Bulutangkis: Sosok Ibunda Menambah Semangat Rezha Meraih Prestasi

Rezha-Arzhan-Hidayat-Saat-Bertanding-Di-Liga-Mahasiswa

Kerja keras seorang ibu memang tidak bisa terbayarkan oleh apapun yang ada di dunia ini. Kasih sayang dan ketulusan menjadi dasar bahwa cinta yang di miliki seorang ibu, niscaya sebuah cahaya dalam kegelapan yang dapat menuntun menuju arah kesuksesan. Rezha, cowok dengan nama lengkap Rezha Arzhan Hidayat ini merupakan salah satu atlet bulutangkis Indonesia yang pernah mengikuti berbagai kejuaraan seperi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas), Brawijaya Malang Open, Liga Mahasiswa Nasional dan masih banyak lagi. Rezha yang juga adalah salah satu mahasiswa berprestasi di Universitas Negeri Yogyakarta, baginya perjuangan sang ibunda yang mengantarkan ia dari Yogyakarta ke Gunung Kidul merupakan pengalaman yang tidak pernah ia lupakan. “Dulu saya pernah diantar mama naik motor dari Jogja ke Gunung Kidul. Saya menginap disana tapi mama langsung pulang, karena masih ada kerjaan. Terus mama nyusul lagi, dan ikut menginap dengan teman-teman satu tim saya. Saya gak nyangka saat itu saya mendapatkan juara pertama ditingkat provinsi. Sosok mama memberikan kesan semangat, yang mengantar dan menjaga saya untuk terus fokus dipertandingan,”ujarnya Ibunda Rezha selalu hadir disetiap pertandingan Rezha, baik yang diselenggarakan di dalam ataupun luar kota. Namun, saat bertanding di Semarang adalah pertandingan terakhir yang ibunda Rezha hadiri dan ikut menginap. Sehabis pulang dari Semarang, ibunda Rezha di vonis mengalami gagal ginjal. “Semenjak mama sakit, mama hanya hadir berikan support, tapi ketika saya masuk babak semi final atau final. Saya sangat semangat, dulu sebenarnya sebelum mama sakit agak gak seneng, karena pasti bikin saya gak tenang. Namun semenjak mama sakit, saya pengennya ditonton mama, karena mama juga senang nonton saya dan bisa jadi hiburan untuk mama.”tutur cowok yang berusia 22 tahun ini Rezha yang saat ini menempuh pendidikan di jurusan Pendidikan Olahraga, sudah menggeluti bulutangkis sejak 13 tahun lalu. Meski pernah mengalami cedera, Rezha mampu bangkit jika menginggat bahwa cedera atau kalah merupakan rezeki dari Tuhan. “Saya ingat kalau rezeki sudah Allah atur. Ingat saya juga banyak dikasih rezeki dan bisa diluar dugaan saya.”tutupnya(put/adt)

Lima Merek Raket Bulutangkis Yang Banyak Digunakan di Indonesia

Lima-Merek-Raket-Bulutangkis-Yang-Banyak-Digunakan-di-Indonesia-1

Berbagai merek raket sudah memenuhi pasar cabang olahraga bulutangkis. Untuk membeli raket dapat ditentukan dari gaya pemain dalam menyerang, bertahan dan menjaga keseimbangan. Selain itu, berat dari raket, fleksibilitas dan ukuran genggaman tangan juga menentukan kenyamanan saat bermain bulutangkis. Berikut 5 merek raket yang sudah banyak digunakan di Indonesa. 1.Yonex Merek asal Jepang ini sudah sangat populer di dunia. Yonex telah menciptakan raket dengan kualitas tinggi dan banyak digunakan pada pertandingan internasional. Yonex diyakini sudah mendominasi hingga 80% penggunaan raket di Indonesia. Para atlet bulu tangkis Indonesia juga sudah menggunakan merek ini, seperti Tommy Sugiarto, Greysia Polii Taufik Hidayat dan Candra Wijaya Di tahun 2007, Yonex merayakan ulangtahun yang ke 25 dengan menjadi sponsor utama  kompetisi internasional All England. Yonex juga banyak digunakan diberbagai pertandingan seperti Olimpiade Beijing, Sudirman Cup dan juga menjadi partner Badminton World Federation (BWF). Salah satu jenis yang menjadi produk terlaris dari Yonex adalah jenis Yonex Arcsaber FB yang memiliki berat yang ringan dan dapat menghasilkan keseimbangan yang baik.

Badminton: Di Pasangkan Oleh Orang Yang Belum Di Kenal, Beno Tetap Mampu Raih Medali Emas

