Dua Petinju Putri Indonesia Lolos ke Final Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026

Anggie Intania Chalik dan Dira Artika

Dua petinju putri Indonesia di bawah naungan Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) berhasil memastikan langkah ke babak final Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026 di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026. Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena turut disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, yang hadir menyaksikan jalannya pertandingan semifinal putri. Dua wakil Indonesia yang melaju ke final adalah Anggie Intania Chalik dan Dira Artika. Anggie tampil di kelas U19 Women’s Light Flyweight 45–48 kg, sementara Dira turun di kelas U19 Women’s Feather 57 kg. Dalam laga semifinal, Dira Artika berhasil mengamankan kemenangan atas wakil Kazakhstan, Aknur Tursyngali. Hasil tersebut membawa Dira melangkah ke partai puncak dan menjaga peluang Indonesia untuk meraih prestasi terbaik di kategori putri. Sementara itu, Anggie Intania Chalik juga sukses memastikan tempat di final setelah melewati pertandingan semifinal di kelas 45–48 kg. Dengan hasil ini, Indonesia menempatkan dua petinju putri di babak final Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026. Keberhasilan Anggie dan Dira menjadi capaian penting bagi tim Indonesia dalam kejuaraan tingkat Asia ini. Keduanya merupakan bagian dari atlet tinju nasional yang berada di bawah pembinaan dan naungan PERBATI. Hasil ini juga menjadi momentum positif bagi tinju putri Indonesia. Kehadiran dua petinju Indonesia di babak final menunjukkan bahwa atlet muda Merah Putih mampu bersaing di tengah ketatnya kompetisi Asia. Rangkaian final Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026 akan berlangsung pada 15–16 Juli 2026. Final putri dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli, sedangkan final putra pada 16 Juli.

Indonesia Finis Peringkat Keempat di Taolu World Cup 2026

Tim Wushu Indonesia Pada 4th Taolu World Cup 2026

Tim wushu Indonesia menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih satu medali emas, empat medali perak, dan satu medali perunggu pada ajang 4th Taolu World Cup 2026 yang berlangsung di Haikou, China, pada 4-9 Juli. Hasil tersebut mengantarkan Indonesia menempati posisi keempat pada klasemen akhir dari total 29 negara peserta. Peringkat pertama direbut China, lalu disusul Hong Kong, dan Malaysia. Satu-satunya medali emas Indonesia dipersembahkan oleh Seraf Naro Siregar yang tampil sebagai juara pada nomor Daoshu putra. Empat medali perak masing-masing diraih oleh Eugenia Diva Widodo pada nomor Daoshu putri, Achmad Ghifari Fuaiz di nomor Qiangshu putra, Terrence Tjahyadi pada nomor Nangun putra, serta tim Duilian putra yang diperkuat Seraf Naro Siregar, Ahmad Ghozalo Fuaiz, dan Ahmad Ghifari Fuaiz. Sementara itu, Ahmad Ghifari Fuaiz turut menyumbangkan satu medali perunggu melalui nomor Jianshu putra. Pada klasemen akhir, tuan rumah China menunjukkan dominasinya dengan mengoleksi delapan medali emas untuk keluar sebagai juara umum. Hong Kong menempati peringkat kedua setelah meraih lima medali emas, dua perak, dan dua perunggu. Adapun Malaysia berada di posisi ketiga dengan torehan tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino, mengapresiasi keberhasilan tim wushu Indonesia yang sukses meraih prestasi di ajang itu. “PB WI mengapresiasi keberhasilan Timnas Wushu Indonesia yang sukses mempersembahkan 1 medali emas, 4 perak, dan 1 perunggu di 4th Taolu World Cup 2026,” katanya. Ngatino menambahkan, kejuaraan dunia tahun ini merupakan rangkaian uji coba Timnas Wushu Indonesia dalam persiapan menghadapi Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang. “Hasil tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk melihat peta kekuatan lawan yang akan dihadapi. Kita berharap atlet wushu Indonesia bisa mempertahankan tradisi medali emas di Asian Games 2026 nanti,” pungkasnya.

