Dispora Dan KONI Siap Sukseskan Porkab Ke- 4 Kabupaten Tangerang

porkab-4

Porkab Tangerang merupakan ajang seleksi atlet-atlet muda yang ada disetiap kecamatan se-Kabupaten Tangerang, 18 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB), dalam hal ini persiapan Dispora dan KONI saling bahu-membahu demi mensukseskan program tahunan ini. Kepala dinas pemuda dan olahraga kabupaten Tangerang, Ahmad Taufiq mengatakan kepada nysnmedia.com bahwa selain stakeholder yang terkait, dirinya juga menghimbau agar seluruh komponen masyarakat untuk turut mensukseskan Porkab yang ke-4. “Ya, kami mengharapkan kepada seluruh komponen masyarakat, mari kita dukung PORKAB IV Tahun 2017 Kabupaten Tangerang ini, agar terciptanya atlet atlet yang berprestasi dan berdedikasi tinggi, dalam rangka mempersiapkan atlet di ajang yang lebih tinggi yaitu mengikuti PORPROV yang ke-5 Banten 2018 mendatang yang rencananya diadakan di Kabupaten Tangerang,” ujar Taufiq Rencananya 18 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan tersebut diantaranya adalah atletik, volleyball, bulutangkis, catur, karate, pencak silat, panahan, renang, bola sundul, sepakbola/futsal, taekwondo, tenis meja, sepak takraw, bridge, golf, balap motor, basketball, tenis lapangan. Setelah dilakukan technical meeting di kantor KONI Kabupaten Tangerang di Tiga Raksa (4/9) maka ajang PORKAB ini akan dilakukan di 3 kecamatan wilayah kabupaten Tangerang diantaranya kecamatan Kelapa Dua, Curug dan Pagedangan.(rom/adt)

Bulutangkis Tunggal Putra, Jonatan Christie Berhasil Raih Emas

Jonatan Christie berhasil meraih medali emas bulutangkis dengan 21-19, 21-10. Tim tunggal putra SEA Games 2017 telah mengalahkan pemain Thailand Khosit Phetpradab di Axiata Hall, Kuala Lumpur, Selasa (29/8/2017). Menurut lansiran dari detikSport (29/08/2017), Jonatan sempat dapat perlawanan dari lawannya di gim pertama. Tapi setelah berimbang dalam kedudukan 9 sama, Jonatan mampu terus melampaui perolehan angka yang di dapat Khosit. Kemenangan Jonatan akhirnya dipastikan saat pengembalian dari Khosit dan shuttlecock hanya menghantam net. Jonatan pun menang dua gim langsung dalam durasi 37 menit. Hasil tersebut akhirnya membuat Jonatan mempersembahkan satu-satunya medali emas nomor perorangan cabang bulutangkis di SEA Games kali ini. Tentu, hal ini berarti ia menjadi wakil tunggal Indonesia di final.

Kupas Tuntas Dilema Karir Para Pelatih Bulutangkis Indonesia, Mengabdi Di Indonesia Atau Berkarir Di Luar Negeri?

