Audisi Umum PB Djarum 2025: 28 Peserta Melaju ke Tahap Terakhir Karantina

Peserta Audisi Umum PB Djarum 2025

Setelah menjalani proses karantina sejak Sabtu (13/9), sebanyak 50 peserta Audisi Umum PB Djarum 2025 diseleksi secara ketat untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke tahap karantina kedua. Hingga Sabtu (27/9), PB Djarum akhirnya mengumumkan hasil seleksi. Sebanyak 28 peserta dinyatakan lolos, sementara 22 peserta lainnya harus kembali ke klub asal masing-masing. Pelatih PB Djarum, Sigit Budiarto, menjelaskan bahwa penilaian selama tahap karantina pertama tidak hanya berdasarkan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup aspek non-teknis. “Hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ada tes fisik, latihan rutin, dan pengamatan keseharian di asrama. Kami menilai karakter, disiplin, serta kemampuan individu. Secara keseluruhan, para peserta menunjukkan performa yang cukup baik, meskipun ada sedikit gejolak. Tapi itu wajar, namanya juga anak-anak,” ujar Sigit. Ia juga menyebutkan bahwa selama masa karantina, para peserta tidak langsung digabungkan dengan atlet PB Djarum. Namun, ada sesi latihan bersama yang dilakukan secara terbatas. “Selama karantina, latihan dilakukan terpisah dari atlet PB Djarum. Tapi ada beberapa kesempatan di mana mereka berlatih bersama,” tambahnya. Proses seleksi menuju karantina kedua diakui cukup menantang karena kemampuan para peserta dinilai relatif seimbang, terutama dari segi teknik pukulan. “Keputusan siapa yang lanjut dan siapa yang harus pulang itu sangat sulit. Kemampuan mereka, terutama dari sisi teknik, cukup merata. Jadi, proses seleksi ini benar-benar menguras energi tim pelatih,” jelas Sigit. Memasuki tahap karantina kedua, seleksi akan semakin ketat dengan penambahan tes kesehatan serta evaluasi yang lebih mendalam. “Di tahap kedua nanti akan ada tambahan tes kesehatan. Jumlah peserta akan semakin mengerucut, persaingan makin ketat, dan penilaiannya pun jadi lebih kompleks,” ujarnya. Sigit berharap para peserta yang lolos ke tahap karantina kedua mampu memaksimalkan kesempatan ini dan menunjukkan potensi terbaik mereka. “Harapan kami, baik dari tim pelatih maupun PB Djarum, peserta yang masuk tahap karantina kedua bisa memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin. Dengan begitu, kami bisa menilai mereka dengan lebih objektif dan menyeluruh,” tutup Sigit. Berikut 28 Peserta yang melaju ke tahap kedua Karantina: U11 Putra 647 Jisrel Elfiano Lumoindong, Kota Manado (PB Talenta) 663 Muh Rifky Harimurti Ramadhan, Kabupaten Kolaka (SBS Kolaka) 805 Tristan Geovanni Pardosi, Kabupaten Tangerang (PB Champion Gading Jaya) 853 Muhammad Lazar Abrizam Adhyasta, Kabupaten Blora (PB Apita Badminton Club) 888 Azka Adhitama, Kabupaten Bekasi (PB Bhinneka 2) 1725 Muhammad Marus Sulaiman, Kabupaten Pekalongan (Champion Klaten) KU 11 Putra 155 La Ode Muhammad Ahsan Kamil, Kota Sorong (PB Champion Kudus) 1322 Kendrick Danzell Otnayira, Kabupaten Sleman (Istimewa Badminton Club) 1412 Kadek Kevin Putra Adnyana, Kabupaten Buleleng (PB Menang Kalah Sehat Singaraja) 1459 Baron Baswara Putra Kota Yogyakarta (PB Griya Bugar Yogyakarta) 1502 Muhammad Ramdani Mubarok, Kabupaten Bandung (PB Victory Bandung) 1545 Fawwaz Sani Adhipramana, Kabupaten Ponorogo (PB Pms Solo) 1617 Muhammad Abidzar Alghifari, Kota Balikpapan (PB Terpadu Balikpapan) 1730 Muhammad Rafa Shirdi, Kota Balikpapan (Champion Klaten) KU 12 Putra 471 Aufar Ahmad Hamidzikri, Kota Cimahi (Jingga Badminton Academy) 607 Keith Ezequiel Lincoln Sumarauw, Kota Manado (PB Talenta) 1539 Kevin Maitimu, Kabupaten Sleman (PB Mataram Raya Sleman) 1551 Rafa Radithya Kusuma, Kota Samarinda (Jaya Raya Ragunan) U11 Putri 547 Anggi Yeputa. Kabupaten Klaten (PB Benggol Boyolali) 587 Afiqa Dewi Humaira, Kabupaten Bogor (PB Jimmy Hantu) 1472 Lungita Gelda Krisyuani, Kabupaten Gunung Kidul (PB Dewaruci Gunungkidul) 1586 Kesy Hanifa Ramadhani, Kota Bekasi (Champion Klaten) KU 11 Putri 494 Shallom Angelica Sari, Kabupaten Jepara (Champion Klaten) 825 Lubna Naffisah, Kabupaten Bogor (Kayp1 Champion Academy) 1374 Joylynn Jusuf, Kota Palu (PB Champion Klaten) 1563 Syarifah Adshila Nugroho, Kabupaten Sleman (Non Klub) KU 12 Putri 1333 Syauqia Aisya Inara, Kabupaten Bantul (Istimewa Badminton Club) 1340 Aqila Maiza Bazla, Kabupaten Banyumas (Kartika Purwokerto)

Festival SenengMinton 2025 Sambangi Solo, Ratusan Siswa Antusias

Festival SenengMinton 2025

Setelah sukses terselenggara di Kudus, Festival SenengMinton 2025 meluas ke empat kota di Jawa Tengah, yakni Solo, Magelang, Semarang, dan Purwokerto. Khusus di Solo, terdapat 451 siswa kelas 1 hingga kelas 3 dari 16 Sekolah Dasar (SD) yang berpartisipasi. Ajang yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah ini bergulir di GOR FKOR UNS, Selasa 23 September 2025. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan Festival SenengMinton digelar sebagai upaya menyebarkan virus positif kepada siswa untuk mencintai olahraga bulu tangkis sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Ia berharap, kompetisi berbalut fun games ini menjadi langkah awal yang terstruktur dan sistematis dalam proses pembibitan hingga bermuara pada regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia di masa mendatang. “Kami berkomitmen untuk mendukung keberlangsungan ekosistem bulu tangkis yang menjadi cabang olahraga andalan Indonesia di mata dunia. Festival SenengMinton merupakan salah satu upaya kami dalam memasyarakatkan bulu tangkis dari level grassroot yang dikemas dengan cara menyenangkan. Melalui perlombaan ini, kami berharap para peserta secara gembira berkenalan dengan olahraga bulu tangkis dan termotivasi untuk menekuninya lebih serius,” kata Yoppy dalam keterangan resmi penyelenggara event. Wakil Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, menyambut gembira antusiasme para peserta Festival SenengMinton di Kota Bengawan. Menurutnya, Solo dipilih karena dinilai sebagai salah satu kota aktif dalam melakukan pembibitan maupun penyelenggara kejuaraan bulu tangkis. Kemudian, Yuni pun optimistis kecintaan pada olahraga tepok bulu dapat segera menular dan mengakar dalam benak para peserta. “Kami memandang pentingnya mengenalkan olahraga bulu tangkis sejak usia dini untuk dibina lebih lanjut. Kami ingin agar para peserta Festival SenengMinton bisa enjoy belajar hal tentang bulu tangkis. Melihat tingginya antusiasme peserta pada seri ini, diharapkan minat bulu tangkis semakin bergema sejak usia dini, sehingga nantinya di sekolah-sekolah dapat tercipta ekstrakulikuler bulu tangkis dan mereka yang punya bakat bisa bergabung dengan klub,” tutur Yuni. Usai Solo, Festival SenengMinton juga akan terselenggara di Magelang, Semarang, dan Purwokerto. Tujuannya, imbuh Yuni, agar pembibitan maupun pembinaan bulu tangkis dapat berjalan secara merata dan menjadi supply calon atlet untuk bergabung ke klub, khususnya di Jawa Tengah. “Festival SenengMinton adalah salah satu cara menjaring kesenangan dan minat anak untuk bermain bulu tangkis. Kalau kami lihat secara garis besar, Jawa Tengah pembibitan klubnya berjalan, tapi secara pembibitan awal perkenalan bulu tangkisnya yang belum ada. Dan kita mencari kota besar karena minatnya bagus, klub sudah banyak. Kami akan terus aktif mengadakan berbagai kegiatan dan turnamen dari level pengenalan, pembinaan dan prestasi,” papar Yuni. Berbeda dengan penyelenggaraan Festival SenengMinton di Kudus yang mengadopsi sistem beregu, Festival SenengMinton Solo 2025 menerapkan sistem perorangan dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat. Untuk peserta kelas 3, terdapat lima jenis rintangan, yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock dan Zig Zag Run. Sementara untuk peserta kelas 1 dan 2, hanya ditiadakan perlombaan Service to Target. Service to Target merupakan lomba servis lurus dengan memasukkan shuttlecock ke dalam bidang target warna yang ditentukan. Shuttle Run, berlari dari titik tengah mengambil kok, kemudian memindahkan ke sisi seberangnya. Pyramid Shuttlecock, menyusun kok berbentuk piramid sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Throwing The Shuttlecock, melempar kok ke dalam lubang target. Sedangkan Zig Zag Run, berlari melalui halang rintang secara zig zag. Usai menyelesaikan seluruh perlombaan, peserta harus menekan tombol timer selesai. Masing-masing gim dirancang untuk melatih motorik, koordinasi, serta mengenalkan dasar-dasar teknik bulu tangkis dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Kehadiran Festival SenengMinton di Solo mendapat sambutan positif dari sejumlah sekolah, terutama SD Negeri Joglo Surakarta yang mengirimkan total 30 siswa-siswi untuk mengikuti semua kategori. Mereka antusias menyelesaikan tantangan demi tantangan untuk menjadi yang tercepat di arena perlombaan. Daya juang itu tak lepas dari peran tim guru yang selalu memberikan motivasi dari pinggir lapangan. “Yang terpenting, kami selalu menanamkan bahwa bermain bulu tangkis itu menyenangkan dan kami melihat para siswa sangat antusias untuk mengenal cabang olahraga ini. Dengan perlombaan ini, kami ingin menggencarkan ekstrakurikuler di sekolah dan berharap ajang Festival SenengMinton dapat berkelanjutan,” kata Guru Olahraga SD Negeri Joglo Surakarta, Sugeng. Juara kategori kelas 3 putra, Nidan Ahmad dengan catatan waktu 00:59.92 detik mengaku senang ikut serta dalam Festival SenengMinton Solo 2025. Siswa SD Negeri Mangkubumen Wetan 63 Surakarta itu rupanya telah jatuh hati pada olahraga bulu tangkis dan tekun berlatih di salah satu klub di kota Solo bernama PB Tangkis Jaya. “Aku suka bulu tangkis dari umur 5 tahun, soalnya selain karena olahraganya seru, juga bisa menambah teman. Semua tantangan di Festival SenengMinton seru banget dan aku berhasil jadi yang tercepat. Aku ingin terus latihan bulu tangkis supaya nantinya bisa masuk Pelatnas,” kata Nidan yang mengidolakan pebulu tangkis Indonesia, Mohammad Ahsan. Kemenangan juga diperoleh Raffasya Naura Ainayya siswi kelas 2 SD Negeri Panularan yang berhasil mencatatkan waktu terbaik 00:44.69 detik untuk menyelesaikan tantangan di ajang Festival SenengMinton Solo 2025. Dukungan dari guru dan orangtua serta kecintaannya pada bulu tangkis menjadi modal untuk percaya diri dalam mengikuti berbagai jenis perlombaan yang disuguhkan. “Aku senang bisa menang karena ini pertama kali aku ikut lomba bulu tangkis. Awalnya deg-degan takut tidak juara tapi karena memang suka bermain bulu tangkis sejak kelas 1 SD, aku mencoba untuk secepat mungkin menyelesaikan rintangannya,” bilang Raffasya. Para pemenang Festival SenengMinton di tiap lomba mendapat piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor yaitu MilkLife, Kenko, Aice, dan Hundred. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan goodie bag dari MilkLife, Kenko, Dua Kelinci dan Aice. Berikut daftar pemenang Festival SenengMinton Solo 2025 (nama peserta – nama sekolah – catatan waktu): Kelas 1 Putra Juara: Dimas Putra Febriandi – SD Negeri Kemasan 1 Surakarta (00:39.54) Runner-up: Muhammad Athallah Akbar Ramadhan – SD Djama’atul Ichwan (00:40.36) Semifinalis: Aditama Raka Hananto – SD Al Azhar Syifa Budi Solo (00:41.03) Kelas 1 Putri Juara: Miqaila Azahra Bilqis Ayunda – SD Negeri Mojosongo 5 Surakarta (00:42.79) Runner-up: Fatimah Aulia Safitri – SD Negeri Mojosongo 5 Surakarta (00:44.07) Semifinalis: Naura Salsabila Sutisna – SD Negeri Slembaran (00:44.21) Kelas 2 Putra Juara: Arsyaka Kalandra Kurniawan – SD Negeri Mojosongo 5 Surakarta (00:39.49) Runner-up: Azlan Fajar Al Ayubi – SD Negeri Joglo (00:41.52) Semifinalis: Kilua D Gabriel Setiawan – SD … Read more

