Superliga Junior 2024 Segera Digelar, Diikuti 290 Atlet Muda dari 8 Negara

Polytron Superliga Junior 2024 akan segera digelar di GOR Djarum Magelang, Jawa Tengah, pada 12 hingga 18 Agustus mendatang. Kompetisi ini diikuti 290 pebulu tangkis muda U-17 dan U-19 yang berasal dari delapan negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, China Taipei, Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok dan Selandia Baru. Mereka akan berjuang memperebutkan empat piala bergengsi yakni Piala Liem Swie King (U-19 Putra), Piala Susy Susanty (U-19 Putri), Piala Hariyanto Arbi (U-17 Putra), Piala Yuni Kartika (U-17 Putri). Para pebulu tangkis muda juga bersaing untuk membawa pulang total hadiah lebih dari Rp1 miliar. Direktur Superliga, Achmad Budiharto, mengatakan Superliga Junior, yang mengadopsi format pertandingan beregu ini, diharapkan membuat para atlet terbiasa berburu gelar juara sebagai sebuah kesatuan yang mengutamakan kekompakan, kerja sama dan soliditas di ajang yang lebih prestisius lagi, seperti Piala Thomas dan Uber. “Superliga Junior merupakan turnamen yang penting bagi pengembangan kemampuan atlet muda karena mengusung format beregu sehingga para atlet tidak hanya bertumpu pada kemampuan individu tapi juga harus membangun nilai-nilai kekompakan dan kerja sama sebagai tim sehingga bisa meraih gelar juara,” kata Budiharto. “Saya optimistis persaingan akan ketat karena jumlah partisipan dari negara asing yang cukup kuat di olahraga bulu tangkis seperti China, Malaysia dan Thailand juga ambil bagian dalam turnamen ini,” lanjutnya. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, mengatakan Superliga Junior 2024 menjadi ajang bagi para atlet muda unjuk kemampuan dan meningkatkan daya saing dengan bertanding melawan atlet-atlet mancanegara. “Polytron merasa terhormat dapat konsisten berpartisipasi sebagai sponsor utama dalam Superliga Junior 2024. Dukungan kami ini merupakan bagian dari komitmen Polytron untuk mengembangkan dunia olahraga nasional, khususnya bagi para atlet bulu tangkis junior Indonesia,” kata Tekno Wibowo. “Semoga kejuaraan ini dapat menjadi kesempatan besar bagi para atlet bulutangkis muda berbakat untuk menunjukkan bakat mereka dan berkompetisi dengan sportivitas tinggi, semangat nasionalisme, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan,” lanjutnya. Pada kategori U-19, klub yang akan menurunkan atlet terbaiknya, antara lain PB Djarum Kudus, Jiang Xi China, Taipower China Taipei, PB Power Rajawali, Banthongyord Badminton School Thailand, Badminton North Harbour Selandia Baru, Hong Kong China Team, Cheng Yuan High School China Taipei, PB Mutiara Cardinal Bandung, Sports Affairs Malaysia, dan PB Victory. Sementara pada kategori U-17, terdapat delapan klub yang akan adu kemampuan terbaik yaitu PB Djarum Kudus, PB Jaya Raya, Singapore Badminton Association, Gideon Badminton Academy, PB Power Rajawali, PB Mutiara Cardinal Bandung, Sports Affairs Malaysia, dan Champion United. Manager Team PB Djarum, Fung Permadi, menuturkan banyaknya jumlah pemain yang diterjunkan pada Polytron Superliga Junior 2024 tak lepas dari ambisi PB Djarum mengulang kesuksesan tahun sebelumnya dan kembali menyabet gelar juara bertahan. Selain itu, ia juga ingin menjadikan turnamen ini sebagai ajang asah kemampuan yang lebih tinggi lagi bagi para atlet binaan, mengingat banyaknya peserta dari luar negeri. “Dari klub targetnya jelas, mempertahankan prestasi. Selain itu, kami juga melihat Polytron Superliga Junior tidak boleh dilewatkan karena kita bisa bertanding dengan lawan-lawan dari mancanegara yang memiliki banyak nilai positif di antaranya bisa meningkatkan mental dan kepercayaan diri pemain dan melihat sejauh mana perkembangan bulu tangkis di level internasional,” kata Fung Permadi. “Sehingga, seusai turnamen ini, para pemain PB Djarum membawa pulang pelajaran berharga yang bisa meningkatkan kemampuan mereka di masa mendatang,” lanjutnya. Pertandingan pembuka Superliga Junior 2024 yang digelar pada Senin (12/8) mempertemukan tim PB Djarum A dengan PB Power Rajawali di kategori U-17 Putri. Sementara di pertandingan U-19, skuad PB Djarum akan meladeni permainan dari Jiang Xi China. Sumber: Kumparan

Olimpiade 2024: Si Anak Ajaib Raih Keping Emas

Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se Young tampil dengan dominan pada final dan merebut medali emas Olimpiade Paris 2024, Senin (5/8), di Porta de La Chapelle Arena, Paris, Prancis. An menang atas wakil China, He Bing Jiao, melalui straight games 21-13, 21-16 pada pertandingan partai puncak yang digelar di La Chapelle Arena tersebut. Antara melaporkan, pencapaian ini menandai pertama kalinya ada tunggal putri Korea Selatan yang memenangkan medali Olimpiade sejak emas yang diraih oleh Bang Soo Hyun pada Atlanta 1996. Tak mengherankan jika An dijuluki sebagai “Si Anak Ajaib”, karena pada usianya yang baru menginjak 22 tahun, ia sudah menjadi tunggal putri nomor satu dunia, meraih emas Asian Games 2022, meraih titel Juara Dunia 2023, menjuarai All England 2023, hingga kini puncaknya ia berdiri di podium tertinggi Paris 2024. Sementara, He, yang melaju ke final setelah Carolina Marín asal Spanyol mengundurkan diri di babak empat besar karena cedera lutut, membawa pulang medali perak. Tunggal putri andalan Indonesia Gregoria Mariska Tunjung yang meraih medali perunggu, satu-satunya medali dari cabang olahraga bulu tangkis bagi Indonesia. Keping perunggu tersbut sekaligus menjadi medali pertama bagi kontingen Indonesia pada Paris 2024. Medali perunggu Paris 2024 ini pun sekaligus menandai pertama kalinya ada tunggal putri “Merah Putih” yang meraihnya sejak Maria Kristin Yulianti pada Olimpiade Beijing 2008. Gregoria berhak melengkapi podium ketiga setelah Marín menyatakan mundur di semifinal, Minggu (4/8). Sumber: Djarum Badminton

Bangkitkan Kejayaan Bulu Tangkis Indonesia, PB Djarum Bidik U-11, KU11 dan KU12

Legenda Bulutangkis Indonesia turun gunung menjadi Tim Pencari Bakat untuk Audisi Umum PB Djarum

