Walikota Cup XVI 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Basket Muda Denpasar

Walikota Cup XVI 2026

Turnamen bola basket Walikota Cup ke-16 Tahun 2026 resmi digelar pada 13–15 Maret 2026. Ajang ini menjadi salah satu wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit atlet muda yang diharapkan mampu mengharumkan nama Kota Denpasar hingga ke tingkat nasional maupun internasional. Pembukaan turnamen dilakukan oleh Ketua Umum KONI Denpasar, Putu Yudi Atmika. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kejuaraan seperti Walikota Cup memiliki peran penting dalam memastikan proses pembibitan atlet bola basket berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, kompetisi yang rutin digelar dapat menjadi ruang bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi ajang lahirnya talenta baru setiap tahun. “Harapan kami tentu pembibitan atlet basket terus berlanjut sehingga tidak terputus. Setiap tahun harus ada atlet muda yang muncul, baik dari usia dini maupun atlet yang siap berprestasi. Dengan adanya Walikota Cup ini kami berharap bisa ditindaklanjuti oleh cabang olahraga untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya usai pembukaan turnamen pada Sabtu (14/3/2026). Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Denpasar dan Bali yang selama ini terus mendukung pembinaan atlet. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet yang tidak hanya mewakili Denpasar dan Bali, tetapi juga Indonesia di kancah internasional. Sementara itu, Ketua Umum PERBASI Bali, Gede Wahyu Surya Putra, menyebut Kota Denpasar selama ini menjadi barometer pembinaan olahraga bola basket di Bali. Hal ini terlihat dari banyaknya klub pembinaan yang berkembang di Kota Denpasar dibandingkan kabupaten lainnya. “Denpasar memang menjadi barometer pembinaan bola basket di Bali. Klub pembinaan di Denpasar jumlahnya paling banyak dibandingkan daerah lain, sehingga bagi kami di PERBASI Bali tentu lebih mudah memiliki stok atlet yang besar dari Denpasar, meskipun kabupaten lain juga turut berkontribusi,” jelasnya. Sumber

Perbasi gelar seleksi nasional Timnas U18 untuk Asia Cup 2026

Seleknas Timnas Bola Basket U18 putra dan putri

DPP Perbasi menggelar seleksi nasional (seleknas) Timnas Bola Basket U18 putra dan putri di Hoops Ancol, Jakarta Utara, pada 26-28 Februari 2026 sebagai persiapan menghadapi FIBA U18 Asia Cup SEAB Qualifiers 2026. ​Pimpinan Proyek Timnas Bola Basket U18 Putra dan Putri, Fictor Roring menjelaskan bahwa seleksi ini bertujuan menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia. ​“Kami mulai Seleknas untuk memilih pemain yang akan perkuat Indonesia di dua ajang itu. Kita sudah mengundang sekitar 70-an putri dan seratusan pemain putra seluruh Indonesia untuk ikuti seleksi ini,” ujar Fictor dalam keterangannya di Jakarta, Jumat. Seleknas ini ditujukan untuk dua agenda internasional berbeda. Timnas U18 Putri dipersiapkan untuk FIBA U18 Women’s Asia Cup SEAB Qualifiers 2026 di Filipina pada Mei mendatang, sementara Timnas U18 Putra akan berlaga pada kualifikasi di Thailand pada Juni 2026. ​Sebanyak 181 pemain dipanggil dalam seleksi tahap pertama ini, yang terdiri atas 76 pemain putri dan 105 pemain putra. Mereka merupakan hasil pantauan Badan Tim Nasional (BTN) dan rekomendasi dari DPD Perbasi di seluruh tanah air. ​Terkait tahapan seleksi, Fictor menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut akan dikerucutkan menjadi 40 pemain, kemudian terpilih 20 pemain pada hari terakhir seleksi untuk menjalani pemusatan latihan (training camp) pada Mei mendatang. ​Selain pemain domestik, Perbasi juga membuka kesempatan bagi pemain yang menempuh pendidikan di luar negeri maupun pemain heritage yang memegang paspor Indonesia untuk mengikuti seleksi tahap kedua secara terpisah. ​Mengenai kriteria, Fictor Roring menegaskan bahwa tim membutuhkan pemain yang kompetitif secara fisik dan teknik. ​“Yang pasti yang terbaik yang ada. Yang paling jago, kalau kita mau bilang simpel. Jago, kuat, besar, cepat. Yang pasti untuk kepentingan Indonesia nanti,” katanya. ​Sementara itu, Sekjen DPP Perbasi Nirmala Dewi mengapresiasi antusiasme para atlet muda dalam memperebutkan tempat di skuad Merah Putih. Ia berharap proses ini mampu melahirkan tim yang kompetitif di level Asia Tenggara maupun Asia. ​“Kiranya melalui seleknas ini kita bisa menjaga bahwa talenta Indonesia tidak kalah dengan tim dari negara di Asia maupun Asia Tenggara,” ucap Nirmala. ​Pada edisi sebelumnya, Timnas U18 Putra Indonesia berhasil lolos ke FIBA U18 Asia Cup 2024 di Yordania setelah menjadi runner up di babak kualifikasi, sementara Timnas U18 Putri berkompetisi di FIBA U18 Women’s Asia Cup 2024 Division A di China.

Unggul Sakti Patahkan Kutukan, Segel Gelar Juara Perdana!

