Yuk! Intip Kegiatan Tenis Putri Indonesia di Masa #dirumahaja

Aldila Sutjiadi Petenis putri Indonesia

Di situasi pandemic virus Covid-19 ini, kita sangat perlu untuk selalu mencoba mengisi waktu dengan sesuatu yang positif supaya kita dapat menjaga kesehatan dan produktif. Nah, mungkin #SobatmudaNYSN penggemar tenis, bisa checkout kegiatan tenis putri Indonesia sambil mendukung kampanye #dirumahaja. Beberapa waktu lalu, akun instagran resmi PELTI (Persatuan Tenis Seluruh Indonesia) @tennisindonesiaofficial melakukan Bincang Atlit Tenis melalui aplikasi Zoom yang menghadirkan 5 petenis putri Indonesia di antaranya Aldila Sutjiadi, Janice Tjen, Priska Nugroho, Beatrice Gumulya dan Jessy Rompies. Sebagai moderator adalah Wilson Hidayat. Dalam sesi 40 menit, mereka berbagi cerita seputar kegiatan masing-masing pada saat #dirumahaja. Sangat menarik untuk #SobatMudaNYSN karena bisa berinteraksi langsung dengan idola kita masing-masing secara online. Akun Instagram Aldila Sutjiadi @dila11 juga berbagi tips workout yang bisa dilakukan di rumah untuk menjaga performance dan persiapan untuk event ke depan. Jessy Rompies juga berbagi tips yang tidak kalah menarik melalui akun Instagram nya @jessy_rompies View this post on Instagram A post shared by jessy rompies (@jessy_rompies) View this post on Instagram A post shared by Aldila Sutjiadi (@dila11) So, #SobatMudaNYSN, stay inspired, stay healthy and active ya!

Petenis Junior Indonesia, Priska Nugroho Juara di Australia Open Junior 2020

Priska Nugroho, petenis putri Junior Indonesia berhasil menjuarai turnamen Australia Open Junior 2020 di nomor ganda putri.

Priska Nugroho, petenis putri Junior Indonesia berhasil menjuarai turnamen Australia Open Junior 2020, Jumat 31/1/2020. di nomor ganda putri. Berpasangan dengan Alexandra Eala (Filipina), mereka sukses mengalahkan pasangan Ziva Falkner (Slovenia)/Matilda Mutavdzic (Britania) dalam dua set langsung 6-1, 6-2. Pasangan Priska/Eala yang menjadi unggulan keempat di turnamen ini langsung mendominasi dari awal pertandingan yang berlangsung di lapangan 3 Melbourne Park, Australia. Priska dengan permainan apik di net berhasil mengembalikan keadaan dari ketinggalan 15-30 di game kelima sehingga menambah keunggulan menjadi 5-0. Priska/Eala hanya kehilangan 1 set sebelum menuntaskan 6-1 di set pertama. Set kedua, Falkner/Mutavdzic memimpin terlebih dahulu 1-0 namun Priska/Eala mampu menyamakan keadaan 1-1 dan menambah keunggulan menjadi 3-1. Lalu, pasangan Falkner/Mutavdzic memberi perlawanan dengan memperkecil ketinggalan menjadi 3-2. Priska/Eala tidak terkejar dengan langsung menutup pertandingan dengan skor 6-2. Alexandra Eala saat ini menduduki ranking 8 junior putri ITF. Petenis junior putri Indonesia yang mempunyai nama lengkap Priska Madelyn Nugroho menduduki peringkat ke-27 ITF sesuai data tanggal 27 January 2020. Priska menyamakan pencapaian yang diperoleh Angelique Widjaja 18 tahun lalu di ajang yang sama.

BNI Tennis Open 2019, Optimisme Aldila Menuju Manila

Aldila Sutjiadi

Petenis unggulan teratas, Christopher ‘Christo’ Rungkat (29 tahun) dan Aldila Sutjiadi (24) keluar sebagai juara tunggal BNI Tennis Open 2019. Christo menjadi yang terbaik di kelompok putra setelah mengalahkan Muhammad Rifqi Fitriadi (20), sedangkan Aldila menguasai sektor putri dengan mengandaskan perlawanan Fadona Titalyana Kusumawati (19). Pada laga final turnamen berhadiah total Rp 250 juta yang berlangsung di lapangan The Sultan Hotel Jakarta, Jumat (22/11), Aldila menang 6-1 6-3, Christo unggul 6-4 6-4. Keduanya tak kehilangan satu set pun, selalu menang lewat pertarungan straight set dalam perjalanan menuju gelar juara tunggal. “Saya bermain lebih bagus, lebih agresif dibandingkan semi final. Servis pertama juga bagus sehingga bisa menekan lawan dari awal,” tutur petenis yang akan menjadi andalan Tim Merah Putih di SEA Games 2019 Filipina ini. Pada pesta olahraga antar negara Asia Tenggara itu, Dila akan tampi di nomor tunggal putri dan ganda campuran bersama juara tunggal putra BNI Tennis Open 2019, Christopher Rungkat. “Gelar ini menjadi modal berharga menuju SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Ini menjadi lanjutan dari hasil bagus selama mengikuti turnamen internasional sebelumnya,” ujarnya. “Target? Tentu saja ingin membawa pulang medali emas dari dua nomor, singles dan mix doubles,” lanjut peraih medali emas ganda campuran Asian Games 2018 bersama Christopher Rungkat itu. Di nomor ganda, gelar juara BNI Tennis Open 2019 ini juga menjadi milik unggulan teratas. Pada sektor putra, duet kakak beradik David Agung Susanto dan Anthony Susanto memenangi laga final atas Iqbal Bilal Saputra/Wisnu Adi Nugroho 6-4 6-4. Pasangan Beatrice Gumulya/Jessy Rompies memboyong gelar juara ganda putri dengan mengandaskan Deria Nur Haliza/Fadona Titalyana 6-2 6-4. Sementara itu seusai turnamen, Rildo Ananda Anwar selaku Ketua Umum PP Pelti melepas Tim Pelatnas Tenis yang akan berlaga di pesta olahraga negara Asia Tenggara. Indonesia mengirim 10 petenis terdiri dari Christopher Rungkat, David Agung Susanto, Anthony Susanto, Muhammad Rifqi Fitriadi dan Ari Fahresi (putra) serta Jessy Rompies, Beatrice Gumulya, Aldila Sutjiadi, Rifanty Kahfiani dan Priska Madelyn Nugroho. Laga tenis SEA Games memperebutkan lima medali emas dan akan berlangsung di hard court Rizal Merorial Sport Complex di Manila, Filipina. “Kami yakin mampu memenuhi target, merebut dua medali emas tenis SEA Games 2019 dari nomor ganda campuran dan ganda putri,” tekad Rildo, yakin. Hasil Akhir Jumat (22/11) Final Tunggal Putra 1-Christopher Rungkat (Jawa Timur) v 3-M. Rifqi Fitriadi (Jawa Timur) 6-4 6-4 Ganda Putra 1-Anthony Susanto/David Agung Susanto (Jawa Timur) v 2-Iqbal Bilal Saputra (Kalimantan Timur)/Wisnu Adi Nugroho (Jawa Tengah) 6-4 6-4 Tunggal Putri 1-Aldila Sutjiadi (Jawa Timur) v 2-Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan) 6-1 6-3 Ganda Putri 1-Beatrice Gumulya/Jessy Rompies (Jawa Timur) v 4-Deria Nur Haliza (DKI)/Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan) 6-2 6-4

