Piala Asia U23: Kalahkan Korsel Adu Penalti, Vietnam Finis Ketiga

Timnas Vietnam U23

Vietnam berhasil menuntaskan Piala Asia U-23 2026 dengan merebut tempat ketiga. Golden Star Warriors mengalahkan Korea Selatan dengan skor 7-6 di adu penalti. Vietnam vs Korea Selatan berlangsung di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (23/1/2026) malam WIB. Vietnam memimpin 1-0 di babak pertama pada menit ke-31. Nguyen Quoc Viet mencetak gol di menit ke-30 lewat skema serangan balik. Korsel menyamakan skor menjadi 1-1 di menit ke-69. Gol Korsel dicetak oleh Kim Tae-won. Vietnam dengan cepat mencetak gol balasan untuk memimpin 2-1. Pasukan Kim Sang-sik memimpin berkat gol Nguyen Dinh Bac di menit ke-1 lewat tendangan bebas. Vietnam harus bermain dengan 10 orang di menit ke-86. Nguyen Dinh Bac, yang merupakan kapten tim, diganjar kartu merah akibat tekel keras ke lawan. Korsel mampu memaksakan laga waktu normal tuntas 2-2 berkat gol Shin Min-ha di menit ketujuh injury time. Pertandingan pun dilanjutkan ke tambahan 2×15 menit. Tidak ada gol selama waktu tambahan 2×15. Pemenang di laga ini harus dicari lewat adu penalti. Skor adu penalti terus imbang 5-5 setelah kedua negara menurunkan lima eksekutor. Vietnam pada akhirnya berhasil menang saat kedua tim sudah masuk penembak ketujuh. Vietnam finis ketiga setelah mengalahkan Korsel dengan skor 7-6. Pada laga final Piala Asia U-23 2026 ada duel China vs Jepang. Pertandingan bergulir di Prince Abdullah Al-Faisal Sports City Stadium, Sabtu (24/1/2026) malam WIB.

PSSI Resmi Jalin Kerja Sama dengan Kelme

PSSI & Kelme

PSSI melakukan kerja sama dengan brand ternama asal Spanyol yakni Kelme sebagai apparel resmi Timnas Indonesia di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (23/1) sore. Melalui PT. GSI (Garuda Sepak Bola Indonesia), kerja sama antara PSSI dan Kelme akan berjalan empat tahun, terhitung sejak 2026 hingga 2030. Kerja sama ini membuat Kelme akan menjadi apparel Timnas di semua level seperti senior, wanita, hingga kelompok usia. Menariknya, Kelme juga akan menjadi apparel dari Timnas Futsal Indonesia, terhitung mulai Maret 2026. Dibuka pada 3 Juli 2025, proses pemilihan apparel Timnas Indonesia dilakukan dengan mekanisme tender yang transparan dan kredibel. Tender diikuti oleh tujuh merek ternama dari dalam dan luar negeri. Kelme berhasil menang karena berbagai pertimbangan. Pertama, dari sisi kapasitas manufakturnya yang unggul, di mana Kelme menjanjikan kualitas material terbaik di dunia. Selain itu, reputasi Kelme sebagai sponsor global AFC, hingga berbagai Timnas dan klub sepakbola elit di berbagai benua menjadi bukti dan rekam jejak Kelme. Namun, landasan yang menjadi landasan utama kerja sama ini adalah kesamaan visi dalam membangun sepakbola antara PSSI dan Kelme. “Melalui kolaborasi dengan PSSI, Kelme hadir buka hanya sebagai penyedia apparel, tetapi sebagai rekan yang tumbuh bersama Timnas Indonesia dalam setiap proses, tantangan, dan pencapaian,” ucap CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya.

Turnamen U13 ASKAB PSSI Lingga Siapkan Atlet Muda

Ajang Turnamen Sepak Bola Usia 13 Tahun Piala ASKAB PSSI Lingga menjadi wadah pembinaan atlet muda daerah. Kompetisi ini menargetkan lahirnya bibit pesepak bola berprestasi sejak usia dini. Melalui turnamen ini, ASKAB PSSI Lingga menyiapkan pemain muda untuk mewakili daerah di ajang olahraga pelajar. Atlet terpilih diarahkan tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau POPDA tingkat Provinsi Kepri. Partai final turnamen digelar Minggu, 18 Januari 2026, di Lapangan Merdeka Dabo Singkep. Klub Daik Junior berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan klub asal Tanjung Kelit. Pertandingan final berlangsung kompetitif dengan permainan cepat dari kedua tim. Daik Junior tampil konsisten hingga memastikan gelar juara turnamen. Wakil Bupati Lingga bersama Ketua PSSI dan Ketua KNPI Lingga menyerahkan medali serta piala kepada para pemenang. Klub juara dan finalis juga menerima hadiah bola kaki dari Sekda Pemkab Lingga. Ketua ASKAB PSSI Lingga, Aziz Martindas, menyebut turnamen ini sebagai bentuk keseriusan pembinaan usia dini. Ia menilai kompetisi rutin penting untuk membentuk mental dan kualitas pemain muda. “Tentunya, dengan kompetisi rutin sangat penting untuk membentuk mental dan kualitas pemain muda,” kata Aziz. Wakil Bupati Lingga Novrizal mengapresiasi pelaksanaan turnamen tersebut. Menurutnya, pembinaan sejak dini akan memudahkan daerah mendapatkan atlet berbakat di masa depan. “Tenty dengan pembinaan sejak dini akan memudahkan daerah mendapatkan atlet berbakat di masa depan,” kata Novrizal. Untuk mematangkan pembinaan, ASKAB PSSI Lingga berencana menggelar Liga Lingga. Selain itu, para pelatih sepak bola di Lingga juga telah disertifikasi agar klub mampu bersaing di tingkat provinsi. Sumber: RRI

