Gilas Myanmar 3-1, Indonesia U-23 Tembus Semifinal

Gilas Myanmar 3-1, Indonesia U-23 Tembus Semifinal

Tim U-23 Indonesia berhasil lolos ke semifinal SEA Games 2021. Tim Merah-Putih memenuhui misi dengan mengalahkan Myanmar U-23 dengan skor 3-1 pada laga penutup Grup A. Indonesia tampil cukup agresif pada babak pertama di Viet Tri Stadium, Phu Tho, Minggu (15/5/2022). Hasilnya, skuad Garud Muda bisa memborong tiga gol Egy Maulana Vikri (4), Witan Sulaeman (10) dan Marselino Ferdinan (45). Pada babak kedua, armada Shin Tae-yong tidak mampu memperlebar keunggulan. Justru Myanmar U-23 yang memperkecil defisit gol. Tapi, itu tidak sampai merusak pesta Asnawi Mangkualam dkk. Pada babak kedua, armada Shin Tae-yong tidak mampu memperlebar keunggulan. Justru Myanmar U-23 yang memperkecil defisit gol. Tapi, itu tidak sampai merusak pesta Asnawi Mangkualam dkk. Indonesia U-23 langsung mengambil inisiatif menyerang lebih dulu. Sektor kiri pertahanan Myanmar U-23 menjadi favorit untuk dieksploitasi Asnawi Mangkualam dkk. Egy mendapat peluang perdana pada menit keempat. Namun sayang, tendangan kerasnya di dalam kotak penalti lawan masih melambung jauh dari mistar gawang. Egy berhasil menyelesaikan kemelut di depan gawang Myanmar! ✊🇮🇩#KitaGaruda #TimnasDay pic.twitter.com/FkQTvAyMT0 — PSSI (@PSSI) May 15, 2022 Dua menit berselang, kebuntuan pun akhirnya terpecahkan lewat kombinasi Egy dan Irfan Jauhari. Egy membuka skor 1-0 usai memanfaatkan bola rebound yang dibuat Irfan di dalam kotak penalti. Tak butuh waktu lama, skor segera berubah 2-0 di menit ke-10. Kali ini Witan yang menggandakan keunggulan. Diawali umpan cantik dari Ricky Kambuaya, tendangannya meluncur mulus ke pojok kiri gawang yang dijaga Pyae Phyo. Unggul 2-0 membuat permainan armada Shin Tae-yong lebih lepas. Gempuran yang diberikan secara masif membuat barisan pertahanan Myanmar U-23 kerap kali kalang kabut. High pressing yang tak begitu terlihat membuat Myanmar U-23 menemukan permainannya pada menit 20-an. Karena itu, Myanmar U-23 sempat merobek gawang Ernando Ari menit ke-26. Beruntung, gol tersebut dianggap offside. Myanmar U-23 mencoba membongkar pertahanan Indonesia U-23. Gempuran terus diberikan untuk mencetak gol balasan jelang babak pertama usai. Namun, upaya tersebut selalu dipatahkan Ernando Ari tampil gemilang di bawah mistar. Alih-alih mencetak gol, Myanmar U-23 malah kecolongan jelang turun minum. Adalah Marselino yang membuat Indonesia memimpin 3-0 di akhir babak pertama. Tertinggal tiga gol membuat Myanmar U-23 meningkatkan serangan di babak kedua. Kali ini mereka cukup mendominasi permainan. Sedangkan Indonesia U-23 terlihat sedikit kehilangan fokus. Sejumlah kesalahan kerap kali terlihat, seperti salah passing. Myanmar U-23 yang melihat celah langsung memberikan high pressing. Gempuran secara masif terus diberikan. Beruntung, Ernando masih tampil gemilang untuk menjaga gawangnya bersih dari upaya yang dilakukan lawan hingga menit ke-60. Setelah bertahan cukup lama, akhirnya gawang Ernando bobol juga. Myanmar U-23 mampu memperkecil kedudukan menjadi 1-3 berkat aksi Win Naing Tun di sektor kanan. Alfeandra Dewangga yang terjatuh membuat lawan leluasa melesatkan tembakan. Setelah kebobolan, Shin merotasi sejumlah pemainnya. Hal ini dilakukan guna memberikan penyegaran di atas lapangan, agar fokus Indonesia U-23 kembali terbentuk. Intensitas serangan Indonesia U-23 masih mengendur hingga menit ke-80. Tidak ada serangan yang begitu mengancam untuk menciptakan gol keempat. Namun, Indonesia mampu mempertahankan keunggulan 3-1 dan lolos ke semifinal SEA Games 2021 dengan torehan sembilan poin dari empat laga. Susunan Pemain Tim Indonesia U-23 (4-3-3): Ernando Ari (GK); Asnawi Mangkualam, Fachruddin Aryanto, Rizky Ridho, Alfeandra Dewangga; Marselino Ferdinan, Marc Klok, Ricky Kambuaya; Egy Maulana Vikri, Irfan Jauhari, Witan Sulaeman. Pelatih: Shin Tae-yong [KOR] Myanmar U-23 (4-3-3): Pyae Phyo; Ye Lin Htet, Thet Hein Soie, Soe Moe Kyaw, Hein Zeyar; Myat Kaung, Zaw Win, Win Naing; Lwin Moe Aung, Htet Phyoe, Aung Wunna Soe. Pelatih: Velizar Popov [BUL]

Garuda Muda Tetap Incar Kemenangan Lawan Myanmar

Garuda Muda Tetap Incar Kemenangan Lawan Myanmar

Tim U-23 Indonesia akan melakoni laga terakhir grup A melawan Myanmar di Stadion Viet Tri, Vietnam, Minggu (15/5). Bagi Garuda Muda, hasil imbang saja membuat mereka lolos ke babak semifinal SEA Games 2021 ini. Pelatih Shin Tae-yong menyatakan bahwa dirinya tetap mengincar kemenangan pada laga tersebut. Apalagi saat ini, kondisi Fachruddin Aryanto dan kawan-kawan terus mengalami peningkatan. Pada Sabtu (14/5), Tim U-23 Indonesia menjalani latihan pemulihan sekaligus taktikal jelang melawan Myanmar. “Kami tidak boleh berpikir mau imbang, jadi saya akan tetap menegaskan ke pemain supaya mereka lebih kuat dan hati-hati. Jadi pemain harus tetap mau menang, sehingga hasilnya bisa baik,” kata Shin Tae-yong. Menurut Shin Tae-yong, Myanmar merupakan tim yang solid dengan pemain-pemain yang juga berkualitas. “Saya melihat tim Myanmar mempunyai organisasi pemainan yang baik. Kemampuan pemain-pemain mereka juga baik,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan berharap Tim U-23 Indonesia meraih kemenangan. Karena saat ini posisi Indonesia belum aman. “Saya berharap pemain tampil spartan, fokus, dan disiplin melawan Myanmar. Kemenangan dua kali lawan Timor Leste dan Filipina harus diulang,” kata pria yang akrap disapa Iwan Bule tersebut. Saat ini, klasemen Grup A, Vietnam untuk sementara memimpin klasemen dengan 7 poin dari tiga pertadingan. Indonesia menguntit di peringkat dua dengan 6 poin. Myanmar yang menempati posisi ketiga mengumpulkan poin yang sama dengan Indonesia yaitu 6 poin, tetapi kalah selisih gol.

