Ajang Indonesia Open 2018 Berakhir, Raihan Dua Gelar Sudah Lampaui Target PBSI

Selain Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Indonesia juga meraih gelar juara Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, lewat duet ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. (Pras/NYSN)

Jakarta- Ajang Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, di Istora Senayan, Jakarta, berakhir pada Minggu (8/7). Pada turnamen bulutangkis terbaik di dunia itu, Indonesia sukses meraih dua gelar juara. Yakni sektor ganda putra lewat Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang menang atas wakil Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko, 21-13 dan 21-16. Dan duo campuran melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang menyingkirkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-17 dan 21-8. Sedangkan titel tunggal putra disabet Kento Momota (Jepang) yang mengatasi Viktor Axelsen (Denmark), 21-14 dan 21-9. Lalu, tunggal putri asal China Taipeh, Tai Tzu Ying mencetak prestasi setelah menghempaskan Chen Yu Fei (China), 21-23, 21-15, dan 21-9. Jepang juga membukukan gelar kampiun di ganda putri, setelah menghadirkan ‘All Japan FInal’, yang dimenangkan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota atas kompatriotnya, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, 21-14, 16-21, dan 21-14. Achmad Budiarto, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), mengatakan dua gelar yang diraih wakil Indonesia di ajang Indonesia Open 2018 melebih target yang ditetapkan PBSI. “Sebelum turnamen ini digelar Kabid Binpres (Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi/Susy Susanti) menargetkan satu gelar. Tapi, Indonesia berhasil meraih dua gelar. Ini berarti melebihi target awal,” ujar Budiarto, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7). Menurutnya, hasil ini juga bisa menjadi gambaran untuk menghadapi Asian Games 2018, pada 18 Agustus – 2 September. “Ini menjadi gambaran peta di Asian Games sekaligus tantangan berat juga buat kami. Terlebih yang digunakan juga venue baru,” tukas Budiarto. (Adt)

Kevin/Marcus Perkasa di Istora Senayan, Energi Tambahan Kejuaraan Dunia dan Asian Games 2018

Juara Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, langsung berhadapan event besar yang jarakanya amat berdekatan dengan Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pasangan unggulan satu Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, benar-benar tampil perkasa di hadapan publik sendiri, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7). Mereka sukses meraih gelar juara Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000 usai menaklukan wakil Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko, pada laga final, dua gim langsung, 21-13 dan 21-16, dalam waktu 31 menit. “Senang dengan gelar yang kami raih. Apalagi hasil minggu lalu di Malaysia Open hasilnya kurang begitu bagus. Kami kalah di perempat final. Ini juga bisa mematahkan mitos kalau Istora itu angker bagi pebulutangkis tuan rumah, apalagi saat Indonesia Open,” ujar Kevin usai laga. Serupa, Marcus mengungkapkan hal yang luar biasa bisa juara di Indonesia Open 2018 paska hasil negatif pada ajang Malaysia Open lalu. Di Malaysia Open 2018, langkah Kevin/Marcus terhenti di perempat final, usai takluk dari pasangan non unggulan asal China, He Jiting/Tan Qiang, 17-21 dan 11-21. “Mungkin juga tadi musuh mainnya under performance, tidak 100 persen. Bagi kami ini menguntungkan,” tutur Marcus. Tak memiliki waktu lama untuk menikmati kemenangan, dobel Merah Putih yang menempati ranking 1 dunia versi BWF itu, sudah harus menatap dua event besar yang jarakanya amat berdekatan. Yakni Kejuaraan Dunia Bulutangkis, di Nanjing, China, 30 Juli – 5 Agustus, dan Asian Games 2018, pada 18 Agustus – 2 September. “Sebelum Asian Games kami fokus untuk bermain di Kejuaraan Dunia terlebih dahulu. Untuk Asian Games kami tentu ingin tampil baik, karena tuan rumah. Kami tidak mau berpikir terlalu jauh,” tegas Kevin. Marcus menambahkan hasil sempurna di Indonesia Open ini menjadi energi tambahan di dua event berikutnya. “Hasil baik di Indonesia Open ini menjadi motivasi tambahan kami untuk menghadapi dua turnamen nanti,” pungkas Marcus. Kembali, Kevin menegaskan dengan jadwal pertandingan yang padat tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak meraih hasil memuaskan. “Kami cukup sering bertanding dua Minggu beruntun. Yang penting harus pintar menjaga kondisi tubuh, dan fisik, serta mental tanding. Kami ingin selalu memberikan yang terbaik,” tukas Kevin. (Adt)

Kunci Gelar Indonesia Open 2018, Tontowi/Liliyana Siap Fokus Raih Emas Asian Games 2018

Sabet gelar juara Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, jadi peforma Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang terakhir di event bergensi ini. (Pras/NYSN)

Jakarta- Duet Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses menjadi kampiun Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7). Mereka menekekuk pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, dua gim langsung, lewat duel berdurasi 38 menit, dengan skor 21-17 dan 21-8. Mendapat dukungan penuh publik yang hadir di partai puncak sepanjang laga, Owi/Butet, sapaan akrabnya, langsung menggebrak dan memimpin 11-8 di interval gim pertama. Pertandingan berlanjut, kedudukan sempat imbang 13-13. Kesalahan demi kesalahan yang dilakukan dobel Negeri Jiran itu memberi keuntungan bagi Owi/Butet dengan meraih empat angka beruntun. Skor berubah 17-13 untuk pasangan utama Merah Putih. Tekanan yang terus dilancarkan kubu Merah Putih disisa gim pertama tak mampu dibendung Chan/Goh. Alhasil, Owi/Butet mengunci gim pertama, 21-17. Memainkan gim kedua, dominasi pasangan Indonesia peraih medali emas Olimpiade 2016, Rio de Janeiro, Brasil itu terus berlanjut. Owi/Butet tak memberikan kesempatan pada lawan untuk mengembangkan permainan. Mereka langsung unggul 6-1, dan terus memundi poin demi poin. Interval gim kedua disudahi Owi/Butet dengan skor 11-3. Panen angka terus terjadi, hingga Owi/Butet membungkus gim kedua dengan selisih angka terpaut jauh, 21-8. Hasil ini membuat dobel penghuni pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PBSI, Cipayung, Jakarta itu mempertahankan gelar juara di ajang turnamen bulutangkis terbaik di dunia itu. Kemenangan ini sekaligus gelar pertama setelah event ini kembali bergulir di Istora Senayan, Jakarta. Sebelumnya, mereka meraih gelar juara tahun lalu yang dihelat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. Kemenangan ini makin memperlebar rekor pertemuannya dengan Chan/Goh menjadi 10-1. Satu-satunya kekalahan Owi/Butet atas wakil Malaysia yang kini menghuni ranking 15 dunia versi BWF itu, terjadi di China Open 2002, dengan skor 19-21 dan 14-21. “Perasaan saya sebenarnya campur aduk. Saya senang akhirnya bisa juara. Sekaligus mematahkan mitos kalau Istora (Senayan) itu angker buat kami,” ujar Butet usai laga. “Tapi saya juga sedih, karena mungkin ini akan Indonesia Open terakhir buat saya. Saya pasti akan merindukan momen itu lagi. Tahun depan tidak bisa merasakan suasana seperti ini lagi,” lanjut pemain berpostur 1,65 meter itu. Selepas meraih hasil sempurna di turnamen berhadiah total Rp 17 miliar itu, mereka fokus ke Asian Games 2018, pada 18 Agustus – 2 September nanti. Bagi, Owi/Butet, pesta multievent empat tahunan itu menjadi impian untuk bisa meraih medali emas. “Kemenagan ini memberikan rasa optimis. Tapi Asian Games nanti tetap beda. Makannya kami harus fokus lagi lawan siapapun. Disisa waktu yang ada kami akan maksimalkan hingga saatnya bertanding di Asian Games nanti. Mudah-mudahan Asian Games bisa meraih medali emas,” tambah Butet. Semenara itu, Owi mengungkapkan di Asian Games 2018 semua lawan sama. Menurutnya, China menjadi lawan yang kuat, karena pemain mereka menghuni ranking 1 dan 2. “Jepang juga kuat. Kemudian Thailand, dan yang lainnya. Semoga saja kami bisa memberikan yang terbaik,” tukas Owi. (Adt)

