64 Tim Sepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD 2026

BLISPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI 2026

Sebanyak 64 tim sepak bola usia dini hingga remaja mengikuti turnamen Blispi Youth Cup V Piala Ketua DPD 2026 di Stadion Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Turnamen yang digelar bersama Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (Blispi) itu resmi dibuka oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bachtiar Najamudin di Stadion Wibawa Mukti, Minggu (25/10/2026). Kompetisi yang mempertandingkan kategori U-10, U-12, U-14, dan U-16 tersebut diharapkan menjadi ajang penjaringan bibit pemain sepak bola nasional melalui kompetisi berjenjang dari daerah. Sultan mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan pemain sepak bola berkualitas mengingat jumlah penduduknya yang besar. Namun, tidak semua anak di daerah memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti pembinaan dan kompetisi. “Masa sih kita tidak bisa mencari bibit? Masa kita tidak menemukan betul-betul permata-permata dari daerah? Nah, salah satu caranya adalah melalui kompetisi seperti ini,” kata Sultan. Menurut Sultan, kompetisi usia dini tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial yang berhenti setelah turnamen berakhir. Pembinaan perlu dilakukan secara konsisten, mulai dari kompetisi, pendampingan, hingga pemberian kesempatan bagi pemain untuk berkembang ke jenjang yang lebih tinggi. Ia merancang kompetisi sepak bola pelajar secara berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga nasional. Pemain terbaik dari kompetisi antardesa akan melaju ke tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi sebelum bertanding di tingkat nasional. “Kita punya struktur sampai ke daerah, kita punya anggota-anggota DPD terbaik di daerah. Melalui kompetisi yang munculnya liganya dari daerah, lalu kompetisi kita bikin dari kampung, lomba antardesa, muncul sampai juara kecamatan, lalu juara kecamatan ditandingkan juara kabupaten, juara kabupaten ditandingkan lagi juara provinsi, nanti nasionalnya kita bawa,” ujarnya. Sultan menyebut Blispi sebelumnya juga menjadi bagian dari perjalanan sejumlah pemain yang kemudian menembus level nasional. Salah satu pemain yang disebutnya, adalah Egy Maulana Vikri. Mantan pelatih Timnas Indonesia yang kini menangani Persija Jakarta, Shin Tae-yong turut hadir dalam pembukaan turnamen tersebut. Sultan berharap kehadiran juru taktik asal Korea Selatan itu dapat memberikan motivasi sekaligus masukan bagi pengembangan pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia. Sultan mengatakan dirinya telah beberapa kali berdiskusi dengan Shin Tae-yong mengenai sepak bola Indonesia. Dalam pembicaraan tersebut, Shin menilai Indonesia memiliki masa depan sepak bola yang menjanjikan, meski masih banyak hal yang perlu dibenahi. “Shin Tae-yong sampaikan bahwa Indonesia itu punya masa depan. Hanya saja memang pekerjaan dan PR-nya masih banyak. Nah, itu yang pelan-pelan nanti kita akan benahi,” kata Sultan. Sultan juga membuka peluang keterlibatan Shin Tae-yong dalam pencarian dan pembinaan pemain muda berbakat. Menurutnya, Shin menyambut positif gagasan tersebut dan siap memberikan dukungan. Sementara itu, Shin Tae-yong menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan sepak bola jika sistem pembinaan usia dini dijalankan secara konsisten dan terstruktur. “Kalau sistemnya saja bisa dijaga dengan baik, maka sepak bola Indonesia tentu bisa berkembang dengan pesat. Saya yakin sekali, sepak bola Indonesia pasti bisa maju kalau memiliki sistem yang baik seperti ini,” ujar Shin. Shin menekankan kualitas pelatih sebagai salah satu faktor penting dalam membangun fondasi sepak bola sejak usia dini. Menurutnya, pemain muda membutuhkan pelatih yang mampu membimbing perkembangan mereka secara tepat. Ia juga mendorong para legenda dan mantan pemain sepak bola untuk terlibat lebih jauh dalam pembinaan pemain muda. Pengalaman mereka dinilai dapat membantu memperkuat fondasi sepak bola nasional. “Bagi anak-anak usia dini, sebenarnya yang dibutuhkan adalah para pelatih yang baik. Jika legenda-legenda sepak bola tersebut ikut melatih dan membina anak-anak muda, maka akarnya akan menjadi kuat,” tutur Shin. Melalui BLISPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI 2026, Sultan berharap penjaringan pemain berbakat tidak lagi terpusat di daerah tertentu. Talenta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Aceh hingga Papua, diharapkan mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang dan suatu saat memperkuat tim nasional.

