Batam Catur Club Gelar Turnamen Junior Seri Kedua Hari Ini di Mall Botania 2
Batam Catur Club menggelar seri kedua turnamen catur junior di Mall Botania 2, Kota Batam, Minggu, 25 Oktober 2026. Turnamen ini merupakan bagian dari program kompetisi rutin yang direncanakan berlangsung setiap bulan, dengan total 12 seri hingga tahun 2027. Digagas oleh Moch. Al Ichsan, kegiatan ini bertujuan mendorong regenerasi atlet catur di Kota Batam. Turnamen menggunakan sistem Swiss Manager dengan tujuh babak dan waktu berpikir 10 menit ditambah tiga detik. Sebanyak 88 peserta mengikuti kompetisi yang dibagi dalam dua kategori usia, yakni 7 hingga 11 tahun 46 peserta dan 12 hingga 17 tahun 42 peserta. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan seri sebelumnya pada akhir September. Untuk memeriahkan kegiatan, panitia juga menggelar turnamen terbuka bagi peserta berusia di atas 18 tahun diikuti sebanyak 70 peserta. Dengan biaya pendaftara sebesar Rp 50.000,- peserta mendapatkan Piala, uang pembinaan, snack dan makan. Panitia turnamen, Jody Sitinjak, mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kompetisi seri kedua ini. “Dari yang lalu-lalu cukup pesat peningkatannya. Dari sekitar 50-an yang bulan lalu kita mengadakan BCC Cup pertama, sekarang ini BCC Cup kedua diikuti 88 peserta junior. Dan melihat antusiasme peserta juniornya, saya yakin jika dilaksanakan begini terus, atlet-atlet junior Batam ini akan banyak peningkatan ke depannya,” ungkap Jody. Sementara itu, Rina Roza, S.Pd peminat catur sekaligus pendamping peserta junior dari SD IT Darussalam 01, menilai turnamen ini memberikan manfaat bagi siswa, terutama dalam mengembangkan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan. “Hari ini kami dari SDT Darussalam 01 mengirim 5 murid, semuanya laki-laki dari kelas 4, 5, dan 6. Alhamdulillah anak saya masuk 7 besar atas nama ananda Hilmi kelas 5B. Menurut saya pertandingan ini sangat bagus, dikarenakan bisa mengasah kemampuan anak yang pertama. Yang kedua pengalaman yang penting, anak-anak itu harus dibawa keluar sehingga dia mempunyai mental bertanding. Jadi dengan ramai seperti ini, dia bertanding dengan siapapun, jadi dia bisa siap mentalnya. Ini yang ketiga kali, dulu ada di sekolah, tapi bulan lalu ada di sini juga, sekarang ini yang ketiga,” jelas Rina. Pada seri kedua ini, panitian menekankan orang tua tidak boleh berada di area pertandingan agar peserta belajar mandiri dan mampu menyelesaikan persoalan selama bertanding. Rina juga menyarankan panitia menjalin komunikasi dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah atau K3S agar informasi turnamen dapat menjangkau sekolah-sekolah di seluruh 12 kecamatan di Kota Batam.