Pelatih dan Atlet Usia Muda Dapat Pembekalan di Talent Development Scheme 2025

Talent Development Scheme 2025

PSSI menggelar Talent Development Scheme (TDS) pada 7-11 November 2025 di Jakarta. Program yang merupakan inisiatif FIFA ini dirancang untuk memperkuat kemampuan talent scouting pelatih Indonesia, sekaligus memberi pemahaman kepada para pemain muda tentang pentingnya memantau perkembangan performa sejak usia dini. Kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu Talent Scout Evaluation Programme – Piala Soeratin 2025 serta sesi pengembangan bagi pemain-pemain muda potensial dari berbagai klub dan sekolah sepak bola di Indonesia. Kartono Pramdhan, Kepala Departemen Coach Education PSSI, menegaskan bahwa program ini memperlihatkan kedekatan FIFA dengan federasi anggotanya. “Talent Development Scheme ini adalah program FIFA sebenarnya. Fokusnya bagaimana FIFA lebih dekat ke anggotanya, termasuk PSSI, untuk mengembangkan talent scouting. Sehingga pemain-pemain berbakat di seluruh Indonesia bisa ditemukan oleh para pelatih Indonesia,” ujarnya pada Jumat 7 November 2025. Sementara itu, M. Fahmi Hasan selaku Koordinator Tim Riset TDS PSSI menekankan pentingnya edukasi mengenai pemantauan pertumbuhan atlet usia muda. “Para pelatih dan para atlet diberi pemahaman bahwa sejak usia 13 tahun mereka perlu melakukan pengetesan secara rutin agar mengetahui perkembangan relatif mereka. Atlet pun harus memahami bahwa pengetesan sangat penting,” jelas Fahmi. Rendi Irwan Saputra, Asisten Pelatih Deltras FC U15, mengaku mendapatkan banyak wawasan berharga dari program ini. “Pengalaman yang saya dapat luar biasa. Kami bertukar pikiran dengan pelatih dari seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Saya pulang membawa ilmu tentang teknik, taktik, mental, sampai penilaian performa harian pemain,” ujarnya. Pada TDS kali ini, peserta datang dari beragam daerah, klub, dan sekolah sepak bola, sehingga proses diskusi serta penyamaan standar talent scouting semakin kaya dan komprehensif. Daftar peserta untuk kategori pelatih: U13 Peter Sianjuon Sihombing, Pelatih Kepala, Terang Bangsa Budi Hariyanto, Pelatih Kiper, Persebaya Surabaya Rizky Habibilah, Asisten Pelatih, Persib Bandung Muslidar H. Ahmad, Analis, Alfarlaky FC Apridiawan, Pelatih Kepala, ASIOP Football Academy Yoga Nofril Nanda, Asisten Pelatih, SSB Sumbawa Muda Niko Ardiansah, Pelatih Kiper, Mataram Utama FC Izaac Johannis Wanggai, Pelatih Kepala, PS Freeport Indonesia Dwi Joko Priihatin, Manajer, PFA Surakarta M. Syafiq, Asisten Pelatih, PS Ogan Ilir Ahmad Syauqi Doreis, Pelatih Fisik, SSB Bimba Aiueo SS U15 Katon Cahyo Gumilang, Asisten Pelatih, PSDS Deli Serdang Rendi Irwan Saputra, Asisten Pelatih Kepala, Deltras FC Randi Barten Kansil, Asisten Pelatih, PS Freeport Indonesia Deris Herdiansyah, Pelatih Kepala, Persipan Pandeglang Mulya Saputra, Pelatih Kepala, Juang FC Iif Afriyandi, Pelatih Kepala, Persikota Tangerang U17 Julian Kusumah, Pelatih Kepala, Persija Jakarta M. Nurhadi El Hamid, Pelatih Kepala, Persika Karanganyar Fajar Subekti, Pelatih Kepala, PSS Sleman Andreas Johanes Kastanja, Pelatih Kepala, Persebaya Surabaya Muh Hasrul M, Manajer Klub, PS Bangau Putra Markus Mandowen, Sekretaris Tim, Doberay FC Manokwari Peserta TDS untuk kategori pemain: TIM A Avico Naufal Paramaditya – GK – Terang Bangsa Putra Ardiansyah – GK – Sumbawa Muda Nagata Akmal Fawwaz – CB – Mataram Utama FC Sakti Dwi Abhiseka – CB / LB – Terang Bangsa Davin Dwi Ardian – RB / CB – Persib Bandung Achmadi Ardian Naurafky – LB / LWF / CB – Persebaya Surabaya Muhammad Naufal Maulidan Saputra – DMF – Persebaya Surabaya Shefaro Wildan Muhammad – MF – Mataram Utama FC Keznie Al Rasyid Dewantara – MF – Persebaya Surabaya Kevin Ardiansyah – MF – Terang Bangsa Mahardico Abirza – MF – DY FC Batam Mochammad Ridho Susanto – RWF – Persebaya Surabaya Mahargia Ananta Putra – ST – Terang Bangsa Faissal Nuralifianto – LWF / RWF – Persib Bandung Satria Margo Wijaya – RWF – Terang Bangsa TIM B Dastan Alam – GK – Persib Bandung Iwank Bintang Asmara – GK – Mataram Utama FC Andika Dwi Pratama – CB – Terang Bangsa Chen Cen Herdiansyah – RB / RWF / CB / LWF / LB / ST – Persib Bandung Bangkit Maulana Ibrahim – RB – Terang Bangsa Rausyan Ocank Syam – LB / MF / DMF – Persib Bandung Syifaul Umam Nasution – DMF – Persebaya Surabaya Muhammad Dilham Putra Aryyan – MF / DMF – Persib Bandung Muhammad Rizky – MF – Sumbawa Muda Putu Suteja Rumana Kartika – DMF – Terang Bangsa Rafa Aqilah Maghribi Ryanto – RWF / MF – Persebaya Surabaya Bagas Hamzah Aditya – LWF / RWF – Terang Bangsa Bagas Tri Nugraha – ST – Mataram Utama FC Darrel Kennard Kalani Defianto – ST – Persebaya Surabaya