Mulai Bergulir Di Solo, Remaja 15 Tahun Turut Bersaing Di Women’s Circuit International Tennis 2018

Priska Madelyn Nugroho (15 tahun) menjadi salah satu petenis termuda Indonesia, yang turun dalam turnamen Women's Circuit International Tennis 2018, di Lapangan Tenis Gelora Manahan, Solo, Jawa Tengah. (twitter.com)

Jakarta- Turnamen tenis PT Pembangunan Perumahan Construction & Investment Women’s Circuit International Tennis 2018, mulai bergulir akhir pekan ini, hingga 14 Juli, di Lapangan Tenis Gelora Manahan, Solo, Jawa Tengah. Petenis tuan rumah bersaing dengan petenis lain dari sembilan negara yakni Singapura, Australia, Jepang, China, Taiwan, Kazakhstan, India, Bulgaria, dan Rusia. Susan Soebakti, Direktur Turnamen, mengatakan minat petenis asing sangat tinggi untuk mengikuti turnamen ini. Kejuaraan ini masuk dalam kalender kompetisi resmi Federasi Tenis Internasional (ITF). “Peserta tak hanya dari kawasan Asia. Mereka juga datang dari benua Eropa,” ujar Susan, di Solo, Jawa Tengah, akhir pekan ini. Babak kualifikasi turnamen khusus putri berhadiah total 15 ribu dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 215 juta itu, mulai bergulir pada Sabtu (7/7). Indonesia menurunkan para petenis terbaik yakni Rifanty Dwi Kahfiani, Bilqis Maqbulatullah, Arrum Damarsari, Suryaningsih, Septiana Nur Zahiroh, dan Ni Luh Sintha Eka Putri. Mereka membidik delapan slot babak utama. Sedangkan petenis utama Merah Putih yang tergabung di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Asian Games 2018, berhak berlaga di babak utama mulai Selasa (10/7). Aldila Sutjiadi yang berperingkat tunggal ke-751 dunia jadi unggulan keempat. Dan, Deria Nur Haliza serta Joleta Budiman, memanfaatkan fasilitas wild card bersama Fitriana Sabrina dan Priska Madelyn Nugroho. “Peluang sangat terbuka bagi tuan rumah Indonesia untuk menambah wakil di babak utama,” tukas Susan. Khusus untuk Priska, menjadi catatan tersendiri. Remaja kelahiran Jakarta, 29 Mei 2003, ini menjadi salah satu petenis termuda skuat garuda pertiwi paling berbakat, yang ikut berpartisipasi. (Adt)

Lompat Setinggi 3,6 Meter, Atlet Pelatnas Putri 15 Tahun Lolos Olimpiade Remaja 2018 Di Argentina

Atlet Pelatnas remaja Diva Renatta Jayadi (kaos puith) raih emas di Bangkok, Thailand, dan lolos ke Olimpiade Remaja, di Argentina, Oktober mendatang. (PB PASI)

Jakarta- Atlet pemusatan latihan nasional (Pelatnas) remaja Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Diva Renatta Jayadi, sukses meraih medali emas nomor lompat galah putri pada ajang Kualifikasi Olimpiade Remaja 2018 zona Asia, di Bangkok, Thailand, pekan ini. Putri mantan pelompat galah nasional Nunung Jayadi dan pelari gawang nasional Dedeh Erawati itu, jadi yang terbaik di antara atlet-atlet remaja zona Asia lainnya usai membukukan lompatan setinggi 3,6 meter. Ia menyingkirkan dua rival terkuatnya. Yakni Yana Toibaye asal Kazakhstan, yang harus puas menempati posisi kedua, dan Cherulin Jia Yi Sia asal Singapura, di urutan ketiga. Hasil ini cukup bagi remaja putri kelahiran Jakarta, 24 Desember 2002 itu lolos ke Olimpiade Remaja, di Buenos Aires, Argentina, pada Oktober 2018. Bahkan, remaja berkulit sawo matang itu menjadi satu-satunya pelompat galah putri yang mewakili Asia, di ajang Olimpiade Remaja. Selain Diva, Indonesia juga meloloskan atletnya di nomor 100 meter, atas nama Adi Ramli Sidiq. Ramli adalah remaja kelahiran Desa Widoro, Kecamatan Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah. Di final, sprinter 17 tahun dari SMAN 11 Semarang ini, lolos Kualifikasi Olimpiade Remaja finish diurutan 8. Federasi Atletik Internasional (IAAF) mensyaratkan khusus di nomor 100 meter putra dan putri, 8 atlet terbaik masing-masing kategori, berhak mewakili zona Asia ke Olimpiade Remaja. Tigor M. Tanjung, Sekertaris Umum PB PASI, mengapresiasi pencapaian dua atlet remaja yang berhasil lolos ke Olimpiade Remaja ini. “Kami bersyukur. Sebab, dari empat atlet yang dikirim mengikuti kualifikasi, lolos dua atlet untuk berlaga di Olimpiade Remaja di Argentina, Oktober mendatang,” ujar Tigor. (Adt)

Sempat Silau Karena Lampu, Marcus/Kevin Melaju ke Perempat Final Indonesia Open 2018

Ganda Putra unggulan pertama Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo sukses melaju ke perempat final Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000.(Pras/NYSN)

