Gilas Persib Bandung Putri 10-0 Timnas Putri Siap Tampil di Piala Asia Wanita 2022

Pada laga uji coba melawan Persib Bandung Putri di Stadion Madya, Jakarta (13/01) Timnas Putri berhasil menggilas Persib Bandung Putri dengan skor 10-0. Skor dibuat oleh Octavianti Dwi Nurmalita (menit ke-11), Helsya Maeisyaroh (22′, 45′), Ade mustikiana (30′), Carla Bio Pattinasarany (34′, 41′, 43′), Insyafadya Salsabillah (67′), Reva Oktaviani (71′), dan Zahra Muzdalifah (76′). Dengan hasil ini pelatih timnas putri, Rudy Eka, menyebut anak asuhnya siap untuk berlaga di Piala Asia Wanita 2022 baik secara permainan mau pun fisik. Indonesia tergabung dalam grup B bersama Australia, Thailand, dan Filipina. Meski begitu masih ada pekerjaan rumah yang harus di selesaikan. “Sekarang kami sudah satu bulan persiapan, ada peningkatan, kolektivitas, kerjasama, fisik bagus,” kata pelatih Rudy Eka yang juga pernah melatih Tira Persikabo. “Besok sekali lagi main lawan mereka (akademi Persib Bandung) untuk dilihat seberapa kuat anak-anak.” “Tapi ada beberapa bola bisa bolong ke depan, di sebelah kanan, kami waspadai, karena kami ketahui Samantha May Kerr (pemain Australia), pemain terbaik dunia, posisi sebelah kanan, bola jangan sampai kesitu (kanan),” kata Rudy Eka setelah laga usai. Klik disini untuk melihat galeri Timnas wanita vs Persib Bandung wanita

Zahra Muzdalifah Masuk Nominasi Pemain Terbaik Kualifikasi Piala Asia Wanita

Zahra Muzdalifah Masuk Nominasi Pemain Terbaik Kualifikasi Piala Asia Wanita

Penyerang timnas putri Indonesia, Zahra Muzdalifah, masuk dalam daftar Pemain Terbaik versi AFC pada Kualifikasi Piala Asia Wanita 2022. Zahra Muzdalifah menjadi salah satu di antara enam pemain yang masuk dalam nominasi. Pemain kelahiran 4 April 2001 tersebut sukses mengantarkan Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia Wanita 2022 yang rencananya akan digelar di India pada bulan Januari mendatang. Pada rilis AFC, selain Zahra juga terdapat nama-nama beken pemain timnas wanita negara lainnya seperti Moon Mi-ra (Korea Selatan), Pham Hai Yen (Vietnam), Janista Jinantuya (Thailand), Behnaz Taherkhani (Iran), dan Chandler McDaniel (Filipina). “Inti dari keberhasilan Indonesia adalah penyerang 20 tahun, Zahra Muzdalifah. Pergerakannya yang cerdan dan umpannya yang presisi mampu menciptakan peluang untuk dirinya dan rekan setimnya dalam dua pertandingan (melawan Singapura),” tulis AFC, dikutip dari laman resmi PSSI. “Dia dengan jelas memperlihatkan kebahagiaan, kelegaan, dan kegembiraan, saat mengakhiri kebuntuan di kualifikasi dalam sebuah wawancara setelah pertandingan,” demikian pernyataan AFC saat mendeskripsikan peran Zahra di timnas putri Indonesia. Zahra mengaku bangga dan bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh AFC. “Alhamdulillah sangat senang masuk dalam nominasi Pemain Terbaik kualifikasi Piala Asia Wanita 2022,” kata Zahra. “Saya mohon dukungan dan vote dari semuanya. Ini menjadi penambah motivasi saya agar terus memberikan yang terbaik untuk timnas Indonesia,” tutur Zahra. Publik sepak bola Tanah Air bisa mendukung Zahra Muzdalifah untuk menjadi pemain favorit yang paling bersinar pada Kualifikasi Piala Asia Wanita 2022. Berikut tautan untuk memberikan dukungan kepada Zahra Muzdalifah: LINK.

Jalani Debut Level Senior, Viny Silfianus: Rasanya Campur Aduk!

Jalani Debut Level Senior, Vinny Silfianus: Rasanya Campur Aduk!

