Ketum PSSI Kecewa dengan Kinerja Wasit di Liga 3. Ancam Ambil Wasit dari Luar Negeri.

Buntut dari buruknya kinerja wasit Liga 3 dalam memimpin pertandingan akhirnya membuat PSSI mengadakan pertemuan virtual dengan wasit-wasit yang mendapatkan tugas untuk memimpin kompetisi Liga 3 babak 16 besar. Dalam pertemuan (08/03/2022) itu hadir Ketua Umum Mochamad Iriawan, Sekretaris Jenderal Yunus Nusi, wasit, dan asisten wasit. Arahan Ketum PSSI ini untuk merespons serta mengevaluasi kinerja wasit, seusai Liga 3 babak 16 besar yang telah bergulir dalam dua hari belakangan ini. Apalagi ada kesalahan-kesalahan yang berulang kali dilakukan oleh wasit saat memimpin laga. Terakhir saat wasit yang memimpin laga antara Farmel FC dan Persikota di mana ada keputusan wasit (Untung Santoso), asisten wasit pertama (Hidayat), dan asisten wasit kedua (Yulianto) yang menjadi kontroversial. Dalam pertandingan itu, Farmel menang 3-0 melawan Persikota Tangerang. Keputusan wasit yang menyatakan on side 2-4 meter dianggap off side. Demikian juga yang bukan takling tapi diberikan penalti. Dalam pertemuan itu, Iriawan mengaku kecewa kepada wasit-wasit tersebut. “Saya merasa terganggu dengan adanya masalah keputusan-keputusan kontroversial yang dibuat oleh para wasit yang bertugas. Bisa jadi opsinya saya mencari wasit-wasit lain dari luar negeri,” katanya. “Saya tidak ingin dicap ada permainan di dalam PSSI. Bisa berubah kalian? Saya berdarah-darah dan jatuh bangun membangun sepak bola yang sempat berhenti nyaris dua tahun.” Iriawan mengultimatum wasit-wasit ini untuk memperbaiki kinerjanya. “Saya mohon ini diperbaiki. Karena saya kecewa. Jadi maaf saya bicara keras. Bisa berubah atau tidak? Kalau tidak, tak usah jadi wasit, cari nafkah dan kerjaan lain. Ambil contoh Thoriq (Alkatiri), dia bisa menjadi contoh dan anutan bagi kalian,” tuturnya. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu juga meminta wasit melihat lagi video rekaman pertandingan antara Farmel dan Persikota. “Coba kalian lihat lagi video rekaman Farmel dan Persikota. Sekali lagi, kalian ditonton oleh ratusan juta pasang mata yang mencintai sepak bola Indonesia. Yang baik tingkatkan. Ke depannya jangan ada salah lagi. Apa yang terjadi dengan para wasit-wasit terkait keputusan kontroversial dampaknya bukan ke kalian saja, tapi kami, PSSI. Saya, Waketum, dan Sekjen, serta Exco,” ucapnya. Pada arahan terakhirnya Iriawan berkata, “Kalian para wasit harus punya integritas, memimpin dengan benar dan hati nurani jangan ada keberpihakan atau salah keputusan,” imbuhnya. Senada dengan Iriawan, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi berharap kejadian seperti itu tidak terulang lagi. “Bisa jadi nanti orang-orang sudah tidak percaya dengan wasit-wasit Indonesia, dan kami bisa saja mengambil wasit-wasit dari luar negeri. Itu akan memicu wasit-wasit Indonesia untuk bisa lebih baik. “Nanti juga akan ada Piala Soeratin U-17, U-15 dan U-13, jangan sampai Anda merusak mimpi anak-anak itu dengan keputusan-keputusan yang salah. Semoga masih ada niat baik dari kawan-kawan untuk memimpin laga dengan baik dan semangat serta kemauan baik di laga-laga Liga 3 berikutnya,” tutupnya. Sumber: www.pssi.org

Wadahi Minat Bakat Anak-anak dan Remaja, Lembayung FC Gelar Internal Cup

Wadahi Minat Bakat Anak-anak dan Remaja, Lembayung FC Gelar Internal Cup

Berawal dari hobi soal sepak bola, anak-anak dan remaja Kampung Lembayung, Sendangguwo, Kedungmundu, Semarang, membentuk tim Lembayung FC. Tak hanya sebagai media penyaluran hobi saja, pengurus Lembayung FC juga menggelar mini turnamen yang digelar di The Arena Mini Soccer, Suratmo. General Manager Aripin sipit, sapaan akrabnya, mengatakan, Internal Lembayung Cup rencananya akan di adakan dua kali dalam setahun. “Internal Lembayung Cup yang pertama di bulan Maret ini kita bagi 3 tim, Lembayung A, Lembayung B dan lembayung C. Dan juara disabet oleh tim B, Runner Up Tim C, Dan peringkat ketiga Tim A,” ujarnya, Selasa 8 Maret 2022. Selain sebagai sarana penyaluran hobi, Aripin menambahkan, kegiatan yang digelar Lembayung FC juga sebagai ajang mencari bakat atlet khususnya untuk wilayah Lembayung. “Ke depan Lembayung FC, juga diharapkan mampu menerbitkan pemain profesional lewat jalur komunitas, yang muda kita dorong dan suport agar memiliki pengalaman, dan jam terbang tinggi,” terangnya.