JAKARTA, 5 Agustus 2024 – PB Djarum kembali menyelenggarakan Audisi Umum PB Djarum yang akan dilaksanakan pada 10 – 14  September 2024 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Tahun ini, proses pencarian bibit pebulu tangkis guna membangkitkan kejayaan bulu tangkis Indonesia di panggung dunia tersebut menyasar tiga Kategori Usia (KU) yakni U-11, KU11 dan KU12 baik putra dan putri. Hingga Minggu (4/8), jumlah pebulu tangkis muda yang telah mendaftarkan diri berjumlah 1,010 peserta. Mereka berasal dari berbagai penjuru Indonesia diantaranya seperti Aceh, Bali, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur hingga Papua. Adapun pendaftar terbanyak berasal dari Jawa Tengah dengan 452 atlet. Registrasi masih dibuka hingga 2 September 2024 dengan mengakses laman www.pbdjarum.org.  Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan Audisi Umum yang diselenggarakan setiap tahun tidak hanya bertujuan meregenerasi atlet bagi klub yang bermarkas di Kudus ini, tapi juga memperkuat mata rantai prestasi sehingga Indonesia disegani di panggung dunia melalui cabang olahraga tersebut. “Audisi Umum bukan hanya rutinitas mencari bibit-bibit yang menjadi regenerasi bagi PB Djarum, tapi juga menjadi gerakan menjaga mata rantai prestasi yang bisa membangkitkan kejayaan bulu tangkis Indonesia di panggung dunia. Untuk itu, di setiap Audisi Umum kami berupaya menemukan pebulutangkis muda berkualitas super yang akan kami asah dengan harapan kelak bisa menjadi juara di level yang paling tinggi yakni Juara Dunia dan Olimpiade,” ujar Yoppy. Ia melanjutkan, demi mencapai tujuan besar tersebut, PB Djarum tidak hanya berfokus pada pencarian bibit-bibit berkualitas melalui Audisi Umum. Tetapi juga memberikan kesempatan bagi para atlet muda tersebut untuk uji kemampuan dalam berbagai pertandingan mulai dari level regional, nasional hingga internasional. Dalam waktu dekat, PB Djarum akan mengirim atlet-atlet mudanya berlaga di Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships 2024 di Chengdu, China. “Bagi kami, memiliki atlet berkualitas tapi tidak diasah dalam pertandingan yang kompetitif sama saja menyia-nyiakan bakat mereka. Jadi kami rutin mengirim atlet berlaga di berbagai turnamen, termasuk di level internasional agar mereka tahu seperti apa ketatnya persaingan dan kemampuan atlet-atlet mancanegara. Selain itu, dengan jam terbang yang tinggi, atlet-atlet ini juga akan memiliki kepercayaan diri yang besar sehingga memiliki mental yang kuat ketika bertanding di turnamen level dunia,” Yoppy menguraikan. Upaya menemukan bibit-bibit berkualitas yang kelak mengharumkan nama bangsa tersebut, membuat penyelenggaraan Audisi Umum mengalami berbagai perubahan. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, menuturkan Audisi Umum PB Djarum 2024 mengadopsi skema yang berbeda dibanding proses seleksi sebelumnya mulai dari pengelompokan usia peserta hingga sistem penilaian.  “Dari tahun ke tahun, Audisi Umum selalu mengalami evaluasi dan perubahan, baik itu di kategori usia, proses seleksi juga termasuk di tahap karantina. Pun begitu di tahun ini, perbedaan terbesar ada di pengelompokkan usia dan proses screening. Tujuannya tentu dengan perubahan skema seleksi ini kami berharap benar – benar menemukan bibit pebulu tangkis berkualitas yang akan meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis dan kami asah di PB Djarum sehingga bisa berjuang membawa nama Indonesia di panggung dunia,” ucap Sigit. Peraih Juara Dunia 1997 bersama Candra Wijaya itu melanjutkan, bila biasanya Audisi Umum menyasar dua kategori yakni U-11 dan U-13, pada Audisi Umum 2024 skema tersebut dibuat lebih spesifik dengan membidik tiga Kategori Usia yakni U-11, KU11 dan KU12. Hal ini bertujuan agar para peserta bisa bertemu lawan yang sebanding berdasarkan usia. “Biasanya memang dalam bulu tangkis kita mengenal Under Usia, Misal Under 11 tahun atau Under 13 tahun. Tapi dalam proses seleksi, skema tersebut membuat pertandingan menjadi tidak imbang karena bisa saja yang umur 12 tahun bertemu dengan umur 11 tahun. Karena perbedaan usia itu, tenaganya pun berbeda dan permainan tidak bisa berkembang. Jadi kami membuat terobosan dengan skema Kategori Usia, agar mereka bertanding sesuai dengan usianya sehingga kemampuannya yang sesungguhnya bisa terlihat,” Sigit menjelaskan. Perbedaan lain di Audisi Umum PB Djarum 2024 dibanding proses seleksi serupa pada tahun-tahun sebelumnya terdapat di babak screening. Bila tahun lalu pada fase ini peserta diberi kesempatan 5-10 menit untuk menunjukkan kebolehannya di arena pertandingan, kali ini fase screening mengadopsi pertandingan dengan sistem gugur 1 game hingga poin ke-21 (tanpa deuce/setting). Peserta yang menang akan masuk ke babak turnamen.  “Dengan skema babak screening memakai sistem gugur satu games 21 poin ini, tentu akan membuat para peserta merasakan atmosifr pertandingan yang sesungguhnya. Untuk lolos ke babak selanjutnya mereka dituntut menang. Hal ini akan membuat para peserta menunjukkan daya juang, mentalitas dan teknik mereka secara maksimal di tengah lapangan. Sehingga, mereka yang melaju ke babak selanjutnya adalah memang bibit – bibit pebulutangkis yang memiliki kualitas super,” cetus Sigit. Usai fase screening, peserta akan memperebutkan Super Tiket dalam babak turnamen. Di kategori putra, Super Tiket diberikan kepada para semifinalis dan berhak masuk ke Tahap Karantina. Sementara di kategori putri, peraih Super Tiket yang melenggang ke Tahap Karantina adalah para finalis di babak turnamen. Adapun karantina yang bertujuan melihat potensi dan mentalitas atlet diselenggarakan selama empat minggu dengan dua kali fase eliminasi. Mereka yang lolos di Tahap Karantina akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung bersama PB Djarum.Sigit berpesan agar para peserta berlatih optimal jelang Audisi Umum. “Dari kacamata Tim Pencari Bakat PB Djarum, kami mencari atlet yang memiliki kemampuan khusus, punya kelebihan dan ada potensi dari diri peserta dan menurut kami bisa diasah agar semakin berkembang. Untuk itu, karena waktu penyelenggaraan masih sekitar satu bulan lagi, saya berpesan agar para peserta berlatih optimal, temukan kelebihan kalian baik dari sisi teknik maupun mental sehingga itu bisa jadi pembeda dibanding peserta lainnya,” tandas Sigit.

BNI Sirnas B NTB 2024: Juara Umum Diraih Tiga Klub

Berakhir sudah rangkaian BNI Sirkuit Nasional (Sirnas) B Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024, Sabtu (3/8). Berlangsung di GOR Warna Agung, Lombok. Acara ini berlangsung selama enam hari penuh, dengan mempertandingkan 11 nomor pertandingan mulai dari kelompok umur Usia Dini (U-11), Anak-anak (U-13), dan Pemula (U-15), dengan total sebanyak 494 peserta. Dari 11 pertandingan final, tiga klub masing-masing meraih tiga gelar juara, yakni PB Djarum (TPI, GAPI, TPA) , Champion (TAPI, UDPA, TAPA), dan Jaya Raya (GPI, GPA, GPC). Sementara dua gelar lainnya mampu direbut oleh Exist (GAPA) dan Jaya Raya Satria (UDPI). Sirnas selanjutnya akan berlangsung di Kota Manado. Bertajuk BNI Sirnas B Sulawesi Utara 2024, rangkaian ke-6 tersebut akan berlangsung pada tanggal 23-28 September 2024. Hasil Pertandingan Final BNI Sirnas B NTB 2024: TAPA M. Farid Habibulloh [3] v Revie Israel Lumoindong [10] 21-19, 18-21, 10-21 TPA Alif Akbar M [1] v Farel Fadhilah Ukasyah [2] 21-13, 21-13 UDPA Aqila Rifky Pramudia [4] v Athalla Rizlya Putra [3] 21-8, 21-13 TAPI Laura Leydisya v Nafla Berly Syakira Al Habsy [2] 21-12, 21-18 TPI Kalia Rahmadani [3] v Riska Melani Putri [6] 12-21, 17-21 UDPI Shafira Khoirunnisa [4] v Maura Wahyu Keisha Maharani [2] 12-21, 15-21 GPC Bevin Danishy Mustofa Afizzah Rahmadhani [3] v M. Zilazik Artando Zakaria/Aura Nadin Gunawan [2] 17-21, 16-21 GAPI Magdalena Wijayandi/Maharani Faizah Iskandar [1] v Mikha Ribka Kasalang/Nafla Berly Syakira Al Habsy 22-24, 21-15, 17-21 GPI Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah [1] v Afizzah Rahmadhani/Aura Nadin Gunawan 21-19, 10-21, 15-21 GAPA M. Alfin Nurhakim/M. Faiz Iskandar [5] v Aqbar Dion Aldafa/Ghathfaan Rizqie Ramadhan Haryanto [8] 21-17, 17-21, 29-30 GPA Farel Fadhilah Ukasyah/M. Derajat Maulana v Arybka Okta Disabian/M. Zilazik Artando Zakaria [2] 17-21, 15-21