BNI Tennis Open 2019, Fadona Mengancam Kemapanan

Fadona Titalyana Kusumawati

Duel unggulan teratas bakal mewarnai laga final tunggal putri BNI Tennis Open 2019. Petenis Jawa Timur, Aldila Sutjiadi (24 tahun) yang menempati seeded pertama bakal terlibat bentrok dengan unggulan kedua, Fadona Titalyana Kusumawati (19) dari Kalimantan Selatan pada turnamen berhadiah total Rp 250 juta ini di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Jumat (22/11). Aldila lolos ke babak akhir setelah melumpuhkan perlawanan unggulan kelima dari Nusa Tenggara Barat, Suryaningsih. Andalan tim Merah Putih di ajang SEA Games 2019 di Manila Filipina, awal bulan depan itu unggul telak dalam laga straight set dengan skor akhir 6-1 6-1. Sedangkan Fadona berhasil mengandaskan penerima junior exempt Priska Madelyn Nugroho (Papua) melalui pertarungan rubber set 6-2 4-6 7-5. “Tentu saja ingin juara lagi. Pokoknya siap berjuang semaksimal mungkin di lapangan,” tekad Fadona, petenis non-Pelatnas yang bulan lalu memboyong gelar tunggal putri sebuah turnamen nasional di arena yang sama. Mahasiswi Ekonomi Manajemen Universitas Surakarta ini juga lolos ke partai puncak ganda putri. Berpasangan dengan Deria Nur Haliza (DKI), duet unggulan keempat itu bakal menguji ketangguhan seeded teratas anggota skuad Pelatnas SEA Games 2019, Beatrice Gumulya/Jessy Rompies (Jawa Timur) setelah menyingkirkan unggulan kedua, Septiana Nur Zahiroh/Novela Rezha Millenia (Papua) 6-2 6-1. Pada semi final tunggal putra, Kamis (21/11), Muhammad Rifqi Fitriadi (20) akhirnya berhasil menyingkirkan unggulan kedua dalam laga sesama wakil Jawa Timur dan anggota skuad Pelatnas SEA Games 2019, David Agung Susanto (28) 6-7(5) 6-4 6-4. Di final, Rifqi bakal menantang seeded teratas yang juga dari Jawa Timur, Christopher Rungkat yang mengandaskan Muhammad Althaf Dhaifullah 6-4 7-5. “Ini merupakan pertemuan pertama di antara kami, dan saya akan berusaha menampilkan permainan yang berkualitas, semaksimal mungkin memanfaatkan kesempatan yang ada,” tutur Rifqi yang menempati posisi seeded keempat itu. Hasil Kamis (21/11) Semi Final Tunggal Putra 1-Christopher Rungkat (Jawa Timur) v 6-Althaf Dhaifullah (Papua Barat) 6-4 7-5 3-M. Rifqi Fitriadi (Jawa Timur) v 2-David Agung Susanto (Jawa Timur) 6-7(5) 6-4 6-4 Ganda Putra 1-Anthony Susanto/David Agung Susanto (Jawa Timur) v M. Althaf Dhaifullah (Papua Barat)/M. Rifqi Fitriadi (Jawa Timur) 2-Iqbal Bilal Saputra (Kalimantan Timur)/Wisnu Adi Nugroho (Jawa Tengah) v Aditya Hari Sasongko/Jeremy Nahor (Bengkulu) 6-4 7-6(3) Tunggal Putri 1-Aldila Sutjiadi (Jawa Timur) v 5-Suryaningsih (Nusa Tenggara Barat) 6-1 6-1 2-Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan) v JE-Priska Madelyn Nugroho (Papua) 6-2 4-6 7-5 Ganda Putri 1-Beatrice Gumulya/Jessy Rompies (Jawa Timur) v 3-Kadek Gita Purnami (Papua Barat)/Kintan Pratiwi Anwar (Kalimantan Timur) 6-2 6-0 4-Deria Nur Haliza (DKI)/Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan) v 2-Septiana Nur Zahiroh/Novela Rezha Millenia (Papua) 6-2 6-1

BNI Tennis Open 2019, Dari Jakarta, Bea/Echi Menatap Manila

Beatrice Gumulya/Jessy Rompies

Pasangan Jawa Timur, Beatrice Gumulya/Jessy ‘Echi’ Rompies sukses menembus semi final ganda putri BNI Tennis Open 2019. Pada perempat final yang berlangsung di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Rabu (20/11), unggulan utama itu menyingkirkan duet gado-gado Priska Madelyn Nugroho (Papua)/Oxi Gravitasi Putri (DKI). Bea/Echi yang akan membela tim Merah Putih di ajang SEA Games 2019 di Filipina itu unggul straight set dengan skor akhir 6-1 6-4. “Kami tinggal fokus menyiapkan kondisi agar fit saat tampil di SEA Games 2019 di Manila, awal bulan depan,” ucap Echi yang bersama Bea baru saja tiba dari Negeri Paman Sam usai melakoni serangkaian turnamen level dunia. “Turnamen BNI Tennis Open 2019 ini bagus sebagai uji coba terakhir kami sebelum berangkat ke Manila, berlaga di SEA Games,” timpal Bea yang berhasil memboyong gelar juara ganda ITF World Tennis Tour W60 Tyler (AS). Pada babak empat besar, Bea/Echi akan meladeni tantangan unggulan ketiga, Kadek Gita Purnami (Papua Barat)/Kintan Pratiwi Anwar (Kalimantan Timur). Partai semi final ganda putri lainnya menyajikan pertarungan antara seeded kedua dan keempat, Septiana Nur Zahiroh/Novela Rezha Millenia dari Papua menghadapi Deria Nur Haliza (DKI)/Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan). Di nomor tunggal, baik putra maupun putri, petenis unggulan teratas juga berhasil melaju mulus ke semi final turnamen berhadiah total Rp 250 juta ini. Pada sektor putra, Christopher Rungkat (Jawa Timur) masih terlalu tangguh bagi darah muda asal Jawa Barat, Rifqy Sukma Ramadhan. Christo menang 6-3 6-1 untuk selanjutnya menghadapi petenis ambidextrous, Muhammad Althaf Dhaifullah (Papua Barat). Laga empat besar tunggal putra lainnya menggelar pertarungan antar sesama penghuni Pelatnas SEA Games 2019 asal Jawa Tmur, yakni David Agung Susanto yang menempati posisi seeded kedua menghadapi unggulan keempat, Muhammad Rifqi Fitriadi. Petenis putri andalan Merah Putih, Aldila Sutjiadi dari Jawa Timur pun belum menemui hambatan berarti ketika mengandaskan Novela Rezha Millenia asal Papua. Dila menang straight set dengan skor akhir 6-0 6-4. “Di set kedua, saya banyak gagal melakukan serve pertama. Dengan serve kedua, lawan memiliki kesempatan untuk menekan lebih awal,” papar Dila yang kemungkinan besar akan menjadi unggulan teratas tunggal putri SEA Games 2019 ini. Di semi final tunggal putri BNI Tennis Open 2019 ini, Dila akan meladeni tantangan unggulan kelima asal Nusa Tenggara Barat, Suryaningsih yang sukses menghentikan Nazwa Syamsabila (Jawa Barat) 6-3 6-3. Hasil Rabu (20/11) Perempat Final Tunggal Putra 1-Christopher Rungkat (Jawa Timur) v Rifqy Sukma Ramadhan (Jawa Barat) 6-3 6-1 6-Althaf Dhaifullah (Papua Barat) v 4-Anthony Susanto (Jawa Timur) 6-3 6-2 3-M. Rifqi Fitriadi (Jawa Timur) v Aditya Hari Sasongko (Bengkulu) 6-2 6-3 2-David Agung Susanto (Jawa Timur) v Nauvaldo Jati Agatra (DKI) 6-0 6-0 Ganda Putra 1-Anthony Susanto/David Agung Susanto (Jawa Timur) v Hendrawan Susanto/Nauvaldo Jati Agatra (DKI) 6-3 6-3 Althaf Dhaifullah (Papua Barat)/M. Rifqi Fitriadi (Jawa Timur) v Arief Rahman/Faisal Aidil (Kalimantan Timur) 5-2 ret Aditya Hari Sasongko/Jeremy Nahor (Bengkulu) v Ari Fahresi (Jawa Timur)/Rifqi Sukma Ramadhan (Jawa Barat) 6-2 7-5 2-Iqbal Bilal Saputra (Kalimantan Timur)/Wisnu Adi Nugroho (Jawa Tengah) v Achad Imam Maruf/Tio Juliandi (Papua Barat) 6-4 7-5 Tunggal Putri 1-Aldila Sutjiadi (Jawa Timur) v Novela Reza (DIY) 6-0 6-4 5-Suryaningsih (Nusa Tenggara Barat) v Nazwa Syamsabila (Jawa Barat) 6-3 6-3 Priska Madelyn Nugroho (Papua) v 6-Deria Nur Haliza (DKI) 6-2 6-2 2-Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan) v 7-Ni Putu Armini (Nusa Tenggara Barat) 6-4 6-2 Ganda Putri 1-Beatrice Gumulya/Jessy Rompies (Jawa Timur) v Priska Madelyn Nugroho (Papua)/Oxi Gravitasi Putri (DKI) 6-1 6-4 3-Kadek Gita Purnami (Papua Barat)/Kintan Pratiwi Anwar (Kalimantan Timur) v Ni Putu Armini/Suryaningsih (Nusa Tenggara Barat) 7-5 6-3 4-Deria Nur Haliza (DKI)/Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan) v Nisrina Dwi/Zahwa Dwi Puspita (Papua Barat) 6-1 6-2 2-Septiana Nur Zahiroh/Novela Rezha Millenia (Papua) v Indah Permatasari (Sulawesi Selatan)/Khairunnisa (Jawa Timur) 7-6(2) 6-0

