Fakta Menarik: Sejarah Olahraga Tarung Derajat Yang Belum Anda Ketahui

Demo Tarung Derajat Di Ho Chi Minh City, Vietnam Sumber: www.tarungderajat-aaboxer.com

Pernahkah anda mendengar cabang olahraga Tarung Derajat? Untuk anda yang belum tahu, Tarung Derajat adalah olahraga yang diambil dari nama Achmad Dradjat. Siapakah dia? Yuk kita ulas lebih dalam lagi. Tarung Derajat memiliki definisi sebagai ilmu, tindakan moral dan sikap hidup yang memanfaatkan kemampuan daya gerak otot, otak dan nurani secara realistis dan rasional dengan penerapan 5 daya gerak moral, yaitu kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian dan keuletan pada diri. Achmad Dradjat lahir pada 18 Juli 1951 di Bandung, Jawa Barat. Achmad Dradjat memiliki panggilan Aa Boxer yang awal mulanya mengajarkan kepada rekan-rekannya teknik bela diri ini sehingga ia juga memiliki panggilan Sang Guru. Sejak tahun 1960an, ia mengembangkan teknik bertarung dijalanan. Berangkat dari pengalamannya yang hidup dengan keras membuat ia mengalami berbagai tindak kekerasan dan perkelahian. Bahkan pada usia 13 tahun ia mengalami kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda yang hampir merenggut jiwanya. Bersamaan dengan itulah proses penciptaan gerak dan diuji dari perkelahian. Lalu proses ini disempurnakan melalui suatu penempaan diri, baik secara fisik maupun mental. Achmad Dradjat mulai merintis olahraga bela diri ini pada 18 Juli 1972 dengan terbentuknya kepengurusan Tarung Derajat yang bernama Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB. KODRAT) pada tahun 1989 yang awalnya dipimpin oleh Letjen (Purn.) Arie Sudewo. Berlanjut pada tahun 1988, Perguruan Pusat Tarung Derajat untuk pertama kalinya menyelenggarakan “Kejuaraan Tarung Bebas AA BOXER Cup I” yang diikuti oleh 36 petarung dari 4 provinsi yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, Bali, dan NTB. Namun masih sangat sederhana dan aturan serta gaya pertandingan masih bebas. Sejak itu, Kejuaraan Tarung Bebas AA BOXER Cup diselenggarakan setiap dua tahun sekali hingga tahun 1997. Sedangkan titik terang perjuangan mulai tampak pada tahun 1998, Tarung Derajat Resmi menjadi anggota ke-53 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan dipertandingkan sebagai kategori olahraga beladiri di arena PON (Pekan Olahraga Nasional). Hingga saat ini, cabang olahraga Tarung Derajat telah dipertandingkan 3 kali dalam PON, yang diawali dengan pertandingan ekshibisi PON Tahun 2000 di Jawa Timur. Sebagai anggota KONI, Tarung Derajat telah di transformasi dari sekedar ilmu bela diri perkelahian untuk membela kehormatan diri sendiri menjadi sebuah cabang olahraga yang memiliki aturan pertandingan yang ketat dan berdisiplin dengan mengutamakan nilai-nilai sportifitas keolahragaan yang bersifat universal. Kini, Tarung Derajat juga digunakan sebagai latihan bela diri dasar TNI Angkatan Darat dan Brigade Mobil Polri. Tak hanya itu, Tarung Derajat juga memiliki semboyan yaitu: “Aku ramah bukan berarti takut Aku tunduk bukan berarti takluk“. (put/adt)

Resmi Dilantik, PPS Betako MP Tangsel Periode 2017-2022

Para-pengurus-PPS-BETAKO-Cabang-Tangsel-berpose-bersama-dengan-Walikota-Tangerang-Selatan,-Airin-Rachmi-Diany

Pengurus Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH atau PPS BETAKO MP Cabang Kota Tangsel resmi dilantik oleh H. Uus Koswara selaku Ketua Pengurus Daerah MP Propinsi Banten (Pengda Banten) di Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangsel, Minggu (22/10). Acara tersebut juga dihadiri oleh Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany. Pada susunan pengurus yang baru ini, Adjie Ekawarman selaku Dewan Pembina yang juga tercantum pada kepengurusan KONI Tangsel serta Zaid Elhabib selaku Anggota Dewan Propinsi Banten yang secara kebetulan adalah mantan Atlet serta pengurus pencak Silat Merpati Putih sewaktu kuliah di Universitas Trisakti Jakarta. Dalam sambutannya, Airin berharap agar warga kota Tangsel dapat menyalurkan hal-hal yang positif dan bermanfaat dengan masuk kedalam kegiatan pencak silat Merpati Putih. “Saya bersyukur apabila atlet-atlet yang berlatih nantinya dapat berlaga dan dapat mencetak prestasi, sehingga dapat membanggakan Kota Tangsel,” kata Airin. Diketahui, MP Cabang Tangsel terbentuk kepengurusan untuk periode 2017-2022 yang di ketuai oleh Mas Sulistio Imam sebagai warga Pondok Aren. Kemudian, pada saat itu juga diadakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) untuk tingkat Dasar 1 sampai tingkat Balik 1, serta peragaan atraksi pemukulan benda keras serta atraksi getaran, yakni dengan melakukan atraksi dengan mata tertutup melewati halang rintang, mengenali warna serta membaca data KTP. Ir. Zaid Elhabib menjelaskan, bahwa tempat-tempat latihan PPS Betako MP ini sudah tersebar di beberapa tempat di kota Tangsel, namun ternyata masih menginduk ke cabang lain, sehingga dari para pelatihnya yang berdomisili di Tangsel memprakarsai untuk membentuk Kolat Tangerang Selatan. Karena ada dari beberapa atletnya yang sudah berprestasi di tingkat Nasional. “Oleh sebab itu, alangkah baiknya apabila bisa mewakili dari daerah tempat tinggal sendiri yaitu Kota Tangsel,” imbuhnya. Sementara itu Dewan Pelatih MP Tangsel, Willy, sangat optimis MP Tangsel akan menjadi kiblat bagi MP di seluruh Indonesia. “Untuk mencapai itu, kita semua harus mempunyai kekompakan, sikap kekeluargaan serta gotong royong. Jika, semua berjalan dengan lancar dan matang, bukan tidak mungkin MP Tangsel akan dijadikan tolak ukur bagi MP di seluruh Indonesia,” papar Willy. (pah/adt)

