Zaskia Putri Salurante Cetak Sejarah di WKF World Championships 2026

Zaskia Putri Salurante

Atlet karate muda Indonesia, Zaskia Putri Salurante, sukses mengukir prestasi membanggakan di panggung internasional dengan meraih satu medali perunggu pada ajang kejuaraan dunia karate junior. Zaskia menjadi salah satu dari sebelas karateka Merah Putih yang diturunkan pada ajang 14th WKF Cadet, Junior and Under 21 World Championships 2026 yang berlangsung di Bielsko-Biala, Polandia, pada 14 hingga 18 Oktober. Karateka berusia 17 tahun ini memastikan tempat di podium dunia usai memenangi laga sengit dalam perebutan tempat ketiga pada Sabtu lalu. Perjuangan Zaskia menuju podium dimulai sejak babak eliminasi pada Kamis. Mengawali turnamen dengan membawakan jurus kata Kanku Sho, ia tampil dominan dan sukses menyingkirkan wakil Latvia, Aurelija Ivanova, lewat kemenangan mutlak 5-0. Tren positif tersebut terus berlanjut di babak-babak berikutnya. Secara berturut-turut, Zaskia berhasil menundukkan karateka tangguh asal Amerika Serikat, Isabella Sanchez, atlet Portugal Shannon Brandao, hingga wakil Republik Dominika, Belen Guzman Vergara. Langkah Zaskia melaju ke partai puncak sempat terhenti di babak semifinal setelah harus mengakui keunggulan karateka asal Jepang, Wakana Ito, dengan skor 0-5. Kendati demikian, kekalahan tersebut tidak mematahkan semangat sang atlet muda untuk membawa pulang medali bagi Indonesia. Pada pertandingan perebutan medali perunggu, Zaskia bangkit dan tampil percaya diri menghadapi wakil Spanyol, Rocio Castro Lopez. Kemenangan atas karateka Spanyol tersebut mengunci raihan medali perunggu sekaligus memastikan bendera Indonesia berkibar di podium kejuaraan dunia. Hasil tersebut menambah catatan penting bagi karate putri Indonesia. Zaskia tercatat sebagai atlet putri Indonesia pertama yang meraih medali perunggu pada nomor kata junior putri di kejuaraan dunia WKF. Sebelumnya, Marzella telah mencatatkan sejarah sebagai atlet Indonesia pertama yang meraih medali perak pada nomor tersebut. Sementara itu, medali emas WKF kata junior putri masih menjadi target yang belum tercapai oleh atlet Indonesia.

