Stece Juara DBL D.I Yogyakarta 2026 Usai Puasa 5 Tahun

SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

Setelah 5 tahun menanti, SMA Stella Duce 1 Yogyakarta (Stece) akhirnya kembali menduduki takhta tertinggi dan jadi juara Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta sektor putri. Stece berhasil mengalahkan SMA Budi Utama Yogyakarta dengan skor akhir 61-50 pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kedua tim langsung menjalani kompetisi yang intens pada awal kuarter pembuka. Sekitar 2 menit pertama mereka habiskan untuk balas membalas poin. Setelah Budi Utama mengejar ketertinggalan menjadi 6-4, Stece langsung bermain dominan dengan mencetak 12 poin. Di sisi lain, Budi Utama hanya bisa membukukan dua poin. Naima Syafira Hanif memimpin dengan total enam poin untuk Stece dalam kurun tersebut. Stece menutup kuarter pertama dengan keunggulan 11 poin (22-11). Kedudukan itu akhirnya semakin jauh hingga 15 poin ketika waktu tersisa 8 menit 34 detik pada kuarter kedua (26-11). Budi Utama tetap berusaha keras untuk menemukan tempo penyerangan yang tepat untuk mereka. Zahira Adiya Mecca akhirnya berhasil mencetak poin melalui layup-nya untuk mematahkan tren Stece itu. Kendati demikian, Stece ternyata telah mempersiapkan banyak kejutan di sisi menyerang. Mereka kembali memberikan balasan bertubi-tubi. Bahkan, mereka berhasil memipin hingga 21 poin dengan sisa waktu 4 menit 15 detik (36-15). Itu bukan berarti Budi Utama langsung menyerah. Melalui koordinasi matang Zahira, Naysia Agustina Santosa, dan Nicolle Jacqueline Imanuella Sukweiju, mereka mampu memangkas kedudukan itu secara perlahan sebelum memasuki jeda pertandingan. Sebanyak sembilan poin beruntun berhasil ditorehkan oleh Budi Utama. Pada akhir kuarter kedua, keunggulan Stece jadi hanya 14 poin (38-24). Upaya Budi Utama untuk bangkit dari keterpurukan menjadi semakin serius pada kuarter ketiga. Naysia langsung membuka penyerangan Budi Utama dengan tripoin dan layup pada semenit pertama. Kemudian, dengan sisa waktu 7 menit 50 detik, Naysia kembali menyumbang angka melalui layup. Dengan begitu, Budi Utama jadi hanya tertinggal tujuh poin dari Stece (38-31). Dengan banyak tekanan menyelimuti Stece, mereka akhirnya berhasil membendung serangan Budi Utama pada kuarter ketiga itu. Setelah serangan bertubi-tubi dari Naysia, Budi Utama hanya bisa mencetak tiga poin hingga kuarter ketiga berakhir. Di sisi lain, Stece tetap mampu mencatat poin sedikit demi sedikit. Mereka kembali unggul 12 poin atas Budi Utama (48-34). Sejak itu, setiap Budi Utama berusaha untuk mengejar ketertinggalan, Stece selalu berhasil menemukan cara untuk menghentikan mereka. Tembakan-tembakan Budi Utama bisa dibalas dengan layup dan free throw yang mampu memecah momentum. Stece membawa pulang gelar juara dengan performa tim yang solid! Ada tiga pemain Stece yang berhasil membukukan poin dobel digit. Mereka adalah Naima Syafira Hanif (18), Alicia Graceitha Putri (14), dan Nathanela Yagenta Cahya Nirwasita (10). Nathanela juga mengumpulkan 11 rebound untuk mempercantik angka statistiknya. Di sisi lain. Naysia memimpin Budi Utama dengan 19 poin, 3 rebound, 3 assist, dan 3 tripoin. Zahira juga bermain produktif dengan 12 poin, 8 rebound, dan 3 steal. Selamat atas kejuaraannya, SMA Stella Duce 1 Yogyakarta!