Desak Juara, Indonesia Kawin Medali Emas Seri Kejuaraan Dunia

World Climbing Series Chamonix 2026

Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita mengawinkan medali emas seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026, Sabtu (11/7) waktu Prancis atau Minggu (12/7) WIB. Desak meraih medali emas setelah mengalahkan atlet Italia, Giulia Randi. Pada partai final, Desak menorehkan waktu 6,22 detik, sedangkan Randi terpaut 29 second. Tak lama berselang, pada nomor punya giliran Veddriq meraih medali emas. Medali ini digapai peraih medali emas Olimpiade 2024 tersebut saat melawan sesama atlet Indonesia. Pada babak final, Veddriq berhadapan dengan juniornya, Antasyafi Robby Al Hilmi. Catatan waktu Veddriq pada laga final adalah 4,89 detik dan Antasyafi terpaut 22 second. Ini merupakan medali emas pertama Veddriq dalam seri kejuaraan dunia 2026. Atlet 29 tahun ini terakhir kali meraih medali emas seri kejuaraan dunia pada 2023 di Amerika Serikat. Ini seolah jadi isyarat dari Veddriq bahwa ia masih dalam jalur elite. Ambisi Veddriq untuk kembali tampil dalam Olimpiade 2028 bisa terlihat dari prestasi kali ini. Sedangkan bagi Desak, ini adalah medali emas kedua dalam seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026. Sebelumnya Desak meraih medali emas dalam seri Kakow, Polandia. Saat itu Desak unggul atas atlet tuan rumah, Natalia Kalucka. Pada 5 Juli tersebut Desak menorehkan waktu 6,54 detik atau hanya terpaut 0,08 second dengan Kalucka.

Bangga! Veddriq Ini Sabet Medali Emas di Prancis

World Climbing Series Chamonix 2026

Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo kembali berdiri di podium tertinggi ajang dunia. Veddriq merebut medali emas nomor speed putra pada World Climbing Series Chamonix 2026, mengakhiri penantian panjang sejak tampil di Olimpiade. Bagi Veddriq, kemenangan di Chamonix bukan sekadar menambah koleksi prestasi. Medali emas itu menjadi jawaban atas masa-masa sulit yang ia lalui dalam beberapa bulan terakhir akibat cedera yang membuatnya nyaris tak bisa berlatih. Usai menerima medali, Veddriq tampak tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan suara bergetar, atlet yang dijuluki Manusia Kilat itu mengaku sangat bersyukur akhirnya kembali meraih emas. “Saya merasa luar biasa, saya sangat bersyukur karena sejujurnya ini adalah medali emas pertama saya setelah Olympic Games. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan saya sangat bahagia,” ujar Veddriq. Veddriq juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang tetap memberikan dukungan di tengah masa pemulihan cedera. “Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya, dan untuk tim saya, Tim Indonesia, kalian semua hebat. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi, saya benar-benar bahagia,” katanya. Di balik keberhasilan tersebut, Veddriq mengungkapkan perjuangan yang tidak diketahui banyak orang. Cedera membuatnya datang ke sejumlah seri Piala Dunia, termasuk di Chamonix, tanpa persiapan latihan yang ideal. “Kemenangan ini adalah sesuatu yang sangat berarti bagi saya, karena saya datang ke setiap kompetisi belakangan ini tanpa latihan yang layak. Saya tidak memanjat karena cedera,” ungkapnya. Kondisi itu sudah dialaminya sejak seri Madrid dan Krakow. Bahkan hingga tiba di Chamonix, ia mengaku hampir tidak sempat menyentuh dinding panjat karena masih menjalani proses pemulihan. Meski demikian, Veddriq tetap mampu menunjukkan kelasnya. Ia membukukan waktu 4,8 detik pada babak kualifikasi sebelum melaju hingga partai final dan memastikan medali emas menjadi milik Indonesia. “Di kompetisi Madrid, Krakow, bahkan di sini saya tidak berlatih, seperti tidak menyentuh dinding sama sekali. Tapi saya mencoba memberikan yang terbaik. Bisa mencatatkan waktu 4,8 detik di kualifikasi adalah sebuah pencapaian besar bagi saya. Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini,” tuturnya. Sekedar diketahui, World Climbing Series Chamonix 2026 adalah seri kompetisi panjat tebing internasional bergengsi yang diselenggarakan di Chamonix, Prancis, diselenggarakan pada 10-12 Juli 2026. Ajang ini mempertandingkan disiplin speeddan lead, serta menjadi salah satu panggung penting. Timnas panjat tebing Indonesia tampil dominan dengan memborong medali emas di nomor speed. Keberhasilan di Chamonix menjadi penegas bahwa mental juara Veddriq belum luntur. Di tengah keterbatasan akibat cedera dan minimnya persiapan, atlet asal Pontianak itu mampu membuktikan diri masih menjadi salah satu pemanjat speed terbaik dunia.

