Gowes Nusantara 2019 Kembali Dihelat, Tingkatkan Kebugaran dan Kesehatan Masyarakat

Gowes Nusantara yang berada di bawah payung Ayo Olahraga kembali digelar. Kota Padang, Sumbar, akan menjadi penanda dimulainya program ini pada 31 Maret 2019. (Adt/NYSN)

Jakarta- Gelaran sepeda santai bertajuk ‘Gowes Nusantara 2019’, di bawah payung Ayo Olahraga ini mengusung tema ‘Kita Semua Bersaudara’. Tema ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan bagi seluruh rakyat Indonesia, terlepas apapun sukunya, bahasanya, warna kulitnya, maupun agama yang dianutnya. Dan, kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada 31 Maret nanti akan menjadi penanda dimulainya program bernama Gowes Nusantara 2019. Program yang bertujuan mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahaga ini akan dilaksanakan di 50 titik Kabupaten/Kota yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Tanah Air. “Kami ingin berbuat untuk masyarakat dalam rangka hidup aktif, sehat dan bugar dengan cara Gowes Nusantara. Ini adalah tahun ketiga sejak 2017, dan dilaksanakan di 50 titik Kabupaten/Kota. Konsepnya juga masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Raden Isnanta, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), Jumat (29/3). “Dengan menguatkan rasa kebanggaan pada bangsa, bersamaan dengan kegiatan ini kami akan mengumpulkan olahraga tradisional,” tambahnya. Sedangkan puncak Gowes Nusantara 2019 rencananya bakal dilaksanakan pada September 2019. Tepatnya, saat perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas), pada 9 September mendatang. Lebih lanjut, Isnanta menilai kesuksesan gelaran yang sama pada dua tahun sebelumnya di luar ekspektasi. “Tolak ukurnya ialah dari antusiasme masyarakat yang begitu tinggi dalam mengikuti program Kemenpora di tiap titiknya. Program ini nantinya harus bisa menjadi stimulus yang mampu membangun kesadaran tiap individu untuk berolahraga,” tutur Isnanta. Ditambahkannya, kondisi tersebut secara otomatis akan meningkatkan angka kesehatan dan kebugaran. “Tren ini begitu terlihat selama dua tahun terakhir, di mana karakter serta partisipasi masyarakat berolahraga terus menanjak,” tegasnya. Menurut data dari pemerintah, presentase partisipasi masyarakat berolahraga selalu menunjukkan peningkatan yang melebihi target. Pada 2017 misalnya, target 30 persen partisipasi yang dicanangkan, ternyata mendapat capaian atau realisasi sebesar 32 persen. Begitu pula pada 2018, dari target 33 persen, realisasinya adalah 34 persen. Kendati sudah melebihi ekspektasi, partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga pada level 34 persen pada 2018 ini ternyata dinilai masih rendah jika dibandingkan dengan total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 265 juta jiwa. “Di tiap titik kami targetkan 2000 peserta, tapi juga bisa lebih. Tergantung kesiapan dari masing-masing Kabupaten/Kota tersebut,” tegas Isnanta. Sementara itu, Teguh Rahardjo, Asisten Deputi III Pengelolaan Olahraga Rekreasi Kemenpora, menjelaskan program Sepeda Nusantara ini makin digemari masyarakat. “Program ini sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kebugaran masyarakat. Kami perkirakan akan ada 5000 peserta pada saat kick-off nanti di Padang,” tutur Teguh. Di sisi lain, seperti tahun-tahun sebelumnya, Jelajah Sepeda Nusantara kembali hadir sebagai rangkaian dari Gowes Nusantara 2019. Dimulai dari daerah paling ujung di Timur Indonesia (Papua). Mulai dari Merauke, Jayapura, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, rombongan yang terdiri dari 15 pesepeda itu akan menyusuri jalanan Indonesia, mengayuh sepedanya sejauh 5000 Km yang akan berakhir di Mataram (Nusa Tenggara Barat). (Adt)

Kampiun All England 2019, Hendra/Ahsan Diguyur Bonus dari PB Djarum dan Jaya Raya Rp 450 Juta

Juara All England 2019 Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mendapatkan bonus total Rp 450 juta dari masing-masing klubnya yakni PB Djarum Kudus dan PB Jaya Raya. (Adt/NYSN)

Jakarta- Sukses menjadi kampiun All England 2019, ganda senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kembali diguyur bonus. Kali ini, bonus diberikan klub mereka masing-masing, yakni PB Djarum Kudus dan Jaya Raya. Duet berjuluk ‘The Daddies’ itu merajai turnamen tertua sekaligus bergengsi setelah menaklukan pasangan muda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, rubber game, 11-21, 21-14, 21-12, di Birmingham Arena, Inggris, Minggu (10/3). Berkat prestasi membanggakan tersebut, Djarum Foundation bersama Yayasan Pembangunan Jaya Raya memberikan apresiasi kepada Hendra/Ahsan berupa bonus senilai total Rp 450 juta yang digelar di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/3). Ahsan yang merupakan atlet binaan PB Djarum Kudus dan Hendra asal PB Jaya Raya, masing-masing mendapatkan uang tunai Rp 200 juta ditambah voucher dari Tiket.com senilai Rp 25 juta. Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, mengatakan pemberian bonus merupakan komitmen dari Djarum Foundation yang selalu mendukung atlet-atlet PB Djarum untuk meraih prestasi tingkat dunia. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mohammad Ahsan atas pencapaiannya di All England 2019. Ahsan adalah sosok yang punya semangat pantang menyerah dan mentalitas juara dunia. Semoga bonus ini bisa menambah motivasi Ahsan dan menjadi inspirasi para atlet yang lebih muda,” ujar Yoppy. Senada, Imelda Wigoena, Ketua Harian PB Jaya Raya, menegaskan pemberian bonus kepada Hendra adalah bentuk perhatian dan kepedulian Yayasan Pembangunan Jaya Raya terhadap para atletnya. “Bagi Jaya Raya, Hendra merupakan panutan dan pribadi yang istimewa, baik di lapangan maupun di kehidupan sehari-hari. Penghargaan ini merupakan bentuk motivasi kepada Hendra dan juga atlet-atlet lainnya, agar terus berusaha selagi mampu. Kami akan terus mendukung,” terang Imelda. Gelar juara yang diraih Hendra/Ahsan di ajang All England 2019 melanjutkan tradisi Indonesia dalam menjuarai turnamen bulutangkis BWF World Tour Super 1000 tersebut. Sebelumnya, dua tahun berturut-turut titel juara All England diraih kompatriot mereka, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Pengalaman, kematangan, dan semangat pantang menyerah membuat Hendra/Ahsan berhasil menundukkan lawannya. Kemenangan ini juga terasa sangat manis karena Hendra/Ahsan berhasil mengulang kesuksesan mereka lima tahun yang lalu sebagai juara All England 2014. Ahsan dan Hendra menyambut baik apresiasi yang diberikan klub terhadap mereka, dan menilai apresiasi dari klub menjadi dorongan yang kuat untuk tetap berkiprah dan terus meraih prestasi yang lebih baik. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan latihan dari klub yang begitu besar. Ini menjadi motivasi yang sangat kuat untuk kami. Semoga kedepan kami masih bisa terus meraih prestasi,” cetus Ahsan. Sedangkan Hendra menyebut apresiasi ini menjadi penyemangat dirinya bersama Ahsan agar bisa terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. “Terima kasih atas perhatian dari klub, semoga penghargaan ini juga menjadi motivasi atlet-atlet lainnya yang lebih muda, supaya berusaha lebih keras lagi untuk menjadi juara,” timpal Hendra. Sementara itu, Rudi Hartono, Ketua Umum PB Jaya Raya, menyebut Hendra/Ahsan sebagai contoh sekaligus panutan bagi para pemain muda. “Mereka bisa menjadi contoh dan panutan bagi para pemain muda untuk terus berjuang. Di All England menjadi juara di atas usia 30 tidak mudah. Jadi harus berjuang, terus berlatih dan jangan patah semangat, dan harus menjadi motivasi,” cetus Rudi. “Semoga melalui penghargaan ini makin banyak pemain Indonesia yang bisa berprestasi di tingkat dunia,” tambah juara All England selama 8 kali pada era 1960-an dan 1970-an itu. Dalam kesempatan itu, Djarum Foundation juga menggelar seremoni pemberian bonus kepada Tim Beregu Putra PB Djarum yang berhasil meraih titel juara di ajang Djarum Superliga Badminton 2019. Bonus senilai Rp 300 juta diberikan Djarum Foundation kepada Tim Putra PB Djarum yang terdiri dari Ihsan Maulana Mustofa, Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Shesar Hiren Rhustavito, Akbar Bintang Cahyono/Berry Angriawan, dan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, Alberto Alvin, Bagas Maulana, dan Praveen Jordan. Bonus ini semakin menambah pundi-pundi para atlet putra PB Djarum, di samping hadiah utama dari Djarum Superliga Badminton sebesar 80 ribu dollar Amerika Serikat (AS). Diketahui Tim Putra PB Djarum mencapai podium tertinggi berkat kemenangan 3-1 atas tim juara bertahan Superliga dalam empat edisi terakhir, Musica Trinity, dalam laga final di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/2). “Bonus untuk tim putra yang menjuarai Djarum Superliga Badminton 2019 merupakan bagian dari skema Djarum Foundation dalam mengapresiasi dan memotivasi para atlet-atlet PB Djarum. Kami berharap para atlet ini, terutama atlet-atlet muda akan semakin terpacu semangatnya meraih prestasi yang lebih tinggi,” ungkap Yoppy. Meski telah melahirkan pebulutangkis papan atas seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan, dan Tantowi Ahmad, namun baru pada tahun ini PB Djarum berhasil menjadi kampiun Djarum Superliga Badminton. Gelar juara terasa makin spesial mengingat klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah itu, sama sekali tidak menurunkan pemain asing di nomor beregu putra. “Tahun ini kami hanya mengandalkan pemain sendiri. Kami memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk tampil. Bagi kami menang atau kalah itu belakangan, yang penting main. Ternyata permainan mereka semakin hari semakin bagus. Kami jadi semakin percaya diri mengandalkan pemain sendiri,” tukas Yoppy. (Adt)

Juara All England 2019 Hendra/Ahsan Diganjar Bonus Rp 240 Juta, Picu Motivasi Atlet Junior Berjuang Lebih Keras

Ganda senior Hendra/Ahsan mendapatkan bonus Rp 240 juta perorang dari Kemenpora usai meraih gelar juara All England 2019. (Adt/NYSN)