Jacksen F. Tiago Turun Gunung Pantau Bibit Sepak Bola Putri

Jacksen F. Tiago

Masa depan sepak bola putri Indonesia mendapatkan sorotan serius dari salah satu pelatih legendaris Tanah Air, Jacksen F. Tiago. Pria yang pernah menukangi Timnas Indonesia tersebut kini terjun langsung untuk memantau perkembangan bakat-bakat muda di level akar rumput. Dalam turnamen sepak bola putri usia dini, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026, yang baru saja rampung digelar di Tangerang dan Semarang, Jacksen menegaskan betapa vitalnya peran kompetisi kelompok umur bagi keberlangsungan tim nasional. “Untuk mereka mencapai level Timnas Indonesia, ini adalah jalurnya. Sehingga saya rasa bukan penting, tapi sangat luar biasa penting karena ini boleh dikatakan salah satu wadah yang ada bagi atlet muda putri,” ujar Jacksen. Ia bahkan memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan, bibit-bibit muda inilah yang akan menghiasi skuad Garuda Pertiwi. “Tiga sampai empat tahun ke depan wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai baju merah putih,” tambahnya penuh optimisme. Jacksen, yang kini menjabat sebagai Head Coach dalam program pembinaan tersebut bersama Timo Scheunemann, juga menyoroti tantangan unik dalam melatih atlet putri. Menurutnya, pendekatan psikologis menjadi kunci utama yang membedakan penanganan atlet putri dengan putra. “Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat,” jelasnya. Meski demikian, Jacksen sangat yakin bahwa dengan adanya wadah kompetisi yang konsisten seperti ini, sepak bola putri Tanah Air akan segera mencapai masa kejayaannya. Turnamen yang digelar pada 13 hingga 18 Januari 2026 ini sendiri mencatatkan partisipasi yang luar biasa. Di Tangerang, tercatat sebanyak 1.424 siswi dari 135 SD & MI ikut ambil bagian, sementara di Semarang ada 1.239 siswi dari 65 sekolah yang bertanding. Program Director, Teddy Tjahjono, mengakui adanya peningkatan signifikan baik dari segi kuantitas maupun kualitas permainan para peserta dibandingkan seri sebelumnya. “Secara kualitas juga selalu ada peningkatan, karena mereka sudah mempersiapkan diri dan tahu jadwal pelaksanaannya seperti apa,” ucap Teddy. Pada kategori usia 10 tahun (KU 10), SDN Pinang 3 C keluar sebagai juara di Tangerang, sedangkan SDN Klepu 03 menjadi yang terbaik di Semarang. Sementara untuk kategori usia 12 tahun (KU 12), gelar juara diraih oleh SDN Kunciran 4 C di Tangerang dan SDN Sendangmulyo 04 di Semarang. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga melatih mental bertanding sejak dini, seperti yang dirasakan oleh Nitya Safira Jaya, pemain terbaik KU 10 dari SDN Pinang 3 C. “Saya senang sekali bisa menang dan menjadi juara. Saya sempat khawatir saat menit terakhir lawan hampir membuat comeback,” ungkap Nitya yang sukses mencetak dua gol di final.

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 Kian Seru, Talenta Bermunculan

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026

MilkLife Soccer Challenge Tangerang & Semarang Seri 2 2025 – 2026 yang diselenggarakan 13 hingga 18 Januari rampung digelar. SDN Pinang 3 C (KU 10) dan SDN Kunciran 4 C (KU 12) berhasil menjadi kampiun baru di Tangerang, sementara SDN Klepu 03 (KU 10) dan SDN Sendangmulyo 04 (KU 12) sukses menyandang gelar juara di Semarang. Sekadar diketahui, pada MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026, tak kurang 1.424 siswi dari 135 SD & MI ikut andil. Sementara di Semarang Seri 2 2025 – 2026, sebanyak 1.239 siswi dari 65 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) turut berpartisipasi pada turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Teddy Tjahjono selaku Program Director MilkLife Soccer Challenge melihat adanya peningkatan signifikan, baik dari jumlah peserta maupun segi kualitas pemain yang bertanding di Tangerang dan Semarang Seri 2. Sebelumnya, pada Tangerang Seri 1 sebanyak 1.302 siswi, sementara di Semarang Seri 1 2025 – 2026 tercatat 1.213 peserta. “Untuk seri kedua ini, jumlah peserta meningkat dibandingkan seri-seri sebelumnya, baik di Semarang dan Tangerang. Secara kualitas juga selalu ada peningkatan, karena mereka sudah mempersiapkan diri dan tahu jadwal pelaksanaannya seperti apa. Sehingga mereka lebih ada persiapan yang baik diantara para peserta,” ucap Teddy. Jacksen F Tiago yang kini resmi bergabung sebagai Head Coach MilkLife Soccer Challenge bersama Timo Scheunemann mengatakan bahwa turnamen KU 8, KU 10, KU 12 ini sangat penting digelar, sebagai langkah awal menjadi pesepakbola profesional. “Terus yang kedua, untuk mereka mencapai level timnas Indonesia, ini adalah jalurnya. Sehingga saya rasa bukan penting, tapi sangat luar biasa penting karena ini boleh dikatakan salah satu wadah yang ada bagi atlet muda putri. Tiga sampai empat tahun ke depan wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai baju merah putih,” ujarnya. Mantan pelatih timnas Indonesia tersebut berucap, bahwa terdapat perbedaan signifikan antara melatih atlet putra dan putri, terutama dari aspek psikologis. Jacksen menilai harus ada pendekatan secara lebih personal untuk menghadapi atlet putri. Meski demikian, ia optimistis dengan MilkLife Soccer Challenge yang telah sukses bergulir tiga tahun terakhir, sepak bola putri Tanah Air akan mencapai kejayaan. “Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat. Karena mood-nya perempuan itu sangat labil, sehingga kita harus memahami itu untuk bisa menangani mereka,” kata Jacksen. Juara MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026 pada KU 10, SDN Pinang 3 C berhasil menjadi kampiun setelah mengalahkan British School Jakarta dengan skor akhir 2-1. Pada pertandingan final yang digelar di Lapangan Kera Sakti BRIN Puspitek, Tangerang, Minggu (18/1), SDN Pinang 3 C tampil lebih dominan dari lawannya. Adalah Nitya Safira Jaya yang sukses mengemas dua gol tersebut sekaligus mengantarkan kemenangan untuk timnya. Nitya Safira Jaya mencetak gol melalui tendangan penalti pada menit ke-2, serta menit 19 melalui tendangan jarak jauh. Sementara gol semata wayang British School Jakarta tercipta dari Maya Hashimoto yang berhasil mengeksekusi tendangan penalti dengan sempurna di menit 24. “Saya senang sekali bisa menang dan menjadi juara. Saya sempat khawatir saat menit terakhir lawan hampir membuat comeback karena mengira ada penalti lagi buat lawan. Untungnya tidak terjadi dan bisa mengakhiri pertandingan dengan kemenangan,” ujar Nitya yang juga menyandang Best Player KU 10 pada MLSC Tangerang Seri 2 2025 – 2026. Sementara pada KU 12, SDN Kunciran 4 C sukses mengunci gelar juara MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026 usai meladeni pertandingan sengit SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dengan skor 3-2. Pelatih SDN Kunciran 4 C, Farid mengaku bangga dengan pencapaian timnya. Terlebih di MLSC Tangerang Seri 1 2025 – 2026 langkah mereka terhenti di babak 16 besar usai kalah adu penalti dari British School Jakarta 0 (1) – 0 (2). Sementara di Seri 2, SDN Kunciran 4 C menghentikan langkah British School Jakarta di semifinal dengan skor 3-0. “Persiapan yang sebelumnya latihan seminggu sekali, jadi tiga kali karena mengejar usia mereka yang tahun depan sudah tidak bisa ikut lagi di KU 12. Jadi anak-anak diperkuat mentalnya di Seri 2 ini,” ungkap Farid. SDN Kunciran 4 C sebelumnya juga menjadi kampiun pada MLSC Jakarta Seri 1 2025 – 2026. Selain mempertandingkan format 7 vs 7 untuk KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 juga kembali menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8. Di Semarang, kegiatan ini diikuti oleh 97 siswi dari 20 SD & MI, sementara di Tangerang 35 peserta dari 10 SD & MI turut serta. Usai Semarang dan Tangerang, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026 akan bergulir di Bandung dan Yogyakarta pada 27 Januari hingga 1 Februari 2026. Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion: SDN Pinang 3 C Runner-up: British School Jakarta Semifinalis: SDN Pasar Baru 01 Komplek Pintu Besi & SDN Buaran 02 Top Scorer: Ayu Fitria Oktaviani – SDN Cipulir 03 B (19 gol) Best Player: Nitya Safira Jaya – SDN Pinang 3 C Best Goalkeeper : Nadhifa Ferhania Sholeha – SDN Pasar Baru 01 Komplek Pintu Besi Fairplay Team : SDN Kunciran 4 Kategori Usia 12 Champion: SDN Kunciran 4 C Runner-up: SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Semifinalis: British School Jakarta Red & SDN Pinang 3 Top Scorer: Angelina Putri Sarealita Mongan – SDN Kunciran 4 C (18 gol) Best Player: Zilda Afna Syaqila – SDN Kunciran 4 C Best Goalkeeper: Aisyah Putri Ramadhani – SDN Pinang 3 Fairplay Team: SDN Pakulonan 02 Daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion: SDN Klepu 03 Runner-up: SDN Kalibanteng Kidul 03 Semifinalis: SDN Kembangarum 1 Mranggen & SD Kembangarum 01 Semarang Top Scorer: Shakilla Azalia Ardani – SDN Klepu 01 (31 gol) Best Player : Christabel Jocelyn Calista – SDN Kalibanteng Kidul 03 Best Goalkeeper : Saputri Nurul Azizah – SDN Klepu 03 Fairplay Team : SDN Kembangarum 2 Semarang Kategori Usia 12 Champion: SDN Sendangmulyo 04 Runner-up: SDN Sendangmulyo 02 Semifinalis: SDN Karangsono 2 Mranggen & SDN Rejosari 01 Top Scorer: Janetta Alodya – SDN Sendangmulyo 04 (24 gol) Best … Read more