Batam Catur Club Gelar Turnamen Junior Seri Kedua Hari Ini di Mall Botania 2

Junior Chess Tournament BCC Cup 2

Batam Catur Club menggelar seri kedua turnamen catur junior di Mall Botania 2, Kota Batam, Minggu, 25 Oktober 2026. Turnamen ini merupakan bagian dari program kompetisi rutin yang direncanakan berlangsung setiap bulan, dengan total 12 seri hingga tahun 2027. Digagas oleh Moch. Al Ichsan, kegiatan ini bertujuan mendorong regenerasi atlet catur di Kota Batam. Turnamen menggunakan sistem Swiss Manager dengan tujuh babak dan waktu berpikir 10 menit ditambah tiga detik. Sebanyak 88 peserta mengikuti kompetisi yang dibagi dalam dua kategori usia, yakni 7 hingga 11 tahun 46 peserta dan 12 hingga 17 tahun 42 peserta. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan seri sebelumnya pada akhir September. Untuk memeriahkan kegiatan, panitia juga menggelar turnamen terbuka bagi peserta berusia di atas 18 tahun diikuti sebanyak 70 peserta. Dengan biaya pendaftara sebesar Rp 50.000,- peserta mendapatkan Piala, uang pembinaan, snack dan makan. Panitia turnamen, Jody Sitinjak, mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kompetisi seri kedua ini. “Dari yang lalu-lalu cukup pesat peningkatannya. Dari sekitar 50-an yang bulan lalu kita mengadakan BCC Cup pertama, sekarang ini BCC Cup kedua diikuti 88 peserta junior. Dan melihat antusiasme peserta juniornya, saya yakin jika dilaksanakan begini terus, atlet-atlet junior Batam ini akan banyak peningkatan ke depannya,” ungkap Jody. Sementara itu, Rina Roza, S.Pd peminat catur sekaligus pendamping peserta junior dari SD IT Darussalam 01, menilai turnamen ini memberikan manfaat bagi siswa, terutama dalam mengembangkan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan. “Hari ini kami dari SDT Darussalam 01 mengirim 5 murid, semuanya laki-laki dari kelas 4, 5, dan 6. Alhamdulillah anak saya masuk 7 besar atas nama ananda Hilmi kelas 5B. Menurut saya pertandingan ini sangat bagus, dikarenakan bisa mengasah kemampuan anak yang pertama. Yang kedua pengalaman yang penting, anak-anak itu harus dibawa keluar sehingga dia mempunyai mental bertanding. Jadi dengan ramai seperti ini, dia bertanding dengan siapapun, jadi dia bisa siap mentalnya. Ini yang ketiga kali, dulu ada di sekolah, tapi bulan lalu ada di sini juga, sekarang ini yang ketiga,” jelas Rina. Pada seri kedua ini, panitian menekankan orang tua tidak boleh berada di area pertandingan agar peserta belajar mandiri dan mampu menyelesaikan persoalan selama bertanding. Rina juga menyarankan panitia menjalin komunikasi dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah atau K3S agar informasi turnamen dapat menjangkau sekolah-sekolah di seluruh 12 kecamatan di Kota Batam.

