Setelah Emas SEA Games, Intan Violin Bidik Prestasi di Olimpiade

Intan Violine Puspita

Atlet jalan cepat putri Indonesia, Intan Violine Puspita, mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih medali emas pada ajang 20 kilometer jalan cepat putri di SEA Games 2025 Thailand. Intan yang bertanding di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok, tampil sebagai yang tercepat dengan waktu 1 jam 46 menit 52 detik. Prestasi medali emas tersebut sekaligus menggantikan raihan perak yang diperoleh pada SEA Games 2023 Kamboja, menandakan peningkatan signifikan dalam performanya. Putri pasangan Lim Yap Dharmananda dan Iriana, Violine Intan Puspita, pertama kali mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 2021. Meskipun telah berpartisipasi dalam ajang besar tersebut, Violine belum berhasil meraih medali pada kesempatan pertama itu. Namun, pengalaman yang didapatkan selama PON menjadi langkah awal untuk kariernya di dunia olahraga. Pada tahun 2022, Violine mulai menunjukkan perkembangan pesat dalam karier olahraga jalan cepatnya. Ia berhasil meraih juara pertama di beberapa perlombaan bergengsi, seperti Jateng Open, Kejuaraan Nasional Senior, dan POMNAS. Selain itu, ia juga berhasil meraih juara kedua pada Thailand Open. Semua capaian ini diraih Violine berkat usaha keras, perjuangan, serta dukungan penuh dari kedua orang tuanya yang selalu memberi semangat dan motivasi. Di akhir tahun 2022, Violine mendapatkan kesempatan besar untuk mewakili Indonesia di ajang SEA Games di Kamboja. Ia terpilih untuk bergabung dalam tim Indonesia pada nomor 20 kilometer jalan cepat, yang menjadi bagian dari cabang olahraga atletik. Sebelum berlaga di SEA Games, Violine mengikuti Kejuaraan Jatim Open pada Maret 2023, di mana ia berhasil meraih juara pertama, yang semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu atlet jalan cepat terbaik Indonesia. Pada Mei 2023, Violine berangkat bersama dengan tiga atlet lainnya yang juga bertanding di nomor marathon dan jalan cepat, serta didampingi oleh pelatih dan manajer atletik. Perjalanan menuju SEA Games menjadi langkah besar bagi Violine dalam kariernya sebagai atlet nasional. Ia menyiapkan dirinya dengan penuh disiplin dan dedikasi, baik dalam latihan maupun menjaga kondisi fisik agar dapat tampil maksimal. “Prestasi saya di SEA Games 2025 Thailand akan menjadi pemacu semangat saya untuk ke depan bisa meraih prestasi lebih baik lagi. Salah satu yang menjadi mimpi saya adalah di ajang Olimpiade,” kata Intan. BIOGRAFI Nama Lengkap: Violin Intan Puspita Tanggal Lahir: 22 September 2000 Tempat Lahir: Jambi

2.188 Atlet Muda Tampil di MilkLife Athletics Challenge Seri 2, Kudus Dorong Regenerasi Atletik

Formula 1 merupakan olahraga beregu yang memadukan unsur kekuatan, kelincahan dan kecepatan para peserta. Mirip seperti ajang balap mobil, games ini juga memiliki lintasan berbentuk sirkuit sepanjang 80 meter. Tak hanya berlari, peserta juga diharuskan melakukan gerakan sprint, rolling, lompat gawang dan lari berkelok (slalom course).

KUDUS, 29 November 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife menggandeng Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kudus untuk kembali menyelenggarakan MilkLife Athletics Challenge Seri 2 2025 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus sejak Rabu (26/11) hingga Sabtu (29/11). Kejuaraan berbasis olahraga atletik tersebut diikuti oleh 2.188 murid dari 184 Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Kudus dan sekitarnya. Berbeda dengan penyelenggaraan seri sebelumnya pada bulan Juni lalu, ada penambahan satu Kategori Usia (KU) dan tujuh nomor perlombaan pada MilkLife Athletics Challenge Seri 2 2025. Kini terdapat 4 divisi umur (KU 10, KU 12, KU 15, dan KU 18) serta 22 nomor yang dilombakan, yakni lari 60 meter, lari 80 meter, lari 100 meter, lari 400 meter, lari 1.000 meter, lari 1.500 meter, lari 3.000 meter, lari estafet 5 x 80 meter, lari estafet 8 x 50 meter mixed, lari estafet 4 x 100 meter, lari estafet 4 x 400 meter mixed, jalan cepat 2.000 meter, jalan cepat 3.000 meter, beregu Kanga’s Escape, beregu Formula 1, Frog Jump, Turbo Throw, tolak peluru, lompat jauh, lempar lembing, lempar cakram dan lompat jangkit. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan penyelenggaraan MilkLife Athletics Challenge bertujuan untuk memberikan pengalaman bertanding yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan gerak dasar atletik sejak usia dini. Selain melatih fisik dan teknik, ajang ini diharapkan mampu membangun karakter positif para peserta seperti percaya diri, sportivitas, tanggung jawab serta kejujuran. Hal ini juga merupakan salah satu upaya menjaga mata rantai regenerasi atlet cabang olahraga atletik yang akan mendulang prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. “Kami merancang perlombaan MilkLife Athletics Challenge agar para siswa di berbagai tingkat pendidikan bisa merasakan kegembiraan berkompetisi di cabang olahraga atletik. Apalagi, atletik merupakan mother of sport yang mudah untuk dilatih dan dipelajari. Ini merupakan pengalaman yang menarik bagi para siswa yang nantinya bisa lebih mendalami dan mampu menorehkan prestasi membanggakan di masa mendatang. Kami berharap sekolah dan orang tua terus memberikan dukungan kepada calon-calon atlet harapan bangsa ini untuk terus mengasah talentanya,” ucap Yoppy.  Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PASI Kabupaten Kudus, Noor Akhmad, S.Pd., M.Or. menyampaikan perlombaan atletik ini menjadi salah satu langkah strategis dalam proses regenerasi dan pembinaan atlet sejak usia dini. Menurut Noor, upaya pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan ini membuktikan bahwa Kudus mampu melahirkan atlet-atlet bertalenta, termasuk tampil di ajang bergengsi seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 hingga Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). “MilkLife Athletics Challenge memberikan ruang kepada atlet Kudus agar memiliki wadah untuk berkompetisi sebagai bagian dari pembinaan yang berkesinambungan mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTS hingga SMA. Kami mendorong para atlet untuk bergabung di klub sehingga harapannya dapat menembus kompetisi ke tingkat yang lebih tinggi. Karena tim Kudus untuk Porprov nanti juga diperkuat oleh atlet-atlet jebolan MilkLife Athletics Challenge ini. Kami berterima kasih kepada Djarum Foundation dan MilkLife sudah membantu memunculkan bibit-bibit potensial untuk bisa dibina lebih lanjut,” kata Noor. Pada gelaran MilkLife Athletics Challenge Seri 2, turut hadir Perwakilan PASI Jawa Tengah Firdaus yang mendukung proses pembinaan atlet usia dini di Kudus. Firdaus berharap lewat turnamen ini menjadi harapan baru munculnya generasi atletik yang unggul dan nantinya membawa nama Kudus ke level yang lebih tinggi.  Aksi Maksimal di Arena Atletik Salah satu atlet asal Kudus yang ambil bagian pada MilkLife Athletics Challenge Seri 2 2025 adalah Irgi Candra Pranata, siswa kelas XII SMAN 2 Bae Kudus. Turun di nomor lari 100 meter, 400 meter, dan estafet 4 x 400 meter, Irgi tampil gemilang dan berhasil memboyong dua piala juara. Catatan terbaiknya diraih pada nomor 400 meter dengan waktu 50.57 detik dan lari 100 meter dengan waktu 11.18 detik. Irgi juga mencatat prestasi bagus di sejumlah ajang bergengsi, antara lain juara pertama estafet 4 x 400 meter pada Popnas 2025 di awal November lalu. Ia menuturkan, program latihan interval dan penguatan otot menjadi kunci peningkatan performa di lintasan. “Seru dan bangga sekali bisa berkompetisi di MilkLife Athletics Challenge saat ini dengan membawa nama sekolah. Di kejuaraan ini aku mengukur kemampuan dan sebagai salah satu persiapan untuk Porprov nanti, karena aku memiliki target untuk bisa masuk PON dan berkontribusi untuk provinsi Jawa Tengah. Untuk adik-adik jangan kendor latihan. Tidak perlu takut dengan lawan, yang penting terus semangat,” ucap putra asli Kudus itu. Kobaran semangat juga ditunjukan dari tim SMA NU Al Ma’ruf yang berhasil merebut gelar juara umum KU 18 dengan mengemas 8 emas 6 perak dan 4 perunggu. Tim atletik SMA NU Al Ma’ruf yang dibina Miqdam Maulana itu tampil solid dengan kekuatan 18 atlet. Latihan selama 1,5 bulan ke belakang tidak menjadi sia-sia usai memetik hasil positif di ajang MilkLife Athletics Challenge Seri 2 2025. “Kami antusias berpartisipasi dalam acara yang diadakan Djarum Foundation ini dan merupakan suatu langkah yang baik untuk mempersiapkan siswa dari KU 10 hingga KU 18, sehingga mereka tahu bagaimana lintasan dan batasan-batasan yang harus dilampaui. Kami ingin melihat potensi anak didik kami sekaligus mempersiapkan untuk event selanjutnya. Alhamdulillah atletik menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan di sekolah kami yang peminatnya cukup banyak, jadi kami memberikan kesempatan pada siswa untuk ikut dalam berbagai kompetisi demi mengasah kemampuan mereka,” terang Miqdam.

