Cerita Atlet Termuda Indonesia di Asian Games 2026

Mikhayla Shanum Caya

Ada yang menarik dari keikutsertaan Indonesia di Asian Games 2026 beberapa waktu lalu. Di antara para atlet yang bersiap mengharumkan nama bangsa, ada sosok atlet muda dengan usia yang masih sangat belia. Dialah Mikhayla Shanum Caya. Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Mikhayla menjadi atlet termuda Indonesia yang masuk dalam kontingen untuk Asian Games 2026. Ia bertanding pada cabang olahraga skateboard nomor Park Putri. Lahir dan besar dalam lingkungan olahraga yang kental, bakat Mikhayla merupakan warisan dari sang ayah, Anthony Adam Caya, yang juga merupakan sosok atlet skateboard nasional. Dukungan penuh keluarga yang solid inilah yang menjadi fondasinya untuk menekuni papan luncur sejak dini hingga akhirnya mampu menembus level internasional. Sebelum tampil di panggung Asia, ketajaman teknik Mikhayla sudah mulai terasah di kancah domestik dan Asia Tenggara. Ia sempat mencuri perhatian saat mewakili Papua Pegunungan dalam nomor ekshibisi skateboard pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 serta menembus final SEA Games Thailand 2025. Keikutsertaan Mikhayla menjadi salah satu gambaran regenerasi atlet Indonesia. Di usia yang masih sangat muda, ia akan mendapatkan pengalaman berharga dengan berkompetisi bersama atlet-atlet dari berbagai negara Asia. Bagi Mikhayla, Asian Games 2026 juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di level internasional sekaligus membawa nama Papua Pegunungan, Indonesia ke pentas Asia. Usai mengikuti Asian Games 2026, Mikhayla diharapkan dapat menikmati pengalaman bertanding dan terus berkembang sebagai atlet muda Indonesia. Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan regenerasi atlet nasional.

Stece Juara DBL D.I Yogyakarta 2026 Usai Puasa 5 Tahun

SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

Setelah 5 tahun menanti, SMA Stella Duce 1 Yogyakarta (Stece) akhirnya kembali menduduki takhta tertinggi dan jadi juara Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta sektor putri. Stece berhasil mengalahkan SMA Budi Utama Yogyakarta dengan skor akhir 61-50 pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kedua tim langsung menjalani kompetisi yang intens pada awal kuarter pembuka. Sekitar 2 menit pertama mereka habiskan untuk balas membalas poin. Setelah Budi Utama mengejar ketertinggalan menjadi 6-4, Stece langsung bermain dominan dengan mencetak 12 poin. Di sisi lain, Budi Utama hanya bisa membukukan dua poin. Naima Syafira Hanif memimpin dengan total enam poin untuk Stece dalam kurun tersebut. Stece menutup kuarter pertama dengan keunggulan 11 poin (22-11). Kedudukan itu akhirnya semakin jauh hingga 15 poin ketika waktu tersisa 8 menit 34 detik pada kuarter kedua (26-11). Budi Utama tetap berusaha keras untuk menemukan tempo penyerangan yang tepat untuk mereka. Zahira Adiya Mecca akhirnya berhasil mencetak poin melalui layup-nya untuk mematahkan tren Stece itu. Kendati demikian, Stece ternyata telah mempersiapkan banyak kejutan di sisi menyerang. Mereka kembali memberikan balasan bertubi-tubi. Bahkan, mereka berhasil memipin hingga 21 poin dengan sisa waktu 4 menit 15 detik (36-15). Itu bukan berarti Budi Utama langsung menyerah. Melalui koordinasi matang Zahira, Naysia Agustina Santosa, dan Nicolle Jacqueline Imanuella Sukweiju, mereka mampu memangkas kedudukan itu secara perlahan sebelum memasuki jeda pertandingan. Sebanyak sembilan poin beruntun berhasil ditorehkan oleh Budi Utama. Pada akhir kuarter kedua, keunggulan Stece jadi hanya 14 poin (38-24). Upaya Budi Utama untuk bangkit dari keterpurukan menjadi semakin serius pada kuarter ketiga. Naysia langsung membuka penyerangan Budi Utama dengan tripoin dan layup pada semenit pertama. Kemudian, dengan sisa waktu 7 menit 50 detik, Naysia kembali menyumbang angka melalui layup. Dengan begitu, Budi Utama jadi hanya tertinggal tujuh poin dari Stece (38-31). Dengan banyak tekanan menyelimuti Stece, mereka akhirnya berhasil membendung serangan Budi Utama pada kuarter ketiga itu. Setelah serangan bertubi-tubi dari Naysia, Budi Utama hanya bisa mencetak tiga poin hingga kuarter ketiga berakhir. Di sisi lain, Stece tetap mampu mencatat poin sedikit demi sedikit. Mereka kembali unggul 12 poin atas Budi Utama (48-34). Sejak itu, setiap Budi Utama berusaha untuk mengejar ketertinggalan, Stece selalu berhasil menemukan cara untuk menghentikan mereka. Tembakan-tembakan Budi Utama bisa dibalas dengan layup dan free throw yang mampu memecah momentum. Stece membawa pulang gelar juara dengan performa tim yang solid! Ada tiga pemain Stece yang berhasil membukukan poin dobel digit. Mereka adalah Naima Syafira Hanif (18), Alicia Graceitha Putri (14), dan Nathanela Yagenta Cahya Nirwasita (10). Nathanela juga mengumpulkan 11 rebound untuk mempercantik angka statistiknya. Di sisi lain. Naysia memimpin Budi Utama dengan 19 poin, 3 rebound, 3 assist, dan 3 tripoin. Zahira juga bermain produktif dengan 12 poin, 8 rebound, dan 3 steal. Selamat atas kejuaraannya, SMA Stella Duce 1 Yogyakarta!

