Juarai Grup A, Uni Emirat Arab Calon Lawan Timnas U-23 Babak 16 Besar

Winger Timnas U-23, Irfan Jaya (18) melakukan selebrasi bersama Evan Dimas (6) dan Hansamu Yama (16), usai mencetak gol balasan merah putih ke gawang Timnas Hongkong, pada awal babak kedua. Timnas akhirnya menang dengan skor akhir 3-1. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 menang 3-1 atas Hong Kong pada partai pamungkas Grup A sepak bola Asian Games 2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Senin (20/8). Skuat Garuda menekuk Hongkong dengan skor akhir 3-1. Tiga gol pasukan Luis Milla dicetak oleh Irfan Jaya 46′, Stefano Lilipaly 85′, dan Hanif Sjahbandi 90+2′. Sedangkan gol tunggal Hongkong lahir dari kaki sang kapten Hok Ming Lau, di akhir babak pertama. Dengan kemenangan ini, Indonesia telah mengoleksi sembilan poin (tiga kali menang satu kali kalah). Di posisi runner-up adalah Palestina yang merangkum delapan angka. Evan Dimas dkk selanjutnya akan meladeni Uni Emirat Arab (UAE) di babak 16 besar. Uni Emirat finis di baris ketiga Grup C, setelah hanya mampu meraih tiga poin dari tiga laga. Poin ini didapat dari kemenangan besar saat mengandaskan Timor Leste dengan skor 4-1. Sisanya, Uni Emirat tampil tak terlalu istimewa. Mereka bahkan kalah telak dari China (1-2) serta Suriah (0-1). Berdasarkan jadwal awal, Indonesia akan bertanding di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, pada Jumat (24/8). Namun, sebagai tuan rumah, ada opsi untuk menggeser tempat penyelenggaraan. Babak 16 besar awalnya dijadwalkan dimainkan di Stadion Wibawa Mukti, dan Stadion Pakansari (Bogor). Sedianya, Stadion Patriot Candrabhaga, dipakai pada babak perempat final. Sementara itu, Palestina dipastikan akan menghadapi Suriah. Adapun Hong Kong berhadapan dengan Uzbekistan selaku juara Grup B. “PSSI telah memberi motivasi berupa bonus, dan bonus itu sudah diberikan sejak laga melawan Taiwan dan Laos,” kata Endri Erawan, manajer Timnas U-23, akhir pekan lalu. Endri menolak memerinci berapa besaran bonus buat Timnas U-23. Pastinya, bonus itu di luar pendapatan uang saku Rp 1 juta per hari, yang diberikan KOI, kepada tiap atlet yang berlaga di Asian Games 2018. Jika mengacu pada laga uji coba jelang Asian Games 2018, Timnas U-23 mengantungi bonus dengan variasi 2,5 hingga 5 juta rupiah. Perinciannya Rp 5 juta buat apresiasi kemenangan, sementara Rp 2,5 juta buat hasil imbang. Saat pelatnas Asian Games 2018, para pemain diguyur uang saku harian Rp 500 ribu. Pendapatan para pemain timnas, lebih kecil dibanding penghasilan mereka di level klub. Rata-rata penggawa Garuda Muda dibayar kisaran Rp 750 juta hingga Rp 1,5 miliar per musim. Nominal uang yang didapat, akan lebih besar lagi, saat event sesungguhnya berlangsung. Apalagi Timnas U-23 diberi target berat, yakni lolos minimal ke semifinal Asian Games 2018. Rata-rata pemain Timnas U-23 kerap mengesampingkan berapa besar bayaran yang didapat saat berlaga di Asian Games 2018. “Saya pribadi membela Timnas Indonesia merupakan sebuah kebanggaan. Tak bisa dibayar berapapun. Saya bangga menjadi warga Indonesia,” ujar Alberto Goncalves, striker naturalisasi asal Brasil. (Ham) Klasemen Timnas U-23 di Grup A No        Tim           MP     Gol    Poin 1 Indonesia U23      4       11:3     9 2 Palestina U23       4         5:3     8 3 Hong Kong U23    4         9:5     7 4 Laos U23             4         4:8     3 5 Taiwan U23          4         0:10   0 Hasil Grup A Senin (20/8) Indonesia 3-1 Hongkong Taiwan 0-2 Laos Jadwal 16 Besar Jumat (24/8) 19.00 WIB Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Indonesia vs Uni Emirat Arab

Jika Lolos 16 Besar Lewat Jalur Ranking Tiga Terbaik, Timnas U-23 Bakal Ditunggu China

Jika Timnas U-23 lolos 16 besar dari jalur ranking tiga terbaik, maka skenario lawan yang akan dihadapi adalah juara Grup C. Saat ini, China berada di puncak klasemen Grup C, disusul Suriah dan Uni Emirat Arab. (Pras/NYSN)

Jakarta- Sepak Bola Asian Games 2018 sudah berputar sejak 10 Agustus lalu. Ada 25 tim yang berpartisipasi dalam ajang multievent di Asia ini. Semua peserta dibagi ke dalam enam grup. Grup A yang diisi tuan rumah Indonesia, menjadi yang terbanyak penghuninya. Selain Indonesia, ada Hong Kong, Taiwan, Laos, dan Palestina. Sementara masing-masing grup lainnya diisi empat tim. Status Tim yang berhak lolos ke babak 16 besar, adalah juara dan runner-up grup, plus empat tim dari posisi tiga terbaik. Untuk penghuni peringkat ketiga terbaik di tiap klasemen, perhitungannya tak jauh berbeda dengan dua tim terbaik tiap grup. Persoalan terjadi, jika ternyata ada dua atau lebih tim, memiliki poin sama dalam satu grup. Maka kriteria tim yang dinyatakan lolos, dihitung melalui selisih gol, dan produktivitas tim. Andai masih sama, diberlakukan perhitungan selisih gol dari seluruh pertandingan yang sudah dimainkan di grup. Bila masih sama juga, harus dilakukan adu tendangan penalti, dengan syarat tim bersangkutan berada dalam satu lapangan dan sedang bertanding. Penentuan lainnya, yakni melalui skor terendah dari jumlah kartu kuning dan kartu merah yang diterima, saat penyisihan grup. Terakhir adalah penentuan berdasarkan pot, saat dilakukan drawing. Tim yang berada di pot atas saat drawing, bakal mendapat lampu hijau untuk lolos. Lalu bagaimana penentuan empat tim di posisi tiga terbaik? Penentuan dilihat dari tim mana saja yang menempati posisi ketiga di klasemen grup. Namun, tim yang berada dalam satu grup yang jumlahnya lebih banyak dari grup lain, ada mekanisme lain. Grup A yang dihuni lima tim, maka penentuan tim peringkat ketiganya, akan menghilangkan hasil laga pertandingan dengan penghuni dasar klasemen grup, yang mereka huni. Hal ini ditempuh, agar jumlah pertandingannya, bisa dihitung sama dengan peringkat ketiga grup lainnya. Terakhir, empat peringkat tiga terbaik ditetapkan, melalui jumlah poin yang dikoleksi tim, selisih gol, jumlah gol yang dicetak, kriteria fair play (skor terendah dari jumlah kartu kuning dan kartu merah) dan juga ditentukan berdasarkan pot tertinggi. Dari seluruh tim Grup A, baru Palestina yang resmi merampungkan empat partai pertandingan. Empat tim lain menyisakan laga pamungkas pada Senin (20/8). Indonesia akan berhadapan dengan Hong Kong pada laga pamungkas. Kemenangan pada laga tersebut akan memastikan posisi Indonesia sebagai juara grup atau tidak. Jika menjadi juara Grup A, Hansamu Yama dan kolega, akan berhadapan dengan salah satu tim peringkat ketiga terbaik, dari Grup C, D, atau E. Andaipun seri, Indonesia menyimpan peluang lolos sebagai salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik. Hanya saja, lawan mereka akan lebih sulit pada babak 16 besar. Salah satu potensi terbesar jika Garuda Muda lolos melalui jalur ranking tiga terbaik ini, adalah skenario menantang juara Grup C. Saat ini, China ada di puncak klasemen Grup C, disusul Suriah dan Uni Emirat Arab. China sangat produktif dengan mencetak 9 gol, dan belum kebobolan hingga laga kedua, pada Kamis (16/8) lalu. (Ham) Group C Klasemen Grup C No         Tim                    MP   Gol   Poin 1  China U23                     2     9:0     6 2  Suriah U23                    2     1:3    3 3  Uni Emirat Arab U23      2      4:2    3 4  Timor Leste U23            2     1:10   0 Klasemen Timnas U-23 di Grup A No      Tim           MP   Gol  Poin 1 Palestina U23     4     5:3    9 2 Hong Kong U23  3     8:2    7 3 Indonesia U23    3     8:2    6 4 Taiwan U23        3     0:8    1 5 Laos U23           3     2:8    0 Jadwal Grup A Senin (21/8) Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi 19.00 WIB Hongkong vs Indonesia Stadion Pakan Sari, Bogor 19.00 WIB Taiwan vs Laos