Nova Arianto Jadi Pelatih Timnas U20

Alexander Zwiers, Sumardji, Yunus Nusi, Nova Arianto

PSSI resmi menetapkan Nova Arianto sebagai pelatih Timnas U20 Indonesia. Hal ini diumumkan saat sesi jumpa media bersama anggota Exco sekaligus Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, Sekjen PSSI, Yunus Nusi, Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers. Nova Arianto sebelumnya melatih Timnas U17 dan sukses membawa Garuda Muda mengikuti Piala Dunia U17 2025 di Qatar. Pada momen tersebut, Indonesia mencetak sejarah dengan meraih kemenangan perdana di Piala Dunia U17 dengan mengalahkan Honduras 2-1. “Terima kasih PSSI atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Ini sangat luar biasa bagi karier saya. Pastinya saya akan mencoba memberikan yang terbaik untuk Timnas U20,” kata Nova Arianto. “Karena di awal semenjak saya ditunjuk sebagai pelatih di Tim Nasional U17 di tahun 2024, tujuan saya adalah bagaimana pemain-pemain muda ini bisa tampil di Tim Nasional senior. Karena di situ menjadi poin pentingnya adalah bagaimana mereka bisa sampai di Tim Nasional,” tambahnya. Nova memastikan bahwa program jangka pendek dan jangka panjang akan dibahas bersama PSSI. Dalam waktu dekat, ia akan menyampaikan rencana persiapan menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-20 pada September 2026 mendatang. “Dan setelah ini, pastinya kita akan membuat roadmap bagaimana persiapan kita karena di bulan September, Timnas U20 akan tampil di kualifikasi Asian Cup. Jadi kita akan menyampaikan roadmap kepada PSSI dan setelah disetujui, baru kita akan melanjutkan dengan sesuai program yang akan kita persiapkan,” jelas Nova Arianto. Sementara itu, Sumardji mengatakan bahwa keputusan PSSI memilih Nova Arianto berdasarkan rekomendasi dari Direktur Teknik, Alexander Zwiers. “Untuk timnas U20, sesuai dengan rekomendasi, sesuai dengan usulan dari Dirtek, Alexander [Zwiers], rekan-rekan Exco menyetujui bahwa pelatih timnas u20 putra ini akan kita berikan tugas dan tanggung jawab sepenuhnya ke Nova Arianto,” kata Sumardji. “Karena berkaitan dengan Timnas U20 Putra, ini boleh dikatakan 85 persen pemainnya adalah pemain Timnas U17 yang kemarin baru saja melaksanakan kegiatan Piala Dunia U17,” tambahnya.

Timnas Indonesia U22 Tahan Imbang Mali

Timnas Indonesia U22

Timnas Indonesia U22 bermain imbang 2-2 melawan Mali pada laga uji coba kedua yang digelar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Selasa 18 November 2025 malam. Dalam international friendly match jelang SEA Games 2025 itu, Garuda Muda tampil lebih ngotot dan menunjukkan karakter. Sejak kick-off, Indonesia langsung menekan. Baru dua menit berjalan, Mauro Zijlstra sudah melepaskan dua tembakan, namun keduanya masih mampu diantisipasi barisan pertahanan Mali. Tekanan di awal laga berbuah hasil pada menit ke-8. Pertahanan Mali yang panik membuat bola liar mengarah ke Ivar Jenner, namun sepakan Jenner tersebut belum berujung gol. Keasyikan menyerang, Mali justru mampu membuka keunggulan. Menit ke-11, Sekou Kone menyambar umpan cutback dari sisi kanan dan menaklukkan Daffa Fasya. Indonesia tertinggal 0-1. Garuda Muda mencoba membalas. Peluang hadir menit ke-36 melalui sundulan Muhammad Ferarri yang memanfaatkan skema sepak pojok, tetapi kiper Mali, Mayame Sissoko, masih sigap menangkap bola. Indonesia akhirnya menyamakan skor pada menit ke-38. Mauro Zijlstra menerima umpan matang dari Hokky Caraka, mengecoh bek Mali, lalu menembak dengan kaki kiri ke sisi kanan gawang. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih agresif. Menit ke-52, Raka Cahyana melepas umpan cutback yang mengarah kepada Rafael Struick tanpa kawalan. Bola sempat mengenai tiang sebelum masuk ke gawang, membuat Indonesia berbalik unggul 2-1. Mali nyaris membalas pada menit ke-60 lewat tendangan salto spektakuler, namun Daffa Fasya melakukan penyelamatan gemilang. Tekanan Mali akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-71. Sekou Kone kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah lolos dari pengawalan dan menyelesaikan peluang dengan tenang. Skor kembali imbang 2-2. Pelatih Indra Sjafri merespons dengan melakukan tiga pergantian pada menit ke-76. Jens Raven, Rayhan Hannan, dan Brandon Scheunemann masuk menggantikan Dion Markx, Rafael Struick, dan Mauro Zijlstra. Indonesia mendapat peluang lewat tendangan bebas Dony Tri Pamungkas pada menit ke-84, namun Sissoko kembali tampil sigap. Satu menit kemudian, Robi Darwis masuk menggantikan Raka Cahyana. Di sisa waktu, kedua tim berupaya mencari gol penentu, namun tak ada tambahan gol hingga peluit akhir dibunyikan. Hasil imbang 2-2 ini menjadi bahan evaluasi sekaligus modal berharga bagi Garuda Muda sebelum terbang ke Thailand untuk menghadapi SEA Games 2025.

Timnas U22 Kalah Di Laga Uji Coba Pertama Lawan Mali

Timnas Indonesia U22

Timnas Indonesia U22 harus mengakui keunggulan Mali dengan skor 0-3 dalam laga uji coba internasional di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu 15 November 2025. Pertandingan yang menjadi bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025 ini menghadirkan banyak momen penting, sekaligus catatan evaluasi bagi skuad asuhan Indra Sjafri. Sejak kickoff, pertandingan berjalan intens. Pada menit ke-2, Timnas Indonesia U22 membuka peluang lebih dulu lewat serangan balik cepat. Dony Tri Pamungkas melepaskan tembakan kaki kiri, namun upayanya masih diamankan kiper Mali, Bourama Kone. Tiga menit berselang, Mali memecah kebuntuan. Dari situasi sepak pojok, Sekou Doucoure berhasil menyambut bola dengan sundulan yang tak mampu diantisipasi lini pertahanan Garuda Muda. Mali unggul 1-0. Indonesia mencoba merespons, salah satunya pada menit ke-18 lewat umpan silang Rafael Struick yang disundul Ananda Raehan, tetapi bola masih tepat mengarah ke kiper. Tekanan Indonesia berlanjut di menit ke-20 melalui pergerakan Dony Tri Pamungkas yang memaksa pemain belakang Mali hampir mencetak gol bunuh diri. Namun peluang itu hanya berbuah sepak pojok. Mali menggandakan keunggulan pada menit ke-33 lewat aksi individu Wilson Samake. Setelah melakukan solo run, ia melepaskan tembakan kaki kanan yang mengarah ke pojok gawang, membuat Indonesia tertinggal 0-2. Menjelang akhir babak pertama, Indonesia mendapat peluang dari tendangan bebas setelah Mauro Zijlstra dilanggar, tetapi eksekusi Ivar Jenner membentur pagar betis. Pada menit ke-45, Dony Tri kembali mengancam lewat tembakan kaki kanan yang ditepis kiper. Babak pertama berakhir 0-2. Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia U22 tampil dengan pressing lebih agresif. Menit ke-53, Dony Tri mengeksekusi tendangan bebas, namun bola melambung tinggi. Di sisi pertahanan, Cahya Supriadi melakukan penyelamatan penting pada menit ke-72 dengan menepis tembakan Sekou Kone. Upaya Indonesia untuk mencari gol tak berhenti, termasuk aksi Dony Tri pada menit ke-84 yang masih digagalkan kiper Mali. Di masa tambahan waktu, Mali menutup pertandingan dengan gol jarak jauh Moulaye Haidara sehingga skor menjadi 0-3. Selanjutnya, I Kadek Arel Priyatna dkk akan kembali menghadapi Mali pada laga uji coba kedua tanggal 18 November 2025 mendatang.