Jakarta- Dua pasangan ganda putra Indonesia berhasil lolos ke babak perempat final Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, yang digelar di Istora Senayan, Jakarta. Berry Angriawan/Hardianto serta unggulan pertama Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo sukses mengatasi lawan-lawannya di babak kedua yang digelar Kami (5/7). Berry/Hardi mengungguli pasangan Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dengan skor 21-14 dan 21-12. Sementara Marcus/Kevin menang atas pasangan Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi 21-18 dan 21-12. Sejak awal pertandingan, Marcus/Kevin tampil menyerang. Dukungan publik Istora semakin membakar semangat mereka saat bertanding. The Minions berhasil membuat pasangan Ong/Teo tak bisa menyerang. Hanya dalam 27 menit, ganda putra nomor satu dunia itu menang dan lolos ke perempat final. “Hari ini kita baru main di lapangan satu ya, dan agak silau. Kalau game kedua bisa lebih mengerti dan lebih bisa atur di lapangan,” ujar Marcus usai pertandingan. Kemenangan Marcus/Kevin juga diikuti oleh kolega mereka di pelatnas PBSI, Berry Angriawan/Hardianto. Berry/Hardi yang menghadapi Asturp/Rasmussen berhasil membalas kekalahan mereka saat bertemu di Denmark Open 2017 silam. “Alhamdulilah bisa balas dendam dan menang. Kita berdua dari semalam sudah komunikasi bahwa siap main capek. Sudah siapin mental kita akan capek. Main nothing to lose saja. Tekan terus, dan lawan tidak berkembang,” ujar Berry. Dengan hasil ini, dua wakil Indonesia dipastikan berlaga di babak perempat final. Indonesia berpeluang menambah dua wakil lagi dari pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama. Di perempat final, Marcus/Kevin akan menghadapi pemenang laga antara wakil Indonesia lain Ricky/Angga melawan wakil Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding. Sementara itu Berry/Hardi akan melawan wakil Taiwan Liao Min Chun/Su Ching Heng. (Adt)

Dalam Sepekan, Anthony Sinisuka Ginting Dipaksa Dua Kali Takluk Dari Kento Momota

Anthony Sinisuka Ginting, gagal melaju ke perempat final Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, usai ditaklukkan pemain Jepang, Kento Momota, dua gim langsung 17-21, 14-21. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, gagal melaju ke perempat final Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, setelah takluk dari pemain Jepang, Kento Momota, di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (5/7). Anthony takluk dua gim langsung 17-21, 14-21. Anthony Ginting diharapkan kembali mengulang sukses naik podium utama di arena Istora pada Indonesia Masters 2018 pada Januari lalu. Sedangkan Momota dirindukan kembali penampilannya setelah hampir satu tahun lebih sempat vakum berlaga . Sejatinya laga ini merupakan pertemuan kedua Anthony dan Momota dalam sepekan ini. Sebelumnya, dua pemain tersebut juga saling jegal di Malaysia Terbuka 2018. Pada laga di Malaysia, Anthonya kalah dalam tiga gim 21-14, 17-21, 14-21. Harapan untuk membalas kekalahan gagal terwujud karena rangking 10 dunia itu kembali gagal menghentikan langkah Momota. Pertandingan berjalan cukup ketat pada gim pertama. Masing-masing pemain berusaha memberikan serangan demi serangan untuk memimpin skor. Namun, Momota tampak tampil lebih baik dan mematikan. Gim ini akhirnya jadi milik Momota. Anthony yang mendapat dukungan publik Istora mencoba bangkit pada gim kedua. Misi tersebut tampak bakal berhasil karena Anthony sempat memimpin 13-7. Namun, momentum tersebut gagal dipertahankan Anthony. Momota memegang kendali permainan dan menyudahi laga dengan skor 21-14 dalam waktu 49 menit. Dengan kekalahan Anthony, sektor tunggal putra menyisakan Tommy Sugiarto, yang berhasil mengatasi rivalnya Chou Tien Chen (Taiwan), dengan skor akhir 21-13 14-21 21-18. (Adt)

Lahir Dari Keluarga Petani Di Puncak Jaya Papua, Yorince Kogoya Mimpi Bela Tim Nasional Indonesia

Terdapat 11 talenta muda sepak bola yang tergabung pada Uni Papua UC Football Ambassador Team untuk mengikuti program pelatihan sepak bola secara intensif di Jakarta. (Adt/NYSN)

Jakarta- Yorince Kogoya, memiliki impian bisa membela tim nasional (Timnas) Indonesia di berbagai turnamen sepakbola, baik level nasional maupun internasional. Lahir dari ayah yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil, dan ibu yang menjalani kesehariannya sebagai petani, di Distrik Mulia, kawasan Puncak Jaya, Papua. Yorince menjadi salah satu dari remaja yang terpilih dalam program Uni Papua UC Football Ambassador Team, bersama 10 rekannya yang lain. Dan, berhak untuk mengikuti program pelatihan sepak bola secara intensif selama satu minggu guna meningkatkan kemampuan para peserta dalam bermain si kulit bundar. “Harapannya kedepan UC Browser dan Uni Papua tetap bekerjasama dengan kami, sehingga teman-teman bisa mendapat kesempatan untuk bisa menjadi pemain bola profesional, dan suatu saat bisa membela tim nasional,” ujar Yorince, di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/7). Berasal dari pegunungan tertinggi di Papua, Yorince memiliki struktur fisik serta kemampuan menghadapi tantangan. Dara kelahiran Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, 25 November 2001 itu memang memiliki kecintaan terhadap sepak bola. Bahkan ia memiliki kakak pesepak bola profesional. Yorince adalah adik dari Frengky Pare Kogoya, winger 21 tahun yang kini membela Persija Jakarta. Benih-benih kecintaan terhadap olahraga yang sangat populer di dunia itu makin kuat. Niatnya tulus yakni ingin melanjutkan tradisi serta membanggakan keluarga. “Inspirasi saya bermain sepak bola itu dari Frengky. Karena saya melihat kalau kakak bermain sepak bola itu mendapatkan banyak teman,” tuturnya. “Saya ingin terus mengasah kemampuan dan terus berlatih. Sehingga bisa menjadi pemain profesional membela tim Persipura Galanita, serta tim nasional Indonesia,” cetusnya. Yorince mengungkapkan dirinya senang bisa bermain bola di Uni Papua, yang tak sekedar klub berlatih, tapi juga gerakan sosial yang menjadikan sepak bola sebagai tempat bagi anak-anak untuk menyalurkan bakatnya dan menggunakan sepak bola sebagai alat perubahan sosial. “Saya senang bermain bola di Uni Papua. Karena Uni Papua mengajarkan saya semua hal yang baik. Bisa membawa saya lebih mengenal sepak bola, memperkenalkan teknik-teknik dalam sepak bola,” tukas siswi kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Mulia, J. Pattiruhu, Distrik Mulia, Wuyuneri, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. (Adt)

Bentuk Uni Papua UC Football Ambassador Team, Kontribusi Bagi Talenta Muda Sepak Bola Indonesia

Terdapat 11 talenta muda sepak bola yang tergabung pada Uni Papua UC Football Ambassador Team untuk mengikuti program pelatihan sepak bola secara intensif di Jakarta. (Adt/NYSN)