Tim U-23 Indonesia Akui Keunggulan Tuan Rumah

Tim U-23 Indonesia Akui Keunggulan Tuan Rumah

Tampil belum sepenuhnya kompak, tim U-23 Indonesia harus mengakui ketangguhan tuan rumah Vietnam 0-3 pada laga pertama di Stadion Viet Tri, Phu Tho, di cabang olahraga sepak bola SEA Games 2021 malam ini. Tiga gol bisa dicetak oleh Vietnam pada babak kedua, Nguyen Tien Linh mencatatkan nama di papan skor pada menit ke-54. Dung Do Hung menggandakan keunggulan pada menit ke-74. Le Van Do mencetak gol hoki pada menit ke-88. Meski menang, Vietnam berada di posisi kedua Grup A, setelah di laga pembuka Filipina menang telak 4-0 atas Timor Leste. Sedangkan Indonesia di posisi ketiga dan Timor Leste di posisi keempat. Indonesia akan kembali memainkan laga kedua melawan Timor Leste, Selasa (10/5) pukul 18.15 WIB. Untuk mengamankan peluang lolos ke semifinal, tim Garuda Muda harus mengalahkan mantan provinsi ke-27 Republik Indonesia itu. “Lupakan kekalahan di laga pertama. Ada kekurangan iya. Ini yang harus diperbaiki di pertandingan selanjutnya. Saya minta Shin Tae-yong perbaiki itu dan bisa menang di laga-laga selanjutnya,” ujar Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Iriawan pun masih menyimpan optimisme untuk skuad Garuda Muda ini. Ia juga meyakini kemenangan akan diraih saat melawan Timor Leste, Filipina (13/5), dan Myanmar (15/5).

SEA Games 2021. Ketum PSSI Optimis Garuda Muda Raih Medali Emas

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan optimis Tim U-23 Indonesia meraih kemenangan pada laga melawan tuan rumah Vietnam, Jumat (6/5) besok. “Kami optimistis Garuda Muda mampu mengalahkan Vietnam. Apalagi saat ini tim dalam kondisi bagus dan permainan terus meningkat setelah menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan,” kata Iriawan. Pertandingan tersebut akan dihelat di Stadion Viet Tri, Phu Tho pada pukul 19.00 WIB. Laga ini menjadi laga perdana kedua tim di grup A SEA Games 2021. Grup A diisi oleh Timor Leste, Filipina, dan Myanmar. Babak semi final dan final akan digelar pada 19 dan 22 Mei mendatang. Baik timnas Indonesia mau pun Vietnam merupakan unggulan di grup A untuk lolos ke babak selanjutnya. “Saya terus memantau dan mendapat laporan terkait perkembangan tim. Saat ini dua pemain yakni Asnawi Mangkualam dan Elkan Baggott belum bergabung bersama tim. Namun, 18 pemain yang ada saat ini sudah siap tempur dan akan bekerja keras di laga nanti. Mudah-mudahan pada SEA Games 2021 ini, Indonesia dapat meraih emas di sepak bola,” tambahnya.        

Tim U-23 Indonesia Langsung Bentrok Lawan Vietnam di Laga Perdana SEA Games

Timnas U-23 Langsung Bentrok Lawan Vietnam di Laga Perdana SEA Games

Tim U-23 Indonesia akan memulai laga perdana SEA Games 2022 melawan tuan rumah Vietnam yang akan berlangsung Jumat (6/5). Tim U-23 Indonesia sendiri sudah berangkat ke Vietnam Selasa pagi bersama tim rowing. Manajer Timnas Sepak Bola Indonesia untuk SEA Games, Uden Kusuma Wijaya menjelaskan bahwa kondisi timnya dalam keadaan baik. Pelatih Shin Tae-yong, kata dia, akan segera menjadwalkan sesi latihan setibanya di Vietnam. “Anak-anak dalam keadaan baik dan kami juga terus memotivasi mereka. Kami akan memanfaatkan peluang sekecil apa pun selama di SEA Games nanti,” tutur Uden. Garuda Muda berada dalam satu grup bersama tuan rumah Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste dan akan menjalani laga perdana menghadapi tuan rumah Vietnam pada Jumat (6/5) malam WIB di stadion Viet Tri. Tim U-23 Indonesia telah menjalani uji coba di Korea Selatan, melawan tiga klub sepak bola setempat namun hanya sekali menang dan dua kali kalah. Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk SEA Games, Ferry J Kono, melalui keterangan tertulisnya, menjelaskan Timnas sepakbola dan rowing berangkat lebih awal untuk kebutuhan adaptasi. Tim sepak bola akan melewati laga perdana pada 6 Mei, sedangkan rowing 9 Mei, sebelum upacara pembukaan dimulai pada 12 Mei. “Hari ini kami melepas kloter pertama menuju Vietnam ada dua rombongan di kloter perdana, yaitu tim advance bersama 40 orang dari cabang rowing dan sepak bola berjumlah 20 atlet, 8 ofisial dan 10 extra ofisial,” kata Ferry usai melepas timnas sepak bola di Jakarta, Selasa. Ferry menambahkan bahwa kondisi para atlet yang berangkat dalam keadaan bugar dan siap berlaga di SEA Games ke-31 itu. Dia juga memastikan tim CdM siap untuk melayani kebutuhan para atlet ketika tiba di Vietnam. “Insyaallah kedua cabang ini sampai di Vietnam mereka dapat langsung diurus oleh tim CdM yang sudah berada di sana sehingga kami dapat memastikan mereka mendapat layanan terbaik dari tim CdM,” ucapnya. Tim Indonesia untuk SEA Games Vietnam berkekuatan 499 atlet yang akan berpartisipasi pada 32 dari 40 cabang olahraga yang dipertandingkan. Kontingen Indonesia ada penambahan atlet dengan masuknya futsal putra (14), balap sepeda (6), dan renang (1).