Olimpiade 2024: Gregoria Raih Medali Perunggu

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, meraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024. Sebab calon lawannya di perebutan perunggu yakni utusan Spanyol Carolina Marin cedera. Gregoria sebelumnya gagal melaju ke final usai tumbang dari wakil Korea Selatan An Se Young di semifinal. Dia kalah dengan skor 21-11, 13-21, dan 16-21. Kegagalan tersebut membuat Gregoria harus menjalani laga perebutan medali perunggu. Namun, sambil menunggu lawan, Gregoria justru mendapat kabar mengejutkan. Gregoria dipastikan meraih medali perunggu setelah laga semifinal tunggal putri lainnya tidak berakhir baik. Carolina Marin asal Spanyol mengalami cedera saat melawan He Bing Jiao asal China. Marin menyerah di game kedua ketika kedudukan 21-14, 10-8. Meski unggul, dia harus mundur dari turnamen karena mengalami cedera. Hasil ini membuat Marin dipastikan tidak akan melanjutkan laga ke babak perebutan medali perunggu. Hal ini juga memastikan Gregoria meraih medali perunggu tanpa melakoni laga tersebut. Keputusan ini juga sudah dikonfirmasi bagan knockout di website Olimpiade Paris 2024. Gregoria sudah mendapatkan bye di laga perebutan medali perunggu. Sumber: iNews

Olimpiade 2024: Gregoria Ke Semifinal, Akhiri Puasa 16 Tahun Tunggal Putri

Babak perempat-final bulu tangkis tunggal putri di Olimpiade Paris 2024 berakhir manis bagi Gregoria Mariska Tunjung. Jorji, sapaan akrabnya, sukses melaju ke semifinal setelah mengalahkan pebulu tangkis Thailand, Ratchanok Intanon. Bertanding selama 46 menit, Gregoria menang dua set langsung dengan skor 25-23 dan 21-9. Penantian Indonesia untuk melihat lagi tunggal putri di Olimpiade pun berakhir usai 16 tahun lamanya. Kali terakhir tunggal putri mewakili bendera Indonesia di semifinal bulu tangkis Olimpiade adalah Maria Kristin pada 2008. Saat itu, Maria Kristin menutup perjuangannya di Beijing dengan medali perunggu. Kini, giliran Gregoria yang menjadi tunggal putri keempat mewakili Indonesia di semifinal bulu tangkis Olimpiade. Sebelumnya, ada Mia Audina (1996) lalu Susy Susanti—mentor Jorji—di Olimpiade 1992 dan 1996. Gelaran yang disebut pertama berbuah medali emas bagi Susy, sedangkan empat tahun berselang meraih perunggu. Di Olimpiade Atlanta 1996 tersebut, Susy kalah dari Mia di semifinal. Mia kemudian finis dengan medali perak. Dikutip dari Antara, ini merupakan kemenangan kedua beruntun Gregoria atas Ratchanok setelah kali terakhir terjadi pada perempat-final Thomas & Uber Cup 2024 dengan skor 22-20, 21-18. Di semifinal, Gregoria akan melawan tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se-young, yang baru saja menang 15-21, 21-17, 21-8 atas wakil Jepang Akane Yamaguchi di perempat-final. Gregoria adalah satu-satunya wakil bulu tangkis Indonesia yang tersisa di Olimpiade Paris 2024. Total ada enam wakil Indonesia di Paris 2024 yaitu Jonatan Christia dan Anthony Sinisuka Gingting di tunggal putra, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari untuk ganda campuran, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti bertarung di ganda putri, serta ganda putra andalan Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Tunggal putra, ganda campuran, dan ganda putri Indonesia gugur di fase grup, sedangkan langkah ganda putra Indonesia terhenti di perempat-final. Sumber: Kompas

Penantian 35 Tahun, Indonesia Kembali Lolos Piala Dunia Voli U-21

Timnas Voli Putra Indonesia U-20 berhasil lolos ke Piala Dunia Voli U-21 2025 setelah menang atas India dengan skor 3-1 di babak perempat final AVC U-20 2024, Sabtu (27/7). Tuan rumah Indonesia menang 25-20, 25-23, 16-25, 25-18 di DBL Arena, Surabaya. Ini membuat Indonesia bergabung dengan total empat tim yang lolos kejuaraan dunia bersama Jepang, Iran, dan Korea Selatan. Ini pertama kalinya Indonesia kembali lolos ke Piala Dunia Voli U-21 setelah 35 tahun. Terakhir kali ada tim Merah-Putih di ajang dua tahunan itu terjadi pada 1989 lalu dan finis di peringkat ke-15. Kini Indonesia kembali ada di level yang sama, meski menghadapi lawan berat di babak delapan besar AVC U-20 2024, Indonesia masuk Pool E. Tim besutan Li Qiujang itu perlu satu kemenangan lawan India demi menyegel tiket ke Piala Dunia Voli U-21 dan kini sudah didapatkan. Tim Merah-Putih ada di pool yang sama dengan Arab Saudi (runner-up Grup A), Jepang (juara Grup C), dan India (runner-up Grup C). Kemenangan membuat Indonesia sekaligus memimpin Pool E babak delapan besar AVC U-20 2024. Indonesia unggul satu poin dari Jepang. Kini Indonesia mengoleksi enam poin, sedangkan Jepang yang menang 3-0 atas Arab Saudi ada di bawah Indonesia dengan lima angka. Kemudian Indonesia dan Jepang juga sama-sama lolos final four AVC U-20 2024 dan akan bertanding pada Minggu (28/7) pukul 19.00 WIB. Sementara di Pool F, Iran melawan Kazakhstan dan Korea Selatan menghadapi China. Iran dan Korea juga telah mengamankan tiket masing-masing ke kejuaraan dunia. Sumber: CNN