Usai Ukir Sejarah, UNY Raih Peringkat Tiga LIMA Futsal Nationals 2017

UNY vs Poliban LIMA Futsal Nationals 2017

Tim putra Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil meraih peringkat ketiga LIMA Futsal Nationals 2017 usai menaklukkan Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) dengan skor 2-1. UNY dan Poliban sama-sama ingin merebut predikat peringkat tiga di LIMA Futsal Nationals 2017. UNY langsung menekan pertahan Poliban sejak peluit babak pertama ditiup. Hasilnya, di menit 13 pemain UNY, Maezar berhasil membuat UNY unggul 1-0. Tak butuh waktu lama bagi Poliban untuk menyamakan kedudukan. Tendangan keras, Hafist tak bisa dihalau kiper UNY dan merubah skor menjadi 1-1. Skor 1-1pun bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua, UNY terus menekan pertahanan Poliban. Maezar kembali mencetak gol keduanya dan membuat UNY unggul 2-1. Di sisa waktu yang ada, Poliban mencoba menyamakan kedudukan. Namun, usaha anak-anak Poliban selalu gagal. Skor 2-1 untuk UNY pun bertahan hingga usai. Dengan begitu, UNY berhasil mencetak sejarah dengan menduduki peringkat tiga LIMA Futsal Nationals 2017. Asisten Pelatih UNY, Gigih Nenaz mengatakan, ini sebagai sejarah bagi tim futsal UNY yang berhasil meraih peringkat tiga di LIMA Futsal Nationals. “Di awal pertandingan, kami memang kurang maksimal. Di waktu istirahat babak pertama, kami memberikan arahan untuk terus menekan. Alhamdulillah di satu menit sebelum pertandingan berakhir kami berhasil menekan dengan penyelesaian yang baik. Ini merupakan sejarah untuk futsal putra UNY bisa meraih peringkat ketiga LIMA Futsal Nationals,” ujar Gigih.(pah/adt)

Rory Dinobatkan Sebagai Pegolf Indonesia Terbaik Pada Laga Indonesia Open 2017

Johannes-Veerman,-Gaganjeet-Bhullar-dan-Rory-HIE-saat-konferensi-pers

Rory Hie menjadi pegolf Indonesia terbaik yang mencetak hasil terbaik di Indonesia Open 2017. Walaupun Rory hanya berhasil menempati peringkat ke-12, ties dengan Chanachok Dejpiratanamongkol dari Thailand. Mereka masing-masing mengumpulkan 277 pukulan atau 11 di bawah par. Dari pantauan berjalannya pertandingan di lapangan golf Pondok Indah Golf, Rory bermain dramatis di hari terakhir. Sempat mengawalinya dengan permainan double bogey di hole satu dan bogey di hole kedua. Lalu, mencetak dua eagle di hole 14 dan 18 , serta tiga birdie di hole 9,12, dan 15. “Amazing, Its miracle. Pukulan saya di hole 14 sangat bagus, langsung mendekati pin. Di hole terakhir saya melihat banyak orang yang menonton. Saya bilang ke diri saya sendiri saya harus main bagus dan ternyata berhasil membuat eagle lagi,” kata Rory usai pertandingan. Lebih lanjut, Rory mengakui sempat down setelah membuat bogey. “Hati saya rasanya hancur, karena posisi saya saat itu sedang bagus. Untung saya dapat memperbaiki di hole-hole berikutnya,” tambah Rory. Dia mengaku lebih bersemangat saat bertanding di negaranya sendiri. Pada tahun 2011 lalu, dan akhirnya Rory menjadi runner up di Indonesia Open dan dinyatakan sebagai pegolf Indonesia terbaik yang mencetak hasil terbaik di Indonesia Open 2017. Targetnya tahun ini adalah bisa menembus peringkat 60 di order of merit Asian Tour. Rory sekarang menempati peringkat ke-79. Semetara itu, Gaganjeet Bhullar (India), juara Indonesia Open 2016 harus puas di peringkat ke-18, ties dengan Ye Htet AUNG (Myanmar) dan K P Lin (Taiwan). Dia hanya sanggup mengumpulkan 280 pukulan atau delapan di bawah par. Ketua Umum PB PGI Murdaya Po merasa gembira dengan antusiasme para peserta yang berasal dari berbagai negara. Murdaya juga menyampaikan penghargaan kepada para sponsor yang sudah mendukung turnamen Indonesia Open 2017. Dia berharap penyelenggaraan turnamen ini bisa memberikan semangat kepada para pegolf di Indonesia untuk bisa berprestasi lebih baik lagi. Indonesia Open merupakan trade mark golf Indonesia. Sudah diselenggarakan sejak tahun 1974. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-36 kali. Ada 140 pegolf yang ikut berpartisipasi. Senada dengan Murdaya Po, Budi Kosasih, selaku Direktur dari Pondok Indah Golf Course menuturkan bahwa Pondok Indah Golf Course terlaksana berkat kerjasama semua unsur. “Saya cukup bangga dengan semua unsur yang terlibat dari awal sampai akhir, walaupun sempat di guyur hujan yang cukup lebat itu proses alami, hanya bisa mempengaruhi kecepatan bola saja, itupun sangat kecil kemungkinannya,”tutup Budi (red)

Panuphol Pittayarat, Pegolf Asal Thailand Berhasil Rebut Juara Golf Indonesia Open 2017