SMK Unggul Sakti Jambi

Sektor putra mempertemukan dua tim terbaik musim ini, SMAN 1 Kota Jambi (Satu) dan SMK Unggul Sakti Jambi. Keduanya datang dengan rekor sempurna, belum tersentuh kekalahan, dan memikul ambisi serupa, yakni mematahkan status runner up yang sempat melekat di musim-musim sebelumnya. Laga ini bukan sekadar final. Ini adalah pembuktian. Baik bagi Satu maupun Unggul Sakti, pernah merasakan pahitnya berdiri di posisi kedua. Maka ketika keduanya dipertemukan di partai puncak, tensi pertandingan langsung terasa sejak tip off pertama. Meski pada akhirnya skor akhir menunjukkan kemenangan meyakinkan 43-29 untuk Unggul Sakti, jalannya laga tidak semudah yang terlihat di papan skor. Paruh pertama berlangsung alot. Unggul Sakti memang memimpin, tetapi tak pernah benar-benar menjauh dengan margin dua digit. Satu terus menjaga jarak, membuat pertandingan berlangsung ketat. Namun, usai jeda turun minum, arah permainan mulai berubah. Unggul Sakti bermain lebih stabil. Mereka menemukan ritme serangan yang konsisten, dan disiplin dalam bertahan untuk meredam upaya berbalik unggul dari lawan. Perlahan tapi pasti, margin dua digit tercipta. Situasi ini membuat Satu dipaksa untuk bermain lebih agresif, namun justru membuka celah yang dimanfaatkan dengan baik oleh Unggul Sakti. Hingga peluit buzzer berbunyi, keunggulan 14 poin tetap bertahan. Momen itu sekaligus meresmikan lahirnya juara baru di DBL Jambi. SMK Unggul Sakti Jambi akhirnya menuntaskan penantian dan mematahkan kutukan runner up yang selama ini membayangi. Kemenangan ini tidak lahir dari satu nama saja. Justru kekuatan utama Unggul Sakti terletak pada kolektivitasnya. Hampir seluruh pemain berkontribusi di laga final, menunjukkan bahwa mereka tidak bergantung pada satu poros permainan. Dalam pertandingan sebesar final sekalipun, semua mengambil peran. Secara statistik, ada tiga nama yang mencatatkan dua digit kontribusi penting. Devven Fernando memimpin perolehan poin dengan 11 angka. Sementara itu, Winsen Tandersen tampil dominan di bawah ring dengan 11 rebound, disusul Marvel Hendra Pratama yang mengamankan 10 rebound. Lebih dari sekadar angka. Singgasana DBL Jambi kini resmi berganti pemilik, dan musim ini akan selalu diingat sebagai musim ketika SMK Unggul Sakti Jambi menegaskan diri sebagai raja baru.

Debut Langsung Juara, SHS Penghuni Baru Singgasana DBL Jambi

Suria Harapan School

Berstatus debutan di kategori lima lawan lima, Suria Harapan School (SHS) menutup musim dengan gelar juara usai menundukkan SMAN 1 Batang Hari dengan skor meyakinkan 51-27 pada Jumat, 13 Februari 2026. Hasil ini bukan sekadar kemenangan biasa. SHS seperti menegaskan bahwa kehadiran mereka di DBL Jambi bukan hanya untuk meramaikan persaingan, tapi untuk langsung mengambil alih takhta. Musim lalu mereka mencicipi panggung tiga lawan tiga dan keluar sebagai kampiun. Kini, di musim debut lima lawan lima, trofi kembali mereka genggam. Final berjalan cukup alot pada awalnya. Kedua tim sama-sama disiplin menjaga wilayah pertahanan mereka. Kuarter pertama pun ditutup dengan skor 6-4 untuk keunggulan SHS, mencerminkan betapa ketatnya duel di menit-menit pembuka. Namun memasuki kuarter kedua, ritme permainan mulai berubah. SHS tampak semakin percaya diri dan menemukan tempo terbaiknya. Transisi mereka lebih rapi dan penguasaan rebound lebih solid. Sejak momen itu, margin poin perlahan melebar. SMAN 1 Batang Hari berupaya menjaga jarak agar tak terlalu jauh tertinggal, tapi tekanan yang terus diberikan oleh SHS membuat SMAN 1 Batang Hari sulit mengembangkan permainan. Dominasi itu berlanjut hingga paruh kedua. Intensitas tetap terjaga, konsistensi tak menurun. Saat buzzer akhir berbunyi, papan skor menunjukkan jarak yang cukup jauh. SHS resmi memastikan kemenangan 51-27 sekaligus menandai lahirnya juara baru di DBL Jambi sektor putri. Keberhasilan ini tidak lepas dari performa impresif para pemain kunci mereka. Clarissa tampil luar biasa dengan torehan double-double, 13 poin dan 19 rebound. Agresivitasnya di bawah ring jadi fondasi penting bagi kokohnya permainan SHS. Sementara itu, Carissa Reyna Kho menjadi motor serangan tim. Ia mencatatkan 21 poin dan 9 rebound, nyaris menyentuh double-double juga. Kontribusinya bukan hanya terlihat dari angka, tetapi juga dari keberanian mengambil keputusan di momen-momen penting. Sebagai pelengkap musim yang sempurna, nama Carissa Reyna Kho resmi dinobatkan sebagai pemain terbaik Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 Jambi sektor putri. Penghargaan tersebut menjadi simbol betapa besar pengaruhnya dalam perjalanan SHS musim ini. Dua musim, dua gelar. Suria Harapan School datang sebagai pendatang baru, tetapi pulang sebagai penguasa baru. DBL Jambi kini punya ratu baru, dan namanya adalah Suria Harapan School.

DBL Academy Jadi yang Pertama Gelar Basketball Clinic di Kepulauan Seribu

Basketball Clinic Kepulauan Seribu

DBL Academy bersama Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jakarta baru saja menggelar Basketball Clinic Kepulauan Seribu pada Rabu, 4 Februari 2026 di SMAN 69 Jakarta. Agenda ini jadi momen spesial karena untuk pertama kalinya Basketball Clinic digelar untuk pelajar SMP dan SMA Kepulauan Seribu. Kegiatan berlangsung sejak 10.00 WIB dan diikuti sekitar 40 peserta putra dan putri. Di antaranya 20 peserta dari SMAN 69 Jakarta dan 20 pesrta dari SMPN 113 Jakarta. Basketball Clinic dipimpin langsung oleh jajaran pelatih DBL Academy. Salah satunya Dimaz Muharri, Basketball Director DBL Academy, yang turun langsung membagikan soal materi fundamental basket kepada para peserta. “Hari ini pertama kali dalam sejarah basket Jakarta, Perbasi Jakarta dan Perbasi Kepulauan Seribu mengadakan Basketball Clinic di SMA Negeri 69 Jakarta, Kepulauan Seribu,” ujar Coach Dimaz. Materi yang diberikan berfokus pada dasar-dasar permainan basket. Mulai dari basic dribble, basic passing, hingga basic shooting dan layup menjadi menu utama latihan hari itu. Menurut Coach Dimaz, pemilihan materi tersebut disesuaikan dengan kondisi peserta. Usai melihat langsung kemampuan para pemain, tim pelatih sepakat untuk menekankan fundamental sebagai pondasi awal. “Kurang lebih ada 40 peserta, cowok dan cewek. Karena kita lihat semuanya masih basic, jadi hari ini kita kasih yang fundamental basket banget,” jelasnya. Meski cuaca cukup terik, antusiasme peserta tetap tinggi. Anak-anak Kepulauan Seribu terlihat aktif mengikuti latihan, berani mencoba setiap materi, dan tak ragu bertanya meski sebagian besar masih baru mengenal basket. Coach Dimaz mengaku sempat terkejut melihat respons itu. Minimnya agenda basket sebelumnya justru membuat kehadiran Basketball Clinic ini terasa sangat dinantikan. “Cukup kaget sih. Cuaca lagi panas-panasnya, tapi mereka sangat excited. Mungkin karena pertama kali Basketball Clinic ke sini, jadi mereka nggak malu-malu walaupun belum bisa basket,” ungkapnya. Lebih dari sekadar berbagi ilmu, kegiatan ini juga membuka peluang. DBL Academy berharap dari wilayah yang jarang tersentuh agenda basket, bisa lahir talenta potensial yang mampu bersaing di level lebih tinggi. Coach Dimaz mencontohkan kisah Muhammad Haikal Malik asal Bengkulu, yang berawal dari ajang Basketball Clinic hingga akhirnya berkesempatan mengikuti DBL Camp dan bahkan menembus DBL Indonesia All-Star. “Dia nggak ikut DBL liga, tapi ketemu di event Basketball Clinic. Dari situ, akhirnya dia ikut program DBL Play Road to DBL Camp musim lalu, dan akhirnya berangkat ke Amerika sebagai DBL All-Star,” kenangnya. Melalui Basketball Clinic Kepulauan Seribu, DBL Academy ingin memastikan mimpi itu tetap terbuka. Siapa tahu, dari lapangan SMAN 69 Jakarta, akan lahir nama besar basket Indonesia berikutnya.

