Persiapan Matang, Ajang Tahunan JJBC Siap Digelar 9 Desember Mendatang

Logo JJB 2017

Melihat perkembangan olahraga basket di usia dini mulai berkembang pesat, banyak pula event-event kejuaraan yang digelar demi mencari bibit potensial. Usia-usia 7 tahun hingga 16 tahun, merupakan usia emas para pebasket muda untuk mengembangkan bakat mereka. Seperti contohnya kejuaraan Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) yang merupakan kejuaraan tahunan bagi usia dini. JJBC selalu rutin diadakan tiap tahun dan selalu menjadi daya tarik bagi klub-klub basket yang ada di Jabodetabek maupun luar Jabodetabek untuk turut berpartisipasi. Rencananya JJBC sendiri akan digelar pada tanggal 9 Desember mendatang di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Dimana terdapat enam kategori umur yang dipertandingkan, yakni KU 7, KU 8, KU 9, KU 10, KU 12, KU 16. Ketua Panitia JJBC, Awi mengatakan, sejak tahun 2014 ajang JJBC sudah digelar. Ajang ini, bertujuan untuk mengasah bakat para pebasket dan juga sebagai ajang silahturahmi antar klub basket. “Iya setiap tahun kita mengadakan JJBC mulai tahun 2014, jadi tahun ini sudah tahun ke-4,” ujar Awi. Lanjutnya, untuk di tahun 2017 ini JJBC akan dibuat menjadi 3 season. Dengan begitu, JJBC akan dibuat menjadi meriah. Nantinya, akan ada beberapa klub yang bertanding dalam JJBC 2017 dan memperebutkan Piala JJBC 2017 “Sebanyak 14 klub yang mengikuti JJBC ini, dan terbagi menjadi 34 tim dalam 7 kategori pertandingan. Saya harapkan, masing-masing klub mempersiapkan segala keperluan teknis, agar pada saat pertandingan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” terangnya. (pah/adt)

Hindari Kecurangan, JJBC Rancang Rules Of The Games Lewat NISN

Technical-Meeting-(TM)-diikuti-oleh-para-peserta-klub-basket

JJBC (Jetz Junior Basketball Championshop) sudah mulai melakukan Technical Meeting (TM) kepada tim-tim yang berpartisipasi. TM sendiri berlangsung di Ruang Rapat Jetz Stadium, Gading Serpong, Sabtu (2/12) pada sore hari. Dalam TM ini, Ketua Panitia Awi menjelaskan berbagai peraturan ketat yang ada di JJBC. Mulai dari kategori umur, aturan main, pemilihan bola, tinggi ring basket dan yang lainnya. Nantinya dalam JJBC akan memainkan beberapa kategori yakni kelompok umur (KU) 7, KU 8, KU 9, KU 10, KU 12, KU 16. Awi menjelaskan akan memperketat aturan main dalam JJBC, guna menghindari kecurangan-kecurangan yang dapat mencoreng slogan sportifitas fair play. Karena, dalam kejurnas saja memang sudah ketat “Sebenarnya aturannya standard saja, karena di kejurnas jauh lebih ketat screeningnya,” ujar Awi. Selain itu juga, peraturan-peraturan pertandingan di rundingkan dengan para perwakilan tim agar tidak terjadi miss pada saat pertandingan. “Kami meminta tiap klub menyantumkan NISN (Nomor Induk Siswa Sekolah) para pemain, agar tidak terjadi kecolongan umur. Karena, banyak kejadian seperti itu,” jelasnya. (pah/adt)

Terungkap Kasus Match Fixing Di Indonesian Basketball League (IBL)