Festival SSB Anak Satria Muda Cup ke-3 Resmi Digelar

Festival SSB Anak Satria Muda Cup ke-3 Resmi Digelar

Festival SSB Anak Satria Muda Cup ke-3 yang bertempat di Stadion Gelora Banjar Patroman Langensari, resmi digelar pada hari Minggu (6/3/2022). Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Banjar, H. Nana Suryana, S.Pd. Kegiatan yang diikuti oleh 30 tim SSB dari Kota Banjar serta Kabupaten tetangga ini mempertandingkan dua Ketegori usia, yaitu U-10 dan U-12. Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota menyambut baik digelarnya kegiatan tersebut. Kegiatan seperti ini sangat penting dalam upaya pembinaan bakat dan prestasi anak-anak. “Anak-anak sekarang sudah terbiasa dan tidak bisa lepas dari gadget, jika pemakaian gadget tidak terkontrol maka akan berdampak buruk pada tumbuh kembang anak,” terangnya. Lebih lanjut, Wakil Wali Kota mengharapkan melalui kegiatan ini anak-anak melupakan gadget dan beralih ke sepak bola. Selain itu, Wakil Wali Kota juga berharap dengan digelarnya event seperti ini akan melahirkan atlet-atlet sepakbola baru di Banjar. Menurutnya, banyak sekali potensi atlet di Kota Banjar yang belum tergali potensinya. “Saya meyakini, kedepan akan lahir atlet muda yang mampu berprestasi baik di level regional maupun nasional. Selamat bertanding, semoga para atlet dapat bermain sportif, karena sportivitas adalah kunci keberhasilan kita di masa yang akan datang,” ucap Wakil Wali Kota Banjar di akhir sambutannya.

Indra Sjafri Berbagi Ilmu Kepada Pesepak Bola Muda Kalteng

Indra Sjafri Berbagi Ilmu Kepada Pesepak Bola Muda Kalteng

Direktur Teknik Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Indra Sjafri, berbagi ilmu cara bermain sepak bola yang baik kepada warga dan pesepak bola di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. “Saya sudah katakan kemarin bahwa talenta pemain muda di Palangka Raya ada, hanya saja perlu dikembangkan untuk meningkatkan kualitas bermainnya,” kata Indra Sjafri di Palangka Raya, Minggu. Ia menuturkan, selain pengembangan pemain muda di tentunya harus ada dukungan dari pelatih yang baik. Harapannya skill yang dimiliki pemain muda juga bisa dilakukan pembinaan oleh tim pelatih. Selain itu, lapangan untuk bermain sepak bola juga harus banyak sehingga perkembangan olahraga ini setiap tahunnya akan ada kemajuan dan melahirkan pemain-pemain muda berkualitas. “Asosiasi Provinsi (Asprov) di daerah ini juga harus mendukung, baik itu mengadakan kursus kepelatihan serta pengembangan lainnya agar kemajuan sepak bola di daerah ini berkembang,” ucapnya. Sebelumnya, Indra Sjafri pada Sabtu (5/3/2022) sore, yang sengaja didatangkan oleh klub sepak bola asal Kota Palangka Raya, Kameloh Putra Legend, menggelar coaching clinic di Lapangan Rajawali Sakti Mini Soccer Jalan Adonis Samad. Indra Sjafri dibantu asistennya Aldi memberikan teknik cara bermain bola yang benar. Salah satunya dari teknik dasar yakni passing bola. Setelah memberikan teknik dasar yakni passing bola akurat, mereka juga membagikan ilmu cara bermain dengan strategi dan inteligensi yang bagus saat berada di lapangan. Salah satunya bermain dari lini belakang, masuk ke bagian tengah hingga merangsak ke pertahanan lawan dan membuat gol. “Untuk dribbling dan passing sudah cukup bagus, hanya saja semua itu perlu diasah agar menjadi baik. Namun semua itu butuh proses,” ungkapnya. Mantan Pelatih Tim Nasional U-19 di era Evan Dimas Darmono dan U-22 Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaiman itu berjanji akan memantau perkembangan sepak bola di Kalteng. Menurut dia, apabila hal tersebut terus dikembangkan setiap tahunnya, maka akan ada muncul talenta muda untuk menjadi pemain sepak bola profesional di kemudian hari.

Seleksi U-16 Diisi Internal Game

Sebanyak 34 orang calon pemain untuk mengisi tim U-16 Indonesia langsung menjalani internal game saat pemusatan latihan di lapangan latihan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Sabtu (5/3). Untuk diketahui, mereka sudah berlatih bersama dan langsung dites fisiknya selama tiga hari oleh pelatih Bima Sakti. Tim dibagi menjadi tiga, dimana setiap pemain mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan teknik, fisik, taktik mereka secara langsung dalam permainan. Tak banyak gol dalam laga internal ini, namun keseriusan pemain sangat terlihat. “Hari ini kami langsung melakukan internal game. Kita memberikan waktu di dua hari sebelumnya bagi mereka untuk beradaptasi dengan metode latihan yang kami berikan,” buka Bima. Bima juga ingin memberikan kesempatan kepada semua pemain dalam pemusatan latihan sekaligus seleksi ini. “Dengan kegiatan hari ini, saya dan tim pelatih bisa melihat langsung kemampuan mereka sesungguhnya di atas lapangan. Sekaligus melihat sejauh mana mereka menyerap dan memahami ilmu latihan yang kami berikan,” tuturnya. Terakhir, Bima berharap para pemain yang dia seleksi ini semua bisa menjaga performanya. “Karena di pemusatan latihan bulan ini ada promosi dan degradasi, saya harap para pemain bisa selalu serius dan konsentrasi dalam menjalaninya. Saya juga berharap mereka bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Yang jelas, Piala AFF U-17 akan berlangsung akhir Juli, sehingga kami ada waktu untuk membentuk tim,” tutupnya.   Sumber: www.pssi.org    