Benzar Kunci Gelar Keempat Beruntun DBL North Sulawesi

SMA Eben Haezar Manado

SMA Eben Haezar Manado (Benzar) kembali membuktikan kapasitasnya sebagai penguasa basket SMA di Sulawesi Utara. Meski sempat melalui musim ini dengan berbagai cobaan, Benzar sukses mengunci gelar juara keempat secara beruntun (quadruple) setelah menaklukkan perlawanan sengit SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon (Losnito) dengan skor 56-45 di GOR Politeknik Negeri Manado, Kamis, 22 Oktober 2026. Pertandingan puncak ini berjalan dalam tensi tinggi sejak tepis mula. Losnito tampil tanpa beban dan sempat mengejutkan Benzar dengan memimpin kuarter pertama lewat kedudukan sementara 15-11. Namun, mentalitas juara yang mengakar di dalam skuad Benzar berbicara banyak. Sekalipun banyak di antara para pemain musim ini yang baru pertama kali merasakan atmosfer megah partai final akibat kepergian banyak pilar senior, ambisi besar untuk mempertahankan takhta membuat mereka bangkit. Benzar berbalik mengendalikan permainan dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 30-26. Sejak saat itu, skuad Benzar terus melaju tanpa pernah memberi ruang bagi Losnito untuk mengejar, hingga memastikan kemenangan akhir 56-45. Perjalanan Benzar menuju tangga juara musim ini sama sekali tidak berjalan mulus. Sang kapten sekaligus peraih gelar Most Valuable Player (MVP), Elvin Timothy Kurniawan, mengakui bahwa timnya harus melewati badai kesulitan yang cukup berat sebelum berdiri di podium tertinggi. “Ya lumayan susah, struggling karena pertama kehilangan banyak senior. Terus ada beberapa pemain yang cedera juga,” ungkap Elvin usai pertandingan. Bahkan, Elvin tak memungkiri bahwa dirinya sempat merasakan momen keraguan di tengah perjalanan musim ini, terutama setelah menelan kekalahan di salah satu kompetisi lain. Kendati demikian, evaluasi ketat dan kerja keras menjadi kunci kebangkitan timnya. Sebagai juara bertahan, Elvin menyebut bahwa tekanan eksternal justru menjadi bahan bakar utama bagi timnya untuk tampil habis-habisan di lapangan. Banyak pihak menaruh perhatian dan berharap melihat dinasti Benzar runtuh musim ini. “Kita berjuang sekali, Kak. Soalnya kita juara bertahan, jadi banyak juga orang-orang yang suka melihat kita kalah dan gak pengen kita jadi champion. Tapi karena kami juga masih haus kemenangan, jadi ya kerja keras untuk bisa juara lagi,” ujar pemain kelas 12 tersebut. Di atas lapangan, dominasi Elvin benar-benar tak terbendung lewat torehan double-double berupa 15 poin dan 15 rebound, disusul Ezra Guardiola Runtukahu yang menyumbang 14 poin dan 4 rebound. Sementara dari kubu Losnito, meskipun harus puas finis di posisi runner-up, perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh Sky Chausa Bright Banggo yang tampil mentereng lewat catatan 16 poin dan 12 rebound, serta Gilbert Winner Paisa yang menambahkan 12 poin. Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor tak terkalahkan Benzar menjadi empat musim beruntun, tetapi juga sukses menggagalkan ambisi Losnito yang berupaya mengakhiri puasa gelar mereka. Menutup momen kemenangan bersejarah ini, Elvin mempersembahkan seluruh pencapaian ini kepada pihak-pihak yang telah membersamai perjuangannya. “Kemenangan ini dedikasi untuk Tuhan, karena Tuhan sudah memberkati, memberi kesehatan, kekuatan, hikmat, dan menjaga saya sampai bisa bermain di final hari ini dan juara,” ucap Elvin. “Terima kasih juga kepada orang tua, teman-teman, suporter, tim, dan para pelatih yang sudah banyak membantu dalam perjalanan basket saya tahun ini,” pungkas Elvin penuh syukur.