Jakarta- Ganda putra senior Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tiba di Tanah Air pada Minggu (17/3) malam usai menjadi kampiun di ajang kejuaraan tertua sekaligus paling bergengsi di dunia, All England 2019. Kedatangan Hendra/Ahsan di Terminal 3 Bandara International Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, disambut Raden Isnanta (Deputi Pembudayaan Olahraga), mewakili Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga/Menpora), bersama Wiranto (Ketua Umum Pengurus Pusat Persatusn Bulutangkis Seluruh Indonesia). Hendra/Ahsan sukses menjadi juara All England 2019 usai menaklukan ganda muda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di partai final, Minggu (10/3), rubber game, dengan skor 11-21, 21-14, 21-12. Usai menjadi juara di Negeri Ratu Elizabeth, Hendra/Ahsan langsung mengikuti kejuaraan Swiss Open 2019. Namun, langkah mereka terhenti di perempat final usai takluk dari wakil Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin (8), rubber game, 26-24, 7-21, 12-21. Dan, sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan keras The Daddies dalam meraih juara All England 2019, pemerintah melalui Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) memberikan bonus sebesar Rp 240 juta perorang. “Bonus Rp 240 juta diterima masing-masing Hendra dan Ahsan ini sudah bersih tidak ada potongan pajaknya dan untuk pelatihnya juga ada sedang kami siapkan,” ujar Isnanta. Dalam kesempatan itu, Isnanta mengatakan pemerintah sangat mengapresiasi dan bangga bahwa bulutangkis bisa menghadirkan sebuah kebanggaan untuk masyarakat Indonesia. Terlebih, lanjut Isnanta, mereka menjadi juara di ajang kejuaraan tertua dan paling bergengsi, selain kejuaraan dunia dan Olimpiade. “Mereka telah membuktikan bahwa umur bukan patokan untuk menjadi juara. Terbukti mereka masih mampu menjaga performanya. Ini akan menginspirasi atlet junior akibat kematangan dan konsistensi mereka dalam menjaga mental, strategi dan teknik yang baik, sehingga akan lahir juara-juara lain,” tambah Isnanta. “Terima kasih untuk peran besar PBSI di bawah kepemimpinan Wiranto karena bisa membimbing juara dalam mengharumkan nama Indonesia,” tutur Isnanta. Sedangkan Ahsan mengaku bersyukur atas pencapaian prestasi ini karena kedepan masih banyak target pertandingan yang harus diraih. “Pasti senang dan bersyukur karena setelah lima tahun bisa juara All England lagi. Saya berharap bisa berprestasi terus untuk bangsa dan prestasi ini bisa memotivasi atlet junior agar lebih keras lagi berjuang,” cetus Ahsan. “Terima kasih kepada Kemenpora atas pemberian bonus. Kami senang dan bukan masalah nilainya, tapi perhatian pemerintah kepada kami sebagai atlet,” sambung pebulutangkis kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 9 Juli, 31 tahun silam itu. Senada, Hendra mengapresiasi penghargaan yang diberikan Kemenpora. “Terima kasih banyak kepada Kemenpora dan Pak Wiranto dan juga untuk keluarga kami yang telah memberikan dukungan,” terang Hendra. Hendra mengungkapkan meski mengalami cedera, namun dirinya tak lagi memikirkan kondisi yang dialaminya ketika berlaga di partai final All England 2019. “Kami tidak mikir pressure, cedera dan lainnya. Kami hanya fokus ke perolehan poin demi poin. Kedepan kami berdua berharap bisa lolos Olimpiade,” terang pria Kelahiran Pemalang, Jawa Tengah, 34 tahun silam itu. Sementara itu, Wiranto mengaku bangga atas prestasi Hendra/Ahsan karena berhasil mengembalikan supremasi bulutangkis dunia ke Indonesia. “Perjuangan tidak mudah karena sengitnya persaingan bulutangkis dunia. Kita bersyukur Hendra/Ahsan memberikan pengabdian terbaik meskipun kita lihat perjuangan mereka luar biasa. Dimana saat semifinal, Hendra terpaksa dibalut kakinya akibat cedera dan menghadapi final yang sangat berat. Rasanya tidak mungkin bisa juara, tapi ternyata bisa unggul karena semangat yang tidak kenal menyerah dari Hendra/Ahsan,” tukas Wiranto. “Semoga ini menjadi pemicu bagi para pemain muda. Usia dan kondisi bisa dipicu dengan semangat pantang menyerah,” tutupnya. (Adt)

Bulan Juli Berlaga di Pentas Internasional, Kemenpora-BLiSPI Berangkatkan Tim Pelajar U-15 ke Portugal

Kemenpora bersinergi dengan BLiSPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia) dan sponsor akan memberangkatkan Tim Pelajar Usia (U)-15 ke Portugal, mengikuti turnamen sepak bola usia muda Iber Cup 2019, di kota Lisbon, pada 1-6 Juli. Raden Isnanta berharap skuat Garuda Muda mendapatkan pengalaman berlaga di pentas internasional. (Istimewa)

Jakarta- Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) bersinergi dengan BLiSPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia) dan sponsor akan memberangkatkan Tim Pelajar Usia (U)-15 ke Portugal, mengikuti turnamen sepak bola usia muda Iber Cup 2019, di kota Lisbon, pada 1-6 Juli mendatang. Raden Isnanta, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, menyebut keberangkatan atlet pelajar ke kancah internasional akan memberikan pengalaman yang sangat luar biasa. “Kami berharap anak-anak ini memperoleh pengalaman yang luar biasa. Sebab, pengalaman internasional dari para atlet top dari ‘benua sepak bola’ merupakan sesuatu yang harus diperoleh,” ujar Isnanta, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2). Diungkapkan Isnanta, bahwa gelar juara bukan tujuan utama dari skuat Garuda Muda ini, namun pengalaman menjadi sesuatu yang lebih berharga. “Kalau juara memang bukan target tim pelajar ini. Apalagi kompetitornya memang luar biasa, karena selama ini tim terbaik Indonesia saja hanya masuk 8 besar,” lanjutnya. “Tapi dengan melawan postur tinggi dan pola pembinaan yang benar disana, harapan kami mereka bisa mendapatkan ilmu yang berharga,” tambah Isnanta. Pria Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu, menegaskan pemerintah menyiapkan generasi muda sepak bola ini untuk go internasional bukan tanpa tujuan. “Terlebih Indonesia ingin kembali menjadi “macan Asia’ untuk itu kami bersyukur anak-anak ini diperkenalkan ke pentas Eropa sejak usia dini,” terangnya. Lebih lanjut, ungkap Isnanta, dengan dana yang sangat terbatas membuat Kemenpora selama ini baru bisa memberangkatkan para atlet ke level Asia Tenggara. Sehingga, pihaknya berharap para sponsor bisa memberikan dukungan yang besar bagi kemajuan olahraga, khususnya sepak bola di usia muda. “Kekuatan dari sponsor-sponsor ini akan menjadi sumbangan yang besar untuk sekitar 18 atlet sepak bola pelajar U-15 dari 90 atlet nantinya,” tegasnya. Sementara itu, Ray Manurung, Manajer Timnas U-15, menerangkan nantinya dari 90 atlet yang terjaring akan disaring menjadi 18 pemain pada waktunya. Dan, dari 90 pemain yang terpilih, ungkap Ray, mereka akan diikutkan dalam tiga training center (TC). “TC pertama diawal April, dan Juli mendatang akan kami sampaikan TC berikutnya seperti apa. Kemungkinan TC kami gelar di Lembang (Bandung), Bali dan Jakarta,” tutur Ray. Ditambahkannya, nantinya dari TC kedua akan terbentuk paling tidak 18 pemain. Para pemain ini akan masuk pada TC ketiga, di Portugal. “Mereka akan bertanding pada 1 hingga 6 Juli 2019. Sedangkan konsekuensi TC di Portugal ini biayanya sangat tinggi, modal kami hanya yakin dan percaya saja, karena ini untuk bangsa dan negara. Jika ingin hasil ‘buah’ yang bagus, maka harus tanam bibit yang bagus pula,” tegas Ray. Sedangkan Subagja Suihan, Ketua BLiSPI, mengungkapkan pemain yang akan berangkat ke Portugal merupakan hasil kejuaraan Liga Sepak bola Pelajar U14 dan U16 Piala Menpora 2018. “Kami menunjuk Pak Ray, agar BLiSPI bisa memperoleh hasil yang terbaik dan berkualitas di Portugal. demi kepentingan sepak bola nasional,” tukas Subagja. (Adt)

Bertabur Bintang, One Pride Pro Never Quit 2019 Dihelat di Tennis Indoor Senayan

One Pride PRO Never Quit yang diselenggarakan atas kerjasama Komite Olahraga Beladiri lndonesia (KOBI), PT. Merah Putih Berkibar (MPB), dan tvOne sebagai broadcast partner, kembali meraih kesuksesan dalam menyelenggarakan laga-laga Mixed Martial Arts (MMA) terbaik di Indonesia. (Adt/NYSN)