Hasil Drawing ASEAN Hyundai Cup 2026

Trofi ASEAN Hyundai Cup 2026

Tim nasional sepak bola Indonesia masuk ke dalam Grup A bersama juara bertahan Vietnam, selain itu ada Singapura, Kamboja dan tim pemenang play-off. Ini merupakan hasil pengundian (drawing) Kejuaraan ASEAN Hyundai Cup 2026 yang dilaksanakan di Studio RCTI+ Kebun Jeruk, Jakarta, Kamis (15/1) sore. Sementara, di Grup B dihuni Thailand, Malaysia, Philipina, Myanmar dan Laos. Timnas Indonesia akan berlaga di Kejuaraan sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara, ASEAN Hyundai Cup 2026. Kejuaraan ini merupakan edisi ke-30 sejak digelar untuk pertama kalinya di tahun 1996. ASEAN Hyundai Cup 2026 akan menjadi panggung bagi tim-tim sepak bola terbaik kawasan untuk memperebutkan mahkota Juara ASEAN, yang saat ini dipegang Vietnam setelah mengalahkan Thailand di final edisi tahun 2024 lalu. Hyundai Cup akan berlangsung pada 27 Juli hingga 26 Agustus mendatang, diikuti 11 negara peserta yang akan saling bersaing menjadi yang terbaik. Salah satunya harus melalui kualifikasi atau play-off yang digelar 2 dan 6 Juni 2026 yang akan diperebutkan oleh Brunei Darussalam dan Timor Leste. Pada fase grup, setiap tim akan menjalani empat pertandingan, terdiri dari dua laga kandang dan dua laga tandang.Tim yang finis sebagai juara grup dan runner-up berhak melaju ke babak semifinal. Pada fase empat besar, pertandingan akan dimainkan dalam format dua leg kandang dan tandang, begitu pula dengan partai final. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, yang hadir pada pengundian ini menyebut, timnas Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menang. Indonesia diketahui sebanyak enam kali menjadi semifinalis pada penyelenggaraan Kejuaraan ASEAN yang dulu dikenal dengan Piala AFF ini. “Saya rasa ini adalah kesempatan besar, kita sudah jadi semifinalis enam kali. Turnamen ini sangat bergengsi, punya level yang top. Tim-tim yang bermain punya kekuatan seimbang dan kita punya kesempatan (untuk menang),” harapnya saat doorstop bersama awak media. Hasil Drawing ASEAN Championship 2026: Grup A: Vietnam, Singapura, Indonesia, Kamboja, Brunei Darussalam/Timor Leste Grup B: Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, Laos

John Herdman Resmi Diperkenalkan

John Herdman

John Herdman resmi diperkenalkan PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia melalui jumpa media yang digelar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1). Pada kesempatan ini hadir Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dua Wakil Ketua Umum yakni Zainudin Amali, Ratu Tisha Destria, serta sejumlah anggota Komite Eksekutif yakni Sumardji, Endri Erawan, Vivin Sungkono, Rudy Yulianto, Ahmad Riyadh, Muhammad, dan Sekjen Yunus Nusi. Selain itu hadir Direktur Teknik Alexander Zweirs dan Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto. Pelatih asal Inggris ini menyampaikan rasa senang untuk lebih memahami karakter, kultur dan hal-hal baru khususnya untuk peningkatan prestasi sepak bola Indonesia menuju prestasi dunia. “Saya senang datang ke Indonesia bersama keluarga saya. Ini adalah negara baru, kebudayaan baru dan negara dengan fans sepak bola yang luar biasa. Ini adalah kesempatan untuk membawa prestasi sepak bola Indonesia ke panggung dunia,” kata John Herdman. “Terima kasih kepada PSSI yang sudah memberi kepercayaan saya menjadi pelatih baru Timnas Indonesia,” tambah pelatih berusia 50 tahun tersebut. Sebagai pelatih timnas Indonesia, John pun siap menyatukan potensi- potensi seluruh pemain, entah dari diaspora maupun lokal asal punya kualitas dan kriteria yang diinginkannya. Dia akan mengkombinasikan menjadi potensi yang positif untuk Indonesia. “Bagi saya, saya melihat peluang dan yang terpenting adalah menerima keberagaman ini sebagai kekuatan besar untuk Garuda,” urainya. John menilai, timnas Indonesia telah mengambil langkah dan impian besar menuju Piala Dunia 2026 namun tidak lolos. Untuk itu, dia sadar tuntutan itu akan segera berada dihadapannya. “Tentu ada tekanan, jelas, mengingat apa yang disebutkan sebelumnya, sudah dekat, tetapi belum berhasil. Jadi, apakah sudah siap menghadapi tekanan ini, terutama dari para penggemar. Anda datang ke sebuah organisasi, memimpin sebuah tim, memikul beban sebuah bangsa. Dan beban itu bisa, bisa menjadi sebuah kutukan, atau bisa menjadi sebuah berkah,” urainya lagi. “Kami akan mengolahnya menjadi sebuah berkah. Ini akan menjadi sebuah peluang besar yang akan terus saya bagikan kepada para pemain, karena saya pernah mengalami momen ketika sebuah negara berhenti sejenak, dan Anda lolos untuk pertama kalinya. Saya telah mengalami momen itu,” tuturnya usai mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 sejak 1986. John Herdman mendapatkan kontrak selama 2 tahun oleh PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia dan opsi perpanjangan kontrak kedepannya.