Audisi Umum PB Djarum 2025: Inilah 50 Atlet Muda Terpilih

Audisi Umum PB Djarum 2025

Sebanyak 50 pebulutangkis muda sukses meraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2025 pada babak akhir fase turnamen yang diadakan di GOR Djarum, Jati, Kudus, jawa Tengah, Jumat, 12 September 2025. Terdiri dari 18 peserta yang menang di babak kompetisi dan 32 atlet muda pilihan Tim Pencari Bakat, mereka selanjutnya menjalani tahap karantina selama empat minggu hingga mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan menjadi atlet binaan PB Djarum. “Super Tiket bukanlah tanda perjuangan sudah selesai, namun justru langkah awal bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan, mentalitas dan karakter mereka yang sesungguhnya di hadapan para pelatih PB Djarum,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarumm Yoppy Rosimin dalam keterangan tertulis. “Bagi atlet yang belum memperoleh Super Tiket, jangan patah arang.” pungkasnya. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum Sigit Budiarto mengatakan 50 peserta Audisi Umum PB Djarum 2025 yang lolos ke babak karantina adalah hasil dari pengamatan para legenda dan pelatih PB Djarum selama lima hari penyelenggaraan seleksi. “Konsistensi menjadi hal penting karena untuk bisa bergabung dengan PB Djarum, peserta harus memenuhi standar yang kami tentukan antara lain memiliki teknik dasar bermain bulutangkis yang baik, kekuatan fisik, kesehatan, postur tubuh, mentalitas hingga karakter selama berada di asrama dan mengikuti program latihan,” ujar peraih juara dunia 1997 sektor ganda putra tersebut. Salah seorang peserta peraih Super Tiket jalur Turnamen ialah Kadek Devandra Amertha yang tergabung dalam KU12. Putra asal Badung di Bali itu gembira meraih Super Tiket dan lolos ke babak karantina. “Pastinya senang sekali karena ini pertama kali saya ikut Audisi Umum PB Djarum dan dapat Super Tiket yang membuat orang tua bangga. Saya sudah siap mengikuti babak karantina. jauh dari orangtua memang agak sedih, tapi saya sudah bertekad untuk masuk PB Djarum,” kata Kadek. Daftar peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2025: Super Tiket Babak Turnamen U11 Putri Theodora Olivia Benga Sabon – Samarinda (PB Champion Kudus) Kesy Hanifa Ramadhani – Bekasi (PB Champion Klaten) KU11 Putri Lubna Naffisah – Bogor (Kayp1 Champion Academy) Joylynn Jusuf – Palu (PB Champion Klaten) KU12 Putri Aqila Maiza Bazla – Banyumas (PB Kartika Purwokerto) Vioarini Qurrota A’yun – Kebumen (PB Champion Kebumen) U11 Putra Tristan Geovanni Pardosi – Tangerang (PB Champion Gading Jaya) Muhammad Marus Sulaiman – Pekalongan (PB Champion Klaten) Jisrel Elfiano Lumoindong – Manado (PB Talenta) Jethro Alexander Kemas – Palembang (PB Kartika Purwokerto) KU11 Putra Muhammad Rafa Shirdi – Balikpapan (PB Champion Klaten) Fawwaz Sani Adhipramana – Ponorogo (PB PMS Solo) Muhammad Abidzar Alghifari – Balikpapan (PB Terpadu Balikpapan) La Ode Muhammad Ahsan Kamil – Sorong (PB Champion Kudus) KU12 Putra Giovani Athalla Primadansyah – Buleleng (PB Menang Kalah Sehat) Erlan Basiturrahman Mantow – Jakarta Utara (PB Champion Gading Jaya) Kevin Maitimu – Sleman (PB Mataram Raya Sleman) Kadek Devanda Amertha Putra – Badung (PB Bima Sakti) Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat U11 Putri Ailsie Elaina Sembiring – Bogor (PB Champion Kudus) Adibha Fitria – Samarinda (PB Champion Kudus) Neisha Athaya Namira – Cilacap (PB Star One Cilacap) Nagita Nadila Posumah – Manado (PB Naushad) Yosia Ratu Hasian Naibaho – Cimahi (Al-fath Badminton Club) Anggi Yeputa – Klaten (PB Benggol Boyolali) Afiqa Dewi Humaira – Bogor (PB Jimmy Hantu) Lungita Gelda Krisyuani – Gunung Kidul (PB Dewaruci Gunungkidul) Vicky Lee Alison – Tegal (PB Sinar Mutiara) Najwa Khaira Wilda – Sidoarjo (PB Eka Jaya) KU11 Putri Syarifah Adshilla Nugroho – Sleman (non klub) Shalom Angelica Sari – Jepara (PB Champion Klaten) Aurell Vanessa – Bandung (Ade Badminton Club Bandung) KU12 Putri Syauqia Aisya Inara – Bantul (Istimewa Badminton Club Yogyakarta) U11 Putra Kentaro Javas Kaivan Tsaqib – Kebumen (PB Champion Kebumen) Shuttlino Thomas – Bandung (PB Champion Kudus) Muh Rifky Harimurti Ramadhan – Kolaka (SBS Kolaka) Rafardan Argani Supian – Kotawaringin Barat (PB Kumala Bhakti) Pradikha Rizki Setiawan – Pati (Simple Badminton Academy) Muhammad Gibran Romandoni – Tangerang (Anugerah Gatra Badminton Academy) Kenzou Leonardo Wijaya – Jember (PB Champion Kudus) Muhammad Lazar Abrizam Adhyasta – Blora (PB Apita Badminton Club) Azka Adhitama – Bekasi (PB Bhinneka 2) KU11 Putra Kendrick Danzell Otnayira – Sleman (Istimewa Badminton Club) Kadek Kevin Putra Adnyana – Buleleng (PB Menang Kalah Sehat Singaraja) Baron Baswara Putra – Yogyakarta (PB Griya Bugar Yogyakarta) Muhammad Ramdani Mubarok – Bandung (PB Victory Bandung) KU12 Putra Keith Ezequiel Lincoln Sumarauw – Manado (PB Talenta) Jonathan Edward Prok – Denpasar (PB Seraya Denpasar Bali) Rafa Radithya Kusuma – Samarinda (PB Jaya Raya Ragunan) Aufar Ahmad Hamidzikri – Cimahi (Jingga Badminton Academy) Raynard Foster Taygen – Medan (PB Harapan Jaya Semarang)

MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Membidik Pesepakbola Putri di 10 Kota

Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife segera menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026. Kota Malang, Jawa Timur dan Bekasi, Jawa Barat menjadi dua kota tambahan yang melengkapi delapan kota penyelenggaraan MLSC sejak tahun lalu. Rangkaian turnamen sepak bola putri KU 8, KU 10 & KU 12 ini dimulai di Kudus yang bergulir 29 Juli – 3 Agustus 2025.

JAKARTA, 31 Juli 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife segera menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026. Kota Malang, Jawa Timur dan Bekasi, Jawa Barat menjadi dua kota tambahan yang melengkapi delapan kota penyelenggaraan MLSC sejak tahun lalu. Rangkaian turnamen sepak bola putri KU 8, KU 10 & KU 12 ini dimulai di Kudus yang bergulir 29 Juli – 3 Agustus 2025.  Teddy Tjahjono, Program Director MilkLife Soccer Challenge mengatakan, kembali bergulirnya MilkLife Soccer Challenge tahun ini di 10 kota diharapkan memantik lebih banyak minat siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk semakin menggeluti sepak bola. Sehingga dengan MLSC yang rutin diselenggarakan setiap tahun sebanyak dua seri di masing-masing kota, dapat menjadi lumbung penghasil bibit-bibit potensial yang kelak bisa bergabung di timnas putri dan membela Indonesia di pertandingan level dunia. “Turnamen atau kompetisi itu harus secara reguler dan rutin diselenggarakan supaya calon atlet atau yang sudah menjadi atlet sepak bola tahu ada wadah yang memang secara konsisten digelar. Sehingga memotivasi mereka untuk mulai ikut kegiatan ekskul sepak bola atau bahkan menekuni dengan bergabung klub sepak bola. Kami mengajak seluruh peserta berpartisipasi pada MLSC dan mari kita bergandeng tangan memajukan sepak bola putri Tanah Air,” kata Teddy di sela Press Conference Kick Off MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 di Jakarta (31/7). Pada hari Kamis (31/7) MilkLife Soccer Challenge – Kudus Seri 1 2025 juga tengah bergulir. Turnamen ini diikuti oleh 1.370 peserta dari 92 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari Kudus dan sekitar. Teddy melanjutkan, penyelenggaraan MLSC periode ini meluas ke dua kota yakni Malang dan Bekasi, yang sebelumnya diselenggarakan di delapan kota. Ia menilai bahwa hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaring lebih banyak lagi bibit-bibit pesepakbola putri potensial di kota yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola.  “Malang dan Bekasi merupakan kota yang punya sejarah sepak bola dan memang populasi penduduknya besar. Dari hasil survei kami, dua kota tersebut punya minat yang cukup tinggi terhadap sepak bola putri. Harapannya pada MLSC kali ini secara kualitas peserta semakin meningkat, dan dari sisi kuantitas juga mengalami penambahan dari gelaran sebelumnya,” imbuh Teddy.   Sekadar diketahui, Bekasi erat kaitannya dengan dua tim, yaitu Persikasi Bekasi dan FC Bekasi City (sebelumnya dikenal dengan nama Persipasi Bekasi). Persikasi Bekasi, berdiri pada tahun 1961, merupakan tim yang mewakili Kabupaten Bekasi. Sementara FC Bekasi City, tim yang berbasis di Kota Bekasi dan saat ini berkompetisi di Liga 2.  Sedangkan sepak bola di Malang memiliki sejarah panjang yang dimulai pada masa penjajahan Belanda. Klub sepak bola tertua di Malang, yaitu MVB (Malangsche Voetbal Bond) berdiri pada 1928, sebelumnya dikenal sebagai Voetbalbond Malang en Omstreken (VMO) tahun 1926-1933. Lalu PSIM (Persatoean Sepakbola Indonesia Malang), menjadi bagian penting dari perkembangan sepak bola di Kota Apel yang telah terbentuk tahun 1953. PSIM atau Persema, yang lahir dari gabungan klub-klub sepak bola Malang, juga menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola kota ini. Selain penambahan dua kota baru, perbedaan lainnya pada MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 adalah dimensi lapangan KU 12 yang sebelumnya 24 x 40 meter menjadi 26 x 42 meter (KU 10 masih menggunakan ukuran lapangan sebelumnya), titik penalti menjadi 10 meter dari gawang, kick off dimulai dengan dua sentuhan, serta untuk pertandingan babak semifinal, final, dan atau 8 besar KU 10 menggunakan lapangan KU 12. Peraturan yang dipakai pada MLSC merupakan peraturan khusus pertandingan yang disesuaikan dengan  Peraturan Umum PSSI untuk pengembangan usia dini.   Didiet Fadriana Abdulkadir, Business Unit Head (Dairy) – Savoria sebagai produsen susu MilkLife menuturkan, komitmen pihaknya kembali mendukung turnamen ini karena antusiasme peserta yang terus meningkat, serta sederet prestasi gemilang yang berhasil diraih oleh para atlet. Demi memompa motivasi para srikandi muda, Milklife juga akan memberi satu karton susu berukuran 115 ml per bulan yang disuplai selama enam bulan untuk para juara di setiap penyelenggaraan. “Kami sangat mengapresiasi para peserta yang terus mengalami peningkatan di setiap seri maupun kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge. Terlebih beberapa dari mereka telah merasakan merumput di turnamen internasional dan ada pula yang tengah mengikuti seleksi timnas U-16. Artinya yang kami lakukan selama ini sudah berjalan sesuai dengan visi. Tentunya kemampuan para atlet jika ditopang dengan asupan nutrisi seperti susu MilkLife diharapkan menambah energi, strategi, dan mental juara untuk #BeraniCetakGol,” ungkap Didiet.  Vivin Cahyani Sungkono, Exco PSSI menyambut bangga MilkLife Soccer Challenge yang digelar secara rutin dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa turnamen ini menjadi cikal bakal lahirnya pesepakbola putri profesional yang kelak berlaga pada turnamen di level yang lebih tinggi secara berjenjang. Di samping itu pula, MLSC dianggap sudah selaras dengan program pembinaan dari PSSI yang juga mendapat dukungan penuh dari organisasi tersebut. “Saya bersyukur sekali karena tugas PSSI dalam pembinaan mulai dari grassroot sampai profesional terbantu dengan adanya MilkLife Soccer Challenge. Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan insentif dan komitmen yang luar biasa dari sisi pembinaan usia dini khususnya sepak bola putri secara nasional. Saya mewakili PSSI berterima kasih selama dua tahun terakhir pembinaan sepak bola wanita usia dini sampai senior berjalan lancar. Kami berharap MLSC menjadi talent pool putri berbakat yang nantinya akan berlaga di level profesional,” ujar Vivin. Clea Abelia atlet jebolan MilkLife Soccer Challenge Jakarta menyatakan, turnamen ini sangat berperan besar terhadap karirnya sebagai pesepakbola. Selain meningkatkan kemampuan, jam terbangnya pun semakin tinggi. Terlebih lulusan SDN Kalisari 01 ini juga sempat ‘merumput’ pada turnamen internasional yang digadang sebagai terbesar di Asia, JSSL Singapore 7’s 2025 usai lolos kurasi dari tim talent scouting MLSC dan meraih gelar runner-up.  “MilkLife Soccer Challenge banyak ngasih pembelajaran dan pengalaman berharga buat aku. Dari turnamen ini aku jadi semakin mencintai dan menggeluti sepak bola. Apalagi sempat berangkat ke JSSL Singapore 7’s 2025 bertanding dengan atlet-atlet dari negara lain. Jadi buat yang ingin menjadi pesepakbola gak ada alasan untuk kalian gak ikut MLSC,” tutur Abel, sapaan akrabnya yang kini tergabung dalam Cipta Cendikia Football Academy, Bogor, Jawa Barat. Sepanjang mengikuti MilkLife Soccer Challenge, Clea Abelia menuai sejumlah prestasi diantaranya Top Scorer di MLSC Jakarta Seri 1 2024 untuk KU 12 dengan mengemas 17 gol, serta Top Scorer (27 gol) dan Best Player … Read more

16 Tim Terbaik dari Berbagai Regional Akan Perebutkan Podium Juara di Kudus

Kota Kudus, Jawa Tengah, menjadi tuan rumah penyelenggaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars pada 7 Juli hingga 13 Juli mendatang.