Ratusan Atlet Bulu Tangkis Ramaikan Polytron Kudus Cup 2024

Sebanyak 582 pebulutangkis cilik semarakkan kejuaraan bulu tangkis Polytron Kudus Cup 2024. Ratusan pebulutangkis itu terbagi menjadi tiga kelompok umur, yakni U-11, U-13, dan U-15. Mereka berasal dari sejumlah klub kenamaan di Jawa Tengah dan sekitarnya. Kejuaraan ini dimulai Senin (22/7/2024) dan berlangsung hingga Sabtu (27/7/2024) di GOR Djarum Kaliputu. Sekum PBSI Kudus Raventus Pongoh mengatakan, penggabungan Muria Cup dan Kretek Cup bertujuan untuk pembibitan atlet muda bulu tangkis. “Supaya banyak bibit pebulutangkis muda yang terjaring. Sehingga ke depannya bisa untuk stok pebulutangkis di masa depan,” katanya, Senin (22/7/2024). Sementara itu, Referee Polytron Kudus Cup 2024, Pujiasto menyampaikan, kejuaraan ini menggunakan aturan dari PBSI dan BWF. “Untuk seeding berdasarkan ranking nasional kemudian tidak ada pergantian pemain baik di nomor tunggal maupun ganda,” jelasnya. Pertandingan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB, durasi pemanasan tiap-tiap atlet tidak lebih dari dua menit. Selanjutnya, untuk aturan jersey yang digunakan pemain harus terdapat nama pemain, nama klub. “Pemain harus bersalaman terlebih dahulu dengan lawan kemudian dilanjutkan dengan bersalaman ke wasit dan pelatih,” imbuhnya. Ia menyampaikan, pertandingan menggunakan score 3×21 dengan prinsip the best of three games. Kemudian apabila terjadi score 20-20, pemenangnya merupakan pemain yang mendapat angka dua secara berturut turut. “Apabila terjadi score 29-29, pemenangnya yakni pemain yang mendapat angka 30 lebih dulu,” terangnya. Sumber: RRI

Yonex Sunrise PJR Junior International GP 2024: PB Djarum Sumbang Gelar Terbanyak

Berakhir sudah rangkaian Yonex Sunrise Pembangunan Jaya Raya Junior International Grand Prix 2024 di GOR Jaya Raya Bintaro, Minggu (14/7/2024). Dari 14 gelar yang diperebutkan, 6 diantaranya berhasil diraih oleh Indonesia. PB Djarum sendiri menjadi penyumbang gelar terbanyak bagi tuan rumah dengan torehan 3 gelar lewat sektor ganda putra U17, ganda campuran U17 dan ganda campuran U19. Wakil PB Djarum sendiri yang berhasil menaiki podium juara tertinggi salah satunya yaitu ganda campuran U19, Darren Aurelius/Bernadine Anindya Wardana. Finasil Asia Junior Championships 2014 itu menjadi juara usai mengalahkan wakil Indonesia lainnya, Ignasius Eric Christian/Medina Nazwa Yanuar dengan 21-18, 21-16. “Kami tampil cukup bagus dan kompak, lebih baik dari sebelumnya. kita bisa juara sesuai dengan target. senang bisa bermain disini. Ini adalah penampilan terakhir di junior dengan menjadi juara,” ungkap Darren. “Tadi sempat tertinggal tetapi bisa kembali bangkit. Setelah gim kedua, bermain lebih enak dan lebih sabar lagi,” jelas Bernadine. Lalu dua gelar yang diraih oleh atlet asal PB Djarum lainnya, yaitu ganda putra U17 Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel yang mengalahkan wakil, Muhammad Vito Anaffsa/Grendly Alkatib Lumintang (Indonesia) 22-24, 21-14, 21-14 dan ganda campuran U17, Muhammad Rizki Mubarrok/Yasintha Ristyna Putri yang mengalahkan Faizal Pangestu/Atresia Naufa Candani (Indonesia) 22-20, 21-14. Sementara itu negara dengan peraih gelar terbanyak disusul oleh Jepang yang meraih 3 gelar, lalu Korea yang berhasil meraih 2 gelar, serta Hong Kong, Malaysia dan Thailand yang masing-masing meraih 1 gelar juara. Berikut daftar juara Yonex Sunrise Pembangunan Jaya Raya Junior International Grand Prix 2024: Kelompok U-15 Tunggal Putra U-15: Alvin Jefferson Kusuma (INA) vs Seo Hyun Kyu (11-KOR) 10-21, 21-17, 21-18 Tunggal Putri U-15: Kokoro Sato (JPN) vs Kungkaew Kakanik (THA) 24-22, 22-14 Ganda Putra U-15: Kang Yong Ho/Seo Hyun Kyu (KOR) vs Rhama Madsuba Praduwartha/Adhwin Arling Rangga (INA) 21-16, 21-9 Ganda Putri U-15: Min Chae Yoon/Park Yoo Jeong (KOR) vs Nathida Buramart/Sarisa Janpeng (1-THA) 19-21, 21-18, 21-17 Kelompok U-17 Tunggal Putra U-17: Boon Le Lim (8-THA) vs Yarits Al Kaaf Rengganingtyas (INA) 12-21, 21-18, 21-17 Tunggal Putri U-17: Yuzu Ueno (JPN) vs Shaafiya Yasmin Maitsaa (12-INA) 21-17, 15-21, 21-9 Ganda Putra U-17: M. Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel (14-INA) vs M. Vito Anaffsa/Grendly Alkatib Lumintang (16-INA) 22-24, 21-14, 21-14 Ganda Putri U-17: Aoi Banno/Yuzu Ueno (JPN) vs Kim Han Bi/Kim Na Yeon (13-KOR) 21-11, 21-9 Ganda Campuran U-17: M. Rizki Mubarrok/Yasintha Ristyna Putri (INA) vs Faizal Pangestu/Atresia Naufa Candani (INA) 22-20, 21-14 Kelompok U-19 Tunggal Putra U-19: Lam Ka To (HKG) vs Moh. Zaki Ubaidillah (2-INA) 13-21, 21-7, 21-11 Tunggal Putri U-19: Anyapat Phichitpreechasak (2-THA) vs Yataweemin Ketklieng (4-THA) vs 21-19, 21-13 Ganda Putra U-19: Taufik Aderya/M.Nawaf Khoiriyansyah (INA) vs M. Baqir Al Hanif/Ali Fathir Rayhan (5-INA) 22-20, 21-19 Ganda Putri U-19: Nabila Cahya Permata Ayu/Reva Olivia Damayani (INA) vs Yataweemin Ketklieng/Passa-Orn Phannachet (1-THA) 21-15, 21-10 Ganda Campuran U-19: Darren Aurelius/Bernadine Anindya Wardana (1-INA) vs Ignasius Eric Christian/Medina Nazwa Yanuar (11-INA) 21-18, 21-16