Menang di HUT RI 73, Dua Gol Striker Naturalisasi Bantu Indonesia Jaga Peluang

Cukur Laos 3-0 dalam laga penyisihan Grup A Asian Games 2018, dua gol Timnas U-23 diborong pemain naturalisasi Alberto "Beto" Goncalves (9) pada ment ke-13 dan 47, di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jumat (17/8). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 sukses mengalahkan Laos 3-0 dalam pertandingan Grup A cabang sepak bola Asian Games 2018 di Stadion Patriot Bekasi, Jumat (17/8). Indonesia akan lolos ke babak 16 besar, bila mampu mengalahkan Hong Kong pada laga terakhir pada Senin (20/8). Indonesia tampil dominan di laga ini. Dua gol diborong pemain naturalisasi Alberto “Beto” Goncalves pada ment ke-13 dan 47. Gol lainnya diceploskan Ricky Fajrin pada menit ke-75. Dengan hasil ini, Indonesia mengemas nilai 6 dari tiga laga. Dua gol yang dicetak oleh Beto, membuat pemain Sriwijaya FC itu masuk jajaran pencetak gol terbanyak sementara di Asian Games 2018. Beto sejauh ini sudah mencetak tiga gol untuk Timnas U-23. Selain Beto, ada nama Stefano Lilipaly yang masuk daftar pencetak gol terbanyak dengan torehan 2 gol. Tiga gol yang telah dicetak Beto membuat pemain naturalisasi ini sama dengan torehan pemain Hong Kong, Tan Chun Lok, dan striker Malaysia, Safawi Rasid. Jumlah gol yang ditorehkan Beto bersama Timnas U-23 hanya kalah dari pemain Korea Selatan, Hwang Ui-jo, yang mengoleksi 4 gol. Tim asuhan Luis Milla itu menempati posisi ketiga klasemen, tertinggal satu poin dari Hong Kong di urutan kedua. Sementara Palestina statusnya lolos ke babak 16 besar karena sudah mengemas 8 poin, dari 4 laga. Gelandang Timnas U-23, Evan Dimas sukses menyabet tite sebagai raja operan dalam laga. Dilansir BolaSport.com dari data Labbola, Evan memang menjadi pemain yang paling banyak melepas passing. Bermain sejauh 81 menit, gelandang Selangor FA itu sukses melepas 88 operan. Namun hanya 78 operan bola yang berhasil, sepuluh lainnya tak tepat sasaran. Catatan ini seolah merupakan titik kembalinya Evan dalam skuat timnas U-23. Dari dua laga sebelumnya yang dilakoni Indonesia, sosok Evan yang dikenal sebagai pembagi bola tak tampak. Pada partai pertama melawan Taiwan, Evan yang dimainkan 67 menit hanya melepas 49 passing. Sementara pada laga kedua melawan Palestina, Evan absen. Namun, Evan sangat berkontribusi dalam permainan Indonesia menantang Laos. Selain sukses menjadi raja passing, eks Bhayangkara FC juga tercatat melepas tiga tembakan. (Ham) Hasil Jumat (18/8) Grup A Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi Palestina 1-1 Hong Kong Indonesia 3-0 Laos Klasemen Timnas U-23 di Grup A No   Tim               MP     Gol     Poin 1 Palestina U23       4      5:3      9 2 Hong Kong U23    3      8:2      7 3 Indonesia U23      3      8:2      6 4 Taiwan U23          3      0:8      1 5 Laos U23             3      2:8      0 Jadwal Grup A Senin (21/8) Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi 19.00 WIB Hongkong vs Indonesia Stadion Pakan Sari, Bogor 19.00 WIB Taiwan vs Laos Daftar Top Skorer Sementara Asian Games 2018 4 gol Hwang Ui-jo (Korea Selatan) 3 gol Tan Chun Lok (Hong Kong) Alberto Gonçalves (Indonesia) Safawi Rasid (Malaysia) 2 gol Stefano Lilipaly (Indonesia) Gao Zhunyi (Tiongkok) Wei Shihao (Tiongkok) Zhang Yuning (Tiongkok) Jordi Tarrés (Hong Kong) Yuto Iwasaki (Jepang) Ernist Batyrkanov (Kirgizstan) Abdulrahman Gharib (Arab Saudi) Supachai Jaided (Thailand) Zayed Al-Ameri (Uni Emirat Arab)

Lawan Laos, Kartu Truf Timnas U-23 Itu Bernama Evan Dimas Darmono

Merotasi beberapa pemain, usai menang telak kontra Taiwan U-23 di partai perdana, pelatih Luis Milla mengistirahatkan nama Evan Dimas Darmono, saat Timnas U-23 takluk 1-2 dari Palestina, pada Rabu (15/8). (INASGOC)

Jakarta- Takluk 1-2 dari Palestina U-23, pada Rabu (15/8), di laga kedua penyisihan Grup A Asian Games 2018, Timnas U-23 ternyata menyimpan strategi khusus. Merotasi beberapa pemain, usai menang telak kontra Taiwan U-23 di partai perdana, pelatih Garuda Muda, Luis Milla mengistirahatkan nama Evan Dimas Darmono. Evan sejatinya dikenal sebagai pengumpan jitu saat bermain. Ternyata, anggota klub Selangor FA ini handal sebagai pemain bertahan. Hal ini ia tunjukkan saat Timnas U-23 mengalahkan Taiwan dengan skor 4-0, pada Minggu (12/8). Evan memang tak mencetak gol atau menyumbang assists. Namun, pemuda 23 tahun dibawah manajemen Munial Sport Group ini, mendukung timnya mencatatkan clean sheet alias tak kebobolan. Bermain 67 menit, Evan mencetak total 4 tekel, dan 3 diantaranya sukses. Presentasi kesuksesan tekelnya mencapai 75 persen. Catatan tekel Evan, lebih tinggi daripada torehan tekel keempat bek Garuda Muda. Hansamu Yama, misalnya, melakukan 3 kali tekel, namun hanya 2 diantaranya berujung sukses. Torehan tekel Evan cukup produktif, lantaran label pengumpan sudah lekat dengan dirinya, dibanding peran menahan serangan lawan. Selain itu, Evan juga menorehkan satu kali intersep dan clearences dalam partai itu. Lalu bagaimana dengan statistik Evan sebagai pengoper bola? Pemain asal Jawa Timur itu melepaskan 43 umpan sukses dari total 49 passes. Ia menjadi pemain keempat dengan umpan terbanyak. Pemain terbanyak melepaskan umpan adalah Ricky Fajrin. Bek Bali United tersebut mencatat 65 umpan sukses dari total 67. Evan kini ‘dipromosikan’ menjadi central midfielder, yang memainkan fungsi deep lying playmaker, dalam skema dua gelandang bertahan sejajar. Milla menilai Evan tak flamboyan, lantaran ia mampu mengemban tugas layaknya gelandang petarung, sekaligus pemain lini tengah yang serba bisa. Namun, Evan masih terbelit ‘penyakit’ akibat kebiasaannya melakukan drive (menerobos berikade lawan sembari menggiring bola) muncul di waktu yang tidak tepat. Padahal dirinya adalah gelandang sentral, yang bertugas memastikan progresi bola berjalan bersih, agar Timnas U-23 tak mudah kehilangan bola. Milla menyadari, penyakit Evan ini tak menguntungkan jika terus terlihat di Asian Games 2018. Saat meladeni Taiwan, Pelatih Spanyol ini menggantinya dengan Hargianto. Dua tujuan ingin dicapai Milla dari pergantian ini. Pertama, memastikan lini tengah Timnas U-23 lebih stabil. Kedua, memaksimalkan sepakan jarak jauh spesialiasi Hargianto sebagai opsi membongkar pertahanan Taiwan. Dua tujuan Milla tercapai. Hargianto berhasil “menenangkan” lini tengah yang terlalu agresif, ketika Evan masih ada di atas lapangan. Bahkan Hagi, sapaanya, mencetak gol dari tendangan canon ball di luar kotak penalti. Dan diantara 20 pemain yang menghuni skuat Timnas U-23 di Asian Games 2018, ada dua nama berpengalaman membobol gawang Laos, calon lawan pada Jumat (17/8). Garuda Muda akan berhadapan dengan Laos U-23 dalam laga ketiga Grup A Asian Games 2018, di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Laos kerap bertemu di level junior atau kelompok usia di bawah 16 tahun dan 19 tahun. Pada Piala AFF U-19 2016, skuat muda Merah Putih yang berada di bawah asuhan Eduard Tjong, bertemu dengan Laos di fase grup. Laga yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, dimenangkan Timnas U-19 dengan skor 3-1, berkat gelontoran gol-gol yang dicetak Pandi Lestaluhu, Saddil Ramdani, dan M Rafli Mursalim. Saddil kini tercatat sebagai pilar Timnas U-23 di Asian Games 2018. Pemain asal Persela Lamongan itu selalu tampil dari bangku cadangan dalam dua laga terakhir saat menghadapi Taiwan dan Palestina. Rafli yang dua tahun lalu mencetak gol ke gawang Laos, juga tercatat sebagai pemain pelapis skuat U-23. Jebolan Liga Santri Nusantara 2016 itu, baru tersingkir menjelang Asian Games 2018 berputar. Pemain lain yang pernah mencetak gol ke gawang Laos dan masuk dalam skuat pilihan Milla adalah Evan. Berbeda dengan Saddil yang mencetak gol ke gawang Laos di level junior, Evan memproduksi gol di ajang Piala AFF 2014. (Dre)

Gagal Maksimalkan Rotasi Pemain, Timnas U-23 Wajib Menebusnya di Dua Laga Sisa

Bek Timnas U-23, Ricky Fajrin (15) tengah mendapat instruksi dari tim pelatih, Bima Sakti dan Luis Milla, saat melawan Palestina U-23, Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Rabu (15/8). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 harus merasakan kegetiran setelah dikalahkan tim negeri sahabat dari Timur Tengah, Palestina, di laga kedua penyisihan Grup A Cabang Sepakbola Putra Asian Games 2018. Harapan besar sebetulnya muncul, usai Garuda Muda menekuk Taiwan U-23 dengan skor 4-0, di hari perdana merumput. Namun, di partai kedua, saat berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8), Palestina menaklukkan Indonesia dengan skor 2-1. Secara permainan, dalam 45 babak pertama, Indonesia memberikan prospek. Tertinggal melalui penalti akibat handball tak perlu yang dilakukan Zulfiandi, Indonesia membalas melalui Irfan Jaya. Dengan membandingkan dua laga (versus Taiwan dan Palestina), maka pilihan rotasi memunculkan resiko. Resiko itu adalah skuat kontra Palestina ternyata tak memberikan dampak, sebagaimana rotasi yang dilakukan untuk memberikan kesempatan pada sejumlah pemain. Pelatih Timnas U-23, Luis Milla Aspas, memasang empat pemain berbeda, turun sebagai starter pada laga Palestina. Muhammad Hargianto, Septian David Maulana, Gavin Kwan Adsit, dan Bagas Adi Nugroho, adalah nama baru dalam line-up awal Milla. Kegagalan rotasi mulai tampak, ketika Milla menggantikan Septian David dengan Ilham Udin Armayn, di menit ke-38. Padahal, kedudukan masih imbang 1-1. Rupanya kehadiran Septian David, ternyata belum seirama, dengan Febri Hariyadi dan Irfan. Absennya Alberto ‘Beto’ Goncalves juga menimbun masalah di lini depan. Kreasi serangan dan tugas memecah konsentrasi lini pertahanan Palestina, mendadak macet. Stefano Lilipaly seolah berlari sendirian di area kota penalti lawan. Keputusan Milla menggeser Ricky Fajrin pada posisi full bek kiri, setelah di laga perdana menghadapi Taiwan, tampil cukup apik sebagai palang pintu berduet dengan Hansamu Yama, justru menjadi kontraproduktif. Alhasil, Milla akhirnya harus menarik Bagas, yang mengisi pos palang pintu, pada menit ke-54, dengan full bek asal Persija Jakarta, Rezaldi Hehanusa. Peran Ricky pun dikembalikan pada posisi awalnya, sebagai palang pintu. Tertinggal 1-2 memaksa Milla memainkan Saddil Ramdani, yang menjadi pembeda pada laga pertama. Masuk menggantikan Irfan, masih belum menjadi momen bagi Saddil, untuk memberikan warna baru. Perbedaan lain yang mengejutkan Indonesia adalah skuat Palestina punya kemampuan mempertahankan bola. Statistik Labbola mencatat, jika melawan Taiwan, Indonesia unggul penguasaan bola dengan 69 persen disertai 83 persen umpan sukses, maka menghadapi Palestina situasi jauh berbeda. Indonesia tetap menguasai bola dengan 53 persen, namun umpan sukses justru menurun menjadi 74 persen. Sebaliknya, Palestina melakukan 76 persen umpan sukses. Dari sisi serangan, Indonesia malah tumpul, lantaran dari total enam tembakan yang dlesakkan, hanya ada satu yang mengarah ke gawang. Sedangkan, Palestina melepaskan 14 tembakan dengan enam di antaranya tepat sasaran. Terlepas dari level dua lawan yang akan dihadapi di sisa grup, yakni menghadapi Hong Kong dan Laos, namun kemampuan untuk beradaptasi dengan instruksi pelatih dalam tuntutan rotasi, sejatinya merupakan hal yang penting untuk Garuda Muda. Meski kalah, peluang merah putih muda masih terbuka lebar. Memang, sejauh ini Indonesia turun ke peringkat ketiga, menyusul kemenangan besar Hongkong atas Taiwan dengan skor 4-0. Timnas berada di peringkat ketiga dengan nilai 3, sementara Hongkong di posisi runner up dengan nilai 6. Sementara Palestina yang menang atas Timnas Indonesia berada di peringkat pertama dengan nilai 7. Timnas memiliki peluang besar untuk lolos, asalkan bisa mengatasi Laos dalam pertandingan Jumat (17/8) nanti, dan mengalahkan Hongkong, pada Senin (20/8). Jika menang di dua pertandingan ini, nilai Timnas Indonesia menjadi 9. Apapun hasil pertandingan yang diraih tim lain di Grup A, Timnas akan lolos. Sebab pertandingan yang paling menentukan, sebenarnya terjadi kala bentrok melawan Hongkong, di pertandingan terakhir. (Dre/Ham) Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No      Tim              MP    Gol   Poin 1. Palestina U-23      3      4:2     7 2. Hong Kong U-23   2      7:1     6 3. Indonesia U-23     2      5:2     3 4. Taiwan U-23         3      0:6     1 5. Laos U-23            2      2:5     0 Jadwal Grup A Jumat (17/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16.00 WIB Hongkong vs Palestina 19.00 WIB Laos vs Indonesia Senin (20/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16.00 WIB Taiwan vs Laos 19.00 WIB Indonesia vs Hongkong

