda besar pada akhir 2020 peringkat FIFA kita baik signifikan dan ditargetkan masuk 120 besar,” ujar Tisha. Saat ini, Indonesia masih menempati peringkat ke-159 per Desember 2018. Ratu mengungkapkan sejumlah event dan target bakal dipikul pria yang mulai melatih pada usia 33 tahun itu. Pada perhelatan Piala AFF 2018, Indonesia gagal lolos dari fase grup setelah menempati peringkat keempat di Grup B dengan catatan satu kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Timnas Indonesia belum pernah meraih gelar juara di ajang Piala AFF sejak edisi pertama pada 1996. Catatan terbaik timnas Indonesia hanyalah menjadi runner-up selama lima kali pada 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016. Selain Piala AFF tahun depan, Indonesia menjalani babak kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023, pada 2019. Ronde pertama babak kualifikasi akan dimulai pada bulan Juni nanti. Selain itu, Indonesia juga memiliki agenda pertandingan persahabatan pada Maret. Namun, Tisha berharap Indonesia tidak perlu menjalani ronde pertama dan bisa langsung masuk ronde kedua. Adapun ronde kedua babak kualifikasi, dijadwalkan berlangsung pada September 2019. “Diharapkan pada Juni nanti Indonesia tak perlu lagi berlaga di ronde pertama, namun kami otomatis lolos ke ronde kedua di bulan September,” ucap Tisha mengakhiri. Dua target ini akan menjadi tantangan baru bagi eks pelatih Timnas Filiphina, yang sukses mengantarkan Bhayangkara FC meraih gelar juara Liga 1 2017. (Adt)

Pulangkan Lima Orang dari TC Tahap Kedua, Timnas U-22 Punya 30 Pemain

Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, resmi memulangkan lima pemain dari pemusatan latihan yang berlangsung di Jakarta. Kini Timnas U-22 memiliki skuat untuk Piala AFF U-22 2019, yakni 30 pemain plus tiga nama yang sedang berkarier di luar negeri. (bola.com)

Jakarta- Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, akhirnya resmi memulangkan lima pemain dari pemusatan latihan yang berlangsung di Jakarta. Pemain yang dipulangkan adalah Indra Mustafa (Persib Bandung), Syafril Lestahulu (Persib Bandung U-19), Jayus Hariono (Arema FC), Anan Lestaluhu (Persija Jakarta), dan Wahyudi Hamisi (Borneo FC). Pencoretan kelima pemain itu dilakukan Indra, setelah mempertimbangkan berbagai aspek. Dengan demikian, Timnas U-22 telah menemukan skuat untuk Piala AFF U-22 2019, yakni berjumlah 30 pemain plus tiga nama yang sedang berkarier di luar negeri. “Kami kembalikan lima pemain ke klub, jadi sekarang kami memiliki 30 pemain. Mulai Senin (21/1), kami sudah memulai periodisasi persiapan menuju Piala AFF U-22 di Kamboja,” kata pria 55 tahun ini, seperti dikutip situs resmi PSSI, pada Sabtu (19/1). Syafril Lestahulu dan Jayus Hariono merupakan pemain yang baru bergabung pada tahap kedua. Adapun Indra Mustafa, Wahyu Hamisi, dan Anan Lestaluhu dikembalikan ke klub karena dianggap belum bisa menunjukkan kualitasnya. “Ada empat kriteria pemain yang kami pilih di Timnas U-22, yakni kemampuan skill, fisik, taktik kecerdasan, dan mental. Itu ditambah informasi mengenai kesehatan dan fisioterapi, dan psikotes mereka, dengan semua aspek lainnya,” imbuh Indra Sjafri. Dengan demikian, Timnas Indonesia U-22 sudah bisa fokus dalam persiapan menuju Piala AFF 2019 yang akan dimulai pada pekan ketiga pemusatan latihan, Senin (21/1). Hal itu akan didukung dengan satu agenda uji coba pada akhir Januari 2019. (Adt)

Bahas Peforma Real Betis, Indra Sjafri ke Spanyol Ambil Lisensi Pelatih Pro AFC

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri (kedua dari kanan), yang akan berangkat ke Spanyol, menyebut klub La liga, Real Betis, bakal menjadi objek penelitiannya, dalam modul keenam, untuk mendapatkan lisensi pelatih A AFC Pro. (tribunnews.com)

