YHK Junior Padel Championship 2026 Jadi Panggung Lahirnya Bintang Muda Indonesia

YHK Junior Padel Championship 2026

YHK Junior Padel Championship 2026 menjadi tonggak penting pembinaan padel usia dini di Indonesia dengan menggelar turnamen junior nasional pertama yang fokus melahirkan atlet berkualitas. Ajang ini berlangsung pada 2–5 Juli 2026 di Homeground Signature, Jakarta, dan langsung menyedot perhatian komunitas padel nasional. Turnamen ini mengusung tema The Rise of Future Champions dan dirancang sebagai fondasi pembinaan atlet muda padel Indonesia. Event ini tidak sekadar menghadirkan persaingan, tetapi juga membentuk karakter, sportivitas, serta mental kompetitif sejak usia dini. Ketua Panitia Pelaksana, DT Yunanto atau Dicki, menegaskan YHK Junior Padel Championship hadir sebagai bagian dari pembangunan ekosistem pembinaan atlet junior yang berkelanjutan demi kemajuan padel nasional. “Kami berharap YHK Junior Padel Championship dapat menjadi panggung bagi lahirnya generasi atlet padel Indonesia berikutnya. Kami ingin memberikan pengalaman bertanding yang profesional sejak usia dini, sekaligus membangun budaya kompetisi yang sehat, sportif, dan berkelanjutan,” kata Yunanto dalam keterangannya. Dukungan kuat juga datang dari Yayasan Harapan Kita. Ketua Umum Yayasan Harapan Kita, Ibu Hj. Siti Hardiyanti Rukmana, melalui Sekretaris Yayasan Harapan Kita Prof. Tria Sasangka Putra, menilai pembinaan generasi muda melalui olahraga merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa. “Dukungan kami terhadap YHK Junior Padel Championship 2026 merupakan bagian dari komitmen Yayasan Harapan Kita dalam membangun ekosistem yang mendorong lahirnya generasi muda Indonesia yang sehat, tangguh, berkarakter, dan berprestasi,” ujar Prof. Tria. YHK Junior Padel Championship 2026 mempertandingkan kategori usia U-12, U-14, U-16, dan U-18 untuk nomor Men’s Doubles serta Women’s Doubles. Total 79 tim atau 158 atlet junior dipastikan ambil bagian dalam turnamen ini. Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, hingga atlet internasional yang berdomisili di Indonesia. Keberagaman ini memperkuat kualitas kompetisi sejak fase awal. Turnamen ini berstatus Official PBPI Sanctioned Tournament dan diselenggarakan oleh KUPU GSC bekerja sama dengan PBPI Pengprov DKI Jakarta. Dukungan penuh juga diberikan oleh Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Utara. Selain memperebutkan gelar juara, seluruh peserta akan mendapatkan PBPI Ranking Points sebagai bagian dari sistem pembinaan atlet nasional. Skema ini membuka jalur prestasi berjenjang dari level junior menuju kompetisi nasional dan internasional. Dengan total prize pool uang pembinaan Rp56.000.000, YHK Junior Padel Championship 2026 diproyeksikan menjadi salah satu turnamen padel junior paling bergengsi di Indonesia. Event ini sekaligus disiapkan menjadi agenda tahunan yang konsisten mencetak atlet muda berprestasi dan memperkuat ekosistem olahraga padel nasional.