Sulut rajai Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi 2026 dengan 149 poin

Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Pordasi ke-60

Sulawesi Utara (Sulut) meraih gelar juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Tahun 2026 dengan mengumpulkan 149 poin, mengungguli Jawa Barat dan Papua Selatan. Gelar tersebut dipastikan setelah pelaksanaan seri kedua Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu. Berdasarkan akumulasi hasil seri pertama di Pangandaran, Jawa Barat, dan seri kedua di Tompaso, Sulut menempati posisi teratas dengan 149 poin. Jawa Barat berada di peringkat kedua dengan 44,5 poin, disusul Papua Selatan dengan 39,5 poin, Jawa Tengah 33,5 poin, dan DKI Jakarta 24 poin. Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) Aryo Djojohadikusumo mengapresiasi penyelenggaraan kejurnas yang kembali berlangsung di Tompaso setelah lebih dari satu dekade. “Hari ini tersampaikan mimpi menyelenggarakan kejurnas di Tompaso, Sulawesi Utara. Terakhir, sudah lebih 10 tahun kita melaksanakan kejurnas di sini,” kata Aryo di Tompaso. Ia mengatakan Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri II Tahun 2026 yang digelar melalui Indonesia’s Horse Racing (IHR) tersebut diikuti peserta dari 14 provinsi. Selain tuan rumah, kejuaraan itu juga diramaikan kuda, pemilik kuda, dan pengelola kandang pacuan dari berbagai daerah, termasuk Jawa dan Sumatera. “Ada 14 provinsi, terima kasih kepada peserta yang sudah meramaikan acara ini,” ujarnya. Aryo menyebutkan lebih dari 60 persen kuda yang mengikuti kejuaraan tersebut merupakan kuda kelahiran Tompaso dan wilayah lain di Sulawesi Utara. Menurut dia, kondisi itu menunjukkan pentingnya peran peternak dan pemilik kuda di Sulut dalam pengembangan olahraga pacuan kuda nasional. “Jadi ke depan, tidak mungkin sukses tanpa ada dukungan yang luar biasa kepada para peternak, para owner, para pemilik, semua yang punya stable di Sulut,” katanya. Aryo mengatakan Pordasi memiliki program pembangunan lintasan pacuan kuda berstandar internasional di Jakarta. Namun, pengembangan olahraga tersebut tetap membutuhkan dukungan daerah, termasuk Sulawesi Utara. Ia berharap kejuaraan pacuan kuda semakin sering diselenggarakan sekaligus memberikan ruang lebih besar bagi peternak lokal. “Acara seperti ini akan lebih sering, lebih banyak dan lebih mengedepankan peternak dari seluruh Sulut,” ujarnya. Aryo juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan fasilitas olahraga berkuda. Menurut dia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Minahasa telah menyiapkan dukungan untuk pengembangan fasilitas olahraga berkuda di Tompaso dan wilayah lainnya. “Hari ini dihadiri Gubernur Sulut. Beliau menyampaikan dukungan yang luar biasa bahkan saya sudah dengar dari Pemkab Minahasa dan Pemprov Sulut sudah menyiapkan dukungan yang luar biasa untuk fasilitas olahraga berkuda di Tompaso, Manado bahkan Sulut,” katanya.