Torehkan Sejarah Baru, Indonesia Juara Umum Atletik Asia Tenggara U18 dan U20

Kontingen Indonesia Untuk Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 dan U20

Indonesia mencatat sejarah baru di dunia atletik. Untuk pertama kali, tim atletik Indonesia menjadi juara umum Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 dan U20. Indonesia naik ke podium tertinggi setelah meraih 14 emas, unggul atas Vietnam yang mendapat 13 emas dan Filipina 11 emas. Atlet muda masa depan atletik Indonesia lahir di ajang itu. ”Indonesia berhasil menjadi juara umum. Kita sangat bersyukur karena ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Ketua Panitia Tigor Tanjung di Stadion Madya Atletik Sumut, Deli Serdang, Selasa (18/11/2025). Atlet-atlet muda Indonesia mengalahkan atlet dari sembilan negara lain yang ikut berlomba dalam kejuaraan tahunan itu. Atlet Indonesia mendapat emas di nomor-nomor favorit, antara lain lari 100 meter putri U18, lari 400 meter putri U18, dan lari estafet 4 x 100 meter putri U18. Indonesia juga mendapat emas di nomor lari 100 meter putra U18, lari 200 meter putra U18, dan lari 1.500 meter putra U20. Sejumlah atlet juga mencetak rekor baru di sejumlah nomor. Tim Indonesia mendapat total 45 medali, terdiri dari 14 emas, 15 perak, dan 16 perunggu. Tigor mengatakan, kejuaraan atletik tersebut menjadi ajang yang sangat penting untuk pembinaan atlet-atlet muda Indonesia. Atlet-atlet muda itu akan menjadi tulang punggung cabang olahraga atletik Indonesia di masa depan. ”Atlet-atlet muda ini harus terus dijaga dan dibina,” kata Tigor yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) itu. Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 dan U20 berlangsung pada 15-18 November. Sebanyak 278 atlet dari 10 negara berlomba dalam 63 nomor. Ini pertama kali single event atletik bertaraf internasional diselenggarakan di luar Pulau Jawa. Kemajuan atletik didukung oleh Stadion Madya Atletik Sumut yang telah mengantongi Sertifikat Kelas 1 dari World Athletics. Sertifikasi ini menandakan bahwa lintasan dan semua fasilitas teknis stadion warisan Pekan Olahraga Nasional 2024 Aceh-Sumut itu memenuhi standar tertinggi untuk penyelenggaraan kompetisi atletik resmi tingkat dunia, termasuk untuk pencatatan rekor nasional ataupun internasional. Kejuaraan ini juga terdaftar dalam World Athletics Global Calendar dan berlabel World Rankings Competition. Dengan demikian, semua hasil pertandingan akan secara resmi tercatat dan dihitung dalam sistem poin peringkat dunia.

Indonesia Kokoh Peringkat Kedua Kejuaraan Atletik Asia Tenggara

Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 & U20 2025

Indonesia berhasil mempertahankan posisi kedua di peringkat sementara Kejuaraan Atletik U18 & U20 Asia Tenggara 2025. Tambahan dua medali emas dari nomor lari 100 meter membuat Indonesia terus membuntuti pemimpin peringkat Vietnam. Di hari kedua, Indonesia berhasil menambah 3 emas, 2 perak dan 7 perunggu. Medali emas datang dari nomor lari 100 m U18 putra dan putri, serta lari 1500 m U18 putra. Total, raihan medali Indonesia menjadi 7 emas, 6 perak dan 12 perunggu. Sementara itu, Vietnam menambah 1 medali emasnya lewat lompat jauh putra U20. Capaian ini membuat Vietnam masih bertengger di puncak dengan raihan medali 7 emas, 9 perak dan 5 perunggu. Wakil Ketua PB PASI Tigor M Tanjung, memuji penampilan atlet-atlet muda Indonesia. Walau begitu, Tigor memandang event ini merupakan event strategis untuk pengembangan atlet. “Saya rasa luar biasa, anak-anak semangat semua. Negara peserta mengirim banyak atletnya di sini, berarti usia kelompok ini strategis untuk pengembangan atlet,” kata Tigor M Tanjung di Stadion Madya Atletik Sport Centre Sumut, Minggu (16/11/2025). Selain capaian yang baik, Tigor juga menilai dari sisi penyelenggaraan event ini berjalan dengan baik. Tidak ada kendala yang berarti selama kompetisi berlangsung termasuk di luar lapangan. “Dari sisi penyelenggaraanpun semua berjalan baik. Para peserta mampu mengiktui semua rangkaian kegiatan dengan baik, saya sangat mengapresiasi seluruh panitia pelaksana,” kata Tigor Tanjung. Kejuaraan Atletik U18 & U20 berlangsung hingga 18 November 2025. Kejuaraan ini masih menyisakan banyak nomor seperti lari 2.000 m, 3.000 m, sprint 200m, lontar martil, tolak peluru dan nomor lainnya.