Jakarta- Indra Sjafri, pelatih Timnas U-22, bertolak ke Spanyol guna mengikuti kursus Pelatih Profesional Lisensi A AFC Pro. Rencananya, pelatih kelahiran Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, 55 tahun silam itu, akan berangkat ke negara matador pada 21 Januari, dan kembali ke Tanah Air pada 24 Januari 2019. “Saya pribadi mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih. Kursus A AFC Pro ini angkatan pertama. Mudah-mudahan kami menyelesaikan semua modul yang sudah dimulai April 2018, kami sudah menyelesaikan 4 modul, tinggal 3 modul lagi, dan kami akan berangkat ke Spanyol,” ujar Indra di Senayan, Jakarta, pada Selasa (15/1). Indra mengungkapkan modul kelima akan digelar selama 10 hari, tapi ia tidak bisa mendapat izin lebih dari lima hari. “Sebenarnya modul lima itu digelar 10 hari. Tapi, saya mendapatkan izin berada di Spanyol selama lima hari. Kebetulan sebelumnya, akhir 2018, saya sudah ke Juventus selama 10 hari,” terangnya. Kendati tak bisa menemani timnas U-22 selama 5 hari di Pelatnas, Indra mengaku tak khawatir, karena ada banyak asisten pelatih yang akan menangani David Maulana cs. “Latihan tetap berjalan karena masih ada Nova Arianto, Nursaelan Santoso, dan Hendro Kartiko, yang menangani tim,” lanjut mantan juru racik U-19 itu. Indra menyebut Real Betis bakal menjadi objek penelitiannya dalam modul keenam guna mendapat lisensi AFC Pro. PSSI menggelar kursus bagi pelatih Indonesia mendapatkan lisensi AFC Pro sejak April 2018. Saat ini, para peserta telah memasuki tahap atau modul kelima. Dalam modul kelima itu, Indra bersama para pelatih lainnya akan menyerap ilmu dari klub La Liga, Deportivo Alaves. “Dalam modul keenam, instruktur melihat bagaimana cara pelatih melatih. Adapun modul ketujuh, kami akan mempresentasikan tesis dengan tugas mengamati klub Eropa selama enam bulan,” jelasnya. “Mengamati klub Eropa selama enam bulan merupakan tugas terakhir. Saya kebetulan dapat Real Betis dan sudah mempersiapkannya dengan baik. Semoga hasil bahasan saya diterima oleh instruktur,” tutur Indra. Dalam laporannya nanti, Indra akan membahas perjalanan Real Betis selama setengah musim mengarungi La Liga. Dia mendapatkan data klub Los Verdiblancos dari dunia maya. “Saya hanya mengikuti Real Betis dari situs web hingga media sosial. Jadi semuanya dari jarak jauh,” ujar Indra Sjafri. Selain Indra, 20 pelatih Indonesia lain pun turut berangkat ke Spanyol. Diantaranya Widodo Cahyono Putro, Rahmad Darmawan, Nilmaizar, serta Djajang Nurdjaman. Usai menyelesaikan kursus Lisensi A Pelatih Profesional di Spanyol, Indra segera kembali ke Indonesia untuk bisa fokus mempersiapkan Timnas U-22. (Adt) Daftar pelatih yang mengikuti kursus pelatih A AFC Pro Pelatih dari Indonesia : Djajang Nurjaman, Bambang Nurdiansyah, Aji Santoso, Wolfgang Pikal, Rudy Eka Priyambada, Joko Susilo, Liestiadi, Hanafing, Tony Ho, Emral Abus, Rahmad Darmawan, Iwan Setiawan, Nil Maizar, Indra Sjafri, Widodo C Putro, Yeyen Tumena, Mundari Karya, Yunan Helmi, Syafrianto Rusli, Seto Nurdiantoro Pelatih dari Malaysia : Adam bin Abdulah Elavaran Pelatih dari Jepang : Fujiwara

Hari Sabtu Ini, Indra Sjafri Rilis Skuat Timnas U-22

Jakarta- Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri akan menciutkan pemain pada akhir pekan nanti. Namun, tak ada pemain promosi untuk TC pekan ketiga mendatang. Saat ini, Timnas U-22 sudah masuk dalam pemusatan latihan tahap kedua, di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, mulai Senin (14/1). Pada latihan kali ini, Indra kembali memfokuskan materi fisik dan taktik. Sebab, ada tiga pemain yang baru masuk, yakni Nadeo Argawinata, Jayus Hariono dan M Syafril Lestaluhu. Mereka menggantikan Hilman Syah, Dalmiansyah Matutu, dan Yoga Pratama, yang terdegradasi, usai TC tahap pertama. Materi latihan seperti ini, disebutkan Indra, masih terus dilakukan hingga akhir pekan ini dan akan diakhiri dengan internal game sebelum melakukan evaluasi secara menyeluruh. “Kami akan latihan pagi terus sampai Jumat. Setelah itu akan ada sesi yang sama seperti kemarin dan diakhiri dengan sesi internal game,” ujar Indra. Namun, berbeda dengan pekan pertama, pada akhir pekan ini, pelatih asal Sumatera Barat itu tak bakal melakukan promosi pemain. Dia akan memulangkan pemain dan langsung menentukan 30 pemain, yang diproyeksikan untuk Piala AFF U-22 yang digelar pada Februari mendatang. Saat ini, tercatat 35 pemain mengikuti TC. Pria kelahiran Batang Kapas, Pesisir Selatan, 2 Februari 1963 ini mengatakan para pemain Timnas U-22 yang dipanggil saat ini akan terus berlatih sampai Jumat (18/1). Lalu, pada Sabtu (19/19), akan ada sesi internal game, serta diakhiri dengan pencoretan pemain “Di akhir pekan kedua, kami akan ciutkan lagi dengan beberapa pemain. Mungkin hanya ada degradasi, sementara promosi kami lakukan usai AFF,” lanjutnya. Ia memiliki alasan khusus tak bakal melakukan promosi pemain. “Karena saya ingin minggu ketiga itu, kami sudah fokus periodesasi untuk AFF,” pungkas pria 55 tahun ini. (Adt)