Kejuaraan Asia Junior 2024: Tiongkok Sapu Bersih Gelar Juara Individu

Dari hasil Badminton Asia Junior Championship 2024 yang berakhir Minggu (7/7/2024) kemarin. Berlangsung di GOR Amongrogo Yogyakarta, Tiongkok menyapu bersih gelar juara di berbagai nomor pertandingan. Para pebulu tangkis muda usia dari Negeri Tirai Bambu ini tercatat memborong lima gelar juara dari turnamen BNI Badminton Asia Junior Championships 2024. Juara-juara tersebut berasal dari Hu Zhe An (tunggal putra), Xu Wen Jing (tunggal putri), Hu Ke Yuan/Lin Xian Yi (ganda putra), Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue (ganda putri), dan Lin Xian Yi/Liu Yuan Yuan (ganda campuran). Di tunggal putra, Hu naik podium tertinggi seusai menumbangkan wakil Korea Selatan, Yoon Ho Seong dengan skor 13-21, 21-14, 21-14. Dari sektor tunggal putri, Xu Wen Jing juara seusai mengalahkan rekan satu negaranya, Yin Yi Qing dua gim langsung 21-13, 21-15. Dari sektor ganda putra, Hu Ke Yuan/Lin Xian Yi berjaya seusai mengalahkan pasangan Malaysia, Kang Khai Xing/Aaron Tai straight game 21-13, 21-11. Adapun untuk sektor ganda putri, Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue mengalahkan pasangan Korea Selatan, Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon lewat pertarungan dua gim 21-11, 21-15. Lin Xian Yi/Liu Yuan Yuan mengaku senang bisa meraih gelar juara dan membuat negaranya mengoleksi lima gelar pada ajang BNI Badminton Asia Junior Championships 2024. Bagi keduanya, gelar juara di hadapan publik Kota Pelajar merupakan buah hasil kerja keras keduanya selama latihan. “Gelar juara BNI Badminton Asia Junior Championships 2024 seusai dengan latihan kami selama ini. Kami tentu senang, diharapkan raihan ini bisa memberikan motivasi buat kami,” ungkap Lin usai pertandingan. Sementara itu, harus puas menjadi runner up Darren/Bernadine mengaku kurang bisa mengimbangi permainan lawannya yang bermain menyerang sejak awal pertandingan. “Lawan lebih unggul, kami harus evaluasi dan nantinya jika kembali bertemu kami bisa membalas kekalahan,” ungkap Darren, dalam siaran pers. Hasil ini membuat Darren/Bernadine gagal mengikuti pasangan Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil yang sebelumnya berjaya pada ajang AJC 2019 di Tiongkok. Saat itu di Suzhou Olympic Sports Center, Leo/Indah yang tampil di partai final menjadi juara seusai mengalahkan wakil Tiongkok, Feng Yan Zhen/Lin Fang Ling dengan skor 16-21, 22-20, 22-20. “Raihan runner up pada ajang BNI Badminton Asia Junior Championships 2024 kami persembahkan untuk Indonesia. Sudah lama sektor ganda campuran Indonesia belum mendapatkan gelar, kami berharap raihan ini bisa memberikan motivasi buat kami,” Bernadine menambahkan. Sumber: Kompas

Kejuaraan Asia Junior 2024: Tiongkok Sabet Gelar Juara Beregu Campuran

Tiongkok menjadi juara pada turnamen BNI Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2024 dengan mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-1 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Selasa (2/7/2024). Bagi Tiongkok, keberhasilan ini merupakan titel kesembilan di ajang BAJC. Sebelumnya mereka juara pada 2008, 2010, 2011, 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2018. Di final BAJC 2024, tim Negeri Tirai Bambu tersebut memperoleh poin dari Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi (ganda putra), Wang Zi Jun (tunggal putra), dan Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue (ganda putri). Pasangan Hu/Lin membuka keunggulan Tiongkok setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan, Lee Hyeong Woo/Lee Jong Min. Tim asal Negeri Ginseng sempat menyamakan kedudukan seusai tunggal putri Tiongkok, Xu Wen Jing menyerah di tangan wakil Kora Selatan, Kim Min Sun. Namun, Tiongkok tancap gas dengan meraih dua poin tambahan dari Wang Zi Jun yang mengalahkan tunggal putra Korea Selatan, Lee Sun Jin. Pasangan putri Chen/Liu menjadi penentu seusai mengatasi perlawanan Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon dua gim langsung. Kemenangan tim beregu campuran Tiongkok di turnamen BAJC 2024 meninggalkan duka mendalam, mengingat salah satu pemain tunggal putra andalannya, yakni Zhang Zhi Jie meninggal dunia. Saat naik podium juara, pelatih tunggal putra Negeri Tirai Bambu, Zhang Qi membawa jersei mendiang Zhang Zhi Jie sebagai persembahan terakhir. Hal itu membuat seluruh penggawa Tiongkok terharu sampai meneteskan air mata. Para pemain yang naik podium BAJC 2024 dari Malaysia, Indonesia, dan Korea Selatan juga memberikan ucapan belasungkawa kepada tim beregu campuran Tiongkok selepas acara pengalungan medali. Hasil final BAJC Tiongkok vs Korea Selatan (3-1): Ganda Putra: Hu Ke Yuan/Lin Xian Yi vs Lee Hyeong Woo/Lee Jong Ming 21-14, 21-19. Tunggal Putri: Xu Wen Jing vs Kim Min Sun 7-21, 21-19, 14-21. Tunggal Putra: Wang Zi Jun vs Lee Sun Jin 21-13, 21-8. Ganda Putri: Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue vs Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon 21-16, 22-20. Ganda Campuran: Lin Xian Yi/Liu Yuan Yuan vs Cho Hyeon Woo/Cheon Hye In (tidak dimainkan). Sumber: Berita Satu

Kejuaraan Asia Junior 2024: Langkah Indonesia Terhenti di Semifinal

Langkah tim beregu campuran Indonesia terhenti di semifinal ajang Badminton Asia Junior Championships 2024 seusai menyerah di tangan Korea Selatan, 1-3 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Senin (1/7/2024). Pada pertandingan ini Bismo Raya Oktora dan kawan-kawan membuka skor terlebih dahulu melalui Taufik Aderya/Rinjani Kwinara Nastine seusai mengalahkan ganda campuran Korea Selatan, Lee Jong Min/Yeon Seo Yeon dengan skor 21-16, 19-21, dan 21-19. Tren positif tim beregu campuran Indonesia tidak berlanjut seusai Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi kalah. Korea Selatan bisa menyamakan kedudukan 1-1 seusai Dhinda menyerah dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 15-21 saat menghadapi tunggal putri Korea Selatan, Kim Min Sun. Pada partai ketiga, Bismo juga gagal menyumbangkan angka seusai menyerah di tangan tunggal putra asal Negeri Ginseng, Yoon Ho Seong dengan skor 17-21, 21-18, dan 12-21. Juara Seleknas 2023 itu mengaku kurang bisa bermain dengan konsisten sehingga banyak membuang peluang. Pada laga ini, Bismo harus mengakui keunggulan lawan lewat pertarungan ketat dalam tempo 1 jam 10 menit dari Yoon Ho Seong. “Saya kurang maksimal di laga ini. Pada pertandingan ini saya kurang berani menyerang. Ke depannya saya harus menambah fisik lagi untuk bisa bermain lebih konsisten lagi,” ungkap Bismo. Tunggal putra peringkat 631 dunia itu memberikan apresiasi kepada rekan-rekannya yang telah mendukung dari pinggir lapangan. Kendati belum berhasil menyumbangkan angka, dengan dukungan dari teman-teman dan publik Kota Yogyakarta membuat Bismo semangat dalam bertanding. “Dukungan yang diberikan rekan-rekan dari pinggir lapangan membuat saya termotivasi untuk memberikan permainan terbaik. Mohon maaf belum bisa menyumbangkan angka dan tetap semangat untuk nomor individu nantinya,” ujar Bismo. Kekalahan juga diderita pasangan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine yang menghadapi ganda putri Korea Selatan, Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon dengan skor 17-21 dan 16-21. Pasangan peringkat 257 dunia itu mengaku bermain terburu-buru melawan ganda putri asal Negeri Ginseng tersebut. Juara Malaysia International Series 2023 tersebut seharusnya bermain lebih sabar mengingat Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon sangat tangguh dalam bertahan. Alhasil, juara Malaysia Junior International Challenge 2023 itu akhirnya menyerah dua gim langsung dari Kim/Yeon lewat pertarungan dalam tempo 46 menit. “Pada laga ini, kami bermain terburu-buru dengan ingin menyerang langsung ke pertahanan lawan. Kami merasa kewalahan karena lawan tidak mudah untuk bisa diserang, jadi kami harus bermain lebih sabar lagi,” ungkap Isyana. “Seharusnya kami bermain lebih tenang lagi, sekarang kami akan fokus untuk nomor individu setelah mengenal karakteristik GOR Amongoro,” tambah Rinjani. Dengan hasil ini tim beregu campuran Indonesia terhenti langkahnya di semifinal Badminton Asia Junior Championships 2024. Kemenangan ini membawa Korea Selatan bertemu Tiongkok yang sebelumnya mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. Laga final turnamen Badminton Asia Junior Championships 2024 rencananya akan digelar Selasa (2/7/2024) mulai pukul 09.00 WIB. Sumber: Berita Satu