Perhelatan Indonesia Open beberapa waktu lalu ternyata dijadikan ajang unjuk kemampuan  para pelatih bulutangkis asal Indonesia untuk melihat seberapa tangguh atlet binaan mereka di luar negeri. Menurut lansiran dari metrotvnews.com (10/08/2017), Para pelatih bulutangkis seperti sebut saja Hendrawan, Rexy Mainaky, Mulyo Handoyo, Agus Dwi Santoso, dan beberapa mantan atlet bulutangkis Indonesia lainnya. Mereka kini ‘mengabdi’ ke negara lain. Contohnya seperti Mulyo Handoyo, ia memilih ikut membantu India dalam merevolusi olahraga bulutangkis di negeri Bollywood tersebut. Tak hanya itu, Agus Dwi Santoso juga ikut mencoba mengadu nasib ke Korea Selatan. Kemampuan Agus telah dirasakan oleh para pebulutangkis Negeri Gingseng tersebut. Gaji dan Prestasi Agus meninggalkan PB Djarum pada Mei 2016 karena sebuah alasan prinsip. Ia mencoba pertama datang ke negeri Vietnam, tapi lantaran tak ada gaji untuk pelatih, ia pun pergi dari negeri itu. Pada waktu yang nyaris berdekatan, Agus mendapatkan kabar Korea Selatan (korsel) sedang mencari pelatih. Setelah itu, kepala bidang PBSI, Basri Yusuf dan Rexy Mainaky meminta surat lamarannya untuk dikirimkan ke Pelatnas bulutangkis Korsel. Beruntung lamaran itu langsung direspons oleh pihak Korsel. Agus sendiri sempat dilanda rasa khawatir karena tiga bulan pertama gaji belum juga turun. Namun akhirnya ketika pada bulan keempat gajinya sudah dilunasi oleh pihak bulutangkis Korsel. “Selama hampir empat bulan saya sempat enggak menerima gaji. Saya baru mendapatkannya setelah empat bulan. Ternyata malah enggak sesuai dengan kontrak. Maksudnya, pihak Korea bukan hanya melunasi gaji saya selama empat bulan, tapi memberikan bonus Rp53 juta. Itu karena saya dinilai mampu mengangkat performa bulutangkis putri Korsel. Intinya mereka menghargai saya,” akui Agus seperti yang dilansir metrotvnews.com. Tak hanya bonus, belum genap enam bulan Agus diangkat sebagai pelatih kepala dengan membawahi sektor tunggal putra dan putri. Performa yang diangkat Agus bukan sembarang. Ia mampu membantu Korsel menang 3-2, mematahkan dominasi Tiongkok dalam enam gelaran terakhir Piala Sudirman. Lewat final dramatis di Gold Coast, Australia. Akhirnya saat ini Agus yang menjabat sebagai pelatih kepala, dan dibantu oleh dua pelatih lokal. Targetnya kali ini membawa Korsel bersinar dalam Kejuaraan Dunia BuluTangkis yang digelar Agustus tahun ini. Bagaimana PBSI Bersikap Akan Hal Ini? Kepala Bidang Pengembangan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti menanggapi peran Agus dan beberapa mantan atlet bulutangkis. Bagi Susy, itu adalah hak pribadi masing-masing untuk memilih jalan menjadi pelatih di luar negeri. “Enggak apa-apa lah, mereka juga kan mencari pekerjaan. Mungkin mereka punya tawaran lebih tinggi di sana, artinya mereka kan bebas untuk bisa memilih. Negara mana yang mau dengan mereka. Jadi buat saya sih sah-sah aja,” terang Susy seperti dilansir metrotvnews.com Secara global kondisi tersebut justru bagus untuk persaingan bulutangkis di dunia. Karena saat ini ada beberapa pelatih asal Indonesia yang kini membela banyak negara. Dan juga para pelatih tersebut juga dianggap Susy memiliki potensi yang baik karena menjadikan bulutangkis sebagai mata penghasilan mereka. Sebagai bentuk dukungan, pihak PBSI ternyata telah menyiapkan sebuah program kepada pelatih-pelatih Tanah Air yang ingin melatih para atlet luar. Salah satunya dengan mengadakan coaching clinic kepada mereka, agar mendapatkan sertifikat. Di sana mempelajari di level mana berlatih atau mungkin dengan standar gaji berapa, serta bagaimana mereka nantinya di luar negeri akan membuat program dalam pelatihan. Pilih Mana Pengabdian Atau Harga? Seperti yang dilansir metrotvnews.com, Ia bukan tidak ingin membantu atlet Indonesia namun karena ia mengakui kalau jodohnya saat ini berada di Korsel. Agus pernah berjodoh dengan Indonesia dan ia telah melatih atlet tunggal putra Tanah Air. Termasuk mengantarkan Hendrawan merebut medali perak di Olimpiade Sydney 2000 dan juara dunia di Sevilla pada 2001. Selain itu ada tim Merah-Putih saat menjuarai Beregu Putra Asian Games 1998, serta Piala Thomas 2000 dan 2002. “Kalau negara memerlukan saya lagi, saya harus lihat dulu siapa yang memanggil saya. Pokoknya, harus dengan pihak resmi dari PBSI, bukan kata orang atau rumor dari pihak yang tak jelas,” terangnya. Menurut Agus yang dilansir metrotvnews.com, ada perbedaan yang mencolok dalam urusan ‘uang’ saat melatih di Indonesia dengan di luar negeri. Untuk Indonesia, Agus menyatakan itu bersifat pengabdian jadi tidak ada tawar menawar. Sedangkan untuk luar, Dia tak mengelak kalau akan mematok harga kepada klub atau negara lain jika ada yang berminat dilatih olehnya. ‘Terlewatkan dan Tidak Dimanfaatkan’ Legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata juga ikut andil memberikan pandangannya terkait fenomena ini. Menurut lansiran dari metrotvnews.com, Koh Chris ini melihat kalau para mantan atlet bulutangkis yang sukses melatih di luar negeri, bisa dibilang ‘terlewatkan dan tidak dimanfaatkan’ oleh PBSI. Hal ini menurutnya bisa dilihat dari dua sisi yaitu orang lain membutuhkan mereka atau mereka pintar cari peluang. Christian juga menyatakan fenomena itu sudah lama sekali terjadi. Fenomena mantan atlet bulutangkis Indonesia rantau ke negeri orang untuk menyebarkan ilmu bukanlah hal baru.  Tepatnya ada tahun 1969, saat Tan Joe Hok salah satu legenda bulutangkis Indonesia merantau ke meksiko. Dengan kata lain, fenomena tersebut menurut Chris memiliki dua efek positif. Pertama, ini bisa menjadi pacuan buat pelatih-pelatih di dalam negeri agar terus semangat melatih dan jangan mau kalah. Kedua, tentu bisa membuat cabang bulutangkis pamor di dunia karena adanya persaingan yang sengit. Sebab kalau hanya negara Tiongkok atau Denmark yang hanya mendominasi bulutangkis, maka, pasti nanti cabang olah raga bulutangkis takkan bisa dimainkan di Olimpiade. Sumber : metrotvnews.com