KUDUS, 7 Juli 2025 – Kota Kudus, Jawa Tengah, menjadi tuan rumah penyelenggaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars pada 7 Juli hingga 13 Juli mendatang. Bertempat di Supersoccer Arena, sebanyak 16 tim terbaik dari 16 regional di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa akan bertanding memperebutkan podium juara pada turnamen yang digelar oleh PSSI berkolaborasi bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation dan HYDROPLUS. Para peserta HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars diikuti para pesepakbola putri terbaik yang telah diseleksi dari 16 kota maupun regional penyelenggaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 sejak April hingga akhir Juni. Mereka terpilih dari turnamen yang digelar pada sejumlah kota di Pulau Jawa yaitu Tangerang, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya, Kudus, Malang, Jakarta, Solo, dan Yogyakarta. Selain itu pula berdasarkan seleksi regional di luar Pulau Jawa yakni Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusra, Papua, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.  “Kami apresiasi ajang HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars sebagai bagian penting guna meningkatkan ekosistem grassroots sepak bola putri di Indonesia. Saya berharap dalam tiga tahun ke depan kolaborasi PSSI, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan HYDROPLUS kian  memperkuat  fondasi pembangunan sepak bola putri kita yang berjenjang untuk masa depan, demi merealisasikan banyak mimpi para pemain putri kita menjadi kenyataan,” ujar Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan pelaksanaan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars bertujuan untuk pemantauan pemain yang akan direkrut untuk Timnas Putri Indonesia U-16 di Piala AFF dan U-17 di AFC. Melalui program ini, diharapkan akan terbentuk sistem pembinaan yang lebih terorganisir dan berkelanjutan, sehingga para pemain sepak bola wanita dapat terus berkembang melalui kompetisi yang konsisten dan berjenjang. “Ini adalah salah satu wadah di mana pemain terbaik berpotensi memperkuat timnas putri Indonesia untuk Piala AFF U-16 yang rencananya akan diselenggarakan di Indonesia pada Agustus 2025 mendatang. Coach Mochi bersama tim pelatih timnas putri U-16 akan melakukan pemantauan talenta pesepakbola belia. Hal ini diharapkan bisa memberikan gairah dan semangat bagi adik-adik untuk latihan lebih serius, ikut SSB sehingga kemampuan mereka bisa terasah dan berkembang,” kata Teddy. Teddy menambahkan, kejuaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 juga merupakan kelanjutan dari turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) yang sukses digelar di delapan kota sejak tahun 2023. Terhitung hingga Juni 2025, kejuaraan ini diikuti tidak kurang dari 24.429 peserta dari 1.257 SD dan MI di 8 Kota/Kabupaten. Ia berharap dengan diselenggarakannya kompetisi secara konsisten dan berjenjang, akan terbentuk sistem pembinaan yang mampu mewujudkan kejayaan sepak bola putri Tanah Air.  Group Brand Head HYDROPLUS, Yose Moriza mengatakan, HYDROPLUS mendukung penuh kiprah talenta-talenta muda Indonesia untuk terus meraih prestasi setinggi-tingginya melalui dunia olahraga, khususnya sepak bola putri. Ia optimistis, kejuaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars akan melahirkan atlet-atlet muda terbaik yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional di masa mendatang. Sebagai minuman isotonik yang baru diluncurkan satu tahun lalu, HYDROPLUS sangat bermanfaat untuk berolahraga, karena aktivitas ini menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat. “HYDROPLUS mendukung penuh gelaran Piala Pertiwi dengan produk minuman isotonik yang pas, serta memberikan hidrasi maksimal. Dikonsumsi setidaknya sebelum, selama, atau setelah berolahraga mampu menjaga stamina dan mencegah dehidrasi, sehingga membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama beraktivitas. Oleh karena itu kami mengucapkan selamat bertanding untuk seluruh peserta, raihlah prestasi setinggi langit,” tegas Yose. HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars menggunakan satu lapangan sepak bola dengan durasi 30 menit x 2 babak dan turun minum 10 menit. 16 tim yang berlaga dibagi ke dalam 4 grup, dimulai dengan pertandingan penyisihan grup, perempat final, semifinal, hingga final. Selain memperebutkan podium Juara, Runner-up, dan Semifinalis sebagai tim, ada pula penghargaan untuk individu yakni Top Scorer, Best Player, dan Best Goalkeeper. Berikut hasil drawing grup HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars: Grup A All Stars Jakarta All Stars Bali-Nusra All Stars Surabaya All Stars Sumatera Utara Grup B All Stars Kudus All Stars Papua All Stars Cirebon All Stars Sulawesi Grup C All Stars Tangerang All Stars Malang All Stars Semarang All Stars Sumatera Selatan Grup D All Stars Bandung All Stars Solo All Stars Yogyakarta All Stars Kalimantan Seluruh peserta HYDROPLUS-Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars tiba di Kudus pada 5 Juli. Sementara keesokan harinya mereka menjalani official training, drawing grup, match coordination meeting, dan welcome dinner. Pada 7 Juli sampai 10 Juli dimulai pertandingan penyisihan grup (group stage match), lalu juara di setiap grup akan melakoni laga perempat final pada 11 Juli, melangkah ke semifinal 12 Juli, dan partai final bergulir pada 13 Juli.  Selain keseruan pertandingan, di luar lapangan juga akan tersaji aktivitas menarik mulai dari kuliner khas Kudus, fun games, photo booth hingga hadirnya karakter Pokemon, yaitu Pikachu dan Cinderace yang akan diselenggarakan meet and greet dan foto bersama maskot Pokemon raksasa di tanggal 13 Juli.

Jawa Tengah Kembali Juara Umum Kejurnas Junior Panahan

Kontingen Jawa Tengah

Jawa Tengah dengan gemilang menjadi juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior MilkLife Archery Challenge 2025 di Kabupaten Kudus, yang merupakan keempat kali berturut-turut. “Sangat bersyukur atas capaian Kejurnas Panahan Junior 2025 ini. Tentunya keberhasilan ini tidak lepas dari strategi matang dalam menyeleksi dan mempersiapkan atlet terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jateng,” kata Manajer Tim Kontingen Jateng yang juga Sekretaris Pengprov Persatuan Panahan Seluruh Indonesia(Perpani) Jateng Martin Sudarmono usai menerima piala di Supersoccer Arena Rendeng, di Kudus, Sabtu. Ini juara umum keempat kali berturut-turut, setelah edisi 2022 di Yogyakarta, edisi 2023 di Bogor, dan di Batam, Kepulauan Riau, pada 2024. Strategi mempertahankan prestasi tersebut, kata Martin, adalah mengirimkan atlet-atlet terbaik hasil Kejurnas Junior Panahan sebelumnya. Total 80 atlet dari 35 kabupaten dan kota mengikuti ajang ini dan semuanya hasil seleksi ketat di tingkat provinsi. Hasilnya, kata dia, kejurnas di Kudus ini Jawa Tengah mengoleksi 32 medali emas yang menjadikan provinisi mencatat perolehan medali tertinggi tahun ini. “Iklim kompetisi di Jateng akan terus dijaga seperti tahun-tahun sebelumnya. Harapannya, pada Kejurnas Junior Panahan 2026 yang insya Allah kembali digelar di Kudus, kami bisa mempertahankan gelar juara umum,” kata Martin. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengapresiasi antusiasme peserta dalam kejurnas tahun ini. Ia mencatat edisi 2025 mencatat jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah kejuaraan ini. “Biasanya peserta hanya sekitar 400-500 orang, tetapi tahun ini tembus 876 peserta. Yang lebih istimewa lagi, untuk pertama kalinya digelar juga untuk kelompok umur 10 tahun, setelah sebelumnya hanya mempertandingkan kelompok usia U13, U15, dan U18. Ini menunjukkan pembinaan sudah berjalan baik sejak usia dini,” ujarnya. Ia menilai Kudus berpotensi besar menjadi pusat pembinaan panahan usia dini di level nasional. Pemerintah Kabupaten Kudus sendsiri sangat mendukung ajang ini dan diharapkan akan terus berperan aktif saat kembali menjadi tuan rumah pada 2026. Fayola Jingga Naeva Maheswari (16), salah satu atlet panahan penyumbang tiga medali untuk Jateng menyatakan bangga bisa menyumbangkan satu medali emas dari kelas recurve U18 perseorangan, kemudian perunggu dari kelas mix team recurve U18, dan perak dari beregu recurve U18. Kejuaraan ini melombakantiga nomor pertandingan, yakni divisi recurve, divisi Compound, dan divisi nasional (standard bow). Para peserta terbagi dalam tiga kelompok usia, yaitu U13, U15, dan U18, sedangkan untuk sivisi nasional ada tambahan U10. Kejuaraan digelar dari 27 Juni hingga 5 Juli 2025 di Supersoccer Arena Rendeng Kudus. Jawa Barat dan Jakarta menyusul Jawa Tengah pada posisi kedua dan ketiga. Sumber: ANTARA

Ini Bocoran Kriteria yang Dicari di Audisi Umum PB Djarum 2025

Yuni Kartika dan Fung Permadi

Audisi Umum PB Djarum 2025 akan berlangsung pada 8-12 September 2025, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putra sekaligus Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi berucap, tiga kelompok usia yang disasar pada audisi tahun ini bertujuan untuk meregenerasi para atlet senior di setiap sektor. Perihal kriteria, yang dipatok Fung beserta jajaran tim pencari bakat untuk para peserta putra ialah feeling touch. “PB Djarum berupaya agar setiap tahun kelahiran punya pemain pelapis yang berpotensi untuk menjadi pemain dunia. Sementara keperluannya di tahun ini U-11, KU 11, dan KU 12 untuk nantinya meningkat U-13, U-15 dan semakin mengerucut. Sedangkan mengenai kriteria dari kami tentunya mereka yang memiliki teknik dasar dan feeling touch pukulan yang baik, serta punya potensi untuk bersaing di tingkat dunia,” ungkap Fung. Sementara itu, Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putri, Yuni Kartika mengungkapkan, atlet yang dibidik oleh sektor putri PB Djarum pada audisi tahun ini utamanya memiliki postur ideal. Peraih Uber Cup 1994 ini menilai bahwa elemen tersebut menjadi krusial, agar mampu bersaing dengan para atlet putri dunia yang secara postur cukup diandalkan, selain teknik. “Sementara aspek lain yang menjadi penilaian tentu bakat, mental, serta kecerdikan mereka ketika bertanding. Jadi postur sangat dipertimbangkan, kecuali memang atlet itu punya bakat yang sangat istimewa. Tapi kalau tergolong biasa saja, kami tetap mengutamakan postur terutama tinggi badan atau yang punya potensi tinggi,” sebut Yuni. Ia juga menambahkan, guna menyeleksi atlet yang sesuai dengan kriteria tersebut, selain dibantu jajaran pelatih, tak menutup kemungkinan juga melibatkan dokter spesialis terkait. “Kami juga akan menyiapkan dokter untuk melihat dan memastikan kriteria yang kami inginkan, jadi kalau ragu kami bisa berkonsultasi agar lebih pasti. Yang kami harapkan pada audisi ini bisa menemukan atlet paket komplit,” imbuhnya. Rangkaian seleksi Audisi Umum PB Djarum 2025 diawali dengan fase screening yang mengadopsi pertandingan dengan sistem gugur 1 game hingga poin ke-21 (tanpa deuce/setting). Setelah fase screening, tahapan berikutnya ialah tahap turnamen. Untuk kategori putra, Super Tiket diberikan kepada para semifinalis, sementara di kategori putri, peraih Super Tiket yang melenggang ke tahap karantina adalah para finalis di babak turnamen. Sedangkan tahap karantina diselenggarakan selama empat minggu (13 September hingga 11 Oktober 2025) dengan dua kali fase eliminasi, yang bertujuan melihat potensi dan mentalitas atlet. Mereka yang lolos di tahap karantina akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung bersama PB Djarum. Untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2025, para calon peserta dapat mendaftarkan diri secara daring melalui laman berikut ini dan telah dibuka mulai 20 Juni 2025 lalu.

Pendaftaran Audisi Umum PB Djarum Telah Dibuka, Catat Jadwalnya!

Audisi Umum PB Djarum 2025

Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum kembali menyelenggarakan Audisi Umum PB Djarum 2025. Program ini akan rencananya akan bergulir pada 8 hingga 12 September mendatang di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah. Tahun ini, pencarian bibit pebulutangkis bertalenta dan bermental juara menyasar tiga kelompok usia yakni U-11 (peserta dengan usia 8 – 10 tahun atau kelahiran 2015 – 2017), KU 11 (peserta berusia 11 tahun atau tahun kelahiran 2014), serta KU 12 (peserta dengan usia 12 tahun atau tahun kelahiran 2013) baik putra maupun putri. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengatakan bahwa Audisi Umum bukan sekadar proses pencarian bibit pebultangkis berbakat, tapi juga bagian penting dari regenerasi dan penguatan ekosistem bulutangkis Indonesia. Berkaca dari penyelenggaraan tahun lalu yang mencapai 1.966 peserta dari berbagai penjuru daerah, ia berharap animo tahun ini juga selaras dengan kualitas yang semakin meningkat. “Kami ingin semangat dan kecintaan terhadap bulutangkis di Indonesia terus menyala. Sesuai janji kami menyelenggarakan Audisi Umum setiap tahunnya agar para atlet belia dari berbagai daerah bisa menunjukkan kemampuan hasil latihan, serta memperebutkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung dengan keluarga besar PB Djarum. Kami harap melalui audisi ini akan lahir atlet berkualitas super untuk meningkatkan kejayaan bulutangkis Tanah Air,” ungkap Yoppy. Masa pendaftaran secara daring ajang seleksi bibit pebulutangkis berbakat guna meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation ini masih dibuka hingga 31 Agustus pukul 24.00 WIB. Terhitung hingga 3 Juli pukul 12.00 WIB, pendaftar sudah mencapai 333 peserta, dengan jumlah terbanyak pada kelompok U-11 Putra yaitu 105 peserta. Jadwal Pendaftaran dan Tahap Seleksi Pendaftaran Online 20 Juni – 31 Agustus 2025 (Pukul 23:59 WIB) Daftar Ulang Minggu, 07 September 2025 (Pukul 09:00 – 15:00 WIB) Tahap Seleksi 08 – 12 September 2025 Tahap Karantina 13 September – 11 Oktober 2025