BNI Tennis Open 2019, Christo dan Aldila Masih Perkasa

Christopher Rungkat

Unggulan teratas tunggal berhasil melewati babak pembuka BNI Tennis Open 2019 di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Senin (18/11). Pada kelompok putra, Christopher Rungkat yang kini membela Jawa Timur sukses mengalahkan wakil Jawa Tengah, Wisnu Adi Nugroho melalui laga straight set dengan skor akhir 6-4 6-1. “Tidak mudah untuk kembali bermain tunggal, karena dalam satu setengah tahun terakhir ini saya hanya fokus di nomor ganda,” tutur Christo yang kini bercokol di peringkat 97 ganda dunia. Sedangkan di sektor putri, Aldila Sutjiadi (Jawa Timur) masih terlalu tangguh bagi petenis Kalimantan Selatan, Elma Malinda. Aldila unggul dua set langsung 6-1 6-0. Pada babak kedua, Selasa (19/11), Christo bakal meladeni petenis yunior Claudio Renardi Lumanauw (DKI). Sedangkan Aldila akan menghadapi Siti Sarah (Papua Barat). Meski sebagian besar unggulan belum menemui hambatan berarti namun hasil kejutan sudah menghinggapi turnamen berhadiah total Rp 250 juta ini. Seeded ketiga tunggal putri, Anggi Dwi Hidayati (Bengkulu) harus angkat koper setelah kalah dari Monica Putri (Jawa Tengah) 6-0 1-6 3-6. Sementara di sektor putra, Jeremy Nahor (Bengkulu) yang menempati posisi seeded ketujuh dan unggulan kedelapan, Gunawan Trismuwantara juga terganjal di laga perdana. Jeremy kalah dari rekan sedaerahnya, petenis kidal kawakan, Aditya Hari Sasongko 6-2 3-6 6-7(3). Gunawan juga kandas di tangan rekan sedaerahnya, Tegar Abdi 4-6 1-6. Hasil Senin (18/11) Babak Pertama Tunggal Putra 1-Christopher Rungkat v Wisnu Adi Nugroho 6-4 6-1 Claudio Renardi Lumanauw v Owissa Maukta Annas 6-3 6-3 Rifqy Sukma Ramadhan v Indra Adhiguna Utama 6-1 6-2 Tegar Abdi v 8-Gunawan Trismuwantara 6-4 6-1 4-Anthony Susanto v Shaheed Alam (Singapura) 6-0 6-1 Achad Imam Maruf v Rizal Muzaqir 6-0 6-4 Rafly Febi Putra Tri Prasetyo v Justin Kuo 6-3 6-3 6-Althaf Dhaifullah v Ari Fahresi 6-2 7-5 Aditya Hari Sasongko v 7-Jeremy Nahor 2-6 6-3 7-6(3) Hendrawan Susanto v M. Rizky Widianto 6-1 6-0 Sebastian Dacosta v Lucky Chandra Kurniawan 7-5 6-3 3-M. Rifqi Fitriadi v Dibbyaro Hinomaru 6-0 6-0 5-Ega Uneputty v Arief Rahman5-7 6-2 3-0 ret Nauvaldo Jati Agatra v Odeda M Arazza 6-4 6-2 Rindosa Wijaya v M. Ali Akbar 7-5 6-2 2-David Agung Susanto v Tio Juliandi 6-3 3-6 6-1 Tunggal Putri 1-Aldila Sutjiadi v Elma Malinda 6-1 6-0 Siti Sarah v Irma Elita Evania 1-6 7-5 6-1 Novela Reza v Carolina Martha 6-1 6-1 8-Kadek Gita Purnama v Angie Bong 6-4 6-1 Monica Putri v 3-Anggi Dwi Hidayati 0-6 6-1 6-3 Nazwa Syamsabila v Laili Rahmawati Ulfa 7-5 6-4 Nafidiah Dwi v Raihannisa 7-5 6-4 5-Suryaningsih v Silvy Audy 6-1 6-2 6-Deria Nur Haliza v Nadya Dhaneswara 6-2 6-1 Septiana Nur Zahiroh v Ayu Maharani 6-1 6-2 Priska Madelyn Nugroho v Nisrina Dwi Fajarini 6-1 6-1 4-Oxi Gravitasi Putri v Lynelle Lim En Tong 3-6 6-4 6-1 7-Ni Putu Armini v Vita Taher 6-7(3) 6-4 6-2 Niken Ferlyana v Bella Ayu Septiani 6-2 6-0 Rara Sima Kusuma Wardani v Nur Rosida Mega 6-4 6-2 2-Fadona Titalyana v Felicia Halim 6-3 6-3  

Piala Davis 2019, Filosofi Kopi ala Pelti

Meski tak menghindarkan kekalahan Indonesia dari Selandia Baru pada laga Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania, kemenangan petenis debutan Ari Fahresi (17 tahun) memberi kebanggaan tuan rumah. Belia kelahiran Sampang, Madura, 2 Agustus 2002 itu mengalahkan tunggal utama tim Kiwi, Ajeet Rai di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (15/9). Ari menang atas peringkat ke-744 dunia, 6-3 2-6 10-7. “Kekalahan dari Selandia Baru memang pahit, karena kami sebenarnya memiliki kesempatan untuk memenangi dua partai tunggal di hari pertama. Namun ibarat kopi, kendati pahit pun tetaplah bisa dinikmati. Kemenangan Ari meski dalam laga yang sudah tak menentukan memberikan kenikmatan di sela rasa pahit itu,” tutur kapten tak bermain tim Merah Putih, Febi Widhiyanto. Regu Piala Davis Indonesia tak mampu menghindar dari kekalahan 0-3 setelah duo Susanto, David Agung dan Anthony gagal mengadang kepiawaian ganda kelas dunia milik Selandia Baru, Marcus Daniell/Michael Venus. David dan Anton kalah telak dari spesialis ganda grand slam itu 0-6 3-6. Kekalahan ini membawa Indonesia harus melakoni babak Play Off Grup II yang dijadwalkan berlangsung Maret 2020. Tim Merah Putih bergabung dengan 11 negara lain yang kalah pada laga Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania (Filipina dan Hongkong), Zona Amerika (El Savador, Paraguay/Meksiko, Guatemala), Zona Eropa/Afrika (Zimbabwe, Bulgaria, Denmark, Maroko, Mesir dan Georgia) serta 12 tim promosi dari Grup III (Kosta Rika, Jamaika, Puerto Riko, Vietnam, Suriah, Sri Lanka, Polandia, Estonia, Yunani, Latvia, Tunisia dan Kenya). Dalam babak Play Off Grup II yang mulai tahun depan menggunakan format global tanpa pembagian zona, 12 tim berhak menempati posisi unggulan berdasarkan peringkat negara di Piala Davis menghadapi 12 non-seeeded. Pemenang babak tersebut akan bertahan di Grup II, sementara tim yang kalah bakal terlempar, degradasi ke Grup III sesuai zona wilayahnya. “Dalam minggu ini, kami akan lakukan evaluasi hasil Piala Davis ini bersama dengan bidang pembinaan. Kami harus bersiap lebih baik karena untuk sekedar bertahan di Grup II ini pun tidak mudah. Namun kami tetap optmistis karena dari kekalahan ini pun tetap muncul sebersit harapan dari pemain muda,” tutur Ketua Umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar. Dalam sejarah partisipasi di ajang Piala Davis, Indonesia pernah bercokol di posisi elite Grup Dunia 1983 dan 1989 meskipun langsung kalah di babak pertama serta masuk play off Grup Dunia 1994. Namun dalam tiga tahun terakhir, tim Merah Putih harus selalu berjibaku dalam babak play off hanya untuk sekadar bertahan di Grup II Zona Asia/Oseania. Hasil Piala Davis 2019 Grup II Zona Asia/Oseania Indonesia v Selandia Baru Sabtu, 14 September R1 Muhammad Rifqi Fitriadi v Ajeet Rai 6-7(7) 3-6 R2 David Agung Susanto v Rhett Purcell 6-3 4-6 0-6 Minggu, 15 September R3 David Agung Susanto/Anthony Susanto v Marcus Daniell/Michael Venus 0-6 2-6 R4 Ari Fahresi v Ajeet Rai 6-3 2-6 10-7 R5 Muhammad Rifqi Fitriadi v Rhett Purcell Not Played

WTA Future Stars Indonesia 2019, Bentrok Dua Unggulan Teratas

Pada babak empat besar, Kholisa menyingkirkan wakil Gresik, Hasna Raissaneva melalui pertarungan straight set 7-5 6-2.