Timnas Ngotot Gunakan ‘False Nine’, Palestina Redam Spirit Garuda Dengan Skor Tipis 2-1

Striker Palestina U-23, Oday Dabbagh (20), saat melakukan eksekusi penalti pada babak pertama. Pertandingan akhirnya dimenangkan Timnas Palestina dengan skor tipis 2-1 atas Timnas U-23, pada laga penyisihan Grup A. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 kalah 1-2 dari Palestina U-23 pada fase Grup A Asian Games XVIII/2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8). Kekalahan itu mengulangi hasil pada 2013, kala Indonesia takluk dengan skor sama 1-2, dari Palestina, pada ajang Islamic Solidarity Games, di Palembang, Sumsel. Kekalahan ini memaksa posisi Timnas U-23 terlempar dari dua besar, sebab Hong Kong mengantungi kemenangan 4-0 melawan Taiwan, pada laga sebelumnya. Pimpinan klasemen sementara dipegang Palestina, dengan koleksi tujuh poin dari tiga laga. Stefano Lilipaly dan kawan-kawan kini ada di posisi ke-3 klasemen sementara, meski mengatungi jumlah pertandingan lebih banyak ketimbang Palestina. Laga selanjutnya, Indonesia akan melawan Laos U-23, pada Jumat (17/8). Menghadapi Palestina U-23, Indonesia yang mencoba tampil dengan taktik ‘false nine’, lebih dulu tertinggal oleh gol Oday Dabbagh di menit ke-16. Tapi, Indonesia menyamakan kedudukan di menit ke-23 melalui gol Irfan Jaya. Hingga selesainya babak pertama, skor masih sama kuat 1-1. Palestina mencetak gol keduanya pada awal babak kedua. Gol Mohamed Darwish di menit ke-51, dan membuat Palestina unggul 2-1. Indonesia berusaha keras untuk menyamakan skor di sisa waktu. Tapi, hingga peluit panjang berbunyi, gol yang dicari Indonesia tak tercipta. Pelatih Timnas U-23 Luis Milla Aspas mengaku, Palestina tampil lebih baik pada laga hari ini. “Sampai fase sebelum penalti, Palestina bermain baik. Baru setelah penalti terjadi, kami gantian yang bermain baik dan mampu menyakakan kedudukan,” ujar Milla paska pertandingan. Pada babak kedua, Indonesia sempat bermain dengan 10 pemain. Irfan harus keluar sementara karena mendapatkan penanganan cedera. “Saat kami bermain dengan 10 pemain, Palestina bisa memanfaatkan peluang dan mencetak gol. Dua hari lagi akan ada pertandingan (melawan Laos) dan kami alihkan fokus ke laga itu,” tandasnya. Sementara penjaga gawang Timnas U-23, Andritany Ardiyasa membeberkan komentarnya soal partai kontra Palestina. Ia merasa masih optimis untuk mampu lolos dari fase grup dan memenangkan dua pertandingan tersisa. “Hari ini tidak ada yang bermain buruk, kalah maupun menang, ya sama saja karena kualitas Palestina berada diatas kami satu tingkat. Hari ini kalah bukan dari kesalahan satu atau dua pemain, namun dari satu tim,” tegas pemain asal Persija Jakarta tersebut. Sedangkan Kapten Timnas U-23, Hansamu Yama, mengungkapkan perasaannya usai menelan kekalahan dari Palestina. Komentar Yama diungkapkan dalam wawancara dengan stasiun televisi SCTV di pinggir lapangan. “Bisa dilihat kedua tim saling menyerang. Kami juga punya banyak peluang. Untuk ke depannya, kami akan maksimal lagi,” jelas Yama. Soal komposisi pemain yang berbeda dari laga pertama? “Ya namanya stategi. Palestina juga tim kuat. Kami melakukan rotasi pemain, itu strategi. Insya Allah, kami akan berjuang maksimal di laga berikutnya, melawan Laos dan Hong Kong,” pungkasnya. (Ham/Dre) Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No        Tim           MP    Gol   Poin 1. Palestina U-23     3      4:2      7 2. Hong Kong U-23  2      7:1      6 3. Indonesia U-23    2      5:2      3 4. Taiwan U-23        3      0:6      1 5. Laos U-23           2      2:5      0 Hasil Rabu (15/8) Grup A Hongkong 4-0 Taiwan Indonesia 1-2 Palestina Grup E Kirgistan 1-3 Malaysia Korea Selatan 6-0 Bahrain Grup F Arab Saudi 0-0 Iran Korea Utara 1-1 Myanmar Jadwal Grup A Jumat (17/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16.00 WIB Hongkong vs Palestina 19.00 WIB Laos vs Indonesia

Tampil di Asian Games, Palestina Selalu Kesulitan Saat Melawan Tim Asia Tenggara

Bek sekaligus kapten Palestina U-23, Abdallatif Albahdari (putih), akhirnya mencetak gol pada menit ke-90+5 ke gawang Laos, dan membawa timnya menang denga skor akhir 2-1, di laga fase Grup A Asian Games 2018. (pikiran-rakyat.com)

Jakarta- Timnas Indonesia tercatat tampil dalam sembilan edisi Asian Games. Partisipasi itu terjadi di tahun 1951, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1986, 2006, dan 2014. Dari keikutsertaan itu, Timnas Indonesia berhasil lolos ke perempatfinal sebanyak tiga kali, yaitu pada edisi Asian Games 1951, 1966, dan 1970. Merah putih juga lolos ke fase 16 besar di Asian Games 2014. Prestasi terbaik yang pernah diukir tim garuda adalah saat Asian Games 1954, 1958, dan 1986. Pada Asian Games 1954 di Manila, Timnas gagal merebut peringkat ketiga, setelah kalah 4-5 dari Myanmar. Timnas Indonesia akhirnya mampu meraih medali perunggu, pada Asian Games 1958 di Tokyo, Jepang, usai menekuk India 4-1. Lalu, Asian Games edisi 1986 di Seoul, Korea Selatan, Timnas finis di peringkat keempat. Pada perebutan medali perunggu, ketika itu Robby Darwis dkk. harus takluk 0-5 dari Kuwait. Berbeda dengan tim merah putih, meraba kekuatan Palestina dari tahun ke tahun, mereka tak sekali pun meraih kemenangan jika menantang kontestan dari Asia Tenggara. Di Asian Games 2002, Palestina tergabung dengan tiga tim besar sekelas Jepang, Bahrain, dan Uzbekistan. Palestina tak mampu meraih poin dan menjadi juru kunci Grup D Asian Games 2002. Berlanjut pada 2006, Palestina kembali menjadi juru kunci Grup C yang berisi Thailand, Kuwait dan Kirgistan. Kala itu, Palestina dipaksa menyerah dari Thailand, dengan skor tipis 1-0 Stadion Al-Rayyan, Qatar. Ini jadi tahun tersuram bagi Palestina, yang selalu kalah dan tak mencetak satu gol pun. Asian Games 2010, Palestina kembali gaagal di fase grup. Menjadi peringkat ketiga diantara Korea Utara, Korea Selatan, dan Jordania, jadi prestasi terbaik Palestina kala itu. Lalu, Asian Games 2014 menjadi titik balik kebangkitan. Meski kalah dari Singapura dengan skor 1-2, di Stadion Ansan Wa, Korea Selatan, Palestina sukses tampil sebagai juara Grup C kala itu. Namun, aksi Palestina terhenti di babak 16 besar, setelah ditekuk Jepang dengan skor akhir 0-4. Di babak fase grup Asian Games 2018, 25 tim cabor sepak bola tengah berusaha untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Tim-tim di Grup A sudah bertanding sejak tanggal 10 Agustus. Sementara itu, tim-tim di grup lain baru bertanding mulai 14 Agustus. Regulasi laga si kulit bundar di ajang multi event ini pun sudah diketuk. Di babak fase grup, pihak panitia penyelenggara telah menentukan aturan yang dipakai andai ada dua tim atau lebih, memiliki jumlah poin sama di klasemen akhir. Selisih gol menjadi penentu paling utama, bila terdapat poin yang sama. Faktor kedua, yakni keunggulan sisi produktivitas tim yang bersangkutan, bila selisih golnya sama. Bila ada tim yang masih sama juga jumlahnya, maka format head to head antar kedua tim, yang menjadi pertimbangan. Babak fase grup Asian Games 2018 cabang sepak bola rencananya akan bergulir hingga 20 Agustus. Setelah itu, fase knock-out dimulai pada 23 Agustus. (Dre) Peforma Palestina Berhadapan Tim asal Asia Tenggara di ajang Asian Games  28 November 2006 Palestina 0-1 Thailand 21 September 2014 Palestina 1-2 Singapura

Obral Strategi False Nine Lawan Palestina, Timnas U-23 Wajib Penuhi Banyak Syarat

Timnas U-23 kemungkinan akan menerapkan strategi false nine melawan Palestina pada laga kedua Grup A Asian Games 2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Rabu (15/8). (bola.com)

