Jadi Debutan di LIMA EJC 2018, UINSA Curi Angka Tim Tuan Rumah

Tim putri Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) sukses mecuri poin dari Universitas Airlangga (Unair) pada laga perdana LIMA Badminton WJC 2018. (LIMA)

Surabaya- Partai perdana LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018,di lapangan 2, tergelar laga tim putri Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) kontra tuan rumah, Universitas Airlangga (Unair). Meski menjadi tim debutan, UINSA tampil maksimal dengan poin penuh di laga ini. Partai pertama dikuasai Zhinatul Widad, tunggal putri asal UINSA. Cessara Raam Musrianik, wakil Unair, harus mengakui ketangguhan pukulan-pukulan Zhinatul di kedua game partai pertama ini. Zhinatul menang telak 21-9 dan 21-5 atas Cessara. Di partai kedua, yang mempertandingkan nomor tripel, UINSA kembali memenangi laga meski melalui partai yang cukup ketat. Tripel UINSA, Aisyah Sal Sabilla/Rya Chitra/Sukma Anggreani mengakhiri laganya melawan Alfi Rahmawati/Aprillia Ika/Mita Puspitasari, trio Unair, dengan skor21-18 dan 21-14. UINSA kian apik di partai penutup. Duet kompak Maulindah Eva/Zhinatul Widad (UINSA) menekuk Jessica Margaretha/Zahrina Atika (Unair) di dua gim sekaligus. Partai ketiga sekaligus penutup laga ini berakhir dengan kemenangan UINSA 21-13 dan 21-7. Sebagai debutan, hasil UINSA cukup mengejutkan karena mencetak skor 3-0 atas Unair. “Kita tidak pernah menyangka seperti apa hasilnya. Tapi kita mempersiapkan yang terbaik untuk event ini. Mereka rela berlatih sejak jauh-jauh hari untuk laga ini,” ujar Swidi, manajer tim UINSA, pada Selasa (20/3). (Adt)

Tim Beregu Putra Tampil Sengit, Unair Justru Gagal Ciptakan Poin

Tunggal Putra tim Universitas Udayana masih terlalu kuat bagi tim Universitas Airlangga pada LIMA Badmintan WJC 2018 di GOR Unair Kampus C, Selasa (20/3). (LIMA)

Surabaya- Laga pembuka LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Surabaya Subconference 2018 digelar pada Selasa (20/3), di GOR Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Laga pertama ini diisi oleh laga tim putra antara Universitas Airlangga (Unair) melawan Universitas Udayana Bali di lapangan 1, serta tim putri Unair melawan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) di lapangan 2. Di lapangan 1, tersaji laga sengit antara Udayana dan tim putra tuan rumah. Romario, tunggal Udayana sempat tertinggal 0-2 di awal gim pertama partai pertama melawan Bagus Bayu Aji, wakil Unair. Namun, Romario mengejar, hingga akhirnya menyamakan poin menjadi 3-3. Romario terus memperjauh jarak keunggulannya atas Bagus. Romario unggul tipis di angka 11-9. Usai interval satu menit, Romario kembali bermain tangguh. Bagus hanya berhasil menambah enam angka hingga akhir gim pertama. Akhirnya, Romario mengakhiri gim pertama dengan kemenangan 21-15. Gim kedua berlangsung sengit seperti di gim pertama. Romario tetap unggul 11-9 hingga turun minum. Di akhir laga, Romario masih tangguh. Udayana mendapatkan poin pertamanya dari permainan Romario di gim kedua, yang berakhir 21-13. Permainan apik Udayana berlanjut di partai kedua. Partai yang mempertandingkan nomor ganda ini menunjukkan dominasi kuat Udayana. I Wayan Govinda/Putu Jery memenangi partai kedua melawan Alfian Putra/Boby Julio dengan kemenangan telak di gim pertama, 21-6 dan 21-13 di gim kedua. Unair memanas. Sebagai tuan rumah, Unair tak mau kalah begitu saja. Akhirnya, poin pertama Unair berhasil direngkuh di partai ketiga yang menyajikan nomor tripel. Unair menurunkan Bagus Bayu/Dyon Franstian/Muhammad Andrean di partai ketiga ini. Lawannya, Udayana, gagal menciptakan poin lewat tripel Dennis Prasetya/I Made Bagus/Muhammad Mohdar. Unair memenangi partai ketiga dengan skor tipis 21-10 dan 21-18. Partai keempat makin sengit. Kedua tim seakan tak mau mengalah. Namun, akhirnya, Udayana mampu buktikan kekuatannya lewat nomor tunggal keduanya, yang diwakili Kadek Bayu. Kadek Bayu menang usai perlawanan sengitnya di babak rubber game. Gim pertama berhasil dikuasai Kadek Bayu. Namun, di partai kedua, Kadek Bayu kalah telak dari Alfian Putra, tunggal Unair. Gim kedua berakhir dengan skor 21-7 untuk Udayana. Di gim terakhir, Kadek Bayu unggul tipis 11-10 atas Alfian Putra. Unair belum mampu menambah poin di partai keempat. Sementara itu, Udayana berhasil mencuri poin kembali. Skor sementara pun mejadi 3-1 untuk kemenangan Udayana hingga akhir partai keempat. Laga berlanjut di partai kelima, partai ganda kedua. Di gim pertama, ganda kedua Unair kembali takluk dari permainan apik Udayana. Unair, yang mengirimkan Anjas Tirta/Muhammad Andreas, kalah dengan selisih jauh, yakni 21-9. Namun, di gim kedua, Anjas Tirta/Muhammad Andreas mencoba mengejar. Namun, permainan kompak Dennis Prasetya/Romario Jeremia membawa Udayana menang di gim kedua dengan skor tipis 21-18. Skor 4-1 untuk kemenangan Udayana menutup laga pertama LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference yang digelar di lapangan 1 GOR Unair ini. Meski tuan rumah, Unair harus mengakui ketangguhan tim lawan. “Kami sudah bermain maksimal. Tekanan kami memang berat, karena harus melawan tim tuan rumah.Namun, anak-anak bisa mengeluarkan seluruh kemampuan mereka dan bermain dengan hasil terbaik hari ini,” ungkap Surya Maha Dewa, pelatih Udayana. (Adt)

LIMA Badminton EJC Surabaya 2018 Digelar di Universitas Airlangga

Enam Tim Putra dan Tiga Tim Putri Siap Bertanding di LIMA Badminton EJC Surabaya. (LIMA)