Ratusan Atlet Ikuti Youth Athletic Competition 2025

Youth Athletic Competition

Ratusan atlet muda dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti Youth Athletic Competition (YAC) yang digelar di Lapangan Atletik GOR Tawang Alun Banyuwangi, Sabtu (8/11/2025). Kejuaraan khusus kelompok umur ini mempertandingkan sejumlah nomor mulai dari lari jarak pendek, menengah, hingga lompat jauh. Panitia penyelenggara YAC, Rendiyana Putra, mengatakan jumlah peserta tahun ini mencapai lebih dari 600 atlet yang berasal dari berbagai daerah. Beberapa peserta di antaranya bersal dari Yogyakarta, Banten, Blitar, Surabaya, Lumajang, Nusa Tengggara Timur (NTT), dan tuan rumah Banyuwangi. “Peserta yang hadir di luar ekspektasi kami, karena atlet asal Jogja bahkan Banten juga hadir mengikuti YAC di Banyuwangi,” ujar Rendi, Sabtu (8/11/2025). Rendi menjelaskan, kategori yang dilombakan mencakup kelompok usia 7 hingga 16 tahun, dengan berbagai nomor lari mulai 60 meter hingga 1.000 meter, serta nomor lompat jauh. Ajang ini menjadi wadah pembinaan dan latih tanding bagi atlet muda Banyuwangi serta daerah lain. “Kejuraan ini merupakan pembinaan atlet muda, namun juri yang memimpin sudah menerapkan sitem pertandingan sesuai standar dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI),” ucap Rendi. Selain meningkatkan prestasi, kegiatan ini juga diharapkan mempererat jejaring pembinaan olahraga atletik di tingkat daerah.

SAC Indonesia Gelar Turnamen Junior Challenge di Kota Tangerang

SAC Indonesia

Student Athletics Championships (SAC) Indonesia menggelar turnamen junior challenge tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang diselenggarakan mulai Kamis 20-23 Februari 2025 di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Banten. Wakil Direktur Basketball League (DBL) Indonesia, Yondang Tubangkit menyampaikan ini adalah kali ke-3 diselenggarakannya turnamen SAC Indonesia. Di mana SAC Indonesia kali ini adalah partai final yang mempertemukan antar juara di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dari 6 qualifiers. Di samping itu, Yondang mengungkapkan, pihaknya juga mengadakan turnamen junior challenge untuk tingkat SD dan SM0 yang diikuti 300 sekolah di Kota Tangerang dengan lebih dari 3.500 peserta. “Hari ini, hari pertama Pertamina SAC National Championships. Jadi ini adalah antara juara dari masing-masing 6 qualifiers tingkat SMA. Ini babak finalnya,” kata Yondang usai memberi penghargaan kepada pemenang turnamen di tingkat SD. “Dan untuk adik-adik SD dan SMP ini kita ada turnamen junior challenge lebih dari 300 sekolah di Tangerang jadi ada lebih 3. 500 peserta,” tambahnya. Lebih lanjut, Yondang menjelaskan turnamen SAC Indonesia adalah platform khusus bidang olahraga athletics untuk meningkatkan partisipasi dan minat bakat khususnya bagi para pelajar. Terlebih lagi, tambah Yondang, pihaknya telah lama berkolaborasi dengan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). “PB Pasi ini akan mengambil jika ada bibit-bibit unggul, kemudian dibina lebih lanjut dengan mengikuti program latihan yang terstruktur untuk menjadi atlet yang lebih baik dan profesional,” terangnya. Yondang berharap dengan adanya turnamen SAC Indonesia ini bidang olahraga athletics lebih dikenal dan diminta, sehingga memunculkan atlet berbakat. “Athletics itu adalah ibu dari segala olahraga, semua berawal dari athletics jadi sangat fundamental,” tandasnya. Sementara itu, Siswa SD Jaya Manggala yang meraih juara 1, Airil mengekspresikan rasa senangnya karena bisa berpartisipasi dalam turnamen SAC Indonesia. “Aku Airil dari sekolah SD Manggala senang, seru ikut lomba. Juara satu. Mau jadi Atlet Athletics,” ucapnya. Sumber: Semarta News

SAC Indonesia 2024-2025 Jadi Momentum Bangkitkan Atlet Muda

Pertamina SAC Indonesia 2024-2025

Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, melihat Pertamina SAC Indonesia 2024-2025 sebagai langkah penting untuk menjaring atlet-atlet berbakat dan mempersiapkan generasi emas olahraga Indonesia. Dalam sambutannya, Menpora memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat pada penyelenggaraan ajang ini, di antaranya Pertamina, Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), dan DBL Indonesia. Apalagi kualifikasi Jakarta Banten pada kompetisi atletik pelajar terbesar di Indonesia ini diikuti 4.900 atlet muda dari 520 sekolah, mulai tingkat SD sampai SMA. “Saya rasa animo dari atletik ini sangat tinggi. Bisa dilihat dari partisipasinya 4.900 atlet dari 520 sekolah untuk Jakarta Banten. Saya bahagia karena para atlet ini dari tingkat SD sampai SMA, di mana komitmen kami adalah menguatkan atletik untuk di kancah dunia yaitu Asian Games dan Olimpiade,” ujar Menpora hadir dalam upacara penutupan ajang Pertamina Student Athletics Championships (SAC) Indonesia 2024-2025 Jakarta Banten Qualifiers di Stadion Rawamangun Jakarta, Minggu (19/1) pagi. Menurut Menpora, melalui bibit-bibit atlet yang dikumpulkan dari tingkat SD dalam SAC ini, bisa ditemukan ditemukan potensi-potensi pengembangan atletik ke depan. Menpora Dito meyakini ke depan cabang olahraga atletik Indonesia di kancah multievent dunia akan lebih kuat. “Pastinya ini sudah dimulai oleh DBL bersama PASI, dan dukungan-dukungan dari Pemerintah Daerah juga BUMN. Ini adalah kolaborasi yang harus dilakukan karena memang dalam Desain Besar Olahraga Nasional, partisipasi dukungan itu harus dari multistakeholder,” terang Menpora. “Dan jika ada dukungan stakeholder-stakeholder ini, saya yakin pemerataan makin cepat dan penemuan potensi-potensi prestasi akan lebih baik,” imbuh Menpora Dito. Lebih lanjut dikatakan, pencarian bakat atletik dalam SAC ini patut dimanfaatkan secara optimal oleh PASI. Apalagi para pemenangnya nanti akan dikirim untuk menuntut ilmu dalam training camp di Tiongkok. Menpora juga menyebut, dalam dukungan untuk olahraga atletik ini Pemerintah telah memfasilitasi pusat pelatihan berkelas dunia di Pengalengan untuk digunakan PASI. Pusat-pusat pelatihan ini pun ke depan akan dikembangkan lebih masif lagi oleh Pemerintah. “Inilah yang kita harapkan, segalanya kita siapkan, dan berharap nanti ke depan di Asian Games dan Olimpiade, atlet-atlet kita makin berwarna,” tegas Menpora Dito.