Kudus Jadi Tuan Rumah Kejurnas Junior 2025

Sebanyak 876 atlet muda panahan dari 28 provinsi di Indonesia akan unjuk kemampuan dan bersaing menjadi yang terbaik dalam MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 yang diadakan oleh Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dan Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Kota Kudus, Jawa Tengah menjadi tuan rumah penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 pada 27 Juni hingga 5 Juli 2025. Bertempat di Supersoccer Arena, sebanyak 876 atlet muda panahan dari 28 provinsi di Indonesia akan unjuk kemampuan dan bersaing menjadi yang terbaik dalam turnamen yang diadakan oleh Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dan Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Ario Bimo Nandito Ariotedjo mengapresiasi terciptanya kolaborasi aktif antara Perpani dan Djarum Foundation untuk terus meningkatkan minat masyarakat sekaligus menjaga proses regenerasi olahraga panahan. Ia menegaskan dengan adanya komitmen tinggi dari pemerintah dan dukungan dari banyak pihak, masa depan olahraga panahan akan semakin berprestasi di banyak multi event seperti Sea Games, Asian Games, maupun Olimpiade. “Pemerintah memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk cabang olahraga panahan. Saya juga berterima kasih karena kami mendapat dukungan dari federasi yang berintegrasi dan perusahaan swasta besar yang mencintai olahraga. Kolaborasi Perpani dan Djarum Foundation merupakan hal positif, bahkan hasilnya sudah bisa terlihat karena Kejurnas Panahan Junior 2025 adalah yang terbesar dalam sejarah, mengingat jumlah keikutsertaan peserta di atas 850. Panahan adalah cabang olahraga unggulan Indonesia di setiap multi event bergengsi dunia karena selalu meloloskan wakil Tanah Air bahkan di Olimpiade. Saya yakin generasi muda akan terbangun lebih baik dan prestasi olahraga termasuk panahan akan menjulang lebih tinggi,” kata Menpora Dito Ariotedjo. Ketua Umum PB Perpani, Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat, mengatakan bahwa MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 diharapkan menjadi gerbang awal menuju prestasi cabang olahraga panahan di level dunia. Arsjad percaya dengan menjaga ekosistem lewat pembinaan atlet-atlet junior panahan secara berkelanjutan, masa depan cabang olahraga panahan Indonesia akan semakin kokoh. “MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 adalah langkah serius dari Perpani, Pengprov, klub, dan sponsor dalam membangun ekosistem panahan nasional yang terstruktur dan berkelanjutan. Saya berharap atlet-atlet yang menjadi juara di sini tidak langsung puas, tetapi semakin bersemangat berlatih. Bertandinglah dengan sportif, kejurnas ini akan menjadi pintu untuk langkah selanjutnya, baik itu pelatnas, SEA Games, atau bahkan Olimpiade,” kata Arsjad. Turut hadir pula dalam acara Pembukaan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 di Supersoccer Arena, Kudus pada Sabtu (28/6), yakni Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Abdul Razak, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, beserta Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan hadirnya MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 di Kudus adalah salah satu upaya untuk menumbuhkan cinta dan kesukaan masyarakat terhadap cabang olahraga panahan. Yoppy juga menggarisbawahi pentingnya pemassalan olahraga yang dilakukan secara berkesinambungan. Tujuannya adalah melibatkan sebanyak-banyaknya atlet untuk menjaga ekosistem olahraga dan meningkatkan prestasi di level dunia. Cabang olahraga panahan juga memiliki sejarah besar saat memenangi medali perak di Olimpiade Seoul 1988 yang ditorehkan tiga srikandi Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani. “Kami menyambut baik MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 ini. Selain karena dapat memotivasi para atlet junior yang bertanding, para atlet usia dini dapat turut mempunyai kesempatan untuk mengamati dan mempelajari panahan dari jarak dekat. Kecintaan terhadap cabang olahraga ini semakin besar sehingga memiliki potensi untuk melahirkan bibit-bibit usia muda yang akan menjadi atlet kelas dunia. Semoga lewat upaya-upaya konsisten membina atlet-atlet panahan sejak usia dini, nantinya Indonesia akan mulai mendulang medali emas di pentas Olimpiade,” ujar Yoppy. Yoppy menambahkan bahwa pihaknya juga mendukung penuh upaya pemerintah Kudus dalam mempromosikan potensi sport tourism. Salah satu sumbangsih yang sudah dijalankan Bakti Olahraga Djarum Foundation adalah menghadirkan beragam turnamen dan kejuaraan berskala nasional mulai dari Bulu Tangkis, Sepak Bola Putri, Atletik, hingga Panahan. MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 menghadirkan tiga nomor pertandingan, yakni Divisi Recurve, Divisi Compound, dan Divisi Nasional (standard bow). Para peserta terbagi dalam tiga kelompok usia, yaitu U-13, U-15, dan U-18, sedangkan untuk Divisi Nasional ada tambahan U-10. Provinsi Jawa Tengah menjadi kontingen terbesar dalam kejurnas kali ini dengan menurunkan formasi lengkap sebanyak 80 atlet junior andalan. Disusul kemudian Provinsi DKI Jakarta dengan 79 atlet, serta Provinsi Jawa Barat yang membawa 77 atlet. MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 memperebutkan total 321 medali dengan rincian 107 medali emas, 107 medali perak, dan 107 medali perunggu. Keseluruhan medali diperebutkan sejak dari babak kualifikasi hingga babak eliminasi untuk kategori perorangan, beregu, dan beregu campuran. MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 mengadopsi sistem penilaian federasi panahan dunia, di mana pada divisi Recurve dan divisi Nasional menggunakan set system, artinya pemanah yang mencapai poin 6 terlebih dahulu, dinyatakan sebagai pemenang. Sementara, pada divisi Compound, sistem penilaian menggunakan akumulasi skor. Pemanah yang mendapatkan skor tertinggi menjadi pemenang. Di kejuaraan ini juga diterapkan babak kualifikasi dan eliminasi untuk ketiga divisi tersebut. Kejurnas Panahan Junior konsisten bergulir setiap tahun. Pada 2022 kejuaraan ini berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta, kemudian pada 2023 provinsi Jawa Barat tampil sebagai tuan rumah, dan tahun lalu, ajang ini dihelat di Batam, Kepulauan Riau. Tidak hanya konsisten, semakin meningkatnya animo keikutsertaan Kejurnas Panahan Junior membuat Perpani terus melakukan inovasi guna mengakomodasi bakat-bakat muda Tanah Air. Pada 2023, Kejurnas Panahan Junior hanya mempertandingkan dua kelompok usia, yakni U-15 dan U-18. Tahun lalu, Perpani menambahkan kategori usia U-13, dan pada MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025, induk cabang olahraga panahan tersebut mulai menyertakan kejurnas untuk kelompok usia U-10.

Festival SenengMinton 2025 Lahirkan Juara Baru

Festival Seneng Minton 2025

Perhelatan Festival SenengMinton 2025 telah sukses digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus siang ini, Selasa (24/6). Sebanyak 3 gelar juara festival dan 1 gelar juara Supprter telah dikukuhkan oleh 4 sekolah berbeda. Antara lain juara kelas 1 diraih MI NU Miftahul Ulum, juara kelas 2 oleh MI NU Imaduddin Hadiwarno, juara kelas 3 dari SD NU Nawa Kartika dan juara Supporter MI Negeri Kudus. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, diselenggarakannya Festival SenengMinton 2025 Seri 1 merupakan kelanjutan dari dua gelaran sebelumnya yang disambut positif oleh peserta maupun pihak sekolah. Ia berharap dengan menumbuhkan kesenangan dan kecintaan bulu tangkis dari level grassroot melalui kompetisi berbalut fun games seperti ini menjadi langkah awal pembibitan maupun pembinaan calon atlet masa depan. “Festival SenengMinton merupakan salah satu cara memasyarakatkan bulu tangkis ke usia dini secara terstruktur dengan melibatkan para guru sekolah, sistematis melalui berbagai games yang mendorong kecintaan terhadap bulu tangkis, dan masif dengan melibatkan banyak peserta. Hal ini menjadi penting untuk menjaga mata rantai bulu tangkis yang bertujuan menyiapkan generasi emas bulu tangkis melalui perlombaan yang menyenangkan,” kata Yoppy. Berikut daftar pemenang Festival SenengMinton 2025 Seri 1: Kelas 1 Juara: MI NU Miftahul Ulum Runner-up: SD Unggulan Muslimat NU Kudus Semifinalis: MI NU Imaduddin Hadiwarno dan MI NU Pendidikan Islam Kelas 2 Juara: MI NU Imaduddin Hadiwarno Runner-up: MI NU Pendidikan Islam Semifinalis: MI NU Baitul Mukminin dan MIN Kudus Kelas 3 Juara: SD NU Nawa Kartika Runner-up: SDIT Umar Bin Khathab Kudus Semifinalis: MI Muhammadiyah Al Tanbih dan MI NU Imaduddin Hadiwarno Lomba Supporter Juara : MI Negeri Kudus Runner-up : MI NU Nurus Shofa Semifinalis : MI NU Pendidikan Islam

Ratusan Peserta Banjiri Festival Seneng Minton 2025 Seri 1

Gelaran Festival Seneng Minton Seri pertama

Gelaran Festival Seneng Minton Seri pertama kembali berlangsung di GOR Djarum, Jati Kudus, Jawa Tengah. Sejak Senin (23/6) sebanyak 345 siswa dari 24 SD dan MI se-Kabupaten Kudus berlomba menunjukkan kemampuan terbaiknya di festival yang akan berlangsung hingga Selasa (24/6). Antusiasme para peserta di festival yang digelar atas kerja sama Pengurus Kabupaten (Pengkab) PBSI Kudus dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation ini, dinilai sangat baik. “Antusias peserta sangat baik, karena menang Ini adalah sekolah pilihan kami yang memang sudah ada ekskul (ekstra kulikuler) bulu tangkis. Terus kami adakan festival ini sebagai tolak ukur apakah mereka sudah bisa melaksanakan ekskulnya dengan baik atau belum dan juga melihat perkembangan olahraga bulu tangkis disetiap sekolah yang ada. Antusias dan kulatias mereka sudah sejauh mana setelah kami laksanakan dua seri Festival Seneng Minton sebelumnya,” papar Yuni Kartika, Ketua PBSI Pengkab Kudus. “Dari hasil binaan eskul dan juga Festival Seneng Minton sebelumnya, dari kelas 3 SD ini sekarang sudah ada juga yang masuk masuk klub bulu tangkis. Artinya dari murid-murid yang ikut ekskul itu ada juga yang berlatih serius mau mendalami cabang olahraga bulutangkis itu sebenarnya tujuan kami,” papar Yuni. Sama seperti seri seblumnya, Perlombaan dibagi dalam 3 kategori yaitu Kelas 1, Kelas 2, Kelas 3. Masing-masing tim terdiri dari 5 peserta dengan komposisi 3 laki-laki dan 2 perempuan. Terdapat 7 games yang harus diselesaikan oleh masing-masing peserta dalam satu tim. Yaitu Service To Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock, Zig Zag Run, Run dan Drive Target. Adapun para pemenang di tiap-tiap lomba akan membawa pulang Piala untuk sekolah & Piala untuk peserta, Prize Money (Juara 1 Rp 1.000.000, Juara 2 Rp 750.000, Juara 3 bersama Rp 500.000), Peralatan Badminton dari Hundred, Goody bag dr Milk Life, Kenko & Dua Kelinci dan Ice cream 5 Box dr Aice.

Tambah Kategori Usia dan Nomor Perlombaan, MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2025 Semakin Kompetitif

MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2025

KUDUS, 22 Juni 2025 – MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2025 yang dihelat mulai Jumat (20/6) hingga Minggu (22/6) di Supersoccer Arena, Kudus berlangsung sukses. Sebanyak 1.267 pelajar dari 109 Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kudus dan sekitarnya ambil bagian menyemarakkan kejuaraan yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan, ajang ini dirancang sebagai perpaduan antara olahraga dan permainan edukatif untuk membangkitkan gairah olahraga atletik. MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2025 menyuguhkan 15 nomor perlombaan untuk Kategori Usia (KU) 10, KU 12, dan KU 15 baik putra, putri, serta mix. Kejuaraan ini juga bertujuan membuat pelajar mengenal atletik bukan sebagai tekanan, melainkan sebagai petualangan menyenangkan. “Pada gelaran kali ini kami menambah satu kategori usia, yaitu KU 15 serta nomor perlombaan yang sebelumnya hanya 9 kini menjadi 15. Hal tersebut tak lepas untuk meningkatkan suasana kompetitif dan antusias peserta. Kami ingin menjadikan olahraga sebagai sesuatu yang menyenangkan, bukan menakutkan. Bukan soal menang-kalah, tapi menumbuhkan kecintaan yang akan tumbuh menjadi prestasi di masa depan,” ujar Yoppy. 15 nomor perlombaan pada MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2025 yaitu lari 60 meter, lari 80 meter, lari 1.000 meter, lari 1.500 meter, jalan cepat 3.000 meter, beregu kanga’s escape, beregu formula 1, frog jump, turbo throw, tolak peluru, lari estafet 5 x 80 meter, lari estafet 8 x 50 meter mixed, lompat jauh, lempar lembing, dan lempar cakram. Yoppy menambahkan, MilkLife Athletics Challenge telah menjadi bukti nyata bahwa olahraga dapat dikenalkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Dan dari Kudus, semangat peserta bukan hanya untuk menang, tetapi untuk menggapai podium masa depan Indonesia. Melihat antusiasme dan hasil positif penyelenggaraan ini, MilkLife Athletics Challenge akan diadakan dua kali dalam setahun. “Semoga di seri dua mendatang, peserta jauh lebih banyak, selaras dengan kemampuan yang dimiliki oleh setiap individu untuk bertanding secara perorangan maupun beregu. Kami juga mengimbau kepada setiap sekolah untuk mengakomodir anak didiknya mendalami cabang olahraga atletik ini, serta orangtua yang memberi dukungan penuh,” imbuh Yoppy. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PASI Kabupaten Kudus, Noor Akhmad, S.Pd., M.Or. mengatakan, sejak hari pertama mengamati 514 atlet (KU 10), 507 atlet (KU 12), 246 atlet (KU 15) ia menilai semangat dan kemampuan dasar mereka sudah cukup baik. Diharapkan MilkLife Athletics Challenge dapat menjadi ladang munculnya bibit-bibit berkualitas di berbagai nomor olahraga atletik untuk kota Kudus, maupun Indonesia. “Penyelenggaraan MilkLife Athletics Challenge yang berkelanjutan tentu menjadi wadah positif untuk para calon atlet di Kudus dan sekitar mengasah kemampuan dan sebagai tolak ukur pengembangan diri menjadi lebih baik. Selamat kepada para juara di setiap nomor perlombaan serta juara umum seri ini. Kami juga berterima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife yang memiliki komitmen untuk mengembangkan olahraga atletik,” tegas Noor. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, S.T., M.T. dan Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton turut hadir dan menyaksikan secara langsung MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2025 pada Minggu (22/6). Mereka mengapresiasi gelaran ini karena menjadi kegiatan positif yang mampu menuai prestasi.   “Bangga dengan para peserta yang ikut (MilkLife Athletics Challenge) karena penuh semangat dan keceriaan. Kami turut hadir untuk mensupport agar banyak kader-kader di cabang olahraga atletik dari Kudus. Kami berharap acara seperti ini terus berlangsung supaya anak-anak bisa memiliki wadah positif dan tidak terpaku gadget,” ujar Sam’ani.

Upaya Cetak Atlet Panahan Masa Depan

MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 1 yang bergulir pada 9 Mei hingga 11 Mei di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah rampung digelar. Diikuti 428 peserta, kompetisi yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife berkolaborasi dengan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kudus ini diharapkan mampu melahirkan calon atlet panahan yang kelak akan berlaga di panggung dunia.

