Paksa UPI Menyerah, Unikom Rebut Titel Kampiun LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018

Unikom Sukses Merebut Gelar Juara LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 dari UPI. (LIMA)

Bandung- Laga penentuan juara beregu putri LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 pada hari kelima, Senin (12/3), menampilkan dua tim kuat. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali berhadapan dengan Universitas Komputer Indonesia (Unikom) di final LIMA Badminton fase conference musim keenam ini. Sebelumnya, di musim kelima, kedua tim juga memperebutkan gelar. Putri Unikom berhasil keluar sebagai kampiun LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 yang digelar di lapangan 2 GOR Lodaya Bandung ini. UPI, sang juara musim lalu, harus puas di peringkat kedua. Dianita Saraswati/Dina Rahayu/Merissa Findiani memulai partai pertama dengan apik untuk Unikom. Tripel ini membuka peluang kemenangan Unikom atas UPI. UPI yang menurunkan Dwi Erina/Kesi Soraya/Mira Meliani gagal menunjukkan kekompakan di partai nomor tripel ini. Di gim pertama partai pertama ini, laga sengit disajikan kedua tim. Tripel Unikom sempat unggul 11-6 hingga waktu istirahat. Usai istirahat, UPI terus mengejar hingga lima angka, hingga menyamakan kedudukan menjadi 11-11. Namun, kuatnya permainan Unikom sulit diatasi UPI. Gim pertama pun berakhir dengan kemenangan Unikom 21-15 atas UPI. Unikom masih dominan di gim kedua. Kekuatan pukulan dan kerja sama tripel yang baik memberi keuntungan bagi Unikom. UPI terpaut tujuh poin di bawah Unikom. Gim kedua kembali dimenangi Unikom 21-14. Enggan mengulang kekalahan rekan-rekannya di partai pertama, tunggal UPI, Trya Nur, tampil maksimal di partai kedua. Trya bermain apik di gim pertama saat melawan Novi Indriani, tunggal Unikom. Di gim pertama, Trya mengungguli Novi Indrini dengan skor 21-11. Gim kedua harus berakhir di poin 11-2, dengan keunggulan UPI. Novi tidak bisa melanjutkan pertandingan usai waktu istirahat dan terpaksa mengundukan diri. Akhirnya, laga pun berakhir. Hasil di partai kedua ini membawa UPI imbangi Unikom 1-1. Laga ketat terjadi di partai penentu. Ganda UPI, Dwi Erina/Kesi Soraya, bermain habis-habisan meladeni ganda Unikom, Dina Rahayu/Karina Ria Hardianti. Keduanya bermain dengan tensi tinggi. Partai pamungkas ini menjadi penentu gelar juara LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018. Meski diguyur hujan, lapangan 1 GOR Lodaya kian memanas. Permainan bergensi tersaji di gim pertama. Poin-poin yang tercipta merupakan hasil dari reli-reli panjang kedua tim. Saling kejar poin terjadi di gim pertama. Akhirnya, gim pertama dimenangkan Unikom dengan keunggulan tipis 21-19. Di gim kedua, ganda UPI semakin kerepotan meladeni permainan Unikom. Unikom masih terus menyerang dengan pukulan-pukulan kerasnya. Alhasil, Unikom menangi laga gim kedua ini. Gim kedua di partai penentu ini berakhir dengan skor 21-11 untuk Unikom. Unikom mempertegas ketangguhannya di fase conference ini. Padahal, di dua musim sebelumnya, Unikom selalu kalah di partai final melawan UPI. Dengan hasil ini, akhirnya Unikom menduduki juara LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018, disusul UPI di peringkat kedua. “Alhamdulillah kami bisa menang di partai final ini. Kami sering bertemu UPI dan selalu kalah. Saya bersyukur sekali bisa menang dan menjadi juara LIMA Badminton musim ini,” ungkap Ariyanto, pelatih Unikom. Berdasarkan nilai koefisien, WJC mendapat kuota 2 tim yang berhak dikirim ke fase nationals. Kedua tim finalis LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 ini, yakni Unikom dan UPI, akan melanjutkan perjalanannya di fase Nationals yang segera digelar di Surakarta, bulan Mei nanti. (Adt)

Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup Seri 3 Siap Digelar, Persaingan Makin Kompetitif

Tim Basket Merah Putih Samator Jakarta siap menatap seri ke-3 Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup. (Adt/NYSN)

Jakarta- Perhelatan Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup Seri 3 bakal segera bergulir di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, 19-24 Maret 2018. Deddy Setiawan, Koordinator Srikandi Cup, mengatakan musim ini kompetisi basket putri yang dijalankan berlangsung cukup sengit dan kompetitif. Ia menyebut delapan tim putri yang berlaga di Srikandi Cup, semuanya akan menunjukkan kemampuan terbaiknya dan menuju ke jenjang prestasi kedepan. “Seri ini jadi penentuan akhir sebelum masuk ke Play Off di pertengahan April nanti. Beberapa tim juga berbenah dengan menambah amunisi pemain baru,” ujar Deddy di Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (12/3). Ia berharap Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup Seri 3 ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. “Kami juga berharap Samator bisa berkontribusi membantu prestasi olahraga nasional, salah satunya membantu Kompetisi Srikandi Cup musim depan,” tambahnya. Sementara itu, Rudy Khowara, Ketua Perkumpulan Merah Putih (MP) Samator, mengungkapkan jelang seri ke-3, tim-nya telah melakukan persiapan yang matang dan mengevaluasi segala kekurangan pada seri sebelumnya. “Mohon doa-nya saja, semoga Merah Putih Samator Jakarta bisa meraih hasil yang lebih baik lagi di seri ke-3. Dan lolos masuk fase Play Off April nanti,” tegasnya. Disisi lain, Nina Yunita Nurman, Pelatih Merah Putih Samator, mengungkapkan pada Seri ke-3 ini persiapan tim-nya bakal lebih intensif, dibanding dua seri sebelumnya di Makassar (Seri 1) dan Surabaya (Seri 2). “Kendala kami soal inkonsistensi dan cedera pemain, serta statistik yang buruk. Pada seri ke-3 ini kami fokus untuk melatih akurasi para pemain. Apalagi sebelumnya para pemain kami jarang kumpul bersama, karena ada yang di Bandung dan Jakarta,” cetusnya. Terkait target, Nina tak mau sesumbar. Ia berharap tim-nya mampu menaikkan peringkat yang diraih pada seri sebelumnya. “Target dari petinggi tim, masuk final. Kalau dibilang berat ya berat. Tapi yang penting bisa memperbaiki peringkat. Seri pertama kami peringkat 3, di seri kedua kami peringkat empat. Semoga tim bisa memberikan hasil yang terbaik pada seri ke-3 ini,” papar Nina. (Adt) Pool A: 1. Surabaya Fever 2. Merah Putih Samator 3. Sahabat Semarang 4. Flying Wheel Makassar Pool B: 1. Merpati Bali 2. Tenaga Baru Pontianak 3. Generasi Muda Cirebon 4. Tanago Friesian

Zico Cetak Gol, Timnas U-16 Tekuk Jepang Dan Jumpa Vietnam di Final Jenesys

Sutan Zico, Striker Timnas U-16 mencetak gol tunggal dan meloloskan Indonesia ke babak final turnamen Jenesys. (topskor.id)

Miyazaki- Timnas U-16 lolos ke fase final turnamen Jenesys di Jepang usai mengalahkan tim tuan rumah dengan skor tipis 1-0 di laga semifinal yang digelar di Yamazura Miyazaki Prefectural Comprehensive Sports Park, Minggu (11/3) sore. Tim asuhan Fakhri Husaini akan menghadapi Vietnam di pertandingan final. Gol tunggal kemenangan Timnas U-16 lahir dari kaki Sutan Zico. Pemain bernama lengkap Sutan Diego Armandoondriano Zico itu mencetak gol saat babak kedua baru berjalan sembilan menit. Kemenangan atas Jepang ini membawa Laskar Garuda remaja ke partai puncak turnamen Jenesys. Tim asuhan Fakhri Husaini akan menantang Vietnam, yang akan digelar Senin (12/3). Vietnam berhasil melaju ke final pasca menyingkirkan Thailand di semifinal melalui drama adu penalti. Kedua tim bermain imbang tanpa gol dalam waktu normal dan Vietnam akhirnya memastikan diri ke final melalui kemenangan 6-5 saat adu penalti. (Dre) Susunan pemain Timnas Jepang U-15 (4-2-3-1) Pelatih: Yoshiro Moriyama Yu Kanoshima (kiper); Sinya Nakano, Kosei Suwama, Hinata Fukuhara, Aoto Osako, Reona Ishi (belakang); Riku Yamane, Naoki Asano, Haruki Toyama, Naoki Nakamura (tengah); Haruki Shimokawa (depan) Timnas Indonesia U-16 (4-2-3-1) Pelatih: Fakhri Husaini Ernando Ari Sutaryadi (kiper); Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi, Ahmad Rusadi, Fadilah Nur Rahman, Muhammad Salman Alrafid (belakang); David Maulana, Andre Oktaviansyah, Rendy Juliansyah, Mochammad Supriadi, Hamsa Lestaluhu (tengah); Yadi Mulyadi