PSSI Resmi Tunjuk John Herdman

John Herdman

PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, pada Sabtu, 3 Januari 2026, menandai dimulainya era baru sepak bola nasional. Herdman bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman membawa team ke Piala Dunia. PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016. Sementara itu, di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022, momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia. Pada tahun 2026, Herdman dan Timnas Indonesia telah menanti agenda padat. Timnas Senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026, dilanjutkan agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026.

Nilai Pasar Jay Idzes Naik Drastis, Setara Skuad Malaysia

Jay Idez

Nilai pasar Jay Idzes kembali menjadi sorotan setelah grafik harganya melonjak tajam sepanjang 2025. Bek tengah Timnas Indonesia yang kini membela Sassuolo di Serie A itu resmi menyentuh nilai 10 juta euro, atau sekitar Rp197 miliar. Angka ini menjadikannya salah satu pemain dengan valuasi tertinggi di kawasan Asia Tenggara, bahkan lebih mahal dari total nilai pasar timnas Malaysia. Kenaikan ini terbilang luar biasa. Pada awal 2023, saat baru bergabung dengan Venezia, nilai Jay masih berada di kisaran 600 ribu Euro. Dua tahun berselang, grafiknya melonjak lebih dari 16 kali lipat. Performa solid di Italia, menit bermain yang konsisten, dan ketertarikan klub-klub besar seperti AC Milan, Inter Milan, hingga Fiorentina membuat harga Jay terus naik. Di Sassuolo musim 2025/2026, Jay menjadi andalan di jantung pertahanan. Ia sudah tampil dalam 15 pertandingan Serie A dan berduet erat dengan Tarik Muharemovic. Duet ini menghasilkan enam kemenangan dan tiga hasil imbang, dengan empat di antaranya mencatatkan clean sheet. Catatan ini mempertegas reputasi Jay sebagai bek modern dengan distribusi bola yang rapi, duel udara kuat, dan kemampuan membaca permainan yang matang. Tak heran jika Transfermarkt menempatkannya sebagai pemain termahal se-ASEAN saat ini. Bahkan, nilai individunya mampu menyamai atau melampaui valuasi beberapa tim nasional di kawasan. Lebih Mahal dari Timnas Malaysia dan Vietnam Jika dibandingkan dengan tim nasional Asia Tenggara, posisi Jay terlihat semakin mencolok. Valuasi terbaru mencatat bahwa: Timnas Malaysia (tanpa pemain naturalisasi yang sedang dihukum FIFA) memiliki total nilai pasar sekitar 7,75 juta euro. Timnas Vietnam berada di angka 6,25 juta euro. Thailand menjadi satu-satunya tim yang mendekati angka Jay, dengan total pasar 9,08 juta Euro. Artinya, nilai satu orang Jay Idzes setara atau bahkan lebih tinggi daripada nilai seluruh skuad Malaysia atau Vietnam. Ini menjadi fenomena unik di kawasan ASEAN, sesuatu yang jarang terjadi sebelumnya bagi pemain keturunan Indonesia yang berkarir di liga top Eropa. Mengapa Nilai Pasar Jay Bisa Melonjak? Ada beberapa faktor kunci yang menjadi latar belakang kenaikan nilai tersebut: 1. Konsistensi di Liga Top Eropa Serie A adalah liga dengan intensitas tinggi, dan tidak banyak pemain Asia Tenggara yang bisa bertahan di sana. Jay bukan hanya bertahan, tetapi menjadi starter reguler. 2. Usia Produktif Di usia pertengahan 20-an, Jay berada pada fase emas perkembangan pemain bertahan. Klub-klub Eropa selalu menilai tinggi pemain yang berada di puncak usia produktif. 3. Peningkatan Statistik Individu Jay menonjol dalam duel udara, progressive passes, dan konsistensi tanpa kesalahan fatal. Liga-liga besar kini menilai pemain berdasarkan data, bukan hanya reputasi. 4. Eksposur dari Timnas Indonesia Performanya bersama Timnas Indonesia juga ikut disorot, terutama ketika ia tampil solid dalam turnamen internasional. Momentum ini ikut mengerek nilai pasarnya. Dampaknya untuk Sepak Bola Indonesia Kenaikan nilai pasar Jay Idzes bukan hanya prestasi individu, ini juga menjadi momen yang mendorong reputasi pemain Indonesia di mata klub Eropa. Selama ini, pemain Asia Tenggara sering dipandang sebelah mata di bursa transfer. Namun, melonjaknya nilai Jay menunjukkan bahwa talenta dari kawasan ini bisa dihargai setara pemain Eropa. Ini juga membuka jalan bagi generasi baru pesepakbola Indonesia yang bermimpi tampil di liga top dunia. Nilai pasarnya yang mencapai 10 juta euro menjadi bukti kualitasnya sekaligus penanda bahwa pemain Indonesia bisa bersaing di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Jelang Akhir Tahun 2025, Ini Peringkat FIFA Indonesia

Tim nasional Indonesia U23

Ranking FIFA terbaru sudah dirilis. Indonesia menutup tahun 2025 di urutan 122, masih di bawah Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Posisi Timnas Indonesia tidak mengalami perubahan per 22 Desember 2025. Indonesia ada di urutan ke-122 dengan 1144,73 poin. Indonesia sudah ada di posisi tersebut sejak Oktober 2025. PSSI, selaku federasi sepakbola Indonesia, tidak memanfaatkan agenda FIFA Matchday pada November lalu. Pertandingan terakhir Indonesia adalah melawan Arab Saudi dan Irak di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia kalah dalam dua laga tersebut. Walaupun turun satu peringkat, Thailand menjadi negara di ASEAN yang punya posisi paling bagus setelah ada di tempat ke-96 dengan 1243.27. Vietnam naik tiga peringkat dengan duduk di posisi ke-107 setelah mengoleksi 1189,62 poin. Malaysia berada satu peringkat di atas Indonesia dengan 1145,89. Malaysia diketahui saat ini sedang dalam masalah karena pemalsuan dokumen naturalisasi. Posisi puncak ranking FIFA bulan ini masih ditempati Spanyol dengan 1877,18 poin. Argentina di urutan kedua dengan diikuti Prancis pada posisi ketiga. Sumber: detiksport