Asa Saddil Ramdani Bersama Garuda Muda

Asa Saddil Ramdani Bersama Garuda Muda

Saddil Ramdani menjadi salah satu pemain yang baru bergabung dengan Tim U-23 Indonesia. Ia sudah tampak dalam sesi latihan yang digelar di Lapangan B, Senayan, Jakarta, Sabtu (30/4). Selain Saddil, sesi latihan juga diikuti Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri. Ketiganya tidak ikut serta pada pemusatan latihan Tim U-23 Indonesia yang digelar di Korea Selatan. “Senang karena gabung lagi. Semoga Saddil memberikan yang terbaik dan bisa memberikan beribu persen,” kata Saddil Ramdani. “Kondisi sekarang mungkin belum 100 persen. Personel tim lain sudah mempersiapkan diri, fisik dan mental. Kami bertekad berjuang keras demi raih emas Indonesia di ajang SEA Games 2021,” tambahnya. Sabah FC memberikan izin kepada Saddil, namun sang pemain harus kembali mengingat ada laga pada tanggal 10 dan 17 Mei. Saddil Ramdani hanya bisa bermain untuk laga pertama Grup A melawan Vietnam dan bisa tampil lagi jika Garuda Muda lolos ke semifinal. Pelatih Shin Tae-yong juga berharap banyak kepada Saddil Ramdani. Terlebih jika ambisi untuk meraih emas tercapai. “Tujuan kami masuk final dan menjadi juara, jadi begitu Saddil pulang ke timnya, kami berharap ia tetap menunjukkan yang terbaik di Sabah FC. Ia bisa kembali ke tim nasional dan bergabung di semifinal atau final,” jelas Shin Tae-yong. Biodata Nama lengkap: Saddil Ramdani Tanggal lahir: 2 Desember 1999 Tempat lahir: Raha, Indonesia Tinggi: 172 cm Posisi bermain: Winger Klub saat ini: Sabah F.A Karier junior: Persela ASIFA Karier senior: 2016–2018 Persela Lamongan 2019-2020 Pahang 2020–2021 Bhayangkara 2021- sekarang Sabah FC

Tim U-23 Indonesia Terus Matangkan Strategi

Tim U-23 Indonesia Terus Matangkan Strategi

Tim U-23 Indonesia menjalani latihan pematangan strategi di Lapangan B, Jakarta, Sabtu (1/5) malam. Pada latihan ini trio pemain yakni Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, dan Saddil Ramdani sudah ikut bergabung. Latihan berlangsung selama kurang lebih dua jam dengan intensitas tinggi. Para pemain tampak bersemangat dan antusias mengikuti latihan dibawah instruksi pelatih Shin Tae-yong. “Hari ini, program latihan dengan intensitas tinggi. Dua hari ini intensitas tinggi. Ketika pindah ke Vietnam, fokus conditioning,” kata Shin Tae-yong. “Untuk kondisi (tiga) pemain tersebut baik, performa dan kondisinya,” sambung Shin Tae-yong. Namun dari ketiganya, Saddil Ramdani harus terus dijaga. Mengingat belum lama harus melakoni pertandingan bersama Sabah FC. Ada pun Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri sudah lebih dahulu beristirahat. Keduanya sudah berada di Indonesia selama sepekan. “Mereka sudah dapat libur dan kondisinya baik. Untuk Saddil sebelumnya ada pertandingan, jadi perlu dikontrol agar kondisi tetap fit,” jelasnya. Garuda Muda juga terus terus membiasakan diri menggunakan bola resmi SEA Games 2021. Bola bermerek Dong Luc seri UHV 2.07 sudah dipergunakan sejak menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan.

Dua Garuda Muda Ini Batal Tampil di SEA Games

Dua Garuda Muda Ini Batal Tampil di SEA Games

Pelatih Tim U-23 Indonesia, Shin Tae-yong resmi memilih 20 nama pemain untuk memperkuat Garuda Muda di ajang SEA Games 2021 yang dimulai dari tanggal 6 hingga 22 Mei mendatang. Namun, ada dua pemain yang urung tampil pada pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut. Ialah Pratama Arhan dan Ramai Rumakiek. Dua pesepakbola muda tersebut memiliki alasan masing-masing tidak tampil di SEA Games mendatang. Untuk Pratama Arhan yang bermain di Tokyo Verdy, Jepang, ia tidak bisa bergabung bersama Tim U-23 Indonesia pada ajang SEA Games 2021 karena ingin fokus bersama klubnya tersebut. Seperti diketahui, Pratama Arhan baru bergabung ke klub kontestan J-League 2 tersebut pada akhir Maret lalu. Ia pun masih belum memperoleh kesempatan bermain di klub tersebut. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan memaklumi keputusannya tersebut. “Saya sudah berkomunikasi dengan Pratama Arhan dan memang dirinya harus fokus ke klub Tokyo Verdy karena dia baru saja bergabung dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi,” kata Iriawan. “Arhan sebenarnya dibutuhkan oleh pelatih Shin Tae-yong demi target mendapatkan emas di SEA Games 2021. PSSI tetap mendukung kariernya di klub Tokyo Verdy, semoga event timnas selanjutnya Arhan bisa bergabung,” tambahnya. Sementa itu, Ramai Rumakiek tidak dapat tampil karena cedera adductor paha kiri dan otot yang dialaminya. Namun, kondisinya sudah berangsur membaik setelah ditangani oleh tim dokter dari PSSI. Hasilnya seperti dilaporkan Head of Medis PSSI Dokter Syarif Alwi kepada Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. “Hari ini Rumakiek berada di Medical Centre PSSI untuk melakukan terapi sekaligus tes kemampuan otot. Apakah sudah layak berlatih atau belum. Hasilnya luar biasa. Sudah tidak ada keluhan apapun. Saya bersyukur Rumakiek cepat sembuh,” ujar Iriawan. Pemain Persipura Jayapura ini sejatinya akan diproyeksikan untuk mengikuti SEA Games Vietnam. Namun, karena saat itu cederanya belum sembuh yang bersangkutan gagal ikut ke Korea Selatan untuk mengikuti pemusatan latihan. Pelatih Shin Tae-yong pun akhirnya mencoret namanya. “Perjalanan Rumakiek masih panjang. Usianya masih 20 tahun dan bisa memperkuat timnas di event lainnya. Yang penting sekarang dia sembuh dulu,” imbuh Iriawan. Setelah diyatakan sembuh, Rumakiek akan kembali ke Papua dalam 1-2 hari ini. Sementara itu, untuk Saddil Ramdani, Asnawi Mangkualam, Egy Maulana, Elkan Baggott dan Witan Sulaeman dipastikan dapat bergabung bersama skuad Garuda Muda di SEA Games 2021.