Dua atlet muda “figure skating” Indonesia raih juara di Beijing

Adena Thariza Ardhani dan Inara Thariza Sarasvati

Sebanyak dua atlet muda “figure skating” Indonesia berhasil meraih juara pertama dalam “The 2026 Ice Skating Institute Asia World Ice Arena Beijing Figure Skating Championship” yang diselenggarakan pada 27 Juni 2026 di World Ice Arena, Beijing. Dalam kompetisi itu, Adena Thariza Ardhani (10) berhasil meraih 3 medali yaitu Juara 1 Open FS Bronze (Wanita 10 Tahun); Juara 1 Artistic FS 1–2 (Wanita 10 Tahun), dan Juara 1 Family Spotlight (Tema Wonderful Indonesia). Sementara Inara Thariza Sarasvati (7) juga menyabet penghargaan serupa dalam kategori yang berbeda, yaitu Juara 1 Open FS Bronze (Wanita 7 Tahun); Juara 1 Artistic FS 1–2 (Campuran 7 Tahun); dan Juara 1 Family Spotlight (Tema Wonderful Indonesia). Dalam kategori Family Spotlight bertema “Wonderful Indonesia”, Adena dan Inara menampilkan koreografi yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui kostum tradisional dan musik bernuansa Nusantara sehingga menjadi sarana memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional melalui olahraga. “Keberhasilan Adena dan Inara meraih Juara 1 di tiga kategori sekaligus merupakan pencapaian yang membanggakan, tidak hanya karena menunjukkan kualitas atlet muda Indonesia di tingkat internasional, tetapi juga karena berhasil memadukan prestasi olahraga dengan promosi budaya Indonesia melalui tema ‘Wonderful Indonesia’,” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun saat menerima Adena dan Inara beserta keluarga di KBRI Beijing seperti dalam keterangan tertulis. “ISI Asia World Ice Arena Beijing Figure Skating Championship” tahun 2026 adalah salah satu ajang “figure skating” internasional yang diselenggarakan International Skating Institute Asia (ISI Asia). Kompetisi itu menjadi wadah bagi atlet “figure skating” dari berbagai kelompok usia untuk menunjukkan kemampuan teknik, artistik, dan kreativitas, sekaligus mempererat pertukaran olahraga dan budaya antarnegara di kawasan Asia. Kejuaraan tersebut mempertandingkan berbagai kategori, antara lain Free Skating (FS), Artistic Skating, dan Family Spotlight, yang dinilai berdasarkan kemampuan teknis, ekspresi artistik, kreativitas koreografi, serta kualitas keseluruhan penampilan sesuai standar penilaian ISI Asia. Dubes Djauhari menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Adena Thariza Ardhani, Inara Thariza Sarasvati, para pelatih, serta keluarga yang telah mendukung perjalanan dan pembinaan kedua atlet. “Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi semakin banyak generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi, membawa nama baik bangsa, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di berbagai panggung internasional,” tambah Dubes Djauhari.

Tiga atlet muda Indonesia rebut tiket Kejuaraan Atletik Dunia U20 2026

Shava S. Warangga

Tiga atlet muda Indonesia memastikan tiket menuju Kejuaraan Atletik Dunia U20 2026 di Oregon, Amerika Serikat, setelah menembus limit kualifikasi dunia melalui Indonesia Open Athletics Championship serta Kejuaraan Nasional U16, U18, dan U20 2026 di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, pada 27-30 Juni. Ketiga atlet tersebut adalah Shava S. Warangga dari Jawa Tengah pada nomor 100 meter putri, Hoshi Fatihah Azharah dari Jawa Timur pada nomor 200 meter putri, serta Anugrah Setiawan Pujo dari Jawa Timur pada nomor 110 meter gawang putra. “Capaian ini menjadi bukti pembinaan usia muda kita mulai menyentuh standar internasional. Namun, saya ingin agar para atlet jangan cepat puas, karena ini baru langkah awal,” kata Sekretaris Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Jodi Mahardi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa. Jodi menegaskan PB PASI akan menyiapkan program persiapan lanjutan agar ketiga atlet tersebut tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi juga memiliki kesiapan untuk bersaing di level tertinggi kelompok usia muda dunia. “Fokus kita sekarang adalah mematangkan persiapan teknis dan mental mereka, agar nanti kita tidak sekadar berpartisipasi, tetapi berani bersaing dan kompetitif melawan atlet-atlet elite dunia,” ujar Jodi. Lolosnya tiga atlet tersebut menjadi salah satu capaian penting dari penyelenggaraan Indonesia Open dan Kejurnas U16, U18, dan U20 2026 yang diikuti sekitar 1.000 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia serta sejumlah peserta mancanegara. Kejuaraan Atletik Dunia U20 tersebut dijadwalkan berlangsung di Eugene, Oregon, Amerika Serikat, pada 5-9 Agustus 2026. PB PASI berharap keberhasilan Shava, Hoshi, dan Anugrah dapat menjadi pemantik motivasi bagi atlet-atlet daerah untuk terus mengejar standar internasional. Selain itu, keikutsertaan mereka di panggung dunia juga dinilai penting untuk memperkuat kesinambungan pembinaan atletik nasional, terutama dalam menyiapkan lapisan atlet muda menuju agenda multievent dan kejuaraan internasional pada masa mendatang.

