Benzar Kunci Gelar Keempat Beruntun DBL North Sulawesi

SMA Eben Haezar Manado

SMA Eben Haezar Manado (Benzar) kembali membuktikan kapasitasnya sebagai penguasa basket SMA di Sulawesi Utara. Meski sempat melalui musim ini dengan berbagai cobaan, Benzar sukses mengunci gelar juara keempat secara beruntun (quadruple) setelah menaklukkan perlawanan sengit SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon (Losnito) dengan skor 56-45 di GOR Politeknik Negeri Manado, Kamis, 22 Oktober 2026. Pertandingan puncak ini berjalan dalam tensi tinggi sejak tepis mula. Losnito tampil tanpa beban dan sempat mengejutkan Benzar dengan memimpin kuarter pertama lewat kedudukan sementara 15-11. Namun, mentalitas juara yang mengakar di dalam skuad Benzar berbicara banyak. Sekalipun banyak di antara para pemain musim ini yang baru pertama kali merasakan atmosfer megah partai final akibat kepergian banyak pilar senior, ambisi besar untuk mempertahankan takhta membuat mereka bangkit. Benzar berbalik mengendalikan permainan dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 30-26. Sejak saat itu, skuad Benzar terus melaju tanpa pernah memberi ruang bagi Losnito untuk mengejar, hingga memastikan kemenangan akhir 56-45. Perjalanan Benzar menuju tangga juara musim ini sama sekali tidak berjalan mulus. Sang kapten sekaligus peraih gelar Most Valuable Player (MVP), Elvin Timothy Kurniawan, mengakui bahwa timnya harus melewati badai kesulitan yang cukup berat sebelum berdiri di podium tertinggi. “Ya lumayan susah, struggling karena pertama kehilangan banyak senior. Terus ada beberapa pemain yang cedera juga,” ungkap Elvin usai pertandingan. Bahkan, Elvin tak memungkiri bahwa dirinya sempat merasakan momen keraguan di tengah perjalanan musim ini, terutama setelah menelan kekalahan di salah satu kompetisi lain. Kendati demikian, evaluasi ketat dan kerja keras menjadi kunci kebangkitan timnya. Sebagai juara bertahan, Elvin menyebut bahwa tekanan eksternal justru menjadi bahan bakar utama bagi timnya untuk tampil habis-habisan di lapangan. Banyak pihak menaruh perhatian dan berharap melihat dinasti Benzar runtuh musim ini. “Kita berjuang sekali, Kak. Soalnya kita juara bertahan, jadi banyak juga orang-orang yang suka melihat kita kalah dan gak pengen kita jadi champion. Tapi karena kami juga masih haus kemenangan, jadi ya kerja keras untuk bisa juara lagi,” ujar pemain kelas 12 tersebut. Di atas lapangan, dominasi Elvin benar-benar tak terbendung lewat torehan double-double berupa 15 poin dan 15 rebound, disusul Ezra Guardiola Runtukahu yang menyumbang 14 poin dan 4 rebound. Sementara dari kubu Losnito, meskipun harus puas finis di posisi runner-up, perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh Sky Chausa Bright Banggo yang tampil mentereng lewat catatan 16 poin dan 12 rebound, serta Gilbert Winner Paisa yang menambahkan 12 poin. Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor tak terkalahkan Benzar menjadi empat musim beruntun, tetapi juga sukses menggagalkan ambisi Losnito yang berupaya mengakhiri puasa gelar mereka. Menutup momen kemenangan bersejarah ini, Elvin mempersembahkan seluruh pencapaian ini kepada pihak-pihak yang telah membersamai perjuangannya. “Kemenangan ini dedikasi untuk Tuhan, karena Tuhan sudah memberkati, memberi kesehatan, kekuatan, hikmat, dan menjaga saya sampai bisa bermain di final hari ini dan juara,” ucap Elvin. “Terima kasih juga kepada orang tua, teman-teman, suporter, tim, dan para pelatih yang sudah banyak membantu dalam perjalanan basket saya tahun ini,” pungkas Elvin penuh syukur.

MIS Resmikan Three-peat Pertama di DBL North Sulawesi

Tim putri Manado Independent School

Tim putri Manado Independent School resmi menjadi juara Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Sulawesi. Kepastian itu diamankan usai mengantongi kemenangan meyakinkan atas rival lama mereka, SMA Eben Haezar Manado, dengan skor 53-32 di GOR Politeknik Negeri Manado, Kamis, 22 Oktober 2026. Sejak tepis mula, SMA Eben Haezar Manado (Benzar) sebenarnya membuka keran poin lebih dulu lewat layup Mutiara Febriba Eunike Bansaga. Namun, tak berselang lama, tembakan tripoin Anastasya Emma Shireen Ombuh langsung membalikkan keadaan. Sejak saat itu, Manado Independent School tidak pernah lagi berada dalam posisi tertinggal. Kuarter pertama ditutup dengan margin tujuh poin (14-7) dan terus menjauh di setiap kuarter berikutnya. Situasi respect the game -aturan selisih 20 poin yang memaksa tim unggul mengendurkan pertahanan menjadi halfcourt- tercipta sejak kuarter ketiga lewat layup Princess Chevy Wong yang membuat margin melebar menjadi 21 poin (42-21). Meski sempat menghadapi sedikit kepanikan ketika salah satu pilar andalan mereka, Dini Joel Korompis, harus keluar karena foul out dan beberapa pemain ditarik akibat cedera, Manado Independent School tetap tenang menjaga keunggulan. “Waktu itu marginnya lagi leading jauh. Tapi kalau kayak gitu malah bikin ‘come on guys, jangan sampai kehilangan momentum, kalian harus bisa menjaga marginnya’. Di situ sih yang lebih bikin harus bisa menenangkan anak-anak, ketika momentumnya ada di kita, harus bisa jaga mental anak-anak,” ucap Tesalonika Kembuan, Ofisial Tim MIS. Berbicara mengenai momen penutup laga, Tesalonika juga mengungkapkan kebahagiaan luar biasa atas euforia yang tersaji di lapangan. “Tentunya di final buzzer ya. Ketika buzzer atau pertandingannya sudah selesai, euforianya langsung happy, langsung lari-larian di lapangan. Feeling itu nggak bisa di-trade sama feeling lainnya,” tambah Tesalonika, sambil mengenang momen serupa saat dirinya berhasil menjuarai DBL North Sulawesi 2015 Beruntung, jarak skor yang terlanjur jauh membuat Benzar kesulitan untuk mengejar. Pertandingan pun resmi ditutup dengan skor akhir 53-32. Kemenangan ini sekaligus membalaskan kekalahan pahit di partai final DBL North Sulawesi 2022, di mana saat itu Manado Independent School harus puas menjadi runner-up usai takluk 59-38. Kini, Srikandi MIS sukses mengukir sejarah baru dengan mengamankan three-peat perdana mereka. Bergabung di DBL North Sulawesi sejak awal, trofi ini menjadi koleksi ketujuh bagi sekolah tersebut. Di lapangan, Dini Joel Korompis tampil gemilang dengan mencatatkan double-double lewat 15 poin dan 15 rebound, disusul Anastasya Emma Shireen Ombuh dengan 12 poin dan 10 rebound. Hasil ini menegaskan bahwa Manado Independent School masih menjadi kekuatan yang paling ditakuti di wilayah Sulawesi Utara.