Kalah Tipis, Garuda Muda Akui Keunggulan Tim Daejeon Citizen

Kalah Tipis, Garuda Muda Akui Keunggulan Tim Daejeon Citizen

Tim U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan tim Daejeon Citizen dengan skor 2-3 pada laga uji coba di Daejon World Cup Stadium, Korea Selatan, Rabu (27/4). Dua gol Indonesia dicetak oleh Ricky Kambuaya pada menit ke’33 dan Irfan Jaya menit ke’76. Laga ini merupakan uji coba ketiga bagi skuad Garuda Muda, sebelumnya Marc Klok dan kawan-kawan kalah 0-2 dari Pohang Steelers (21/4) dan menang 4-2 atas Andong Science College (23/4). Pada babak pertama, Daejeon unggul 2-1 dan skor 3-2 menjadi hasil akhir pertandingan ini. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaraan serta pengalaman berharga bagi Garuda Muda menuju SEA Games 2021 mendatang. “Kami tetap mengapresiasi perjuangan pemain yang sudah menjalani pemusatan latihan dan uji coba di Korea Selatan selama dua pekan ini. Saya harap pemain terus fokus, disiplin dan terus berjuang keras apalagi di SEA Games nanti PSSI menargetkan meraih emas,” kata Iriawan. “Setelah uji coba ini pelatih tentu sudah ada pilihan 20 pemain yang akan dibawa ke Vietnam. Yang jelas pemain yang terpilih merupakan pilihan pelatih dan PSSI siap mendukung penuh,” tambahnya. Selanjutnya seusai uji coba ini, Tim U-23 Indonesia akan kembali ke Indonesia pada Jumat (29/4). Seetelah itu mereka akan bertolak ke Vietnam pada tangggal 3 Mei untuk mengikuti SEA Games 2021. Pada ajang tersebut, Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah sekaligus juara bertahan Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste. Laga perdana Indonesia akan melawan Vietnam pada Jumat (6/5) mendatang.

Kabar Baik! Asnawi Sudah Gabung Bersama Garuda Muda

Kabar Baik! Asnawi Sudah Gabung Bersama Garuda Muda

Bek kanan andalan Tim U-23 Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar, sudah bergabung dalam pemusatan latihan (TC) skuad Garuda Muda. Bahkan, pemain Ansan Greeners FC itu sudah mengikuti sesi latihan Tim U-23 Indonesia di Daejeon World Cup Stadium, Selasa (26/4). Asnawi akan ikut dalam uji coba terakhir Tim U-23 Indonesia melawan Daejeon Hana Citizen di Stadion Distrik Suseong, Daegu, Rabu (27/4). “Intinya sangat senang bergabung di sini, walaupun gabung di uji coba terakhir melawan Daejon (Hana). Setelah itu, saya akan kembali ke Ansan (Greeners), baru tanggal 3 (Mei) bergabung dengan (Tim U-23) di Vietnam untuk SEA Games (2021),” kata Asnawi. “Besok uji coba saya main, sambil menunggu informasi (dari Ansan) bisa atau tidak gabung (ke Timnas) tanggal 3 (Mei). Jadi saya berikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujarnya. “Mendapatkan hasil terbaik, tentu dengan kemenangan. Agar pemain percaya diri saat bertanding melawan Vietnam nanti di laga pembuka SEA Games. Dan tentunya agar semua pemain dalam motivasi yang bagus, setelah menjalani TC yang cukup lama di sini,” tambah pemain berumur 21 tahun tersebut. Di sisi lain, Asnawi juga bertekad memberikan yang terbaik untuk Tim U-23 Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam. “Harapannya dapat medali emas. Ini SEA Games ketiga saya. Pertama, saya dapat perunggu (Malaysia 2017), lalu perak tahun 2019 kemarin (Filipina), dan semoga kali ini emas,” harap Asnawi. Di SEA Games 2021, Tim U-23 Indonesia tergabung di Grup A cabang olahraga sepak bola putra, bersama tuan rumah sekaligus juara bertahan Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste. Skuad Garuda Muda akan melawan Vietnam, pada laga perdana SEA Games 2021, 6 Mei mendatang.

Bantu Penyembuhan Ketua Umum PSSI Temui Ramai Rumakiek

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan memberikan perhatian khusus kepada pemain sayap Timnas Indonesia, Ramai Rumakiek. Hal ini setelah pemain asal Papua tersebut mengalami cedera otot. Rumakiek pun didatangkan dari Jayapura, Papua pada Senin (25/4) untuk menjalani pengobatan hingga sembuh. Untuk itu, Ketum PSSI memberikan perintah kepada Head of Medis PSSI, Dokter Syarif Alwi untuk menangani hal ini. “Kami berharap Rumakiek dapat tampil di SEA Games mendatang. Semalam saya langsung melihat kondisi Rumakiek begitu dirinya tiba di Jakarta. Saya melihat semangat dia sangat luar biasa untuk sembuh,” kata Iriawan. Pada Selasa (26/4) ini, Rumakiek akan menjalani pengobatan di Rumah Sakit Royal Progress, Jakarta. Ia diharapkan tidak butuh waktu lama untuk sembuh dan segera bergabung bersama Garuda Muda. Seperti diketahui, Tim U-23 Indonesia sedang mengikuti pemusatan latihan (TC) di Korea Selatan untuk mengikuti SEA Games 2021 mendatang. Indonesia tergabung di grup A bersama tuan rumah Vietnam, Filipina, Timor Leste, dan Myanmar. Rahmat Irianto dan kawan-kawan akan menghadapi laga pertama pada tanggal 6 Mei mendatang melawan tuan rumah Vietnam.