Beno-Drajat-Badminton

Prestasi cemerlang berhasil diukir Beno pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017. Pasalnya ia meraih 1 medali emas, 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Beno yang pada saat itu mewakili wilayah Jawa Barat dalam cabang olahraga badminton. Cowok dengan nama lengkap Beno Drajat ini sudah menekuni badminton sejak duduk dibangku sekolah dasar. Dalam ajang POMNas di kategori ganda putra, Beno dipasangkan bersama partner yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Meski begitu, ia tetap mampu membawa pulang medali emas. “Di ganda putra saya bersama teman sekampus saya dan saya sebelumnya belum pernah main. Tapi alhamdulilahnya kita dapat medali emas. Emang sebelumnya kita bisa rame main lawan tuan rumah, tapi waktu itu emang harus adaptasi lagi sama partner. Sesudah itu kita bisa main enak sampai ke final,”ujarnya Meski sempat berhenti bermain badminton karena latihan fisik yang cukup keras, Beno pun kembali bangkit berkat dukungan keluarga dan teman-teman dekat. Beno yang kini telah meninggalkan club badmintonnya telah berfokus untuk mewakili kampus yang memberikannya beasiswa, Universitas Komputer Indonesia (Unikom) di Bandung. “Setelah saya keluar dari club dan memulai kuliah karena prestasi saya waktu itu lagi turun, saya harus banting setir. Tapi di kuliah masih badminton jadi ya sekarang kalo pertandingan bawa nama kampus. Apalagi saya dapat beasiswa juga, jadi saya harus banyak ngasih yang terbaik untuk Unikom,”ucap cowok yang berusia 20 tahun ini Beno yang saat ini mengambil jurusan Manajemen pun memiliki pandangan tentang bagaimana badminton di Indonesia. Menurutnya, olahraga badminton dalam sektor tunggal putri di Indonesia masih belum menonjol. “Pastinya badminton lebih bagus ya apalagi sebelumnya di ganda putri lagi turun dan sekarang sudah mulai naik lagi. Cuma tinggal di tunggal putri saja kayaknya masih belum terlalu menonjol gitu. Tapi kalau lebih giat dan berusaha yang maksimal pasti lebih bagus lagi dari sebelumnya,”tutupnya(put/adt)

Animo Sangat Tinggi, Tujuh Universitas Ikuti LIMA Football

Tim-dari-LIMA-sedang-melaksanakan-pertemuan

Liga Mahasiswa (LIMA) ajang kompetisi bagi mahasiswa dengan tujuan untuk mempererat pertemanan antar universitas yang ada di Indonesia. LIMA mempunyai lima cabang olahraga (cabor) yakni renang, futsal, basket, bulutangkis dan renang. Nah, LIMA baru saja menggelar empat cabor yang dipertandingkan yaitu renang, futsal, basket dan bulutangkis, baik tingkat reguler maupun Nasional. Kali ini, LIMA menggelar LIMA Football dengan tajuk LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta and Nusantara Conference 2017 yang rencananya akan dilaksanakan di Stadion Universitas Indonesia (UI), Depok pada 16-23 November 2017. Management Consultant LIMA, Achmad Lanang mengatakan, alasan LIMA menggelar cabor sepakbola yakni untuk membantu sepakbola Indonesia lebih maju. Ditambah, animo dari Universitas yang sangat tinggi dalam cabor sepakbola. “Alasan mengapa LIMA membuka cabor sepak bola karena minat tinggi, dan juga sepak bola merupakan olahraganya Indonesia”, ujar Achmad. Sementara itu, Manajer Departemen Kompetisi dan Pertandingan LIMA, sangat senang melihat antusias universitas untuk mengikuti cabor sepakbola. Apalagi, banyak universitas yang sudah menantikan cabor sepakbola. “Ada peserta yang sudah menantikan pelaksanaan cabor sepak bola di LIMA. Mereka pun langsung mendaftarkan timya untuk mengikuti LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta and Nusantara Conference 2017 ini,” pukasnya. Tujuh universitas yang akan mengikuti LIMA Football yakni Unviersitas Budi Luhur, Universitas Pelita Harapan, Universitas Indonesia, Universitas Muhamadiyah Jakarta, Universitas Trisakti, Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Islam Indonesia (Yogyakarta).(pah/adt)

Astec, Merek Buatan Pemain Legendaris Bulu Tangkis Indonesia

Astec-Merek-Buatan-Pemain-Legendaris-Bulu-Tangkis-Indonesia-1

Bagi kamu pecinta bulutangkis Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan pasangan atlet legendaris Bulu Tangkis Indonesia, Susi Susanti dan Alan Budikusuma. Pasangan yang pernah mengharumkan nama Indonesia ke taraf Internasional ini, sekarang sudah merambah dunia bisnis peralatan olahraga. Mereka memilih nama Astec yang merupakan singkatan dari Alan Susi Technology dengan nama perusahaan PT. Astrindo Jaya Sport. Meski keduanya kini tidak aktif menjadi atlet bulutangkis, mereka tetap mendukung perkembangan bulutangkis Indonesia dengan membangun bisnis peralatan oahraga yang lebih difokuskan ke raket bulutangkis. Perjalanan membangun bisnis ini tidak mudah dan banyak mengalami jatuh bangun. Bagi Alan, ia sudah mencoba berbagai merek dan jenis raket-raket dari merek internasional dan nasional. Secara tidak langsung ia bisa membedakan raket yang bagus dan tidak serta mengetahui apa saja kekurangan dan kelebihan dari raket bagi pemain yang menggunakannya. Di Indonesia sendiri sudah banyak merek-merek yang memenuhi pasar olahraga. Alan sempat takut untuk bersaing. Namun dengan segala keyakinannya, ia tetap menekuni bisnis ini dengan menjadi sponsor-sponsor di berbagai turnamen bulutangkis dan menjadi mitra diberbagai sekolah bulutangkis. Astec pun menggandeng atlet-atlet bulutangkis muda untuk menjadi Brand Ambassador seperti Simon Santoso, Gloria Emanuelle Widjaja, Alexander Ronald, dan Bellatrix Manuputty. Raket Astec hadir dengan berbagai tipe dan harga yang berbeda-beda seperti  Astec Aero Legend Alan Series dan Astec Aero Legend Susi Series, Astec Aerohuricane, Astec Aero Tornado dan masih banyak lagi. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 300.000 hingga Rp. 2.000.000. Tidak hanya raket, Astec pun banyak mengeluarkan produk olahraga lain seperti sepatu, tas olahraga, baju, celana dan sebagainya. Untuk raket dari Astec memang sangat enak digunakan untuk smash karena dapat menambah kekuatan. Harga yang terjangkau juga menjadi pertimbangan untuk membeli merek lokal ini. Selain itu, raket Astec juga mudah digunakan bagi pemula karena ringan dan dapat menjaga keseimbangan. Untuk bermain dengan menyerang Astec juga enak digunakan. Namun, jika digunakan untuk bertahan agak kurang dan tidak dapat menahan getar. Tak hanya itu, ketahanan dari raket Astec juga kurang dan mudah tergores jika menyentuh lapangan. Raket Astec memang disarankan untuk pemain tunggal dibandingkan pemain ganda. Merek buatan lokal seperti ini memang patut didukung agar dapat bersaing dengan merek-merek lain yang sebelumnya sudah mendominasi. Mari dukung produk buatan Indonesia.