Viny Silfianus Sunaryo masih belum bisa berkata-kata saat dirinya ditunjuk pelatih Timnas Wanita Indonesia, Rudy Eka Priyambada menjadi starter pada laga melawan Singapura di leg pertama kualifikasi Piala Asia Wanita 2021 di Tajikistan Jumat (24/9) lalu. Selama 80 menit Viny dipercaya pelatih tampil untuk pertama kali dalam debutnya di Timnas Wanita. Pemain kelahiran 3 Juli 2003 ini merasakan langsung atmosfer pertandingan yang sesungguhnya, apalagi yang dihadapi merupakan laga krusial yang menentukan lolos tidaknya Timnas Wanita ke Piala Asia Wanita 2022. “Saat saya terpilih untuk dibawa ke Tajikistan, tentu rasa campur aduk saya rasakan. Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, yang pasti bangga, senang dan terharu karena ini merupakan perjuangan dari awal pemusatan latihan (TC) pertama hingga ketiga. Semua terasa lengkap dan saya tak berhenti bersyukur diberi kepercayaan bermain selama 80 menit dalam debut saya di level senior,” ujar Viny. Memperkuat Timnas di level senior memang menjadi pengalaman pertama Viny selama bermain sepak bola. Namun sesungguhnya memperkuat skuad Garuda Pertiwi pada level kelompok usia sudah pernah ia rasakan, tepatnya saat memperkuat Timnas Putri U-15 pada ajang Piala AFF U-15 di Laos pada 7-20 Mei 2017 silam. Namun penampilannya di level senior saat mengikuti kualifikasi Piala Asia inilah yang menjadi momen tak terlupakan sepanjang karirnya “Ketika masuk sebelas pertama di laga leg pertama, bangga dan tidak menyangka saya rasakan secara bersamaan. Rasanya saya benar-benar mendapatkan kepercayaan pelatih untuk berjuang dan dari situ saya ingin buktikan bahwa pilihan pelatih tidak salah. Saya harus tampilkan yang terbaik dan rasanya senang di laga kualifikasi kemarin bisa berkontribusi untuk tim,” lanjut Viny. Viny memang berkontribusi pada kemenangan skuad Garuda Pertiwi di laga leg pertama kontra Singapura. Dirinya menyumbangkan satu assist, atas gol yang dicetak oleh Baiq Amiatun saat laga baru berjalan empat menit. Bermain dengan motivasi tinggi menjadi bekal Viny yang juga memperkuat skuat tim sepakbola putri DKI Jakarta untuk gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON). “Sempat galau karena harus meninggalkan tim DKI Jakarta saat PON sudah di depan mata. Tapi ini adalah momen membela negara, saya harus bermain bagus, mengurangi kesalahan sendiri, membanggakan keluarga dan orang tua dirumah, dan jika Allah berkehendak, saya ingin membawa Indonesia lolos dari babak kualifikasi dan bertanding di Piala Asia Wanita 2022 di India,” ungkapnya. Di Timnas Wanita, Viny menggunakan nomor punggung 20. Ada sedikit rasa sedih karena dirinya tidak menggunakan angka 19, angka yang dirasa selalu membawa keberuntungan untuknya. Ternyata di balik angka 19, ada alasan tersendiri yang membuat nomor itu spesial di mata Viny. “Nomor 19 akan selalu menjadi angka favorit saya, karena 19 selalu saya artikan sebagai tahun 2019. Tahun berarti saya karena banyak momen comeback di dunia sepakbola, seperti memperkuat tim Persija putri untuk Liga 1 Putri, masuk tim Putri DKI Jakarta untuk kompetisi Pra PON dan PON, hingga menjadi kapten saat bermain di Liga 1 lalu. Tahun penting buat saya,” jelas Vinny yang baru saja diterima di Universitas Negeri Jakarta jurusan Pendidikan Jasmani tahun 2021 ini. “Tim ini sudah menjadi keluarga bagi saya. Rasa kekeluargaan begitu kental karena kita sudah melewati suka duka bersama ketika berada di TC. Saya harap perjuangan kami tidak sia-sia dan kami bisa lolos ke Piala Asia Wanita tahun depan,” tutup Viny.

Pertama Kali Ikut TC Timnas Wanita, 2 Pemain Muda Ini Berbagi Cerita

Pertama Kali Ikut TC Timnas Wanita, 2 Pemain Muda Ini Berbagi Cerita

Dua pemain Tim Nasional Sepak Bola Wanita Indonesia, Adelita Veronika dan Sela Seviany tak pernah menyangka bisa ikut pemusatan latihan (TC) untuk persiapan Kualifikasi Piala Asia 2022. Diusianya yang masih muda, keduanya masih tak percaya bersaing bersama pemain senior di skuat Garuda Pertiwi. Adel, sapaan akrab Adelita, merasakan suka duka ketika dirinya sudah bergabung kurang lebih satu pekan bersama skuat Garuda Pertiwi. “Pertama kali gabung di Timnas, jujur saya senang sekali, puji Tuhan saya bisa bergabung dan mewakili daerah saya Kalimantan Tengah. Ini pengalaman yang berkesan dan menegangkan karena saya berada ditengah-tengah pemain yang bagus, disisi lain saya juga berada jauh dari orang tua,” ungkap pemain berusia 20 tahun tersebut. Rasa haru dan tak percaya juga dialami Sela, pemain yang baru berusia 18 tahun ini. Pertama kali mendapatkan kesempatan mengikuti TC, pemain yang memperkuat klub Putri Surakarta ini awalnya kaget mendapatkan kabar dari pelatih klub, jika dirinya akan segera bergabung dalam TC ini. “Rasa percaya dan tidak percaya saat mendapat kabar pemanggilan. Apalagi kompetisi yang dihadapi adalah kualifikasi Piala Asia Wanita di Tajikistan nanti. Bersyukur karena bisa dapat kesempatan ini, apalagi bisa berlatih bersama para pemain-pemain senior,” ujar Sela. Meski dipenuhi rasa suka dan duka ketika dipanggil mengikuti TC Timnas, Adel dan Sela sama-sama merasakan atmosfer persaingan namun berlimpah ilmu saat mengikuti TC dibawah arahan pelatih Rudy Eka. “Coach Rudy Eka sosok yang tegas ketika berada di dalam dan luar lapangan. Sebagai pemain yang baru pertama kali bergabung, saya bisa mendapatkan ilmu yang banyak, apalagi ada sesi kelas bagi para pemain, setiap pemain benar benar diperhatikan dan diberi tahu posisi dan pos masing-masing. Hal ini sangat membantu saya dan teman-teman untuk lebih memahami taktik dan visi bermain,” tutup Adel Selama TC, pelatih Rudy Eka memang tak hanya menggelar sesi latihan di lapangan. Selain sesi latihan di pagi dan sore hari, Rudy Eka bersama tim pelatih beberapa kali menggelar sesi kelas yang juga dihadiri para pemain. Materi yang diberikan menyangkut visi bermain, taktik, serta strategi yang akan dijalankan pemain ketika latihan dan bertanding nanti. Timnas Wanita kini tengah memantapkan persiapan jelang babak kualifikasi Piala Wanita Asia yang akan berlangsung akhir September nanti. Skuat Garuda Pertiwi akan terus melakukan TC hingga 18 September 2021 mendatang sebelum bertolak ke Tajikistan, dimana Timnas Wanita tergabung dalam grup C, bersama Irak dan Singapura.