Piala Pertiwi 2025: Papua Pegunungan Pertahankan Gelar

Papua Pegunungan

Papua Pegunungan kembali menjuarai Piala Pertiwi 2025 Putaran Nasional setelah mengalahkan Jawa Barat dengan keunggulan tipis 1-0 pada final di Lapangan UII Sleman, Senin 10 November 2025. Hasil ini membuat Papua Pegunungan sukses mempertahankan gelar, setelah juga menjadi juara pada edisi 2024. Pertandingan final berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim sama-sama menampilkan disiplin dan determinasi tinggi. Namun, Papua Pegunungan tampil efisien dengan memanfaatkan peluang di pengujung pertandingan dan menciptakan gol pada menit ke-89. Sementara di perebutan tempat ketiga di hari yang sama, Provinsi Banten menutup turnamen dengan kemenangan 3-0 atas Sumatera Utara, memastikan posisi ketiga nasional di Lapangan UII, Sleman. Dari sisi individu, pemain dari Provinsi Jawa Barat dengan bernomor punggung 7, Neng Resti Agustiani keluar sebagai top skor dengan koleksi 15 gol, sedangkan Liza Armanita Madjar (Papua Pegunungan) dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen ini. Jawa Barat juga meraih penghargaan Fair Play Team atas permainan sportif dan konsistensi mereka sepanjang kompetisi. Sebagaimana diketahui, Piala Pertiwi Senior 2025 Putaran Nasional digelar oleh PSSI sebagai bagian dari penguatan ekosistem sepak bola putri nasional. Diharapkan, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi antardaerah, tetapi juga wadah penting bagi pemain dan pelatih untuk terus mengasah kemampuan serta membangun masa depan sepak bola putri Indonesia. Penghargaan Piala Pertiwi Senior 2025 Putaran Nasional: Winner: Papua Pegunungan Runner up: Jawa Barat Third place: Banten Fair Play Team: Jawa Barat Best Player: Liza Armanita Madjar (Papua Pegunungan) Top Scorer: Neng Resti Agustiani (Jawa Barat, 15 gol)

Piala Dunia U17: Mengulik Peluang Tmnas U17 Lolos 32 Besar

Suasana Latihan Timnas U17 Indonesia

Meski menang melawan Honduras U17, Timnas U17 tetap belum bisa memastikan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia U17 2025. Garuda Muda masih berada di luar zona lolos yakni 8 teratas. Berdasarkan regulasi kompetisi Piala Dunia U17 2025 hanya 8 tim peringkat 3 terbaik yang lolos ke babak 32 besar. Mereka bakal melengkapi 24 tim yang lolos sebagai juara grup dan runner-up di babak penyisihan grup. Oleh karena berada di urutan 9 peringkat 3 terbaik penyisihan grup Piala Dunia U17 2025, Timnas Indonesia masuk zona eliminasi. Jika situasi tidak berubah hingga hari terakhir penyisihan grup pada Selasa, 11 November 2025 malam ini Timnas U17 dipastikan gagal lolos ke babak 32 besar. Lantas, bagaimana cara timnas U17 lolos 32 besar Piala Dunia U17 2025? Timnas U17 saat ini memiliki 3 poin dari 3 laga dan selisih gol -5 (3-8). Indonesia menempati urutan 9 klasemen peringkat 3 terbaik Piala Dunia U17 2025 dari total 12 grup. Oleh karena 8 tim saja yang lolos ke babak 32 besar via peringkat 3 terbaik, Timnas U17 saat ini tidak memenuhi syarat untuk lolos. Akan tetapi, klasemen peringkat 3 terbaik masih bisa berubah seiring dengan hasil matchday 3 Piala Dunia U17 2025 Grup I-L yang digelar malam ini. Jika salah satu tim antara Paraguay atau Arab Saudi kalah dengan selisih gol di atas 5 dan Uganda serta Chile gagal meraih kemenangan Timnas U17 bakal lolos ke babak 32 besar. Akan tetapi, berdasarkan situasi terkini di Grup I-L potensi Arab Saudi dan Paraguay kalah dengan skor besar sangat kecil. Paraguay U17 bakal menghadapi Irlandia yang sudah lolos ke babak 32 besar sehingga berpotensi menurunkan skuad cadangan. Sementara Arab Saudi U17 bakal menghadapi Mali U17. Kendati Arab Saudi dan Mali sama-sama mengincar kemenangan agar finis di posisi runner-up, tetapi laga diprediksi tidak berakhir dengan skor besar. Oleh sebab itu peluang Timnas U17 untuk lolos cukup kecil.

Piala Dunia U17: Garuda Muda Akhiri Fase Grup Dengan Kemenangan

Timnas Indonesia U17

Timnas Indonesia U17 menutup fase grup Piala Dunia U17 2025 dengan hasil positif. Garuda Muda menang 2-1 atas Honduras pada laga terakhir Grup H di Aspire Zone, Al Rayyan, Qatar, Senin 10 November 2025. Hasil ini menjadi kemenangan pertama Indonesia sepanjang keikutsertaan di ajang Piala Dunia U17. Sejak awal pertandingan, Indonesia tampil cukup aktif menekan. Peluang pertama hadir lewat sepakan Nazriel Alfarazi di menit ke-7 yang masih melambung. Zahaby Gholy juga sempat mengancam lewat tendangan bebas jarak dekat, namun bola bisa diamankan kiper Honduras, Noel Valladares. Honduras beberapa kali membalas melalui serangan balik, di antaranya lewat tembakan Mike Arana yang melebar di menit ke-18. Sementara Indonesia kembali mendapatkan peluang lewat kerja sama Gholy dan Evandra Florasta, tetapi belum menghasilkan gol. Babak pertama berakhir tanpa gol. Memasuki babak kedua, Indonesia mendapatkan penalti setelah Mierza Firjatullah dilanggar di kotak terlarang. Evandra Florasta sukses mengeksekusi dan membawa Indonesia unggul 1-0 pada menit ke-52. Dua menit berselang, Honduras membalas lewat penalti Luis Suazo dan skor menjadi imbang 1-1. Indonesia kembali unggul pada menit ke-72 setelah Fadly Alberto mencetak gol lewat sepakan kaki kanan usai menerima umpan silang Mierza. Hingga laga usai, skor 2-1 bertahan untuk kemenangan Indonesia. Dengan hasil ini, Indonesia menutup Grup H di posisi ketiga dengan tiga poin. Brasil dan Zambia menempati dua posisi teratas dengan masing-masing tujuh poin, sementara Honduras berada di peringkat terbawah tanpa poin.