Terungkap-Kasus-Match-Fixing-Di-Indonesia-Basketball-League-IBL-1

Dunia basket di Indonesia baru-baru ini digegerkan dengan kabar yang mengejutkan. Terdapat kasus match fixing atau pengaturan skor yang dilakukan 8 pemain basket dan 1 official pada klub JNE Siliwangi Bandung. Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) mengeluarkan surat sanksi kepada 9 nama pada ajang Indonesia Basketball League (IBL) yaitu, Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Herludityo. Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Nolan Sarawi, Robertus Riza Raharjo dan Zulhimi Fatturohman. Kesembilan nama ini telah melakukan pelanggaran dengan mengatur skor pada Seri II IBL musim lalu. Mereka berbuat curang pada 4 sampai 5 pertandingan. Mereka diduga menerima uang hingga 900 juta rupiah dalam satu kali laga. Rumor kasus ini sudah berhembus sejak ajang pemanasan Perbasi Cup 2017 sebelum IBL regular tahun 2017-2018 dimulai. Sejumlah nama-nama pemain dari klub Siliwangi sudah hilang dari daftar pemain yang akan berlaga. Bahkan kasus ini diduga sudah terjadi sejak dahulu ajang basket nasional Indonesia masih dengan nama National Basketball League (NBL) dan Kompetisi Bola Basket Utama (Kobatama). Namun, tidak pernah ada yang berani membuka kasus ini. Perbasi dan IBL Memberikan Sanksi Dalam surat yang dikeluarkan pada 21 November 2017 lalu, Perbasi memberikan sanksi tegas dengan membekukan pemain untuk mengikuti berbagai kegiatan basket di Indonesia baik sebagai pemain, official, pelatih dan sebagainya. Sanksi yang diberikan berbeda, seperti Ferdinand dibekukan selama 5 tahun, Triwilopo, Gian Gumilar, Haritsa dan Untung dijatuhi sanksi dibekukan selama 4 tahun. Fredy, Vinton dan Robertus selama 3 tahun dan Zulhimi selama 2 tahun. Perbedaan waktu sanksi ini dilihat dari seberapa besar kontribusi individu masing-masing dalam kasus ini. Bahkan, IBL pun ikut memberikan sanksi kepada pemain yang terlibat yaitu larangan bermain IBL seumur hidup. Sanksi keras ini diberikan karena melanggar peraturan IBL bab 4 pasal 7 ayat 2 yang berbunyi: “Apabila terdapat salah satu personel klub IBL yang terbukti melakukan game fixing (pengaturan skor), maka personel klub IBL tersebut akan dikenakan sanksi minimal Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) dan tidak boleh mengikuti kegiatan PT BBI seumur hidup.” Pengakuan Dari Para Pelaku Kasus ini dibeberkan oleh salah satu nama dari 9 nama tersebut yang memberitahu kepada Perbasi dengan membawa bukti rekaman. Tetapi, Perbasi enggan memberitahukan siapa yang mengadu. Ia merasa bahwa tidak nyaman atas perbuatannya. 8 nama lainnya juga sudah mengaku kesalahannya. 9 pelaku meminta kepada Perbasi untuk tidak membeberkan apa saja yang sudah mereka lakukan dan mereka tetap menerima resiko dari perbuatan haram tersebut. Dalam pengakuannya, mereka sangat terpaksa melakukan hal tersebut karena mereka tidak dibayar oleh klubnya. Namun, pihak manajemen klub Siliwangi membantah hal tersebut dan mengaku tidak terlibat dalam match fixing. Pihak manajemen klub Siliwangi merasa kecewa atas perbuatan anggota dari klub Siliwangi. Bahkan pihak manajemen klub Siliwangi sangat mengapresiasi tindakan dari Perbasi dan IBL dengan memberikan sanksi dan mengusut tuntas kasus ini. Klub JNE Siliwangi Bandung memang gagal melaju ke playoff setelah kalah dalam 10 pertandingan dari 14 pertandingan yang dilakukan. Hingga saat ini, Perbasi masih melakukan investigasi dan sudah mengantongi 13 nama lain yang diduga terlibat. Perbasi juga mengajak kerja sama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mengusut kasus ini yang bisa berlanjut ke pengadilan. Selain itu, Perbasi mencurigai ada 5 pemain asing dari Amerika dan Kanada yang ikut terlibat. Perbasi merasa dalang atau bandar yang mengatur skor dari kasus ini bukanlah orang Indonesia. IBL 2017/2018 Terancam Ditunda Ajang IBL 2017/2018 rencananya akan mulai diselenggarakan pada 8 Desember mendatang dan akan diikuti 10 tim nasional. Dengan adanya kasus yang masih terus bergulir ini menimbulkan banyak komentar tentang ajang IBL 2017/2018 yang terancam ditunda. Seperti tweet dari akun @jalapag13 yang memberikan balasan dari akun @mainbasket. Dalam tweetnya ia setuju jika IBL 2017/2018 untuk ditunda hingga kasus match fixing tuntas. Ada juga tweet dari akun @legolard yang tidak setuju jika ditunda karena melakukan investigasi bisa sambil berjalan dengan liga IBL. Semoga kasus ini bisa cepat terselesaikan dan pihak-pihak terkait bisa menerima hukuman yang adil untuk mewujudkan basket Indonesia yang bersih.(put)

Perkembangan Bola Basket di Usia Dini Mulai Pesat, U-12 Dianggap Sebagai Peluang Emas

Jetz-Basketball-Club-2

Perkembangan olahraga bola basket saat ini, mulai banyak digandrungi oleh usia-usia dini. Bermula dari tayangan televisi atau ajakan dari orangtua, membuat anak-anak ini mulai tertarik menekuni olahraga basket. Seperti di lakukan oleh Jetz Basketball Club, yang sering berlatih di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Jetz Stadium sendiri sudah memiliki fasilitas yang baik, membuat Jetz Basketball Club ini menjadi tujuan pengembangan para orangtua untuk melatih bakat sang anak dalam olahraga bola basket. Penting untuk di catat, bahwa Jetz Stadium selalu menjadi pilihan berlatih timnas pelajar Indonesia. Di Jetz Basketball Club, terdapat pembinaan atlet basket mulai dari usia 4 tahun hingga 18 tahun. Khusus untuk U-10 dilatih oleh pelatih berpengalaman yakni Awi. Awi sendiri sudah melatih di Jetz Basketball Club sejak 2016. Selama berkecimpung di dunia basket, Awi melihat perkembangan basket di usia dini sudah mulai pesat. “Perkembangan basket di usia dini saat ini sudah pesat. Di klub-klub basket saat ini, usia 12 tahun kebawah peminatnya sangat banyak. Ini merupakan, perkembangan yang bagus bagi basket Indonesia untuk membina atlet di usia dini,” terang Awi. Lanjutnya, usia-usia 4 hingga 12 merupakan usia emas mereka untuk melatih bakat dan juga mendapatkan ilmu basket. Tak terkecuali di Jetz Basketball Club yang mempunyai 50 anak usia 10 tahun. “Usia 12 tahun kebawah atau kelahiran 2008, merupakan usia emas mereka untuk melatih gerakan mereka di basket. Mereka akan dengan mudah menerap ilmu basket, walaupun masih berlatih dengan fun,” jelasnya. Dengan pesatnya perkembangan bola basket di usia muda, tentunya akan menjadi nilai plus bagi kemajuan basket Indonesia. Jaya selalu basket Indonesia. (pah/adt)