Jakarta- One Pride PRO Never Quit yang diselenggarakan atas kerjasama Komite Olahraga Beladiri lndonesia (KOBI), PT. Merah Putih Berkibar (MPB), dan tvOne sebagai broadcast partner, kembali meraih kesuksesan dalam menyelenggarakan laga-laga Mixed Martial Arts (MMA) terbaik di Indonesia. Sepanjang 2018, One Pride telah menggelar 10 Fight Night termasuk 3 Celebrity Fight, 2 International Fight, dan lebih dari 10 Title Fight di 8 kelas berbeda, yakni kelas bulu, kelas bantam, kelas terbang, kelas ringan, kelas welter, kelas straw putra-putri, dan kelas atom, yang baru pertama kali diselenggarakan. Pada 2019 ini akan menjadi musim yang luar biasa di One Pride PRO Never Quit. Diantaranya venue One Pride Arena yang berpindah ke pusat kota, yaitu di Tennis Indoor, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Pemilihan Tennis Indoor Senayan bukan tanpa alasan. Karena dinilai dapat menjangkau pecinta MMA semakin banyak lagi, karena tempat yang lebih strategis, serta lebih luas, dan berkelas internasional. Selain itu, juga bertambahnya jumlah internasional fight. Dan, pada 2019, akan menjadi laga-laga MMA yang bertabur bintang dan pertandingan para jawara. Sebab, sebanyak 10 Fight Night akan digelar selama One Pride PRO Never Quit 2019, termasuk diantaranya adalah 3 Celebrity Fight, 5 International Fight, dan lebih dari 200 Local National Fight. Saat ini, One Pride telah menjadi brand beladiri MMA pertama dan terbesar di Indonesia. Sejak digelar pada April 2016, One Pride menjadi kompetisi MMA yang paling banyak mendapat perhatian dari masyarakat Indonesia. Bahkan, pencapaian jumlah penonton One Pride sampai dengan 2018 mencapai 76 juta orang, naik 25 juta dari tahun sebelumnya. Lebih dari itu, One Pride juga merupakan ajang beladiri satu-satunya yang menaungi lebih dari 80 persen atlet MMA di Indonesia, yang jumlahnya mencapai 500 atlet. Pada 2018, fighter putri One Pride, Linda Darrow juga menjadi atlet MMA pertama yang mendapat beasiswa. Ia mengikuti pelatihan di UFC Performance Institute, Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Langkah ini sejalan dengan cita-cita KOBI untuk meningkatkan kualitas fighter Indonesia. Anindra Ardiansyah Bakrie, Ketua Umum KOBI, mengatakan KOBI bersama PT Merah Putih Berkibar dan tvOne selalu dan akan terus berupaya untuk mengembangkan olahraga MMA (One Pride PRO Never Quit). “Sehingga ini bisa menjadi alternatif olahraga dan tempat yang tepat untuk para atlet olahraga beladiri dalam menunjukan keterampilan, keindahan, dan sportifitas dalam bertarung,” ujar Ardiansyah, di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2). “Melalui langkah-langkah yang telah ditempuh ini, KOBI dan One Pride berharap fighter-fighter Tanah Air dapat juga berlaga di event internasional, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” lanjutnya. Pada akhir pekan ini, pada Sabtu (9/2), One Pride PRO Never Quit kembali digelar, 3 sabuk juara nasional akan diperebutkan. Sang juara kelas terbang Suwardi akan ditantang petarung yang aktif di dunia gulat yaitu Erpin Syah. Ini merupakan pertemuan kedua mereka. Li,a tahun lalu Suwardi berhasil memenangkan pertarungan pada ajang turnamen submission. Laga ini akan menjadi laga yang panas karena kedua petarung mempunyai keahlian bertarung yang lengkap. Perebutan sabuk kedua adalah Title Fight kelas bulu antara juara nasional One Pride Hafid Nur Maradi kontra Laode Abdul Harris. Laga perebutan sabuk kelas bulu dipastikan berlangsung menarik, sebab kedua fighter memiliki kelebihan yang berbeda, Hafid lebih unggul bermain bawah dengan background fight BJJ. Sementara Laode lebih unggul bermain atas dengan background fight Wushu.Selanjutnya, sabuk juara kelas bantam yang sedang lowong sejak ditinggal Fajar juga akan kembah diperebutkan oleh Eko Priandono dan Sony Rizaldi. Ini merupakan ajang balas dendam Eko Priandono. Pada pertarungan pertamanya di One Pride, Sony berhasil memenangkan pertarungan dengan kemenangan angka mutlak. Sedangkan, Teguh Rahardjo, Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga pada Deputi III Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menyebut One Pride progresnya sangat luar biasa, dan makin digemari masyarakat. “Kedepan, olahraga beladiri ini harus terus kita tingkatkan. Dan kami (pemerintah) pasti akan mendukung kalau olahraga ini bisa dipertandingkan ke Olimpiade,” ungkap Teguh. Ia menilai di daerah terdapat banyak potensi besar untuk melahirkan atlet berbakat dalam olahraga beladiri ini. “Kalau semakin banyak melakukan pembinaan di daerah seluruh Indonesia, supaya nanti bisa masuk ke Olimpik,” tambahnya. Teguh berjanji pemerintah akan terus memantau serta mendorong agar olahraga ini terus berkembang. “Harapannya adalah event yang sudah digemari ini tetap dipertahankan. Ini juga memiliki manfaat yang sangat besar dalam membangun strategi Pembudayaan olahraga ini, mulai dari daerah hingga ke nasional,” tukas Teguh. (Adt)

Karateka Putri Nomor Kata Tembus Kualifikasi, Indonesia Baru Loloskan 3 Cabor World Beach Games 2019

Indonesia baru meloloskan 3 Cabor ke ANOC World Beach Games 2019. Ketiga cabor itu yakni, basket 3 on 3, karate, dan skateboard. ANOC World Beach Games 2019 akan berlangsung pada Oktober nanti di San Diego, California, AS. (kompas.com)

Jakarta- Indonesia baru meloloskan tiga cabang olahraga (cabor) pada Association of National Olympic Committees (ANOC) World Beach Games di San Diego, Amerika Serikat, 10-14 Oktober 2019. Ketiga cabor tersebut yakni, basket 3 on 3, karate, dan skateboard. Hal itu dikatakan Plt. Sekjen Komite Olahraga Indonesia (KOI), Hellen Sarita Delima, bersama Plt. Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kempora, Chandra Bakti, usai rapat dengan pengurus 15 cabor, yang diproyeksikan dapat tampil pada ANOC World Beach Games 2019 di Sekretariat KOI, Jakarta, Selasa (8/1). “Kita telah berhasil meloloskan tiga cabor ke ANOC World Beach Games 2019. Kami harapkan ada cabor lainnya yang akan menyusul sehingga peluang Indonesia menjadi lebih besar mendapatkan medali,” ucap Hellen. Plt. Deputi IV Kempora, Chandra Bakti berharap atlet dipersiapkan sebaik mungkin agar di Sana Diego dapat memetik prestasi membanggakan untuk Indonesia. “Sukses di Asian Games 2018 lalu, hendaknya memotivasi untuk meraih yang lebih baik, termasuk di ANOC World Beach Games nanti,” ujar Chandra. ANOC World Beach Games 2019 mencatat 44 negara dari 200 negara di seluruh dunia lolos dari babak kualifikasi. Ada 15 cabor pada event ini, yakni triathlon, basket 3 on 3, Balap Sepeda (BMX), sport climbing, hand ball, karate, layar, skateboard, sepakbola pantai, voli pantai, tenis pantai, selancar air, renang, ski air dan angkat besi. “Babak kualifikasi ke-15 cabor berakhir pada Juli. Dari cabor yang lolos, nantinya kami baru memetakan peluang terkait target cabor. Dan semua atlet terus meningkatkan semangat demi dapat meraih prestasi terbaiknya di ANOC World Beach Games,” ujar Helen terkait kelolosan lebih banyak cabor dari babak kualifikasi. . Ajang empat tahunan ini, kata Hellen, bisa dimanfaatkan sebagai ajang uji coba dalam rangka menambah pengalaman bertanding internasional bagi atlet Indonesia yang akan diterjunkan pada SEA Games Philipina 2019 dan Olimpiade Tokyo 2020. Sementar itu, pelatih karate Indonesia, Omita Olga Ompi mengatakan cabang karateka mempertandingkan nomor kata perorangan putra dan putri pada ANOC World Beach Games 2019. Saat ini, Indonesia baru meloloskan karateka putri asal Jawa Barat, Nawar Mastura Kautsar yang menempati peringkat keempat Asian Karate-do Federation (AKF). “Nawar tercatat di peringkat keempat, pada nomor kata (jurus) perorangan puteri AKF, setelah meraih prestasi pada Kejuaraan Karate Asia di Yordania 2018,” katanya. Sejatinya, karateka kelahiran 11 November 1995 ini juga tampil di Asian Games 2018. Sayang, ia harus gugur di babak perempat final. Selain putri, peluang kata perorangan putra pun cukup berat. Ahmad Zigi Zaresta Yudha, yang terbaik saat ini, baru menempati peringkat ke-22. Sedangkan syarat tembus dalam ajang multi event cabor pantai ini, harus berada di peringkat kelima AKF. Zigi, sapaannya, harus rutin mengikuti berbagai kejuaraan untuk bisa lolos. (Adt)

Pertama di Indonesia, Menpora Resmikan SKO Disabilitas Jadi Kawah Candradimuka Atlet Berkualitas

Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) meresmikan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Disabilitas, di Wisma Sejahtera Yayasan Insan Sembada (YIS) Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis (20/12) siang. Ia berharap SKO menjadi kawah candradimuka atlet disabilitas berkualitas. (Kemenpora)

Solo- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) meresmikan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Disabilitas, di Wisma Sejahtera Yayasan Insan Sembada (YIS) Laweyan, Surakarta, Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (20/12) siang. Dalam kesempatan itu, Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, mengucapkan terima kasih atas dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) agar Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) memberikan penghargaan yang sama kepada kaum disabilitas. Selain perhatian dari segi prestasi, Menpora juga mengapresiasi dukungan pemerintah dengan menyediakan sarana pendidikan, bagi atlet yang berkebutuhan khusus ini. Sehingga semua dapat dilaksanakan dengan baik. “Saat prestasi diraih memerlukan proses panjang memadukan pendidikan dan olahraga, SKO Disabilitas ini menjadi Kawah Candradimuka lahirnya atlet-atlet disabilitas Indonesia sebagai penyiapan level-level kedua dan level yunior,” ujar Imam. “Jangan berkecil hati kalian akan dibimbing oleh guru-guru, pelatih. Dan, saya titip tolong lebih sabar tentu dengan pendekatan tekhnologi juga hingga kelak bisa mewakili Indonesia,” lanjutnya. Selain Menpora, hadir dalam peresmian itu, yakni Raden Isnanta (Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga), Bayu Rahadian (Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus), dan Pribadi (Sekertaris Jenderal National Paralympic Commitee/Komite Paralympic Nasional). Lebih lanjut, Imam berharap dengan adanya peresmian SKO Disabilitas ini dapat diikuti dengan adanya pendirian PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) Disabilitas di masing-masing Provinsi dan Kabupaten. “SKO ini harus diikuti PPLP di Provinsi dan Kabupaten agar anak-anak disabilitas memiliki hak yang sama meraih pendidikan dan cita-cita yang suatu saat akan membawa kebanggaan keluarga, masyarakat, bahkan negara karena atlet disabilitas telah membuktikan prestasinya yang luar biasa,” tambahnya. “SKO ini masih rintisan maka ditempatkan di wisma YIS, tetapi sekolahnya berpencar di beberapa sekolahan. Kelak bila anggaran diperkuat, makan akan dibuat dalam satu kawasan atau komplek di Solo, seperti SKO di Ragunan ada tempat latihannya, sekolahannya dan asramanya,” tutur menteri berusia 45 tahun itu. Sementara itu, Pribadi menyampaikan memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah atas didirikannya SKO Disabilitas. “SKO ini memudahkan kami mencari bibit dan membina atlet sebagai pelapis. Sebab, olahraga disabilitas ini tidak ada pemandu bakatnya,” ungkapnya. Menurut Pribadi, SKO ini merupakan wadah untuk pembibitan dan pembinaan, karena menampung atlet-atlet yang telah mengikuti Pekan Paralimpik Pelajar Nasional yang telah terbukti menghasilkan atlet-atlet yang sangat berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di multievent internasional. Sedangkan Bayu menjelaskan di SKO ini mempersiapkan empat cabang olahraga, yakni renang, bulutangkis, atletik dan tenis meja, dengan 20 siswa-siswi peserta didik perwakilan dari beberapa Provinsi di Indonesia. “Para siswa atau siswi atlet melalui beberapa proses yang mewakili daerah di Indonesia hasil dari Pekan Paralimpik Pelajar 2017,” tukas Bayu, sekaligus penanggungjawab kegiatan. (Adt)