Timnas basket 3×3 putri U17 Indonesia juara SEABA Cup 2025

Timnas 3×3 U17 Putri

Timnas basket 3×3 U17 putri Indonesia menjadi juara kompetisi usia muda SEABA U17 3×3 Cup Singapura 2025 setelah mengalahkan Thailand di laga final, Minggu. Indonesia, yang diperkuat, Kayla Imani, Kamila Islami, Joanne Giovanni, dan Kadek Winda, menaklukkan Thailand dengan skor 17-15 di final. Pertandingan ini dimainkan setelah mereka mengalahkan tuan rumah Singapura pada semifinal, dengan skor 18-17. “Indonesia Raya! Selamat timnas 3X3 Putri U17 menjadi peringkat-1 pada gelaran SEABA U17 3X3 Cup di Singapura. Jaga momentum positif ini, girls,” tertulis di laman resmi timnas basket Indonesia, dikutip Senin. Dalam turnamen yang digelar selama dua hari ini, Indonesia selalu memenangkan pertandingan. Pada hari pertama, Sabtu, tim asuhan Andrey Rido (pelatih) dan Liana Rosmari (asisten pelatih) ini meraih empat kemenangan melawan Vietnam (21-10), Singapura (21-12), Kamboja (21-4), dan Malaysia (21-13). Pada hari kedua, Minggu, mereka melengkapi kemenangan pada babak penyisihan dengan mengalahkan Thailand skor 18-13. Lima kemenangan ini membuat Indonesia melaju ke semifinal dengan status juara grup. Berbeda dengan tim putri, tim putra yang diturunkan Indonesia dalam turnamen ini hanya sanggup membawa pulang peringkat keempat. Efrael Yerusyalom, Riovaldo Leonardy, Pande Dicky, dan Cokorda Aditya menyapu bersih dengan mengalahkan enam tim di babak penyisihan, guna melaju ke semifinal dengan status peringkat pertama. Mereka mengalahkan Kamboja (12-8), Singapura (19-16), Malaysia (21-17), dan Thailand (21-18) pada Sabtu, lalu melanjutkan tren positif ini dengan mengalahkan Laos (21-14) dan Vietnam (21-18) pada Minggu. Sayangnya, performa positif ini tak berlanjut di babak semifinal. Mereka dikalahkan Thailand dengan skor 18-19, sebelum kemudian kalah dalam perebutan tempat ketiga dari Malaysia dengan skor 17-2.

FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025: Indonesia Amankan Medali Perunggu

Joanne Giovanni

Kekalahan di laga semifinal FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025 Malaysia – Division B kontra India menuntun Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia menuju laga perebutan posisi ketiga pada Kamis, 19 September 2025. Pada laga tersebut, Indonesia kembali dipertemukan dengan Hong Kong, tim yang juga menelan kekalahan di fase semifinal, sekaligus tim yang sempat menumbangkan Indonesia di fase grup. Di mana kala itu Indonesia terkena comeback dan kalah tipis 74-71. Namun, hasil berbeda justru hadir. Indonesia sukses melakukan revans dan mengunci kemenangan meyakinkan 51-30. Kemenangan tersebut memastikan medali perunggu menjadi milik Indonesia. Meski gagal menembus final, setidaknya Timnas Putri U16 tidak pulang dengan tangan kosong. Perjalanan menuju kemenangan tidak mudah. Indonesia sempat terseok di awal laga dengan skor imbang 7-7 pada kuarter pertama. Namun, mereka berhasil bangkit di kuarter kedua. Meski Hong Kong lebih dulu membuka keran poin, Indonesia berhasil membalikkan keadaan dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 23-13. Sejak saat itu, Indonesia tidak pernah lagi tertinggal. Anak asuh Marlina Herawan terus memperlebar jarak hingga akhirnya menutup pertandingan dengan selisih 21 angka. Berbeda dari pertemuan sebelumnya, Indonesia tampil jauh lebih rapi dan agresif. Mereka unggul di hampir semua aspek, mencatat 21 steal dan mengonversinya menjadi 22 poin dari turnover lawan. Meski tak ada pemain yang menonjol secara individu, kontribusi kolektif menjadi kunci kemenangan. Hanya ada satu pemain yang menorehkan dua digit, yakni Hannah Harshita dengan 12 rebound. Sementara untuk urusan poin, Hannah Harshita, I Gusti Ayu Krisabella, dan Racquell Fulgencia Hendyawan sama-sama menjadi yang terbanyak dengan sembilan angka. Indonesia telah berjuang keras sepanjang sepekan terakhir. Medali perunggu ini menjadi bukti nyata bahwa mereka mampu bangkit setelah kegagalan di semifinal, sekaligus menegaskan potensi besar yang dimiliki generasi muda basket putri Tanah Air untuk bersinar di masa depan.