Jetz Basketball Club Targetkan Anak Binaannya Menjadi Juara di JJBC 2017

Jetz-Basketball-Club

Jetz Junior Basketball Championship (JJBC), merupakan sebuah ajang para pebasket usia muda untuk unjuk kebolehan. Rencananya ajang tersebut di laksanakan bulan Desember mendatang, bertempat di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Nantinya, sebanyak sembilan klub akan bertanding dalam tujuh kategori usia, yakni U-7 hingga U-16. Jetz Basketball Club sendiri sudah mulai mempersiapkan diri dengan baik. Pelatih U-10 Jetz Basketball Club, Awi mengatakan, akan mempersiapkan anak-anaknya untuk meriah juara. Terlebih, di tahun sebelumnya anak-anak U-10 tidak mendapatkan juara. “Kami mempersiapkan dengan baik, berlatih seminggu dua kali, Sabtu dan Minggu. Meski begitu, ada kendala dalam latihan di hari weekend,” ucap Awi. Event JJBC selalu menjadi daya tarik bagi klub basket di wilayah Jabodetabek. Sang pelatih pun, menargetkan akan menjadi juara di JJBC, Desember mendatang. “Target pasti juara yah, maka dari itu kami akan persiapkan diri dengan baik di setiap umur,” katanya. (pah/adt)

Under Armour Gandeng Glorius, Gelar Ajang Pickup Games Basketball

Pickup Games yang digelar oleh Under Armour bekerjasama dengan Glorious di lapangan basket Pati Unus, Jakarta Selatan pada 18 November kemarin.

Under Armour bekerja sama dengan Glorius untuk mengadakan Pickup Games, yaitu pertandingan basket 5 lawan 5 di lapangan basket Pati Unus, Jakarta Selatan pada 18 November kemarin. Acara ini dilaksanakan dengan 70 peserta. Agung Christyantho sebagai salah satu perwakilan panitia inti menjelaskan, bahwa event ini daftarnya gratis, dan panitia telah menyiapkan berbagai macam hadiah. “Pendaftaran acara ini gratis. Juara 1 dapat voucher 1 Juta dari Under Armour, juara 2 dapat voucher 500 ribu dan pemain terbaik dapat sepatu Stephen Curry 4 dan voucher 1 juta juga. Peserta dibatasi hanya 70 orang, ada yang dari Bandung, Depok, Cikarang, Bekasi, Bogor dan umumnya dari Jabodetabek.”ujar Agung Rizky Julian, selaku founder Glorius Indonesia juga menjelaskan, tentang tujuan dan harapan diadakannya Pickup Games ini. “Pickup Games merupakan panggung atau tempat anak-anak muda mengekspresikan diri, khususnya dalam olahraga bola basket dan juga sebagai ajang silahturahmi antar pemain. Di Pickup Games sendiri, semua tim punya kesempatan yang sama. Tidak peduli bagus atau tidaknya tim tetapi hasil akhir dari kemauan masing-masing tim untuk menjadi juara. Semoga bisa banyak lagi anak muda yang join di event Pickup Games kita.“ ucap Rizky Selain itu, Rizky juga menambahkan awal mula Pickup Games diadakan dan mengundang tanggapan yang positif dari berbagai pihak tentang event ini. “Pickup Games pertama kali diadakan pada tahun 2016, tepatnya di lapangan ABC Senayan. Ide dari saya tapi Cuma saya share khusus ke anak-anak Glorius saja. Eh ternyata banyak yang suka, akhirnya kita buat terbuka untuk umum di tahun 2017. Dan alhamdulilah banyak sponsor yang tertarik,”tutup Rizky(put/adt)

Berkat Figur Ayah, Katon Melesat Ke Turnamen Bola Basket Internasional

Katon Adjie Baskoro

Nasihat dari orang tua kepada anak memang sangat berarti, terutama untuk bekal masa depan sang anak. Dan perlu di catat, bahwa tidak ada seorangpun orang tua yang ingin mencelakai anaknya sendiri. Atlet basket asal Jawa Timur, Katon Adjie Baskoro atau yang akrab disapa Katon, dirinya sangat bersyukur menuruti nasihat sang ayah ketika ia sedang bingung memilih cabang olahraga yang akan ia tekuni. Ia sempat terjebak antara dua pilihan cabang olahraga kesukaannya, yaitu futsal dan basket. “Waktu saya SMA kelas 1, saya sempat cuti dari basket karena ingin menjalani futsal saja. Tetapi di kelas 2 dan 3 SMA, saya balik lagi ke basket hingga sekarang. Saya selalu ingat kata-kata papa saya “Mulai sekarang kayanya kamu harus pilih antara basket dan futsal karena sudah semakin dewasa” gitu kata papa saya. Saya jadi bingung. Terus papa juga beropini begini “basket merupakan olahraga yang lebih keren dibanding futsal. Karena semua orang Indonesia kayanya bisa main futsal tapi gak semua bisa main basket.” Yaudah akhirnya saya pilih basket deh.” Ujarnya Saran dari ayahnya tersebut membawa Katon memenangkan berbagai kompetisi nasional bahkan turnamen internasional seperti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017, Juara 1 Kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2014-2017. 3 on 3 di Shanghai China dan Juara 2 Southeast Asia Basketball Association (SEABA) di Singapura. Bagi Katon menjadi seorang atlet adalah hal yang menyenangkan bahkan berkat basket, ia berteman dengan atlet-atlet dari berbagai negara. “Pengalaman seru menjadi atlet basket menurut saya, jadi punya banyak teman dari setiap negara. Bisa jalan-jalan keluar negeri, bisa tahu budaya-budaya dinegeri orang lain dan bisa tukar pikiran mengenai basket di negara masing-masing,” tutur mahasiswa Manajemen Layanan Pariwisata Universitas Surabaya ini. Saat ini, Katon bergabung selama 3 tahun dalam klub basket nasional, CLS KNIGHT. Ia juga menuturkan bahwa setiap pertandingan, setiap lawan yang akan dihadapi memang susah. Namun dapat dihadapi dengan persiapan yang baik. “Menurut saya semua lawan itu susah. Tapi memang tergantung mental dan persiapan saya dan tim.” Tutupnya (put/adt)