Rebut Tiket Fase Nationals, Unikom Bertekat Tekuk Juara Bertahan UPI

Ganda Unikom, Dianita Saraswati/Dina Rahayu, sukses menjadi penentu meraih tiket fase LIMA Badminton Nationals 2018. (LIMA)

Bandung- Laga penting LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference(WJC) 2018 kategori beregu putri tersaji di lapangan 1 GOR Lodaya Bandung, Minggu (11/2). Dua tim kuat, Universitas Komputer Indonesia (Unikom) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan, saling berhadapan memperebutkan peringkat kedua, sekaligus tiket menuju LIMA Badminton Nationals. Berdasarkan nilai koefisien conference, WJC hanya memiliki kuota dua tim putri untuk melaju ke fase nationals. Kemungkinan besar satu tiket nationals telah dikantungi tim putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) usai sapu bersih tiga pertandingan di LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018. Di partai pertama, Unikom menyajikan permainan apik. Tripel Unikom, Dina Rahayu/Karina Ria/Merissa Findiani, menang dengan mudah di dua gimnya melawan wakil STKIP Pasundan, Ega Velia/Nazwa Aulia/Revina Nurhasanah. Poin pertama didapatkan Unikom dengan skor 21-11 dan 21-12. Kedudukan pun 1-0 untuk Unikom. Mita Sani (Unikom) membuka partai kedua dengan dua poin lebih unggul dari Mayrina Lukmanda (STKIP Pasundan), 2-0. Seakan baru memanas, Mayrina mulai menekan Mita lewat pukulan kencangnya. Mayrina sempat unggul jau, 7-2, atas Mita. Usai laga sengit dengan saling mengejar poin, akhirnya, Mayrina ungguli Mita 11-10 hingga turun minum. Usai istirahat, Mayrina masih memimpin. Poin-poin Mayrina banyak diperoleh dari kesalahan-kesalahan yang diperbuat Mita. Hingga akhir gim pertama, Mayrina masih unggul dari Mita 21-18. Di gim kedua, Mayrina semakin menunjukkan dominasinya. Wakil tunggal putri dari STKIP Pasundan ini unggul jauh 11-1 atas Mita hingga waktu istirahat. Keunggulan Mayrina berlanjut hingga akhir laga. Gim kedua kembali dimenangi Mayrina 21-11. Kemenangan Mayrina ini imbangi perolehan poin sementara, 1-1. Partai ketiga menjadi penentu. Laga antara ganda Unikom, Dianita Saraswati/Dina Rahayu, melawan Ega Velia/Sinta Arum, wakil STKIP Pasundan, menjadi laga penting. Kedua wakil ganda ini memperebutkan peluang satu tiket menuju ke fase nationals. Menit-menit awal gim pertama diwarnai dengan dominasi tripel STKIP Pasundan. Trio ini sempat unggul 5-0 dari Unikom. Hingga akhir laga, STKIP Pasundan masih dominan. Pasangan Ega Velia/Sinta Arum (STKIP Pasundan) mampu mengalahkan Dianita Saraswati/Dina Rahayu (Unikom) dengan skor 21-16. Laga ketat terjadi di gim kedua. Panasnya pertandingan di lapangan 1 GOR Lodaya ini terlihat dari panasnya perlawanan Unikom, yang sempat mengungguli STKIP Pasundan. Unikom unggul delapan poin dari STKIP Pasundan pada poin 14-6. Pasangan ganda STKIP Pasundan tak lengah. Akhirnya, STKIP Pasundan mampu imbangi Unikom di poin 14-14. Namun, tak bertahan lama, STKIP Pasundan kembali harus melihat ketangguhan Unikom. Akhirnya, gim kedua dimenangi Unikom dengan skor 21-18. Babak tambahan pun dilakukan sebagai penentu kemenangan. GOR Lodaya semakin memanas di babak tambahan antara Unikom lawan STKIP Pasundan. Kedua pasang tampil dengan selisih skor yang sangat ketat. Beberapa kali imbang dengan Unikom, STKIP Pasundan akhirnya harus mengakui ketangguhan lawannya. Skor 11-9 untuk Unikom menutup laga. Kedudukan pun menjadi 2-1 untuk kemenangan Unikom. “Di partai tunggal tadi, kami kurang maksimal. Pemain tunggal kami mengalami musibah, sehingga harus dirawat di rumah sakit. Kami tadi menurunkan pemain ganda di partai tunggal, sehingga kurang maksimal,” kata Ariyanto, pelatih Unikom saat menanggapi partai kedua. Unikom berhasil sapu bersih tiga laga di LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 ini. Tersisa satu laga lagi yang harus dimenangi Unikom agar bisa juarai kompetisi ini. Besok, Senin (12/3), Unikom akan bertemu juara LIMA Badminton WJC musim lalu, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). “Besok, target kami menang lawan UPI. Kami besok akan mempersiapkan pemain tunggal yang lain untuk sebagai pengganti. Kami targetkan menang 2-1 dari UPI,” tambah Ariyanto. (Adt)

Kalah 1-3 Dari Rombongan Tim Pelatih Lisensi B, Latihan Timnas Putri Diliburkan

Timnas Putri kalah 1-3 dari tim Pelatih Kursus Lisensi B , di laga uji coba perdana. (bola.com)

Jakarta- Memasuki akhir pekan, seleksi Timnas Putri Indonesia melakukan uji coba perdana versus tim pelatih kursus lisensi B AFC, di lapangan National Youth Training Camp (NYTC), Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (10/3) pagi. Melawan tim yang banyak dihuni mantan pemain timnas semisal Aples Tecuari dan Bonggo Pribadi, Zahra Muzdalifah dkk takluk dengan skor 1-3. Namun, pelatih Timnas Putri, Satia Bagdja mengaku cukup puas dengan permainan anak asuhnya. “Dari sisi pemainan saya puas, kan lawannya laki-laki. Dari uji coba ini, kami ingin melihat penerapan materi latihan. Positif hasilnya, dan cukup baik di pertandingan tadi”, ujar Satia usai laga. Meski puas, namun kekalahan Timnas ini mendapatkan catatan khusus dari sang pelatih. Gol satu-satunya Timnas dicetak oleh Tugyati. “Banyak catatan khususnya, semuanya diperbaiki mulai pekan depan. Kami kan baru terhitung latihan bersama selama 3 hari,” sambungnya. Hal serupa juga disampaikan salah satu kandidat winger dan striker Timnas Putri, Zahra Muzdalifah. Wanita berpostur semampai ini mengaku bila kerjasama tim memang masih sangat minim. “Dari fisik dan cara main, kami sudah kalah. Tapi coach Satia ingin melihat transisi pemainan kami dari menyerang ke defence, berjalan atau tidak. Apalagi, lawan kami nanti punya kemampuan longpass and passing control yang baik,” ujar Zahra. Dara kelahiran Jakarta 4 April 2001 ini memahami jika koordinasi permainan masih perlu waktu untuk beradaptasi. Berlatih bersama dengan 40 pemain selama 4 hari, tentu tak mudah menyatukan visi bermain. “Latihan dan berkumpul bersama selama 4 hari terkahir ini, ya pasti belum optimal mainnya. Tapi, kami bisa kontrol bola dari belakang, serta melakukan pergeseran posisi antar lini, bukti kami sudah mulai menyatu,” bilang winger klub tim jakarta 69 FC ini. Setelah melakukan uji coba melawan pelatih kurus lisensi B AFC, pekan depan Timnas Putri memang dijadwalkan kembali menggelar pertandingan uji coba melawan SSB Pelita Jaya. “Nggak pakai persiapan khusus untuk uji coba. Uji coba itu kami anggap seperti latihan biasa saja”, ujar Beny Van Breukelen, pelatih kipper. Selama proses seleksi hingga 5 April nanti, Timnas Putri rutin mengagendakan laga uji coba, setiap akhir pekan dengan beberapa SSB dan klub remaja. Usai laga uji coba perdana ini, Timnas Putri diliburkan dan kembali berlatih pada Senin (12/3). (Dre)