Jakarta- Sepak bola selalu menjadi topik hangat bagi masyarakat Indonesia. Mengingat olahraga ini sangat populer, baik di Tanah Air maupun dunia. UC Browser, platform mobile browser dan content distribution di Indonesia, mengumumkan kerjasama dengan organisasi sosial sepak bola, Uni Papua. Mereka membentuk Uni Papua UC Football Ambassador Team. Progam ini sebagai bagian mendukung talenta-talenta muda untuk bisa mewujudkan mimpi mereka. Program ini juga menyediakan pelatihan sepak bola secara intensif selama satu minggu guna meningkatkan kemampuan para peserta. Setelah tahun lalu sukses membawa anak-anak berbakat dari Tulehu mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan bersama Chelsea FC Soccer School, UC Browser memperluas kontribusi mereka pada komunitas sepak bola dengan memilih 9 anak- anak berbakat dari berbagai daerah di Indonesia. Diantaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, Bali, dan beberapa daerah lainnya untuk disatukan ke dalam tim sepak bola. Tulehu adalah sebuah Desa di Kecamatan Sala Hutu, Maluku Tengah, Provinsi Maluku, yang dikenal sebagai penghasil bakat muda pesepak bola untuk Indonesia. Damon Xi, General Manager of UCWeb Indonesia and India, Alibaba Digital Media and Entertainment Group, mengatakan UCWeb hadir menjadi bagian dari komunitas sepak bola lokal. “Kami ingin terus berkontribusi bagi perkembangan sepak bola di Indonesia. Uni Papua UC Browser Team menjadi tim brand ambassador kami dan mewakili citra UC Football,” ujar Damon, di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/7). Sementara itu, Hirma Amilia Sjarif, Coach Educator Uni Papua, mengapresiasi dukungan yang diberikan UC Browser pada talenta-talenta muda berbakat dari berbagai daerah dengan memilih 11 anak-anak Indonesia terbaik. “Program ini sebagai pembentukan karakter anak-anak dalam bermain sepak bola. Anak-anak muda Indonesia bisajadi pemain sepak bola yang baik sekaligus memiliki karakter kuat,” terang Hirma. “Kami tentu mengucapkan banyak terima kasih untuk dapat diberikan kesempatan berlatih seperti ini,” lanjutnya. Sedangkan Darius Sinathrya, aktor yang konsen terhadap perkembangan sepak bola, mengungkapkan dirinya merasa senang dan bangga bisa memberi dukungan pada program yang baik dengan mengambil sepak bola sebagai program sosial. “Sudah banyak program, tapi program ini menyasar anak-anak yang tak terjangkau. Sangat bagus, sebab memberi kesempatan pada anak-anak dengan bakat yang baik mengikuti pelatihan selama satu minggu secara intensif,” tukas pria yang kerap memandu program sepak bola di stasiun televisi itu. (Adt)

Lumat Unggulan Enam Asal Jepang, Fajar/Rian Imbangi Rekor Pertemuan

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menyudahi perlawanan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, dalam laga rubber game, babak pertama Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000. (Pras/NYSN)

Jakarta- Duet Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil menciptakan kejutan di babak pertama Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000. Ganda Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, yang juga menjadi ungglan keenam turnamen ini, sukses mereka kandaskan. Fajar dan Rian adalah dobel juara Malaysia Masters 2018 pada Januari silam. Pasangan ini menang dalam drama pertarungan berdurasi 60 menit, dengan skor 21-18, 14-21, dan 21-18, mengatasi Kamura dan Sonoda. Dihadapan publik tuan rumah yang memadati Istora Senayan, Jakarta, Fajar dan Rian yang duduk di peringkat sembilan dunia versi BWF, tampil trengginas, pada Rabu (4/7). Usai laga, Fajar mengaku sangat bersyukur meraih kemenangan di laga pembuka melawan pasangan kuat asal Negeri Sakura itu. “Alhamdulillah bersyukur dan sangat puas atas permainan tadi. Apalagi mereka baru juara di Super Series Premier Malaysia Open 2018, minggu lalu. Keinginan dan tekad kami besar untuk mengalahkan mereka,” ujar Fajar. Sementara, Rian menambahkan kunci kemenangan mereka karena berusaha bermain bagus di depan net dan tak banyak melakukan bola lob. “Kondisi lapangan yang agak berangin, akan sangat merugikan jika kami membuka bola untuk angkat tinggi,” cetus Rian. Kemenangan ini membuat rekor pertemuan kedua pasangan menjadi imbang 2-2. Pertemuan terakhir melawan ganda peringkat 6 dunia versi BWF itu terjadi di Malaysia Masters 2018. Kala itu, Fajar/Rian menang dua gim, 21-17 dan 21-17. Keduanya juga mengungkapkan termotivasi untuk bisa mengejar poin rekannya penhuni rangking satu dunia versi BWF, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. “Motivasi kami adalah bagaimana bisa mendapatkan hasil baik pada setiap turnamen yang kami ikuti. Kalau dilihat dari rangking kami terus berada diantara 10, 11, atau 12,” terang Fajar. “Tapi kalau dilihat dari poin. Maka poin kami dengan mereka (Kevin/Marcus) bedanya sangat jauh. Motivasi kami saat ini ingin bisa mendekati perolehan poin mereka. Dan, terpenting bisa Tembung rangking 7 atau delapan dunia,” tambah Fajar. (Adt)

Lolos Ke Babak 16 Besar, Anthony Ginting Ingin Ulang Prestasi Di Indonesia Masters 2018

Anthony Sinisuka Ginting menyingkirkan pemain asal Belanda, Mark Caljouw, dalam laga berduasi 39 menit dengan skor, 21-9 dan 21-17. (Pras/NYSN)

Jakarta- Anthony Sinisuka Ginting berhasil melaju ke babak 16 besar Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, pada Rabu (4/7). Pebulutangkis Merah Putih rangking 10 dunia versi BWF itu menyingkirkan pemain asal Belanda, Mark Caljouw. Dalam laga berdurasi 39 menit, pebulutangkis kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 21 tahun silam itu, ungggul dengan skor, 21-9 dan 21-17. Ia menjelaskan pada pertandingan tersebut dirinya masih beradaptasi dengan lapangan. “Sempat latihan disini. Tapi suasananya sedikit berbeda. Di pertandingan tadi, lawan sepertinya sudah tertekan di gim pertama,” ujar pemain berpostur 1,71 meter itu usai laga. “Pas masuk gim kedua, lawan tidak gampang mati. Tapi, saya masih bisa mengatasi permainan lawan,” lanjutnya. Pemain asal SGS PLN Bandung, Jawa Barat itu, mengaku tak ingin memikirkan peluang sektor tunggal putra yang hanya diwakili tiga atlet pada turnamen berhadiah total Rp 17 miliar itu. “Saya tidak mau memikirkan kalau tinggal berdua atau saya sendiri. Saya ingin mengulang apa yang terjadi di Indonesia Masters awal tahun ini,” tambah pemain yang akrab disapa Ginting itu. Pada babak 16 besar, di sektor tunggal putra, Indonesia hanya menyisakan Anthony Ginting dan Tommy Sugiarto. Tommy berhasil lolos ke babak 16 besar usai menghempaskan wakil Thailand, Khosit Phetpradab, rubber game, 20-22, 21-10, dan 21-16, di babak pertama. Sedangkan Jonatan Christie takluk di babak pertama dari pemain unggulan satu asal Denmark, Viktor Axelsen, dua gim langsung, 21-10 dan 21-19. “Saya berusaha untuk mengingat (Indonesia Masters 2018) bagaimana pikiran saya saat itu. Bagaimana saya fokus, dan ingin kembali saya terapkan disini,” tukas Ginting yang meraih gelar juara Indonesia Masters 2018, pada akhir Januari lalu, usai menaklukkan wakil Jepang Kazumasa Sakai, 21-13 dan 21-12. (Adt)

Persiapan Lancar, Tim Basket Putra Sekolah Kharisma Bangsa Siap ke Paris Hari Jumat

Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa percaya diri dan siap berlaga di kejuaraan dunia antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Paris, Perancis. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa percaya diri dan siap berlaga di kejuaraan dunia antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Paris, Perancis, pada 6-13 Juli 2018. Selama kurang lebih dua pekan menjalani training camp (TC), sejak Senin (25/6), hingga saat ini, Muhamma Aofar dan kawan-kawan digenjot fisik, teknik, strategi, serta kesiapan mental. “Alhamdulillah persiapan semua lancar, sudah 98 persen. Memang stamina dan mental perlu dimatangkan lagi. Begitu juga dengan team work. Tapi itu mudah-mudahan bisa teratasi saat nanti di Paris,” ujar Ari Adiska, Juru Ramu Tim Basket Putra Sekolah Kharisma Bangsa, Rabu (4/7). Meski diakuinya, tak mudah untuk bisa bersaing dengan tim peserta dari negara lain pada kejuaran dunia basket antar SMA itu. Namun, Ari berharap anak didiknya mampu memberikan hasil terbaik saat tampil di negara yang terkenal dengan menara Eiffel-nya itu. “Keinginan kami tak muluk-muluk. Yang penting, fokus untuk bisa lolos penyisihan grup. Kalau itu bisa terlewati, baru persiapkan diri untuk bisa melaju ke pertandingan selanjutnya,” lanjutnya. Yang terpenting, tegasnya, bahwa semua tim harus memiliki tujuan, semangat, dan kemauan yang sama. Rencananya tim akan bertolak ke Paris, pada Jumat (6/7) dan akan menginap di Hotel Ibis Meudon, Paris, Perancis. “Kami tentu akan berusaha keras dan berjuang mempersembahkan yang terbaik. Apalagi ini membawa nama baik sekolah, dan Indonesia. Selain itu, semua pihak yang mendukung kami sehingga bisa berangkat dan berlaga di kejuaraan basket dunia ini,” ungkapnya. “Insya Allah semua tim bisa mengemban amanah ini dengan baik. Dan, bila sebelumnya team work menjadi pekerjaan rumah selama training camp, tapi kni team work sudah lebih baik,” tegas Ari. (Adt)

Butuh Waktu 35 Menit Lakoni ‘Perang Saudara’, Kevin/Marcus Taklukan Seniornya Di Babak Pertama

Duet Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (putih/merah) hanya butuh waktu 35 menit, menaklukkan seniornya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (hitam/hitam). (Pras/NYSN)

Jakarta- Duet Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon hanya butuh waktu 35 menit, menaklukkan seniornya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di babak pertama Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000, pada Rabu (4/7). Berlaga di Istora, Senayan, Jakarta, dobel utama Indonesia sekaligus nomor satu dunia itu, harus melalui drama pertandingan tiga gim menghadapi Hendra/Ahsan yang berakhir dengan skor 21-16, 18-21, dan 21-10, serta Duel Merah Putih ini berlangsung sengit. Kevin/Marcus sempat tertinggal 2-6 dari pasangan rangking 41 dunia versi BWF itu. Namun, mereka mampu menyudahi interval gim pertama dengan skor 11-10. Raihan poin juara All England 2018 itu, terus mengungguli Hendra/Ahsan hingga gim berakhir, 21-16. “Di gim pertama, kami sempat ketinggalan start. Mereka sudah in duluan. Tapi kami bisa membalikan keadaan usai interval gim dan menang,” ujar Kevin usai laga. Kalah di gim pertama, Hendra/Ahsan merubah strategi. Mereka tampil agresif dan terus memberikan tekanan pada juniornya itu. Di waktu jeda gim kedua, mereka tertinggal 9-11 dari Kevin/Marcus. Selepas itu, meski sama-sama ‘ngotot’, bahkan kedudukan sempat imbang 14-14, akhirnya Hendra/Ahsan berhasil memaksa pertandingan berlanjut ke gim ketiga setelah menang, 21-18. “Kami kalah angin di gim kedua dan tenaga yang kurang, jadi banyak juga servis yang nggak masuk,” timpal Marcus. Di gim penentu, Kevin/Marcus langsung tancap gas dan memimpin 4-1. Mereka juga mampu menjaga marjin angka dengan Hendra/Ahsan dan menutup interval gim ketiga, dengan skor 11-6. Pengalaman tanding yang dimiliki Hendra/Ahsan ternyata tak mampu menghadang laju poin Kevin/Marcus. Pasangan berjuluk The Minions itu menutup gim penentu dengan skor 21-10, guna memastikan langkah mereka ke babak kedua. Ahsan bersama Hendra mengaku telah berusaha maksimal pada laga itu. Namun, juniornya lebih baik, sehingga unggul atas mereka. “Selamat buat Kevin/Marcus. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi inilah hasilnya. Mereka memang lebih unggul dari kami,” tutur Ahsan. Hal senada diungkapkan Hendra. Menurutnya, lawan memiliki keunggulan pada speed dan power. “Di gim ketiga kami sudah kena serang duluan. Ini membuat kami kerepotan meladeni mereka,” cetus Hendra. (Adt)

Ditantang Pasangan Jepang Di Babak Kedua, Tontowi/Liliyana Bakal Fokus Dari Awal Laga

Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (belakang) dan Liliyana Natsir (depan) sukses melewati laga pertama di Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000. (Pras/NYSN)

Jakarta- Duet Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ditantang wakil Jepang Yugo Kobayashi/Misaki Matsutomo pada lanjutan babak kedua Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000. Butet, sapaan akrab Liliyana Natsir, menyebut pemain Jepang terkenal sangat gigih. Namun, menurutnya dengan kondisi lapangan yang berangin, sehingga belum tentu nyaman untuk menerapkan pola bertahan, sehingga sangat cocok untuk bermain menyerang. “Secara head to head dengan pemain Jepang kami bagus. Tapi kami tetap harus fokus dari awal. Apalagi lawan keduanya adalah pemain ganda putra dan ganda putri,” ujar pebulutangkis kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 32 tahun silam usai laga, Selasa (3/7). Sebelumnya, di babak pertama, dobel peraih medali emas Olimpiade 2016, Rio de Janeiro, Brasil itu, menang mudah atas wakil Malaysia, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing, dengan skor 21-11 dan 21-14, dalam waktu 30 menit, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (3/7). “Ini awal yang bagus. Lapangannya juga enak buat kami. Jadi kami mau main apa saja enak. Lawan di gim kedua sudah kehilangan akal dan main nothing to lose saja. Walaupun sempat kesusul, tapi kami sudah in di permainan,” tutur Butet. Owi menambahkan pada pertandingan tersebut arahan pelatih bisa diterapkan dengan baik. “Mungkin ada satu dua poin yang mati sendiri. Mudah-mudahan dipertandingan berikutnya bisa kami perbaiki,” tukas Owi yang bersama Butet mengincar medali emas Asian Games 2018, pada 18 Agustus – 2 September mendatang. (Adt)

Gelar Latih Tanding Lawan Gede Basketball Club, Tim Basket Sekolah Kharisma Bangsa Fokus Benahi Stamina Pemain

Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa gelar latih tanding jelang kejuaraan dunia basket antar SMA di Paris, Prancis, 6-13 Juli 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa menggelar latih tanding, Sabtu (30/6), melawan tim Gede Basketball Club, yang merupakan tim juara divisi dua usia di bawah 22 tahun Jakarta Selatan, pada 2015. Agenda ini merupakan bagian dari persiapan jelang kejuaraan dunia basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Paris, Prancis, 6-13 Juli 2018. Pada laga di Hall Basket Sekolah Kharisma Bangsa, di Kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten itu, Muhammad Aofar dan kawan-kawan unggul tipis atas lawan, 115-113. Ari Adiska, Juru Racik Tim Basket Putra Sekolah Kharisma Bangsa, menyebut terdapat 20 pemain yang melakoni latih tanding dalam Training Camp (TC) ini. Ia memberikan kesempatan yang sama kepada pemain, baik yang lama maupun baru untuk melakoni latih tanding tersebut. “Kami semua ada 20 pemain. Dan kami ingin mereka semua merasakan bermain dalam latih tanding ini. Sehingga kami bagi rata untuk minute play-nya,” ujar Ari. Pada latih tanding tersebut, ia menjelaskan memainkan tim utama, skuatnya mampu memimpin 27 poin atas lawan. “Tapi karena kami ingin memberikan kesempatan kepada pemain baru, jadi harus ada rotasi pemain. Meski kami menang tapi poinnya tipis,” lanjutnya. Ari mengapresiasi pemain utama di timnya yang tampil dengan baik, terutama Aofar yang bermain apik di laga latih tanding. “Evaluasinya adalah pemain baru harus bisa menyesuaikan dengan skuat yang lama. Selain itu, soal stamina pemain lama, begitu juga dengan pemain center di dalam yang mengalami sedikit kelelahan. Itu semua akan kami benahi disisa waktu yang ada sebelum kami berangkat ke Paris nanti,” tambahnya. “Kami juga rencananya akan menggelar latih tanding lagi pada Senin (2/6) siang melawan tim basket PORDA (Pekan Olahraga Daerah) Kota Bogor (Jawa Barat). Diharapkan skill pemain terus meningkat,” tukas Ari. (Adt)

Tim Jetz Basketball KU 14 Tahun Terhenti Di Semifinal, Skuad KU 12 Tahun Tambah Pengalaman Di ‘Metro Starlight Invitational 2018’

Aksi salah satu pemain Jetz Basketball (Kuning) saat berhadapan dengan Generasi Muda Cirebon (GMC) di ajang 'Metro Starlight Invitational 2018', 25-30 Juni. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim putra Jetz Basketball Kelompok Umur (KU) 14 tahun harus terhenti langkahnya di babak semifinal turnamen basket bertajuk ‘Metro Starlight Invitational 2018’, di Indoor Gym Cahaya Bangsa Classical School, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (29/6). Anak asuh Agus Enrichia itu takluk dari tim basket Bhineka Solo, 63-70. Menurut Awi, sapaan akrab Agus Enrichia, lawan bermain pantang menyerah. Hal itu dibuktikan dengan perolehan angka lawan yang tertinggal di kuarter awal, namun mampu membalikan keadaan, dan akhirnya meraih kemenangan. Ia mengaku kurang puas terhadap performa timnya pada laga semifinal itu. Dan, endurance jadi faktor penyebab timnya menelan kekalahan atas wakil Solo itu. “Mungkin juga karena faktor endurance dari tim kami yang kurang optimal, sehingga sering kehilangan fokus dalam bermain,” ujar Awi. Usai dari gelaran ‘Metro Starlight Invitational 2018’, yang berlangsung pada 25-30 Juni ini, Awi menyebut, pihaknya bakal melakukan pembenahan pada tim. “Jelas kami akan melakukan evaluasi serta pembenahan, terutama pada kemampuan atletis pemain meliputi endurance, strength, juga pada agility pemain,” lanjutnya. Tim putra Jetz Basketball KU 14 tahun sukses melaju ke semifinal pasca tiga laga yang dihadapi dibabak penyisihan grup, tim yang bermarkas di Tangerang itu berhasil mengantongi kemenangan yakni atas Metro Starlight Bandung, Indonesia Falcons Jakarta, dan Warriors Jakarta, hingga mampu memuncaki Grup F. Sementara itu, di pertandingan KU 12, tim putra Jetz Basketball, belum mampu berbicara banyak di turnamen ini. Mereka takluk dari lawan-lawannya yakni Generasi Muda Cirebon, Metro Starlight Bandung, dan Warriors Jakarta. “Dari seluruh pertandingan, faktor kekalahannya karena undersize dari lawan-lawannya serta kurang meratanya komposisi pemain,” jelasnya. Awi menambahkan tim putra KU 12 tahun yang mengikuti turnamen basket invitational ini merupakan finalis KU 10 tahun pada event yang sama pada 2017. “Dengan komposisi pemain yang mayoritas usia 10 dan 11 tahun, sehingga partisipasi Jetz Basketball KU 12 hanya untuk menambah jam terbang serta pengalaman bertanding,” pungkas Awi. (Adt)

Sabar Ladeni Lawan, Sultan Kafi Delon Kampiun KU 14 Tahun Kejurnas Tenis Junior Detec Open 2018

Petenis KU 14 Tahun Sultan Kafi Delon sukses menjadi juara tunggal putra Kejurnas Tenis Junior Detec Open 2018, di Solo, Jawa Tengah, 25-30 Juni. (net)

Solo- Petenis asal Jember (Jawa Timur), Sultan Kafi Delon sukses menjadi kampiun tunggal putra Kelompok Umur (KU) 14 Tahun Kejurnas Tenis Junior ‘Detec Open 2018’. Unggulan kedua itu berhasil menghempaskan perlawanan seeded teratas, Faza Syah Rizal asal Surabaya (Jawa Timur). Sultan unggul dalam pertarungan straight set berdurasi dua jam lima menit dengan skor akhir, 7-6(6), dan 6-2, di laga final di Lapangan Tenis Gelora Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (30/6). “Di final, kuncinya sabar melayani permainan lawan. Saya senang bisa menang dan juara Detec Open 2018,” ujar remaja kelahiran 4 Juli 2004 itu. “Ini adalah pertemuan keenam di antara kami berdua. Dengan kemenangan ini, skor head to head kami jadi imbang 3-3,” lanjut pelajar kelas IX SMP Negeri 3 Jember itu. Di laga lain, petenis-petenis asal Jawa Tengah mendominasi turnamen yang masuk kalender kompetisi resmi Pengurus Pusat (PP) Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti/TDP) dengan menyabet lima gelar juara tunggal. Putra-putri Jawa Tengah memborong gelar lewat Rasya Qaisyar (Temanggung) dan Adyba Ardelia (Blora) di KU 10 tahun. Lalu, Ravel Indro (Pemalang) di KU 12 tahun, dan Diah Ayu Novita (Pati) di KU 14 tahun, serta Nadya Dhaneswara (Kudus) di KU 18 tahun. Deddy Prasetyo, Founder Detec sekaligus Penyelenggara Turnamen, mengatakan itu hal yang biasa. Sebab, lanjutnya, Jawa Tengah rajin menggelar workshop bagi pelatih yang menangani petenis junior. “Secara umum, kami puas dengan pelaksanaan Kejurnas Tenis Junior. Detec Open di Solo tahun ini. Bahkan, Yonex sebagai sponsor utama kegiatan ini, telah meminta kami untuk menambah satu event lagi di luar Pulau Jawa,” tukas Deddy. (Adt) Hasil Final, Sabtu (30/6) : 1. Tunggal Putra KU 10 Rasya Qaisyar (Temanggung) vs Rasyel Trianda (DIY), 8-1. KU 12 Ravel Indro (Pemalang) v Pijar Prawira (Gunung Kidul), 8-3 KU 14 Sultan Kafi Delon (Jember) vs Faza Syah Rizal (Surabaya), 7-6(6), dan 6-2 KU 16 Rafli Zulkarnaen (Sidoarjo) vs Rizki Pangestu (Blitar), 6-4, dan 7-5 KU 18 M. Rayhan Hanafi (DIY) vs M. Reza Falevi (Kudus), 4-6, 6-3, dan 6-4 2.Tunggal Putri KU 10 Adyba Ardelia (Blora) vs Sabrina Adia Putri (Bandung), 8-2 KU 12 Joanne Lynn (Bandung) vs Lailatul Fajria (Banjarmasin), 8-0 KU 14 Putu Kevalaih (Tangerang Selatan) vs Sekar Vinda (Cilacap), 6-3, dan 6-3 KU 16 Diah Ayu Novita (Pati) vs Hasna Raisaneva (Bandung), 6-1, dan 6-1 KU 18 Nadya Dhaneswara (Kudus) vs Zoelfanny Wahyuningrum (Bogor), 6-3, dan 6-2