Ini Jadwal Pertandingan LIMA Basketball Regional Red Team 2017 Di UPH

Saat Tim basketball UPH menghadapi Tima basketball STIE BP

Liga Mahasiswa (LIMA) merupakan ajang bagi para mahasiswa unjuk kebolehan dalam bidang olahraga. Dimana terdapat beberapa pertandingan diantaranya basket, sepakbola, badminton, futsal dan swimming. Beberapa cabang olahraga sudah mulai di helat oleh LIMA, bahkan futsal baru saja selesai menyelenggarakan babak Nasional. Kali ini, untuk kompetisi basket sedang melangsungkan pertandingan. Beberapa region sudah menggelar babak regional ini. Seperti di Universitas Pelita Harapan, yang dipercaya menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan LIMA Basketball Regional Red Team yang digelar di GOR UPH, Karawaci, Tangerang. Babak regional Red Team ini diikuti oleh lima tim yang terdiri dari Universitas Pelita Harapan Banten sebagai tuan rumah, STIE BP Jakarta, ABFI Perbanas Jakarta, Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Universitas Esa Unggul Jakarta. Regional Red Team pun, sudah berlangsung sejak 6 November lalu dan akan berakhir pada 11 November. Berikut informasi rangkuman agenda yang masuk ke redaksi nysnmedia.com. Pertandingan LIMA Basketball Regional Red Team 2017: (pah/adt)

UPH Berhasil Pupuskan Ambisi STIE BP di Laga Perdana Regional LIMA Basketball 2017

UPH vs STIE BP LIMA Basketball 2017

Pembukaan babak regional LIMA Basketball, Red Team 2017, pertemuan Universitas Pelita Harapan (UPH) melawan STIE BP akhirnya berhasil di menangkan oleh UPH dengan skor 76-36 di GOR UPH, Karawaci, Tangerang, Senin (6/11) UPH yang bertanding sebagai tuan rumah, mendapat dukungan langsung dari ratusan penonton. Dengan begitu, peluang untuk meraih kemenangan sangat tinggi. Sejak di kuarter pertama, UPH bermain dengan tenang, namun masih mampu menguasai jalannya pertandingan. Sementara itu STIE BP, bermain dengan tempo cepat. Kedudukan di kuarter pertama pun, UPH memimpin dengan skor 10-7. Di kuarter kedua, pasukan UPH semakin tak terbendung. Anak asuh coach Stephen Lester Metcalfe ini kembali berhasil membuat pendukung UPH bersorak. Kombinasi apik Pangesthio Rivaldo (7) dan Mulyono Yefanus (24) yang keduanya menyumbang 16 poin, sembilan rebounds, dan dua assist membuat UPH kembali unggul menjadi 35-15. UPH yang sudah unggul, semakin menampilkan permainan terbaiknya. Sementara, STIE BP selalu terkendala dalam penyelesaian akhir. Akhirnya pada kuarter ketiga, ditutup dengan skor 59-30. Di kuarter empat, UPH benar-benar tak mampu dihadang. Gaya bermain tenang, dan penyelesaian akhir yang baik sejak awal kuarter membuat STIE BP kesulitan mengimbangi UPH. Laga perdana UPH pun, ditutup sempurna dengan skor 76-36. Hasil itu menjadikan awal yang baik bagi UPH untuk menghadapi tim-tim hebat lain di babak regional LIMA Basketball 2017. (pah/adt)

Ini Hasil Pertandingan Babak Reguler LIMA Basketball McDonald’s East Java Conference 2017

LIMA-Basketball-hasil-pertandingan-babak-reguler

Di hari kelima babak reguler LIMA Basketball McDonald’s East Java Conference 2017, ada beberapa tim yang meraih kemenangan telak maupun menang dengan poin yang tipis. Berlaga di Sports Center UIN Maulana Malik, Malang, Jawa Timur para tim berusaha untuk meraih kemenangan. Namun, ada pula tim yang belum berhasil meraih kemenangan di hari ke lima. Di tim putra, Universitas Surabaya (Ubaya) terus mencetak hasil yang maksimal. Sementara, Polinema (Politeknik Negeri Malang) masih di dasar klasemen. Sementara di tim putri, Unair masih masih menjadi ratu. Sedangkan, UK Petra belum mampu keluar dari juru kunci klasemen. Ini hasil skor babak reguler LIMA Basketball:McDonald’s East Java Conference 2017 di hari ke lima, Minggu (5/11). Putri: UK Petra (38) vs Ubaya (72) UM (43) vs UB (29) Putra: Ma Chung (71) vs Ubaya (92) Unair (75) vs Polinema (44) UB (54) vs ITS (74) (pah/adt)

