Candra Wijaya gelar kejuaraan bulu tangkis khusus nomor tunggal

Single Special Championships 2026 Presented by Candra Wijaya di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya

Legenda bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya memperluas program pembinaan dengan menggelar turnamen bertajuk Single Special Championships 2026 Presented by Candra Wijaya di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya, Banten, 12-14 Februari 2026. Turnamen yang untuk pertama kalinya secara khusus mempertandingkan nomor tunggal itu diikuti 330 pebulu tangkis dari 130 perkumpulan. Nomor yang dipertandingkan meliputi tunggal putra dan putri kelompok pra usia dini (U-9), usia dini (U-11), anak-anak (U-13), pemula (U-15), remaja (U-17), serta dewasa amatir (30+). Candra mengatakan penyelenggaraan kejuaraan tunggal tersebut merupakan langkah lanjutan setelah sejak 2009 rutin menggelar kejuaraan khusus nomor ganda yang telah memasuki edisi ke-13 pada 2025. “Setelah sekian lama turut berkecimpung di dunia bulu tangkis nasional dengan mendirikan klub, membina atlet, membangun gedung olahraga, serta membuat kejuaraan khusus ganda, kini kami juga ingin terus menyemai guna memunculkan bibit-bibit unggul sektor tunggal,” kata Candra dikutip dari keterangan tertulis, Minggu. “Apa yang kami lakukan ini sesuai visi-misi kami untuk turut memajukan prestasi bulu tangkis nasional secara menyeluruh dan bukan hanya di sektor ganda saja,” katanya melanjutkan. Ia berharap kejuaraan khusus tunggal tersebut dapat semakin menggairahkan pembinaan atlet sejak usia dini. “Kejuaraan khusus tunggal ini tentunya juga untuk membudayakan pembinaan sejak dini dan sekaligus melestarikan prestasi bulu tangkis Indonesia di kancah dunia,” ujar Candra. Dari hasil pertandingan, sejumlah talenta muda tampil menonjol. Pada tunggal putri usia dini (U-11), Kharissa Lubna Ramadhani (SDN Ciracas 06, Jakarta Timur) keluar sebagai juara setelah mengalahkan Zevanya Cantika Hamzah (Sriwijaya Badminton Academy) dengan skor 21-15, 23-21. Di tunggal remaja (U-17) putri, Haura Kamila Assopiah (Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya) menjadi yang terbaik usai menundukkan Katrina Gwendelyn Setiawan (Jaya Raya Solo) 21-10, 21-7. Pada kelompok pra usia dini (U-9) putra, Muhammad Haufanhazza Firdaus (Amour Badminton Club) meraih gelar juara setelah mengatasi Arka Pratama Sitepu (Flash) 21-16, 21-18. Sementara itu, Didin Khoerul Ma’mur dari Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya (DYSCW) menjuarai tunggal pemula (U-15) putra dengan mengalahkan Aurial Sakha Wiratama (Jaya Raya Jakarta) 21-15, 21-11. Berkat raihan dua medali emas dan satu perak, klub tuan rumah DYSCW keluar sebagai juara umum. Satu medali perak disumbangkan Gibran Sandya Prayoga di tunggal anak-anak (U-13) putra setelah pada final dikalahkan Muhammad Davin Abrisam (SDN 1 Panaragan Bogor) 10-21, 18-21. Ketua Pengprov PBSI Banten, Sudarto Adinagoro saat menutup kejuaraan, Sabtu (14/2), menilai ajang tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan jangka panjang. “Saya menilai kejuaraan ini merupakan sebuah proses panjang untuk melahirkan atlet-atlet tunggal potensial yang kelak bisa menjadi juara di level nasional dan internasional. Saya pun mengapresiasi atas ide-ide dan inisiatif pahlawan bulu tangkis Candra Wijaya yang mau menggelar kejuaraan khusus tunggal ini,” tegas Sudarto.

Indonesia Masters II 2025: Ubed Podium Teratas

Moh. Zaki Ubaidillah

Pemain bulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, sukses menjuarai Indonesia Masters II 2025, setelah menundukkan wakil China, Dong Tian Yao, Minggu (26/10). Bertanding di GOR PBSI, Medan, Sumatra Utara, Ubed, sapaannya, menang straight games 21-11, 21-8 dalam tempo 30 menit. “Pertama–tama saya mau mengucap syukur karena hari ini diberikan kemenangan tanpa cedera dan pertandingan berjalan cukup lancar,” kata Ubed melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI. Atlet asal Sampang, Madura, Jawa Timur ini menuturkan, awal pertandingan berlangsung ketat, tetapi ia tetap berupaya tenang dan meningkatkan fokusnya. Ia mengaku sudah menyiapkan strategi sejak awal, menyadari Dong dengan postur tinggi akan berusaha menyerang lebih dulu. “Jadi saya sudah siap dengan itu, saya ambil posisi lapangan ‘kalah angin’ dulu dengan mindset siap capek dan siap ngadu di lapangan,” ujarnya. “Dari buangan bola saya juga berusaha untuk mengontrol dan membatasi serangan lawan, dalam posisi menyerang pun saya tidak mau buru-buru,” Ubed, menambahkan. Setelah dua kali meraih medali perak pada BWF World Junior Championships 2025 beberapa pekan lalu, Ubed akhirnya sukses menjadi juara di Indonesia Masters 2025. Ia merasa sangat gembira dengan pencapaian ini, sekaligus mendapatkan semangat tambahan dari dukungan penonton yang memadati arena pertandingan. “Kemenangan ini saya persembahkan untuk kedua orang tua dan keluarga saya yang selalu mendoakan saya. Untuk Indonesia, PBSI, dan PB Djarum,” katanya. “Target ke depan, semoga lebih baik lagi dan bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi,” demikian Ubed. Selain itu, Indonesia mampu mengamankan gelar dari nomor ganda putri. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva mampu mengungguli juniornya, Isyana Meida/Rinjani Nastine. Apri/Fadia menang dengan skor 21-11, 21-17. Dengan demikian, Indonesia mampu mengamankan empat gelar juara.

Indonesia Masters II 2025: Ganda Putra Indonesia Juara

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menjuarai Indonesia Masters II 2025 berkat kemenangan atas pasangan “gado-gado” asal Korea Selatan dan Malaysia, Choi Sol Gyu/Goh V Shem, Bertanding di GOR PBSI, Medan, Sumatra Utara, Raymond/Joaquin menang tiga gim 21-18, 17-21, 24-22 dalam durasi 66 menit. “Pertama-tama, puji Tuhan kita bisa bermain dengan lancar dan tidak ada cedera. Permainan tadi sungguh menegangkan buat kami,” tanggap Joaquin kepada tim Humas dan Media PP PBSI. Di gim pertama, menurut Joaquin, mereka bermain agresif karena berada di posisi “menang angin”. Namun, di gim berikutnya, meski sempat unggul 11-9, mereka terburu-buru menyerang sehingga Choi/Goh dapat mengantisipasi pukulan, akhirnya kalah 13-21. “Gim ketiga, kita juga mengunakan pola yang sama, yaitu menyerang dan ketika kita berpindah tempat di poin 11, kita di posisi ‘kalah angin’. Kita mencoba bermain sabar dan itu berhasil cuman di pon kritis ketika kita unggul 20-19,” tuturnya. “Saya servis nyangkut dan tangan saya sempat gemetar. Tapi pelatih dan partner saya terus meyakinkan saya untuk mengambil kesempatan ini untuk menjadi juara Super 100,” Joaquin, menuturkan. Di poin-poin kritis, lanjutnya, mereka sempat unggul tiga kali dan diminta untuk menunggu bola lawan sambil tetap tenang dan sabar. Meski begitu, mereka tetap memilih menyerang, percaya bahwa strategi terbaik dalam pertahanan adalah dengan terus menekan lawan. Sementara, menurut Raymond, Choi/Goh memiliki keunggulan pengalaman, yang membuat mereka tetap tenang meski tertinggal, berkat seringnya mereka tampil di turnamen tingkat tinggi. “Tadi di poin kritis, saya kayak deja vu aja, karena saya pernah tiga kali final dan kalah terus di poin mepet-mepet gitu, rasanya bebannya berat aja gitu ke sendiri, karena pengin menang banget,” tuturnya. “Akhirnya lega banget saya bisa juara Super 100. Sebelumnya dengan partner yang beda, gagal dua kali di final dengan Joaquin juga sudah gagal sekali untuk juara. Dukungan penonton sangat memberikan semangat buat kita, apalagi Papa dan Mamanya Joaquin juga hadir di sini,” Raymond, menjelaskan. Di sisi lain, Joaquin menyatakan, kemenangan ini dipersembahkan untuk Indonesia, PBSI, dan skuad ganda putra pratama, menyusul gelar juara perdana mereka di turnamen Super 100. Ia berharap bersama Raymond, prestasi tersebut dapat meningkatkan performa dan grafik perkembangan mereka ke depan. “Minggu depan kita akan berangkat ke Korea Super 300. Karena kita sudah ada gelar di sini kita mau lebih pede tampil di Korea, dan bisa lebih baik dari penampilan sebelumnya di Macau Super 300,” pungkasnya.