Timnas Putri Minim Lawan Uji Tanding, Akhirnya Diadu Pelatih Kursus Lisensi B

Timnas Putri akan menghadapi tim pelatih kursus Lisensi B AF, sebagai lawan uji coba. (bola.com)

Jakarta- Kondisi pemain seleksi Timnas Senior Putri saat ini sudah memasuki fase persiapan eliminasi skuad. Pelatih Timnas, Satia Bagja memastikan jika beberapa nama sudah mulai disaring. “Proses pemilihan pemain sudah mulai dilakukan. Secara bertahap, lima pemain akan tereleminasi tiap pekan. Itu rencana yang sedang kami siapkan saat ini,” tutur Satia pada Jumat (9/3), Camp National Youth Training Camp (NYTC), Sawangan. Sejak Selasa (6/3), 40 pemain telah melewati 7 sesi latihan ketat secara simultan. Mulai dari fisik, teknik hingga taktik bermain. Lantaran tingginya tingkat intensitas latihan, beberapa pemain mengalami kesulitan. “Selama ini, mereka memang tidak pernah bertemu dengan program latihan yang rutin. Jadi, wajar kondisi mereka saat masuk TC ini mengalami penyesuaian yang luar biasa,” tukas pria berambut putih ini. Tak memiliki klub permanen dan aktif dalam kompetisi, menyebabkan beberapa pemain mengalami problem seperti mudah lelah, hingga kram kaki akut saat melakukan games. Hal ini juga dipahami Satia. “Sengaja tim pelatih menggeber simulasi latihan yang memainkan situasi pertandingan. Supaya mereka terbiasa dalam menghadapi pertandingan yang sesungguhnya. Maklum, jam terbang mereka ini rata-rata minim,” tegas sosok yang dekat dengan Rahmad Darmawan ini. Selain jarang tampil bertanding secara periodik, Timnas Putri juga kesulitan mencari lawan latih tanding. Tak adanya klub sepakbola putri yang berkualitas, memaksa tim pelatih menyiapkan skema melakukan uji coba melawan Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra. Selain itu, pada Sabtu (10/3) pagi, Laskar Srikandi Indonesia yang akan turun di event Asian Games 2018 dan Piala AFF Wanita ini disiapkan menantang rombongan tim Pelatih yang tengah melakukan kursus pelatih lisensi B AFC di NYTC. “Ya itu, karena belum ada lawan yang siap, kami memilih akan menjajal tim pelatih kursus sebagai lawan uji coba,” sebut Benny Van Breuklen, pelatih kiper Timnas Putri. (Dre)

Demi O2SN Tingkat Nasional, Pencak Silat DKI Siap Digembleng Pelatih Nasional

Pencak-silat-DKI-butuh-kerja-keras-menghadapi-persaingan-O2SN-Tingkat-Nasional-di-Yogyakarta-September-2018.-Adt-NYSN

Jakarta- Hasbiallah, Penanggung Jawab Pencak Silat (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) SMK Provinsi DKI Jakarta, mengaku cabang pencak silat butuh kerja keras untuk bisa bersaing di ajang O2SN Tingkat Nasional di Kota Yogyakarta, September 2018. “Melihat hasil dari pertandingan O2SN Tingkat Provinsi DKI Jakarta, saya pikir sangat berat pencak silat bisa meraih juara umum atau minimal mendapatkan medali. Sebab, pencak silat itu harus bisa memainkan nomor tunggal dan tanding. Jadi harus bisa kedua-duanya,” ujar Hasbi, Jumat (9/3). “Meski ada atlet juara satu di tunggal, belum tentu dia lolos mewakili DKI ke tingkat nasional, begitu juga di tanding. Justru atlet yang juara dua di tunggal, lalu juara dua di tanding, mereka yang lolos. Karena bisa kedua-duanya, dan secara poin itu lebih tinggi nilainya,” sambungnya. Ia menegaskan untuk bisa meraih hasil yang diharapkan para atlet yang terpilih mewakili Provinsi DKI Jakarta ke tingkat nasional harus berlatih ekstra keras. Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan peran serta pengurus besar (PB) pencak silat untuk bisa memoles kemampuan para atlet. “Beberapa waktu lalu, kami sempat bertemu dengan meraka yang pernah juara umum DKI tahun 2006, saat para juara-juara itu dilatih oleh masing-masing PB, dan meraih hasil yang baik,” cetusnya. “Pesilat wakil DKI akan kami serahkan ke PB IPSI, untuk dilatih agar kemampuan mereka lebih bagus dan fokus. Di PB ada pelatih dan atlet-atlet nasional, sehingga bisa maksimal dan meraih medali,” tutup pria yang juga menjabat sebagai guru Pendidikan dan Jasmani (Penjas) SMK Amaliyah, Jakarta Selatan itu. (Adt) Atlet Pencak Silat DKI : Putra : 1. Aldi Firmansyah (Juara 1/Poin 40) – SMKN 39, Jakarta Pusat 2. Daffa Abigail Erza (Juara 2/Poin 36) – SMK 3 Perguruan Cikini, Jakarta Pusat 3. Muhammad Ramadhan (Juara 3/Poin 34) – SMKN 1, Jakarta Pusat 4. Tisa Aditya (Harapan 1/Poin 29) – SMKN 24, Jakarta Timur 5. Chandra Aditya Pratama (Harapan 2/Poin 20) – SMKN 26, Jakarta Timur 6. Garang Adi Permana (Harapan 3/Poin 18) – SMKN 56, Jakarta Utara Putri : 1. Nur Alamsari (Juara 1/Poin 27) – SMKN 1, Jakarta Pusat 2. Aulia Rahma Anasya T (Juara 2/Poin 26) – SMKN 21, Jakarta Pusat 3. Salsabila Ardianti (Juara 3/Poin 25) – SMKN 4, Jakarta Utara 4. Putri Anistya Icha (Harapan 1/Poin 25) – SMKN 11, Jakarta Barat 5. Nurul Fadhilah (Harapan 2/Poin 23) – SMKN 58, Jakarta Timur 6. Wulan Oktaviani (Harapan 3/Poin 22) – SMK 13, Jakarta Barat

Hari Kedua LIMA Badminton Blibli WJC 2018, Tim Putri UPI Tak Terbendung

UNPAD (merah) harus bertekuk lutut 3-0 dari UPI dalam laga hari kedua LIMA Blibli WJC 2018. (LIMA)