Ketum PSSI Lepas Arhan Menuju ke Tokyo Verdy

Ketum PSSI Lepas Arhan Menuju ke Tokyo Verdy

PSSI mengadakan konferensi pers untuk Pratama Arhan yang akan berangkat menuju Tokyo dimana dia akan bermain dan berkarier di klub liga 2 Jepang, Tokyo Verdy, Jumat (4/3). Pemain yang bernama lengkap Pratama Arhan Alif Rifai, lahir di Blora, Jawa Tengah tanggal 21 Desember 2001, berposisi sebagai bek kiri, mengawali karir yuniornya di klub SSB Putra Mustika dan SSB Terang Bangsa, lalu ke PSIS Semarang. Dan kini bergabung untuk Tokyo Verdy. Pemain ini juga memulai debutnya di Tim U-19 Indonesia, lalu ke U-23 dan Timnas Indonesia dibawah pelatih kepala Shin Tae-yong. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, anggota Komite Eksekutif A.S Sukawijaya, Wakabayashi Direktur Informasi dan Kebudayaan, perwakilan dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, dan Isomura selaku Atase Olahraga Kedubes Jepang untuk Indonesia, hadir untuk dalam acara tersebut sekaligus menghantarkan Arhan ke Jepang. Dalam sambutannya, Mochamad Iriawan mengatakan terima kasih kepada klub PSIS yang sudah konsentrasi di pembinaan usia muda, “Baik di Elite Pro Academy dan lainnya. Saya juga bangga, satu lagi pemain Indonesia dipanggil untuk bermain di luar negeri, di Jepang. Ternyata pemain kita bisa bermain di luar negeri, di Eropa, Korea dan Jepang,” buka Iriawan. “Kami di PSSI akan terus konsen di pembinaan usia muda. Itu juga keinginan kami agar sebanyak mungkin pemain kita bisa bermain di luar negeri. Saya bangga dengan Arhan, kamu bisa bermain di Tokyo,” lanjutnya. Iriawan juga berharap Arhan bisa main maksimal. “Selain itu juga harus jaga kesehatan dan bisa langsung beradaptasi dengan kultur, iklim dan budaya di Jepang. Mudah-mudahan Verdy bisa naik kasta ke Liga 1 atau J1. Saya juga berharap Arhan bisa menyerap ilmu sepak bola di Jepang,” jelasnya. Pria yang akrab dipanggil Iwan Bule itu juga menjelaskan, “Untuk diketahui, dahulu ada juga pemain sepak bola Indonesia yang pernah bermain di Liga Jepang. Alm. Ricky Yakobi, dia bermain untuk Matsuhita Elekctric FC (kini namanya Gamba Osaka). “Tapi, kiprah Ricky hanya berlangsung 6 bulan karena kesulitan beradaptasi dengan iklim di sana. Jepang kalau musim dingin, pasti pemain kita akan kesulitan. Itu sebabnya Arhan harus cepat beradaptasi jika ingin berhasil di sana,” tegas Iriawan. “Saya meyakini akan ada pemain Indonesia berikutnya bermain di Jepang atau luar negeri lainnya. Saya bangga dan saya dorong bahwa nantinya semakin banyak pemain Indonesia yang bermain di luar negeri. Kita lihat saja nanti, siapa pemain lain yang akan bermain di luar negeri,” lanjutnya. “Saya sangat berbahagia, mengantar Pratama Arhan dari PSIS ke Tokyo Verdy. Kami dari keluarga besar PSIS mengucapkan terima kasih, ini karena program-program PSSI yang dimulai dari kelompok usia muda (seperti Elite Pro Academy dan Soeratin) sampai Senior,” tutur A.S Sukawijaya. “Mudah-mudahan kedepannya akan muncul Pratama Arhan berikutnya. Tidak ada pemain di PSIS yang bisa selevel Arhan, tapi saya yakin banyak anak-anak pemain sepak bola yang akan terus berusaha untuk itu,” lanjutnya. Pratama Arhan yang akan menyiapkan diri untuk berangkat ke Tokyo mengatakan terima kasihnya kepada semua pihak terkait. “Terima kasih atas dukungannya. Saya akan menunjukkan yang terbaik dan bekerja keras di Tokyo Verdy,” ungkap Arhan. Terakhir, Wakabayasi, Direktur Informasi dan Kebudayaan (Kedubes Jepang di Indonesia) sebagai perwakilan dari Kedubes Jepang di Indonesia yang juga turut hadir menghantarkan Arhan ke Tokyo, juga mengucapkan Terima kasih. “Kepada PSSI saya ucapkan terima kasih, karena tanpa ada dukungan dan pembinaan, tidak mungkin ada pemain terbaik yang bisa bermain di Jepang. Saya sangat berkesan dengan keberanian Arhan, saya yakin dia akan bisa bermain dengan baik di Jepang,” ucapnya.

Asa Ronaldo Kwateh Bersama Tim U-19 Indonesia

Asa Ronaldo Kwateh Bersama Tim U-19 Indonesia

Ronaldo Kwateh bertekad untuk terpilih masuk Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 yang akan berlaga pada ajang Piala Dunia U-20 2023. Ia menyatakan bahwa kerja keras dan disiplin menjadi kunci sukses bersama Garuda Muda. Sebelum dipanggil memperkuat Garuda Muda, pemain Madura United itu bahkan sudah dipercaya debut di level senior. “Puji Tuhan bersyukur dipanggil lagi ke timnas U-19 untuk persiapan Piala Dunia. Semoga saya bisa latihan dengan baik dan jalankan program dengan baik, lalu bisa konsisten terus sampai Piala Dunia,” kata Ronaldo Kwateh. Ronaldo Kwateh bersyukur bisa terus mendapat kepercayaan pelatih Shin Tae-yong di berbagai level tim nasional. Ia berharap kemampuannya terus berkembang agar selalu mendapat tempat di Skuad Garuda. “Saya juga bersyukur bisa dipanggil semua kelompok usia di timnas. Semoga saya tak puas diri, dan berkembang ke depan,” tambahnya. Dalam waktu dekat, Garuda Muda akan menjalani training camp (TC) di Korea Selatan. Rencananya, skuad Garuda Muda akan berangkat pada pekan depan. Bukan hanya berlatih, namun ada uji tanding yang digelar seperti kemungkinan melawan Korea Selatan U-20. Saat ini pemain Garuda Muda digembleng dahulu di Jakarta. Bio Data Nama Lengkap: Ronaldo Joybera Kwateh Tempat, Tanggal lahir: Yogyakarta, 19 Oktober 2004 Tinggi badan: 180 cm Posisi Bermain: Penyerang/Sayap Kanan