Mentari, Atlet Cantik Pembawa Medali Emas Pada Ajang BWF World Junior Championships 2017

Mentari-Atlet-Cantik-Pembawa-Medali-Emas-Pada-Ajang-BWF-World-Junior-Championships-2017

Ajang Blibli.com BWF World Junior Championships 2017 telah usai. Indonesia membawa pulang 5 medali. Salah satu yg membawa medali emas adalah Pitha Haningtyas Mentari yang dipasangkan dengan Rinov Rivaldy. Pitha Haningtyas Mentari merupakan atlet muda badminton asal Jakarta yang berusia 18 tahun. Gadis cantik dengan nama panggilan Mentari ini menuturkan rasa senangnya ketika membawa emas untuk Indonesia. “Bersyukur dan seneng banget pastinya bisa dapet medali emas di World Junior Championships (WJC) pertama dan terakhir dalam tahun ini” tuturnya Tak hanya dengan Rinov, Mentari juga dipasangkan dengan Serena Kani dalam kategori ganda putri. Tak mudah harus disandingkan dengan 2 pasangan sekaligus dalam satu ajang. Namun, Mentari tidak butuh latihan khusus untuk menyatukan kesamaan dengan pasangannya. “Latihan khusus sih gak ada, cuma kan memang untuk ganda campuran saya dengan partner hanya punya waktu 2 minggu untuk latihan. Kalau ganda putri memang sudah partneran dari Asian Junior Championships dan memang sudah sering latihan. Kuncinya komunikasi, saling support, tenang, sabar, yakin dengan partner, percaya sama kemampuan yg kita punya dan yang pasti harus fokus” ujarnya Atlet yang sudah bermain badminton sejak usia 7 tahun ini menceritakan pengalaman berkesan ketika mengikuti World Junior Championships di Yogyakarta lalu. Tak hanya itu, ia juga menuturkan perasaannya ketika bertemu wakil Indonesia juga saat babak final. “Yang berkesan saat lawan Lee Yu Rim / Kim Won Ho asal Korea. Kim Won Ho pemain yang bagus dan tahun ini dia sudah juara Grand Prix. Lee Yu Rim pun bukan pemain yg biasa biasa saja, mereka seeded 1 kemarin dan kami bisa menang 2 set langsung. Kalau yang final, ya diluar kita memang teman tapi di dalam lapangan kan kita musuh, jadi ya gak ada yg mau kalah dan juara ini pun untuk Indonesia” ucapnya Mentari juga memberikan pesan bagi para anak-anak yang memiliki cita-cita sebagai atlet terutama cabang olahraga badminton. “Semangat terus, jangan pernah nyerah, kejar terus cita cita nya” tutupnya

Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017, Rinov Dan Erich Menjadi Satu-Satunya Harapan Indonesia

ldy-Yeremia Erich Yoche Yacob_wjc2017_perorangan_19-10_2

Setelah pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Adnan Maulana harus mengakui kekalahan oleh Korea dengan skor 9-21 dan 18-21, kini Rinov Rivaldy/Yeremia Erich Yoche Yacob menjadi satu-satunya harapan pada kategori ganda putra untuk maju ke babak perempat final, pada ajang Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017. Kemenangan Rinov/Yeremia berhasil diraih setelah menaklukkan pemain andalan asal India, Krishna Prasad Garaga/Dhruv Kapila dengan skor 21-17 dan 21-17. Meskipun sebenarnya mereka lebih difokuskan untuk ganda campuran, tetapi Rinov/Yeremia mengaku siap untuk menjadi harapan Indonesia dan keduanya akan berjuang dengan maksimal. “Meskipun latihan ganda putra tidak terlalu maksimal, tetapi kami ingin berusaha menampilkan permainan terbaik saja di babak berikutnya. Yang pasti kami akan tetap fokus di dua nomor tesebut, apalagi menjadi ganda putra satu-satunya yang tersisa, kami semakin termotivasi”, tutur Yeremia yang dilansir pada djarumbadminton.com. Yeremia juga menambahkan, bahwa permasalahan fisik yang terkuras harus memiliki persiapan untuk hari-hari berikutnya dan kelelahan bukanlah alasan. “Kalau masalah fisik pastinya semakin hari semakin terkuras, tapi kami sudah mempersiapkan kemungkinan seperti ini sejak jauh-jauh hari, jadi tidak akan ada alasan kelelahan atau sebagainya, pokoknya main semaksimal mungkin,” ucap Yeremia. Pada babak perempat final nanti Rinov/Yeremia akan berlaga melawan ganda putra asal Taipei Chuang Pu Sheng/Lin Yu Chieh, yang sebelumnya telah menaklukkan dengan 3 game pasangan Christopher/Matthew Grimley asal Skotlandia dengan skor 20-22, 21-17, dan 21-16. (put/adt)