KUDUS, 11 Mei 2025 – MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 1 yang bergulir pada 9 Mei hingga 11 Mei di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah rampung digelar. Diikuti 428 peserta, kompetisi yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife berkolaborasi dengan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kudus ini diharapkan mampu melahirkan calon atlet panahan yang kelak akan berlaga di panggung dunia. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 1 mengalami lonjakan peserta dari penyelenggaraan sebelumnya di tahun 2024 yakni 357 peserta. Mereka berasal dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di Kudus dan beberapa kota di sekitarnya, seperti Jepara, Pati, Rembang, hingga Semarang. Di samping itu, pada gelaran kali ini terdapat penambahan satu dari empat kategori perlombaan, yaitu Nasional (Standar Bow) KU 10, sementara tiga nomor lainnya ialah PVC KU 10, PVC KU 12, dan Nasional KU 12, baik putra maupun putri. “Di Seri perdana tahun ini kami membuka kategori Nasional KU 10 agar suasana kompetisinya semakin meruncing. Jadi setiap peserta punya lawan yang sepadan, tinggal adu skill siapa yang tembakannya paling akurat dan mengumpulkan poin terbanyak. Antusiasme pun cukup tinggi bahkan ada peserta yang dari Wonogiri, Magelang, Sragen, Solo. Ini membuktikan bahwa sebenarnya banyak talenta-talenta muda yang menggeluti panahan khususnya di wilayah Jawa Tengah,” kata Yoppy. Selaras dengan hal tersebut, Yoppy memastikan di tahun ini MilkLife Archery Challenge akan berlangsung sebanyak dua kali. Seri 2 diagendakan pada bulan Agustus. “Kami berkomitmen mewadahi calon atlet panahan dengan kejuaraan yang rutin digelar setiap tahunnya. Dengan begitu, diharapkan semakin banyak yang mencintai dan menekuni olahraga panahan, serta menjadi pahlawan di kejuaraan internasional untuk mengharumkan Bumi Pertiwi,” ujarnya.  Sementara itu, Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak mengapresiasi langkah nyata Djarum Foundation dan MilkLife yang memiliki konsen terhadap perkembangan olahraga panahan di Indonesia. Ia berharap rutinnya penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge, juga disambut baik dengan semakin tingginya minat masyarakat, sehingga meningkatkan prestasi yang gemilang. “Kami meyakini dukungan dari Djarum Foundation dan MilkLife melalui MilkLife Archery Challenge yang rutin digelar, dapat memotivasi bibit-bibit berkualitas cabor panahan untuk menorehkan prestasi secara berjenjang. Sehingga dari kejuaraan ini dapat memasyarakatkan olahraga panahan serta membantu suplai calon atlet berkualitas yang nantinya bergabung di pelatnas,” tutur Abdul Razak. Adu Bidik  Perebutan gelar juara MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 1 berlangsung seru dan menegangkan. Para finalis yang berlaga pada Minggu (11/5) saling kejar mengejar poin, beradu mental dan konsentrasi melepaskan busur panah untuk meraih podium tertinggi.  SD Al Islam Pengkol Jepara sukses menyegel Juara Umum MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 1 usai mengemas perolehan medali di sektor individu (1 perak dan 1 perunggu) serta di beregu (1 emas dan 1 perak).  Pelatih SD Al Islam Pengkol, Yulianto mengatakan ia menerjunkan 9 atlet binaan pada kejuaraan ini. Berkat latihan intensif, timnya berhasil menempatkan diri di podium tertinggi. “Di MilkLife Archery Challenge tahun lalu kami belum mendapat prestasi, tapi sekarang kami bisa menjadi juara umum. Ini suatu kebanggaan dan kami berharap bisa mempertahankan gelar di seri berikutnya. Kejuaraan ini sangat positif karena sebagai wadah para atlet junior mengasah kemampuan dan berkompetisi, sehingga hasil dari latihan bisa dimaksimalkan dan menambah jam terbang,” papar Yulianto. Sementara itu, pada pertandingan PVC KU 12, di nomor putra Arsakha Dipo Sulistiyo dari SDN Tlogowungu 03 Pati berhasil mengandaskan Ahmad Maulana Umar Al Fatih dari MIM Al Tanbih Kudus dengan set point 7-1 (111-99). Sedangkan pada sektor putri, Syanum dari SDIT Amal Insani Jepara menjadi juara usai mengalahkan Khayla Sabriena Rizky asal SD Al Islam Pengkol Jepara  lewat set point 6-0 (86-77). Arsakha Dipo Sulistiyo yang kini bergabung di Panahan Banteng Pati menyambut bahagia atas kemenangannya. Ia menuturkan, lawannya di babak final yang merupakan peringkat satu saat kualifikasi adalah yang terberat. Namun berkat ketenangannya, ia berhasil menjadi kampiun. “Senang banget bisa jadi juara. Saya menang karena tenang. Pesan dari pelatih juga supaya saya konsentrasi, tenang, dan targetkan busur ke poin tertinggi. Soalnya memang saya cukup tegang dari awal kualifikasi. Semoga di seri 2 bisa ikut lagi dan kembali menjadi juara,” ucap Arsakha. Ibunda Arsakha, Qhorik Ismawati menuturkan bahwa kecintaan anaknya terhadap olahraga panahan baru muncul di awal tahun 2025. Mulanya Arshaka diminta oleh guru mewakili sekolah untuk mengikuti POPDA Kecamatan. Karena pada saat itu baru menggeluti panahan, ia belum meraih hasil maksimal. Namun berkat kegigihannya untuk menekuni cabor ini lebih serius, Arshaka berhasil menjadi runner-up pada kejuaraan panahan tingkat kabupaten di Pati.  “Karena di POPDA Kecamatan itu Arshaka merasa kurang maksimal, akhirnya dia penasaran untuk menekuni panahan. Dan alhamdulillah sekarang bisa menjadi juara. MilkLife Archery Challenge ini bagus karena bisa memotivasi anak-anak untuk berlatih dan senang berolahraga, jadi positif nggak main gadget terus. Semoga bisa terus rutin diselenggarakan,” kata Qhorik. Sementara itu di kategori PVC KU 10 Putra Renjiro Darrell Fathan Aufaris dari SDIT Al Ihsan Rembang memastikan diri menjadi juara usai mengalahkan Muhammad Alwi Zulfikar asal SDIT Khadijah Jakenan dengan set point 6-1 (136-135). Sedangkan di sektor putri, Samantha Wimala Wibowo dari SDN 2 Mulyoharjo Jepara menang atas Humaira Izzatunnisa dari SDIT Mutiara Hati lewat set point 6-2 (99-91). Berlanjut pada kategori Nasional KU 10 di nomor putra, Ichsan Kurniawan dari SDN 5 Panggang Jepara menjadi juara setelah menang dengan poin tipis atas Hafizh Ahsan Habibi dari MIN 5 Sragen melalui set point 6-2 (95-92). Sementara di sektor putri, Shareefa Jehan Amira asal SDN 4 Panggang Jepara meraih medali emas usai menghadapi perlawanan sengit dari Khanifa Az Zahwa Ar Rifa asal SD Aisyiyah Unggulan Gemolong Sragen dengan set point 7-3 (128 -133). Beralih ke kategori Nasional KU 12, di sektor putra, Muhammad Keanu Refi Atallah dari SD Muhammadiyah 1 Ngaglik Sleman menutup babak final dengan membukukan set point 6-2 (113-107) atas lawannya Jabr Rajaa’ Challe dari SDN 1 Panggang Jepara dan merebut titel kampiun. Lalu Kanaya Fatin dari MI Matholi’ul Huda Begel menumbangkan Adreena Aeera Malika Putra dari SDIT Insan Kamil Karanganyar 6-2 (111-107) Tak hanya aduan perorangan, MilkLife Archery Challenge Seri 1 2025 sekaligus mempertandingkan format beregu yang membela nama sekolah. SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus menjadi juara beregu di kategori Nasional KU 10 … Read more

Penantian Satu Tahun, SDN Kalisari 01 Akhirnya Sukses Raih Gelar Juara MilkLife Soccer Challenge Jakarta 2025

Juara serta runner-up KU 10 dan KU 12 MilkLife Soccer Challenge – Jakarta 2025.

JAKARTA, 4 Mei 2025 – Gemuruh sorak suporter menggema saat partai final KU 10 dan KU 12 MilkLife Soccer Challenge Jakarta 2025 yang berlangsung di Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu siang (4/5). Dalam kompetisi yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut, SDN Pulogebang 13 berhasil menjadi kampiun di KU 10 usai susah payah mengalahkan SDN Gedong 03. Sedangkan di KU 12, SDN Kalisari 01 keluar sebagai juara setelah menundukan sang rival SDN Mekarjaya 12. Kemenangan SDN Kalisari 01 merupakan penantian selama lebih dari satu tahun semenjak mereka ambil bagian dalam kompetisi MilkLife Soccer Challenge. Pada 2024, mereka harus puas menjadi semifinalis (MLSC Jakarta Series 1) dan runner up (MLSC Jakarta Series 2). Gelar juara akhirnya mereka rasakan usai membekap SDN Mekarjaya 12 dengan skor 4-1 pada MLSC Jakarta 2025.  Performa Clea Abelia yang menonjol mampu membuka keunggulan SDN Kalisari 01 lewat lemparan dalam yang lolos dari tangkapan kiper lawan di babak awal menit ke-3. Tak butuh waktu lama, gol balasan tercipta dari SDN Mekarjaya 12 melalui tendangan akurat depan gawang. Clea Abelia kembali menunjukan aksi gemilangnya dengan melancarkan serangan yang membuat SDN Kalisari 01 unggul, dan gol penutup babak pertama disumbangkan oleh Zaniar Gadiza melalui tendangan ke sudut kanan gawang, sehingga SDN Kalisari 01 unggul 3-1. Pasca interval, kedua tim masih tampil dengan agresivitas yang cukup tinggi dengan menciptakan beberapa peluang berbahaya, serangan demi serangan dibangun kedua tim demi merobek jantung pertahanan. Hingga di menit ke-29 Keisya Aurellia Fiorenza berhasil memanfaatkan momen dengan menciptakan gol manis, saat gawang lawan kosong dari penjagaan dan membawa SDN Kalisari 01 keluar sebagai juara.   Sang bintang lapangan, Clea Abelia tidak menyangka bisa membawa sekolahnya menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge – Jakarta 2025, bahkan ia juga sukses menjadi pencetak gol terbanyak dengan perolehan 27 gol. “Alhamdulillah ternyata kami bisa menang lawan mereka, karena di tahun lalu kami kalah. Berkat kekompakan tim, semangat dari pelatih dan orang tua membuat kami semakin termotivasi. Ilmu yang saya dapatkan setelah berkompetisi di Singapura kemarin bisa saya terapkan di sini, sehingga bisa membawa tim saya juara,” bilang Abel. Sementara itu, laga alot tersaji di final KU 10 antara SDN Pulogebang 13 versus SDN Gedong 03 sejak babak pertama. Aksi jual beli serang dilakukan kedua tim untuk menjebol gawang lawan. Namun, usaha dari kedua sekolah tersebut melakukan passing-shooting belum juga mampu menciptakan gol hingga jeda turun minum, sehingga babak pertama berakhir dengan skor kacamata. Memasuki babak kedua, masih dengan pola permainan yang sama beberapa kali terjadi kemelut di mulut gawang yang gagal dimanfaatkan oleh keduanya. Hingga akhirnya di menit ke-21 SDN Pulogebang 13 sukses memecah kebuntuan melalui tendangan Anindita Keisa Zahra yang tidak bisa dihalau kiper lawan. Jelang peluit panjang berbunyi, pemain bernomor punggung dua tersebut kembali menambah pundi gol setelah menerima umpan lambung dari koleganya dan dengan sigap menendang ke sisi kanan gawang lawan sehingga membuat SDN Pulogebang 13 menang 2-0 atas SDN Gedong 03. Punggawa SDN Pulogebang 13, Anindita Keisa Zahra sangat bersyukur bisa tampil baik bersama timnya hingga menjadi juara, “Bisa jadi juara dan top skor pasti senang banget, apalagi pertandingan tadi susah karena tim lawan posturnya besar. Tapi pelatih kasih semangat, tidak boleh takut dan harus yakin kalau kita bisa,” ujar pemain yang mengidolakan Christiano Ronaldo tersebut. Antusiasme Semakin Meningkat Sementara itu, Jakarta menjadi salah satu kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge yang selalu menunjukkan peningkatan jumlah peserta sejak tahun lalu. Pada Series 1 2024, kompetisi ini diikuti 368 siswi SD dan MI. Lalu, di series 2 yang dihelat November 2024, partisipasi peserta melambung lebih dari tiga kali lipat mencapai 1.359 siswi. Antusiasme pesepakbola putri belia juga semakin meningkat di MilkLife Soccer Challenge 2025 hingga mencapai 1.601 siswi dari 96 SD dan MI, yang terbagi ke dalam 32 tim KU 10 dan 112 tim KU 12. Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menuturkan semakin tingginya semangat para siswi menggeluti sepak bola tak lepas dari jenjang karir yang berkelanjutan, sehingga mereka masih dapat terus berkompetisi hingga usia remaja. Salah satunya, dilakukan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dengan mengirimkan atlet-atlet terbaik MilkLife Soccer Challenge berlaga di turnamen internasional seperti JSSL Singapore 7’s 2025, April lalu. Dalam kompetisi bergengsi tersebut, tim HydroPlus Strikers (U-14) dan skuad MilkLife Shakers (U-12) sukses menjadi runner up. Menurut Timo, keberhasilan di Singapura semakin memantik semangat dan minat para siswi menggeluti sepak bola. “Saya rasa faktor JSSL ini meningkatkan minat para peserta. Karena mereka akan melihat setelah bertanding di KU 12 masih ada level selanjutnya. Saya melihat orang tua pasti berpikir ini positif, jangka panjangnya ada dan berjenjang, jadi tidak stop saat di sekolah dasar saja tapi juga terpacu untuk bisa membela daerah masing-masing berkompetisi di MilkLife Soccer All Stars dan berkesempatan masuk tim untuk bertanding ke luar negeri,” tutur Timo. Senada dengan hal tersebut, Pelatih SDN Kalisari 01, Warizqy Mahirullah mengakui keberhasilan jebolan MilkLife Soccer Challenge di ajang JSSL Singapore 7’s 2025 telah menginspirasi para siswi di sekolahnya untuk bermain sepak bola. Terlebih, dalam tim yang diterjunkan di Singapura tersebut, terdapat siswi SDN Kalisari 01, Clea Abelia, yang tergabung di skuad HydroPlus Strikers (U-14). Bahkan di ajang bergengsi tersebut, Clea Abelia juga berhasil mencetak gol dan membantu timnya memenangkan pertandingan saat melawan tim  JSSL FC 2 Singapore. “Setelah Abel pulang dari Singapura, dia dipanggil ke depan saat upacara lalu diumumkan kalau dia menjadi runner up di ajang bergengsi tersebut. Hal ini membuat anak-anak terutama dari kelas 2 dan 3 semakin berminat menggeluti sepak bola putri. Jadi banyak yang mau ikut latihan. Sehingga semester depan kami akan ada ekstrakulikuler sepak bola putri,” ungkap pelatih berkacamata tersebut. Berikut daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge – Jakarta 2025 Kategori Usia 10 Juara : SDN Pulogebang 13 Runner-up : SDN Gedong 03 Semifinalis : SDN Cijantung 03 dan SDN Cilangkap 01 Top Scorer : Anindita Keisa Zahra – SDN Pulogebang 13 (15 gol)   Najma Ayunindya Inara – SDN Cijantung 03 (15 gol) Best Player : Anindita Keisa Zahra – SDN Pulogebang 13 Best Goalkeeper : Aqilla Misha Qiana – SDN CIjantung 03 Fairplay Team : SDN Cilangkap 01 Kategori … Read more

Animo Tinggi dalam Upaya Lahirkan Pesepakbola Putri di Kota Pahlawan

Momen selebrasi kemenangan tim KU 12 SDN Kalirungkut I/264 usai mengumpulkan tiga poin penuh saat adu penalti penentu juara MilkLife Soccer Challenge - Surabaya 2025.