Piala Dunia U17: Timnas Indonesia U17 Takluk Lawan Brazil

Timnas Indonesia U17

Timnas Indonesia U17 harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor 0-4 pada laga kedua Grup H Piala Dunia U17 2025 di Aspire Zone, Al Rayyan, Qatar, Jumat 7 November 2025. Pertandingan baru berjalan tiga menit ketika Brasil membuka keunggulan lewat sundulan bek Luis Eduardo. Gol cepat itu berawal dari situasi kemelut di kotak penalti Indonesia yang tak mampu diantisipasi barisan belakang Garuda. Skuad asuhan Nova Arianto sempat mencoba keluar dari tekanan, namun upaya membangun serangan kerap terhenti di lini tengah akibat pressing ketat Brasil. Pada menit ke17, kiper Dafa Al Gasemi melakukan penyelamatan gemilang saat menepis sepakan keras Tiago. Brasil menggandakan keunggulan pada menit ke-33 lewat sepakan Kayke yang mengenai kaki I Putu Panji dan berbelok arah ke gawang sendiri. Wasit sempat meninjau VAR setelah pelatih Nova Arianto mengajukan kartu VAR, namun gol tetap disahkan. Empat menit berselang, Felipe Morais memperbesar keunggulan Brasil menjadi 3-0 memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia. Skor tersebut bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Nova Arianto melakukan penyegaran dengan memasukkan Mierza Firjatullah dan Zahaby Gholy untuk menambah daya gedor. Namun, pertahanan Brasil tetap solid dalam meredam setiap percobaan dari sektor sayap Indonesia. Pada menit ke-75, Ruan Pablo menutup pesta gol Brasil lewat tendangan spektakuler dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Dafa. Indonesia nyaris memperkecil ketertinggalan di menit ke-83 melalui sepakan Faldy Alberto yang membentur tiang gawang. Dua menit kemudian, tembakan mendatar Zahaby Gholy juga masih melebar tipis. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-4 untuk Brasil tak berubah. Indonesia masih menyisakan satu laga terakhir fase grup melawan Honduras pada Senin 10 November 2025 pukul 21.45 WIB mendatang. Peluang Garuda Muda untuk lolos ke babak 32 besar sebetulnya masih terbuka, yaitu melalui jalur delapan peringkat ketiga terbaik.

Piala Dunia U17: Indonesia Takluk di Laga Perdana

Timnas Indonesia U17

Timnas Indonesia U17 harus mengakui keunggulan Zambia dengan skor 1-3 pada laga pembuka Grup H Piala Dunia U17 2025 di Aspire Zone, Al Rayyan, Qatar, Selasa 4 November 2025. Sempat unggul lebih dulu lewat gol Zahaby Gholy, Garuda Muda akhirnya harus menyerah setelah Zambia membalikkan keadaan lewat permainan cepat dan fisikal mereka. Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak awal. Pada detik ke-27, Zambia sempat merayakan gol cepat dari Mapalo Simute, namun setelah dilakukan peninjauan VAR atas challenge dari pelatih Indonesia Nova Arianto, wasit menganulir gol karena offside. Indonesia mencoba keluar dari tekanan dan membangun serangan dengan umpan-umpan pendek. Upaya itu berbuah hasil pada menit ke-11. Umpan silang Evandra Florasta sempat ditepis kiper Zambia, Christo Chitambala, tetapi bola muntah langsung disambar Zahaby Gholy menjadi gol. Garuda Muda unggul 1-0. Zambia yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan fisik terus menekan. Beberapa peluang mereka mampu digagalkan oleh penjaga gawang Indonesia, Dafa Al Gasemi. Namun tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-34. Umpan cutback dari sisi kanan berhasil diselesaikan dengan baik oleh Abel Nyirongo untuk mengubah skor menjadi 1-1. Tiga menit berselang, Abel kembali mencetak gol setelah memanfaatkan kesalahan passing di lini tengah Indonesia dan melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu diantisipasi Dafa. Zambia menambah keunggulan pada menit ke-41 lewat Lukonde Mwale, yang mencetak gol dengan skema serupa, cutback dari sisi kanan, menutup babak pertama dengan skor 3-1 untuk Zambia. Memasuki babak kedua, Indonesia berupaya bangkit. Pada menit ke-55, Mierza hampir memperkecil ketertinggalan setelah mencuri bola dan berhadapan langsung dengan kiper, namun tembakannya berhasil digagalkan. Enam menit kemudian, Evandra dijatuhkan di kotak penalti dan wasit sempat menunjuk titik putih. Namun setelah tinjauan VAR, keputusan dibatalkan dan Evandra justru mendapat kartu kuning karena dianggap melakukan diving. Nova Arianto kemudian memasukkan Ilham Romadhona dan Rafi Rasyiq pada menit ke-65 untuk menambah tenaga segar di lini depan. Peluang terbaik di babak kedua datang pada menit ke-89 ketika sepakan keras Rafi dari luar kotak penalti membentur mistar gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-1 untuk Zambia tak berubah.

Persiapan SEA Games 2025, Garuda Muda Uji Coba Melawan Mali

Timnas U23 Indonesia

Timnas U23 Indonesia dipastikan akan menjalani dua laga uji coba internasional melawan Mali U23 pada tanggal 15 dan 18 November ini di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Ujicoba bertajuk International Friendly Match ini sebagai persiapan Garuda Muda mengikuti SEA Games 2025 di Thailand. Khusus untuk cabang olahraga sepak bola putra dimulai pada tanggal 3-18 Desember. Sebelumnya pada tanggal 10 dan 13 Oktober lalu, Garuda Muda melakoni dua laga uji coba internasional dengan melawan India di Stadion Madya, Jakarta. “PSSI memastikan bahwa Timnas U23 akan melawan Mali U23 sebanyak dua kali pada tanggal 15 dan 18 November ini di Stadion Pakansari dengan kick off pukul 20.00 WIB. Tim Mali akan datang ke Indonesia pada tanggal 13 November,” kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi. “Untuk penjualan tiket dua pertandingan ini, kami akan segera menginformasikannya. Semoga dua uji coba internasional ini membuat Timnas U-23 semakin matang dan solid jelang bertanding di SEA Games 2025 mendatang,” tambahnya.