Jakarta- Pelatih Timnas U-23 Luis Milla berpeluang memakai strategi berbeda menghadapi Palestina dalam lanjutan penyisihan Grup A Asian Games 2018 yang akan digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8). Selain merotasi beberapa pemain, pelatih asal Spanyol itu ingin menjajal strategi false nine kontra Palestina. “Ini turnamen yang sangat ketat dan waktu pemulihan kondisi sedikit. Jadi, seperti pertandingan sebelumnya termasuk SEA Games 2017, kemungkinan komposisi pemain akan diubah,” kata asisten pelatih Bima Sakti seperti dikutip Antara, Selasa (14/8). “Ada kemungkinan menggunakan pemain dengan peran sebagai false nine,” sambungnya. Mantan pemain primavera Indonesia itu memastikan skuat Garuda Muda dalam keadaan bugar jelang laga, termasuk kondisi pemain asal Mitra Kukar, Septian David Maulana yang sempat mengalami masalah di ototnya. Skuat Indonesia, kemungkinan akan menerapkan strategi yang berbeda saat menghadapi Palestina. Salah satunya perubahan komposisi lini depan Merah Putih yang sebelumnya bertumpu kepada Beto Goncalves. Artinya, Beto, bakal disimpan. Sebagai gantinya, tim pelatih akan menurunkan pemain bertipikal ‘false nine’ sebagai ujung tombak lawan Palestina. False nine sejatinya bukanlah sebatas posisi bermain, melainkan sebuah peran. ‘Si nomor 9 yang palsu ini’ seolah-olah bermain sebagai ujung tombak, namun ia bergerak lebih leluasa ke belakang, atau ke sisi sayap untuk membuka celah kepada pemain lainnya. Ilham Udin Armaiyn, Septian David Maulana serta Saddil Ramdani, berpotensi sebagai opsi mengisi peran ‘pembohong’ yang ingin diterapkan Milla. Namun, faktanya, tidak semua tim sebetulnya mampu menggunakan false 9, karena memang tak semua penyerang atau gelandang, bisa mengambil keputusan untuk memainkan peran false 9 dengan baik. Pemain ini setidaknya, harus memiliki kemampuan mencari ruang yang baik. Selain itu sang pemain juga harus punya kemampuan mengolah bola yang baik, karena false 9 juga akan menjadi pengatur serangan ketika dia telah menguasai bola. Sistem false 9 juga menyaratkan tim memiliki lini kedua yang baik, yang mampu menerobos masuk ke kotak penalti, kala sang striker melakukan “gerakan tipuan”. Indonesia berpeluang mengudeta puncak klasemen jika berhasil mengalahkan Palestina. Sebaliknya, Palestina memantapkan posisinya di tempat teratas jika mampu meraih poin atas Indonesia. Saat ini Palestina berhak memuncaki klasemen dengan raihan empat poin usai menang 2-1 atas Kamboja dan imbang 0-0 lawan Taiwan. Indonesia menguntit di posisi kedua dengan tiga poin, hasil kemenangan 4-0 atas Taiwan. Dari daftar pemain yang ada, terdapat tiga pemain Palestina yang kini tercatat bermain di klub Eropa. Pertama adalah Michel Milad Termanini, pemain 20 tahun itu kini bermain di klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Swedia, AFC Eskilstuna. Dalam dua pertandingan yang telah dijalani Palestina, Termanini adalah andalan di lini belakang. Pemain kedua yang berkiprah di klub Eropa adalah Omar Al Sharif. Al Sharif adalah pemain yang berposisi sebagai bek dan kini tercatat sebagai pemain SV Arminia Hannover. Klub tersebut kini berkiprah di kompetisi kasta kelima Liga Jerman atau yang dikenal Niedersachsenliga. Selanjutnya, ada Mohamed Darwish yang juga memperkuat Arminia Hannover. Berbeda dengan dua rekan setimnya, Darwish biasa bermain sebagai seorang gelandang. Berdasarkan data performa mereka dalam dua laga sebelumnya, Termanini menjadi pemain yang paling sering bermain di antara ketiganya. Tercatat, pemain bernomor punggung 4 itu sudah bermain selama 180 menit dalam dua laga. Sedangkan Al Sharif bermain sebagai pemain pengganti selama 24 menit saat melawan Cina Taipei dan 90 menit ketika menghadapi Laos. Sementara Darwish, baru dimainkan saat melawan Laos sebagai pemain pengganti dengan durasi 31 menit. (Ham) Jadwal Grup A Rabu (15/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16:00 WIB Hong Kong vs Taiwan 19:00 WIB Indonesia vs Palestina Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No      Tim           Main  Gol  Poin 1. Palestina U-23     2     2-1    4 2. Indonesia U-23    1     4-0    3 3. Hong Kong U-23  1     3-1    3 4. Taiwan U-23        2     0-4    1 5. Laos U-23           2     2-5    0

Statistik Tampil Cemerlang, Gelandang Senior Timnas U-23 Ini Enjoy Jadi Striker

Pemain Timnas U-23, Stefano Lilipaly (merah) mencetak gol akrobatik, saat Timnas U-23 menang 4-0 atas Taiwan, pada laga perdana penyisihan grup Asian Games 2018, di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8). (tribunnews.com)

Jakarta- Gelandang senior Timnas U-23, Stefano Lilipaly mengaku senang bisa mencetak dua gol bagi kemenangan di Asian Games 2018. Timnas U-23 menang 4-0 atas Taiwan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (12/8). Ia mencetak dua gol, salah satunya dengan tendangan salto spektakuler, dan juga menciptakan satu assist Lilipaly membayar tuntas kepercayaan Luis Milla yang memainkan dirinya sejak menit pertama. Bermain di lini tengah, Lilipaly bahu-membahu bersama Zulfian, Evan Dimas, Febri Hariyadi, dan Irfan Jaya untuk mengalirkan bola-bola matang ke AlBerto ‘Beto’ Goncalves yang diplot sebagai ujung tombak. Gol salto Lilipaly yang tercipta di menit ke-75, berawal dari umpan Rezaldi Hehanusa di sisi kanan. Kendati ditempel bek Taiwan, Lilipaly mampu menuntaskan umpan tersebut lewat aksi akrobatik, yang membuat si kulit bundar meluncur deras ke sudut kiri bawah gawang kiper Timnas U-23 Taiwan, Pan Wenchieh. Sebelumnya, Lilipaly juga menyumbang gol pertama bagi Indonesia di menit ke-67. Memanfaatkan sepakan bebas Evan Dimas, Lilipaly melepaskan sundulan akurat dari dalam kotak penalti. Bola lantas mengarah ke sudut kanan bawah gawang dan tak kuasa dibendung Wenchieh. Lilipaly yang saat ini berusia 28 tahun adalah satu dari tiga pemain senior yang dibawa Milla di Asian Games 2018. Selain dirinya, pelatih asal Spanyol itu juga memanggil kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, dan striker Sriwijaya FC, Beto. Nama terakhir menyumbang satu gol di laga melawan Taiwan. Sementara pemain Bhayangkara FC, Muhammad Hargianto menutup pesta gol Indonesia di injury time. “Saya senang bisa cetak gol dan bantu kemenangan tim di pertandingan ini. Ini hasil kerja keras semua pemain. Tapi paling penting kita dapat tiga poin malam ini. Terima kasih suporter Indonesia,” ujar Lilipaly, selepas pertandingan. Fano (panggilan akrab Stefano) juga tak mempermasalahkan dengan posisinya yang beberapa kali ditempatkan sebagai striker. “Tidak masalah, saya suka menjadi gelandang serang dan sayap. Terserah pelatih,” tambahnya. Dua gol Fano membuka peluang Indonesia di Grup A. Saat ini Skuat Garuda Muda berada di posisi kedua dengan koleksi tiga poin. Selisih satu poin dengan Palestina di puncak klasemen dengan poin empat. Dilansir dari Labbola, Lilipaly mencetak dua gol dari total 4 tembakan. Sebetulnya, total tembakan Lilipaly sama dengan Beto yang jadi tumpuan Indonesia di lini depan. Beto, pemain naturalisasi asal Brasil itu melepaskan 3 tembakan tepat ke gawang (satu tembakan berhasil menjadi gol) dan satu shots off target. Namun, Lilipaly lebih tajam karena dia berhasil mencetak 2 gol dari 2 tembakan tepat sasaran. Sementara itu dua tembakan lain yang dilepaskan Lilipaly gagal mengenai sasaran. Selain tembakan, kelebihan lain dari Lilipaly adalah umpan sukses. Pemain Bali United ini melepaskan 15 umpan sukses dari total 19. Tingkat kesuksesannya mencapai 78 persen. Dengan penampilan Lilipaly ini, setidaknya keputusan Milla cukup tepat untuk memainkannya pada Asian Games 2018. Lilipaly baru dipanggil dalam pemusatan latihan terakhir yang digelar di Bali, beberapa waktu lalu. (Ham)

Cetak Gol Salto, Lilipaly Bawa Indonesia Posisi Runner Up di Laga Perdana Asian Games 2018

Striker Timnas U-23, Stefano Lilipaly (10) mencetak dua dari empat gol kemenangan Timnas U-23 atas Taiwan, pada laga perdana penyisihan grup Asian Games 2018, di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8). (INASGOC)