Didominasi Pemain Muda, Garuda Pertiwi Kembali Jalani TC

Didominasi Pemain Muda, Garuda Pertiwi Kembali Jalani TC

PSSI memanggil sebanyak 30 pemain dalam pemusatan latihan (TC) Timnas Wanita Indonesia yang akan dimulai pada 23 Juni hingga 6 Juli mendatang. TC akan digelar di Lapangan D, Senayan, Jakarta. Ketua Umum PSSI, Mohamad Iriawan mengatakan bahwa Timnas Wanita juga menjadi fokus dan perhatian utama PSSI, selain Timnas yang lainnya. “Setelah menyelesaikan seleksi untuk Timnas U-16 pekan lalu, pekan ini kami akan menjalankan untuk Timnas Wanita. PSSI tentu mendukung penuh program latihan yang sudah direncanakan untuk skuad Garuda Pertiwi,” kata Iriawan. “Program tetap berjalan, namun angka Covid-19 sedang naik kembali, terutama di Jakarta, ini harus menjadi perhatian kita bersama. Saya selalu mengingatkan semua pemain dan ofisial untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat pada TC ini,” tanbah Iriawan. TC ini akan digelar dengan sistem bubble. Tentu setiap pemain dan ofisial hanya diperkenankan untuk beraktivitas di hotel serta lapangan latihan. “Terimakasih kepada bapak Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan) yang sudah mendukung agar terlaksananya pemusatan latihan bulan ini. Pada TC kali ini kami memanggil 30 pemain untuk melakukan latihan selama kurang lebih dua pekan. Pemain yang didatangkan rata-rata adalah mereka yang berusia dibawah 18 tahun dan 23 tahun,” kata pelatih Timnas Wanita, Rudy Eka Priyambada. Rudy menambahkan komposisi pemain senior yang dipanggil untuk mengikuti TC memang tidak sebanyak pada pemanggilan sebelumnya. Hal ini didasari dari adanya regenerasi pemain serta perubahan komposisi tim untuk mengikuti beberapa kompetisi internasional ke depannya. Pada TC ini, tim pelatih akan fokus pada pembentukan kerangka Timnas Wanita ke depan. Sebelum adanya pemanggilan, tim pelatih maupun dokter timnas sudah melakukan monitor secara virtual kepada pada pemain, dengan mengingatkan pola-pola latihan di rumah secara mandiri dan mewajibkan pemain memberikan laporan terkait kegiatan latihan mereka. Para pemain dan ofisial akan mulai berkumpul di Hotel Ibis, Jakarta pada Rabu (23/6) seusai melakukan tes swab PCR di Rumah Sakit Royal Progress pada hari Selasa (22/6) untuk mereka yang tinggal di area Jabodetabek. Pada tahun 2021, Timnas Wanita rencananya akan mengikuti dua event yakni Piala AFF dan SEA Games 2021 Daftar nama 30 pemain di TC Timnas Wanita 23 Juni-6 Juli, Jakarta: 1. Ade Mustikiana Oktafiani – Asprov Babel 2. Amanda Florentinae – Asprov Kalteng 3. Azra Zifa Kayla – Asprov DKI Jakarta 4. Baiq Amiatuh Shalihah – Asprov NTB 5. Bunga Syifa – Asprov Jawa Tengah 6. Fani – Asprov Jawa Tengah 7. Firanda – Asprov Bangka Belitung 8. Hanipa Halimatusyadiah Suandi – Asprov Jawa Barat 9. Helsya Maeisyaroh – Asprov Jawa Barat 10. Indri Yuliyanti – Asprov Jawa Barat 11. Insyafadya Salsabillah – Asprov Jawa Timur 12. Jasmine Sefia Waynie Cahyono – Arema FC 13. Marsela Yuliana Awi – Asprov Papua 14. Nastasia Suci Ramadhani – Asprov Maluku Utara 15. Nurhayati – PS Sleman 16. Pani Tri Oktavianti Asprov – Jawa Barat 17. Reva Octaviani – Asprov Jawa Barat 18. Remini Chere Rumbewas – Asprov Papua 19. Riska Aprilia – PS Sleman 20. Rosdilah Siti Nurrohmah – Asprov Jawa Barat 21. RR Azizah Kusuma Dewi – Asprov DIY 22. Sabrina Mutiara Firdaus Wibowo – Arema FC 23. Safira Ika Putri Kartini – Arema FC 24. Sasi Kirana – Non Club 25. Shalika Aurelia Viandrisa – Non Club 26. Sheva Imut Furyzcha – Arema FC 27. Syafira Azzahra Ramadhanti – Arema FC 28. Viny Silfianus Sunaryo – Asprov DKI Jakarta 29. Yolanda Krismonica – Asprov Jawa Barat 30. Zahra Muzdalifah – Asprov DKI Jakarta

