Abraham raih tiket Kejuaraan Dunia gokart di Italia

Abraham Benedict Aviandra Hutapea

Pembalap muda Indonesia, Abraham Benedict Aviandra Hutapea meraih tiket ROK Cup Superfinal 2026 di Italia setelah belum genap dua tahun menekuni persaingan gokart nasional. “Saya terus berlatih, tapi tidak mau terlalu tinggi berharap. Terpenting bisa masuk final sudah sangat bersyukur. Selanjutnya, mohon didoakan saja,” kata Abraham dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat. Pembalap berusia 14 tahun itu memastikan tiket ke Italia setelah menempati peringkat kedua klasemen akhir National Championship Eshark Rok Cup 2026. Abraham sebenarnya hanya finis keempat pada Final A putaran keenam atau seri penutup Eshark Rok Cup, 6 September. Namun, konsistensinya meraih podium sejak awal musim membuatnya mengamankan posisi runner-up klasemen akhir. Hasil tersebut memberinya kesempatan tampil pada ROK Cup Superfinal karena juara dan runner-up National Championship kelas Junior dan Senior berhak berangkat ke ajang tersebut. Pencapaian itu terbilang cepat bagi Abraham yang baru memasuki persaingan gokart nasional pada Januari 2025 bersama TKM Racing Team setelah sebelumnya lebih banyak bermain gokart untuk rekreasi. Di bawah arahan mantan pembalap Formula 4 Asia Keanon Santoso, Abraham mulai menjalani kompetisi secara rutin sebelum bergabung dengan Dewa United Motorsport pada Januari 2026. Sepanjang enam putaran musim ini, pelajar kelas sembilan Sekolah Pelita Harapan Kemang Village itu mampu menjaga konsistensi dengan beberapa kali naik podium pada kelas Junior newbie dan non-seeded. Menjelang keberangkatan ke Italia, Abraham meningkatkan persiapan fisik dan menjalani latihan dua kali dalam sepekan di Sirkuit Karting Internasional Sentul. Ia juga mulai mempelajari karakter persaingan ROK Cup Superfinal melalui rekaman balapan edisi sebelumnya karena ajang itu akan mempertemukannya dengan sejumlah pembalap terbaik dari berbagai negara. Abraham memasang target awal menembus babak final dalam penampilan perdananya dalam ajang itu. ROK Cup Superfinal 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13-17 Oktober di South Garda Karting, Lonato, Italia. Abraham bersama tim Indonesia direncanakan bertolak awal Oktober untuk menjalani adaptasi sebelum perlombaan. Ibunda Abraham, Asyma Sianipar, mengatakan gokart tak hanya membawa prestasi bagi putranya, tapi juga memberikan perubahan terhadap karakter dan kemampuannya mengendalikan emosi. “Abraham itu sangat pemalu. Tapi, syukur gokart dan lingkungannya mengubah karakternya. Ia mau berbicara banyak dengan orang lain dan dia juga bisa mengelola emosinya dengan baik,” ujar Asyma.

Ini Alasan Janice Tjen absen dalam Asian Games 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen memastikan tidak dapat tampil membela Indonesia pada Asian Games 2026 karena harus mengikuti turnamen WTA 1000 di Beijing yang berlangsung pada waktu bersamaan. Janice menyampaikan keputusan tersebut melalui unggahan di media sosial, Jumat. Dia mengaku telah menerima konfirmasi dari Women’s Tennis Association (WTA) mengenai dia tidak mendapatkan pengecualian untuk dapat bertanding dalam Asian Games. “Setelah melalui banyak pertimbangan, saya harus mengambil keputusan yang tidak mudah bahwa saya tidak dapat bertanding dalam Asian Games tahun ini, yang berlangsung bersamaan dengan turnamen WTA 1000 wajib di Beijing,” demikian disampaikan Janice. Dia mengaku keputusan tersebut tidak mudah karena selama ini selalu merasa senang dan bangga ketika mendapat kesempatan untuk mewakili Indonesia dalam ajang internasional. Janice juga mengenang sejumlah kesempatan yang telah diperoleh bersama tim nasional, termasuk saat meraih medali dalam Asian Games dan SEA Games, serta membantu Indonesia meraih promosi pada Billie Jean King Cup 2026. “Mewakili Indonesia dalam panggung internasional memiliki arti yang sangat besar bagi saya. Saya selalu bangga membawa nama dan bendera Indonesia bersama saya setiap minggu dalam WTA Tour,” ujarnya. Petenis kelahiran Jakarta berusia 24 tahun tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada para penggemar tenis Indonesia atas dukungan yang terus diberikan kepadanya. Janice menyatakan akan tetap berusaha memberikan penampilan terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia dalam kejuaraan tenis dunia. “Saya akan terus memberikan yang terbaik untuk membuat Indonesia bangga di panggung dunia, dan saya berharap dapat kembali mendapatkan kesempatan untuk mewakili Indonesia pada masa yang akan datang,” ujar Janice. Sebelumnya, Janice telah memiliki pengalaman membela Indonesia pada sejumlah ajang multi-cabang olahraga. Pada Asian Games 2022 di Hangzhou, dia turun pada nomor ganda putri dan meraih medali perunggu bersama Aldila Sutjiadi. Sementara pada SEA Games Thailand 2025, Janice meraih medali emas ganda putri bersama Aldila, dan meraih medali emas nomor beregu putri, serta medali perunggu pada nomor tunggal putri.

