Jaya Raya juara umum turnamen spesialis ganda Candra Wijaya

Gerardo Rizqullah Hafidz & Jonathan Farrell Gosal

Klub Jaya Raya Jakarta keluar sebagai juara umum Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 Presented by Candra Wijaya setelah mengoleksi enam gelar juara pada turnamen spesialis ganda yang berakhir di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu. Pada ajang yang berlangsung di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya International Badminton Centre, 10-13 Juni, Jaya Raya unggul atas Djarum Kudus yang meraih empat gelar, sedangkan satu gelar lainnya menjadi milik Taqi Arena Badminton Academy. “Kemenangan adalah awal untuk mempertahankan prestasi dan awal untuk menorehkan prestasi di masa depan,” kata Legenda bulu tangkis Indonesia Candra Wijaya dalam keterangan tertulisanya, Sabtu. Peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 bersama Tony Gunawan itu mengatakan turnamen yang memasuki edisi ke-14 tersebut digelar sebagai sarana latih tanding sekaligus penjaringan pemain muda di sektor ganda. Menurut Candra, nomor ganda selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia di panggung dunia sehingga proses regenerasi harus terus berjalan melalui kompetisi yang berkelanjutan. “Semua ini saya lakukan agar regenerasi di nomor ganda tetap berjalan demi menjadikan bulutangkis Indonesia kembali disegani di seluruh dunia. Semoga tahun depan turnamen ini terus digelar dengan dukungan dari banyak pihak termasuk klub-klub yang ada di Indonesia,” ujar Candra. Mantan pebulu tangkis spesialis ganda putri Indonesia Rosiana Tendean mengatakan Yonex-Sunrise Doubles Special Championships menjadi salah satu tolok ukur pembinaan sektor ganda nasional. “Turnamen ini menjadi salah satu barometer pembinaan untuk nomor ganda. Dari sini kita bisa melihat pemain-pemain yang memiliki potensi untuk menjadi andalan Indonesia di masa depan,” kata Rosiana. Rosiana mengatakan kejuaraan yang mempertandingkan ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran itu memberi kesempatan kepada atlet muda untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan melawan pemain dari berbagai klub. Ia optimistis sejumlah pemain yang tampil pada turnamen tersebut dapat menjadi bagian dari kekuatan ganda Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. “Saya optimistis lima tahun ke depan akan ada pemain ganda Indonesia yang pernah turun di turnamen ini dan kemudian menjadi andalan di level yang lebih tinggi,” ujar Rosiana. Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 Presented by Candra Wijaya mempertandingkan nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran untuk kelompok pemula, remaja, taruna, serta kategori dewasa.