Sabreena Dressler Bicara Soal Tantangan Di Timnas Wanita

Sabreena Dressler Bicara Soal Tantangan Di Timnas Wanita

Pesepakbola putri, Sabreena Dressler merupakan satu dari sekian nama yang dipanggil ikut pemusatan latihan timnas Indonesia putri di Jakarta pada 8-31 Maret 2021. Dara berusia 20 tahun tersebut mengakui tak mudah menjalani program yang diberikan pelatih Rudy Eka Priyambada. Saat ini, Sabreena dan 37 pemain lain sedang mengikuti (TC) Timnas Wanita Indonesia untuk proyeksi SEA Games 2021 Vietnam. Sabreena tak pernah menyangka satu dari sekian banyak mimpinya terwujud. Pemain asal DKI Jakarta ini tak berhenti bersyukur karena salah satu impiannya untuk mengikuti seleksi dan pemusatan latihan (TC) timnas wanita Indonesia bisa tercapai di awal tahun 2021 ini. Dilansir laman resmi PSSI, Sabreena mengaku jika minat terhadap olahraga sepakbola yang ia miliki berawal dari hobi berolahraga saja. “Dari kecil saya sudah menyukai olahraga tetapi sejujurnya saya tidak pernah main sepak bola. Saya baru mulai bermain sepakbola sejak usia 12 tahun. Saat itu di sekolah saya tidak ada tim sepak bola putri, karena tidak ada yang suka bermain bola. Saya bergabung dengan tim putra dan mulai mengikuti turnamen kecil sepakbola putri antar sekolah,” kata Sabreena. Setelah menyadari dirinya mampu bermain sepakbola, Sabreena memutuskan untuk mengasah kemampuannya di Pro Direct Academy pada tahun 2018. Namun sayangnya tak lama berselang ia bergabung bersama Pro Direct, pemain berdarah campuran Jerman-Indonesia ini dibekap cedera selama delapan bulan, hingga akhirnya menetap beberapa waktu di Jerman. Setelah sedikit pulih dari cedera, Sabreena pun kembali ke Indonesia dan tak lama setelah itu tepatnya pada tahun 2019, dirinya pun dipanggil untuk memperkuat Persija Putri pada kompetisi tertinggi sepakbola putri di Indonesia, Liga 1 Putri 2019. “Saat saya dikontrak dengan Persija, rasanya sungguh luar biasa senang, karena bertepatan dengan sembuhnya saya dari cedera. Seperti momen comeback dan keajaiban yang ditunggu-tunggu. Sayangnya saat di Persija saya memang belum banyak mendapatkan kesempatan bermain karena kondisi yang belum fit seratus persen,” ujar Sabreena. Kini Sabreena masuk dalam seleksi dan pemusatan latihan Timnas Wanita. Tiga pekan sudah pemain yang berposisi sebagai gelandang sayap ini berada dalam TC dibawah asuhan pelatih Rudy Eka Priyambada. Ini menjadi pencapaian yang luar biasa untuk Sabreena selama dirinya berkarier dalam dunia sepakbola. “Senang sekali saya bisa masuk seleksi dan TC. Keinginan untuk masuk ke timnas sudah ada sejak lama, tapi saya sadar fisik dan skill saya belum cukup bagus untuk bisa diperhitungkan di timnas, apalagi pernah dibekap cedera. Dipanggil ikut TC saja sudah sangat bersyukur. Saya aku coba menunjukkan yang terbaik dan berusaha lebih keras lagi,” lanjutnya Sabreena pun menyadari latihan yang dijalani bersama timnas jauh lebih intens dan berat daripada latihan lainnya. Anak keempat dari empat bersaudara ini mengaku materi yang diberikan selama pemusatan latihan menjadi tantangan tersendiri untuk dirinya. “Materi yang diberikan tentu lebih susah daripada yang di klub apalagi dari segi fisik. Di sini benar-benar dilatih fisiknya. Drill-drill yang diberikan juga intens dan menantang. Namun yang terpenting adalah pembentukan mental. Mental kita benar-benar ditempa disini. Di sini kami dituntut untuk selalu fokus, baik saat latihan atau pertandingan, karena kita bermain untuk negara,” tambah Sabreena “Tidak ada kesulitan beradaptasi sama teman-teman karena saya orangnya mudah bersosialisasi dengan orang lain dan saya tahu berbicara bahasa Indonesia dengan lancar juga, jadi tidak ada kesulitan untuk bergabung dengan yang lain selama TC ini,” tutupnya.