SEA Games 2025: Timnas U22 Kalah di Laga Perdana

Timnas Putra Indonesia U22

Timnas Putra Indonesia U22 harus mengawali perjalanan di cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2025 dengan hasil kurang memuaskan. Menghadapi Filipina pada laga perdana Grup C, Senin 8 Desember 2025 di 700th Anniversary Stadium, Chiang Mai, Garuda Muda takluk 0-1 melalui gol tunggal yang tercipta pada penghujung babak pertama. Sejak peluit awal, Indonesia tampil agresif dengan tempo cepat serta tekanan tinggi. Dalam 10 menit pertama, serangan bergelombang yang dibangun melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan antarlini membuat Filipina lebih banyak bertahan. Namun rapatnya blok pertahanan lawan membuat beberapa peluang Indonesia belum menemui target. Menit 21, peluang terbaik tercipta lewat skema bola mati. Tendangan bebas Dony Tri Pamungkas mengarah ke sudut gawang, namun kiper Filipina, N. Guimaraes, masih sigap menepis. Filipina pun mulai meningkatkan intensitas serangan balasan. Beberapa kali bola direct mereka menguji pertahanan Indonesia, namun aksi sigap Cahya Supriadi sukses mengamankan situasi. Menit 28, Garuda Muda kembali mengancam. Muhammad Ferarri melepaskan tembakan jarak jauh keras dan terukur, tetapi Guimaraes kembali menjadi pembeda melalui penyelamatan gemilangnya. Tujuh menit berselang, giliran Rivaldo Pakpahan melepaskan sepakan kaki kanan, namun bola masih melebar tipis di sisi kiri gawang lawan. Petaka hadir pada momen krusial. Di menit 45+1, lemparan ke dalam Filipina yang dilepaskan Gabriel Guimaraes memantul di area kotak penalti. Otu Banatao bergerak cepat dan mencocor bola melewati jangkauan Cahya Supriadi. Gol tersebut menutup babak pertama dengan skor 0-1 untuk Filipina. Memasuki paruh kedua, Indonesia langsung meningkatkan intensitas. Pelatih Indra Sjafri melakukan beberapa perubahan strategi dengan memasukkan Frengky Missa, Robi Darwis, Toni Firmansyah dan Rahmat Arjuna untuk menambah tenaga dan variasi serangan. Menit 68, peluang emas kembali tercipta. Berawal dari sepak pojok Dony Tri, bola liar di second ball langsung disambar Ivar Jenner. Namun sekali lagi Guimaraes tampil solid dan menangkap bola dengan sempurna. Memasuki menit 80, Filipina semakin memperdalam garis pertahanan, memaksa Indonesia bermain sabar mengalirkan bola dari sisi ke sisi. Beberapa kombinasi penetrasi sayap maupun tembakan dari luar kotak penalti belum berhasil menembus tembok rapat lawan hingga peluit panjang berbunyi. Skor 0-1 bertahan hingga laga usai, dan Indonesia harus menunda perolehan poin perdana di turnamen ini. Kekalahan ini membuat pertandingan selanjutnya melawan Myanmar pada Jumat, 12 Desember 2025 menjadi laga penting untuk menjaga peluang lolos dari fase grup.

PSSI Berkolabrasi dengan KNVB Gelar Coaching Clinic untuk Pembinaan Pemain Muda

Coaching Clinic PSSI dan KNVB

PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) bekerja sama dengan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) menggelar Coaching Clinic yang didukung oleh Indomilk Susu Steril di ASIOP Stadium, Cempaka Putih, Jakarta pada 25-26 November 2025. Program ini merupakan bagian dari MoU PSSI dengan KNVB di tahun 2024 lalu. Selain itu sebagai upaya memperkaya pembinaan pelatih serta pemain muda Indonesia lewat pendekatan sepak bola modern dan edukasi teknik. Seusai dilakukan di Timika pada tanggal 20-22 November lalu, program ini untuk pertama kalinya di Jakarta. Dua instruktur berlisensi UEFA A dari KNVB, Bert Zuurman dan Andre Simmelink, mengajarkan filosofi sepak bola Belanda yang menekankan game-based learning, pengambilan keputusan, serta koneksi kuat antara latihan dan situasi pertandingan. Dengan total 100 peserta anak, kegiatan ini membuka ruang pembelajaran yang terstruktur, progresif, dan relevan dengan kebutuhan pembinaan usia muda saat ini. Bert Zuurman mengapresiasi penyelenggaraan coaching clinic ini, mulai dari fasilitas hingga semangat peserta. “Lapangannya bagus, bolanya oke, dan semua fasilitas bisa digunakan. Semua orang di akademi sangat membantu,” kata Bert Zuurman. Bert juga menekankan pentingnya menghadirkan lebih banyak pemain perempuan pada kegiatan mendatang. “Akan sangat baik jika jumlah peserta perempuan bisa bertambah. Itu penting untuk perkembangan sepak bola perempuan di Indonesia,” tambahnya. Sementara itu, salah satu peserta merasakan langsung manfaat dari materi yang diberikan. Dafa, penjaga gawang 13 tahun, mengakui banyak peningkatan dari sisi dasar permainan. “Basic bola seperti passing dan shooting banyak ditekankan. Tantangannya di pos empat lawan empat, kami belajar transisi positif-negatif, shooting, passing, dan komunikasi,” kata Dafa. Lebih lanjut, Andre Simmelink juga menegaskan bahwa materi yang diberikan sengaja dirancang agar selalu berhubungan dengan permainan nyata. “Anda belajar sepak bola dengan bermain sepak bola. Latihan harus selalu terkait pertandingan. Pemain hanya bisa menjadi lebih baik ketika mereka berada di lingkungan yang menuntut pengambilan keputusan seperti dalam permainan sesungguhnya,” jelasnya. Andre juga menilai pentingnya kesinambungan dalam pendidikan pelatih. “Untuk berkembang, pelatih harus terus mempraktikkan apa yang dipelajari. Kursus lanjutan diperlukan untuk melanjutkan proses yang sudah dimulai ini.” Melalui kolaborasi antara PSSI, KNVB, Indomilk Susu Steril, coaching clinic ini menjadi ruang pembelajaran yang diharapkan membawa dampak positif bagi pesepak bola muda dan pelatih di Indonesia.