Latihan Perdana U-19 Fokus Latihan Fisik

Tim U-19 Indonesia memulai latihan perdana pada pemusatan latihan di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (2/3) sore. Latihan fisik menjadi menu latihan yang diberikan pelatih Shin Tae-yong pada kesempatan ini. Latihan ini dihadiri langsung Ketum PSSI, Mochamad Iriawan dan Menpora RI, Zainudin Amali. Selain itu juga hadir Sekjen Yunus Nusi dan Direktur Teknik Indra Sjafri. Latihan dimulai dengan lari berkeliling lapangan, setelah itu latihan fisik yang dipimpin oleh pelatih fisik, Shin Sang-gyu. Pelatih asal Korea Selatan tersebut memberikan latihan fisik dengan menu beep test yakni berlari dengan jarak 25 meter. Para pemain harus mendengarkan nada beep yang diputar dengan pengeras suara. Seperti diketahui beep test merupakan metode latihan untuk mengukur penyerapan maksimum oksigen dalam tubuh (VO2 max) dan kebugaran kardiovaskuler. “Jadi hari ini hanya cek fisik seperti apa dan mau lihat selama ini intensitas latihan pemain seperti apa. Kami juga sekaligus mau kumpulkan data ini sampai Piala Dunia U-20 2023,” kata Shin Tae-yong usai memimpin latihan. “Kita akan kumpulkan data untuk kembangkan fisik pemain juga. Tapi, kami tak bisa sebut siapa-siapa yang bagus hasilnya dan tidak. Ini masalah kemauan dari pemain juga,” tambahnya. Metode latihan ini mengharuskan pemain untuk berlari bolak-balik secara intens dengan jarak pendek. Usai menjalani latihan sprint, para pemain melanjutkan dengan latihan rondo. Shin Tae-yong menambahkan, banyak hal yang harus diperbaiki dari para pemain. Apalagi Indonesia akan bertanding di ajang top internasional macam Piala Dunia U-20 2023. “Jadi kami sedang siapkan roadmap agar kami bisa punya fisik mental kuat. Jadi memang ini kita lihat di latihan perdana ini. Bukan satu dua hal yang harus diperbaiki, tapi banyak sekali yang harus diperbaik. Mulai dari tadi yang dibicarakan dan lawan-lawan di Piala Dunia itu postur tubuhnya baik, jadi harus perkuat fisik dan mental,” pungkasnya. Sumber: www.pssi.org

Cyrus Margono Berminat Menjadi WNI

Duta Besar Republik Indonesia untuk Yunani Bebeb A.K. Nugraha Djundjunan berkunjung ke kantor PSSI hari ini (2/3). Kunjungan itu selain untuk silaturahmi juga ingin ngobrol ringan soal sepak bola. Dalam kunjungan itu, dari PSSI hadir Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Sekjen Yunus Nusi, Wasekjen Maaike Ira Puspita, dan Direktur Teknik Indra Sjafri. Bebeb memberitahukan jika ada pemain keturunan Indonesia yang kini menjadi warga negara Amerika Serikat bermain untuk klub Yunani, Panathinaikos B. Pemain itu bernama Cyrus Ashkon Margono. “Pemain ini berkeinginan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Umurnya masih 20 tahun dan kini bermain di klub Panathinaikos B. Posisinya adalah kiper,” kata Bebeb. PSSI pun antusias. Sebab, pemain kelahiran 9 November 2001 dengan tinggi 190 cm ini memiliki prospek yang bagus jika bisa bergabung dengan tim U-23 maupun di timnas senior. “Saya berterima kasih atas masukan dari Duta Besar Indonesia untuk Yunani ini. Kami akan pelajari dulu terkait administrasinya dan lain-lain. Tetapi, ini masukan yang bagus bagi PSSI,” ujar Iriawan. Cyrus Margono mendapatkan darah keturunan Indonesia dari sang ayah. Sementara itu, ibunya berasal dari Iran. Namun demikian, pemain ini lahir dan besar di Amerika Serikat. Darah keturunan Indonesia bisa membuatnya menjadi bagian timnas Indonesia seperti halnya yang didapatkan oleh Elkan Baggott. Apalagi usianya belum menginjak 21 tahun. Cyrus Margono menyelami dunia sepak bola sejak usia empat tahun dan menimba ilmu di New York Soccer Club dan Met Oval Academy. Pada tahun 2015, dia sempat merasakan tempaan dari Inter Milan Academy selama dua pekan. Pada tahun 2019 dia bergabung dengan klub sepak bola Universitas Denver. Lalu tahun berikutnya, dia pindah ke Universitas Kentucky dan bergabung dengan klub universitas tersebut, UK Wildcats. Di UK Wildcats, potensinya tercium dan direkrut oleh klub Yunani, Panathinaikos, dalam kontrak tiga tahun. Akan tetapi, dia masih berada di Panathinaikos B dan berkompetisi di Super League B di Yunani.