Panuphol-Pittayarat,-juara-Indonesia-Open-2017

Perhelatan kompetisi final Indonesia Open 2017 masuk ke babak akhir pada hari ke-4 sejak turnamen di gelar pada kamis (26/10) yang berlangsung di Pondok Indah Golf Course, jakarta. Pertandingan bergengsi ini sempat di guyur hujan yang cukup lebat, dan atas kerjasama pihak penyelenggara akhirnya masih bisa di antisipasi. Moment yang di inisiasikan oleh PGI, BRI, BNI, Mandiri, BTN, Telkom Indonesia di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, pada Minggu sore berlangsung seru. Dan di puncak kompetisi akhirnya Panuphol Pittayarat, menjadi juara di final Indonesia Open 2017 Present. Pegolf asal Thailand ini berhasil mencetak 65 pukulan atau 7 di bawah par. Total mengumpulkan 265 pukulan atau 23 di bawah par dalam pertandingan selama empat hari. Ini adalah kemenangan pertamanya sejak enam tahun terakhir. “Saya sangat bahagia dengan kemenangan ini. Walaupun harus main 24 hole sejak pagi tadi. Saya merasa sangat nyaman bermain bersama dua pemain Thailand, kata Panuphol yang bermain satu flight dengan Namchok Tantipokhakul dan Rattanon Wannasrichan,” ujar sang juara Sedangkan Namchok menempati peringkat ketiga, dengan perolehan 273 pukulan atau 15 di bawah par, ties dengan Jazz Janewattananond. Sementara itu, posisi runner up ditempati pemain Thailand lainnya, Tirawat Kaewsiribandit, dengan 270 pukulan atau 18 di bawah par. Panuphol di hari terakhir final Indonesia Open 2017, berhasil membuat delapan birdie dan satu bogey. “Saya berusaha untuk tetap bermain baik dan tidak memikirkan apa yang sudah terjadi. Pekan ini saya bermain dengan mental yang baru untuk menikmati golf. Saya tidak memikirkan apa hasilnya nanti, tetap bermain baik saja, jelas Panuphol yang mendapat hadiah sebesar US$ 54.000,- dari total hadiah US$ 300.000,-.”(red)

Pondok Indah Golf Course, Di Pilih Sebagai Tempat Ideal Turnamen Golf Internasional

Budi-Kosasih-selaku-Direktur-Pondok-Indah-Golf-Course-saat-konferensi-pers

Pondok Indah Golf Course dipilih untuk kedua kalinya sebagai tempat berlangsungnya laga turnamen golf internasional Indonesia Open 2017 yang sedang berlangsung hingga 29 Oktober 2017. Turnamen yang sudah berlangsung 36 kali sejak tahun 1974 ini memang merupakan ajang yang diikuti oleh kurang lebih 140 pegolf dari dalam dan luar negeri. Bukan tanpa alasan mengapa turnamen golf internasional Indonesia Open 2017 tersebut berlangsung di Pondok Indah, Budi Kosasih selaku Direktur dari Pondok Indah Golf Course menuturkan bahwa Pondok Indah Golf Course tidak memiliki persiapan yang berbeda dari tahun sebelumnya terutama untuk cuaca yang saat ini sedang masuk musim hujan. “Secara prinsip nggak ada yang berbeda, karena kita sudah pernah tahun lalu. Kondisi lapangan kita pun setiap hari kita usahakan selalu siap. Jadi over all no problem. Untuk masalah cuaca, kami hanya berusaha tapi yang menentukan tetap yang diatas,” ujarnya Ia juga membahas apa yang menjadikan Pondok Indah Golf Course ini sebagai lapangan yang memiliki standart internasional. “Biasanya untuk lapangan internasional dilihat dari segi panjangnya, kualitasnya dan desainnya. Tetapi kalau secara spesifik yang jelas untuk membedakan antara lapangan internasional dan tidak itu memang tidak ada pembedanya. Yang penting harus 18 holes dan jangan pendek. Setiap saat jarak bisa berkembang dari 6900 yard, terus naik ke 7200 yard lalu naik ke 7400 yard. Saat ini teknologi sudah maju, dan pemain juga semakin jauh pukulannya. Jadi ini tantangan buat kita yang harus kita ikuti,” tutup Budi kepada nysnmedia.com (put/adt)

Bola Basket: Mendengarkan Lagu, Adalah Cara Ottu Menghilangkan Rasa Grogi Sebelum Bertanding

Rodmundus-Ottu-Ray-saat-berlaga-di-IBL-Seri-Surabaya-tahun-2016

Bernama panjang Rodmundus Ottu Ray atau Ottu, merupakan atlet basket asal Surabaya yang mengikuti ajang POMNas 2017 lalu. Di tahun 2016 lalu, Ottu sempat mendapatkan pengalaman berharga menjadi pemain Rookie untuk pertama kalinya. Ia pun harus mengatasi rasa kikuk, atau menghilangkan rasa grogi sebelum bertanding dengan para pemain-pemain kawakan yang lebih berpengalaman. “Tahun 2016 merupakan tahun pertama bagi saya sebagai Rookie di tim CLS Knights Surabaya, yang bermain dalam liga professional. Bangga sih bisa main di kasta tertinggi basket Indonesia, dan sempat grogi berdampingan sama pemain-pemain yang jago dan berpengalaman. Bagi saya, cara mengatasi groginya ya tetap fokus saja sih gak usah banyak mikir macem-macem, pokoknya bermain maksimal. Lakukan apa yang sudah di rencanakan, dan selalu ingat intruksi dari pelatih. Saya juga terus berdoa, dan untuk menjaga ketenangan dengan mendengarkan lagu untuk menghilangkan rasa grogi sebelum bertanding,” ucapnya Cukup panjang perjuangannya mengenal olahraga bola basket, Ottu tertarik dengan basket sejak kelas 5 SD, dan ternyata, mahasiswa Ekonomi Universitas Surabaya ini jatuh hati pada bola basket, karena pengaruh dari sang kakak. Selain liga POMNas, Ottu juga mengikuti berbagai kejuaraan seperti Kejuaraan nasional u-16 dan u-18, PORPROV, PON, juara di IBL 2016 bersama tim CLS Knight. Sudah 11 tahun, Ottu menekuni bola basket yang ia awali dengan masuk club basket Casper di Jakarta. “Awal basket itu karena pengaruh kakak saya sih, dulu saya hanya ikut-ikutan nonton basket kakak saya kalau pas tanding, lalu saya tertarik dengan basket, dan akhirnya di masukin club pas kelas 5 SD. Nama club nya Casper Jakarta. Sekolah saya dulu ga ada ekskul basket, jadi saya fokus di club,” tutup Ottu kepada nysnmedia.com (put/adt)

Walaupun Cedera, Gadis Ini Tetap Gigih Bertanding Bola Basket Dan Membawa Pulang Medali Sea Games 2017