Piala AFF U19: Garuda Muda Kandas di Semifinal

ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026

Timnas Indonesia U-19 harus mengakui keunggulan Australia dengan skor 0-1 pada laga semifinal ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Kamis 11 Juni 2026 malam. Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil berhati-hati sambil berupaya menemukan celah di lini pertahanan lawan. Sepuluh menit pertama berlangsung cukup seimbang dengan Indonesia dan Australia saling berebut penguasaan bola di area tengah lapangan. Indonesia mencoba menciptakan peluang melalui berbagai skema serangan. Pada menit ke-19, Fabio Azkairawan melepaskan lemparan jauh ke dalam kotak penalti Australia. Namun, upaya tersebut belum mampu membahayakan gawang lawan dan hanya menghasilkan tendangan gawang. Peluang emas Indonesia di babak pertama hadir pada menit ke-27. Arkhan Kaka menyambut bola dengan tendangan voli dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melebar dari sasaran. Australia beberapa kali memberikan ancaman melalui kecepatan Amlani Tatu. Meski demikian, lini belakang Indonesia yang dikawal I Putu Panji Apriawan dan kolega mampu meredam sejumlah serangan lawan dengan baik. Pada menit ke-30, Australia memperoleh peluang melalui tendangan mendatar Lawrence Wong. Kiper Dafa Al Gasemi tampil sigap untuk mengamankan bola dan menjaga gawang Indonesia tetap aman. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Indonesia dan Australia sama-sama tampil lebih agresif untuk mencari gol pembuka. Menit ke-54, Arkhan Kaka memperlihatkan aksi individu yang impresif dengan melewati pemain lawan sebelum melepaskan tembakan ke arah gawang. Namun, bola hasil sepakannya masih menyamping tipis. Australia kemudian mendapatkan peluang melalui sundulan Marcus Neill. Beruntung bagi Indonesia, peluang tersebut masih dapat digagalkan sehingga hanya menghasilkan sepak pojok. Pelatih Nova Arianto melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya serang. Salah satu peluang terbaik Indonesia tercipta pada menit ke-80. Amar Brkic mengirim umpan cutback dari sisi kanan yang disambut Dimas Adi dengan sepakan first time. Sayangnya, bola masih melebar tipis di sisi kanan gawang Australia. Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Australia berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-89. Marcus Neill lolos dari jebakan offside dan mencetak gol setelah situasi tersebut ditinjau melalui VAR. Gol tersebut membuat Australia unggul 1-0. Indonesia berusaha memberikan respons pada sisa waktu pertandingan dengan terus menekan pertahanan Australia. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Hasil ini membuat Garuda Muda akan melanjutkan perjuangannya di laga perebutan tempat ketiga. Pada pertandingan berikutnya, tim asuhan Nova Arianto dijadwalkan menghadapi Kamboja untuk memperebutkan posisi ketiga ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 di Stadion Utama Sumatera Utama, Sabtu 13 Juni 2026 mendatang.

Raih Dua Kemenangan Beruntun, Peringkat Timnas Indonesia Melonjak

Tim Nasional Indonesia menutup rangkaian FIFA Matchday Juni 2026 dengan hasil impresif setelah meraih dua kemenangan atas Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Hasil positif tersebut membawa skuad Garuda berhasil naik peringkat ke posisi 118 dunia FIFA. Tambahan poin ini juga semakin mendekatkan Indonesia ke target menembus 100 besar dunia. Pada laga pertama, Indonesia menang meyakinkan 3-0 atas Oman pada Jumat (5/6). Sementara itu, kemenangan tipis 1-0 diraih saat menghadapi Mozambik pada Selasa (9/6). Dua kemenangan ini menyumbang tambahan 12,25 poin, sehingga total poin Indonesia kini mencapai 1157,14. Jumlah tersebut membuat Indonesia hanya terpaut 0,08 poin dari Sudan yang berada di peringkat 117. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut pencapaian ini dengan rasa syukur. Namun, dia mengingatkan para pemain untuk tidak terlena dengan kenaikan peringkat tersebut. “Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas hasil dua pertandingan kemarin yang mampu memperbaiki peringkat. Terima kasih juga kepada seluruh suporter yang selalu mendukung Timnas. Tapi saya ingatkan, peringkat bukan jaminan hasil akhir. Kita harus tetap membumi dan fokus menghadapi pertandingan selanjutnya agar bisa terus mendekati target 100 besar dunia,” ujar Ketum Erick di Jakarta, Jumat (12/6). Sementara itu, pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku puas dengan perkembangan timnya. Juru taktik berpaspor Inggris itu menilai para pemain menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik saat menghadapi lawan dengan karakter berbeda. “Terlepas dari kenaikan peringkat dan tambahan poin, saya bangga dengan kemampuan adaptasi para pemain. Meraih dua kemenangan beruntun di kandang melawan tim dengan peringkat lebih tinggi adalah pencapaian luar biasa. Saat ini tim terlihat semakin berbahaya bagi lawan,” jelas Herdman. Hasil ini menjadi bekal penting bagi Timnas Indonesia yang akan menghadapi ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF pada akhir Juli nanti, sebelum kembali menjalani agenda internasional FIFA pada September mendatang.