Lifter Indonesia Pertanyakan Dimana Perhatian Pemerintah Untuk SEA Games

Lifter Indonesia yang juga merupakan andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan mempertanyakan perhatian pemerintah atas kegagalan dirinya dalam meraih medali emas di ajang SEA Games 2017. Menurut lansiran netralnews.com (29/08/2017), Pasalnya, Eko menganggap pemerintah  kurang memperhatikan persiapan cabang olahraga angkat besi. Padahal cabang olahraga ini di SEA Games tidak pernah putus menyumbang medali sejak tahun 2000. Sebagai Lifter Indonesia Eko Yuli telah tiga kali meraih medali di pentas Olimpiade, namun sekarang ia gagal dan hanya mampu meraih medali perak. Ia hanya mampu mengangkat beban seberat 306 kg, turun di kelas 62 kilogram. Medali emas sekarang menjadi milik atlet Vietnam, Trinh Van Vinh yang mencatat total angkatan 307 kg. Sementara atlet Myanmar, Myint Kyi, merebut medali perunggu dengan total angkatan 284 kg. Menanggapi kekalahannya tersebut, peraih perak Olimpiade 2016 itu mengakui persiapan sebelum SEA Games tidak optimal. Persiapan tim vietnam maupun myanmar lebih bagus, sedangkan persiapan tim Indonesia masih sekitar 90 persen. Dari persiapan tersebutlah, Eko amat menyayangkan pemerintah yang kurang memperhatikan persiapan latihan cabang angkat besi. “Selama persiapan, memang kami pernah ditengok di Bandung? Tidak tahu kan pemain kita bagaimana, makanan kami bagaimana. Kami semua pakai biaya sendiri dari PB yang menalangi. Jadi ya mau tidak mau, inilah hasilnya,” terang mantan juara dunia junior itu yang dilansir netralnews.com. “Dan hasil ini sudah melewati rekor-rekor di latihan. Kalau dibandingkan tahun lalu, ya memang ini lebih rendah tapi kalau untuk tahun ini, ini yang terbaik,” lanjutnya. Kegagalan tahun ini sekaligus memutus dominasi Eko dalam empat SEA Games yang telah ia ikuti.

Bulutangkis Gagal Mengejar Target 3 Emas Pada SEA Games, Susi Minta Evaluasi

Hasil para pemain Indonesia pada putaran semifinal SEA Games 2017 tidak berhasil memenuhi target tiga emas di cabang Bulutangkis pada Senin (28/8). Pasalnya, harapan satu-satunya dari tunggal putra harus sirna. Susi Susanti, manajer tim bulu tangkis Indonesia di SEA Games 2017 meminta raihan tim bulu tangkis Indonesia harus dievaluasi. Seperti yang dilansir wartaekonomi.co.id (28/08/2017), Susi menilai tiga partai semifinal Indonesia tidak seharusnya menelan kekalahan. Tiap pemain sudah punya peluang besar untuk menang namun justru lawan dapat membalikkan keadaan dan menang. Ia menyatakan semua itu patut dievaluasi. “Target tiga medali emas memang tidak tercapai. Ini patut dievaluasi, seharusnya di saat pertandingan penting seperti ini pemain tidak boleh hilang fokus dalam tekanan seperti apapun, harusnya diatas angin, bukan sebaliknya,” kata Susi dalam keterangannya yang dilansir dari wartaekonomi.co.id Susi mengatakan tim ganda putra kalah juga karena missed target, keberanian yang kurang sehingga saat ada tekanan dari lawan, tidak berkembang. Dan juga saat leading, tim dengan mudahnya buang poin. “Intinya atletnya harus mengubah mindset mereka sendiri apapun kondisi lapangan saat pertandingan,” tutur Susi. Dalam partai semifinal SEA Games 2017 , sedangkan empat wakil lainnya memperoleh perunggu melalui Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Gregoria Mariska (tunggal putri) dan Ihsan Maulana Mustofa (tunggal putra). Dalam SEA Games 2017 sendiri, Indonesia menargetkan tiga emas, satu emas sudah didapat dari nomor beregu putra, dan di kategori perorangan hanya  Jonatan Christie yang masih memiliki peluang dengan melangkah ke partai final. Susi berharap Jonatan akan tampil baik dan merebut medali emas. “Mudah-mudahan Jonatan mainnya normal, tenang dan lebih berani. Saya berharap Jonatan bisa mengatasi faktor non teknis ini,” kata Susi. Perolehan medali sampai kemarin raihan Indonesia dalam cabang olahraga bulu tangkis adalah satu emas dari beregu putra, dan empat perunggu yang masing -masing disumbangkan tim beregu putri, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Gregoria Mariska (tunggal putri) dan Ihsan Maulana Mustofa (tunggal putra).

Inilah Juara Baru Honda DBL Jakarta Series 2017

pemenang-honda-dbl-2

Final basketball Honda DBL Jakarta Series 2017, di GOR Soemantri, kemarin (26/8). Di kategori tim putra mempertemukan SMAN 22 Jakarta melawan SMAN 71 Jakarta, sedangkan untuk tim putri mempertemukan SMAN 8 Jakarta melawan SMAN 3 Jakarta di GOR Soemantri, kemarin (26/8). Menurut pantauan tim nysnmedia.com di lapangan, Kuatnya pertahanan SMAN 8 membuat Valerie dan tim sulit beradu duel di udara. Beberapa kali bola muntahan didekap di tangan pemain SMAN 8. Jual beli serangan terjadi menjelang akhir kuarter pertama, hingga kuarter pertama usai, teladan tertinggal dengan skor 4-9. Pada Kuarter kedua tim kembali melancarkan serangan sengit, kejar – kejaran poin terus terjadi, Valerie sempat memangkas skor jadi 21-17, SMAN 8 unggul Memasuki kuarter ketiga, ketegangan makin menjadi. Teladan masih tertinggal 28-36, maka kemenangan SMAN 8 sangat terasa di depan mata. Dan benar saja hingga akhirnya peluit panjang dibunyikan, SMAN 8 unggul 47-40. Di sektor putra, dua tim dari Jakarta Timur bertemu. SMAN 71 kali pertama melawan SMAN 22 di ajang Honda DBL DKI Jakarta Series. Meski begitu, keduanya langsung bermain dengan agresif dan sportif. Arahan pelatih Tezara dapat diserap para pemain, SMAN 22 yang belum mencetak poin mengambil time out. Riverside menunjukkan kemampuannya. SMAN 22 memimpin dengan skor 17-15. Kuarter kedua dan ketiga menjadi ajang jual beli serangan kedua tim yang sama-sama mengandalkan sang kapten. Anthony sukses melakukan tembakan. Tak mau poinnya dikejar, Putra melakukan percobaan three point shoot dan berhasil. Hingga kuarter ke empat, Buzzer berbunyi, skor 58-55 membuat gelar juara untuk kali pertama diraih SMAN 22 Jakarta. (mrd/adt)