Tiga Pasangan Ganda Putra Indonesia Lolos Ke Babak Ketiga Yonex Sunrise BWF WJC 2017

hibul Fikri dan Adnan Maulana_wjc2017_perorangan_17-10_5

Tiga pasangan ganda putra Indonesia pada ajang Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017 yang sedang diadakan di Yogyakarta, berhasil masuk ke babak ketiga. Mereka adalah Muhammad Shohibul Fikri/Adnan Maulana, Ade Bagus Sapta Ramadhany/Ghifari Anandaffa Prihardika dan Rinov Rivaldy/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Seperti yang dilansir pada situs djarumbadminton.com, pasangan Adnan/Fikri lebih tenang dalam bermain dan mampu menguasai keadaan. “Hari ini mainnya sudah lebih rileks dan tidak tegang. Kami sudah mulai terbiasa dan tidak ada kendala berarti. Kami menjaga no lobnya aja karena mereka bagus di sana” ungkap Adnan. Mereka optimis akan lolos ke babak semifinal dan akan memberikan yang terbaik dalam babak ketiga. “Besok kasih yang terbaik saja. Main lebih safe karena tadi masih banyak mati sendiri. Target awal saat ini semifinal dulu, semoga nanti bisa juara” ucap Fikri. Dalam babak kedua, pasangan Adnan/Fikri mengalahkan pasangan dari Belgia dengan skor 21-15 dan 21-15 dan akan bertemu dengan Robert Cybulski/Tymoteusz Malik pasangan asal Polandia. Selain Adnan/Fikri, pasangan Rinov/Yeremia akan bertemu dengan Jepang setelah menaklukkan Chow Hin Long/Mak Pak Ngai asal Hongkong. Sedangkan pasangan Ade/Ghifari akan bertemu perwakilan dari China, Di Zijian/Wang Chang setelah mengalahkan Mathieu Morneau/Nicolas Nguyen pasangan ganda putra dari Kanada. Itu dia tiga pasangan ganda putra Indonesia yang lolos ke babak ketiga Yonex Sunrise BWF WJC 2017.(put/adt)

Tunggal Putri Indonesia Berhasil Kantongi Tiga Tiket Untuk 16 Besar

thumb-Aurum Oktavia Winata_wjc2017_perorangan_16-10_6

Menyusul keberhasilan dari pasangan ganda putra, 3 tunggal putri Indonesia lolos ke babak 16 besar dalam ajang Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017 yang kini berlangsung di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Kemenangan diawali oleh Gregoria Mariska Tunjung yang menaklukkan Korea dengan skor 21-9 dan 21-5. Disusul oleh Aurum Oktavia Winata yang menang atas Malaysia dengan skor 21-12 dan 21-6. Di tutup dengan tunggal putri Indonesia yaitu Choirunnisa yang berhasil mengalahkan Park Ga Eun setelah melewati tiga games dengan skor 21-18, 20-22 dan 21-14. Kunci kemenangan Aurum pada game kali ini adalah bermain dengan tenang. Selain itu, ia juga menerapkan beberapa strategi yang ia susun bersama pelatih dengan melihat video pertandingan lawan yang akan ia hadapi. “Pertandingan hari ini hawanya lebih tenang. Mungkin karena kemarin-kemarin sudah main, jadinya lebih tenang. Lawan yang tadi sudah lihat di video, saya banyak jagain bola-bola depannya lawan. Di game kedua saya coba servis pendek, karena dia nggak enak nerimanya. Dia lebih nyaman menerima servis panjang,” ucap Aurum, seperti yang dilansir pada djarumbadminton.com Pada game bulutangkis selanjutnya, Aurum akan bertemu dengan tunggal putri asal Vietnam, yaitu Thi Anh Thu Vu. Ia mengaku bahwa Thi Anh Thu Vu bermain dengan bagus dan telah berhasil mengalahkan pemain tunggal putri lain. “Besok lawan Vietnam, dia mainnya lumayan bagus. Di Malaysia (International Junior Open 2017) kemarin dia mengalahkan teman saya (Eprilia Mega Ayu Swastika), tapi dia kalah sama Asty (Dwi Widyningrum). Saya ingin lebih menjaga feeling buat menurunkan bola, buat menyerang. Sama main fokus dan konsentrasi,” tuturnya.(put/adt)

Setelah 25 tahun, Indonesia Kembali Menjadi Tuan Rumah BWF World Junior Championships Yang Diikuti 65 Negara

Chairunnisa pemain tunggal putri Indonesia yang berlaga di ajang BWF World Junior Championships Foto: http://badmintonindonesia.org/

BWF World Junior Championships kembali diadakan di Indonesia. Perhelatan yang pernah diadakan pada tahun 1992 di Jakarta, kini memilih Yogyakarta sebagai tuan rumah, event bergengsi tersebut bertempat di GOR Among Rogo Yogyakarta yang digelar pada 9 Oktober sampai 22 Oktober 2017 mendatang. Dengan nama Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships, kompetisi bulutangkis level junior ini akan diikuti 65 negara dengan usia dibawah 19 tahun. Dalam rilis yang dimuat dalam situs Blibli.com, ketua panitia penyelenggara sekaligus Sekretaris Jendral PP PBSI Achmad Budiharto menuturkan harapannya kepada pemain Indonesia karena Indonesia menjadi tuan rumah sehingga akan menambah semangat, energi positif dan daya juang bagi para pemain muda. Dukungan dari masyarakat pun akan besar. Acara ini akan dibagi menjadi 2 pekan. Di pekan pertama diadakan kompetisi beregu campuran yang memperebutkan Piala Suhandinata dan dipekan kedua akan diadakan kompetisi perorangan (Eye Level Cup). Demi kelancaran acara ini, para panitia menggelar pelatihan secara khusus yaitu Training Camp 2017 Road to World Junior Championships yang dilakukan di GOR Bulutangkis Djarum–Magelang pada 23 September sampai 5 Oktober 2017 lalu. Christian Hadinata bersama sejumlah pelatih lainnya dari menjadi mentor untuk para pebulutangkis junior selama kegiatan Training Camp.(put/adt)

Hebat, Nama Orang Indonesia Ini Terpilih Menjadi Nama Piala Kompetisi Bulutangkis Junior, Siapakah Dia?