Final ideal tercipta pada nomor tunggal 14 tahun turnamen kualifikasi Indonesia WTA Future Stars 2019. Dua unggulan teratas bakal terlibat bentrok pada partai puncak, yakni Kholisa Siti Maisaroh Maisaroh asal Kudus (Jawa Tengah) dengan Tiara Naura Nur Azizah dari Pelalawan (Riau) di lapangan tenis The Hilton Hotel & Residence Jakarta, Sabtu (31/8). “Saya optimistis bisa menang di final dan merebut tiket menuju final WTA Future Stars di China, Oktober nanti,” ujar Kholisa yang menempati unggulan pertama usai laga semi final, Jumat (30/8). “Sudah sering bertemu Tiara, hasilnya kalah menang. Namun terakhir menang pada turnamen di Jember (Jawa Timur),” imbuhnya. Pada babak empat besar, Kholisa menyingkirkan wakil Gresik, Hasna Raissaneva melalui pertarungan straight set 7-5 6-2. Sedangkan Tiara yang menempati posisi seeded kedua melaju ke laga final setelah mendepak unggulan keempat, Joanne Lynn Hartono (Bandung) 6-2 6-2. Sementara itu di kelompok 16 tahun, Jessica Christa Wirahadipoernomo harus berjuang susah payah melakoni partai semi final. Seeded ketiga itu harus kerja keras untuk menepiskan perlawanan petenis ibu kota, Felicia Halim. Jessica unggul rubber set 3-6 6-4 6-2. Pada laga final, Jessica akan menantang petenis asal Bali, Anggi Dwi Hidayati yang berhasil mendepat Aurellia Azzahra Putri (DKI) 6-2 6-1. WTA Future Stars Indonesia ini merupakan turnamen kualifikasi untuk memeilih wakil tim Merah Putih yang akan berlaga di final ajang serupa yang berlangsung di Shenzhen, China, Oktober 2019. Lebih dari 20 negara dari kawasan Asia Pasifik mengikuti perhelatan yang mengiringi panggung akhir musim bagi delapan petenis putri terbaik dunia, WTA Finals. “Setiap negara akan diwakili seorang petenis di tiap kelompok umur, baik 14 maupun 16 tahun,” tutur Direktur Turnamen, Susan Soebakti yang juga menjabat sebagai Wakil Sekjen PP Pelti ini. Hasil Jumat (30/8) Semi Final U-14 1-Kholisa Siti Maisaroh (Kudus) v Hasna Raissaneva (Gresik) 7-5 6-2 2-Tiara Naura Nur Azizah (Pelalawan) v  4-Joanne Lynn Hartono 6-2 6-2 Semi Final U-16 Anggi Dwi Hidayati (Bali) v Aurellia Azzahra Putri (DKI) 6-2 6-1 3-Jessica Christa Wirahadipoernomo (Semarang) v Felicia Halim (DKI) 3-6 6-4 6-2 Jadwal Final, Sabtu (31/8) U-14  : 1-Kholisa Siti Maisaroh (Kudus) v 2-Tiara Naura Nur Azizah (Pelalawan) U-16 : Anggi Dwi Hidayati (Bali) v 3-Jessica Christa Wirahadipoernomo (Semarang)

WTA Future Stars Indonesia 2019, Joanne Hanya Ingin Terbaik

Petenis asal Bandung, Joanne Lynn Hartono berhasil melangkah ke semi final KU-14 tahun turnamen kualifikasi WTA Future Stars Indonesia 2019.

Petenis asal Bandung, Joanne Lynn Hartono berhasil melangkah ke semi final KU-14 tahun turnamen kualifikasi WTA Future Stars Indonesia 2019. Di perempat final, Kamis (29/8), unggulan keempat itu sukses memenangi duel Jawa Barat untuk menyisihkan Nazwa Syamsabila (Ciamis). Joanne yang bercokol di peringkat nasional (PNP) keempat itu unggul dalam laga rubber set, 4-6 7-5 6-4. Pada babak empat besar perhelatan yang digelar untuk memilih wakil tim Merah Putih pada ajang puncak WTA Future Stars di Shenzhen, China ini, siswi kelas VII SMP Tri Mulia Bandung itu bakal menantang seeded kedua, Tiara Naura Nur Azizah dari Pelalawan (Riau). “Rekor pertemuan dengan Naura, saya masih tertinggal 1-2. Namun pada pertemuan terakhir di Bantul, tahun lalu, saya berhasil mengalahkan Tiara. Tentu saja, saya ingin mengubahnya jadi sama kuat 2-2 dengan memenangi pertandingan semi final di ajang ini,” ucap Joanne di arena kejuaraan, lapangan tenis The Sultan Hotel & Residence Jakarta. Namun belia kelahiran 17 April 2007 ini mengaku tak mematok target apapun di ajang bergengsi ini. “Saat ini saya hanya ingin menampilkan permainan terbaik saja di ajang ini. Perjalanan masih panjang, saya masih bisa bermain di kelompok umur ini hingga dua tahun ke depan,” tuturnnya. Partai empat besar KU-14 lainnya, Jumat (30/8) akan mempertemukan unggulan teratas, Kholisa Siti Maisaroh (Kudus) dengan kuda hitam asal Gresik, Hasna Raissaneva. Kholisa yang berperingkat nasional pertama itu melaju ke semi final setelah menang atas Bunga Nuraini (Surabaya) 6-3 6-2. Sedangkan Hasna unggul atas Fransisca Heidi Tan (Purworejo) 6-0 6-2. Pada KU-16, Jessica Christa Wirahadipoernomo menjadi satu-satunya petenis unggulan yang masih bertahan hingga semi final WTA Future Stars Indonesia setelah membekap Justmin Da Costa 6-1 6-0. Pada babak empat besar, Jessica akan meladeni tantangan non-unggulan asal DKI Jakarta, Felicia Halim yang menyingkirkan seeded kedua, Niken Ferlyana (Pati) 6-4 7-5. Wakil ibukota, Aurellia Azzahra Putri membuat kejutan menyingkirkan unggulan teratas, Rara Sima Kusuma Wardani asal Semarang. Aurel menang rubber set 2-6 6-1 7-5 untuk menghadapi wakil Bali, Anggi Hidayati di semi final. Anggi juga membuat kejutan dengan menepiskan perlawanan seeded keempat Keila Mangesti Paath (Depok) 6-0 7-5. Hasil Kamis (29/8) Perempat Final U-14 1-Kholisa Siti Maisaroh (Kudus) v Bunga Nuraini (Surabaya) 6-3 6-2 Hasna Raissaneva (Gresik) v Fransisca Heidi Tan (Purworejo) 6-0 6-2 4-Joanne Lynn Hartono v Nazwa Syamsabila (Ciamis) 4-6 7-5 6-4 2-Tiara Naura Nur Azizah (Pelalawan) v Cylova Zuleyka Hukmasabiya (Banten) 6-2 6-3 Perempat Final U-16 Aurellia Azzahra Putri (DKI) v 1-Rara Sima Kusuma Wardani (Semarang) 2-6 6-1 7-5 Anggi Dwi Hidayati (Bali) v 4-Keila Mangesti Paath (Depok) 6-0 7-5 3-Jessica Christa Wirahadipoernomo (Semarang) v Justmin Da Costa (Tangerang Selatan) 6-1 6-0 Felicia Halim (DKI) v 2-Niken Ferlyana (Pati) 6-4 7-5 Jadwal Jumat (30/8) Semi Final U-14 1-Kholisa Siti Maisaroh (Kudus) v Hasna Raissaneva (Gresik) 4-Joanne Lynn Hartono v 2-Tiara Naura Nur Azizah (Pelalawan) Semi Final U-16 Aurellia Azzahra Putri (DKI) v Anggi Dwi Hidayati (Bali) 3-Jessica Christa Wirahadipoernomo (Semarang) v Felicia Halim (DKI)

