Gelar Latih Tanding Lawan Gede Basketball Club, Tim Basket Sekolah Kharisma Bangsa Fokus Benahi Stamina Pemain

Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa gelar latih tanding jelang kejuaraan dunia basket antar SMA di Paris, Prancis, 6-13 Juli 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa menggelar latih tanding, Sabtu (30/6), melawan tim Gede Basketball Club, yang merupakan tim juara divisi dua usia di bawah 22 tahun Jakarta Selatan, pada 2015. Agenda ini merupakan bagian dari persiapan jelang kejuaraan dunia basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Paris, Prancis, 6-13 Juli 2018. Pada laga di Hall Basket Sekolah Kharisma Bangsa, di Kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten itu, Muhammad Aofar dan kawan-kawan unggul tipis atas lawan, 115-113. Ari Adiska, Juru Racik Tim Basket Putra Sekolah Kharisma Bangsa, menyebut terdapat 20 pemain yang melakoni latih tanding dalam Training Camp (TC) ini. Ia memberikan kesempatan yang sama kepada pemain, baik yang lama maupun baru untuk melakoni latih tanding tersebut. “Kami semua ada 20 pemain. Dan kami ingin mereka semua merasakan bermain dalam latih tanding ini. Sehingga kami bagi rata untuk minute play-nya,” ujar Ari. Pada latih tanding tersebut, ia menjelaskan memainkan tim utama, skuatnya mampu memimpin 27 poin atas lawan. “Tapi karena kami ingin memberikan kesempatan kepada pemain baru, jadi harus ada rotasi pemain. Meski kami menang tapi poinnya tipis,” lanjutnya. Ari mengapresiasi pemain utama di timnya yang tampil dengan baik, terutama Aofar yang bermain apik di laga latih tanding. “Evaluasinya adalah pemain baru harus bisa menyesuaikan dengan skuat yang lama. Selain itu, soal stamina pemain lama, begitu juga dengan pemain center di dalam yang mengalami sedikit kelelahan. Itu semua akan kami benahi disisa waktu yang ada sebelum kami berangkat ke Paris nanti,” tambahnya. “Kami juga rencananya akan menggelar latih tanding lagi pada Senin (2/6) siang melawan tim basket PORDA (Pekan Olahraga Daerah) Kota Bogor (Jawa Barat). Diharapkan skill pemain terus meningkat,” tukas Ari. (Adt)

Ulangi Raihan Musim Lalu, The Eagles UPH Sanggup Kawinkan Gelar

Tim putra Universitas Pelita Harapan (UPH-putih) menjuarai LIMA 2018 regional Jakarta raya usai mengalahkan Universitas Esa Unggul (UEU) dengan skor 89-66, pada Senin (2/7). (Ham/NYSN)

Jakarta- Tim putra Universitas Pelita Harapan menyusul jejak tim putrinya di puncak LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018, pada Senin (2/7) malam. Tim yang dijuluki “The Eagles” ini memantapkan kejayaannya di peringkat teratas usai menundukkan Universitas Esa Unggul (UEU) dengan skor 89-66. Sejak kuarter pertama, UPH menekan perlawanan UEU. Meski sempat unggul 12-10 di menit awal pertandingan kuarter pertama, UEU tak mampu mempertahankannya. UPH akhirnya memimpin dengan skor 21-12. UPH semakin agresif. Muhammad Arighi (3) menorehkan prestasi apik dengan tambahan 15 poin untuk UPH di kuarter kedua. Alhasil, UEU semakin sulit mengejar. Kuarter kedua berakhir dengan skor 51-31 masih untuk keunggulan UPH. Di kuarter ketiga, The Eagles memperjauh keunggulannya. Anak asuh Stephen Metcalfe itu menambah selisih poinnya dari UEU hingga 29 poin. Terpaut jauh, “The Swans” UEU kesulitan mengimbangi permainan sang tuan rumah. Akhirnya, UPH menyudahi laga final dengan apik. Skor 89-66 membawa UPH keluar sebagai juara LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC 2018. Partai final LIMA Basketball regional Jakarta Raya ini merupakan ulangan dari fase reguler musim lalu. Saat itu, UEU berhasil menekuk UPH dalam laga yang digelar di GOR Lokasari, Jakarta. Namun, di fase conference musim ini, UEU gagal mengulang keberhasilannya. “Kami tahu UEU selalu bemain kuat. Tapi kami lebih kuat di tembakan tiga poin hari ini. Ini menjadi keuntungan untuk kami,” ungkap Metcalfe, pelatih UPH. Ini menjadi kali pertama UPH mengawinkan gelar juara. Hasil ini menjadi prestasi yang membanggakan, sebab akhirnya tim putri UPH dapat menjuarai LIMA Basketball untuk pertama kalinya. “Hasil ini menjadi kali pertama kami mengawinkan gelar. Ini menjadi prestasi pertama Fajar Kusumasari sebagai kepala pelatih tim putri. Kami senang dengan hasil ini,” tambah Metcalfe. Sementara, Hendra salah satu pemain yang berkontribusi membela Universitas Esa Unggul membeberkan komentarnya pasca takluk dari tuan rumah. “Kami banyak belajar dari match ini, karena kita harus lebih baik saat di tingkat nasional. Ada beberapa catatan yang harus kita benahi” pungkas Hendra. Menurutnya, defense timnya harus dibenahi jelang tampil di tingkat nasional, karena mereka mudah kehilangan bola dan mudah ditembus saat counter attack. “Tim yang tampil di tingkat nasional, seperi UPH, Ubaya, ITHB, merupakan lawan yang cukup kuat bagi kami, dan kami banyak koreksi dari hasil pertandingan tadi,” tutup remaja kelahiran Pontianak ini. (Ham)

Juara LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC 2018, Putri UPH Sukses Lolos Fase Nasional

Tim putri Universitas Pelita Harapan (UPH-merah) menjuarai LIMA 2018 regional Jakarta raya usai mengalahkan Universitas Esa Unggul (UEU) dengan skor 62-41, pada Senin (2/7). (LIMA)

Jakarta- Perebutan titel juara LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018 disajikan tim putri Universitas Pelita Harapan (UPH) melawan Universitas Esa Unggul (UEU), Senin (2/7). Sports Center UPH dibuat panas atas pertandingan layaknya final ini. Sejak kuarter pertama, The Eagles tak memberi ampun lawannya. Tim yang dijuluki The Swans, UEU, kerepotan oleh pertahanan ketat yang dipasang sang tuan rumah. Alhasil, The Swans hanya berhasil memasukkan dua bola. UPH unggul di kuarter pertama dengan selisih lima poin. Cedera yang dialami kapten UEU, Dora Lovita, di paruh waktu kuarter kedua tak membuat tim asuhan Parna Abrizalt ini gentar. Di kuarter kedua, UEU justru lebih unggul atas UPH. 20 poin dengan apik ditambahkan ke dalam koleksi The Swans. UEU akhirnya unggul sementara dengan skor 24-19 atas tuan rumah. Hingga paruh waktu kuarter ketiga, UEU masih dapat mengimbangi perolehan poin UPH, dengan skor 29-29. Memasuki akhir kuarter ini, UPH lebih agresif. Alhasil, The Swans tak mampu mengejar. Kuarter ketiga berakhir dengan keunggulan UPH 38-30. Tuan rumah kembali menekan perlawanan UEU. Dengan tambahan sembilan poin dari Leonita Angela (16) di kuarter keempat, UPH makin jauh memimpin. Hingga akhir laga, The Eagles masih agresif. UPH pun finis di posisi puncak dengan skor 62-41. “Laga bersama UEU selalu seru. UEU ini tim kuat, tim juara, jadi kami hanya melakukan bagian yang terbaik dari kami. Pemain terbaik mereka tidak ada di lapangan memberi keuntungan bagi kami,” kata Fajar Kusumasari, pelatih UPH. Meski harus rela finis di posisi kedua, UEU masih akan melanjutkan perjuangannya di fase nasional. Pada Agustus mendatang, tiga tim putri wakil GJC, yaitu UPH, UEU dan Untar, akan berlaga di LIMA Basketball Nationals 2018. (Ham)

