21 cabang olahraga DBON siap diterapkan di sekolah

Erick Thohir

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir mengatakan, 21 cabang olahraga Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) siap diterapkan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dimulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, Menpora menjelaskan bahwa dirinya sudah mengoordinasikan hal tersebut dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Ke-21 cabang DBON tersebut merupakan cabang unggulan Olimpiade yaitu atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo, balap sepeda, voli pantai (2×2), bola basket (3×3), dayung (dayung dan kano), tenis anggar, gulat, dan equestrian. Selain itu, ada pula abang world heritage yang merupakan olahraga milik bangsa Indonesia yaitu pencak silat. Menpora menjelaskan masing-masing jenjang sekolah akan diberikan pilihan menjalankan cabang olahraga DBON dengan jumlah yang berbeda sesuai tingkatan. Di tingkat SD, dia menambahkan, akan diberikan pilihan dua cabang, sedangkan tingkat SMP memilih empat cabang, dan SMA enam cabang. Kemudian untuk tingkat SMA, akan diberikan pilihan menjalankan cabang induk olahraga (mother of sport) yaitu renang, atletik, senam. “Itu disesuaikan dengan kondisi fasilitas pendukung masing-masing sekolah,” kata dia. Menpora mengatakan bahwa penerapan cabang-cabang olahraga DBON di tingkat sekolah mulai tingkat SD merupakan bagian dari upaya menyiapkan talenta atlet sejak dini. Dengan menekuni cabang olahraga tertentu dari level SD yang kemudian dilanjutkan ke tingkat sekolah berikutnya maka para pelajar bisa berkembang sebagai atlet pelajar yang siap bersaing di level nasional hingga panggung internasional.

Perbasi gelar seleksi nasional Timnas U18 untuk Asia Cup 2026

Seleknas Timnas Bola Basket U18 putra dan putri

DPP Perbasi menggelar seleksi nasional (seleknas) Timnas Bola Basket U18 putra dan putri di Hoops Ancol, Jakarta Utara, pada 26-28 Februari 2026 sebagai persiapan menghadapi FIBA U18 Asia Cup SEAB Qualifiers 2026. ​Pimpinan Proyek Timnas Bola Basket U18 Putra dan Putri, Fictor Roring menjelaskan bahwa seleksi ini bertujuan menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia. ​“Kami mulai Seleknas untuk memilih pemain yang akan perkuat Indonesia di dua ajang itu. Kita sudah mengundang sekitar 70-an putri dan seratusan pemain putra seluruh Indonesia untuk ikuti seleksi ini,” ujar Fictor dalam keterangannya di Jakarta, Jumat. Seleknas ini ditujukan untuk dua agenda internasional berbeda. Timnas U18 Putri dipersiapkan untuk FIBA U18 Women’s Asia Cup SEAB Qualifiers 2026 di Filipina pada Mei mendatang, sementara Timnas U18 Putra akan berlaga pada kualifikasi di Thailand pada Juni 2026. ​Sebanyak 181 pemain dipanggil dalam seleksi tahap pertama ini, yang terdiri atas 76 pemain putri dan 105 pemain putra. Mereka merupakan hasil pantauan Badan Tim Nasional (BTN) dan rekomendasi dari DPD Perbasi di seluruh tanah air. ​Terkait tahapan seleksi, Fictor menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut akan dikerucutkan menjadi 40 pemain, kemudian terpilih 20 pemain pada hari terakhir seleksi untuk menjalani pemusatan latihan (training camp) pada Mei mendatang. ​Selain pemain domestik, Perbasi juga membuka kesempatan bagi pemain yang menempuh pendidikan di luar negeri maupun pemain heritage yang memegang paspor Indonesia untuk mengikuti seleksi tahap kedua secara terpisah. ​Mengenai kriteria, Fictor Roring menegaskan bahwa tim membutuhkan pemain yang kompetitif secara fisik dan teknik. ​“Yang pasti yang terbaik yang ada. Yang paling jago, kalau kita mau bilang simpel. Jago, kuat, besar, cepat. Yang pasti untuk kepentingan Indonesia nanti,” katanya. ​Sementara itu, Sekjen DPP Perbasi Nirmala Dewi mengapresiasi antusiasme para atlet muda dalam memperebutkan tempat di skuad Merah Putih. Ia berharap proses ini mampu melahirkan tim yang kompetitif di level Asia Tenggara maupun Asia. ​“Kiranya melalui seleknas ini kita bisa menjaga bahwa talenta Indonesia tidak kalah dengan tim dari negara di Asia maupun Asia Tenggara,” ucap Nirmala. ​Pada edisi sebelumnya, Timnas U18 Putra Indonesia berhasil lolos ke FIBA U18 Asia Cup 2024 di Yordania setelah menjadi runner up di babak kualifikasi, sementara Timnas U18 Putri berkompetisi di FIBA U18 Women’s Asia Cup 2024 Division A di China.