Milklife Athletics Challenge 2024, Ajang Pencarian Bibit Atlet Berbakat

MilkLife Athletics Challenge 2024.(DOK DJARUM FOUNDATION)

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menuturkan penyelenggaraan MilkLife Athletics Challenge 2024 yang diadakan pada Selasa (9/7) hingga Kamis (11/7) ini bertujuan guna semakin menumbuhkan kegemaran masyarakat Kudus terhadap olahraga khususnya di level usia dini. Terlebih lagi, atletik yang selama ini dikenal sebagai ‘mother of sport’ merupakan olahraga yang sangat mudah dilakukan oleh berbagai level usia. “Itulah mengapa MilkLife Athletics Challenge ini formatnya fun games. Karena kami ingin memasyarakatkan olahraga mulai dari kalangan usia dini yakni SD dan MI. Harapannya tentu saja agar ekosistem olahraga atletik di Kudus bisa bergerak dan bergelora. Serta di jangka panjang, berbekal kecintaan terhadap olahraga ini, tidak tertutup kemungkinan ada yang bercita-cita menjadi atlet yang tidak hanya mengharumkan Kota Kudus, tapi juga Indonesia,” tutur Yoppy. Ia melanjutkan, demi mempercepat berputarnya ekosistem olahraga atletik ini, rencananya MilkLife Athletics Challenge akan diselenggarakan dua kali dalam satu tahun. Tidak hanya dari Kudus, dalam kejuaraan selanjutnya, penyelenggara juga menargetkan peserta dari berbagai kota tetangga seperti Pati dan Demak. Selaras dengan hal tersebut, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PASI Kabupaten Kudus, Noor Akhmad, S.Pd., M.Or. mengatakan penyelenggaraan MilkLife Athletics Challenge ini juga dimaksudkan sebagai ajang pencarian bibit-bibit berbakat yang kelak bisa meneruskan tongkat kejayaan olahraga bagi Kota Kudus khususnya di nomor-nomor atletik.  Mengintip data prestasi tahun lalu, atletik berhasil menyumbangkan dua medali emas, satu perak dan satu perunggu bagi kontingen Kudus saat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023. Di level usia dini, Kudus juga sukses meraih satu medali emas dan satu perunggu pada perhelatan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Atletik Tingkat SD – SMP se Jawa Tengah. “Prestasi-prestasi yang sudah diraih ini harus dijaga dan ditingkatkan. Salah satunya dengan ‘jemput bola’ mencari bibit-bibit berbakat yang antara lain melalui penyelenggaraan MilkLife Athletics Challenge. Kami juga mengadakan talent scouting, sehingga nanti peserta yang berbakat akan kami arahkan masuk ke klub-klub atletik yang ada di Kudus,” Noor Akhmad menjelaskan. Demi mewujudkan tujuan tersebut, sebelum penyelenggaraan MilkLife Athletics Challenge, penyelenggara terlebih dahulu mengadakan coaching clinic bagi para guru olahraga SD dan MI di Kudus pada Oktober 2023 lalu. Dalam coaching clinic ini, dipaparkan materi tentang olahraga atletik yang tepat bagi pelajar SD dan MI. Sesudahnya, para pendidik kembali ke sekolah dan membuat skuad yang akan berlaga di MilkLife Athletics Challenge.  Tidak hanya di level pelajar sekolah dasar, MilkLife Athletics Challenge juga berupaya menumbuhkan kecintaan berolahraga bagi anak yang bernaung di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Mereka bermain di dua games yakni lari 30 meter dan permainan lempar bola berekor. “Kami berharap beragam nomor yang diperlombakan ini bisa membuat pelajar semakin mengenal dan mencintai olahraga atletik. Dan tidak hanya di MilkLife Athletics Challenge saja, semoga semangat berolahraga terus tumbuh di hati tiap-tiap peserta,” tandas Noor Akhmad. Gayung bersambut, dukungan terhadap kegiatan yang menumbuhkan kecintaan berolahraga ini juga diberikan oleh MilkLife. Selaras dengan visi mereka yakni menyehatkan anak Indonesia, Direktur Marketing Global Dairi Alami sebagai produsen susu MilkLife, Soegiono berharap kegiatan positif ini dapat memompa semangat pelajar di Kudus untuk giat berolahraga yang didukung dengan asupan nutrisi yang baik. “Dukungan ini sejalan dengan komitmen kami untuk menyehatkan anak-anak Indonesia melalui produk yang kami hadirkan, dan juga berkontribusi positif bagi warga Kudus dalam memasyarakatkan olahraga. Kami berharap bahwa dukungan kami bisa melahirkan generasi Indonesia yang sehat dan juga berprestasi,” ujar dia. Penyelenggaraan MilkLife Athletics Challenge menambah semarak kegiatan olahraga yang belakangan ini cukup masif diadakan di Kudus. Sebelumnya, terdapat berbagai kejuaraan olahraga yang diinisiasi oleh pemerintah setempat dan juga sektor swasta, salah satunya ialah MilkLife Soccer Challenge yang diadakan tiga kali dalam setahun di Kudus demi pengembangan sepak bola putri di Tanah Air. PENJELASAN KATEGORI PERLOMBAAN:   Kanga’s Escape Merupakan lomba yang mengombinasikan lompat gawang dan lari cepat dengan panjang lintasan sejauh 40 meter. Dalam lintasan tersebut, terdapat empat penghalang setinggi 50 cm setiap 6 meter yang membuat peserta harus melompatinya hingga titik tujuan. Kanga’s Escape merupakan olahraga beregu yang berisikan tiga atlet. Lomba ini diarahkan untuk melihat bibit-bibit nomor atletik lari gawang 110 meter.   Turbo Throw Adalah lomba melempar alat bernama turbo yang menyerupai roket sepanjang 30 cm, terbuat dari paralon dengan mata roket karet dan ekor dari plastik. Olahraga ini bertumpu pada kekuatan otot tangan dengan pelempar terjauh mendapat poin tertinggi. Lomba ini diarahkan untuk atlet yang ingin menggeluti nomor atletik lempar lembing.   Formula 1 Mirip seperti ajang balap mobil, games ini juga memiliki lintasan berbentuk sirkuit sepanjang 80 meter. Tak hanya berlari, peserta juga diharuskan melakukan gerakan sprint, rolling, lompat gawang dan lari berkelok (slalom course). Formula 1 merupakan olahraga beregu yang memadukan unsur kekuatan, kelincahan dan kecepatan para peserta. Olahraga ini memiliki kemiripan dengan nomor atletik lari gawang 400 m.   Frog Jump Seperti namanya, Frog Jump (lompat katak) mengharuskan atlet melompat dengan dua kaki selebar bahu, kemudian melakukan lompatan ke depan tanpa menggunakan penghalang sebanyak tiga kali lompatan langsung. Di nomor lomba ini, unsur pengembangan kemampuan di power otot tungkai yang arahnya nanti ke nomor lomba lompat jauh.   Sprint 60 meter Merupakan lomba lari cepat jarak pendek pada jarak 60 meter yang mengharuskan para perserta berlari dengan kecepatan maksimum di lintasan. Peserta games ini akan diarahkan untuk nomor atletik lari jarak pendek (sprint 100 m dan 200 m).   Estafet 8×50 meter Merupakan lomba lari sambung dengan panjang lintasan 400 meter. Satu regu berisikan delapan orang (4 atlet putra, 4 atlet putri) dimana tiap-tiap peserta membawa tongkat, berlari 50 meter dan selanjutnya memberikan tongkat itu kepada rekan setimnya. Regu yang menang adalah yang tercepat membawa tongkat ke garis finish. Lomba ini dimaksudkan untuk pembelajaran estafet 4×100 m di tingkat junior dan dewasa.   Lari 1000 meter Di MilkLife Athletics Challenge 2024, nomor ini dikhususkan bagi Kelompok Usia 12 yang berlari dengan kecepatan maksimum sekitar 2,5 lintasan lari. Perlombaan ini diarahkan bagi peserta yang memiliki minat ke nomor atletik lari jarak jauh.   Lari 30 meter Dikhususkan bagi peserta di level PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dengan tujuan pembelajaran dan pengalaman aktivitas bergerak untuk semakin mencintai olahraga khususnya atletik.   Lempar Bola Berekor Permainan ini merupakan inisiasi bagi usia dini untuk mengenal olahraga atletik di nomor … Read more