Suharso Suhandinata yang namanya diabadikan sejak tahun 2008 di India, untuk digunakan sebagai nama piala kategori beregu campuran (mixed team) Yonex Sunrise BWF World Junior Champhionships yang diikuti oleh 45 Negara

Nama Piala Suhandinata telah dipilih sejak tahun 2008 di India, ketika menjadi tuan rumah pada kompetisi bulutangkis junior. Nama piala Suhandinata resmi diabadikan untuk kategori beregu campuran (mixed team). Suhandinata diambil dari nama orang Indonesia yaitu Suharso Suhandinata yang merupakan orang berjasa dalam dunia bulutangkis baik di Indonesia maupun di dunia. Suharso Suhandinata adalah sosok yang telah menyatukan dua federasi bulutangkis yaitu International Badminton Federation (IBF) dengan Badminton World Federation (BWF). Selain itu, Suharso Suhandinata juga memberikan nama Sudirman pada turnamen beregu campuran bulu tangkis dunia. Pada kategori beregu campuran di kompetisi Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Champhionships 2017 yang diadakan di Yogyakarta, akan diikuti oleh 45 negara. Indonesia sendiri mengirimkan 16 pemain yang memperebutkan Piala Suhandinata ini yang terdiri dari 8 pemain putra dan 8 pemain putri.(put/adt)

Indonesia seleksi ketat pemain dalam BWF World Junior Champhionships 2017

susi-susanti

Kompetisi Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Champhionships 2017 yang diadakan di Yogyakarta diikuti oleh 65 negara dan pemain yang diberusia dibawah 19 tahun. Indonesia mengirimkan masing-masing tiga wakil untuk ganda putra dan ganda. Empat wakil Indonesia untuk tunggal putra dan tunggal putri serta ganda campuran, menurunkan empat perwakilan. Mengingat Indonesia belum pernah membawa pulang medali lagi setelah kompetisi World Junior Champhionships 2012, kali ini PBSI melakukan seleksi yang bisa dibilang cukup ketat demi dapat mengharumkan nama Indonesia. Terlebih lagi Indonesia menjadi tuan rumah pada tahun ini setelah 25 tahun. Susi Susanti selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI selaku Manajer Tim Junior Indonesia menuturkan bahwa ia menargetkan Indonesia dapat membawa pulang gelar juara badminton baik untuk kategori perorangan maupun beregu. Untuk itu, Indonesia mengirimkan sejumlah nama yang diharapkan bisa meraih gelar juara seperti Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang menjuarai Asia Junior Championships 2017 pada Juli lalu, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (tunggal putra) dan Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri).(put/adt)

Indonesia Berhasil sabet Dua Mendali Emas pada Korea Open Super Series 2017

Babak Final Kejuaraan Korea Open Super Series 2017 yang berlangsung  di SK Handball Stadium, Seoul, Minggu (17/09) menjadi ladang keberuntungan bagi Indonesia, pasalanya Indonesia bermain apik dan mendominasi Perolehan mendali. Berkat kerja keras, Indonesia berhasil meraih Dua mendali Emas yang di sumbangkan dari pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto dan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan rekannya sendiri, Jonatan Christie. Di kutip dari badmintonindonesia.org, Kemenangan pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto mengalahkan pasangan Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping dalam dua game langsung dengan total skor 21-17 dan 21-18. ini sekaligus membalas pertemuan pertama mereka yang terjadi di Badminton Asia Championships 2017. Saat itu Jordan/Debby kalah 22-24 dan 19-21 dari Wang/Huang. Tak hanya itu, hasil dari  “perang saudara” yang terjadi di sektor tunggal putra, antara Jonatan Christie yang berhadapan dengan Anthony Sinisuka Ginting. pertandingan ini di menangkan oleh Anthony yang berhasil menyabet mendali Emas melalui pertarungan tiga babak dengan hasil skor akhir 21-13, 19-21 dan 22-20. Atas kemenangan Anthony dengan begitu Jonatan Christie menjadi Runner Up pada pertandingan ini. ia menuturkan kepada badmintonindonesia.org, Korean Open Super Series mungkin belum rejekinya, namun ia bersyukur dapat melaju jauh hingga ke Final. Pertandingan Akhir yang mendebarkan dan menjadi penentu satu perolehan mendali Emas melalui sektor Ganda Putra antara Indonesia vs Denmark. pada pertandingan Ini, Kevin Sanjaya Sukamujo/Marcus Fernaldi Gideon di buat kualahan menghadapi pasangan unggulan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. setelah melalui pertandingan panjang tiga babak, Kevin/Marcus kalah dengan prolehan skor 19-21, 21-19 dan 15-21 dalam 68 menit. walaupun tak berhasil menyabet gelar Juara, Kevin/Marcus menjadi Runner Up atas Pertandingan ini. Dengan begitu Indonesia pada ajang Korean Open Super Series berhasil membawa dua gelar Juara dengan perolehan dua mendali Emas dan dua gelar Runner Up dengan Perolehan dua mendali Perak.  