Indonesia Masters II 2025: Marwan/Aisyah Juara

Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata

Ganda campuran Indonesia, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, menempati podium teratas Indonesia Masters II 2025, berkat kemenangan di partai puncak atas pasangan Malaysia, Jimmy Wong/Lai Pei Jing, Minggu (26/10). Bertanding di GOR PBSI, Medan, Sumatra Utara, pasangan unggulan teratas tuan rumah itu menang tiga gim 16-21, 21-19, 21-3 dalam tempo 49 menit. “Pertama-tama bersyukur bisa meraih gelar di rumah sendiri. Tahun lalu kami ada di final, hari ini kami bisa juara. Kepuasan tersendiri bisa juara di Indonesia,” tanggap Marwan melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI. Lebih lanjut Marwan menjelaskan, di gim pebuka, mereka mengalami kesulitan karena banyak melakukan kesalahan sendiri saat servis, tercatat hingga enam kali. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat ritme permainan menjadi tidak nyaman dan turut memengaruhi performa mereka secara keseluruhan. “Hawa mainnya juga kurang dapat gitu, kayak greget mainnya kurang. Main serba datar-datar aja,” kata pemain kelahiran Kuningan, Jawa Barat, pada 05 Mei 2004 itu. “Di gim kedua, kita berusaha untuk meyakinkan diri dan pikiran untuk bisa kembali fokus ke permainan dan akhirnya kami bisa keluar dari tekanan,mengejar ketertinggalan dan berakhir dengan kemenangan 21-19,” Marwan, menambahkan. Marwan menjelaskan, di gim penentuan, mereka mulai menemukan ritme permainan dan tampil lebih percaya diri, dan mampu mengambil kendali sejak awal gim dengan terus menekan lawan melalui serangan agresif, baik dari permainan depan maupun belakang, hingga membuat pasangan negeri jiran itu berbalik tertekan. Sementara, Aisyah mengutarakan, menghadapi Lain, pemain berpengalaman di sektor ganda campuran menjadi pengalaman berharga baginya. Ia mengaku sudah pernah berhadapan dengan Lai bersama pasangan yang berbeda, dan meski kemampuan lawan kali ini dinilainya tidak terlalu merata, laga tersebut tetap menjadi ajang penting untuk menambah jam terbang di level tinggi. “Dukungan penonton berarti banget untuk kami dan kami tidak mau mengecewakan penonton apalagi hari ini di final penontonnya lebih penuh,” ujarnya. Bagi Aisyah, kemenangan ini menjadi persembahan bagi keluarga, pelatih, rekan-rekan, serta bangsa Indonesia, dengan torehan gelar juara. Adapun bagi Marwan, kemenangan di final turnamen bulu tangkis level BWF Tour Super 100 menjadi hadiah bagi orang tua dan orang-orang terdekatnya. Ia mengakui perjuangannya tidak mudah, terlebih setelah sempat tertinggal dan harus beradaptasi dengan pasangan baru. “Semoga ke depannya saya lebih percaya diri,” ujarnya. “Target ke depan pengin di level Super 300 kita bisa lebih bersaing karena sebelumnya kita belum tembus-tembus kerap kalah di babak 16 besar, jadi kita pengin lebih baik dari itu,” demikian Marwan.

Piala Dunia AirBadminton perdana digelar di Uni Emirat Arab

AirBadminton

AirBadminton akan memasuki era baru dengan bergulirnya Piala Dunia AirBadminton atau BWF AirBadminton World Cup perdana di Uni Emirat Arab pada 13-16 November 2025. “Piala Dunia merupakan salah satu upaya Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dalam memperluas dan mengembangkan ekosistem AirBadminton,” demikian pernyataan BWF dalam laman resminya, Selasa. Sebelum pelaksanaan Piala Dunia, BWF akan lebih dulu menggelar turnamen kontinental sebagai ajang kualifikasi menuju Piala Dunia AirBadminton 2025. Tim-tim dari Asia dan Oseania akan bersaing di Kejuaraan Asia Pasifik yang berlangsung di Malaysia. Sementara itu, tuan rumah untuk tiga kejuaraan lainnya adalah Peru (Pan Amerika), Azerbaijan (Eropa), dan Ghana (Afrika). Turnamen kualifikasi ini mencakup tiga nomor pertandingan: team relay, tripel putri, dan tripel putra. Sebanyak 12 tim akan lolos ke Piala Dunia AirBadminton 2025, terdiri dari tiga tim terbaik dari nomor team relay di Kejuaraan Asia dan Eropa, dua tim terbaik dari Afrika dan Pan Amerika, serta juara dari Oseania, ditambah tuan rumah. Tim yang lolos melalui team relay juga wajib berpartisipasi dalam nomor tripel putra dan tripel putri. Terkait format pertandingan di Piala Dunia AirBadminton 2025, BWF menjelaskan akan mempertandingkan tiga nomor utama: team relay, tripel putri, dan tripel putra. Pada nomor team relay, setiap pertemuan terdiri dari empat pertandingan yakni, ganda putri, ganda putra, tripel putri, dan tripel putra. Pertandingan menggunakan sistem relay, dengan poin kemenangan bertahap mulai dari 15, 30, 45, hingga 60 poin. Tim yang lebih dulu mencapai 60 poin akan memenangkan pertandingan. Sementara itu, pada nomor tripel putra dan tripel putri, pertandingan akan menggunakan format best-of-five, dengan setiap gim dimainkan hingga mencapai sembilan poin. Dengan struktur kompetisi AirBadminton 2025 yang telah disusun, BWF berupaya memperluas penyelenggaraan turnamen guna memberikan lebih banyak kesempatan bagi pemain dan tim untuk berpartisipasi dalam turnamen resmi BWF. Selain itu, BWF juga membuka peluang bagi negara anggota yang ingin menyelenggarakan turnamen regional maupun internasional. Sebagai bagian dari dukungan terhadap perkembangan AirBadminton di tingkat nasional, BWF akan kembali meluncurkan Program Dukungan Peralatan edisi kedua pada Mei mendatang. Program ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem kompetitif AirBadminton dan memperluas akses terhadap olahraga ini di berbagai belahan dunia. Sumber: ANTARA