BOSA Juara 10 Kali Beruntun DBL Yogyakarta

SMA BOPKRI 1 Yogyakarta

Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta sektor putra mempertemukan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta (BOSA) dengan SMA Olifant Yogyakarta pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Ini merupakan pertemuan ketiga antara kedua tim di partai puncak sejak 2024 lalu. Setelah melalui pertandingan yang panjang dan intens, BOSA kembali keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 60-53. Setelah saling membalas poin pada 2 menit pertama setelah tip-off (6-5 keunggulan BOSA), BOSA langsung memamerkan taring mereka yang tajam di sisi menyerang. Mereka mencetak tujuh poin beruntun untuk menjauhkan kedudukan. Olifant berulang kali mencoba untuk menghentikan serangan bertubi-tubi itu. Namun, saat itu, mereka masih belum menemukan jawaban. Dengan sisa waktu 3 menit 58 detik, giliran sang MVP Eliezer Fortunatus yang memimpin penyerangan BOSA. Sebanyak lima poin berhasil ia torehkan secara beruntun. BOSA pun menutup kuarter pertama dengan keunggulan 15 poin atas Olifant (24-9). Meski tertinggal jauh, Olifant tidak menyerah begitu saja. Mereka datang dengan strategi yang lebih efektif pada kuarter kedua. Rafka Raditya Rusnandi dan Maximilian Fraderico Nugroho mengoleksi total enam poin untuk Olifant untuk bangkit secara perlahan (24-15). Tidak berhenti sampai situ, Fraderico juga sukses memasukkan tripoinnya untuk memperkecil jarak menjadi lima poin saja (26-21). BOSA berusaha untuk menjauh lagi, tetapi Olifant tidak berhenti untuk mengejar mereka. Ketika waktu tersisa 1 menit 10 detik, mereka terus memotong kedudukan sampai skor menjadi 30-27. Memasuki jeda pertandingan, BOSA berhasil sedikit memperlebar jarak melalui free throw Demetrius Deric Buana dan tripoin Alexius Gantan Mahija (31-27). Pertandingan berjalan semakin menegangkan pada kuarter ketiga. Olifant berhasil mendekat dengan skor 34-31. Namun, mereka harus menghadapi situasi yang berat. Satu per satu pemain andalan mereka harus menepi sementara, mulai dari Geizha Davian Putra, Geoffrey Tan, hingga Mahardhika Bagdja Putra Purbadi. Meski begitu, skuad Olifant jadi semakin kompak dan termotivasi untuk mengejar ketertinggalan. Kali ini, Raphael Chistopher Marantika tampil mentereng menggantikan Geo. Setelah dua free throw-nya berhasil masuk, tembakan tripoin Raphael masuk tepat sasaran untuk membuat kedudukan jadi berjarak dua poin saja