Pratama Arhan Pemain Muda Terbaik Piala AFF 2020

Pratama Arhan Pemain Muda Terbaik Piala AFF 2020

Bek kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan, terpilih sebagai pemain muda terbaik Piala AFF 2020. Pesepakbola 20 tahun itu berhak memenangkan GOAL NXGN Award untuk Pemain Muda Terbaik. Untuk menjadi pemain muda terbaik, Pratama Arhan harus mengalahkan dua rekannya yang masuk nominasi, yakni Witan Sulaeman dan Alfeandra Dewangga. Pratama Arhan mendapat penilaian tertinggi dengan 60.122 suara, diikuti Witan dan Dewangga di posisi kedua serta ketiga. Pratama Arhan merupakan ancaman bagi tim-tim yang dihadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Ia beberapa kali menjadi penyelamat Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Tentu yang paling menjadi perhatian, Pratama Arhan menjadi penyelamat Timnas Indonesia ketika menghadapi Singapura di leg II semifinal Piala AFF 2020. Saat Timnas Indonesia tertinggal 1-2, Pratama Arhan mencetak gol di menit 87, sekaligus memaksa skor berubah menjadi 2-2. Laga pun berlanjut ke babak tambahan. Di 2×15 menit babak tambahan, Timnas Indonesia mencetak dua gol tambahan dan skuad Garuda pun lolos ke final Piala AFF 2020 karena menang 4-2 atas Singapura. Selain itu, Pratama Arhan juga menunjukkan kualitas pertahanan yang baik bagi Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Secara statistik, pemain PSIS Semarang ini memenangkan 80 persen tekel. Ketidakhadirannya di leg I final Piala AFF 2020 karena akumulasi kartu melawan Thailand, juga menjadi mimpi buruk bagi Timnas Indonesia. Akibatnya, skuad Garuda tumbang 0-4 dari Thailand. Secara keseluruhan, penampilan Pratama Arhan di Piala AFF 2020 patut diacungi jempol. Meski baru pertama kali tampil di turnamen tersebut, Pratama Arhan sukses menjadi pemain muda terbaik Piala AFF 2020. Kekalahan di partai final dari Thailand bisa menjadi batu loncatan bagi Pratama Arhan untuk mengembangkan karier sepakbolanya menjadi lebih baik. Kabarnya, Pratama Arhan masuk radar klub kasta teratas Liga Korea Selatan, Seongnam FC.

Jelang Piala Dunia U-20, Pemerintah Dukung PSSI Pertahankan Shin Tae-yong

Jelang Piala Dunia U-20, Pemerintah Dukung PSSI Pertahankan Shin Tae-yong

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mendukung penuh pelatih tim nasional Indonesia saat ini Shin Tae-yong (STY), yang dipertahankan PSSI untuk persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023 mendatang. Dukungan pemerintah ini bukan tanpa alasan, beberapa rekam jejak apik dari STY menjadi salah satu alasannya. “Jadi yang memilih ini adalah PSSI sehingga pilihannya kami dukung,” kata Menpora Amali saat menjadi narasumber CNNIndonesia.com secara virtual dari Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (29/12). Menurut Menpora Amali, pelatih STY ini awalnya dikontrak untuk persiapan FIFA U-20 2021 yang ditunda ke tahun 2023. “Pilihan dari federasi kami dukung. Alasannya, kita menjadi tuan rumahnya (FIFA U-20) artinya kita bukan hanya harus sukses menjadi penyelenggara tetapi sukses juga dalam prestasi,” ujar Menpora Amali. “Tentu yang berkontrak antara pelatih timnas Shin Tae-yong itu adalah federasi (PSSI) kemudian pemerintah (Kemenpora) memfasilitasi pembiayaannya,” tambahnya. Menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 menurut Menpora Amali, adalah suatu kesempatan yang luar biasa. Ia menilai kesempatan itu harus dipersiapkan dengan sebaik-sebaiknya. “Bagaimana mempersiapkan timnas ini supaya jangan sampai di babak-babak awal sudah tersingkir, nah butuh pelatih yang berkualitas internasional,” tuturnya. “STY kita tahu bahwa dia adalah pelatih timnas Korea Selatan pada saat Piala Dunia beberapa waktu lalu dan bisa mengalahkan tim Jerman. Kita tahu kekuatan Jerman luar biasa dan saat ini anak-anak kita yang dilatih STY di timnas itu ada banyak perkembangan,” ungkap Menpora Amali. Dari sisi fisik dan mentalitas anak-anak timnas Indonesia lanjut Menpora Amali mengalami banyak kemajuan. “Shin Tae-yong melatih secara komprehensif bukan hanya melatih taktik, strategi tetapi fisik dan mental, kerjasama tim dan sebagainya,” urainya. “Shin Tae-yong sudah mengerti tentang karakter pemain Indonesia dan anak-anak sudah mulai ada chemistry (rasa saling terhubung satu sama lain) dengan STY. Itulah sebabnya, kita tetap pertahankannya meski apapun hasil dari Piala AFF 2020 nanti, STY tetap menjadi pelatih timnas khususnya persiapan kita untuk menuju Piala Dunia U-20 tahun 2023,” urai Menpora Amali menambahkan.

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyebutkan skuad tim nasional yang saat ini berlaga di Piala AFF 2020 awalnya diproyeksikan untuk ikut dalam ajang FIFA World Cup U-20 tahun 2021 dimana Indonesia menjadi tuan rumah dan SEA Games 2020 di Vietnam. Namun karena pandemi COVID-19 mewabah di seluruh dunia, maka dua event olahraga ditunda. FIFA World Cup U-20 ditunda ke tahun 2023 dan Sementara SEA Games ditunda ke tahun 2022. Dengan demikian, skuad tim nasional saat ini usia rata-ratanya lebih muda dari skuad tim lain yang berlaga di ajang AFF 2020. Dengan umur yang masih muda, Menpora Amali menilai, ajang AFF 2020 ini menjadi ajang untuk persiapan mereka menuju multi event SEA Games 2022 mendatang. “Timnas ini kita persiapkan untuk SEA Games. Sehingga mereka sudah mendapatkan pengalaman terlebih dahulu bertemu dengan negara-negara di Asia Tenggara karena SEA Games ada batas maksimal usia. Tentu negara lain belum tentu semua timnya akan turun karena rata-rata pemain senior,” ujar Menpora Amali usai menjadi narasumber dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2021 TVRI, Minggu (26/12) malam. Menpora Amali optimistis pada SEA Games 2022 di Vietnam nanti cabang Sepakbola akan meraih prestasi. Apalagi saat ini tim Indonesia sudah lolos ke babak Final dan akan menghadapi Thailand. Meskipun awalnya diremehkan oleh negara-negara lain. “Awalnya timnas ini diremehkan oleh beberpa negara, diremehkan bahwa ini anak-anak muda, Indonesia turun dengan tim yang masih muda, tentu belum punya pengalaman tapi semangat mereka luar biasa. Dan jangan lupa tangan coach Shin Tae-yong,” ucapnya. Menpora Amali pun berharap tim nasional Indonesia teyap bersemangat dan meraih kemenangan dalam laga final di Piala AFF nanti untuk membuktikan bahwa skuad muda bisa meraih juara. “Anak-anak harus semangat dan membuktikan bahwa kita akan bisa menjawab semua keraguan orang termasuk harapan dari publik dalam negeri,” harapnya. Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia melaju ke final Piala AFF 2020 setelah mengalahkan Singapura dengan skor 4-2 pada leg kedua. Pada leg pertama Indonesia dan Singapura hanya bermain imbang dengan skor 1-1. Indonesia akan menghadapi Thailand pada final Piala AFF 2020, usai Thailand mengalahkan Vietnam pada leg pertama dengan skor 2-0. Sementara pada leg kedua, kedua hanya bermain imbang tanpa gol. Laga final Indonesia vs Thailand akan dilangsung secara dua leg dan semuanya ditayangkan secara live di RCTI dan iNewsTV. Leg pertama berlangsung pada Rabu 29 Desember 2021 pukul 19.30 WIB dan leg kedua dihelat pada Sabtu 1 Januari 2022 pukul 19.30 WIB.