Janice Tjen juara ganda Japan Open 2026

WTA Japan Open 2026

Petenis Indonesia, Janice Tjen bersama Storm Hunter dari Australia menjuarai nomor ganda putri Japan Open 2026, setelah mengalahkan pasangan Ceko Jesika Maleckova/Miriam Skoch pada final di Osaka, Jepang. Berdasarkan statistik penyelenggara, Sabtu, pasangan unggulan teratas Janice/Hunter memastikan gelar turnamen WTA 250 tersebut setelah menang dua set langsung 6-4, 6-1 dalam waktu satu jam tujuh menit. Pada set pertama, kedua pasangan bersaing ketat sebelum Janice/Hunter menutupnya dengan kemenangan 6-4. Memasuki set kedua, pasangan Indonesia-Australia itu tampil lebih solid dan mendominasi permainan hingga mengunci kemenangan 6-1. Janice/Hunter tidak memberikan satu pun peluang pematahan servis (break point) kepada lawan sepanjang pertandingan. Mereka juga memenangi 32 dari 43 poin saat melakukan servis, yang menjadi salah satu faktor penting dalam mengendalikan pertandingan. Gelar tersebut sekaligus mengakhiri penantian Hunter untuk menjuarai nomor ganda putri Japan Open. Petenis Australia itu sebelumnya dua kali mencapai final, yakni pada 2017 dan 2025, tetapi selalu kalah melalui babak penentuan (match tie-break). Bagi Hunter, kemenangan di Osaka menjadi gelar keduanya sepanjang 2026 sekaligus gelar ke-11 pada level tur. Sebelumnya, ia menjuarai turnamen di Austin pada Maret bersama petenis Amerika Serikat Taylor Townsend. Dalam perjalanan menuju gelar Japan Open 2026, Janice/Hunter mengawali turnamen dengan mengalahkan Ingrid Martins/Sara Sorribes Tormo 6-2, 6-2 pada babak pertama. Mereka kemudian bangkit setelah kehilangan set pembuka untuk menundukkan pasangan Taiwan Ya-Hsin Lee/Fang-Hsien Wu dengan skor 4-6, 6-3, 10-6 pada perempat final. Pada semifinal, Jumat (23/10), Janice/Hunter kembali harus melalui set penentuan sebelum mengalahkan Isabelle Haverlag/Lilli Tagger dengan skor 6-2, 5-7, 10-8. Hasil tersebut membawa mereka ke final menghadapi Maleckova/Skoch dan akhirnya memastikan gelar juara. Japan Open 2026 merupakan turnamen WTA 250 yang berlangsung di Osaka pada 19–25 Oktober dengan menggunakan lapangan keras.

Raharjati sabet perak panjat tebing dunia di Chile

Raharjati Nursamsa

Atlet panjat tebing Indonesia, Raharjati Nursamsa meraih medali perak nomor kecepatan (speed) putra pada World Climbing Series Santiago 2026 di Chile setelah mencatatkan waktu 5,06 detik pada partai final. Berdasarkan hasil pertandingan yang dilaporkan Minggu, atlet berusia 25 tahun itu turun menghadapi atlet China Zhao Yicheng pada final yang berlangsung Sabtu (24/10) petang waktu setempat atau Minggu dini hari WIB. Raharjati harus mengakui keunggulan Zhao yang merebut medali emas setelah mencatatkan waktu 4,74 detik. Indonesia menurunkan sejumlah atlet pada nomor kecepatan putra dan putri serta nomor kesulitan (lead) putra dalam kejuaraan tersebut. Pada nomor kecepatan putra, selain Raharjati, Indonesia diperkuat Veddriq Leonardo, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Keempat atlet tersebut berhasil melewati babak kualifikasi. Antasyafi menempati peringkat pertama kualifikasi dengan catatan waktu 4,92 detik, disusul Raharjati di posisi kedua dengan 4,93 detik. Aditya berada di peringkat keempat dengan 4,96 detik, sedangkan Veddriq menempati posisi ke-10 dengan 5,07 detik. Pada nomor kecepatan putri, Indonesia diwakili Rajiah Sallsabillah dan Desak Made Rita Kusuma Dewi. Kedua atlet tersebut juga berhasil melewati babak kualifikasi, dengan Desak menempati peringkat kedua dan Rajiah berada di posisi keenam. Medali emas nomor kecepatan putri diraih atlet China Deng Lijuan dengan catatan waktu 6,38 detik. Sementara itu, pada nomor kesulitan putra, atlet Indonesia Putra Tri Ramadani menempati peringkat keempat babak kualifikasi dan berhak melanjutkan pertandingan ke semifinal. Babak semifinal nomor kesulitan putra dijadwalkan berlangsung Minggu pukul 09.00 waktu setempat atau 19.00 WIB. Adapun partai final dijadwalkan berlangsung Minggu pukul 18.00 waktu setempat atau Senin (26/10) pukul 04.00 WIB.

