Ratusan Petenis Muda Kalsel Unjuk Bakat di Turnamen PELTI Cup 2026

Turnamen Tenis PELTI Cup Banjarmasin 2026

Turnamen Tenis PELTI Cup Banjarmasin 2026 resmi bergulir di Lapangan Tenis Dharma Praja Banjarmasin pada 25-27 September 2026. Ajang yang digelar Pelti Kota Banjarmasin ini menjadi wadah penting dalam mencetak bibit-bibit atlet tenis potensial di Kalimantan Selatan Turnamen ini mencatatkan hampir 200 peserta usia pelajar hingga dewasa yang datang dari 13 kabupaten/kota se- Kalimantan Selataan. Kategori yang dilombakan meliputi nomor Tunggal nPutra dan Putri Kelompok Umur (KU) 8, 10, 12, dan 14 tahun, serta Ganda Upper Beginner Putra dan Putri. Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin, pada saat membuka turnamen, menyampaikan apresiasi kepada Pelti Kota Banjarmasin yang telah menyelenggarakan kejuaraan ini. Ia menegaskan bahwa ajang olahraga ini menjadi sarana yang sangat penting dalam mencetak bibit-bibit atlet tenis unggul di tingkat daerah. “Kegiatannya ini juga kita apresiasi, bahwa ini peserta juga tidak hanya Kota Banjarmasin, ini ada beberapa kabupaten/kota yang hadir di ajang ini. Tentunya untuk ya mencari bibit-bibit unggul yang bisa bersaing di level yang lebih tinggi,” ujar Yamin, saat membuka turnamen, Jum’at, 25 September 2026. Selain sebagai wadah pembinaan prestasi, Ajang ini juga menjadi momentum bagi anak-anak usia dini untuk mengukur kemampuan. Pihaknya sangat mendukung upaya pengurus cabor dalam mencetak atlet-atlet berprestasi di Kota Banjarmasin. Lebih lanjut, Yamin berharap ajang turnamen tenis ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman berharga bagi para atlet. Dukungan penuh terus diberikan oleh pemerintah agar ajang serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Ya harapan kita, kegiatannya bisa berjalan dengan lancar, anak-anak sehat semua. Tentunya itu, dan sukses untuk PELTI Kota Banjarmasin,” ucap Yamin menambahkan. Sementara itu, Ketua Harian PELTI Banjarmasin, Hardian, menjelaskan bahwa turnamen ini digelar sebagai bentuk komitmen pengurus dalam menghidupkan ekositem kompetisi sejak usia dini. Pihaknya berupaya konsisten menyediakan panggung bertanding yang kompetitif bagi para atlet kelompok umur agar pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan. “Turnamen ini merupakan langkah nyata kami untuk terus memberikan ruang kompetisi bagi para atlet muda. Kami ingin anak-anak memiliki wadah untuk menguji kemampuan dari hasil latihan mereka, sekaligus mengasah mental bertanding sejak dini,” ujar Hardian. Hardian menambahkan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa karena diikuti oleh berbagai perwakilan dari tiap daerah di Kalimantan Selatan. Kehadiran para peserta ini diyakini akan meningkatkan kualitas persaingan di atas lapangan. “Kehadiran atlet-atlet dari kabupaten dan kota lain tentu membuat atmosfer pertandingan semakin kompetitif dan menarik. Kami berharap melalui kejuaraan ini akan lahir petenis-petenis berbakat yang siap mengharumkan nama Banjarmasin dan Kalimantan Selatan di tingkat nasional,” ucapnya. Turnamen yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan dapat melahirkan petenis potensial yang siap bersaing di ajang yang lebih tinggi. Pemerintah Kota Banjarmasin bersama PELTI berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan cabang olahraga tenis di daerah melalui turnamen-turnamen yang digelar secara berkelanjutan.