Naturalisasi Kevin Diks Alot, Shin Tae-yong Incar Pemain Muda Pengganti

Jadi Incaran Shin Tae Yong, Pemain Muda Ini Selangkah Lagi WNI

Program Naturalisasi terus dikedepankan PSSI sesuai permintaan pelatih Shin Tae-yong. Beberapa nama sudah masuk kedalam radarnya. Bahkan, ada yang tinggal selangkah lagi untuk menjadi WNI. Nama Ragnar Oratmangoen, pemain berdarah Belanda-Indonesia jadi salah satu calon pemain naturalisasi yang masuk radar pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong beserta jajarannya. Sosok Ragnar Oratmangoen muncul setelah Kevin Diks tak kunjung merespons niat PSSI untuk melakukan proses naturalisasi. Itu diketahui lewat pengumuman yang dibuat anggota Exco PSSI Hasani Abdulgani. “Pemain keturunan: Karena posisi Kevin Diks dianggap sama dengan Sandy Walsh, akhirnya Coach Shin Tae-yong menukar Diks dengan Ragnar Oratmangoen,” tulis Hasani di Instagramnya “Sampai hari ini dokumen yang sudah 90 persen lengkap baru dari Jordi Amat dan Sandy Walsh. Sedangkan Mess Hilgers belum lengkap. Sedangkan Oratmangoen belum kasih kabar,” tambahnya. Diketahui, Oratmangoen memiliki darah Belanda-Indonesia. Darah Indonesia didapatkan dari sang ayah yang berasal dari Kepulauan Tanimbar, Maluku. Oratmangoen lahir di Kota Oss, Belanda, pada 21 Januari 1998. Setelah menimba ilmu bersama tim muda Top Oss, Ragnar Oratmangoen berkarier bersama tim NEC Nijmegen U-21. Pemain 23 tahun itu lebih dulu menimba ilmu di NEC sejak 2016 namun gagal menembus tim utama Nijgemen yang saat ini bermain di kompetisi teratas Liga Belanda. Pemain serba bisa yang mampu memainkan posisi winger dan gelandang serang itu kemudian mulai mendapat kepercayaan setelah dipinjam ke TOP Oss pada 2018. Oratmangoen kemudian memutuskan pindah ke klub kasta kedua sepakbola Belanda, Cambuur SC, pada 2019. Merujuk statistik Transfermakt, Oratmangoen sukses mencetak 13 gol dan enam assist dari 50 pertandingan di Cambuur. Pada 2021, Oratmangoen memutuskan pindah ke klub kasta teratas Liga Belanda, Go Ahead Eagles. Dari total 17 penampilan, Oratmangoen sudah mengemas dua assist untuk Eagles. Kehadiran Oratmangoen yang bisa bermain di beberapa posisi, diharapkan bisa menambah kekuatan skuad Garuda era Shin Tae-yong.

Subhan Fajri Antusias Mengikuti TC di Turki

Subhan Fajri Antusias Mengikuti TC di Turki

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-18 kembali berlatih di Antalya, Turki, dengan penuh semangat dan antusias. Subhan Fajri yang merupakan lulusan program Garuda Select mengungkapkan rasa syukurnya dapat bergabung pada pemusatan latihan di Turki. Ia juga menceritakan bahwa kondisinya dan para pemain dalam kondisi fit. Latihan tiga kali sehari menjadi menu latihan Garuda Nusantara. Mulai dari latihan fisik di pagi hari, gym di siang ahri, dan latihan di lapangan pada sore hari. “Alhamdulillah, saya bersyukur banget sama Allah SWT dikasih kondisi yang aman, semuanya fit, dan semua pemain fit. Kita sudah menjalani latihan di sini dua hari dan sehari itu kita latihan tiga kali sehari. Paginya kita latihan fisik di pantai, terus siangnya gym, terus sore ini kita latihan strength, taktik, dan semua kondisi anak-anak semua fit dan aman,” kata Subhan. Subhan juga mengungkapkan bahwa ia dan para pemain dapat beradaptasi dengan cuaca di Turki karea suhunya tidak terlalu dingin. Ia juga menambahkan bahwa kondisi rumput latihan di lapangan sangat luar biasa. “Luar biasa sih, kalo cuaca di Turki sih gak terlalu dingin dan gak terlalu lama kita buat beradaptasi di sini setelah kita pindah dari Indonesia karena di sini kita juga ngerasain panas-panas gitu. Terus rumputnya emang luar biasa,” ujarnya. Pemain kelahiran 13 Mei 2003 tersebut juga mengungkapkan bahwa para pemain cukup kaget dengan menu latihan yang diberikan coach Shin Tae-yong. Namun dengan kekompakkan dan semangat juang bersama, para pemain selalu siap dalam menjalani program latihan yang diberikan. “Itu anak-anak pada kaget sih, luar biasa. Soalnya mungkin di klub-klubnya belum ngerasain latihan tiga kali sehari ataupun mungkin belum ngerasain latihan sekeras itu ya. Mungkin anak-anak pada kaget, tapi mereka semuanya siap menjalani latihan tadi, soalnya aman,” jelas Subhan. Pada latihan kali ini, ada tiga pemain yang ikut bergabung latihan bersama dengan Timnas senior untuk beberapa menit, yaitu Subhan, Ronaldo, dan Frezy. “Alhamdulillah seneng bisa disuruh gabung ke senior ya, buat nambah pengalaman juga. Ada dua (idola saya) Arhan dan Bang Asnawi. Idola saya karena kerja keras dan mentalnya kuat,” ungkap pemain asal Persiraja tersebut. Selama menjalani pemusatan latihan di Turki, Subhan berharap dapat meningkatkan kemampuan dan mentalnya. Dengan tambahan jam terbang, ia berharap kemampuannya dapat terbentuk lagi. “Semoga kedepannya mentalitas bermain saya semoga lebih kuat, terlatih di sini dengan porsi latihan coach Shin Tae-yong emang bener-bener keras banget. Jadi mentalitas inshaallah kedepannya bakal lebih baik lagi, bakal terbentuk lagi,” tukasnya.