Jakarta- Liga Mahasiswa (LIMA) Badminton Season 6 telah bergulir di dua kota, yakni Jakarta dan Bandung. Kali ini, LIMA Badminton menyambangi Surabaya dalam perhelatan LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Surabaya Subconference 2018. Sejak LIMA Badminton Season 1, untuk region Jawa Timur (EJC), LIMA menggelar LIMA Badminton di dua subregion, Surabaya dan Malang. Tahun ini merupakan tahun keenam Surabaya sebagai tuan rumah LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference. Universitas Airlangga (Unair) menjadi tempat pelaksanaan LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018. Event ini akan berlangsung pada 20-26 Maret 2018 di GOR Unair Kampus C, Surabaya. LIMA Badminton akan menyajikan kategori beregu dan juga perseorangan. Kategori beregu berputar pada 20-24 Maret 2018, sedangkan untuk kategori perseorangan akan dihelat pada 25-26 Maret 2018. Untuk kategori beregu, enam tim putra dan tiga tim putri  bertanding di nomor tunggal, ganda, dan tripel. Enam tim putra yang akan tampil yakni Universitas Airlangga (Unair), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Ciputra (Ciputra), Universitas Hang Tuah, Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), dan Universitas Udayana (Udayana). Untuk beregu putri, Ubaya, Unair, dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) turut ikut di LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018. Kategori beregu ini akan digelar pada 20-24 Maret 2018. Tak hanya beregu, kategori perseorangan juga turut meramaikan. Kategori perseorangan ini diikuti oleh empat perguruan tinggi, yaitu Unair, Uinsa, Unitomo, dan Ciputra. Di nomor tunggal putra, Ciputra mengirimkan dua wakil, Uinsa menurunkan satu wakil, tiga wakil dari Unair, dan satu wakil dari Unitomo. Nomor tunggal putri akan diikuti oleh tiga wakil asal Uinsa, satu wakil dari Ciputra, dan sang tuan rumah menurunkan empat wakil tunggal putri. Untuk nomor ganda campuran, Ciputra menurunkan satu pasang, Uinsa mengirimkan dua pasang, dan lima pasang asal Unair turut dimainkan. (Adt)

Bidik 1 Emas Asian Games 2018, Soft Tenis Waspadai Korea, Jepang dan Taiwan

Cabang olahraga Soft Tenis menargetkan satu medali emas Asian Games 2018. (net)

Jakarta- Jelang Asian Games 2018, Jakarta-Palembang, pada Agustus-September mendatang, sejumlah cabang olahraga (cabor) terus mempersiapkan diri dengan baik. Salah satunya cabor soft tenis. Ferly Montolalu, Pelatih Soft Tenis Indonesia, mengatakan pesaing terberat di ajang pesta olahraga terbesar empat tahunan itu adalah Korea, Jepang, dan Taiwan. Ia menyebut cabor soft tenis saat ini dikuasai negara di kawasan Asia. “Tiga negara itu yang menjadi pesaing Indonesia di Asian Games 2018,” ujar Ferly saat ditemui di Kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (20/3). Ferly menambahkan pada Asian Games di Incheon, Korea Selatan (Korsel), empat tahun lalu, cabor soft tenis hanya mampu meraih satu medali perak dan satu perunggu. “Medali perak diraih Edy Kusdaryanto,” ungkapnya. Di Asian Games 2018, Jakarta-Palembang, Ferly menegaskan pihaknya menargetkan soft tenis meraih satu medali emas, satu perak dan satu perunggu. “Prima (Simpatiaji) dan Elbert (Sie) masih jadi tumpuan kami meraih medali emas. Saat ini, kami juga telah membentuk tim inti Asian Games 2018. Dari hasil seleksi 160 petenis dari seluruh Indonesia, kami telah memilih 10 atlet. Terdiri dari lima atlet putra dan lima atlet putri,” tukas Ferly. Ferly juga berbicara soal masalah anggaran timnas soft tenis jelang Asian Games 2018. Ia memastikan saat ini tidak ada masalah terkait anggaran maupun akomodasi. “Untuk masalah anggaran kita tidak ada masalah. Akomodasi juga tidak ada masalah,” tutur Ferly.  Sebelumnya timnas soft tenis Indonesia mengajukan anggaran sebesar 16 miliar rupiah. Tapi pemerintah hanya memberikan 7,7 miliar rupiah dari bujet. “Saat ini anggaran masuk adalah 7,7 miliar rupiah untuk Asian Games 2018,” ungkapnya. “Kekurangan dari anggaran tersebut kami dapatkan dari sponsor,” lanjut Ferly. (Adt)

Jumpa Menpora, Agen Egy Jelaskan Soal Kontrak dan Fasilitas di Lechia Gdansk

Menpora Imam Nahrawi bertemu Agen Egy Maulana Vikri, Dusan Bogdanovic, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta. (kemenpora)

Jakarta- Dusan Bogdanovic, Agen Egy Maulana Vikri, menemui Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (19/3). Dusan menjelaskan soal kontrak dan fasilitas yang didapat pesepak bola berusia 17 tahun itu di klub Lechia Gdansk, Polandia. Egy, menurut Dusan, sudah mencapai kesepakatan dengan klub-nya, dan akan mendapat kontrak profesional setelah berusia 18 tahun pada 8 Juli 2018. “Egy akan mendapatkan kontrak selama tiga tahun yang dimulai pada 8 Juli 2018. Dan, saya senang membawa dia kesini (Lechia Gdansk) dan saya berharap yang terbaik untuk Lechia Gdansk,” ujar Dusan. Ia menyebut Egy juga mendapatkan sejumlah fasilitas yang terbilang baik usai bergabung dengan klub kasta tertinggi Polandia tersebut. Seperti tempat tinggal, mobil, hingga pendidikan. Semua itu, terang Dusan, telah tercantum dalam perjanjian kontrak. “Tempat tinggal Egy merupakan sebuah flat tingkat dua. Flat itu memiliki fasilitas mewah yang akan membuat Egy Maulana betah tinggal di Gdansk,” cetusnya. Sementara, Imam mengapresiasi perjuangan Dusan dan Ayah angkat Egy Maulana, Subagja Suihan. “Saya mengucapkan terima kasih atas perjuangan Pak Dusan dan Pak Subagja yang sudah mengantarkan Egy Maulana ke Polandia. Bergabungnya Egy Maulana ke klub Polandia ini membuat kami bangga dan gembira. Karena ini sejarah terbesar bagi Indonesia,” tutur Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, didampingi Raden Isnanta (Deputi Pembudayaan Olahraga) Raden Isnanta, Mulyana (Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga), dan Teguh Raharjo (Asdep Pengelolaan Pembinan Sentra dan SKO). Ia menambahkan pekerjaan rumah berikutnya adalah menyiapkan Egy-Egy baru, baik itu dari SKO (Sekolah Khusus Olahragawan) Ragunan, atau PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar). “Kita harus menyiapkan ruang bagi talenta-talenta muda, baik itu dari sisi pelatihannya, kompetisinya, penguatan skill, kamampuan fisik dan sebagainya yang lebih baik lagi,” sambungnya. “Kita tahu kondisi internal kompetisi sepak bola Indonesia seperti ini. Karena itu, kita harus menyiapkan lebih banyak lagi anak-anak kita untuk punya pengalaman lebih. Saya minta kepada Pak Dusan, Pak Isnanta dan Pak Subagja untuk terus menggali lagi anak-anak kita yang bisa mengikuti jejak Egy, ” tutup Imam. (Adt)