ASEAN Schools Games 2024: Atletik Sumbang Tiga Medali Pada Hari Pertama

Cabang olahraga (cabor) atletik 13th ASEAN Schools Games (ASG) 2024 digelar di Da Nang Athletes Training Center, Vietnam, Senin (3/6). Di hari pertama yang memperlombakan sebelas nomor ini, tim atletik Indonesia berhasil menyumbangkan tiga medali terdiri dari satu perak dan dua perunggu. Medali perak secara mengejutkan diraih Novi Luthfi Afifah di nomor lompat tinggi putri. Atlet asal SKO SMAN 1 Grobogan ini mencatatkan lompatan 1,50 meter. Novi mesti mengakui keunggulan atlet tuan rumah Vietnam Duong Thi Thao yang menorehkan catatan 1,74 meter. Medali kedua yaitu perunggu nomor lari 800 meter putra yang diraih Asfari. Atlet asal PPOP DKI Jakarta ini mencatatkan waktu 1:56.78 yang merupakan personal best. Pelari tuan rumah Vietnam mendominasi nomor ini masing-masing Duong Phu Toan dengan catatan waktu 1:55:44 sebagai peraih emas dan Luong Binh Duong yang meraih perak. “Alhamdulillah, semoga ke depannya bisa lebih baik lagi dan bisa mendapatkan emas,” ujar Asfari yang masih akan bertanding di nomor 1.500 meter putra. Sementara medali ketiga atletik Indonesia disumbangkan Rizky Fahmi nomor 3.000 meter putra. Atlet asal PASI Malang ini mencatatkan waktu 9:31.00. Kembali lagi pelari tuan rumah mendominasi nomor ini yaitu Nguyen Le Hoang Vu sebagai peraih emas dengan waktu 9:29:65 dan Nguyen Hoang Thinh yang diganjar perak dengan torehan 9:30:41. “Kita sudah sesuai target untuk Asfari dan Rizky Fahmi mendapat perunggu masing-masing di nomor 800 meter dan 3.000 meter. Yang menarik adalah Novi yang bisa mendapat perak. Alhamdulillah kita total hari ini kita satu perak dan dua perunggu,” jelas Manajer Atletik Kontingen Indonesia di ASG 2024, Suryo Agung Wibowo. Diakui pada hari pertama ini Indonesia kehilangan target medali emas yaitu di nomor tolak peluru putra. Menurut Suryo hal ini dikarenakan adanya peningkatan prestasi dari negara-negara pesaing. “Bahkan Singapura pun bisa lempar 17 meter, itu di luar ekspektasi kita. Nah itu menjadi evaluasi kita ke depannya untuk lebih aware lagi terkait dengan data-data yang kita dapat,” urainya. Untuk atletik hari kedua Selasa (4/6) besok, Suryo menyebut akan ada delapan nomor yang dipertandingkan. Salah satunya berpotensi medali emas yaitu di nomor 800 meter putri yaitu Mutiara Oktarani dari Yogyakarta yang merupakan atlet Pelatnas. “Insyaallah kami berharap di nomor itu (meraih emas),” sebut mantan pelari nasional yang pernah menyandang gelar manusia tercepat di Asia Tenggara ini. Terkait hilangnya potensi emas di hari pertama atletik ini, Asisten Deputi (Asdep) Sentra Pembinaan Olahraga Prestasi pada Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Aziz Ariyanto menyatakan hal itu akan menjadi bahan evaluasi. Menurutnya akan membutuhkan kerja keras bagi atletik untuk bisa mendulang banyak emas. “Doakan saja besok masih mendapat medali. Semoga target ke depannya lebih baik lagi dan ini evaluasi buat kita pada pembinaan di level pelajar,” tutur Asdep Aziz. Sumber: Kemenpora

Kharisma Evi Pecah Rekor di Kejuaraan Para Atletik Dunia

Dengan penampilan yang tetap mengenakan kerudungnya, para sprinter Kharisma Evi Tiarani berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang Kejuaraan Para Atletik Dunia 2024 di Kobe, Jepang pada Selasa (21/5/2024). Dirinya sukses meraih juara di nomor lari 100 meter T63 sekaligus memecahkan rekor baru, yakni berhasil finish dengan catatan waktu 14,65 detik. Sebelumnya, pada ajang yang diselenggarakan di Uni Emirat Arab (UEA) tahun 2019 lalu, Kharisma Evi Tiarani juga berhasil meraih juara dengan rekor catatan waktu 14,72 detik. Rekor di UEA itu kini telah ia pecahkan dengan rekor terbarunya di Jepang. Dengan gelar juara terbarunya di Jepang, itu artinya Evi telah menambah satu slot lagi bagi tim Indonesia pada ajang Paralimpiade di Paris, Agustus mendatang. Sebab sebelumnya dirinya telat lolos kualifikasi Paralimpiade melalui jalur lainnya. Pencapaian yang dibuat oleh Evi itu tentu menuai pujian dari berbagai pihak. Itu salah satunya datang langsung dari sang pelatih Purwo Adi Sanyoto. ”Tentu ini sangat luar biasa sekali hasil yang diraih Evi. Ini membuatnya menjadi juara dunia dalam nomor 100 meter T63. Tentunya, ini merupakan gelar juara dunia Evi yang kedua setelah di Dubai pada 2019,” kata Pelatih Para Atletik Purwo Adi Sanyoto. Tak mau puas dengan prestasi yang didapatnya, atlet binaan National Paralympic Committee (NPC) itu mengatakan jika kemenangannya bakal menjadi motivasi untuk mencatatkan waktu yang lebih baik lagi di turnamen berikutnya. ”Ini menjadi motivasi untuk bisa membuat catatan waktu yang lebih baik ke depannya. Rencana selanjutnya adalah menyiapkan diri untuk berlaga di Paralimpiade 2024 di Paris,” ujar Evi saat berbicara mengenai rekor yang dicapainya. Sebagai informasi, Evi merupakan atlet kelahiran 19 Januari 2001. Wanita yang lahir di Boyolali, Jawa Tengah itu terlahir dengan gangguan perbedaan panjang kaki. Evi pun diketahui telah mengikuti ajang olahraga para-atletik sejak tahun 2014 di Pusdiklat Jawa Tengah.