Indonesia terhenti di perempat final Kejuaraan Asia Junior 2026

Tim bulu tangkis junior Indonesia

Tim bulu tangkis junior Indonesia terhenti pada perempat final nomor beregu Kejuaraan Asia Junior 2026 setelah dikalahkan 0-2 oleh unggulan pertama Thailand 0-2 di Yatsushiro City General Gymnasium, Jepang, Senin. Indonesia menyerah 48-55 dan 49-55 sehingga menghentikan langkah Jolin Angelia dan kawan-kawan. “Saya kira banyak catatan pastinya namun yang paling utama adalah masih ada seminggu ke depan di nomor perorangan. Jadi kita akan coba maintain lagi baik dari sisi fisik, teknis, taktik dan terutama adalah mental biar mereka siap untuk tampil lagi,” kata Manajer Tim Indonesia, Eskar Denatara dalam keterangan PP PBSI setelah laga. Eskar menilai tetap ada hal positif yang dapat dipetik dari penampilan para pemain Indonesia. Ia berharap para pemain dapat menjadikan pengalaman pada nomor beregu sebagai bekal untuk tampil lebih baik pada nomor perseorangan. “Fokus pada permainan sendiri dan tampil all out. Jadikan pengalaman beregu ini sebagai pelajaran dan tambahan semangat,” kata Eskar. Kapten tim Indonesia Muhammad Rizky Mubarrok mengatakan hasil tersebut memang belum sesuai harapan, namun tetap mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya. “Saya senang bisa berada di tim ini sebagai kapten. Dan atas nama tim, saya mengucapkan maaf kepada semua pendukung karena belum bisa melaju ke babak selanjutnya,” kaya Mubarrok. Dia meminta rekan-rekannya segera mengalihkan fokus ke nomor perseorangan karena peluang Indonesia untuk meraih medali masih terbuka. “Kita semua masih ada peluang untuk membawa pulang medali untuk Indonesia,” ujar Nubarrok. Thailand melaju ke semifinal untuk menghadapi Hong Kong, sedangkan Jepang akan menghadapi China pada semifinal lainnya. Hasil pertandingan Indonesia melawan Thailand: Set pertama Indonesia vs Thailand 48-55 MD: Faizal Pangestu/Anju Siahaan vs Kitipat Karnnithiwat/Kunlapat Lhothong 11-7 WS: Mayla Cahya Afilian Pratiwi vs Yataweemin Ketklieng 18-22 XD: Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani vs Kitipat Karnnithiwat/Sunisa Lekjura 29-33 WD: Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri vs Phattharin Aiamvareesrisakul/Sarisa Janpeng 37-44 MS: Radithya Bayu Wardhana vs Punnatat Prempunpong 48-55 Set kedua Indonesia vs Thailand 49-55 MD: Faizal Pangestu/Anju Siahaan vs Kitipat Karnnithiwat/Kunlapat Lhothong 4-11 WS: Jolin Angelia vs Anyapat Phichitpreechasak 19-22 XD: Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani vs Kitipat Karnnithiwat/Sunisa Lekjura 30-33 WD: Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri vs Phattharin Aiamvareesrisakul/Sarisa Janpeng 39-44 MS: Radithya Bayu Wardhana vs Punnatat Prempunpong 49-55