Clarita Kemas 17 Poin, Surabaya Fever Terlalu Perkasa Bagi MP Samator

Pemain tim Surabaya Fever (merah) berusaha menahan laju pemain MP Samator (puith). MP Samator taklukl 45-102 pada laga ini. (Pras/NYSN)

Jakarta- Srikandi Cup Seri ke-3 Jakarta, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, pada hari pertama babak penyisihan Pool A, Senin (19/3), mempertemukan tim tuan rumah Merah Putih (MP) Samator melawan Surabaya Fever. Pada pertandingan itu, juara bertahan Surabaya Fever masih terlalu perkasa bagi tuan rumah MP Samator. Tim ibukota kalah 45-102. Clarita Antonio mencetak 19 poin dan 5 rebound, sementara Wulan Ayuningrum pemain baru Surabaya Fever berhasil mengemas 17 poin, lima rebounds dan dua asis dalam debutnya bersama sang juara bertahan. Di kubu MP Samator, tiga pemain MP mencetak enam poin bersamaan Raska Mario, Jessie Kristina, Nazhiira Iskandar. Wellyanto Pribadi, Pelatih Surabaya Fever, mengatakan masuknya Wulan memberikan permainan tim-nya lebih berwarna. Meski begitu, ia masih belum puas dengan performa anak didiknya itu. “Anak-anak tadi mainnya bagus. Tapi, masih ada yang perlu dibenahi. Kebetulan pemain lawan lebih kecil badannya, namun mereka masih dapat rebound berapa kali. Andai lawan yang ukuran tubuhnya sama, itu perlu dibenahi, khususnya box out,” ujarnya usai pertandingan. Sementara, Nina Yunita Nurman, Pelatih MP Samator, mengaku bila lawan tampil dominan. Ia juga memuji akurasi yang ditunjukan para pemain Surabaya Fever. “Jadi mau jaga zone karena mereka punya center dengan body besar, maka tim kami makin habis. Man-to-man kami juga kalah cepat sama mereka. Memang layaklah mereka bisa sampai juara,” ungkapnya. “Selasa (20/3) nanti, kami harus merebut game selanjutnya melawan Flying Wheel Makassar,” sambung Nina. (Adt) Hasil Pertandingan Senin (19/3) : 1. Sahabat Semarang vs Flying Wheel Makassar (64-36) 2. Tanago Friesian Jakarta vs Merpati Bali (49-59) 3. MP Samator Jakarta vs Surabaya Fever (45-102) 4. Generasi Muda Cirebon vs Tenaga Baru Pontianak (59-74) Jadwal Srikandi Cup Seri Ke-3, Selasa (20/3) : Pool A: 1. Tenaga Baru Pontianak vs Tanago Friesian Jakarta (12.00 WIB-14.00 WIB) 2. Flying Wheel Makassar vs Merah Putih Samator (14.30 WIB-16.30 WIB) Pool B : 1. Merpati Bali vs Generasi Muda Cirebon (16.30 WIB-18-30 WIB) 2. Surabaya Fever vs Sahabat Semarang (18.30 WIB-20.30 WIB)

Mulai Besok Enam Tim Putra dan Tiga Tim Putri Ramaikan LIMA Badminton EJC Surabaya

Technical Meeting (TM) LIMA Badminton EJC Surabaya digelar di Aula Kahuripan Unair Lantai 3, pada Senin (19/3). (LIMA)

Surabaya- Usai bergulir di Greater Jakarta Conference (GJC) dan West Java Conference (WJC), LIMA Badminton kini menyambangi region Jawa Timur atau East Java Conference (EJC). Memasuki musim keenamnya, LIMA Badminton kembali hadir di dua subconference, yaitu kota Surabaya dan kota Malang. Pekan ini, LIMA akan menggelar LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Surabaya Subconfernce 2018. Universitas Airlangga (Unair) menjadi tuan rumah ajang LIMA Badmonton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference tahun ini. Pergelaran ini akan diselenggarakan pada 20-26 Maret di GOR Unair Kampus C. Sebelum kompetisi, panitia pengarah LIMA, Azwar Muhlis, panitia pelaksana pertandingan, yang dihadiri oleh perwakilan PBSI, Syaiful Arif dan Nanang Rofik, serta tujuh kampus peserta. Mereka berkumpul untuk memenuhi agenda technical meeting (TM). TM digelar di Aula Kahuripan Unair Lantai 3, pada Senin (19/3). Tujuh perguruan tinggi tercatat mengikuti kompetisi LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Conferece 2018. Kompetisi ini diikuti oleh enam tim putra dan tiga tim putri. Enam tim putra yakni yaitu Universitas Airlangga (Unair), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Ciputra (Ciputra), Universitas Hang Tuah, Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), dan Universitas Udayana (Udayana). Untuk regu putri yakni Ubaya, Unair, dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa), turut menjadi partisipan LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018 Azwar Muhlis, selaku manajer kompetisi dan pertandingan LIMA, memaparkan beberapa peraturan kompetisi yang harus dipatuhi seluruh peserta termasuk jajaran ofisial dan juga pelatih. Azwar juga menjelaskan mengenai pemberlakuan system nilai koefisien dari tiap perguruan tinggi dan juga koefisien conference untuk region Jawa Timur saat TM ini. “Koefisien conference dari EJC Surabaya Subconference untuk tim putra berada di peringkat ketiga, sedangkan tim putri ada di peringkat keempat. Kuota ke fase nationals EJC Surabaya Subconference yaitu dua tim untuk putra, dan satu tim untuk putri, serta dua wakil dari masing-masing nomor perseorangan, yakni tunggal putra, tunggal putri dan ganda campuran,” jelas Azwar. Keenam tim beregu putra, tergabung dalam satu pul, yaitu pul A. Mereka akan bertanding dengan sistem setengah kompetisi. Untuk tim putri, yang terdiri dari tiga tim, berada di pul X. Sistem kompetisi untuk tim putri, berbeda dengan tim putra. Ketiga tim putri akan bertanding dengan sistem kompetisi penuh. Pada Selasa (20/3), menjadi hari pertama pergelaran LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018. Selain menggelar laga pedana, upacara pembukaan juga digelar besok. (Adt) Pembagian pul LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018. Putra Pul A: Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Hang Tuah, Universitas Udayana (Udayana), Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Universitas Ciputra (Ciputra) Putri Pul X: Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa)  

