Kompetisi Pickleball Junior Jadi Ruang Pembinaan Atlet Muda Malang

CR Pickleball Malang

Pengembangan olahraga pickleball di Kota Malang terus bergulir. Salah satunya melalui Pembukaan Kompetisi dan Peresmian Pusat Latihan Pickleball Junior yang digelar di CR Pickleball Malang, Sabtu (26/9/2026). Kompetisi yang berlangsung selama dua hari, 26-27 September 2026 tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang tergabung dalam 50 tim. Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kota Malang, Hendi Suryo Laksono, mengatakan kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan dan mencari bibit atlet pickleball, khususnya dari kalangan usia muda. “Pickleball itu adalah sebuah perpaduan mulai dari tenis, badminton, tenis meja, dan ini punya semboyan ‘Pickleball easy and fun’. Jadi pickleball ini bisa dimainkan oleh semua generasi,” kata Hendi. Menurutnya, pembinaan atlet junior menjadi penting seiring semakin dekatnya pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Melalui berbagai kompetisi, IPF Kota Malang sekaligus melakukan penjaringan atlet berusia 13 hingga 18 tahun untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. “Kami sedang mencari atlet-atlet yang berusia 13 hingga 18 tahun untuk kami bina, dan kemudian akan melanjutkan karier atau prestasi IPF di Porprov nanti di Surabaya,” jelasnya. Hendi berharap kompetisi ini dapat menjadi awal munculnya atlet-atlet potensial yang nantinya mampu berprestasi di tingkat provinsi. Ia menargetkan pembinaan yang dilakukan dapat melahirkan atlet Kota Malang yang mampu meraih medali pada Porprov. “Semoga apa yang kita usahakan hari ini bisa menjadi satu awal mula prestasi bagi IPF, tentunya bagi Kota Malang, untuk kemudian teman-teman bisa mendapatkan medali emas di Porprov,” harapnya lagi. Selain pembinaan, Hendi melihat prestasi di cabor pickleball dapat memberikan nilai tambah bagi para pelajar. Keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan dan pencapaian prestasi non-akademik dapat menjadi bagian dari rekam prestasi yang dimiliki para atlet muda. Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Malang, Donny Sandito Widoyoko, menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terhadap pengembangan pickleball di Kota Malang. Donny berharap keberadaan pusat latihan dan kompetisi pickleball dapat semakin memperluas perkembangan olahraga tersebut sekaligus mendukung penguatan sport tourism di Kota Malang. “Harapan Bapak Wali Kota Malang, semoga pickleball di Kota Malang bisa lebih berkembang, mewujudkan Dasa Bakti Unggulan, serta menguatkan sport tourism di Kota Malang,” ucapnya. Donny berharap dari proses pembinaan dan kompetisi yang berlangsung dapat lahir atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama Kota Malang di berbagai ajang olahraga. “Selamat bertanding, jaga sportivitas, semoga dari pickleball akan ada atlet-atlet yang akan membanggakan dan mengharumkan Kota Malang,” pungkasnya. Semoga kejuaraan seperti ini dapat ditiru oleh kota atau daerah lain di Indonesia.

Pertama di Indonesia, UNJ Gelar Kejurnas Pickleball Pelajar 2025

Kejurnas Pickleball Pelajar 2025

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Klub Olahraga Prestasi (KOP) Pickleball menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pelajar 2025 untuk cabang olahraga (cabor) Pickleball pada 24–26 Oktober 2025. Ajang bergengsi ini diselenggarakan di Lapangan Pickleball Kampus A dan Kampus B UNJ, sekaligus menjadi Kejurnas Pickleball Pelajar pertama di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar SLTA dari 34 provinsi di seluruh Indonesia yang menandai antusiasme luar biasa terhadap olahraga yang tengah berkembang pesat di tanah air ini. Terdapat lima kategori yang dipertandingkan, yaitu Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra, Ganda Putri, dan Ganda Campuran. Pada kesempatan ini, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PB IPF), menyampaikan bahwa Kejurnas Pelajar ini menjadi langkah penting dalam pengembangan Pickleball di Indonesia. “Pada 22 Oktober 2025 lalu, UNJ meresmikan Lapangan Pickleball UNJ yang juga ditetapkan sebagai Indonesia Pickleball Center. Peresmian ini bukan hanya simbol fasilitas olahraga baru, tetapi wujud komitmen UNJ untuk memajukan dan memasyarakatkan olahraga Pickleball di Indonesia,” ujar Prof. Komarudin. Prof. Komarudin menegaskan bahwa Kejurnas Pelajar cabor Pickleball ini diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet muda sejak dini sekaligus mencetak generasi berprestasi di tingkat nasional dan internasional. “UNJ berkomitmen menjadikan Pickleball sebagai cabang olahraga unggulan baru yang menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan prestasi,” tambahnya. Sementara itu, Susilo, Sekretaris Jenderal PB IPF sekaligus dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNJ, menyampaikan rasa bangganya karena UNJ kini menjadi pelopor dalam pembinaan olahraga ini di kalangan pelajar. “Kejurnas Pelajar 2025 cabor Pickleball ini jadi momen bersejarah dalam pembinaan olahraga nasional.Dari UNJ, kita mulai membangun ekosistem Pickleball yang kuat, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat. Harapannya, Indonesia akan memiliki atlet-atlet tangguh yang bisa bersaing di tingkat internasional,” ujar Susilo yang juga memiliki andil besar dalam memperkenalkan olahraga Pickleball pertama kali di Indonesia sejak tahun 2019. Melalui penyelenggaraan Kejurnas Pelajar 2025, UNJ menunjukkan konsistensinya sebagai Kampus Unggul dan Berprestasi Nasional, yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik tetapi juga berperan aktif dalam pembinaan olahraga dan pengembangan karakter generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pendidikan, inovasi, dan sportivitas, selaras dengan semangat UNJ sebagai Kampus Berdampak dan World Class University yang memajukan olahraga berbasis pendidikan dan riset.