Cetak Bibit Atlet Muda, Depok Kids Run Festival Siap Digelar

Depok Kids Run Festival 2026

Depok Kids Run Festival 2026 menghadirkan kategori Kids Dash 40 meter sebagai ajang kompetisi lari cepat bagi siswa sekolah dasar (SD) se-Kota Depok. Digelar pada 1 November 2026 di Depok Open Space (DOS), Balai Kota Depok, kategori ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, sekaligus membuka peluang menjaring bibit atlet atletik sejak dini. Kids Dash 40 meter merupakan kategori lomba yang mendapat dukungan teknis dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Depok bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Depok. Ajang ini dirancang untuk memperkenalkan olahraga atletik kepada anak-anak melalui kompetisi yang terukur, aman, dan menjunjung sportivitas. Ketua PASI Kota Depok, Deni Suprayogi, menjelaskan bahwa kategori Kids Dash menyasar siswa SD dengan jarak lomba yang disesuaikan dengan kondisi lintasan di DOS serta mengutamakan keselamatan peserta. “Ruang lingkup PASI Kota Depok di sini bertindak sebagai pelaksana teknis perlombaan, khususnya untuk kategori Kids Dash 40m. Pemilihan jarak 40 meter disesuaikan dengan ketersediaan panjang lintasan dan prioritas utama keselamatan pelari di Depok Open Space, namun tetap memenuhi standar serta prinsip adu cepat yang sah,” jelasnya lewat rilis yang diterima berita.depok.go.id, Jumat (23/10/26). Perlombaan dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan tingkat kelas, yakni kelas 1–2, kelas 3–4, dan kelas 5–6 SD, serta setiap kelompok memiliki kategori putra dan putri. Dalam babak penyisihan, tiga peserta tercepat akan melaju ke babak final pada masing-masing kategori. Untuk mendukung ketepatan hasil, panitia menyiapkan tim teknis, juri, pengawas, serta teknologi photo finish guna merekam hasil akhir perlombaan secara presisi. Deni menambahkan, aspek keselamatan juga diperhatikan melalui kondisi lintasan yang rata, ruang yang cukup setelah garis finis, serta pengaturan jalur agar peserta dapat berlari dengan aman. Sementara itu, Ketua Umum KONI Depok, Herry Suprianto, mengatakan Kids Dash berpotensi menjadi langkah awal untuk menemukan pelari berbakat dari sekolah-sekolah di Kota Depok. Ajang ini juga dinilai relevan dengan persiapan Depok sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat (Jabar) 2026 mendatang. “Melalui kategori Kids Dash, KONI Depok sangat optimistis ajang ini dapat menjadi titik awal menjaring bibit-bibit pelari berbakat dari sekolah-sekolah di Depok. Ini adalah momentum berharga, apalagi Kota Depok menjadi salah satu tuan rumah Porprov Jabar,” ungkapnya. Sedangkan Direktur Depok Kids Run Festival, Yudha Tito Saputra, menuturkan bahwa peserta akan mendapatkan pengalaman mengikuti perlombaan dengan sejumlah elemen kompetisi resmi, mulai dari pemanggilan nama di area persiapan (holding zone), penggunaan nomor dada (BIB), hingga pencatatan finis menggunakan kamera photo finish. “Kami ingin anak-anak merasakan euforia perlombaan resmi dan membangun semangat percaya diri mereka sejak dini,” tuturnya. Menurut Deni, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan atletik kepada anak-anak yang selama ini lebih akrab dengan olahraga populer lainnya. Selain menyehatkan, atletik dapat menjadi pilihan olahraga untuk mengembangkan kemampuan fisik dan mental. Peserta Kids Dash 40 meter akan memperoleh nomor dada resmi dan medali partisipasi. Sementara itu, juara pertama, kedua, dan ketiga di setiap kategori putra dan putri berkesempatan mendapatkan uang tunai, medali juara, paket hadiah dari sponsor, serta sertifikat kejuaraan dari KONI dan PASI Kota Depok. Pendaftaran terbuka bagi seluruh siswa dan siswi SD se-Kota Depok, baik secara mandiri melalui orang tua maupun secara kolektif melalui sekolah. Calon peserta dapat mendaftar secara daring melalui situs kidsrunfestival.com atau menghubungi WhatsApp panitia di 0895-6387-39557. “Ayo, daftarkan putra-putri atau siswa sekolahmu sekarang dan jadikan Depok Kids Run Festival 2026 sebagai kesempatan untuk berani berkompetisi, meraih prestasi, dan mengenal dunia atletik sejak dini,” tutupnya.