FIBA U16 Women’s Asia Cup: Indonesia Gagal Melaju ke Final

Chelsea Aurelia Adellye

Langkah terakhir Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia terjegal oleh India. Setelah melewati begitu banyak rintangan hingga berhasil menembus semifinal FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025 Malaysia – Division B, perjuangan mereka harus terhenti. Pada laga perebutan tiket final, Indonesia harus mengakui keunggulan India dengan skor akhir 65-53, Kamis, 18 September 2025. Meski kalah, Indonesia sejatinya tidak selalu tertinggal. Paruh pertama laga berjalan ketat, dengan kuarter pertama berakhir imbang 11-11, dan kuarter kedua ditutup dengan skor sama kuat 24-24. Pertandingan ini benar-benar berlangsung sengit, bahkan keunggulan sempat berpindah tangan sebanyak delapan kali sepanjang laga. Hingga kuarter ketiga, margin kedua tim tak pernah lebih dari lima poin. Namun, di penghujung kuarter ketiga, India berhasil unggul tipis 44-40. Sayangnya, di kuarter keempat, Indonesia kehilangan momentum. India langsung melesat dengan 15 poin beruntun hingga pertengahan kuarter, sementara Indonesia hanya menambahkan satu poin. Di sisa waktu, Indonesia sempat memangkas jarak, namun peluang untuk membalikkan keadaan seolah sirna karena beberapa percobaan gagal dimanfaatkan dengan baik. Kekalahan ini membuat Indonesia gagal meraih kesempatan untuk dipromosikan ke Divisi A. Mereka kini harus puas ke fase perebutan posisi ketiga, menghadapi tim yang juga menelan kekalahan pada laga semifinal lainnya, yakni antara Hong Kong versus Iran. Meski gagal menembus partai puncak, kerja keras skuad asuhan Marlina Herawan patut diapresiasi. Salah satunya ditunjukkan oleh Inez Angelina Welly yang bermain selama 33 menit dengan torehan 13 poin, 6 steal, dan 4 rebound. Kontribusi lain juga datang dari Kayla Alisya Adiutomo, I Gusti Ayu Krisabella, dan Joanne Giovanni, yang masing-masing menambahkan sembilan poin. Laga perebutan tempat ketiga akan digelar pada Jumat, 19 September 2025 pukul 14.30 WIB.

FIBA U16 Asia Cup 2025: Perjuangan Indonesia Usai di Fase Grup

FIBA U16 Asia Cup 2025 Mongolia

Harapan Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia untuk melangkah ke babak knockout FIBA U16 Asia Cup 2025 Mongolia harus pupus. Hasil itu dipastikan usai menelan kekalahan atas Taipei di laga terakhir fase grup dengan skor akhir 107-102, Selasa, 2 September 2025. Sejatinya, Indonesia masih punya kesempatan untuk bisa memperebutkan kursi ke babak Knockout. Dengan catatan, mereka harus menang 11 poin atau lebih atas Taipei. Sejak awal pertandingan, anak asuh Parna Abrizalt Hasiholan tampil penuh ambisi. Target menang dengan margin besar membuat mereka terus menekan. Keunggulan bahkan sempat berpindah tangan sebanyak empat kali. Meski demikian, Taipei yang digadang-gadang sebagai salah satu tim unggulan di Grup B berhasil memberi perlawanan sengit. Kuarter pertama menjadi bukti kerja keras Indonesia. Sempat tertinggal cukup jauh, mereka menutup 10 menit awal hanya dengan margin tiga angka saja (26-23). Sayangnya, momentum itu belum cukup. Di kuarter kedua, Indonesia kembali tertinggal dan harus puas menutup paruh pertama 60-55. Selepas jeda turun minum, tensi di lapangan kian meningkat. Layup Bryan Gilbert di pertengahan kuarter ketiga, semppat membuat skor imbang 62-62. Bahkan Indonesia sempat berbalik unggul, sebelum akhirnya menutup kuarter ketiga dengan skor sama kuat 74-74. Namun, di kuarter penentuan, Taipei lebih konsisten menjaga tempo permainan. Indonesia justru sempat tertinggal 11 angka saat waktu tersisa kurang dari tiga menit (93-104). Meski begitu, Indonesia pantang menyerah. Mereka terus memangkas jarak hingga tinggal tiga poin di sisa 13 detik (105-102). Sayang, alih-alih menyamakan kedudukan, Indonesia justru melakukan pelanggaran yang memberi Taipei dua tembakan gratis. Momentum pun hilang, dan laga berakhir dengan skor 107-102. Kekalahan ini melengkapi catatan pahit Indonesia di fase grup. Tiga laga yang dijalani, seluruhnya berujung kekalahan, yakni melawan Selandia Baru, Filipina, dan Taipei. Tanpa kemenangan, Indonesia harus rela menutup perjalanan di dasar klasemen Grup B. Sesuai regulasi, hanya pemuncak klasemen yang otomatis lolos, sementara peringkat dua dan tiga beradu lagi untuk tiket tersisa. Meski gagal melaju, penampilan beberapa pemain layak diapresiasi. Benjamin Piet Hernusi tampil gemilang dengan torehan 22 poin, meski sempat mengalami cedera di laga sebelumnya. Steven Sebastian mencatatkan dobel-dobel 18 poin dan 12 rebound. Sementara Gede Dio Arghya Naranatha (14 poin) dan Bryan Gilbert (11 poin) juga ikut menyumbang dua digit angka. Perjuangan Timnas U16 memang harus terhenti lebih cepat. Namun, performa mereka yang mampu mengimbangi salah satu unggulan Asia memberikan catatan positif untuk masa depan basket muda Indonesia. Sumber: DBL

Timnas Putra Indonesia Tutup ASBC 2025 dengan Kemenangan

Timnas Basket Putra - ASBC 2025 (4)

Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia menutup perjalanan di 9th Asian School Basketball Championships (ASBC) 2025 dengan hasil yang kurang memuaskan. Pada laga terakhirnya, mereka sukses mengalahkan Arab Saudi dengan skor telak 83-50 di GOR Manahan, Solo, Sabtu, 30 Agustus 2025 dan harus puas di peringkat kelima. Meski gagal menembus semifinal, Indonesia membuktikan diri masih punya daya saing kuat. Sejak tepis mula, anak-anak asuhan Rifki Antoloyn ini langsung memimpin tempo permainan. Kuarter pertama ditutup dengan keunggulan tipis 19-14. Di kuarter-kuarter berikutnya, mereka melaju sangat cepat. Begitu memasuki kuarter kedua, margin semakin melebar dan tidak pernah lagi turun di bawah dua digit. Arab Saudi benar-benar kesulitan keluar dari tekanan pertahanan Indonesia. Kemenangan ini juga terasa spesial karena hampir semua pemain mendapat menit bermain yang merata. Rotasi luas yang diberikan pelatih membuktikan bahwa seluruh anggota tim mampu memberikan kontribusi nyata di lapangan. Dari sisi produktivitas, Kenneth Leebron Huang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai mesin poin milik Indonesia. Pemilik nomor punggung itu mencetak 18 poin. Riovaldo Renjiro Leonardy juga tampil tajam dengan sumbangan 17 poin. Di paint area, Made Gandhi Wibisana Menara justru menjadi jangkar pertahanan berkat catatan 11 rebound. Salah satu pemain, Gablin Yomarlo Tobing, membagikan kesan pribadinya seusai laga. “So far, ikut ASBC ini seru sih, Kak. Tapi kalau sesuai target sih belum ya, target awal sih harus bisa bawa medali. Ternyata belum bisa tercapai, dan masih banyak evaluasinya,” ucapnya lewat wawancara WhatsApp. Dengan hasil ini, Indonesia resmi finis di posisi kelima 9th Asian School Basketball Championships 2025. Meski belum sesuai target, performa solid di laga terakhir ASBC 2025 memberikan modal berharga untuk turnamen selanjutnya. Sementara Arab Saudi harus puas menutup kompetisi di posisi keenam. Sumber: DBL