Teknik Ini Sering Dipakai Mempertahankan Bola Basket, Yuk Pelajari Teknik Chest Pass

Permainan basket dengan teknik dasar passing (operan bola) sudah jadi hal yang biasa dan tentu bisa kamu lakukan. Kamu pasti akan mengoper bola ke teman satu tim mu untuk sebuah peluang mencetak skor. Tahukah kamu, kalau operan yang sering dipakai dalam mempertahankan bola adalah Chest Pass (operan dada). Hal ini karena chest pass lebih cepat serta kuat untuk mencapai teman satu team kamu. Lemparan setinggi dada ini jika tanpa latihan, tidak semua orang bisa tepat loh melakukannya. yuk, coba latih teknik Chest Pass berikut ini: Kamu harus melatih cara memegang bola di depan dada,lalu hadapkan badan kamu ke partner latihanmu. Kedua kaki kamu harus dibuka lebar serta tubuh sedikit condong depan. Lempar bola tersebut dengan lengan sampai siku lurus dan sejajar dengan bahumu. Setelah bola dilempar, tangan kamu diluruskan kembali. Pandangan kamu harus tetap ditujukan ke bola sebentar sambil mempertahankan posisi. Bagaimana kira-kira untuk latihan operan dada mudah bukan? Nah, kalau cara yang mudah sudah biasa, kamu bisa langsung Chest Pass di latihan saat ingin bertanding. Berikut teknik yang harus kamu lakukan saat latihan Chest Pass di lapangan pertandingan bersama tim mu.. Saat bola ada ditanganmu, pegang bola tersebut dengan ujung jari kedua tanganmu dan ditahan depan dada. Posisi ibu jari kamu berada di belakang bola dengan tangan dan ujung jari nyebar ke sisi-sisi bola. Kemudian posisikan siku mu dekat dengan badan. Posisi kaki triple threat dengan tumpuan badan ke kaki belakang. Seperti kamu awal latihan, pindahkan tumbuh menjadi condong ke depan saat mengoper bola ke team mu. Luruskan lengan, putar ibu jarimu ke bawah. Hal ini guna saat tolakan, akhirinya dengan sentakan tangan. Terakhir, tetap pandangan ke arah bola yang sudah dilempar tersebut. Nah, apakah sobat muda NYSN tertarik untuk coba teknik Chest Pass saat mengoper bola ke team-mu?     (merdeka.com, tutorialolahraga.com)

Akhiri Laga Dengan Skor Ketat, UNJ Sukses Hentikan Dominasi STIE BP

Universitas Negeri Jakarta (UNJ-hitam) menang dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bhakti Pembangunan (STIE BP) dengan selisih hanya dua bola, 51-47. (LIMA)

Jakarta- Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tampil impresif di laga babak penyisihan Pul A, LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018. UNJ mengandaskan peringkat ketiga musim lalu, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bhakti Pembangunan (STIE BP), dengan selisih hanya dua bola, 51-47. Sports Center Universitas Pelita Harapan (UPH) menjadi saksi, sengitnya persaingan kedua tim. Di hari ketiga pergelaran ini, Kamis (28/6), UNJ berhasil menang berkat comeback di dua kuarter akhir setelah tertinggal oleh STIE BP. Panasnya laga telah tersaji sejak kuarter pertama. Dengan komposisi starting five Eka Ramadhan (nomor punggung 4), Muhammad Lakha Kurniawan (14), Rizky Agung Pranata (17), Yogie Permana (19) dan dikomandani Fardan Al-Furqaan (8), STIE BP unggul terlebih dahulu dengan skor sementara 12-9 di kuarter pertama. STIE BP masih memimpin kuarter kedua dengan hanya berjarak dua poin. Sang kapten, Fardan, mencetak total 10 poin hingga kuarter kedua ini. Skor menjadi 23-19 untuk keunggulan sementara STIE BP. Di kuarter ketiga, UNJ memanas. Tim asuhan Agus Sutiana ini mencoba memperkecil selisih poin. Di lima menit pertama kuarter ketiga ini, kedua tim hanya terpaut satu bola, masih dengan keunggulan STIE BP. Hingga akhir kuarter ketiga, UNJ belum mampu mengejar lawannya. Skor sementara 32-29 mengakhiri kuarter ketiga. Kuarter keempat menjadi titik bangkit UNJ. Secara mengejutkan, tim yang dikomandani Muhammad Fajar Ramadhan (1) itu mengambil alih jalannya pertandingan. UNJ mulai menyusul perolehan poin STIE BP. Akhirnya, atas sumbangan poin Leo Agus Setiawan (11), yang menjadi penyumbang poin terbanyak, UNJ menang atas STIE BP dengan skor akhir 51-47. “Anak-anak belum fokus di defense. Saya menekankan untuk tidak membuat turnover dan lebih fokus di defense. Alhamdulillah hasilnya kami bisa menang. Tim ini berisi pemain baru semua,” ujar Agus Sutiana, pelatih UNJ. Di klasemen Pul A, UNJ telah mengantungi masing-masing satu kali kemenangan dan kekalahan. Untuk lolos di fase grup, UNJ harus menunggu hasil pertandingan UPH melawan STIE BP besok (29/6). “Kalaupun nanti kami lolos grup, kami akan memaksimalkan permainan. Namun, bila kami belum bisa lolos, berarti kami harus memperbanyak latihan lagi,” kata Agus. (art)

Tundukkan Perjuangan Putri UTA’45, ‘The Swans’ UEU Sabet Kemenangan Kedua

Putri Universitas Esa Unggul (UEU-putih) mengandaskan perlawanan Universitas 17 Agustus 1945 (UTA'45), di LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC 2018, pada Kamis (28/6). (LIMA)

Jakarta- Universitas Esa Unggul (UEU) meraih kemenangan keduanya di LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018, usai melibas perlawanan Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45), dengan skor 56-17. Namun, laga yang digelar di Sports Center Universitas Pelita Harapan (UPH), Kamis (28/6), pertahanan tim berjuluk ‘The Swans’ ini sempat dipecahkan lawannya. UTA’45 sempat mengungguli UEU di kuarter pertama. Secara mengejutkan, poin demi poin dikoleksi tim asuhan Rudi Ohandi ini. Dina Mardiana (3) memberi jarak keunggulan usai tembakan tiga poinnya. Selisih dua bola atas UEU, UTA’45 unggul sementara dengan skor 11-7 di kuarter pertama. Prestasi apik UTA’45 di kuarter pertama tak mampu dipertahankannya. UTA’45 hanya mampu menambah satu poin atas tembakan bebas Fanny Febriyany (13). Sementara itu, The Swans kian agresif dengan serangannya. Alhasil, 23 poin berhasil ditambahkan UEU di kuarter kedua. UEU makin menunjukkan perkembangannya. Tim yang dikomandani Dora Lovita (23) tak memberi satupun kesempatan untuk UTA’45 menambah poin di kuarter ketiga. UEU mampu mengubah kesalahan-kesahan yang dibuat lawannya menjadi poin. Hingga kuarter ketiga ini, sang kapten menjadi pencetak poin terbanyak, yaitu delapan poin untuk UEU. Skor sementara 45-13 untuk keunggulan UEU. UTA’45 akhirnya keluar dari kebuntuan. Tembakan tiga poin dari Dini Mardiani (9) menambah poin UTA’45. Melisa (10) juga ikut menyumbang dua angka untuk UTA’45. Toh, koleksi poin tim yang dikomandoi Zahrah Fajriah El Haq (6) itu masih belum cukup untuk menyusul UEU. UEU jauh meninggalkan lawannya itu di poin 56. Delaya Maria (13) menjadi pencetak poin terbanyak, 11 poin untuk UEU. Skor akhir 56-17 untuk kemenangan The Swans. “Di awal kuarter, kami masih penyesuaian. Di kuarter selanjutnya, kami manfaatkan kelemahan UTA’45. Akurasi tembakan mereka kurang, dan kami tak biarkan lawan untuk mencetak poin,” kata Parna Abrizalt, pelatih UEU. (art)