Kejuaraan Asia Junior 2024: Sukses Revans, Indonesia Tantang Korsel di Semifinal

Indonesia menantang Korea Selatan di semifinal turnamen BNI Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2024 setelah menundukkan Jepang 3-0. Pasangan Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadhan memastikan tim beregu campuran Indonesia melangkah ke semifinal setelah revans atas Jepang dengan skor 3-0. Dalam laga perempat final BAJC 2024 digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Senin (1/7/2024), Anselmus/Pulung meraih kemenangan melawan ganda putra Jepang, Kenta Matsukawa/Yuto Nakashizu dengan skor 21-17, 12-21, 22-20. Dengan bermain tenang di penghujung laga, peringkat 266 dunia itu mampu mengembalikan kedudukan dan akhirnya menang dua gim langsung dalam tempo 56 menit. “Bersyukur sudah diberikan kemenangan di laga ini. Kami mencoba bermain lepas dan tetap tenang saat mendapat tekanan dari lawan,” ungkap Pulung. Dengan kemenangan tersebut, Anselmus/Pulung berhasil membalas dendam atas wakil Jepang yang pada laga sebelumnya mengalahkan mereka. Anselmus/Pulung menyerah 17-21, 21-19, 15-21 pada perorangan BNI Badminton Asia Junior Championships 2023. “Menghadapi pertandingan penentuan ada rasa tegang. Kami bermain lebih lepas dan nothing to lose untuk bisa tetap bermain konsisten,” ungkap Pulung. Dengan hasil ini, Indonesia memastikan diri meraih kemenangan dengan skor 3-0 atas Jepang di perempat final BAJC 2024. Sebelumnya Taufik Aderya/Rinjani Kwinara Nastine membuka kemenangan seusai mengalahkan ganda campuran Jepang, Rui Yamada/Aya Tamaki dengan skor 21-13, 21-18. Moh Zaki Ubaidillah memperlebar keunggulan menjadi 2-0 seusai mengatasi perlawanan tunggal putra Jepang, Kazumo Kawano dua gim langsung dengan skor 22-20, 21-12. Kemenangan ini membuat Indonesia revans atas Jepang setelah pada BNI Badminton Asia Junior Championships edisi 2023 kalah dengan skor 2-3 di final nomor beregu campuran. Rencananya, Bismo Raya Oktora dan kolega berhadapan melawan Korea Selatan di semifinal BAJC 2024 yang digelar Senin (1/7/2024) pukul 15.00 WIB. Pada pertandingan sebelumnya, tim beregu campuran tim Negeri Ginseng mengalahkan Uni Emirat Arab 3-0. Sumber: Berita Satu

Zhang Zhi Jie Meninggal Dunia Saat Pertandingan BAJC 2024

Kabar duka datang dari atlet bulu tangkis asal Tiongkok, Zhang Zhi Jie, yang meninggal dunia di usia muda. Zhang Zhi Jie menghembuskan napas terakhir nya pasca mengalami kolaps di lapangan saat pertandingan di Badminton Asia Junior Championships 2024 (BAJC 2024) pada Minggu (30/6/2024) malam WIB di DI Yogyakarta. Kemudian, berita ini cepat menyebar di media sosial. Berikut adalah kronologi meninggalnya Zhang Zhi Jie diumumkan oleh PBSI. Kronologi Meninggalnya Zhang Zi Jie Insiden tidak terduga ini terjadi saat pertandingan antara tim bulu tangkis Tiongkok melawan tim bulu tangkis Jepang. Sontak, Zhang Zi Jie terjatuh dan mengalami kejang-kejang di tengah pertandingan menghadapi Kazuma Kawamo. Pada saat itu, Zhang sedang bersiap menerima servis dari Kawamo. Namun, secara tiba-tiba, ia terjatuh di lapangan dan mengalami kejang. Tim medis segera bertindak dan Zhang dilarikan ke rumah sakit terdekat dari lokasi pertandingan di GOR Amongrogo, DI Yogyakarta. Dalam waktu dua menit, ia sudah tiba di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Pernyataan Resmi PBSI Naas, Zhang Zi Jie tidak mampu bertahan dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (30/6/2024) pukul 23.20 WIB. Kabar duka langsung disampaikan melalui pernyataan resmi dari Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). “Zhang Zhi Jie dari Tiongkok, pemain tunggal, pingsan di lapangan saat pertandingan malam hari lalu dan dilarikan ke rumah sakit. Meninggal duni pada pukul 23.20 waktu setempat kemarin. Zhie Jie sedang memainkan pertandingan penyisihan grup melawan Jepang. Ketika dia pingsan, ia dirawat oleh dokter turnamen dan tim media. Dia dibawa dengan ambulans siaga dalam waktu kurang dari dua menit untuk dilarikan ke rumah sakit” bunyi pernyataan resmi PBSI. Ungkapan Dukacita Badminton Asia, PBSI, dan panitia penyelenggara menyampaikan dukacita yang mendalam atas kepergian Zhang Zi Jie. Dunia bulu tangkis kehilangan salah satu pemain berbakatnya. “Badminton Asia, PBSI, dan Panitia Penyelenggara turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada orang tua Zhang, keluarga, dan Asosiasi Bulutangkis China (CBA). Dunia bulu tangkis kehilangan pemain berbakat” tulisan pernyataan PBSI. Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kesehatan dan keselamatan atlet dalam setiap kompetisi. Semoga Zhang Zi Jie mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Sumber: Berita Satu

Kejuaraan Asia Junior 2024: Kandaskan India, Indonesia ke Perempat Final

Tim beregu campuran bulu tangkis Indonesia menang atas India di laga terakhir Grup C Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2024. Tim Merah Putih menang dengan skor 4-1 dalam pertandingan di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (30/6/2024). Ganda campuran Indonesia, Taufik Aderya/Clairine Yustin Mulia, menjadi penyumbang poin pertama. Taufik/Clairine berhasil mengalahkan pasangan India, Vansh Dev/Shravani Walekar, dalam dua gim langsung. Pada partai kedua, Bismo Raya Oktora mendapat perlawanan sengit dari tunggal putra India, Dhruv Negi. Pasalnya, Bisma harus susah payah kalahkan Negi lewat pertarungan tiga gim. Ganda putra Indonesia, Anselmus Breagit Fredy Putra/Pulung Ramadhan yang turun di partai ketiga berhasil mengunci kemenangan untuk tim Merah-Putih. Kepastian itu didapat setelah mereka berhasil menumbangkan Bhargav Ram Arigela/Viswa Tej Gobburu, dua gim langsung. Tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Hapsari, yang turun di partai keempat sejatinya sudah tampil tanpa beban karena tim Merah-Putih telah mengunci kemenangan atas India. Nyatanya, Mutiara harus takluk dari Navya Kanderi dalam dua gim langsung. Di partai terakhir, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine, menjalankan tugasnya dengan baik. Ganda putri Indonesia ini berhasil kalahkan Vennala Kalagotla/Shravani Walekar dalam dua gim langsung. Hasil ini sekaligus membuat Indonesia menang 4-1 atas India. Lalu, hasil kemenangan ini membuat Indonesia melaju ke babak perempat final BAJC 2024 dengan status juara Grup C. Bismo dan kolega tampil sempurna selama di fase grup dengan mengalahkan Filipina 5-0, Vietnam 4-1 dan India juga dengan skor 4-1. Sumber: Sindonews