Berhasil Kalahkan Sang Juara Bertahan Kompetisi DBL, Addy Mulyadi Optimis Raih Kemenangan

pelatih-SMAN-71

Lanjutan final honda DBL west Java Series 2017 di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta(26/8), Anak asuh Addy Mulyadi kembali terkena kutukan untuk yang ketiga kalinya. Setelah tim putri mereka SMAN 71 jakarta yang pada kompetisi DBL tahun 2015 berhasil menjadi runner up, kini harus kandas saat laga pertama mereka melawan sman 34 jakarta pada babak penyisihan grup dengan skor 27 – 18. “Di kompetisi tahun 2015 lalu tim putri kita menjadi runner up, tahun kemarin giliran tim putra yang masuk runner up, tahun ini kita pasti bisa pasti bisa juara,”ujar coach Addy. Berbeda dengan tim putrinya yang harus tersingkir di babak penyisihan grup, Tim putra yang di gawanginya berhasil melaju ke babak final dengan mudah. Terbukti mereka bisa menyingkirkan lawan dengan skor telak. Selain itu, Pelatih SMAN 71 Jakarta addy Mulyadi mengaku sangat bangga timnya melaju ke babak final setelah mengalahkan sang juara bertahan kompetisi DBL yaitu SMAN 3 Jakarta. Pada babak perempat final melawan SMAN 3 Jakarta merupakan ajang balas dendam DBL tahun 2016 kemarin. Pasalnya mereka harus memupuskan harapan menjadi juara ke tangan SMAN 3 Jakarta. “Kita sudah mendapat pelajaran di tahun 2016 kemarin, dan kita sudah mengalahkan sang juara bertahan,” lanjut Addy. Berikut hasil sementara laga yang di lakoni SMAN 71 jakarta. SMAN 6 JAKARTA VS SMAN 71 JAKARTA ( 15 – 29 ) SMA BUKIT SION JAKARTA VS SMAN 71 JAKARTA ( 28 – 32 ) SMAN 71 JAKARTA VS SMAN 3 JAKARTA ( 26 – 20 ) SMAN 71 Jakarta VS SMA VIANNEY ( 47 – 29 ) SMAN 22 Jakarta VS SMAN 71 Jakarta ( 47 – 40 ). (mrd/adt)

Kemenangan Tim Bulutangkis Regu Putra di SEA Games 2017 Jadi Modal Untuk Pertandingan Perseorangan

Kemenangan Tim bulutangkis putra Indonesia pada nomor pertandingan beregu menjadi kunci mental keberhasilan dalam pertandingan perorangan SEA Games 2017 yang akan berlangsung di Axiata Arena Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu 26 Agustus 2017. “Kemenangan ini sesuai dengan harapan dan target kami karena tim putra memang menjadi salah satu tumpuan penyumbang emas dari bulutangkis,” Ujar Manajer Tim Bulutangkis Indonesia dalam SEA Games 2017 Susy Susanti dilansir dari Okezone Sport, Jumat (25/08). Tim bulutangkis putra Indonesia meraih medali emas pertama dari cabang olahraga bulutangkis SEA Games 2017 setelah mengalahkan tim tuan rumah Malaysia 3-0 dalam laga final.

Honda DBL DKI Jakarta Series 2017: Tim Tangguh Memasuki Babak Fantastic Four

Pertandingan Honda DBL DKI Jakarta Series 2017 telah memasuki babak fantastic four. Tim putri SMAN 34 sukses merebut tiket ke babak itu, kemarin (23/08). Bahkan, ada juga dua tim putri lain yang sudah pasti ke fantastic four adalah SMAN 3 dan SMK Yadika 2. Seperti yang dilansir dblindonesia.com (24/08/2017), Laga SMAN 34 dengan SMAN 63 berlangsung cukup sengit. SMAN 34 siap untuk bisa terus melaju. Wajar bila hal itu terjadi, karena tim asuhan Fadil Wahyudi merupakan finalis tahun lalu. Sementara, SMAN 63 bertekad membuat sejarah baru menembus fantastic four untuk pertama kali. Awal pertandingan, Vanya Ayu menciptakan dua poin bagi SMAN 34 melalui aksi under ring. Dua menit setelah itu SMAN 63 memangkas selisih poin, Andriani Amelia mencetak satu poin melalui free throw. SMAN 34 tetap bersemangat untuk tunjukkan taringnya. Vanya Ayu untuk kedua kali kembali mencetak skor  di dua menit menjelang akhir kuarter pertama. Benteng pertahanan SMAN 63  menjadi terancam dan SMAN 34 tetap memimpin dengan skor 6-2. Permainan SMAN 63 pun menurun di kuarter kedua. SMAN 34 semakin jauh dengan skor 8-2. Meski para pemain nampak grogi, SMAN 63 tidak menyerah. Para pemain terus berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, sayang sekali, Nadine Rana terus mendulang poin bagi SMAN 34 dan menghantam poin SMAN 63.  Aksi solo run yang diakhiri layup membawa SMAN 34 memperlebar keunggulan. Skor berubah drastis menjadi 15-2. Satu menit menjelang akhir pertandingan, Alya mengubah skor menjadi 25-4. Hingga akhir kuarter ketiga, skor itu tak berubah. Pada kuarter keempat, SMAN 63 semakin sulit mencetak poin. Nadine berulang-ulang mengoyak ring SMAN 63. Hingga dua menit menjelang akhir pertandingan, pasukan asuhan Fadil Wahyudi leading dengan skor 35-4. Di 30 detik terakhir, Octaviani berhasil memangkas tipis selisih skor. Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 35-5. Atas kemenangan SMAN 34, mereka akan berhadapan dengan semifinalis tahun lalu, SMAN 8 Jakarta di fantastic four. ’’Kami pantau setiap tim. SMAN 8 memiliki pemain yang cepat. Kami sudah pelajari itu,’’ ujar Fadil Wahyudi selaku pelatih SMAN 34.