WTA Future Stars 2019, Sengit Sejak Awal

Unggulan teratas tunggal KU-14, Kholisa Siti Maisaroh masih melangkah mulus ke babak kedua. Petenis peringkat pertama nasional asal Kudus (Jawa Tengah)

Aroma persaingan sengit sudah menguar sejak hari pertama kualifikasi Indonesia WTA Future Stars 2019 yang berlangsung di lapangan tenis The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Selasa (27/8). Turnamen itu bergulir untuk memilih petenis putri Kelompok Umur (KU) 14 dan 16 tahun sebagai wakil tim Merah Putih pada gelaran final ajang tersebut di Shenzhen, China Oktober nanti. “Hanya juara pertama tunggal, baik KU 14 maupun 16 tahun yang akan berangkat ke WTA Future Stars Final di Shenzhen, China,” tutur Susan Soebakti selaku Direktur Turnamen WTA Future Stars Indonesia 2019. “Sangat menarik, terutama di KU-14 karena semua petenis berperingkat PNP 1 hingga 10 tampil di ajang ini. Selain itu yang memanaskan suasana laga adalah hadirnya petenis-petenis yang telah bermain di KU-16 turun kelas di KU-14 karena usianya masih memenuhi syarat,” lanjutnya. Korban pun sudah bergelimpangan di arena pertandingan termasuk unggulan ketiga, Freya Athallah Zayyan. Petenis asal Banjarnegara berperingkat ketiga nasional (PNP-3) itu harus mengakui keunggulan sesama wakil Jawa Tengah, Fransisca Heidi Tan asal Purworejo dalam laga straight set 4-7 5-7. Sementara Hasna Raissaneva (Gresik) berhasil memenangi pertandingan antar petenis Jawa Timur, unggul atas Zoelfanka Saputra (Malang) 6-3 6-3. Unggulan teratas tunggal KU-14, Kholisa Siti Maisaroh masih melangkah mulus ke babak kedua. Petenis peringkat pertama nasional asal Kudus (Jawa Tengah) itu masih terlalu tangguh bagi mojang Bandung, Anjali Kirana Juniarto. Kholisa menang straight set 6-0 6-1. “Pada KU-14, Indonesia juga punya kenangan manis di ajang ini dengan kesuksesan Priska Madelyn Nugroho keluar sebagai pemenang WTA Future Stars Final 2017,” lanjutnya. Pada hari kedua, Rabu (28/8), turnamen khusus putri ini akan menggelar nomor tunggal KU-16 dan ganda KU-14. Selain itu Direktur Teknik PP Pelti asal Belanda, Frank van Fraaiyenhoven tampil memimpin Motivation Class untuk peserta, pelatih dan orang tua petenis yang hadir di event ini. Hasil Selasa (27/8) Babak Pertama Tunggal U-14 1-Kholisa Siti Maisaroh (Kudus) v Anjali Kirana Juniarto (Bandung) 6-0 6-1 Bunga Nuraini (Surabaya) v Daniella Clara Suryapranata (DKI) 6-0 6-3 Fransisca Heidi Tan (Purworejo) v Freya Athallah Zayyan (Banjarnegara) 6-4 7-5 Hasna Raissaneva (Gresik) v Zoelfanka Saputra (Malang) 6-3 6-3 Nazwa Syamsabila (Ciamis) v Putu Kevalaih Kirana (DKI) 1-6 7-6(1) 7-6(4) 4-Joanne Lynn Hartono (Bandung) v Zelda Gracia Muttaqin (Depok) 6-3 6-2 Cylova Zuleyka Hukmasabiyya (Banten) v Meydiana Laviola (Malang) 6-2 6-4 2-Tiara Naura Nur Azizah (Pelalawan) v Aprilia Ayu Kusumaningtyas (Semarang) 7-6(1) 6-1 Jadwal Rabu (28/8) Babak Pertama Tunggal KU-14 Anggi Dwi Hidayati (Bali) v Ghean Desya Zahrani (Jambi) Nicole Isman (DKI) v Justmin Da Costa (Tangerang Selatan) Sasha Zalianty Putri (Makassar) v Felicia Halim (DKI)

Medco International Junior Championships 2019, Kejutan Lucky Candra Kurniawan

Lucky Candra Kurniawan (15 tahun) membuat kejutan dengan berhasil melangkah ke babak final tunggal putra Medco International Junior Championships 2019.

Petenis Indonesia, Lucky Candra Kurniawan (15 tahun) membuat kejutan dengan berhasil melangkah ke babak final tunggal putra Medco International Junior Championships 2019. Pada laga semi final yang berlangsung di Stadion Tenis Bukit Asam Jakabaring Sport City Palembang, Sabtu (24/8), petenis itu sukses mendepak seeded teratas asal Malaysia, Jian Keong Takeshi Koey. Kendati hanya menempati posisi unggulan ke-15, Lucky menang atas Koey yang bercokol di peringkat ke-615 yunior dunia melalui laga straight set 6-4 6-4. “Tidak ada kunci khusus hari ini, sejak awal ikut turnamen ini saya tidak ditargetkan apapun oleh pelatih.Cuma harus terus bermain baik di setiap pertandingan,” ungkap petenis kelahiran Sragen 20 Desember 2003 ini seusai laga. “Saya cuma terus mengejar bola dan sebisa mungkin tidak membuat kesalahan sendiri. Saya bersyukur sekali bisa lolos ke partai final,” imbuhnya. Pada babak puncak turnamen ITF Junior Grade 5 ini, Minggu (25/8), Lucky akan berjibaku menghadapi petenis Malaysia, Mitsuki Wei Kang Leong. Meskipun bukan unggulan, wakil negeri jiran itu dalam perjalanan menuju final menumbangkan seeded kedua di babak awal. Di empat besar, Leong mengandaskan andalan tuan rumah lainnya, Gunawan Trismuwantara 6-2 7-6(4). Di kelompok putri, kubu Merah Putih juga berhasil meloloskan seorang wakil di babak pamungkas tunggal putri. Jessica Christa Wirahadipoernomo yang menempati posisi unggulan kedua melangkah ke final setelah menang atas Lin Xin Tan (Malaysia) 6-4 7-6(5). Di final yang berlangsung Minggu (25/8), petenis asal Semarang itu bakal terlibat bentrok dengan non-unggulan asal Korea Selatan, Ji Woo Choi yang unggul atas Chen Chen Liao (Taiwan) 7-6(6) 7-6(3). Sama-sama tergusur di semi final nomor tunggal, Jian Keong Takeshi Koey yang berpasangan dengan Gunawan Trismuwantara sedikit terhibur lantaran sukses mengangkat trophy juara ganda. Duet gado-gado Malaysia dan Indonesia itu membekap andalan tuan rumah di final ganda putra, Ari Fahresi dan Muhammad Ali Akbar Ramadhani 2-6 7-6(2) [10-8]. Sementara gelar juara ganda putri diboyong oleh duet asal Taiwan, Ya Chi Hsu/Chen Chen Liao yang menepiskan perlawanan ganda China dan Korea Selatan, Ji Woo Choi/Xintong Zhou 2-6 6-2 [11-9].