Menang Adu Penalti, Bara FC Tundukkan Timnas Pelajar U-15 Dan Juarai Bali IFC 2018

Skuat Badung Ragunan (Bara) FC akhirnya menjuarai Bali International Football Championship (IFC) U-15 2018 Piala Menpora, yang diikuti 12 tim dari sembilan negara. Di partai final melawan Timnas Pelajar U-15, pada Sabtu (8/12), mereka unggul 5-4 (6-5) dalam adu tendangan penalti, setelah di waktu normal kedudukan berahkir sama kuat 1-1. (Kemenpora)

Badung- Tendangan penalti Arya Wijaya yang gagal dihalau penjaga gawang Timnas Pelajar U-15, Muhammad Rafi, membawa Badung Ragunan (Bara) FC juarai Bali International Football Championship (IFC) U-15 2018 Piala Menpora yang diikuti 12 tim dari sembilan negara. Laga final Bali IFC 2018 Piala Menpora di Stadion Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Sabtu (8/12), harus diakhiri dengan adu tendangan penalti, setelah pada pertandingan waktu normal kedudukan sama kuat 1-1. Dari lima pemain yang menjadi algojo, empat tendangan masing-masing tim menjadi gol sehingga kedudukan sama kuat 4-4. Tendangan penalti akhirnya masuk putaran kedua. Bara FC yang menurunkan Arya Wijaya, sukses menjebol gawang timnas yang dikawal oleh Muhammad Rafi, sehingga membuat kedudukan akhir 5-4 (6-5). Sebagai tim yang tak diunggulkan, pemain Bara FC langsung meluapkan kegembiraannya dengan membuka baju untuk merayakan kemenangan. Kondisi berbeda terjadi pada pemain Timnas Pelajar U-15 yang tertunduk lesu di lapangan seakan tak percaya dengan hasil pertandingan. Menpora Imam Nahrawi yang hadir didampingi Deputi Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta, menyaksikan secara langsung partai puncak ini memang dibuat tertegun dengan pola permainan yang diperagakan pemain-pemain muda Indonesia. Kedua tim bermain maksimal meski sama-sama dari Indonesia. “Bagus. Keren banget. Mereka mainnya lepas. Yang luar biasa, mereka sangat total mainnya tanpa ada beban, dan kita tahu permainan mereka sangat pantas untuk dinamakan sebagai tim yg mewakili Indonesia,” tukas Imam, usai pertandingan. Pertandingan antara Timnas Pelajar U-15 melawan Bara FC berlangsung ketat sejak awal babak pertama. Saling serang terus terjadi karena kedua tim memiliki materi pemain yang hampir sama. Hanya saja timnas yang dilatih oleh Firman Utina harus kebobolan terlebih dahulu, lewat Asdi Ohorella pada menit 13. Kondisi tertinggal membuat skuat Timnas yang dipimpin Syukran Arabia Samual meningkatkan tempo permainan. Akhirnya Ardi Ardiana mampu menyamakan kedudukan pada menit 20. Pertandinganpun bertambah seru setelah kedudukan sama kuat 1-1. Hanya saja hingga babak pertama usai kedudukan tidak berubah. Memasuki babak kedua, kedua tim tetap melakukan hal yang sama. Jual beli serangan terutama dari sayap terus terjadi. Penonton yang setiap di luar pagar juga tak kalah dalam memberikan dukungan.Hanya saja hingga pertandingan usai tidak ada tambahan gol sehingga pertandingan harus diselesaikan dengan adu tendangan penalti . Bali Internasional Football Championship (BIFC) 2018 merupakan turnamen internasional pertama yang digagas Kemenpora. Selain untuk mencari bibit pemain potensial, kejuaraan ini juga untuk meningkatkan sport tourism. “Kami akan dorong supaya sport tourism berjalan bareng. Badung punya potensi luar biasa, lapangannya keren banget. Desa lain di seluruh Indonesia perlu tiru Badung. Di sisi lain, kompetisi ini jadi hal baru bagi kita, karena semakin sering selenggarakan kompetisi internasional maka semakin baik,” pungkas Menpora. (Adt)

Bara FC Singkirkan Malaysia, Piala Menpora Bali IFC U-15 2018 Milik Indonesia

Bara FC (merah), sukses mengikuti langkah Timnas Pelajar U-15, yang lolos ke babak final Bali International Football Championship (IFC) U-15 Piala Menpora 2018, setelah menundukkan wakil Malaysia, Felda United, dengan skor 2-0, yang berlangsung di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Jumat (7/12). (kemenpora)

Badung- Bara FC sukses mengikuti langkah Timnas Pelajar U-15 yang melaju ke babak final Bali International Football Championship (IFC) U-15 Piala Menpora 2018, setelah menundukkan wakil Malaysia Felda United dengan skor 2-0, yang berlangsung di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Jumat (7/12). Bara FC, seperti halnya Timnas Pelajar U-15, merupakan wakil Indonesia di ajang Internasional pertama, kejuaraan bagi pesepakbola muda di Tanah Air. Sehari sebelumnya, Timnas Pelajar Indonesia U-15 lolos ke final setelah menang 3-1 dari Hubei, wakil Tiongkok pada Kamis (6/12). Meski menang, perjalanan Bara FC ke final tidak mudah. Felda yang membuat kejutan lolos ke semifinal mampu merepotkan anak asuh Bambang Warsito itu. Hingga akhirnya Muhammad Reza, mampu memecah kebutuhan pada menit 17. Itupun melalui titik pinalti. Kondisi ini bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Bara FC meningkatkan tempo permainan. Tekanan demi tekanam terus dilakukukan terutama dari sayap. Akhirnya upaya untuk menambah gol membuahkan hasil setelah tendangan Ahmad Athallah Araihan, gagal diantisipasi oleh kiper Felda. Bara FC jadi unggul 2-0 dan bertahan hingga pertandingan usai. “Ini sesuai skenario. Lawan menyerang dari sayap dan bisa diantisipasi. Anak-anak bermain dengan tenang. Makanya kita mampu memenangkan pertandingan,” ungkap Bambang usai pertandingan. Menghadapi Timnas Pelajar U-15 di partai final pada Sabtu (8/12), Bambang mengatakan peraih predikat juara pastinya ditentukan oleh kesiapan masing-masing kesebelasan, disamping dia juga sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi tim yang diarsiteki oleh Firman Utina itu. “Timnas Pelajar U-15 punya pertahanan yang kokoh, tapi ada celah di sisi kiri, yang bisa dimanfaatkan. Namun, mereka punya striker dan gelandang yang cepat, sehingga kami harus mengantisipasi itu dan wajib mengunci dua pemain itu,” tegas Bambang. Dalam kesempatan terpisah, Firman mengatakan siap menghadapi tim yang merupakan gabungan antara pemain Badung, SKO Ragunan dan PPLP. Meski demikian, ia sebenarnya lebih suka jika lawannya di babak penentuan merupakan klub luar negeri. Karena bakal ada ilmu baru yang didapat. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengaku senang dengan terjadinya All Indonesian Final di Bali IFC U-15 Piala Menpora 2018 ini. Deputi III Kemenpora Raden Isnanta mengatakan lolosnya Timnas Pelajar dan Bara membuktikan kualitas sepakbola usia muda Indonesia sudah berlevel internasional. “Kedua tim memperlihatkan perlawanan yang tangguh ketika harus melawan klub asal Malaysia, Thailand, Filipina, Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok. Itu membuktikan kita memang bisa bersaing dengan negara-negara di Asia Tenggara, Asia dan semoga tembus level dunia yang merupakan cita-cita kami selama ini,” kata Isnanta. Turnamen yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diikuti 12 tim dari sembilan negara. Selain Timnas Pelajar dan Bara FC, tuan rumah Indonesia juga menurunkan tim Bali All Stars untuk menggantikan Timor Leste. Hanya saja tim ini gagal lolos ke babak semifinal. Sedangkan tim asing yang turun adalah Jepang (Progresso Sano FC), Cina (Hubei FA), Australia (Western Football), Korea Selatan (Busan Football Academy dan Gyeongnam Changnyeong SC), Filipina (Apuesto Bueno United FC), Thailand (Cruzeiro Academy Asia), Malaysia (Felda United FC) dan Singapura (Sporting CF SA). (Adt)

Bungkam Wakil China 3-1, Timnas Pelajar U-15 Kunci Tiket Final Bali IFC 2018

Pada pertandingan di Lapangan Pecatu, Badung, Bali, Kamis (6/12), Timnas Pelajar U-15 berhasil menaklukkan wakil China, Hubei FA, dengan skor 3-1. Anak asuh Firman Utina ini lolos ke final Bali International Football Championship 2018 Piala Menpora U-15, yang rencananya berlangsung pada Sabtu (8/12). (Kemenpora)