Jelang Umumkan Hasil Seleksi Tahap Pertama, Indra Sjafri Pulangkan 3 Pemain TC Timnas U-22

Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, sudah memulangkan tiga pemain pada akhir pekan pertama, pemusatan latihan Timnas U-22. Indra juga mengungkapkan bila hasil seleksi tahap pertama Timnas U-22, akan diumumkan pada Sabtu (12/1) malam. (tirto.id)

Jakarta- Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri memulangkan tiga pemain pada akhir pekan pertama pemusatan latihan. Meskipun memulangkan tiga pemain, pelatih 55 tahun itu memanggil tiga pemain baru untuk menggenapi pemain yang telah ada. Tiga pemain yang dipulangkan dari pemusatan latihan pekan pertama timnas U-22 Indonesia ialah, kiper Hilman Syah (PSM Makassar), lalu dua gelandang Damiansyah Matutu (Arema FC), dan Yoga Pratama (PSIM Yogyakarta). Sementara tiga pemain yang akan menggantikan tiga pemain yang dipulangkan itu ialah kiper Nadeo Argawinata (Borneo FC), serta dua gelandang yakni Jayus Hariono (Arema FC) dan M Syafril Lestaluhu (Persib U-19). Dengan masuknya Nadeo, Jayus, dan M Syafril, komposisi skuat timnas U-22 Indonesia masih berjumlah 35 pemain. Sebelumnya PSSI merilis total 38 pemain yang mengikuti TC yang dimulai sejak Senin (7/1), namun hingga saat ini tiga pemain masih belum hadir. Tiga pemain yang masih belum bergabung ialah Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk), Ezra Walian (RKC Waalwijk), dan Saddil Ramdani (Pahang FA). Dilansir Kompas.com, Indra menentukan empat faktor sebagai patokan untuk memilih pemain yang akan berlaga di Piala AFF U-22 2019. Empat hal itu adalah skill, fisik, taktikal dan kecerdasan mental, serta info medis. Info medis tidak hanya kondisi kesehatan pemain, namun juga catatan cedera yang pernah dialami. Termasuk juga hasil psikotes. Indra mengungkapkan bila hasil seleksi tahap pertama, akan diumumkan pada Sabtu (12/1) malam. “Tadi malam saya sudah diskusi (dengan tim kepelatihan). Ada beberapa kesimpulan yang sudah kami dapat,” tukas pria kelahiran 2 Februari 1963 usai sesi latihan di Lapangan ABC,Jakarta, Sabtu (12/1) pagi. Indra menyebut taak hanya menilai pemain dari informasi yang didapat saat pertandingan 2×30 menit di sesi latihan. “Bukan hanya informasi pertandingan 2×30 menit (di sesi latihan). Kalau itu terlalu naif untuk menentukan dia bagus atau tidak. Saya ingin tiada dusta di antara kita,” ujar Indra menambahkan. Soal pemain yang nantinya dicoret, pria asal Batang Kapas, Sumatra Barat ini, berpesan untuk tak berkecil hati. Ia menegaskan pencoretan bukan akhir dari kesempatan pemain untuk membela timnas. “Saya akan bilang, saya akan report ke pelatih klub bahwa dia sementara belum dan kekurangannya ini. Clear kan,” pungkasnya. (Adt)

Gembleng Skuad Junior Lewat Garuda Select, PSSI Kirim 24 Remaja Ke Inggris

Tim Garuda Select hasil dari kerja sama PSSI dengan SupersoccerTV akan menimba ilmu di Inggris selama enam bulan. Sebanyak 24 pemain muda hasil seleksi di Elite Pro Academy U-16 akan berangkat ke Inggris pada 15 Januari. (Adt/NYSN)