Jakarta- Timnas U-23 memetik kemenangan perdana pada fase penyisihan Grup A pada cabang olahraga sepak bola Asian Games 2018. Menghadapi Taiwan, Garuda Muda berhasil menang dengan skor telak 4-0 pada laga yang digelar di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8). Empat gol kemenangan Tim Merah Putih muda dicetak oleh Stefano Lilipaly (66′ dan 76′), Alberto Goncalves (71′), dan Muhammad Hargianto (90+3). Walau menang degan skor telak, Indonesia ternyata belum berhasil meraih puncak klasemen sementara Grup A. Hansamu Yama dkk masih bertengger di peringkat kedua klasemen sementara Grup A, dengan koleksi tiga poin hasil dari satu laga yang dilakoni. Sedangkan Palestina masih nyaman duduk di puncak klasemen dengan raihan empat poin hasil dari dua laga. Sebelumnya, Palestina meraih satu kemenangan saat menghadapi Laos (2-1) dan satu hasil imbang, kala bertanding menghadapi Taiwan (0-0). Sementara itu, peringkat ketiga Grup A diduduki oleh Hong Kong U-23 yang meraih tiga poin. Kendati memiliki raihan poin yang sama dengan Indonesia, Hong Kong kalah dari segi produktivitas gol. Usai takluk dari Indonesia, Taiwan harus mendekam di peringkat empat dengan koleksi satu poin hasil dari dua laga yang dilakoni. Sedangkan posisi buncit Grup A dihuni oleh Timnas U-23 Laos yang belum berhasil meraih poin sama sekali. Dari dua laga yang dilakoni, Laos menelan kekalahan dua kali, yakni saat tumbang dari Hong Kong (1-3) dan takluk dari Palestina (1-2). Sementara itu, skuat asuhan Luis Milla akan menjalani laga kedua menghadapi Timnas U-23 Palestina. Laga akan digelar pada Rabu (15/8) di Stadion Patriot, Kota Bekasi, Jawa Barat. Melihat skornya, hasil gemilang ini merupakan start terbaik kedua yang pernah dilakukan Tim Merah Putih sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games. Kemenangan 4-0 atas Taiwan pada Minggu kemarin hanya kalah dari kesuksesan Indonesia melibas Timor Timur 7-0 pada pertandingan pertama Asian Games 2014. Selain dua edisi terbaru, Indonesia juga tampil pada Asian Games 1951, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1986, dan 2006. Pada 1951, partai awal Indonesia berujung dengan kekalahan 0-3 dari India. Karena saat itu sistem pertandingan masih menggunakan sistem gugur, Indonesia pun langsung tersingkir. Tiga tahun kemudian di Asian Games 1954, Indonesia yang tergabung di Grup C, mengawali langkah usai mengalahkan Jepang 5-3. Indonesia mampu mencapai peringkat empat di akhir turnamen. Di Asian Games 1958, Tim Merah Putih sukses melangkah hingga peringkat ketiga. Ini merupakan pencapaian terbaik sepanjang sejarah partisipasi di Asian Games. Empat tahun kemudian di Asian Games 1962, Indonesia mengalahkan Vietnam Selatan 1-0 pada pertandingan pertama di Grup A. Tetapi, Vietnam Selatan justru kemudian lolos ke babak berikutnya, sedangkan Indonesia tersingkir di fase grup. Pada Asian Games 1966, saat Indonesia mencapai perempat final, hasil partai pertama timnas di Grup C adalah kemenangan 3-0 atas Singapura. Berselang empat tahun, saat Indonesia kembali mencapai perempat final Asian Games 1970, Iswadi Idris dkk. ditahan Iran 2-2 di perjumpaan pertama di Grup C. Kemudian start timnas Indonesia di Asian Games 1986 adalah sukses menahan Qatar 1-1 di Grup C. Pada Asian Games 2006, Tim Merah Hitam langsung dihajar Irak 0-6 pada pertandingan pertama Grup B, dan akhirnya langkahnya terhenti di fase grup. (Dre/Ham) Hasil Asian Games 2018 Grup A, Minggu (12/8) Palestina 2-1 Laos Indonesia 4-0 Taiwan Hasil Grup A sebelumnya Taiwan vs Palestina: 0-0 Laos vs Hong Kong: 1-3. Jadwal Grup A Rabu (15/8) Stadion Patriot, Bekasi 16:00 WIB Hong Kong vs Taiwan 19:00 WIB Indonesia vs Palestina Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No        Tim          Main  Gol   Poin 1. Palestina U-23     2      2-1     4 2. Indonesia U-23    1      4-0     3 3. Hong Kong U-23  1      3-1     3 4. Taiwan U-23        2      0-4     1 5. Laos U-23           2      2-5     0

Yakin Lawan Termasuk ‘Ringan’, Timnas U-23 Pede Lolos Penyisihan Grup Asian Games 2018

Skuad Timnas U-23 (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 memiliki peluang positif untuk lolos dari penyisihan grup ajang Asian Games 2018. Dari hasil undian pembagian grup yang dilaksanakan di Jakarta, Kamis (5/7), tim asuhan Luis Milla Aspas berada di grup yang relatif mudah. Indonesia tergabung di grup A bersama Hogkong, Laos, dan Taiwan. Pada undian in Indonesia sebagai tuan rumah ditempatkan sebagai unggulan pertama. Sekretaris Jendral PSSI Ratu Tisha Destria cukup senang dengan hasil undian itu. “Jika melihat hasil undian, tentu ini cukup bagus untuk timnas putra,” ujar Ratu. “Timnas sudah melakukan persiapan yang matang dan sudah beruji coba dengan lawan yang lebih tangguh seperti Bahrain, Uzbekistan, Korea Selatan, Korea Utara, Thailand, dan Jepang,” tambahnya. Ia berharap hasil undian itu memudahkan langkah Indonesia untuk lolos. Cabang sepak bola putra diikuti 24 peserta–bukannya 32 seperti yang selama ini diberitakan–yang terbagi dalam enam grup. Masing-masing grup terdiri atas empat tim. Dua tim terbaik otomatis lolos ke babak 16 besar ditambah tiga tim peringkat terbaik dari empat grup. “Hasil drawing ini memang kami tunggu-tunggu, karena ini akan berimbas pentng saat latihan terakhir kami nanti di kawasan Bali,” kata manajer timnas U-23, Endri Erawan menanggapi hasil undian. “Pelatih Luis Milla akan menyiapkan menu latihan, disesuaikan dengan lawan-lawan yang dihadapi baik penyisihan grup atau babak selanjutnya,” kata Endri lagi. Mengenai peluang dalam persaingan di grup, Timnas U-23 optimistis mampu lolos dari penyisihan grup A. “Saya yakin mampu lolos dari penyisihan grup. Bukan menganggap enteng, namun sikap optimistis harus selalu ditumbuhkan dalam diri seluruh tim. Lagi pula kami sudah lama mempersiapkan tim, baik melalui latihan maupun uji coba,” ujar Endri lagi. Sementara cabang sepak bola putri, diikuti sebanyak 11 peserta yang dibagi dalam tiga grup. Indonesia tergabung di grup A bersama Korea Selatan, Taiwan, dan Maladewa. Dua tim terbaik masing-masing grup langsung lolos ke babak perempat final ditambah dua tim peringkat tiga dari grup A dan B. Pertandingan untuk sepak bola putra akan dilangsungkan di empat stadion, yakni Stadion Patriot Bekasi untuk grup A dan B, Stadion Pakansari Cibinong untuk grup C, dan Stadion Wibawa Mukti Bekasi grup D. Sementara laga grup E dan F akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat Bandung. Untuk Semifinal dan laga Final dilangsungkan di Stadion Pakansari. Adapun pertandingan sepak bola putri akan dilangsungkan di Palembang, Sumatera Selatan. (Ham) Grup Sepak Bola Putra: Grup A 1. Indonesia 2. Hongkong 3. Laos 4. China Taipe Lokasi: Stadion Patriot Bekasi Grup B 1. Thailand 2. Uzbekistan 3. Bangladesh 4. Qatar Lokasi: Stadion Patriot Bekasi Grup C 1. Irak 2. China 3. Timor Leste 4. Syiria Lokasi: Stadion Pakansari Grup D 1. Jepang 2. Vietnam 3. Pakistan 4. Nepal Lokasi: Stadion Wibawa Mukti Bekasi Grup E 1. Korea Selatan 2. Kyrgistan 3. Malaysia 4. Bahrain Lokasi: Stadion Si Jalak Harupat Bandung Grup F 1. Korea Utara 2. Saudi Arabia 3. Iran 4. Mynamar Lokasi: Stadion Si Jalak Harupat Bandung Grup Sepak Bola Putri: Grup A 1. Indonesia 2. Korea Selatan 3. China Taipe 4. Maldives Lokasi Stadion Gelora Sriwijaya Grup B: 1. Korea Utara 2. China 3. Hongkong 4. Tajikistan Lokasi: Stadion Gelora Sriwijaya dan Bumi Sriwijaya Grup C: 1. Jepang 2. Vietnam 3. Thailand Lokasi: Stadion Bumi Sriwijaya

Daftar Unggulan Sepak Bola Asian Games 2018 Muncul, Timnas U-23 Terhitung ‘Aman’

Timnas U-23 beruntung, karena dipastikan tak akan masuk ke dalam satu grup dengan tim besar, sesuai hasil keputusan OCA penempatan Pot tim unggulan Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tim-tim unggulan kompetisi sepak bola Asian Games 2018 resmi diumumkan oleh Olympic Council of Asia (OCA). Sebanyak 32 negara terlibat dalam pesta olahraga yang akan digelar di Jakarta-Palembang itu, ditempatkan dalam empat pot, masing-masing pot diisi oleh 8 tim. Indonesia sebagai tuan rumah, masuk ke dalam pot tim unggulan pertama. Di pot ini, Indonesia ditemani tujuh negara kuat lainnya yakni Jepang, Korea Selatan, Iran, Arab Saudi, Iraq, Suriah, dan Uzbekistan. Pembagian ini dilakukan dalam pertemuan OCA yang digelar pada Senin (25/6) lalu Artinya, Indonesia dipastikan tak akan tergabung di Grup A bersama tim-tim itu seperti Korsel, yang merupakan juara bertahan atau Irak yang merupakan peraih medali perunggu. Sementara itu, Thailand yang merupakan salah satu tim kuat di Asia Tenggara, hanya ditempatkan di pot kedua. Thailand akan bergabung bersama Cina, Korea Utara, Oman, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Kyrgyzstan. Dalam menentukan daftar tim unggulan, OCA mempunyai aturan tersendiri. Yakni berdasarkan rekam jejak masing-masing negara pada turnamen Asian Games edisi-edisi sebelumnya. Contohnya, seperti finalis Piala Asia U-23 2018, Vietnam. Meski jadi runner-up di Piala Asia, namun Vietnam justru ditempatkan pada pot 3. Sebab, Vietnam hanya mampu mencapai babak 16 besar pada Asian Games di Incheon empat tahun lalu. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat Piala Asia dan Asian Games digelar oleh dua badan yang berbeda yakni AFC dan OCA. Sehingga, penempatan pot ditentukan berdasarkan performa ajang terakhir, saat Vietnam hanya mampu menembus babak 16 besar Asian Games 2014. Indonesia beruntung, karena dipastikan tak akan masuk ke dalam satu grup dengan tim besar. Namun, skuad asuhan Luis Milla Aspas ini tetap harus waspada dengan kekuatan tim, dari pot dua dan tiga. Sehingga negara Cina, Korea Utara, Thailand, atau Vietnam, bakal tak berjumpa Febri Haryadi dkk. Pembagian grup cabor sepakbola Asian Games 2018 akan diundi pada 25 Juli, sebelum turnamen ini dimulai pada 15 Agustus. Setiap tim hanya dapat mendaftarkan 20 pemain, 17 diantaranya berusia di bawah 23 tahun, kemudian sisanya boleh diisi oleh pemain senior. Asian Games edisi tahun ini diperkirakan akan berlangsung kompetitif. Masing-masing negara telah mempersiapkan timnya dengan matang. Vietnam, salah satunya, berencana untuk mengadakan pertandingan uji coba dengan Barcelona B, Oman, dan Uzbekistan, pada awal Agustus mendatang. Sementara itu, salah satu tim kuat lainnya, Korea Selatan, dipastikan tampil maksimal usai tersingkir dari fase grup Piala Dunia pasca takluk atas Swedia dan Meksiko. Pemain bintang mereka, Son Heung-min juga tengah melakukan pembicaraan dengan klubnya, Tottenham Hotspurs, agar diizinkan berlaga di Asian Games. (Dre) Pot Tim Unggulan Asian Games 2018 Cabor Sepak Bola Pot 1 Indonesia, Jepang, Suriah, Korea Selatan, Uzbekistan, Arab Saudi, Iran, Irak Pot 2 Cina, Korea Utara, Oman, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kyrgyzstan, Thailand Pot 3 Malaysia, Laos, Vietnam, Yordania, Yaman, Bangladesh, Filipina, Hong Kong Pot 4 Nepal, India, Kamboja, Timor Leste, Tajikistan, Singapura, Myanmar, Palestina