34 Pemain Tim U-16 Disiapkan Untuk Pemusatan Latihan di Jakarta

34 Pemain Tim U-16 Disiapkan Untuk Pemusatan Latihan di Jakarta

Pelatih kepala tim U-16 Bima Sakti memanggil 34 pemain untuk melakukan pemusatan latihan, yang akan diadakan di Lapangan latihan Jakarta Internasional Stadium dimulai dari tanggal 2 hingga 12 Maret 2022. Pemusatan latihan ini juga sebagai persiapan untuk Piala AFF U-16 dan Kualifikasi Piala AFC U-17 tahun ini. Tim U-16 terakhir melakukan pemusatan latihan di Rabu 16 Juni 2021 dan akan sangat berbeda dari sebelumnya, karena saat itu ada 40 pemain yang ikut untuk sekaligus di seleksi oleh jajaran pelatih tim. “Alhamdulillah tim U-16 bisa kembali mengadakan pemusatan latihan, saya berharap kali ini bisa berjalan lancar, saya juga meminta para pelatih untuk melatih mereka dengan baik dan benar. Para pemain juga harus kerja keras, disiplin, fokus demi meningkatkan mental, skill, fisik, dan performa mereka selama pemusatan latihan,” kata Iriawan. Persija Jakarta dan Borneo FC menjadi penyumbang pemain terbanyak untuk tim ini. Enam pemain berasal dari Borneo FC dan delapan pemain dari Persija Jakarta. Sisanya dari tim-tim seperti Persib Bandung, Bali United, Bhayangkara FC, Madura United, PSS Sleman, Persita Tangerang dan PSM Makassar. Ada juga dari Asprov dan klub Fatto FC. Bima mengatakan bahwa pemanggilan pemain-pemain ini berdasarkan pemantauan tim pelatihnya saat Elite Pro Academy dan beberapa seleksi regional yang dilakukan oleh Asprov. “Alhamdulillah kami bersyukur, saya berterimakasih kepada Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan) karena kami bisa melaksanakan pemusatan latihan di bulan Maret dan tahun ini. Kami semua akan mencapai tujuan untuk membentuk tim U-16 masa depan. Kami minta terus arahan dari Ketum untuk kelancaran dari seleksi,” jelas Bima. “Harapan saya, bisa membentuk tim U-16 yang kuat untuk persiapan turnamen-turnamen yang akan datang,” tutup Bima. 34 Pemain Pemusatan Latihan tim U-16 di Jakarta: 1. Steven Alexander Garcia – Asprov Bangka Belitung 2. M. Riski Afrisal – Non Klub 3. Dimas Dinanda – Non Klub 4. Komang Ananta Pramananda Putra – Bali United 5. I Komang Ananta Krisna Putra – Bali United 6. I Putu Harta Mahesa – Bali United 7. Andrika Fatir Rachman – Borneo FC 8. Ridzar Nurviat Subagia – Borneo FC 9. M. Ridho Al Ikhsan – Borneo FC 10. Narendra Tegar Islami – Borneo FC 11. Muhammad Yanuar Sanusi – Borneo FC 12. Muhammad Kafiatur Rizky – Borneo FC 13. Habil Akbar – Bhayangkara FC 14. Irvansyah Afanda – Bhayangkara FC 15. Fachri Alifarozi – Fatto FC 16. Andhika Putra Setiawan – Madura United 17. Muhammad Ihsan Kusuma – Persija Jakarta 18. Ibnu Yazid Al Mustaufiz – Persija Jakarta 19. Figo Dennis Saputrananto – Persija Jakarta 20. Muhammad Sultan Akbar – Persija Jakarta 21. Jehan Pahlevi – Persija Jakarta 22. Femas Aprian Crespo – Persija Jakarta 23. Waliy Marifat – Persija Jakarta 24. Seva Ditya Rangga – Persib Bandung 25. Muhammad Bagus Cahaya Islami – Persib Bandung 26. Zulkifli Lukmansyah – Persib Bandung 27. Rochmad Alvindo – Persebaya Surabaya 28. Muhammad Junino Saputra – Persita Tangerang 29. Yuniar Hanif Budi – PSS Sleman 30. Fadel Ahmad Arrafi – PSS Sleman 31. Achmad Zidan Arrosyid – PSS Sleman 32. Sulthan Zaky Pramana – PSM Makasar 33. Arjuna Tri Wahyudi – PSM Makasar 34. Dirk Lukas Auri – PPLP Papua

Mengenal Sosok Dibalik Akademi Persib Cimahi

Mengenal Sosok Dibalik Akademi Persib Cimahi

Akademi Persib Cimahi (APC) menunjukan keberhasilannya dalam membina pesepak bola muda. Salah satu contohnya Kakang Rudianto. Tidak hanya mampu menembus tim senior, Kakang Rudianto jebolan Akademi Persib Cimahi ini juga menjadi pilihan untuk program Garuda Select. Bahkan saat ini terpanggil timnas Indonesia U-19 menjalani training center (TC) di Korea Selatan untuk persiapan Piala Dunia U-20 2023. Keberhasilan Akademi Persib Cimahi ini tak lepas dari sosok Firman Hadillah. Dia tak pernah menyangka, kecintaannya kepada Persib dan kepeduliannya pada pembinaan sepak bola telah mengantarkannya menjadi salah satu sosok penting dalam berdirinya APC. Firman Hadillah yang ditawari manajemen Persib untuk membuat cabang Akademi Persib di Kota Cimahi pada 2018 silam ini berhasil melahirkan para pesepak bola muda handal dan berbakat, yang di antaranya Kakang Rudianto. “Awalnya saya coba bikin lapangan bola di atas lahan keluarga. Tujuannya biar anak-anak di lingkungan tempat saya tinggal punya fasilitas untuk belajar sepakbola,” ujar Firman Hadillah. Maka pada 2013 itulah berdiri sebuah lapangan bola yang saat ini menjadi tempat para siswa binaan APC merintis jalan menuju atlet profesional melalui sepak bola. Lapangan bola itu sendiri terletak di sebuah gang di wilayah Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Dimana siswa akademi banyak yang berasal dari luar daerah dan berbagai latar belakang ekonomi. “Dulu saya tidak menyangka akan menjadi sebesar ini. Pembuatan lapangan sepak bola sendiri berangkat dari kesadaran bahwa tidak semua anak-anak memiliki daya dukung yang cukup untuk dapat belajar sepak bola secara layak,” lanjut Firman. Menurut Firman selain mencetak pesepak bola andal, tujuan lain dari Akademi Persib Cimahi adalah memberikan akses dan kesempatan belajar bagi anak-anak bertalenta sepak bola namun memiliki keterbatasan ekonomi untuk mewujudkan mimpinya. “Anak didik kami berasal dari banyak daerah. Tak jarang sebagian dari mereka juga berasal dari keluarga ekonomi lemah. Maka dari itu kami punya program kolaborasi dengan beberapa sekolah swasta untuk memfasilitasi pendidikan formalnya lewat jalur prestasi,” tambah Firman. Firman berharap APC dapat banyak melahirkan pesepak bola yang dapat berkontribusi terhadap tim nasional Indonesia. Firman juga berkeinginan agar APC dapat bekerjasama dengan pemerintah agar semakin banyak siswa binaannya terfasilitasi untuk mendapatkan pendidikan formal di sekolah negeri. “Kami di APC sangat menyadari bahwa karier seorang pesepak bola itu bisa sangat singkat. Maka kami berusaha mendorong agar siswa binaan kami tetap memiliki bekal pendidikan formal yang baik,” tutup Firman. Dihubungi secara terpisah Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Dikdik S. Nugrahawan, S.Si., MM. menyampaikan rasa bangganya terhadap prestasi yang telah diukir Akademi Persib Cimahi juga apresiasi terhadap para pengurus APC yang telah berkontribusi dalam meningkatkan prestasi olahraga di daerahnya. “Akademi Persib Cimahi merupakan potensi yang sekiranya dapat dioptimalkan di dalam upaya kita untuk mengembangkan dunia olahraga di Kota Cimahi. Bagaimanapun juga kita harus bisa mewujudkan Kota Cimahi yang Maju, Agamis dan Berbudaya yang tentu tidak lepas dari peran semua stakeholder,” tutup Dikdik. Sumber: INILAHKORAN