Event DBL Kompetisi Basket Antar Sekolah Tiba Di Babak Mencari Jawara Sejati Jawa Barat

Lucia Cicilia senior manager bisnis representative DBL saat membuka perhelatan final DBL West Java 2017

Perhelatan kompetisi yang di inisiasi oleh event DBL berada di posisi ending mencari jawara Jawa Barat, dan di Jawa Barat itu sendiri versi DBL di bagi dua wilayah, diantaranya bagian timur, dalam hal ini di wakilkan oleh Bandung yang di wakili oleh SMAN 1 Bleendah untuk kategori putri dan SMA 1 Bina Bakti Bandung akan menghadapi laga tambahan melawan wilayah bagian barat Bogor yaitu SMAN 2 Bogor dari ajang putra dan SMAN 5 Bogor dari kategori putri. Dua jawara bagian barat ini setelah keluar jadi pemenang di ajang DBL Bogor akan di tandingkan lagi dengan jawara bagian timur dalam hal ini yang mewakili adalah Kota Bandung. Pertandingan sengit ini akan berlangsung hari ini di Gor Pajajaran Kota Bogor, dan pemenangnya akan segera di boyong ke sebuah camp kebanggaan DBL di Surabaya. Dalam ajang ini Lucia Cicilia senior manager bisnis representative DBL menegaskan kepada nysnmedia.com bahwa output kegiatan lebih untuk mencari sekolah yang berkualitas dan kebanggaan bagi wilayahnya. “Ajang yang kami adakan lebih untuk mencari perwakilan tingkat propinsi bukan untuk nasional, karena kami sejak awal ingin mencari bagaimana caranya di area lokal memiliki kebanggaan. Karena basicnya sekolah, jadi pendukungnya juga dari daerah itu juga. Kalau bagi sekolah yang berhasil menjadi pemenang, maka secara otomatis menjadi kebanggan Kota dan Propinsi dimana sekolah itu berada.”tegas Cicil Cicil menambahkan bahwa event DBL ini selalu menarik dan ramai di perbincangkan karena jika perhelatan antar Kota dan Propinsi kurang menjadi target tujuan DBL. “Iya, umpama kita sandingkan pemenang antar kota dan penyelenggaraan finalnya di Kota yang netral misalnya, sudah pasti pertandingan kurang memberikan banyak penonton, dan sudah pasti menjadi tidak menarik.” pungkasnya(adt)

SEA Games 2017: Kontroversi Indonesia Yang Kembali Dicurangi Wasit Dalam Olahraga Pencak Silat

Pesilat Indonesia Yolla Primadona Jumpil (kanan) dan Hendy (kiri) beraksi dalam pencak silat SEA Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia, 24 Agustus 2017. Foto : ANTARA

Kecurangan di SEA Games 2017 kembali menimpa Tim Indonesia.  Terjadi pada cabang olahraga pencak silat Ganda Putra. Juri dinilai memberikan nilai yang tak wajar ke atlet tuan rumah, Malaysia. Dilansir dari detikSport Kamis, (24/08) Malaysia merebut emas cabang pencak silat nomor artistik ganda putra di Hall 2 KLCC, Kamis (24/8) siang. Pasangan pesilat tuan rumah Mohd Taqiyuddin bin Hamid dan Rosli bin Mohd Sharif mendapatkan nilai tertinggi 582. Sementara Indonesia yang diwakili Hendy dan Yolla Primadona Jumpil harus puas dengan raihan perak, usai mengumpulkan nilai 554. Perunggu didapatkan ganda Singapura Muhammad Haziq dan Nujaid Hasif dengan angka 543. Usai pertandingan, Hendy dan Yolla yang merasa penilaian wasit tak wajar sampai menangis kecewa. Karena Hendy dan Yolla sudah kerap bertemu dengan pasangan Malaysia tersebut dan levelnya jauh di bawah mereka. Jelasnya kecurangan dan keanehan itu terlihat dari skor yang didapatkan Malaysia, seperti diungkapkan manajer tim Pencak Silat Edhy Prabowo. Sebab belum pernah ada sejarahnya nilai 582 di nomor ganda artistik. Patut diketahui, rekor angka sejauh ini di nomor tersebut dicatatkan Hendy dan Yolla dengan nilai 570 di Phuket, Thailand. ⠀ “Nggak pernah ada nilai 582 dalam sejarah. Jangankan 582, 570 aja susah. Tapi ya ini hasilnya, kita nggak boleh patah semangat. Masih ada 19 nomor, apa yang terjadi tidak boleh jadi penyesalan. Kita patut sedih, kecewa dengan hasil ini, tapi masih ada 19 nomor lagi,” ungkap Edhy seusai menenangkan Hendy dan Yolla. ⠀ “Nggak wajar, hasilnya nggak wajar. Tidak ada dalam sejarah ganda putra nilai dipatok sedemikian tinggi. Anda lihat sendiri kan tadi pertandingannya gimana? Sebenarnya tidak layak dia nomor tiga, nomor empat aja nggak layak,” imbuhnya. Edhy menilai kecurangan semacam ini dampaknya lebih ke psikologis para atlet. Tapi dia mengaku sudah memperkirakan hal ini akan terjadi di nomor-nomor tak terukur. ⠀ “Ini pembunuhan masa depan anak-anak. Tapi ya sudah, kalau memang mereka ambisinya begitu ya sudah. Tapi kan yang kita pegang itu hasil bukan karena medalinya, tapi hasil itu apa yang telah dilakukan anak-anak. Saya menilai apa yang sudaj mereka berikan adalah yang terbaik,” ujarnya.