Taklukkan Persiba Bantul 1-3 Dalam Uji Coba Pamungkas, Timnas U-19 Segera Berkemas ke Sidoarjo

Persiba Bantul takluk 1-3 dari Timnas U-19 (putih), dalam laga uji coba di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Rabu (27/6). (Bola.com)

Yogyakarta- Timnas U-19 akan tampil di ajang Piala AFF U-18, pada 1-14 Juli 2018, yang akan digelar di dua stadion di Jawa Timur, yakni Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, dan Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Pada Piala AFF U-18, tim Garuda Muda tergabung dalam grup A dan melawan Thailand sebagai juara bertahan, Vietnam, Singapura, Filiphina dan Laos. Anak asuh Indra Sjafri rencananya akan melakoni laga perdana pada Minggu (1/7), di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Seluruh partai laga timnas akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Event ini nantinya sekaligus pembuktian Timnas U-19, guna melakoni Piala AFC U-19 pada 18 Oktober hingga 4 November, dan Indonesia menjadi Tuan Rumah ajang tersebut. Timnas U-19 tengah menjalani Pemusatan Latihan (TC) di ‘Kota Pelajar’ Yogyakarta sejak 20 Juni lalu dan akan bertolak ke Sidoarjo pada Kamis (28/6). Striker Timnas U-19, Hanis Sagara Putra, sempat membeberkan komentarnya perihal kompetisi Piala AFF U-18. Saghara dkk bertekat akan berusaha semaksimal mungkin untuk membawa Indonesia meraih gelar juara. “Saya berjanji akan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik, seluruh rekan tim juga mempunyai keinginan yang sama demi hasil terbaik untuk Indonesia,” ungkap striker Bali United ini dilansir dari laman resmi PSSI. Dirinya menambahkan bahwa persiapan yang dijalani sampai saat ini masih berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala khusus. Ia juga mengakui bahwa persaingan grup A sangat kompetitif. “Semua negara di grup A tim yang bagus dan kuat. Kami juga satu grup dengan tim yang mengalahkan kami tahun lalu, yakni Thailand dan Vietnam. Kalau cetak gol banyak itu nanti dulu, yang terpenting tim harus menang agar bisa juara” tambah pemuda kelahiran Bojonegoro, 8 September 1999. Pada Piala AFF U-18 2017 di Yangon, Myanmar, Indonesia berada di peringkat ketiga. Thailand menjadi juara dan Malaysia runner-up. Namun, bintang Indonesia Egy Maulana Vikri, menyabet dua penghargaan sekaligus, yakni Pencetak Gol Terbanyak dengan delapan gol dan Pemain Terbaik. Dalam laga uji coba terakhir, Timnas U-19 mencatat kemenangan 3-1 atas Persiba Bantul, di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Rabu (27/6) malam. Tiga gol timnas U-19 dalam laga itu dicetak Tod Rivaldo pada menit keempat, Witan Sulaiman menit ke-15, dan Hanis Saghara menit ke-60. Sedangkan satu gol Persiba dihasilkan Arif Satyayudha Alkanza pada menit ke-86. Bagi Timnas U-19, kemenangan ini menjadi yang pertama dalam tiga uji coba lokal yang digelar. Dalam dua laga uji coba lokal sebelumnya, Timnas U-19 kalah dari Persis Solo (0-3) dan PSS Sleman (0-2). (Ham) Jadwal Grup A dan Timnas U-19 di Piala AFF U-18 2018 Penyisihan Grup A 1 Juli 2018 Jam 15.30 WIB Vietnam vs Thailand (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Singapura vs Filipina (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Indonesia vs Laos (Stadion Gelora Delta) 3 Juli 2018 Jam 15.30 WIB Thailand vs Laos (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Indonesia vs Singapura (Stadion Gelora Delta) Jam 19.00 WIB Vietnam vs Filipina (Stadion Gelora Delta) 5 Juli 2018 Jam 15.30 WIB Laos vs Vietnam (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Filipina vs Indonesia (Stadion Gelora Delta) Jam 19.00 WIB Thailand vs Singapura (Stadion Gelora Delta) 7 Juli 2018 Jam 15.30 WIB Singapura vs Laos (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Filipina vs Thailand (Stadion Gelora Delta) Jam 19.00 WIB Indonesia vs Vietnam (Stadion Gelora Delta) 9 Juli 2018 Jam 15.30 WIB Laos vs Filipina (Stadion Joko Samudro) Jam 19.00 WIB Vietnam vs Singapura (Stadion Gelora Delta) Jam 19.00 WIB Thailand vs Indonesia (Stadion Gelora Delta) 12 Juli 2018 Semifinal 1 (Stadion Gelora Delta) 13 Juli 2018 Semifinal 2 (Stadion Gelora Delta) 14 Juli 2018 Perebutan peringkat ketiga (Stadion Gelora Delta) 15 Juli 2018 Final (Stadion Gelora Delta)

Gol Injury Time Korsel U-23, Perpanjang Rekor Kalah Timnas U-23 di Stadion Pakansari

Winger Timnas U-23, Osvaldo Ardiles Haay (25), saat melakukan tendangan ke arah gawang Korea Selatan U-23, di Stadion Pakansari, Bogor, pada Sabtu (23/6). (bola.com)

Jakarta- Timnas U-23 gagal mengakhiri uji tanding dengan kemenangan. Menjamu Korea Selatan U-23 (Korsel) di Stadion Pakansari, Bpgpr, Sabtu (23/6), tim asuhan Luis Milla Aspas ini menelan kekecewaan usai kalah 1-2. Satu gol ‘Garuda Muda’ dalam laga tersebut dicetak oleh Hansamu Yama Pranata pada menit ke-90 (+1). Sementara, sepasang gol Korsel dilesakkan oleh Jeong Taewook di menit ke-43 dan Han Seunggyu di pengujung pertandingan. Timnas U-23 memulai laga dengan meyakinkan. Selain dapat menebar ancaman di pertahanan lawan dengan sepakan keras yang terukur dan penetrasi dari sisi sayap, barisan pertahanan mereka patut diacungi jempol. Sebabnya, mereka dapat mematahkan serangan skuat asuhan Kim Hak-bum dengan apik. Sayang, di pengujung babak pertama, mereka gagal mengantisipasi bola mati Korsel. Perlawanan Timnas U-23 makin menjadi-jadi di babak kedua. Mereka menerapkan permainan agresif dan menyerang. Peluang demi peluang mereka dapatkan. Namun, gol penyama kedudukan baru tercipta pada masa injury time. Penampilan Timnas U-23 tetap membuat Milla senang. Dalam konferensi pers usai pertandingan, dia mengaku puas dengan permainan Hansamu dan kolega secara keseluruhan, kendati hasil akhir membuat tren negatif mereka berlanjut. “Dua tim bermain all out. Banyak sekali alternatif (dalam menyerang) dan peluang (yang didapatkan). Malam ini tim bermain solid dan bekerja keras. Itulah yang membuat saya gembira,” ucap Milla. “Korea Selatan bermain dengan level tinggi. Kami sangat menyayangkan gol kedua mereka terjadi di pengujung pertandingan. Padahal, kami baru saja menyamakan kedudukan. Tapi, kembali lagi, saya bangga dengan permainan tim.” “Kami mencoba pemain. Kami juga tahu Korsel punya pertahanan yang luar biasa. Di laga ini, Beto bekerja luar biasa. Febri menciptakan peluang dengan daya jelajah yang tinggi. Besok-besok, mungkin peluang yang banyak harus jadi gol,” pungkas eks pelatih Real Zaragoza itu. Tercatat sebanyak lima laga uji coba telah digelar oleh Timnas U-23 di Stadion Pakansari, Bogor. Dari lima laga itu, tak satu pun mampu dimenangkan oleh skuat Garuda Muda. Bahkan, Timnas U-23 harus menelan dua kekalahan tatkala bermain di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Dua tim yang menaklukkan Hansamu Yama Pranata dkk adalah Bahrain dan Korea Selatan. Timnas U-23 kalah 1-0 pada laga PSSI Anniversary Cup 2018 pada 27 April 2018. Dan menghadapi Korea Selatan, anak asuh Luis Milla takluk 1-2, pada Sabtu (23/6). Tiga laga lain di Stadion Pakansari berakhir dengan skor imbang tanpa gol. (Dre/Ham)

Kondisi Fisik Pemain Timnas U-23 Positif, Dokter Tim Lakukan Pengecekan Malam ini

Kendati baru menjalani libur Hari Raya Lebaran, kondisi fisik pemain timnas Indonesia U-23 tetap bagus, jelang uji coba melawan Korea Selatan. (bolabaget.id)

Jakarta- Timnas U-23 menggelar latihan perdana jelang melawan Korea Selatan U-23, di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Rabu (20/6) petang. Seluruh pemain ikut serta pada latihan ini, di bawah pelatih Luis Milla Aspas. Para pemain sejatinya baru saja menjalani libur Hari Raya Lebaran, sepekan lebih. Namun, Bima Sakti selaku asisten pelatih menyatakan, bila kondisi fisik dari 23 orang penggawa Garuda Muda ini menggembirakan. “Saat latihan tadi Coach Miguel (Gandia, pelatih fisik) selalu memantau, bagaimana kondisi pemain. Karena sehabis libur, maka otomatis mereka baru latihan hari ini,” tutur Bima kepada awak media, selepas latihan. “Tapi Coach Miguel menilai luar biasa, karena pemain bisa menjaga kondisi fisik mereka masing-masing. Dalam latihan, tadi kami awal recovery dahulu lalu memulai dengan rondo seperti biasa,” imbuh Bima. Pada latihan ini, Milla menyertakan beberapa gelandang senior. Di antaranya Stefano Lilipaly dari Bali United, serta gelandang jangkar Persebaya Surabaya asal Papua, Nelson Alom. Timnas U-23 akan menjamu Korea Selatan U-23 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, pada Sabtu (23/6). Dokter Timnas U-23, Syarief Alwi menyebut, akan melakukan tes fisik guna mengetahui kondisi pemain usai libur lebaran. Sebelum libur, ia mengimbau Hansamu Yama Pranata dkk untuk menjaga pola makan. Terutama menghindari makanan bersantan, berlemak, dan makanan manis yang banyak ditemukan sebagai menu khas lebaran. “Sebelumnya, kami sudah kasih tahu mereka (pemain) karena lebaran banyak makanan yang tidak sehat, dan sebagai atlet profesional mereka harus tahu porsi makanan mereka bagaimana,” kata Syarief di sela-sela latihan pada Rabu (20/6). Rencananya, Tim Dokter Timnas U-23 bakal melakukan pengecekan kondisi pemain malam ini. Sebab, 23 pemain yang dipanggil baru mulai berkumpul sesaat sebelum latihan perdana mulai Rabu (20/6) siang. Selama persiapan menuju Asian Games 2018, Timnas U-23 beberapa kali menjalani laga uji coba. Timnas U-23 sudah dua kali menghadapi perlawanan Thailnd, dengan catatan sekali kalah dan imbang. Pada laga pertama, Hansamu dkk kalah 1-2 di Stadion PTIK pada 31 Mei 2018. Dan hanya bermain 0-0 pada laga kedua, yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, 3 Juni lalu. (Dre)