MIS Resmikan Three-peat Pertama di DBL North Sulawesi

Tim putri Manado Independent School

Tim putri Manado Independent School resmi menjadi juara Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Sulawesi. Kepastian itu diamankan usai mengantongi kemenangan meyakinkan atas rival lama mereka, SMA Eben Haezar Manado, dengan skor 53-32 di GOR Politeknik Negeri Manado, Kamis, 22 Oktober 2026. Sejak tepis mula, SMA Eben Haezar Manado (Benzar) sebenarnya membuka keran poin lebih dulu lewat layup Mutiara Febriba Eunike Bansaga. Namun, tak berselang lama, tembakan tripoin Anastasya Emma Shireen Ombuh langsung membalikkan keadaan. Sejak saat itu, Manado Independent School tidak pernah lagi berada dalam posisi tertinggal. Kuarter pertama ditutup dengan margin tujuh poin (14-7) dan terus menjauh di setiap kuarter berikutnya. Situasi respect the game -aturan selisih 20 poin yang memaksa tim unggul mengendurkan pertahanan menjadi halfcourt- tercipta sejak kuarter ketiga lewat layup Princess Chevy Wong yang membuat margin melebar menjadi 21 poin (42-21). Meski sempat menghadapi sedikit kepanikan ketika salah satu pilar andalan mereka, Dini Joel Korompis, harus keluar karena foul out dan beberapa pemain ditarik akibat cedera, Manado Independent School tetap tenang menjaga keunggulan. “Waktu itu marginnya lagi leading jauh. Tapi kalau kayak gitu malah bikin ‘come on guys, jangan sampai kehilangan momentum, kalian harus bisa menjaga marginnya’. Di situ sih yang lebih bikin harus bisa menenangkan anak-anak, ketika momentumnya ada di kita, harus bisa jaga mental anak-anak,” ucap Tesalonika Kembuan, Ofisial Tim MIS. Berbicara mengenai momen penutup laga, Tesalonika juga mengungkapkan kebahagiaan luar biasa atas euforia yang tersaji di lapangan. “Tentunya di final buzzer ya. Ketika buzzer atau pertandingannya sudah selesai, euforianya langsung happy, langsung lari-larian di lapangan. Feeling itu nggak bisa di-trade sama feeling lainnya,” tambah Tesalonika, sambil mengenang momen serupa saat dirinya berhasil menjuarai DBL North Sulawesi 2015 Beruntung, jarak skor yang terlanjur jauh membuat Benzar kesulitan untuk mengejar. Pertandingan pun resmi ditutup dengan skor akhir 53-32. Kemenangan ini sekaligus membalaskan kekalahan pahit di partai final DBL North Sulawesi 2022, di mana saat itu Manado Independent School harus puas menjadi runner-up usai takluk 59-38. Kini, Srikandi MIS sukses mengukir sejarah baru dengan mengamankan three-peat perdana mereka. Bergabung di DBL North Sulawesi sejak awal, trofi ini menjadi koleksi ketujuh bagi sekolah tersebut. Di lapangan, Dini Joel Korompis tampil gemilang dengan mencatatkan double-double lewat 15 poin dan 15 rebound, disusul Anastasya Emma Shireen Ombuh dengan 12 poin dan 10 rebound. Hasil ini menegaskan bahwa Manado Independent School masih menjadi kekuatan yang paling ditakuti di wilayah Sulawesi Utara.