BOSA Juara 10 Kali Beruntun DBL Yogyakarta

SMA BOPKRI 1 Yogyakarta

Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta sektor putra mempertemukan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta (BOSA) dengan SMA Olifant Yogyakarta pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Ini merupakan pertemuan ketiga antara kedua tim di partai puncak sejak 2024 lalu. Setelah melalui pertandingan yang panjang dan intens, BOSA kembali keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 60-53. Setelah saling membalas poin pada 2 menit pertama setelah tip-off (6-5 keunggulan BOSA), BOSA langsung memamerkan taring mereka yang tajam di sisi menyerang. Mereka mencetak tujuh poin beruntun untuk menjauhkan kedudukan. Olifant berulang kali mencoba untuk menghentikan serangan bertubi-tubi itu. Namun, saat itu, mereka masih belum menemukan jawaban. Dengan sisa waktu 3 menit 58 detik, giliran sang MVP Eliezer Fortunatus yang memimpin penyerangan BOSA. Sebanyak lima poin berhasil ia torehkan secara beruntun. BOSA pun menutup kuarter pertama dengan keunggulan 15 poin atas Olifant (24-9). Meski tertinggal jauh, Olifant tidak menyerah begitu saja. Mereka datang dengan strategi yang lebih efektif pada kuarter kedua. Rafka Raditya Rusnandi dan Maximilian Fraderico Nugroho mengoleksi total enam poin untuk Olifant untuk bangkit secara perlahan (24-15). Tidak berhenti sampai situ, Fraderico juga sukses memasukkan tripoinnya untuk memperkecil jarak menjadi lima poin saja (26-21). BOSA berusaha untuk menjauh lagi, tetapi Olifant tidak berhenti untuk mengejar mereka. Ketika waktu tersisa 1 menit 10 detik, mereka terus memotong kedudukan sampai skor menjadi 30-27. Memasuki jeda pertandingan, BOSA berhasil sedikit memperlebar jarak melalui free throw Demetrius Deric Buana dan tripoin Alexius Gantan Mahija (31-27). Pertandingan berjalan semakin menegangkan pada kuarter ketiga. Olifant berhasil mendekat dengan skor 34-31. Namun, mereka harus menghadapi situasi yang berat. Satu per satu pemain andalan mereka harus menepi sementara, mulai dari Geizha Davian Putra, Geoffrey Tan, hingga Mahardhika Bagdja Putra Purbadi. Meski begitu, skuad Olifant jadi semakin kompak dan termotivasi untuk mengejar ketertinggalan. Kali ini, Raphael Chistopher Marantika tampil mentereng menggantikan Geo. Setelah dua free throw-nya berhasil masuk, tembakan tripoin Raphael masuk tepat sasaran untuk membuat kedudukan jadi berjarak dua poin saja dengan sisa waktu 5 menit 5 detik (36-34). Melihat kondisi itu, Eliezer langsung bermain ganas untuk BOSA. Ia mengumpulkan total lima poin untuk mengamankan kontrol pertandingan, juga dibantu oleh Kenneth Julian Tora Kartika (44-38). Kuarter ketiga kemudian ditutup dengan tembakan Geizha yang sudah kembali lagi ke lapangan. BOSA unggul 44-40 atas Olifant saat kuarter ketiga berakhir. Atrmosfer GOR Universitas Negeri Yogyakarta semakin panas pada 10 menit terakhir. Eliezer dan Criscito Forlantino Putranto aktif menyumbang poin untuk BOSA. Dengan sisa waktu 5 menit 46 detik, BOSA masih nyaman dengan keunggulan lima poin (51-46). Bagaimanapun, momentum itu langsung hilang seketika. Sebab, setelah Rafka sukses mengeksekusi reverse layup, Raphael kembali memasukkan tripoinnya dari ujung lapangan. Olifant menyamakan skor 51-51 dengan sisa waktu 4 menit 24 detik! Dengan tekanan yang luar biasa besar, kedua tim terus bermain ngotot dan berjuang untuk menerobos pertahanan. Setelah satu free throw Deric masuk, tidak ada bola yang berhasil masuk selama sekitar 1 setengah menit. Akhirnya, mental juara BOSA berbicara banyak pada menit-menit krusial. Itu dapat terlihat dari keberanian Criscito untuk menembus benteng pertahanan Olifant. Ia berhasil memasukkan layup-nya dalam dua possession beruntun. BOSA kembali unggul lima poin atas Olifant dengan sisa waktu 1 menit 55 detik. Setelah Geizha menyumbang dua poin untuk berupaya mengimbangi permainan BOSA, Criscito lagi-lagi menerobos dan melakukan layup dengan sisa waktu 56 menit. Olifant harus mengambil timeout untuk menghentikan momentum itu. Kemenangan BOSA akhirnya dikunci oleh Deric melalui layup-nya dengan sisa waktu 39 detik. Sejak itu, Olifant sudah kehabisan cara untuk bangkit. Eliezer tampil fenomenal ketika BOSA benar-benar membutuhkannya. Ia berhasil mengumpulkan double-double 17 poin dan 10 rebound. Criscito dan Deric menyusul dengan masing-masing 14 dan 11 poin. Dari kubu Olifant, Raphael telah memberikan perjuangan terbaik dari bangku cadangan dengan 12 poin dan 7 rebound. Begitu pula dengan Rafka yang mencetak 8 poin dan 10 rebound. Terima kasih atas perjuangan yang luar biasa untuk bangkit, SMA Olifant Yogyakarta. Sampai bertemu lagi pada musim berikutnya! Selamat atas kejuaraan yang berhasil diamankan oleh SMA BOPKRI 1 Yogyakarta! Bukan hanya gelar juara ke-10 secara beruntun, ini juga merupakan trofi ke-12 mereka secara keseluruhan di DBL D.I Yogyakarta.