Borobudur Marathon 2022 Diharapkan Lahirkan Atlet Muda Berbakat

Borobudur Marathon 2022 Diharapkan Lahirkan Atlet Muda Berbakat

Borobudur Marathon 2022 resmi dimulai. Pada hari pertama, oara pelari kategori Elite Race Men and women dan juga kategori Young Talent dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Sabtu pagi (12/11). Kepada peserta lomba, Ganjar memberikan semangat dan motivasi. Dia juga menjanjikan hadiah bonus bagi peserta yang berhasil naik podium dan memecahkan rekor Borobudur Marathon. “Saya berharap ada pemecahan rekor. Bonus pasti kami berikan kalau ada yang berhasil,” kata Ganjar. “Jadi pemecahan rekor untuk laki-laki dan perempuan dan khusus sebagai penyemangat untuk para pelajar yang naik podium kita berikan bonus tabungan dari Bank Jateng,” imbuhnya. Adapun untuk kategori Elite Race atau full marathon, pelari sebanyak 35 atlet nasional akan menempuh rute berjarak 42.195 km. Sementara kategori Young Talent, pesertanya sebanyak 29 orang yang terdiri dari pelajar berusia 15-18 tahun dilombakan di nomor 10k. Dijelaskan Ganjar, ajang Borobudur Marathon 2022 juga menjadi kesempatan peserta kategori Young Talent yang merupakan atlet binaan angkatan pertama dari Bank Jateng, untuk menjadi pelari profesional. “Kita harapkan Borobudur Marathon akan melahirkan atlet-atlet baru yang masih muda, penuh semangat dan menginspirasi. Mereka punya motivasi kuat untuk jadi atlet hebat,” ungkap Ganjar. Lebih lanjut Ganjar menyampaikan, ajang Borobudur Marathon juga merupakan kesempatan emas untuk membangkitkan geliat ekonomi Jawa Tengah, khususnya di Magelang. Apalagi setelah dua tahun kemarin diterpa pandemi Covid-19. Indikator kebangkitan ekonomi terlihat dari penuhnya penginapan seperti hotel, homestay hingga balai ekonomi desa (balkondes) di Magelang dan sekitarnya. Bahkan, kata dia, rumah-rumah warga juga turut disewakan lantaran penginapan telah diisi para wisatawan, bahkan dari jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Borobudur Marathon. “Ekonomi mulai menggeliat karena besok cukup banyak ya, 5 ribu orang, itu pun kita batasi. Kalau tidak dibatas bisa membludak itu. Kalau kita lihat kiri kanan dari sini mungkin bisa cek homestay penuh atau tidak. Ini indikator, sehingga rumah-rumah penduduk pun ikut disewakan,” pungkasnya. Adapun di hari pertama, untuk pelajar pemenang kategori Young Talent Women disabet oleh Nur Asakiyah, diikuti Azziati Dina Amalina di posisi kedua dan Nagita Kurniasari di urutan ketiga. Lalu kategori Young Talent Men pelari tercepatnya adalah Iga Saputra, posisi kedua Efriyanto dan posisi ketiga Fadil Aulia Mukti. Para pelajar pemenang ini mendapatkan bonus yang dijanjikan Ganjar yakni tabungan pelajar Bank Jateng senilai Rp 2 juta. Untuk kategori Elite Race Women Marathon 2022, juaranya adalah Pretty Sihite, diikuti Yulianti Utari dan Trianingsih. Kemudian Elite Race Men, pelari tercepatnya adalah Nursodiq, kemudian Irmansyah di posisi kedua dan Musa di urutan ketiga.

Zohri Siap Persembahkan Medali Emas SEA Games Untuk Mendiang Bob Hasan

Zohri Siap Persembahkan Medali Emas SEA Games Untuk Mendiang Bob Hasan

Sprinter andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri mengincar medali emas di SEA Games Vietnam. Ia menyatakan akan mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dan mendiang Bob Hasan. Bob Hasan merupakan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Ia punya kontribusi yang besar terhadap kemajuan atletik di Indonesia. Pada Maret 2020 Bob Hasan meninggal di usia 89 tahun. Sprinter asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mengaku termotivasi dengan pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali saat berkunjung ke Pelatnas atletik di Jakarta belum lama ini. “Pesan Menpora Amali saya jadikan motivasi. Terlebih Menpora bilang persembahkan medali untuk almarhum Bob Hasan yang mendidik, memberikan semangat, dan banyak hal lainnya. Semoga saja pada SEA Games Hanoi bisa mencapai target membawa pulang emas untuk Indonesia,” ujar Zohri. Ihwal persiapan menghadapi SEA Games 2022, Zohri mengatakan terus berlatih meski sempat mengalami cedera hamstring. Cedera itu ia dapatkan saat tampil di Kejuaraan Dunia Atletik Indoor di Stark Arena, Belgrade, Serbia pada 18-20 Maret 2022. Kini, kondisi Zohri mulai membaik bahkan sudah melakukan latihan berupa jogging, strike, dan speed. Dia berharap bisa memperbaiki catatan waktu saat tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 pada nomor 100 meter putra yakni 10,46 detik. PB PASI menyiapkan 23 atlet untuk SEA Games 2022. Selain Zohri, pada sektor putra ada nama Sapwaturrahman, Abdul Hafiz, Halomoan B Simanjuntak, Hendro, Atjong Tio Purwanto. Lalu Agus Prayogo, Bayu Kertanegara, Eko Rimbawan, Sudirman Hadi, Wahyu Setiawan, dan Adit Rico. Sedangkan untuk putri yakni Emilia Nova, Maria Londa, Agustina Manik, Odekta Naibaho, Eki Febri Ekawati, Sri Mayasari. Lalu Tyas Murtiningsih, Erna Nuryanto, Jenny Agreta, Hasruni Rahim, dan Valentine Lonteng.

Waspadai Pelari Tuan Rumah, Sri Mayasari Siap Sumbangkan Medali Emas SEA Games Vietnam

Waspadai Pelari Tuan Rumah, Sri Mayasari Siap Sumbangkan Medali Emas SEA Games Vietnam

Sri Mayasari menjadi salah satu atlet yang diharapkan bisa mendulang medali emas di SEA Games 2021 Vietnam dari nomor 400 meter. Untuk mewujudkan target tersebut, Sri terus meningkatkan volume latihannya hingga 97 persen. “Latihan sudah, semuanya sudah dimaksimalkan termasuk juga meningkatkan speed. Semua aman dan siap merebut medali emas, semoga rezeki,” kata Sri saat saat ditemui usai latihan di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/4). Pemecah rekor nasional dalam waktu 53,22 detik pada nomor lari 400 meter putri PON Papua 2021 ini mewaspadai kekuatan dari atlet tuan rumah. Menurutnya, Vietnam meraih hasil baik dalam edisi SEA Games sebelumnya di Filipina. “Saingan terberat memang tuan rumah. Pasti dia akan habis-habisan. Meski demikian, saya tetap optimis bisa dapat emas,” ujar Sri. Dalam latihan terakhirnya, wanita 28 tahun tersebut mencatatkan waktu yang cukup baik. Sri berhasil membukukan 52,66 detik. Catatan waktu ini jelas lebih baik dari hasil yang diraihnya saat PON di Papua tahun lalu. “Semoga dengan latihan yang telah dijalani ini membuahkan hasil,” jelas Sri. Terpisah, pelatih Sri, Bastoni cukup percaya diri jika Sri akan mendapatkan hasil terbaik di SEA Games Vietnam. Dia bilang Sri sudah menjalani latihan secara serius. “Sudah sembilan puluh tujuh persen voume latihannya. Sekarang ini tinggal menambah dan mematangkan speednya. Dia sangat menikmati saat-saat latihan dan enjoy menjalaninya. Semoga target emas bisa dicapai,” pungkas Bastoni.

Sprinter Zohri Akan Mengikuti Kejuaraan Dunia Atletik Indoor.