Ratusan Anak Makassar Tunjukkan Semangat di Grassroots Football Festival

Grassroots Football Festival

Suasana penuh semangat mewarnai Lapangan Bosowa Sport Center, Makassar, Minggu 2 November 2025. Ratusan anak dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di Sulawesi Selatan berkumpul untuk mengikuti Grassroots Football Festival yang digelar oleh PSSI Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Sebanyak 140 pemain muda berusia di bawah 12 tahun ambil bagian dalam kegiatan ini. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung memberikan dukungan bagi para peserta. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan bentuk nyata dari pembangunan karakter dan pembinaan jangka panjang. “Saya senang sekali Coach Indra dan rekan-rekan dari PSSI membawa kegiatan ini ke Makassar. Ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap pembinaan sepak bola, khususnya di kota kami, semakin besar,” ujar Munafri dalam sambutan. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus memperkuat infrastruktur olahraga di Makassar. “Kami memang belum memiliki fasilitas yang ideal, tetapi pemerintah kota siap mempersiapkannya. Makassar adalah kota sepak bola, dengan begitu banyak talenta. Sangat sayang jika potensi besar ini tidak dihadirkan dengan baik. Insya Allah, dalam waktu dekat kami akan menghadirkan delapan lapangan latihan di Makassar,” tambahnya. Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia U23 untuk SEA Games 2025, Indra Sjafri, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari implementasi transformasi sepak bola nasional yang berfokus pada pengembangan pemain sejak usia dini. “Transformasi sepak bola Indonesia terus berlanjut. PSSI sangat serius memperhatikan pembinaan usia muda sebagai fondasi utama pembangunan sepak bola nasional,” tutur Indra. “Dari grassroots, kita menyiapkan generasi yang akan membawa Indonesia menuju Piala Dunia 2034. Melalui festival seperti ini, kami berharap lahir pesepak bola muda yang lebih berkualitas dan berdaya saing dunia,” pungkasnya.

Garuda Muda Tahan Imbang Pantai Gading

Pemain Timnas Indonesia U17 vs Pantai Gading U17

Hasil Timnas Indonesia U17 vs Pantai Gading U17 berakhir imbang tanpa gol. Laga uji coba ini digelar di Dubai pada Senin (27/10/2025) waktu setempat. Ini menjadi pertandingan uji coba kedua bagi skuad asuhan Nova Arianto. Sebelumnya, Garuda Muda menelan kekalahan tipis 1-2 dari Paraguay U17. Timnas U17 sebenarnya tampil solid dan menciptakan beberapa ancaman. Namun, pertahanan kokoh Pantai Gading terbukti sulit ditembus. Rangkaian uji coba ini merupakan persiapan akhir jelang Piala Dunia U17 2025. Turnamen tersebut akan berlangsung di Qatar pada 3-27 November mendatang. Timnas Indonesia U17 masih menyisakan satu agenda uji coba terakhir. Lawan berikutnya yang akan dihadapi adalah Panama U17. Pertandingan ini diprediksi akan kembali berlangsung sengit. Laga ini menjadi kesempatan terakhir mengasah strategi dan mental. Duel melawan Panama U17 akan kembali dihelat di Dubai. Pertandingan dijadwalkan pada Rabu, 29 Oktober 2025, pukul 22.00 WIB. Setelah merampungkan laga tersebut, Garuda Muda akan segera bertolak. Mereka akan berangkat ke Qatar untuk fokus ke Piala Dunia U17 2025. Perjuangan Timnas Indonesia U17 di Qatar dipastikan tidak akan mudah. Hasil undian menempatkan mereka di Grup H. Lawan-lawan tangguh sudah menanti di fase grup. Garuda Muda akan bersaing melawan Brasil, Honduras, dan Zambia. Laga perdana Timnas Indonesia akan tersaji pada 4 November 2025. Skuad asuhan Nova Arianto akan menantang wakil Afrika, Zambia. Selanjutnya, Indonesia akan melawan favorit juara Brasil (7/11). Laga terakhir grup akan menghadapi Honduras pada 10 November.

Garuda Muda Kalah di Laga Uji Coba Kontra Paraguay

Indonesia U17 vs Paraguay U17

Timnas Indonesia U17 harus mengakui keunggulan Paraguay U17 dalam laga uji coba jelang mengikuti Piala Dunia 2025. Garuda Muda dikalahkan Albirroja 1-2. Pertandingan persahabatan kelompok umur bertajuk U17 Dubai Youth Challenge 2025 mempertemukan Indonesia vs Paraguay. Pertandingan digelar secara tertutup di Lapangan 2 Kompleks Klub Al Hamriyah, Uni Emirat Arab, Sabtu (25/10/2025) malam WIB. Informasi jalannya pertandingan dirilis Federasi Sepakbola Paraguay (APF) selepas laga tuntas digelar. Timnas Indonesia U17 sempat unggul 1-0 di babak pertama, tapi APF tak menyebut siapa pencetak gol Garuda Muda. Paraguay U17 mengganti beberapa pemainnya di babak kedua demi mengejar ketertinggalan. Hasilnya, skor berubah menjadi 1-1 setelah pemain pengganti, Jose Buhring, mencetak gol lewat bola sundulannya. Gol kemenangan dicetak Paraguay di menit injury time. Striker Mauricio de Carvalho membobol gawang Indonesia U17 dan memastikan kemenangan timnya 2-1. Ini menjadi pertandingan uji coba pertama Indonesia U17 di Uni Emirat Arab. Evandra Florasta cs selanjutnya bersua Pantai Gading (27/10) dan Panama (31/10). Timnas Indonesia U17 tergabung di Grup H dalam Piala Dunia U17 2025. Pasukan Nova Arianto satu grup bersama Zambia, Brasil, dan Honduras. Susunan Pemain Indonesia U17: Dafa Algazemi, Lucas Lee, Putu Panji, Matthew Balxer, Evandra Florasta; Nazriel Alvaro, Eizar Jacob, Fabio Irawan, Alberto Henga; Gholy Zahaby dan Mierza Firjatulloh. Paraguay U17: Matias Fernandez; Thiago Aranda, Mauro Coronel, Leo Cristaldo dan Ymanol Ruiz; Milan Freyres, Aldo Sanabria, Alan Ledesma dan Pedro Villalba; Carlos Franco, Mauricio de Carvalho.