dengan sisa waktu 5 menit 5 detik (36-34). Melihat kondisi itu, Eliezer langsung bermain ganas untuk BOSA. Ia mengumpulkan total lima poin untuk mengamankan kontrol pertandingan, juga dibantu oleh Kenneth Julian Tora Kartika (44-38). Kuarter ketiga kemudian ditutup dengan tembakan Geizha yang sudah kembali lagi ke lapangan. BOSA unggul 44-40 atas Olifant saat kuarter ketiga berakhir. Atrmosfer GOR Universitas Negeri Yogyakarta semakin panas pada 10 menit terakhir. Eliezer dan Criscito Forlantino Putranto aktif menyumbang poin untuk BOSA. Dengan sisa waktu 5 menit 46 detik, BOSA masih nyaman dengan keunggulan lima poin (51-46). Bagaimanapun, momentum itu langsung hilang seketika. Sebab, setelah Rafka sukses mengeksekusi reverse layup, Raphael kembali memasukkan tripoinnya dari ujung lapangan. Olifant menyamakan skor 51-51 dengan sisa waktu 4 menit 24 detik! Dengan tekanan yang luar biasa besar, kedua tim terus bermain ngotot dan berjuang untuk menerobos pertahanan. Setelah satu free throw Deric masuk, tidak ada bola yang berhasil masuk selama sekitar 1 setengah menit. Akhirnya, mental juara BOSA berbicara banyak pada menit-menit krusial. Itu dapat terlihat dari keberanian Criscito untuk menembus benteng pertahanan Olifant. Ia berhasil memasukkan layup-nya dalam dua possession beruntun. BOSA kembali unggul lima poin atas Olifant dengan sisa waktu 1 menit 55 detik. Setelah Geizha menyumbang dua poin untuk berupaya mengimbangi permainan BOSA, Criscito lagi-lagi menerobos dan melakukan layup dengan sisa waktu 56 menit. Olifant harus mengambil timeout untuk menghentikan momentum itu. Kemenangan BOSA akhirnya dikunci oleh Deric melalui layup-nya dengan sisa waktu 39 detik. Sejak itu, Olifant sudah kehabisan cara untuk bangkit. Eliezer tampil fenomenal ketika BOSA benar-benar membutuhkannya. Ia berhasil mengumpulkan double-double 17 poin dan 10 rebound. Criscito dan Deric menyusul dengan masing-masing 14 dan 11 poin. Dari kubu Olifant, Raphael telah memberikan perjuangan terbaik dari bangku cadangan dengan 12 poin dan 7 rebound. Begitu pula dengan Rafka yang mencetak 8 poin dan 10 rebound. Terima kasih atas perjuangan yang luar biasa untuk bangkit, SMA Olifant Yogyakarta. Sampai bertemu lagi pada musim berikutnya! Selamat atas kejuaraan yang berhasil diamankan oleh SMA BOPKRI 1 Yogyakarta! Bukan hanya gelar juara ke-10 secara beruntun, ini juga merupakan trofi ke-12 mereka secara keseluruhan di DBL D.I Yogyakarta.