Jonatan Christie Berhasil Melaju ke Semifinal Setelah Kalahkan Jepang di Korea Open Super Series 2017

Jonatan Christie (badmntonindonesia)

Satu lagi wakil Indonesia yang berhasil menuai kesuksesan dengan lolos ke semifinal Korea Open Super Series 2017. Jonatan Christie terus melaju setelah menumbangkan Kazumasa Sakai asal Jepang, lewat tiga babak pertandingan dengan skor 21-13, 16-21 dan 21-19. “Puji Tuhan setinggi-tingginya, dengan bantuan-Nya saya bisa menang kali ini. Saya akui permainan saya tadi belum matang. Dengan kondisi permainan saya yang tadi, saya seperti tidak bisa mengontrol harus menggunakan stroke seperti apa. Di situ saya sebenarnya paham harus main seperti apa, tapi yang keluar tidak sejalan dengan pukulan saya,” kata Jonatan tentang penampilannya kepada badmintonindonesia.org Kemenangannya di perempat final ini rupanya memiliki arti tersendiri buat Jonatan. Sebab pada hari yang sama, Jonatan merayakan hari ulang tahunnya yang ke 20 tahun. “Bersyukur banget ini jadi kado yang indah buat saya. Kemarin malam saya sempat tegang, sedih sama happy, nggak tahu kenapa. Senang karena di delapan besar bisa ketemu Sakai, jadi ada peluang buat lolos. Karena sebelum-sebelumnya saya pasti dapat lawan berat di babak-babak awal,” ungkap atlet kelahiran Jakarta tersebut saat ditemui di SK Handball Stadium, Seoul usai laganya, Jumat (15/9). Berikutnya pada pertandingan semifinal Korea Open Super Series, Jonatan akan berhadapan dengan Wang Tzu Wei, Taiwan. Sebelumnya, tiga kali berhadapan Jonatan belum pernah memperoleh kemenangan satu kali pun. Untuk itu, ia berharap laganya besok bisa membalas tiga kekalahan tersebut. “Pastinya saya akan berusaha semaksimal mungkin. Mudah-mudahan bisa membalas kekalahan sebelumnya, amin,” pungkas Jonatan.

Audisi Umum PB Djarum 2017: 112 Peserta ke Final Tahap kedua

Euforia peserta PB Djarum (Foto: bulutangkis.com)

Pada tahap kedua final Audisi Umum PB Djarum 2017 dipastikan 112 pemain telah lolos dari tahap tersebut. Selanjutnya, mereka akan kembali diuji di dua pertandingan terakhir. Menurut yang dilansir dari cnnindonesia.com (9/9/2017), Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menjelaskan, hasil tersebut dari perdebatan yang cukup panjang para tim pelatih. Hingga akhirnya, mengeliminasi 27 dari 139 atlet yang lolos ke final. Ada juga pertimbangan tambahan dalam tahap kedua ini. “Selain teknik dasar, semangat juang hari ini kalah-menang di tiga pertandingan jadi tambahan pertimbangan. Kalau menang terus tapi kami gugurkan rasanya kurang adil,” kata Fung seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com Dua pertandingan selanjutnya dalam tahapan kedua final audisi, tim pelatih akan lebih selektif dalam memberikan penilaian  Penentuan atlet yang berhak masuk ke karantina. Fung juga menjelaskan materi peserta putra U-11 dan U-13 di audisi kali ini begitu berkualitas daripada materi peserta putri. Dalam perdebatan akan lebih banyak menentukan peserta putra yang lolos karena kualitas putra kali ini cukup merata. Fung menambahkan, apapun hasil nanti, tetap semangat dalam membina dengan bahan animo bulutangkis di Indonesia yang sudah cukup berkembang ini.

Usai Juara AJC 2017, Reyhan Bertekad Lampaui Prestasi Trikus

Anak dari legenda bulutangkis Indonesia Trikus Harjanto, Reyhan Naufal Kusharjanto, meraih prestasi gemilang bersama Siti Fadia Ramadhanti di ajang Asia Junior Championship (AJC) 2017. Ia bertekad untuk bisa melewati torehan prestasi sang ayah  yang merupakan mantan atlet bulutangkis top di nomor ganda campuran hingga mampu merebut perak Olimpiade Sydney 2000. Seperti yang dilansir CNN Indonesia (16/08/2017), Bagi Reyhan, sosok ayah menjadi motivasi terbesar baginya untuk menjalani karier di bidang bulutangkis. Bahkan, ia sampai bertekad untuk bisa melampaui prestasi sang ayah. “Ayah itu jadi motivasi saya main bulutangkis. Saya ingin punya prestasi lebih dari ayah saya yang dapat perak di Olimpiade,” kata Reyhan yang dilansir CNN Indonesia saat konferensi pers pemberian bonus di Jakarta, Selasa (15/8). Trikus sendiri mengatakan bahwa dirinya tak memaksa sang anak untuk mengikuti jejaknya. Lantaran besar di lingkungan bulutangkis, Reyhan juga jatuh cinta pada olahraga tersebut. Duet Reyhan/Fadia diguyur bonus total Rp60 juta dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. Ia berhasil mengalahkan wakil Korea Selatan Sung Seung Na/Ah Yeong Seong di ajang Kejuaraan Asia Junior.