Jakarta- PSSI bekerja sama dengan SuperSoccer TV menjalankan program Garuda Select. Program ini berisi 24 pemain dengan usia dibawah usia 17 tahun, akan berlatih dan bertanding di Inggris selama enam bulan. Para pemain tersebut bakal mendapat pelatihan dengan standar Eropa, baik di dalam dan di luar lapangan, di Inggris, selama enam bulan. Pada 2019, program Garuda Select pertama ini brematerikan pemain-pemain terbaik dari klub-klub yang bertanding di program Elite Pro Academy U-16 2018, yang diikuti 18 klub Liga 1. Program Garuda Select dipimpin oleh Dennis Wise, sebagai Direktur Teknik, dan Desmond Sinclair (Des) Walker yang menjadi pelatih kepala. Wise, Legenda Chelsea ini mengatakan para pemain yang terpilih untuk mengikuti program Garuda Select ini akan bertanding melawan tim junior kategori 1 hingga kategori 3, di Inggris. Ia pun siap melatih anak-anak terpilih untuk mengembangkan kemampuan sepak bolanya. “Dalam program Garuda Select pertama ini, usia paling muda yang boleh dibawa adalah umur 16 tahun ke bawah, sesuai aturan imigrasi di Inggris. Tapi, bukan berarti tak ada pemain-pemain dari kelumpok umur lain yang akan dibawa ke Ingris di edisi selanjutnya,” ujar Wise di sesi jumpa pers program Garuda Select, Kamis (10/1). Skuat Garuda Select bertolak ke Inggris pada Selasa (15/1). Empat pelatih turut menemani Garuda Select di Inggris, yakni Bima Sakti, Gede Mahatma, Ilham Romadona, dan Sopian Hadi. Skuat Garuda Select juga didominasi oleh jebolan Timnas U-16. Di antaranya Bagas Kaffa, Bagus Kahfi, dan Sutan Zico. Selain Wise, anak-anak yang terpilih ini akan berlatih di bawah asuhan mantan penggawa Sampdoria dan Nottingham Forest, Des Walker. Para anak-anak yang terpilih akan mengikuti pelatihan sepak bola formal di London, selama enam bulan. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha menambahkan bila selama enam bulan, para pemain akan melakukan rangakain uji coba. Namun agenda tersebut tak masuk dalam kompetisi, karena baru akan bekerja sama dengan FA (red- PSSI Inggris), untuk batch (musim kompetisi) kedua. “Enam bulan yang pertama ini, mereka tak berkompetisi dengan FA. Pada enam bulan ini uji coba, lalu pada batch berikutanya baru bisa, karena ada kerja sama PSSI dan FA. Start di bulan Agustus atau setidaknya awal 2020, baru ikut kompetisi, karena basisnya dari elite pro academy,” kata Tisha. Disisi lain, Mirwan Suwarso, SuperSoccer TV Business Development Director, mengungkapkan SuperSoccer TV tertarik bekerja sama dengan PSSI dan membentuk sebuah program komersil jangka panjang yang saling menguntungkan. Menurutnya, Program Elite Pro Garuda Select ini tak sekadar bentuk kerja sama sponsorship atau donasi, namun lebih sebagai peluang bisnis yang diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan yang terus berkembang bagi kedua pihak. “Dengan program yang menyeluruh, kami bisa mendapatkan berbagai konten yang mencakup penayangan pertandingan, program liputan kegiatan mingguan, program liputan all access harian hingga program merchandising dan branding lainnya,” cetus Mirwan. (Adt) Daftar Tim Garuda Select 2019 Penjaga Gawang: Ahludz Dzikri Fikri (Persib Bandung) Risky Muhammad Sudirman (Persija Jakarta) Ernando Ari Sutaryadi (Persebaya Surabaya) Belakang: Amiruddin Bagas Kaffa, Mochamad Yudha Febrian (Barito Putera) Kartika Vedhayanto Putra (PPLP Jawa Tengah) Liba Valentino (Perseru Serui) Muhammad Reza Fauzan, Komang Teguh Trisnanda, Fadilah Nur Rahman, Muhammad Salman Alfarid (Diklat Ragunan) Vito Rendy Candra (Persebaya Surabaya) Tengah: Brylian Aldama (Persebaya Surabaya) David Maulana, Alif Jaelani (Barito Putera) Sandi Arta Samosir (PSMS Medan) Andre Oktaviansyah (PS Tira) Braif Fatari, Mochamad Supriadi (Diklat Ragunan) Yadi Mulyadi, Muhammad Fajar Fathur Rachman (Persib Bandung) Depan: Amiruddin Bagus Kahfi (Barito Putera) Sutan Diego Zico (Persija Jakarta) Amanar Abdillah (Persib Bandung) 4 Pelatih Pendamping Tim: Bima Sakti Ilham Ramadona Gede Mahatma Sopian Hadi Pelatih Kepala: Desmond Sinclair (Des) Walker Karier Timnas Inggris 1985-1988: Inggris U-21 1988-1993: Timnas Inggris Karier Piala Dunia 1990: Semifinalis Direktur Teknis: Dennis Wise Karier Timnas 1988: Timnas Inggris U-21 1989-1990: Timnas Inggris B 1991-2000: Timnas Inggris Piala Eropa  

Benahi Sepak Bola Indonesia, KPSN Desak PSSI Pecat Pengurus yang Terlibat Match Fixing

Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) mendesak PSSI pada Kongres tahunan PSSI, pada 20 Januari 2019, agar memecat anggotanya yang terlibat pengaturan skor atau match fixing. (Adt/NYSN)