Bandung- Keseruan laga LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018, berlanjut di hari kedua, Jumat (9/3). Pertandingan beregu putri membuka rangkaian laga yang digelar di GOR Lodaya Bandung ini. Pertandingan LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 tergelar di dua lapangan. Di lapangan 1, hari ini, tersaji laga antara beregu putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melawan Universitas Padjadjaran (Unpad). Sementara itu, di lapangan 2, tim putri Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati harus berhadapan dengan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan (STKIP Pasundan). Poin pertama diraih UPI dari nomor tripel di partai pertama. Kesi Soraya, Mira Meliani dan Rahma Dewi yang mewakili UPI berhadapan dengan tripel Unpad, Qeqe Lestari, Qorima Diez dan Yushi Roshalia. Tripel UPI bermain dominan di kedua gim pada partai pertama. Selisih skor yang besar menunjukkan ketangguhan pukulan-pukulan tripel UPI. Gim pertama berakhir dengan kemenangan UPI 21-8. Alih-alih menyusul, tripel Unpad justru menambah besar selisih skornya di gim kedua. Gim kedua ini berakhir dengan skor 21-7 untuk UPI. Pada partai kedua yang mempertandingkan tunggal putri, laga harus berakhir di skor 7-1 untuk kemenangan UPI. Dina Mardiana (UPI) sempat memimpin 3-0 atas Muthiara Hasna (Unpad). Akhirnya, Muthiara mampu mencetak poin pertamanya dan mengubah kedudukan menjadi 3-1. Namun, pendaratan yang kurang sempurna dari Muthiara usai mencetak poin pertamanya itu mengharuskan Muthiara mendapatkan perawatan medis. Dengan langkah yang tertatih, Muthiara mencoba melanjutkan laganya di partai kedua ini. Namun, pada poin 1-7, Muthiara terpaksa mengundurkan diri dari lapangan. Partai kedua ini pun dimenangi UPI. Kekuatan UPI kembali terlihat dari pasangan Trya Nur/Verent Nanda. Pada partai kedua yang mempertandingkan nomor ganda, UPI mendominasi pukulan kencang ke arah Anisa Purnama/Bamega Anisa (Unpad). Di gim pertama, Trya Nur/Verent Nanda menang 21-10. Pada gim kedua, selisih tiga poin terjadi hingga istirahat turun minum, 11-7 untuk pasangan UPI. Hingga akhir laga, ganda Unpad hanya mampu menghasilkan satu poin tambahan. Gim kedua kembali dimenangi ganda UPI dengan skor akhir 21-8. “Alhamdulillah kami menang 3-0. Target kami sapu bersih di pertandingan hari ini. Dari segi kualitas, saya yakin tunggal putri kami unggul. Namun, karena tadi tunggal Unpad mengalami cedera, kami mendapat keuntungan juga. Ada kesempatn beristirahat lebih lama,” kata pelatih beregu putri UPI, Cecep Alawi. Laga pada Sabtu (10/3) menjadi partai sengit di lapangan 1 GOR Lodaya, Bandung. Dua tim kuat, UPI dan STKIP Pasundan akan saling berhadapan untuk memamerkan ketangguhannya. (Adt)

Hari Pertama LIMA Badminton Blibli WJC 2018, Tim Putra Widyatama Tampil Apik

Laga Nomor beregu Putra antara STIE Ekuita Melawan Univ Widyatama di LIMA Blibli WJC 2018. (LIMA)

Bandung- Sesi kedua LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 yang digelar di GORK Lodaya Bandung, pada Kamis (8/3), mempertandingkan duel Pul B. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ekuitas melawan Universitas Widyatama. Untuk kategori beregu putra mempertandingkan lima partai. Kelima partai tersebut yakni dua nomor tunggal, dua nomor ganda, dan satu nomor tripel. Dari lima partai, Widyatama berhasil memenangi empat partai atas Ekuitas. Pada partai pertama, duel berlangsung cukup berimbang. Namun, Tunggal Ekuitas, Airlangga Trisnoyuwono, berhasil menunjukkan kualitas bermainnya atas Dicky Yaniadi (Widyatama). Pada akhir partai, Airlangga menyumbang satu poin untuk Ekuitas usai laga dengan skor akhir 21-18 dan 21-19. Di partai kedua, Ekuitas menurunkan Muhammad Aldy dan Rizki Dwi di nomor ganda pertama. Pasangan Aldy/Rizki ini belum mampu menyumbang poin kedua untuk Ekuitas. Aldy/Rizki kalah dari ganda kedua Widyatama, Fauzi Ramadhan/Sugeng Adi. Pasangan ganda Widyatama menang atas ganda Ekuitas dengan skor akhir 21-9 dan 21-6. Sehingga, Widyatama berhasil imbangi perolehan poin Ekuitas menjadi 1-1. Poin kedua untuk Widyatama disumbangkan tripelnya, Muhammad Satria, Raka Ashari, dan Renaldy Fachrezzy saat berhadapan dengan tripel Ekuitas, Renaldi Setiawan, Rizki Setiawan dan Yura Teguh. Tripel Widyatama menekuk tripel Ekuitas dengan skor 21-15 di gim pertama. Pada gim kedua partai ketiga, kedua wakil tripel ini bermain sangat ketat. Laga di gim kedua berakhir dengan deuce dengan hasil 24-22 untuk kemenangan tripel Widyatama. Hasil di partai ketiga ini menambah perolehan poin Widyatama menjadi 2-1 atas Ekuitas. Partai keempat, yang mempertandingkan tunggal putra kedua, kembali didominasi permainan Widyatama. Tunggal putra yang diturunkan Widyatama, Sugeng Adi menguasai jalannya pertandingan dengan pukulan-pukulan tanggungnya ke arah Widi Widyan (Ekuitas). Di akhir laga, Sugeng memenangi partai keempat dengan skor 21-15 dan 21-12. Di partai pamungkas, kedua tim bermain cukup ketat. Ekuitas, yang menurunkan Airlangga dan Andy berhasil menangi gim pertama dengan skor 21-15. Namun, di gim kedua, ganda Widyatama membalas. Dicky Yaniadi dan Raka Ashari, pasangan ganda putra Widyatama unggul di gim kedua dengan skor 21-15. Kedua ganda ini pun bermain di babak rubber game. Pada babak rubber game, Dicky/Raka menunjukkan kekompakan permainannya. Pasangan ganda putra ini bermain dominan, sehingga akhirnya dapat menangi babak penentu ini dengan skor akhir 11-5. Poin akhir untuk pertandingan ini pun menjadi 4-1 untuk Widyatama. (Adt)

Optimistis Kualitas Atlet, DKI Jakarta Bidik Juara O2SN Tingkat Nasional

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2018. (net)

Jakarta- DKI Jakarta memasang target juara pada edisi ke-11 ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta, pada September 2018. Uju Juhiwa, Ketua Pelaksana O2SN Tingkat Provinsi DKI Jakarta, mengatakan pada pelaksanaan O2SN tahun lalu di Kota Medan, Sumatera Utara, kontingen DKI hanya mampu berada di urutan lima besar. “Harapannya di Yogyakarta kami bisa juara satu. Untuk itu, setelah pelaksanaan O2SN ini, para juara akan kami kumpulkan untuk mengikuti training center (TC),” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 22 Jakarta Timur itu, Kamis (8/3). Ia menyebut untuk bisa mewujudkan target tersebut dibutuhkan dukungan semua pihak. Terlebih, lanjutnya, provinsi lain dipastikan juga telah mempersiapkan diri dengan baik guna meraih hasil maksimal. “Provinsi lain itu kalau bisa mengalahkan DKI Jakarta ada kebanggaan tersendiri. Namun kendala yang kami hadapi itu terkadang atlet DKI kurang termotivasi, lain halnya dengan atlet-atlet di daerah. Rasa kedaerahan mereka itu tinggi. Padahal, fasilitas yang dimiliki DKI sangat lengkap dibandingkan fasilitas yang ada di daerah. Tapi, sepertinya animo atlet DKI itu masih kurang,” tambahnya. Provinsi DKI telah menggelar O2SN yang mempertandingkan lima cabang olahraga, yakni bulutangkis, renang, atletik, karate dan pencak silat, pada 7-8 Maret 2018. “Kegiatan ini dimulai dari tingkat Kecamatan, kemudian Kotamadya, lalu ke tingkat Provinsi. Dan, tiap-tiap Kotamadya itu mengirimkan wakilnya untuk berlaga di tingkat Provinsi. Pemenang di tingkat Provinsi inilah yang nantinya akan kami kirim ke tingkat nasional, baik putra maupun putri,” papar Uju. (Adt)

Seleksi Timnas Putri Banyak Usia 19 Tahun, Legenda Indonesia Beri Catatan Khusus

Rahma Wulan (depan), salah satu striker dalam seleksi Timnas Putri Indonesia. (bola.com)