Aldila Sutjiadi kandas di semifinal China Open 2026

Aldila Sutjiadi bersama Erin Routliffe

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi bersama pasangannya Erin Routliffe (Selandia Baru), kandas pada semifinal ganda putri China Open 2026 setelah kalah dari unggulan pertama Katerina Siniakova/Zhang Shuai dengan skor 4-6, 2-6 di Beijing, Sabtu. Dikutip dari WTA, pada pertandingan turnamen WTA 1000 tersebut, Aldila/Erin harus mengakui keunggulan Siniakova/Zhang setelah berjuang selama satu jam 14 menit. Pada set pertama, Aldila/Erin sempat menjaga persaingan dengan menyamakan kedudukan 2-2. Namun, Siniakova/Zhang mampu mengambil alih momentum dengan merebut dua gim berikutnya untuk unggul 4-2. Aldila/Erin berusaha mengejar ketertinggalan dan memperkecil selisih menjadi 3-4. Namun, pasangan unggulan pertama itu tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga menutup set pembuka dengan skor 6-4. Memasuki set kedua, Aldila/Erin sempat memimpin 1-0. Namun, Siniakova/Zhang segera bangkit dan merebut tiga gim berturut-turut untuk berbalik unggul 3-1. Aldila/Erin sempat menambah satu gim untuk mengubah kedudukan menjadi 2-3. Setelah itu, Siniakova/Zhang kembali mendominasi permainan dengan memenangi tiga gim beruntun untuk memastikan kemenangan 6-2 sekaligus mengamankan tiket ke final. Statistik pertandingan memperlihatkan Aldila/Erin kesulitan mengimbangi efektivitas permainan lawan. Pasangan Indonesia/Selandia Baru itu hanya memenangi 45 persen total poin, sementara Siniakova/Zhang menguasai 55 persen poin. Dari sektor servis, Aldila/Erin mencatatkan persentase servis pertama sebesar 62 persen atau 32 dari 52 percobaan. Mereka memenangi 66 persen poin dari servis pertama tersebut, sementara Siniakova/Zhang membukukan 81 persen keberhasilan poin dari servis pertama. Aldila/Erin juga mencatatkan delapan kesalahan sendiri, dua kali lebih banyak dibandingkan lawan yang hanya melakukan empat kesalahan. Kedua pasangan masing-masing menghasilkan dua dan satu ace, dengan keunggulan dua ace bagi pasangan Indonesia/Selandia Baru tersebut. Kekalahan itu mengakhiri langkah Aldila/Erin di China Open 2026, setelah berhasil menembus semifinal dengan menyingkirkan pasangan unggulan ketiga Hsieh Su-wei/Jelena Ostapenko melalui pertarungan tiga set, 7-6(5), 4-6, 10-7, pada babak perempat final, Jumat (9/10) malam. Aldila/Erin tiba di China Open 2026 setelah meraih gelar pada WTA 500 Singapore Open 2026 yang berlangsung akhir September, sebelum Aldila turun di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada nomor ganda campuran bersama petenis yang menjadi pelatihnya saat ini, Christopher Rungkat.

Indonesia bidik emas dari Kejuaraan Dunia Karate Junior di Polandia

Hadi Tjahjanto

Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) menargetkan Indonesia meraih medali emas pada 14th Karate World Championships Cadet, Junior & U21 di Bielsko-Biała, Polandia, 14-18 Oktober 2026. Ketua Umum PB Forki, Hadi Tjahjanto meminta para karateka Indonesia membawa kepercayaan diri dari keberhasilan dalam kejuaraan Asia Tenggara sebelumnya di Veitnam untuk menghadapi persaingan di tingkat dunia. “Saya yakin dengan semangat yang sama, sekarang di Polandia kalian akan mendapatkan kemenangan dan meraih medali emas sebanyak mungkin,” kata Hadi dalam keterangan resmi saat melepas kontingen Indonesia di Jakarta, Jumat. Indonesia mengirimkan 11 karateka pada empat atlet kategori kadet, empat atlet junior, dan tiga atlet U21. Hadi mengatakan disiplin, kondisi fisik, dan mental bertanding menjadi hal yang harus dijaga para atlet selama mengikuti kejuaraan dunia itu. Menurut dia, pengalaman dari berbagai kejuaraan sebelumnya menjadi modal penting bagi karateka muda Indonesia untuk menghadapi lawan-lawan terbaik dari berbagai negara. “Saya minta tunjukkan bahwa kalian adalah pemenang. Jangan lupa terus jaga disiplin, jaga kesehatan, pulang membawa medali emas sebanyak-banyaknya,” ujarnya. PB Forki juga memberangkatkan delegasi Guardian Girls Karate Indonesia untuk mengikuti seminar di Polandia. “Kami harapkan mendapatkan insight yang lebih banyak lagi untuk mengembangkan kegiatan Guardian Girls Karate Indonesia, sehingga masyarakat Indonesia, khususnya perempuan, bisa mendapatkan tambahan pengetahuan dan kemampuan bela diri apabila menghadapi agresor,” kata Hadi. Ia berharap kedua delegasi menghasilkan dua manfaat sekaligus, yakni prestasi bagi karate Indonesia dan tambahan pengetahuan bagi pengembangan program Guardian Girls Karate di Indonesia.