Inilah 23 Pemain untuk SEA Games 2025

Pemain Timnas U23

Pelatih Indra Sjafri menetapkan 23 pemain untuk berlaga di SEA Games 2025. Penetapan 23 pemain ini dilakukan pada hari ini dan pada Jumat (28/22) besok, Garuda Muda terbang ke Thailand. Komposisi 23 pemain terdiri dari klub-klub Super League dan diaspora yang berkompetisi di Eropa. “Alhamdulillah proses pemusatan latihan di Jakarta sudah selesai dan kami sudah memilih 23 pemain sesuai regulasi SEA Games 2025. Dari 23 pemain tersebut, empat di antaranya bermain di luar negeri yakni Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, dan Dion Markx,” kata Indra Sjafri. Indra Sjafri menambahkan dirinya memulangkan delapan pemain ke klub karena batas maksimal 23 orang yang boleh sesuai regulasi. “Keputusan ini diambil setelah evaluasi matang berdasarkan data-data yang ada selama pemusatan latihan bulan Oktober dan November serta pengamatan pemain saat bermain di Super League yang dilakukan bersama staf pelatih dan team performance,” tambahnya. Pada ajang SEA Games 2025, Indonesia berada di grup C bersama Filipina, Singapura dan Myanmar. Indonesia direncanakan memulai laga perdana melawan Singapura tanggal 5 Desember mendatang. “Dalam kesempatan ini kami ucapkan terima kasih untuk PSSI yang berupaya memastikan pemain abroad yang bisa ikut serta ke SEA Games 2025 ini walaupun bukan Kalender FIFA. Terima kasih juga untuk I.League dan klub-klub yang sudah membantu dalam pembentukan skuad Timnas SEA Games 2025 sampai penetapan sebanyak 23 pemain ini,” tukas Indra Sjafri. Sebelum mengikuti SEA Games 2025, Garuda Muda melakoni laga uji coba internasional dengan melawan India dan Mali yang masing-masing bermain dua kali di Stadion Madya, Jakarta dan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Daftar 23 pemain Indonesia untuk SEA Games 2025 Thailand: Kiper Cahya Supriadi – PSIM Yogyakarta Daffa Fasya – Borneo FC Muhammad Ardiansyah – PSM Makassar Bek Dony Tri Pamungkas – Persija Jakarta Frenkgy Missa – Bhayangkara Presisi Dion Markx – TOP OSS Kadek Arel – Bali United Kakang Rudianto – Persib Bandung Muhammad Ferrari – Bhayangkara Presisi Robi Darwis – Persib Bandung Raka Cahyana – PSIM Yogyakarta Gelandang Ananda Raehan – PSM Makassar Rayhan Hannan – Persija Jakarta Rivaldo Pakpahan – Borneo FC Toni Firmansyah – Persebaya Surabaya Zanadin Fariz – Persis Solo Ivar Jenner – FC Utrecht Penyerang Hokky Caraka – Persita Tangerang Rafael Struick – Dewa United Jens Raven – Bali United Rahmat Arjuna – Bali United Marselino Ferdinan – AS Trencin Mauro Zijlstra – FC Volendam

Daftar Lengkap Penghargaan Piala Dunia U17

Pemain Terbaik Piala Dunia U17 2025

Portugal memenangkan Piala Dunia U17 usai mengalahkan Austria di babak final, Kamis (27/11) waktu setempat. Portugal menang tipis 1-0 lewat gol Anisio Cabral di menit ke-32. Kemenangan tersebut membuat Portugal untuk kali pertama jadi juara Piala Dunia U17. Sukses itu juga diiringi oleh keberhasilan pemain-pemain mereka memenangkan penghargaan individu. Gelandang serang mereka, Mateus Mide berhasil terpilih sebagai pemain terbaik. Mide jadi otak permainan dan serangan Portugal di Piala Dunia U17 ini. Selain Mide, pemain lainnya yang juga mendapatkan penghargaan individu adalah Romario Cunha. Cunha merebut sarung tangan emas pertanda jadi kiper terbaik di turnamen ini. Dalam perjalanan merebut gelar juara, Cunha hanya kebobolan empat gol. Menariknya, sejak babak 16 besar Cunha tidak pernah lagi merasakan memungut bola dari dalam gawang. Anisio Cabral yang mencetak gol di babak final meraih sepatu perak. Hal itu pertanda ia ada di posisi kedua dalam urusan gol terbanyak. Posisi pertama alias perebut sepatu emas adalah Johannes Moser. Bomber Austria itu mencetak delapan gol, unggul satu gol atas Cabral. Selain merebut sepatu emas, Moser juga meraih gelar silver ball alias bola perak. Ia ada di bawah Mide yang jadi pemenang. Sementara itu posisi pemain terbaik ketiga alias Bronze Ball ditempati oleh Mauro Furtado yang juga berasal dari Portugal. Daftar Lengkap Penghargaan Piala Dunia U17 2025 Pemain Terbaik Golden Ball: Mateus Mide (Portugal) Silver Ball: Johannes Moser (Austria) Bronze Ball: Mauro Furtado (Portugal) Top Skorer Golden Boot: Johannes Moser (Austria) – 8 Gol Silver Boot: Anisio Cabral (Portugal) – 7 Gol Bronze Boot: Dell (Brazil) – 5 Gol Kiper Terbaik Golden Glove: Romario Cunha (Portugal) FIFA Fair Play Trophy Republik Ceko

5 Fakta Menarik Usai Portugal Juara Piala Dunia U17 2025

Anisio Cabral

Portugal berhasil menjadi juara Piala Dunia U17 2025. Berikut fakta menarik di balik sukses tersebut. Portugal mampu menjadi juara setelah mengalahkan Austria dengan skor tipis 1-0. Anisio Cabral jadi pencetak gol tunggal kemenangan Portugal di laga tersebut. Berikut fakta menarik di balik keberhasilan Portugal juara Piala Dunia U17 2025: 1. Portugal untuk pertama kalinya berhasil jadi juara Piala Dunia U17 di edisi 2025. Sebelumnya, pencapaian terbaik Portugal di Piala Dunia kategori ini adalah peringkat ketiga pada 1989. 2. Portugal mengawinkan gelar Piala Dunia -17 dengan Piala Eropa U17. Sukses ini jadi salah satu gambaran sukses regenerasi Portugal. 3. Anisio Cabral finis di posisi kedua daftar top skor dengan catatan tujuh gol. Ia hanya kalah dari Johannes Moser asal Austria. Sedangkan Mateus Mide jadi pemain terbaik serta Romario Cunha jadi kiper terbaik. 4. Portugal tidak pernah kebobolan dari babak 16 besar hingga laga final. Secara total, Portugal hanya kebobolan empat gol di Piala Dunia U17 2025. 5. Satu-satunya tim yang mengalahkan Portugal di Piala Dunia U17 2025 adalah Jepang. Jepang menang 2-1 atas Portugal dan kemudian Jepang sendiri kalah dari Austria di babak perempat final.

Taklukkan Austria, Portugal Juara Piala Dunia U17

Timnas Portugal U17

Portugal menjuarai Piala Dunia U17 2025 setelah menaklukkan Austria 1-0 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Kamis (27/11/2025) malam. Gol kemenangan ditorehkan Anisio Cabral pada menit 32 setelah menerima umpan tarik Duarte Cunha. Gelar ini menjadi trofi pertama Portugal pada ajang Piala Dunia U17 sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Raihan tersebut melampaui pencapaian terbaik sebelumnya yang hanya peringkat ketiga pada edisi 1989. Sedangkan Austria mencatat sejarah baru dengan menempati posisi kedua pada turnamen tahun ini. Prestasi tersebut menjadi peningkatan signifikan setelah sebelumnya hanya mampu lolos fase grup. Italia mengunci peringkat ketiga usai menang adu penalti 4-2 atas Brasil pada perebutan tempat ketiga. Kedua tim bermain imbang 0-0 selama waktu normal sehingga laga ditentukan lewat penalti. Portugal tampil agresif sejak awal laga melalui ancaman tendangan Duarte Cunha pada menit ketiga. Austria membalas lewat peluang Hasan Deshishku dan Johannes Moser, namun keduanya gagal menjadi gol. Memasuki babak kedua, Austria berusaha menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Deshishku pada menit 48. Kiper Portugal Romario melakukan penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan timnya. Peluang terbaik Austria lahir dari sundulan Ifeanyi Ndukwe pada menit 81 tetapi kembali digagalkan Romario. Hingga peluit akhir berbunyi, Portugal mempertahankan skor 1-0 dan memastikan gelar juara.