Kompetisi Pickleball Junior Jadi Ruang Pembinaan Atlet Muda Malang

CR Pickleball Malang

Pengembangan olahraga pickleball di Kota Malang terus bergulir. Salah satunya melalui Pembukaan Kompetisi dan Peresmian Pusat Latihan Pickleball Junior yang digelar di CR Pickleball Malang, Sabtu (26/9/2026). Kompetisi yang berlangsung selama dua hari, 26-27 September 2026 tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang tergabung dalam 50 tim. Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kota Malang, Hendi Suryo Laksono, mengatakan kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan dan mencari bibit atlet pickleball, khususnya dari kalangan usia muda. “Pickleball itu adalah sebuah perpaduan mulai dari tenis, badminton, tenis meja, dan ini punya semboyan ‘Pickleball easy and fun’. Jadi pickleball ini bisa dimainkan oleh semua generasi,” kata Hendi. Menurutnya, pembinaan atlet junior menjadi penting seiring semakin dekatnya pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Melalui berbagai kompetisi, IPF Kota Malang sekaligus melakukan penjaringan atlet berusia 13 hingga 18 tahun untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. “Kami sedang mencari atlet-atlet yang berusia 13 hingga 18 tahun untuk kami bina, dan kemudian akan melanjutkan karier atau prestasi IPF di Porprov nanti di Surabaya,” jelasnya. Hendi berharap kompetisi ini dapat menjadi awal munculnya atlet-atlet potensial yang nantinya mampu berprestasi di tingkat provinsi. Ia menargetkan pembinaan yang dilakukan dapat melahirkan atlet Kota Malang yang mampu meraih medali pada Porprov. “Semoga apa yang kita usahakan hari ini bisa menjadi satu awal mula prestasi bagi IPF, tentunya bagi Kota Malang, untuk kemudian teman-teman bisa mendapatkan medali emas di Porprov,” harapnya lagi. Selain pembinaan, Hendi melihat prestasi di cabor pickleball dapat memberikan nilai tambah bagi para pelajar. Keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan dan pencapaian prestasi non-akademik dapat menjadi bagian dari rekam prestasi yang dimiliki para atlet muda. Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Malang, Donny Sandito Widoyoko, menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terhadap pengembangan pickleball di Kota Malang. Donny berharap keberadaan pusat latihan dan kompetisi pickleball dapat semakin memperluas perkembangan olahraga tersebut sekaligus mendukung penguatan sport tourism di Kota Malang. “Harapan Bapak Wali Kota Malang, semoga pickleball di Kota Malang bisa lebih berkembang, mewujudkan Dasa Bakti Unggulan, serta menguatkan sport tourism di Kota Malang,” ucapnya. Donny berharap dari proses pembinaan dan kompetisi yang berlangsung dapat lahir atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama Kota Malang di berbagai ajang olahraga. “Selamat bertanding, jaga sportivitas, semoga dari pickleball akan ada atlet-atlet yang akan membanggakan dan mengharumkan Kota Malang,” pungkasnya. Semoga kejuaraan seperti ini dapat ditiru oleh kota atau daerah lain di Indonesia.

Asian Games 2026: Emas Kedua Indonesia Dari Rahmat Erwin

Rahmat Erwin Abdullah

Rahmat Erwin Abdullah meraih medali emas nomor 75 kilogram putra cabang olahraga angkat besi Asian Games 2026 setelah membukukan total angkatan 366 kilogram di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Sabtu. Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, Rahmat mencatatkan angkatan snatch terbaik 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram untuk mengumpulkan total 366 kilogram. Medali perak diraih lifter Thailand Weeraphon Wichuma dengan total angkatan 365 kilogram, hasil dari snatch 160 kilogram dan clean and jerk 205 kilogram. Sementara itu, medali perunggu menjadi milik lifter Korea Utara Ri Chong Song yang mencatatkan total angkatan 357 kilogram, terdiri dari snatch 162 kilogram dan clean and jerk 195 kilogram. Pada sesi snatch, Rahmat mengawali perlombaan dengan mulus melalui angkatan 155 kilogram pada kesempatan pertama. Ia kemudian berhasil mengeksekusi angkatan 158 kilogram pada kesempatan kedua. Pada kesempatan ketiga, Rahmat kembali tampil baik dengan mengangkat 160 kilogram. Namun, Rahmat mendapat tekanan dari Ri Chong Song yang berhasil mengangkat 162 kilogram pada kesempatan keduanya. Angkatan tersebut menjadi catatan terbaik Ri pada sesi snatch. Memasuki sesi clean and jerk, persaingan semakin ketat. Ri Chong Song membuka kesempatan dengan angkatan 195 kilogram yang sekaligus menjadi catatan Asian Games Record. Setelah itu, Weeraphon Wichuma mencatatkan angkatan 200 kilogram yang menjadi New World Record. Rahmat kemudian memecahkan catatan tersebut dengan sukses mengangkat 201 kilogram. Persaingan berlanjut ketika Ri Chong Song gagal mengangkat 202 kilogram pada kesempatan berikutnya. Kondisi itu membuat Rahmat berada di posisi teratas dengan total angkatan 361 kilogram. Ri kemudian kembali gagal dalam upaya angkatan 202 kilogram sehingga persaingan perebutan medali emas tersisa antara Rahmat dan Wichuma. Wichuma tampil pada kesempatan terakhir dan berhasil mengangkat 205 kilogram. Hasil tersebut membuat total angkatannya menjadi 365 kilogram dan menempatkannya di posisi teratas sementara. Rahmat kemudian turun pada kesempatan keduanya dengan beban 206 kilogram. Ia berhasil mengeksekusi angkatan tersebut dan membukukan total 366 kilogram, sekaligus memastikan medali emas untuk Indonesia. Dengan hasil itu, Rahmat unggul satu kilogram atas Wichuma yang harus puas dengan medali perak.