Pertandingan Final Tunggal Putri All England 2025 Pecahkan Rekor

An Se Young

Hari Minggu (16/3) menjadi penanda selesainya pertandingan All England 2025 di Birmingham, Inggris. Penganugerahan medali kepada para pemenang pun sudah dilakukan. Beberapa kejadian di All England kali ini di highlight sebagai peristiwa bersejarah. Salah satunya adalah pertandingan antara An Se Young, wakil tunggal putri dari Korea Selatan dan Wang Zhi Yi, wakil tunggal putri Cina. Saat ini, dilansir dari laman Badminton World Federation, An Se Young menempati peringkat pertama dunia posisi pemain tunggal putri. Sementara, hanya terpaut 9 poin dari An Se Young, Wang Zhi Yi menempati urutan kedua pemain badminton tunggal putri. Wang Zhi Yi dan An Se Young bertemu di All England 2025 pada pertandingan final tunggal putri. Pertandingan berlangsung dengan sengit dan menegangkan. Putaran pertama dipimpin oleh Wang Zhi Yi. Namun, pada putaran kedua dan ketiga, An Se Young melibas habis dan mengejar skor ketertinggalan. Rally Wang Zhi Yi dan An Se Young pada All England kali ini merupakan rally terpanjang di sektor badminton tunggal putri dunia dengan total 79 shots. Rekor baru akhirnya terpecahkan setelah lewat 8 tahun lamanya. Rekor rally ini menggeser pertandingan antara P.V. Sindhu dari India dan Nozumi Okuhara wakil Jepang di World Championship Final 2017 dengan total 73 shots. Pertandingan Wang ZHi Yi dan An Se Young jika dihitung mencapai 1,5 jam secara keseluruhan. Permainan apik dan lihai dari kedua atlet ditunjukkan saat pertandingan ini. Penonton memuji-muji An Se Young dan Wang Zhi Yi karena telah memberikan permainan menakjubkan dan sportivitas sebagai seorang atlet profesional yang handal. Pertandingan pun usai dengan kemenangan An Se Young dengan skor 13-21, 21-18, 21-18. Selain itu, dengan kemenangan ini, membuat An Se Young masih tak terkalahkan sepanjang 2025, dengan total 20 kemenangan beruntun.

Rehan/Lisa Raih Gelar Juara Perdana BWF

Rehan/Lisa Raih Gelar Juara Perdana BWF

Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati menjadi juara Hylo Open 2022 usai mengalahkan pasangan China Feng Yangze/Huang Dongping di final. Rehan/Lisa sukses merebut gelar juara BWF usai menang dua gim langsung, 21-17 21-15, atas Feng Yangze/Huang Dongping di Saarlandhalle Saarbrucken, Jerman, Minggu (6/11) waktu setempat. Rehan/Lisa mengawali gim pertama dengan baik dan berhasil unggul 11-8 di interval gim pertama. Kelengahan Rehan/Lisa sempat membuka celah bagi pasangan China untuk menyamakan kedudukan 14-14. Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati menjadi juara Hylo Open 2022 usai mengalahkan pasangan China Feng Yangze/Huang Dongping di final. Rehan/Lisa sukses merebut gelar juara BWF usai menang dua gim langsung, 21-17 21-15, atas Feng Yangze/Huang Dongping di Saarlandhalle Saarbrucken, Jerman, Minggu (6/11) waktu setempat. Rehan/Lisa mengawali gim pertama dengan baik dan berhasil unggul 11-8 di interval gim pertama. Kelengahan Rehan/Lisa sempat membuka celah bagi pasangan China untuk menyamakan kedudukan 14-14. “Alhamdulillah senang sekali rasanya bisa juara di sini. Apalagi, ini gelar pertama pada tahun ini setelah tiga kali tampil ke final. Pastinya senang. Ini bisa menjadi batu loncatan untuk saya dan Lisa ke depan,” kata Rehan dilansir dari PBSI. “Jalannya pertandingan pada gim pertama, kami masih mencari-cari pola permainan lawan seperti apa. Setelah ketemu, pada kedua kami mulai menekan ke pemain Feng Yang Zhe karena dia juga terlihat tegang,” aku Rehan. “Saya katakan kepada Lisa, permainan depannya nekat saja. Tidak usah memikirkan Huang Dong Ping itu juara apa. Yang penting nekat saja. Saya juga bilang ke Lisa, kalau smash lebih diarahkan ke pemain putra karena dia tampak tegang.” lanjutnya. Rehan mempersembahkan kemenangan dia pada Hylo Open untuk keluarga dan pelatih. “Kemenangan ini saya persembahkan terutama buat keluarga, Bunda, dan para pelatih yang sudah membantu saya dan Lisa, dan juga buat Indonesia pastinya,” ucap Rehan yang merupakan putra dari peraih medali perak Olimpiade 2000 ganda campuran, Tri Kusharjanto itu. “Dukungan penonton membuat saya dan Lisa jadi tambah semangat. Apalagi mereka juga semangat terus mendukung kami. Dari awal saya memang main nothing to lose dan all out saja dan terus menekan lawan,” tutur Rehan. Menurut Rehan, kunci kemenangannnya karena terus menekan permainan Feng. “Soalnya Huang Dong Ping sudah pengalaman. Tetapi Feng Yan Zhe kan masih junior. Jadi dia pasti tegang juga. Makanya saya tekan terus dia agar permainannya tidak berkembang.” jelas Rehan. Sementara itu, Lisa menjadikan kemenangan pada Hylo Open 2022 sebagai pembuktian bahwa dia dan Rehan memiliki kemampuan. “Tadi kami tidak memikirkan menang atau kalah. Kami ingin bermain lepas saja karena lawan juga tidak gampang. Saya tidak takut lawan Huang Dong Ping, peraih emas Olimpiade karena kami sudah sering melawan mereka juga,” kata Lisa. “Kami kalah, tetapi tidak tahu tadi kenapa saya hari ini berani main depan terus, seperti enak sekali kakinya bisa cepat juga bergerak. Smash saya juga banyak tembus, mungkin karena shuttlecock-nya enak dan kami tadi sempat menang angin juga. Mereka mungkin tegang juga.” ujarnya. “Kemenangan ini terasa istimewa. Saya persembahkan kepada mama saya yang habis ulang tahun, dan orang-orang tersayang Lisa. Terima kasih juga buat semua yang sudah mendukung kami terus.” ujar jebolan klub PB Djarum tersebut. Lisa juga mengaku semakin bersemangat ketika mendapat dukungan dari penonton yang menyaksikan laga dia pada babak final. “Dari awal, main enak dan nothing to lose. Kami berani dulu dari awal benar-benar tidak berpikir menang apa kalah. Ini juga karena Huang Dong Ping pemain hebat juga. Kunci kemenanganya, kami berani. Kami benar-benar menjaga komunikasi,” tutur Lisa. Titel kedua didapat Anthony Sinisuka Ginting setelah memenangi duel sengit melawan Chou Tien Chen dengan hasil akhir 21-18, 11-21, dan 24-22. Melalui hasil ini, Anthony memperpanjang rekor keunggulan atas Chou menjadi 8-6. Anthony juga memetik gelar kedua tahun ini setelah sebelumnya menjadi juara pada Singapore Open 2022. Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memastikan dua wakilnya menjadi juara setelah berjuang melawan negara lain.