SURABAYA, 23 Februari 2025 – MilkLife Soccer Challenge – Surabaya 2025 yang berlangsung pada Rabu (19/2) hingga Minggu (23/2) di Stadion Bogowonto dan Stadion Brawijaya Kodam V sukses digelar. Penyelenggaraan turnamen sepak bola putri KU 10 dan KU 12 yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini disambut antusias oleh para siswi di Surabaya dan sekitar. Terbukti, tak kurang dari 1.633 siswi yang terbagi dalam 106 tim KU 12 dan 40 tim KU 10 turut berpartisipasi.  Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, animo tinggi dari para peserta yang juga selaras dengan kualitas, menjadi angin segar untuk mengembalikan kejayaan sepak bola putri Tanah Air. Pada penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Surabaya tahun lalu, seri 1 diikuti oleh 631 peserta, sedangkan di seri kedua sebanyak 1.476 siswi ikut berpartisipasi.  “Kami sangat optimistis tujuan mengembalikan kejayaan sepak bola putri akan tercapai karena ini juga proses yang panjang. MilkLife Soccer Challenge menjadi turnamen yang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para talenta-talenta muda yang kelak akan menjadi pemain timnas kebanggaan kita. Kami juga mendorong adik-adik untuk berlatih di sekolah sepak bola (SSB) untuk mempersiapkan diri bertanding pada MilkLife Soccer Challenge Seri 1 dan 2 2025 mendatang,” Teddy berucap. Teddy menambahkan, meski seri pertama MilkLife Soccer Challenge di Surabaya baru akan bergulir medio 2025, para peserta pada turnamen kali ini tetap bertanding secara maksimal dan mengerahkan kemampuan terbaik mereka. Dengan demikian, tujuan diselenggarakannya turnamen ini untuk meningkatkan kualitas dan menjadi wadah bibit-bibit pesepakbola putri potensial bertanding dalam turnamen secara berkala dapat terus terasah. Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge ke depan, lanjut Teddy, akan menyesuaikan dengan kalender akademik agar tidak mengganggu proses pembelajaran akademik siswi di sekolah. Dalam masa penyesuaian tersebut, turnamen sepak bola putri akan terus digelar demi memberikan jam terbang bagi para peserta. “Meski seri selanjutnya di tahun ini mulai terselenggara pada Juni 2025, kami tetap menggelar turnamen agar para siswi terus berkembang secara kualitas dan jeda turnamen satu dan lainnya tidak terlalu jauh,” tandas Teddy. Sementara itu, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann menyebut potensi para putri di Kota Pahlawan yang cukup menonjol pada KU 10 tahun. Hal ini membuktikan sinyal positif yang harus terus dipupuk untuk menjaga pertumbuhan ekosistem dan regenerasi sepak bola putri.  “Saya melihat di turnamen kali ini justru KU 10 sudah memiliki teknik dasar sepak bola yang cukup baik. Selain itu juga, peserta yang sudah mengikuti turnamen di tahun sebelumnya mengalami peningkatan kualitas signifikan. Sementara yang baru ikut serta memang belum begitu banyak yang menonjol. Kami harap di seri 1 dan seri 2 mendatang, kualitas mereka sudah semakin merata,” tegas Timo. Timo melanjutkan, adanya inovasi baru pada MilkLife Soccer Challenge yaitu fun competition bertajuk Festival SenengSoccer yang menyasar KU 8 berjalan selaras serta menjadi pondasi yang tepat untuk menjaga mata rantai dan supply pemain KU 10. “Festival SenengSoccer itu kan mengenalkan gerakan-gerakan dasar bermain sepak bola yang sebenarnya merupakan latihan koordinasi dari teknik, kecepatan dan endurance. Jadi mereka KU 8 sudah memiliki dasar dan ketika nanti ikut turnamen di KU 10 sudah tidak kaget, namun tentu harus dilatih terus,” ungkapnya. Panas di Laga Pamungkas   Sementara itu dari sisi lapangan, partai final MilkLife Soccer Challenge – Surabaya 2025 yang tersaji di Stadion Bogowonto, Minggu (23/2) berlangsung sengit. Tim KU 12 SDN Kalirungkut I/264 berhasil membuktikan diri menjadi juara setelah mengalahkan SD Al Islah melalui drama adu penalti yang menegangkan. Sedangkan di kategori KU 10, SD Pacarkeling V/186 mempertahankan gelar kampiun usai mengalahkan tim SDN Kalirungkut I/264. Pertandingan pamungkas KU 12 antara tim SDN Kalirungkut I/264 dan SD Al Islah berjalan cukup alot. Membuka jalannya pertandingan, SDN Kalirungkut I/264 yang perkuat Jenifer Charolina Besi langsung agresif membangun serangan ke wilayah pertahanan lawan. Pada babak pertama, kedua tim bermain dengan skema menyerang bertahan untuk menciptakan peluang poin. Sayang, upaya keduanya belum mampu mengubah skor kacamata yang tetap bertahan hingga turun minum. Memasuki 15 menit kedua, kapten tim SD Al Islah, Ziyan Aisyah Rahmadani mencoba untuk mengonversi peluang menjadi gol. Namun hal itu masih mampu terwujud lantaran beberapa kali bola melenceng jauh dari mistar gawang. Kedudukan imbang 0-0 bertahan hingga wasit Bachrul Ulum meniup peluit panjang yang memaksa keadaan memasuki babak adu penalti. Tiga poin penuh berhasil dikumpulkan oleh tim SDN Kalirungkut I/264 dari tendangan presisi para algojo yakni Jenifer, Zhiya Putri Diarmanto dan Bellamy Nabilla Ariellaputri. Ini menandakan tim KU 12 SDN Kalirungkut I/264 mampu memberikan epic comeback setelah hanya mampu menjadi runner-up pada MilkLife Soccer Challenge Surabaya – Seri 2 2024 lalu. “Tadi pertandingan sedikit deg-degan, tapi aku dan teman-teman menenangkan diri untuk fokus bertanding karena pasti ada jalan keluar. Aku mikirnya fokus sama permainan, karena kalah menang itu belakangan. Menurutku sepak bola itu seru dan bermanfaat jadi jalan kesuksesan,” ucap Jenifer yang juga mendapat gelar Best Player KU12.   Di sektor KU 10, SDN Pacarkeling V/186 mampu menunjukkan performa impresif sehingga mempertahankan gelar juara dengan skor akhir 6-2 atas tim SDN Kalirungkut I/264. Dua goal getter SDN Pacarkeling V/163 yakni Locita Waranggani Olah Nismara dan Yania Mayang Sari mampu menciptakan hattrick-nya masing-masing. Yania membuka pundi-pundi gol dengan sepakan cantik usai lolos dari penjagaan ketat di depan gawang di menit ke-2, lalu membuat brace di menit ke-7. Akan tetapi tim SDN Kalirungkut I/264 tidak menyerah begitu saja dengan memberikan gol balasan dari kaki Agnia Nurul Fadhila Rohmah sehingga kedudukan menjadi 2-1 menutup babak pertama. Usai restart, kedua tim memposisikan serangan terbuka. Locita yang melihat peluang langsung menceploskan tendangan menukik ke gawang hingga berbuah poin ketiga. Tak sampai di situ, Agnia dan tim kembali melakukan umpan terarah hingga mampu menjebol gawang yang dijaga ketat oleh Mikayla Ramadhania. Lagi-lagi Locita mempertebal keunggulan dengan membuat dua gol cantik melalui tendangan andalannya yang membuat kiper Avicka Dwi Putri kewalahan. Tim SDN Pacarkeling V/168 memastikan gelar juaranya dengan tambahan poin dari Agnia tepat sebelum wasit Firman Ramadhani meniup peluit panjang dengan kedudukan akhir 6-2. “Pertandingannya seru dan happy banget, pokoknya kami satu tim semangat. Aku bilang ke teman-teman passing dan dribbling itu lebih penting saat pertandingan tadi. Terima kasih teman-teman sudah berjuang dan kita menang lagi,” kata Locita yang juga bergelar Top … Read more

SDUT Bumi Kartini Jepara dan SD Muhammadiyah Birrul Walidain Sukses Bawa Pulang Gelar Kampiun

Para pemenang MilkLife Soccer Challenge - Kudus 2025 turnamen sepak bola putri KU 10 dan KU 12 yang berlangsung pada 5-9 Februari 2025 di SuperSoccer Arena, Rendeng dan Lapangan Porma, Kudus.

KUDUS, 9 Februari 2025 – Perebutan gelar juara MilkLife Soccer Challenge – Kudus 2025 yang tersaji di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, sejak Rabu (5/2) hingga Minggu (9/2) berlangsung kompetitif dan menegangkan. Di partai final Kelompok Usia (KU) 12, Tim SDUT Bumi Kartini Jepara akhirnya berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Tim SDIT Al Islam Kudus dengan skor 4-2. Sementara di KU 10, Tim SD Muhammadiyah Birrul Walidain sukses jadi kampiun usai mengalahkan SDIT Al Islam Kudus lewat adu penalti dengan skor 3-2. Mencuplik jalannya pertandingan KU 12, sejak kickoff babak pertama, tim SDUT Bumi Kartini Jepara bergegas membangun serangan ke jantung pertahanan SDIT Al Islam Kudus. Menit ke-3, SDUT Bumi Kartini Jepara memperoleh peluang emas yang berhasil dikonversi jadi gol. Sepak pojok Rere Zenita Farza mengarah ke gawang lalu terkena badan Anindya Dewi Maharani dan berbuah poin pertama bagi SDUT Bumi Kartini Jepara. Meski kebobolan, SDIT Al Islam terus mencoba untuk menjebol gawang yang dijaga Queisha Sava Azzalfa. Pertandingan menegangkan itu pun kembali pecah saat sontekan kaki Naura Hasna El Tsaqif di menit ke-6 mampu menembus penjagaan Aqila Rizki Beryl yang membuat SDUT Bumi Kartini Jepara unggul 2-0. Berusaha mengejar ketertinggalan, SDIT Al Islam Kudus membalas dengan gol yang tercipta dari tendangan jarak jauh Anindya di menit ke-9 yang membuat kedudukan berubah 2-1. Menutup babak pertama, Rara Zenita Fatin mampu menceploskan bola ke gawang usai memanfaatkan umpan apik dari saudari kembarnya Rere Zenita Farza sehingga skor sementara 3-1. Usai turun minum, pertandingan makin intens dengan serangan terbuka kedua tim. Tendangan Alesha Farzana Aznii Putri Aji di menit ke-20 dari sisi kanan gawang melesat masuk ke gawang menjadikan skor 3-2. Namun Rara akhirnya mampu mengunci kemenangan lewat gol balasan berkat umpan silang Naura. Skor 4-2 terus bertahan hingga wasit Nur Yasin meniup peluit panjang, memastikan gelar juara untuk SDUT Bumi Pertiwi Jepara. Bagi tim asuhan pelatih Noor Hadi, ini merupakan gelar keempat yang diraih di KU 12. Sepanjang MilkLife Soccer Challenge tahun 2024, Rara Zenita Fatin dan kawan-kawan sudah memboyong tiga piala berturut-turut.   “Seneng dan bangga banget bisa menang lagi. Kerjasama tim sudah bagus tapi harus lebih ditingkatkan lagi agar lebih kompak. Terima kasih untuk pelatih yang melatih kami sampai juara, terima kasih teman-teman atas kerja kerasnya,” ucap Rara yang juga mendapat gelar Top Scorer dengan mengemas total 29 gol. Sementara di partai KU 10, SD Muhammadiyah Birrul Walidain menang dramatis lewat adu penalti 3-2 melawan SDIT Al Islam Kudus. Tim yang dipimpin oleh Keisha Athira Imawan itu mampu menunjukkan permainan yang apik. Namun kokohnya pertahanan kedua tim, membuat mereka harus berbagi skor kacamata hingga babak akhir. Kemenangan ini jadi kebanggaan Keisha dan kawan-kawan setelah pada MilkLife Soccer Challenge – Kudus Seri 3 2024 lalu hanya menjadi runner-up. “Pertandingan tadi cukup menegangkan karena antara menang atau tidak. Tapi pelatih tadi bilang dalam sepak bola menang atau kalah itu biasa, yang penting sudah berusaha dan akhirnya kami percaya diri untuk menang,” ucap siswi kelas 4 itu. Wakil Ketua Pelaksana MilkLife Soccer Challenge Welly Arisanto mengungkapkan animo peserta MilkLife Soccer Challenge – Kudus 2025 sangat menarik. Pasalnya Kudus sebagai sasaran inkubasi pengembangan ekosistem sepak bola putri usia dini menunjukkan potensi yang meningkat. Hal ini juga didukung dengan proses regenerasi pemain dan keseriusan sekolah untuk mengembangkan olahraga sepak bola putri. “MilkLife Soccer Challenge Kudus kali ini menarik dan seru pertandingannya. Tahun 2024 ada tiga kali penyelenggaraan, dan saat ini membuat pengalaman para peserta untuk bertanding makin bertambah, teknik bermain juga meningkat jauh. Jadi kami berharap potensi pesepakbola putri di Kudus semakin berkembang dan semakin banyak, terutama dengan bertambahnya jumlah sekolah yang berpartisipasi,” ucap Welly. Milklife Soccer Challenge – Kudus 2025 diikuti 1.547 siswi di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD). Total ada 142 tim, yang terdiri dari 100 tim bertanding di KU 12 dan 42 tim di KU 10. Tak hanya datang dari Kudus, para peserta berasal dari berbagai daerah sekitar seperti Demak, Rembang, Pati, dan Jepara. Komitmen Penguatan Ekosistem Sepak Bola Putri Usia Dini Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge – Kudus 2025 menjadi komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife untuk terus menguatkan ekosistem sepak bola putri dari level paling dasar. Oleh karena itu, beberapa inovasi dan penyesuaian pun dilakukan demi memastikan wadah kompetitif ini bisa terus berjalan dengan lebih baik. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, berkaca dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, maka ke depan MilkLife Soccer Challenge akan disesuaikan dengan mengikuti kalender akademik. Hal ini dilakukan agar turnamen bisa berjalan seiring dan tidak mengganggu proses pembelajaran akademik siswi di sekolah. “Sesuai komitmen yang kami janjikan di tahun 2023, MilkLife Soccer Challenge ini akan terus digelar berjenjang dan berkelanjutan. Tahun ini, MilkLife Soccer Challenge akan dimulai pada Juni 2025 hingga Juli 2026 sesuai dengan kalender akademik. Dalam proses penyesuaian tersebut, maka diselenggarakan masa transisi. Supaya tidak ada benturan dengan jadwal akademik dan menjaga ekosistem turnamen terus bergulir,” ucap Yoppy. Selain itu, untuk memastikan proses regenerasi pesepakbola putri terus bermunculan dari kelompok usia yang lebih dini, maka diselenggarakan pula Festival SenengSoccer secara bersamaan dengan MilkLife Soccer Challenge – Kudus 2025. Berbeda dengan format turnamen di KU 10 dan KU 12, Festival SenengSoccer dikhususkan untuk siswi usia 6-8 tahun (KU 8), dengan tujuan menumbuhkan rasa gembira dan menyukai permainan sepak bola. “Melalui Festival SenengSoccer kami berharap para putri usia 8 tahun ke bawah bisa merasakan dulu asyiknya bermain bola. Tidak perlu ada pertandingan, yang penting mereka tahu bermain sepak bola itu menyenangkan, dan minatnya tumbuh. Dengan melihat tim KU 12 bertanding sepak bola di lapangan yang sama, juga akan memotivasi adik-adik untuk bisa menjadi pemain sepak bola mewakili sekolah,” bilang Yoppy. Senada, Head Coach MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann mengatakan Festival SenengSoccer merupakan tahap awal pengenalan sepak bola, berupa latihan fisik dan teknik dasar yang dikemas secara menyenangkan. Para peserta secara individual diajak bermain bola dengan cara melewati tiga macam rintangan yang mencakup latihan lari, ketangkasan, melompat, melempar dan menggiring bola. Peserta dinilai berdasarkan catatan waktu tercepat dalam menyelesaikan semua permainan. “Festival SenengSoccer merupakan stimulus agar para putri KU 8 mengenal sepak bola. Rintangan yang dibuat sebenarnya latihan koordinasi dari … Read more

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2025, Mengasah Kemampuan dan Berbagi Pengetahuan demi Mencetak Pebulutangkis Tangguh di Masa Depan

KEJUARAAN KLUB MITRA PB DJARUM 2025.