Robby sabet medali emas World Climbing Series Guiyang 2026

Antasyafi Robby Al Hilmi

Atlet panjat tebing Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi menyabet medali emas kejuaraan World Climbing Series Guiyang 2026 kategori speed putra di Guizhou Caihu International Climbing Center, Guiyang, Jumat waktu setempat. Bertarung pada partai perebutan medali emas, Jumat, Robby dapat menjadi yang tercepat mengungguli dua atlet China Ling Yongzhi, Chu Shouhong dan satu atlet Jepang Ryo Omasa, demikian catatan World Climbing. Robby meraih medali emas berkat torehan waktu tercepat dengan 4,65 detik, diikuti Ling Yongzhi (4,75 detik) meraih medali perak dan Shouhong Chu (4,80 detik) mendapatkan medali perunggu. Medali emas tersebut menjadi pencapaian tertinggi bagi Robby dalam World Climbing Series 2026 karena sebelumnya mendapatkan medali perak pada edisi Madrid dan Chamonix. Atlet berusia 19 tahun tersebut memulai World Climbing Series Guiyang 2026 dari babak kualifikasi dan berhasil mencatatkan waktu 4,831 detik sehingga lolos ke babak 16 besar. Pada babak 16 besar, Robby berhasil menjadi atlet tercepat dengan catatan waktu 5,19 detik mengalahkan Reza Alipour Shenazandifard (Iran), Luca Robbiati (Italia) dan Francesco Ponzinibio (Italia). Memasuki babak perempat final, Robby kembali menjadi yang tercepat di atas Reza Alipour Shenazandifard, Matteo Zurloni (Italia) dan Qihang Xu (China) dengan waktu 4,84 detik. Robby kembali menjadi yang tercepat ketika melakoni babak semifinal dengan waktu 4,82 detik mengungguli Ryo Omasa, Ziyu Zhou (China) dan Reza Alipour Shenazandifard, yang membuat dirinya melenggang ke final dan meraih medali emas.