Tasya Farahnailah Jadi Salah Satu Atlet Bulu Tangkis Junior Terbaik di Asia

Tasya Farahnailah Jadi Salah Satu Atlet Bulu Tangkis Junior Terbaik di Asia

Indonesia memiliki banyak sekali atlet bulu tangkis yang memiliki prestasi membanggakan. Tak hanya atlet senior, namun juga atlet junior, salah satunya adalah Tasya Farahnailah. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada bulai Mei 2022, nama Tasya Farahnailah sempat menjadi sorotan karena penampilannya di ajang Piala Uber 2022 atau Uber Cup 2022. Atlet yang kini berusia 18 tahun itu bahkan baru menginjak usia 17 tahun saat menjalani debutnya di ajang Piala Uber 2022 dan bertanding dengan ranking 13 dunia, Sayaka Takahashi dari Jepang. Walaupun pada akhirnya ia harus kalah dalam pertandingan yang digelar di Impact Arena, Thailand itu, pengalamannya untuk bermain di pentas besar dunia itu tentu sangat berharga. Apalagi, ia bisa tampil di level internasional meskipun saat itu masih duduk di bangku SMA. Tasya Farahnailah is an Indonesian player currently ranked #33 in BWF’s junior world ranking for women’s singles. At just 16 years old, she’s already had 37 career wins, making her one of Asia’s best junior players! Read more: https://t.co/AP38C4mryw pic.twitter.com/Kdt8929t2F — Badminton Asia (@Badminton_Asia) July 1, 2021 Melansir Kompas.com, situs resmi Badminton Asia pada Juli 2021 menuliskan Tasya Farahnailah sebagai atlet junior terbaik di Benua Asia. Atlet kelahiran Medan, 17 Agustus 2004 itu merupakan pemain Indonesia yang saat ini berada di peringkat 33 dunia junior BWF untuk tunggal putri. Walaupun masih berada di tingkat junior, Tasya telah menunjukkan kebolehannya dan berkompetisi di berbagai turnamen internasional. “Di usianya yang baru 16 tahun, dia sudah berkompetisi di banyak turnamen internasional dan telah memenangi 37 laga dalam kariernya, serta menjadikannya salah satu pemain junior terbaik di Asia!” demikian bunyi tulisan dalam situs Badminton Asia. Nama Tasya Farahnailah sendiri mulai dikenal usai meraih kemenangan, yakni juara dua, di ajang Bangladesh International Challenge 2021 di sektor tunggal putri. Di kompetisi tersebut, ia berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan keenam, Kadivi Sirimannage dari Sri Lanka dalam dua gim. Perjalanan karier Tasya Farahnailah di tingkat internasional ternyata telah dimulai sejak tahun 2015 lalu di Singapura saat dirinya baru berusia 11 tahun. Pada tahun 2016, ia kembali ke Singapura untuk berpartisipasi dalam ajang Oue Singapore Youth International Series 2016, di mana Tasya berhasil masuk ke semifinal. Kemudian pada tahun 2018, Tasya berhasil meraih runner-up di ajang Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship usai kalah dari Pitchamon Opatniput. Di tahun berikutnya, atlet bulu tangkis tunggal putri itu berhasil menjadi juara di ajang Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix 2019 usai mengalahkan Cheng Sin Yan Happy, atlet asal Hong Kong. Itulah profil singkat dan perjalanan karier Tasya Farahnailah, atlet junior yang telah menorehkan banyak prestasi di usianya yang masih muda.

Chico Diundang Ke Kejuaraan Dunia 2022

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) baru saja menerima email dari Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) bahwa mereka mengundang pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Chico Aura Dwi Wardoyo untuk ikut berlaga di ajang Kejuaraan Dunia 2022. Kejuaraan Dunia 2022 akan berlangsung pada tanggal 22-28 Agustus di Tokyo, Jepang. “Baru saja kami menerima email dari BWF bahwa Chico diundang untuk mengikuti Kejuaraan Dunia 2022,” ucap Broto Happy, Kepala Bidang Humas dan Media PP PBSI. “Jadi secara total, skuad Merah-Putih di sektor tunggal putra tetap mengirimkan wakil maksimal yaitu empat wakil. Chico bisa dipastikan akan berangkat,” lanjutnya. Sebelumnya, kekuatan tunggal putra sempat berkurang karena Shesar Hiren Rhustavito ditarik mundur menyusul cedera betisnya yang belum pulih. Chico mengaku senang mempunyai kesempatan tampil di ajang Kejuaraan Dunia 2022 ini. Juara Malaysia Masters 2022 itu bertekad memberikan permainan yang terbaik. “Saya senang bisa ikut Kejuaraan Dunia kali ini, kesempatan ini saya akan coba pergunakan sebaik-baiknya,” kata Chico. Berikut wakil-wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia 2022 Tunggal Putra Anthony Sinisuka Ginting Jonatan Christie Chico Aura Dwi Wardoyo Tommy Sugiarto Tunggal Putri Gregoria Mariska Tunjung Putri Kusuma Wardani Ganda Putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri Ganda Putri Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi Ganda Campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati Zachariah Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela

Ana/Tiwi Dipastikan Ikut Kejuaraan Dunia, Skuad Ganda Putri Dihuni Atlet Muda

Ana/Tiwi Dipastikan Ikut Kejuaraan Dunia, Skuad Ganda Putri Dihuni Atlet Muda

Satu lagi wakil Indonesia diundang Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) untuk ikut dalam ajang Kejuaraan Dunia 2022. Dia adalah pasangan ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi. Ana/Tiwi dipastikan tampil di turnamen yang akan dihelat pada 22-28 Agustus mendatang di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, setelah PBSI mengonfirmasi keikutsertaannya. “Kami menerima kabar baik dari BWF, yaitu Indonesia mendapat tambahan satu wakil lagi di Kejuaraan Dunia 2022 atas nama Febriana/Amalia dari ganda putri,” tutur Broto Happy, Kepala Bidang Humas dan Media PP PBSI. “Tentunya kami mengonfirmasi keikutsertaan Ana/Tiwi. Ini menjadi senjata tambahan di sektor ganda putri setelah Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Nita Violina Marwah/Putri Syaikah,” tambah Broto. Sebelumnya, Indonesia sudah mendapat tambahan wakil lewat Putri Kusuma Wardani di tunggal putri dan juga sudah dikonfirmasi. Hanya, saat ini Putri sedang menjalani pendidikan Polisi Wanita. PBSI pun terus berkomunikasi dengan pihak kepolisian agar atlet kelahiran Tangerang, 20 Juli 2002 itu dapat tampil di Kejuaraan Dunia 2022. “Kami terus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait agar Putri bisa terlibat di Kejuaraan Dunia 2022. Sejatinya, turnamen ini akan sangat penting untuk pengalaman Putri ke depan,” ucap Broto. Berikut daftar sementara nama-nama pemain Indonesia yang menerima undangan tampil di Kejuaraan Dunia 2022: Tunggal Putra 1. Anthony Sinisuka Ginting 2. Jonatan Christie 3. Shesar Hiren Rhustavito 4. Tommy Sugiarto Tunggal Putri 1. Gregoria Mariska Tunjung 2. Putri Kusuma Wardani Ganda Putra 1. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo 2. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan 3. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto 4. Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri Ganda Putri 1. Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti 2. Nita Violina Marwah/Putri Syaikah 3. Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi Ganda Campuran 1. Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari 2. Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso 3. Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati

Cetak Sejarah Bulutangkis Nepal, Prince Dahal Jadi Ranking 1 Dunia Junior

Cetak Sejarah Bulutangkis Nepal, Prince Dahal Jadi Ranking 1 Dunia Junior

Atlet tunggal putra, Prince Dahal, berhasil mencetak sejarah untuk negaranya sebagai pebulutangkis Nepal pertama yang menduduki ranking 1 dunia junior. Sebagai informasi, Prince Dahal merupakan atlet bulutangkis sektor tunggal putra kelahiran 19 Juni 2004 di Khalanga, Darchula, Nepal.  Dia memulai karier di dunia bulutangkis sejak berusia lima tahun. Berkat kegigihan dan ketekunannya berlatih, Prince Dahal berhasil menjadi atlet bulutangkis Nepal yang berhasil mengikuti sejumlah turnamen BWF Internasional. Tak tanggung-tanggung, Prince Dahal tak mau melewatkan kesempatan itu dengan hasil yang biasa-biasa saja. Meskipun bukan dari negara bulutangkis, Prince Dahal berhasil menyabet beragam gelar. Bermain di level junior bulutangkis, Prince Dahal berhasil menyabet medali emas di Kejuaraan Junior International Dubai, 2018.  Pada ajang South Asia U-21 Championship 2019, Prince Dahal juga menyabet medali perak. Berdasarkan rilis BWF pada Sabtu (01/01/22), Prince Dahal berhasil meraih 10.400 poin, menyalip dua rivalnya asal Malaysia yakni Justin Hoh di peringkat kedua, dan M. Fazriq Mohammad Razif di peringkat ketiga. Melansir laman Rising Nepal Daily, pencapaian yang ditorehkan Prince Dahal, menjadi prestasi internasional terpenting bagi Nepal dalam persaingan para atletnya di sektor olahraga bulutangkis. Tak hanya bagi Nepal, prestasi menduduki ranking satu dunia junior bulutangkis tunggal putra, juga menjadi mimpi yang menjadi kenyataan bagi seorang Prince Dahal. Dia pun bertekad untuk senantiasa bekerja keras dan mempertahankan prestasi yang diraih untuk mempersiapkan diri sebelum turun ke turnamen bulutangkis level senior. “Perhatian saya selanjutnya adalah mempertahankan gelar dan juga terus tampil baik bahkan di turnamen bulutangkis senior di masa depan,” kata Prince Dahal melansir laman Rising Nepal Daily. “Perhatian saya selanjutnya adalah mempertahankan gelar dan juga terus tampil baik bahkan di turnamen bulutangkis senior di masa depan,” kata Prince Dahal melansir laman Rising Nepal Daily. Prince Dahal juga berharap bahwa dia dan para atlet lain bisa kembali berpartisipasi mengikuti turnamen dan pelatihan meskipun ada pandemi virus Covid-19. Selama ini Prince Dahal dan para atlet Nepal lainnya cukup lama vakum dari pelatihan dan turnamen bulutangkis akibat merebaknya virus covid-19 di dunia.