Sirkuit Tenis Junior Bengkulu Seri 2 Tahun 2026 Diikuti 49 Atlet Junior

Sirkuit Tenis Junior Provinsi Bengkulu Seri 2 Tahun 2026

Sirkuit Tenis Junior Provinsi Bengkulu Seri 2 Tahun 2026 digelar pada Sabtu hingga Minggu, 24-25 Oktober 2026, di lapangan tenis KM 6,5 Kota Bengkulu. Kejuaraan ini diikuti 49 atlet junior dari berbagai klub sebagai upaya mendukung pembinaan dan meningkatkan kemampuan atlet tenis sejak usia dini. Ketua Pelaksana Sirkuit Tenis Junior Provinsi Bengkulu Seri 2 Tahun 2026, Ahmad Sanusi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari seri pertama yang berlangsung pada Desember 2025 lalu. Menurutnya, penyelenggaraan sirkuit secara berkelanjutan diharapkan dapat menjadi wadah bagi atlet junior untuk mengembangkan kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding. Ahmad Sanusi dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini direncanakan menjadi agenda rutin setiap semester atau enam bulan sekali. Dengan pelaksanaan secara berkala, pembinaan atlet junior di Provinsi Bengkulu diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan berkesinambungan. “Ini adalah kegiatan lanjutan seri pertama yang berlangsung pada Desember 2025 lalu. Insyaallah nanti akan dilaksanakan setiap semester atau enam bulan sekali,” ujar Ahmad Sanusi. Dalam kejuaraan ini, terdapat dua kategori yang dipertandingkan, yakni Orange Ball dan Red Ball. Kategori Orange Ball diikuti 24 peserta, terdiri atas 18 atlet putra dan enam atlet putri, sedangkan kategori Red Ball diikuti 25 peserta, terdiri atas 15 atlet putra dan 10 atlet putri. Pertandingan kategori Orange Ball dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, sementara kategori Red Ball berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026. Pembagian kategori tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan bertanding sesuai dengan tahapan pembinaan tenis junior. Kejuaraan ini juga melibatkan berbagai klub tenis yang berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan pertandingan. Sinergi antara klub, pelatih, panitia, dan pihak pendukung diharapkan dapat memperkuat pembinaan serta mendorong munculnya atlet-atlet tenis potensial dari Bengkulu. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga memberikan apresiasi kepada para atlet yang berpartisipasi. Panitia bersama sponsor menyediakan piala, medali, piagam, serta hadiah atau bingkisan bagi para pemenang dan peserta. Melalui Sirkuit Tenis Junior Provinsi Bengkulu Seri 2 Tahun 2026, penyelenggara berharap semakin banyak atlet muda yang termotivasi untuk berlatih dan meningkatkan prestasi. Pelaksanaan sirkuit secara rutin setiap enam bulan diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pembinaan tenis junior di Provinsi Bengkulu.