Jadwal Timnas Indonesia U23 di SEA Games 2025

Timnas Indonesia U23

SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand pada 9-20 Desember 2025. Cabor sepakbola akan start lebih dulu. Berikut schedule beraksi Timnas Indonesia U23. Indonesia ada di Grup C, bersaing dengan Singapura, Filipina, dan Myanmar. Laga-laga Grup C akan berlangsung di 700th Anniversary Stadium, Chiangmai, Thailand. Indonesia akan menjalani pertandingan pertama pada 5 Desember 2025, Singapura yang akan menjadi lawannya. Setelah itu, Indonesia berturut-turut akan melawan Filipina dan Myanmar. Menatap SEA Games kali ini, Indonesia menyandang status sebagai peraih emas di edisi sebelumnya. Dari tiga grup, masing-masing juara grup akan lolos langsung ke semifinal. Satu slot lain di semifinal akan diberikan kepada runner-up terbaik. Indonesia ditangani oleh Indra Sjafri di SEA Games 2025. Garuda Muda tengah mengupayakan pemain-pemain diaspora seperti Ivar Jenner, Justin Hubner, Mauro Zijlstra agar bisa memperkuat tim. Selain itu, Marselino Ferdinan juga tengah diusahakan bisa bermain di SEA Games 2025. Di SEA Games kali ini, Indonesia tak ditarget meraih emas oleh PSSI. Tim Merah-Putih hanya diberi beban medali perak. Jadwal SEA Games 2025 Cabor Sepakbola Putra Grup C 5 Desember 2025 Indonesia vs Singapura – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Myanmar vs Filipina – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai 8 Desember 2025 Filipina vs Indonesia – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Singapura vs Myanmar – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai 12 Desember 2025 Filipina vs Singapura – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Indonesia vs Myanmar – 700th Anniversary Stadium, Chiangmai Sumber: Detiksport

Pelatih dan Atlet Usia Muda Dapat Pembekalan di Talent Development Scheme 2025

Talent Development Scheme 2025

PSSI menggelar Talent Development Scheme (TDS) pada 7-11 November 2025 di Jakarta. Program yang merupakan inisiatif FIFA ini dirancang untuk memperkuat kemampuan talent scouting pelatih Indonesia, sekaligus memberi pemahaman kepada para pemain muda tentang pentingnya memantau perkembangan performa sejak usia dini. Kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu Talent Scout Evaluation Programme – Piala Soeratin 2025 serta sesi pengembangan bagi pemain-pemain muda potensial dari berbagai klub dan sekolah sepak bola di Indonesia. Kartono Pramdhan, Kepala Departemen Coach Education PSSI, menegaskan bahwa program ini memperlihatkan kedekatan FIFA dengan federasi anggotanya. “Talent Development Scheme ini adalah program FIFA sebenarnya. Fokusnya bagaimana FIFA lebih dekat ke anggotanya, termasuk PSSI, untuk mengembangkan talent scouting. Sehingga pemain-pemain berbakat di seluruh Indonesia bisa ditemukan oleh para pelatih Indonesia,” ujarnya pada Jumat 7 November 2025. Sementara itu, M. Fahmi Hasan selaku Koordinator Tim Riset TDS PSSI menekankan pentingnya edukasi mengenai pemantauan pertumbuhan atlet usia muda. “Para pelatih dan para atlet diberi pemahaman bahwa sejak usia 13 tahun mereka perlu melakukan pengetesan secara rutin agar mengetahui perkembangan relatif mereka. Atlet pun harus memahami bahwa pengetesan sangat penting,” jelas Fahmi. Rendi Irwan Saputra, Asisten Pelatih Deltras FC U15, mengaku mendapatkan banyak wawasan berharga dari program ini. “Pengalaman yang saya dapat luar biasa. Kami bertukar pikiran dengan pelatih dari seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Saya pulang membawa ilmu tentang teknik, taktik, mental, sampai penilaian performa harian pemain,” ujarnya. Pada TDS kali ini, peserta datang dari beragam daerah, klub, dan sekolah sepak bola, sehingga proses diskusi serta penyamaan standar talent scouting semakin kaya dan komprehensif. Daftar peserta untuk kategori pelatih: U13 Peter Sianjuon Sihombing, Pelatih Kepala, Terang Bangsa Budi Hariyanto, Pelatih Kiper, Persebaya Surabaya Rizky Habibilah, Asisten Pelatih, Persib Bandung Muslidar H. Ahmad, Analis, Alfarlaky FC Apridiawan, Pelatih Kepala, ASIOP Football Academy Yoga Nofril Nanda, Asisten Pelatih, SSB Sumbawa Muda Niko Ardiansah, Pelatih Kiper, Mataram Utama FC Izaac Johannis Wanggai, Pelatih Kepala, PS Freeport Indonesia Dwi Joko Priihatin, Manajer, PFA Surakarta M. Syafiq, Asisten Pelatih, PS Ogan Ilir Ahmad Syauqi Doreis, Pelatih Fisik, SSB Bimba Aiueo SS U15 Katon Cahyo Gumilang, Asisten Pelatih, PSDS Deli Serdang Rendi Irwan Saputra, Asisten Pelatih Kepala, Deltras FC Randi Barten Kansil, Asisten Pelatih, PS Freeport Indonesia Deris Herdiansyah, Pelatih Kepala, Persipan Pandeglang Mulya Saputra, Pelatih Kepala, Juang FC Iif Afriyandi, Pelatih Kepala, Persikota Tangerang U17 Julian Kusumah, Pelatih Kepala, Persija Jakarta M. Nurhadi El Hamid, Pelatih Kepala, Persika Karanganyar Fajar Subekti, Pelatih Kepala, PSS Sleman Andreas Johanes Kastanja, Pelatih Kepala, Persebaya Surabaya Muh Hasrul M, Manajer Klub, PS Bangau Putra Markus Mandowen, Sekretaris Tim, Doberay FC Manokwari Peserta TDS untuk kategori pemain: TIM A Avico Naufal Paramaditya – GK – Terang Bangsa Putra Ardiansyah – GK – Sumbawa Muda Nagata Akmal Fawwaz – CB – Mataram Utama FC Sakti Dwi Abhiseka – CB / LB – Terang Bangsa Davin Dwi Ardian – RB / CB – Persib Bandung Achmadi Ardian Naurafky – LB / LWF / CB – Persebaya Surabaya Muhammad Naufal Maulidan Saputra – DMF – Persebaya Surabaya Shefaro Wildan Muhammad – MF – Mataram Utama FC Keznie Al Rasyid Dewantara – MF – Persebaya Surabaya Kevin Ardiansyah – MF – Terang Bangsa Mahardico Abirza – MF – DY FC Batam Mochammad Ridho Susanto – RWF – Persebaya Surabaya Mahargia Ananta Putra – ST – Terang Bangsa Faissal Nuralifianto – LWF / RWF – Persib Bandung Satria Margo Wijaya – RWF – Terang Bangsa TIM B Dastan Alam – GK – Persib Bandung Iwank Bintang Asmara – GK – Mataram Utama FC Andika Dwi Pratama – CB – Terang Bangsa Chen Cen Herdiansyah – RB / RWF / CB / LWF / LB / ST – Persib Bandung Bangkit Maulana Ibrahim – RB – Terang Bangsa Rausyan Ocank Syam – LB / MF / DMF – Persib Bandung Syifaul Umam Nasution – DMF – Persebaya Surabaya Muhammad Dilham Putra Aryyan – MF / DMF – Persib Bandung Muhammad Rizky – MF – Sumbawa Muda Putu Suteja Rumana Kartika – DMF – Terang Bangsa Rafa Aqilah Maghribi Ryanto – RWF / MF – Persebaya Surabaya Bagas Hamzah Aditya – LWF / RWF – Terang Bangsa Bagas Tri Nugraha – ST – Mataram Utama FC Darrel Kennard Kalani Defianto – ST – Persebaya Surabaya