Jadi Pemain Termuda di TC Timnas Wanita, Salwa Wujudkan Mimpi Bermain dengan Idola

Jadi Pemain Termuda di TC Timnas Wanita, Salwa Wujudkan Mimpi Bermain dengan Idola

Timnas Indonesia putri memang tengah melakukan pemusatan latihan. Sebanyak 38 pemain berlatih di bawah arahan komando pelatih Rudy Eka Priyambada. Dalam pemusatan latihan kali ini, Rudy Eka Priyambada memang memanggil wajah-wajah baru. Bahkan tak sedikit dari mereka yang baru pertama kali dipanggil oleh timnas Indonesia. Salwa Rafidatun Nabila menjadi salah satu pemain yang dipanggil pelatih Rudy Eka Priyambada pada seleksi dan pemusatan latihan (TC) Tim Nasional Wanita di Jakarta. Pemain yang akrab disapa Salwa ini tidak pernah menyangka bahwa kecintaannya terhadap dunia sepak bola, ternyata berhasil membawanya terbang dari kampung halaman ke Jakarta demi mengikuti rangkaian seleksi. Salwa memang menarik perhatian karena dirinya menjadi pemain termuda yang ikut pada seleksi Timnas wanita saat ini. Pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang ini memang bersaing dengan beberapa nama yang tidak asing dibawah mistar gawang skuat Garuda Pertiwi, seperti kiper Timnas Norffince Boma, serta dua kiper lain yang juga pernah mengikuti Timnas Putri U-16, Adinda Citra dan Fani. Salwa yang masih berusia 15 tahun ini merasa bersyukur karena mendapat kesempatan untuk merasakan atmosfer seleksi dan TC hingga level Tim Nasional. “Waktu saya dapat kabar dipanggil untuk seleksi dan ikut TC, saya dan orang tua sangat kaget karena dapat kesempatan ikut seleksi ke Jakarta. Sampai sekarang rasanya masih campur aduk antara gugup, takut dan senang sekaligus bangga karena bisa dipanggil ikut seleksi ini,” ungkap Salwa. Pemain yang kini duduk di bangku kelas 8 SMP Negeri 1 Kretek, Bantul ini mengaku baru satu tahun terakhir menekuni sepakbola. Itu pun berawal dari kompetisi internal di sekolah yang memainkan anak-anak perempuan dalam kompetisi mini sepak bola. “Awal saya bermain sepakbola saat saya masih kelas 7, tepatnya saat pertandingan kecil antar kelas. Di kompetisi itu sebenarnya saya menjadi pemain depan, tetapi pelatih saya di sekolah mengarahkan saya jadi kiper. Sempat tidak mau, tapi saya coba untuk jadi kiper dan kebawa sampai sekarang, saya pun latihan di klub Protaba Bantul dengan posisi yang sama hingga saat ini” lanjut Salwa. Ada hal menarik ketika Salwa tiba di Jakarta untuk mengikuti seleksi dan pemusatan latihan Timnas Wanita. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini bertemu dengan pemain sepakbola wanita idolanya yakni Zahra Muzdalifah. “Masuk dalam seleksi sudah luar biasa bersyukur karena mendapat ilmu baru dari pelatih yang ada. Masuk TC ini juga ada pemain idola saya kak Zahra Muzdalifah. Masih tidak menyangka bisa latihan bersama,” ujar Salwa. Mendapat suntikan motivasi dengan berlatih dengan sang idola, Salwa pun berkomitmen untuk menjalani latihan bersama tim yang sedianya diproyeksikan untuk SEA Games 2021 di Vietnam ini. “Ini kesempatan langka bagi saya untuk berlatih bersama pelatih dan kakak-kakak senior. Awalnya saya masih malu-malu, tetapi alhamdulillah bisa beradaptasi dengan cepat dengan semuanya. Saya akan latihan dengan sungguh-sungguh dan fokus selama seleksi ini” tutup Salwa. Sebelumya pelaksanaan TC untuk timnas Wanita diapresiasi oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Ia menyebut ini adalah momentum yang baik. Apalagi timnas wanita satu tahun lebih belum ada kegiatan karena pandemi Covid-19. “Alhamdulillah TC untuk timnas wanita bisa digelar di awal tahun ini. Saya berharap para pemain bekerja keras, disiplin dan berlatih secara maksimal di TC ini,” kata Iriawan. Iriawan pun mengingatkan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan ketat bagi semua pihak yang menjadi TC ini. “Kesehatan dan kedisiplinan menjadi hal terpenting saat penyelenggaraan TC di tengah pandemi. Mari kita sama-sama disiplin, baik saat latihan maupun menerapkan protokol kesehatan untuk keselamatan kita bersama” pungkasnya.