Nyaris Tanpa Perlawanan, Tuan Rumah Putri UPH Catat Kemenangan Telak atas USNI

Tim putri Universitas Pelita Harapan (UPH-merah) sukses melibas Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), dengan skor 98-7, dalam LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC 2018, Kamis (28/6). (LIMA)

Jakarta- Srikandi Universitas Pelita Harapan (UPH) sukses melibas Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), dengan skor 98-7, di hari ketiga LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018, Kamis (28/6). Kemenangan ini merupakan yang kedua kalinya untuk UPH, setelah sebelumnya menekuk Universitas Tarumanegara (Untar) dengan skor 53-31. Dominasi UPH terlihat di lima menit pertama kuarter satu. UPH menekan USNI tanpa ampun. Skor 22-0 diperoleh tim asuhan Fajar G. Kusumasari dengan mudah di paruh waktu kuarter pertama itu. Perolehan poin akhirnya berubah. Sari Patmaningsih (8), kapten USNI, berhasil membuka kekosongan lewat tembakan tiga poinnya. Disusul oleh tembakan dua poin Yuliani Hariza (23), USNI mengakhiri kuarter pertama dengan hanya lima poin. Namun, masih jauh untuk mengejar keunggulan sang tuan rumah yang terpaut selisih 25 poin. Ni Komang Sitha Dewi Marino (2) menjadi pencetak poin terbanyak untuk UPH. Dari sembilan kali percobaan menembak, delapan di antaranya berhasil ia konversi menjadi poin. Sitha mendulang 16 poin hingga kuarter kedua. The Eagles tak memberi satu pun angka untuk lawannya itu. Kali ini, selisih yang dibuat UPH menjadi 50. Kuarter kedua berakhir dengan skor 55-5 untuk UPH. Tembakan Novia Nur Hatri (22) menjadi satu-satunya poin yang tercipta di kuarter ketiga untuk USNI. Berbeda dengan UPH yang berhasil menambah 26 poin dari kuarter kedua, di kuarter ketiga ini. Sitha tak dimainkan di kuarter ini. Sebagai gantinya, Yola Artamevia (5) yang kali ini menjadi penyumbang poin terbanyak UPH dengan total sementara 16 poinnya. UPH semakin tak terkejar. Skor 81-7 untuk keunggulan UPH mengakhiri kuarter ketiga. Di kuarter pamungkas, USNI kembali mengalami kebuntuan poin. Tak satu pun angka mereka cetak di kuarter ini. Sementara itu, UPH masih terus mendulang poin. Tim yang dinahkodai Michelle Febry (24) ini, menyudahi kuarter akhir dengan kemenangan telak, 98-7. (art)

Lawannya Kekurangan Pemain, Perbanas Menang Tanpa Tekanan Dari Untar

Institut ABFI Perbanas (hitam) berhasil menaklukkan Universitas Tarumanagara (Untar) dengan skor 66-39, dalam LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater (GJC) 2018. (LIMA)

Jakarta- Institut ABFI Perbanas memulai laga pertamanya dengan apik. Di hari kedua perhelatan LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018, Rabu (27/6), Perbanas berhasil menaklukkan Universitas Tarumanagara (Untar) dengan skor 66-39. Laga yang digelar di Sports Center Universitas Pelita Harapan ini menjadi pertemuan pertama kedua tim di Pul B. Pertandingan ini juga menjadi laga perdana Perbanas di musim kelima. Sementara itu, Untar harus menelan kekalahan di pertandingan pertamanya kemarin, dari Universitas Esa Unggul (UEU). Untar mendapatkan lima poin dari tembakan-tembakan Steanlie (6). Kapten Untar, Albert Wijaya (10) turut menyumbang empat poin. Hingga akhir kuarter pertama, Untar hanya mampu mengumpulkan sembilan poin. Sementara itu, Perbanas berhasil unggul dengan koleksi 17 poinnya. Muhammad Basith Ravi (nomor punggung 11), dipilih menjadi kapten Perbanas. Tembakan tiga poin sang kapten membawa keunggulan Perbanas. Skor 17-9 mengakhiri kuarter pertama.Steanlie menjadi satu-satunya pencipta poin untuk Untar di kuarter kedua. Dengan hanya menambah empat poin dari kuarter pertama, Untar tertinggal jauh dari Perbanas. Tim asuhan Rachmad Hidayat, Perbanas, berhasil mengoleksi 18 poin di kuarter kedua. Perbanas masih unggul dengan skor 35-13 di kuarter kedua. Untar mencoba mengejar keunggulan Perbanas. Lagi-lagi, Steanlie, yang bermain penuh hingga tiga kuarter ini, menjadi pencetak poin terbanyak untuk Untar. Hingga kuarter ketiga ini, dari 25 poin Untar, 15 di antaranya merupakan hasil dari tembakan Steanlie. Meski begitu, Untar masih belum mampu mengimbangi perolehan poin lawannya. Dengan permainan yang rapat, Perbanas semakin meninggalkan Untar dengan skor akhir 52-25 di kuarter ketiga. Perbanas menutup kuarter terakhir dengan apik. Basith Ravi bermain impresif dengan efektivitas tertinggi untuk Perbanas yang menghasilkan 13 poin. Sembilan poin dari sang kapten berhasil membawa Perbanas menang dengan skor akhir 66. Untar harus berpuas dengan mengoleksi 39 poin saja. “Lawan kami tadi hanya delapan orang, karena ada yang cedera. Kami memanfaatkan keadaan itu dengan menurunkan pemain-pemain kami secara merata. Kami merotasi semua pemain kami di pertandingan tadi. Namun, ini masih pertandingan pertama kami. Kami belum mendapat tekanan,” ungkap Rachmad Hidayat, pelatih kepala Perbanas. (art)

Jelang Kejuaraan Dunia Basket Antar SMA di Paris, Tim Basket Putra Sekolah Kharisma Bangsa Gelar Training Camp

Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa (SMABA), mengelar training camp (TC) jelang kejuaraan dunia basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Paris, Perancis. (Adt/NYSN)