Babak Reguler LIMA Basketball 2017, UB Unggul Tipis Atas Unhas

LIMA-Basketball-UB-vs-Unhas

Tim basket putri Universitas Brawijaya Malang (UB), akhirnya meraih hasil positif usai mengalahkan Universitas Hasanuddin Makasar (Unhas) pada laga lanjutan babak reguler LIMA Basketball McDonald’s East Java Conference 2017 di Sports Center, UIN Maliki Malang, Jawa Timur, Jumat (3/11). Pertandingan di kuarter pertama berjalan dengan sangat ketat. UB yang ingin mendulang kemenangan, bermain dengan intensitas tinggi. Anak asuh coach Putri Diana Mey ini, berhasil merepotkan pertahanan Unhas. Di kuarter pertama, UB berhasil unggul 15-6. Tertinggal 15-6 di kuarter pertama, Unhas mencoba bangkit. Coach Rahmat mulai merotasi pemain serta merubah gaya permainan. Namun, masih belum bisa menyalip poin UB. Kuarter kedua ditutup dengan skor 22-13 untuk keunggulan UB. Kuarter tiga, Unhas melalui pemainnya Siti Hardiyanti yang mendulang tujuh poin, 11 rebound dan satu assist. Kuarter ketiga ditutup dengan skor 32-25 masih keunggulan UB. Di kuarter empat, perlawanan Unhas belum usai. Kombinasi ciamik Siti Hardiayanti (11), Fadhilah Hasan (65), dan Azizah Humaeroh (24) membuat Unhas mendulang poin demi poin. Meski demikian, keunggulan penyerangan Unhas tak membuat mereka meraih kemenangan. Para pemain UB berhasil mempertahankan selisih tiga poin hingga laga usai. UB unggul atas Unhas dengan skor akhir 40-37. (pah/adt)

Bola Basket: Mendengarkan Lagu, Adalah Cara Ottu Menghilangkan Rasa Grogi Sebelum Bertanding

Rodmundus-Ottu-Ray-saat-berlaga-di-IBL-Seri-Surabaya-tahun-2016

Bernama panjang Rodmundus Ottu Ray atau Ottu, merupakan atlet basket asal Surabaya yang mengikuti ajang POMNas 2017 lalu. Di tahun 2016 lalu, Ottu sempat mendapatkan pengalaman berharga menjadi pemain Rookie untuk pertama kalinya. Ia pun harus mengatasi rasa kikuk, atau menghilangkan rasa grogi sebelum bertanding dengan para pemain-pemain kawakan yang lebih berpengalaman. “Tahun 2016 merupakan tahun pertama bagi saya sebagai Rookie di tim CLS Knights Surabaya, yang bermain dalam liga professional. Bangga sih bisa main di kasta tertinggi basket Indonesia, dan sempat grogi berdampingan sama pemain-pemain yang jago dan berpengalaman. Bagi saya, cara mengatasi groginya ya tetap fokus saja sih gak usah banyak mikir macem-macem, pokoknya bermain maksimal. Lakukan apa yang sudah di rencanakan, dan selalu ingat intruksi dari pelatih. Saya juga terus berdoa, dan untuk menjaga ketenangan dengan mendengarkan lagu untuk menghilangkan rasa grogi sebelum bertanding,” ucapnya Cukup panjang perjuangannya mengenal olahraga bola basket, Ottu tertarik dengan basket sejak kelas 5 SD, dan ternyata, mahasiswa Ekonomi Universitas Surabaya ini jatuh hati pada bola basket, karena pengaruh dari sang kakak. Selain liga POMNas, Ottu juga mengikuti berbagai kejuaraan seperti Kejuaraan nasional u-16 dan u-18, PORPROV, PON, juara di IBL 2016 bersama tim CLS Knight. Sudah 11 tahun, Ottu menekuni bola basket yang ia awali dengan masuk club basket Casper di Jakarta. “Awal basket itu karena pengaruh kakak saya sih, dulu saya hanya ikut-ikutan nonton basket kakak saya kalau pas tanding, lalu saya tertarik dengan basket, dan akhirnya di masukin club pas kelas 5 SD. Nama club nya Casper Jakarta. Sekolah saya dulu ga ada ekskul basket, jadi saya fokus di club,” tutup Ottu kepada nysnmedia.com (put/adt)

Walaupun Cedera, Gadis Ini Tetap Gigih Bertanding Bola Basket Dan Membawa Pulang Medali Sea Games 2017

Agustin-Gradita-saat-berlaga-di-Surabaya

Membawa pulang medali emas, merupakan sebuah kebanggaan bagi setiap manusia, khususnya para atlet. Hal itu pernah dirasakan oleh dara cantik asal Jakarta saat bertanding bola basket, gadis ini bernama lengkap Agustin Gradita atau yang biasa disapa Dita. Dita dan tim basketnya telah berhasil menyabet medali emas pada ajang POMNas 2017 lalu di Makassar, Sulawesi Selatan. Dita berbagi cerita kepada nysnmedia.com, bahwa awal mula mengikuti basket pernah ragu, pasalnya meski dahulu ia menekuni taekwondo, kini dirinya telah membuktikan prestasi pada cabang olahraga basket. “Awalnya, saya disuruh orang tua saya untuk ikut basket. Padahal awalnya saya ikut taekwondo tapi karena ada satu pertandingan dimana temen saya ada yang nendang musuh sampai berdarah dan pada saat itu juga, saya di suruh berenti, lalu ikut basket. Yaudah saya ikut aja karena papa saya selalu serius untuk olahraga,” tuturnya Selain POMNas 2017, Dita juga memenangkan 2 medali perak Asean School Games, 1 medali perak Asean University Games dan Sea Games mendapatkan medali perak dan medali perunggu. Saat ajang Sea Games, Dita juga menuturkan perasaan bangga ketika membawa nama Indonesia masuk ke peringkat ketiga setelah lebih dari 20 tahun tidak menang dalam cabang olahraga basket. “Ya yang paling berkesan sih saat bisa dapat medali perak Sea Games 2015 karena Indonesia baru itu mendapat medali di Sea Games setelah 20 tahunan gitu jadi berkesan banget dan bersyukur” ucap mahasiswi Universitas Bakrie Jakarta ini. Prestasinya bukan tanpa perjuangan dan hambatan, Dita juga pernah mengalami cedera dibagian sikunya ketika ingin berangkat Sea Games 2017 lalu di Malaysia. Namun karena keterbatasan waktu, Dita berangkat dan tetap bertanding bola basket dalam kondisi cedera. “Iya jadi saat mau sea games 2017 kemarin di Malaysia, saya cedera 3 hari sebelum berangkat. Lalu saya periksa ke dokter, tapi pas saya mau minta cek MRI, dokternya bilang gak usah, nanti malah saya gak berangkat. Jadi pas tanding saya nahan sakit, tapi tangan saya di balut pakai deker dan tapping gitu. Pas main masih bisa di tahan lah sakitnya. Kan ada adrenaline juga di dalam diri saya, dan sakitnya jadi gak kerasa. Namun setelah main baru terasa,” tutupnya. (put/adt)