Minimnya kompetisi di luar negeri karena pandemi COVID-19, membuat Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kesulitan mengirim atlet untuk uji coba di luar negeri. Zohri akan menjadi wakil Indonesia satu-satunya dalam Kejuaraan Dunia Atletik Indoor yang berlangsung di Stark Arena, Belgrade, Serbia, 18-20 Maret. Dia bakal debut dengan turun pada nomor lari 60 meter putra. “Ya, tidak ada kompetisi lagi. Kejuaraan Atletik Dunia Indoor di Serbia menjadi satu-satu ajang sebelum ke SEA Games Hanoi,” kata Zohri dikutip dari kantor berita ANTARA, Rabu (16/03). Lebih dari itu, Zohri juga bakal menjadi atlet dari cabang olahraga atletik yang berkesempatan merasakan atmosfer persaingan di luar negeri sebelum SEA Games Hanoi. Zohri telah bertolak ke Serbia pada Selasa (15/3) malam WIB. Dia berharap bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia dalam kejuaraan bergengsi tersebut. “Saya meminta dukungan dan doa masyarakat untuk bisa memberikan prestasi yang terbaik untuk Indonesia. Saya juga berharap semoga virus corona segera bisa menghilang,” pungkas Zohri. World Athletics Indoor Championships 2022 bakal diikuti 680 atlet dengan rincian 372 putra dan 308 putri dari 137 negara dari seluruh dunia. Secara keseluruhan ajang ini melombakan 26 nomor. Zohri bisa tampil di Serbia setelah mendapat undangan dari penyelenggara. Sumber: www.antaranews.com

Pecahkan Rekor Pendahulu, Zohri Sprinter Indonesia Tercepat di Olimpiade

Pecahkan Rekor Pendahulu, Zohri Sprinter Indonesia Tercepat di Olimpiade

Zohri memang belum berhasil menyumbang medali untuk Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020. Pelari asal Lombok itu kalah cepat dengan atlet kelas dunia lainnya. Namun, ada rekor lain yang berhasil terpecahkan oleh Lalu Muhammad Zohri. Ia mencatat sejarah baru sebagai sprinter Indonesia tercepat di ajang Olimpiade. Zohri sukses menjadi atlet tercepat di nomor 100 meter putra di pesta olahraga terbesar sedunia tersebut. Pada babak pertama heat keempat, Zohri finis di urutan ke-5 dengan catatan waktu 10,26 detik. Lalu, siapa sajakah mantan pelari Indonesia yang mampu dilampaui rekornya oleh Zohri? Yang pertama ada nama Jalal Gozal. Pada Olimpiade Melbourne 1956, Jalal Gozal memiliki catatan waktu 11,45 detik. Kemudian berlanjut di Olimpiade Roma 1960, ada Johannes Gosal yang mencatatkan waktu 10,90 detik. Lalu, pada ajang Olimpiade Los Angeles 1984, Indonesia memiliki dua wakil di nomor 100 meter putra. Yang pertama Mohamed Purnomo dengan catatan 10,51 detik, kemudian ada Christian Nenepath yang dengan waktu 10,66 detik. Berlanjut di Olimpiade Seoul 1988, Indonesia diwakili Mardi Lestari dengan mencatatkan waktu 10,39. Masuk ke Olimpiade Sydney 2000, terdapat tiga wakil, yakni John Herman Murray mencatatkan 10,68 detik, Yanes Raubaba lebih cepat dari John, dirinya berhasil catat 10,54 detik. Lalu Erwin Heru Sutanto menempati posisi enam dengan waktu 10,87 detik. Di Beijing 2008, ada Suryo Agung yang mampu mencatatkan waktu 10,46 detik. Sementara di London 2012, ada Fernando Lumain dengan catatan 10.90 detik yang lolos ke perempat final namun finish kedelapan. Di Olimpiade Rio 2016, Sudirman Hadi terhenti di putaran pertama. Dia mencatatkan waktu 10,70 dan menempati posisi sembilan. Dengan pencapaian yang terbilang luar biasa ini, tentu saja ini bisa menjadi harapan ke depan bagi Indonesia untuk Zohri bisa tampil lebih baik lagi di Olimpiade Paris 2024, mengingat usianya yang masih sangat muda yakni 21 tahun. Sumber: Sindonews.com

Profil Rezcan Mass, Pelari Muda Asal Medan

Profil Rezcan Mass Siregar, Pelari Muda Asal Medan

Sumatera Utara memang dikenal kerap menyumbang para atlet-atlet berbakat. Rezcan Mass Siregar merupakan satu di antara atlet muda berbakat asal Sumatera Utara. Ia merupakan pelari dengan nomor lomba, menengah dan jauh. Diakui Rezcan, ia memulai mengenal dunia atletik sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Ia awalnya hanya ikut-ikutan. Namun, saat duduk di bangku kelas 2 SMP, ia mulai serius pada cabang olahraga (cabor) itu. “Pas SMP kelas 2, kalo gak salah tahun 2016. Alasannya karena termotivasi dari kakak saya sendiri yang juga menggeluti olahraga lari. Beliau pernah juara nasional maupun internasional,” ujar Rezcan, Minggu (4/7/2021). Diketahui, Rezcan merupakan adik kandung dari pelari wanita, Nyai Prima Agita Siregar. Nyai pernah menorehkan prestasi di berbagai kompetisi olahraga, diantaranya, meraih medali emas di nomor lari 10.000 meter puteri pada ajang Porwil Sumatera, tahun 2015, Bangka-Belitung. Prestasi-prestasi inilah yang memotivasi Rezcan semakin aktif menggeluti dunia atletik, khususnya lari. Ia mengatakan, pertama kali bergabung dengan atletik, di klub Parluatan Athletic Club. Rezcan mengisahkan tentang kompetisi yang paling berkesan menurutnya. Saat itu ia kali pertama menjadi perwakilan Indonesia di ajang kompetisi internasional. “Itu pas di Hongkong, kejuaraan Asian School Cross Country, tahun 2017. Alhamdulillah juara 1, di kategori 4 Km. Kenapa berkesan, karena waktu itu pertama kalinya berlomba di luar negeri. Jadi saya ngerasa sangat bangga, bisa berlomba untuk Indonesia dan alhamdulillah pertama kali ke luar negeri dapat medali emas,” katanya. Biodata: Nama: Rezcan Mass Siregar Tempat, Tanggal Lahir: Pintu Langit Jae, 13 Januari 2002 Daftar Prestasi: 1. Jatim Open – Remaja Junior (2016): Meraih medali emas lari 3.000 m. 2. Kejurnas Remaja Junior Jakarta (2016): Meraih medali emas lari 1.500 m & medali perunggu 3.000 m. 3. Popnas Jateng (2017): Meraih medali perak lari 5.000 m. 4. Kejurnas Antar PPLP Papua (2017): Meraih medali perak lari 5.000 m. 5. Asian School Cross Country Championship Hongkong (2017): Meraih medali emas lari 4 Km individu & medali perunggu di beregu (tim). 6. Kejurnas Antar PPLP Gorontalo (2018): Meraih medali emas lari 5.000 m. 7. SEA Youth Thailand (2018): Meraih medali perunggu lari 3.000 m. 8. Kejurnas Remaja Junior GBK (2018): Meraih medali emas lari 3.000 m & perak 1.500 m. 9. Kejurnas Antar PPLP Babel (2019): Meraih medali emas lari 5.000 m & perak 1.500 m. Sumber: Tribun Medan