Final Honda DBL East Java Series 2017: Lions Mengoyak habis Gloria 1

Perhelatan kedua skuat tangguh putra, yakni SMA Gloria 1 Surabaya berhadapan dengan  SMA IPH East Surabaya (julukan: Lions) di Final Honda DBL East Java Series 2017 berlangsung ketat sejak peluit dibunyikan. Lions berhasil menorehkan sejarah baru karena menggulingkan Gloria 1 dengan skor akhir 55-52, kemarin (23/8). Seperti yang dilansir dblindonesia.com (24/08/2017), kedua tim tersebut merupakan tim yang sama-sama tangguh dan pernah mendapat predikat sebagai finalis dalam laga final. Gloria 1 dua tahun berturut-turut lolos di babak final pada 2014 dan 2015 sedangkan Lions mencicipi panas final dengan SMA St Louis 1 Surabaya tahun lalu. Lions pada pertandingan kemarin mendominasi dua kuarter awal dan memperlebar jarak dengan Gloria 1 hingga 20 poin. Hingga akhirnya, Lions mampu menunjukkan skill dan mengoyak habis Gloria 1, dengan menjadikan center Kenny Robert sebagai serangan tim. Pelatih Lions, David A. mengatakan pada awalnya tim memang yakin bisa menang di pertandingan. Kemudian, sempat di kuarter keempat permainan berlangsung kendor, tapi beruntung karena kapten terus memotivasi anak-anak tim asuhan Dia tersebut.

Tim Bulu Tangkis Beregu Putra Mantap Pertahankan Medali Emas SEA Games 2017

Tim bulu tangkis putra Indonesia berpose dengan medali emas beregu putra yang didapat setelah mengalahkan Malaysia pada final SEA Games 2017 yang berlangsung di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kamis. Foto: Bolasport

Tim bulu tangkis beregu putra mantap mempertahankan peraihan medali emas SEA Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia. Melawan tuan rumah, bulu tangkis putra Indonesia menang telak dengan skor 3-0 di Axiata Arena, Kamis (24/8/2017). Indonesia membuka keunggulan melalui Jonatan Christie. Tampil tunggal putra pertama, Jonatan menang 21-18 dan 21-18. Di partai kedua, pertandingan seru dan ketat ketika pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian / Ardianto Muhammad Rian menghadapi Ong Yew Sin. Menang 21-12 di game pertama, Fajar / Rian menyerah 16-21 di game berikutnya. Pada game penentuan, Fajar / Rian kembali tampil solid dengan smes-smes kencang mereka. Fajar / Rian pun menang 21-14. di partai ketiga, Ihsan Maulana Mustofa mengalahkan Lee Zii Jian dua game langsung 21-11 dan 21-11 dalam waktu 29 menit. Dilansir dari Liputan6.com, Kemenangan Indonesia ditentukan Ihsan Maulana Mustofa. 10 tahun terakhir, Indonesia selalu meraih medali emas. Dengan medali emas ini, tim putra bulu tangkis Indonesia melanjutkan dominasinya di bulu tangkis nomor beregu SEA Games.

Tim Basket Putra Indonesia Mantap Melaju ke Semi Final SEA Games 2017

Timnas basket putra Indonesia mantap lolos dari penyisihan Grup B SEA Games 2017 dengan status sebagai juara grup. Keberhasilan itu diraih setelah pasukan Wahyu Hidayat Jati menghajar Laos 122-54 di laga pamungkas Grup B. Di lansir dari Liputan6.com, kamis (24/08), Indonesia sudah dipastikan mantap melaju ke semifinal tetap tampil maksimal saat laga melawan Laos. Indonesia langsung mengungguli pada kuarter pertama dengan keunggulan 26-15. Memasuki kuarter kedua, Indonesia semakin meninggalkan Laos. Dimotori Ebrahim Enguio Lopez dan Sandy Febiansyakh, Indonesia unggul 54-28 hingga jeda paruh pertama. Permainan Indonesia makin membaik pada kuarter tiga. Indonesia memcetak 40 poin dan cuma dibalas 15 angka di kuarter tiga ini. Laos sangat sulit mengimbangi Indonesia. Hingga kuarter empat berakhir, Indonesia berhasil unggul dengan margin 68 angka. Ebrahim Enguio Lopez alias Biboy menjadi bintang kemenangan Indonesia. Dia mencetak 21 angka ditambah tujuh rebound. Pemain muda Vincent Kosasih juga kembali meraih double-double dengan 13 poin dan 13 angka. Di babak semifinal Indonesia akan bertemu runner-up Grup A Thailand yang beberapa jam lalu mengalahkan Myanmar sehingga memupus harapan tuan rumah Malaysia ke semifinal.

Senam Indonesia Akhirnya “Bangkit” Pada Pertandingan SEA Games 2017

Pesenam putri Rifda Irfanaluthfi meraih perunggu dari nomor senam lantai dan medali emas di nomor balok keseimbangan.