Hari Pertama Srikandi Cup Seri Ke-3, Animo Penonton Jakarta Tinggi

Laga hari pertama Srikandi Cup Seri Jakarta antara Merpati Bali (kuning) melawan Tanago Friesian Jakarta (putih). (Pras/NYSN)

Jakarta- Srikandi Cup Seri ke-3 telah memulai laga pada Senin (19/3), di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat. Animo penonton untuk menyaksikan kompetisi bola basket putri profesional itu terbilang tinggi. “Kami bersyukur di hari pertama Srikandi Cup Seri ke-3 Jakarta penonton banyak,” ujar Deddy Setiawan, Koordinator Srikandi Cup, saat ditemui di GOR Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, Senin (19/3). Dibandingkan seri ke-2 di Surabaya, Jawa Timur, menurut Deddy, masih lebih banyak penonton di Jakarta. “Kalau yang di Surabaya, karena mainnya siang, jadi penontonnya tidak banyak,” sambungnya. Dengan masih ada beberapa pertandingan selama sepekan ini, ia berharap jumlah penonton yang hadir untuk menyaksikan pertandingan akan lebih banyak lagi. “Semoga di pertandingan selanjutnya animo penonton makin banyak lagi untuk menyaksikan sekaligus mendukung tim pilihan mereka,” tutup Deddy. (Adt)

Superior di All England 2018, Marcus/Kevin Imbangi Rekor Pertemuan

Ganda Andalan Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sukses mempertahankan gelar All England 2018. (net)

Jakarta- Ganda putra utama Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (rangking 1) masih terlalu superior bagi lawan-lawannya di turnamen bulutangkis paling bergengsi dan tertua di dunia, All England 2018 BWF World Tour Super 1000. Melakoni partai pamungkas selama 42 menit, di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (18/3), Marcus/Kevin memaksa wakil Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen (rangking 2) bertekuk lutut. Pasangan kombinasi klub PB Tangkas dan PB Djarum itu menuntaskan pertarungan dua gim langsung, dengan skor 21-18, 21-17. Berkat kemenangan tersebut, The Minions berhasil mempertahankan titel juara yang diraih pada tahun lalu. Hasil itu sekaligus membuat rekor pertemuan kedua pasangan menjadi imbang, 4-4. Fantastik, kemenangan yang diraih pasangan Pelatnas Cipayung terhadap wakil Eropa itu selalu berakhir dalam dua gim, yakni di China Open 2016 (21-18, 22-20), Jepang Open 2017 (21-15, 21-14), dan China Open 2017 (21-15, 21-11). Sementara, empat kemenangan yang didapat Mathias/Carsten atas Marcus/Kevin harus dilalui dalam drama pertarungan tiga gim. Masing-masing di Malaysia Open 2015 (20-21, 21-13, 21-15), Singapura Open 2017 (11-21, 21-11, 21-15), Sudirman Cup 2017 (16-21, 24-22, 23-21), dan Korea Open 2017 (21-19, 19-21, 21-15). (Adt) Hasil Pertandingan All England 2018 1. Tunggal Putra : Shi Yuqi (China) vs Lin Dan (China) 21-19, 16-21, 21-9 2. Tunggal Putri : Tai Tzu Ying (Taiwan) vs Akane Yamaguchi (Jepang) 22-20, 21-13 3. Ganda Putra : Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia) vs Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) 21-18, 21-17 4. Ganda Putri : Kamilla Raytter Juhl/Christinna Pedersen (Denmark) vs Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang) 21-19, 21-18 5. Ganda Campuran : Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang) vs Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China) 15-21, 22-20, 21-16

Rutin Gelar Nusantara Cup, Ultimate Frisbee Bidik Animo Kalangan Muda

Olahraga Ultimate Frisbee kini mulai mempopulerkan aktifitasnya di kalangan usia muda. (Pras/NYSN)

Jakarta- Ultimate Frisbee, salah satu olahraga tua di dunia, dan populer pada dekade 1960-70. Di Indonesia, olahraga lempar-tangkap piringan terbang itu mulai berkembang sejak 1990-an. Dan, rutin menggelar turnamen atau kejuaraan sejak 2000-an. Tahun ini, kejuaraan Ultimate Frisbee skala internasional ‘Nusantara Cup’ bakal digelar di Seminyak, Bali, pada 30-31 Maret. Ia menyebut Nusantara Cup diikuti 10 tim dari luar negeri termasuk China, Singapura dan Australia. “Pada 30-31 Maret, kami akan gelar Kejuaraan Ultimate Frisbee di Bali. Ini kami lakukan untuk mempopulerkan olahraga ini, terutama kalangan muda,” ujar Florence Armein, Pengurus Perhimpunan Olahraga Lempar-Tangkap Piringan (Ultimate Frisbee) Indonesia Discindo, pada Sabtu (17/3). “Tapi, kejuaraan ini tak diakui oleh WFDF (World Flying Disc Federation), organisasi yang menaungi olahraga ultimate dunia, karena Indonesia belum memiliki organisasi ultimate yang diakui secara resmi baik oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) maupun Komite Olimpiade Indonesia (KOI),” cetusnya. Gelaran itu dilakukan sebagai upaya untuk terus mengenalkan olahraga lempar-tangkap piringan terbang ini pada kalangan muda. Florence menambahkan, tantangan yang dihadapi pengurus dalam menggelar turnamen Nusantara Cup itu tanpa sponsor. Sehingga, lanjutnya, untuk dana para pengurus mengeluarkan secara pribadi. “Kami tak mendapatkan sponsor, sehingga semua biaya turnamen kami tanggung sendiri, termasuk penginapan dan segala hal perlengkapan lainnya,” ungkapnya. Disisi lain, Christopher Bristow, Pelatih Ultimate Frisbee, mengatakan dirinya merasa kesulitan dalam mengembangkan olahraga Ultimate Frisbee di Indonesia. “Saya sudah melatih frisbee di Indonesia selama lima tahun, terutama di sekolah-sekolah. Terkadang saya merasa kesulitan untuk mengajak orang untuk bergabung di beberapa universitas,” bebernya. Bahkan, jelas Chris, mereka berjanji untuk datang berlatih memainkan permainan ini, namun kenyataannya mereka tidak datang. “Terlalu sulit meyakinkan orang-orang untuk mencoba sesuatu yang baru,” tukasnya. Namun, seiring waktu, ia mengungkapkan, Ultimate Frisbee mulai menunjukkan perkembangan yang baik. “Mereka berminat terhadap olahraga ini, mulai dari anak usia muda hingga orang dewasa,” sambung Chris. (Adt)