Piala Suhandinata 2026: Indonesia Raih Perunggu

Tim bulu tangkis junior Indonesia

Tim bulu tangkis junior Indonesia terhenti pada semifinal Piala Suhandinata 2026 sekaligus memastikan medali perunggu setelah harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor 0-2 (49-55 dan 42-55) di Kairo, Mesir, Jumat. Hasil tersebut membuat langkah Garuda Muda pada nomor beregu campuran BWF World Junior Championships 2026 berakhir di empat besar. Meski gagal melaju ke partai puncak, capaian semifinal telah memenuhi target awal yang ditetapkan tim Indonesia sebelum berangkat ke Mesir. Indonesia menembus empat besar setelah melewati Uni Emirat Arab pada perempat final dengan kemenangan 2-0. Garuda Muda memenangi dua set dengan skor 55-54 dan 55-31. Perjuangan para pebulu tangkis junior Indonesia di Kairo belum berakhir. Setelah nomor beregu campuran yang berlangsung pada 5-10 Oktober, mereka akan beralih fokus ke nomor perseorangan yang dijadwalkan bergulir pada 12-17 Oktober. Berikut hasil laga Indonesia vs Malaysia di semifinal Piala Suhandinata 2026: Set 1: Indonesia 49-55 Malaysia MS: Fardhan Rainanda Joe vs Tiew Wei Jie 11-6 WD: Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri 17-22 WS: Jolin Angelia vs Carine Tee 33-32 XD: Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti 43-44 MD: Faizal Pangestu/Anju Siahaan 49-55 Set 2: Indonesia 42-55 Malaysia MS: Fardhan Rainanda Joe vs Tiew Wei Jie 7-11 WD: Atresia Naufa Candani/Halifia Usni Pratiwi 11-22 WS: Jolin Angelia vs Carine Tee 28-33 XD: Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti 37-44 MD: Faizal Pangestu/Anju Siahaan vs Isyraf Hafizin/Ahmad Redzuan 42-55

Ini Dia Para Peraih Beasiswa Bulutangkis 2026

Sembilan atlet bersama jajaran pelatih PB Djarum setelah pengumuman penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026 yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (10/10).