PB Djarum mulai kantongi calon pemain potensial dari audisi umum

Jethro Alexander Kemas

Tim Pencari Bakat PB Djarum mulai mengantongi sejumlah pebulu tangkis muda yang dinilai memiliki kualitas berbeda dan berpotensi dikembangkan menjadi pemain top dari Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus, Jawa Tengah. “Saya mengantongi beberapa nama karena saya lihat skill mereka itu bagus sekali. Dari cara bertandingnya ada yang berbeda dari pemain lain dan juga dari postur tubuh,” kata anggota Tim Pencari Bakat PB Djarum Hastomo Arbi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu. Hastomo Arbi mengatakan penilaian tidak hanya didasarkan pada kemampuan peserta memenangi pertandingan, melainkan juga proyeksi perkembangan mereka dalam jangka panjang. “Tapi penilaian yang terpenting ialah bagaimana kita bisa memproyeksikan apakah mereka bisa diasah dan menjadi atlet berkualitas di masa mendatang,” ujar peraih Piala Thomas 1984 tersebut. Pengamatan itu menjadi penting karena peserta yang gagal melalui jalur turnamen masih mempunyai kesempatan mendapatkan Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat. Pada sektor putra, salah satu peserta yang terus menjaga peluang adalah Jethro Alexander Kemas. Pebulu tangkis KU-11 asal Palembang itu berhasil membalas kekalahan dari pemain yang menghentikannya pada audisi tahun lalu. Audisi tahun ini menjadi kesempatan ketiga bagi Jethro. Pada 2024, dia langsung tersingkir pada pertandingan pertama, sedangkan tahun lalu mampu mendapatkan Super Tiket dan mencapai tahap karantina sebelum akhirnya gagal bergabung dengan PB Djarum. Pada sektor putri, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 Maria Kristin Yulianti juga telah mencatat sejumlah nama yang berpeluang memperoleh Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat. Menurut Maria, semangat juang menjadi salah satu pertimbangan karena tim tidak semata-mata melihat hasil akhir pertandingan. “Kami melihat kerja keras dan daya juang mereka di lapangan, jadi tidak hanya hasil akhir semata. Dan dari pengamatan kami, ada beberapa yang mainnya ngoyo dan terlihat tidak mau kalah,” ujar Maria. Salah satu peserta yang menunjukkan semangat tersebut adalah Syarifah Adshila Nugroho. Pebulu tangkis KU-12 asal PB Champion Reborn Yogyakarta itu mengalahkan Riezqy Magisthira Nasruddin melalui tiga gim 12-21, 21-17, 21-10 pada babak 32 besar. Syarifah berusaha menebus kegagalannya pada audisi tahun lalu ketika langkahnya terhenti pada tahap karantina. Dia mengaku mendapat evaluasi dari tim pelatih mengenai semangatnya ketika berada di lapangan. Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 berakhir Minggu (13/9), sekaligus menentukan peserta yang memperoleh Super Tiket untuk melanjutkan perjuangan ke tahap karantina. Peserta putra harus mencapai semifinal untuk mendapatkan Super Tiket melalui jalur turnamen, sedangkan peserta putri harus menembus final. Peserta yang tersingkir sebelum mencapai fase tersebut tetap berpeluang mendapatkan Super Tiket berdasarkan pilihan Tim Pencari Bakat apabila dinilai mempunyai potensi untuk dikembangkan. Para pemegang Super Tiket selanjutnya menjalani karantina selama empat pekan dengan penilaian mencakup kemampuan teknik, fisik, kedisiplinan, hingga perilaku sehari-hari sebelum ditentukan menjadi atlet binaan PB Djarum.

900 perenang pemula bersaing di Kejuaraan Renang Pelajar

Kejuaraan Renang Pelajar Pemula Jakarta Selatan 2026

Sebanyak 900 perenang putra dan putri bersaing dalam Kejuaraan Renang Pelajar Pemula Jakarta Selatan 2026, yang diselenggarakan di Kolam Renang Tirta Faletehan, Pesanggrahan, Sabtu. Ketua Panitia Pelaksana Agus Maulana menjelaskan kejuaraan ini menjadi panggung bagi perenang mulai kelahiran 2021 sampai 2009. “Ini pelaksanaan yang ketujuh kami buat dari tahun 2024 guna menjadi wadah anak-anak mengembangkan kemampuan berenangnya,” kata dia. Agus menjelaskan para peserta merupakan siswa sekolah atau anggota klub renang di seluruh Indonesia. Dari panitia memberikan ketegasan terkait status peserta, yaitu bukan juara lomba O2SN tingkat nasional atau provinsi, PON, POPNAS, Indonesia Open, kejurda dan kejurnas, serta FAI atau Atlet POPB. Panitia telah membuka pendaftaran sejak 10 Juli hingga 6 September 2026. Dia menyatakan, sebagai bagian dari pembinaan, nomor khusus dipertandingkan di ajang ini, yakni short course karena untuk meningkatkan kepercayaan diri para perenang muda. Agus menambahkan, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan perjuangan peserta, panitia menyediakan hadiah untuk para pemenang. Ada dua kategori ketentuan pemenang, yakni juara 1, 2, dan 3 untuk setiap seri dan juara acara 1, 2, 3. “Apresiasi ini bagian dari motivasi kami dalam meningkatkan kebanggaan para perenang muda atas kerja kerasnya dalam latihan dan bertanding,” ujar Agus. Panitia, tambah dia, juga menyediakan hadiah uang pembinaan untuk para pemenang dengan nilai total hadiah sebanyak Rp10 juta. Agus berharap, kejuaraan ini bisa terus dilaksanakan berkelanjutan karena perenang muda membutuhkan wadah untuk menunjukkan hasil berlatih. Lewat banyaknya penyelenggaraan kejuaraan, perenang pemula akan terasah mental dan kemampuannya sejak dini, sehingga bisa mengharumkan nama bangsa dan negara dalam ajang internasional ke depannya.