Srikandi Cup Seri Ke-3 Mulai, Ajang Pembuktian MP Samator Perbaiki Peringkat

Tim kontestan Srikandi Cup Seri ke-3 saat sesi foto di Gedung UGM Samator, Jakarta Selatan. (Adt/NYSN)

Jakarta- Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup Seri ke-3 segera bergulir di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, 19-24 Maret 2018. Tim-tim kontestan dipastikan telah mempersiapkan diri dengan baik. Salah satunya Merah Putih (MP) Samator. Di seri ke-3 ini bakal menjadi pembuktian tim Ibukota untuk memperbaiki peringkat. Untuk itu, tiga nama baru telah disipakan MP Samator, yakni Vitta Natalia Tandiono, Raska Mario, dan Yenny Zheng. Vitta adalah pebasket asal Jawa Timu dan aktif bermain di Universitas Pelita Harapan (UPH). Sedangkan Raska adalah salah satu punggawa Timnas U-18 yang berlaga di ASEAN School Games di Singapura, pada Agustus 2017. Selain itu, ia juga bermain untuk Provinsi Banten pada beberapa ajang pelajar dan kejuaraan nasional (Kejurnas) basket pada 2017. Sementara, Yenny adalah salah satu nama berpengalaman yang pernah memperkuat Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta dalam beberapa tahun kebelakang. Musim lalu, ia memperkuat Merpati Bali. Hadirnya tiga amunisi baru di skuat MP Samator akan memberi Nina Yunita, Kepala Pelatih MP Samator, lebih banyak pilihan, sehingga akan mempermudah menerapkan straregi dalam pertandingan nanti. “Dari awal target kami di Srikandi Cup seri ke-3 ini tetap, yaitu memperbaiki peringkat. Dengan melakukan evaluasi terhadap seri-seri sebelumnya, semoga tim bisa memberikan yang terbaik di pertandingan nanti,” ujar Nina. (Adt)  

Vannesae Evato Pecahkan Rekor Nasional Renang Yang Bertahan Seusia Dirinya

Perenang Nasional Anandia Treciel Vanessae Evato asal Riau memecahkan rekor renang nasional yang sudah berusia 21 tahun. (bolasport.com)

Jakarta- Salah satu perenang yang dipersiapkan ke Asian Games 2018, Vannesae Evato, berhasil memecahkan rekor nasional nomor 200 meter gaya dada putri di ajang Singapore National Age Group di Singapura, Kamis. Catatan waktu yang dia torehkan mematahkan rekor sebelumnya yang telah bertahan selama 21 tahun. Rekor 200 meter gaya dada putri dipegang oleh Rita Mariani dengan waktu dua menit 33,34 detik yang dicetak pada SEA Games 1997. Adapun catatan waktu dara bernama lengkap Anandia Treciel Vanessae Evato adalah dua menit 32,51 detik. “Saya senang dan terharu karena ini beda dengan rekor-rekor yang lain. Rekor yang paling lama belum terpecahkan, 21 tahun. Saya memang ingin sekali pecahkan dan baru sekarang kesampaian,” kata Vannesae yang lahir di Pekanbaru (Riau) 3 September 1997. Apa yang diraih oleh Vannesae juga diapresiasi oleh sang pelatih David Armandoni. Pelatih asal Prancis itu mengaku cukup puas dengan penampilan anak asuhnya. Namun, masih ada target jangka panjang yang harus dicapai oleh Vannesae Evato. “Kemajuan dia sangat bagus. Begitu juga dengan Azzahra dan Felicia. Bagus untuk Vannesae yang bisa pecahkan rekornas yang sudah bertahan 21 tahun. Saya masih punya target Vannesae bisa mencatat waktu dua menit 32 detik dan di Asian Games bisa dua menit 30 detik,” katanya. Selain Vannesae, perenang Indonesia yang sukses mencetak rekornas adalah AA Istri Kania Ratih pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri dengan catatan waktu 27,90 detik. Adapun rekor sebelumnya dipegang oleh Angel Gabriel Yus dengan waktu 27,96 detik. “Kami sangat mengapresiasi hasil mereka. Padahal mereka sedang dalam tahap latihan awal yang cukup berat mulai Februari,” kata Wakil Ketua Umum PB PRSI Harlin Rahardjo yang mengawal terus perenang Indonesia di Singapura. Khusus untuk rekornas Kania, Harlin menjelaskan juga cukup istimewa karena perenang muda itu selama ini menjadi tulang punggung untuk gaya bebas dan punggung. Kondisi ini dinilai menunjukkan jika perenang yang ada saat ini memiliki kemampuan yang merata. Sebelumnya pada hari pertama kejuaraan renang itu, Rabu (14 Maret) Adinda Larasati Dewi (18 tahun) memecahkan rekornas di nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri dengan catatan dua menit 12,92 detik lebih cepat dari rekornas lama atas nama Monalisa Arieswaty Lorenza dengan catatan dua menit 13,08 detik. (Adt)

Melenggang ke Final All England 2018, Marcus/Kevin Butuh Waktu 38 Menit

Ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melenggang ke final All England 2018. (net)

Birmingham- Duet Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (rangking 1) sukses melenggang ke final All England 2018 BWF World Tour Super 1000. Mereka hanya butuh waktu 38 menit. Berlaga di Arena Birmingham, Inggris, duet Indonesia itu menyingkirkan wakil Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding (rangking 6), di babak semifinal, Sabtu (17/3). Di gim pertama, The Minions tampil impresif dengan memperoleh poin secara beruntun bahkan berhasil unggul 13-7. Poin yang dikumpulkan Marcus/Kevin makin jauh hingga akhirnya mampu membungkus kemenangan atas Petersen/Kolding di gim pertama, dengan skor 21-11. Di gim kedua, meski sempat terjadi keputusan kontroversial wasit mengenai poin, namun pasangan Pelatnas Cipayung itu tetap tampil dominan. Meraih lima poin beruntun 17-14, Marcus/Kevin tak memberi kesempatan pada wakil Eropa itu untuk mengembangkan permainan. Akhirnya, smash dari Marcus memastikan satu tiket ke partai pamungkas turnamen paling bergengsi di dunia tersebut setelah menutup gim kedua dengan skor 21-19. Pertandingan di All England 2018, menjadi pertemuan keenam bagi kedua pasangan. Juara All England 2017 itu unggul 4-2 atas pasangan Petersen/Kolding. Dua kekalahan Marcus/Kevin terjadi di turnamen All England 2015, dengan skor 11-21, 21-10, dan 13-21, dan Dubai World Superseries Finals 2016, dengan skor 12-21 19-21. (Adt)