Pembalap Indonesia raih tiket tampil di kejuaraan dunia gokar IWF 2026

Muhammad F A Wibowo

Pembalap muda Indonesia, Muhammad F A Wibowo, meraih tiket tampil di kejuaraan dunia gokar IAME Warrior Final (IWF) 2026 setelah memenangi dua balapan di IAME Series Asia 2026, Malaysia. Dikutip dari pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis, Muhammad Wibowo tampil konsisten di Sirkuit LYL International Karting, Selangor, Malaysia dengan menjadi yang terbaik di putaran kelima pada Agustus dan keenam pada pekan ketiga September 2026. Itu membuatnya finis di peringkat kedua klasemen championship dan menyandang status Vice Asian Champion 2026, meskipun harus melewatkan dua putaran sepanjang musim. Dua kemenangan itu tidak diraih dengan mudah. Muhammad F A Wibowo harus berjuang sampai akhir untuk mengamankan posisi terdepan. Setelah menyelesaikan IAME Series Asia itu, Muhammad Wibowo terlebih dahulu fokus menghadapi putaran terakhir Italian Championship GR3, atau kejuaraan gokar nasional Italia yang melibatkan atlet belia dari berbagai negara. Dari sana, dia melanjutkan perjalanan menuju IWF 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Leopart, Viterbo, Italia, pada 19-24 Oktober 2026. IWF merupakan kejuaraan dunia gokar yang sangat bergengsi. Turnamen itu diadakan oleh IAME atau Italian American Motor Engineering, produsen mesin dan komponen gokar ternama. Jebolan IWF berpeluang merajut karier lebih tinggi ke berbagai kompetisi balapan mobil dunia. Salah satu contohnya adalah Luna Fluxa, pembalap perempuan berbakat berusia 16 tahun yang kini berstatus sebagai pembalap tim Formula 1 junior Mercedes-AMG dan berkompetisi di Formula 4. Fluxa merupakan pembalap yang masuk 10 besar IWF 2019.