Elkan Baggott Dapat KTP, Bisa Perkuat Timnas di Piala AFF

Pemain naturalisasi asal Inggris, Elkan Baggott, akhirnya resmi mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Warga Negara Indonesia. Ia kini bisa memperkuat Tim Nasional Sepak Bola Indonesia di ajang resmi internasional. Pemain asal klub Ipswich Town tersebut membuat KTP di kantor Ditjen Dukcapil Kemendagri, ditemani Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, Selasa, 9 November 2021. “Alhamdulillah Elkan Baggott sudah mendapatkan KTP Warga Negara Indonesia. PSSI mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu Elkan mendapatkan KTP,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, seperti dikutip laman PSSI. “Kami berharap dengan Elkan punya KTP dapat membantu proses administrasinya untuk pertandingan internasional Indonesia. Saat ini pelatih Shin Tae-yong membutuhkan kehadirannya sebagai tembok kokoh pertahanan skuad Garuda,” lanjutnya. Elkan Baggott lahir di Thailand pada 23 Oktober 2002 dari ibu Indonesia dan ayah Inggris. Ia besar di Inggris dan kini memperkuat klub EFL League One Ipswich Town. Ia sudah pernah bermain untuk Timnas U-19 Indonesia pada 11 Oktober 2020 dalam pertandingan persahabatan melawan Makedonia Utara. Ia sempat menerima panggilan untuk bergabung dengan tim nasional sepak bola senior Indonesia pada Mei 2021 tetapi menolaknya karena pembatasan perjalanan COVID-19. Ia kemudian meminta maaf dan Ketua PSSI pun kembali membuka pintu Timnas untuknya. Kini, pemain berusia 19 tahun tersebut saat ini bergabung bersama timnas Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan (TC) di Jakarta. Latihan ini sebagai persiapan Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2020 di Singapura. Sebelum berlaga di turnamen itu, laga uji coba melawan Afghanistan (16 November) serta Myanmar (25 November) akan dilakukan di Turki.

Sebanyak 36 Pemain akan Ikuti TC Timnas U-18 Tahap Keempat

Sebanyak 36 Pemain akan Ikuti TC Timnas U-18 Tahap Keempat

Sebanyak 36 pemain akan mengikuti pemusatan latihan (TC) tahap keempat timnas Indonesia U-18. TC ini akan dimulai pada hari ini, Senin (8/11) di Jakarta. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa TC timnas U-18 dilakukan sebagai persiapan menghadapi Piala Dunia U-20 2023 mendatang. “Kami memang mempersiapkan timnas U-18 dari awal untuk persiapan Piala Dunia U-20 2023 mendatang yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah. Ini TC tahap keempat, pada tiga TC sebelumnya pelatih Shin Tae-yong sudah memanggil 108 pemain,” kata Iriawan. Setelah dua hari melakukan TC di Jakarta, pada pekan depan timnas U-18 akan menjalani TC bersama-sama timnas Indonesia senior di Turki hingga awal Desember mendatang. “Nantinya akan ada 36 pemain yang terpilih dari empat TC yang akan berangkat ke Turki. Untuk itu pemain harus bekerja keras, disiplin dan berjuang maksimal demi asa menembus skuad utama timnas U-19. PSSI akan mendukung penuh semua program timnas U-18 agar meraih prestasi,” imbuh pria yang akrap disapan Iwan Bule tersebut. Pada pemanggilan TC timnas U-18 tahap keempat ini, para pemain berasal dari Asosiasi Provinsi (Asprov), tim Liga 1, Liga 2, Liga 3 dan PPLP/SKO. 36 Pemain di TC Timnas Indonesia U-18 Tahap Keempat: Kiper: 1. Fidelis Davin, PSS Sleman 2. Govinda Ryzaqa, PSPS Riau 3. Bryan Bertholino Fomeni, Asprov NTT 4. Andrian Putra Handoko, PS Tira Persikabo Belakang: 5. Ahmad Jaid Kotta, Asprov Maluku 6. Ikhsan Febrian Rizola, Bhayangkara U-18 7. Aditya Aulia Syahputra, SKO Sumatera Barat 8. M. Gazi Al Gifari, Peusangan Raya FC 9. Rivaldi Harim, Asprov Gorontalo, 10. M. Rais Husain, Asprov Maluku Utara 11. Bima Ardiansyah, PSS Sleman 12. Reval Aditya, Taruna Mandiri 13. Romadhona Dwi Kusuma, PSS Sleman 14. Dimas Abdul Hadi, Borneo FC 15. Ikhsan Sabili, PPLP Sumatera Barat 16. M. Zulfadly, Barito Putera Tengah: 17. Fauzan Abbas, Persib Bandung 18. Ahmad Fahd Choir, Persita Tangerang 19. Deni Muhammad, Asprov Jawa Barat 20. Nur Sofyan Daud, Asprov Lampung 21. Viandri MA. Titahelue, Asprov Maluku 22. Mumit Al-Ghory, Asprov Sulawesi Barat 23. Aditya Wendatara Sanjaya, Asprov Lampung 24. M. Figo Fataruba, Asprov Maluku Utara 25. Crespo Halle, Asprov NTT 26. Ferdian Puta Dewanafatara, Asprov D.I Yogyakarta 27. Muh. Dzaky Asraf Huwai, Asprov Sulawesi Tenggara 28. Ricardo Yohosua, Asprov Kalimantan Tengah 29. Fadel Muhammad, Asprov Sulawesi Barat 30. M. Subri Umarella, Asprov Maluku Depan: 31. Yuga Abaryawan, Asprov Jawa Barat 32. Mahesa Zul Jahra P, Asprov Sumatera Barat 33. Rifky Ray Parandi, Asprov Jateng 34. Filah Rohmatulah S, Persita Tangerang 35. Teuku Razza Fachrezi, PS Tira Persikabo 36. Arkhan Fikri, PS Kwarta

Menang atas Nepal, Modal Timnas U-23 Indonesia Tantang Australia

Menang atas Nepal, Modal Timnas U-23 Indonesia Tantang Australia

Tim Nasional Sepak Bola U-23 Indonesia kembali meraih hasil positif pada pertandingan uji coba menjelang Kualifikasi Piala Asia U-23 2022. Setelah menang 2-1 atas Tajikistan pada Selasa lalu, timnas U-23 Indonesia kini mengalahkan Nepal U-23 d Hisor Central Stadium, Jumat (22/10/2021) malam WIB. Dalam pertandingan itu, skuad Garuda Muda menang 2-0 berkat gol-gol Hanis Saghara (55′) dan Witan Sulaeman (90+3′). Sebanyak dua kemenangan tersebut menjadi modal berharga timnas U-23 Indonesia untuk melawan Australia di babak Kualifikasi Piala Asia U-23. “Hasil tersebut tentu hal yang positif bagi kami. Pada uji coba ini, saya sengaja memberikan kesempatan hampir semua pemain untuk bermain meski hanya sebentar,” kata pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dilansir dari PSSI. Meski timnas U-23 Indonesia selalu meraih kemenangan pada laga uji coba, Shin Tae-yong mengungkapkan masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki. Kekurangan-kekurangan itulah yang menjadi fokus Shin Tae-yong dan tim pelatih untuk memoles pemain pada sisa waktu menjelang lawan Australia. “Pada dua laga uji coba ini, kami telah mengetahui perkembangan pemain dalam memainkan pola permainan sesuai keinginan kami,” kata pelatih asal Korea Selatan itu. “Banyak evaluasi dan kami akan perbaiki saat latihan nanti. Melawan Australia jelas harus lebih kerja keras dan fokus,” tutur Shin Tae-yong. Timnas U-23 Indonesia akan berhadapan dengan Australia di babak Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 pada 26 dan 29 Oktober 2021. Semua pertandingan antara Indonesia dan Australia akan berlangsung di Republican Central Stadium Dushanbe, Tajikistan. Apabila mampu mengalahkan Australia, timnas U-23 Indonesia akan lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2022 yang direncanakan digelar di Uzbekistan.