China juara umum Kejuaraan Asia Anggar Kadet dan Junior 2026

Asian Cadet and Junior Fencing Championship 2026

Kontingen China keluar sebagai juara umum Kejuaraan Asia Anggar Kadet dan Junior 2026 setelah meraih dua medali emas tambahan dari kategori junior pada hari terakhir penyelenggaraan ajang tersebut di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat. Dua emas tersebut memantapkan posisi China di klasemen akhir kategori junior dengan total koleksi delapan medali emas. China juga telah meraih empat medali emas dari kategori kadet, sehingga mereka keluar sebagai juara umum lewat raihan keseluruhan 12 medali emas, lima perak, dan empat perunggu sejak kejuaraan itu bergulir mulai Jumat (20/2) pekan lalu. Dua emas kontingen China pada hari terakhir datang dari nomor saber beregu putra junior seusai mengatasi Uzbekistan 45-41 dan nomor foil beregu putri junior lewat kemenangan telak 44-18 atas China Taipei. Hasil hari terakhir menegaskan dominasi China di kategori junior lewat koleksi delapan medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Dominasi tersebut menjadi penentu keberhasilan China merebut gelar juara umum, meskipun mereka harus mengakui keunggulan Hong Kong di klasemen akhir kategori kadet. China harus puas duduk di peringkat kedua kategori kadet lewat koleksi empat medali emas, empat perak, dan tiga perunggu, di bawah Hong Kong yang mengumpulkan lima emas, empat perak, dan empat perunggu. Kendati demikian perolehan total di kedua kategori membuat China begitu dominan di klasemen umum akhir kejuaraan yang diikuti oleh 801 atlet dari 26 negara Asia tersebut. Hong Kong yang ada di posisi kedua klasemen umum “hanya” bisa mengoleksi enam medali emas, lima perak, dan lima perunggu. Sementara itu, Korea Selatan finis di peringkat ketiga dengan meraih tiga medali emas, lima perak, dan enam perunggu, menegaskan persaingan ketat di antara negara-negara Asia Timur dalam olahraga anggar. Sementara itu, Indonesia selaku tuan rumah belum mampu berbicara banyak dalam kejuaraan itu. Para atlet Merah Putih harus terhenti di babak 32 besar di berbagai nomor yang diikuti, sehingga belum berhasil menyumbangkan medali. Singapura menjadi satu-satunya negara dari kawasan Asia Tenggara yang mampu menembus dominasi Asia Timur dengan meraih satu medali emas di kategori junior. Berikut klasemen akhir Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di Jakarta: Kategori kadet Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total 1 Hongkong 5 4 4 13 2 China 4 4 3 11 3 Korea Selatan 3 4 2 9 4 Jepang 0 0 6 6 5 Australia 0 0 4 4 6 Kazakhstan 0 0 2 2 7 Thailand 0 0 1 1 7 China Taipei 0 0 1 1 7 Singapura 0 0 1 1   Kategori junior Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total 1 China 8 1 1 10 2 Jepang 1 3 2 6 3 Hongkong 1 2 3 6 4 China Taipei 1 1 2 4 5 Singapura 1 1 1 3 6 Uzbekistan 0 3 3 6 7 Korea Selatan 0 1 4 5 8 Kazakhstan 0 0 2 3