Agustin-Gradita-saat-berlaga-di-Surabaya

Membawa pulang medali emas, merupakan sebuah kebanggaan bagi setiap manusia, khususnya para atlet. Hal itu pernah dirasakan oleh dara cantik asal Jakarta saat bertanding bola basket, gadis ini bernama lengkap Agustin Gradita atau yang biasa disapa Dita. Dita dan tim basketnya telah berhasil menyabet medali emas pada ajang POMNas 2017 lalu di Makassar, Sulawesi Selatan. Dita berbagi cerita kepada nysnmedia.com, bahwa awal mula mengikuti basket pernah ragu, pasalnya meski dahulu ia menekuni taekwondo, kini dirinya telah membuktikan prestasi pada cabang olahraga basket. “Awalnya, saya disuruh orang tua saya untuk ikut basket. Padahal awalnya saya ikut taekwondo tapi karena ada satu pertandingan dimana temen saya ada yang nendang musuh sampai berdarah dan pada saat itu juga, saya di suruh berenti, lalu ikut basket. Yaudah saya ikut aja karena papa saya selalu serius untuk olahraga,” tuturnya Selain POMNas 2017, Dita juga memenangkan 2 medali perak Asean School Games, 1 medali perak Asean University Games dan Sea Games mendapatkan medali perak dan medali perunggu. Saat ajang Sea Games, Dita juga menuturkan perasaan bangga ketika membawa nama Indonesia masuk ke peringkat ketiga setelah lebih dari 20 tahun tidak menang dalam cabang olahraga basket. “Ya yang paling berkesan sih saat bisa dapat medali perak Sea Games 2015 karena Indonesia baru itu mendapat medali di Sea Games setelah 20 tahunan gitu jadi berkesan banget dan bersyukur” ucap mahasiswi Universitas Bakrie Jakarta ini. Prestasinya bukan tanpa perjuangan dan hambatan, Dita juga pernah mengalami cedera dibagian sikunya ketika ingin berangkat Sea Games 2017 lalu di Malaysia. Namun karena keterbatasan waktu, Dita berangkat dan tetap bertanding bola basket dalam kondisi cedera. “Iya jadi saat mau sea games 2017 kemarin di Malaysia, saya cedera 3 hari sebelum berangkat. Lalu saya periksa ke dokter, tapi pas saya mau minta cek MRI, dokternya bilang gak usah, nanti malah saya gak berangkat. Jadi pas tanding saya nahan sakit, tapi tangan saya di balut pakai deker dan tapping gitu. Pas main masih bisa di tahan lah sakitnya. Kan ada adrenaline juga di dalam diri saya, dan sakitnya jadi gak kerasa. Namun setelah main baru terasa,” tutupnya. (put/adt)

Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih Warisan Yang Harus Dilestarikan

Anggota Dewan Provinsi Banten, Ir. Zaid Elhabib, MM.

Peresmian Pengurus Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH atau PPS BETAKO MP Cabang Kota Tangsel, beberapa waktu lalu di Tandon, Ciater, Tangsel mendapat perhatian khusus dari Anggota Dewan Provinsi Banten, Ir. Zaid Elhabib, MM. Zaid yang juga mantan atlit serta pengurus pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih sewaktu kuliah di Universitas Trisakti Jakarta, mengatakan bahwa sudah seharusnya Pencak Silat Merpati Putih harus di lestarikan. “Saya berharap, Pencak Silat yang salah satunya aliran Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih ini dapat dilestarikan sebagai warisan Budaya Asli Indonesia, sehingga disini kita bukan hanya belajar beladiri saja, namun dapat menjaga kebugaran serta stamina tubuh juga dapat berpartisipasi dalam menjaga Warisan Budaya Indonesia sebagai salah satu kesenian Beladiri Indonesia,” jelas Zaid. Pada saat peresmian PPS BETAKO MP Tangsel juga diadakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) untuk tingkat Dasar 1 sampai tingkat Balik 1. Tak hanya itu, peragaan atraksi pemukulan benda keras serta atraksi getaran yaitu melakukan atraksi dengan mata tertutup, melewati halang rintang, mengenali warna serta membaca data KTP. Ia juga mengatakan dengan dibentuknya PPS Betako MP Tangsel dapat mengembangkan olahraga bela diri tangan kosong dan mengenalkannya kepada masyarakat. Sehingga, nantinya akan muncul bibit-bibit atlit pencak silat. “Dengan diresmikannya PPS Betako MP Tangsel, masyarakat dapat mengenal seni bela diri tangan kosong dan mampu membantu untuk mengembangkannya. Apalagi, jika ada warga Tangsel yang berlaga di kancah Nasional maupun Internasional,” ujarnya. Lanjutnya, banyaknya pelatih silat yang berasal dari Tangsel akan membantu mengembangkan seni bela diri tangan kosong ini. “Para pelatih-pelatih tersebut kebetulan semuanya berdomisili di Tangerang Selatan memprakarsai untuk membentuk cabang Tangerang Selatan. Semoga mereka dapat menciptakan atlet muda yang potensial,” ucapnya.(pah/adt)

Mampu Pertahankan Gelar, Tim Futsal Putri UPI Raih Quatrick di LIMA Futsal Nationals 2017

Seluruh pemain UPI melakukan ritual sujud syukur setelah berhasil mengalahkan UNJ dengan skor 1-0. Kemenangan ini, sekaligus membuat UPI berhasil pertankan gelar untuk keempat kalinya.

Tim putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mempertahankan gelar juara LIMA Futsal Nationals untuk keempat kalinya, setelah mengalahkan UNJ dengan skor tipis 1-0 di UIN Maliki Malang, Sabtu (28/10). UPI menurunkan sederet pemain berkelasnya seperti, Deta (1), Diah Tri (7), Frida Fauziah Arimbi (13), Milda Asyifa (14), dan Siti Latipah (9). Sementara, UNJ menurunkan Bardina (7), Fitria (8), Nur Fajriah (2), Nurul Hidayati (17) dan Riska (1) sebagai lini utamanya. Ini merupakan final keempat bagi kedua tim dan selalu dimenangkan UPI. UNJ yang tak mau gagal di final, bermain langsung tancap gas sejak menit awal. Namun, UPI yang akhirnya berhasil unggul melalui tendangan Diah Tri di menit 19 dan mengubah skor menjadi 1-0. UNJ yang tertinggal mencoba menyamakan kedudukan, tapi ketatnya pertahanan UPI membuat UNJ gagal menyamakan kedudukan di babak pertama. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua, UNJ yang tertinggal semakin menekan pertahanan UPI. Namun, serangan yang dibangun anak-anak Jakarta selalu dimentahkan kiper UPI. Skor pun masih 1-0 untuk UPI hingga babak kedua berakhir. Dengan berakhirnya laga final ini, UPI berhasil mempertahankan gelar juara LIMA Futsal Nationals yang keempat. Pelatih UPI, Asep Sumpena mengatakan, kerja keras para pemain terbayarkan sudah. Terlebih dengan gelar juara bertahan, terasa sangat sulit untuk mempertahankannya. “Alhamdulillah, ini keempat kalinya kita juara LIMA Futsal Nationals. Mempertahankan itu lebih sulit. Kerja keras teman-teman terbayarkan disini. Untuk kali ini kesulitan melawan UNJ, karena banyak pemain baru yang saya belum tahu permainannya seperti apa,” ujar Asep.(pah/adt)