Srikandi Indonesia Raih Medali Perunggu ASBC 2025

Timnas Putri Indonesia - ASBC 2025

Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia menutup perjalanan di 9th Asian School Basketball Championships (ASBC) 2025 dengan manis. Bermain di Bronze Match, tim besutan Syafiq Ahmad Rizaldi itu berhasil mengalahkan Hong Kong 59-39 di GOR Manahan, Solo, Sabtu 30 Agustus 2025. Indonesia sempat tertinggal di awal pertandingan. Setelah dibuka dua tembakan gratis Komang Mariani Puteri Sekar Sari, Hong Kong justru unggul lima angka. Namun, Indonesia cepat bangkit. Tiga angka Kartika Hatta Mahanani menutup kuarter pertama dengan skor 14-10, untuk Indonesia. Di kuarter kedua, Indonesia sempat menjauh hingga 12 poin (25-13). Namun, Hong Kong tidak menyerah dan memangkas margin menjadi tiga angka saja di penghujung paruh pertama (25-22). Memasuki babak kedua, Indonesia tak ingin memberi celah. Dalam 20 menit sisa pertandingan, mereka menambahkan 34 poin, sementara Hong Kong hanya menambahkan 17 poin. Peluit akhir pertandingan pun memastikan kemenangan Indonesia dengan skor 59-39, sekaligus medali perunggu ASBC 2025. Secara statistik, akurasi Indonesia masih belum maksimal. Dari 68 percobaan, hanya 21 yang berbuah poin (30 persen). Eksekusi tembakan gratis dari Indonesia juga cenderung rendah. Hanya melesat 9 dari 16 kali percobaan (56 persen). Namun, keunggulan mereka tetap cukup untuk mengunci kemenangan. Putu Kezia Angelie Setiawan kembali jadi motor utama dengan 19 poin. Yang mana 12 di antaranya berasal dari tembakan tripoin. Komang Mariani Puteri tampil dominan di paint area dengan 17 rebound, ditambah 3 assist dan 2 poin. Sementara Berlian Yesi Triutari menyumbang 10 poin dan 7 rebound. Kemenangan ini menegaskan langkah Indonesia yang mampu bangkit setelah gagal di semifinal. Srikandi Merah Putih resmi menutup 9th Asian School Basketball Championships 2025 sebagai pemilik medali perunggu.

ASBC 2025: Tim Putra & Putri Indonesia Gagal Raih Poin Penuh

Kenneth Leebron Huang

Tim Nasional (Timnas) Basket Putra dan Putri Indonesia harus mengakui keunggulan lawan mereka pada laga perdana mereka di 9th Asian School Basketball Championships (ASBC) 2025. Bertanding di GOR Manahan Solo pada Senin, 25 Agustus 2025, skuad putra Indonesia kalah dengan skor 96-82 atas China. Meski demikian, asa Indonesia untuk melaju ke fase berikutnya masih ada. Mereka masih memiliki dua pertandingan sisa di fase grup. Paling dekat, Indonesia dijadwalkan bertemu dengan Thailand pada Selasa, 26 Agustus 2025 pukul 13.00 WIB. Pertandingan ini akan berlangsung di Sritex Arena, Solo, yang juga menjadi venue utama ASBC 2025. Sementara itu, Timnas Basket Putri Indonesia juga harus menelan pil pahit di laga perdana mereka. Bertanding di GOR Manahan Solo, Senin 25 Agustus 2025, skuad Indonesia juga takluk dari China dengan skor 66-53. Pada laga kedua, Timnas Basket Putri Indonesia akan bersua dengan Singapura, Selasa, 26 Agustus 2025 pukul 08.00 WIB, bergeser ke Sritex Arena, Solo. Partai ini bakal menjadi salah satu momentum kebangkitan sekaligus pembuktian bahwa skuad muda Indonesia mampu bersaing di level Asia.

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah ASBC 2025

Tim Indonesia Untuk ASBC 2025

Indonesia siap menjadi tuan rumah ajang 9th Asian Schools Basketball Championships (ASBC) 2025 yang akan berlangsung di Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Kejuaraan ini digelar di dua venue utama, GOR Sritex Arena dan GOR Manahan, menghadirkan tim basket pelajar dari berbagai negara Asia, yakni Arab Saudi, Malaysia, China, Singapura, Thailand, Hong Kong, dan tuan rumah Indonesia. Adapun acara pembukaan secara resmi digelar di Solo Paragon Hotel dan Residences pada 24 Agustus kemarin. Sementara Pertandingan Penyisihan berlangsung 25–28 Agustus, Semifinal & Final 29–30 Agustus, dan Penutupan pada tanggal 31 Agustus. Acara ini dibawah langsung arahan Menpora RI Dito Ariotedjo, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Surono, dan Ketua Panitia Luhur Dewanthono. Ajang ini tidak sekadar kompetisi internasional di level Benua Asia, tetapi juga menjadi wadah solidaritas, integrasi, interaksi dan pertukaran budaya antarnegara Asia. Juga mempererat persahabatan pelajar Asia; serta meningkatkan kesatuan diplomasi negara-negara kawasan Asia melalui semangat sportivitas. Menpora RI menyatakan komitmennya untuk menjadikan event ini sukses. “Indonesia siap menjadi tuan rumah yang tidak hanya menggelar kejuaraan basket pelajar Asia, tetapi juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat sport diplomacy dan menginspirasi generasi muda agar semakin mencintai olahraga,” ujar Dito Ariotedjo. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Surono, menegaskan bahwa ajang ini penting untuk pembinaan atlet muda usia pelajar. “ASBC 2025 adalah kesempatan emas untuk mengasah mental juara dan memberi pengalaman bertanding internasional bagi atlet-atlet pelajar kita,” katanya. Dukungan itu membuat Ketua Panitia penyelenggara Luhur Dewanthono yang juga Tenaga Ahli Menpora, memastikan bahwa seluruh persiapan telah berjalan baik. “Opening Ceremony sudah mendekati 100 persen. Kami pastikan venue, keamanan, dan kenyamanan peserta sesuai standar internasional,” ujarnya. Kemenpora berharap kejuaraan ini membawa dampak positif bagi olahraga pelajar, pariwisata, dan citra Indonesia di mata dunia.