Disorot FIFA, Zahra Muzdalifah Disebut Prospek Sepak Bola Wanita Indonesia

Zahra Muzdalifah

Federasi Sepakb Bola Dunia (FIFA) baru-baru ini memuat sebuah artikel yang mengangkat sosok Zahra Muzdalifah. Melalui situs resminya, FIFA merilis artikel tentang Zahra dan menyebutnya sebagai pemain paling berprospek di sepak bola wanita Indonesia. Disadur dari fifa.com pada Sabtu (26/12/2020), Zahra Muzdalifah menceritakan pengalaman kariernya sebagai pesepak bola wanita. Kepada FIFA dia mengatakan telah mencetak gol pertama bagi timnas di usia 17 tahun. Saat itu, Zahra bermain untuk Timnas Wanita Indonesia di ajang Piala AFF Wanita 2018 melawan Filipina. Laga itu sendiri berakhir dengan skor imbang 3-3 dan membuat Timnas Wanita Indonesia tidak lolos karena sebelumnya mereka bermain imbang dan mengalami dua kekalahan. “Itu (saat melawan Filipina) adalah gol pertama yang saya cetak dengan sundulan. Saya pikir semua gol saya untuk tim nasional sejauh ini adalah sundulan. Kami tidak bermain buruk, tapi sayang kami gagal menang,” ucap Zahra. Dalam tulisan FIFA tersebut, Zahra disebut terus tampil mengesankan setelah membela Timnas Wanita Indonesia di Piala AFF 2018. Sebab, dia mampu menunjukkan tajinya di Asian Games 2018. Nasib Timnas Wanita Indonesia pun lebih baik karena sempat meraih kemenangan 6-0 melawan Maladewa. Di laga itu, Zahra berhasil mencetak dua gol. “Bahkan sekarang ketika saya mengingat momen itu, saya merinding. Lagipula, gol-gol itu dicetak untuk negara kami. Tentu saja, para pendukung telah bernyanyi untuk kami dan meningkatkan semangat kami,” ucapnya. Dalam perkembangan sepak bola wanita, Zahra adalah salah satu pemain yang terus ikut andil. Pasalnya, dia juga digaet Persija Putri untuk bermain dalam kompetisi Liga 1 Putri 2019. Sebagai bintang baru, Zahra memberikan pengaruh positif di skuat Persija Putri. Dia sempat membuat dua gol ketika Persija mengalahkan Persib Bandung dengan skor 2-1. Akan tetapi, Zahra mengalami cedera karena terjadi robekan di otot trisep. Hal itu membuatnya harus absen di sisa musim. Walau begitu, FIFA mengatakan bahwa penampilan Zahra yang brilian untuk klub dan timnas membuatnya sebagai salah satu pemain yang menjadi prospek terpanas di sepak bola wanita Indonesia. Pada kesempatan ini, Zahra juga menegaskan bahwa sepak bola wanita d Indonesia bisa berkembang pesat dan dapat memproduksi atlet top seperti Susy Susanti di cabang olahraga bulutangkis “Jika kita memberi kepercayaan kepada pemain wanita dan jika mereka diberi banyak peluang, maka perkembangan akan cepat. Saat ini sepak bola wanita sedang meningkat cepat dan saya yakin kami bisa lebih besar di masa depan. Kami bisa memproduksi Susy Susanti versi sepak bola wanita,” pungkasnya. Di luar lapangan hijau, dara yang kini berusia 19 ini memiliki kesibukan sebagai seorang YouTuber. Diketahui, Zahra memiliki sebuah channel Youtube bernama Zahmuz Official dengan jumlah subscriber saat ini sebanyak 145 ribu. Selain YouTube, Zahra juga aktif di Instagram, ia memiliki followers sebanyak 878 ribu di Instagram yang memiliki username @zahmuz12. Biodata Nama Lengkap: Zahra Muzdalifah Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 4 April 2001 Posisi: Sayap kiri/striker Klub: Persija Putri Pesepakbola Favorit: Marta Vieira da Silva, Neymar, Alex Morgan Klub Sepak Bola Favorit: Rosengard FC

Digasak Myanmar 1-6 di Laga Ketiga Piala AFF Wanita 2018, Indonesia Akhirnya Tersisih

Bek Timnas Wanita Indonesia, Safira Ika Putri (2) mempertahankan bola dari pemain Vietnam, Nguyen Thi Tuyet (7). Indonesia akhirnya harus tersingkir dari fase grup AFF Women Championship 2018. (tempo.co)