Sebanyak sembilan atlet muda dari berbagai daerah meraih Beasiswa Bulutangkis 2026 dan bergabung dengan klub PB Djarum Kudus, Jawa Tengah, setelah melewati rangkaian seleksi ketat dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 yang diikuti 2.140 peserta. “Kesembilan atlet terpilih terdiri atas lima putra dan empat putri dari kelompok usia U-11, KU-11, dan KU-12. Seluruh atlet tersebut merupakan pemain tunggal,” kata Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum Sigit Budiarto ditemui usai pengumuman peraih beasiswa bulutangkis di GOR PB Djarum Kudus, Sabtu. Ia mengungkapkan audisi umum tahun ini digelar di tiga kota, yakni Pekanbaru, Makassar, dan Kudus. Dari seluruh peserta, sebanyak 67 atlet meraih super tiket untuk mengikuti karantina tahap pertama. Jumlah tersebut kemudian menyusut menjadi 46 atlet yang melanjutkan seleksi hingga akhirnya terpilih sembilan penerima beasiswa. Sigit mengatakan penilaian tidak hanya berdasarkan kemampuan teknik bermain, tetapi juga kondisi fisik, kecepatan, semangat juang, sikap, dan potensi atlet untuk berkembang. “Para atlet yang terpilih merupakan yang terbaik dan memang dibutuhkan oleh PB Djarum. Kami berharap mereka memiliki semangat dan tekad besar dalam menjalani latihan karena perjalanan menjadi pebulutangkis profesional masih panjang,” katanya. Ia juga berpesan kepada peserta yang belum berhasil agar tidak patah semangat dan terus berlatih untuk mengejar cita-cita menjadi atlet profesional. Koordinator Pelatih Tunggal Putri PB Djarum Hendrawan menambahkan keberhasilan dalam satu tahap seleksi belum menjamin kesuksesan pada masa mendatang. Sebaliknya, kegagalan dalam audisi juga bukan akhir dari perjalanan seorang atlet. Ia turut mengapresiasi dukungan orang tua dan pelatih yang mendampingi para atlet sejak awal berlatih hingga mengikuti audisi. Salah satu penerima beasiswa, Errencia Clarista, atlet kategori KU-12 putri asal Makassar mengaku senang karena impiannya bergabung dengan PB Djarum sejak lima tahun lalu akhirnya terwujud. Clarisa mengatakan baru pertama kali mengikuti audisi umum di Pekanbaru dan telah mempersiapkan diri melalui latihan rutin selama tiga bulan sebelum seleksi. Ia mengidolakan mantan atlet bulutangkis nasional Liliyana Natsir dan berharap dapat mengembangkan kemampuannya melalui pembinaan di PB Djarum. Ferawati Kambodji, Ibu Clarisa juga mendukung penuh langkah putrinya untuk menekuni bulutangkis. Menurut dia, kemauan dan semangat anak menjadi alasan utama keluarga terus memberikan dukungan agar Clarisa dapat meraih prestasi pada masa mendatang. Berikut daftar sembilan penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026: Kelompok U-11 Putri Vicky Lee Alison – Kota Tegal, PB Sinar Mutiara. Alisie Elaina Sembiring – Kota Bogor, PB Champion Kudus. Kelompok KU 11 Putra Russel Junior Sumual – Kabupaten Minahasa Utara, PB Talenta. Azka Adhitama – Kabupaten Bekasi, PB Bhinneka 2. Azka Azfar Rabbani – Kabupaten Purworejo, PB Garuda Jaya. Kelompok KU 11 Putri RR Arnetta Safara Bilqish Sholeh – Kota Yogyakarta, PB Elang Yogyakarta. Kelompok KU 12 Putra Feliks Zebua – Kabupaten Bogor, Kayp1 Champion Academy. Muh. Faiz Athallah – Kota Makassar, PB Ukhuwah Makassar. Kelompok KU 12 Putri Errencia Clarista – Kota Tangerang, Jenna Gozali Badminton Club.

Lolos Seleksi Ketat 2.140 Peserta, 9 Pebulutangkis Muda Resmi Bergabung dengan PB Djarum

Sembilan atlet bersama jajaran pelatih PB Djarum setelah pengumuman penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026 yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (10/10).