Jakarta- Jelang keberangkatan ke Paris, Prancis, guna mengikuti kejuaraan dunia basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA), pada 6-13 Juli 2018, tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa, mengelar training camp (TC), selama kurang lebih dua pekan yang dimulai sejak Senin (25/6). Sekolah yang berlokasi di Kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, memberikan porsi latihan pagi (08.30 – 10.00 WIB), dan sore (15.30 – 17.30 WIB), pada Saddam Asyurna dan kawan-kawan. Pada sesi latihan pagi, anak asuh Ari Adiska itu fokus pada latihan fundamentals. Sedang sore hari menekankan pada game plan. Ari mengatakan timnya masih terus bekerja keras guna memoles kemampuan skuadnya demi meraih hasil terbaik di Paris nanti. Menurutnya, dibutuhkan waktu untuk membuat tim ini bisa memiliki chemistry yang kuat antara pemain lama dan baru. “Selama dua hari latihan sejak kemarin (Senin, 25/6), kami terus melakukan pembenahan. Apalagi kami menyatukan pemain lama dan baru. Mereka itu beda style. Tugas kami adalah bagaimana agar mereka bisa padu dan kompak di lapangan,” ujar Ari, sang juru racik tim basket putra SMA Kharisma Bangsa, Selasa (26/6). Ia menambahkan saat ini masing-masing pemain masih memperlihatkan ego-nya. “Mereka masih ingin menunjukan diri seolah mereka jago. Untuk itu, sebagai pelatih saya tekankan ke mereka melakukan drills serta passing. Yang pasti kami ingin membuat suasana tim yang penuh kebersamaan,” lanjutnya. Diakuinya, kemampuan individu yang dimiliki anak didiknya sangat luar biasa, namun masih minim secara team work. Sementara untuk fisik, Ari mengungkapkan hanya butuh beberapa hari mengembalikan kebugaran para pemain. “Mereka pingin show off. Kalau soal fisik mungkin butuh 3 sampai dengan 4 hari untuk kondisinya pulih, dan mereka beberapa hari lalu menghadapi libur lebaran. Tapi, kalau untuk pemain lama fisiknya sudah oke,” tukas Ari. (Adt) Skuat Tim Basket Sekolah Kharisma Bangsa : 1. Timothy Samad 2. Fajar Satria 3. Abdurrasjid Juzar 4. Sadam Asyurna 5. M. Aofar 6. Bagja 7. Daffa Aydan 8. Mikail Jaydra 9. Omar Bagader 10. Satria Dewabrata 11. Prawira Adjas 12. Syekhan Manzis 13. Khairandi 14. Diyo Wirawan 15. M. Saddam Pandu

Tanpa Ampun, The Eagles UPH Libas Perlawanan Universitas Jakarta Hingga 100 Poin

Tim putra Universitas Pelita Harapan (UPH-merah) menggulung Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan skor 100-14, pada Selasa (26/6), dalam LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tim putra Universitas Pelita Harapan (UPH) mengawali laga perdananya di LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018 dengan cemerlang. Tergabung di Pul A, UPH menggulung Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan skor 100-14, di hari pertama, Selasa (26/6). Dominasi yang tinggi dari UPH, sudah terlihat di kuarter pertama. Tak memberi satu pun poin untuk UNJ, tim yang dijuluki The Eagles ini langsung menyudahi kuarter pertama dengan skor 27-0 tanpa balas. UNJ mencoba membuka peluang mengejar. Namun, tuan rumah terlalu tangguh. Tim yang diasuh Stephen Metcalfe itu hanya memberi enam poin untuk UNJ. Sementara itu, UPH semakin memperjauh selisih keunggulannya. Pemain bernomor punggung 35, Gabriel Jorge Josua, menjadi penyumbang poin terbanyak untuk UPH, yaitu dengan 11 poin. Di kuarter ketiga, tembakan tiga poin dari sang kapten, Muhammad Fajar Ramadhan (1), kembali menambah perolehan skor UNJ. Tria Darmaji juga ikut menyumbang dua poin, dan mengubah perolehan skornya menjadi 11. Muhammad Arighi, pemain UPH bernomor punggung 3, tampil impresif di kuarter ketiga. Arighi menyumbang tujuh poin di kuarter ketiga ini. The Eagles mampu menambah 29 poin, dan menyudahi kuarter ketiga dengan skor 81-11. Tembakan tiga poin Ayuda Rizpati menjadi satu-satunya poin yang tercipta untuk UNJ di kuarter keempat. Tambahan 19 poin dari para elang menggenapkan perolehan skor UPH menjadi 100. Laga pun berakhir dengan skor 100-14 untuk kemenangan UPH. “Kami bermain cukup baik tadi, dengan segala usaha yang telah anak-anak lakukan. Hasil hari ini menjadi awal yg baik untuk kami,” ungkap Metcalfe. (Dre)

Cabor Badminton Rampung, LIMA Siap Gulirkan LIMA Basketball 2018

Technical meeting (TM) LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018, dilaksanakan di UPH, pada Senin (25/6). (LIMA)

Jakarta- Badminton, yang menjadi cabang olahraga (cabor) pembuka musim keenam Liga Mahasiswa (LIMA), telah rampung. Kini, seluruh student athlete bersiap menyambut kompetisi bola basket tahunan antarmahasiswa, LIMA Basketball. Bola basket menjadi cabor kedua usai badminton. Perhelatan pertama cabor basket akan digelar mulai Selasa (26/6), hingga 2 Juli 2018 mendatang. Regional Jakarta Raya menjadi tuan rumah pembuka perhelatan ini. Sports Center Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali dipilih sebagai venur event bertajuk LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018. Sebanyak delapan perguruan tinggi siap bertanding, dengan komposisi tujuh tim putra dan enam tim putri. Technical meeting (TM) dilaksanakan di Ruang Multi Purpose Gedung MYC Lantai 1 UPH digelar pada Senin (25/6). Agenda TM ini yakni pembahasan tentang administrasi kompetisi, regulasi kompetisi, dan Laws of The Game. Azwar Muhlis, selaku manajer Kompetisi dan Pertandingan LIMA membahas format peraturan pertandingan LIMA Basketball: Air Mineral GJC 2018. LIMA Basketball Season 6 berbeda dengan musim lalu. Sebelumnya, peserta harus melewati fase preseason, reguler, regional dan grand final. Tahun ini memakai format kompetisi yang berbeda. “Hanya dua fase yang akan dilewati oleh peserta tahun ini, yaitu fase conference dan nasional,” ungkap Azwar. Seperti cabor badminton, bola basket juga menerapkan kebijakan nilai koefisien untuk penentuan pul, baik putra maupun putri. Berdasarkan nilai koefisien conference, GJC menempati posisi pertama dengan nilai koefisien tertinggi. Untuk itu, GJC berhak mengirimkan empat tim putra dan tiga tim putri di fase nasional. Selain di regional Jakarta Raya, LIMA Basketball juga menyambangi Medan, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Nantinya, tim-tim terbaik seluruh regional akan kembali bertanding di LIMA Badminton Nationals, yang akan digelar pada 9-16 Agustus mendatang di Surabaya. (Dre/Ham) Peserta LIMA Badminton: Air Mineral Prim-A GJC 2018. Tim putra: Universitas Esa Unggul (UEU) Institut ABFI Perbanas Universitas Pelita Harapan (UPH) Universitas Tarumanegara (Untar) Universitas Tujuhbelas Agustus ’45 (UTA 45) STIE Bhakti Pembangunan (STIE BP) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Tim putri: Universitas Esa Unggul (UEU) Universitas Pelita Harapan (UPH) Universitas Tarumanegara (Untar) Universitas Tujuhbelas Agustus ’45 (UTA 45) Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Pembagian pul LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC 2018 Putra Pul A : UPH, STIE BP, UNJ Pul B : UEU, ABFI Perbanas, UTA’45, Untar Putri Pul X : UEU, UPH, UNJ, UTA’45, Untar, USNI