Jakarta- Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) mendesak PSSI agar memecat anggotanya yang terlibat pengaturan skor atau match fixing. Tuntutan itu muncul dalam pertemuan klub dan Asosiasi Provinsi (Asprov), di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Rabu (9/1), yang digagas KPSN. Hadir dalam diskusi yang bertajuk ‘Menuju Sepak Bola Bersih, Berprestasi, Tanpa Mafia’, yakni Asprov PSSI DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Kepulaun Riau, Riau, Sulawesi Tenggara, Lampung dan Gorontalo. Sedangkan perwakilan klub, yaitu Madura FC, Aceh United, Persiraja Banda Aceh, Persika Karawang, Persijap Jepara, serta Persiwa Wamena. Pertemuan ini terkait kasus pengaturan skor yang marak dalam beberapa tahun terakhir, bahkan melibatkan anggota Komite Exsekutif (Exco) PSSI. Dan, para peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut menyepakati untuk mengeluarkan dua poin penting yang akan dibawa ke Kongres tahunan PSSI, pada 20 Januari 2019. “Pertama, mengusulkan agar anggota Komite Eksekutif PSSI dan pengurus PSSI yang menjadi tersangka kasus match fixing, untuk dipecat dengan tidak hormat dalam Kongres PSSI 2019. Kedua, mendorong satuan tugas antimafia bola Polri untuk memberantas secara tuntas praktik match fixing, melalui penegakkan hukum yang adil tanpa pandang bulu sesuai dengan kesetaraan dalam hukum,” bunyi dua poin peryataan yang dibacakan Esti Puji Lestari. Presiden Persijap Jepara, sekaligus salah satu voters dalam Kongres PSSI ini menyatakan akan berupaya membawa dua tuntutan itu ke Kongres PSSI. Dia menegaskan PSSI kedepannya harus lebih ketat dan selektif dalam memilih pengurus yang mengisi posisi strategis. “Federasi harus tegas. Siapapun yang terlibat harus ada yang sanksi yang berat untuk mereka,” lanjut Esti. Sementara itu, Sabarudin Labamba, Asprov Sulawesi Tenggara (Sultra), menyebut tema pertemuan ini sangat tajam, bahkan lebih dari yang pernah digagas terkait situasi saat ini, yakni prestasi, sepak bola yang bersih, dan anti mafia. “Permasalahan ini merupakan tanggung jawab semua pihak,” tegasnya. Ia menilai rekomendasi yang dihasilkan ini merupakan bagian aspirasi seluruh masyarakat Indonesia. “Jadi pertemuan dan rekomendasi yang dihasilkan ini patut kami apresiasi dan hormati,” ungkapnya. Sedangkan Dede Sulaiman, mantan striker Timnas era 80-‘an dan legenda sepak bola Indonesia, menyatatakan, sudah saatnya dilakukan reformasi atau revolusi untuk mengganti pengurus PSSI. “Pengurus yang sekarang ini masih terdapat orang lama, bukan orang yang baru. Kenapa mereka masih mau mengurus PSSI? Kalau memiliki hati nurani seharusnya mundur, karena tidak memiliki prestasi. Tapi, mereka tetap bertahan, dan ini menjadi tanda tanya besar bagi kita semua,” pungkas Dede. (Adt)

Waktu Mepet Jelang Piala AFF U-22, Timnas Hanya Uji Coba 2 Kali

Timnas U-22 melakukan latihan perdana di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Senin (7/1). Mereka akan mengikuti Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, akan memilih 23 pemain terbaik dan dijadwalkan menjalani dua kali uji coba lebih dulu. (bola.com)

Jakarta- Timnas U-22 akan mengikuti Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Skuat Garuda dijadwalkan menjalani dua kali uji coba lebih dulu. Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, memanggil 38 pemain untuk mengikuti seleksi tahap pertama. Indra akan memilih 23 pemain terbaik. Pertaruhan terdekat Timnas U-22 ada di Piala AFF U-22 di Kamboja, pada Februari 2019. Indonesia berada di Grup B bersama tuan rumah Kamboja, Myanmar, Malaysia dan Singapura. Namun, waktu persiapan yang dimiliki terbilang mepet, karena mereka sudah harus berangkat ke Kamboja pada 14 Februari 2019. Indra menyebut Timnas bakal menjalani dua kali uji coba untuk mematangkan persiapan. Pertama, Timnas menghadapi salah satu konstestan Liga dan, yang kedua, melawan tim di luar Asia Tenggara. Dua-duanya direncanakan dilaksanakan pada awal Februari. “Ada dua uji coba, yakni lokal dan internasional. Belum bisa saya sebutkan, yang pasti satu dari Asia Tenggara. Kalau lokal, tunggu saja karena mereka juga persiapan kompetisi. Semua uji coba, digelar sebelum kami ke Kamboja,” ujar Indra, usai latihan di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Senin (7/1). Lawan pertama yang akan dihadapi Timnas U-22 kemungkinan adalah Timnas China U-22. Anggapan itu berlatar pernyataan PSSI yang berencana mempertemukan tim Merah Putih dengan kesebelasan tersebut. Kemudian, Persija Jakarta juga ditengarai bakal menjadi lawan uji coba Tim merah putih muda. Tim Macan Kemayoran disinyalir akan menjadikan ajang itu sebagai persiapan Liga 1 2019. Sementara itu, Egy Maulana Vikri absen pada latihan perdana Timnas U-22 ini. Tak hanya Egy yang absen pada latihan kali ini. Firza Andika, Saddil Ramdani, Osvaldo Haay, dan Ezra Walian juga tidak nampak kehadirannya. Pada latihan perdana Timnas U-22 yang dimulai pukul 06.30 WIB tersebut, Indra didampingi dua asistennya, yakni Nova Arianto dan Yunan Helmi. Indra juga menunjuk Hendro Kartiko, sebagai pelatih kiper Timnas U-22. Pria berusia 45 tahun itu bertugas menangani empat penjaga gawang seleksi. Sejatinya, pemusatan latihan (TC) ini digelar Indra untuk menyongsong tiga agenda pada 2019. Pertama adalah Piala AFF U-22 di Kamboja, 17 Februari sampai 2 Maret mendatang. Garuda muda kemudian tampil di Kualifikasi Piala Asia U-23 (22-26 Maret), serta multievent SEA Games 2019 di Filipina (30 November-10 Desember). (Adt)