Berkenalan Dengan Rizky Si Pemilik Rambut Eksentrik

Berkenalan Dengan Rizky Si Pemilik Rambut Eksentrik

Rizky Alfa Thoni merupakan pemain klub Borneo FC U-16 yang memiliki rambut eksentrik. Pemain berusia 15 tahun asal Medan itu mengakui penampilannya sudah sejak dari kecil. Bermodal ketangkasan sepak bola yang mumpuni dan dua kali membawa timnya meraih kemenangan melawan Arema FC U-16 1-0 dan 3-0, Rizky bangga bisa menjadi bagian dari keluarga Borneo FC. “Mengenai penampilan saya ini, merupakan rambut model curly drum, sejak kecil memang saya seperti ini, rambut gondrong dengan warna cokelat alami. Tidak ada keturunan dari luar negeri,” ungkapnya. Dalam kompetisi Mola Elite Pro Academy ini, dia berharap penampilannya bisa memberikan kontribusi yang nyata bagi Borneo FC U-16. “Selain itu juga, saya berharap bisa memberikan kontribusi positif kepada tim. Saya juga bangga bisa membahagiakan kedua orang tua karena juga bisa bermain di EPA,” tuturnya. Mengenai dua laga yang dijalaninya, Rizky mengungkapkan awalnya sulit untuk membongkar pertahanan lawannya itu. “Pertandingan sebelumnya saya rasa awalnya sangat sulit menembus pertahanan lawan, tetapi karena kerjasama yang baik dengan teman-teman yang lain, semua dapat teratasi. Kesulitan lainnya tadi adalah susah untuk memaksimalkan lari dengan bola,” jelasnya. Terakhir, Rizky memiliki target pribadi dalam karirnya sebagai pesepakbola. “Target saya adalah bisa menjuarai Elite Pro Academy tahun ini. Kemudian, membahagiakan orang tua juga menjadi target pribadi saya, lalu bisa menjadi pemain Timnas Indonesia, dengan mempersiapkan semuanya sejak dini,” ceritanya. “Saya tetap tenang dan konsentrasi. Ambil positifnya. Tetap semangat dan percaya akan proses itu ada,” tutupnya. Berikutnya, di hari Kamis tanggal 21 Oktober 2021 Borneo FC U-16 akan berhadapan dengan tim Persiraja Banda Aceh U-16 di Lapangan Lodaya. Tentu kemenangan juga menjadi target utama dari Rizky dan kawan-kawan untuk membawa timnya menjuarai turnamen tahun ini. Profil Singkat Rizky: Nama Lengkap: Rizky Alfa Thoni Panggilan: Entong Tempat Tanggal Lahir: Sawit Seberang, 11 April 2006 Tinggi/Berat Badan: 170cm/60 kg Pendidikan: SMP Negeri 4 Cirebon Kaki Terkuat: Kanan Nomor Punggung: 8 Posisi: Striker Klub Saat Ini: Borneo FC U-16

Menang Tips, Garuda Muda Taklukkan Tajikistan

Menang Tips, Garuda Muda Taklukkan Tajikistan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-23 memetik hasil manis pada laga uji coba perdana mereka jelang Kualifikasi Piala Asia U-23 2022. Garuda Muda berhasil membekuk Tajikistan dengan skor tipis 2-1 di Republican Central Stadium, Dushanbe, Selasa (19/10/2021) malam WIB. Indonesia tertinggal terlebih dahulu 0-1 pada pertandingan ini sebelum dua gol kemenangan dicetak oleh Hanis Saghara Putra pada menit ke 35′ dan Bagus Kahfi menit ke 64′. Selanjutnya, Indonesia U-23 akan melakukan uji coba melawan Nepal pada 22 Oktober mendatang. Seusai laga, pelatih Shin Tae-yong mengatakan bahwa para pemain telah bekerja keras demi meraih kemenangan. Ia menyebut meski tertinggal terlebih dahulu, timnya bisa membalikkan keadaan menjadi 2-1 dan perkembangaannya kelihatan sangat baik. “Saya melihat karena ini uji coba pertama, jadi para pemain ada yang merasa grogi. Apalagi pada pertandingan ini kita menggunakan lapangan sintetis dan memang beda lingkungan seperti makanan dan cuaca, jadi memang masih dalam proses adaptasi,” kata Shin Tae-yong. Pada pertandingan ini, pelatih asal Korea Selatan tersebut menyatakan bahwa ada beberapa evaluasi yang masih menjadi pekerjaan rumah Garuda Muda. Terutama dalam sektor pertahanan. “Kami akan terus perbaiki kekurangan dari tim ini. Semoga di laga uji coba selanjutnya dapat lebih baik lagi dan puncaknya saat melawan Australia mendapatkan performa terbaik. Pada pertandingan ini juga kami tekankan pemain untuk bermain fair play. Jadi tidak boleh terpancing emosi dan menghargai pemain lawan,” imbuh pelatih berusia 52 tahun tersebut. Selanjutnya, timnas U-23 kembali akan menggelar laga uji coba pada 22 Oktober 2021. Kali ini, yang menjadi lawan adalah Nepal. Dua pertandingan uji coba itu digelar untuk mematangkan persiapan timnas U-23 menuju Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 melawan Australia pada 27 dan 30 Oktober. Bila mampu melewati Australia akan lolos ke putaran final Piala AFC U-23 2022 mendatang. Starting XI timnas U-23 vs Tajikistan: Ernando Ari; Asnawi Mangkualam (c), Rizky Ridho, Alfeandra Dewangga, Pratama Arhan, Mohammad Kanu, Gunansar Mandowen, Ramai Rumakiek, Witan Sulaeman, Bagus Kahfi, Hanis Saghara Pelatih: Shin Tae-yong (KOR)

Inilah Lawan Timnas U-23 Berikutnya

Inilah Lawan Timnas U-23 Berikutnya

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-23 akhirnya telah menentukan siapa lawan mereka di laga uji coba internasional. Anak asuh Shin Tae-yong tersebut dipastikan akan menjalani dua pertandingan selama pemusatan latihan di Tajikistan. Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengatakan bahwa dua uji coba akan berlangsung pada 19 Oktober melawan Tajikistan U-23 dan 22 Oktober versus Nepal U-23. “Dua uji coba ini sebagai persiapan menghadapi Australia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2022. Dengan adanya uji coba, pelatih Shin Tae-yong akan mengetahui perkembangan para pemain,” kata Indra Sjafri. Selain pemusatan latihan, selama di Tajikistan Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan akan mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-23 2022. Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan terus mengingatkan kepada pemain yang mengikuti pemusatan latihan dan bertanding di ajang tersebut untuk menunjukkan performa terbaik. Apalagi ajang ini sangat penting bagi Indonesia demi asa lolos ke Piala AFC U-23 2022 yang rencananya akan digelar di Uzbekistan. “Saya mendapat laporan perkembangan pemain semakin baik. Fisik dan mental juga terus ditempa oleh pelatih Shin Tae-yong. Dengan adanya dua laga uji coba ini sangat bagus untuk melihat perkembangan pemain demi hasil terbaik saat melawan Australia nanti,” kata Iriawan. Dua uji coba ini akan berlangsung di Republican Central Stadium Dushanbe, Tajikistan. Venue stadion tersebut sama saat Indonesia akan melawan Australia pada 27 dan 30 Oktober mendatang. Grup G Kualifikasi Piala AFC U-23 2022 hanya diisi Indonesia dan Australia saja. Hal ini setelah Brunei Darussalam dan Tiongkok mengundurkan diri.