Andalkan Materi Pemain Baru, Tim Putri UPH Masih Tangguh

Pemain Tim Putri Universitas Pelita Harapan (merah), berusaha melewati hadangan pemain Universitas Tarumanegara dalam LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tim Putri Universitas Pelita Harapan (UPH) tampil apik pada laga pertama di klasemen Pul X LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018. Pada hari pertama turnamen bola basket antarmahasiswa ini, Selasa (26/6), UPH mampu menekuk Universitas Tarumanegara (Untar) dengan skor akhir 53-31. Tampil di Sports Center Universitas Pelita Harapan (UPH) saat kuarter pertama, UPH belum tunjukkan dominasinya. Pada lima menit pertama, poin kedua tim sempat imbang 5-5. Namun, UPH berhasil membuat selisih poin. Kuarter pertama pun berakhir dengan keunggulan tipis UPH 8-6 atas Untar. UPH mencoba memperjauh keunggulan. Di kuarter kedua, tim yang dinakhodai Michelle Febry (nomor punggung 24) ini berhasil menambah 11 poin. Skor menjadi 21-15, masih untuk keunggulan UPH. Dengan tambahan lima poin di kuarter ketiga dari Claudia Pingky Josephine (7) dan tiga poin hasil lemparan bebas Bella Stefani (6), UNJ mencoba mengejar The Eagles. Namun, tim besutan pelatih Nina Yunita ini masih belum mampu melewati perolehan poin UPH. Bermain di rumah sendiri, UPH diuntungkan dengan dukungan para suporternya. The Eagles pun semakin memperjauh selisih poin. Kuarter ketiga berakhir dengan poin 37-23 untuk keunggulan sementara UPH. Pada kuarter pamungkas, tuan rumah yang dilatih oleh Fajar G. Kusmasari ini mempertegas kekuatannya. UPH menyudahi pertarungannya dengan kemenangan atas Untar dengan skor 53-31. Sejak kuarter pertama, Leonita Angela menjadi penyumbang poin terbanyak untuk UPH. Mengoleksi total 20 poin dari pemain bernomor punggung 16 ini, UPH pun berhasil membuktikan ketangguhannya di rumah sendiri. “Materi pemain kami tahun ini masih baru, kami sendiri di sini menjadi tim underdog. Jujur saya tak puas dengan hasil hari ini. Namun, saya selalu bilang kepada anak-anak agar bermain dengan apa yang mereka bisa lakukan tanpa melihat poinnya,” ujar Fajar, pelatih tim putri UPH. Pada Rabu (27/6), UPH akan menghadapi tim debutan LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC 2018, Universitas Satya Negara Indonesia (USNI). “Kami belum pernah bertemu USNI sehingga kami belum tahu materi permainannya. Yang sudah saya katakan tadi, kami akan bermain dengan apa yang kami punya,” ungkap Fajar. (Ham)

Indonesia Berlaga di SEABA Pra-Kualifikasi Piala Asia 2021, Bidik Posisi Empat Besar

Pelatih Timnas Indonesia Fictor Roring (tengah), berharap anak didiknya bisa menempati empat besar SEABA Pra-Kualifikasi Piala Asia 2021, di Thailand. (detik.com)

Jakarta- Tim nasional (timnas) basket Indonesia bakal berlaga di Pra-Kualifikasi Piala Asia FIBA (FIBA Asia Cup) 2021 Wilayah Asia Tenggara, di Nonthaburi, Thailand, 26-30 Juni 2018. Pada event basket khusus wilayah Asia Tenggara atau SEABA (South East Asia Basketball Association) itu, Andakara Prastawa dan kawan-kawan bakal berjumpa tuan rumah Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, dan Singapura. Turnamen itu menggunakan format round-robin yakni empat tim terbaik lolos ke babak kedua atau kualifikasi wilayah Asia Tenggara pada September nanti. Ada 12 pemain yang bakal dibawa Fictor Gideon Roring (Pelatih Timnas Indonesia) yang didampingi Johannis Winar dan Youbel Sondakh (Asisten Pelatih Timnas). Mereka adalah Kaleb Ramot Gemilang, Abraham Damar Grahita, Andakara Prastawa Dhyaksa, Sandy Febiansyakh Kurniawan, Kevin Yonas Argadiba Sitorus, Ponsianus Nyoman Indrawan, Firman Dwi Nugroho, Valentino Wuwungan, Xaverius Prawiro, Arki Dikania Wisnu, Juan Laurent Kokodiputra, dan Jamarr Andre Johnson. Piala Asia itu telah dimulai sejak 1960. Skuat Merah Putih selalu ikut kejuaraan yang sudah berlangsung 29 edisi tersebut. Namun, Indonesia hanya beberapa kali lolos ke babak utama. Selebihnya, pasukan Garuda tak lolos di fase kualifikasi. Kiprah terakhir Indonesia di babak utama Piala Asia FIBA, terjadi pada 2014. Saat itu, Indonesia diwakili Tim Aspac Jakarta yang berlaga di Wuhan, China, 11-19 Juli 2014. Ito, sapaan akrab Fictor Roring, menyebut timnas yang dikirim untuk mengikuti turnamen SEABA Pra-Kualifikasi Piala Asia 2021 adalah pemain yang ikuti berlatih di Amerika Serikat (AS). Ia menambahkan tim ini yang nantinya dipersiapkan ke ajang Asian Games 2018. “Soal target, kami ingin lolos kualifikasi ini dulu, artinya harus bisa menempati empat besar,” ujar Ito dikutip mainbasket, Sabtu (16/6). Senada diungkapkan Budi Djiwandono, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi). Ia menjelaskan timnas Indonesia memikul tugas berat di turnamen SEABA tahun ini. Sebab, tegasnya, bila turnamen ini juga menjadi seleksi untuk menuju Piala Dunia FIBA 2019. “Target kami tentu mencapai prestasi setinggi-tingginya. Kalau bisa Indonesia menjadi juara,” tukas Budi. (Adt)

Langkah Berat Timnas Basket Putri 3X3 Di Piala Dunia, Butuh Dua Kemenangan Ke Babak Selanjutnya

Fanny Kalumata (putih) dkk wajib menang saat berjumpa Italia dan Turkmenistan, jika ingin lolos ke babak selanjutnya di FIBA 3X3 World Cup 2018, di Manila, Filipina. (FIBA 3X3).

Jakarta- Timnas basket putri 3X3 Indonesia butuh dua kemenangan jika ingin lolos ke babak selanjutnya pada Kejuaraan FIBA 3X3 World Cup (Piala Dunia) 2018, di Manila, Filipina. Skuat putri diperkuat Fanny Kalumata (Tenaga Baru Pontianak), Jovita Elizabeth (Surabaya Fever), Husna Latifah dan Yusranie Assipalma (Merpati Bali). Langkah berat itu harus dilalui Fanny dan kawan-kawan menyusul dua kekalahan beruntun atas Republik Ceko dan Malaysia. Di babak penyisihan, srikandi Merah Putih masuk di grup A bersama Republik Ceko, Malaysia, Italia, dan Turkmenistan. Di laga pertama, Indonesia sudahharus mengakui ketangguhan Republik Ceko dengan skor 11-22. Di laga ini, Indonesia bermasalah dengan akurasi, karena bisa membuat 24 tembakan, namun hanya 10 tembakan yang sukses memundi poin. Ini diperparah dengan 9 turn over. Jovita mencetak enam poin, dan Yusranie menyumbangkan tiga poin pada laga itu. Sebaliknya, Negara Eropa Tengah itu memaksimalkan permainan melalui Ramona Hejdova dan Ramona Stehlikova yang mencetak masing-masing 7 poin. Pada laga kedua, Indonesia tampil lebih baik saat berjumpa Malaysia. Bahkan, pertandingan berjalan seimbang. Jovita kembali menjadi penyumbang poin terbanyak dengan 7 poin. Namun tembakan forward dari Negeri Jiran Fook Yee Yap yang sukses membukukan 12 poin berasal dari 4 tembakan 1 poin, dan 4 tembakan 2 poin, akhirnya membuat Indonesia dipaksa menyerah dengan skor 14-21. Hasil itu membuat Indonesia harus berjuang keras disisa dua pertandingan berikutnya, pada Senin (11/6), bila ingin lolos ke babak selanjutnya saat berjumpa Italia yang pernah menembus 8 besar di Piala Dunia 3X3 pada 2017, dan Turkmenistan. Persiapan Fanny dan kawan-kawan di ajang ini memang tidak maksimal. Mereka hanya butuh kurang dari 1 minggu mempersiapkan diri jelang event FIBA 3X3 World Cup setelah ditunjuk menggantikan Venezuela yang mundur akibat terkendala visa. (Adt)