Hasil Drawing SEA Games 2025: Timnas Putra dan Putri Siap Berjuang

SEA Games 2025

Timnas Putra Indonesia dan Timnas Putri Indonesia resmi mengetahui lawan-lawan yang akan dihadapi pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Hal itu dipastikan setelah digelarnya drawing untuk cabang olahraga sepak bola di Deluxe Resort & Spa Hotel, Bangkok, Thailand. Pada sektor sepak bola putra, Garuda Muda tergabung di Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura. Grup ini menjadi satu-satunya grup dengan empat tim peserta, sekaligus memiliki jadwal pertandingan paling padat di antara seluruh grup. Sementara itu, dari hasil undian sepak bola putri, Timnas Putri Indonesia atau Pertiwi Muda menempati Grup A bersama tuan rumah Thailand, Kamboja, dan Singapura. Ajang ini akan diikuti delapan negara yang terbagi ke dalam dua grup. Menurut agenda, SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand awal Desember mendatang, dengan cabang sepak bola tetap menjadi sorotan utama publik Asia Tenggara. Tentunya, baik Timnas Putra maupun Timnas Putri siap memberikan penampilan terbaik demi meraih hasil maksimal di ajang ini. Berikut hasil lengkap pembagian grup cabang sepak bola SEA Games 2025: Sepak Bola Putra Grup A Thailand Kamboja Timor Leste Grup B Vietnam Malaysia Laos Grup C Indonesia Myanmar Filipina Singapura Sepak Bola Putri Grup A Thailand Kamboja Singapura Indonesia Grup B Vietnam Myanmar Filipina Malaysia

122 Atlet Muda Siap Harumkan Nama Bangsa di AYG dan ISG 2025

Tim Indonesia

Suasana penuh semangat nasionalisme mengiringi pelepasan resmi Tim Indonesia yang akan berlaga di Asian Youth Games (AYG) Bahrain dan Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh tahun 2025. Upacara yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI ini dipimpin langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir dan turut dihadiri oleh Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari. Kehadiran para pejabat tinggi, pelatih, dan perwakilan atlet dalam acara tersebut menjadi simbol kuat bahwa Indonesia tidak hanya mempersiapkan keikutsertaan secara fisik, tetapi juga membawa semangat diplomasi dan kebudayaan. Untuk AYG 2025, Indonesia akan mengirimkan 122 atlet yang akan berkompetisi dalam 21 dari total 26 cabang olahraga. Dari cabang atletik, badminton, hingga pencak silat dan kurash, mereka akan bertanding membawa nama bangsa di panggung Asia. Dipimpin oleh Chef de Mission Akbar Nasution, tim ini juga didukung oleh 51 pelatih dan ofisial serta 20 anggota tim pendukung lainnya. Sementara itu, ISG 2025 akan diikuti oleh 38 atlet yang dipimpin oleh Chef de Mission Endri Erawan. Enam cabang olahraga menjadi fokus, termasuk renang, angkat besi, pencak silat, dan gulat. Ajang ini bukan hanya tentang persaingan, melainkan juga ruang mempererat solidaritas di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Salah satu capaian penting adalah pengakuan pencak silat sebagai cabang resmi perolehan medali di AYG 2025. Ini merupakan hasil dari diplomasi panjang yang menunjukkan semakin terbukanya dunia terhadap budaya Indonesia. Langkah ini juga menjadi batu loncatan menuju harapan tampilnya pencak silat di Olimpiade. Keikutsertaan para atlet muda tidak hanya untuk mengejar kemenangan jangka pendek, tetapi sebagai bagian dari pembinaan menuju Youth Olympic Games Dakar 2026 dan visi besar Indonesia Emas 2045. Fokus jangka panjang ini menekankan pentingnya kedisiplinan, sportivitas, dan karakter unggul. Kemenpora menegaskan bahwa ajang internasional seperti AYG dan ISG adalah sarana penting untuk memperkuat citra positif bangsa. Melalui partisipasi aktif ini, Indonesia tidak hanya menampilkan kekuatan atletiknya, tetapi juga nilai-nilai luhur seperti persatuan, solidaritas, dan semangat pantang menyerah

Garuda United U17 Jadi Bagian dari Program Pembinaan PSSI

Garuda United U17

PSSI resmi mengumumkan Garuda United U17 sebagai tim program pembinaan pemain muda Indonesia yang akan tampil di EPA Super League U18 musim 2025/26. Tim ini dibentuk untuk mempersiapkan generasi baru Timnas Indonesia menuju Piala Asia U17 dan Piala Dunia U17 mendatang, dua ajang yang menjadi target utama federasi dalam pengembangan sepak bola usia muda. Garuda United U17 akan menjalani laga perdananya pada 11 Oktober 2025 menghadapi Semen Padang FC. Tim ini diisi oleh 35 pemain hasil seleksi dari berbagai klub dan sekolah sepak bola terbaik di Indonesia. Dari 35 pemain yang dipanggil, sebagian besar merupakan hasil pembinaan dari SSB dan akademi seperti ASIOP, Taufiq FA, Asiana, hingga klub profesional seperti Persib, Bali United, Persebaya, Madura United, dan Persija. Komposisi ini menunjukkan komitmen PSSI dalam merangkul seluruh ekosistem sepak bola nasional untuk mencetak pemain potensial. Melalui kompetisi EPA Super League, PSSI berharap para pemain mendapat menit bermain yang konsisten dan pengalaman berharga di level kompetitif nasional. Dalam musim perdananya, Garuda United U17 tergabung di Grup A bersama Semen Padang FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, Persijap Jepara, Persita Tangerang, Persija Jakarta, Dewa United Banteng FC, Arema FC, Persik Kediri, dan PSBS Biak. Total, Garuda United U17 bakal melakoni 36 pertandingan pada babak pendahuluan EPA Super League U-18 musim 2025/26. Grup ini dianggap sebagai salah satu yang paling kompetitif karena diisi oleh klub-klub besar dan memiliki tradisi pembinaan kuat. Berikut daftar pemain Garuda United U17 musim 2025/26: Penjaga gawang Syahdan Caesar – ASIOP Seta Bayu Cahyaning – Taufiq FA Fahmi Aziz Arifudin – WBFC Academy Bek tengah Waliyuddin Shofa A – Persib Putu Ekayana Yoga P – Bali United Alberto K Ramendei – PPLP Jayapura Farik Rizqi – Farmel Shoyyo Himawan P – Persis Zidane Raditya Chandra – PPLOP Jateng Persis Solo Bek kanan Farrel Luckyta W – PSS Sleman Efaldus Sereuw – Safin Pati Nova Kurniawan – Borneo FC Bek kiri Real Alvaro Salim – Bali United Made Arbi Ananta – Bali United Pandu Aryo Wicaksono – Asiana Gelandang Fardan Faras Prawita – Borneo M. Azhar Muzzaki – Persebaya Girly Andrade Guevara – Asiana Chico Jericho Y – ASIOP Keanu Sanjaya – Bali United M. Rain Rizki Pamungkas – PPLP Kepri Miraj Riski Sulaiman – Madura United Sayap Peres Akwila Tjoe – Persija M. Nur Hasnuryadi – Barito Putra Faisal Ade – Malut United Rohmat Nurhidayat – PSM Makassar Yulius Stanley – Persebaya Gugum Gumilang – Asiana I Komang Semadi – Bali United Penyerang Dava Yunna Adi – Persebaya Raditya Gemal M – PPOP DKI Fardhan Ary – Madura United Yohanes Yapagaimu – Safin Pati Alfaro Dwi Santosa – SKO Surakarta & Persis Solo Sean Rahman Castor – Asiana