Combiphar Tennis Open 2019, Jepang Kuasai Jakarta

Petenis Jepang, Jumpei Yamazaki (22)

Petenis Jepang, Jumpei Yamazaki (22) berhasil memboyong gelar juara tunggal pekan ketiga Combiphar Tennis Open 2019. Pada laga final turnamen berlabel ITF World Tennis Tour ini, Minggu (25/8), unggulan ketiga berperingkat ke-517 dunia itu mengalahkan wakil Amerika Serikat, Dusty H Boyer. Jumpei unggul straight set, 6-3 6-1. “Saya senang sekali. Ini gelar juara tunggal ITF pertama kali di luar Jepang. Sebelum ini saya telah mengoleksi gelar juara tunggal turnamen serupa ini di Kofu dan Kashiwa,” tuturnya usai laga puncak di lapangan tenis The Sultan Hotel & Residence Jakarta. Sebagai juara tunggal turnamen yang menyediakan total hadiah 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta per pekan ini, Jumpei berhak menerima 2.160 dollar AS atau sekitar Rp 30 juta dan tambahan 10 poin peringkat internasional. Kemenangan petenis yang bergegas mengikuti turnamen level Challenger di China itu mengokohkan dominasi wakil Negeri Samurai pada pekan ketiga Combiphar Open 2019. Sebelumnya, duet Jepang yaitu Hiroyasu Ehara/Sho Shimabukuro telah menyabet gelar juara ganda, Sabtu (24/8). Dalam tiga pekan turnamen bertajuk Combiphar Tennis Open 2019 ini, tuan rumah hanya mampu menyabet satu gelar juara ganda melalui pasangan gado-gado Indonesia dan Afrika Selatan, Justin Barki dan Ruan Roelofse di pekan kedua. Bahkan di nomor tunggal hasil terbaik hanyalah lolos babak kedua pekan ketiga oleh David Agung Susanto. “Persaingan tenis internasional di kelompok putra memang semakin sengit. Petenis Indonesia membutuhkan lebih banyak turnamen seperti Combiphar Tennis Open ini agar bisa bersaing dengan petenis mancanegara,” tutur Direktur Turnamen, Susan Soebakti yang juga menjabat sebagai Wakil Sekjen PP Pelti ini. Hasil Minggu (25/8) Final Tunggal 3-Jumpei Yamazaki (Jepang) v Dusty H. Boyer (AS) 6-3 6-1

Combiphar Tennis Open 2019, Gelar Juara Istimewa Justin Barki

Gelar Juara Istimewa Justin Barki

Pasangan gado-gado Indonesia dan Afrika Selatan, Justin Barki (19) dan Ruan Roelofse berhasil meraih gelar juara ganda pekan kedua Combiphar Tennis Open 2019, Sabtu (17/8). Di final turnamen internasional berlabel ITF World Tennis Tour itu, duet unggulan ketiga ini mengalahkan ganda asal Jepang, Hiroyasu Ehara/Sho Shimabukuro. Justin/Ruan membekap seeded keempat itu melalui pertarungan straight set dengan skor akhir 7-6 (3) 6-4. “Bersyukur akhirnya bisa juara sesuai target meskipun permainan kami kurang stabil, naik turun di final tadi,” tutur Justin usai laga final berdurasi satu jam 17 menit di lapangan tenis The Sultan Hotel & Residence Jakarta. “Gelar juara ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Meski kecil dan tak berarti, tapi inilah kado persembahan dari lapangan tenis,” tutur Justin yang telah mengoleksi tujuh gelar juara ganda turnamen ITF. Sementara itu, Ruan Roelofse berpeluang mengawinkan gelar ganda dan tunggal sekaligus. Petenis asal Afrika Selatan itu sukses melangkah ke babak pamungkas nomor tunggal kejuaraan berhadiah total 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta per pekan ini setelah mendepak Aryan Goveas (India) di semi final. Ruan menang 6-7(3) 6-4 6-3. “Saya sangat letih melakoni laga semi final tunggal dan final ganda hari ini. Namun saya sangat siap untuk menjalani partai final tunggal. Akan sangat indah bila bisa membawa pulang dua gelar sekaligus,” ucap Ruan. Di final tunggal, Ruan akan kembali berhadapan dengan petenis Jepang yang dikalahkannya di laga puncak sektor ganda, Sho Shimabukuro, Minggu (18/8). Hasil Sabtu (17/8) Final Ganda 3-Justin Barki/Ruan Roelofse (Afrika Selatan) v 4-Hiroyasu Ehara/Sho Shimabukuro (Jepang) 7-6(3) 6-4 Jadwal Minggu (18/8) Final Tunggal Sho Shimabukuro (Jepang) v Ruan Roelofse (Afrika Selatan)  

MedcoEnergi Junior Tennis Championships 2, Menjaga Martabat Sumatera Selatan

Petenis Musi Banyuasin (Sumatera Selatan), Sherena Valencia memborong gelar juara tunggal dan ganda putri KU-10.

Petenis asal Musi Banyuasin, Sherena Valencia berhasil memborong gelar juara tunggal dan ganda Kelompok Umur (KU) 10 tahun Kejurnas seri kedua MedcoEnergi Junior Tennis Championships. Pada laga final yang berlangsung di Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring Sport City Palembang, Sabtu (27/7), Sherena sukses menepiskan perlawanan wakil Banten, Maula Sa’ya 8-5. “Senang sekali bisa menjadi juara di Palembang,” ujar belia kelahiran Sekayu , 8 Desember 2010 ini. Sherena juga sukses meraih gelar juara ganda turnamen diakui PP Pelti (TDP) kategori J5 ini, berpasangan dengan Syakirah Aqillah Putri. Duet Muba ini unggul atas pasangan Raden Ayu Deva Kusumaningrum (Bengkulu)/Dinara Syafina (Jambi) 8-1. Wakil Sumatera Selatan masih berpeluang mengoleksi tambahan gelar di turnamen yang mendapat dukungan dana dari PT Medco Energi Tbk ini. Bahkan petenis putri tuan rumah berhasil menguasai KU-14 dengan menciptakan laga All Palembang Final antara Tiara Regita melawan Dwi Rahmasari dan All Musi Banyuasin Final melalui pertemuan Indah Septi Putri dengan Meliana Mona Rizki di partai puncak KU-18, Minggu (28/7). Suguhan pertandingan puncak antar wakil tuan rumah pun tersaji pada final tunggal putra KU-14 antara Rafael Ramadhan (Lubuk Linggau) dan M. Aji Fauzal Nizam (Muba). Sedangkan trio Muba, Jackquillyn Savio A Yoza (KU-12) dan Jones Pratama (KU-18) putra serta Finasti Kusuma Dewi (KU-16 putri) bakal mengusung martabat Sumsel dari gempuran petenis luar daerah di partai pamungkas. Hanya di laga akhir KU-16 putra, wakil Sumatera Selatan gagal lolos hingga ke fase akhir. Petenis peringkat teratas nasional, Rafli Zulkarnain dari Sidoarjo (Jawa Timur) akan meladeni Faried Widya Rohmadiansyah (DKI). “Saya sudah cukup sering bertemu Faried dan selalu menang. Tahun ini sudah dua kali bertemu di Ambarawa dan Yogya, bulan lalu,” ujar Rafli. Final Tunggal Hasil Sabtu (27/7) KU-10 Putra Giftbrain Rizqzain Fadhrezy (Bangka Belitung) v Reifan Mu’izzataya Martadiredja (Banten) 8-1 KU-10 Putri Sherena Valencia (Musi Banyuasin) v Maula Sa’ya (Banten) 8-5 Jadwal Minggu (28/7) Putra KU-12 Jackquilynn Zavio A Yoza (Musi Banyuasin) v Rasyel Trianda (DIY) KU-14 M. Aji Faizal Nizam (Musi Banyuasin) v Rafael Ramadhan (Lubuk Linggau) KU-16 Rafli Zulkarnaen (Sidoarjo) v Faried Widya Rohmadiansyah (DKI) KU-18 Owissa Makuta Annas (Bangka Belitung) v Jones Pratama (Musi Banyuasin) Putri KU-14 Tiara Regita (Palembang) v Dwi Rahmasari (Palembang) KU-16 Finasti Kusuma Dewi (Musi Banyuasin) v Ghean Desya Zahrani (Jambi) KU-18 Indah Septia Putri (Musi Banyuasin) v Merliana Mona Rizki (Musi Banyuasin)

MedcoEnergi Junior Tennis Championships 2, Kejutan Luar dan Dalam Lapangan

Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring Sport City Palembang, menghadirkan kejutan di dalam dan luar lapangan.