5 Pebulu Tangkis Putra Berpotensi Bersinar di 2022 Versi BWF

5 Pebulu Tangkis Putra Berpotensi Bersinar di 2022 Versi BWF

Tahun 2022 diprediksi bakal menjadi momen bersinarnya sejumlah pebulu tangkis muda dunia di berbagai ajang internasional. Dilansir dari BWF Badminton, Rachel Chan (Singapura), Wang Zhi Yi (Cina), dan Line Christophersen (Denmark) disebut sebagai pemain putri yang jadi sorotan pada 2022. Ketiga pemain muda itu telah terbukti mampu memberi sumbangsih besar untuk tim putri negara masing-masing di ajang Uber Cup 2020 tahun lalu. Selain para pemain putri, BWF Badminton juga merilis lima daftar pebulu tangkis putra yang memiliki potensi semakin berkembang di tahun 2022. “Anak didik” Viktor Axelsen (Denmark) di Dubai, Uni Emirat Arab, seperti Brian Yang dan Lakshya Sen, adalah dua dari lima pemain muda yang patut ditunggu aksinya. Berikut ini lima atlet muda putra yang diperkirakan bakal makin menambah ramai persaingan bulu tangkis dunia tahun 2022: 5. Brian Yang (Kanada) Rekan sparing Viktor Axelsen ini menunjukkan performa apik ketika menjadi tulang punggung Kanada di Sudirman Cup dan Thomas Cup tahun lalu. Pemain 20 tahun tersebut bahkan membuat kejutan ketika menang atas pemain elite seperti Jonatan Christie (Indonesia) dan Kanta Tsuneyama (Jepang). 4. Kunlavut Vitidsarn (Thailand) Seumuran dengan Brian Yang, Kunlavut Vitidsarn juga sudah menjadi salah satu tulang punggung Thailand di ajang Sudirman Cup dan Thomas Cup. Ia pun sudah mampu mengalahkan sejumlah pemain top, seperti Kidambi Srikanth (India), Shi Yu Qi (Cina), Jonatan Christie, Wang Tzu Wei (Taiwan), dan Lee Zii Jia (Malaysia). Tak heran jika BWF menganugerahi Kunlabut Vitidsarn sebagai Eddy Choong Most Promising Player edisi 2020/2021. 3. Lakshya Sen (India) Lakshya Sen juga merupakan rekan sparing Viktor Axelsen yang punya prospek cerah di dunia bulu tangkis terutama usai merebut medali perunggu BWF World Championships 2021. Masih berusia 20 tahun, Lahsya Sen termasuk pemain muda yang cukup konsisten dengan empat kali tembus semifinal dan satu final dari 10 turnamen yang diikuti sepanjang 2021. 2. Christo Popov (Prancis) Tampil rangkap di nomor tunggal dan ganda putra (bersama sang kakak, Toma Junior Popov), membuat Christo Popov memiliki stamina yang luar biasa. Pria 19 tahun initercatat jadi satu-satunya yang mampu mengatasi Viktor Axelsen di Thomas Cup 2020 serta membekuk Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia) di Indonesia Open 2021. 1. Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (Indonesia) Pramudya/Yeremia bersaing ketat dengan dua ganda putra seangkatannya, yakni Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, sejak awal 2021. Performa Pramudya/Yeremia makin meningkat menjelang akhir tahun 2021 dan total mengoleksi dua gelar dari Spain Masters dan Belgian International.

Sempat Tertunda, Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior Akan Digelar 2022

Sempat Tertunda, Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior Akan Digelar 2022

Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior (WJC) akan segera dilangsungkan di Spanyol pada 2022 mendatang. Ajang tertinggi bagi atlet di bawah 19 tahun ini sempat tertunda selama dua tahun. Pandemi virus corona membuat Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior harus tertunda. Turnamen itu terakhir dilangsungkan pada 2019 lalu, setelah itu. Pada 2020 Selandia Baru gagal jadi tuan rumah, setelah itu pada 2021 giliran Tiongkok yang batal melangsungkan Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior karena ketidaklayakan tempat. Rabu (29/12/21) BWF mengeluarkan pernyataan bahwa WJC akan dilangsungkan di Spanyol pada Oktober 2022 mendatang. Kabar tersebut disampaikan oleh BWF melalui laman resminya. “Awalnya, BWF telah menunda acara 2021 dengan harapan untuk menjadwal ulang pada akhir 2021 atau awal 2022, tetapi tidak ada solusi yang dapat ditemukan karena banyaknya kompleksitas COVID-19 seputar perjalanan dan keselamatan atlet muda,” demikian pernyataan dari BWF. “BWF yakin dan berkomitmen untuk Kejuaraan Dunia Junior yang berlangsung pada tahun 2022 dan kami berharap Turnamen Sirkuit Junior juga dapat dilanjutkan ke tingkat yang lebih besar di semua wilayah pada kuartal pertama tahun 2022,” sambungnya lagi. Di edisi terbaru kejuaraan dunia level junior ini, BWF mendapatkan sumbangan lima Piala Eye Level baru untuk diberikan kepada para pemenang di Kejuaraan Dunia Junior BWF 2022. Sumbangan tersebut berasal dari mantan Presiden BWF dan ketua Yayasan Budaya Pemuda Dunia, Dr. Kang Young Joong. Dr Kang pertama kali menyumbangkan Eye Level Cups pada tahun 2011 sebagai bagian dari dukungannya untuk mengembangkan bulu tangkis di kalangan anak muda. Uniknya, pada edisi kali ini, piala yang disumbangkan berbeda bentuknya dari turnamen sebelumnya. Biasanya piala-piala sebelumnya identik dengan memiliki “kuping”. Namun, untuk piala edisi terbaru sumbangan Dr. Kang Young Joong memiliki bentuk tegak lurus dan dibaluti warna emas. Turnamen sendiri akan dimulai dengan event beregu campuran dengan rincian jadwal sebagai berikut: Turnamen beregu Campuran – Senin 17 hingga Sabtu 22 Oktober 2022. Kegiatan Pendidikan / Kebudayaan – Minggu 23 Oktober 2022. Turnamen Perorangan – Senin 24 Oktober hingga Minggu 30 Oktober 2022. Edisi terakhir diadakannya kejuaraan ini tahun 2019, pada Surdinata Cup Indonesia berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Tiongkok pada babak final. Kemudian dari turnamen Eye Level Indonesia pun berhasil meraih 1 gelar juara di nomor ganda putra atas nama Leo Rully Carnando dan Daniel Marthin.

Adakah Batas Umur Jadi Atlet Bulu Tangkis Menurut BWF?

Adakah Batas Umur Jadi Atlet Bulu Tangkis Menurut BWF?