Merah Putih Berkibar, Kiandra Ramadhipa Juara di Jerman

Red Bull MotoGP™ Rookies Cup Sachsenring

Hasil membanggakan kembali di torehkan pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa. Pembalap berusia 16 tahun asal Sleman itu berhasil keluar sebagai juara pada race kedua Red Bull MotoGP Rookies Cup Sachsenring 2026 Jerman. Memulai balapan dari posisi ketiga, Kiandra langsung tampil agresif dan mampu bertahan di rombongan terdepan. Ia terlibat duel sengit saling salip dengan David dan Fynn sepanjang jalannya balapan. Meski sempat turun ke posisi ketiga, Kiandra berhasil merebut kembali memimpin lomba dan terus menjaga peluang podium. Memasuki lap ke-14 balapan di hentikan lebih awal setelah insiden yang melibatkan Fernando dan Fernandez memaksa Director mengibarkan bendera merah. Karena balapan tidak dapat dilanjutkan , hasil akhir di tetapkan berdasarkan posisi pada lap ke-14, Kiandra Ramadhipa pun resmi dinyatakan sebagai pemenang di Sirkuit Sanchsenring Jerman. Posisi kedua ditempati Yaroslav Karpushin dan posisi ketiga Fynn Kratochwil , kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Kiandra di Red Bull MotoGP Rookies Cup Musim 2026 , setelah sebelumnya sukses menjuarai Race Jerez pada bulan april 2026. Tambahan 25 poinmembuat Kiandra Ramadhipa kini naik ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi poin 101 pion, sekaligus menjaga peluangnya untuk bersaing dalam perebutan juara gelar musim ini. Berikut ini klasemen Red Bull Rookies Cup terbaru usai race Jerman pada Minggu 13 Juli 2026. Beñat Fernández 148 poin Ryota Ogiwara 131 poin Kiandra Ramadhipa 101 poin Fernando Bujosa 97 poin David González 96 poin Kiattisak Singhapong 89 poin Fynn Kratochwil 81 poin Kristian Daniel Jr. 77 poin Yaroslav Karpushin 75 poin Carlos Cano 72 poin