Kejutan mulai mewarnai Kejurnas Tenis Yunior bertajuk MedcoEnergi Junior Tennis Championships 2 di Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring Sport City, Palembang, Kamis (25/7). Petenis non-seeded asal Lampung, Andhixa Izzadin Brillian berhasil menyingkirkan unggulan teratas Kelompok Umur (KU) 14 putra, Achmad Zidan (Palembang). Peringkat nasional (PNP) ke-142 itu memenangi babak perempat final melalui laga straight set atas andalan tuan rumah, 7-5 6-2. “Inilah menariknya sebuah kejuaraan tenis, dimana perhitungan di atas kertas bisa berbeda dengan hasil di lapangan. Petenis dengan peringkat lebih rendah mampu mengalahkan peringkat yang lebih tinggi,” komentar Direktur Turnamen, August Ferry Raturandang di arena pertandingan. Namun di KU lainnya, hampir semua petenis yang menempati posisi unggulan teratas sukses bertahan di turnamen seri kedua MedcoEnergi Junior Tennis Champs yang masuk dalam kalender kompetisi resmi PP Pelti (TDP) berkategori J5 ini. Diantaranya adalah Owissa Makuta Annas dari Bangka Belitung (KU-18), Rafli Zulkarnain asal Sidoarjo (KU-16) dan wakil Musi Banyuasin, Jackquilynn Zavio A Yoza (KU-12) serta Reifan Mu’izzataya Martadiredja dari Banten (KU-10). Sementara itu muncul pula kejutan di luar lapangan yakni tidak tersedianya aliran listrik untuk menyalakan lampu penerangan di stadion tenis yang menjadi arena Asian Games 2018 itu. Sepuluh partai ganda yang telah dijadwalkan berlangsung sore hari pun terpaksa harus tertunda karena gelap mulai menyelimuti kawasan Jakabaring. “Sungguh sayang bila arena tenis yang menjadi kebanggaan Indonesia ini tidak dirawat dengan baik. Kami terpaksa menggunakan genset sebagai sumber listrik selama turnamen,” tutur pria yang akrab disapa AFR ini.

MedcoEnergi Junior Tennis Championships 2, Sinergi Petenis dan Pelatih di Palembang

Pelatihan Pelatih Tenis Play & Stay mengiringi berlangsungnya turnamen MedcoEnergi Junior Tennis Championships di Palembang.

Seiring berlangsungnya MedcoEnergi Junior Tennis Championships 2, PP Pelti menggelar pelatihan pelatih tenis bertajuk Play & Stay di Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring Palembang. “Ini sebenarnya model sinergi yang ideal, dimana penyelenggaraan turnamen bersamaan waktunya dengan pelatihan pelatih. Jadi, petenis bisa mengasah kemampuan berkompetisi sedangkan pelatihnya bisa menambah ilmu,” tutur Sekretaris Jenderal PP Pelti, Lani Sardadi di arena pertandingan, Jumat (26/7). “Namun tidak semua tempat bisa melaksanakan model acara seperti ini karena membutuhkan lebih banyak lapangan. Makanya kami wanti-wanti agar Palembang bisa terus merawat fasilitas yang menjadi arena tenis Asian Games 2018 ini,” lanjutnya. Direktur Teknik PP Pelti, Frank van Fraaiyenhoven dari Belanda bersama dua asisten, Peter Susanto dan Martin Setiawan membimbing 19 pelatih asal Sumatera Selatan yang menjadi peserta kepelatihan selama empat hari. Sementara itu, Sabtu (27/7), seri kedua turnamen berlabel MedcoEnergi Junior Tennis Championships telah memasuki babak final untuk nomor tunggal KU 10 Putra dan Putri serta ganda putra KU 10, 12, 14 dan ganda putri KU 14. Petenis andalan tuan rumah, Sherena Valencia (Musi Banyuasin) akan berebut posisi terhormat dengan wakil Banten, Maula Sa’ya di laga akhir tunggal putri KU-10. Di semi final, Sherena yang menjadi unggulan kedua menang atas Sheika Adelyna Soares (Palembang) 8-2 sedangkan Maula membuat kejutan dengan menyingkirkan seeded teratas, Raden Ayu Deva Kusumaningrum dari Bengkulu, 8-4. Jadwal Sabtu (27/7) Final Tunggal KU-10 Putra Reifan Mu’izzataya Martadiredja (Banten) v Gibrain Rizqzain Fadhrezy (Bangka Belitung) KU-10 Putri Maula Sa’ya (Banten) v Sherena Valencia (Musi Banyuasin)

MedcoEnergi Panaskan Palembang

MedcoEnergi Junior Tennis Championships kini bergulir di Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring Sport City, Sumatera Selatan.

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Yunior berlabel MedcoEnergi Junior Tennis Championships 2 bakal memanaskan agenda olahraga di Palembang (Sumatera Selatan), 24-28 Juli 2019. Stadion Tenis Bukit Asam di Jakabaring Sport City bakal menjadi arena kejuaaraan yang masuk dalam kalender kompetisi resmi Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) ini. Perhelatan ini menggelar pertandingan tunggal dan ganda, baik putra maupun putri untuk Kelompok Umur (KU) 10, 12, 14 dan 16 serta 18 tahun. Palembang, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, merupakan tuan rumah pertama di luar Pulau Jawa setelah seri pembuka turnamen ini berlangsung di Bandung, Maret 2019. “Dengan dukungan sponsor dari MedcoEnergi ini, PP Pelti mengupayakan adanya persebaran turnamen tenis yunior mampu menjangkau hingga ke seluruh wilayah Tanah Air,” tutur Sekretaris Jenderal PP Pelti, Lani Sardadi, Rabu (24/7). “Hal ini penting sebagai sarana pembinaan dan ajang pencarian bibit baru yang berbakat serta berpotensi sebagai petenis Indonesia pada masa yang akan datang,” imbuhnya. Lebih lanjut, Sekjen induk organisasi tenis nasional ini menyatakan bahwa terpilihnya Palembang sebagai kota penyelenggara MedcoEnergi Junior Tennis Championships ini adalah karena memiliki fasilitas lapangan tenis yang sangat layak, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. “Terlebih lagi, Provinsi Sumatera Selatan ini merupakan salah satu pusat kegiatan perusahaan yang menjadi sponsor event ini, yakni PT Medco Energi Internasional Tbk. Hal ini juga untuk mengakomodir petenis yunior di wilayah Sumatera agar dapat mencicipi turnamen level nasional,” pungkasnya.

Kembar Ana dan Ani, Petenis Muda Andalan Merah Putih di ASEAN Schools Games 2019

Si kembar Ana dan Ani menjadi andalan Indonesia di ASG 2019, di Semarang, Jawa Tengah. (Kemenpora)

Nama lengkapnya Fitriana dan Fitriani, dua perempuan kembar yang biasa disapa Ana dan Ani ini menjadi salah satu atlet muda yang menjadi andalan Indonesia di cabang olahraga tenis. Salah satu ajang internasional yang akan dihadapi petenis remaja kelahiran Tangerang, Banten, 13 Februari 2001 itu, dalam waktu dekat yakni ASEAN Schools Games (ASG) 2019, di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), pada 17-29 Juli. Berawal dari melihat sang kakak si Ani bermain tenis, Ana pun mulai tertarik dan mengikuti jejak sang kakak pada usia 8 tahun. Di situlah si kembar ini mulai dilatih oleh sang ayah, Nursalim yang juga pelatih untuk mulai menggeluti dunia tenis tersebut. “Motivasi awal terjun ke dunia olahraga tenis ini karena awalnya aku memang suka tenis, terus dilatih oleh ayah. Kemudian melihat aku mainnya bagus, banyak dikenal orang, Ana jadi ikutan main. Dari awal memang kami dilatih oleh Ayah. Ayah itu sabar banget, ngerti kalau kita lagi capek, lagi kurang bagus mood-nya. Nggak pernah dipaksa, cuma disemangatin terus,” ujar Ani dikutip dari situs resmi Kemenpora, Selasa (18/6/2018). Semenjak itu, di bawah bimbingan sang Ayah mulai mengikuti sejumlah kejuaraan tenis pada nomor ganda putri. Pada usia 15 tahun, Ana dan Ani berkesempatan mendalami karir sebagai atlet junior profesional di bawah binaan PPLP (Pusat Pembinaan dan Pelatihan Pelajar) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Saat ini, si kembar Ana dan Ani sudah tercatat sebagai atlet junior lapis satu. Bakat yang dibina dan terus diasah sejak kecil akhirnya mulai menampakkan hasil yang gemilang. Pada usia 17 tahun Ana dan Ani menyumbangkan medali emas bagi Indonesia pada ajang multievent atlet pelajar ASG 2018, di Malaysia, pada nomor ganda putri. Sebelumnya, remaja kembar ini juga tercatat sebagai Finalist Double Women Circuit 15. Sampai sekarang remaja kembar tersebut mengaku masih dilatih dan terus dibimbing oleh Nursalim. Karena bagi Ana dan Ani apa yang mereka raih hari ini barulah awal dari sebuah perjuangan yang sebenarnya. Perjuangan yang lebih berat dan lebih panjang, sebab mereka memiliki cita-cita yang tinggi untuk mengharumkan nama Indonesia, khususnya melalui olahraga tenis lapangan. Sebagai salah satu langkah mewujudkan cita-cita tersebut, tahun ini Ana dan Ani dikabarkan akan kembali bertanding pada ajang ASG 2019 yang akan digelar pada Juli nanti di Semarang, Indonesia. “Kalau ASEAN School Games (ASG) mungkin persiapannya udah 90 persen ya, kebetulan 2 bulan besok (Juni sama Juli) kita juga ada tanding. Mungkin ASG itu penutupan,” tutur Ana. Hingga saat ini, keduanya konsisten untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Indonesia. Ana dan Ani optimis dapat kembali menyumbangkan medali emas bagi Indonesia. Mereka mengaku bahwa sejauh ini persiapannya sudah matang, kendala-kendala selama latihan juga dapat teratasi dengan baik. Ana dan Ani menyatakan sudah siap diminta turun pada ASG 2019. Ke depannya, petenis kembar ini bercita-cita terus bermain bersama hingga go internasional. Keduanya juga berharap dapat bermain di salah satu kompetisi WTA (Women’s Tennis Association) serta menyumbangkan sebanyak mungkin medali emas untuk Indonesia.