Masuk Pelatnas Merupakan Impian Terbesar Bagi Atlet Bulutangkis Putut Panji Asmoro

Putut-bulutangkis

“Dampak memukul raket dan melompat-lompat membantu meningkatkan kepadatan tulang secara yang alami.” Demikian kutipan dari Jane Taylor, seorang pelatih atlet bulutangkis pribadi di Inggris. Atlet muda bulutangkis bernama Putut Panji Asmoro merupakan Siswa SMAN 3 Tangsel, sudah beberapa kali mendapatkan prestasi dalam olahraga yang menggunakan raket dalam permainannya. Putut, yang sudah berlatih bulutangkis sejak kelas 5 SD ini memang berasal dari keluarga yang turun temurun adalah pecinta olahraga. Namun, Putut juga menambahkan bahwa awal bermain bulutangkis hanya untuk iseng dan mengisi waktu luang saja. “Awalnya cuma ikut pertandingan biasa untuk iseng-iseng. Akhirnya lama kelamaan saya tertarik dan masuk dalam salah satu club bulutangkis.” ujarnya. (02/8) Kepada NYSN siswa kelas XII yang pernah meraih Juara 1 O2SN tingkat Provinsi dan Juara 2 dalam Liga Menpora tingkat nasional ini mengatakan, bahwa peran orang tua dan pelatih tak lepas dari perjuangannya meraih prestasi sampai saat ini. “Orang tua saya sangat berperan dalam mendukung saya, begitupun pelatih saya dari kecil yang biasa saya panggil Kak Jaja. Beliau sangat memotivasi dan mendukung saya selama ini.” kata Putut. Dapat menjadi atlet bulutangkis dan bisa mengikuti berbagai kejuaraan bulutangkis di berbagai tempat, membuat Putut sangat senang karena bisa mempunyai teman-teman baru dan semakin banyak yang memotivasinya. “Saya ingin menjadi pemain nasional dan masuk pelatnas. Di samping itu, saya juga ingin menjadi pengusaha sukses serta bisa kuliah di universitas impian saya yaitu Universitas Brawijaya, Malang. Maka dari itu, hargai waktu sebaik mungkin, jangan disia-siakan dan berlatih terus agar yang diinginkan dapat tercapai.” tuturnya.(crs/adt)

Rahasia Pukulan Smash Tajam di Bulutangkis Untuk Mengalahkan Lawan

Pemain bulutangkis harus menguasai satu teknik untuk mengalahkan lawan. Pada umumnya lawan akan kalah pada saat pemain melakukan teknik pukulan smash. Maka itu, disebut pukulan menyerang karena pukulan smash sering dipakai mematikan lawan.

4 Olahraga Favorit Masyarakat Indonesia

4 olahraga favorit di indonesia

Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh setiap manusia dimuka bumi ini. Olahraga menjadi kebutuhan manusia karena dapat menyehatkan tubuh, olahraga juga berfungsi sebagai salah satu cara refreshing atau melepas rasa penat dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Berbagai macam olahraga sering kita temui. Mulai dari olahraga yang ringan seperti jalan-jalan atau berlari, hingga olahraga berat yang membutuhkan yang dapat menguras energi dalam tubuh dan membutuhkan pemanasan khusus sebelum melakukannya. Nah, di Indonesia sendiri ada berbagai macam jenis olahraga yang menjadi favorit masyarakat. Namun ada 4 olahraga yang paling diminati dan di ikuti oleh masyarakat Indonesia. Olahraga apa saja ya yang menjadi kesukaan masyarakat Indonesia? Berikut ini Adalah 4 Jenis Olahraga Favorit Indonesia: 4. Bulu Tangkis Bisa dibilang inilah cabang olahraga favorit yang membuat Indonesia patut berbangga. Ya, prestasi Indonesia dalam olahraga bulu tangkis memang sangat luar biasa, banyak para pemain yang dapat bersaing hingga di kelas Internasional dan bisa mengharumkan nama Indonesia dengan membawa pulang berbagai medali kemenangan. Tak ayal membuat masyarakat Indonesia menggemari olahraga tangan ini. Badminton merupakan cabang olahraga permainan yang dimainkan dengan menggunakan raket dengan cara memukul dan menangkis shuttlecock. Sebenarnya setiap orang bisa saja memainkan permainan yang sederhana ini, namun ia harus bisa tetap mempertahankan agar nantinya bulu tidak jatuh ke daerah sendiri. 3. Basket Basket merupakan salah satu ekskul terfavorit di berbagai sekolah. Kemudian munculah istilah ‘keren kalau belum ikutan basket’. Orang yang menyukai basket terkenal dengan tubuh yang atletis dan tinggi sehingga banyak dari pemain yang digandrungi oleh kaum hawa. Mereka para wanita akan sangat histeris ketika para pemain basket memasukkan dan menggiring bola basket. Sama halnya seperti sepak bola, permainan basket ini memiliki inti mencetak poin sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan bola kedalam ring. Berbeda dengan sepak bola, basket memiliki 4 babak, masing-masing babak selama 10 menit. 2. Futsal Jaman sekarang olahraga ini memang sedang menjadi trending. Olahraga futsal merupakan olahraga favorit yang hampir mirip dengan sepak bola. Permainan ini memiliki tujuan pemain berusaha mencetak gol ke gawang. Namun perbedaan futsal dan sepak bola ini ialah, lapangannya yang lebih kecil dan terdiri dari 5 orang pemain. Setiap permainan futsal terdiri dari 2 babak yang terdiri dari 20 menit untuk masing-masing babak. Pergantian pemain ketika pertandingan juga tiada batas, namun pergantian penjaga gawang hanya dilakukan ketika bola mati. 1. Sepakbola Inilah olahraga paling digemari oleh seluruh elemen di Indonesia, Sepak bola. Olahraga ini terdiri dari 11 pemain yang terdiri atas 4 posisi. Posisi ini ialah penjaga gawang, gelandang, back dan penyerang. Di Indonesia olahraga sepak bola ini memang sangat populer, bahkan di seluruh dunia jenis olahraga ini juga begitu populer. Buktinya acara pertandingan bola seperti liga Inggris, Piala Dunia selalu saja memperoleh rating yang tinggi. sebenarnya sepak bola juga olahraga favorit yang tidak hanya digandrungi oleh kaum pria, kaum wanita juga banyak yang menyukai olahraga ini. Permainan sepak bola memiliki misi mencetak gol kedalam gawang lawan tanpa melakukan pelanggaran apapun. Ya, sepakbola merupakan olahraga sejuta umat dengan peraturan yang tidak terlalu sulit membuat sepakbola menjadi olahraga nomor satu di Indonesia maupun dunia. Jika pemain top dunia bermain sepakbola di stadion megah, kita yang hanya orang biasa-biasa saja memainkan si kulit bundar di lapangan yang becek, depan rumah orang, maupun di jalan. Itulah mengapa sepakbola disebut olahraga yang merakyat karena sangat cocok untuk semua orang.