Hadiah Terindah Ulang Tahun, Petenis KU 14 Tahun Sekar Vinda Khairunnisa Bidik Gelar Juara Detec Open 2018

Petenis KU 14 Sekar Vinda Khairunnisa bidik gelar juara Kejurnas Tenis Junior Detec Open 2018 sebagai hadiah ulang tahun diusianya yang ke-13 tahun. (net)

Solo- Sekar Vinda Khairunnisa, petenis tunggal putri Kelompok Umur (KU) 14 tahun asal Cilacap, Jawa Tengah, mengincar gelar juara pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Junior Detec Open 2018, di Stadion Tenis Gelora Manahan, Solo, Jawa Tengah. Gelar itu nantinya dipersembahkan untuk dirinya sebagai hadiah ulang tahun yang segera menginjak 13 tahun pada 28 Juni 2018. Dan tinggal selangkah lagi, pelajar kelas VIII SMP Al Azhar 15 Cilacap, Jawa Tengah itu, bisa mewujudkan impiannya tersebut. Di babak semi final, Jumat (29/6), seeded ketiga berperingkat nasional (PNP) keenam itu, berhasil menyisihkan unggulan kedua, Keila Mangesti Path (Manado). Sekar menang straight set dengan skor akhir 6-4 dan 6-1. Pada Sabtu (30/6), fans berat petenis Swiss Roger Federer itu ditantang petenis asal Tangerang Selatan (Tangsel) Putu Kevalaih,d yang membuat kejutan besar, di babak fase semifinal saat menyingkirkan unggulan teratas, Aurelya Chamsiayu (Sukoharjo), dengan straight set, 6-4 dan 6-2. Di partai final lainnya, akan menjadi perang petenis antar kota antar provinsi. Wakil Jawa Tengah akan meladeni andalan Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni di sektor putra KU 10 antara Rasya Qaisyar (Temanggung) melawan Rasyel Trianda (DIY). Lalu, KU 12 Ravel Indro (Pemalang) berjumpa Pijar Prawira (Gunung Kidul), serta KU 18 antara Reza Falevi (Kudus) kontra Rayhan Hanafi (DIY). Sedangkan duel antar wakil Jawa Timur terjadi pada KU 14 dan 16 tahun putra. Faza Syah Rizal (Surabaya) menghadapi Sultan Kafi Delon (Jember), dan Rafli Zulkarnaen (Sidoarjo) meladeni Rizki Pangestu (Blitar). Sementara, satu gelar juara telah dikantongi Jawa Tengah melalui Nadya Dhaneswara (Kudus) yang mengalahkan Zoelfanny Wahyuningrum (Bogor), dengan skor 6-3 dan 6-2 pada final tunggal putri KU 18 tahun. Menurut Sekar, Keva (sapaan akrab Putu Kevalaih) bukan lawan yang asing karena pernah dua kali bertemu dengan dirinya. Meski kerap kalah, namun diakuinya, kali ini ia memiliki motivasi tinggi untuk bisa meraih kemenangan. “Memang saya selalu kalah termasuk pada pertemuan terakhir saat Seleksi Nasional di Magelang (Jawa Tengah) awal tahun ini. Saya punya motivasi tinggi untuk membalas kekalahan itu,” ujar petenis berhijab itu, Jumat (29/6). “Saya ingin meraih gelar juara Detec Open 2018 sebagai hadiah terindah ulang tahun,” tukas Sekar. (Adt) Hasil Babak Semifinal Detec Open 2018, Jumat (29/6) : 1. Tunggal Putra KU 10 Rasya Qaisyar (Temanggung) vs Christian Dwi W (Pati), 8-3 Rasyel Trianda (DIY) vs Fabian Wibowo (Tulungagung), 9-8(2) KU 12 Ravel Indro (Pemalang) vs M. Aji Faizul (Tulungagung), 8-0 Pijar Prawira (Gunung Kidul) vs Diego Armando (Pati), 8-6 KU 14 Faza Syah Rizal (Surabaya) vs M. Akbar Aidil Fitri (Kudus), 6-4, 0-6, dan 6-3 Sultan Kafi Delon (Jember) vs Putu Ariel Wahyu (Bali), 6-2, dan 7-5 KU 16 Rafli Zulkarnaen (Sidoarjo) vs Komang Akda Wijaya (Buleleng), 6-2, dan 6-2 Rizki Pangestu (Blitar) vs Kadek Dewa (Bali), 6-0, 5-7, dan 6-2 KU 18 M. Reza Falevi (Kudus) vs Iqbal Azegaf (Purwodadi), 6-3, 3-6, dan 6-0 M. Rayhan Hanafi (DIY) vs Doni Catur (Kebumen), 6-3, dan 6-3 2. Tunggal Putri KU 14 Putu Kevalaih (Tangerang Selatan) vs Aurelya Chamsiayu (Sukoharjo), 6-4, dan 6-2 Sekar Vinda (Cilacap) vs Keila Mangesti Path (Manado), 6-4, dan 6-1 KU 16 Diah Ayu Novita (Pati) vs Laili Rahmawati Ulfa (Sukoharjo), 2-6, 7-6(7), dan 6-1 Hasna Raisaneva (Bandung) vs Safa Dheani (Kudus), 6-1, dan 7-5 Jadwal Final Detec Open, Sabtu (30/6) : 1. Tunggal Putra KU 10 Rasya Qaisyar (Temanggung) vs Rasyel Trianda (DIY) KU 12 Ravel Indro (Pemalang) vs Pijar Prawira (Gunung Kidul) KU 14 Faza Syah Rizal (Surabaya) vs Sultan Kafi Delon (Jember) KU 16 Rafli Zulkarnaen (Sidoarjo) vs Rizki Pangestu (Blitar) KU 18 M. Reza Falevi (Kudus) vs M. Rayhan Hanafi (DIY) 2. Tunggal Putri KU 10 Adyba Ardelia (Blora) vs Sabrina Adia Putri (Bandung) KU 12 Joanne Lynn (Bandung) vs Lailatul Fajria (Banjarmasin) KU 14 Putu Kevalaih (Tangerang Selatan) vs Sekar Vinda (Cilacap) KU 16 Diah Ayu Novita (Pati) vs Hasna Raisaneva (Bandung)