Bocah Ajaib Ini Pecahkan Rekor Boaz Salossa

Bocah Ajaib Ini Pecahkan Rekor Boaz Salossa

Tim sepak bola Papua akhirnya sukses mengalahkan tamumya Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) di laga final Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Laga yang berlangsung di Stadion Mandala Jayapura, Kamis petang (14/10/2021) itu berakhir dengan skor 2-0. Adalah sang kapten, Ricky Ricardo Cawor yang membuyarkan ambisi anak-anak asuhan Fakhri Husaini membawa medali emas ke Tanah Rencong. Pada laga ini, mantan juru gedor Persemi Mimika ini memborong dua gol. Satu lewat titik putih di menit ke-4 setelah terjadi pelanggaran pemain belakang Aceh, satu lagi lewat sepakan kerasnya dari luar kotak pinalti di menit ke-22, memaksa penjaga gawang Chairil Zul memungut bola dari gawangnya. Tambahan koleksi dua gol di partai final ini membuat Ricky mencatatkan namanya sebagai top skor sepak bola putra PON XX Papua dengan 11 gol. Sekaligus, ia juga menorehkan rekor sebagai striker paling produktif sepanjang PON digelar sejak tahun 1948 di Solo. Capaian Ricky melewati seniornya Boaz Salossa pada PON XVI Palembang 2004 dengan 10 gol, dan David Saidui pada PON XII 1993 Jakarta dengan 9 gol. Ricky mencetak dua gol pada laga final menghadapi Aceh pada Kamis (14/10). Sisanya dua gol saat semifinal melawan Kalimantan Timur dan tujuh gol pada fase grup. Seperti anak-anak Papua pada umumnya, Ricky menyukai sepak bola. Hari-harinya tak pernah lepas dari sepak bola, meski juga tak pernah ikut sekolah sepak bola (SSB). Saat memasuki usia 15, Ricky mulai tampil dalam ajang tarikan kampung atau tarkam. Ia bergabung dengan Gelora Putra FC dan sering juara serta jadi top skor. Hal ini yang membuat namanya mulai dikenal. Beberapa klub Liga 3 Papua pun memintanya bergabung. Seperti dapat durian runtuh pada 2017 ia dipinang Persimer Merauke. Tak disangka bergabung dengan Persimer membuat pemuda kelahiran Merauke, 26 Januari 1998 ini mulai mencuri perhatian klub-klub Liga 3 Papua. Musim berikutnya Ricky memutuskan keluar kampung dan membela Persemi Mimika untuk Liga 3 2018. Pelatih Persemi saat itu, Eduard Ivakdalam, yang mengajaknya bergabung. Ketertarikan Edu dengan Ricky bermula dari laga Persimer kontra Persewar pada 31 Juli 2017. Mantan kapten Persipura ini terpikat dengan Ricky meski Persimer kalah 0-3. Semusim ditangani pelatih yang dipanggil ‘paitua’ tersebut di Persemi, kualitas Ricky makin matang. Persipura, Barito Putera, hingga Bhayangkara FC tertarik merekrutnya. Setelah berdiskusi dengan sejumlah pihak, termasuk Edu, Ricky memilih tak menjadi pemain profesional. Edu berjanji mengajaknya masuk tim Papua untuk PON 2021. Tak hanya masuk menjadi bagian tim Papua, Ricky juga dipilih menjadi kapten tim. Kematangannya sebagai striker dapat arahan yang tepat dan mendalam dari Edu. Aksi memikat pun konsisten ditunjukkan Ricky di PON Papua. Puncaknya Ricky berhasil meraih gelar top skor dan membawa Papua juara untuk kali ketiga di cabor sepak bola PON. Luar biasa!