Menuju Piala AFF U-22 di Kamboja, PSSI Gelar Seleksi Singkat 38 Pemain

Osvaldo Haay (25) masuk seleksi Timnas U-22. Ia masyhur sebagai winger berkecepatan tinggi. Namun pemuda 20 tahun asal Jayapura ini pernah menghuni pos striker murni bersama timnya, Persebaya Surabaya, di Liga 1 2018. Ia pun pemain multifungsi. Empat pos sanggup dimainkannya, yakni bek kiri, gelandang, sayap, dan penyerang. (medcom.id)

Jakarta- Piala AFF U-22 akan segera bergulir pada 17 Februari hingga 2 Maret 2019, di Kamboja. Menghadapi turnamen penting itu, PSSI memanggil sekaligus menseleksi 38 pemain, yang bakal memperkuat skuat Garuda Muda, di bawah asuhan Indra Sjafri. Para pemain ini memulai pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk Timnas U-22 mulai 7 Januari, di Jakarta. Dari 38 nama yang rencananya dipanggil, sebagian besar merupakan skuat Timnas U-19. Di antaranya Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, dan Todd Rivaldo Ferre. Selain itu, terdapat nama Ezra Walian, yang saat ini bermain untuk klub Belanda, Almere City. Namun, pemain berpostur 177 cm itu sedang menjalani masa pinjaman di RKC Waalwijk. Ezra sempat menjadi bagian dari Timnas U-22 di SEA Games 2017. Namun, pada Piala AFF 2018, ia gagal mendapatkan izin dari klub untuk membela Timnas Indonesia senior. Selain Ezra, PSSI turut memanggil bomber Persik Kediri sekaligus pemegang titel topskor Liga 3, Septian Satria Bagaskara. “Kami memilih pemain yang bermain di kompetisi Liga 1, 2, dan 3, sehingga memiliki jam terbang. Ini jadi landasan utama kami dalam menentukan pemain. Kami juga sudah mengumpulkan data dari tim HPU (high performance unite),” ujar Indra, di Jakarta, pada Jumat (4/1). Juru racik tim kelahiran Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), 2 Februari, 55 tahun silam itu, mengatakan semua pemain dari U-19 masuk ke dalam skuat Garuda. “Semua pemain dari Timnas U-19 yang kemarin itu masuk, tapi minus striker. Banyak striker bagus, dan paling tidak, kini ada 4 striker yang kami siapkan,” tambah pelatih yang mengecap karir junior di PSP Padang 1981-1986. Sementara itu, terkait sempitnya waktu persiapan timnas, Indra tak mempermasalahkan. “Training center untuk timnas tak perlu lama. Saya inginnya satu, dua, tiga hari. Harusnya mereka yang dipanggil pemain yang pembinaan di klubnya bagus, sehingga kami hanya tinggal memantapkan program saja kepada para pemain ini,” jelas Indra. Untuk staf pelatih, mayoritas staf Indra dari Timnas U-19 akan disertakan. Namun, Indra juga membawa dua asisten pelatih baru yang dipastikan sudah memiliki lisensi kepelatihan yang sesuai arahan AFC. “Tim ini adalah tim yang terbaik, termasuk team behind the team, pelatih yang kami pilih adalah yang terbaik karena mengikuti standar arahan dari AFC. Asisten satu nanti akan dibantu oleh Yunan Helmi dari Barito (Putera),” papar Indra. “Asisten dua, yakni Nova Arianto dari Lampung Sakti, dan kebetulan sekarang dalam posisi tidak dalam kontrak. Seluruh pelatih itu masuk kriteria AFC soal sertifikasi,” tukas pria yang memulai karir sebagai pelatih U-12 ini. Sedangkan Ratu Tisha, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PSSI, menyebut jika Indra memiliki beban berat dalam mempersiapkan Timnas U-22. Sebab, menurutnya, selain Piala AFF U-22 pada 2019 ini, tim merah putih muda juga akan berlaga di kualifikasi Piala Asia U-23 pada 2020, dan SEA Games 2019 Filipina. “Ada beberapa target dari PSSI, seperti Piala AFF di Kamboja, AFC U-23 Qualifiers, juga menyongsong target emas di SEA Games 2019. Mulai 7 Januari akan ada rangkaian program-program itu,” cetus Tisha. “Kami harapkan dukungan, doa, serta semangat dari masyarakat demi kejayaan sepak bola Indonesia,” lanjutnya. Timnas U-22 akan menjalani laga perdana pada 18 Februari kontra Timnas U-22 Myanmar, pada babak penyisihan grup Piala AFF U-22 2019. Setelah itu, skuat Garuda bakal berjumpa dengan Singapura, Malaysia, dan tuan rumah Kamboja. (Adt) Daftar 38 pemain Timnas Indonesia U-22: Kiper 1. Hilman Syah (PSM Makassar) 2. Awan Setho (Bhayangkara) 3. Satria Tama (Madura United) 4. M Riyandi (Barito Putera) Belakang 5. Nurhidayat (Bhayangakara) 6. Rachmat Irianto (Persebaya Surabaya) 7. Bagas Adi (Arema FC) 8. Dallen Ramadhan (Bali United) 9. Dandi Maulana (Barito Putera) 10. Andi Setyo (PS TIRA) 11. Fredyan Wahyu (PSMS Medan) 12. Indra Mustafa (Persib Bandung) 13. Firza Andika (PSMS Medan) 14. Asnawi Mangkualam (PSM Makasar) 15. Adnan Lestaluhu (Persija Jakarta) 16. Samuel Christianson (Sriwijaya FC) Tengah  17. Hanif Sjahbandi (Arema FC) 18. Wahyudi Hamisi (Borneo FC) 19. Rafi Syaharil (Barito Putera) 20. Todd Rivaldo (Persipura Jayapura) 21. Gian Zola (Persela Lamongan) 22. Saddil Ramdani (Persela Lamongan) 23. Sani Riski Fauzan (Bhayangkara) 24. M Luthfi Kamal (Mitra Kukar) 25. Witan Sulaeman (SKO Ragunan) 26. Egy Maulana (Lechia Gdansk) 27. Osvaldo Haay (Persebaya Surabaya) 28. Rifal Lastori (PSS Sleman) 29. Kadek Agung (Bali United) Striker 30. Billy Keraf (Borneo FC) 31. Yoga Pratama (PSIM Yogyakarta) 32. Dalmiansyah Matutu (Arema FC) 33. Dimas Drajad (PS TIRA) 34. Beni Oktaviansyah (Kalteng Putra) 35. Marinus Wanewar (Bhayangkara) 36. Ezra Walian (RKC Waalwijk) 37. Septian Satria Bagaskara (Persik Kediri) 38. M Rafli (Arema FC)