Badung- Timnas Pelajar U-15 memastikan satu tiket final Bali International Football Championship (IBC) 2018, usai di semifinal di Stadion Beji Mandala Pecatu, Badung, Bali, membungkam wakil China, Hubei FA, dengan skor 3-1. Perjuangan anak asuh Firman Utina pada Kamis (6/12) ini tidak mudah, karena harus tertinggal dulu. Gelandang serang Hubei FA, Wang Linjie, sukses melesakkan bola ke gawang tim merah putih pada menit tujuh. Kondisi ini membuat Firman memutar otak untuk menyamakan kedudukan, mengingat lawan mempunyai koordinasi permainan yang cukup rapi. Lewat perjuangan yang keras, Ardi Ardiana mampu menyamakan kedudukan pada menit 23. Semangat pemain Indonesia pun lebih meningkat. “Setelah tertinggal, kami langsung meningkatkan tempo permainan. Kami memanfaatkan kekelahan lawan yang kemarin, Rabu (5/12) baru saja bertanding,” kata Firman, usai pertandingan. Dalam kedudukan sama kuat, hujan turun deras. Kondisi ini membuat permainan bertambah ketat. Beruntung lapangan yang digunakan cukup bagus sehingga tidak ada genangan yang bisa mengganggu jalannya pertandingan. Selain meningkatkan tempo serangan, Firman juga mengaku jika pihaknya sudah mengetahui pola yang digunakan untuk lawan. Kondisi ini mempermudah dirinya untuk memberikan instruksi kepada pemain yang saat itu mendapatkan dukungan dari banyak penonton. “Lawan menggunakan pola 3-5-2 dengan tiga bek sejajar. Itu yang kami maksimalkan melalui serangan sayap,” kata pria masih tercatat sebagai pemain klub Kalteng Putra itu. Dengan mengandalkan kecepatan, akhirnya Timnas mampu menambah dua gol lagi, lewat Ardi Ardiana pada menit 49, dan Mohamad Afif Fathoni di menit 59. Di babak final, Timnas Pelajar yang dimotori oleh Syukran Arabia Samual, akan berhadapan dengan pemenang antara tim Badung-Ragunan (Bara FC) melawan wakil Malaysia, Felda United FC. Laga semifinal yang kedua itu, berlangsung pada Jumat (7/12). Jika Bara FC yang merupakan tim gabungan antara pemain Badung, SKO Ragunan dan PPLP ini mampu memenangkan pertandingan, maka bisa terjadi All Indonesia Final, pada Sabtu (8/12), dalam turnamen yang digagas oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini. (Adt)

Timnas U-15 Raih Kemenangan Kedua, Tatap Semifinal IFC 2018 di Bali

Pemain Timnas Pelajar Indonesia U-15, Andrian Rusdianto (merah/20), menggiring bola saat menghadapi tim asal Korea Selatan, Busan FC, pada Bali International Football Championship (IFC) 2018, di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Selasa (4/12). Pada pertandingan ini, Timnas U-15 menang 3-0. (antara.com)

Badung- Timnas Pelajar Indonesia U-15 meraih kemenangan kedua di Bali International Football Championship (IFC) 2018 Piala Menpora, usai menang 3-0 atas wakil Korea Selatan, Busan FC, di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Selasa (4/12), meski sempat kesulitan. Hasil ini sangat disyukuri oleh pelatih Timnas U-15, Firman Utina, mengingat sebelumnya timnas buta kekuatan calon lawan. Kondisi berbeda terjadi pada Busan FC yang sudah mengetahui peforma timnas, saat menghadapi menggulung wakil Filipina, Apuesto Bueno United FC, dengan kemenangan 8-1. “Busan sudah melihat kami. Tapi, kami belum liat mereka. Beruntung ada masukan dari banyak pihak. Intinya lawan adalah tim yang disiplin. Semua masukan kami sampaikan ke anak-anak dan ternyata bisa diaplikasikan di lapangan,” ujar Firman, usai pertandingan. Pada awal babak pertama, Firman mengakui jika anak asuhnya kesulitan menembus pertahanan Busan FC yang bermain disiplin dan cepat. Lawan juga terus memancing emosi pemain timnas dengan pressing ketat. Beruntung pemain timnas bermain cukup sabar dalam laga 2×35 menit ini. Dengan kesabaran ini, kata Firman, akhirnya timnas menemukan kelemahan Busan FC yaitu di sektor bek kiri. Berawal dari akselerasi Adrian Rusdianto membuat pertahanan Busan FC terbelah. Umpan datar di mulut gawang mulus dikonversi menjadi gol oleh Rabbani Tasn Siddiq dan membuat timnas unggul 1-0 hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Tim merah putih remaja tampil lebih percaya diri. Masuknya Ardi Ardiana yang menggantikan Rabbani menambah daya gedor. Alhasil dua gol tambahan diukir oleh Ardi Ardiana dan Ahmad Fauzi. Keunggulan 3-0 membuat Busan FC frustrasi. Permainan keras menjurus kasar, nyaris memancing emosi Syukran dan kawan-kawan. “Peluang yang ada mampu dimanfaatkan oleh pemain. Terutama untuk gol pertama. Ditarik keluarnya kapten Busan FC yang mengalami cedera, sangat berpengaruh. Jika tidak, mungkin hasilnya tidak seperti ini,” jelas Firman. Kemenangan Busan FC membuat Timnas U-15 keluar sebagai juara Grup A dengan raihan 6 poin. Dengan posisi ini tim yang merupakan pemain gabungan dari juara Piala Menpora U-14 ini, dipastikan lolos ke babak semifinal kejuaraan internasional pertama yang diprakarsai Kemenpora itu. Pada babak semifinal, Timnas Pelajar akan bertemu dengan juara Grup C. Dan tim yang berpeluang lolos adalah tim Bali All Stars. Jika kondisi ini terjadi maka dua tim kuat asal Indonesia, akan saling sikut untuk menuju pertandingan final. “Ini sebetulnya nggak terlalu enak. Auranya jelas berbeda jika dibandingkan melawan tim asing. Tapi kami tidak mempermasalahkan hal itu. Mereka juga anak-anak kita,” pungkas eks playmaker Timnas ini. (Adt)

Gebuk Lawan 8-1, Timnas Pelajar U-15 Lolos Rintangan Pertama Bali IFC

Seorang pemain Timnas Pelajar U-15 Indonesia (putih) berebut bola, saat menghadapi tim asal Filipina, Apuesto Bueno United FC, pada event BBali International Football Championship (IFC) 2018 di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, pada Senin (3/12). Anak asuh Firman Utina ini menang dengan skor 8-1. (antaranews.com)

Denpasar- Timnas Pelajar U-15 Indonesia lolos rintangan pertama, usai menggelontor lawannya, Apuesto Bueno United FC asal Filipina 8-1 pada turnamen Bali International Football Championship (IFC) 2018 di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Senin (3/12). Hasil yang diraih anak asuh Firman Utina ini sesuai dengan target, meski sebelumnya tim yang didukung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini belum mengetahui dengan detail kemampuan calon lawan. “Saya senang hasil ini. Bukan menang karena banyak gol, namun gol yang tercipta semuanya melalui proses,” kata Firman, usai laga. Menurut dia, gol melalui proses yang dimaksud adalah tidak dilakukan oleh satu pemain saja. Namun buah dari hasil kerja sama yang dilakukan antar lini. Terbukti gol yang tercipta didominasi oleh penyerang dan gelandang serang. “Ini menunjukkan mereka tak main individu. Namun kondisi itu hanya terjadi di babak pertama. Pada babak kedua sedikit mengalami perubahan, sehingga permainan kurang berkembang,” ujar playmaker timnas era 2000’an itu. Mental pemain, kata dia, jadi catatan khusus terutama di babak kedua. Pihaknya menilai kondisi itu akan merugikan jika tak segera dibenahi mengingat pada pertandingan kedua bakal menghadapi tim asal Korea Selatan, Busan FC, pada Selasa (4/12), di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali. Sebagai pertandingan pembuka kejuaraan yang baru pertama kali digelar ini, Timnas Pelajar memang langsung menggebrak. I Putu Kresna Putra membuka keran gol Timnas U-15 Indonesia saat laga baru berjalan 10 menit. Tidak lama berselang Ardi Ardiana, menggandakan keunggulan bagi Tim merah putih remaja. Bahkan dia mencetak trigol hingga babak pertama usai. Satu gol lainnya dibukukan Ahmad Fauzi. Apuesto Bueno United FC yang berusaha mengejar ketertinggalan ternyata malah menuai hasil sebaliknya. Laga baru berjalan hitungan detik, pundi gol Indonesia bertambah lewat sontekan Andrian Rusdianto. Itu bukan satu-satunya gol Andrian. Gelandang bernomor punggung 20 itu kembali mengukir namanya di papan skor untuk kali kedua. Pemain yang menimba ilmu di klub Liga Spanyol, CD Leganes U-16, tampaknya belum puas. Remaja asal Sidoarjo yang diturunkan pada babak kedua ini, sukses merangkai trigol jelang 10 menit laga usai. Menjelang pertandingan usai, tim asal Filipina ini mendapatkan gol hiburan. Gol  tercipta melalui tendangan bola mati, yang dilakukan oleh Nathaniel Alden Saludez, setelah sebelumnya pemain belakang Timnas Pelajar melakukan pelanggaran. Kedudukan 8-1 untuk Indonesia bertahan, hingga pertandingan usai. (Adt)

Kirim Sembilan Orang, Lima Atlet SKO Ragunan Lolos Delapan Besar Kejuaraan Bulutangkis Remaja di Singapura

Ganda putra SKO Ragunan yang turun di kategori U-17, M. Gibran Afriansyah/Gerardo Risqullah Hafiz, lolos ke babak perdelapan final Singapore Youth International Series 2018 di Singapura, Kamis (29/11), setelah mengalahkan rekan senegaranya, Dheva Asya Fikri/Bela Restu Gusti, yang berasal PPOP DKI dengan skor 21-15, 21-17. (Kemenpora)