Kejuaraan Asia Junior 2024: Sempat Tertinggal, Indonesia Curi Poin Dari Vietnam

Para pemain Indonesia berhasil menundukkan Vietnam 4-1 dalam laga kedua grup C Badminton Asia Junior Championships 2024 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (29/6/2024). Indonesia sempat tertinggal ketika dalam partai pertama, ganda putra Dexter Farrel/Wahyu Agung Prasetyo menyerah kepada Nguyen Van Mai/Pham Van Thruang. Namun, tim Merah-Putih kemudian berhasil menyamakan skor setelah ganda putri Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi menundukkan Bui Bich Phuong. Pada laga ini Dhinda mengaku senang bisa menyumbangkan angka melawan tim Negeri Paman Ho. Sejak awal Dhinda tidak mau terpengaruh dengan hasil di laga perdana dan mencoba percaya diri dengan strategi permainan yang dilancarkan. Alhasil, strategi itu berjalan dengan baik sehingga Dhinda menang dua gim langsung atas Bui Bich Phuong. “Pada pertandingan ini saya bermain dengan nyaman mulai dari strategi menyerang yang dilancarkan. Sejak awal saya tidak terbebani setelah melihat hasil di laga pertama dari sektor ganda putra. Sebisa mungkin saya bermain lepas tanpa beban,” ungkap Dhinda. Tunggal putra Moh Zaki Ubaidillah membawa tim beregu campuran Indonesia berbalik unggul 2-1. Pemain kelahiran 26 Juni 2007 itu menang dua gim langsung melawan tunggal putra Vietnam, Tran Quoc Khanh. Kemenangan Indonesia dipastikan ganda putri Riska Anggraini/Salsabila Zahra dalam pertandingan melawan Vietnam ini. Riska/Salsabila meraih kemenangan lewat pertarungan ketat melawan Bui Bich Phuong/Tran Thi Anh. Pada laga ini Riska/Salsabila mengaku tegang mengingat baru kali pertama tampil di turnamen beregu campuran membela Indonesia. Hal tersebut turut membuat kedua pasangan kesulitan di poin-poin kritis. Belajar dari gim pertama, Riska/Salsabila bisa bermain lebih tenang di pengujung laga untuk akhirnya meraih kemenangan dan menyumbangkan angka kemenangan buat Indonesia. “Pada laga ini kami merasa tidak lepas dan tegang. Kami baru kali pertama tampil sehingga perasaannya masih belum lepas. Juga ada faktor angin di sisi lapangan yang berbeda membuat kami kaget dengan hal itu,” ungkap Riska. Indonesia memperbesar keunggulan menjadi 4-1 setelah ganda campuran Andhika Wirapati/Laudya Chelsea Griselda menundukkan Pham Van Truong/Nguyen Khanh Ngoc Luong. Dengan hasil menang 4-1 atas Vietnam ini, tim beregu campuran Indonesia meraih kemenangan keduanya di grup C turnamen Badminton Asia Junior Championships 2024. Pada laga sebelumnya tercatat Bismo Raya Oktora dan kawan-kawan mengalahkan Filipina dengan skor 5-0. Pada pertandingan terakhir babak penyisihan grup Indonesia akan jumpa India, Minggu (30/6/2024) mulai pukul 16.00 WIB. Hasil lengkap BAJC Indonesia vs Vietnam (4-1) Ganda Putra: Dexter Farrel/Wahyu Agung Prasetyo vs Nguyen Van Mai/Pham Van Thruang 15-21 dan 23-21 Tunggal Putri: Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi vs Bui Bich Phuong 21-13 dan 21-8 Tunggal Putra: Moh Zaki Ubaidillah vs Tran Quoc Khanh 21-6 dan 21-14 Ganda Putri: Riska Anggraini/Salsabila Zahra vs Bui Bich Phuong/Tran Thi Anh 19-21, 21-13, dan 24-22 Ganda Campuran: Andhika Wirapati/Laudya Chelsea Griselda vs Pham Van Truong/Nguyen Khanh Ngoc Luong 22-20 dan 21-12 Sumber: Berita Satu

Kejuaraan Asia Junior 2024: Indonesia Menang Sempurna di Laga Perdana

Indonesia menang telak atas Filipina pada laga perdana grup C turnamen BNI Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2024. Ganda campuran Taufik Aderya/Clairine Yustin Mulia memastikan tim beregu campuran Indonesia meraih kemenangan 5-0 atas Filipina. Berlaga di GOR Amongorogo, Yogyakarta, Jumat (28/6/2024), Taufik/Clairine yang tampil di partai kelima BAJC menang dengan skor 24-22, 21-6 atas ganda campuran Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal. Pada pertandingan kelima BAJC tersebut, Taufik/Clairine mengaku banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga harus bersaing ketat di gim pertama. Beberapa perubahan strategi dilakukan Taufik/Clairine dengan bermain lebih menekan sehingga akhirnya menang dua gim langsung. Sukses ini membawa Indonesia menyempurnakan kemenangan 5-0 atas Filipina pada laga perdana grup C turnamen BAJC 2024. “Kami bermain kurang nyaman dengan melakukan kesalahan sendiri pada awal gim pertama. Kami kemudian mendapatkan momentum di akhir gim pertama untuk akhirnya menguasai pertandingan pada set kedua,” kata Taufik. Setelah menang atas wakil Filipina, Taufik/Clairine mengaku harus bermain lebih taktis lagi. Sejak awal laga BAJC, keduanya tidak boleh membuat kesalahan sendiri agar bisa menjaga momentum kemenangan. “Kami harus bermain lebih sabar lagi dan tidak terburu-buru. Kami tidak boleh banyak melakukan kesalahan sendiri karena hal itu bisa merugikan. Ke depannya kami harus bisa dan berani untuk mengambil inisiatif penyerangan,” tambah Clairine. Dengan hasil ini Indonesia memastikan kemenangan dengan skor telak 5-0 di laga perdana grup C BAJC. Setelah menghadapi Filipina, tim beregu campuran Indonesia akan melawan Vietnam, Sabtu (29/6/2024) mulai pukul 09.00 WIB. Hasil lengkap BAJC Indonesia vs Filipina (5-0) Tunggal Putra: Bismo Raya Oktora vs Jamal Rahmat Pandi 22-20, 13-21, dan 21-19 Tunggal Putri: Mutiara Ayu Puspitasari vs Fuentespina Christel Rei 21-16, 21-13 Ganda Putra: Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadhan vs John Vincent Lanuza/Jacinth Paul Ruedas 21-14, 21-17 Ganda Putri: Rinjani Kwinnara Nastine/Isyana Syahira Meida vs Hernandez Andrea Princess/Precious Dianne Libaton 21-18, 21-13 Ganda Campuran: Taufik Aderya/ Clairine Yustin Mulia vs Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal 24-22, 21-6 Sumber: Berita Satu

Kejuaraan Asia Junior 2024 Resmi Digelar Hari Ini

Badminton Asia Junior Championships atau Kejuaraan Asia Junior 2024 akan berlangsung di Gor Amongrogo, Yogyakarta, mulai hari ini (28 Juni) hingga 7 Juli mendatang. Indonesia, yang meraih medali perak Badminton Asia Junior Championships 2023, tergabung di Grup C bersama Vietnam, India, dan Filipina. Filipina menjadi lawan perdana Indonesia. Laga bakal berlangsung di Gor Amongrongo pada Jumat (28/6/2024) pukul 08.30 WIB. Menghadapi laga pertama, para pemain beregu campuran Indonesia sudah berlatih di arena berkapasitas 5.000 penonton tersebut pada Kamis (27/6/2024). “Persiapan kami sejauh ini berjalan dengan baik. Kami sudah mencoba lapangan pertandingan dan sejauh ini harus bisa menjaga fokus di lapangan,” ungkap pemain ganda putra, Dexter Ferrel. Senada dengan Dexter, ganda putri Rinjani Kwinnara Nastine juga mengingatkan rekan-rekannya untuk menjaga fokus sebab tak mudah menjalani laga perdana. “Dibutuhkan fokus menghadapi laga perdana. Kami akan mengeluarkan permainan terbaik jika mendapatkan kesempatan diturunkan,” ucap Rinjani. Jadwal Indonesia di Badminton Asia Junior Championships 2024 Jumat (28/6/2024) Pukul 08.30 WIB: Indonesia vs Filipina Sabtu (29/6/2024) Pukul 09.00 WIB: Indonesia vs Vietnam Minggu (30/6/2024) Pukul 16.00 WIB: Indonesia vs India