5 Calon Andalan Timnas U-23 di Kualifikasi Piala Asia

Timnas Sepak Bola Indonesia U-23 akan tampil di Grup G Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 yang digelar di Tajikistan pada akhir Oktober nanti. Berikut 5 calon andalan Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala Asia U-23 2022. Pelatih Timnas Indonesia U-23 Shin Tae Yong memanggil 33 pemain untuk persiapan Kualifikasi Piala Asia U-23 di Tajikistan. Sayang, tiga pemain Timnas Indonesia U-23 yaitu Egy Mualana Vikri, Syahrian Abimanyu, dan Saddil Ramdani dipastikan tidak bisa ambil bagian dalam Kualifikasi Piala Asia U-23. Egy Maulana dan Syahrian Abimanyu tidak mendapatkan izin oleh klubnya untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala Asia U-23 lantaran ajang ini di luar agenda FIFA Match Day. Sedangkan, Saddil Ramdani tidak dapat bergabung dengan timnas karena cedera. Meski demikian, Timnas Indonesia U-23 masih memiliki beberapa pemain yang bisa diandalkan pada pertandingan Kualifikasi Piala Asia U-23 nanti. Selain masih diperkuat nama-nama beken seperti Amiruddin Bagus Kahfi, Asnawi Mangkualam, Witan Sulaeman, dan Rachmat Irianto, Timnas Indonesia U-23 juga memiliki beberapa pemain lain yang bisa menjadi andalan di Kualifikasi Piala Asia U-23 nanti. Berikut 5 Calon Andalan Timnas U-23 di Kualifikasi Piala Asia U-23: 1. Natanael Siringo Ringo (Kelantan FA) Penampilan bersinar bersama klub Divisi Dua Liga Malaysia, Kelantan FA, membuat Natanael Siringo Ringo dipanggil oleh Shin Tae Yong untuk memperkuat Timnas Indonesia U-23. Natanael dikenal merupakan pemain yang memiliki kecepatan, skill, ketajaman, dan mampu bermain di posisi gelandang, winger, atau penyerang. Kehadiran Natanael di Timnas Indonesia U-23 diyakini bakal memberikan warna baru bagi permainan tim di Kualifikasi Piala Asia U-23 nanti. Walaupun, Natanael masih harus bersaing dengan beberapa pemain berkualitas di posisi winger seperti Witan Sulaeman, Ramai Rumakiek, atau Gunansar Papua Mandowen. 2. Beckham Putra Nugraha (Persib) Gelandang muda Persib Beckham Putra Nugraha telah menunjukkan kontribusi besar untuk Tim Maung Bandung di Liga 1 2021. Pemain berusia 19 ini telah menyumbang dua gol dan satu assist dari enam pertandingan yang dilakoni bersama Persib di Liga 1 musim ini. Catatan gemilang Beckham di Liga 1 2021 ini diyakini juga akan membuatnya mendapat kepercayaan lebih dari Shin Tae Yong saat memperkuat Timnas Indonesia U-23. Beckham adalah pemain yang dikenal memiliki kelincahan, visi bermain yang baik, skill, dan punya naluri mencetak gol yang tinggi. 3. Marselino Ferdinan (Persebaya) Nama Marselino Ferdinan mencuat saat tampil apik bersama Timnas Indonesia U-15 di Piala AFF U-15 2019. Kini, kehadiran Marselino Ferdinan diyakini akan menambah kekuatan lini tengah Timnas Indonesia U-23. Gelandang Persebaya berusia 17 ini dikenal adalah pemain yang memiliki visi bermain yang baik, skill, punya penetrasi yang baik, dan memiliki ketajaman. Meski usianya masih muda, Marselino kini menjadi andalan Persebaya di Liga 1. Adik kandung dari gelandang Persebaya Oktafianus Fernando itu sejauh ini telah tampil di lima pertandingan Persebaya di Liga 1. Potensi Marselino juga diakui oleh media Inggris, The Guardian, yang memasukkan namanya dalam 60 wonderkid terbaik di dunia. 4. Ramai Melvin Rumakiek (Persipura) Liga 1 2021 menjadi panggung bagi gelandang muda Persipura, Ramai Rumakiek. Pemain berusia 19 ini sukses menunjukkan penampilan gemilangnya saat debut di Liga 1 musim ini. Ramai Rumakiek telah menempatkan dirinya menjadi pemain andalan dari pelatih Persipura Jacksen Ferreira Tiago. Ramai kini telah mencetak satu gol dari lima penampilannya di Liga 1 2021. Penampilan gemilang di Liga 1 2021 juga telah mengantarkannya ke Timnas Indonesia. Ramai telah melakoni debut di Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae Yong saat Tim Garuda mengalahkan Taiwan 2-1 di leg pertama playoff Kualifikasi Piala Asia 2023, 7 Oktober lalu. Dalam laga debut tersebut, Ramai sukses mencetak satu gol dan menjadi gol pembuka Indonesia saat mengalahkan Taiwan. 5. Ronaldo Joybera Junior Kwateh (Madura United) Ronaldo Joybera Junior Kwateh telah menunjukkan sinarnya di Liga 1 2021. Dia menjadi salah satu pemain termuda Liga 1 2021 dengan usia 16. Meski masih terbilang muda, Ronaldo Kwateh mampu merebut tempat utama dalam skuad bertabur bintang di Madura United. Ronaldo selalu tampil dalam enam pertandingan Madura United di Liga 1 2021. Penampilan regulernya di Liga 1 diyakini semakin mengasah kemampuan serta mental anak kandung dari mantan penyerang asing di Liga Indonesia, yakni Roberto Kwateh tersebut. Ronaldo bisa menjadi opsi terbaik untuk mengisi posisi penyerang tengah atau winger di Timnas Indonesia U-23 asuhan Shin Tae Yong. Sumber: CNN Indonesia

Tiba di Tajikistan, Timnas U-23 Indonesia Langsung Latihan

Tiba di Tajikistan, Timnas U-23 Indonesia Langsung Latihan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-23 telah tiba di Dushanbe, Tajikistan pada Kamis (14/10) pagi waktu setempat. Begitu sampai di Bandara Dushanbe, Garuda Muda langsung menuju ke hotel. Timnas U-23 total melakukan perjalanan selama 40 jam dari Buriram, Thailand pada Selasa (12/10) kemarin hingga ke Dushanbe dan sempat transit di Istanbul, Turki. Selain itu ada sejumlah pemain yang melakukan perjalanan dari Jakarta pada waktu yang sama. Suhu udara di Tajikistan saat ini sudah dingin sekitar 13-16 derajat celcius. “Setelah melakukan perjalanan panjang ke Tajikistan dan tiba di hotel, pemain langsung sarapan dan istirahat sebentar. Sore ini, kami langsung menjalani latihan perdana disini,” kata pelatih timnas U-23, Shin Tae-yong. Seperti diketahui, selama di Tajikistan, Indonesia U-23 akan melakoni babak kualifikasi Piala AFC U-23 2022. Indonesia berada di Grup G Bersama Australia dan Tiongkok, dan Brunei Darussalam. Namun, Tiongkok dan Brunei memutuskan mundur. Kini hanya tersisa Indonesia dan Australia. Sebelum menjalani laga kualifikasi Piala AFC U-23, Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan akan menjalani pemusatan latihan plus agenda uji coba disini. Uji coba perdana akan melawan tuan rumah Tajikistan U-23 pada 19 Oktober mendatang. “Alhamdulillah setelah melakukan perjalanan yang panjang kami akhirnya sampai di Tajikistan. Kondisi kami baik-baik saja dan langsung beristirahat untuk persiapan latihan nanti sore,” kata kiper timnas U-23, Muhammad Riyandi. Untuk saat ini, pemusatan latihan timnas U-23 di Tajikistan berkekuatan 29 orang. Hal ini karena Egy Maulana, Syahrian Abimanyu, dan Rachmat Irianto telah kembali ke klub mereka masing-masing. Sementara, Saddil Ramdani batal bergabung karena mengalami cedera.

Luar Biasa! Bocah 13 Tahun Debut di Liga Profesional AS

Luar Biasa! Bocah 13 Tahun Debut di Liga Profesional AS

Sejarah baru tercipta di laga divisi dua Amerika Serikat antara Real Monarchs vs Colorado Springs Switchbacks. Ada pemain yang debut di umur 13 tahun. Pemain tersebut bernama Axel Kei. Dia merupakan bintang muda Real Monarchs yang lahir di Pantai Gading, tapi migrasi ke California, Amerika Serikat, sejak masih kecil. Kei merupakan produk binaan akademi Real Salt Lake, klub induk Real Monarchs. Dia mengantarkan tim U-15 Real Salt Lake menjuarai MLS NEXT CUP pada Juli 2021, serta mencatatkan diri sebagai top skor dengan 15 gol. Ketajaman Axel Kei di depan gawang mengantarkan dia promosi ke tim utama Real Monarchs. Sejarah pun tercipta saat Real Monarchs menjamu Colorado Springs Switchbacks dalam lanjutan United Soccer League (liga divisi dua AS) di Zions Bank Stadium, Jumat (8/10/2021) malam waktu setempat. 61' – Double change incoming: Wood and Nydegger🔽🔼Halsey and Kei making his professional debut at 13 years 9 months and 9 days 🤯#SLCvCOS | 0-0 — Real Monarchs (@RealMonarchs) October 9, 2021 Kei menjalani debutnya bersama Real Monarchs sebagai pemain pengganti di menit ke-61. Mengenakan nomor punggung 85, Kei masuk menggantikan Bobby Wood yang berposisi sebagai striker. Debut Kei bersama Real Monarchs gagal diwarnai dengan kemenangan. Tim tuan rumah dipaksa bermain imbang tanpa gol oleh Colorado Springs Switchbacks pada akhir laga. United Soccer League mencatat, Kei menjadi pemain termuda yang melakoni debut dalam sejarah liga profesional AS. Kei berumur 13 tahun, 9 bulan dan 9 hari ketika bermain di laga Real Monarchs vs Colorado. Axel Kei mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang mantan bintang AS, Freddy Adu. Striker berdarah Ghana itu debut di umur 14 tahun bersama tim Major League Soccer (divisi utama AS), D.C. United, pada April 2004.