UPH Di Anggap Berpeluang Raih Juara Reguler Pada Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2017

Prim-A-Greater-Jakarta-Conference-2017

Tim basket putri Universitas Pelita Harapan (UPH) masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya di babak reguler Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2017. Apakah UPH berpeluang menjadi juara di babak reguler ini? Dalam tiga pertandingan terakhir, UPH berhasil mengakhiri pertandingan dengan trend positif. Menang dengan perolehan angka yang telak sudah menjadi makanan pokok bagi anak-anak Tangerang ini. Menurut data statistik Liga Mahasiswa Basketball, UPH selalu unggul perolehan angka dibanding tim yang lain yang juga memenangkan pertandingan di hari yang sama. Di pertandingan keempat UPH bertemu dengan Universitas Trisakti (Usakti) yang di helat di GOR Lokasari, Jakarta Barat, Kamis (26/10/2017). Anak asuh dari coach Daniel R. Gondosaputro ini langsung tancap gas di kuarter pertama, Usakti tak mampu berbuat banyak. UPH unggul dengan skor 17-3. Di kuarter kedua UPH kembali menunjukan ketangguhannya, bermain dengan gaya menyerang sejak menit awal selalu ditunjukan oleh para srikandi UPH, hasilnya UPH kembali unggul dengan skor 16-6. Di kuarter ketiga sebenarnya Usakti mampu menekan permainan UPH. Kedua tim saling mengejar poin. Troylita Sarah (13) dari Usakti dan Kapten Hidayat Shaquilla (11) dari UPH keduanya seakan berlomba mengumpulkan poin. Kedua pemain ini masing-masing membuat empat kali tembakan dua poin pada kuarter ketiga. Kuarter keempat menjadi mimpi buruk bagi Usakti. Pasalanya, para pemain selalu membuat kesalahan-kesalahan kecil yang berakibat fatal. Hal ini dimanfaatkan baik oleh para pemain UPH. UPH telah berada di atas awan, anak asuh coach Daniel R. Gondosaputro itu bagai senjata penghancur di babak reguler Liga Mahasiswa Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2017. Siapa yang bisa mengalahkan UPH? (pah/adt)

Review Bola Basket Merek Molten, Harga Terjangkau Dengan Kualitas Super

BGM7X_AD__Bola_basket_merk_molten

Mungkin anda pernah menggunakan atau mendengar bola basket merk Molten. Namun berasal dari mana dan apa saja kelebihan dari Molten sehingga menjadi pilihan masyarakat Indonesia? Molten merupakan perusahaan dari Jepang yang memproduksi bola untuk basket, voli dan olahraga tangan lainnya. Untuk olahraga basket, Molten sudah resmi digunakan pada berbagai olimpiade seperti di Los Angeles (1984), Seoul (1988), Barcelona (1992), Atlanta (1996), Sydney (2000), Athens (2004), Beijing (2008) and London (2012). Tak hanya itu, Molten juga diresmikan sebagai bola basket yang digunakan oleh the International Basketball Federation (FIBA). Tak hanya itu, PERBASI juga sudah resmi menggunakan Molten dalam ukuran 6 dan 7. Molten memiliki pola khusus untuk bola basket yaitu dengan jumlah 12 panel yang menjadi pembeda dari merek bola basket lain yang memiliki 8 panel. Memiliki banyak pilihan jenis, kualitas dan harga menjadi faktor utama Molten yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Molten mempunyai 3 jenis bahan yang berbeda yakni: A. Full Leather Merupakan bahan kulit asli. Namun bahan ini kurang cocok untuk negara iklim tropis seperti Indonesia karena bahan akan mudah terkelupas B. PU Leather Merupakan bahan dari kulit sintesis yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan lebih nyaman. Bahan seperti ini cocok digunakan untuk lapangan indoor maupun outdoor C. PVC Merupakan bahan dari kulit sintetik namun lebih keras daripada bahan PU Leather. Selain 3 bahan tersebut diatas, ada juga jenis-jenis tipe dari merk Molten seperti GM5X,GG6X,GG7X, GG7 dan masih banyak lagi. Jenis tersebut memiliki harga yang berbeda-beda. Dalam website gudangbola.com, harga untuk bola basket Molten berkisar mulai dari Rp. 175.000 hingga Rp.1.500.000. Dengan banyaknya pilihan dan variasi harga, bola basket ini dianggap terjangkau untuk didapatkan sesuai dengan budget yang anda punya. Kelebihan dari bola basket Molten adalah daya tahan bola yang dapat dikatakan awet dan grip yang bagus dan juga sangat nyaman digunakan ketika dribble. Namun, pada umunya bola basket Molten lebih aman untuk digunakan pada lapangan indoor terutama lapangan yang bersih karena jika digunakan dalam lapangan outdoor, bola ini memiliki kelemahan yaitu mudah licin sehingga tidak enak digunakan, selain itu mengingat karakteristik lapangan outdoor yang cenderung mudah kotor dan berdebu, akan membuat bola basket ini juga mudah tertempel debu. (put/adt)

Joan Putri Callista, Terpilih Untuk Mengikuti Seleksi Basket Di Surabaya

Joan Putri Calista pemain basket putri dari Ora Et Labora, yang akan mengikuti seleksi DBL All Star di Surabaya November mendatang.