Jakarta- Sebanyak lima atlet dari Sekolah Olahraga (SKO) Ragunan melangkah ke babak delapan besar Singapore Youth International Series 2018, pada Kamis (29/11) di Sport Hall Heartbeat Bedok, Singapura. Sukses pertama diraih Az-Azahra Putri Diana, di nomor tunggal putri, kategori dibawah usia 15 (U-15) Putri, sapaannya menang mudah dua set langsung 21-7, 21-16, usai menundukkan Nicole Gonzales Chaw asal Taiwan. Bermain cerdik di babak pertama dengan penempatan bola yang akurat dan dipojok lapangan, membuat Nicole gagal mengembangkan permaian, sehingga Putri berhasil dengan mudah mengakhiri game pertama, 21-7. Dibabak kedua, Nicole sempat memberi perlawanan lewat bola-bola lambung dan reli panjang. Namun, Putri mengatasinya dan mengunci laga, dengan skor 21-16. Kemenangan ini meloloskan dirinya ke partai perempat final, dan akan menantang unggulan kelima asal Jepang, Hina Akheci, pada Sabtu (29/11). Putri juga menjadi satu-satunya atlet pelajar asal Indonesia di kategori U-15, yang lolos ke babak perdelapan final. Keberhasilan Putri diikuti ganda putra asal SKO Ragunan yang turun di kategori usia dibawah 17 tahun (U-17), yakni M. Gibran Afriansyah/Gerardo Risqullah Hafiz. Duet remaja ini menghentikan rekan senegara, Dheva Asya Fikri/Bela Restu Gusti, asal PPOP DKI, 21-15, 21-17. Sementara itu, dobel U-19, M. Rezky Alfarezi/Azhar Zaim Zaidan pun tembus kebabak perdelapan final, paska menekuk pasangan Thailand, Retchapol Makkasasithom/Paramet Poomsarin melalui rubber game, 16-21, 21-13, 21-16. Dengan hasil di pertandingan di hari ketiga ini, total skuat SKO Ragunan berhasil meloloskan lima pemainnya melaju ke babak delapan besar, dari sembilan pemain yang di kirim dalam kejuaraan ini. Selain dari SKO Ragunan, atlet Indonesia lainnya berasal dari beberapa klub bulutangkis seperti Klub Jaya Raya, Klub Chandra Wijaya, Klub Djarum, Klub Sarwendah, Klub Victory, dan PPOP DKI Jakarta. Terkait SKO Ragunan, Kepala Bidang Sekolah Khusus Olahraga Asdep Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Pura Dermawan mengaku, pentingnya pengumpulan poin untuk meningkatkan peringkat individul atlet pelajar SKO Ragunan. “SKO Ragunan dibawah pembinaan Kemenpora, karenanya Kemenpora melalui Deputi Peeningkatan Prestasi Olahraga merasa perlu memfasilitasi sembilan atlet bulutangkis SKO Ragunan untuk mengumpulkan poin melalui kejuaraan seperti ini,” ujar Pura, pada JUmat (30/11). Kemenpora melalui Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahrga memfasilitasi sembilan atlet bulutangkis SKO Ragunan pada event ini. “Makin tinggi level eventnya, semakin banyak poin yang diraih. Artinya, makin banyak atlet binaan Kemenpora yang memiliki rangking individu yang tinggi,” katanya menambahkan. Singapore Youth International Series 2018 merupakan kejuaraan bulutangkis internasional level junior, yang masuk dalam kalender Badminton World Federation (BWF) dan Badminton Asia untuk menentukan perhitungan poin rengking individu. Kejuaraan yang berlangsung 26 November-2 Desember ini menampilkan nomor tunggal putra-putri dan ganda putra putri untuk kategori junior usia dibawah 13, 15,17 dan 19 tahun diikuti Indonesia, Jepang, China Taipei, Australia, Malaysia, Hongkong, Vietnam, Perancis, Thailand dan tuan rumah Singapura. (Adt)

Kemenpora Gelar Kejuaraan Internasional Sepak Bola U-15 di Bali, Tambah Jam Terbang Pemain Muda Indonesia

Raden Isnanta, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora (memegang maskot), berharap turnamen Bali IFC U-15 dapat memberikan jam terbang dan pengalaman tanding yang lebih banyak kepada pemain muda Indonesia. (Adt/NYSN)

Jakarta- Indonesia untuk pertama kalinya menggelar turnamen sepak bola usia (U)-15 berskala international. Turnamen yang diprakarsai Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) dan diikuti 10 negara di Asia itu bertajuk Bali International Football Championship (Bali IFC) 2018, dan akan berlangsung pada 1-10 Desember 2018. Terdapat 12 tim dari 10 negara yang tampil di Stadion Pecatu, Badung, Bali, untuk menjadi yang terbaik. Tuan rumah mengikutsertakan dua tim, yakni Tim Nasional Pelajar U-15, yang diarsiteki Firman Utina. Timnas ini merupakan hasil seleksi Piala Menpora U-14 tahun. Dan tim lainnya adalah Bara FC, yang merupakan kombinasi para pemain Bali dan SKO Ragunan, dengan juru taktik Bambang Warsito. Jepang mengirimkan tim Progresso Sano FC dengan pelatih Masao Katahara. China menerjunkan tim Hubei FA yang dilatih Chen Fangping. Sedangkan Australia mempercayakan misinya kepada tim Western Football dengan pelatih Garry Church. Korea Selatan mengirimkan dua timnya, yakni Busan Football Academy yang dilatih Cho Chan Dae, dan tim Gyeongnam Changnyeong SC, dengan pelatih Park Giho. Filipina mengutus tim Apuesto Buenos United FC dengan pelatih Elierjer Fabroada. Thailand mengirim tim Cruzeiro Academy Asia dengan pelatih Jonathas Candido. Kemudian Malaysia menampilkan tim Felda United FC dengan pelatih Mohd Nasir Shariff. Lalu, Singapura mewakilkan tim Sporting CF SA didikan Terence Ong. Dan, Timor Leste mengirim National Team Timor Leste, besutan Sekjen (Sekertaris Jenderal) FA. Raden Isnanta, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, mengaku perhelatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bertanding bagi atlet muda berbakat Indonesia, agar memiliki jam terbang tinggi sejak di usia muda. “Mereka nantinya akan menghadapi lawan yang memiliki postur tubuh dan karakteristik permainan yang berbeda. Itu bagus untuk mengasah mental bertandingnya untuk lebih matang,” ujar Isnanta, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, pada Jumat (30/11). Dari sisi pembinaan, lanjut Isnanta, turnamen internasional ini dapat memacu pembina SSB (Sekolah Sepak Bola) yang ada di Indonesia maupun akademi-akademi usia muda Indonesia untuk lebih semangat. “Pemerintah memfasilitasi event-event usia muda seperti ini. Dan, dipastikan akan melahirkan calon atlet usia muda untuk bisa bermain di pentas Internasional membawa nama Indonesia,” tuturnya. Menurutnya, pemain usia muda yang dimiliki Indonesia sangat banyak. Isnanta berjanji pihaknya akan terus memantau dan menciptakan generasi muda baru. “Sehingga pada usia emas yakni pada 2032, para pemain muda ini dapat membawa sepak bola Indonesia berjaya di level internasional,” terangnya. Pria asal Kulon Progo itu menegaskan kedepannya Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemenpora dan Pemerintah Daerah (Pemda), yakni Kabupaten Badung, Bali, memiliki komitmen yang kuat ingin memperluas dengan melakukan ekspansi terhadap event ini. “Tentu diawali dengan penyediaan lapangan yang berstandar internasional serta jumlahnya yang semakin meningkat,” jelasnya. Ditegaskannya, jika gelaran Bali IFC U-15 ini akan menjadi event tahunan yang terus berlangsung di Bali. “Jika nanti ada pihak lain atau sponsorship yang peduli dengan pembinaan sepak bola muda Indonesia untuk kelompok umur yang lainnya, maka akan kita percayakan kepada daerah lain yang tentunya akan membranding potensi kearifan lokal maupun wisatanya,” cetus Isnanta. Sementara itu, Alman Hudri, Panitia Nasional Bali IFC U-15, berharap tim U-15 yang bertanding ini kedepannya menjadi tim inti di U-16 tahun. “Fakhri Husaini (pelatih timnas U-16) juga akan hadir memantau bakat-bakat pemain U-15,” ungkap pria yang menjabat Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Olahraga Pendidikan Kemenpora itu. Sedangkan Muhammad Ahwani, Tim Statistik GoBolaBali, menyebut Stadion Pecatu, Badung, Bali, secara umum sudah siap digunakan. “Rumput Stadion Pecatu tak kalah dengan yang ada di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau Pakansari. Kami sedang memastikan 12 tim sudah fix, guna memudahkan pembagian grup,” tukas Ahwani. (Adt)

Futsal Championship 2018 Siap Dihelat, Konsistensi Pocari Sweat Jaring Atlet Dari Kalangan Pelajar

Mengusung tema 'Be The Next Athlete', final kompetisi futsal terbesar di Indonesia bertajuk 'Pocari Sweat Futsal Championship 2018' yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), siap dihelat di Kota Solo, Jawa Tengah, pada 16-18 November. (Adt/NYSN)

Jakarta- Mengusung tema ‘Be The Next Athlete’, final kompetisi futsal terbesar di Indonesia bertajuk ‘Pocari Sweat Futsal Championship 2018’, siap dihelat di Kota Solo, Jawa Tengah, pada 16-18 November. Pocari Sweat Futsal Championship 2018 adalah kompetisi futsal tingkat pelajar SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) terbesar yang diselenggarakan di 43 kota dengan proses seleksi Regional Match, serta dilanjutkan Match Nasional, dan diakhiri dengan Grand Championship. Event ini mewadahi puluhan ribu pelajar SLTA di seluruh Indonesia, menyalurkan bakat mereka lewat kompetisi futsal bertaraf nasional. Ricky Suhendar, Marketing Direktur PT Amerta Indah Otsuka, mengatakan antusiasme peserta berpartisipasi pada Pocari Sweat Futsal Championship, terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. “Sejak diadakan 9 tahun lalu, dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), jumlah sekolah yang berpartisipasi selalu meningkat. Pada 2017, kompetisi ini diikuti 773 sekolah, dan meningkat jumlahnya menjadi 897 sekolah pada 2018. ,” ujar Ricky, di Hotel Sultan, Jakarta, pada Selasa (13/11). Diungkapkan Ricky, kompetisi futsal ini telah menjaring atlet-atlet berbakat yang berasal dari para pelajar di seluruh Indonesia. “Ini menjadi prestasi besar dan patut terus diselenggarakan sebagai wadah yang dapat menjaring bibit muda yang ada di Indonesia. Semoga kedepannya kami tetap konsisten mengadakan event ini,” tambah Ricky. Sementara itu, Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), sangat mengapresiasi inisiatif dan konsistensi Pocari Sweat yang memasuki penyelenggaraan ke-9. Menurut Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, event ini sekaligus sebagai upaya mendukung pembinaan dan regenerasi atlet, khususnya cabang olahraga futsal. “Ini sudah terlihat efeknya, karena beberapa atlet futsal yang tergabung di tim nasional (Timnas), seperti Ardiyansyah Runtuboy dan Rio Pangestu, merupakan hasil binaan kompetisi ini. Hal inilah yang mendasari Kemenpora untuk terus mendukung perhelatan ini sejak awal dilaksanakan,” jelas Imam. Kedepan, Menteri berusia 45 tahun itu berharap tak hanya Pocari Sweat, namun dunia usaha, swasta, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), dan semua pihak terkait bisa turut serta mendukung pembinaan olahraga khususnya para atlet. “Mereka dibina mulai dari awal pembibitan, pembinaan, pelatihan, dan pemberian apresiasi terhadap pencapaian prestasinya. Semoga Pocari Sweat Futsal Championship dapat terus diselenggarakan, dan menjadi wadah untuk menciptakan atlet-atlet handal di masa depan,” tukas Menteri yang hobi bermain bulutangkis itu. (Adt)