Berapa batas umur jadi atlet bulu tangkis? Apakah bisa menjadi atlet bulu tangkis jika memulai di usia dewasa? Simak aturan BWF dan usia ideal untuk berkarir sebagai atlet bulu tangkis, lengkap dengan jawaban berapa batas umur jadi atlet bulu tangkis berikut ini. Secara umum, sebenarnya tidak ada batas umur bermain bulu tangkis. Jadi, berapa pun usiamu bisa tetap menjadi pemain bulu tangkis. Bahkan, BWF mengadakan berbagai level turnamen untuk berapa pun usia atlet bulu tangkis mulai dari level junior, dewasa hingga senior. Pertandingan junior bisa diikuti oleh anak-anak hingga remaja yang berusia kurang dari 19 tahun. Level turnamen dewasa bisa diikuti oleh atlet badminton usia 19 tahun ke atas dan kurang dari 35 tahun. Sementara itu, level senior bisa diikuti atlet bulu tangkis berusia 35 tahun ke atas. Ada pun pebulutangkus tertua di dunia yaitu Lin You Mao. Bahkan ia mendapatkan Rekor Dunia Guinness sebagai pemain bulu tangkis tertua di dunia. Lin yang lahir 15 Agustus 1922 telah menjadi pemain tetap di beberapa kompetisi bulu tangkis Taiwan selama bertahun-tahun. Namun perlu diketahui, jika kamu mulai belajar bulu tangkis di usia 20 tahun ke atas, maka kamu hanya bisa menjadi pemain bulu tangkis biasa tapi tidak bisa jadi atlet badminton profesional. Simak penjelasan batas umur atlet bulu tangkis dengan contoh sederhana berikut ini. Sebagai contoh, kamu memulai belajar bulu tangkis di usia 22 tahun, maka kamu perlu waktu dua tahun untuk mengasah keterampilan dan skill bulu tangkis. Selanjutnya, kamu perlu waktu 2-3 tahun untuk bertanding dengan rekan satu tim untuk mempelajari taktik dalam permainan. Lalu, kamu perlu belajar lagi selama 2 tahun untuk mengasah mental dan memperbanyak jam terbang di pertandingan nasional hingga internasional. Setelah perjalanan panjang itu, kamu sudah mencapai usia mendekati pensiun dan kondisi fisik yang mulai menurun. Oleh sebab itu, banyak asosiasi bulu tangkis yang mencari anak-anak berbakat sejak usia anak-anak yakni 7-8 tahun. Selanjutnya mereka akan dilatih dengan keras dan ketat hingga usia 17 tahun. Jika kamu ingin menjadi atlet bulu tangkis profesional, coba cek aturan klub bulu tangkis Indonesia seperti PB Djarum, Jaya Raya, dan lainnya terkait ketentuan usia. Batas Umur dan Peta Karir Atlet Bulu Tangkis Berikut kami merangkum ketentuan batas umur dan peta karir atlet bulu tangkis yang dikutip dari website PB Djarum. 1. Usia 7-8 tahun Mulai belajar bermain bulu tangkis di klub-klub di kota asalnya 2. Usia 12-13 tahun Mulai meniti karir bulu tangkis di klub besar 3. Usia 15-16 tahun Mulai menentukan bulu tangkis sebagai pilihan karir 4. Usia 18-19 tahun Diharapkan sudah masuk ke skuad nasional 5. Usia 20 tahun Mulai mengukir prestasi internasional 6. Usia 23 tahun Di puncak kematangan sebagai seorang atlet 7. 29-30 tahun Jika terus menekuni bulu tangkis, bisa memulai karir sebagai pelatih Itulah aturan BWF dan usia ideal untuk berkarir sebagai atlet bulu tangkis, lengkap dengan jawaban berapa batas umur jadi atlet bulu tangkis.

Berkenalan Dengan Para Pebulutangkis Muda Debutan Olimpiade Tokyo

Pada Olimpiade Musim Panas atau Summer Olympics edisi ke-32 ini dijadwalkan berlangsung mulai 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 di Tokyo, Jepang. Bulu tangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dan paling ditunggu. Berbagai negara berlomba untuk menjadi yang terbaik. Namun, ada juga beberapa pebulutangkis muda yang baru akan menjalani debut Olimpiade. Tentu ini menjadi sesuatu yang sangat spesial bagi mereka. Para atlet tersebut bakal berusaha mati-matian tampil di multiajang empat tahunan tersebut. Siapa saja kah mereka? 1. Nhat Nguyen (Irlandia) Lahir di Hanoi, Vietnam, 16 Juni 2000, Nhat Nguyen lebih memilih memperkuat tim nasional bulu tangkis Irlandia. Berbekal medali perunggu di Kejuaraan Bulu tangkis Junior Eropa 2018, Nhat Nguyen kini bermaksud unjuk gigi di Olimpiade Tokyo 2020. 2. An Se-young (Korea Selatan) Pada tahun 2019, An Se-young mendapat penghargaan sebagai pebulu tangkis muda paling berbakat di Korea Selatan. Pemain 19 tahun itu pernah memenangi medali emas di Kejuaraan Asia Junior di Jakarta ketika tampil di nomor ganda campuran. 3. Thom Gicquel (Prancis) Thom Gicquel dianggap sebagai salah satu pebulu tangkis paling berbakat di Prancis. Lahir di Tourse, Januari 1999, Gicquel pernah merebut medali dua medali emas di Kejuaraan Bulu tangkis Eropa Junior 2017 saat tampil di nomor ganda putra dan ganda campuran. 4. Jonatan Christie Pebulutangkis yang akrab disapa Jojo ini juga akan menjalani debut Olimpiade. Bersama Anthony Sinisuka Ginting, Jojo menjadi tumpuan sektor tunggal putra Indonesia. Pebulutangkis kelahiran Jakarta, 15 September 1997 tersebut saat ini menempati peringkat 7 dunia. 5. Anthony Sinisuka Ginting Anthony lolos ke multievent empat tahunan itu setelah menempati peringkat lima race to Tokyo BWF Olympic Qualification. Dia mengumpulkan poin 75,332. Bagi pebulutangkis kelahiran Cimahi, 20 Oktober 1996 itu, tampil di Olimpiade merupakan kesempatan baik. Untuk itu, ia tak ingin sekadar numpang lewat. Ia berambisi merebut medali di Olimpiade Tokyo. 6. Apriyani Rahayu Debutan lain kali ini berasal dari sektor ganda putri yakni Apriyani Rahayu. Bersama Greysia Polii, Apriyani akan turun mewakili Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Atlet berusia 23 tahun ini juga mengaku fokus kepada motivasinya untuk tampil baik dan akan berusaha mati-matian di lapangan. Gregoria Mariska Tunjung Gregoria menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal putri. Pemain yang akrab disapa Jorji itu lolos sebagai pemain di urutan ke-15 Race to Tokyo dengan raihan 42.500 poin dari 18 turnamen yang diikuti. Gregoria saat ini masih berusia 21 tahun. Sementara itu, Indonesia dipastikan hanya mengirim tujuh wakil untuk berlaga pada cabang olahraga bulu tangkis di Olimpiade Tokyo. Pasalnya, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) tidak melakukan perubahan pada jendela kualifikasi. Selain Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting dan Apriyani Rahayu, wakil tanah air lainnya adalah, Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii (ganda putri bersama Apriyani Rahayu), dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran). Tim Bulu Tangkis Indonesia akan bertolak ke Kumamoto, Jepang, pada 8 Juli mendatang. Tim Merah-Putih akan menjalani latihan di sana, sebelum akhirnya ke Tokyo untuk bertanding di Olimpiade. Pertandingan cabang olahraga bulu tangkis menurut jadwal akan berlangsung pada 24 Juli-2 Agustus 2021 di Mushashino Forest Sports Plaza, Tokyo.