KUDUS, 8 Februari 2025 – Sebanyak 439 atlet yang berasal dari 28 klub mitra PB Djarum mengerahkan kemampuan terbaik dalam Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2025 yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, pada 3 hingga 8 Februari 2025. Kompetisi inisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum tersebut mempertandingkan empat kategori usia, yakni U-9, U-11, U-13, dan U-15 baik Putra dan Putri dan terbagi di nomor perorangan dan beregu. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengatakan kejuaraan ini adalah salah satu bentuk upaya PB Djarum dalam menjaga ekosistem pembinaan atlet-atlet usia dini yang bertujuan mengasah kemampuan, bakat serta teknik para pebulutangkis muda ketika berlaga di tengah arena pertandingan.  “Kami berupaya untuk terus berkontribusi demi kejayaan bulu tangkis Indonesia di pentas dunia. Bahkan dari level yang paling bawah, yakni pembinaan atlet-atlet usia dini dengan menyelenggarakan Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum agar mereka dapat terus mengasah kemampuan dalam pertandingan yang kompetitif. Dengan saling bertemu di kejuaraan ini, atlet-atlet klub mitra bisa saling mengukur diri, mengasah kemampuan dan melakukan evaluasi demi perkembangan teknik serta bakat mereka di masa mendatang,” tutur Yoppy. Tak hanya menyelenggarakan kompetisi dengan tingkat persaingan tinggi, Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2025 juga menjadi ajang berbagi pengetahuan dan edukasi seputar pembinaan dan pengembangan talenta-talenta yang ada di klub masing-masing. Untuk itu, diselenggarakan sharing session yang menghadirkan pelatih – pelatih berpengalaman di sektor tunggal maupun ganda yakni Coach Hendrawan dan Coach Aryono Miranat, Pelatih Fisik PB Djarum Ari Subarkah, serta wasit berlisensi BWF Raventus Pongoh. “Sharing session ini diadakan agar para pelatih dan pengurus klub mitra juga bisa mengetahui perkembangan di dunia bulu tangkis, baik dari sisi pembinaan atlet dan juga peraturan-peraturan terbaru yang harus dicermati. Tujuannya agar mereka dapat mengaplikasikan dalam program pelatihan sehingga bisa mencetak pebulutangkis tangguh yang bisa meningkatkan kejayaan bulu tangkis Indonesia di masa mendatang,” Yoppy menjelaskan. Sementara itu, Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menyatakan bahwa Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2025 merupakan salah satu langkah PB Djarum memantau perkembangan talenta-talenta yang ada di berbagai wilayah Indonesia. Dengan memiliki klub mitra, PB Djarum dapat lebih mudah dan jelas melihat dan memonitor potensi-potensi yang ada di daerah masing-masing klub. “Kejuaraan ini masih berkaitan dengan proses regenerasi atlet PB Djarum. Tidak menutup kemungkinan jika terdapat bakat istimewa muncul dari Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum, kami tentu akan melakukan pemantauan lebih lanjut. Bukan tidak mungkin kami juga memberikan kesempatan untuk menjadi atlet PB Djarum,” tutur Fung. Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2025 terbagi menjadi sembilan kategori. Di nomor perorangan, terdapat enam sektor yang dipertandingkan yakni U-9 dan U-11 tunggal Putra dan Putri, serta U-13 tunggal Putri dan U-13 ganda Putri. Sementara itu, sektor beregu mempertandingkan nomor U-13 Putra dan U-15 Putra dan Putri. Ketua Pelaksana Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2025 yang juga legenda bulu tangkis Indonesia, Sigit Budiarto, mengatakan pertandingan nomor beregu baru diadakan pada Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum tahun ini. Hal ini bertujuan untuk mengasah mental dan kerjasama para pebulutangkis muda dalam bermain secara tim. Diharapkan, dengan sering bertanding secara beregu sejak usia dini, para atlet akan lebih siap ketika akan bersaing di kejuaraan beregu level internasional. “Di level internasional terdapat ajang-ajang format beregu seperti Polytron Superliga Junior, Suhandinata Cup, Sudirman Cup, Thomas dan Uber Cup. Lalu di Sea Games, Asian Games juga ada nomor beregu. Pentas-pentas itulah yang menjadi bahan pertimbangan kami untuk mengadakan nomor beregu di Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2025 dengan harapan mereka sudah terbiasa bermain secara tim sejak usia muda,” bilang Sigit. Ia menambahkan, meskipun baru diadakan pada tahun ini, sektor beregu pada Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum memiliki tensi yang cukup tinggi karena tiap-tiap klub berhasrat meraih podium tertinggi. “Antusiasme dan persaingannya cukup ketat karena mereka menjaga pride masing-masing klub. Ini bagus untuk menumbuhkan jiwa kompetitif dan juga melatih mental para atlet muda,” jelas Sigit. Digelarnya partai beregu dalam Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2025 mendapat antusiasme positif dari para peserta. Pandu Dewantoro, sebagai Pelatih PB Champion Klaten yang berhasil mengantarkan anak asuhnya menjadi kampiun di Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2025 menyebut, partai beregu membuat atlet-atlet asuhannya belajar bermain secara tim dan mengasah kekompakan. “Menurut saya sangat bagus membiasakan atlet bertanding di nomor beregu sedini mungkin karena dengan begitu nantinya mereka bisa lebih matang secara teknik maupun kekompakan tim saat menghadapi turnamen-turnamen besar di level internasional seperti Sudirman Cup maupun Thomas dan Uber Cup,” ujar Pandu usai memastikan tim nya menjadi juara usai mengalahkan Istimewa Badminton Club di nomor Beregu U-13 Putra. “Selain itu, dengan diadakannya Sharing Session di sela kompetisi ini, saya mendapat banyak pengetahuan baru dari pelatih-pelatih kelas dunia seperti Hendrawan, Aryono Miranat, maupun Ari Subarkah untuk bisa diterapkan ke atlet-atlet di klub kami,” kata Pandu.  hal senada juga diutarakan oleh Muhammad Rafa Shirdi, salah satu atlet muda PB Champion Klaten yang sukses menjadi kampiun di Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2025. Ia tampil di kategori beregu U-13 Putra saat menjadi penentu kemenangan timnya 3-1 atas Istimewa Badminton Club asal Yogyakarta. Ia turun di partai ganda putra Bersama Kafie El Azzam Abbasy ketika mengalahkan pasangan Baron Baswara/Kendrick Danzell Otnayyira dengan hasil akhir 21-16, 21-9. “Saya baru pertama kali mengikuti kejuaraan beregu seperti ini. Tadi saya sempat tegang sebelum pertandingan final, tapi akhirnya bisa lebih tenang Ketika sudah di lapangan dan bisa mengerahkan kemampuan terbaik. Alhamdulillah akhirnya saya bisa menjadi penentu kemenangan tim di nomor beregu U-13 Putra,” ucap Rafa.

Torehkan Prestasi Gemilang di Level Nasional dan Internasional, Atlet Berprestasi PB Djarum Raih Penghargaan

Para penerima penghargaan atlet berprestasi PB Djarum 2024 bersama jajaran tim PB Djarum

Jakarta, 5 Februari 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan apresiasi kepada atlet-atlet PB Djarum atas torehan prestasi mereka sepanjang tahun 2024, baik di level nasional maupun internasional dengan nilai total Rp966.950.000. Berbagai capaian membanggakan tersebut ialah Juara Kejurnas PBSI 2024 Tunggal Taruna Putri, Beregu Campuran, Ganda Taruna Putra, Ganda Taruna Putri, Atlet Peringkat 8 BWF per 31 Desember 2024. Apresiasi juga diberikan kepada 48 Atlet Berprestasi 2024 U-17 dan U-19, serta Atlet Muda PB Djarum Terbaik 2024. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin menyambut bangga capaian para atlet yang telah berjuang sepanjang 2024 dengan sederet kemenangan. Ia mengatakan, potensi atlet PB Djarum kini semakin merata, tidak hanya di sektor ganda namun sektor tunggal pun tak kalah moncer. Pemberian apresiasi yang rutin diagendakan setiap tahunnya ini diharapkan menjadi motivasi para atlet untuk menorehkan prestasi yang lebih banyak dan tinggi di tahun mendatang.   “Kami punya dua visi, yaitu juara di dalam lapangan dan juara di luar lapangan. Jadi para atlet PB Djarum punya etika yang baik ketika mereka sedang bertanding maupun di kehidupan sehari-harinya. Ke depannya kami masih punya pekerjaan rumah untuk lebih bersinar di kejuaraan internasional baik di sektor beregu maupun perorangan. #TeruskanSemangatJuara,  tidak menang tidak apa-apa, yang paling penting jangan mau kalah,” seloroh Yoppy di sela acara di Jakarta Timur, Rabu (5/2). Catatan membanggakan PB Djarum di tahun 2024 diantaranya adalah mengemas lima kali Juara Kejurnas PBSI Perorangan, yakni pada tahun 1994 di Denpasar, 1998 di Surabaya, 2010 di Makassar, 2016 di Solo, 2024 di Jakarta. Lalu Juara Kejurnas PBSI 2024 Tunggal Putri setelah terakhir diraih pada tahun 2019, PB Djarum All-Semifinal pada Kejurnas PBSI 2024 Tunggal Putri, Juara Kejurnas PBSI 2024 Beregu Campuran pasca terakhir diraih pada tahun 2016. Torehan lain juga datang dari tunggal putra PB Djarum, Richie Duta Richardo usai mengalahkan pemain Pelatnas Chico Aura Dwi Wardoyo yang membela Exist dengan 21-12 dan 21-12 pada partai final Kejurnas PBSI 2024. “Prestasi yang dicapai tahun 2024 karena kami di klub memberi pelatihan yang konsisten dan merata mulai dari atlet usia 11 hingga 19 tahun. Atas hal itu juga, kini juga mulai muncul talenta-talenta muda PB Djarum di nomor tunggal, baik putra maupun putri setelah sebelumnya dikuasai oleh sektor ganda. Yang cukup membanggakan kami memilih Ubed (Moh. Zaki Ubaidillah) dan Richie sebagai atlet muda berprestasi karena mereka masih berusia 17 tahun, tapi sudah bisa bersaing di level dewasa serta internasional. Harapannya semoga ke depan regenerasi positif seperti ini terus berlanjut,” ungkap Yoppy. Sementara itu, Hendrawan yang kini resmi bergabung sebagai Technical Advisor Men’s & Women’s Singles PB Djarum mengapresiasi tren positif para atlet serta konsistensi Bakti Olahraga Djarum Foundation yang selalu mendorong atlet untuk berjaya di kancah nasional maupun internasional. Ia berharap agar di masa mendatang, tim PB Djarum mampu memboyong lebih banyak hasil gemilang di panggung dunia. “Melihat capaian atlet PB Djarum di 2024 menurut saya sudah cukup baik, tinggal bagaimana kami mempertahankan dan meningkatkan prestasi kami ke depannya. Karena kalau bicara secara nasional PB Djarum memang sudah memenuhi target, tapi kalau internasional mungkin masih harus ditingkatkan. Penghargaan untuk atlet berprestasi itu memacu atlet untuk lebih bekerja keras, mereka merasa dihargai, apalagi kalau meraih hasil lebih tinggi apresiasi tentu juga akan menyesuaikan,” ujarnya.  Kembali ke Tanah Air untuk memajukan bulu tangkis Indonesia, Juara Dunia 2001 ini optimistis untuk mencetak calon juara masa depan dengan berbagai pengalaman yang sudah diemban di dunia bulu tangkis, baik sebagai atlet maupun pelatih. Meski harus melakukan penyesuaian dengan jajaran pelatih PB Djarum, Hendrawan yakin mereka akan satu visi untuk menorehkan prestasi para atlet terutama di level junior. “Karena kan selama ini saya hanya berkutat menangani level dewasa atau pelatnas, jadi sekarang menyesuaikan dengan level junior. Jadi harus menyesuaikan cara pemikiran saya, dan standar kepelatihan. Tapi saya pun juga harus mengajak para pelatih untuk meningkatkan standar mereka juga. Agar target utama saya membawa atlet PB Djarum menjadi juara dunia junior segera terwujud,” kata peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 itu. Richie Duta Richardo didapuk sebagai atlet muda PB Djarum berprestasi di tahun 2024 berkat kesuksesan mempersembahkan gelar juara Petronas Malaysia International Series 2024 (tunggal putra) dan dua Medali Emas Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh – Sumut 2024 (tunggal putra dan beregu putra). Ia merasa bersyukur catatan apik prestasinya diapresiasi oleh klub yang bermarkas di Kudus tersebut, dan dijadikan sebagai motivasi tersendiri untuk mempersembahkan gelar yang lebih tinggi. “Memang di tahun 2024 motivasi saya pengin ngasih yang terbaik untuk PB Djarum dan juga diri sendiri, serta target berprestasi lebih tinggi di level dunia. Senang banget mendapat apresiasi dan menjadi atlet muda terbaik, apalagi saya dan Ubed sama-sama dari sektor tunggal. Bisa dapat penghargaan ini kan nggak mudah, banyak teman-teman lain yang juga banyak prestasinya. Target ke depan bisa main di super series, serta bisa juara di kejuaraan Asia Junior Championships dan World Junior Championships,” tegas atlet yang bergabung PB Djarum pada tahun 2021. Senada, Bernadine Anindya Wardana mengatakan, pemberian apresiasi dan bonus dari PB Djarum merupakan kebanggaan tersendiri baginya. Ia menilai bahwa berbagai torehan yang direngkuh berkat hasil tempa para pelatih dan jajaran tim PB Djarum. Pada tahun 2024, ia berhasil menjadi Runner-up Asia Junior Championships 2024 (ganda campuran), Juara Pembangunan Jaya Raya Junior International Grand Prix 2024 (ganda campuran U-19), Juara Kapolri Cup Badminton Championships 2024 (ganda taruna campuran), Medali Emas Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh Sumut 2024 (beregu putri). “Terima kasih kepada jajaran tim pelatih PB Djarum dan Bakti Olahraga Djarum Foundation atas apresiasi kepada saya dan teman-teman atlet. Tentu predikat juara tahun 2024 di sejumlah turnamen yang saya dapat tak lepas dari peran serta dukungan klub. Di tahun ini saya akan berusaha keras untuk meraih lebih banyak gelar serta di level yang lebih tinggi,” pungkas atlet kelahiran Klaten, Jawa Tengah 30 April 2006 tersebut. Berikut rincian apresiasi yang diberikan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation kepada atlet PB Djarum: Juara Kejurnas PBSI 2024 Beregu Campuran senilai Rp400 juta 48 Atlet U-17 dan U-19 senilai Rp61.950.000 Sausan Dwi Ramadhani – Juara Kejurnas PBSI 2024 Tunggal Taruna Putri senilai Rp20 juta Ardita Anjani / Titis … Read more

Festival SenengMinton 2024 Seri 2, Upaya Menumbuhkan Kecintaan Bulu Tangkis di Level Usia Dini

Festival SenengMinton 2024 Seri 2 yang digelar pada 14 dan 15 Desember 2024 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah diikuti oleh 360 siswa kelas 1 hingga kelas 3 dari 24 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Kudus.