Perlu di ketahui perhelatan dari ajang Honda DBL (Development Basketball League) yang di gagas oleh salah satu brand ternama, telah menjadi ajang satu-satunya yang di tunggu oleh pelajar setara SMA (sekolah menengah atas) yang tersebar di berbagai daerah. Dari penilaian yang terbaik dalam kompetisi, ataupun kategori suporter yang kreatif. Menjadi anak yang aktif sejak kecil, sosok Joan Putri Callista memilih menyalurkannya tenaga dan hobbynya dengan bermain basket. Gadis belia yang akrab dengan sapaan Joan ini masih bersekolah di Ora Et Labora BSD Tangerang Selatan, dan akan segera mengikuti seleksi basket DBL yang diadakan di Surabaya sebagai pintu terakhir untuk dikirim ke Amerika Serikat. “aku tuh gak bisa diem suka gerak-gerak. Terus di sekolah ekskul yang suka gerak itu cuma futsal sama basket. Walau aku sempat main futsal tapi aku fokusnya ke basket” tutur Joan kepada nysnmedia.com. Ketertarikan kepada olahraga basket sudah ia rasakan sejak kelas 1 SD, hingga saat ini. Joan sudah mengikuti berbagai pertandingan antar club basket, antar sekolah, kejuaraan nasional seperti Popda, Popnas dan Popwil hingga ke DBL Indonesia. Cewek periang ini menuturkan pengalamannya ketika mengikuti DBL Indonesia. Joan dan tim masuk hingga Fantastic Four. Namun, pertandingan tersebut tidak berjalan mulus. “Saat quarter pertama itu, aku udah foul 3 kali, mainnya juga sudah banyak foul. Jadi kita main untuk mencegah teman-teman yang lain untuk out,” sesal Joan.(put/adt)

Pengalaman Cedera Tak Meruntuhkan Semangat Gery Untuk Toreh Prestasi di Bola Basket

Geraldio-Nahumury-Basket-DBL

Geraldio Nahumury atau yang biasa di panggil Gery adalah atlet basket dari sekolah Ora Et Labora BSD Tangerang Selatan. Gery yang sudah mengikuti beberapa kejuaraan basket, menceritakan pengalaman cedera saat mengikuti Popda 2016 lalu. “Waktu saya mau nembak three point 3 angka, tiba-tiba lawan saya mukul perut saya dan saya mengalami cedera serius,” katanya Meski ia tidak bisa melanjutkan permainan, Gery dan tim sudah memenangkan juara 2 dalam ajang Popnas pada tahun 2016 lalu, dengan mewakili nama Kota Tangerang Selatan. Pengalaman cedera tersebut tak menghalangi prestasi Gery dalam bermain basket. Gery telah banyak mengukir prestasi dengan mendapatkan peringkat 8 pada ajang DBL Indonesia, bahkan ia akan segera mengikuti seleksi DBL di Amerika Serikat. Tidak tanggung-tanggung, terhitung sejak tahun 2011 lalu, sosok Gery giat mengikuti kejuaraan basket tingkat nasional. Ia mengaku mengikuti jejak sang kakak untuk bermain basket “Awalnya sih suka main futsal, tapi sejak kelas 6 SD, akhirnya ikut kakak main basket. Sampai sekarang jadi fokus ke basket” ucapnya Cowok yang berusia 17 tahun ini juga menuturkan kepada nysnmedia.com, tentang ketertarikannya pada basket “Buat saya pribadi saya suka olahraga yang main fisik, otak dan juga strategi, dan semua itu ada di olahraga basket,” tuturnya.(put/adt)

Serunya DBL Seri Tangerang, Sebanyak 63 Tim Basket Tingkat SMA Turut Berlaga

DBL-seri-Tangerang

Tidak kalah seru dengan seri Jakarta sebelumnya, Honda Developmental Basketball League (DBL) seri Tangerang juga berjalan ‘panas,’. Setelah seminggu berjalan ketat, pertandingan puncak tim basket tingkat SMA di GOR Dimyati Tangerang, Sabtu (06/10). SMA UPHC berhasil menyabet dua gelar juara pertama untuk kategori tim putra dan putri. Tim putra UPHC berhasil mengalahkan SMAN 2 Tangerang dengan poin 62 – 57, sedangkan tim putri UPHC ‘tekuk’ SMA Tarakanita Citra Raya dengan poin 43 – 16. Honda DBL sebagai liga pertandingan bola basket tingkat SMA menjadi liga paling bergengsi ditingkat nasional dan tingkat regional Jakarta dan Tangerang. Ditingkat regional Jakarta dan Tangerang, antusias tim basket tingkat SMA sangat besar menantikan pagelaran akbar tahunan ini. Terdata sebanyak 63 tim bola basket SMA ikut berlaga di seri Tangerang. Ke 63 Tim tersebut diantaranya terbagi 31 tim bola basket putra dan 32 tim bola basket putri. “Sejak pertama kali digelar pada 2008 silam, setiap tahun antusias tim bola basket SMA di Jakarta dan Tangerang meningkat ikuti pertandingan. Honda DBL merupakan bukti konsistensi Honda dalam mencari bibit terbaik bola basket mulai dari sekolah,“ papar Head of Marketing Communication Wahana, Andra Friyandana. Ditambahkannya, Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) menegaskan akan terus dukung komitmen pembangunan olah raga bola basket dari tingkat sekolah. Wajar jika Honda DBL menjadi liga pertandingan yang paling ditunggu tim basket tingkat SMA di Jakarta dan Tangerang. Pada ajang ini akan dipilih 12 pemain putra dan 12 putri terbaik masuk menjadi Honda DBL Indonesia All Star yang akan berkesempatan berlatih di Amerika langsung oleh pemain NBA dan atlet kelas dunia. Tidak hanya pemain, pelatih tim juga memiliki kesempatan yang sama untuk pergi dan melihat langsung tim – tim bola basket profesional di negeri ‘paman sam’ tersebut.(pah/adt)