Palembang- Kemenangan tiga kali berturut-turut pada Timnas U-19 pada AFF U-18 Championship, berbanding tebalik dengan hasil yag dicapai Timnas Wanita Indonesia. Garuda Pertiwi tak semujur anak asuh Indra Sjafri, dalam laga lanjutan AFF Women’s Championship 2018. Timnas Wanita Indonesia akhirnya terhenti di fase grup Piala AFF Wanita 2018. Kekalahan 1-6 dari Myanmar di laga ketiga Grup B di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kamis (5/7) malam, jadi sebabnya. Indonesia sudah kebobolan ketika laga berjalan empat menit. Win Theingi Tun menjadi penjebolnya. Indonesia kebobolan lagi pada menit ke-12, kembali lewat Win Theingi Tun. Kiper Indonesia harus kembali memungut bola usai Thandar Moe mencetak gol pada menit ke-24. Indonesia tertinggal 0-3 di babak pertama. Tiga gol lagi harus diterima Srikandi Indonesia di paruh kedua. Win Theingi Tun mencetak dua gol lagi pada menit ke-56 dan 65. Indonesia sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Yudith Herlina Sada pada menit ke-66, namun terasa sia-sia mengingat Myanmar mencetak gol pada menit ke-84 melalui July Kyaw. Hasil ini membuat Indonesia tetap dengan satu poin dari tiga pertandingan. Tim yang dilatih Satia Bagdja Ijatna ini dipastikan tersingkir. Poin maksimal yang bisa diraih dengan satu laga sisa, tak akan cukup membeli tiket ke babak berikutnya. Sementara tambahan tiga angka membuat Myanmar mengoleksi enam poin dari dua pertandingan. Jumlah poin sama dengan Vietnam, namun kalah selisih gol sehingga berada di tempat kedua. Vietnam di laga kedua kembali membabi buta, setelah menggilas habis Singapura 10-0. Sebelumnya mereka mencukur Indonesia 6-0. Kesepuluh gol Vietnam dalam laga di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kamis (5/7) sore, dibuat Nguyen Thi Thuy Hang (12′, 40′, 70′), Hong Thi Loan (27′), Nguyen Thi Tuyet Dung (31′, 33′), Nguyen Thi Van (54′, 65′, 77′), Pham Hoang Quynh (62′). (Dre) AFF Women’s Championship 2018 Grup B Klasemen No Tim Main W D L Gol Poin 1. Vietnam 2 2 0 0 16:0 6 2. Myanmar 2 2 0 0 10:1 6 3. Filipina 2 1 0 1 3:4 3 4. Singapura 3 0 1 2 0:13 1 5. Indonesia 3 0 1 2 1:12 1 Jadwal dan Hasil AFF Women’s Championship 2018 Babak penyisihan grup 30 Juni 2018 Grup A Malaysia 0-7 Australia Kamboja 12-0 Timor Leste 1 Juli 2018 Grup B Filipina 0-4 Myanmar Singapura 0-0 Indonesia 2 Juli 2018 Grup A Timor Leste 0-8 Thailand Kamboja 0-4 Malaysia 3 Juli 2018 Grup B Indonesia 0-6 Vietnam Singapura 0-3 Filipina 4 Juli 2018 Grup A Thailand 11-0 Kamboja Australia 9-0 Timor Leste 5 Juli 2018 Grup B Vietnam 10-0 Singapura Myanmar 6-1 Indonesia Sabtu, 7 Juli 2018 19.00 WIB: Indonesia vs Filipina

Libur Idul Fitri 1439 H, Penggawa Timnas Wanita Dilarang Gendut

Timnas Wanita Indonesia dipulangkan ke daerahnya masing-masing untuk merayakan libur Idul Fitri 1 syawal 1439 H. (planetolahraga.com)

Tangerang- Mulai Selasa (12/6), seluruh penggawa Timnas Wanita Indonesia dipulangkan ke daerahnya masing-masing untuk merayakan libur Idul Fitri 1 syawal 1439 H. Libur berlangsung sepekan, sejak 12-18 Juni. Satia Bagdja Ijatna, selaku kepala pelatih Garuda Pertiwi menaruh pesan pada anak asuhnya. “Sebelum mereka pulang harus timbang badan. Kedua, ukur kadar lemak. Jadi, mereka harus jaga kondisi,” jelas dosen UNJ (Universitas Negeri Jakarta), pada nysnmedia.com, Selasa siang (12/6). Hal serupa juga diungkapkan manager tim, Papat Yunisal. Menurutnya, libur lebaran selama sepekan ini adalah momentum para pemain dalam mendekatkan diri bagi keluarga. Hampir tiga bulan lamanya sejak awal Maret 2018, Zahra Musdalifah dkk melakukan pemusatan latihan di lapangan National Youth Training Centre (NYTC), Sawangan, dan jauh dari keluarga. “Jangan terlena dengan makanan dan kue lemak. Selain itu, lebih dekat dengan keluarga, karena selama ini jauh dari keluarga,” ungkap Papat. Tim direncanakan kembali masuk TC, pada Selasa (19/6). Mereka pun juga tengah menyiapkan agenda uji coba internasional. “Kemungkinan terealisir usai Ramadhan, sebab TC Timnas Wanita juga libur selama dua pekan untuk jeda lebaran,” jelasnya. Rangkaian uji coba Internasional ini agenda yang dicanangkan PSSI dan ASBWI guna mematangkan persiapan jelang event AFF Women’s Championship 2018 dan Asian Games 2018. Pilihan lawan yang akan dihadapi masih berada di lingkup Asia, yakni Hongkong (Asia Timur) atau Filipina (Asia Tenggara). Namun, detail laga dua negara tersebut belum bisa dipastikan. Papat juga menyatakan terus berkoordinasi terkait rencana uji coba ini. “Setelah Thailand, ada agenda melawan Hongkong atau Filipina. Kami terus matangkan rencana ini dengan mereka. Dan sampai saat ini, masih belum pasti waktu tandingnya,” ujar wanita asal Subang, Jawa Barat ini kepada nysnmedia.com pada Rabu (6/7). Indonesia tergabung di grup B pada AFF Women’s Championship 2018 yang akan diselenggarakan di Palembang, Sumatra Selatan, mulai 30 Juni hingga 13 Juli 2018. Indonesia akan bersaing dengan Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Singapura. Sementara itu Grup A dihuni oleh negara-negara seperti Thailand, Australia, Malaysia, Timor Leste dan Kamboja. Para peserta tiba pada Kamis (28/6), sehari setelahnya diadakan pertemuan semua tim bersamaan dengan konferensi pers. Stadion Bumi Sriwijaya dan Gelora Sriwijaya, merupakan dua venue stadion yang akan menggelar pertandingan putaran grup hingga babak semifinal. Di partai puncak nanti, perebutan peringkat ketiga dan final hanya Stadion Gelora Sriwijaya saja yang digunakan. Sedangkan laga perdana Indonesia akan berhadapan dengan Singapura yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya tanggal 1 Juli 2018 pukul 19.00 WIB setelah pertandingan antara Filipina melawan Myanmar di pukul 16.00 WIB. “Kami akan berjuang keras untuk bisa tampil maksimal. Pertandingan pertama melawan Singapura, kami berusaha untuk meraih kemenangan, karena akan membuka langkah kami di pertandingan-pertandingan berikutnya,” ujar Satia. (Dre) Jadwal Timnas Indonesia di AFF Women’s Championship 2018 1 Juli 2018 pukul 19.00 WIB Singapura vs Indonesia – Stadion Gelora Sriwijaya 3 Juli 2018 pukul 16.00 WIB Indonesia vs Vietnam – Stadion Gelora Sriwijaya 5 Juli 2018 pukul 19.00 WIB Myanmar vs Indonesia – Stadion Gelora Sriwijaya 9 Juli 2018 pukul 16.00 WIB Indonesia vs Filipina – Stadion Gelora Sriwijaya Semifinal: 11 Juli 2018 pukul 16.00 WIB Juara grup A vs Runner Up grup B – Stadion Gelora Sriwijaya Juara grup B vs Runner Up grup A – Stadion Bumi Sriwijaya Perebutan Peringkat Ketiga 13 Juli 2018 pukul 16.00 WIB – Stadion Gelora Sriwijaya Final 13 Juli 2018 pukul 19.00 WIB – Stadion Gelora Sriwijaya