Indonesia Tuan Rumah Motocross Grand Prix of Indonesia 2018, Potensi Hadirkan MotoGP dan F1

Menpora Imam Nahrawi mengaku bangga Indonesia untuk kedua kalinya dipercaya menjadi tuan rumah Motocross Grand Prix of Indonesia (MXGP). (Kemenpora)

Jakarta- Indonesia untuk kedua kalinya dipercaya menjadi tuan rumah Motocross Grand Prix of Indonesia (MXGP). Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), mengaku bangga serta bersyukur karena untuk kedua kalinya Indonesia kembali menjadi tuan rumah MXGP. “Saya merasa bangga dan patut bersyukur kepada Allah SWT, karena Indonesia untuk yang kedua kalinya dipercaya menjadi tuan rumah MXGP. Tidak mudah untuk mendapat kepercayaan itu, kecuali karena kerjasama semua pihak yang terkait pada kejuaraan internasional MXGP ini,” ujar menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur ini. Hal ini diungkapakan Imam, saat menghadiri peresmian pemasangan Stiker Indo Motocross Grand Prix Of Indonesia 2018 (MXGP) tiket.com secara simbolis, dibadan pesawat Boeing 737-800 NG Sriwijaya Air, di Hanggar 4 PT GMF Aeroasia Tbk, Cengkareng, Tangerang, Kamis (28/6). Imam berharap adanya kejuaran internasional MXGP itu menjadi motivasi dan pemicu semangat baru untuk semua. “Semoga kejuaraan ini bisa menjadi momentum kebangkitan olahraga otomotif nasional. Dan bisa melahirkan crosser nasional yang handal yang bisa membawa nama harum Indonesia,” lanjutnya. “Makin banyak kejuaraan internasional, akan memotivasi dan memicu semanga baru untuk berdiri sejajar dengan negara-negara lain,” tutur ayah 7 anak itu. Ia menyebut hal itu menjadi kesempatan yang baik bagi pemerintah dan semua pihak menyelenggarakan MotoGP dan Formula One (F1) bisa digelar di Tanah Air. “Kalau kita punya niat, event MXGP bisa kedua kalinya. MXGP sebelumnya hanya satu seri, tapi sekarang dua seri. Ini akan menjadi kabar baik bagi dunia otomotif bahwa bangsa Indonesia pantas dan layak menjadi tuan rumah perhelatan dunia,” cetus alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur itu. Sementara itu, Sadikin Aksa, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI), menyebut tahun ini Indonesia menjadi salah satu dari dua negara yang dipercayakan Federasi Motor Internasional (FIM) untuk mengelar kejuaraan dunia IndoMXGP. “Indonesia menjadi salah satu negara, selain Italia, yang mendapatkan dua seri dalam satu negara. Indonesia tampil di seri Pangkalpinang (Kepulauan Bangka Belitung), dan Semarang (Jawa Tengah). Kami dari IMI mengucapkan banyak terima kasih kepada sponsor, dan Menpora yang sangat membantu olahraga ini,” tukas Sadikin. (Adt)

Turnamen Junior Golf Championship 2018 Berakhir, Menpora : Wajib Digelar Tiap 3 Bulan Sekali

Menpora Imam Nahrawi berharap turnamen golf Piala Menpora khusus junior, dapat kembali digelar secara rutin. (Adt/NYSN)

Jakarta- Turnamen golf bertajuk ‘Piala Menpora-PAGI Junior Golf Championship 2018’, yang pertama kalinya digelar di Emeralda Golf Club, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada 25-28 Juni, resmi ditutup Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, berharap turnamen golf khusus junior dapat digelar secara rutin. Selain itu, menurutnya, ajang ini merupakan kesempatan emas bagi masa depan golf tanah air. “Terima kasih PAGI (Perkumpulan Akademi golf Indonesia), PB PGI (Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia), sponsor, peserta, dan orang tua yang terlibat dalam acara yang menjadi kesempatan emas untuk masa depan golf Indonesia. Turnamen junior ini sudah menjadi konsentrasi yang membanggakan bagi semua,” ujar Imam pada Kamis (28/6). Imam yang didampingi Chandra Bhakti (Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kemenpora), Mudjo Suwarno (Ketua PAGI), dan I Gusti Putu Gede (Wakil Sekretaris Jenderal PB PGI), menyebut Indonesia memiliki lapangan golf terbanyak di Asia, seharusnya diiringi dengan membaiknya prestasi golf tanah air di level Asia, bahkan dunia. “Saya berharap kepada PB PGI agar dapat me-manage keadaan ini dengan baik. Saya juga meminta kepada PAGI agar turnamen dan kompetisi berjalan 3 bulan sekali.Apalagi ada pembiayaan dari CSR (Corporate Social Responsibility) pengelola lapangan golf. Tentu kami akan mensupport itu semua,” terang menteri berusia 44 tahun itu. Turnamen khusus junior itu dibagi kedalam 4 kelompok umur putra dan putri Junior (9 -18 tahun), da diikuti 112 peserta dari seluruh pelosok Indonesia dan beberapa klub, ditambah beberapa peserta dari luar seperti Malaysia,Thailand, Amerika dan Abudhabi. Turnamen prestasi ini juga terdaftar dalam agenda turnamen PB PGI, dan resmi masuk kalendar turnamen World Amatir Golf Ranking (WAGR). Menurut, Purboyo Adi Purnomo, Ketua Panitia ‘Piala Menpora-PAGI Junior Golf Championship 2018’, mengatakan pihaknya akan membuat event turnamen Junior Golf Championship 2018 lebih bersifat open. “Nanti juara dari Junior Golf ini mendapatkan hal-hal yang bisa menjamin masa depannya seperti beasiswa (golf dan sekolah umum). Semoga tahun depan lebih meriah lagi,” tuturnya. Sedangkan Putu Gede, mengaku sangat bangga serta mendukung turnamen dalam rangka mencari bibit atlet bertalenta golf usia dini. “Ini adalah ajang pencarian bakat-bakat untuk golf. Karena golf bukan lagi olahraga mahal tergantung kita memilihnya,” cetus Putu. Disisi lain, saat ini, terang Putu, PB PGI bersiap melakukan try out maupun try in sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2018, pada 18 Agustus – 2 September mendatang. “Semoga prestasi yang baik yang telah ada dapat dipertahankan, sehingga apa yang menjadi target pemerintah yakni 10 besar di Asian Games dapat tercapai,” pungkasnya. (Adt)