Atlet senam Indonesia tampil menawan di ajang SEA Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia. Atlet  Senam Indonesia sukses meraih prestasi yang membanggakan, ini menandakan kebangkitan cabang senam Indonesia setelah mati suri selama 10 tahun. “Persani (Persatuan Senam Indonesia) ini sudah mati suri selama 10 tahun, tidak ada yang mengurus. Nah, dua tahun terakhir ini kita gerakan kembali,” tutur Ketua Persani, Ilya Avianti saat ditemui tim Liputan6.com di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Kota Tangerang, dalam penyambutan atlet senam SEA Games 2017, Kamis (24/8/2017). Di awal kebangkitannya, Ilya mengakui Persani mengalami kesulitan pendanaan. Tidak memiliki Tempat berlatih , alat yang dibutuhkan pun sangatlah minim. Maka tak heran bila para atlet ini berlatihnya pun berpencar di berbagai daerah di Indonesia. Hingga sampai akhirnya sebelum SEA Games, mereka masuk karantina atlet senam di Doha, Qatar. “Kami kirimkan atlet putra 7 orang, putri 4 orang dan pelatihnya 3 orang,” ujar Ilya. Karantina pun membuahkan hasil, dari SEA Games, mereka dapat AAtket membawa pulang 7 medali untuk Indonesia. Yakni 1 medali emas, 2 medali perak dan 4 medali perunggu. Dengan pencapaian ini, Ilya berharap atlet senam Indonesia harus mendapatkan pelatihan rutin minimal enam bulan. Hal ini dilakukan untuk penyempurnaan gerakan. “Target dari Satlak Prima untuk senam di SEA Games hanya 1 perak, dan kita sudah bisa menyumbang 7 medali,” tutur Ilya. Dan itu persiapannya bukan 6 bulan, melainkan hanya dalam waktu relatif empat bulan saja, termasuk try out di Doha, satu bulan. Dengan demikian, Persani sangat mengharapkan adanya perhatian dari Pemerintah untuk memberikan fasilitas pelatihan bagi atlet. Termasuk kesempatan try out mengikuti pertandingan, minimal dua kali pertandingan. “Sama seperti cabang olah raga lain, berikan kami fasilitas penunjang,” katanya. Selain itu, Ilya juga berharap, pemerintah bisa membantu mereka mendatangkan pelatih asing, minimal untuk jangka waktu enam bulan. Begitu juga dengan fasilitas hall senam untuk Pelatnas.

Ajang Supporting Event Kompetisi Basket Antar Sekolah Honda DBL 2017 Menyimpan Aturan Tersendiri

Liga Basket DBL Indonesia yang digelar rutin setiap tahunnya

Umumnya pertandingan kompetisi basket tidak mengenal memberikan kesempatan kepada lawan yang kalah, biasanya peserta dalam posisi menang akan terus menambah keunggulan mereka, dan meninggalkan yang kalah. Peraturan tersendiri di terapkan oleh panitia acara DBL yang di gelar di Gor Pajajaran Cibinong, Kota Bogor. Perbedaannya antara lain seperti memberikan dispensasi atau kesempatan kepada yang kalah dengan cara memberikan keleluasaan dalam penjagaan (defense) Pramana Aditya mengatakan kepada nysnmedia.com peraturan yang di terapkan berbeda dari umumnya, yang lebih di kenal dengan sebutan respect the game. Selasa (22/8) “Iya, kami memiliki peraturan tersendiri yang telah di setujui oleh FIBA, diantaranya dengan penerapan berikan kesempatan untuk memperluas ruang gerak para penyerang dari pihak lawan yang skornya tertinggal dengan selisih 20 point. Yang sering kami sebut dengan istilah respect the game,”ujar Aditya Aditya juga menambahkan bahwa Respect the game ini telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak seperti Perbasi Kota Bogor. “Acara ini terselenggara berkat kerjasama yang baik dari berbagai pihak, khususnya para sponsor yang terlibat, dan kedepan pada tanggal 25 Agustus mendatang, akan kami umumkan nama 12 pemain terbaik versi DBL.”tutupnya (adt)

Seleksi Dari 25 Kota, 24 Pemain Terbaik DBL Di Namakan Indonesia All Star

Seperti yang sudah di beritakan sebelumnya, output dari ajang yang di selenggarakan oleh DBL Honda 2017 akan mengerucut kepada 24 pemain terbaik DBL yang akan di boyong ke Amerika. Kembali, Lucia Cicilia, senior manager bisnis representative DBL menegaskan kepada nysnmedia.com bahwa antusiasme pelajar dari 25 Kota se Indonesia akan terus mendapatkan penyeleksian dengan ketat. “Partisipasi DBL di 25 Kota se Indonesia sudah tidak di ragukan lagi, maka angka dari jumlah Kota yang sudah menggelar event ini, jika masing masing Kota di ambil 10 pemain di temukanlah angka 250 pemain, lalu dari 250 pemain itu akan di persiapkan untuk penyeleksian kembali menjadi 24 pemain terbaik DBL, komposisinya adalah 12 putra dan 12 putri yang akan kita namakan DBL Indonesia All Star. Dan pada akhirnya DBL Indonesia All Star ini yang akan di bawa ke Amerika.”ujar Cicil Cicilia menilai upaya pemerintah sudah cukup baik memberikan dorongan jiwa nasioalisme, dan kecintaan terhadap olahraga kepada pelajar di Indonesia. “Sejauh ini pemerintah cukup tanggap melihat potensi yang ada dari event yang kami adakan, seperti club club basket profesional yang menjadi mitra pemerintah yang mencari talenta dalam olahraga basket. Bahkan Indonesia mempunyai tim basket U-17 rata rata mereka pernah ikut DBL.” pungkas Cicil Lebih lanjut Cicilia menambahkan bahwa konsistensi DBL di league pelajar secara otomatis dapat membantu pemerintah mencari bibit atlet. “Maka dari itu konsistensi league pelajar ini turut berperan untuk mencetak bibit menjadi maksimal yaitu membantu pemerintah mempersiapkan ajang yang membawa nama besar Indonesia di mata dunia.” tutup Cicil. (Adt)