STIE BP Berhasil Menyandang Gelar Juara LIMA Futsal Nationals 2017

STIE BP berhasil menjadi juara di LIMA Futsal Nationals 2017

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bhakti Pembangunan (STIE BP) Jakarta berhasil meraih predikat juara LIMA Futsal Nationals 2017 untuk pertama kali. STIE BP yang bertemu dengan Uninus di final berhasil menang dengan skor telak 3-1, yang digelar di UIN Maliki Malang, Sabtu (28/10). STIE BP buktikan ketangguhannya di laga final ini. Aditya Putra berhasil membuka keran gol STIE BP melalui tendangan terukurnya dan mengubah papan skor menjadi 1-0. Tak butuh waktu lama bagi Uninus untuk menyamakan kedudukan. Pemain Uninus, Deri berhasil membuat papan skor berubah menjadi 1-1. Di sisa menit babak pertama, kedua tim masih bermain kuat. Skor 1-1 pun, bertahan hingga akhir babak pertama. Di babak kedua, Uninus mengambil inisiatif serangan secara agresif, namun disiplinnya pertahanan STIE BP belum bisa merubah papan skor. Mendadak STIE BP berhasil mendobrak serangan Uninus dan menyerang balik hingga berhasil menjebol gawang Uninus oleh Yusro Fadila sehingga membawa STIE BP unggul dengan skor 2-1. Di menit 37, Uninus yang ingin mengejar ketertinggalannya harus kehilangan pemainnya Ugi yang di vonis kartu merah oleh wasit sehingga Uninus harus rela untuk melanjutkan sisa permainan dengan hanya sisa empat orang. Gol terakhir berhasil dicetak dari STIE BP oleh pemain yang bernama Yusro sehingga memperkuat kemenangan STIE BP dengan skor 3-1. STIE BP yang tampil prima, berhasil mempertahankan keunggulannya dan berhasil menang sebagai juara baru LIMA Futsal Nationals 2017.(pah/adt)

Dengan Hasil Skor 4-0, Tim Putri UPI Bandung Amankan Tiket Final LIMA Futsal Nationals 2017

UPI vs UNY LIMA Futsal Nationals 2017

Laga semifinal LIMA Futsal Nationals 2017 mempertemukan pemuncak klasemen Pul X, tim putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan runner-up klasemen Pul Y, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Hasil ini membawa tim putri UPI masuk ke Final LIMA Futsal Nationals 2017. Pertandingan yang dihelat di Sports Center UIN Maliki Malang ini berakhir dengan kemenangan UPI 4-0 atas UNY. Dengan kemenangan ini, UPI memastikan langkahnya ke final LIMA Futsal Nationals yang akan digelar pada Sabtu (28/10) mendatang. UPI yang tampil percaya diri telah mendominasi pertandingan dari awal laga dimulai. Gol cepat Diah Tri (7) pada menit kedua membuka keunggulan UPI atas UNY 1-0. UNY mencoba mengimbangi UPI, namun serangan mereka belum mampu memecah pertahanan tim asal Kota Gudeg ini. Pada menit ke-14, UPI kembali mendapatkan gol tambahan dari kaki Fitriana Rihman (4). Skor sementara 2-0 untuk UPI bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua, kembali gol cepat terjadi. Kali ini sang kapten UPI, Nurul Inayah (9) pada menit ke-21 dan merubah papan skor menjadi 3-0. UNY yang tertinggal mencoba bermain powerplay untuk memperkuat serangan. Namun, powerplay yang dilakukan anak-anak Yogyakarta ini tak berjalan dengan sempurna. Evani (8) menutup laga semifinal ini dengan gol sepakannya ke gawang UNY pada menit ke-39. Skor akhir menjadi 4-0 untuk UPI. Ini merupakan laga keempat UPI bermain di final LIMA Futsal Nationals 2017. UPI sudah menjadi juara bertahan LIMA Futsal Nationals sejak season pertama LIMA Futsal digelar. Pelatih UPI, Asep Sumpena mengatakan, di babak final akan kembali merubah strategi. Karena, ini merupakan tantangan bagi tim UPI yang sudah keempat kalinya melangkah ke final LIMA Futsal Nationals. “Kami merasa sangat senang. Ini target terberat karena ini tahun keempat, dan sekaligus tantangan bagi kami. Tiap kami bermain, kami selalu menganalisis setiap tim yang akan berhadapan dengan kami. Untuk setiap lawan, berbeda strategi yang diterapkan,” ujar Asep. (pah/adt)

UPH Di Anggap Berpeluang Raih Juara Reguler Pada Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2017

Prim-A-Greater-Jakarta-Conference-2017

Tim basket putri Universitas Pelita Harapan (UPH) masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya di babak reguler Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2017. Apakah UPH berpeluang menjadi juara di babak reguler ini? Dalam tiga pertandingan terakhir, UPH berhasil mengakhiri pertandingan dengan trend positif. Menang dengan perolehan angka yang telak sudah menjadi makanan pokok bagi anak-anak Tangerang ini. Menurut data statistik Liga Mahasiswa Basketball, UPH selalu unggul perolehan angka dibanding tim yang lain yang juga memenangkan pertandingan di hari yang sama. Di pertandingan keempat UPH bertemu dengan Universitas Trisakti (Usakti) yang di helat di GOR Lokasari, Jakarta Barat, Kamis (26/10/2017). Anak asuh dari coach Daniel R. Gondosaputro ini langsung tancap gas di kuarter pertama, Usakti tak mampu berbuat banyak. UPH unggul dengan skor 17-3. Di kuarter kedua UPH kembali menunjukan ketangguhannya, bermain dengan gaya menyerang sejak menit awal selalu ditunjukan oleh para srikandi UPH, hasilnya UPH kembali unggul dengan skor 16-6. Di kuarter ketiga sebenarnya Usakti mampu menekan permainan UPH. Kedua tim saling mengejar poin. Troylita Sarah (13) dari Usakti dan Kapten Hidayat Shaquilla (11) dari UPH keduanya seakan berlomba mengumpulkan poin. Kedua pemain ini masing-masing membuat empat kali tembakan dua poin pada kuarter ketiga. Kuarter keempat menjadi mimpi buruk bagi Usakti. Pasalanya, para pemain selalu membuat kesalahan-kesalahan kecil yang berakibat fatal. Hal ini dimanfaatkan baik oleh para pemain UPH. UPH telah berada di atas awan, anak asuh coach Daniel R. Gondosaputro itu bagai senjata penghancur di babak reguler Liga Mahasiswa Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2017. Siapa yang bisa mengalahkan UPH? (pah/adt)