Marcus/Kevin Lolos Semifinal All England 2018, Hafiz/Gloria Gagal Bikin Kejutan

Ganda Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melaju ke semifinal All England 2018. (vice.com)

Birmingham- Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (rangking 1), lolos semifinal All England 2018 BWF World Tour Super 1000, di Arena Birmingham, Inggris, Jumat (16/3). Pasangan Pelatnas Cipayung itu menang mudah atas wakil Taiwan Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin (rangking 7), dua gim langsung, dengan skor 21-15, 21-13, dalam waktu 29 menit. Berkat kemenangan itu, duet Mera Putih yang merupakan unggulan pertama turnamen makin memperlebar jarak rekor pertemuannya dengan Chen/Wang. Dari tiga pertemuan sebelumnya, Marcus/Kevin selalu unggul, yakni di India Open 2016 (21-11, 21-17), dan India Open 2017 (21-17, 21-17), dan di Indonesia Masters 2018 (20-22, 21-14, dan 21-14). Sayang, di sektor ganda campuran, dobel Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (rangkin 47) gagal membuat kejutan. Mereka harus menelan pil pahit setelah ditaklukkan wakil China Zhang Nan/Li Yinhui (rangking 22), lewat pertarungan sengit tiga gim berdurasi 1 jam 5 menit, dengan skor 14-21, 21-18, 18-21. Ini menjadi kemenangan pertama bagi Zhang/Li atas pasangan non unggulan Indonesia itu. Sebab, kedua pemain belum pernah bertemu sekalipun di ajang turnamen bulutangkis internasional. Setali tiga uang, pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto (rangking 6) harus terhenti. Dobel mix ini takluk usai disingkirkan wakil Denmark Mathias Christiansen/Christinna Pedersen (rangking 16). Praveen/Debby langusng tersungkur dua gim langsung dengan skor 16-21, 15-21, pada pertarungan berdurasi 45 menit. (Adt)

‘Pede’ Sapu Bersih Empat Emas AG 2018, Okto : Satu Emas Ya Rp 1 Miliar

Ketum PB ISSI Raja Sapta Oktohari yakin Indonesia menyapu bersih empat medali emas balap sepeda di Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Cabang Olahraga (Cabor) Balap Sepeda Asian Games 2018 mempertandingkan empat disiplin, yakni track, road race, mountain bike (MTB)-downhill (DH), dan BMX. Saat ini pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Balap Sepeda terus berjalan ditempat berbeda, yaitu Yogyakarta dan Solo (Jawa Tengah). Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), mengatakan cabor balap sepeda harus bisa menyapu bersih medali emas dari semua nomor disiplin. Hal itu berbeda dengan permintaan pemerintah yang hanya menargetkan satu emas dari cabang balap sepeda Asian Games 2018. “Kalau saya ditanya, sebagai ketua umum, targetnya ya empat emas. Karena ada empat nomor disiplin, jadi semuanya harus emas,” ujar Okto saat ditemui di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (16/3). Dengan target empat emas, menurut Okto, para atlet yang dipersiapkan ke pesta olahraga terbesar empat tahunan di Asia itu makin terpacu untuk hasil terbaik. Okto menyebut bakal menyiapkan bonus khusus bagi para atlet bila mereka bisa meraih medali emas. “Untuk medali emas akan kami kasih Rp 1 miliar. Jumlah itu bakal dibagi antara atlet dan pelatih. Untuk perak Rp 250 juta, sedangkan perunggu Rp 100 juta,” urai Okto. (Adt)

Kampiun Turnamen Jenesys, Skuat Timnas U-16 Diganjar Beasiswa

Menpora Imam Nahrawi menyambut skuat Timnas U-16 usai menjadi kampiun di Jepang pada Turnamen Jenesys 2018. (kemenpora)

Jakarta- Sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan Timnas U-16 usai menjadi kampiun pada Turnamen Jenesys 2018, di Kirishima Yamazakura Miyazaki Prefectural Comprehensive Sport Park, Jepang, pemerintah bakal menyiapkan beasiswa bagi anak asuh Fakhri Husaini itu. Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), menilai turnamen sepak bola di bawah usia 16 dan 17 tahun berbeda dengan turnamen senior. Untuk itu, menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan beasiswa untuk pemain Timnas U-16 yang saat ini mayoritas masih menempuh pendidikan di sekolah menengah. “Semog beasiswa ini memberi rasa aman dan gembira kepada orang tua. Beasiswa ini disekolah mereka masing-masing akan ditindaklanjuti Deputi Pembudayaan Olahraga secara teknis,” cetus Imam saat menjemput kepulangan Timnas U-16 di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (15/3) sore. David Maulana, Gelandang Timnas U-16, berharap skuat Timnas U-16 kini fokus menatap Turnamen AFC Cup Malaysia dan menyongsong Piala Dunia U-17. “Alhamdulillah. Pasti bangga dan senang jadi juara. Ini jadi modal kami maju Piala Asia dan Piala Dunia U-17,” tukas David yang berstatus siswa SMAN II Medan, Sumatera Utara (Sumut). Ia menyebut pertandingan melawan tuan rumah Jepang menjadi yang terberat. Sebab, lanjutnya, Jepang memiliki permainan bagus dan bermain cepat, bahkan sempat saling serang dalam pertandingan. “Semoga Indonesia mampu meniru Jepang yang lebih dulu maju,” tambah peraih gelar terbaik pada Turnamen Jenesys. (Adt)

Siapkan Motif Helm Khusus, Perusahaan Italia Sponsori Timnas Balap Sepeda AG 2018