Bagi Namira Melakukan V2 Max Menjadi Ritual Khusus Sebelum Bertanding Di Pertandingan DBl

Namira Ramandha dalam final DBL 2017 West Java di Bogor, Selasa (22/08/17)

Salah satu pemain basketball wanita di SMAN 5 Bogor, Namira Ramandha (16) menjadi salah satu kunci kemenangan SMAN 5 Bogor melawan SMAN 2 Bogor di pertandingan DBL Indonesia competition Gor pajajaran Kota Bogor, dengan skor unggul cukup jauh 48-27. Selasa (22/8) Namira sendiri mengaku kepada nysnmedia.com sudah tertarik pada basketball sejak kelas 1 SMP. “Awalnya sih sering main basket sama teman-teman, jadi sering ikut main jadi suka sampai akhirnya ikut eskul basket pas SMP dan ikut kejuaraan ini.” ungkap dara 16 tahun tersebut kepada nysnmedia.com. Selain menjuarai tim putri DBL Indonesia, Namira juga pernah menjuarai Kanpora Cup Se-Kota Bogor. Menjadi salah satu pemain kunci di kejuaraan DBL Indonesia, Namira mengaku tidak memaksakan untuk selalu latihan. “Ngga setiap hari sih, cuma lebih menjaga kondisi supaya tetep fit aja. Dan kalo latihan biasanya tuh melakukan V2 Max, gunanya itu untuk paru-paru dan asupan oksigennya banyak. Jogging, jumping, speed.” tutur Namira Menekuni olahraga bakset Namira tentu tidak melupakan apa yang menajadi kewajibannya disekolah. Meski begitu guru-guru di SMAN 5 Bogor inipun memberi toleransi kepada Namira. “Memang sih aku lebih banyak ke basket, karena kan lebih banyak event-event gitu, guru-guru juga pada bisa ngertiin. Dan kalo ada tugas aku bisa menyusul.” ungkap Namira sambil tersenyum. Lebih lanjut, dara muda yang juga memiliki hobi membaca ini mempunyai mimpi untuk bisa bergabung dengan tim nasional untuk bisa menjuarai setiap tournament dan mengharumkan nama bangsa. (ndo/adt)

DBL Akan Umumkan Nama Pemain Terbaik Versi DBL Jawa Barat Malam Ini, 2 Pelatih Terbaik Ikut Di Boyong

SMAN-3-bogor

Lucia Cicilia, senior manager bisnis representative DBL menegaskan kepada nysnmedia.com bahwa PT DBL ini ada untuk mengembangkan potensi bibit anak muda yang akan memperkuat wilayahnya. “Saya berharap perkembangan olahraga basket tidak mesti di limpahkan kepada pemerintah, makanya PT DBL ini ada dan terus bergerak untuk lebih menghidupkan serta mengembangkan olahraga khususnya basket yang berbasis pada kekuatan anak muda.”tegas Cicil Cicilia juga menambahkan bahwa bekerjasama dengan swasta merupakan prinsip PT DBL yaitu fundamental basketball. “PT DBL yang bekerjasama dengan pihak swasta, dalam hal ini Honda. Sudah sesuai dengan prinsip kami yaitu fundamental basketball untuk mencetak bibit baru berprestasi di luar ring pemerintah, jelas kami tidak ingin membebani pemerintah.”tambah Cicil Lebih lanjut Cicilia juga memaparkan bahwa pihaknya mengambil masing masing perwakilan dari sekolahnya, tidak pergroup. “Setelah pengumuman siapa saja yang berhak berangkat ke camp Surabaya, maka akan kami bina kembali di camp surabaya, diantaranya yang mewakili tingkat Kota adalah 5 Putri, 5 Putra dan juga 2 orang coach terbaik. Kami tidak mengambilnya per group, tapi mengambil melalui perwakilan sekolahnya.”papar Cicil. Dan di DBL camp Surabaya sendiri mereka akan bertemu dengan pelatih pelatih Western Australia lalu membuat semacam coaching clinic untuk mengembangkan olahraga basket pelajar agar dapat berkembang lagi. (adt)

Hebat! Smantic kawinkan juara di Loop 3×3 DBL Indonesia Competition 2017

SMAN 3 Cibinong (Smantic) untuk pertama kalinya tim putra dan putri berhasil membawa gelar Champion loop 3X3 Competition 2017.  Mereka bisa mengawinkan gelar juara usai mengalahkan SMAN 6 Depok dan SMAN 8 Bekasi, kemarin (22/8). Seperti yang dilansir dblindonesia.com (23/08/2017), pada pertandingan tersebut, tim putri menang atas SMAN 6 Depok dengan skor 8-3. Sementara, di tim putra lawan SMAN 8 Bekasi dengan skor 8-6. Febiyanti Marselina, kapten tim putri Smantic mengatakan merasa pertandingan kali ini sangat seru, bagus, dan Ia bersyukur kali ini bisa kawinkan juara di kategori Loop 3×3 Competition 2017. “Semoga target juara nasional tercapai,” ujarnya. Sementara di tim putra SMAN 3 Cibinong, Mochammad Dandy selaku ketua tim putra mengatakan, timnya bermain sangat solid meskipun permainan lawan cukup cepat dan bisa menekan di awal babak. Tapi bersyukur tim putra Smantic bisa membalikkan posisi dan menjadi juara.