40 Pemain Tim U-19 untuk Pemusatan Latihan di Korea Selatan

40 Pemain Tim U-19 untuk Pemusatan Latihan di Korea Selatan

Pelatih Shin Tae-yong memanggil 40 pemain tim U-19 Indonesia untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) di Korea Selatan. TC di Negeri Ginseng sebagai persiapan mengikuti Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Sebelum berangkat ke Korea Selatan, Marcelino Ferdinan dan kawan-kawan akan melakukan latihan di Jakarta mulai tanggal 2 Maret. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan berharap para pemain dapat meningkatkan kemampuan di Korea Selatan. Selain berlatih, tim U-19 akan melakoni sejumlah uji coba termasuk rencana melawan tim U-20 Korea Selatan. “Para pemain harus kerja keras, disiplin, fokus demi meningkatkan mental, skill, fisik, dan performa mereka selama di Korea Selatan. TC di Korea Selatan merupakan rangkaian persiapan mengikuti Piala Dunia U-20 2023 mendatang,” kata Iriawan. Selama di Negeri Ginseng itu, pemain akan melakukan latih tanding di dua kota. Pertama di Gyeongsangbuk-do pada 13-24 Maret. Kemudian pada 24 Maret hingga 10 April di Daegu. 40 Pemain di Pemusatan Latihan tim U-19 di Korea Selatan: 1. Kadek Arel Priyatna – Bali United 2. Aditiya Daffa AI Haqi – Barito Putera 3. Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera 4. Yogi Hermawan – Barito Putera 5. Arsa Ramadan Ahmad – Bhayangkara FC 6. Frezy AI Hudaifi – Bhayangkara FC 7. Muhammad Khakim AI Mukhasibi – Bhayangkara FC 8. Muhamad Faiz Maulana – Bina Taruna 9. Rabbani Tasnim Siddiq – Borneo FC 10. Ronaldo Joyberra R Junior – Madura United 11. Bramdani – Persebaya Surabaya 12. Marselino Ferdinan Philipus – Persebaya Surabaya 13. Barnabas Sobor – Persewangi Banyuwangi 14. Dimas Juliono Pamungkas – Persib Bandung 15. Ferdiansyah – Persib Bandung 16. Kakang Rudianto – Persib Bandung 17. Robi Darwis – Persib Bandung 18. Alfriyanto Nico Saputro – Persija Jakarta 19. Cahya Supriadi – Persija Jakarta 20. Muhammad Ferarri – Persija Jakarta 21. Radzky Syawal Ginting – Persija Jakarta 22. Raka Cahyana Rizky – Persija Jakarta 23. Razzaa Fachrezi Aziz – Persija Jakarta 24. Resa Aditya Nugraha – Persija Jakarta 25. Syukran Arabia Samual – Persija Jakarta 26. Indra Arya Perceka Wiguna – Persijap Jepara 27. Mikael Alfredo Tata – Persipura Jayapura 28. Subhan Fajri – Persiraja Banda Aceh 29. Aulia Ramadhan Lubis – Persis Solo 30. Marcell Januar Putra – Persis Solo 31. Erlangga Setyo Dwi Saputra – Persis Solo 32. Fillah Rohmatuloh Sesa – Persita Tangerang 33. Arkhan Fikri – PS Kwarta 34. Dimas Maulana – Persis Solo 35. Edgard Amping – PSM Makassar 36. Muhammad Rafli Asrul – PSM Makassar 37. Renaldi – PSM Makassar 38. Ricky Pratama – PSM Makassar 39. Ibnul Mubarak – PSM Makassar 40. Hokky Caraka Bintang Brilliant – PSS Sleman

Timnas U-19 akan Jalani Pemusatan Latihan di Korsel

Tim U-19 akan Jalani Pemusatan Latihan di Korsel

Tim Nasional Sepak Bola U-19 Indonesia akan menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan. Garuda Muda dipersiapkan untuk mengikuti Piala Dunia U-20 tahun depan di Indonesia. Timnas akan berangkat ke Korsel pada 7 Maret. Namun, sebelum berangkat, skuad Shin Tae-yong ini akan dikumpulkan di Jakarta untuk melakukan pemusatan latihan pada 1-6 Maret. Sebanyak 39 pemain akan dipanggil. Tetapi, tidak semua pemain itu akan terbang ke Korsel. Menurut Sekjen PSSI, Yunus Nusi selama di Negeri Ginseng itu, pemain akan melakukan latih tanding di dua kota. Pertama di Gyeongsangbuk-do pada 13-24 Maret. Kemudian pada 24-10 April di Daegu. “Selain melakukan pemusatan latihan, juga akan uji coba dengan tim lokal. Bahkan amat mungkin akan melawan U-20 Korsel,” ujar Yunus. Yunus berharap selama di Korsel, timnas akan mendapat lawan sepadan, bahkan lebih kuat. Itu diharapkan agar mental, skill, fisik dan performa pemain akan meningkat. “Pemusatan latihan ini baru awal. Nanti akan ada lagi dan belum tahu di mana. Karena pemain ini bukan yang diproyeksikan pada Piala Dunia U-20 pada 2021 lalu.” lanjutnya. Yunus berharap dengan sering melawan tim dan negara yang tangguh, timnas U-19 Indonesia bisa mencapai puncak penampilannya pada Piala Dunia U-20 di Indonesia nanti.