Masih Belum Punya Pelatih, Dua Agenda Penting Menanti Timnas U-19 Tahun Depan

Fakhri Husaini memberikan instruksi kala Timnas U-16 berlaga melawan Australia. PSSI belum menentukan pelatih Timnas U-19. Padahal, Timnas sudah dinanti dua agenda penting pada 2019. Timnas U-19 akan tampil di Piala AFF U-18 dan Kualifikasi Piala Asia U-19 2020. (AFC.com)

Jakarta- PSSI belum menentukan pelatih Timnas Indonesia U-19. Padahal, Timnas sudah dinanti dua agenda penting pada 2019. Timnas U-19 akan tampil di Piala AFF U-18 dan Kualifikasi Piala Asia U-19 2020. Butuh persiapan matang untuk meraih hasil maksimal di dua ajang tersebut. Piala AFF U-18 tahun depan akan dihelat di kota Hanoi, Vietnam. Turnamen akan digelar sejak 4-18 Agustus. Garuda Nusantara menjadi juara di turnamen ini pada 2018 dan publik sepak bola tanah air tentu berharap melihat Garuda kembali mengangkat piala. Usai Piala AFF, Garuda Nusantara dinanti Kualifikasi Piala Asia U-19 2020. Ajang prestisius di kelompok junior ini, akan dihelat mulai 1-6 Oktober 2019. Skuat U-19 tahun depan kemungkinan besar, akan menggunakan pemain jebolan Timnas U-16 asuhan Fakhri Husaini. Sutan Diego CS tampil bagus dengan menjadi juara Piala AFF U-16 medio 2018 dan lolos hingga perempat final Piala Asia U-16. PSSI hingga kini masih menimbang siapa yang akan menjadi pelatih Timnas U-19. Fakhri meski mendulang prestasi, belum tentu dipercaya menukangi merah putih muda. Thailand merupakan tim terbanyak meraih gelar Piala AFF U-19. Tim negeri Gajah Putih ini empat kali menjadi juara yakni 2002, 2009, 2011 dan 2015. Myanmar berada di urutan dengan raihan dua gelar, yakni pada 2003 dan 2005. Vietnam dan Indonesia masing-masing satu gelar. Sekedar catatan, selain level U-18, event Piala AFF U-15 2019, rencananya bakal diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Lalu, turnamen Piala AFF U-22 digelar di ibukota Kamboja, Phnom Penh, pada 17 Februari-2 Maret. (Adt) Daftar Prestasi Peserta Piala AFF U-18 Thailand Tampil : 13 Prestasi Juara : 2002, 2009, 2011, 2015 Myanmar Tampil : 11 Prestasi Juara: 2003, 2005 Vietnam Tampil : 13 Prestasi Juara : 2007 Indonesia Tampil: 8x Prestasi Juara : 2013 Malaysia Tampil: 11 Prestasi Runner-up : 2003, 2005, 2006, 2007 Laos Tampil : 9 Prestasi Urutan Ketiga : 2002, 2005, 2015 Singapura Tampil : 10 Prestasi Urutan Ketiga : 2003 Timor Leste Tampil : 6x Prestasi Urutan Ketiga : 2013 Kamboja Tampil : 8x Prestasi Penyisihan Grup : 2002, 2007, 2009, 2011, 2013, 2015, 2016 Brunei Darussalam Tampil : 7x Prestasi Penyisihan Grup : 2002, 2005, 2007, 2011, 2013, 2015 Filipina Tampil: 7x Prestasi Penyisihan Grup : 2002, 2003, 2011, 2015, 2016