1.800 Atlet Pelajar Berlaga di Solo, Persaingan Ajang Popwil II dan III 2018 Dimulai

Cabang olahraga (cabor) tenis lapangan, dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) II dan III 2018. Cabor Tenis lapangan berlangsung di kawasan arena tenis GOR Manahan, Solo, Jawa Tengah. POPWIL II dan III yang kali ini digabung pelaksanaannya, berlangsung 8-13 November. (TopSkor.id)

Solo- Sebanyak 1800 lebih atlet dari 13 daerah akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) II dan III 2018. Event ini dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana, di Hotel Lorin Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (8/11). Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Bambang Siswanto, penyelenggaraan POPWIL wilayah II dan III untuk tahun ini digabung di Solo, Jawa Tengah, pada 8-13 November. Ia mengaku efisiensi biaya menjadi faktor utamanya. Sebab event ini biasanya bergulir di masing-masing wilayah, dengan peserta terdiri atas tujuh propinsi. Sebelumnya, POPWIL I sudah berlangsung dari 21 hingga 27 Oktober, di Banda Aceh. Saat itu, sebanyak 886 pelajar tampil, yang merupakan utusan dari tujuh provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau (Kepri), Bangka Belitung (Babel) dan Jambi. Bambang, yang juga Ketua Bidang Kompetisi Usia Muda di Kemenpora, dalam laporannya mengatakan, Popwil digelar sebagai babak kualifikasi menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XV pada 2019, di Papua, seperti halnya Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) untuk kualikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). “POPWIL adalah sarana babak kualifikasi delapan cabor menuju POPNAS XV 2019 di Papua, dan merupakan bagian sistem kompetisi pelajar secara nasional, berjenjang dan berkelanjutan,” kata Bambang. Sementara itu, Mulyana mengatakan, atlet yang tampil di POPWIL adalah cikal bakal atlet yang menjadi investasi masa depan. “Tahun depan, Indonesia menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar ASEAN atau ASG di Semarang. POPWIL ini akan menjadi salah satu ajang seleksi atlet pelajar nasional,” ujar imbuh pria yang juga menjabat Ketua Umum Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi), yang bernaung di bawah Kemenpora . Di wilayah II, akan bersaing komtingen dari Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Barat. Sedangkan di wilayah III, ada tujuh tim yang bersaing yakni Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara. Para atlet pelajar potensial ini akan berkompetisi di delapan cabang olah raga yang dipertandingan. Bola basket, bulutangkis, bola voli, pencak silat, sepakbola, sepak takraw, tenis lapangan dan tenis meja. Adapun venue pada POPWIL II dan III 2018 ini tersebar di beberapa tempat. Tak hanya di Kota Solo, namun juga di Sragen, Karanganyar dan Sukoharjo. Untuk bola basket, digelar di GOR Sritex Arena, Solo dan GOR ATMI, Pabelan, Sukoharjo. Untuk bulutangkis, digelar di GOR Sritex B Solo. Cabang bola voli diselenggarakan di GOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Untuk Pencak silat berlaga di ball room Hotel Lorin, sepakbola di Stadion Sriwedari Solo dan Stadion Taruna Sragen, cabor sepak takraw di GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), tenis lapangan di arena tenis Manahan, serta tenis meja di Hartono Trade Center Solo Baru, Sukoharjo. “Basket dan tenis lapangan menjadi cabang sebagai andalan kami,” kata pimpinan kontingen DKI Jakarta, Ondang Gufron. Menurutnya, selain dau cabang itu, Kontingan DKI juga menargetkan untuk dapat meloloskan atletnya pada semua cabang yang dipertandingan. Persiapan matang sepanjang tahun di sekolah olahraga Ragunan menjadi salah satu modal terbaik kontingen ibukota di ajang POPWIL II 2018 kali ini. Oleh karenanya, tak hanya nomor beregu, DKI juga menargetkan meloloskan atletnya di nomor perorangan yang banyak diperlombakan. POPWIL merupakan Sarana dan Babak Kualifikasi delapan cabang olahraga awal evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan olahraga pelajar di daerah, menuju event POPNAS XV tahun 2019 di Papua. Peserta POPWIL adalah pelajar atau sederajat, dan mereka yang tercatat kelahiran 1 Januari 2001 dan sesudahnya. (Adt) Tuan Rumah POPWIL 2018 Wilayah I 1. Aceh (tuan rumah) 2. Sumatra Utara 3. Sumatera Barat 4. Riau 5. Kepulauan Riau 6. Kep. Bangka Belitung 7. Jambi Wilayah II 1. Lampung 2. Sumatera Selatan 3. Bengkulu 4. DKI Jakarta 5. Jawa Barat 6. Kalimantan Barat Wilayah III 1. Banten 2. Jawa Tengah (tuan rumah) 3. DI. Yogyakarta 4. Bali 5. Kalimantan Tengah 6. Kalimantan Selatan 7. Kalimantan Utara Wilayah IV 1. Sulawesi Selatan 2. Sulawesi Tenggara 3. Sulawesi Barat 4. Kalimantan Timur 5. Jawa Timur 6. Nusa Tenggara Barat 7. Nusa Tenggara Timur Wilayah V 1. Sulawesi Selatan 2. Sulawesi Tenggara 3. Sulawesi Barat 4. Kalimantan Timur 5. Jawa Timur 6. Nusa Tenggara Barat 7. Nusa Tenggara Timur

Ratusan Atlet Junior Ikuti Kejurnas Sepak Takraw Antar PPLP 2018, Kemenpora : Masa Depan Atlet Tidak Suram !

Raden Isnanta, Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora saat menghadiri pembukaan Kejurnas Sepak Takraw 2018 Antar PPLP, di Hall Futsal Rafhelly Bypass Balai Baru Kuranji, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), yang akan berlansung pada 5-10 November 2018. (Istimewa)

Padang- Sebanyak 236 atlet junior, dari 12 PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar), dan 3 Sentra Keolahragaan di seluruh Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepak Takraw 2018, di Hall Futsal Rafhelly Bypass Balai Baru Kuranji, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada 5-10 November 2018. Dari 15 tim yang bersaing menjadi yang terbaik di event itu, terdapat peserta PPLP maupun SKO (Sekolah Khusus Olahraga) dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Kehadiran mereka mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sebab, beberapa waktu lalu, sebagian wilayah Sulawesi Tengah, porak poranda akiba Gempa Bumi berkekuatan 7,7 skala richter (SR), dan Tsunami. “Untuk menghilangkan rasa stres dan duka karena keluarganya terkena bencana Gempa Bumi dan Tsunami,” ujar Raden Isnanta, Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora, pada Rabu (7/11). Isnanta pun berharap, aktivitas olahraga bisa membantu dalam pemulihan traumatik akibat bencana. Dijelaskan Isnanta, menjadi juara di ajang Kejurnas bukanlah menjadi tujuan utama. Sebab, menurutnya, arena tertinggi adalah POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional). “Atlet-atlet sekalian jangan khawatir masa depannya suram kalau menekuni atlet sepak takraw. Dengan prestasi yang diraih akan mendatangkan rezeki yang berlimpah, salah satunya peraih medali emas pada Asian Games 2018, mereka mendapatkan bonus uang Rp 1,5 miliar, dan diangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil),” lanjutnya. Ia berharap seluruh atlet disiplin mengikuti Kejurnas. Seperti jam berapa pemanasan, latihan, dan tertib pertandingan. “Saat bertanding, jadwalnya jangan dipadatkan, sehingga anak-anak harus bertanding hingga larut malam. Hal ini tentu tidak baik, dan berdampak terhadap kesehatan atlet,” tambah Isnanta. Sementara itu, Devi Kurnia, Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi (Setdaprov), mewakili Gubernur Sumbar, menyebut sepak takraw patut bangga dengan prestasi di Asian Games 2018, Jakarta-Palembang, pada Agustus-September lalu. “Sejak Asian Games 1990, baru di Asian Games 2018, sepak takraw merebut medali emas,” ungkapnya. Sedangkan Adib Alfikri, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar, mengaku  event ini memiliki tujuan untuk mengukur kemampuan serta kematangan bertanding, sekaligus ajang silaturahmi antar PPLP se-Indonesia. “Event ini diikuti 236 atlet junior, dari 12 PPLP dan 3 sentra keolahragaan di seluruh Indonesia,” tukas Adib. (Adt)

Kemenpora Gelar Gala Desa 2018 Edisi Kampar, Hasilkan Bibit Pemain Berbakat

Bertempat di Gelanggang Olahraga (GOR) Tuanku Tambusai Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Wakil Bupati (Wabup) Kampar Catur Sugeng Susanto (kiri) dan Deputi Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta, meresmikan event Gala Desa 2018 Provinsi Riau. Ini adalah salah satu program unggulan Kemenpora di bawah komando Menpora Imam Nahrawi melalui Deputian Pembudayaan Olahraga, pada Minggu (28/10). (Kemenpora)