Indonesia Ukir Sejarah Juara di AVC Men’s Volleyball Cup 2026

Timnas voli putra Indonesia

Sejarah baru berhasil ditorehkan Timnas voli putra Indonesia untuk kali pertama menjadi juara pada kejuaraan AVC Men’s Volleyball Cup 2026. Di babak final, Indonesia melumat Korea Selatan dengan skor telak 3-0 (32-34, 16-25, 23-25) di Veer Savarkar Sports Complex, Ahmedabad, India, pada Minggu, (28/6) malam. Indonesia tampil luar biasa pada laga puncak melawan Korsel. Korea Selatan sempat unggul cepat 1-6 di set pertama dan memperlebar jarak hingga 12-15 serta 15-19. Namun, Indonesia menunjukkan mental baja. Saat tertinggal di poin kritis 22-24, Farhan Halim dan kawan-kawan berhasil memaksakan deuce menjadi 24-24. Kejar-kejaran angka yang luar biasa menegangkan terus terjadi hingga akhirnya sebuah service ace dari Boy Arnez Arabi menutup set pertama dengan skor fantastis 34-32. Berbekal modal kemenangan set pertama, performa Indonesia semakin menawan. Mengandalkan umpan-umpan matang dari setter Alfin Daniel Pratama, kombinasi serangan dari opposite muda Rama Fazza Fauzan serta outside hitter Farhan Halim tak mampu dibendung. Indonesia memimpin nyaman 15-12 hingga menutup set kedua dengan margin lebar 25-16. Korea Selatan mencoba bangkit dan bermain lebih agresif demi memperpanjang napas. Kejar-mengejar angka kembali ketat di posisi 10-10, 15-15, hingga 20-20. Di momen krusial, ketenangan barisan middle blocker yang dikawal Hendra Kurniawan berhasil mengunci keunggulan Indonesia menjadi 23-20 sebelum akhirnya mengunci set ketiga sekaligus memastikan gelar juara dengan skor 25-23. Keberhasilan ini sekaligus menjadi pencapaian terbesar tim voli putra Indonesia di level Asia. Sebelum turnamen ini, prestasi terbaik Indonesia di ajang tersebut belum pernah menembus partai final. Pada edisi 2023 dan 2025, Indonesia hanya mampu finis di peringkat keenam, sedangkan pada 2024 harus puas berada di posisi ke-11. “Perasaannya luar biasa. Ini adalah sejarah bagi Indonesia. Pertama kali dalam sejarah kami memenangkan turnamen ini. Terima kasih banyak kepada para pemain, karena tanpa para pemain, kami tidak akan bisa melakukan ini,” kata pelatih timnas voli putra Indonesia, Alfonso Gonzales Toiran, usai laga.

Janice Tjen terhenti pada babak kedua Wimbledon

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen harus mengakhiri langkahnya di sektor tunggal pada babak kedua Wimbledon 2026 setelah kalah dari Daria Kasatkina dalam pertandingan tiga set di London, Inggris, Rabu. Janice sempat membuka peluang dengan merebut set pertama melalui tie-break sebelum akhirnya dipaksa menyerah oleh petenis Australia tersebut 7-6(5), 1-6, 4-6 dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 37 menit. Janice tampil solid pada set pembuka. Setelah kedua pemain saling mempertahankan servis hingga kedudukan imbang 6-6, petenis kelahiran Jakarta itu tampil lebih tenang untuk mengejar ketertinggalan 1-5 pada tie-break hingga mengamankan set pertama dengan skor 7-5. Namun, momentum berbalik pada set kedua ketika Kasatkina meningkatkan tekanan sejak awal pertandingan. Petenis No.65 dunia tersebut dua kali mematahkan servis Janice untuk unggul jauh dan menutup set kedua dengan kemenangan 6-1, sekaligus memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan. Pada set ketiga, kedua pemain kembali saling mematahkan servis pada fase awal pertandingan. Kasatkina kemudian mampu memanfaatkan peluang break pada gim kedelapan untuk berbalik unggul sebelum memastikan kemenangan 6-4 setelah mengonversi match point pada gim terakhir. Secara statistik, Kasatkina lebih efektif dalam memanfaatkan servis pertamanya. Ia memenangi 63 dari 90 poin (70 persen) saat servis pertama masuk, sementara Janice mengumpulkan 34 dari 57 poin (60 persen). Statistik Wimbledon menunjukkan Kasatkina juga tampil lebih agresif di depan net dengan memenangi 28 dari 31 poin (90 persen), sedangkan Janice hanya memenangi 11 dari 17 poin (65 persen). Dari sisi serangan, Kasatkina mencatatkan 37 winner dan 37 unforced error, sementara Janice membukukan 26 winner dengan 40 unforced error. Kasatkina juga lebih efektif memanfaatkan peluang break point dengan mengonversi lima dari delapan kesempatan, sementara Janice hanya berhasil memanfaatkan dua dari 10 peluang. Meski tersingkir, pencapaian Janice menembus babak kedua menjadi catatan positif dalam penampilan debutnya di Wimbledon. Ia juga masih bertahan di All England Club untuk bertanding di sektor ganda bersama rekan senegaranya, Aldila Sutjiadi. Ganda putri Indonesia Janice/Aldila dijadwalkan tampil menghadapi pasangan tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden pada babak pertama, Kamis (2/7).