Pasca Orleans Masters 2021, Peringkat Pebulu Tangkis Junior Indonesia Meroket

Pasca Orleans Masters 2021, Peringkat Pebulu Tangkis Junior Indonesia Meroket

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) baru saja merilis ranking terbaru atlet bulu tangkis untuk pekan ke-13, Selasa (30/03/21). Rangking tersebut resmi dirilis setelah gelaran Orleans Masters 2021 di Palais des Sports, Prancis, 23-28 Maret lalu selesai. Meski tak banyak perubahan di 10 besar peringkat dunia, Indonesia patut bergembira lantaran banyak atlet-atlet di level junior yang mengalami pelonjakan peringkat cukup drastis. Dalam turnamen tersebut, ada tujuh pebulu tangkis Indonesia yang turun. Meski tak menggondol juara, namun sebagian dari mereka berhasil tembus ke babak semifinal. Salah satunya adalah pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi dan Zacharia Josiahno Sumati/Hediana Julimarbela. Lolos ke semifinal berhasil membawa pasangan Sabar/Reza berhasil naik 306 posisi ke peringkat 190 dunia dengan tambahan 3.850 poin. Sementara Zacharia/Hediana melesat sebanyak 68 peringkat ke posisi 110. Peningkatan yang juga cukup mengejutkan dilakukan oleh Putri Kusuma Wardani. Putri yang kini tergabung ke dalam tim senior di pelatnas 2021 naik 87 peringkat ke posisi 186 dunia dengan koleksi 7.640 poin. Pada kejuaraan bulu tangkis Orleans Masters 2021, Putri hanya lolos ke babak perempatfinal. Meski begitu, kejuaraan Orleans Masters menjadi debut pebulu tangkis 18 tahun itu di BWF Tour. Bahkan di Orleans Masters ia sempat menyingkirkan pemain unggulan.

Menanti Kiprah Selanjutnya Leo/Daniel

Menanti Kiprah Selanjutnya Leo/Daniel

Langkah ganda putra muda Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, pada ajang Yonex Thailand Open 2021 terpaksa harus terhenti pada babak empat besar. Leo/Daniel dihentikan oleh ganda Malaysia Goh V. Shem/Tan Wee Kiong. Mereka kalah dalam laga straight game dengan skor 19-21, 10-21 pada Sabtu (16/1/2021). Leo/Daniel mengawali turnamen yang berlangsung sejak 12 Januari lalu tersebut dengan menumbangkan kompatriotnya, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, dengan pertandingan sengit rubber game, 15-21, 29-27, dan 21-13. Pada babak kedua, Leo/Daniel kembali harus “perang saudara”. Kali ini, mereka harus melawan unggulan 5 sekaligus senior mereka, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Namun, secara luar biasa keduanya mampu menumbangkan Fajar/Rian dengan skor akhir 16-21, 21-17, dan 22-20. Leo/Daniel pun berhak melaju ke perempat final. Pada babak perempat final, Leo/Daniel sudah ditunggu oleh peraih medali perunggu Olimpiade Rio 2016 asal Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge. Namun, kejutan kembali hadir, Leo/Daniel mampu memenangkan pertandingan dengan skor akhir 12-21, 21-14, 21-15 dan melaju ke babak selanjutnya. Sayang, mimpi mereka untuk tampil pada babak final harus pupus. Meski demikian, keduanya mengaku bersyukur dengan hasil ini. “Kami bersyukur bisa mencapai semifinal meskipun kalah,” kata Daniel, seperti dilansir BWF. “Pada saat yang sama, mencapainya saja tidak cukup. Saya pikir saya tidak bermain bagus dan membuat banyak kesalahan sendiri karena driftnya kuat. Itu membuatnya canggung. Strategi kami tidak berhasil dan kami tidak dapat mengikuti rencana kami,” lanjutnya. Keduanya pun berharap hasil ini bisa menjadi bekal dan pengalaman untuk turnamen-turnamen selanjutnya. “Ini menjadi pengalaman bagus bagi kami. Kami bisa bermain melawan pemenang medali perunggu Olimpiade, (Marcus) Ellis dan (Chris) Langridge, dan sekarang peraih medali perak. Ini merupakan pengalaman yang bagus untuk ke depannya,” tutur Leo. “Saya bersyukur bisa mencapai babak semifinal. Ini akan menambah pengalaman kami saat akan menghadapi lawan yang lebih senior. Mudah-mudahan kami akan memainkan lebih banyak potensi kami,” Daniel menambahkan. Hal tersebut bukan tidak mungkin, mengingat usia keduanya masih sangat muda. Leo Rolly Carnano dan Daniel Marthin merupakan pebulutangkis berusia 19 tahun. Leo berusia 2 hari lebih tua dari Daniel. Leo lahir pada tanggal 29 Juli 2001 di Klaten, Jawa Tengah. Sementara Daniel 31 Juli 2001 di Jakarta.

Resmi, BWF Batalkan Kejuaraan Dunia Junior 2020

Resmi, BWF Batalkan Kejuaraan Dunia Junior 2020

BWF selaku federasi bulu tangkis tertinggi resmi membatalkan turnamen Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2020 karena imbas dari pandemi virus corona (COVID-19), Kamis (22/10/20). Keputusan itu dirilis BWF melalui laman resmi mereka pada Kamis (22/10/2020) siang WIB. Kejuaraan Dunia Junior 2020 rencananya digelar di Auckland, Selandia Baru, pada 28 September hingga 11 Oktober 2020. Akan tetapi, belum meredanya pandemi ini, membuat BWF memindahkan jadwal Kejuaraan Dunia Junior 2020 menjadi 11-24 Januari 2021. “Tentu saja kami merasa kecewa karena tidak dapat menggelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2020 karena pembatasan dan kerumitan selama pandemi membuat turnamen tersebut tak mungkin digelar,” kata Thomas Lund, dilansir dari laman resmi BWF. Namun, seiring perkembangannya, BWF dan Badminton New Zealand sampai pada keputusan untuk membatalkan Kejuaraan Dunia Junior 2020. Sekretaris Jenderal BWF, Thomas Lund, menyebut bahwa sejumlah aturan di tengah pandemi virus corona termasuk pembatasan perjalanan membuat turnamen itu tidak bisa diselenggarakan sesuai rencana. “Kami kecewa tidak bisa menggelar Kejuaraan Dunia Junior 2020,” kata Thomas Lund, seperti dilansir dari laman resmi BWF. “Akan tetapi, pembatasan masuk dan kerumitan terkait dengan situasi COVID-19 membuat turnamen yang dijadwalkan di Selandia Baru pada Januari 2021 tidak mungkin berlangsung sesuai rencana.” tambahnya. “Kami menyadari bahwa beberapa pemain junior akan berusia 19 tahun pada 2021 dan sayangnya harus kehilangan pengalaman Kejuaraan Dunia Junior. Kami hanya bisa mendorong mereka untuk terus mengembangkan bakatnya sebagai atlet bulu tangkis dan mulai memasuki turnamen internasional,” lanjut Thomas Lund. Dengan banyaknya turnamen bulu tangkis 2020 yang dibatalkan, Thomas Lund berharap kalender BWF 2021 bisa berjalan sesuai rencana. “Ini merupakan tahun yang sulit selama pandemi, tetapi kami semua berharap kalender turnamen internasional junior lebih konsisten pada 2021, termasuk Kejuaraan Dunia Junior di China bulan Oktober 2021,” tutur Thomas Lund. Selain belum meredanya pandemi, pembatalan Kejuaraan Dunia Junior pada tanggal 11-24 Januari 2021 itu terjadi juga karena waktunya berdekatan dengan agenda sama tahun depan yang dijadwalkan berlangsung di Tiongkoks pada pertengahan September-Oktober. Sementara Selandia Baru tetap akan berkomitmen untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior dan BWF telah menerima proposal untuk menggelar edisi 2024 sebagai pengganti turnamen 2020 yang resmi dibatalkan.