Jakarta- Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satia Bagdja, secara bertahap mulai menekankan tentang latihan organisasi permainan serta penguasaan bola yang diberikan pada peserta seleksi. “Ini masih tahap seleksi. Cuma pengenalan taktik dan formasi saja serta mengutamakan penguasaan bola. Postur pemain rata-rata kecil dan ini kelebihannya. Kita punya agility dan kecepatan,” ungkap Satia pada Rabu (8/3) di di kamp pelatihan National Youth Training Centre (NYTC) Sawangan, Depok, Jawa Barat. Namun, di awal pekan tahap seleksi Timnas Putri, masih terkendala adaptasi bermain dan status di klub yang tidak permanen, sehingga jarang latihan. Hal ini disampaikan Papat Yunisal, manajer Timnas Putri Indonesia. “Proses adaptasi antara satu pemain dengan yang lain, masih jadi prolem. Belum lagi status di klub yang tidak permanen, jadi menyesuaikan dulu dengan pola latihan Timnas”, ungkap Papat yang rutin mendampingi proses seleksi ini. Papat menambahkan dengan rataan usia pemain di angka 19 tahun, maka pengamalan berlatih dan bermain dalam tensi tinggi, tentu ini menjadi catatan. Mantan pelatih sepak bola putri Timnas Indonesia, Rully Nere yang hadir di sela-sela latihan pada Selasa (6/3) sore, amat mengkritisi soal ini. “Saran saya, materi timnas kali ini untuk pemain usia muda ya ditahan dulu. Kalau latihan atau seleksi, memang bagus untuk mental. Tapi untuk masuk timnas, terutama untuk event seperti Asian Games dan Piala AFF Wanita 2018, ya nanti dulu,” tegas pria asal Sentani, Papua ini. Ia mengkhawatirkan kondisi psikis pemain muda mudah down, jika bertemu dengan negara lain yang punya jam terbang dan prestasi mapan, seperti Australia, Jepang atau Korea Selatan. “Idealnya, komposisi pemain timnas senior itu usia yang 23 tahun ke atas, supaya mental bermain juga terjaga. Di level sepakbola putri, pengalaman itu salah satu bekal yang utama membangun tim,” tegasnya. (Dre)

Tampil Tenang, Dimas Juara Tunggal Putra O2SN SMK Provinsi DKI Jakarta

Pebulutangkis-tunggal-putra-Dimas-Agus-Suryadi-berhasil-mengalahkan-Alvin-Rayhan-di-ajang-O2SN-Tingkat-DKI-Jakarta.-Adt-NYSNMedia

Jakarta- Pebulutangkis tunggal putra wakil Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 20 Jakarta Timur, Dimas Agus Suryadi, meraih gelar juara di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Provinsi DKI Jakarta, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (7/3). Ia sukses menyingkirkan wakil SMKN 15 Jakarta Selatan, Alvin Rayhan, dua gim langsung, dengan skor 21-12, 21-17. “Gim pertama saya main terburu-buru. Di gim kedua saya coba rubah strategi, karena lawan main menyerang, maka saya banyakin main bola turun, dan itu berhasil,” ujar Dimas, usai pertandingan. Dimas menyebut tak ada instruksi khusus dari pelatih di partai pamungkas itu. “Instruksi khusus itu tidak ada. Saya diminta untuk bermain tenang, dan sebisa mungkin untuk jangan banyak membuang bola, karena tahu tipe dia itu mainnya nyerang,” sambungnya. Sementara, di sektor tunggal putri, wakil SMK Strada I Jakarta Pusat, Marccella Malinda, sukses menjadi kampiun usai menaklukkan wakil SMK Kasih Ananda Jakarta Utara, Viyati Alfiani Dianty, dua gim langsung, dengan skor 22-20, 21-11. “Target pribadi harus menang, sehingga saya berusaha keras untuk mencapainya. Kemudian saya juga mengikuti instruksi dari pelatih supaya bermain lebih tenang, fokus, dan jangan kebawa emosi,” tukasnya. “Kalau untuk lawan sebenarnya mainnya bagus, tapi karena mengikuti irama permainan saya, sehingga lawan mainnya jadi kurang fokus. Ini menjadi keuntungan buat saya sehingga bisa ambil poin dan menang di pertandingan ini,” jelas Marccella. (Adt) Daftar Pemenang: Tunggal Putra : 1. Dimas Agus Suryadi (SMK PGRI 20) Jakarta Timur 2. Alvin Rayhan (SMKN 15) Jakarta Selatan 3. Austin Nathanael (SMK Strada I) Jakarta Pusat 4. Rafi Indrajati (SMK Bina Insan Mandiri) Jakarta Barat Tunggal Putri : 1. Marccella Malinda (SMK Strada I) Jakarta Pusat 2. Viyati Alfiani Dianty (SMK Kasih Ananda) Jakarta Utara 3. Tia Safitri (SMKN 43) Jakarta Selatan 4. Risnu Mahesa Putri (SMK Sekesal) Jakarta Pusat

LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018 Besok Berputar di Bandung

LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018 siap berputar mulai 8 Maret. (facebook.com)

Jakarta- Rangkaian Liga Mahasiswa (LIMA) Badminton memasuki musim keenamnya pada 2018. LIMA Badminton region Jakarta Raya sukses digelar pada 25 Februari hingga Sabtu (3/6). Pekan ini, LIMA Badminton berputar di region Jawa Barat, dengan titel LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018. Event kompetisi badminton antarmahasiswa ini digelar mulai 8-14 Maret 2018 di GOR Lodaya, Bandung. Sembilan tim putra dan lima tim putri dari region Jawa Barat akan bertanding di LIMA Badmiton: Blibli.com WJC 2018 ini. Selain nomor beregu, LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 ini juga meampilkan nomor perseorangan. Tercatat 14 wakil tunggal putra dan 10 pasang ganda campuran akan saling bersaing. Pada season 5 (2017 lalu), STKIP Pasundan memenangi LIMA Badminton untuk kategori beregu putra, sedangkan UPI menjadi jawara kategori putri pada fase conference di region Jawa Barat. Ke-9 tim putra yang tampil yakni STKIP Pasundan, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Galuh (Unigal), STIE Ekuitas, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Widyatama (Utama), Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Universitas Parahyangan (Unpar), UIN Sunan Gunung Djati (UIN SGD), dan Universitas Islam Bandung (Unisba). Untuk beregu putri akan disajikan oleh tim dari STKIP Pasundan, Unpad, UPI, Unikom, dan UIN SGD. (Adt)

Ganda Putra Stabil, PBSI Bidik Satu Gelar di All England 2018

Ganda Putra Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon sukses menjuarai All England 2017. (vice.com)

Jakarta- All England Open 2018 BWF World Tour Super 1000 jadi target besar pertama yang dibidik PBSI. Kejuaraan tertua ini memiliki gengsi tersendiri di mata para pebulutangkis sejak dulu. All England 2018 akan dilangsungkan di Arena Birmingham, Birmingham, pada 14-18 Maret 2018. Tahun lalu, Indonesia mengukir prestasi manis lewat satu gelar yang diraih pasangan fenomenal Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Kini Marcus/Kevin yang duduk di peringkat satu dunia, kembali menjadi andalan untuk meraih gelar. “All England ini persiapannya serius, ini salah satu milestone PBSI. All England merupakan event penting, di turnamen ini akan diterapkan beberapa regulasi baru dari BWF seperti aturan tinggi servis dan tanpa babak kualifikasi,” kata Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal PP PBSI yang menjadi Manajer Tim Indonesia pada Selasa (5/3). Nada optimistis juga disampaikan Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI. “All England jadi salah satu target kami. Semua atlet pasti maunya lebih, tiap sektor punya target masing-masing. Saat ini ganda putra paling stabil, tetapi masih ada sektor ganda campuran, ganda putri dan tunggal putra,” kata Sussy. Ada beberapa hal menarik yang ditunggu-tunggu di All England 2018. Yang pertama adalah penerapan aturan tinggi maksimal servis yaitu 115 cm dari permukaan lapangan. Aturan ini untuk pertama kalinya akan diuji coba di All England 2018. Selain itu, pasangan Juara All England 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto seolah kembali bernostalgia setelah di All England 2018 mereka kembali reuni dan dipasangkan bersama. Sejak tahun 2018, Praveen/Debby resmi berpisah. Debby dipasangkan dengan Ricky Karanda Suwardi, sedangkan Praveen bersama Melati Daeva Oktavianti. Namun karena alasan rangking yang belum mencukupi, kedua kombinasi baru ini belum beraksi di All England 2018. Kesempatan ini dimanfaatkan Praveen/Debby untuk mencoba lagi. Susy berharap tampilnya Praveen/Debby dapat beriringan dengan pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang juga pernah mencetak prestasi gemilang dengan meraih gelar hat-trick di All England 2012, 2013 dan 2014. “Praveen/Debby akan berpasangan lagi di All England 2018, mereka kan pernah juara di sini. Kami berharap dapat format ganda campuran terbaik, supaya bisa bahu membahu dengan Tontowi/Liliyana,” ujar Susy. “German Open dan All England menjadi turnamen yang kami pantau, kami mau melihat bagaimana hasil yang diraih para pemain, untuk pemilihan tim inti Piala Thomas dan Uber. Pokoknya untuk Piala Thomas dan Uber serta Asian Games, yang terbaik yang akan masuk tim inti,” tutur Susy. Sebagian pemain akan mengikuti German Open 2018 BWF World Tour Super 300 pada 6-11 Maret 2018. Tim akan berangkat pada Sabtu, 3 Maret 2018. Sedangkan mereka yang hanya berlaga di All England 2018, akan berangkat pada Minggu, 11 Maret 2018. (Adt) Daftar Pemain serta lawan pertama mereka di All England 2018 : Tunggal Putra Anthony Sinisuka Ginting (INA) vs Tommy Sugiarto (INA) Jonatan Christie (INA) vs Wong Wing Ki Vincent (HKG) Tunggal Putri Fitriani (INA) vs Soniia Cheah (MAS) Ganda Putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (1/INA) vs Angga Pratama/Rian Agung Saputro (INA) Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (INA) vs Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (MAS) Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (INA) vs Jacco Arends/Ruben Jille (NED) Ganda Putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu (6/INA) vs Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva (BUL) Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani (INA) vs Chloe Birch/Jessica Pugh (ENG) Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta (INA) vs Chang Ye Na/Kim Hye Rin (KOR) Ganda Campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (1/INA) vs Evgenij Fremin/Evgenia Dimova (RUS) Praveen Jordan/Debby Susanto (4/INA) vs Lee Yang/Hsu Ya Ching (TPE) Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja (INA) vs Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (MAS)