Teuku Rifat gondol gelar AEF/MANTENA Cup 2026 kelas Elite 135 cm

Teuku Rifat Renanda Harsya

Penunggang kuda muda Indonesia Teuku Rifat Renanda Harsya menggondol gelar juara di AEF/MANTENA Cup 2026 di kelas ​​​​​​FOLAGO National Elite Silver Tour 135 cm yang digelar di Equinara Horse Sports, Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jakarta pada 28 Juni. Di kelas tersebut, Teuku Rifat mengungguli Yayat Subrata bersama King Almor yang finis di posisi kedua, sementara Ferry Wahyu Hadiyanto dengan Cornet Diamante melengkapi podium di peringkat ketiga. “Saya bersyukur bisa menjadi juara. Persaingan di sini cukup ketat, jadi hasil ini tentu sangat berarti bagi saya,” kata Teuku Rifat dalam keterangan resmi, Rabu. “Terima kasih kepada seluruh tim yang sudah bekerja keras. Semoga ke depan saya bisa terus meningkatkan performa dan memberikan hasil yang lebih baik lagi,” imbuhnya. Prestasi tersebut melengkapi penampilan impresif Teuku Rifat setelah sebelumnya menempati podium kedua pada kelas Internasional U25 Jumping 120 cm​. Kemudian Teuku Rifat juga mengamankan podium ketiga pada Kelas Open Jumping 140 cm. Prestasi ini juga menjadi pelengkap manis bagi Teuku Rifat yang telah menjadi atlet berkuda semenjak usia 10 tahun. Turnamen internasional yang diselenggarakan oleh Equinara Horse Sport ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia karena untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah FEI CSI1 Borrowed Horse Competition di bawah naungan Asian Equestrian Federation (AEF) dan Fédération Equestre Internationale (FEI). Sebanyak 13 negara ambil bagian dalam kompetisi bergengsi tersebut, menjadikannya salah satu borrowed horse competition terbesar yang pernah digelar di kawasan Asia. Selain menghasilkan prestasi olahraga, AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 juga memberikan dampak positif bagi sektor sport tourism. Sejumlah atlet dan ofisial dari berbagai negara bahkan memilih memperpanjang masa tinggal mereka untuk menikmati wisata, kuliner, dan budaya Indonesia. Dilansir dari keterangan resmi Pordasi, Rabu, berikut hasil AEF/MANTENA Cup 2026: Kelas Open Jumping 135 cm (Grand Prix): 1. Teuku Rifat Renanda Harsya & kuda Kastilia 2. Yayat Subrata & kuda King Almor 3. Ferry Wahyu Hadiyanto & kuda Cornet Diamante Kelas Internasional U25 Jumping 120 cm: 1. Nathanael Gabriel Stevano Menayang & kuda Let’S Go 2. Teuku Rifat Renanda Harsya & kuda Nobleman 3. Rasendriya Hiranya Rajasa & kuda Altas Kelas Open Jumping 140 cm (Grand Prix): 1. Andry Sutoyo & kuda Next Havanna 2. Yayat Subrata & kuda King Almor 3. Teuku Rifat Renanda Harsya & kuda Kastilia