Kampiun Swiss Open 2019, Fajar/Rian Makin Percaya Diri

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi juara Swiss Open 2019 usai menumbangkan wakil Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin, 21-19, 21-16. (Dok. Humas PBSI)

Basel- Indonesia membawa pulang satu gelar dari ajang Swiss Open 2019 melalui duet Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang merupakan unggulan empat turnamen. Fajar/Rian sukses meraih gelar juara usai menumbangkan wakil Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin (8), straight game, dengan skor 21-19, 21-16. Pertandingan kedua pasangan yang berlangsung di ST. Jakobshalle Basel, Swiss, pada Minggu (17/3) itu memakan waktu 40 menit. Keberhasilan ini sekaligus menjadi gelar pertama bagi Fajar/Rian pada 2019. Rian mengatakan dirinya dan kolega tampil dengan baik. “Kami banyak adu drive. Kami unggul di permainan depan dan lawan banyak mengangkat bola, kami lebih sabar,” ujar Rian mengomentari hasil positif yang diraih pada pertandingan itu. Rian menambahkan gelar yang diraih bersama Fajar makin menambah kepercayaan diri, dan berharap performa mereka makin baik. “Gelar ini pasti menambah percaya diri kami, setelah kalah di semifinal All England minggu lalu dan kalahnya mepet. Mudah-mudahan kedepannya kami bisa lebih baik lagi,” tutur pebulutangkis kelahiran Bantul, Yogyakarta, 13 Februari 1996 itu. Disisi lain, Fajar menyebut bila sejak awal main mereka yakin dengan kemampuan yang ada, terlebih dengan tipe permainan lawan. “Pasangan Taiwan ini bagus, pukulannya kencang. Dari awal masuk lapangan sudah timbul keyakinan. Tapi kami masih banyak melakukan kesalahan, kami sudah benar mainnya, tapi saat lagi ramai, kami mati sendiri,” ungkap Fajar. Di partai pamungkas, Indonesia sebenarnya menempatkan dua wakil. Namun, dobel campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari harus puas menjadi runner-up. Rinov/Pitha yang diplot sebagai unggulan delapan itu kandas ditangan wakil Denmark Mathias Bay Smidt/Rikke Sony, rubber game, dengan skor 18-21, 21-12, 16-21, dalam tempo 56 menit. “Kami bermain tidak seperti kemarin-kemarin, kelihatan sekali tidak lepas dan tertekan,” cetus Rinov. Lebih lanjut, ia menjelaskan kekalahan yang dialaminya bersama kolega lebih banyak terjadi karena faktor non teknis. “Bukan tegang karena ini final, kami antiklimaks mainnya,” tukas Rinov. (Adt)

Dramatis, Tunggal Putri 19 Tahun Asal Solo Naik Ranking 14 Dunia Dan Kandidat BWF Player of The Year 2018

Tunggal putri masa depan Indonesia yang berusia 19 tahun, Gregoria Mariska Tunjung, mencetak sejarah. Jorji, sapaannya, baru saja naik ke ranking 14 dunia. Dan menjadi nominator BWF Player of The Year 2018, dalam kategori Eddy Choong Most Promising Player of the Year, atau pemain yang paling menjanjikan di masa depan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Kabar gembira untuk pecinta badminton tanah air, tunggal putri masa depan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, mencetak sejarah baru kariernya. Ia baru saja naik ke ranking 14 dunia. Jorji, sapaan Gregoria, naik 1 peringkat, dari sebelumnya bercokol di ranking 15 dunia. Hal itu didapat dari daftar ranking terbaru yang disiarkan Federasi Badminton Dunia atau BWF, pada Jumat (6/12). Lonjakan ranking dunia Jorji ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya kejadian dramatis, tumbangnya juara dunia junior 2015 dan 2016, Gao Fangjie, lantaran cedera parah di akhir musim turnamen 2018. Ranking pemain kelahiran Nanjing, China, 29 September 1998 ini merosot drastis, usai absen di sejumlah turnamen premium. Pekan lalu, dia masih memegang ranking 13 dunia, dengan poin 74.679. Namun, di pekan 49 ini, poinnya anjlok hingga menjadi 54.076. Ia harus rela posisinya direbut wakil Thailand, Nitchaon Jindapol. Sebelumnya, tunggal putri kelahiran Phuket, Thailand, 31 Maret 1997 ini, terus membayangi Gao di ranking 14 dunia. Selain kehilangan peringkat 13 dunia, Gao terlempar ke ranking 15. Karena itulah, secara otomatis peringkat Jorji terkerek ke ranking 14 dunia. Meski raihan poinnya masih bertahan di jumlah 51.440. Selain itu, bersama Apriyani Rahayu, Jorji masuk dalam nominasi BWF Player Of The Year 2018. Untuk diketahui, malam penganugerahan yang akan dihelat pada Senin (10/12) sebelum bergulirnya World Tour Finals 2018 terdiri dari enam kategori. Para pemenang nantinya ditentukan langsung oleh BWF Awards Commission. Khusus untuk Apri (sapaan Apriyani) dan Jorji, mereka masuk dalam kategori Eddy Choong Most Promising Player of the Year, atau pemain yang paling menjanjikan di masa depan karena grafik performa mereka yang baik di tahun ini. Bersama Greysia Polii, Apri sudah mengoleksi dua medali emas BWF World Tour 2018 di India Terbuka 2018 dan Thailand Terbuka 2018, medali perunggu Asian Games 2018, dan medali perunggu Kejuaraan Dunia 2018. Bagi Apri, ini merupakan tahun keduanya mendapat nominasi tersebut. “Tahun lalu saya belum bisa menang. Semoga tahun ini bisa menang. Perasaannya masuk nominasi tentu senang karena ada yang mengapresiasi saya, semoga menambah motivasi saya agar dapat prestasi lebih baik lagi,” kata Apri, Jumat (7/12). Sementara itu, walau tak meraih satu gelar pun di BWF World Tour 2018, Jorji layak masuk nominasi ini. Mengawali tahun seniornya, penampilan dara kelahiran Wonogori, Solo, 11 Agustus 1999 ini, terus berkembang. Ia sudah bertengger di rangking top 15 dunia, dan mulai membuat para pemain top dunia kesulitan. Selain Apri dan Jorji, wakil lain yang juga masuk nominasi sebagai pemain terbaik adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Anthony Sinisuka Ginting. The Minions masuk nominasi sebagai atlet putra terbaik, sementara Ginting masuk dalam daftar nama atlet paling berkembang di tahun ini. Nominasi juga diberikan kepada atlet para bulu tangkis, Leani Ratri Oktila, yang merupakan peraih medali emas Asian Para Games 2018 untuk kategori ganda putri SL3-SU5 dan ganda campuran SL3-SU5. (Adt) Daftar lengkap Nominasi BWF Player of The Year 2018 – Male Player of the Year : • Kento Momota (Men’s Singles, Japan) • Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuldo (Men’s Doubles, Indonesia) • Zheng Siwei (Mixed Doubles, China) – Female Player of the Year: • Tai Tzu Ying (Women’s Singles, Taipei) • Huang Yaqiong (Mixed Doubles, China) • Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Women’s Doubles, Japan) – Eddy Choong Most Promising Player of the Year : • Apriyani Rahayu (Women’s Doubles, Indonesia) • He Jiting (Men’s Doubles & Mixed Doubles, China) • Han Chengkai/Zhou Haodong (Men’s Doubles, China) • Gregoria Mariska Tunjung (Women’s Singles, Indonesia) • Goh Jin Wei (Women’s Singles, Malaysia) – Male Para-badminton Player of the Year : • Lucas Mazur (France) • Cheah Liek Hou (Malaysia) • Jack Shephard (England) – Female Para-badminton Player of the Year : • Sujirat Pookkham (Thailand) • Yuma Yamazaki (Japan) • Leani Ratri Oktila (Indonesia) – Most Improved Player of the Year : • Seo Seong Jae (Men’s Doubles & Mixed Doubles, Korea) • Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Women’s Doubles, Japan) • Satwiksairaj Rankireddy/Chiraj Shetty (Men’s Doubles, India) • He Jiting (Men’s Doubles & Mixed Doubles, China) • Anthony Sinisuka Ginting (Men’s Singles, Indonesia)