Jadwal Piala AFF Wanita 2018 Maju, Timnas Putri Gelar Seleksi Lebih Cepat

Mitra Nur Fajriana (rompi oren) dalam seleksi Timnas Putri Indonesia di Sawangan. (bola.com)

Sawangan- Timnas Putri Sepak Bola Indonesia resmi menyeleksi pemain, yang dimulai Selasa (6/3) pagi, di kamp pelatihan National Youth Training Centre (NYTC) Sawangan, Depok, Jawa Barat. Seleksi dilakukan sebagai persiapan untuk menghadapi event Asian Games dan AFF Womens Championship (Piala AFF Wanita) 2018. Seleksi diikuti 40 pemain dan berlangsung selama satu bulan hingga 5 April mendatang. Pelatih Satia Bagdja dibantu Alex sebagai asisten pelatih, dan Beny Van Breukelen sebagai pelatih kiper. Satia Bagdja, mengaku terkejut dengan peforma pemain yang mengikuti seleksi. “Sangat surprise, karena banyak pemain yang ngerti teknik bola dibandingkan yang dulu. Tapi kita masih menunggu beberapa pemain dari Papua”, kata Satia, Selasa (6/3). Satia juga memastikan bila program saat ini fokus untuk seleksi dan pemusatan latihan. “Kami harus mengejar waktu. Karena agenda Piala AFF, jadwalnya maju dari 1 Mei sampai 10 Mei, yang awalnya akan berlangsung bulan Juni,”, tambahnya. PSSI menargetkan Timnas Putri bisa menembus 10-besar Asian Games dan semifinal di Piala AFF Wanita 2018. Sebagai tuan rumah, Indonesia tak ingin prestasi Timnas Putri terpuruk di dua ajang itu. “Ada 40 pemain yang masuk list. Mereka berasal dari turnamen Women’s Football Road To Asian Games Piala Pertiwi yang dilaksanakan PSSI di Palembang, Desember 2017. Selain itu, ada juga dari pengamatan tim pelatih,” beber manajer Timnas Putri Indonesia, Papat Yunisal, pekan lalu. “Seleksi dilakukan, sebelum memasuki program pemusatan latihan (TC). Pelatih sudah punya program untuk Piala AFF Wanita 2018 dan Asian Games. Dalam setiap TC kami agendakan uji coba,” imbuh Papat yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Menilik ke belakang, timnas sepak bola perempuan Indonesia sebetulnya pernah disegani di level Asia. Prestasi terbaik mereka kala menjadi semifinalis pada Piala Asia 1977 dan 1986. Sayang, perlahan prestasi sepak bola kaum hawa Indonesia meredup. Ditengarai, salah satu penyebabnya adalah pembubaran pengurus Liga Sepak Bola Wanita (Galanita) pada 1993. (Dre) 40 Pemain Seleksi Timnas Putri Indonesia Kiper 1. Riska Yulianti (Babel) 2. Norvince Boma (Papua) 3. Vera Lestari (DIY) 4. Debi Puspita (Sumsel) Belakang 6. Sherly Eka (Babel) 7. Novia Jigibalon (Papua) 8. Dopimina Kogoya (Papua) 9. Nurlaili Khomariyah (Sumsel) 10. Arynda C Rahmawatie (Sumsel) 11. Een Sumarni (Jabar) 12. Ela Wati (Kalbar) 13. Prihatini (Banten) 14. Iyya Lovista (Banten) 15. Sri Devi CB (Jakarta 69) Tengah 16. Ade Mustika (Babel) 17. Rani Mulyasari (Babel) 18. Rulin Aspalek (Papua) 19. Regina Wonda (Papua) 20. Dwi Aprilia (DIY) 21. Jesica Virginia (Sulsel) 22. Dhanielle Daphne (Jabar) 23. Susi Susanti (Kalbar) 24. Mepi Pia (Kalbar) 25. Carlo Bio Pattinasarani (Banten) 26. Mitha Nurfajriana (Sulsel) 27. Risqiyanti (Jateng) 28. I Dewa Ayu Ratnasari (Bali) Depan 29. Vivi Oktavia Riski (Babel) 30. Yudith Herlina (Papua) 31. Feibe Pekey (Papua) 32. Riski Amalia Putri (Sumsel) 33. Risna Delila Putri (Jabar) 34. Ria Ristiani (Jabar) 35. Tugiyati, (Kalbar) 36. Syenida Meryfandia (Kalbar) 37. Ayu Risky (Persab Brebes) 38. Jasmine Martina (Pro Direct Academy) 39. Zahra Musdalifah (Banten) 40. Rahma Wulan Aprilita (Jaya Kencana Angel)