Prioritaskan Pembinaan Usia Dini, Menpora Tegaskan Naturalisasi Untuk Jangka Pendek

Prioritaskan Pembinaan Usia Dini, Menpora Tegaskan Naturalisasi Untuk Jangka Pendek

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyampaikan, program naturalisasi pemain sepakbola untuk memperkuat tim nasional Indonesia merupakan program jangka pendek. Pembinaan atlet asli dan pembinaan atlet dari usia dini tetap menjadi prioritas jangka panjang program pemerintah bersama federasi. “Program naturalisasi ini untuk jangka pendek saja, jangka panjang kita tetap dalam rangka pembinaan asli pemain kita dan untuk pembinaan usia dini,” kata Menpora Amali saat jumpa pers di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Jl. Dukuh Kupang, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (19/2) petang. PSSI dan pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong saat ini sedang meminta bantuan kepada pemerintah Menpora Amali, agar mendapatkan bantuan melakukan program naturalisasi terhadap dua pemain bola asing yakni Jordi Amat dan Sandy Walsh. “Terkait naturalisasi, setelah kami mendengarkan alasan yang kuat baik dari PSSI maupun dari pelatih timnas STY, maka proses naturalisasi itu sekarang kami bantu untuk ke instansi yang terkait,” ujar Menpora Amali. Dalam langkah menuju naturalisasi, Menpora Amali mengaku sangat berhati-hati, ia tak ingin program ini kedepannya menimbulkan kesia-siaan belaka. “Kami sangat ketat terkait naturalisasi, kami tidak mau naturalisasi seperti yang dulu-dulu, kita naturalisasi padahal itu dia tidak berguna dari berbagai faktor untuk timnas kita,” urai Menpora Amali menjelaskan. Menpora Amali meminta program naturalisasi ini kedepan harus ada urgensinya serta harus ada yang bertanggungjawab, bukan lagi klub-klub sepakbola melainkan federasinya langsung. “Dulu klub saja meminta naturalisasi langsung bisa jalan, sekarang tidak, harus dari federasi/PSSI jadi ada yang bertanggungjawab dan kami tanyakan betul apa urgensi dari naturalisasi itu,” tambahnya. “Setelah dijelaskan ternyata durasi mainnya cukup panjang, karena yang akan dinaturalisasi ini bukan pemain yang sedang bermain disini melainkan mereka yang sedang bermain di kompetisi sepakbola Eropa, sehingga secara kualitas mereka bagus untuk timnas kita,” tutup Menpora Amali.

Main Tanpa Gol Persikota di Tahan Imbang Persikab

Kompetisi Liga 3 grup Q hari ini Sabtu 19 Februari 2022 berlanjut dengan mempertemukan Persikota dan Persikab. Bertempat di stadion Benteng Reborn, Tangerang, pertandingan berlangsung sengit. Dibabak pertama tim Persikota lebih sering mendapat pressure dari tim Persikab sehingga gagal menjebol pertahanan lawan. Pelatih Persikota, Sahala Marudut Tigor mengibaratkan pertandingan ini penuh dengan jual beli serangan. “Saya akhirnya senang kita menemukan tim yang bagus. Persikab tim yang bagus mereka juara regional Jabar dan saya senang anak-anak penuh dengan jual beli serangan. Persikab salah satu tim yg saya respek karena mereka juga bermain dengan menyerang. Bagi saya pertandingan ini tidak mengecewakan larena semua tim masih berpeluang untuk lolos ke babak 16 besar dan saya pikir hasil hari ini hasil yang cukup bagus”   Sementara itu pelatih Persikab, Albert Rusdiana memuji kedisiplinan pemain Persikota yang akhirnya bermain tanpa kebobolan. “Yang jelas dipertandingan hari ini luar biasa buat saya. Karena lawan pun keren ya kuat sekali mereka akhirnya saling jual beli serangan. Tentunya mereka juga, kami disiplin ketat, mereka pun disiplin ketat dari semua posisi. Yang jelas buat kami dengan raihan satu poin ini adalah hasil yang sangat luar bisa dengan Persikota yang cukup baik di zona pertahanan, di zona tengah, mau pun di zona depan.” Sampai wasit meniupkan peluit panjang di akhir pertandingan kedudukan tetap 0-0. Dengan hasil ini baik Persikota mau pun Persikab sama-sama memiliki poin 4 klasemen sementara grup Q

Persikota 1-0 Persikutim. Jual-Beli Serangan di Stadion Benteng Reborn.