Grand Final LSI 2026 Jadi Wadah Pembinaan Peselancar Muda Indonesia

Grand Final Liga Surfing Indonesia 2026

Didukung oleh Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB. PSOI), Bintang Grand Final Liga Surfing Indonesia (LSI) 2026 sukses digelar pada 20 hingga 22 Oktober 2026, di Pantai Pererenan, Bali. Ajang ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kompetisi nasional dan pembinaan atlet Selancar Ombak Indonesia. Diselenggarakan oleh Asian Surf Cooperative (ASC), kompetisi ini diikuti oleh 123 Peselancar yang bertanding dalam delapan divisi diantaranya Open Man, Open Women, Junior Men (U18), Junior Women (U18), Under 10, Master (Over 40), Open Men Longboard, dan Open Women Longboard. Selain itu, Grand Final merupakan kompetisi dengan nilai tertinggi dalam Rangking Surfing Indonesia yakni 10.000 poin. Seluruh pertandingan menggunakan sistem manajemen kompetisi dan penilaian profesional melalui LiveHeats, sehingga hasill pertandingan dan perkembangan kompetisi dapat langsung terpantau. Sistem Rangking ini menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kompetisi Surfing nasional, hal tersebut memungkinkan pencapaian dan perkembangan atlet tercatat secara lebih terstruktur. Surfing Indonesia terus menunjukkan perkembangan melalui kehadiran sejumlah atlet Selancar Ombak nasional di berbagai kompetisi internasional, diantaranya Bronson Meidy, Pajar Ariana, Oney Anwar, Ketut Agus, Arip Nurhidayat, dan Dea Natasya turut serta bertanding dalam kompetisikali ini. Kehadiran atlet Selancar Ombak nasional tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi bagi generasi muda melalui berbagai pengalaman yang telah di lewati. Ketum PB. PSOI Pandu Sjahrir menegaskan bahwa kompetisi nasional merupakan modal penting dalam membangun atlet berprestasi. “PB. PSOI mendukung penuh Liga Surfing Indonesia sebagai bagian penting dari pengembangan olahraga Surfing atau Selancar Ombak nasional. Indonesia memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi atlet, kualitas ombak, maupun komunitas Selancar Ombak yang terus berkembang. Potensi ini harus didukung dengan sistem kompetisi yang kuat, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujar Pandu. Ia berharap semakin banyak atlet muda Selancar Ombak yang memperoleh kesempatan bertanding dan berkembang melalui kompetisi yang berjenjang, mulai dari klub dan daerah, nasional dan internasional. Sementara itu, Direktur ASC sekaligus Sekretaris Jenderal PB. PSOI Tipi Jabrik menyampaikan bahwa Liga Surfing Indonesia tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah pengembangan atlet. “Liga Surfing Indonesia bukan hanya tentang mencari juara, yang ingin kami bangun adalah sistem kompetisi nasional yang memberikan kesempatan kepada atlet Selancar Ombak Indonesia untuk terus berkembang hingga mampu bersaing di kancah internasional,” ucap Tipi Jabrik. Melalui kolaborasi PB. PSOI dan ASC, Liga Surfing Indonesia diharapkan dapat memperkuat pembinaan, memperluas kesempatan bagi atlet muda, serta membangun jalur kompetisi yang terstruktur menuju persaingan internasional. Selain mendorong prestasi olahraga, penyelenggaraan kompetisi di Pantao Pererenan juga diharapkan dapat memberikan peningkatan nilai Sport Tourism, Sport Industry, dan ekonomi daerah setempat. Dengan sinergi dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, Liga Surfing Indonesia diharapkan dapat mencetak atlet Selancar Ombak potensial Indonesia yang mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Berikut adalah rincian pendaftaran kompetisi dengan total 123 peselancar yang berpartisipasi: Distribusi Atlet Per Divisi Open Mens, Jumlah Atlet 39, Persentase 31,7% Junior Mens (U18), Jumlah Atlet 32, Persentase 26,0% Open Womens, Jumlah Atlet 12, Persentase 9,8% Master (Over 40), Jumlah Atlet 12, Persentase 9,8% Junior Womens (U18), Jumlah Atlet 10, Persentase 8,1% Under 10, Jumlah Atlet 8, Persentase 6,5% Open Mens Longboard, Jumlah Atlet 6, Persentase 4,9% Open Womens Longboard, Jumlah Atlet 4, Persentase 3,3%

Babak Final Piala Panglima TNI 2026 Jadi Ajang Atlet Muda Kejar Mimpi Meraih Juara