Novendra Priasmoro, Remaja 18 Tahun Yang Dilarang Bertanding Catur

Pecatur-Novendra-Priasmoro-penyandang-gelar-FIDE-Internastional-Master-IM

Jakarta- “Kalau sudah juara dunia, jangan lupa sama saya”. Begitu kata yang terucap dari Andrei Kovalev, melihat bakat catur yang dimiliki ‘anak ajaib’ Novendra Priasmoro. Kovalev adalah pelatih yang dikontrak Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) selama 2013-2014. Pria asal Belarus itu meraih gelar Internasional Master (IM) pada 1989, serta meraih gelar Grandmaster (GM) pada 1991. Ramalan Kovalev bukan main-main. Novendra tergolong ‘anak ajaib’, remaja 18 tahun itu telah menyandang gelar FIDE Internasional Master dengan rating Elo 2438. Bila syarat dipenuhi, seperti mencapai norma GM sebanyak tiga kali dan menaikkan rating Elo-nya hingga 2500, maka, predikat Grandmaster berada dalam genggaman remaja yang hobi sepak bola itu. “Target saya itu meraih gelar Grandmaster pada 2020. Sekarang, ikut program UT Inspiring Youth (program pembinaan atlet muda berprestasi Indonesia yang disponsori salah satu perusahaan distribusi kendaraan berat), mudah-mudahan segera terwujud,” cetus remaja kelahiran Jakarta, 24 November 1999 itu. Guna memuluskan langkahnya, siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sriwijaya Jakarta itu terus menempa kemampuan di bawah arahan Kristianus Liem, Pembina UT Inspiring Youth sekaligus Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB Percasi. Termasuk mengikuti beberapa pertandingan internasional secara berkesinambungan, dan dibimbing pelatih terbaik. “Tahun lalu saya ikut turnamen catur di Penang, Malaysia (9th Penang Heritage City Internasional Chess Tournament Kategori Open, 3-10 Desember 2017). Di Penang saya berhasil menaikkan rangking unggulan 3, dari sebelumnya unggulan 7. Sehingga dapat tambahan angka 14,1,” sambung pemilik akun resmi Instagram @noven_99 itu. Kini, ia tengah mempersiapkan diri tampil di  turnamen catur 18th Bangkok Chess Open 2018 di Bangkok, Thailand, 13-21 April mendatang. “Untuk turnamen di Thailand saya mempersiapkan diri dengan baik. Latihan terus biar nanti bisa meraih hasil terbaik,” sebut pecatur yang mengidolakan seniornya, Grandmaster (GM) Susanto Megantara itu. Dengan sederet prestasi tingkat nasional maupun internasional, ternyata memberi cerita lain pada kehidupan peraih juara satu Kejuaraan World School 2014 di Brazil itu. “Kalau ada kejuaraan catur di sekolah atau yang mewakili sekolah, saya nggak boleh ikut. Mungkin karena saya punya gelar IM (Internasional Master), jadi nggak dikasih main. Pokoknya sudah nggak boleh ikut kejuaraan,” cetusnya sambil senyum. Pada usia belia, yakni ketika berumur tujuh tahun, Novendra mulai mengenal catur melalui sosok sang ayah. “Umur tujuh tahun saya pertama kali melihat ayah main catur. Dari situ saya belajar bermain catur. Setahun kemudian saya masuk sekolah catur Utut Adianto (seorang pecatur terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dan penyandang Grandmaster Indonesia berperingkat tertinggi di dunia saat ini),” tutur juara satu Kejuaraan Asian Junior U-20 di Philipina pada 2017 itu. Kedepan, Novendra berharap makin banyak remaja sebayanya yang mengikuti jejaknya untuk menggeluti olahraga yang mungkin bagi sebagian orang dianggap membosankan, bahkan disebut bermain dalam sunyi, serta bisa menguras otak. “Semoga makin banyak remaja yang melakukan hal positif, dan kalau bisa makin banyak yang bermain catur. Karena sukses terletak pada mereka yang meraih sesuatu lebih dari diri mereka sendiri,” papar pecatur murah senyum itu. (adt) Nama : Novendra Priasmoro Tempat /Tgl Lahir : Jakarta, 24 November 1999 Usia : 18 Tahun Sekolah : SMK Sriwijaya (Kelas XII) Gelar Saat Ini : Master Internasional (MI) / 2017 Elo Rating Saat Ini : 2438 (Target Elo Rating untuk GM 2500) Target mencapai gelar Grandmaster :Tahun 2020 Instagram : @noven_99 Hobby : Catur, Sepak Bola Prestasi Nasional : 1. Juara satu Japfa Chess Festival U-14 (2012) 2. Juara satu Kejuaraan Nasional U-15 (2014) 3. Juara satu Japfa Chess Festival U-18 (2015) 4. Juara satu Kejuaraan Nasional U-17 (2015) 5. Juara satu Kejuaraan Nasional U-19 (2016) 6. Juara satu Kejuaraan Nasional Senior (2017) Prestasi Internasional : 1. Juara satu APPSO (2012) Indonesia 2. Juara satu Kejuaraan World School (2014) Brazil 3. Juara satu Japfa Internasional Master (2016) Indonesia 4. Juara satu Kejuaraan Asian Junior u-20 (2017) Philipina 5. Juara tiga Penang Open (2017) Malaysia

Cari Pelapis Baru, Duet Ganda Putri Pelatnas PBSI Siap Dirombak

Pasangan Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari pernah meraih emas Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan. (badmintonindonesia.org)

Jakarta- Guna mencari pelapis baru, induk organisasi bulutangkis seluruh Indonesia (PBSI) bakal merombak pasangan ganda, utamanya di sektor ganda putri. Pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu masih menjadi pilar utama di sektor ganda putri. Prestasi yang ditorehkan pasangan kombinasi senior dan junior itu terbilang gemilang. Tercatat, dari sembilan turnamen yang diikuti pada tahun lalu, Greysia/Apriyani membawa pulang dua gelar yakni Thailand Open dan Prancis Open. Sementara, pada tahun ini, pasangan yang bertengger di rangking 7 dunia itu memulai prestasinya dengan menjadi runner-up di Indonesia Masters BWF World Tour Super 500. Dan, kekalahan di kandang sendiri dibayar lunas pasangan Pelatnas Cipayung itu dengan menjuarai India Open BWF World Tour Super 500, pada 4 Februari lalu. Eng Hian, Pelatih Pelatnas Ganda Putri, mengatakan dalam waktu sepekan kedepan bakal ada pengumuman terkait perombakan pasangan di sektor ganda putri. “Kalau Greysia/Apriyani posisinya tetap aman,” tukasnya di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Namun, ia masih enggan untuk mengungkapkan pasangan mana saja yang bakal dirombaknya. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan salah satunya adalah Nitya Krishinda Maheswari. Nitya merupakan teman duet Greysia, sebelum dipasangkan dengan Apriani. Dobel Greysia/Nitya pernah menorehkan prestasi membanggakan saat menyabet emas Asian Games 2014, di Incheon, Korea Selatan (Korsel). Setelah itu, karena harus melalui masa pemulihan akibat operasi cedera lutut pada Desember 2016, Nitya dipisahkan dengan Greysia. Usai pulih, Nitya kemudian dipasangkan dengan Yulfira Barkah. Pasangan itu memulai debut di ajang USM Flypower Indonesia International Challenge, Oktober 2017. Namun, sejauh ini pasangan Nitya/Yulfira belum menunjukkan progres yang signifikan. Eng Hian menyebut terdapat kemungkinan bila Nitya menjadi salah satu pemain yang bakal terkena perombakan. “Para pemain yang terkena bongkar pasang ini akan turun perdana pada bulan April,” cetusnya. Ia melanjutkan tujuan dari perombakan pasangan ini adalah mencari hasil serta kualitas yang lebih baik dari sekarang. “Itu yang saya cari. Memiliki kualitas yang sama dan bisa bersaing dengan papan atas,” tutup pria yang akrab disapa Koh Didi itu. (adt)

Menang Telak, Timnas U-16 Tutup Persiapan Jelang Turnamen Jenesys

Timnas U-16 Tutup Persiapan Jelang Turnamen Jenesys di Jepang pekan ini. (pssi.org)

Jakarta- Selesainya TC tahap kedua Timnas U-16 ditutup dengan manis. Timnas U-16 meraih kemenangan telak 8-0 pada laga uji coba melawan tim Akademi Babek U-17 di Stadion Atang Sutresna, Komplek kopassus, Jakarta Timur, Minggu (4/3). Gol diciptakan melalui aksi Rendy Juliansyah, Zidane Pramudya, Muhammad Fajar, Yadi Mulyadi, Hamsa Lestaluhu, dan Brylian Aldama. Sementara dua gol lainnya diciptakan oleh Sutan Zico. Fakhri Husaini, arsitek Timnas U-16 mengaku puas dengan performa anak asuhnya pada hari ini. “Ini hasil positif. Lawan memberikan tekanan pada tiga menit awal pertandingan. Namun pemain bisa melakukan apa yang dikerjakannya selama ini di pemusatan latihan dengan langsung mencetak gol”, kata Fakhri, pada Minggu (4/3). Meskipun TC Timnas U-16 sudah berakhir yang dilaksanakan selama dua pekan, kini Brylian Aldama dan kolega fokus pada turnamen Jenesys yang berlangsung di Jepang pada tanggal 6-15 Maret. Rencananya, pada Senin (5/3) malam punggawa Timnas U-16 siap berangkat dengan pesawat garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Pelatih kelahiran Aceh tersebut juga mengatakan timnya sudah siap tampil di turnamen Jenesys pasca menjalani pemusatan latihan. Nantinya, para pemain tak hanya sekadar bertanding saja, melainkan juga diselingi oleh kegiatan pertukaran budaya di Jepang. (Dre)

Belum Ada Kompetisi, Ketum PB Perbasasi : Kejuaraan Rutin Justru Selalu Ada Tiap Pekan di Seluruh Indonesia

Ketua Umum PB Perbasasi Andika Monoarfa (bertopi) saat acara launching Jersey Timnas PB Perbasasi di Jakarta. (Art/NYSN.com)