Baggott Pemain Pertama Indonesia Tampil di Liga Profesional Inggris

Baggott Pemain Pertama Indonesia Tampil di Liga Profesional Inggris

Elkan Baggott mencatatkan namanya di buku sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang bermain di sepak bola Liga Inggris usai dirinya mendapatkan debut bersama Ipswich Town. Sebagaimana diketahui, Elkan Baggott merupakan produk akademi Ipswich Town. Ia bahkan sudah mendapatkan kontrak profesional pertamanya di Inggris dari klub berjuluk The Tractor Boys tersebut. Tak berselang lama, bek berusia 19 tahun itu kemudian memantapkan diri menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Baggott juga sudah membela timnas senior ketika Piala AFF 2020 lalu. Meski sudah menjadi WNI, bek berpostur jangkung ini tetap melanjutkan kariernya di Inggris karena masih terikat kontrak hingga tahun 2023 mendatang. Sempat beberapa kali dipinjamkan, Baggott kemudian dipercaya memainkan banyak pertandingan di tim Ipswich Town U-23. Pemain yang lahir di Bangkok itu tampil impresif sehingga bisa promosi ke tim utama. 🇮🇩👏 Elkan Baggott will become the first ever Indonesian to play in English professional football this afternoon.#itfc pic.twitter.com/iq7q7IknFN — Ipswich Town (@IpswichTown) April 16, 2022 Elkan Baggott dipanggil ke tim utama karena stok bek yang dimiliki Ipswich Town menipis. Setelah beberapa kali masuk skuad tapi tak dimainkan, kini bek tengah timnas Indonesia ini menjadi starter. Pemain bertinggi 1,94 meter ini muncul jadi starting utama ketika Ipswich Town bertandang ke markas Rotherham United dalam lanjutan League One atau kasta ketiga Liga Inggris pada Sabtu (16/4/2022). Elkan Baggott tampil penuh 90 menit dalam laga tersebut. Hal itu kemudian membuatnya jadi pemain Indonesia pertama yang bermain di sepak bola profesional Inggris. Sementara itu, pertandingan antara Rotherham United melawan Ipswich Town berlangsung ketat. Sayangnya tuan rumah berhasil unggul tipis 1-0 dari tim Elkan Baggott. Hasil pertandingan itu membuat Rotherham United berada di ururtan ke-2 klasemen sementara League One. Sedangkan Ipswich Town tertahan di papan tengah atau urutan ke-10.

Menpora dan Ketum PSSI Resmikan Medical Center.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan meresmikan Medical Center PSSI di Gedung GBK Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/3). Pada kesempatan ini juga hadir Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Chandra Bhakti, Sekjen PSSI Yunus Nusi, Wasekjen PSSI Maaike Ira Puspita, Direktur Teknik, Indra Sjafri, Direktur LIB Akhmad Hadian Lukita, dan Direktur GBK Rakhmadi Afif Kusumo. Peresmian medical center PSSI ditandai dengan pengguntingan pita. Iriawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo dan Menpora atas dukungan dan perhatiannya terhadap sepak bola Indonesia. “Terima kasih pak Menpora (Zainudin Amali) atas dukungan yang luar biasa dan meresmikan medical centre PSSI hari ini. Sehingga tentu ruangan ini sangat bermanfaat bagi para atlet karena memang alat-alatnya cukup canggih. Ini alat dari Australia dan Jerman yang kita ketahui kelasnya adalah dunia,” kata Iriawan. Pada saat acara peresmian, Menpora dan Ketum PSSI juga mengecek langsung alat-alat di medical center PSSI sembari dijelaskan oleh para dokter PSSI tentang kegunaannya. “Sepanjang sejarah berdirinya PSSI, ini kali pertama mempunyai medical centre. Tentu ini harus dimanfaatkan dengan baik, terutama untuk perawatan pemain yang mengalami cedera dapat ditangani disini. Apalagi PSSI mempunyai tim medis yang handal,” tambah Iriawan. Menpora, Zainudin Amali menambahkan keberadaan medical center ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara pemerintah (Kemenpora) dan PSSI. “Saya kira sinergi antara PSSI dan pemerintah, teman-teman media sudah bisa lihat sekarang ini luar biasa, kita memberikan dukungan ,tetapi dukungan kita selalu sesuai aturan. Kita berharap ini akan bisa dimanfaatkan secara maksimal, dan pemerintah memberikan dukungan sepenuhnya terhadap keberadaan medical center. Selamat atas peresmian ini. Mudah-mudahan semakin baik prestasi olahraga kita pada umumnya dan khususnya sepak bola. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan semaksimal termasuk para atlet kita“ kata Zainudin Amali. Menpora pun memberikan apresiasi kepada PSSI karena dinilai telah melakukan hal tersebut sesuai standar governance. Di samping itu, Menpora menyebutkan bahwa cabang olahraga sepak bola mendapat perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo. Hal itu ditandai dengan adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. “Bapak Presiden menaruh perhatian besar terhadap olaharaga ini karena sekitar 73%- 75%% rakyat Indonesia sangat suka sepak bola. Sekarang saya melihat, PSSI masih berada di jalur dan track yang benar. Itu sebabnya pemerintah akan mendukung,’’ tutup Menpora. Sumber: www.pssi.org

Ketum PSSI Kecewa dengan Kinerja Wasit di Liga 3. Ancam Ambil Wasit dari Luar Negeri.