Targetkan 5 Emas Pada Kejurda Pencak Silat Pelajar, IPSI Tangsel Dorong Persiapan

Pengurus-Ipsi-Tangsel

Ikatan Pencak Silat Kota Tangerang Selatan (IPSI Tangsel) sudah siap 80% menjelang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Tingkat Pelajar yang akan berlangsung 3-5 November 2017 di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua II Bidang Teknik IPSI Kota Tangsel, Deny A., di GOR Ciputat, Jalan Ki Hadjar Dewantoro, Ciputat, Rabu (25/10/2017) malam, saat memantau jalannya Latihan atlet binaan, sekaligus rapat koordinasi persiapan event atau agenda kegiatan IPSI Tangsel sampai akhir Desember 2017. “Persiapan IPSI Tangsel sudah 80 persen, mulai dari atlet, pelatih, serta semua kesiapan teknik, termasuk mental. Nanti diprediksi 100 persen kesiapannya pas hari H,” ungkap Deny. Target IPSI Tangsel dituturkanya bisa meraih 5 Emas, karena raihan terakhir di ajang yang sama sebelumnya 4 Emas. “Ini yang menjadi PR besar untuk teman-teman binaan prestasi yang ada di IPSI Tangsel, maka dari itu, semua stakeholder dari pelatih, pengurus, termasuk Ketua (E. Wiwi Martawijaya) bahu membahu mensukseskan Kejurda 2017 ini,” ucapnya. Dia menjelaskan, kedepannya nanti ini hanya menjadi ajang salah satu Try out saja, karena di Tahun 2018 mendatang, target utamanya adalah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) di Kabupaten Tangerang. Diakuinya, POPDA 2018 merupakan event bergengsi dan juga merupakan event berkelanjutan sampai Tingkat Nasional nanti. Kejurda mendatang ini, rencananya IPSI Tangsel akan full team sebanyak 22 atlet, 3 pelatih yang mengandalkan pada Kelas A Putri, Kelas C Putra, Kelas F Putra, Kelas B Putri, dan Kelas Tunggal Putra. Ditambahkannya, Tangsel tidak memasang target agar menjadi Juara Umum. “Alasannya, karena kalau Juara Umum targetnya minimal 7 Emas, target kita hanya di 3 Besar,” tambah Deny POPDA terakhir pada 2016 lalu di Kabupaten Pandeglang, kontingen dari Kota Tangsel sendiri meraih prestasi 3 Besar, dengan 3 Emas 2 Perak 5 Perunggu. Hampir senada dengan Deny, hal ini juga diungkap oleh Atrias, selaku Bidang Pembinaan Prestasi, yang sangat berharap POPDA 2018 mendatang ada peningkatan prestasi dari sebelumnya. “Saya sedikit agak prihatin dari kedisiplinan anak-anak, meski saya hanya sebagai pemantau, pengawas, saya menekankan kepada pelatih agar anak-anak lebih disiplin, terutama keseriusan dan kehadiran latihan ditambah lagi nyalinya harus lebih kuat,” Tegas Atrias. Sedangkan masih menurut Atrias, Kabupaten Tangerang selaku Tuan Rumah, menurut informasi yang di himpun, sudah mempersiapan jauh hari sebelumnya, dan beberapa lapis tim mereka, tapi kalau kita Tangsel hanya dua lapis. tutup Atrias (sug/adt)

Pernah Pecahkan Rekor Lari Gawang, Kini Ayu Targetkan Pecah Rekor Baru

lari-gawang-ayu

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Remaja dan Junior, yang di selenggarakan beberapa waktu lalu di Stadion Rawamangun berhasil mencetak beberapa rekor Nasional, termasuk lari gawang. Salah satu rekor yang berhasil di pecahkan yakni, di nomor lari gawang 100m remaja putri atas nama Safrina Ayu Melina yang membela Jawa Timur dengan waktu 14.34 detik. Ayu berhasil memecahkan rekor yang sudah lama di pegang Ken Ayu Thaha dari DKI Jakarta dengan waktu 14.45 pada tahun 2013. Ayu, mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa dirinya tidak pernah menyangka bisa memecahkan rekor nasional yang sudah lama di pegang milik atlet DKI Jakarta. “Iya, Alhamdulillah awalnya gak percaya sih, mikirnya ah gak mungkinlah aku bisa mecahin rekor sekenceng itu, dan lumayan lama, semenjak 2013 rekor itu bertahan. Tapi, kehendak tuhanlah yang memberikan dan akhirnya aku bisa,” terang Ayu yang bercita-cita sebagai Kowad (Komando Wanita Angkatan Darat). Rencananya untuk tahun depan, Ayu sudah naik kelas ke nomor junior. Ayu pun, sudah menargetkan prestasi dan sudah berlatih keras untuk terus meraih prestasi yang lebih baik lagi. Setiap hari pun, Ayu terus berlatih keras bersama dengan sang pelatih, Rusli. “Buat tahun depan ini aku udah naik ke junior, jadi ada rekor beda lagi karena gawangnya tingginya juga beda. Untuk pecahkan rekor di junior, berat banget tapi gak ada yang gak mungkin selama kita berusaha dan terus berlatih,” ungkap mahasiswi semester 1 jurusan Olahraga di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berikut prestasi yang pernah di raih Ayu dalam lari gawang, di antaranya: 1. Juara 2 Kejurda Antar Klub Jatim Open 2014 di nomor 400m Gawang 2. Juara 3 Kejurnas Atletik Junior dan Remaja 2014 di Jakarta 3. Partisipan Asean School Games, Filipina di nomor 100m 4. PON Remaja Jatim – 100m Juara 2 – 400m Juara 3 – 4×100 Juara 1 5. Juara 1 Kejurnas Atletik Remaja (pah/adt)