Peralatan sepeda asal Italia, SH+, dukung Timnas Balap Sepeda di Asian Gmes 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Salah satu perusahaan peralatan sepeda asal Italia, SH+, memberikan dukungan penuh pada tim nasional (Timnas) balap sepeda Indonesia Asian Games (AG)2018. Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), mengatakan pihaknya bangga atas dukungan SH+. Dukungan ini jadi yang pertama bagi timnas balap sepeda AG 2018. “Komitmen SH+ bentuk support untuk PB ISSI. Kami memakai helm dan kacamata (produksi SH+) sejak SEA Games 2017. Setelah itu kami maksimalkan dan akhirnya mereka memberi dukungan penuh untuk AG 2018,” ujar Okto di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (16/3). Ia menyebut dukungan dari SH+ tersebut membuat langkah timnas guna mendapatkan dukungan dari sponsor lain bakal terbuka. Sebab, tambah Okto, pihak SH+ juga akan membantu mencarikan sponsor. “Mereka tak hanya mendukung tim utama, tapi juga tim pelapis. Bahkan SH+ akan mengganti semua produk yang rusak dengan yang baru. Yang jelas kualitas produk sudah teruji,” paparnya. Dukungan makin istimewa, karena SH+ menyiapkan desain dan warna khusus helm untuk pebalap Indonesia. Hal itu dikatakan Gianluca Poli, CEO SH+. “Khusus untuk Indonesia, kami sudah menyiapkan helm khusus yang nantinya digunakan di AG 2018,” terangnya. “Corak utamanya adalah Merah Putih. Tak hanya untuk road, kami juga menyediakan untuk helm track,” tambah Poli. Kerjasama dengan PB ISSI, ungkap Poli, akan berkelanjutan. “Usai AG 2018, kejuaraan balap sepeda Tour de Indonesia 2018 juga disupport oleh SH+,” cetus pria asal Italia. (Adt)

Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup Seri Jakarta Bakal Menarik, Ini Alasannya

Aksi pebasket putri di ajang Kompetisi Basket Srikandi Cup. (srikandicup.com)

Jakarta- Pekan depan, kompetisi bola basket putri profesional Indonesia, Srikandi Cup, bakal dihelat di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, 19-24 Maret 2018. Delapan klub putri profesional saling bersaing menjadi yang terbaik. Ini alasan seri reguler terakhir di Jakarta itu menarik untuk disaksikan, seperti dilansir srikandicup.com, Kamis (15/3). 1. Tenaga Baru (masih) Tanpa Anjelin Rosmika Anjelin Rosmika Simanjuntak, point guard andalan Tenaga Baru Pontianak pada seri pertama di Makassar (Sulawesi Selatan) lalu dipastikan masih harus menepi pada seri selanjutnya yang akan diselenggarakan di Kota Jakarta. Ketiadaan Anjelin di lapangan pada seri kedua di Surabaya (Jawa Timur) lalu berdampak besar pada konsistensi Tenaga Baru Pontianak di lapangan. Dalam beberapa pertandingan, Tenaga Baru Pontianak harus susah payah berjuang untuk meraih kemenangan menghadapi tim-tim yang di atas kertas memilki kualitas di bawah mereka. Meski demikian secara prestasi, tidak hadirnya Anjelin tidak menghambat Tenaga Baru Pontianak untuk mendapat hasil yang lebih baik daripada sebelumnya (Tenaga Baru finis di posisi ke-3 di Surabaya). Seri Jakarta akan menjadi ujian lain bagi anak asuh Irma Amelya yang harus menjawab pertanyaan publik mengenai konsistensi performa Tenaga Baru Pontianak di atas lapangan. 2. Dampak Perubahan Roster Kontestan Srikandi Cup memiliki kesempatan untuk merubah atau menambah susunan pemain mereka menjelang seri ketiga di Jakarta. Seluruh tim yang melakukan perubahan tentu sangat berharap untuk dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Hal ini akan dbuktikan ketika para pemain baru ini berlaga dalam kompetisi resmi untuk pertama kalinya di seri Jakarta nanti. Apakah perubahan ini benar membawa dampak baik bagi tim-tim kontestan? Patut ditunggu. 3. Kembalinya Wulan Ayuningrum Salah satu menu utama dari seri ketiga di Jakarta adalah kembalinya Wulan Ayuningrum ke kancah basket profesional Indonesia. Kali ini Wulan akan berseragam kuning dan ungu milik Surabaya Fever. Kembalinya Wulan yang terbilang sebagai pemain senior merupakan kesempatan yang baik bagi pemain-pemain muda di Srikandi Cup untuk belajar dan menghadapi yang terbaik. Wulan yang terbilang cukup lama absen dari kancah basket profesional masih memiliki nilai jual yang cukup tinggi, beberapa waktu lalu nama Wulan masih berada di roster Tenaga Baru Pontianak untuk kejuaraan Vois Cup. Wulan yang berhenti dari basket profesional bersamaan dengan bergantinya Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta menjadi Merpati Bali (WIBL Indonesia 2016) harus membuktikan dirinya masih relevan menghadapi persaingan diantara pemain-pemain yang lebih muda. Surabaya Fever tentunya juga akan diuntungkan dengan hal ini, dimana kekuatan mereka akan semakin komplit dan mantap lagi untuk bersaing di level tertinggi. 4. Tren Naik Sahabat Semarang Ditinggal Natasha Debby, sementara andalan lain mereka Yuni Anggraeni masih menepi karena cedera paska SEA Games lalu. Sahabat Semarang memiliki jalan terjal yang berliku ketika memulai musim mereka di Makassar bulan November tahun lalu. Sahabat yang dulunya merupakan salah satu kekuatan tradisional di kancah elite basket putri nasional mendadak harus puas dengan satu kemenangan saja di seri pertama lalu. Hal ini berubah total ketika mereka menjalani seri kedua di Surabaya. Meski dihuni oleh banyak nama-nama muda, Sahabat menunjukkan peningkatan yang positif dan mampu bersaing dengan tim-tim lainnya. Sahabat bahkan mampu finis di urutan ke lima yang mana sebuah peningkatan besar dibanding apa yang mereka peroleh di Surabaya. Di Jakarta nanti, anak-anak asuh Xaverius Wiwid memiliki ambisi untuk terus melanjutkan tren positif ini. Dengan jam terbang yang semakin tinggi, rasanya anak-anak muda asal kota lumpia ini punya sesuatu yang layak kita nanti bersama. 5. Tanago Friesian dan target 4 besar Sejak awal musim ini di mulai, Tanago Friesian punya misi besar untuk masuk ke jajaran 4 besar. Misi ini hampir tercapai ketika di Makassar, namun kelelalhan fisik menjadi hambatan utama anak-anak Jakarta ini. Seri Jakarta menguntungkan Tanago karena pelatih Abrizalt Hasiholan memiliki pilihan pemain yang relatif melimpah di seri Jakarta nanti, tambahan nama-nama baru seperti Matsuda Yuka juga jelas akan memberi dampak yang besar bagi tim ini. Pertanyaannya mampukah Tanago bangkit dan mengunci posisi 4 besar di babak reguler yang terakhir? 6. Tim Nasional Tim Nasional Putri Indonesia sebelumnya sudah melakukan pemantauan terhadap 20 nama pemain yang sebagian besar berlaga dalam Srikandi Cup. Kali ini, staff kepelatihan tim nasional akan memantau lebih dekat nama-nama yang sudah tergabung dan berpotensi untuk bergabung dalam Tim Nasional. Ajang Srikandi Cup seri yang ketiga di Jakarta ini bisa menjadi suatu pembuktian bagi pemain-pemain yang terpilih bahwa mereka layak masuk ke dalam daftar elite 20 pemain terbaik di Indonesia. Selain Tim Nasional Senior, Tim Nasional U-18 juga akan dipersiapkan tahun ini guna menyambut kejuaraan Asia level I. Jika ada nama-nama yang tampil menonjol, bukan tidak mungkin Ia akan masuk ke dalam radar Tim Nasional Putri Indonesia. 7. Konsistensi MP Samator Motor serangan Merah Putih (MP) Samator Jakarta, Isabelle Suryaman didera cedera lutut sejak seri Makassar yang lalu. Hal ini memberi dampak yang signifikan bagi kekuatan MP Samator terutama ketika menyerang. Isabelle relatif mendapatkan banyak waktu untuk recovery pasca cedera kemarin, selain itu MP Samator pun memiliki amunisi-amunisi baru yang bisa menambah daya gedor anak-anak asuh Nina Yunita. Sebagai tuan rumah, dan setelah hasil yang di dapat di Surabaya, MP Samator tentu ingin memperbaiki peringkat di rumah sendiri nantinya. 8. Kemenangan Kedua Flying Wheel Makassar Flying Wheel Makassar memiliki awal yang baik di musim ini, tampil impresif dengan meraih kemenangan pada pertandingan pembuka mereka di Makassar. Akan tetapi tren kemenangan ini seolah pudar dengan rentetan hasil buruk yang terus menerus mendera tim asal kota daeng ini. Secara performa, Flying Wheel Makassar jelas menunjukkan perbaikan yang signifikan, dimana tim ini selalu memberikan perlawanan ketat pada lawan-lawannya di seri Surabaya. Bermain ketat saat menghadapi Tenaga Baru Pontianak dan Tanago Friesian Jakarta, Flying Wheel akhirnya kalah di detik-detik akhir pertandingan. Improvisasi yang besar dalam segi performa belum dibarengi dengan hasil yang diinginkan. Seri Jakarta akan menjadi ajang pembuktian Flying Wheel untuk bisa meraih kemenangan yang kedua di Srikandi Cup. Pergantian Kepala Pelatih dan tambahan beberapa pemain akan menjadi bekal utama Flying Wheel guna meraih hasil yang lebih baik lagi kedepan. (Adt)