Buntut dari buruknya kinerja wasit Liga 3 dalam memimpin pertandingan akhirnya membuat PSSI mengadakan pertemuan virtual dengan wasit-wasit yang mendapatkan tugas untuk memimpin kompetisi Liga 3 babak 16 besar. Dalam pertemuan (08/03/2022) itu hadir Ketua Umum Mochamad Iriawan, Sekretaris Jenderal Yunus Nusi, wasit, dan asisten wasit. Arahan Ketum PSSI ini untuk merespons serta mengevaluasi kinerja wasit, seusai Liga 3 babak 16 besar yang telah bergulir dalam dua hari belakangan ini. Apalagi ada kesalahan-kesalahan yang berulang kali dilakukan oleh wasit saat memimpin laga. Terakhir saat wasit yang memimpin laga antara Farmel FC dan Persikota di mana ada keputusan wasit (Untung Santoso), asisten wasit pertama (Hidayat), dan asisten wasit kedua (Yulianto) yang menjadi kontroversial. Dalam pertandingan itu, Farmel menang 3-0 melawan Persikota Tangerang. Keputusan wasit yang menyatakan on side 2-4 meter dianggap off side. Demikian juga yang bukan takling tapi diberikan penalti. Dalam pertemuan itu, Iriawan mengaku kecewa kepada wasit-wasit tersebut. “Saya merasa terganggu dengan adanya masalah keputusan-keputusan kontroversial yang dibuat oleh para wasit yang bertugas. Bisa jadi opsinya saya mencari wasit-wasit lain dari luar negeri,” katanya. “Saya tidak ingin dicap ada permainan di dalam PSSI. Bisa berubah kalian? Saya berdarah-darah dan jatuh bangun membangun sepak bola yang sempat berhenti nyaris dua tahun.” Iriawan mengultimatum wasit-wasit ini untuk memperbaiki kinerjanya. “Saya mohon ini diperbaiki. Karena saya kecewa. Jadi maaf saya bicara keras. Bisa berubah atau tidak? Kalau tidak, tak usah jadi wasit, cari nafkah dan kerjaan lain. Ambil contoh Thoriq (Alkatiri), dia bisa menjadi contoh dan anutan bagi kalian,” tuturnya. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu juga meminta wasit melihat lagi video rekaman pertandingan antara Farmel dan Persikota. “Coba kalian lihat lagi video rekaman Farmel dan Persikota. Sekali lagi, kalian ditonton oleh ratusan juta pasang mata yang mencintai sepak bola Indonesia. Yang baik tingkatkan. Ke depannya jangan ada salah lagi. Apa yang terjadi dengan para wasit-wasit terkait keputusan kontroversial dampaknya bukan ke kalian saja, tapi kami, PSSI. Saya, Waketum, dan Sekjen, serta Exco,” ucapnya. Pada arahan terakhirnya Iriawan berkata, “Kalian para wasit harus punya integritas, memimpin dengan benar dan hati nurani jangan ada keberpihakan atau salah keputusan,” imbuhnya. Senada dengan Iriawan, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi berharap kejadian seperti itu tidak terulang lagi. “Bisa jadi nanti orang-orang sudah tidak percaya dengan wasit-wasit Indonesia, dan kami bisa saja mengambil wasit-wasit dari luar negeri. Itu akan memicu wasit-wasit Indonesia untuk bisa lebih baik. “Nanti juga akan ada Piala Soeratin U-17, U-15 dan U-13, jangan sampai Anda merusak mimpi anak-anak itu dengan keputusan-keputusan yang salah. Semoga masih ada niat baik dari kawan-kawan untuk memimpin laga dengan baik dan semangat serta kemauan baik di laga-laga Liga 3 berikutnya,” tutupnya. Sumber: www.pssi.org

Indra Sjafri Berbagi Ilmu Kepada Pesepak Bola Muda Kalteng

Indra Sjafri Berbagi Ilmu Kepada Pesepak Bola Muda Kalteng

Direktur Teknik Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Indra Sjafri, berbagi ilmu cara bermain sepak bola yang baik kepada warga dan pesepak bola di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. “Saya sudah katakan kemarin bahwa talenta pemain muda di Palangka Raya ada, hanya saja perlu dikembangkan untuk meningkatkan kualitas bermainnya,” kata Indra Sjafri di Palangka Raya, Minggu. Ia menuturkan, selain pengembangan pemain muda di tentunya harus ada dukungan dari pelatih yang baik. Harapannya skill yang dimiliki pemain muda juga bisa dilakukan pembinaan oleh tim pelatih. Selain itu, lapangan untuk bermain sepak bola juga harus banyak sehingga perkembangan olahraga ini setiap tahunnya akan ada kemajuan dan melahirkan pemain-pemain muda berkualitas. “Asosiasi Provinsi (Asprov) di daerah ini juga harus mendukung, baik itu mengadakan kursus kepelatihan serta pengembangan lainnya agar kemajuan sepak bola di daerah ini berkembang,” ucapnya. Sebelumnya, Indra Sjafri pada Sabtu (5/3/2022) sore, yang sengaja didatangkan oleh klub sepak bola asal Kota Palangka Raya, Kameloh Putra Legend, menggelar coaching clinic di Lapangan Rajawali Sakti Mini Soccer Jalan Adonis Samad. Indra Sjafri dibantu asistennya Aldi memberikan teknik cara bermain bola yang benar. Salah satunya dari teknik dasar yakni passing bola. Setelah memberikan teknik dasar yakni passing bola akurat, mereka juga membagikan ilmu cara bermain dengan strategi dan inteligensi yang bagus saat berada di lapangan. Salah satunya bermain dari lini belakang, masuk ke bagian tengah hingga merangsak ke pertahanan lawan dan membuat gol. “Untuk dribbling dan passing sudah cukup bagus, hanya saja semua itu perlu diasah agar menjadi baik. Namun semua itu butuh proses,” ungkapnya. Mantan Pelatih Tim Nasional U-19 di era Evan Dimas Darmono dan U-22 Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaiman itu berjanji akan memantau perkembangan sepak bola di Kalteng. Menurut dia, apabila hal tersebut terus dikembangkan setiap tahunnya, maka akan ada muncul talenta muda untuk menjadi pemain sepak bola profesional di kemudian hari.

Menpora Pimpin Rakor Bersama PSSI dan Shin Tae-yong Soal Naturalisasi

Jakarta, 10 Februari 2022, Menpora Zainudin Amali bertemu dengan ketum PSSI dan pelatih Timnas Shin Tae-Yong mengenai permohonan naturalisasi pemain tim nasional. Menpora menegaskan untuk berhati-hati dalam melakukan naturalisasi. “Kita lakukan naturalisasi kalau benar-benar terpaksa dan itu jangka pendek. Karena yang ingin kita bangun itu adalah sepakbola nasional. Kita ada inpres nomer tiga tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepakbola. Kita lebih utamakan pembinaan. Tetapi karena ada kebutuhan untuk tim nasional dan sekaligus kita ingin memperbaiki peringkat timnas kita di FIFA sehingga kita mau tidak mau membutuhkan satu tim nasional yang kuat. Dan untuk sekarang ini kita membutuhkan dukungan dari para pemain naturalisasi yang terseleksi yang benar-benar berdarah Indonesia.” ujar Menpora Zainudin Amali dalam keterangan pers. Berdarah Indonesia ini berarti setidaknya kakek-neneknya berdarah Indonesia dan secara teknis pemain tersebut diperlukan oleh pelatih Shin Tae-Yong. Tugas pemerintah adalah membantu federasi mempercepat proses ini. Ada pun pemain yang akan dipanggil adalah Sandy Walsh dari Belgia dan Jordi Amat dari Spanyol. “Dari hasil yang disiapkan oleh pelatih Sin Tae Yong, dua pemain tersebut yang ingin segera dipanggil oleh yang bersangkutan untuk bisa bergabung dengan Timnas kita. Sehingga nantinya dengan proses yang dibantu oleh Pak Menpora mereka bisa segera datang ke Indonesia untuk bisa bergabung dengan timnas kita. Semua naturalisasi yang diminta Shin Tae Yong kami meneruskan kepada pemerintah untuk membantu segera proses kewarganegaraan untuk bisa bergabung dengan Timnas kita,” kata ketua umum PSSI Mochammad Iriawan. Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong menambahkan sebenarnya kebutuhan akan pemain naturalisasi ini sudah ada di tahun 2021 tapi karena pandemi ini mundur sampai tahun 2023. Kedua pemain tersebut diharapkan bisa membela Indonesia di FIFA U-20 2023 dan Suzuki AFF 2022. “Saya pribadi pernah melatih U-20 dan tim nasional Korea juga bahkan pengalaman tersebut akan sangat membantu untuk tim nasional Indonesia dan U-20 juga. Sekaligus menjalankan program jangka panjang dan itu sebenarnya bagus untuk tim nasional Indonesia,” jelas Shin Tae-Yong.    