PB Djarum Kembali Gelar Audisi Umum

PB Djarum, klub bulu tangkis tersohor di Indonesia, kembali membuka peluang bagi para atlet muda berbakat untuk bergabung dalam Audisi Umum PB Djarum 2024. Audisi ini menjadi kesempatan emas bagi putra dan putri Indonesia yang ingin mengasah kemampuan bulu tangkis mereka dan bercita-cita menjadi atlet profesional. Kategori Usia: U-11 (8-10 tahun/kelahiran tahun 2014 – 2016) KU 11 (11 tahun/kelahiran tahun 2013) KU 12 (12 tahun/kelahiran tahun 2012) Jadwal Pendaftaran dan Tahap Seleksi: Pendaftaran Online: 01 Juni – 02 September 2024 (Pukul 23:59 WIB) Daftar Ulang: Senin, 09 September 2024 (Pukul 09:00 – 15:00 WIB) Tahap Seleksi: 10 – 14 September 2024 Tahap Karantina: 15 September – 12 Oktober 2024 Lokasi: GOR Djarum, Jati, Kudus Syarat Pendaftaran: Warga Negara Indonesia Memiliki bakat dan minat di bidang bulu tangkis Berbadan sehat dan bebas dari penyakit menular Bersedia mengikuti seluruh peraturan dan ketentuan yang berlaku Benefit Menjadi Atlet PB Djarum: Mendapatkan pelatihan intensif dari pelatih profesional Berkesempatan mengikuti berbagai turnamen nasional dan internasional Mendapatkan pendidikan formal dan informal yang berkualitas Mendapatkan fasilitas asrama dan akomodasi yang nyaman Audisi Umum PB Djarum 2024 bukan hanya tentang mencari atlet berbakat, tetapi juga tentang membangun generasi muda yang tangguh dan berkarakter. PB Djarum berkomitmen untuk memberikan pembinaan terbaik bagi para atletnya, sehingga mereka dapat mencapai potensi maksimal mereka dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia di kancah internasional. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan diri Anda di Audisi Umum PB Djarum 2024 dan raih mimpi menjadi atlet bulu tangkis berbakat! Sumber: Smol.id

Daftar Para Pemenang Graha Padma Walikota Cup 2024

Juara 1: Farel Fadhilah Ukasyah (PB Djarum).

Rangkaian partai puncak Graha Padma Walikota Cup 2024 dengan hadiah total mencapai Rp 167 juta ini telah mempertandingkan 11 kategori dari kelompok usia pembinaan, yaitu U11 (usia dini), U13 (anak-anak), dan U15 (pemula). Berikut daftar para pemenang: Usia Dini Putra: Juara 1: Aqila Rifky Pramudia (Champion Klaten)  Juara 2: Athalla Rizlya Putra (Exist Badminton Club) Juara 3: Ahmad Fauzan Ilmi (Jaya Raya Satria) & Muhammad Saepul Jalaludin (Exist Badminton Club)   Usia Dini Putri: Juara 1: Maura Wahyu Keisha Maharani (Jaya Raya Satria) Juara 2: Xaviera Rafa Rimarcdi (Primaraga Jaksel) Juara 3: Karen Nina Lumoindong (Mutiara Cardinal Bandung) & Angelice Luigi Nathaniela (Jaya Raya Satria)   Tunggal Anak Putra Juara 1: Revie Israel Lumoindong (Champion Klaten) Juara 2: Aqbar Dion Aldafa (PB Djarum) Juara 3: Muhammad Faiz Iskandar (Exist Badminton Club) &  Favian Adinata (Jaya Raya Samudra Jombang)    Tunggal Anak Putri Juara 1: Jordana Alexa Mongkareng (PB Djarum) Juara 2: Orizae Ganesha Jofi (PB Djarum) Juara 3: Laura Leydisya (Champion Klaten) & Nafla Berly Syakira Al Habsy (PB Djarum)   Ganda Anak Putra Juara 1: Muhammad Alfin Nurhakim/Muhammad Faiz Iskandar (Exist Badminton Club) Juara 2: Krishna Adi Syahputra/Muhamad Kenzie Iddo Kurniawan (Jaya Raya Samudra Jombang/Simple Badminton Academy Klaten) Juara 3: Muhammad Rizky Fadhillah/Sahya Muhammad Al Musyaffa (Mutiara Cardinal Bandung) & Ahmad Hudzaifah/Valdis Adlina Wiska Putra (Champion Kudus)   Ganda Anak Putri Juara 1: Jordana Alexa Mongkareng/Orizae Ganesha Jofi (PB Djarum) Juara 2: Alisha Artha Amara/Mikha Ribka Kasalang (PB Djarum) Juara 3: Christabelle Candrea Shallom H. W./Keiko Na’Chelle Sahe (Unggul Jaya Pekalongan) & Amira Daania Salsabila/Maharani Faizah Iskandar (Exist Badminton Club)   Tunggal Pemula Putra Juara 1: Farel Fadhilah Ukasyah (PB Djarum) Juara 2: Kevin Maulana Pattirane (Mutiara Cardinal Bandung) Juara 3: Rafa Ibrahim (Mutiara Cardinal Bandung) & Mochammad Dafvansya Aldziekra Kurniawan (Mutiara Cardinal Bandung)   Tunggal Pemula Putri Juara 1: Berlian Indah Pinastika (Exist Badminton Club) Juara 2: Masayu Ridfia Abiyu Ariyanto (PB Djarum) Juara 3: Divya Amanta Kuncoro (Tjakrindo Masters Sony Dwi Kuncoro Badminton) & Tiyas Anggraeni (PB Djarum)   Ganda Pemula Putra Juara 1: Athaya Affan Zaidan/Raynanda Laksmana (Exist Badminton Club)  Juara 2: Adhwin Arling Rangga/Rhama Madsuba Praduwartha (PB Djarum) Juara 3: Darmawan Setiawan/Muhammad Waldan Habibi (PB Djarum) & Muhamad Afada Alkhoir/Muhammad Satria Alfarel (Mutiara Cardinal Bandung)   Ganda Pemula Putri Juara 1: Aqelatul Amaliyah Rahma/Nur Hafidzah Afifah (PB Djarum) Juara 2: Bunga Kirana Larasati/Wilia Renasya (PB Djarum) Juara 3: Felisha Ananda Pahleva/Safa Risaputri (PB Power Rajawali Tangerang) & Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah (Exist Badminton Club)   Ganda Pemula Campuran Juara 1: Oka Faiq Januar/Nur Hafidzah Afifah (PB Djarum) Juara 2: Raynanda Laksmana/Malika Nur Aqilah (Exist Badminton Club) Juara 3: Rizky Caesar Ramadhan/Aqelatul Amaliyah Rahma (PB Djarum) & Joshua Davian Anantasena/Zaskia Nur Hafizah (Jaya Raya Satria/Kopama Cilacap)