Baru 21 Pemain Timnas U-19 Ikuti TC Tahap Dua di Stadion UNY Usai Libur Lebaran

Timnas U-19 mulai kembali berlatih di bawah terik matahari pagi, di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pada Rabu (20/6). (bolasport.com)

Yogyakarta- Timnas U-19 kembali menjalani pemusatan latihan (TC) tahap kedua, di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pasca libur lebaran, Rabu (20/6). Masih di bawah pelatih Indra Sjafri, TC tahap kedua bagi Timnas U-19 ini menjadi fase lanjut persiapan menyongsong dua event besar. Yakni Piala AFF U-18 yang digelar pada 2- 14 Juli, dan Piala Asia U-19 pada 18 Oktober-4 November 2018. “Latihan Timnas U-19 pada hari ini, belum lengkap semua, ada beberapa pemain yang masih ikut (latihan) Timnas U-23,” ujar Indra, di Stadion UNY, Yogyakarta, pada Rabu (20/6). Timnas U-19 sedianya mulai kembali menjalani latihan kembali di Stadion UNY, sejak Selasa (19/6), namun hanya diikuti 11 pemain. Sedangkan memasuki hari kedua ini, jumlah pemain yang ikut latihan sudah bertambah menjadi 21 pemain. Indra memanggil 29 nama pada sesi TC UNY kali ini. Sejumlah pemain Timnas U-19 yang masih absen latihan karena dipanggil Timnas U-23 antara lain Feby Eka Putra (klub Bali United), Saddil Ramdani (Persela Lamongan), dan Hanis Saghara (Bali United). Ketiga pemain itu ditarik Timnas U-23 untuk melakoni uji coba melawan Korea Selatan di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (23/6) dan diperkirakan baru bergabung latihan bersama Timnas U-19, pada Minggu (24/6). Selain itu, Egy Maulana Vikri juga masih belum bisa bergabung di Yogya karena masih memperkuat klubnya, Lechia Gdanks, menjalani pramusim kompetisi Liga Polandia. “Egy kemungkinan baru bisa gabung latihan pada Senin (25/6),” ujar pelatih asal Sumatara Barat. Indra menambahkan dalam latihan tahap kedua ini ada sejumlah nama baru yang juga segera bergabung untuk dimonitor apakah cukup layak untuk memperkuat skuat Garuda Muda. Misalnya David Kevin Rumakiek asal Persipura Jayapura. Sebelumnya, pemain asal Persipura yang lebih dulu ikut berlatih dengan Timnas U-19 adalah Gunansar Mandowen dan Todd Rivaldo Ferre. “Hari ini (20/6) David datang ikut latihan, jadi dari Persipura sekarang ada tiga pemain yang ikut latihan,” ujar Indra. Indra menambahkan dari hasil evaluasi training camp tahap pertama, ada lima sampai enam pemain dipulangkan atau dicoret. Sebelum timnas U-19 bertolak ke Sidoarjo guna menyongsong gelaran Piala AFF U-18, skuad Timnas U-19 dijadwalkan akan melakoni satu laga uji coba lagi. “Untuk uji coba berikutnya ini, rencananya akan melawan tim lokal tanggal 27 Juni nanti. Tapi, belum kami tentukan tim lawannya, ” ujar Indra. Sebelumnya, Timnas U-19 kalah dengan skor 0-3 saat beruji coba melawan Persis Solo, Senin (28/5). Sedangkan saat berjumpa dengan PSS Sleman, takluk 0-2, pada Sabtu (2/6). (Ham) Daftar 29 Pemain Timnas U-19 TC Yogyakarta: Kiper 1. M. Aqil Savik (Persib Bandung) 2. Gianluca Rossy (Persija Jakarta) 3. Rakasurya Handika (Bali United) 4. M. Riyandi (Barito Putera) Belakang 5. Nurhidayat Haris (Bhayangkara FC) 6. Julyano Pratama (Diklat Ragunan) 7. Kadek Raditya (Persiba Balikpapan) 8. Dedi T Maulana (Persis Solo) 9. Firza Andika (PSMS Medan) 10. Irsan Lestaluhu (Madura United) 11. M. Firly (Bogor FC) 12. Asnawi Mangku Alam (PSM Makassar) 13. Samuel Christianson (Sriwijaya FC) 14. M. Rifad Marasabessy (Madura United) 15. David Kevin Rumakiek (Persipura Jayapura) Tengah 16. M. Luthfi Kamal (Mitra Kukar) 17. Syahrian Abimanyu (Sriwijaya FC) 18. Witan Sulaeman (Diklat Ragunan) 19. Resky Fandi (Martapura FC) 20. Muhammad Iqbal (Persika Karawang) 21. Todd Rivaldo (Persipura Jayapura) 22. M. Rafi Syaharil (Barito Putera) 23. Saddil Ramdani (Persela Lamongan) 24. Feby Eka (Bali United) 25. Gunansar Mandowen (Persipura Jayapura) 26. Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk) Depan 27. Hanis Saghara (Bali United) 28. Aji Kusuma (Persika Karawang) 29. M Rafli Mursalim (Mitra Kukar)

Uji Tanding Lawan Korea Selatan U-23, ‘Kapok’ Bawa Lerby Luis Milla Pilh Lilipaly

Stefano Lilipaly dipanggil pelatih Timnas U-23, Luis Milla mengikuti uji coba melawan Korea Selatan U-23, akhir pekan ini, di Stadion Pakansari, Bogor. (goal.com)

Jakarta- Asian Games 2018 menjadi turnamen akbar yang bakal dihadapi Timnas U-23 dalam waktu dekat. Sebagai persiapan, uji tanding melawan Korea Selatan U-23 akan digelar pada Sabtu (23/6) di Stadion Pakansari, Bogor. Anak asuh Luis Milla mulai berkumpul pada Rabu (20/6) di Jakarta, melakukan latihan selama dua hari. “Laga ini juga momentum untuk terus mematangkan persiapan tim. Setelah melawan Thailand, kami masih membutuhkan laga uji coba internasional,” jelas Milla, dari laman resmi PSSI. Selain memanggil kembali skuad yang sebelumnya pernah mengikuti pelatnas, seperti Awan Setho, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Muhammad Hargianto, Septian David, Febri Hariyadi, Milla juga memanggil Stefano Lilipaly, yang sudah lama tidak dipanggil Milla. Lilipaly juga tercatat menjadi salah satu pemain lokal yang paling banyak mencetak gol di Liga 1 musim ini, yakni delapan gol untuk Bali United. Yang menarik, salah satu pilar Persebaya, Nelson Alom, dipanggil dalam uji tanding kali ini. Pemain asal Papua itu pernah mengikuti pemusatan bersama Milla pada Februari lalu. “Saya memanggil Lilipaly dan beberapa pemain senior seperti Muhammad Ridho, Nelson Alom, Riko Simanjuntak, dan Alberto Goncalves. Selain itu, saya memanggil dua pemain muda yakni Hanis Saghara dan Feby Eka,” jelas mantan pemain Real Madrid, pada Senin (18/6). “Saya ingin melihat perkembangan pemain terutama siapa saja yang akan mengisi slot tiga pemain senior di Timnas U-23, saat Asian Games mendatang. Yang jelas kami akan bermain maksimal melawan Korea Selatan,” tambah pelatih asal Spanyol itu. Selama membentuk Timnas U-23, Milla telah memanggil sejumlah pemain senior. Antara lain Ilija Spasojevic, Andritany Ardhiyasa, Lerby Eliandry, Riko Simanjuntak, Victor Igbonefo, Alberto Goncalves, Teja Paku Alam, dan M Ridho. Khusus di posisi striker, nama Lerby menjadi sorotan lantaran peformanya yang tak kunjung memuaskan. Padahal Lerby saat ini menjadi satu-satunya penyerang lokal yang diharapakan memberi kontribusi bagi tim merah putih. Jelang Asian Games 2018, Timnas U-23 akan melakoni program pelatihan secara bertahap, yakni selama tujuh hingga 10 hari dalam setiap bulan. Progam pelatihan ini dibuat bertahap untuk memberikan kesempatan kepada pemain agar tetap konsisten membela klub masing-masing. Pertandingan melawan Korea Selatan ini tidak menjadi satu-satunya uji tanding yang dihelat Timnas U-23 menjelang Asian Games. Timnas Thailand U-23 menjadi lawan mereka di uji tanding. Di laga pertama pada 31 Mei, Timnas menuai kekalahan 1-2. Sementara, di pertemuan kedua, skor 0-0 menjadi penanda bahwa laga yang juga dihelat di Stadion Pakansari itu berakhir dengan hasil tak memuaskan bagi skuat ‘Garuda’. (Ham) Daftar Timnas U-23 Uji Coba Lawan Korea Selatan Kiper Awan Setho R (Bhayangkara FC) Muhammad Ridho (Borneo FC) Belakang Rezaldi Hehanussa (Persija Jakarta) I Putu Gede (Bhayangkara FC) Hansamu Yama Pranata (Barito Putera) Gavin Kwan Adsit (Barito Putera) Andy Setyo (PS Tira) Ricky Fajrin (Bali United) Bagas Adi Nugroho (Arema FC) Gelandang M Hargianto (Bhayangkara FC) Riko Simanjuntak (Persija Jakarta) Stefano Lilipaly (Bali United) Hanif Abdurrauf Sjahbandi (Arema FC) Saddil Ramdani (Persela Lamongan) Zulfiandi (Sriwijaya FC) Septian David Maulana (Mitra Kukar) Febri Hariyadi (Persib Bandung) Osvaldo Ardiles Haay (Persebaya Surabaya) Irfan Jaya (Persebaya Surabaya) Nelson Alom (Persebaya Surabaya) Feby Eka P (Bali United) Striker Hanis Saghara (Bali United) Alberto Goncalves da Costa (Sriwijaya FC)

Timnas U-23 Tampil Sarat Taktik, Thailand U-23 Paksa Hasil Imbang Tanpa Gol

Winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak (20), diturunkan Timnas U-23 sebagai starter, dalam laga kontra Thailand U-23, pada Minggu (3/6) malam. (Pras/NYSN)