Tantang Wakil Jepang, Pebulutangkis 19 Tahun Asal Garut Siap Main Lepas

Pebulutangkis tunggal putri Fitriani tantang wakil Jepang Nozomi Okuhara di babak kedua All England 2018. (badmintonindonesia.org)

Jakarta- Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani (rangking 36), menantang wakil Jepang Nozomi Okuhara (rangking 6), di babak kedua All England 2018 BWF Word Tour Super 1000, di Arena Birmingham, Inggris, Kamis (15/3). Pebulutangkis Pelatnas Cipayung itu, mengaku akan bermain lepas melawan unggulan tujuh turnamen tersebut. “Saya akan bermain lepas dan tidak buru-buru menyerang, karena bisa jadi bumerang juga buat saya,”ujar pebulutangkis kelahiran Garut, Jawa Barat. Berdasarkan catatan, kedua pemain belum pernah bertemu. Anak pasangan Dede Abdul Rochman (ayah) dan Eti Sukmiati (ibu) itu memiliki peluang menaklukkan pebulutangkis Kelahiran Nagano, Jepang itu. Fitriani melaju ke babak kedua, usai mengandaskan Soniia Cheah (Malaysia), melalui drama pertarungan tiga gim. Ia menang dengan skor 16-21, 21-18, dan 21-9. Sementara, Nozomi sukses menyingkirkan wakil China Taipeh, Pai Yupo (rangking 20), dua gim langsung, dengan skor 21-15, 21-8. (Adt)

Antusiasme Tinggi Komunitas dan Masyarakat Pecinta Sepeda di Event Bike 4round The City

Komunitas dan pecinta sepeda meriahkan event bike 4round The City Novotel Tangerang. (dok)

Tangerang- Kota Tangerang memiliki keindahan serta penghijauan yang baik. Hal itu dimanfaatkan warganya untuk menikmati pagi. Salah satunya dengan aktifitas bersepeda. Antusias masyarakat pada kegiatan tersebut ternyata direspon positif oleh lingkungan dan pemerintah setempat, salah satunya dengan adanya lajur sepeda dan car free day setiap Minggu pagi. Melihat banyaknya masyarakat yang gemar bersepeda, Novotel Tangerang, turut menanamkan budaya bersepeda kepada masyarakat dengan event ‘Bike 4round The City’, pada 4 Maret 2018. Event yang diadakan dalam rangka hari jadi Novotel yang ke-4 itu mendapat perhatian khusus dari para pecinta sepeda, khususnya komunitas. Kurang lebih 50 peserta hadir membanjiri area lobi Novotel Tangerang di Minggu pagi. Kebanyakan mereka datang dari sekitar Tangerang, Jakarta, Bogor, hingga Surabaya. Bermodalkan sepeda jenis road bike dan MTB, para peserta siap menempuh jarak hampir 50 km dari titik start, Novotel Tangerang, menuju ke Taman Kota 2 BSD, hingga kembali ke Novotel Tangerang lagi. “Keasrian yang dimiliki Kota Tangerang kami manfaatkan untuk bersepeda bersama. Memang event ini hanya mengundang komunitas dan masyarakat sekitar pecinta sepeda, namun antusiasme mereka cukup besar. Ada yang memakai sepeda roadbike, MTB, bahkan sepeda lipat, tapi saya puas dan senang karena mereka semua bisa berhasil finish dengan selamat,” ujar Windiarto, General Manager Novotel Tangerang, beberapa waktu lalu. Rute yang dipilih melintasi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, hingga Tangerang Selatan membuat pemandangan yang dilihat para peserta pun beragam, mulai dari pemandangan kota, suasana asri dan sejuk, hingga tempat-tempat yang menjadi ikonik di daerah-daerah Tangerang. Tantangannya, para peserta harus melalui rute yang cukup panjang dan banyak tanjakan-tanjakan yang dapat menguras tenaga. Tak hanya dimanjakan keindahan di Kota Tangerang, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk menerima doorprize berupa satu unit sepeda, mesin cuci, hingga voucher menginap di Novotel Tangerang. “Ke depannya kami akan mengadakan acara seperti ini setiap tahunnya, namun jauh lebih menarik dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Selain itu, rute perjalanan juga akan kami perpanjang,” tukas Windiarto. (Adt)