Unggul Tipis Atas Usakti, UNJ Tantang UPI di Final LIMA Futsal Nationals 2017

Luapan kegembiraan tim UNJ saat berhasil masuk final setelah mengalahkan Usakti dengan skor 1-0 pada LIMA Futsal Nationals 2017

Tim futsal putri Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berhasil melangkahkan kakinya ke babak final LIMA Futsal Nationals 2017, setelah mengalahkan Universitas Trisakti (Usakti) dengan skor tipis 1-0 di Sports Center UIN Maliki Malang, Kamis (26/10). Kedua tim menyajikan laga yang sangat ketat di semi final LIMA Futsal Nationals 2017 ini. Sejak awal pertandingan, kedua tim yang bersaing untuk memperebutkan tiket ke grand final ini melakukan serangan-serangan yang kuat. Pertahanan kedua tim yang ketat menyulitkan kedua tim untuk mencetak gol. Akhirnya, pada menit ke-14, kapten UNJ, Nur Fajriah (14), berhasil mengeksekusi umpan dari tendangan bebas Fitria (8). Skor menjadi 1-0 untuk UNJ di babak pertama dan bertahan hingga turun minum. Laga bertambah seru di babak kedua. Baik tim UNJ maupun Usakti saling melancarkan serangan-serangan ke arah gawang lawan. Usakti yang tertinggal mencoba bermain menyerang untuk bisa menyamakan kedudukan. Sementara, UNJ yang sudah unggul satu gol, beberapa kali melancarkan serangan berbahayanya. Namun, kedua tim belum mampu mencetak satu gol pun. Tak ada gol yang tercipta di babak kedua, skor 1-0 untuk UNJ bertahan hingga bubaran. Dengan kemenangan ini, UNJ berhasil melangkahkan kaki ke babak final LIMA Futsal Nationals 2017. Di final, UNJ akan berhadapan dengan sang juara bertahan LIMA Futsal Nationals, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di final pada Sabtu (28/10). Pelatih Futsal UNJ Putri, Nur Fitranto mengatakan, di babak final nanti tidak ada strategi khusus. Namun, anak-anak UNJ akan fighting untuk merebut juara dari UPI. “Pertandingan tadi sangat seru. Kami tadi beruntung karena pelanggaran Usakti yang menghadiahkan kami sebuah tendangan bebas. Untuk final nanti tidak ada strategi khusus. Motivasi kami tahun ini lebih kuat untuk merebut juara dari UPI,” ungkap Nur.(pah/adt)

UNY dan Uninus Berhasil Lolos ke Semi Final LIMA Futsal Nationals 2017

Para pemain Uninus (hijau) berhadapan dengan para pemain UNY (merah)

Tim putra Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menutup babak penyisihan Pul B dengan kemenangannya atas Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung dengan skor 4-1 di Sports Center UIN Maliki Malang. Dengan hasil ini UNY dan Uninus berhasil masuk ke semi final LIMA Futsal Nationals 2017. Sengitnya laga tersaji pada pertandingan penutup hari kedelapan LIMA Futsal Nationals 2017, Rabu (25/10) ini. Dengan keharusan menang untuk lolos ke semifinal, UNY lebih mendominasi dengan serangan-serangannya ke Uninus. Akhirnya, pada menit ke-18, sebuah gol tercipta untuk UNY. Trianggono (20) menjadi pencetak gol pertama untuk UNY di babak pertama. UNY masih mendominasi pertandingan babak kedua. Sebuah gol cepat yang kembali dicetak Trianggono mengubah skor menjadi 2-0 untuk UNY. Pada menit ke-31, Fitrian (23) turut menambahkan perolehan skor sementara untuk UNY. Empat menit berselang, sang kapten, Dalmaji (9) berhasil menyarangkan bola hasil tendangannya ke gawang Uninus. Skor kini menjadi 4-0 untuk UNY. Uninus belum berhasil membalas hingga pertengahan babak kedua. Para pemain asal Bandung ini pun menggencarkan penyerangannya. Akhirnya, pada menit ke-37, Egi (29) berhasil memecah kekosongan skor untuk Uninus. Namun, di sisa waktu babak kedua ini, Uninus belum mampu mencetak kembali gol. Hingga peluit akhir laga dibunyikan, keunggulan masih digenggam UNY dengan skor 4-1 atas Uninus. Kedua tim merupakan wakil dari Pul B yang melangkah menuju semi final LIMA Futsal Nationals 2017. Usai laga yang digelar di Sports Center UIN Maliki Malang ini, Uninus menempati puncak klasemen, sedangkan UNY menduduki posisi kedua. Berakhirnya babak penyisihan ini menghasilkan dua wakil Pul B untuk melaju ke semifinal, yaitu Uninus dan UNY.(pah/adt)

UNJ Mantapkan Posisi Di Puncak Klasemen Pul Y LIMA Futsal Nationals

unj vs uny LIMA Futsal Nationals 2017

Perebutan posisi pertama klasemen Pul Y LIMA Futsal Nationals disajikan oleh tim putri Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Rabu (25/10) di Sports Center UIN Maliki Malang. Di tabel klasemen, UNJ dan UNY memiliki jumlah poin sama, yaitu enam poin. Namun, UNJ lebih unggul dengan selisih 11 gol, sedangkan UNY memiliki selisih sembilan gol. Kendati kedua tim sudah dipastikan lolos ke semi final, kedua tim memeragakan permainan yang ngotot. Kedua tim menampilkan kekuatan yang imbang di laga ini. Baik UNJ maupun UNY saling melancarkan serangan. Pertahanan kedua tim pun sangat ketat, sehingga membuat mereka tak mampu mendapatkan satu gol pun di babak pertama. Memasuki babak kedua, kedua tim masih belum dapat mengatasi kebuntuannya. Gol baru tercipta dari sepakan kaki sang kapten UNJ, Nur Fajriah (14) pada menit ke-39. Gol sang kapten tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta di pertandingan ini. Hingga akhir pertandingan, UNY belum mampu mencetak satu gol pun. Perolehan skor menjadi 1-0. Kedua tim memastikan langkahnya ke semifinal. UNJ, sang pemuncak Klasemen Pul Y LIMA Futsal Nationals, akan berhadapan dengan runner-up Pul X, yaitu Universitas Trisakti (Usakti) Jakarta pada semifinal esok hari, Kamis (26/10). Sedangkan UNY, runner-up Pul Y, akan melawan juara Pul X, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Pelatih UNJ, Nur Fitranto mengatakan, anak asuhnya terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan. Tentunya, evaluasi akan dilakukan pada babak semi final. “Strategi kami hanya serangan balik. Namun, pemain kami terlalu terburu-buru mengambil keputusan, sehingga peluang terbuang sia-sia. Saya akui permainan para pemain UNY juga sudah membaik saat ini,” ungkap Nur Fitranto, pelatih UNJ. (pah/adt)