KUDUS, 15 Desember 2024 – Pengurus Kabupaten (Pengkab) PBSI Kudus bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali menggelar Festival SenengMinton sebagai upaya untuk menumbuhkan kesenangan dan kecintaan olahraga bulu tangkis di level usia dini. Perlombaan yang digelar pada 14 dan 15 Desember 2024 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah diikuti oleh 360 siswa kelas 1 hingga kelas 3 dari 24 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Kudus. Ketua Umum Pengkab PBSI Kudus Yuni Kartika mengatakan, dalam Festival SenengMinton 2024 Seri 2 ini para peserta mengikuti tujuh jenis perlombaan, yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock, Zig Zag Run, Run, dan Drive Target. Pada setiap uji ketangkasan itu, setiap sekolah diwakili oleh tiga regu berisikan lima anggota dengan pembagian tiga murid laki-laki dan dua murid perempuan. Mereka harus menyelesaikan perlombaan untuk melanjutkan ke games berikutnya. “Terdapat perbedaan games yang diperlombakan pada seri ini dengan sebelumnya, selain itu juga sekarang digelar dua hari, sementara sebelumnya hanya satu hari. Hal tersebut guna menambah keseruan dan variasi agar peserta yang terlibat merasa tidak bosan. Karena memang kami ingin adik-adik merasa happy ketika bertanding, sehingga nantinya mereka menggemari bulu tangkis dan mulai menekuninya,” ujar Yuni. Pada Service to Target, peserta melakukan service lurus dengan memasukkan kok ke dalam bidang target warna yang ditentukan. Shuttle Run berlari dari titik tengah mengambil kok, kemudian memindahkan ke sisi seberangnya, siswa berhasil menyelesaikan rintangan ialah yang berhasil memindahkan semua kok. Pyramid Shuttlecock, menyusun kok berbentuk piramid sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Sementara Throwing The Shuttlecock melempar kok ke dalam lubang target. Zig Zag Run berlari melalui halang rintang secara zig zag. Run setiap siswa diwajibkan lari mengikuti arahan, yaitu ke samping, mundur, dan maju. Terakhir ialah Drive Target memukul kok dengan raket untuk mengenai target dengan tinggi sasaran 120 cm ke atas dan jarak pukul ke sasaran 2 meter peserta dapat melanjutkan ke rintangan berikutnya setelah mengenai 2 target. Inisiasi digelarnya Festival SenengMinton sejatinya dimulai sejak Juni 2023. Kala itu, Pengkab PBSI Kudus menggelar sesi coaching clinic kepada para guru SD maupun MI dengan tujuan agar sekolah-sekolah tersebut membuka ekstrakurikuler bulu tangkis bagi para siswa. Para pemenang Festival SenengMinton 2024 Seri 2 di tiap-tiap lomba akan membawa pulang piala, piagam, dan hadiah dari sponsor yaitu Kenko, Dua Kelinci, Aice, dan Hundred. “Sudah satu tahun belakangan, kami juga menerjunkan pelatih bulu tangkis pilihan untuk membantu melatih adik-adik di ekstrakurikuler sekolah masing-masing. Dengan begitu, mereka jadi konsisten berlatih bulu tangkis,” ungkap Yuni. Berbeda dengan perhelatan sebelumnya yang digelar pada Februari 2024 lalu, Festival SenengMinton 2024 Seri 2 juga melibatkan 140 murid PAUD dan TK dari 10 sekolah di Kudus dalam sejumlah games dan playground, serta ada pula lomba supporter 360 siswa SD dan MI dari 24 sekolah di Kudus.  Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Budi Darmawan menuturkan, diselenggarakannya Festival SenengMinton 2024 Seri 2 juga tak lepas dari langkah untuk meneruskan tongkat estafet kejayaan bulu tangkis Indonesia. Mengingat, Kota Kudus merupakan salah satu lumbung bibit bulu tangkis dan telah melahirkan sejumlah legenda Tanah Air, seperti Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hariyanto Arbi, dan Eddy Hartono. “Kami menyambut baik langkah Pengkab PBSI Kudus dalam upaya memasyarakatkan bulu tangkis dari grassroot. Kami juga berterima kasih atas dukungan dari orangtua, pihak sekolah, serta para sponsor. Diselenggarakan Festival SenengMinton secara berkelanjutan dan juga terus diasah kemampuan dengan berlatih di rumah maupun sekolah, kami berharap akan lahir kembali calon juara dunia masa depan dari Kota Kudus,” kata Budi. MI NU Imaduddin Hadiwarno berhasil mempertahankan gelar juara pada Festival SenengMinton. Pada seri 2 ini, para anak didiknya sukses memboyong dua kategori sekaligus, yaitu Kelas 2 dan Kelas 3. Wahyu Widiyanto selaku guru olahraga tersebut mengatakan, bahwa dirinya sudah melakukan persiapan dan latihan ekstra demi menjadi kampiun. “Kami latihannya ditambah menjadi seminggu enam kali, libur hanya di hari minggu. Dan itu latihannya yang spesifik dengan materi perlombaan di Festival SenengMinton 2024 Seri 2. Alhamdulillah sekolah kami bisa menjadi juara lagi, berkat para siswa/i yang giat berlatih,” ujar Wahyu. Ia melanjutkan, bahwa Festival SenengMinton merupakan kegiatan positif yang membuat anak-anak termotivasi untuk berolahraga, khususnya bulutangkis. Bahkan, peserta yang mengikuti ekstrakurikuler bulu tangkis di MI NU Imaduddin kini bertambah dua kali lipat. “Jadi selain dari jatah latihan yang diberikan oleh Pengkab PBSI Kudus, kami menambah jam ekskul dengan biaya sendiri, karena memang pesertanya itu meningkat pesat. Festival SenengMinton 2024 Seri 2 ini sangat bagus dan banyak pembaruan dari evaluasi perlombaan sebelumnya, sehingga menjadi lebih menarik,” ungkap Wahyu. Sementara itu, kapten regu MI NU Imaduddin Kelas 3, Azamy Sauqi Uqail yang menjadi penentu kemenangan timnya mengaku sangat antusias kembali ikut serta pada Festival SenengMinton. Ia juga merupakan penenetu kemenangan sekolahnya pada gelaran sebelumnya. “Seru banget ikut Festival SenengMinton. Apalagi aku dan teman-teman sudah berlatih selama tiga bulan terakhir sebelum acara ini. Karena sering main bulu tangkis, aku jadi pengin menjadi atlet bulu tangkis profesional. Semoga ke depannya bisa mewujudkan impian itu,” ucap Azamy. Berikut daftar pemenang Festival SenengMinton 2024 Seri 2: Kelas 1  Juara   : SD Unggulan Muslimat NU Kudus Runner-up : MI Miftahul Ulum Semifinalis : MI Pendidikan Islam dan MI Al Tanbih Kelas 2 Juara   : MI NU Imaduddin Hadiwarno Runner-up : MI Baitul Mukminin Semifinalis : MI Negeri Kudus dan MI Pendidikan Islam Kelas 3  Juara   : MI NU Imaduddin Hadiwarno Runner-up : SD Masehi Kudus Semifinalis : MI Negeri Kudus dan MI Muhammadiyah Bae Lomba Supporter Juara   : MI Pendidikan Islam Runner-up : SD 1 Pasuruhan Kidul Semifinalis : MI NU Nurus Shofa

Tampil Konsisten, Scorpion FC Rengkuh Gelar Juara Hydroplus Soccer League 2024

Juara Hydroplus Soccer League 2024, Scorpions FC yang berhasil mengumpulkan 53 poin selama 10 pekan bertanding. Scorpions FC mampu tampil konsisten dengan mencatatkan 17 kemenangan, 2 imbang, dan hanya 1 kalah.

Kudus, 8 Desember 2024 – Hydroplus Soccer League 2024 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus Jawa Tengah, memasuki pekan terakhir pada Minggu 8 Desember 2024. Scorpion FC akhirnya dinobatkan sebagai juara setelah mencatatkan total 53 poin dalam liga sepak bola putri yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama Hydroplus Isotonic Drink ini. Hydroplus Soccer League 2024 merupakan turnamen sepak bola putri Kategori Usia (KU) 14 yang diikuti oleh 11 Sekolah Sepak Bola (SSB) dari sejumlah wilayah seperti Kudus, Rembang, Pati, Jepara, dan sekitarnya. 11 SSB tersebut yaitu Laskar Jepara Putri, SKU Pink, Galaxinesia, Scorpions FC, Pedawang Women, Srikandi Kalirejo Undaan, Persig Gribig, Porma, SKU Orange, Women Putra Jaya, dan Garkido GFC. Sebanyak 275 peserta berpartisipasi dalam liga yang diselenggarakan dengan sistem kompetisi penuh selama 10 pekan. Liga sepak bola putri KU 14 ini merupakan wadah lanjutan dari para putri yang telah bermain di turnamen KU 10 dan KU 12, sehingga dapat terus mengasah kemampuan mengolah ‘si kulit bundar’ di lapangan hijau ke jenjang lebih tinggi. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan rantai pertumbuhan ekosistem sepak bola putri dari level akar rumput harus terus terjaga melalui wadah-wadah kompetisi yang berkelanjutan. Diselenggarakannya Hydroplus Soccer League 2024 tak terlepas dari cita-cita untuk mencetak atlet putri yang kompeten untuk menjadi masa depan dunia sepak bola putri Indonesia. “Visi kami untuk kembali merebut era kejayaan sepak bola putri Indonesia akan segera terwujud. Melalui pembibitan serta proses pengembangan talenta-talenta putri yang berakar dari usia dini, seperti sebelumnya melalui kompetisi MilkLife Soccer Challenge yang menyasar KU 10 dan KU 12, kemudian sekarang berlanjut ke jenjang berikutnya. Tentu ini menjadi bekal dan memperkokoh pondasi mereka untuk semakin menekuni dunia sepakbola dan siap untuk mengharumkan nama bangsa di level internasional,” kata Yoppy. Dengan penyelenggaraan liga sepak bola putri yang rutin, Yoppy berharap banyak atlet potensial dapat bergabung dengan klub-klub elite sehingga liga sepak bola putri di level nasional bisa kembali rutin digelar. Rencananya, Hydroplus Soccer League akan digelar dua kali selama satu tahun. Tak hanya mengundang SSB dari Kudus dan sekitarnya, turnamen ini juga membuka pintu bagi SSB di daerah lain untuk ambil bagian memperebutkan gelar juara. Sementara itu Manager Program Hydroplus Soccer League, Edi Supriyanto mengatakan, liga sepak bola putri antar SSB ini mengadopsi sistem permainan kompetisi penuh dan berlaga dua kali (home & away) dengan format 9 vs 9. Pertandingan diselenggarakan dengan lapangan berukuran setengah lapangan sepak bola, berdurasi 20 x 2 menit, menggunakan bola ukuran 4 dengan diameter 63,5 hingga 66 cm dan berbobot 0,33-0,36 kg. “Animo peserta SSB Hydroplus Soccer League di Kota Kudus dan sekitarnya cukup bagus. Kami mengajak SSB yang ada di kota-kota lain untuk juga membuka kelas bagi para putri untuk dilatih. Sebab dengan demikian, para putri yang memiliki minat dan bakat di dunia sepak bola dapat ditindaklanjuti untuk dilatih secara lebih terprogram dan terstruktur. Terlebih saat ini sudah ada liga sepak bola putri yang menjadi wadah untuk berkompetisi, semoga para putri menjadi lebih termotivasi,” Edi berucap. Lebih lanjut Group Brand Head Hydroplus, Yose Moriza mengaku bangga dengan tingginya antusiasme dan motivasi para peserta selama berlangsungnya turnamen berformat liga ini. Hydroplus berkomitmen untuk terus mendukung kiprah generasi muda Indonesia dalam mewujudkan mimpinya menjadi atlet sepakbola putri yang berprestasi di masa depan.  “Kami melihat energi dan endurance yang ditunjukan oleh semua peserta Hydroplus Soccer League selama 10 pekan ini begitu luar biasa. Kami merasa bangga dan semakin terpanggil untuk terus memberikan dukungan, tidak hanya untuk mereka yang berjuang sebagai atlet sepakbola putri, tapi seluruh generasi muda Indonesia yang semakin aktif dan produktif serta menjalani gaya hidup yang lebih sehat dengan beraktivitas fisik,” ujar Yose Moriza. Performa yang luar biasa dan konsistensi ditunjukkan oleh Scorpion FC sepanjang turnamen. Selama 10 pekan, SSB yang berasal dari Kudus ini berhasil mencatatkan 17 kemenangan, 2 imbang, dan hanya 1 kalah. Hingga pekan terakhir, torehan 53 poin Scorpion FC tak mampu lagi dikejar tim-tim rival. Tim yang dikapteni oleh Yafiqa Rahma Indrayani ini akhirnya naik podium dan mengangkat piala. Usai seremoni juara, Yafiqa Rahma Indrayani mewakili timnya, mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan menjadi juara liga sepak bola putri musim pertama itu. “Kemenangan ini berkat kerjasama tim dari teman-teman ditambah semangat dari pendukung di sepanjang musim. Saya sangat senang akhirnya ada liga untuk putri, jadi kami semakin terpacu untuk giat berlatih karena ada liga yang harus kita menangkan. Semoga kedepannya bisa terus jadi juara,” kata siswi kelas 7 SMP yang mengidolakan pesepakbola Rafael Struick ini. Kebanggaan yang sama diungkapkan pemain dari SSB SKU Pink, Asyifa Sholawa Farizqi. Meski timnya harus puas dengan meraih juara kedua, namun Asyifa berhasil meraih gelar Top Scorer HydroPlus Soccer League 2024 dengan total 30 gol. Syifa mengaku gembira, kini semakin banyak pesepakbola putri yang ikut ambil bagian bertanding dan berkompetisi. Ia mengakui kemampuan dan tekniknya semakin terasah berkat mengikuti turnamen ini. “Sangat bangga bisa jadi top scorer di Hydroplus Soccer League. Apalagi sekarang lawannya sama rata semua, karena lawan-lawannya sudah dari SSB jadi skill-nya pun berbeda. Aku jadi bisa meningkatkan kemampuanku ke level yang lebih tinggi. Semoga kompetisi terus berlanjut sampai di titik tertinggi supaya kita semua bisa menjadi pemain Timnas Indonesia Putri,” ucap Syifa sapaan akrabnya. Berikut daftar pemenang Hydroplus Soccer Challenge 2024 Juara 1 : Scorpions FC Juara 2 : SKU Pink Juara 3 : Srikandi Kalirejo Undaan Top Scorer : Asyifa Sholawa Farizqi (SKU Pink) 30 gol Best Goalkeeper : Ayla Putri Ariyanto (SKU Pink) Best Player : Latisha Safa Berliana (Scorpions FC) Best Supporter 1 : Scorpions FC Best Supporter 2 : SKU Pink Best Supporter 3 : Srikandi Kalirejo