Garuda Muda Ditahan India

Timnas U22 Indonesia

Timnas U22 Indonesia bermain imbang 1-1 melawan India dalam laga uji coba kedua di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin 13 Oktober 2025. Seperti diketahui, laga ini menjadi bagian dari persiapan Garuda Muda menuju SEA Games di Thailand pada Desember mendatang. Sejak awal pertandingan, Indonesia tampil agresif dan langsung menekan pertahanan India. Pada menit ke-7, peluang pertama datang dari umpan silang Frengky Missa yang membentur mistar gawang India yang dijaga oleh Chauhan Dipesh. Tiga menit berselang, Rayhan Hannan nyaris membuka keunggulan setelah menyambar bola liar di kotak penalti, namun tendangannya melenceng tipis di sisi gawang. Serangan balik cepat di menit ke-14 juga nyaris membuahkan hasil ketika Hokky Caraka melepaskan sontekan kaki kanan, tapi bola masih melebar tipis. Indonesia terus menekan. Pada menit ke-15, sundulan Kakang Rudianto memaksa kiper India melakukan penyelamatan gemilang. Meski sempat beberapa kali mengancam, Timnas U22 belum mampu memecah kebuntuan. Petaka datang di menit ke-29 saat Rayhan Hannan harus ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Arlyansyah Abdulmanan. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0. Memasuki babak kedua, pelatih Indra Sjafri melakukan rotasi pemain, salah satunya memasukkan Wigi Pratama. Namun justru India mampu mencetak gol lebih dulu di menit ke-46 lewat pemain pengganti, Thingujam Korou Singh, yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia. Tertinggal satu gol, Indonesia mencoba membalas. Menit ke-52, tembakan keras Frengky Missa dari luar kotak penalti sempat mengenai pemain India dan hanya menghasilkan sepak pojok. Enam menit kemudian, aksi solo run Tony Firmansyah juga hampir berbuah gol, namun kembali membentur pemain lawan. Usaha keras Indonesia akhirnya membuahkan hasil di menit ke-70. Dony Tri Pamungkas mencetak gol penyeimbang lewat eksekusi tendangan bebas indah. Menariknya, Dony juga mencetak gol pada laga uji coba pertama melawan India beberapa hari sebelumnya. Menit ke-76, Indra Sjafri kembali melakukan sejumlah pergantian untuk menyegarkan tim. Jens Raven, Robi Darwis, Mikael Tata, Rifqi Ray, dan Zanadin Fariz masuk menggantikan beberapa pemain lainnya. Enam menit jelang waktu normal berakhir, Brandon Scheunemann dan Ricky Pratama juga mendapat kesempatan tampil. Meski kedua tim berusaha mencetak gol tambahan, skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Garuda Muda Takluk Dari India

Timnas Indonesia U22

Timnas Indonesia U22 harus mengakui keunggulan India dengan skor 1-2 dalam laga uji coba internasional yang digelar di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat 10 Oktober 2025 malam. Meski hasil akhir belum berpihak pada Garuda Muda, pertandingan ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi dan evaluasi menjelang SEA Games 2025 di Thailand. Pelatih Indra Sjafri menurunkan kombinasi pemain muda dan berpengalaman untuk menguji berbagai skema permainan. Sejak menit awal, pertandingan berjalan cepat dan terbuka. Namun, kesalahan di lini belakang membuat Indonesia kebobolan cepat pada menit ke-4. Umpan yang tidak sempurna berhasil dicuri oleh Suhail Ahmad Bhat, yang kemudian menuntaskannya dengan tembakan keras ke gawang Cahya Supriadi. India unggul 1-0. Indonesia berupaya bangkit. Menit ke-10, Toni Firmansyah hampir menyamakan kedudukan setelah berhasil mencuri bola di area pertahanan lawan, namun tembakannya masih diblok bek India. Tak lama kemudian, Hokky Caraka mencoba peruntungannya lewat tembakan jarak jauh, namun bola masih bisa diamankan kiper India, Kaithamalai Mohanraj. Petaka kembali datang di menit ke-25. Melalui skema serangan balik cepat, India menambah keunggulan lewat Suhail yang mencetak gol keduanya malam itu. Indonesia tertinggal 0-2. Namun semangat juang Garuda Muda tidak surut. Tim asuhan Indra Sjafri terus menekan hingga akhirnya Dony Tri Pamungkas memperkecil ketertinggalan lewat sepakan keras kaki kanannya di menit ke-41. Bola melesat deras ke pojok kanan atas gawang India tanpa mampu dijangkau kiper. Skor 1-2 menutup babak pertama. Memasuki babak kedua, Indra Sjafri melakukan rotasi besar untuk memberikan kesempatan bermain kepada seluruh pemain. Victor Dethan, Cahya Supriadi, Frengky Missa, Ananda Raehan, Toni Firmansyah, dan Alfharezzi Buffon ditarik keluar, digantikan oleh Ardiansyah, Rahmat Arjuna, Raka Cahyana, Arkhan Fikri, Mikael Tata, dan Rivaldo Pakpahan. Menit ke-59, Jens Raven masuk menggantikan Hokky Caraka sebagai target man. Pergantian tersebut membuat permainan Indonesia lebih dinamis. Pada menit ke-64, Rahmat Arjuna melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti, namun umpannya gagal disambut rekan setim. Peluang kembali hadir di menit ke-74 melalui situasi bola mati, ketika Arkhan Fikri mengirimkan umpan dari tendangan bebas yang menghasilkan tendangan sudut. Meski terus menekan, Indonesia belum mampu menambah gol hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 1-2 bertahan untuk kemenangan India. Garuda Muda dijadwalkan kembali menghadapi India pada Senin, 13 Oktober 2025, di Stadion Madya, Jakarta. Laga kedua ini akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperbaiki hasil sekaligus menguji kesiapan para pemain menjelang SEA Games 2025.