Tak Butuh Persiapan Khusus, Para Pemain Golf Indonesia Open 2017 Siap Mengikuti Turnamen

Johannes-Veerman,-Gaganjeet-Bhullar-dan-Rory-HIE-saat-konferensi-pers

Indonesia Open 2017 akan dimulai 26 Oktober-29 Oktober 2017. Turnamen yang akan diikuti 140 pegolf dari berbagai negara ini berhadiah total 300 ribu dolar. Tiga pegolf professional, Gaganjeet Bhullar asal India, Johannes Veerman asal Amerika Serikat dan Rory HIE asal Indonesia mengutarakan persiapan mereka untuk turnamen di Indonesia mengingat Indonesia saat ini sedang mengalami cuaca yang tidak menentu. “Tidak ada persiapan khusus. Bagi saya memang sama panasnya cuaca di India dan di Indonesia. Bahkan di bulan Juli dan Agustus di India lebih lembab. Jadi tidak ada persiapan yang berbeda” ujar Gaganjeet Tak berbeda jauh dengan Gaganjeet, Johannes pun berpendapat yang sama bahwa ia sudah terbiasa dengan cuaca di negara tropis seperti Indonesia. “Tidak ada persiapan untuk cuaca karena saya juga pernah tinggal di Asia selama 15 tahun seperti di Malaysia, Thailand dan saya juga ada rumah di Depok yang saya kunjungi setiap musim panas. Saya cukup berpengalaman untuk mengatasi cuaca dan saya terbiasa untuk bermain di tempat tropis. Berbeda dengan Eropa yang saat ini sedang musin dingin” ucap Johannes. (put/adt)

Dellie Threesyadinda, Tengok Kiprah Gadis Cantik Ini Hingga Sukses Menjadi Pemanah Kelas Internasional

Dellie Threesyadinda, Gadis cantik yang berhasil meraih medali emas pada ajang Sea Games

Akhir-akhir ini olahraga memanah atau yang biasa disebut panahan mulai digandrungi oleh kaum hawa di Indonesia. Sebenarnya cukup banyak atlet perempuan yang menggeluti panahan, namun Sayangnya tidak banyak yang mengetahui siapa atlet-atlet panahan yang telah berprestasi dan mengharumkan nama bangsa Indonesia. Salah satu Atlet Panahan Nasional Indonesia bernama Dellie Threesyadinda, gadis cantik ini mulai belajar memanah sejak umur 7 tahun. Dellie Threesyadinda yang biasa di panggil dinda, lahir di Surabaya 12 Mei 1990, Bakat memanahnya turun dari sang ibunda yang juga seorang atlet Pemanah Legendaris bernama Lilies Handayani yang pernah mendapatkan medali perak pada Olimpiade tahun 1988, sejak kecil sang Ibunda telah mengenalkan Dinda dengan olahraga Panahan. Waktu kecil, Dinda sering diajak sang ibunda berlatih memanah, lama kelamaan kecintaannya pada olahraga panahan pun mulai tumbuh. Seiring bertambahnya usia, minat dinda terhadap olahraga memanah kian bertambah. Hal ini membuat sang ibunda memutuskan untuk melatihnya langsung agar kelak Dinda menjadi atlet panahan profesional. View this post on Instagram A post shared by Dellie Threesyadinda (@delliedinda) Dinda juga berlatih di salah satu sekolah panahan di Surabaya, di bawah asuhan pelatih Yahya Buari. Dinda mulai menjadi anak didik Yahya sejak tahun 1997. Hebatnya, baru 6 bulan sejak mulai berlatih, Dinda langsung mengikut kejuaraan memanah pertamanya. Sekarang, Dinda adalah salah satu atlet panahan wanita terbaik yang telah berhasil menjadi juara pada berbagai ajang kompetisi panahan baik dalam negeri maupun internasional. Pada tahun 2012 silam, Dinda telah berhasil merebut 2 medali emas. Selain itu, satu tahun kemudian tepatnya pada tahun SEA Games 2013, Dinda berhasil meraih 1 medali emas dan 1 medali perak. Penghargaan pun datang berturut-turut, salah satunya adalah dari kejuaraan panahan internasional di Inggris. “memanah itu melatih kesabaran, karena memanah tidak hanya olahraga tapi juga olahrasa. Kalau sedang mood-moodan, memanah akan terasa sulit. Memanah juga membutuhkan fisik yang kuat, karenanya saya rutin ngegym dan lari.” Ujar Dinda kepada wartawan pada jumpa pers Marina Hydro Cool Gel Lotion, tanggal 19-10-2015 lalu. Pada SEA Games Kemarin Dellie Threesyadinda dan tim berhasil menang melawan tim panahan putri Thailand dalam perebutan medali perunggu saat final compound beregu putri SEA Games XXIX di Synthetic Turf Fild, kawasan Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. View this post on Instagram A post shared by Dellie Threesyadinda (@delliedinda) Seringnya di banding-bandingkan antara pemanah wanita dengan pemanah pria Walaupun hanya sedikit perbedaannya, namun tidak ada perbedaan yang mencolok antara pemanah pria dan wanita. Bedanya hanyalah pada jarak yang digunakan ketika memanah, untuk wanita jaraknya lebih pendek dari pria. Namun hal ini bersifat situasional. di bio instagramnya dinda menulis quote: Life Balance, Free spirit, Listen to your gut and Be Unstoppable –Dellie Threesyadinda- View this post on Instagram A post shared by Dellie Threesyadinda (@delliedinda) ditengah kesibukannya berlatih dan bertanding panahan, dinda menyempatkan waktu untuk merileksasikan pikiran dan tubuhnya dengan sering berjalan-jalan atau biasa kita sebut Traveling keberbagai tempat. melalui akun instagram miliknya terlihat banyaknya foto yang ia abadikan dikala Traveling.