Sayu Bella Raih Emas di India

Sayu Bella

Pembalap sepeda gunung putri Indonesia, Sayu Bella Sukma Dewi kembali membuktikan taji di pentas Asia dengan meraih medali emas pada ajang Asian Mountain Bike Series UCC India-1 yang berlangsung di India, 26–28 Februari 2026. Sayu naik podium tertinggi pada nomor Cross Country Olympic (XCO) Elite Putri dan menjadi satu-satunya penyumbang emas bagi Indonesia dalam seri tersebut. Dia membukukan 1 menit 32,16 detik, mengalahkan Nur Deena Safia Nor Effandy asal Malaysia dengan 1 menit 41,21 detik, dan wakil Indonesia lainnya Vara Sefti Rahmadani yang pulang dengan perunggu setelah mencatatkan 1 menit 44,21 detik. “Bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet Squad MTB XC Indonesia yang telah berjuang dengan maksimal dan penuh dedikasi pada ajang Asia Mountain Bike Series UCC India 1 di India,” demikian keterangan resmi Federasi Sepeda Indonesia (ICF) melalui akun Instagram, Jumat. ICF menyebut semangat juang dan komitmen para atlet menjadi bukti Indonesia mampu terus bersaing di level Asia. Secara keseluruhan, Indonesia mengoleksi satu emas, dua perak, dan dua perunggu. View this post on Instagram Selain emas dari Sayu dan perunggu dari Vara, dua medali perak diraih Zaenal Fanani dari nomor Cross Country Short Circuit (XCC) Elite Putra dan XCO Elite Putra. Sementara satu perunggu dipersembahkan Feri Yudoyono pada nomor Cross Country Eliminator (XCE) Elite Putra. Hasil tersebut melanjutkan tren positif Sayu pada awal musim 2026. Sebelumnya, atlet asal Bali yang juga peraih emas SEA Games 2023 Kamboja nomor XCO itu memastikan tiket tampil pada putaran pembuka WHOOP UCI Mountain Bike World Series 2026 di MONA YongPyong, Korea Selatan, 1–3 Mei. Tiket itu diraih melalui jalur kualifikasi “golden ticket” dari ajang Asia UCI MTB Continental Series Thailand MTB Cup 2026 pada 13–14 Januari. Pada kejuaraan tersebut, Indonesia mengoleksi dua emas, tiga perak, dan satu perunggu. Selain Sayu, atlet yang lolos ke Korea Selatan yakni Zaenal Fanani, Ihza Muhammad, Feri Yudoyono, Achmad Dhani, dan Melinda Ayu Putri.