Piala Panglima TNI 2026

Piala Panglima TNI 2026 baru saja menggelar babak final pada Jumat (23/10/2026). Berlokasi di Indonesia Arena, para talenta esports PUBG Mobile dari berbagai wilayah di Indonesia unjuk gigi dengan menampilkan permainan terbaik mereka. Mengusung tema ‘Rise as One’, Piala Panglima TNI hadir untuk menyatukan potensi esports di Tanah Air. Melalui kejuaraan ini, diharapkan lahir bibit atlet esports yang kelak akan menjadi perwakilan Indonesia dan mampu meraih prestasi di kancah global. “Ini (Piala Panglima TNI) bisa menjadi jembatan dan wadah untuk teman-teman komunitas esports di daerah,” ujar Kaka, Kabid Kompetisi Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI). “Tantangannya adalah bagaimana caranya kita bisa menjangkau teman-teman di seluruh Indonesia,” imbuhnya. Gelaran tahun ini berhasil dimenangkan oleh Kodam XVII Cenderawasih. Mereka menuntaskan kompetisi sebagai pemuncak klasemen dengan menungguli 15 tim lainnya yang ikut berpartisipasi. Menurut Kaka, kompetisi ini bukan hanya wujud komitmen TNI dan PB ESI dalam mendukung kehadiran atlet esports di Tanah Air, tetapi juga menjadi wadah bagi anak-anak bangsa yang bermimpi mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Didukung oleh ribuan remaja dari seluruh penjuru Nusantara, para atlet tentunya merasakan tekanan besar di pundak mereka. Indonesia Arena menjadi saksi bagaimana ketenangan dan keterampilan para pemain mampu membawa tim mereka melaju tinggi di klasemen. Mereka tampil di Indonesia Arena sebagai atlet terbaik yang terpilih. Sebelumnya, mereka juga mengikuti turnamen di tingkat Kodam dan para juara dari masing-masing daerah kembali dipertarungkan pada babak final ini. Sepanjang babak final Piala Panglima TNI 2026, seluruh tim menampilkan kekuatan yang seimbang. Hingga ronde terakhir, sangat sulit memprediksi perubahan susunan klasemen dan siapa yang akan keluar sebagai juara. Kendati demikian, Kodam XVII Cenderawasih tetap konsisten dan fokus pada setiap ronde yang mereka mainkan. Kekompakan dari keseluruhan pemain mereka menjadi pembeda yang kemudian mengunci gelar Piala Panglima TNI tahun ini. Tidak dapat dipungkiri, skena esports Indonesia semakin harum dalam beberapa tahun terakhir. Banyaknya prestasi yang ditorehkan berbagai tim di kancah internasional menjadi modal penting agar nama Indonesia diakui di kancah internasional. Oleh karena itu, para atlet yang berlaga di Piala Panglima TNI 2026 berusaha tampil maksimal untuk menarik minat tim profesional. Dengan jenjang karier yang semakin jelas, esports dapat menjadi arena bagi anak muda untuk mengasah bakat dan memantapkan diri menjadi juara.

Diikuti 1.584 Pelajar, Wabup Cup 2026 Jadi Ajang Pencarian Atlet Muda Potensial

Turnamen Futsal Wakil Bupati Cup 2026

Sebanyak 1.584 pelajar mulai tingkat SD, SMP, dan SMA se-Banyuwangi mengikuti Turnamen Futsal Wakil Bupati (Wabup) Cup 2026. Kegiatan yang telah memasuki satu dekade pelaksanaannya tersebut, dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Indoor Tawang Alun, Kecamatan Banyuwangi, Jumat (23/10/2026). Disampaikan Mujiono, turnamen yang rutin digelar sejak 2016 tersebut menjadi ajang untuk menjaring bibit-bibit unggul di cabang olahraga futsal. Tak hanya pelajar, turnamen ini juga melombakan kategori umum. “Lewat kegiatan ini, kami berharap akan lahir atlet-atlet futsal potensial yang bisa mewakili Banyuwangi di ajang yang lebih tinggi,” kata Mujiono. Turnamen ini, imbuh dia, sekaligus menjadi ajang untuk membentuk karakter generasi muda yang sportif, disiplin, dan pantang menyerah. “Selamat bertanding kepada para peserta. Tetap semangat, junjung tinggi sportifitas, dan hindari emosi selama di lapangan. Apa pun hasilnya nanti, terimalah dengan lapang dada,” pesan Mujiono. Ia menambahkan, seluruh peserta yang terlibat dalam kegiatan ini mendapatkan bantuan premi jaminan sosial BPJS ketenagakerjaan dari Pemkab Banyuwangi. “Ini sebagai upaya perlindungan terhadap kesehatan para peserta. Jika ada yang mengalami cedera, maka biaya pengobatannya akan dicover oleh BPJS,” urai Mujiono. Sementara itu, Ketua Panitia Wabup Cup 2026, Ahmat Iqbal Firdaus, menambahkan turnamen ini akan digelar pada 23 Oktober-7 November 2026 di GOR Tawang Alun, Banyuwangi. Pada gelaran kali ini, Wabup Cup diikuti sebanyak 2.160 peserta. Mereka terdiri atas 1.584 pelajar dari berbagai SD, SMP dan SMA se-Banyuwangi. Serta 576 peserta perwakilan dari sejumlah instansi, desa/kelurahan, dan umum. “Perlombaan ini khusus untuk kategori putra. Para peserta yang terlibat tergabung dalam 180 tim. Terdiri atas 132 tim pelajar dan 48 tim umum,” kata Iqbal. Ribuan atlet tersebut akan bertanding secara ketat untuk memperebutkan total hadiah senilai Rp. 50 juta. “Setiap hari akan ada 15 pertandingan. Masing-masing tim akan melewati babak penyisihan dan sistem gugur,” pungkas Iqbal.