Asnawi Siap Berikan yang Terbaik untuk Indonesia

Asnawi Siap Berikan yang Terbaik untuk Indonesia

Jelang laga play off kualifikasi Piala Asia 2023 pada 7 dan 11 Oktober mendatang, pemain Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar mengatakan bahwa dirinya dalam kondisi fit. Saat ini, skuad Garuda sendiri sudah berada di Buriram, Thailand. “Sangat senang dan menikmati latihan bersama penggawa Timnas Indonesia hari ini. Saya dalam kondisi baik dan siap melawan Taiwan,” kata Asnawi. Pemain kelahiran 4 Oktober 1999 tahun tersebut menambahkan bahwa ia sudah melewati proses pemulihan cedera dengan baik. Apalagi ia bertekad membawa Indonesia lolos ke babak kualifikasi Piala Asia 2023 mendatang. “Insya Allah di pertandingan melawan Taiwan kita bisa melakukan apa yang diinginkan pelatih dan meraih hasil terbaik. Harapan saya, kami dapat meraih kemenangan melawan Taiwan,” ujar pemain asal klub Ansan Greeners, Korea Selatan tersebut. Laga Indonesia melawan Taiwan pada laga play off kualifikasi Piala Asia 2023 akan berlangsung di Stadion Chang Arena, Buriram, Thailand, Kamis (7/10). Pada peringkat FIFA, Taiwan saat ini berada di posisi 151 dengan raihan 1046 poin. Asnawi diprediksi akan menjadi pilihan utama pelatih Shin Tae-yong untuk mengisi sektor bek kanan Indonesia melawan Taiwan. Penampilannya yang konsisten dan penuh daya juang membuat ia belum tergantikan di posisi tersebut.

Zahra Muzdalifah Masuk Nominasi Pemain Terbaik Kualifikasi Piala Asia Wanita

Zahra Muzdalifah Masuk Nominasi Pemain Terbaik Kualifikasi Piala Asia Wanita

Penyerang timnas putri Indonesia, Zahra Muzdalifah, masuk dalam daftar Pemain Terbaik versi AFC pada Kualifikasi Piala Asia Wanita 2022. Zahra Muzdalifah menjadi salah satu di antara enam pemain yang masuk dalam nominasi. Pemain kelahiran 4 April 2001 tersebut sukses mengantarkan Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia Wanita 2022 yang rencananya akan digelar di India pada bulan Januari mendatang. Pada rilis AFC, selain Zahra juga terdapat nama-nama beken pemain timnas wanita negara lainnya seperti Moon Mi-ra (Korea Selatan), Pham Hai Yen (Vietnam), Janista Jinantuya (Thailand), Behnaz Taherkhani (Iran), dan Chandler McDaniel (Filipina). “Inti dari keberhasilan Indonesia adalah penyerang 20 tahun, Zahra Muzdalifah. Pergerakannya yang cerdan dan umpannya yang presisi mampu menciptakan peluang untuk dirinya dan rekan setimnya dalam dua pertandingan (melawan Singapura),” tulis AFC, dikutip dari laman resmi PSSI. “Dia dengan jelas memperlihatkan kebahagiaan, kelegaan, dan kegembiraan, saat mengakhiri kebuntuan di kualifikasi dalam sebuah wawancara setelah pertandingan,” demikian pernyataan AFC saat mendeskripsikan peran Zahra di timnas putri Indonesia. Zahra mengaku bangga dan bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh AFC. “Alhamdulillah sangat senang masuk dalam nominasi Pemain Terbaik kualifikasi Piala Asia Wanita 2022,” kata Zahra. “Saya mohon dukungan dan vote dari semuanya. Ini menjadi penambah motivasi saya agar terus memberikan yang terbaik untuk timnas Indonesia,” tutur Zahra. Publik sepak bola Tanah Air bisa mendukung Zahra Muzdalifah untuk menjadi pemain favorit yang paling bersinar pada Kualifikasi Piala Asia Wanita 2022. Berikut tautan untuk memberikan dukungan kepada Zahra Muzdalifah: LINK.

Jalani Debut Level Senior, Viny Silfianus: Rasanya Campur Aduk!

Jalani Debut Level Senior, Vinny Silfianus: Rasanya Campur Aduk!

Viny Silfianus Sunaryo masih belum bisa berkata-kata saat dirinya ditunjuk pelatih Timnas Wanita Indonesia, Rudy Eka Priyambada menjadi starter pada laga melawan Singapura di leg pertama kualifikasi Piala Asia Wanita 2021 di Tajikistan Jumat (24/9) lalu. Selama 80 menit Viny dipercaya pelatih tampil untuk pertama kali dalam debutnya di Timnas Wanita. Pemain kelahiran 3 Juli 2003 ini merasakan langsung atmosfer pertandingan yang sesungguhnya, apalagi yang dihadapi merupakan laga krusial yang menentukan lolos tidaknya Timnas Wanita ke Piala Asia Wanita 2022. “Saat saya terpilih untuk dibawa ke Tajikistan, tentu rasa campur aduk saya rasakan. Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, yang pasti bangga, senang dan terharu karena ini merupakan perjuangan dari awal pemusatan latihan (TC) pertama hingga ketiga. Semua terasa lengkap dan saya tak berhenti bersyukur diberi kepercayaan bermain selama 80 menit dalam debut saya di level senior,” ujar Viny. Memperkuat Timnas di level senior memang menjadi pengalaman pertama Viny selama bermain sepak bola. Namun sesungguhnya memperkuat skuad Garuda Pertiwi pada level kelompok usia sudah pernah ia rasakan, tepatnya saat memperkuat Timnas Putri U-15 pada ajang Piala AFF U-15 di Laos pada 7-20 Mei 2017 silam. Namun penampilannya di level senior saat mengikuti kualifikasi Piala Asia inilah yang menjadi momen tak terlupakan sepanjang karirnya “Ketika masuk sebelas pertama di laga leg pertama, bangga dan tidak menyangka saya rasakan secara bersamaan. Rasanya saya benar-benar mendapatkan kepercayaan pelatih untuk berjuang dan dari situ saya ingin buktikan bahwa pilihan pelatih tidak salah. Saya harus tampilkan yang terbaik dan rasanya senang di laga kualifikasi kemarin bisa berkontribusi untuk tim,” lanjut Viny. Viny memang berkontribusi pada kemenangan skuad Garuda Pertiwi di laga leg pertama kontra Singapura. Dirinya menyumbangkan satu assist, atas gol yang dicetak oleh Baiq Amiatun saat laga baru berjalan empat menit. Bermain dengan motivasi tinggi menjadi bekal Viny yang juga memperkuat skuat tim sepakbola putri DKI Jakarta untuk gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON). “Sempat galau karena harus meninggalkan tim DKI Jakarta saat PON sudah di depan mata. Tapi ini adalah momen membela negara, saya harus bermain bagus, mengurangi kesalahan sendiri, membanggakan keluarga dan orang tua dirumah, dan jika Allah berkehendak, saya ingin membawa Indonesia lolos dari babak kualifikasi dan bertanding di Piala Asia Wanita 2022 di India,” ungkapnya. Di Timnas Wanita, Viny menggunakan nomor punggung 20. Ada sedikit rasa sedih karena dirinya tidak menggunakan angka 19, angka yang dirasa selalu membawa keberuntungan untuknya. Ternyata di balik angka 19, ada alasan tersendiri yang membuat nomor itu spesial di mata Viny. “Nomor 19 akan selalu menjadi angka favorit saya, karena 19 selalu saya artikan sebagai tahun 2019. Tahun berarti saya karena banyak momen comeback di dunia sepakbola, seperti memperkuat tim Persija putri untuk Liga 1 Putri, masuk tim Putri DKI Jakarta untuk kompetisi Pra PON dan PON, hingga menjadi kapten saat bermain di Liga 1 lalu. Tahun penting buat saya,” jelas Vinny yang baru saja diterima di Universitas Negeri Jakarta jurusan Pendidikan Jasmani tahun 2021 ini. “Tim ini sudah menjadi keluarga bagi saya. Rasa kekeluargaan begitu kental karena kita sudah melewati suka duka bersama ketika berada di TC. Saya harap perjuangan kami tidak sia-sia dan kami bisa lolos ke Piala Asia Wanita tahun depan,” tutup Viny.