Kabar Gembira! Bendera Indonesia Bisa Berkibar Saat Piala AFF U-23

Kabar Gembira! Bendera Indonesia Bisa Berkibar Saat Piala AFF U-23

Keinginan PSSI untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih saat mengikuti kegiataan multiajang di level internasional akhirnya terealisasi setelah Komite Eksekutif World Anti-Doping Agency (WADA) mencabut sanksi itu melalui mekanisme voting. “Kita patut bersyukur dengan pencabutan sanksi ini. Itu berarti kita bisa mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional. Terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Kemenpora dan semua yang terlibat sehingga sanksi WADA ini akhirnya dicabut,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Timnas Indonesia dalam waktu dekat akan mengikuti Piala AFF U-23 di Kamboja 14-23 Februari 2022. Itu artinya bendera Indonesia akan bisa berkibar. “Akan ada kebanggan bagi siapa pun kalau atlet bertanding kemudian menjadi juara dan Merah-Putih bisa berkibar. Alhamdulillah,” imbuh Iriawan. Dalam rilisnya WADA mengatakan Indonesia sudah resmi memenuhi standar internasional untuk kepatuhan kode oleh penandatanganan. Hal yang sama juga berlaku untuk Thailand yang sebelumnya terkena sanksi. Sebagaimana diketahui WADA menjatuhkan sanksi selama satu tahun terhadap LADI karena dinilai non-compliance terhadap WADA Code pada 7 Oktober 2021. Imbas sanksi tersebut, Merah Putih tak bisa berkibar saat atlet Indonesia naik podium. Namun, saat ini WADA sudah resmi mencabut sanksi doping itu dari Indonesia dan Thailand. Dengan begitu, dipastikan Merah-Putih bisa berkibar lagi di kancah turnamen olahraga Internasional. Mulai hari ini juga, Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) resmi berganti nama menjadi Indonesia Anti Doping Organization (IADO) setelah sanksi WADA resmi dicabut. Pengumuman nama baru lembaga antidoping tersebut dilakukan di Kemenpora, hari ini. Dengan ini IADO dinyatakan resmi sebagai lembaga antidoping independen dan profesional dari Indonesia. Menpora Zainudin Amali mengatakan, saat ini IADO sudah tidak menjadi bagian dari Kemenpora. Meski demikian IADO masih akan mendapat subsidi dana dari pemerintah untuk keperluan operasional. “Dengan kejadian ini IADO harus profesional, jadi independen. Tidak boleh lagi pengurus yang dari cabor dan juga pemerintah. Jangan sampai ada yang menitipkan ini dan itu,” kata Amali. “Sekarang IADO sudah punya kantor sendiri di Kebayoran, tetapi anggarannya tetap didukung pemerintah. Kalau kebijakan tidak boleh ada campur tangan pemerintah,” ujar Amali menambahkan.

Memiliki Garis Keturunan Indonesia, Kiper Muda Liga Jerman Berpotensi Dilirik Shin Tae-yong

Memiliki Garis Keturunan Indonesia, Kiper Muda Liga Jerman Berpotensi Dilirik Shin Tae-yong

Robin Soeradhiningrat merupakan kiper muda yang saat ini tengah bermain di Liga Jerman. Pria keturunan Jawa tersebut sempat membuat heboh publik lantaran garis keturunannya menuai kontroversi. Salah satu laman penyedia statistik sepak bola dunia, Transfermarkt mengungkap bahwa Robin merupakan pemain keturunan Jerman-Vietnam. Namun dilihat dari nama lengkap Robin yakni, Robin Cristian Soeradhiningrat pasti pecinta sepak bola Indonesia beranggapan bahwa pria usia 20 tahun tersebut keturunan Indonesia berdarah Jawa bukan Vietnam. Keberadaan Robin di Liga Jerman sebagai pemain keturunan Jerman-Indonesia berpotensi dilirik oleh Shin Tae-yong. Pasalnya, pelatih asal Korea tersebut mengakui ingin melakukan naturalisasi pemain keturunan Indonesia untuk memperkuat Timnas Indonesia. Dalam sebuah wawancara media Korea Selatan Myeong Jangdeul, Shin mengaku ingin melakukan naturalisasi namun terbentur oleh prosedur dan keinginan para pemain. Di sisi lain, juru taktik skuad Garuda tersebut enggan melakukan naturalisasi tim secara menyeluruh. Hal tersebut karena dirinya meyakini para pecinta bola tanah air menginginkan skuad Garuda mampu berprestasi dengan para pemain lokal. “Saya bisa membuat satu tim bagus dengan pemain keturunan. Akan tetapi, saya juga berpikir orang Indonesia pasti berharap bisa meraih prestasi bagus dengan para pemain yang ada di Indonesia (pemain lokal red.),” ujarnya dikutip dan diterjemahkan dari YouTube BAL pada Selasa, 11 Januari 2022. Seperti diketahui, Robin Soeradhiningrat bermain di Liga Jerman dengan memiliki darah keturunan Jawa dari orang tua. Kedua orang tuanya merupakan asli Warga Negara Indonesia kemudian tinggal menetap di Jerman. Saat ini, Robin sedang menjalankan laga di kasta kelima sepak bola Jerman yakni, Germania Egestorf/Langreder. Kini dirinya berusia 20 tahun berposisi menjadi penjaga gawang. Selain itu, pria berdarah Jawa tersebut pernah menimba ilmu di Akademi Hannover 96. Meskipun menuai kontroversi lantaran dianggap berdarah Jerman-Vietnam. Akun Twitter @FT_IDN mengungkap Robin adalah pemain berdarah asli Indonesia. “Kalau melihat di situs @TMidn_news tertulis kewarganegaraannya Jerman-Vietnam. Namun, itu dibantah Robin karena dia pure Indonesia,” tulisnya. Keberadaan Robin Soeradhiningrat bisa menjadi bahan pertimbangan bagi PSSI maupun Shin Tae-yong untuk merekrutnya membela Timnas Indonesia.