Jaya Raya Pertahankan Gelar Juara Umum

Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026

Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Jaya Raya kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu klub pembinaan bulu tangkis terbaik di Indonesia. Pada penyelenggaraan Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026, yang berlangsung di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, 7–12 Juli 2026, tuan rumah sukses mempertahankan gelar juara umum dengan meraih empat gelar juara dari 14 nomor yang dipertandingkan. Selain Jaya Raya yang tampil sebagai juara umum, klub Djarum Kudus meraih tiga gelar juara, Thailand juga mengoleksi tiga gelar, sedangkan Jepang dan Hong Kong masing-masing membawa pulang dua gelar. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa persaingan di turnamen ini semakin kompetitif dan menjadi tolok ukur perkembangan bulu tangkis junior internasional. Apresiasi datang dari PP PBSI. Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menilai turnamen ini memiliki peran strategis dalam proses pembinaan atlet muda Indonesia. “Kejuaraan seperti ini harus terus didukung. Semoga ke depan semakin dikenal di seluruh dunia dan diikuti lebih banyak pemain dari Eropa maupun Amerika Serikat. Dari turnamen ini, PBSI melihat banyak bibit pemain potensial yang dapat dipersiapkan menuju Pelatnas.” ujarnya. Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa turnamen junior internasional seperti ini menjadi sarana penting dalam proses regenerasi atlet nasional. Menurutnya, selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan ini juga merupakan ajang pemantauan bakat bagi tim pencari bakat PBSI untuk melihat potensi pemain-pemain muda dari berbagai daerah maupun negara. “Semakin banyak peserta dari berbagai negara, kualitas persaingan akan semakin meningkat. Ini menjadi momentum bagi pelatih untuk mengevaluasi kebutuhan atlet serta mempercepat lahirnya generasi baru bulu tangkis Indonesia yang siap bersaing di level dunia,” ujar Eng Hian. Hasil Final Jaya Raya Junior International GP 2026 Pemula U15 Tunggal Putra: Tenka Hirashima (Jepang) vs Revie Israel Lumoindong (Indonesia) 21-18, 21-16. Tunggal Putri: Napatcha Choksakulporn (Thailand) vs Nadda Krirkkitaya (Thailand), 21-19, 21-19. Ganda Putra: M. Kenzie Iddo Kurniawan/Leo Kenzie Putra Pratama (Indonesia) vs Nopporn Chaipar/Rabchai Vongvai (Thailand), 21-17, 21-16. Ganda Putri: Nadda Krirkkitaya/Shanitzada Whantongkhum (Thailand) vs Orizae Ganesha Jofi/Laura Leydisya (Indonesia), 21-6, 21-9. Remaja U17 Tunggal Putra: Alvin Jefferson Kusuma (Indonesia) vs Taisei Kushima (Jepang), 24-22, 22-20. Tunggal Putri: Mau Masuda (Jepang) vs Kungkaek Kakanik (Thailand), 21-14, 16-21, 21-16. Ganda Putra: Arybka Okta Disabian/Muhammad Zilazik Artando Zakaria (Indonesia) vs Darell Fayi Aflah/Han Liang Gunawan (Indonesia) 21-11, 21-15. Ganda Putri: Khongkwan Roensri/Pimnapha Thanatanantaphong (Thailand) vs Aura Nadin Gunawan/Afizzah Rahmadhani (Indonesia), 21-14, 21-15. Ganda Campuran: Muhammad Zilazik Artando Zakaria/Afizzah Rahmadhani (Indonesia) vs Rhama Madsuba Praduwartha/Willa Renasya (Indonesia), 21-17, 21-16. Taruna U19 Tunggal Putra: Radithya Bayu Wardhana (Indonesia) vs Boon Le Lim (Malaysia), 21-13, 21-9. Tunggal Putri: Ip Sum Yau (Hong Kong) vs Micah Genares Cruz (AS), 21-12, 25-23. Ganda Putra: Muhammad Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang (Indonesia) vs Faizal Pangestu/Anju Siahaan (Indonesia), 16-21, 21-17, 21-17. Ganda Putri: Adelia Nirul M./Yashinta Ristyana Putri (Indonesia) vs Au-Yeung Wing Chi/Chu Wing Chi (Hong Kong), 18-21, 21-18, 21-13. Ganda Campuran: Cheung Sai Shing/Chu Win Chi (Hong Kong) vs Cheng Ying Kit/Au-Yeung Wing Chi (Hong Kong), 21-14, 3-2 (ret).