Bangkinang Kota- Gelanggang Olahraga (GOR) Tuanku Tambusai Bangkinang Kota, di Kabupaten Kampar, jadi lokasi pembukaan Gala Desa 2018 Provinsi Riau, salah satu program unggulan Kemenpora di bawah komando Menpora Imam Nahrawi melalui Deputian Pembudayaan Olahraga, pada Minggu (28/10). Program di bawah payung ‘Ayo Oahraga’ itu, secara resmi dibuka Wakil Bupati (Wabup) Kampar Catur Sugeng Susanto, yang juga dihadiri oleh Deputi Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta. Pembukaan diawali dengan pelaksanaan defile rombongan dari perwakilan desa ditiap Kecamatan se-Kabupaten Kampar, tari persembahan, atraksi silat serta eksebisi sepak bola antara Kampar Soccer School, melawan U-16 gabungan Pelajar Kabupaten Kampar. Dalam sambutannya, Catur mengingatkan agar menjaga kekompakan tim, menjaga persatuan dan persaudaraan karena menang kalah bukan yang utama. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa event Gala Desa adalah event olahraga yang mengedepankan sportifitas, sehingga menghasilkan bibit pemain olahraga yang berprestasi. “Kegiatan ini program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan ini yang perdana dilaksanakan untuk di Provinsi Riau. Event ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia, merupakan suatu prestasi bagi Kabupaten Kampar dipercaya oleh Kemenpora sebagai Kabupaten pertama pelaksanaan event Gala Desa ini,” ujar Catur. “Juara ajang ini mewakili Kabupaten Kampar di tingkat yang lebih tinggi seperti ke Provinsi, bahkan ke tingkat nasional,” pungkasnya. Sedangkan, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta mengatakan jika Gala Desa merupakan pentas olahraga dari desa menuju dunia. “Indonesia luas, Kabupaten/Kota jumlahnya lebih dari 500, jika itu terus digali melalui kompetisi seperti kegiatan Gala Desa seperti ini, pasti pemandu bakat akan menemukan bibit-bibit olahragawan Indonesia, baik dari sepak bola, atletik, bola voli, sepak takraw, maupun cabang olahraga lainnya,” ungkap Isnanta. Lanjut Isnanta, potensi-potensi itu harus digali lewat kompetisi. “Kita tahu, kompetisi sering bergulir saat memperingati 17 Agustus, atau hari jadi Kabupaten/Kota, tapi jika diperbanyak dan diperkuat dengan kompetisi tambahan seperti Gala Desa ini, maka kita yakin akan lahir potensi baru,” terangnya. Tujuan lain dari Gala Desa ini adalah membangun kekuatan persaudaraan, silaturahmi antar masyarakat desa lewat olahraga. “Olahraga dijadikan instrumen untuk menguatkan tali persaudaraan, persatuan dalam bingkai NKRI. Olahraga tak mengenal kasta, perbedaan, karena semua jika sudah berada diarena pertandingan semua sama,” terangnya. Gala Desa di Kabupaten Kampar ini diikuti oleh 153 Desa dari 250 Desa se-Kabupaten Kampar dengan total atlet yang berpartisipasi mencapai 5000, dengan mempertandingkan empat cabang olahraga, seperti sepak bola, bola voli, atletik, dan sepaktakraw yang dilaksanakan selama 10 hari kedepan. Cabang olahraga sepak bola diikuti 132 desa, kemudian bola voli putra sebanyak 56 desa, bola voli putri sebanyak 72 desa, sepak takraw 82 desa, atletik putra 92 desa, dan atletik putri 61 desa. (Adt)

Arzeti Bilbina Ikut Etape Surabaya, Sepeda Nusantara 2018 Tingkatkan Kebugaran Masyarakat Indonesia

Kehadiran Arzeti Bilbina, Anggota Komisi X DPR RI, dalam Sepeda Nusantara 2018 Etape Surabaya, Jawa Timur, menambah semarak program unggulan Kemenpora di bawah payung 'Ayo Olahraga', yang dikomandoi Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). (Kemenpora)

Surabaya- Animo tinggi ditunjukkan masyarakat Kota Pahlawan itu terhadap salah satu program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di bawah payung ‘Ayo Olahraga’, yang dikomandoi Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Ajang Sepeda Nusantara 2018 Etape Kota Surabaya, Jawa Timur, berlangsung pada Minggu (28/10). Bukan hanya saat bersepeda, pra-acara yang menyuguhkan senam bersama di garis start, yang berpusat di Jalan Wijaya Kusuma Surabaya, juga diikuti oleh ribuan orang yang bergerak dengan serentak. Mereka juga tampak bersemangat mengerakkan tubuhnya saat senam ‘Ayo Olahraga’. Usai senam, para pejabat yang akan ambil bagian sekaligus melakukan seremonial start di ajang ini mendapatkan perhatian besar dari masyarakat. Kehadiran Arzeti Bilbina, Anggota Komisi X DPR RI, juga menjadi perhatian peserta Sepeda Nusantara 2018. “Gini dong, ada yang ikut dari DPR, kalau bisa yang cantik-cantik gini,” celetuk Wawan, salah satu peserta Sepeda Nusantara 2018. Selain Arzeti, adapula Yuni Perwanti (Staf Ahli Kemenpora Bidang Politik), mengibarkan bendera start, tanda dimulainya Sepeda Nusantara 2018 etape Surabaya. Sementara untuk rute menempuh jarak sejauh 25 kilometer melalui Jalan Wijaya Kusuma-Wali Kota Mustajab-Jalan Pemuda-Jalan Panglima Sudirman-Jalan Urip Sumoharjo-Jalan Dr. Soetomo (polisi istimewa). Rute berlanjut ke Jalan Indragiri-Jalan Mayjend Sungkono-Taman Makam Pahlawan. Kemudian, berbelok ke kiri melalui Villa Bukit Mas-Gunung Sari-Kebun Binatang Surabaya (KBS)-Jalan Diponegoro-Pasar kembang-Kedungdoro-Praban-Genteng Kali-Ngemplak, dan finish di Jalan Wijaya Kusuma. Yuni yang hadir mewakili Menpora Imam Nahrawi menegaskan program yang merupakan inisiatif Kemenpora melalui Deputi Pembudayaan Olahraga itu untuk menjawab program ‘Nawacita’ Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang diyakini berdampak positif, sehingga olahraga bisa dijadikan gaya hidup. “Saat ini tingkat kebugaran masyarakat Indonesia usia 10 tahun ke atas belum mencapai target 35 persen. Dengan program ini, kami yakin tingkat kebugaran masyarakat Indonesia bakal terus meningkat,” ungkapnya. Bersepeda, lanjut Yuni, merupakan olahraga yang membutuhkan biaya minim, namun berefek maksimal. Selain bisa mengurangi polusi udara, sepeda juga murah, serta sangat efisian, dan baik untuk kesehatan. “Kami berharap hari bersepeda di waktu-waktu tertentu setiap pekannya, bisa dilakukan oleh daerah. Tak hanya saat Sepeda Nusantara saja. Program ini gunanya ya untuk menstimulus kebijakan tersebut,” tegasnya. Sementara itu, Arzeti yang harus melayani permintaan foto dari ratusan peserta, mengaku senang melihat antusiasme ini. “Tadi ada 5.000-an peserta. Kami sangat senang dan akan terus mendorong program ini bisa berlanjut,” ungkapnya. Sebagai anggota Komisi X, program yang mengolahragakan masyarakat seperti ini menjadi konsentrasi untuk dijalankan dari DPR RI. “Jalan terus, kami akan perjuangkan program ini dan sangat mendukung program yang bisa menyehatkan, membugarkan masyarakat dengan cara yang efisien, seperti Sepeda Nusantara ini,” tukas Arzeti. (Adt)

Melalui Sepeda Nusantara 2018 Etape Salatiga, Bersatu Gelorakan Olahraga Sebagai Gaya Hidup Sehat

Ada yang berbeda pada peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-90, di Salatiga, Jawa Tengah (Jateng). Peringatan hari bersejarah itu disemarakkan dengan digelarnya event Sepeda Nusantara 2018, pada Minggu (28/10). Tampak dua anggota Komisi X DPR RI, yakni Mujib Rohmat dan Jamal Mirdad, melepas seremonial event ini. (Kemenpora)

Salatiga- Ada yang berbeda pada peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-90, pada 2018 ini di Salatiga, Jawa Tengah (Jateng). Sebab, peringatan yang penuh nilai sejarah tersebut disemarakkan dengan digelarnya event Sepeda Nusantara 2018, pada Minggu (28/10). Salah satu program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di bawah Menpora Imam Nahrawi itu berhasil menyedot lebih dari 2.000 peserta yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat di kota yang terletak di antara tiga kota besar, yakni Yogyakarta, Solo dan Semarang itu. Dipilihnya Kota Salatiga sebagai lokasi digelarnya Sepeda Nusantara 2018, tepat di HSP ke-90, karena banyaknya jumlah pemuda di kota yang diapit dua gunung terbesar di Jateng, yakni Merapi dan Merbabu. Dan, sekitar 19 komunitas bersepeda di Kota Salatiga ambil bagian pada event ini. Sepeda Nusantara 2018 Etape Salatiga diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan ikrar Sumpah Pemuda, di halaman Lapangan Pancasila, tepat di depan Kantor Wali Kota. Bahkan, kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari dua anggota Komisi X DPR RI, yakni Mujib Rohmat dan Jamal Mirdad. “Di dalam UU (Undang-undang) SKN (Sistem Keolahragaan Nasional) itu ada olahraga prestasi dan olahraga rekreasi. Saya sebagai anggota Komisi X, bersama dengan Jamal sangat mendukung kegiatan ini,” terang Mujib. “Kebetulan Salatiga, merupakan salah satu kota Bhineka Tunggal Ika yang penting dalam menciptakan kerukunan masyarakat, melalui olahraga. Lewat olahraga masyarakat lupa dengan ego-nya, sehingga yang ada hanyalah kesatuan dan persatuan,” lanjut Mujib, dan diamini Jamal Mirdad. “Saya berharap dengan berbarengan Hari Sumpah Pemuda ini, masyarakat Salatiga lebih bersatu dalam menggelorakan hidup sehat, olahraga sebagai gaya hidup, salah satunya melalui Sepeda Nusantara ini,” timpal Jamal. Program Sepeda Nusantara 2018 dimaksudkan untuk menuju Indonesia sehat, Indonesia bugar melalui bersepeda, yakni olahraga rekreasi yang selama ini sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia sejak dulu. Sedangkan Dewan, Asisten Deputi Tenaga dan Peningkatan Sumber Daya Pemuda pada Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, menuturkan jika dahulu sepeda menjadi alat transportasi utama bagi masyarakat, saat ini sudah berkembang menjadi alat untuk mendukung olahraga, khususnya olahraga rekreasi. Salatiga merupakan salah satu dari 70 kota. yang disambangi program Sepeda Nusantara 2018. Dengan jarak sepanjang 17 kilometer, etape Salatiga mengambil start dari Lapangan Pancasila, tepat di depan kantor Wali Kota. Para pegowes meluncur ke Jalan Diponegoro, melintasi lingkar Selatan sepanjang 5 kilometer. Kemudian para pegowes akan mendapat tantangan setelah melewati pertigaan Grogol karena rute yang menanjak sekitar 20-30 derajat. Setelah melewati Jalan Hasanuddin, rute mulai menurun saat memasuki pertemuan arus lalu lintas Semarang-Solo. Setelah itu, para pegowes mulai memasuki rute yang datar dan kembali ke Lapangan Pancasila. Sementara itu, Yulianto, Wali Kota Salatiga, mengucapkan terima kasih kepada Kemenpora yang memberi kesempatan kepada Kota Salahtiga untuk menggelar Sepeda Nusantara, tepat di peringatan HSP ke-90. “Karena masyarakat Kota Salahtiga gemar berolahraga. Selain itu, banyak suku bangsa yang tinggal di sini. Ada sekitar 33 suku bangsa yang tinggal di sini. Saya pikir tepat jika Kota Salahtiga dipilih oleh pihak Kemenpora untuk menggelar Sepeda Nusantara, yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda,” tukas Yulianto. (Adt)