SMA Buksi Berjaya di DBL Seri Jakarta Barat

SMA Bukit Sion Jakarta

SMA Bukit Sion Jakarta kembali menjadi kampiun Honda DBL with Kopi Good Day 2025 West Jakarta. Hasil itu diperoleh setelah meraih kemenangan atas SMA Dian Harapan Jakarta dengan skor akhir 81-43, Rabu, 20 Agustus 2025. Gelar keenam di level region sudah diamankan. Sejak pemisahan region pada 2018, Buksi memang belum terkalahkan. Jakarta Barat kembali menjadi hak milik tim besutan Jap Ricky Lesmana. SMA Buksi tidak hanya memenangkan pertandingan tetapi juga mendominasi. Sejak tepis mula, SMA Dian Harapan Jakarta (Zebaoth) masih kerap memberikan tekanan. Bahkan sempat saling berbalas skor. Namun, tidak butuh waktu lama bagi Buksi untuk “panas”. Memasuki pertengahan kuarter pembuka, Buksi mulai memperlebar jarak. Di penutup kuarter pertama mereka memimpin dua digit poin, 19-9. Di kuarter berikutnya, selisih angka semakin jauh. Zebaoth mulai kehilangan tempo permainan. Plus pemain andalan mereka, Fanando Al Arice justru mengalami cedera. Hal itu membuat Buksi makin di atas angin. Poin mereka kian tak terkejar. Sampai akhir pertandingan, Buksi masih unggul. Hal itu meresmikan Buksi kembali sebagai penguasa Jakarta Barat. Sebanyak empat pemain Buksi catatkan dua digit dalam laga ini. Adalah Ryansean Bastian Gunawan dengan 16 poin, Efrael Yerusyalom Enrichia dengan 12 poin, Mohammad Alkaysan Aldirono dengan 10 poin, dan Riovaldo Renjiro Leonardy dengan 10 rebound. Selain empat nama tersebut, kemenangan Buksi juga berkat aksi solid antarpemain. Barisan rookie pun juga tampil gemilang. “Senang banget akhirnya bisa ngerasain sendiri main bareng Buksi, karena tiga tahun kemarin aku cuma bisa ngelihat kakak aku main di Buksi. Terus dapet chance di musim pertama ini seneng lah. Akhirnya bisa merasakan sendiri atmosfernya,” ucap Aloysius Reynold Kusnoatmaja, rookie Buksi. Perjalanan Buksi masih belum berakhir sampai di sini. Ke depannya, mereka masih akan bertanding di Championship Series dan bakal melancarkan misi back to back champion. “Tim lain harusnya kuat-kuat sih, tapi menurut saya, karena kita latihannya cukup keras dan timnya sangat solid, jadi harusnya kita bisa. Saya juga mau back to back champion, Kak. Saya juga mau ngerasain main di Indonesia Arena,” pungkasnya. Bukan hanya Buksi, skuad Zebaoth juga mendapat kesempatan serupa. Sebagai finalis DBL West Jakarta, mereka juga bakal ikut bersaing di panggung Championship Series.

3×3 Indonesia Tournament 2025 Tambah Kategori Usia Demi Jaring Bibit Muda

Konferensi Pers 3×3 Indonesia Tournament 2025

Ajang basket 3×3 Indonesia Tournament kembali hadir di tahun 2025 dengan format yang lebih segar. Turnamen yang menjadi wadah unjuk gigi talenta muda ini, kini memperluas cakupannya dengan penambahan kategori usia. Inisiatif dari PT Supersport Sensation (SSS) International, yang berkolaborasi dengan PP Perbasi dan Bank Mandiri, telah menjadi magnet bagi ribuan atlet sejak pertama kali digelar pada 2022. Tak sedikit alumni turnamen ini yang kini bersinar di level nasional, bahkan internasional. Beberapa alumninya kini memperkuat Timnas 3×3 antara lain Evelyn Fiyo, Angelica Jennifer Chandra, Christine Aldora Djundawan, Natasya Amelia Putri, dan Tasya Heru Saputra. Fiyo dan Natasya bahkan tampil di ajang prestisius FIBA 3×3 Women’s Series Jakarta 2025. Sementara di sektor putra, nama Jonathan Patrick Alex turut mewakili Indonesia di kancah internasional. Direktur SSS International Azwan Karim mengatakan sejumlah alumni turnamen ini juga berhasil menembus klub-klub profesional di ajang Indonesia Basketball League (IBL) seperti Arlan Bryan Jason (Prawira), Junior Ibrahim (Dewa United), serta Kevin dan Brian (Satya Wacana). “Sejak 2022, setiap edisi turnamen ini diikuti lebih dari 2.000 atlet 3×3 dari seluruh Indonesia,” ujar Azwan dalam konferensi pers di Sarinah, Senin (4/8/2025). Mandiri 3×3 Indonesia Tournament kini menghadirkan kategori usia KU-15 dan KU-12 Mix, melengkapi kategori yang sudah ada, yaitu KU-18 dan KU-23. Turnamen tahun ini akan dibagi menjadi tiga zona utama: Sumatera (Medan, 23-24 Agustus), NTB & Bali (Lombok & Bali, 6 & 13 September), dan Pulau Jawa (Yogyakarta, Surabaya, Jabodetabek, Bandung, 20 September – 11 Oktober). Grand final akan digelar di Jakarta. Total hadiah yang diperebutkan mencapai lebih dari Rp200 juta. Biaya pendaftaran adalah Rp1 juta per tim. Format play-in kini menggunakan sistem grup, sehingga setiap tim akan bermain minimal tiga kali. Turnamen ini tetap mengacu pada standar kompetisi resmi FIBA, termasuk penggunaan perangkat event maker untuk pemeringkatan FIBA. Pendaftaran telah dibuka sejak Juli 2025, dengan kuota maksimal 12 tim per kategori. Ketua badan 3×3 PP Perbasi, Anthony Gunawan, menekankan pentingnya turnamen ini sebagai wadah pembinaan atlet muda. “Uniknya di 3×3 ini, masing-masing pemain punya individual ranking, mirip dengan badminton. Ranking ini bisa meloloskan mereka ke level Asia, Kejuaraan Dunia, atau Olimpiade,” jelas Anthony.