Indonesia Lepas 12 Atlet Muda ke Youth Olympic Games Dakar 2026

Tim Indonesia Untuk Youth Olympic Games Dakar 2026

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) resmi mengukuhkan dan melepas 12 atlet muda untuk mewakili Indonesia di ajang Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026. Ajang olahraga multievent tersebut akan berlangsung pada 31 Oktober hingga 13 November 2026 di Dakar, Senegal. Prosesi pengukuhan dan pelepasan berlangsung di Function Hall NOC Indonesia pada Jumat sore. Sebanyak 12 atlet yang terdiri atas enam putra dan enam putri akan berkompetisi dalam sembilan cabang olahraga, yakni akuatik, atletik, balap sepeda, triathlon, bulu tangkis, equestrian, judo, skateboard, dan wushu. Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam YOG Dakar 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi momentum mempersiapkan generasi atlet masa depan. Tim Indonesia juga akan menjadi bagian dari sejarah penyelenggaraan Youth Olympic Games, yang untuk pertama kalinya digelar di Benua Afrika. Keikutsertaan 12 atlet muda ini diharapkan menjadi pengalaman penting dalam perjalanan mereka di dunia olahraga internasional sekaligus menjadi bekal untuk mengembangkan prestasi Indonesia pada masa mendatang. TIM INDONESIA UNTUK DAKAR 2026 EQUESTRIAN Nusrtdinov Zayan Fatih BADMINTON Rayhan Pandu Aksara Miftaqul Putri Ayudis AQUATIK-SWIMMING Michelle Surjadi Fang Reynard Delian Purwanto JUDO Sashenka Cahaya Fatimah WUSHU Asael Christo Jacob Rondonuwu SKATEBOARD Zaidhar Maulana Ibrahim TRIATHLON Aira Martha Ardistri ATLETIK Gendis Aulia Syafitri CYCLING Aligya Keiko Hendranata M. Fathan Hidayatullah

Festival SenengSoccer MLSC 2026/2027: Ajang Unjuk Gigi Bakat Muda Sepak Bola Putri di JIS

Milklife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 2026-2027 diikuti sebanyak 1600 siswi dari 112 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) dari Jakarta dan sekitarnya, mereka bertanding dalam kompetisi 7 vs 7 dan terbagi menjadi 32 tim dari Kategori Usia (KU) 10 dan 111 tim dari KU 12. Pertandingan MilkLife Soccer Challenge - Jakarta Jaya Seri 1 2026-2027 akan berlanjut ke babak semifinal dan final untuk KU 10 dan KU 12 di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, pada Minggu (25/10).