5 Jenis Olahraga Terbaik Bagi Penderita Asma

5 olahraga terbaik untuk penderita asma

Penderita asma kerap kali merasa takut kambuh bila berolahraga, dikarenakan bisa memicu serangan asma. Padahal, kamu harus tetap berolahraga demi bisa menjaga kebugaran dan kesehatan. Ini dia solusi untuk kamu: 5 olahraga terbaik yang bisa dilakukan dengan aman bagi penderita Asma 1. Jalan kaki Jalan kaki adalah olahraga ringan, aman, dan mudah bagi penderita asma. Kamu bisa mulai dengan jalan kaki ke sekeliling rumah kamu seperti ke warung, pasar, atau ke rumah tetangga. Bila kamu masih takut kambuh saat berjalan kaki di luar karena suhu udara di luar dingin atau kering, kamu bisa melakukan cara terbaik dengan melakukan treadmil di dalam ruangan. Jalan kaki di luar maupun di dalam ruangan sama-sama terbukti efektif untuk meningkatkan stamina tubuh dan tetap bugar tanpa serangan asma. 2. Yoga Yoga pada umumnya adalah olahraga yang berintensitas rendah. Sehingga mampu untuk melatih tubuh, menenangkan pikiran, membantu untuk memperkuat otot anda, bahkan membantu mengurangi nyeri haid bagi wanita. Sebuah studi menyebutkan, penderita asma yang rutin melakukan yoga minimal 10 jam per minggu dapat mengurangi ketergantungannya pada obat asma. 3. Senam Aerobik Senam aerobik bisa menjadi pilihan penderita asma yang ingin bugar dan tidak lemah. Untuk memulai senam sangat disarankan untuk melakukan pemanasan dan pendinginan sesudah senam. Ada baiknya, senam ini dilakukan di dalam ruangan, karena faktor suhu udara di luar dan antisipasi efek kelelahan saat aerobik yang memicu asma. Aerobik meliputi treadmill dalam ruangan, berlangsung 35 menit (dibagi menjadi 5 menit pemanasan, 25 menit latihan aerobik, dan 5 menit pendinginan). Studi yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Thorax menunjukkan, bahwa latihan aerobik secara signifikan mengurangi asma dibandingkan dengan mereka yang hanya latihan pernapasan dengan yoga. 4. Bulutangkis Manfaat dari olahraga ini bagi penderita asma ialah bisa berolahraga dengan jeda istirahat yang teratur. kamu dapat mengatur energi yang dikeluarkan serta bisa megkontrol diri mengenai masalah kecepatan teknis istirahat dalam olahraga ini. Perlu diingat, usahakan untuk segera berhenti apabila sudah lelah, dan perbanyak minum air putih agar kebutuhan cairan tubuh selalu terpenuhi. Sehingga asma tidak akan kambuh dikarenakan dehidrasi atau kelelahan. 5. Renang Renang adalah salah satu olahraga yang sangat dianjurkan untuk penderita asma. Menurut seorang dokter, bernama Dr. Holbreich mengatakan bahwa olahraga yang ideal untuk penderita asma adalah berenang. Alasannya karena dapat melatih sistem kerja otot pernafasan, dan meningkatkan toleransi terhadap tindakan yang bisa memicu serangan asma. Jika ingin lebih aman, kamu harus memilih kolam renang di dalam ruangan yang suhu udaranya lebih hangat dan lembab, sehingga saluran nafas kamu tidak akan mengering dan tidak menjadi pemicu terjadinya asma. Diantara 5 olahraga yang terbaik bagi penderita asma, mana yang menjadi pilihan kamu? Apapun olahraga yang dipilih, kamu tetap harus memperhatikan hal-hal berikut ini saat berolahraga: Kamu harus melakukan pemanasan selama 15 menit agar paru-paru bisa mengatur pemasukan oksigen ke dalam tubuh. Setelah berolahraga, lakukan pendinginan selama 15 menit dengan baik. Saat cuaca cukup dingin, sebaiknya olahraga dilakukan di dalam ruangan. Bila ingin di luar, pakai masker atau syal tebal untuk menghangatkan udara sebelum masuk ke paru-paru. Hindari efek-efek pemicu asma yang bisa membuat asma kambuh atau memburuk, seperti kelelahan atau dehidrasi. Ikuti instruksi dokter tentang olahraga yang cocok, serta penggunaan obat asma sebelum dan setelah berolahraga. Jika kamu berolahraga di sekolah, pastikan teman atau pelatih kamu di sekolah tahu bahwa kamu adalah penderita asma dan tahu apa yang harus dilakukan apabila penyakit asma kamu kambuh. Menjadi penderita asma, bukan berarti tidak bisa berolahraga. Asma bukan menjadi alasan untuk tidak berolahraga. Dengan memilih cara olahraga yang terbaik untuk penderita asma, kamu akan tetap bisa enjoy menikmati segala manfaat olahraga tanpa mengalami gejala asma serta dapat menjaga kebugaran tubuh seperti orang sehat lainnya. Selamat Mencoba