FIBA 3×3 Jakarta Women’s Series Pertama Kali Digelar di Indonesia

Tim Jakarta Saat Berlaga di FIBA 3x3 Women’s Series 2025

Jakarta menjadi pusat perhatian dunia olahraga saat FIBA 3×3 Women’s Series bergulir di Plaza Parkir Timur, Gelora Bung Karno (GBK), Kamis–Jumat, 24–25 Juli 2025. Sebanyak 16 tim dari berbagai negara siap tampil dalam ajang bergengsi ini sebagai bagian dari rangkaian Inaspro 3×3 Jakarta 2025. Indonesia akan diwakili oleh tim Jakarta, yang dihuni pemain-pemain nasional terbaik, termasuk Nathasa Debby Christaline yang telah malang melintang di dunia basket putri Indonesia. Namun sayang, tim Jakarta harus menelan pil pahit gagal lolos ke perempat final. Jakarta terhenti di Pool B usai selalu kalah dari dua laga yang dilakoni pada ajang yang menjadi bagian dari Inaspro 3×3 Jakarta 2025 di Plaza Timur Gelora Bung Karno. Jakarta masuk Pool B bersama Australia dan Filipina. Tim Jakarta ini dihuni empat pemain putri yakni ⁠Evelyn Fiyo, Nathasa Debby Christaline, Natasya Amelia Putri dan Valencia Callistan. Tim Jakarta dilatih Fandi Andika Ramadhani. Sayangnya Jakarta tak kusa membendung Australia pada laga pertama. Mereka kalah telak 21-5. Pertandingan berakhir saat masih tersisa tiga menit karena Australia sudah menyentuh angka 21 terlebih dahulu. Di laga kedua, Jakarta bermain lebih baik. Namun tetap tak kuasa membendung Filipina. Jakarta kalah 21-8 meski perlawanan lebih sengit. Filipina baru bisa menembus 21 poin ketika laga tersisa satu menit. Dengan dua kekalahan maka Jakarta otomatis tersisih dan tidak bisa melaju ke perempat final. Tim-tim yang lolos ke perempat final FIBA 3×3 Women’s Series 2025 adalah Orleans, Ulaanbaatar Amazons, Jepang, Filipina, Australia, Singapura, Thailand dan Spanyol. “3×3 ini kan harus banyak pertandingan. Tim ini baru kita bentuk satu bulan. Australia juara Asia Cup 2025 ini. Filipina sendiri sudah ikut Women’s Series dari tiga bulan lalu di beberapa kota di Eropa. Ini Women’s Series pertama bagi kita,” ujar Fandi. Pembukaan Inaspro 3×3 Jakarta 2025 dilakukan tepat pukul 19.15 WIB oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. 3×3 Women’s Series Jakarta 2025 sebenarnya sudah dimulai sejak 11.30 WIB. Namun pembukaan secara resmi baru dilakukan pukul 19.15 sebelum laga wakil Indonesia, Jakarta melawan Filipina. Pembukaan berlangsung meriah. CZ Project membawakan dance kontemporer yang memukau ratusan penonton yang hadir langsung di tribun. Upacara pembukaan dihadiri sejumlah petinggi olahraga dan bola basket Indonesia. Selain Menpora dan Raffi, turut hadir waketum DPP Perbasi Christopher Tanuwijaya, Sekjen KONI Ade Lukman, Anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia Harry Warganegara, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI, Surono hingga ketua Perbasi Jakarta Lexyndo Hakim. “Ini hari yang sangat bersejarah karena untuk pertama kalinya Jakarta dan Indonesia menyelenggarakan FIBA 3×3 Challenger dan FIBA 3×3 Women’s Series. Ini 4 tahun di Indonesia. Ini menjadi langkah strategi dan komitmen mendorong 3×3 kita lolos ke Olimpiade,” ujar Menpora Dito dalam sambutan resminya.

Indonesia Runner Up di FIBA Asia Cup 2025 SEABA Qualifiers

Seremoni Timnas Indonesia setelah menuntaskan seluruh laga FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 Filipina dan pulang sebagai runner up

Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia harus mengakui keunggulan Filipina dalam laga final FIBA Asia Cup 2025 SEABA Qualifiers yang berlangsung di Bren Z. Guiao Sports Complex, Filipina usai menyudahi pertandingan dengan skor mutlak 70-40, Jumat, 30 Mei 2025. Pertandingan ini merupakan pertemuan kedua antara kedua tim, setelah sebelumnya Indonesia juga kalah dari Filipina di fase round-robin (77-68), beberapa hari yang lalu. Meskipun hasil ini tidak memengaruhi kelolosan menuju putaran berikutnya, karena tiga tim teratas dari kualifikasi ini tetap beranjak ke FIBA Asia Cup 2025 Mongolia, pertandingan ini merupakan laga penentu untuk posisi juara dan runner up. Filipina tampil dominan sejak awal pertandingan, memimpin dengan skor 21-5 di penghujung kuarter pertama. Yang mana margin langsung terpaut dua digit. Sulit untuk mengejar ketertinggalan, Filipina justru terus menambahkan keunggulan di kuarter kedua, menutup paruh pertama dengan skor 41-20. Pasca jeda turun minum, Indonesia tampak makin sulit menemukan tempo permainannya. Bahkan di laga ini, banyak peluang poin tercipta, namun hanya sedikit yang dapat tereksekusi dengan baik. Dari total 69 kali percobaan, hanya 14 di antaranya berhasil dikonversi menjadi poin. Akurasi mereka hanya 20 persen. Sekalipun tembakan gratis Indonesia nyaris sempurna (9/10), Filipina memang sangat susah untuk ditaklukkan. Utamanya saat duel di bawah ring. Di mana perolehan rebound Filipina mencapai 64 rebound. Sedangkan Indonesia hanya 38 rebound. Selisih hampir setengahnya. Filipina juga punya komposisi pemain yang cenderung merata. Pemain cadangan mereka pun ikut berperan besar dalam kemenangan timnya. Berkat kemenangan ini, Filipina sukses mempertahankan dominasinya di kawasan Asia Tenggara, dengan meraih gelar juara SEABA untuk keenam kalinya secara beruntun. Sementara, Indonesia finis di posisi runner up, menunjukkan peningkatan performa meskipun masih harus bekerja keras untuk menyaingi kekuatan Filipina di kawasan ini. Selain Indonesia dan Filipina, Malaysia juga akan terbang ke FIBA Asia Cup 2025 Mongolia setelah membungkam Thailand di laga perebutan juara ketiga dengan skor akhir 78-69.

FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025: Indonesia Kunci Kemenangan di Laga Perdana

Tim Nasional Basket Putra Indonesia U16

Menyapa Singapura di laga pembuka FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 Filipina, Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia berhasil menang 68-47, Sabtu, 24 Mei 2025. Kemenangan yang sangat berarti, mengingat hanya ada satu tiket yang dibagikan untuk beranjak pada putaran berikutnya. Skuad asuhan Parna Abrizalt Hasiholan itu memulai laganya dengan sangat baik. Margin dua digit langsung tercipta di penghujung kuarter pertama (15-4). Namun, sejak kuarter kedua, Singapura mulai mengimbangi permainan tim Indonesia dan berusaha memangkas selisih poin. Bahkan di kuarter ketiga, Singapura menambahkan lebih banyak poin, dengan 17 poin. Sedangkan Indonesia hanya 13 poin. Beruntung, margin poin yang terpaut jauh sejak awal membuat Singapura kesulitan untuk berbalik unggul. Di sudut lain, Indonesia tak mengendorkan sedikit pun semangatnya hingga peluit buzzer resmi dibunyikan. Melihat catatan statistik, Indonesia punya empat pemain penyumbang dua digit angka. Dimulai dari Kenzie Vincenzio Sutanto, pemain yang berangkat dari bangku cadangan ini solid menyumbangkan 17 poin dan menjadi top skor dalam laga ini. Disusul Reiner Athaya Hadiputra dengan 14 poin, Gede Dio Arghya Naranatha dengan 11 poin, dan yang terakhir adalah Steven Sebastian. Dirinya turut meraih 15 rebound dalam satu game saja. Meski Indonesia mampu mengamankan kemenangan dalam laga ini, beberapa evaluasi tetap harus diperhatikan. Dalam pertandingan mereka kontra Singapura, akurasi poin hanya 36 persen saja. Yang merupakan 26 kali masuk dari 81 kali percobaan. Lebih dari itu, akurasi tembakan gratis mereka pun kurang dari 50 persen. Masih ada waktu untuk membuktikan skuad Indonesia bisa tampil lebih baik pada laga berikutnya. Di mana mereka akan berjumpa dengan kawan serumpun, Malaysia, Minggu, 25 Mei 2025 pukul 14.00 WIB.

Timnas Putra Bakal Berlaga di FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025

FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers Philippines 2025 Tournament Logo

Setelah Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia memastikan diri lolos ke putaran final FIBA U16 Asia Cup 2025, kini giliran skuad putranya yang akan berjuang di FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025. Gelaran kualifikasi di wilayah Asia Tenggara ini akan diselenggarakan pada 24-30 Mei 2025 di San Fernando, Pampangan, Filipina. Masih sama seperti kompetisi sektor putri sebelumnya, FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 bakal menggunakan sistem round-robin, di mana hanya pemuncak klasemen yang berhak melaju ke FIBA U16 Asia Cup 2025 Mongolia. Kompetisi ini akan terasa cukup berat untuk skuad Indonesia, mengingat dalam lima gelaran terakhir, Filipina selalu menyapu bersih kemenangan dan beranjak ke fase berikutnya. Namun, skuad besutan Abrizalt Hasiholan dan Risto Gerol ini sudah menjalani pemusatan pelatihan dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga diharapkan dapat bersaing dan catatkan sejarah baru untuk Tanah Air. Adapun lima negara Asia Tenggara yang sap berpartisipasi di FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025, antara lain Malaysia, Vietnam, Singapura, Filipina, dan Thailand. Sebelum beranjak lebih jauh pada gelaran FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025, mari simak terlebih dahulu deretan pemain dan jadwal lengkapnya. Roster FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 Filipina Marshall Farez – SMAN 2 Bandung Kenzie Vincenzio Sutanto – SMA Jembatan Budaya Bali Warren Bennet Surya – SMA Tunas Muda School Meruya Steven Sebastian – SMAN 9 Bandung I Gede Made Rasya Agasthya Dhirendra Seiya Yabe – UPH College Tangerang Bryan Gilbert – SMP Nation Star Academy Surabaya Benjamin Piet Hernusi – SMP Jubilee Jakarta Matthew Ivander Setiawan – SMP Jubilee Jakarta Miracle Christiano – SMP Jubilee Jakarta Reiner Athaya Hadiputra – SMPN 2 Bogor Dio Arghya Jadwal FIBA U16 Women’s Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 Sabtu, 24 Mei 2025: Indonesia vs Singapura (14.00 WIB) Minggu, 25 Mei 2025: Malaysia vs Indonesia (14.00 WIB) Senin, 26 Mei 2025: Indonesia vs Thailand (16.30 WIB) Rabu, 28 Mei 2025: Filipina vs Indonesia (19.00 WIB) Kamis, 29 Mei 2025: Vietnam vs Indonesia (16.30 WIB)

Bungkam Singapura, Timnas Indonesia Lolos ke Putaran Final FIBA Asia Cup U16

Timnas Basket Putri Indonesia U16

Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia U16 berhasil menuntaskan seluruh laga FIBA U16 Women’s Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 tanpa kekalahan satu pun. Kepastian itu diresmikan setelah mengantongi kemenangan atas Singapura pada laga terakhirnya dengan skor akhir 51-81, Sabtu, 17 Mei 2025. Dengan demikian, Timnas Indonesia berhasil menyabet puncak klasemen FIBA U16 Women’s Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 dan beranjak ke putaran final FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025 yang akan diselenggarakan di Malaysia pada beberapa waktu mendatang. Buah dari evaluasi game sebelumnya, skuad Indonesia tampak bermain lebih lepas. Meski sempat mengalami struggle di kuarter pertama, lantaran Singapura terus memberi serangan yang mengakibatkan saling berbalas keunggulan, tim Indonesia berhasil bangkit di kuarter kedua. Kuarter pertama berakhir dengan skor 18-15, keunggulan sementara untuk Singapura. Memasuki kuarter kedua, Indonesia mampu menambahkan 23 poin, sedangkan Singapura hanya mencetak 7 poin. Alhasil paruh pertama berakhir dengan skor 25-38. Di paruh kedua, Indonesia makin jauh meninggalkan lawannya. Meski di kuarter pemungkas, Singapura sempat bersikeras mengejar ketertinggalan, beruntung margin poin yang terpaut sangat jauh membuat Indonesia masih unggul. Hingga peluir buzzer dibunyikan, kemenangan resmi menjadi milik Indonesia. Kebahagiaan dari para pemain pun terpancar. Mengingat kemenangan ini juga menjadi simbolis keberhasilan skuad Indonesia melaju ke level yang lebih tinggi. Pada pertandingan ini, Fiorenza Celesta, pemain dengan nomor punggung 28 itu kembali mencetak dobel-dobel dengan perolehan 12 poin dan 15 rebound. Sementara itu, dua pemain andalan Indonesia, Joanne Giovanni dan Inez Angelina Welly kembali catatkan dua digit poin, yang masing-masing menyumbangkan 17 poin dan 13 poin. Empat kemenangan beruntun, membawa tim asuhan Marlina Herawan itu menduduki puncak klasemen FIBA U16 Women’s Asia Cup SEABA Qualifiers 2025. Ke depannya, mereka akan menjalani laga lanjutan di putaran final FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025 Malaysia melawan skuad unggulan Asia lainnya.