Persikota Tangerang hari ini menjalani pertandingan perdananya dibabak 32 besar. Melawan Persikutim pasukan Persikota memenangkan laga dengan skor 1 – 0. Kedua tim terlihat saling jual-beli serangan ditengah hari yang panas di stadion Benteng Reborn. “Hari ini pertandingan cukup bagus. Masing-masing tim saling melancarkan serangan dan dengan cuaca yang cukup panas kita masih bisa mengontrol. Saya senang Persikutim bisa tekan di depan sehingga kita ada ruang untuk pass. Saya pikir hasil satu kosong hasil yang cukup bagus dilaga perdana babak 32 besar dan menjadikan tim kami termotivasi untuk meraih minimal satu pertandingan lagi untuk mengamankan satu tiket ke babak 16 besar” ujar pelatih Persikota Sahala Marudut Tigor. Sementara itu pemain Persikota Divie Alviandi Nauval mengatakan rekan timnya harus puas dengan skor hari ini. “Menurut saya pertandingan hari ini merupakan pertandingan yang cukup berat ditambah lagi cuaca yang cukup panas tapi anak-anak bisa bekerja bersama-sama. Jadi kita menyerang bersama-sama, bertahan bersama-sama.”   Pelatih Persikutim menyoroti pertandingan kali ini memberikan beban mental kepada anak asuhnya. “Ini pertandingan awal digrup Q. Persikutim bertemu tuan rumah itu agak berat meski pun tidak ada penonton beban mental memang ada. Saya juga sebagai pelatih minta maaf kepada masyarakat Kutim tidak bisa memberikan angka full. Jadi mungkin pertandingan kedua, ketiga kami habis-habisan karena disitu menentukan lulusnya kami ke 16 besar” kata pelatih Persikutim Subianto.

Sah! Pratama Arhan Gabung Tokyo Verdy

Sah! Pratama Arhan Gabung Tokyo Verdy

Pratama Arhan dipastikan telah berpindah klub dari PSIS Semarang ke Tokyo Verdy. Arhan menjadi pemain keempat dari Indonesia yang akan mencicipi kompetisi Jepang, setelah sebelumnya ada Ricky Yacobi, Irfan Bachdim, hingga Stefano Lilipaly. Tokyo Verdy mengumumkan perekrutan Arhan pada Rabu, 16 Februari, dengan status permanen. Verdy tidak menjelaskan detail kontrak Arhan, baik nilai atau pun durasi, namun diyakini bahwa pemain asal Blora itu meneken kontrak selama satu musim. Lantas, berapa nilai transfer Arhan dari PSIS ke Tokyo Verdy? A.S. Sukawijaya selaku CEO dari PSIS membeberkan bahwa tidak ada nilai transfer yang didapat oleh PSIS atas perekrutan Arhan. PSIS mendukung penuh Arhan memulai karier di luar negeri. “Bocah kami sendiri, jebolan akademi PSIS Semarang, Pratama Arhan hari ini resmi kami umumkan akan kami lepas ke klub Liga 2 Jepang, Tokyo Verdy,” tulis Yoyok, via akun Instagram pribadinya. “PSIS tidak akan mempersulit karier pemain binaan kami yang akan berkarier ke luar negeri, apalagi ke Jepang. Arhan kami lepas tanpa biaya transfer satu rupiah pun. Arhan anak baik sepakat berkomitmen dengan PSIS bahwa sejauh mana Arhan pergi, Arhan tetap memiliki rumah di Indonesia yakni PSIS Semarang.” lanjutnya. Yoyok juga menuturkan, bahwa PSIS memberikan Arhan misi tersendiri selama ke Jepang, yang diharapkan membuat Laskar Mahesa Jenar lebih terkenal secara internasional. “Selain itu, Arhan selama di luar negeri akan menjadi brand ambassador PSIS untuk mempromosikan PSIS di level internasional,” ujar dia. Sementara itu, Arhan melalui akun Instagram miliknya turut mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan penuh dari PSIS dan Yoyok kepada kariernya. https://www.instagram.com/p/CaBcEOcvE7e/ “Semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa bantuan keluarga PSIS, Yoyok Sukawi, dan para pendukung yang selalu mendukung saya tanpa henti. Saya selamanya berhutang budi dan PSIS akan selalu menjadi rumah saya. Tapi sekarang saatnya bagi saya untuk #LevelUpMyGame dan membuka babak baru dalam karier saya,” katanya.

Persikota 1 – 0 Perseman. Laga Panas di Stadion Benteng Reborn.

Tim Persikota berhasil mengalahkan Perseman Manokwari dengan skor 1-0. Meski begitu jalannya pertandingan berjalan keras dan tidak mudah bagi kedua tim. Di menit keenam pemain Perseman melakukan kesalahan sehingga wasit memberikan penalti bagi tim Persikota. Alhasil tendangan penalti yang dilakukan Denny Agus berhasil menjebol gawang Perseman yang dijaga oleh Toni Wanggober. Sampai peluit panjang berbunyi dibabak kedua kedudukan tetap 1-0 untuk Persikota. “Pertama kita ucapkan syukur, alhamdulilah, puji Tuhan kita bisa memenangkan pertandingan dan kita bisa melaju sebagai juara grup. Dan ini jadi suatu kebanggaan juga buat kita dimana kita bisa mempertahankan posisi kita dari awal sampai akhir. Yang kedua saya memang sedikit kecewa dengan permainan sore hari ini karena sepak bola adalah family, sepak bola adalah fair play, saya menjunjung itu” ucap pelatih Persikota Sahala Marudut Tigor. Pemain Persikota M. Fadli mengakui bahwa pertandingan berjalan dengan keras tetapi pemain masih bisa menguasai emosi “Mengenai pertandingan memang terlihat sangat keras tapi dari kita mencoba untuk tenang, tidak terbawa emosi sehingga permainan yang diharapkan coach itu masih bisa berjalan dengan baik” katanya. Sementara itu pelatih Perseman mengingkapkan kekecewaanya pada keputusan wasit yang memberikan penalti pada Persikota. “Perseman punya kualitas dan punya kans sebenarnya bisa lolos tapi yang terjadi dari pertandingan pertama, kedua, ketiga, seperti kaya gitu. Dan kita berharap tadi kita main sama Persikota terakhir itu main fair play. Artinya sportivitas yang harus kita junjung tapi kenapa kok tiba-tiba pertandingan belum berjalan yang kita harapkan tiba-tiba muncul dikasih hadiah penalti. Tidak masuk akal” kata pelatih Perseman Yonas Yuvensius Sineri.