Hasil Dua Kali Ujicoba Buruk, Timnas Basket 3X3 Bidik Tembus Final Di Mongolia

Christie Apriani Rumambi dkk dibebankan target masuk final turnamen FIBA 3X3 Usia 23 Nations League 2018, di Mongolia. (mainbasket.com)

Jakarta- Dua ujicoba telah dijalani tim nasional (Timnas) 3X3 yang diproyeksikan ke ajang Asian Games 2018 yakni di FIBA 3X3 Asia Cup 2018, Shenzhen, Cina, 27 April hingga 1 Mei. Terkini, Timnas 3X3 putri Indonesia berlaga di International Women International Pro Tournament Chengdu Challanger 2018, pada 26-27 Mei. Hasil dari dua kejuaraan itu, performa pasukan Garuda masih kurang memuaskan. Fareza Tamrella, Manajer Timnas 3X3 Indonesia, mengatakan perkembangan yang didapat dari ujicoba terakhir adalah fisik dan fundamental sudah membaik bila dibandingkan saat tampil di Shenzhen, beberapa waktu lalu. “Pekerjaan rumahnya soal komunikasi tim dan mental bertanding yang lebih ditingkatkan lagi,” ujar Fareza, Kamis (31/5). Kini, skuat Merah Putih yang dihuni 8 pemain (4 putra dan 4 putri) yakni Tri Saputra, Erick Gozal, Reza Fahdani Guntara, dan Kevin Moses Poetiray dibagian putra. Dan, Christie Apriani Rumambi, Regita Pramesti, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi serta Jovita Elizabeth, dibagian putri. Anak asuh Wahyu Widayat Jati akan kembali mengikuti kejuaraan FIBA 3X3 Usia-23 (U-23) Nations League 2018 di Mongolia, pada 1-3 Juni. Di Mongolia, mereka dibebani target tinggi tembus ke partai final. Target itu beralasan, sebab mereka bakal bertem lawan yang setingkat. “Untuk turnamen FIBA 3X3 U-23 Nations League ini, kami ingin tampil babak final. Karena mereka akan bertanding dengan lawan-lawan yang sepadan,” cetus Fareza. (Adt)

Timnas 3X3 Putri Terbang ke Tiongkok, Siap Bidik Perunggu Asian Games 2018

Tim nasional 3X3 Putri Indonesia pekan ini akan tampil di Turnamen International Women Pro Tournament Chengdu Challenger 2018.(mainbasket.com)

Jakarta- Tim nasional 3X3 Putri Indonesia akan tampil di ‘Women International Pro Tournament Chengdu Challanger’, di China, pada Sabtu (26/5). Ajang yang diikuti Yusranie Assipalma dkk itu bagian dari persiapan jelang pesta olahraga terbesar di Asia Games 2018 sekaligus menambah pengalaman tanding dan jam terbang. Pada kompetisi berhadiah total 6.000 dollar Amerika Serikat (AS) itu, skuat Merah Putih bakal bersaing dengan 7 tim dari 6 negara. Tujuh negara tersebut terdiri dari Mongolia, Cina, Indonesia, Belarusia, Belanda, Serbia dan Australia. Tuan rumah Cina mengirimkan dua tim. Jadi total ada delapan peserta, antara lain China Women’s National 3×3 Basketball Team, China Women’s National 3×3 U23 Basketball Team, Dream Team Serbia, VIM Union Minsk Belarus, Ulaanbaatar Mongolia, Netherlands, Australia dan 3×3 Indonesia. Mereka dibagi menjadi dua grup di babak penyisihan yaitu grup A terdiri dari Cina, Mongolia, Indonesia dan Serbia. Sedangkan di grup B bersaing Cina U23, Belanda, Australia dan Belarusia. Di kejuaraan FIBA 3X3 Asia Cup 2018, di Shenzhen, China, 29 April – 1 Mei 2018, Indonesia hanya mampu duduk diurutan 7 klasemen akhir. Wahyu Widayat Jati, Pelatih Timnas 3X3 Putri Indonesia, bakal melakukan perombakan komposisi pemain jelang ‘Women International Pro Tournament Chengdu Challanger’. Turnamen untuk putri ini digelar bersamaan dengan FIBA 3×3 Chengdu Challenger 2018. Jadi turnamen putri dimainkan di lapangan yang sama, di sela-sela pertandingan tim putra. Regita Pramesti dan Ayu Sriartha, yang sebelumnya berada di standby list Tim Nasional, pada Asia Cup, kini menggantikan Jovita Elizabeth Simon dan Yusranie Assipalma. Sementara, Christie Apriyani Rumambi dan Lea Elvensia Kahol, tetap jadi pilihan utama. Fareza Tamrella, Manajer Tim Nasional 3×3 Indonesia, mengatakan di Asian Games nanti memiliki target bisa masuk 3 besar. “Targetnya menembus peringkat 3 besar di Asian Games nanti, minimal dapat perunggu. Peluang Indonesia cukup besar,” ujar Fareza, dilansir laman resmi srikandicup, Jumat (25/5). Hal serupa diungkap Wahyu. “Harus improve dan learn something. Jangan mengulang kesalahan yang sama. Target saat ini adalah target antara, bukan selalu juara pada tiap turnamen, namun bagaimana pemain bertanding hingga mencapai batas maksimal mereka. Itu yang saya mau,” timpal pelatih yang akrab disapa Cacing itu. (Adt) Skuat Tim Nasional 3×3 Putri Indonesia : 1. Lea Elvensia Kahol 2. Christie Apriyani Rumambi 3. Ayu Made Sriartha 4. Regita Pramesti Standby Players (Jakarta) : 1. Jovita Elizabeth Simon 2. Yusranie Assipalma

Intip Kekuatan Lawan Asian Games, Timnas Putra 3X3 Ujicoba ke Mongolia

Timnas 3X3 putra Indonesia (putih) untuk Asian Games 2018 dijadwalkan mengikuti FIBA 3x3 U23 Nations League 2018 di Mongolia. (mainbasket.com)