Janice Tjen terhenti di semifinal sektor ganda Merida Open

Janice Tjen dan Katarzyna Piter

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama petenis Polandia, Katarzyna Piter terhenti di semifinal sektor ganda Merida Open di Meksiko, setelah kalah dari unggulan kedua Cristina Bucsa/Jiang Xinyu, Jumat (27/2) waktu setempat atau Sabtu WIB. Janice/Piter memberi perlawanan kuat pada set pertama namun tak mampu menghalau Cristina Bucsa/Jiang Xinyu setelah satu jam 24 menit dengan skor akhir 5-7, 6-2. Meski Bucsa/Jiang unggul dengan persentase servis pertama yang masuk 68,4 persen, Janice/Piter mampu unggul dari poin servis pertama yang mereka menangi sebesar 68,4 persen, demikian statistik WTA. Pasangan Indonesia/Polandia itu juga unggul dari segi poin pengembalian bola pertama, namun Bucsa/Jiang unggul dari segi pengembalian bola kedua. Duo Spanyol/China itu juga mampu menghadapi poin kritis pada kedudukan 5-5, berhasil mengkonversi dua dari tiga peluang break point untuk merebut set pembuka. Set kedua dimulai dengan Bucsa/Jiang mencoba mempertahankan momentum dengan mengambil alih gim pertama, yang langsung dibalas Janice/Piter pada gim kedua untuk menyamakan keadaan. Dengan servis kuat Janice/Piter mencatatkan persentase servis pertama yang masuk 81 persen. Namun, kekuatan itu tidak cukup ketika Bucsa/Jiang jauh lebih unggul dalam pengembalian bola. Mereka memenangi tiga gim beruntun setelahnya atau kedudukan 4-1. Janice/Piter berusaha untuk merusak ritme permainan dengan mengambil satu gim, namun upaya itu tidak mampu menghentikan Bucsa/Jiang untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Dengan kekalahan di sektor ganda tersebut, Janice harus angkat kaki dari ajang WTA 500 itu setelah juga terhenti pada babak pertama sektor tunggal usai kalah dari petenis Kolombia Camila Osorio 4-6, 3-6. Bagi Janice dan Piter hasil tersebut lebih baik dari terakhir kali mereka berpasangan ketika terhenti pada babak pertama Australian Open 2026. Janice dan Piter juga telah dua kali meraih trofi bersama yakni pada WTA 250 Guangzhou tahun lalu dan WTA 250 Hobart pada Januari.

Debut Moto3, Veda start dari posisi kelima

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama memulai debutnya di Moto3 dengan start dari posisi kelima pada seri pembuka musim ini di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand. Veda yang memperkuat tim Honda Team Asia, mendapat posisi startnya ini setelah mencatatkan waktu 1 menit 40,877 detik pada sesi Kualifikasi 2 (Q2) di Sirkuit Internasional Chang, Sabtu. Pembalap 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta itu sempat melesat ke posisi ketiga pada fase awal sesi Q2. Ia kemudian turun ke posisi kelima, lalu keenam ketika sesi kualifikasi menyisakan tiga menit. Catatan waktu terbaik Veda pada akhirnya tercipta pada detik-detik akhir, saat ia mencatatkan waktu 1 menit 40,877 detik, terpaut 0,789 detik dari David Almansa dari tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP yang meraih pole. Di posisi kedua, ada Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo. Pembalap Leopard Racing Adrian Fernandez menempati posisi ketiga, sementara Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar akan memulai balapan di Buriram di posisi keempat. Sebelumnya, Veda yang merupakan runner-up Red Bull Rookies Cup 2025 itu membuka debutnya di Moto3 saat ia mencatatkan waktu 1 menit 41,854 detik untuk menempati posisi keenam pada sesi Latihan Bebas 1 (FP1), Jumat (27/2). Catatan waktunya membaik menjadi 1 menit 41,508 detik ketika ia lolos ke Q2, setelah menghuni posisi kedelapan pada sesi Latihan di hari yang sama. Adapun, sebelum menyelesaikan sesi kualifikasi di posisi kelima, Veda sempat tercecer ke posisi 13 dengan waktu 1 menit 41,770 detik ketika ia mencari setelan motor terbaiknya pada sesi pembuka hari ini di Latihan Bebas 2 (FP2). Balapan Moto3 akan dimainkan Minggu (1/3) siang pukul 12.00 WIB dengan jumlah 19 lap. Berikut hasil kualifikasi Moto3 di Thailand, Sabtu: David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:40.088 Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) – 01:40.518 Adrian Fernandez (Leopard Racing) – 01:40.693 Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:40.697 Veda Pratama (Honda Team Asia) – 01:40.877 David Munoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:41.091 Ryusei Yamanaka (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:41.198 Scott Ogden (CIP Green Power) – 01:41.291 Guido Pini (Leopard Racing) – 01:41.319 Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) – 01:41.337 Marco Morelli (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:41.363 Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) – 01:41.426 Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) – 01:41.694 Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) – 01:41.752 Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:41.761 Joel Kelso (GRYD – MLav Racing) – 01:41.788 Jesus Rios (Rivacold Snipers Team) – 01:41.794 Joel Esteban (LEVEL UP – MTA) – 01:41.903.