KUDUS, NYSNMedia.com – Sebanyak sembilan atlet muda berbakat berhasil meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026 sekaligus mengamankan tempat di klub bulutangkis ternama, PB Djarum. Keberhasilan ini diraih setelah mereka menyingkirkan total 2.140 peserta melalui rangkaian seleksi dan karantina ketat dalam ajang Audisi Umum PB Djarum 2026. Para penerima beasiswa ini terbagi dalam beberapa kelompok usia, yakni dua atlet U-11 Putri, tiga atlet KU 11 Putra, satu atlet KU 11 Putri, dua atlet KU 12 Putra, dan satu atlet KU 12 Putri. Ekspansi Seleksi ke Tiga Kota Penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum tahun ini digelar di tiga kota utama: Pekanbaru, Makassar, dan Kudus. Dari tiga lokasi tersebut, 67 atlet meraih Super Tiket (15 dari Pekanbaru, 16 dari Makassar, dan 36 dari Kudus) untuk melangkah ke tahap karantina. Setelah melewati karantina tahap pertama yang menyaring 46 atlet, Tim Pencari Bakat dan jajaran pelatih akhirnya menentukan sembilan nama terbaik yang berhak mendapatkan beasiswa. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, menyampaikan rasa syukurnya atas keberagaman latar belakang dan potensi para peserta tahun ini. “Kami bersyukur karena Audisi Umum PB Djarum tahun ini diikuti atlet-atlet dengan karakteristik yang lebih beragam berkat penyelenggaraan di tiga kota. Selamat kepada para atlet terpilih, dan bagi yang belum berhasil, jangan patah semangat. Tetap giat berlatih dan #TeruskanSemangatJuara,” ujar Sigit. Sigit menegaskan bahwa kriteria kelolosan tidak hanya melihat performa saat ini, melainkan juga kesesuaian potensi atlet dengan kebutuhan pembinaan jangka panjang di PB Djarum. Pesan Eks Pelatih & Legenda Bulutangkis Koordinator Pelatih Tunggal Putri PB Djarum yang juga Juara Dunia 2001, Hendrawan, mengingatkan para pemain muda bahwa kelolosan ini barulah awal dari perjalanan panjang menuju karier profesional. “Sukses di awal belum tentu sukses di akhir, begitu juga gagal di awal bukan berarti gagal di akhir. Perjalanan kalian masih panjang, teruslah berlatih dan jangan berhenti mengejar impian,” tutur Hendrawan sambil mengapresiasi peran penting orang tua serta pelatih daerah. Cerita Perjuangan dan Tangis Haru Atlet Terpilih Kebahagiaan mendalam dirasakan oleh Errencia Clarista, atlet KU 12 Putri asal Tangerang. Sebagai satu-satunya wakil yang lolos dari Audisi Umum di Pekanbaru, peraih beasiswa ini mengaku sudah mengidamkan masuk PB Djarum sejak lima tahun lalu. “Senang banget dan bangga bisa masuk PB Djarum. Bersyukur walau baru pertama kali ikut audisi umum tapi lolos berkat latihan rutin selama tiga bulan,” ungkap Errencia yang mengidolakan legenda ganda campuran Liliyana Natsir. Kisah pantang menyerah juga ditunjukkan oleh Russel Junior Sumual (KU 11 Putra) asal Minahasa Utara. Ibunya, Ferawati Kambodji, rela menginap selama satu bulan di Kudus untuk mendampingi Russel bertanding setelah kegagalan mereka di audisi tahun sebelumnya. “Saya kaget pas pengumuman karena persaingannya sangat ketat dari turnamen sampai karantina. Saya siap menjalani seluruh proses latihan di PB Djarum dengan kerja keras demi meraih cita-cita jadi pebulutangkis profesional,” tegas Russel. Daftar Lengkap Penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026: U-11 Putri: Vicky Lee Alison (Kota Tegal – PB Sinar Mutiara) Alisie Elaina Sembiring (Kota Bogor – PB Champion Kudus) KU 11 Putra: Russel Junior Sumual (Kab. Minahasa Utara – PB Talenta) Azka Adhitama (Kab. Bekasi – PB Bhinneka 2) Azka Azfar Rabbani (Kab. Purworejo – PB Garuda Jaya) KU 11 Putri: RR Arnetta Safara Bilqish Sholeh (Kota Yogyakarta – PB Elang Yogyakarta) KU 12 Putra: Feliks Zebua (Kab. Bogor – Kayp1 Champion Academy) Muh. Faiz Athallah (Kota Makassar – PB Ukhuwah Makassar) KU 12 Putri: Errencia Clarista (Kota Tangerang – Jenna Gozali Badminton Club)