JAKARTA – Sebanyak 68 siswi dari 12 sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya memadati Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (24/10/2026). Mereka meramaikan Festival SenengSoccer, salah satu rangkaian utama dalam helatan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Jaya Seri 1 2026–2027. Digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife, festival ini dirancang khusus untuk mengenalkan sepak bola putri secara menyenangkan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap si kulit bundar sejak usia dini. Wadah Penjaringan Talenta Muda Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, menegaskan pentingnya pengalaman positif di lapangan bagi para peserta muda ini. “Kami ingin Festival SenengSoccer menjadi pintu masuk bagi para siswi untuk mengenal dan menikmati sepak bola sejak dini. Melalui berbagai aktivitas di lapangan, mereka bisa belajar keterampilan dasar sekaligus menunjukkan minat dan potensi yang dimiliki,” ujar Chandra. Ia menambahkan, peran pihak sekolah sangat krusial dalam mengidentifikasi dan melanjutkan proses pembinaan ini. “Selanjutnya, sekolah dapat mengambil peran dalam mengembangkan potensi tersebut melalui latihan rutin dan pembentukan tim sepak bola putri. Pengalaman dalam festival ini bisa menjadi awal pembinaan berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan mereka menuju kompetisi KU-10 MilkLife Soccer Challenge,” tambahnya. Uji Ketangkasan dan Kecepatan di Lapangan Festival SenengSoccer menyajikan arena tantangan yang menguji berbagai teknik dasar sepak bola. Para peserta diuji keterampilannya mulai dari dribbling, passing & control, 1-on-1, throw-in, shoot on target, hingga penalty shoot. Setiap peserta harus melewati lintasan zig-zag, melakukan lemparan ke dalam yang presisi, menggiring bola di lintasan berkelok, hingga melompat rintangan sebelum melepaskan tembakan tajam ke dalam gawang. Waktu tempuh diukur menggunakan tombol penghenti timer di garis finish. Keluar sebagai yang tercepat, Naufalyn Fikria Rabbani dari SDN Cipulir 03 sukses memukau dengan catatan waktu 35,52 detik. Posisi kedua diraih oleh Hawra Gumaisha Ardifa (SDN Jatinegara 10 Pagi) dengan waktu 41,76 detik, disusul Shanum Zalika Khattab (SDN Duren Sawit 01) di posisi ketiga dengan catatan 42,90 detik. Naufalyn (7 tahun) mengaku sangat antusias mengikuti tantangan ini. “Saya belajar banyak lewat SenengSoccer ini, misalnya dari mengoper bola, menggiring bola, dan menendang ke gawang. Saya ingin terus berlatih supaya bisa menjadi pemain sepak bola yang hebat,” kata Naufalyn penuh semangat. Konsistensi dan Dukungan Pelatih Keberhasilan Naufalyn tak lepas dari polesan sang pelatih di SDN Cipulir 03, Muhammad Soleh. Meski sarana latihan di sekolah terbatas—sering kali memanfaatkan area lantai sekolah 2 hingga 3 kali sepekan—antusiasme para siswi tetap membara. “Naufalyn memiliki potensi untuk berkembang menjadi pemain sepak bola yang lebih baik pada masa mendatang. Kemampuan dasar seperti dribbling, heading, dan menendang bola ke arah gawang sudah cukup baik,” jelas Soleh. “Kemampuan tersebut perlu terus diasah melalui latihan rutin agar ia dapat meningkatkan kualitas permainannya dan nantinya siap bersaing di kelompok usia yang lebih tinggi, termasuk KU-12,” lanjutnya. Semarak MLSC Jakarta Jaya Seri 1 2026–2027 Secara keseluruhan, MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 musim ini diikuti oleh 1.600 siswi dari 112 SD dan MI di Jakarta dan sekitarnya. Kompetisi format 7 vs 7 ini terbagi menjadi 32 tim di Kategori Usia (KU) 10 dan 111 tim di KU-12. Rangkaian pertandingan akan memuncak pada partai semifinal dan final yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu (25/10/2026). Daftar Pemenang Festival SenengSoccer: Juara 1: Naufalyn Fikria Rabbani (SDN Cipulir 03) Juara 2: Hawra Gumaisha Ardifa (SDN Jatinegara 10 Pagi) Juara 3: Shanum Zalika Khattab (SDN Duren Sawit 01)