Jelang Piala Dunia U-20, Pemerintah Dukung PSSI Pertahankan Shin Tae-yong

Jelang Piala Dunia U-20, Pemerintah Dukung PSSI Pertahankan Shin Tae-yong

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mendukung penuh pelatih tim nasional Indonesia saat ini Shin Tae-yong (STY), yang dipertahankan PSSI untuk persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023 mendatang. Dukungan pemerintah ini bukan tanpa alasan, beberapa rekam jejak apik dari STY menjadi salah satu alasannya. “Jadi yang memilih ini adalah PSSI sehingga pilihannya kami dukung,” kata Menpora Amali saat menjadi narasumber CNNIndonesia.com secara virtual dari Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (29/12). Menurut Menpora Amali, pelatih STY ini awalnya dikontrak untuk persiapan FIFA U-20 2021 yang ditunda ke tahun 2023. “Pilihan dari federasi kami dukung. Alasannya, kita menjadi tuan rumahnya (FIFA U-20) artinya kita bukan hanya harus sukses menjadi penyelenggara tetapi sukses juga dalam prestasi,” ujar Menpora Amali. “Tentu yang berkontrak antara pelatih timnas Shin Tae-yong itu adalah federasi (PSSI) kemudian pemerintah (Kemenpora) memfasilitasi pembiayaannya,” tambahnya. Menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 menurut Menpora Amali, adalah suatu kesempatan yang luar biasa. Ia menilai kesempatan itu harus dipersiapkan dengan sebaik-sebaiknya. “Bagaimana mempersiapkan timnas ini supaya jangan sampai di babak-babak awal sudah tersingkir, nah butuh pelatih yang berkualitas internasional,” tuturnya. “STY kita tahu bahwa dia adalah pelatih timnas Korea Selatan pada saat Piala Dunia beberapa waktu lalu dan bisa mengalahkan tim Jerman. Kita tahu kekuatan Jerman luar biasa dan saat ini anak-anak kita yang dilatih STY di timnas itu ada banyak perkembangan,” ungkap Menpora Amali. Dari sisi fisik dan mentalitas anak-anak timnas Indonesia lanjut Menpora Amali mengalami banyak kemajuan. “Shin Tae-yong melatih secara komprehensif bukan hanya melatih taktik, strategi tetapi fisik dan mental, kerjasama tim dan sebagainya,” urainya. “Shin Tae-yong sudah mengerti tentang karakter pemain Indonesia dan anak-anak sudah mulai ada chemistry (rasa saling terhubung satu sama lain) dengan STY. Itulah sebabnya, kita tetap pertahankannya meski apapun hasil dari Piala AFF 2020 nanti, STY tetap menjadi pelatih timnas khususnya persiapan kita untuk menuju Piala Dunia U-20 tahun 2023,” urai Menpora Amali menambahkan.

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyebutkan skuad tim nasional yang saat ini berlaga di Piala AFF 2020 awalnya diproyeksikan untuk ikut dalam ajang FIFA World Cup U-20 tahun 2021 dimana Indonesia menjadi tuan rumah dan SEA Games 2020 di Vietnam. Namun karena pandemi COVID-19 mewabah di seluruh dunia, maka dua event olahraga ditunda. FIFA World Cup U-20 ditunda ke tahun 2023 dan Sementara SEA Games ditunda ke tahun 2022. Dengan demikian, skuad tim nasional saat ini usia rata-ratanya lebih muda dari skuad tim lain yang berlaga di ajang AFF 2020. Dengan umur yang masih muda, Menpora Amali menilai, ajang AFF 2020 ini menjadi ajang untuk persiapan mereka menuju multi event SEA Games 2022 mendatang. “Timnas ini kita persiapkan untuk SEA Games. Sehingga mereka sudah mendapatkan pengalaman terlebih dahulu bertemu dengan negara-negara di Asia Tenggara karena SEA Games ada batas maksimal usia. Tentu negara lain belum tentu semua timnya akan turun karena rata-rata pemain senior,” ujar Menpora Amali usai menjadi narasumber dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2021 TVRI, Minggu (26/12) malam. Menpora Amali optimistis pada SEA Games 2022 di Vietnam nanti cabang Sepakbola akan meraih prestasi. Apalagi saat ini tim Indonesia sudah lolos ke babak Final dan akan menghadapi Thailand. Meskipun awalnya diremehkan oleh negara-negara lain. “Awalnya timnas ini diremehkan oleh beberpa negara, diremehkan bahwa ini anak-anak muda, Indonesia turun dengan tim yang masih muda, tentu belum punya pengalaman tapi semangat mereka luar biasa. Dan jangan lupa tangan coach Shin Tae-yong,” ucapnya. Menpora Amali pun berharap tim nasional Indonesia teyap bersemangat dan meraih kemenangan dalam laga final di Piala AFF nanti untuk membuktikan bahwa skuad muda bisa meraih juara. “Anak-anak harus semangat dan membuktikan bahwa kita akan bisa menjawab semua keraguan orang termasuk harapan dari publik dalam negeri,” harapnya. Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia melaju ke final Piala AFF 2020 setelah mengalahkan Singapura dengan skor 4-2 pada leg kedua. Pada leg pertama Indonesia dan Singapura hanya bermain imbang dengan skor 1-1. Indonesia akan menghadapi Thailand pada final Piala AFF 2020, usai Thailand mengalahkan Vietnam pada leg pertama dengan skor 2-0. Sementara pada leg kedua, kedua hanya bermain imbang tanpa gol. Laga final Indonesia vs Thailand akan dilangsung secara dua leg dan semuanya ditayangkan secara live di RCTI dan iNewsTV. Leg pertama berlangsung pada Rabu 29 Desember 2021 pukul 19.30 WIB dan leg kedua dihelat pada Sabtu 1 Januari 2022 pukul 19.30 WIB.