Jakarta- Makassar Open International Softball Men’s and Women’s 2017 diikuti 12 klub partisipan. Tak hanya berasal dari dalam negeri, kejuaraan tahun lalu itu ternyata menjadi agenda rutin bagi klub Varsity dari Malaysia. Dengan skuad putera dan puteri, tim negeri Jiran itu juga diperkuat beberapa pemain asing asal Singapura dan Australia. Bagi Ketua Umum Pengurus Besar Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) yang baru, Andika Monoarfa, gairah kejuaraan internasional di daerah ini menjadi benefit yang menjanjikan. Maklum, sejak 2004 silam, Liga Profesional Softball tak lagi berputar dan nasibnya timbul tenggelam. “Di era kepengurusan kini, setiap Pengurus Provinsi (Pengprov), diwajibkan menyelenggarakan kejuaraan secara rutin. Jika gagal, pasti bakal kena sangsi,” ujar pria kelahiran Jakarta, 3 Desember 1979 ini. Dan ternyata, gagasan ini justru disikapi positif oleh seluruh pengprov anggtoa PB Perbasasi. Hampir tiap pekan, Andika kerap berkunjung ke seluruh Pengprov dengan agenda membuka hingga menutup Kejuaraan yang berbasis turnamen, meski berskala daerah. “Kerjaan saya tiap pekan, membuka dan menutup Kejuaraan yang berputar di seluruh Pengprov Indonesia. Bukti gairah olahraga ini memang nyata dan terhitung sehat sebagai awal menuju era kompetisi,” tegasnya dalam acara launching Jersey Timnas PB Perbasasi pada Sabtu (3/3) di Jakarta. Meski demikian, ia memilih berasabar guna mencari konsep dan formula pelaksanaan Liga atau kompetisi secara berkala. Aktifnya beberapa kejuaraan diseluruh daerah dinyakini bila dalam waktu yang tak lama, PB Perbasasi sanggup menggulirkan Liga. “Spirit kejuaraan seperti ini harus dipupuk dan dipertahankan, toh dengan sendirinya, kelak era kompetisi atau Liga segera dibutuhkan. Apalagi, infratruktur Stadion dengan standar internasional juga sudah ada,” ungkapnya lagi. Stadion Softball dan Baseball dengan standar internasional sudah cukup banyak di Indonesia. Diantaranya Samarinda (Kalimantan Timur), Palembang (Sumatra Selatan), Bandung (Jawa Barat), Surabaya (Jawa Timur), serta fasilitas Stadion di Universitas Gajah Mada (Yogjakarta). “Intinya bersyukur dulu, kami punya infrastruktur Stadion yang memadai. Di Cabor lain, jarang malah yang punya Stadion. Saat ini pesebaran Stadionnya yang masih terus diupayakan,” ujar putera dari Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Suharso Monoarfa. Sosok muda dalam tubuh olahraga tepok bola dengan tongkat ini menyadari membangun Stadion itu bukan perkara mudah. Ketersediaan lahan dan harga tanah yang yang mahal, kerap menjadi kendala. “Bikin Stadion Softball itu aslinya murah. Field of Play-nya itu murah, karena lapangannya terdiri dari tanah gravel sama rumput, murah itu. Yang mahal itu tanahnya. Apalagi, kalo mau nambah pake lampu, tribun penonton, atau locker room, ya pasti mahal jadinya,” papar Andika. Jelang Asian Games 2018, Andika juga mengambil kebijakan non mainstream dengan mewajibkan setiap atlet pelatnas sofball dan baseball menandatangani kontrak dengan gaji Rp 8 Juta per bulan. Chief de Mission Asian Martial Art Games (AIMAG) 2017 ini mengambil kebijakan nilai gaji atlet pelatnas tak memakai platform Standar Biaya Masuk Lainnya (SBML) tetapi berpatokan dengan peraturan Menteri Keuangan (PMK). “Kalau menggunakan SBML gaji atlet hanya Rp4 juta/per bulan. Jadi, saya pakai aturan PMK dengan nilai gaji Rp8 juta per bulan,” tegasnya. Konsekuensi dengan gaji dan fasilitas memadai itu, kata Andika, seluruh atlet pelatnas Asian Games 2018 wajib mengikuti aturan yang diberlakukan. Salah satu contoh, atlet dilarang makan sembarangan dan harus mengkonsumsi makanan yang disediakan sesuai rekomendasi ahli nutrisi. “Asupan nutrisi sangat penting dalam menopang prestasi. Kalau sampai ada atlet yang ketahuan mengkonsumsi mie instan maka gajinya akan dipotong sebulan,” urainya. Apalagi, pemerintah melalui Kemenpora tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan pengajuan dana pelatnas Asian Games 2018 sebesar Rp45 miliar. Dengan kekuatan 17 atlet sofball putra dan 24 atlet baseball putri di bawah asuhan 4 pelatih asing, Kemenpora hanya memasok dana Rp12 miliar. Separuh untuk Softball dan Separuh Baseball “Dana Rp12 miliar tak cukup membiayai pelatnas. Apalagi, melibatkan 15 pelatih. Termasuk 4 pelatih asing, pelatih Strength and Conditioning dan pelatih Recovery. Makanya, saya harus siap mencari kekurangan anggarannya guna mencari sponsor,” paparnya. Andika pernah bekerja sebagai manajer artis sekaligus penyanyi, Andien. Andika juga pernah menjabat Direktur Niaga PT PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Di PB Perbasasi, nama Andika Monoarfa sudah tidak asing lagi. Ia pernah membantu Tim Nasional Indonesia meraih gelar juara di ASEAN Championship 2016. (art)

Warna Jersey Makin Minimalis, PB Perbasasi Pede Incar Prestasi Dunia

Jersey Baru yang diluncurkan PB Perbasasi jelang Asian Games 2018 dan Kejuaraan Asia di Jakarta pada April mendatang. (Art/NYSN.com)

Jakarta- Ada yang baru dengan jersey timnas Softball Indonesia di Asian Games 2018. Saat launching perayaan hari ulang tahun Pengurus Besar Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) ke-51 pada Sabtu (3/3) malam, jersey yang dipakai para atlet tak lagi bercorak meriah. Kesan simpel muncul kala melihat warna merah untuk pertandingan status tim tamu, dan putih untuk status pertandingan home. Tulisan “Indonesia” yang menempel di jersey bagian depan juga tidak aneh-aneh. PB Perbasasi terinspirasi dengan font tagline “Wonderful Indonesia” milik Kementerian Pariwisata. Tujuannya simpel, jersey Timnas softball dikembalikan ke khitahnya. “Kami luncurkan jersey baru. Jersey ini kembali ke basic, selama ini gonta-ganti warna, tulisan tapi minim prestasi. Kita kembalikan ke khitahnya. Ini desain tahun 1960 dengan penyempurnaan serta font mirip Wonderfull Indonesia,” ungkap Ketum PB Perbasasi Andika Monoarfa. Jersey ini sudah dipakai atlet membawa nama Indonesia di SEA Para Games 2017 lalu. Dengan wajah baru itu, Indonesia keluar sebagai juara umum. Harapannya, spirit menjadi yang terbaik dengan jersey baru ini terus menggelora di ajang berikutnya. Tuah jersey baru ini kembali diharapkan mengangkat nama Indonesia di Asian Men’s Softball Championship (Kejuaraan Softball Beregu Putera Asia) 2018, pada 23-28 April. Di ajang yang dilaksanakan di Stadion Softball GBK Senayan, para atlet wajib mengamankan medali perunggu sebagaimana prestasi Kejuaraan Asia pada 2016 di Jepang. “Minimal harus perunggu. Di ajang ini, tiga tim terbaik mendapatkan tiket ke kejuaraan dunia. Indonesia langganan lolos kualifikasi Kejuaraan Dunia. Kami ingin menjaga tradisi itu di kejuaraan Asia nanti,” jelasnya. Di ajang ini, ada 12 negara yang siap meramaikan. Selain Indonesia, ada juara dunia Jepang, kemudian China Taipei, Filipina, Korea, Pakistan, India, Iran, Hongkong, Singapura, Thailand, dan Malaysia. Menghadapi ajang ini, para atlet akan menggelar pelatnas pada 15 Maret nanti sampai pelaksanaan Asia Cup bertempat di Surabaya. “Soal pesaing, Jepang masih yang terbaik disusul China Taipei, lalu bisa Filipina,” ungkap Andika. Turnamen ini dimaksimalkan untuk memantapkan performa timnas jelang SEA Games 2019. Sebab, softball putera dipertandingkan di sana. Di arena Asian Games 2018, softball dipertandingkan untuk kategori puteri, sementara untuk baseball, hanya kategori putera. (dre)