Dipimpin Langsung Shin Tae-yong, TC Timnas U-18 Tahap Ketiga Dimulai

Pemusatan Latihan Timnas U-18 Tahap Ketiga Dimulai

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-18 kembali memulai pemusatan latihan, pada hari Senin (13/9) di Stadion Madya. Sebanyak 36 pemain telah hadir dan mengikuti latihan yang dipimpin pelatih Shin Tae-yong. Shin Tae-yong mengatakan pada latihan perdana di tahap ketiga ini dirinya memberikan tes fisik kepada para pemain. “Semua tahap sama, standar seleksi, saya memberikan kesempatan kepada pemain-pemain ini, saya juga akan melihat kemampuan sebenarnya mereka pada pertandingan internal besok. Nanti akan ada tiga laga, saya ingin tahu dan melihat kemampuan pemain,” jelas Shin. Untuk diketahui, tahap pertama telah berlangsung dari tanggal 29 Agustus hingga 3 September 2021 dengan 36 pemain, kemudian berlanjut ke tahap kedua yang berlangsung dari tanggal 6 sampai 10 September 2021, juga dengan 36 pemain yang dipanggil. Shin Tae-yong terus berpesan kepada setiap pemain yang mengikuti seleksi timnya. Dia berharap bisa mendapatkan pemain yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan tim dalam menghadapi turnamen Piala Dunia U-20 tahun 2023. “Pertama, mereka tidak boleh gampang menyerah, akan dilihat kemauan tinggi mereka seperti apa, karena kita akan mempersiapkan tim untuk bermain di Piala Dunia, bukan liga, jadi harus kuat mental juga, postur tubuh juga, harus menjaga nutrisi dan makan banyak karena itu bisa menguatkan pemain, baru nanti kita bisa mendapatkan hasil yang baik untuk Piala Dunia mendatang,” tuturnya. Pemusatan latihan (TC) tahap ketiga ini akan berlangsung hingga 18 September 2021 mendatang.

TC Selesai Digelar, Ini Harapan Ronaldo dan Edgard

TC Selesai Digelar, Ini Harapan Ronaldo dan Edgard

Tahap kedua pemusatan latihan (TC) Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-18 boleh saja telah usai, namun ada harapan dan asa masing-masing pemain disitu. Tahap kedua ini adalah lanjutan dari tahap pertama yang telah berlangsung dari tanggal 29 Agustus hingga 3 September 2021 dengan 36 pemain. Kemudian di tahap kedua ini berlangsung dari tanggal 6 sampai 10 September 2021, juga dengan 36 pemain yang dipanggil. Dua nama pemain sebagai perwakilan dari 36 pemain lain, mengungkapkan harapan dan asanya. Adalah Ronaldo Joybera R Junior dan Edgard Amping yang bercerita mengenai hal itu. Ronaldo menjadi yang paling bersyukur bisa dilatih oleh Shin Tae-yong. “Pertama-tama, saya bersyukur bisa dipanggil dan dipercaya oleh coach Shin untuk melakoni pemusatan latihan sampai dengan hari ini, saya belajar banyak darinya. Mulai dari kontrol dan passing bola saja sudah diperhatikan dengan detail dan seksama, terus dari segi fisik juga,” buka Ronaldo, Jumat (10/9). Di timnas dirinya langsung diberikan test dan materi fisik mulai hari pertama, sangat berbeda dengan saat bersama klub. “Sangat berbeda sih, hari pertama sudah dikasih materi fisik, cukup berat juga, tiga hari berturut-turut juga ada gim internal, baru hari ini recovery. Ya cukup beda,” ungkap pemain Madura United itu. Selain bicara mengenai peluang, Ronaldo juga berpesan kepada teman-temannya. “Untuk peluang, yang penting saya memberikan yang terbaik saja, untuk masalah dipilih atau tidaknya, saya serahkan kepada tim pelatih, dan semoga saya bisa dipilih masuk tim ini. Saya akan terus berlatih lagi secara konsisten, agar motivasi saya tercapai,” tuturnya. “Untuk teman-teman yang lain, saya hanya bisa katakan untuk tetap semangat latihan disini dan harus bisa lebih semangat lagi semoga kita bisa bertemu kembali,” jelasnya. Sementara bagi Edgard, selain senang bisa dipanggil untuk pemusatan latihan ada hal lain. “Bersyukur dan bangga sudah tentu, selain itu disini juga saya bisa bermain bola lagi dengan level berbeda bersama-sama teman-teman lain yang berasal dari daerah beragam. Tentu ada kepuasan tersendiri,” buka Edgard. Pemain yang sudah merasakan pengalaman berlatih dan bermain bola di klubnya PSM Makassar dan juga Garuda Select itu menuturkan perbedaan tipis latihan diantara keduanya dengan saat di timnas. “Perbandingannya tidak terlalu banyak, hanya disini lebih ketat dan disiplin serta disini kita dianjurkan pantang menyerah. Yang didapat selama TC adalah untuk tidak cepat menyerah, terus kerja keras di lapangan dan berusaha semaksimal mungkin,” tambahnya. Terakhir, dirinya memotivasi pribadinya sendiri dan memberikan pesan-pesan kepada teman-temannya yang lain. “Motivasi saya pastinya ingin dipanggil kembali untuk pelatihan timnas ini, bisa masuk skuat ini dan berjuang untuk negara. Saya sangat yakin bisa masuk timnas. Semoga juga teman-teman juga bisa sama seperti saya, bisa mendapatkan pelajaran di TC ini,” tutupnya.