Honda DBL 2017: SMA Negeri 1 Telukkuantan Maju ke Semifinal

Pemain SMAN 2 Pekanbaru Khairunnisa Salsabila (putih) dihadang pemain SMAN 1 Telukkuantan Desti Nafizah Marlian (kiri) dan Crissa Arianto (kanan) pada ajang Honda DBL Riau Series 2017, Gelanggang Remaja Pekanbaru, Senin (9/10/2017).(Foto: Defizal/Riau Post)

Berhasil meraih tiket ketiga fantastic four Honda DBL Riau Series 2017 Tim basket putri SMA Negeri 1 Telukkuantan berhasil maju ke Semifinal. Tim yang pernah meraih champion 2015 melaju ke babak semifinal dengan status juara Grup C usai mengalahkan SMAN 2 Pekanbaru dengan skor 11-7. Di kutip dari dblindonesia.com, Pada pertandingan babak penyisihan Grup C yang digelar di Gelangggang Remaja, Jalan Sudirman Pekanbaru, Senin (9/10) antara kedua tim berlangsung ketat. SMAN 1 Telukkuantan yang diasuh pelatih Fikar Apriandi tersebut tidak mampu mendulang satu poin pun di babak pertama dengan skor 0-3. Namun di babak kedua mereka mampu bangkit dan mendominasi laga tanpa memberi kesempatan bagi SMAN 2 Pekanbaru untuk menambah angka. Sehingga skor berbalik, SMA Negeri 1 Telukkuantan unggul dengan skor 8-3. Meskipun unggul,SMAN 2 Pekanbaru mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 8-4 melalui free throw. Sengitnya laga antara kedua tim yang sama-sama unggul di kuarter pertama tersebut kembali terjadi di kuarter terakhir. Kedua tim hanya mampu menambah masing-masing tiga angka sehingga SMA Negeri 1 Telukkuantan meraih kemenangan dengan skor 11-7. kurang maksimalnya penampilan Smansa Telukkuantan akibat mereka Kurang fokus. Sehingga Fikar Apriandi akan melakukan pembenahan di beberapa lini agar di babak fantastic four mereka mampu meraih kemenangan. Apalagi mereka dipastikan berhadapan dengan SMA Negeri 1 Pekanbaru yang meraih gelar champion sebelumnya. “Di laga semifinal nanti, anak-anak harus bisa menjaga fokus. Karena kalau tidak fokus, strategi apapun tidak akan bisa dijalankan dengan baik. Meskipun begitu kami yakin bisa lolos ke final, asalkan kekurangan hari ini bisa dibenahi di laga berikutnya,” ujar Fikar.  

Honda DBL 2017: Tim Putri SMA Negeri 8 Pekanbaru Pegang Kunci 4 besar

Pemain SMAN 8 Pekanbaru - A (putih) berusaha melepaskan diri dari pemain SMKN 1 Pangkalan-kerinci pada laga Loop 3x3 Competition, Senin (9/10/2017).(Foto: Defizal/Riau Post)

Kompetisi Basket tahunan antar Sekolah yang di selenggarakan oleh Honda selalu menarik perhatian. Riau menjadi salah satu provinsi tempat Honda DBL mencari calon pemenang untuk maju ke tingkat Nasional melawan tim Provinsi lain. Di kutip dari dblindonesia.com, Competition Honda DBL Riau Series 2017 yang berlangsung di Gelanggang Remaja Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Tim basket 3×3 putri SMA Negeri 8 Pekan baru berhasil merebut satu tiket terakhir semifinal kompetisi Loop 3×3 Competition Honda DBL Riau Series 2017. Di perempatfinal yang berlangsung, Senin (9/10), SMAN 8 Pekanbaru berhasil menumbangkan tim putri SMK Negeri 1 Pangkalankerinci dengan skor 4-2. Tim putri SMA Negeri 8 Pekanbaru yang diperkuat Aurelia Putri Anggini, Amalia Salina, Athaya Mutiara D, dan Wendelina Alexia tersebut harus melakoni laga sengit di babak delapan besar kemarin. Kesulitan menghadapi tim lawan disebabkan Kurangnya jadwal latihan dan jam terbang yang mereka miliki. Apalagi tim putri SMK Negeri 1 Pangkalankerinci yang diperkuat oleh Elisa Veronika H, Wahyuni, Tantri Sabrina dan Lastri tidak mau mengalah begitu saja. Mereka sudah menargetkan kemenangan di laga kemarin meskipun tak dapat di elak hasil akhir bertuan kepada SMAN 8 Pekanbaru. Usai laga, kapten tim SMA Negeri 8 Pekanbaru Aurelia Putri Anggini mengaku kesulitan mencari poin diawal laga. Faktor komunikasi dinilai masih buruk sehingga kerjasama mereka diawal laga juga kurang bagus. “Dari laga ini kami menyadari kami masih kurang komunikasi. Mungkin karena jadwal latihan kurang maksimal yang membuat kami juga tampil kurang bagus. Untuk laga berikutnya kami akan melakukan evaluasi dan memperbaiki kekurangan hari ini,” ujarnya. Sementara itu di babak semifinal kompetisi Loop 3×3 Competition, Honda DBL Riau Series 2017, tim putri SMA Negeri 8 Pekanbaru akan menghadapi tim putri SMA Negeri 9 Pekanbaru untuk merebutkan satu tempat di final Loop 3×3 Competition Honda DBL Riau Series 2017.