Jakarta- Timnas 3X3 putra Indonesia bakal mengikuti turnamen FIBA 3×3 U-23 Nations League 2018, di Ulaanbaatar, Mongolia, 1-3 Juni. Kejuaraan itu diikuti tuan rumah Mongolia, Indonesia, Sri Langka, China, dan Uganda. Event ini bagian dari ujicoba sekaligus mengintip kekuatan calon lawan yang akan dihadapi pada Asian Games 2018, Agustus-September mendatang. Hal itu dikatakan sang pelatih, Fandi Andika Ramadhani, awal pekan ini . “Selain putra, timnas putri juga akan ikut serta ke Mongolia,” ujar pria yang disapa Rama ini. Tim 3X3 putri Indonesia terdiri dari Lea Kahol, Regita Pramesti, Yusranie Assipalma, Christie Apriani Rumambi, Jovita Elizabeth Simon, Dewa Ayu Made Shriartha Kusuma, di bawah asuhan kepala pelatih Wahyu Widayat Jati. FIBA 3×3 U23 Nations League adalah kompetisi tim nasional untuk putra dan putri di bawah usia 23 tahun. Program tersebut dikenal sebagai FIBA 3×3 Fast Track. Federasi nasional yang berpartisipasi dalam program ini harus mendaftarkan satu tim putra dan putri. Format kompetisinya memang berbeda dengan biasanya. Satu turnamen terdiri dari enam bagian atau disebut “stop”. Berbeda dengan gelaran sebelumnya di tahun 2017 yang memakai lima stop, tahun ini akan ada enam stop. “Ada enam stop, dua di Mongolia dan dua stop di Jepang. Dua stop lagi masih belum ditetapkan oleh FIBA,” kata Anthony Gunawan, Kepala Sub-Bidang 3×3 Perbasi. “Di Mongolia nanti juga ada latihan bersama yang dipimpin expert 3×3.” Usai dari Mongolia, Timnas kembali mengikuti turnamen FIBA 3×3 Challengers 2018 di Eropa yakni di Kaunas Challenger (30 Juni – 1 Juli), dan Lignano Sabbiadoro (14-15 Juli). “Setelah Italia, mereka akan berlatih dan beruji coba di Serbia, lalu kembali mengikuti satu turnamen challenger di Italia,” tutur Rama. Saat ini, terdapat delapan nama yang menghuni skuat Pelatnas timnas putra 3X3 yakni Rivaldo Pangesthio, Kevin Moses Poetiray, Vincent Rivaldy Kosasih, Reza Guntara, Hendrikus Kalau, Erick Jonathan Gosal, Ferdian, dan Nuke Tri Saputra. Pada April, Timnas 3X3 putra Indonesia sempat mengikuti kualifikasi Piala 3X3 Asia FIBA 2018 di Shenzen, Cina, tetapi gagal melaju ke putaran final. Pelatih kelahiran Bogor, Jawa Barat, 33 tahun menjelaskan pihaknya akan memastikan empat pemain inti yang mengisi skuat Merah Putih menjelang keberangkatan menuju Eropa. Terkait kondisi para pemain, Rama menegaskan bila anak didiknya mengalami peningkatan, terutama soal fisik. Selain itu, tambahnya, Rivaldo dkk bisa bermain dengan gaya permainan yang diinginkannya. “Ya, paling tidak medali perunggu, bisa kita rebut apalagi bermain di kandang sendiri,” tutup peraih MVP Liga Bola Basket Mahasiswa Nasional (Libamanas) 2004 dan 2005 itu. (Adt)

Darurat Center, Timnas Basket Asian Games 2018 Butuh Pemain ‘Asing’ Berpostur Bongsor

Para pebasket yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional basket putra Asian Games 2018, sedang berlatih GOR Soemantri Brodjonegoro, Rabu (16/5). (kompas.com)

Jakarta- Timnas basket putra Indonesia terus berbenah guna menghadapi Asian Games 2018. Salah satunya dengan mencari secepatnya pemain naturalisasi yang akan masuk dalam tim. “Kita harus berbenah terus, melakukan perbaikan. Paling mendesak kita butuh secepatnya pemain naturalisasi,” ujar Pelatih Tim Nasional Basket Putra, Fictor Roring, pada Rabu (16/5). Saat tampil di ajang FIBA Asia Champions Cup SEABA di Thailand, beberapa waktu lalu, Indonesia yang menurunkan klub Pelita Jaya diperkuat dua pemain asing. Mereka adalah Adrian Forbes dan Jaleel Roberts. Namun Ito, sapaan akrab Fictor Roring, justru tak puas dengan penampilan keduanya. Bahkan ia menyebut masih lebih baik penampilan pemain asing yang berlaga di ajang Indonesian Basketball League (IBL) musim kemarin. “Dua pemain asing yang memperkuat Indonesia di Thailand kemarin sangat mengecewakan. Masih lebih bagus pemain asing yang tampil di IBL” ujar Ito. Ia menjelaskan, keberadaan pemain naturalisasi memang sangat dibutuhkan untuk tim. Terutama untuk posisi center dengan postur tubuh yang tinggi besar (big man). Hal itu agar kualitas permainan Indonesia bisa bersaing dengan sejumlah negara lain peserta Asian Games 2018. “Kita butuh pemain bigman. Apalagi Christian Ronaldo Sitepu (Satria Muda) sudah pilih pensiun. Center muda Vincent Kosasih, sedang bermain di 3×3 pada Asian Games 2018 nanti,” ujar Ito. Selain itu, center muda lainnya, Adhi Pratama juga mengalami cedera. Sehingga dirinya terpaksa kembali memanggil center senior, Ponsianus “Koming” Indrawan, untuk bergabung di Pelatnas Asian Games. “Kita benar-benar darurat center. Semoga secepatnya saya dapat pemain naturalisasi untuk posisi bigman,” kata Ito. Ito harus berpacu dengan waktu. Sebab batas terakhir pendaftaran pemain Asian Games 2018 adalah pada 30 Juni 2018. Negara-negara lain sudah memiliki pemain naturalisasi dengan kualitas yang bagus. Indonesia sebetulnya sudah memiliki empat pemain naturalisasi yakni Jamarr Johnson, Ebrahim Enguio Lopez, Anthony Hargroove Jr, dan Anthony Wayne Cates Jr. Namun, performa keempat pemain itu, dirasa kurang bisa mendongkrak performa Timnas Indonesia sehingga PP Perbasi mencari opsi lain. Saat ini Timnas menjalani Pelatnas di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jakarta Selatan. Ito mengatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap pemain yang masuk dalam pelatnas. “Kita lihat perkembangan mereka. Kalau Adhi diganti Koming karena faktor cedera. Kita lihat apakah pemain lainnya memang layak di pertahankan di Pelatnas Asian Games 2018 atau akan ada yang diganti,” kata Ito. Disinggung mengenai porsi latihan di bulan Ramadhan, Ito mengaku memang telah melakukan penyesuaian. Seperti meniadakan latihan di pagi hari dan dialihkan ke sore hari mulai pukul 16.00 WIB. “Selama bulan Puasa, latihan dialihkan sore hari. Mulai pukul 16.00. Saat buka puasa tiba kita akan break. Jadi selama puasa ini, pemain yang muslim akan buka puasa di lapangan,” kata Ito. Rencananya pelatnas basket putra akan melakukan training camp di Amerika selama dua pekan. “Kita akan berangkat ke Amerika pada 26 Mei, dan akan kembali ke tanah air sebelum Lebaran Idul Fitri yakni pada 11 Juni 2018,” ujar Ito. (Art)

Turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ Berakhir, Tahun Depan Akan Ada Turnamen Yang Kedua

Turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ Berakhir, dan pada 2019 akan kembali bergulir dengan format dan penyelenggaran yang lebih meriah serta berkualitas. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Turnamen basket antar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) bertajuk ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, berakhir pada Minggu (5/5). Pada turnamen basket yang untuk pertama kalinya digelar, tim basket putra SMA Kharisma Bangsa berhasil menjadi pemenang setelah mengalahkan SMAN 13 Depok (61-41). Sedangkan tim putri SMAN 6 Depok sukses meraih kampiun usai menundukkan SMA Saint John’s Serpong (48-22). Keberhasilan SMAN 6 Depok makin lengkap setelah Fani Arimbi, dianugerahi sebagai Most Valuable Player (MVP). Sedangkan tim putra SMAN 6 dinobatkan sebagai Most Favourite Team (MFT). Sementara, Most Valuable Player (MVP) putra diberikan kepada Mikho Haidar, pemain center SMA Kharisma Bangsa. Di sela-sela turnamen juga dilaksanakan 3 Point Competition. Ibnu Fajar Setiawan (SMAN 6 Depok) berhasil merebut titel usai menyingkirkan pesaingnya. “Sebenarnya cuma iseng-iseng dan berhadiah. Di awal kayak nggak yakin juga. Tapi, pas tadi bisa memasukkan enam bola makin percaya diri. Akhirnya bisa menang,” cetus Ibnu. Sementara itu, Melvin Wahyudi, Direktur Utama PT Nasional Yunior Sportindo Media, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu demi kelancaran pelaksanaan turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, dari awal hingga final. “Khususnya, saya mengucapkan terima kasih kepada SMA Kharisma Bangsa atas tempat dan waktu yang diberikan. Juga semua peserta, penonton yang hadir serta official, kru, dan pihak-pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujar Melvin saat penutupan ‘NYSN High School Basketball Cup 2018. Ia juga meminta maaf bila selama pelaksanaan event ini terdapat kekurangan. “Tentu ini akan menjadi evaluasi kami, agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Yang pasti, tahun depan kami akan gelar event seperti ini lagi dan akan ada turnamen NYSN kedua,” tegasnya. Sebagai media olahraga terpercaya bagi kalangan pemuda pecinta olahraga di Indonesia, Melvin menegaskan berusaha memberikan dukungan bagi atlet muda di Tanah Air agar mereka konsisten terus berprestasi demi mewujudkan cita-cita sebagai atlet profesional, dan memberikan kebanggaan tak hanya bagi keluarga, namun bangsa dan negara. “Kami berharap sekolah dan klub-klub olahraga intens berkomunikasi dengan kami terkait agenda olahraga untuk bisa diekspose di NYSNMEDIA,” tukasnya. “Selamat bagi tim yang juara dan MVP yang terpilih. Dan para peserta yang belum berhasil, luar biasa perjuangannya dan kami menghargai kontribusi kalian,” beber Melvin. Sedangkan Chandra Wiedyananta, Ketua Pelaksanan turnamen, mengaku sangat puas dengan event ini. “Para peserta, penonton, suporter, dan para orang tua menyaksikan turnamen basket antar SLTA yang untuk pertama kalinya digelar. Semua terlihat menikmati serta merasakan kemeriahan acara hingga final hari ini,” terangnya. “Kami mengharapkan seluruh tim peserta mendapatkan pengalaman berharga dan merasakan atmosfir kompetisi yang bisa menjadi modal mereka mengikuti kompetisi berikutnya. Selamat untuk semua pemenang. Semoga ini menjadi langkah yang baik untuk menuju ke jenjang yang lebih tinggi,” tutup Chandra. (Adt)

Menangi Duel ‘Panas’ Kontra SMAN 13 Depok, SMA Kharisma Bangsa Juara ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’

Tim putra SMA Kharisma Bangsa (putih) sukses merajai turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putra SMA Kharisma Bangsa sukses merajai turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Wakil Tangerang Selatan ini secara meyakinkan unggul atas SMAN 13 Depok dalam partai puncak, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Minggu (5/5). SMA Kharisma Bangsa yang lebih diunggulkan ini, kerap memimpin perolehan angka di awal-awal kuarter pertama. Tak mengherankan bila Saddam Asyruna dkk mampu menutup kuarter pertama dengan skor 14-7. Mengawali kuarter kedua, SMA Kharisma Bangsa kian menggila. Mereka tak memberikan kesempatan pada lawan untuk memundi angka. Meski SMAN 13 sempat bangkit untuk memberikan perlawanan, namun hal itu belum cukup untuk membendung perolehan angka SMA Kharisma Bangsa yang mengunci kuarter ini, 32-18. Pada kuarter ketiga, pertandingan tetap berlangsung dalam tensi tinggi. Saddam dkk tetap tak mengendurkan perlawanan atas wakil Kota Depok itu. Fast break yang ditunjukkan pemain SMA Kharisma Bangsa mampu dimaksimalkan untuk memundi angka demi angka. Hasilnya, kuarter ini berakhir 44-30 untuk SMA Kharisma Bangsa. Tak tinggal diam, anak asuh Rizki Dewantoro itu memberi tekanan ke daerah pertahanan SMA Kharisma Bangsa di kuarter akhir. Namun, skuat yang dimotori Mikha Haidar itu mampu mematahkan bola serangan dari Ilham Ramadhan dkk. Aksi ‘lay-up’ yang dilakukan Saddam selalu mengundang sorak suporter setia SMA Kharisma Bangsa. Bahkan, kerjasama apik yang diperlihatkan M. Rafkha Gibran, Abdurasjid Fadhil dan Aofar Hedyan mampu membuat angka SMA Kharisma Bangsa menjauh 58-40 atas SMAN 13. Disisa waktu satu menit kedua tim tetap tampil impresif. SMA Kharisma Bangsa akhirnya mampu membungkus pertandingan dengan skor 61-41. “Pastinya senang bisa menang di turnamen ini. Apalagi, pemain tidak ada yang cedera dan mereka tampil luar biasa. Fast break juga maksimal. Pokoknya enjoy the game hari ini,” ujar Ari Adiska, arsitek SMA Kharisma Bangsa usai laga. “Mungkin untuk kelas 12 ini menjadi event terakhir sebelum lulus. Jadi kemungkinan kami akan kehilangan satu center dan satu shooter yang bagus di tim. Dan, harapannya untuk yang di kelas 11 dan 10 mereka dapat berlatih lebih intensif,” lanjutnya. Sementara, Mikho Haidar, Kapten Tim SMA Kharisma Bangsa, berharap tahun depan SMA Kharisma Bangsa bisa lebih berprestasi di turnamen ini. Menurutnya, pertandingan ini menjadi yang terakhir baginya sebelum lulus sekolah. “Tahun depan harus lebih baik lagi prestasinya. Ini juga menjadi pertandingan terakhir untuk saya sebelum lulus dari sekolah,” urainya. “Semua pemain tampil percaya diri dan tidak egois. Kami memang satu tingkat di atas lawan. Tapi, kami tak menganggap remeh, dan berusaha hingga berhasil meraih hasil maksimal,” tuturnya. Sedangkan Rizki Dewantoro, Asisten Pelatih SMAN 13, mengaku timnya berada satu level di bawah SMA Kharisma Bangsa. Ia menambahkan bila di kuarter pertama hingga ketiga, tim-nya sempat mengimbangi lawan, namun pada kuarter terakhir tim-nya harus tertinggal jauh. “Level kami satu tingkat di bawah mereka. Tapi semua bermain lepas dan penuh perjuangan. Kami memberi kredit untuk Ilham (Ramadhan). Sedangkan untuk lawan memang semua pemainnya mereka rata serta bisa mengusai bola. Tangan mereka juga wangi (lagi tune-in),” tutup Rizki. (Adt) Road To Final SMA Kharisma Bangsa : 1. SMA Kharisma Bangsa vs SMA Saint John’s (64-16) 2. SMA Kharisma Bangsa vs SMAN 13 Depok (57-14) 3. SMA Kharisma Bangsa vs SMAN 6 Depok (56-32) 4. SMA Kharisma Bangsa vs SMAN 3 Tangerang (48-17) 5. SMA Kharisma Bangsa vs Yadika 2 Jakarta (WO)