PB PASI Targetkan 5 Atlet Tembus Jajaran Elit Dunia

PASI Targetkan 5 Atlet Tembus Jajaran Elit Dunia

Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) akan meluncurkan program 5 atlet menuju pentas dunia. Kelima atlet itu akan dijaring Tim Talent Scouting dari berbagai daerah yang dianggap potensial. Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, saat ditemui di Stadion Madya GBK, Jakarta, Senin, menuturkan bahwa Indonesia punya potensi besar untuk mengisi jajaran atlet atletik terbaik dunia setelah melihat prestasi dan capaian selama ini. “Sekarang PASI punya target lima atlet bisa masuk kelas dunia dalam lima tahun ke depan. Seperti misalnya Zohri, dia sudah di 30 besar pelari 100 meter, lainnya juga akan kami dorong,” kata Luhut menjelaskan. Untuk mewujudkan rencana ini, PB PASI juga sudah menyiapkan langkah terstruktur dengan melakukan pencarian bibit atlet di seluruh daerah. Luhut menyebutkan, proses pencarian bibit atlet ini dijadwalkan mulai berjalan setelah Lebaran. “Untuk atlet lempar (lembing dan cakram) misalnya, kami coba cari di Merauke atau Papua, untuk atlet lari ke NTB atau NTT. Jadi sekarang lebih spesifik prosesnya. Pelatihnya pun akan kami perbaiki,” ujarnya. Selain itu, PB PASI juga tengah membangun fasilitas latihan di daerah Pangalengan, Jawa Barat. Fasilitas trek ini berada di ketinggian 1.100 mdpl, dengan harapan bisa melatih paru-paru atlet agar lebih kuat. Tidak lupa urusan gizi juga akan lebih diperhatikan. Asupan makanan atlet akan dijaga ketat dengan melalui konsultasi dari ahli gizi. “Saya diingatkan bahwa ternyata mereka kadang suka makan sesukanya. Harusnya makan sesuai menu yang teratur dan disesuaikan oleh ahli gizi. Kuncinya harus disiplin, kalau tidak seperti ini tidak akan bisa masuk kelas dunia,” kata Luhut menegaskan.

Pertajam Rekor Nasional di Jepang, Lalu Muhammad Zohri Lolos Olimpiade 2020

Sprinter berusia 18 tahun Lalu Muhammad Zohri lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang setelah meraih medali perunggu di Seiko Grand Prix 2019, Minggu (19/5). (idntimes)

Jakarta- Sprinter muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri berhasil lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Torehan itu didapat setelah ia meraih medali perunggu nomor 100 meter di ajang Seiko Grand Prix 2019, Osaka, Jepang, pada Minggu (19/5), dengan catatan waktu 10,03 detik. Hasil itu sekaligus mempertajam rekor nasional (Rekornas) yang selama ini dipegangnya yakni 10,15 detik. Rekornas sendiri dipecahkan pria kelahiran Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), 1 Juli 2000 itu pada Kejuaraan Atletik Asia 2019, di Doha, Qatar, Senin (21/4). Rekor sebelumnya dipegang Suryo Agung dengan catatan waktu 10,17 detik serta bertahan selama 10 tahun. Sedangkan medali emas Seiko Grand Prix 2019 diraih Justlin Gatlin (Amerika Serikat). Sprinter dunia pemegang medali emas Olimpiade 2004 dan medali perak Olimpiade 2016 itu membukukan catatan waktu 10,00 detik. Diikuti Yoshinide Kiryu (Jepang) yang mencetak waktu 10,01 detik, dan berhak atas medali perak. Dengan prestasi gemilang yang dicetak Zohri tersebut membuat dirinya dipastikan berlaga di Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. “Lalu Zohri fix lolos ke Tokyo karena catatan waktunya di Osaka masuk limit. Limit Olimpiade itu 10,05 detik. Kejuaraan di Osaka masuk kualifikasi Olimpiade,” ungkap Hendri Firzani, Humas PB (Pengurus Besar) PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia), pada Minggu (19/5). Zohri telah membuktikan dirinya mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Jika konsisten, bukan tidak mungkin, anak didik Eni Nuraeni itu berpulang memberikan medali bagi Indonesia di ajang pesta olahraga terbesar sejagat di Negeri Sakura pada 2020. (Adt)

Zohri Kembali Mengukir Prestasi Emas di Malaysia Open Grand Prix

Lalu Muhammad Zohri. (Foto: Tempo)

Lalu Muhammad Zohri, Sprinter asal Lombok NTB kembali mengukir prestasi bagi Indonesia pada ajang 1st Malaysia Open Grand Prix di Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Zohri berhasil mencatat waktu 10,20 detik pada nomor 100 meter putra pekan lalu (30/3/19) mengungguli pelari Malaysia, Zulfiqar Ismail dengan catatan waktu 10,41 detik dan pelari asal Taiwan, Wei-Hsu Wang dengan waktu 10,44 detik. Zohri yang berlari di lintasan keenam tersebut pada awalnya sempat tertinggal, hingga ia berhasil berjuang dan menempati urutan terdepan. Sebelumnya pada ajang Singapore Open 2019, banyak sejumlah atlet atletik Indonesia yang juga meraih medali emas, seperti Agustina Mardika manik pada nomor lari 800 meter putri dengan total waktu 2 menit 11,88 detik. Agustina juga menyumbangkan medali emas di nomor estafet 4×400 meter putri bersama Marselina, Sri Mayasari dan Gusti Ayu Ningsih. Mereka berempat berhasil mencatatkan waktu 3 menit 56,52 detik. (IHA)

Cari Bibit Muda Atlet Dari Kejurnas Estafet 2018, Jabar Dominasi 4×100 Meter U-18 Putri dan 4×400 U-20 Putra

Tim estafet 4x400 meter U-20 kontingen Jawa Barat (biru), sukses meraih gelar juara, pada Kejurnas Estafet 2018, di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Minggu (9/12). (istimewa)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) mencari bibi muda atlet estafet Indonesia melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Estafet 2018, di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Minggu (9/12). Hal itu dikatakan Eni Sumartoyo, Pelatih Estafet PASI, dalam event ini. Menurutnya, event ini digelar sebagai bagian dari proses regenerasi.”Karena ada atlet-atlet yang sudah harus pensiun. Sehingga yang muda-muda inilah yang nantinya akan menggantikan mereka. Tapi, yang menjadi juara di Kejurnas ini tidak otomatis masuk Pelatnas tahun depan,” ujar Eni. Disebutkannya, masih ada seleksi yang harus dilalui dengan melibatkan tim khusus talent dari PASI guna menilai bakat para atlet muda itu. Selain itu, tambah Eni, dua kejuaraan internasional pada Maret 2019, yaitu SEA Youth di Filipina dan Asian Youth di Hong Kong juga akan menjadi ajang seleksi para atlet muda Indonesia itu. “Dari dua kejuaraan itu, nantinya kami sekaligus menyeleksi siapa saja yang memiliki bakat dan potensi,” terang Eni. Pada Kejurnas Estafet 2018 mempertandingkan tujuh nomor. Yakni 5×80 meter estafet U-14 putra-putri, 4×100 meter estafet U-18 putra-putri, 4×400 meter estafet U-20 putra-putri, dan 4×400 meter estafet senior mix. Sementara itu, kontingen Jawa Barat (Jabar) berhasil mendominasi nomor 4×100 meter estafet U-18 putri dan 4×400 meter estafet U-20 putra. Sedangkan Jawa Timur (Jatim) tampil sebagai yang terbaik di nomor 4×400 meter estafet U-20 putri dan 4×400 meter estafet senior mix. Lalu tim Jawa Tengah (Jateng) sukses membawa pulang juara nomor 4×100 meter estafet U-18 putra. Untuk nomor 5×80 meter estafet U-14 putra, sukses dimenangi sekolah atletik MTR 72. Lalu, sekolah atletik Jayakarta 16 menjadi kampiun di nomor 5×80 meter estafet U-14 putri. (Adt)