Kualifikasi Piala Dunia 2026: Indonesia Takluk Atas Arab Saudi

Kualifikasi Piala Dunia 2026

Hasil Timnas Indonesia vs Arab Saudi di Grup B Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 (WCQ) Zona Asia, berakhir 2-3 untuk The Green Falcons. Pertandingan di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, berlangsung Kamis (9/10/2025). Timnas Indonesia tampil menyerang sejak pluit babak pertama dibunyikan. Menit 5, Indonesia membuka peluang yang berawal dari skema set piece tendangan bebas. Tandukan Jay Idzes terkena tangan pemain Arab Saudi. Cek VAR, Tim Garuda mendapat hadiah penalti. Kevin Diks maju sebagai eksekutor, berhasil melaksanakan tugas dengan baik. 1-0 Indonesia memimpin pada menit 7. Timnas Arab Saudi meningkatkan tekanan. Menit 17 tuan rumah menyamakan skor lewat tembakan jarak jauh oleh Saleh Abu Al Shamat. Skor Indonesia vs Arab Saudi kembali imbang 1-1. Menit 23, Arab Saudi mendapat peluang emas. Diawali oleh penetrasi Nawaf Bu Washl dari sayap kanan. Beruntung tembakan keras yang ia lepaskan masih bisa diselamatkan Maarten Paes. Menit 34, Yakob Sayuri menarik jersey pemain Arab Saudi di kotak terlarang. Cek VAR, Arab Saudi mendapat penalti. Firas Al Buraikan sukses menjadi eksekutor. Saudi berbalik memimpin 1-2. Awal babak kedua, tim pelatih Patrick Kluivert menarik keluar Beckham Putra, digantikan Eliano Reijnders. Gelombang serangan para pemain Arab Saudi masih mengalir pada babak kedua. Menit 56, tandukan Firas Al Buraikan dari posisi yang sangat ideal, sanggup diselamatkan oleh Paes. Tak lama berselang. Menit 62, Firas Al Buraikan kembali menjebol gawang Maarten Paes, lewat rebound dari bola muntah usai Paes melakukan penyelamatan. Skor 1-3 untuk Arab Saudi. Menit 86, Nawaf Bu Washl hands ball di kotak terlarang. Cek VAR, Timnas Indonesia kembali mendapat penalti. Kevin Diks berhasil memperkecil ketinggalan, 2-3. Skor tak berubah sampai wasit meniup peluit panjang tanda akhir pertandingan. Skor akhir Indonesia vs Arab Saudi 2-3. Kekalahan ini membuat posisi Tim Garuda kian sulit di Grup B Ronde 4 WCQ 2026 Asia. Pasalnya regulasi di babak ini hanya memberikan tiket lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 kepada tim juara grup. Selepas ini Tim Garuda akan melakoni matchday 2 Grup B kontra Irak, pada Minggu (12/10/2025) pukul 02.30 WIB. Timnas Indonesia wajib menang demi memelihara kans lolos lewat playoff, dengan cara mengamankan posisi runner-up grup. Starting Line-up Indonesia vs Arab Saudi Timnas Indonesia (4-3-3): Maarten Paes (GK); Yakob Sayuri, Kevin Diks, Jay Idzes, Dean James; Joey Pelupessy, Marc Klok, Ricky Kambuaya; Miliano Jonathans, Ragnar Oratmangoen, Beckham Putra Pelatih: Patrick Kluivert. Timnas Arab Saudi (4-2-3-1): Nawaf Al Aqidi (GK); Nawaf Boushal, Jehad Thakri, Hassan Al Tambakti, Moteb Al Harbi; Abdullah Al-Khaibari, Musab Al-Juwayr; Nasser Al-Dawsari, Saleh Abu Al-Shamat, Salem Al-Dawsari; Firas Al Buraikan Pelatih: Herve Renard.

Ditutup Menpora, Inilah Juara Piala Presiden U12 dan U15 2025

Menpora Erick Saat Menyerahkan Hadiah di Festival Sepak Bola U12 dan U15.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir menghadiri Upacara Penutupan Festival Sepak Bola U12 dan U15 Piala Presiden 2025 di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Kamis (2/10) lalu. Dalam kesempatan itu Menpora menyaksikan secara langsung laga final kategori U-15 yang mempertemukan tim Asti Kudus melawan PS Malaka Kupang. Seusai laga yang dimenangkan Asti Kudus 1-0 tersebut, Menpora Erick melakukan penyerahan piala kepada tim-tim juara dalam turnamen ini. Menpora Erick mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekolaborasi menyelenggarakan kejuaraan ini. Mulai dari Kemenpora, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan juga PSSI. Hal ini membuktikan bahwa apabila dilakukan dengan bekerja sama maka semua pekerjaan akan terasa ringan. “Apalagi kerja sama ini untuk masa depan anak muda Indonesia. Tidak hanya tadi bermain sepak bolanya, tetapi pembentukan karakter anak muda,” jelas Menpora Erick. “Kita harus bisa menciptakan anak muda yang berani bermimpi, berkarya dan cinta Tanah Air, dan kita tanamkan ke mereka, nilai-nilai patriotik, gigih, tetapi juga empati,” imbuh Menpora. Menpora Erick menegaskan Kemenpora akan terus menjalankan program-program seperti Piala Presiden ini di daerah. Bukan hanya untuk cabang olahraga sepak bola, melainkan juga untuk cabang-cabang olahraga lainnya. Apalagi para peserta kejuaraan ini begitu antusias dan berharap kejuaraan seperti ini terus digelar. Salah satunya disampaikan Lionel Watekukly dari SSB Petra Sentani Papua. Dalam surat kepada Menpora yang dibacakannya, mengharapkan Kemenpora bisa melanjutkan Piala Presiden ini untuk generasi-generasi sepak bola usia dini berikutnya. Apalagi menurutnya Piala Presiden ini membuatnya memiliki banyak saudara dari Aceh hingga ke Papua. “Bapak, kami mohon teruskan dan lanjutkan program Piala Presiden ini sampai nanti adik-adik kami merasakannya. Bapak, dengan harapan baru di tangan Bapak sebagai Menpora, kami yakin sepak bola usia dini akan semakin berkembang dan maju,” ujar Lionel yang bermain di kategori U12. “Lanjutkan ya Pak, Piala Presiden setiap tahun. Sampaikan kepada Bapak Presiden, terima kasih dari kami anak-anak indonesia,” sambungnya. Diketahui dalam Piala Presiden ini untuk kategori U12 diikuti 18 tim dengan 252 pemain. Sementara untuk kategori U15, diikuti 16 tim dengan 288 pemain. Secara keseluruhan, hadir 34 tim dengan 540 pemain yang datang dari berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Ternate, Makassar, dan Jayapura hingga Medan, Padang, Jakarta, Surabaya, dan Lombok.