Dua atlet triatlon Indonesia sabet emas-perak kejuaraan Asia junior

Asia Triathlon Junior Cup 2026

Dua atlet triatlon Indonesia, Keanan Roland dan Mauriska Azizah, berhasil membawa pulang medali emas dan perak kejuaraan Piala Asia Junior Triatlon 2026 di Kampar, Perak, Malaysia, Sabtu. Keanan meraih medali emas nomor Sprint Thriatlon Elite Putra, sedangkan Mauriska mengamankan perak Sprint Triathlon Elite Putri, demikian lansiran KONI. Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat, Marciano Norman mengapreasi keberhasilan kedua atlet triatlon Indonesia meraih medali kejuaraan tersebut, serta kerja keras Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia Armand van Kempen atas prestasi itu. “Saya berharap prestasi yang diraih hari ini dapat menjadi motivasi bagi para atlet triatlon Indonesia lainnya untuk meraih prestasi di kancah internasional, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pola pembinaan demi pencapaian yang lebih membanggakan,” kata Marciano. Keanan meraih medali emas di nomor yang ia ikuti mengungguli wakil Filipina Darell Bada yang memperoleh perak dan peraih perunggu asal Arab Saudi, Feher Moussa. Sedangkan Mauriska menaiki podium kedua Sprint Triathlon Elite Woman bersama dua atlet Rusia Elizaveta Polianskaia dan Anatasiia Romanenko yang masing-masing meraih medali emas dan perunggu.

Indonesia gagal ke Piala Asia U18 FIBA 2026

Piala Asia U18 FIBA 2026

Tim nasional bola basket U18 putra Indonesia gagal berangkat ke Piala Asia U18 FIBA 2026 seusai dikalahkan tuan rumah Thailand 50-68 dalam semifinal kualifikasi zona SEABA di Gimnasium Chan Ka Pho, Krabi, Thailand, Sabtu. Kekalahan di semifinal praktis memupus mimpi Indonesia untuk tampil di putaran final Piala Asia U18 2026, sebab laman FIBA mencatat hanya para finalis kualifikasi yang berhak terbang ke Ahmedabad, India, untuk berlaga pada 13-23 Agustus mendatang. Hasil melawan Thailand menjadi antiklimaks bagi tim besutan Ismael, yang sempat mengawali kualifikasi dengan mulus lewat dua kemenangan beruntun di Grup B berupa 89-35 atas Laos pada Kamis (11/6) dan 65-55 kontra Malaysia sehari berselang. Garuda Muda masih akan memainkan satu pertandingan lagi untuk memperebutkan tempat ketiga fase kualifikasi zona SEABA melawan Malaysia, Minggu (14/6). Di laga melawan Thailand, Indonesia harus berjibaku menghadapi para pemain tuan rumah yang memiliki postur badan lebih besar tetapi juga mampu bergerak lebih cepat. Kuarter pertama ditutup dalam keadaan tertinggal 14-15 dari Thailand, yang dikomandoi pelatih Krit Issariyachiwin. Dominasi Thailand semakin jelas memasuki kuarter kedua lewat penguasaan paint area dan sisi luar pertahanan Indonesia oleh Thanawat Pisarnyuttanapong dkk. Thailand kian menjauh 32-22. Usai jeda paruh laga, Jaya James Bayuntara yang sebelumnya selalu jadi mesin penyumbang angka mendapati dirinya begitu kesulitan menembus pertahanan lawan, Indonesia semakin tertinggal 33-50 pada akhir kuarter ketiga. Selisih skor tak pernah kurang dari dua digit kala kuarter terakhir berlangsung dan Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah 59-68. Forward Thailand, Ronnie Allsopp tampil sebagai pencetak angka terbanyak, yakni 16 poin, satu rebound, dan dua assist. Sedangkan dari kubu Indonesia, kapten Steven Sebastian membukukan double-double yakni 12 poin dan 10 rebound, serta ditambah satu assist.