World Junior Championship 2026: Indonesia Bidik Podium Tertinggi

Tim Indonesia Untuk BWF World Junior Championships 2026

Manajer tim bulu tangkis Indonesia pada BWF World Junior Championships (WJC) 2026, Eskar Tri Denatara, mengatakan tim telah melakukan pemetaan terhadap kekuatan Indonesia dan calon lawan yang akan dihadapi. Pemetaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penentuan target Indonesia pada WJC 2026 yang berlangsung di Kairo, Mesir, 5-10 Oktober. “Terkait target, tentu harapan kita semua atlet kita bisa menjadi yang terbaik dan berdiri di podium tertinggi. Namun, tentu kita sudah melakukan mapping kekuatan kita dan lawan,” katanya melalui siaran pers Humas PP PBSI. Pada nomor beregu, pertandingan akan menggunakan sistem relay 55 poin, dengan masing-masing sektor menyumbangkan 11 poin, serta format three winning games. Sementara untuk nomor perorangan, pertandingan akan menggunakan sistem poin reli 15×3. “Untuk beregu, sebagai unggulan ke-10 atau seeded 9/16, target awalnya adalah bisa masuk semifinal terlebih dahulu. Sementara di nomor individu, kami berharap bisa merebut medali dari sektor tunggal, ganda putra, dan ganda campuran,” jelasnya. Eskar berharap, seluruh atlet dapat memanfaatkan rangkaian persiapan yang telah dilakukan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, persaingan di WJC akan sangat ketat sehingga setiap pertandingan harus dihadapi dengan kesiapan dan fokus penuh. Tim WJC Indonesia dijadwalkan bertolak menuju Kairo, Mesir, Jumat (2/9). Keberangkatan tersebut menjadi tahapan berikutnya dalam persiapan tim sebelum memulai perjuangan di WJC 2026. Dengan telah dilaksanakannya pengukuhan, pelepasan, serta simulasi pertandingan, tim WJC Indonesia kini memasuki tahap akhir persiapan sebelum bertolak ke Kairo. WJC menjadi salah satu panggung penting bagi para pemain muda Indonesia untuk menguji kemampuan mereka di level internasional sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan menuju jenjang prestasi berikutnya. Skuad Tim WJC 2026 Beregu Fardhan Rainanda Joe Radithya Bayu Wardhana Fathurachman Joseph Marcellino Kyta Joven Farandi Raihan Daffa Edsel Pramono Anju Siahaan Faizal Pangestu Muhammad Lutfhi Habibi Moses Andar Simanjuntak Jolin angelia Mayla Cahya Afilian Pratiwi Selsi Josika Halifia Usni Pratiwi Aurelia Syakira Putri Atresia Naufa Candani Yasintha Ristyna Putri Dian Ramadhani Mukti Reya Azzahra Yulianti Adelia Niru Perorangan Tunggal Putra Fardhan Rainanda Joe Radithya Bayu Wardhana Fathurachman Yudha Rendra Wijaya Tunggal Putri Jolin Angelia Mayla Cahya Afilian Pratiwi Christabel Calista Purwanto Raisya Affatunisa Ganda Putra Joseph Marcellino Kyta/Joven Farandi Raihan Daffa Edsel Pramono/Anju Siahaan Muhammad Rizki Mubarrok/Faizal Pangestu Ganda Putri Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi Yasintha Ristyna Putri/Aurelia Syakira Putri Atresia Naufa Candani/Adelia Nirul Ganda Campuran Muhammad Lutfhi Habibi/Dian Ramadhani Mukti Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti Erfan Al Bariy/Mellynda Dwi Octavya Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani

Bulu tangkis sumbang emas pertama Asian Games 2026!

Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia

Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia sukses meraih medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026, setelah mengalahkan tim China pada babak final Ichinomiya, Aichi, Jepang. Hasil membanggakan tersebut tak terlepas dari peran tunggal putra, Mohammad Zaki Ubaidillah, yang menuntaskan partai kelima dengan kemenangan 23-21, 21-13 atas wakil China Weng Hongyang. “Pastinya sangat senang dan bangga juga, alhamdulillah bisa diberi kemenangan tanpa cedera juga. Sempat tertinggal 0-2, tapi tidak mau memikirkan yang negatif terlebih dulu,” kata Ubaidillah selepas pertandingan. Pada babak final yang berlangsung selama total enam jam tersebut, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu menutup perjuangan beregu putra Indonesia dengan manis. Kemenangan Indonesia di nomor beregu putra tersebut sekaligus menggagalkan ambisi China untuk mengawinkan gelar dari bulu tangkis nomor beregu Asian Games 2026, setelah menyabet medali emas dari nomor beregu putri. Ubed mengaku tak merasa tertekan karena tampil pada partai terakhir dan menjadi penentu nasib beregu putra Indonesia. Tekanan tersebut berhasil ia atasi dan mampu bermain dengan baik. Ubed menampilkan kematangan mental yang apik dari seorang atlet. Sejak awal gim pertama ia bermain tanpa beban dan bisa mengatasi perlawanan Weng. Sedangkan Weng terlihat tidak tenang, membuatnya berulang kali menciptakan kesalahan sendiri. “Kalau ketegangan pasti ada, awal-awal sempat tegang juga. Saya terus meyakinkan diri sendiri untuk tetap tenang di lapangan, pelatih juga memberikan keyakinan buat saya,” ungkap Ubed. Men’s Team – Final Indonesia 3-2 China MS1: Jonatan Christie vs Shi Yu Qi 13-21, 18-21 MD1: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Liang Wei Keng/Wang Chang 20-22, 21-19, 14-21 MS2: Alwi Farhan vs Li Shi Feng 23-21, 15-21, 21-16 MD2: Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs He Ji Ting/Liu Yi 23-21, 21-10 MS3: Moh Zaki Ubaidillah vs Weng Hong Yang 23-21, 21-13