Sebanyak 64 tim sepak bola usia dini hingga remaja mengikuti turnamen Blispi Youth Cup V Piala Ketua DPD 2026 di Stadion Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Turnamen yang digelar bersama Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (Blispi) itu resmi dibuka oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bachtiar Najamudin di Stadion Wibawa Mukti, Minggu (25/10/2026).
Kompetisi yang mempertandingkan kategori U-10, U-12, U-14, dan U-16 tersebut diharapkan menjadi ajang penjaringan bibit pemain sepak bola nasional melalui kompetisi berjenjang dari daerah.
Sultan mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan pemain sepak bola berkualitas mengingat jumlah penduduknya yang besar. Namun, tidak semua anak di daerah memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti pembinaan dan kompetisi.
“Masa sih kita tidak bisa mencari bibit? Masa kita tidak menemukan betul-betul permata-permata dari daerah? Nah, salah satu caranya adalah melalui kompetisi seperti ini,” kata Sultan.
Menurut Sultan, kompetisi usia dini tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial yang berhenti setelah turnamen berakhir. Pembinaan perlu dilakukan secara konsisten, mulai dari kompetisi, pendampingan, hingga pemberian kesempatan bagi pemain untuk berkembang ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia merancang kompetisi sepak bola pelajar secara berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga nasional. Pemain terbaik dari kompetisi antardesa akan melaju ke tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi sebelum bertanding di tingkat nasional.
“Kita punya struktur sampai ke daerah, kita punya anggota-anggota DPD terbaik di daerah. Melalui kompetisi yang munculnya liganya dari daerah, lalu kompetisi kita bikin dari kampung, lomba antardesa, muncul sampai juara kecamatan, lalu juara kecamatan ditandingkan juara kabupaten, juara kabupaten ditandingkan lagi juara provinsi, nanti nasionalnya kita bawa,” ujarnya.
Sultan menyebut Blispi sebelumnya juga menjadi bagian dari perjalanan sejumlah pemain yang kemudian menembus level nasional. Salah satu pemain yang disebutnya, adalah Egy Maulana Vikri.
Mantan pelatih Timnas Indonesia yang kini menangani Persija Jakarta, Shin Tae-yong turut hadir dalam pembukaan turnamen tersebut. Sultan berharap kehadiran juru taktik asal Korea Selatan itu dapat memberikan motivasi sekaligus masukan bagi pengembangan pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia.
Sultan mengatakan dirinya telah beberapa kali berdiskusi dengan Shin Tae-yong mengenai sepak bola Indonesia. Dalam pembicaraan tersebut, Shin menilai Indonesia memiliki masa depan sepak bola yang menjanjikan, meski masih banyak hal yang perlu dibenahi.
“Shin Tae-yong sampaikan bahwa Indonesia itu punya masa depan. Hanya saja memang pekerjaan dan PR-nya masih banyak. Nah, itu yang pelan-pelan nanti kita akan benahi,” kata Sultan.
Sultan juga membuka peluang keterlibatan Shin Tae-yong dalam pencarian dan pembinaan pemain muda berbakat. Menurutnya, Shin menyambut positif gagasan tersebut dan siap memberikan dukungan.
Sementara itu, Shin Tae-yong menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan sepak bola jika sistem pembinaan usia dini dijalankan secara konsisten dan terstruktur.
“Kalau sistemnya saja bisa dijaga dengan baik, maka sepak bola Indonesia tentu bisa berkembang dengan pesat. Saya yakin sekali, sepak bola Indonesia pasti bisa maju kalau memiliki sistem yang baik seperti ini,” ujar Shin.
Shin menekankan kualitas pelatih sebagai salah satu faktor penting dalam membangun fondasi sepak bola sejak usia dini. Menurutnya, pemain muda membutuhkan pelatih yang mampu membimbing perkembangan mereka secara tepat.
Ia juga mendorong para legenda dan mantan pemain sepak bola untuk terlibat lebih jauh dalam pembinaan pemain muda. Pengalaman mereka dinilai dapat membantu memperkuat fondasi sepak bola nasional.
“Bagi anak-anak usia dini, sebenarnya yang dibutuhkan adalah para pelatih yang baik. Jika legenda-legenda sepak bola tersebut ikut melatih dan membina anak-anak muda, maka akarnya akan menjadi kuat,” tutur Shin.
Melalui BLISPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI 2026, Sultan berharap penjaringan pemain berbakat tidak lagi terpusat di daerah tertentu. Talenta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Aceh hingga Papua, diharapkan mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang dan suatu saat memperkuat tim nasional.