Usai Digunduli Thailand, Timnas Wanita Bidik Uji Coba Kontra Hongkong Dan Filipina Paska Lebaran

Paska menghadapi Thailand, rencananya Timnas Wanita Indonesia (merah) akan kembali melakoni uji coba Internasionan melawan Hongkong dan Filipina. (topskor.id)

Jakarta- Timnas Wanita Indonesia menunjukkan progres permainan positif meski takluk dari Timnas Wanita Thailand. Tugiyati dan kawan-kawan harus kalah dengan skor 0-3 pada uji coba internasional kedua tim, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu (30/5) malam. Hasil ini dinilai jauh lebih baik karena pada laga yang pertama pada Minggu (27/5) harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 0-13. Pelatih Timnas Satia Bagja Ijatna usai laga mengaku pada pertandingan ini timnya tampil lebih baik karena tampil tenang dan percaya diri. Timnas Wanita Indonesia kelasnya berada jauh di bawah Thailand. Thailand pernah menjuarai Piala Asia Wanita pada 1983. Tim Gajah Putih juga tiga kali menjuarai Piala AFF wanita, dan lima kali menjuarai SEA Games. PSSI merespons kekalahan memalukan Timnas sebagai sebuah pelajaran berharga. Menurut Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, sebelum uji coba dengan Thailand, pihaknya sudah tahu jika Timnas Wanita Indonesia kalah kelas. Selain itu, jika melihat level, Timnas Wanita Indonesia baru akan bisa sejajar dengan kualitas Thailand saat ini, pada 2023. “Sebelum uji coba dengan Thailand, kami sudah tahu kalau kalah kelas jauh. Tapi tidak apa-apa. Kalah kelas bukan berarti tidak memberikan yang terbaik,” jelas Tisha, akhir Mei lalu. “Kalau bicara level, Timnas Wanita kita baru bisa sejajar dengan Thailand itu pada 2023. Jadi, kita coba semampu kita. Proses ini kan tidak bisa instan, tidak bisa langsung bagus di Asian Games (2018),” tambahnya. Tisha juga mengungkap target Timnas Wanita Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Sadar dengan kekuatan yang ada saat ini, tak ada target khusus. Tisha hanya mengatakan target Timnas Wanita Indonesia bermain bagus dari laga ke laga. “Targetnya ya nggak ada yang khusus sih, cuma improving (perbaikian) dari pertandingan ke pertandingan. Tapi seperti yang saya katakan tadi. Kalah kelas bukan berarti tidak memberikan yang terbaik,” ucap Tisha. Paska menghadapi Thailand, rencananya Timnas Wanita akan kembali melakoni uji coba Internasional. Rangkaian uji coba Internasional ini agenda yang dicanangkan PSSI dan ASBWI guna mematangkan persiapan jelang event AFF Women’s Championship 2018 bulan Juli dan Asian Games 2018, dan Indonesia didaulat menjadi tuan rumah. Pilihan lawan yang akan dihadapi masih berada di lingkup Asia, yakni Hongkong (Asia Timur) atau Filipina (Asia Tenggara). Namun, detail laga dua negara tersebut belum bisa dipastikan. Manajer Timnas, Papat Yunisal, menyatakan terus berkoordinasi terkait rencana uji coba ini. “Setelah Thailand, ada agenda melawan Hongkong atau Filipina. Kami masih terus matangkan rencana ini dengan mereka. Dan sampai saat ini, masih belum pasti waktu tandingnya,” ujar wanita asal Subang, Jawa Barat ini kepada nysnmedia.com pada Rabu (6/7) siang. “Kemungkinan besar terealisir usai Ramadhan, sebab TC Timnas Wanita juga libur selama dua pekan untuk jeda lebaran,” ungkap Papat. Sebagai penutup program latihan di bulan Ramadhan, tim yang dijuluki Garuda Pertiwi akan rehat pemusatan latihan pada 13-18 Juni 2018. (Dre)