Timnas Indonesia U22 Tahan Imbang Mali

Timnas Indonesia U22

Timnas Indonesia U22 bermain imbang 2-2 melawan Mali pada laga uji coba kedua yang digelar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Selasa 18 November 2025 malam. Dalam international friendly match jelang SEA Games 2025 itu, Garuda Muda tampil lebih ngotot dan menunjukkan karakter. Sejak kick-off, Indonesia langsung menekan. Baru dua menit berjalan, Mauro Zijlstra sudah melepaskan dua tembakan, namun keduanya masih mampu diantisipasi barisan pertahanan Mali. Tekanan di awal laga berbuah hasil pada menit ke-8. Pertahanan Mali yang panik membuat bola liar mengarah ke Ivar Jenner, namun sepakan Jenner tersebut belum berujung gol. Keasyikan menyerang, Mali justru mampu membuka keunggulan. Menit ke-11, Sekou Kone menyambar umpan cutback dari sisi kanan dan menaklukkan Daffa Fasya. Indonesia tertinggal 0-1. Garuda Muda mencoba membalas. Peluang hadir menit ke-36 melalui sundulan Muhammad Ferarri yang memanfaatkan skema sepak pojok, tetapi kiper Mali, Mayame Sissoko, masih sigap menangkap bola. Indonesia akhirnya menyamakan skor pada menit ke-38. Mauro Zijlstra menerima umpan matang dari Hokky Caraka, mengecoh bek Mali, lalu menembak dengan kaki kiri ke sisi kanan gawang. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih agresif. Menit ke-52, Raka Cahyana melepas umpan cutback yang mengarah kepada Rafael Struick tanpa kawalan. Bola sempat mengenai tiang sebelum masuk ke gawang, membuat Indonesia berbalik unggul 2-1. Mali nyaris membalas pada menit ke-60 lewat tendangan salto spektakuler, namun Daffa Fasya melakukan penyelamatan gemilang. Tekanan Mali akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-71. Sekou Kone kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah lolos dari pengawalan dan menyelesaikan peluang dengan tenang. Skor kembali imbang 2-2. Pelatih Indra Sjafri merespons dengan melakukan tiga pergantian pada menit ke-76. Jens Raven, Rayhan Hannan, dan Brandon Scheunemann masuk menggantikan Dion Markx, Rafael Struick, dan Mauro Zijlstra. Indonesia mendapat peluang lewat tendangan bebas Dony Tri Pamungkas pada menit ke-84, namun Sissoko kembali tampil sigap. Satu menit kemudian, Robi Darwis masuk menggantikan Raka Cahyana. Di sisa waktu, kedua tim berupaya mencari gol penentu, namun tak ada tambahan gol hingga peluit akhir dibunyikan. Hasil imbang 2-2 ini menjadi bahan evaluasi sekaligus modal berharga bagi Garuda Muda sebelum terbang ke Thailand untuk menghadapi SEA Games 2025.

Timnas U22 Kalah Di Laga Uji Coba Pertama Lawan Mali

Timnas Indonesia U22

Timnas Indonesia U22 harus mengakui keunggulan Mali dengan skor 0-3 dalam laga uji coba internasional di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu 15 November 2025. Pertandingan yang menjadi bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025 ini menghadirkan banyak momen penting, sekaligus catatan evaluasi bagi skuad asuhan Indra Sjafri. Sejak kickoff, pertandingan berjalan intens. Pada menit ke-2, Timnas Indonesia U22 membuka peluang lebih dulu lewat serangan balik cepat. Dony Tri Pamungkas melepaskan tembakan kaki kiri, namun upayanya masih diamankan kiper Mali, Bourama Kone. Tiga menit berselang, Mali memecah kebuntuan. Dari situasi sepak pojok, Sekou Doucoure berhasil menyambut bola dengan sundulan yang tak mampu diantisipasi lini pertahanan Garuda Muda. Mali unggul 1-0. Indonesia mencoba merespons, salah satunya pada menit ke-18 lewat umpan silang Rafael Struick yang disundul Ananda Raehan, tetapi bola masih tepat mengarah ke kiper. Tekanan Indonesia berlanjut di menit ke-20 melalui pergerakan Dony Tri Pamungkas yang memaksa pemain belakang Mali hampir mencetak gol bunuh diri. Namun peluang itu hanya berbuah sepak pojok. Mali menggandakan keunggulan pada menit ke-33 lewat aksi individu Wilson Samake. Setelah melakukan solo run, ia melepaskan tembakan kaki kanan yang mengarah ke pojok gawang, membuat Indonesia tertinggal 0-2. Menjelang akhir babak pertama, Indonesia mendapat peluang dari tendangan bebas setelah Mauro Zijlstra dilanggar, tetapi eksekusi Ivar Jenner membentur pagar betis. Pada menit ke-45, Dony Tri kembali mengancam lewat tembakan kaki kanan yang ditepis kiper. Babak pertama berakhir 0-2. Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia U22 tampil dengan pressing lebih agresif. Menit ke-53, Dony Tri mengeksekusi tendangan bebas, namun bola melambung tinggi. Di sisi pertahanan, Cahya Supriadi melakukan penyelamatan penting pada menit ke-72 dengan menepis tembakan Sekou Kone. Upaya Indonesia untuk mencari gol tak berhenti, termasuk aksi Dony Tri pada menit ke-84 yang masih digagalkan kiper Mali. Di masa tambahan waktu, Mali menutup pertandingan dengan gol jarak jauh Moulaye Haidara sehingga skor menjadi 0-3. Selanjutnya, I Kadek Arel Priyatna dkk akan kembali menghadapi Mali pada laga uji coba kedua tanggal 18 November 2025 mendatang.