Siapkan 16 Atlet Pelatnas, PP Pelti Bidik Dua Emas di SEA Games 2019

PP Pelti optmis Aldila Sutjiadi Cs bisa meraih dua medali emas di SEA Games 2019, Filipina, November mendatang. (Adt/NYSN)

Jakarta- Menghadapi SEA Games 2019, Filipina, November mendatang, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) sangat optimis. Induk organisasi olahraga di bawah pimpinan Rildo Ananda Anwar itu yakin Aldila Sutjiadi dan kawan-kawan mampu membawa pulang medali emas di ajang multievent olahraga dua tahunan tersebut. “Kami menargetkan bisa meraih dua medali emas di SEA Games mendatang. Dua emas itu diharapkan berasal dari pasangan ganda campuran (Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi) dan ganda putri (Beatrice Gumulya/Jessy Rompies),” ujar Rildo, di Stadion Tenis Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (15/5). Target dua emas yang dibebankan kepada skuat tenis Indonesia itu, bukan tanpa alasan. Di ajang Asian Games 2018, duet Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi sukses mempersembahkan medali bagi kontingen Merah Putih. Lebih lanjut, Rildo menjelaskan saat ini pihaknya sudah memanggil 16 atlet untuk melakukan Pelatnas (pemusatan latihan nasional), dimana salah satunya adalah petenis junior Priska Madelyn Nugroho. “Kami sudah memanggil 16 atlet yang terdiri dari 8 putra dan 8 putri. Pada 20 Mei nanti, mereka sudah mulai berlatih di Wisma Sanitia Pejompongan, Jakarta,” tambah Rildo. Terkait pemilihan lokasi Pelatnas di luar kawasan GBK, Rildo menyebut bila hal tersebut dilakukan karena dinilai lebih efisien. “Di Pejompongan itu ada dua lapangan tenis baru yang bisa digunakan. Tidak hanya itu saja, disana juga sudah tersedia tempat penginapan untuk para atlet, jadi lebih mudah, efektif, efisien,” ungkap Rildo. Saat ini, sebagian pemain Indonesia masih menjalani serangkaian turnamen di luar negeri. Christopher Rungkat mengikuti Busan Open, Jessy Rompies dan Aldila menjalani turnamen Singapore W25, dan Priska Madelyn berlaga di sebuah turnamen di Italia. Dan, ke 16 atlet yang dipanggil mengikuti Pelatnas merupakan perpaduan antara pemain senior dan junior. Untuk pemain putra yakni Christopher Benjamin Rungkat, David Agung Susanto, Ignatius Anthony Susanto, M Rifqi Fitriadi, Odeda M Arazza, Ari Fahresi, M Ali Akbar, dan Nauvaldo Jati Agatra. Sedangkan di kategori putri yaitu Beatrice Gumulya, Aldila Sutjiadi, Jessy Priskila Rompies, Deria Nurhaliza, Priska Madelyn Nugroho, Janice Tjen, Fitriana Sabrina, dan Fitriani Sabatini. Sementara agenda training center (TC) untuk try-in dan try-out yang akan diikuti, di antaranya ITF Wolrd Tennis Tour Men Hongkong 25K (3-16 Juni), ITF Junior J5 Nonthaburi di Thailand (10-22 Juni), ITF Wolrd Tennis Tour Women 25K di Jepang (19-25 Agustus). Lalu, ITF Junior J5 di Thailand (12-17 Agustus), ITF Junior J4 di Jepang (28 Agustus – 1 September), ITF World Tennis Tour Women Japan 25K (2-8 September), Davis Cup Indonesia vs Selandia Baru di Palembang (14-15 September), ITF Junior J4 di Thailand (21-26 Oktober), dan terakhir TC di Thailand selama sebulan, sebelum akhirnya terjun di SEA Games Filipina pada November mendatang. (Adt)

Kurmin Halim Minta KONI dan Menpora Tak Akui Hasil Munaslub PB PTMSI

14 Pengprov PTMSI yang tidak sepakat hasil Munaslub melakukan aksi walk out. (Adt/NYSN)

Jakarta- Calon Ketua Umum PB (Pengurus Besar) PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia), Kurmin Halim meminta KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat dan Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) tidak mengakui hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PB PTMSI yang digelar di Hotel Twin Plaza, Jakarta, Sabtu (11/5) malam. Sebab, Munaslub yang salah satu agenda memilih Ketua Umum PB PTMSI periode 2019-2023 tidak memenuhi kourum akibat 14 Pengprov (Pengurus Provinsi) PTMSI melakukan aksi walk out. “Pieter Layardi sebagai kandidat telah merekayasa Munaslub PB PTMSI dengan mengarahkan peserta untuk kepentingannya. Makanya, 14 Pengprov PTMSI yang tidak sepakat melakukan aksi walk out. Jadi, saya minta KONI Pusat dan Kemenpora bertindak fair dengan tidak mensahkan hasil Munaslub,” ujar Kurmin. Sejak awal, Kurmin yang juga Ketua Pengprov PTMSI Sumatera Selatan (Sumsel) sudah melihat adanya ketidakberesan dalam pelaksanaan Munaslub. Yakni, pimpinan sidang Kol Sus (Purn) Irfan tidak membuka secara transparan tentang keabsahan peserta yang hadir. “Pimpinan sidang hanya menyebutkan Munaslub dihadiri 30 Pengprov PTMSI, tetapi menolak saat diminta menyebutkan secara rinci. Ini jelas merusak citra dunia olahraga Indonesia yang menjunjung tinggi sportifitas,” lanjutnya. Menurut Kurmin, dirinya bersedia mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PB PTMSI atas permintaan Pengprov dan keinginan untuk menyatukan dualisme organasi tenis meja Indonesia. “Saya itu maju mencalonkan sebagai Ketua Umum PB PTMSI karena diminta dan berkeinginan memperbaiki tenis meja Indonesia. Perlu diketahui bahwa target saya setelah terpilih adalah mempersatukan dualisme organisasi tenis meja Indonesia. Dualisme inilah yang harus diselesaikan sehingga kita bisa bersama-sama membangun prestasi olahraga tenis meka ke depan,” tambah Kurmin. Sementara itu, Azrad, Ketua Pengprov PTMSI Sulawesi Barat (Sulbar), mengakui memang ada rekayasa yang dilakukan dalam Munaslub. Sebagai bukti, ia menyebut, AD/ART tentang tata tertib Munaslub yang belum pernah diplenokan. “Saya itu termasuk dalam Tim Tujuh yang menyusun AD/ART tentang tata tertib Munaslub. Tetapi AD/ART itu tidak pernah dibahas dalam rapat pleno,” cetusnya. “Yang lebih parah lagi, tata tertib Munaslub itu kan harus dibacakan dan dikoreksi seluruh peserta. Tapi, semua ini tidak diindahkan malah yang melakukan instruksi disuruh keluar,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa Munaslub PB PTMSI jelas tidak sah. “Munaslub PB PTMSI itu tidak memenuhi kourum. Dengan walk outnya 14 Pengprov PTMSI sudah jelas syarat Munaslub yang harus dihadiri 2/3 anggota tidak memenuhi kourum. Ini cacat hukum,” tukasnya. Ke-14 Pengprov PTMSI yang melakukan aksi walk out yakni Jambi, Sumsel, Aceh, Sumatera Barat, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sulbar, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Papua Barat, Maluku, dan Sulawesi Utara. (Adt)