Bogor- Timnas U-23 terpaksa mendulang hasil imbang 0-0 saat menghadapi Thailand U-23 di partai uji coba kedua. Pertandingan itu merupakan rematch setelah Indonesia dikalahkan Thailand di Stadion PTIK, tiga hari lalu Bertanding di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (3/6) malam, Timnas U-23 memasang striker Lerby Eliandry sejak awal laga. Pelatih Luis Milla Aspas pun menurunkan winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, sebagai starter. Alih-alih menyerang, Timnas U-23 justru dipaksa meladeni permainan cepat Thailand. Beberapa kali gawang Muhammad Ridho terancam oleh aksi Phitiwat Sookjitthammakul. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim tak kunjung mencetak gol. Di babak kedua, Milla memasukkan Alberto Goncalves, dengan harapan mampu memecah kebuntuan Merah Putih. Permainan Hansamu Yama dkk sayangnya justru tak berkembang di babak kedua. Menjelang laga berakhir, Goncalves mendapat peluang di depan gawang Thailand. Sayang, pemain itu berlama-lama dengan bola hingga serangan bisa diredam barisan bertahan Thailand. Skor imbang 0-0 bertahan hingga laga berakhir. Meski gagal revans atas Thailand, namun performa tim merah putih mengalami perubahan yang begitu signifikan di pertandingan malam ini. Hal ini diungkapkan Milla, jika anak asuhnya bermain sarat taktik, semenjak evaluasi dari hasil uji coba pertama Kamis (31/5) lalu. “Saya sangat senang hari ini. Pertandingan hari ini sarat taktik. Perjuangan anak-anak sudah bagus, karena menjalankan evaluasi di hari pertama,” jelasnya. Ajang uji coba ini merupakan salah satu rangkaian Timnas U-23 yang akan mengikuti ajang multi event terbesar di benua Asia, Asian Games 2018, Agustus mendatang. Meski event itu kurang dari tiga bulan, Milla berkeyakinan membongkar pasang kerangka pemain sampai batas yang ditentukan untuk mengirim skuat yang akan bertarung di agenda empat tahunan itu. “Masih ada beberapa waktu, kami terus pantau para pemain sampai batas yang ditentukan. Khususnya untuk kuota pemain senior”, tambahnya. Sementara, asisten pelatih Thailand U-23, Naruephon Kaenson, menilai Indonesia bermain agresif dan daya juang yang tinggi. “Tak mudah melawan Indonesia hari ini, karena Indonesia punya gairah yang begitu tinggi dibandingkan laga pertama,” kata Kaenson, saat jumpa pers paska laga. Nama Goncalves, juga menjadi sorotan timnya. Pemain naturalisasi bernomor punggung 9 asal Brasil ini, dianggap punya kemampuan diatas rata-rata. “Nomor punggung sembilan cukup berbahaya, karena dia pandai keep bola dan bermain individu. Itu yang berbahaya bagi pertahanan kami,” pungkas pria asal  Negri Gajah Putih itu. (Ham/Dre) Susunan Pemain Timnas U-23 Pelatih : Luis Milla Aspas Muhammad Ridho; Rezaldi Hehanusa, Ricky Fajrin, Gavin Kwan Adsit, Hansamu Yama Pranata; Muhammad Hargianto, Febri Haryadi, Hanif Sjahbandi, Riko Simanjuntak, Septian David Maulana; Lerby Eliandry Thailand U-23 Pelatih : Naruephon Kaenson Nont Muangngam; Suriya Singmui, Shinnaphat Leeaoh, Chaiyawat Buran, Saringkan Promsupa; Sansern Limwatthana, Tanasith Siripala, Montree Promsawat, Jakkit Wachipirom, Phitiwat Sookjitthammakul, Poramet Arjvilai

Kualitas Tim Mendadak Turun, Timnas U-23 Makin Sulit Menang

Statistik Pertandingan Timnas U-23 vs Thailand U-23 pada Kamis (31/5) di Stadion PTIK, menurut data dari labbola. (labbola.com)

Jakarta- Timnas U-23 memetik hasil minor menghadapi laga ujicoba menghadapi Thailand U-23, di Stadion PTIK, Jakarta, Kamis (31/5) malam. Muhammad Hargianto dkk dipaksa takluk 1-2 atas skuat Gajah Perang. Turun dengan komposisi berbeda saat Anniversary Cup 2018 lalu, Garuda Muda mengandalkan penyerang naturalisasiasal Brasil, Beto Goncalves, yang disokong trio Osvaldo Haay, Septian David Maulana dan Febri Hariyadi. Di babak pertama, skuat asuhan Luis Milla Aspas, ini tampil cukup meyakinkan terbukti sebanyak 12 peluang berhasil tercipta, dengan rincian dua peluang emas yang dihasilkan lewat Febri Hariyadi. Sayang, barisan penyerang yang tampil kurang tenang. Meski sempat berulang kali barisan belakang Thailand dibuat repot, mereka sesekali berani melakukan perlawanan lewat skenario serangan balik. Namun, dari sebanyak tujuh peluang yang dihasilkan, hanya satu yang on target. Usai jeda turun minum, tim merah putih tak mengendurkan serangan. Usaha tersebut akhirnya berbuah hasil. tiga menit babak kedua baru berjalan Septian David Maulana berhasil membawa keunggulan untuk skuat Garuda. Berawal dari assist yang diberikan Beto Goncalves, penyerang Mitra Kukar itu dengan cepat menceploskan bola ke gawang Thailand. Tertinggal 0-1, Thailand perlahan mulai bangkit. Lima kali pergantian pemain yang dilakukan sebelum kick off babak kedua membuat pola permainan Thailand lebih berwarna. Di menit 53, Thailand berhasil membalas sekaligus menyamakan kedudukan lewat aksi Samsern Limmwatthana, memanfaatkan kemelut di depan gawang Awan Setho. Saat waktu memasuki paruh akhir babak kedua, Milla menarik keluar sebagian pemain intinya Beto dan Septian, yang diganti Lerby dan Saddil Ramdani. Sementara Osvaldo diganti Riko SImanjuntak. Namun sepertinya pergantian tersebut urung membawa perubahan. Timnas justru kembali kebobolan di menit 89 melalui Tanasith Siripala, lewat serangan balik cepat yang mematikan. Hingga laga usai, skor 2-1 untuk Thailand tetap bertahan. Hasil ini tentu bukanlah sesuatu yang bisa dimaklumi, apalagi jika dilihat kualitas permainan Timnas jauh menurun dibanding saat mengikuti turnamen Anniversary Cup beberapa waktu lalu. Di ajang Anniversary Cup lalu, timnas boleh jadi tak mampu memenangi satu laga pun. Tetapi melihat lawannya, skuat Garuda justru sanggup mengimbangi permainan tim sekaliber Bahrain dan Korea Utara. Merujuk pada data Labbola, timnas bahkan menyandang sebagai tim dengan pertahanan terbaik, dengan hanya kebobolan satu gol saat melawan Bahrain. Jika dihitung sejak keikutsertaan di Anniversary Cup 2018, Timnas U-23 kini telah menjalani lima kali ujicoba. Dari jumlah tersebut, timnas menelan dua kali kekalahan dan tiga sisanya berakhir imbang. (Dre/Ham)

Sulit Hapus Tren Negatif Kalah Lawan Thailand, Luis Milla : Timnas U-23 Butuh Dikoreksi

Kapten Timnas U-23, Hargianto (8), gagal melakukan serangan usai ditempel ketat pemain bertahan Thailand U-23, pada Kamis (31/5) di Stadion PTIK. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 kembali puasa kemenangan paska dipaksa takluk 1-2 melawan Thailand, pada laga uji coba. Sempat memimpin, Indonesia kebobolan dua gol setelah Thailand bermain agresif. Tampil di Stadion PTIK, Jakarta, Kamis (31/5) malam, Timnas U-23 memainkan Alberto Goncalves sejak awal laga. Dia dimainkan bersama Osvaldo Haay. Di pertandingan tersebut, Indonesia lebih dulu mengancam. Pada menit ke-7, Febri Haryadi melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun bola melenceng dari gawang Thailand. Dua menit berselang, Septian David Maulana giliran mengancam gawang tim tamu. Menerima umpan dari Febri, Septian melepaskan tendangan dari jarak dekat, namun bisa diantisipasi Worawut Namvech. Indonesia kembali mendapat peluang emas di menit ke-17, melalui Osvaldo. Usaha striker itu masih bisa diblok kiper Kwanchai Suklom. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim masih bermain imbang 0-0. Di babak kedua, Indonesia menunjukan permainan agresif. Di menit ke-48, Septian sukses memecah kebuntuan dari umpan Beto. Sayang kedudukan tersebut tidak bertahan lama. Hanya lima menit setelah gol tersebut, Thailand menyamakan skor melalui tendangan keras Samsern Limmwatthana. Menjelang pertandingan berakhir, Thailand sukses membalik keadaan. Tim tamu kembali mencetak gol lewat Tanasith Siripala. Skor 1-2 bertahan hingga akhir laga, menandai keunggulan Thailand. Meskipun kalah, Pelatih Timnas U-23, Luis Milla Aspas menyebut para pemainnya sebenarnya mendapatkan banyak peluang mencetak gol. Namun, pelatih asal Spanyol itu mengatakan timnya harus mengakui permainan lawan yang lebih baik. “Saya bisa simpulkan ada hal-hal yang baik sepanjang pertandingan. Saya bisa sebutkan, kami mampu menciptakan peluang. Adapun lainnya lagi masih ada hal yang harus dikoreksi,” kata Milla, dalam jumpa pers seusai pertandingan. Milla mengaku gembira dengan kemampuan anak asuhnya menciptakan beberapa peluang, yang seharusnya bisa berujung gol. “Kami mencetak gol, tetapi lawan sangat baik dan kuat. Kami banyak mencetak peluang. Namun, lawan bermain sangat baik,” ucap Luis Milla. Berbeda dengan pelatih Thailand, Worrawoot Srimaka, justru menunggu laga kedua di Stadion Pakansari, Bogor. “Kami sangat menantikan laga kedua untuk pertandingan di Bogor, dan memberikan strategi dan taktik yang lebih baik lagi dari hari ini,” jelasnya. Kekalahan ini membuat Garuda Muda belum pernah menang dalam empat laga terakhir. Garuda Muda berpeluang menyudahi tren negatif mereka ketika berjumpa Thailand U-23 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu (3/6). (Dre/Ham) Susunan Pemain Timnas U-23 Pelatih: Luis Milla Aspas Awan Setho; I Putu Gede Juniantara, Victor Igbonefo, Bagas Adi Nugroho, Ricky Fajrin, Muhammad Hargianto, Zulfiandi, Osvaldo Haay, Septian David Maulana, Febri Hariyadi, Alberto Goncalves Cadangan: Teja Paku Alam, Muhammad Ridho, Andy Setyo, Lerby Eliandry, Saddil Ramdani, Gavin Kwan, Hanif Sjahbandi, Riko Simanjuntak, Hansamu Yama, Rezaldi Hehanusa Thailand U-23 Pelatih: Worrawoot Srimaka Kwanchai Suklom, Apisit Sorada, Shinnaphat Leeaoh, Chaiyawat Buran, Saringkan Promsupa, Ekanit Panya, Worawut Namvech, Sansern Limwatthana, Picha Au-Tra, Phittiwat Sookitthammakul, Poramet Arjvilai Cadangan: Anusit Termme, Nont Muangnam, Suriya Singmui, Peerawat Akkratum, Sorawit Panthong, Ratchanat Arunyapairot, Tanasith Siripala, Chatchai Saengdao, Montree Promsawat, Jakkit Wachipirom, Settawut Songsai, Reungyos Janchaichit