Slot Kosong Arsitek Timnas U-19, Diisi Fakhri Husaini Plus Plus ?

Status pelatih Timnas U-19 Indonesia masih kosong. Mungkinkah akan diisi oleh mantan Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini? Besar kemungkinan Fakhri akan ditempatkan sebagai pelatih Timnas U-19. Hal ini sesuai pernyataan Wakil Ketua Umum PSSI, Djoko Driyono. (bolasport.com)

Jakarta- Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) resmi merilis jajaran pelatih Timnas Indonesia di berbagai level usia. PSSI, melalui wakil ketua umum, Joko Driyono mengumumkan jajaran pelatih baru Timnas, pada sesi jumpa pers di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/12). Ada 4 nama yang tercantum dalam pengumuman tersebut. 4 nama itu adalah Simon McMenemy, Indra Sjafri, Bima Sakti, dan Rully Nere. Simon bertugas melatih Timnas senior Indonesia, Indra menangani Timnas U-22, Bima Sakti menahkodai Timnas U-16, dan Rully Rene akan menjabat arsitek bagi Timnas Wanita Indonesia. Namun, rilisan empat nama ini menimbulkan tanda tanya. Ada sosok Fakhri Husaini, yang justru menghilang dari jajaran nama pelatih tersebut. Padahal, mantan pelatih Timnas U-16 ini, terhitung paling berprestasi selama melatih Garuda Asia. Pelatih yang ikonic dengan kumis dan topinya itu membawa Timnas U-16 angkatan Sutan Diego Zico menjuarai Piala AFF U-16 2018. Fakhri pun sukses membawa Timnas U-16 merengkuh trofi turnamen Jenesys U-16 2018 di Jepang. Selain itu, Fakhri membawa Timnas U-16 menembus babak perempat final Piala Asia U-16 2018. Nama Fakhri, yang sempat santer dikabarkan naik kelas ke Timnas U-19, justru belum menemui kepastian. PSSI mengaku masih ingin melihat program dan profil pelatih lain. “Timnas U-19 belum bisa diputuskan, karena kesinambungan program,” ujar, Joko Driyono, pada Kamis (20/12). Perkembangan Timnas U-19 dan Timnas U-16 pada 2018, mendapat perhatian khusus dari PSSI. Otoritas tertinggi sepak bola di Indonesia itu berencana menyiapkan tim yang besar dalam persiapan, bahkan bisa jadi dibagi dalam tiga wilayah. “Gagasan yang muncul ini mempertimbangkan talenta. Intinya, kami punya pemikiran bila Timnas U-16 dan U-19, tak hanya sekadar diisi 30 orang pemain saja,” kata Jokdri, sapaan Joko Driyono. Atas dasar itulah, PSSI menilai dua tim level junior itu, butuh tambahan ekstra pelatih. “Kami ingin talent pool 100 pemain, yang terbagi ke dalam tiga kelompok. Hal itu dengan mempertimbangkan besaran potensi pesepak bola di Indonesia. Bisa saja, kelompok itu terbagi dalam tiga wilayah, barat, tengah dan timur. Potensi ke arah sana besar,” tuturnya melanjutkan. Untuk saat ini, PSSI menetapkan mantan asisten Luis Milla di Timnas Indonesia, Bima, menukangi Timnas U-16. “Mungkin-mungkin saja, nanti ada enam pelatih untuk Timnas U-16 dan U-19, karena terdiri atas tiga grup,” ucap Jokdri, panggilan akrab Joko Driyono. “Timnas U-16 dan U-19 dalam fase perkembangan. Penting melihat mereka mengangkat piala, tetapi dengan tak meninggalkan talenta yang ada,” ujarnya lagi. Timnas U-16 dan U-19 Indonesia memang tampil meyakinkan pada 2018. Mereka tampil apik di level Asia Tenggara, Piala AFF dan berhasil melaju ke putaran final Piala Asia. (Adt)