Seleksi Timnas U17 Dimulai

Tim Nasional Indonesia U17

Sebanyak 42 pemain muda dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U17 yang akan berlangsung di Yogyakarta pada 23-28 Februari 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Yogyakarta International School Soccer Field dan berada di bawah arahan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto. Agenda seleksi tersebut menjadi bagian dari persiapan tim menuju Piala AFF U17 yang dijadwalkan bergulir pada 11-23 April mendatang, serta Piala Asia U-17 2025 yang akan digelar pada 30 April – 17 Mei nanti di Arab Saudi. Pemanggilan ini sekaligus menandai momentum baru, untuk pertama kalinya Kurniawan Dwi Yulianto memimpin langsung kelompok usia U17, yang sebelumnya ditangani Nova Arianto. Kurniawan dikenal sebagai salah satu mantan penyerang Timnas Indonesia yang memperkuat skuad Garuda pada periode 1995-2005. Dalam perjalanan karier kepelatihannya, ia pernah menjadi asisten Indra Sjafri di Timnas Indonesia U23. Pada peran tersebut, Kurniawan turut menjadi bagian dari tim yang meraih medali emas SEA Games 2023. Terkait komposisi pemain yang mengikuti seleksi, pemanggilan 42 pemain ini merupakan sebaran hasil pembinaan usia muda di Indonesia. Para pemain berasal dari berbagai klub dan akademi sepak bola, di antaranya Persib Bandung, Bali United, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Madura United, PPLP Papua, hingga Erlangga FA. Berikut daftar 42 pemain yang dipanggil: Kiper Syahdan Caesar – ASIOP Moh Fahrizal – Persib Bandung Noah Leo Duvart – Bali United Vito Fauza – Persijap Jepara Belakang Waliyuddin Shofa A – Persib Bandung Pandu Aryo – Persik Kediri Putu Ekayana Yoga – Bali United Farik Rizqi – Madura United Shoyyo Himawan P – Persis Solo Zidane Raditya Chandra – Persis Solo M. Widi Fathillah – Persebaya Surabaya Marthquin Yoku – PPLP Papua M Rifaldi – Persija Jakarta M Fata Fatihul Ihsan – PSS Sleman Farrel Luckyta W – PSS Sleman Made Arbi Ananta – Bali United Rizki Qory Khatami – Persib Bandung Gilbert G Wangge – Persita Tangerang Handri Dimas Sulityo – Persik Kediri Peres Akwila Tjoe – Persija Jakarta M Daffa Prasetyo – Borneo FC M Rauf – Bhayangkara Presisi Tengah Fardan Faras Prawita – Borneo FC Girly Andrade Guevara – Persik Kediri Chico Jericho Y – ASIOP Keanu Sanjaya – Bali United Miraj Riski Sulaiman – Madura United M Irgi Fahrezi – Erlangga FA Alfredo Naraya N – Persebaya Surabaya Abdul Galih R – Persib Bandung Ridho – Persija Jakarta I Komang Semadi – Bali United Dava Yunna Adi – Persebaya Surabaya Rohmat Nur H – PSM Makassar M Rofiq Januar – Bhayangkara Presisi Ichiro Akbar – Bhayangkara Presisi Faisal Ade – Malut United Depan Sean Rahman Castor – Persik Kediri Fardhan Ary – Madura United M Mierza F – Persik Kediri M Hadza M – Borneo FC Yohanes Yapagaimu – Safin Pati