MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Membidik Pesepakbola Putri di 10 Kota

Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife segera menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026. Kota Malang, Jawa Timur dan Bekasi, Jawa Barat menjadi dua kota tambahan yang melengkapi delapan kota penyelenggaraan MLSC sejak tahun lalu. Rangkaian turnamen sepak bola putri KU 8, KU 10 & KU 12 ini dimulai di Kudus yang bergulir 29 Juli – 3 Agustus 2025.

JAKARTA, 31 Juli 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife segera menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026. Kota Malang, Jawa Timur dan Bekasi, Jawa Barat menjadi dua kota tambahan yang melengkapi delapan kota penyelenggaraan MLSC sejak tahun lalu. Rangkaian turnamen sepak bola putri KU 8, KU 10 & KU 12 ini dimulai di Kudus yang bergulir 29 Juli – 3 Agustus 2025.  Teddy Tjahjono, Program Director MilkLife Soccer Challenge mengatakan, kembali bergulirnya MilkLife Soccer Challenge tahun ini di 10 kota diharapkan memantik lebih banyak minat siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk semakin menggeluti sepak bola. Sehingga dengan MLSC yang rutin diselenggarakan setiap tahun sebanyak dua seri di masing-masing kota, dapat menjadi lumbung penghasil bibit-bibit potensial yang kelak bisa bergabung di timnas putri dan membela Indonesia di pertandingan level dunia. “Turnamen atau kompetisi itu harus secara reguler dan rutin diselenggarakan supaya calon atlet atau yang sudah menjadi atlet sepak bola tahu ada wadah yang memang secara konsisten digelar. Sehingga memotivasi mereka untuk mulai ikut kegiatan ekskul sepak bola atau bahkan menekuni dengan bergabung klub sepak bola. Kami mengajak seluruh peserta berpartisipasi pada MLSC dan mari kita bergandeng tangan memajukan sepak bola putri Tanah Air,” kata Teddy di sela Press Conference Kick Off MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 di Jakarta (31/7). Pada hari Kamis (31/7) MilkLife Soccer Challenge – Kudus Seri 1 2025 juga tengah bergulir. Turnamen ini diikuti oleh 1.370 peserta dari 92 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari Kudus dan sekitar. Teddy melanjutkan, penyelenggaraan MLSC periode ini meluas ke dua kota yakni Malang dan Bekasi, yang sebelumnya diselenggarakan di delapan kota. Ia menilai bahwa hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaring lebih banyak lagi bibit-bibit pesepakbola putri potensial di kota yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola.  “Malang dan Bekasi merupakan kota yang punya sejarah sepak bola dan memang populasi penduduknya besar. Dari hasil survei kami, dua kota tersebut punya minat yang cukup tinggi terhadap sepak bola putri. Harapannya pada MLSC kali ini secara kualitas peserta semakin meningkat, dan dari sisi kuantitas juga mengalami penambahan dari gelaran sebelumnya,” imbuh Teddy.   Sekadar diketahui, Bekasi erat kaitannya dengan dua tim, yaitu Persikasi Bekasi dan FC Bekasi City (sebelumnya dikenal dengan nama Persipasi Bekasi). Persikasi Bekasi, berdiri pada tahun 1961, merupakan tim yang mewakili Kabupaten Bekasi. Sementara FC Bekasi City, tim yang berbasis di Kota Bekasi dan saat ini berkompetisi di Liga 2.  Sedangkan sepak bola di Malang memiliki sejarah panjang yang dimulai pada masa penjajahan Belanda. Klub sepak bola tertua di Malang, yaitu MVB (Malangsche Voetbal Bond) berdiri pada 1928, sebelumnya dikenal sebagai Voetbalbond Malang en Omstreken (VMO) tahun 1926-1933. Lalu PSIM (Persatoean Sepakbola Indonesia Malang), menjadi bagian penting dari perkembangan sepak bola di Kota Apel yang telah terbentuk tahun 1953. PSIM atau Persema, yang lahir dari gabungan klub-klub sepak bola Malang, juga menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola kota ini. Selain penambahan dua kota baru, perbedaan lainnya pada MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 adalah dimensi lapangan KU 12 yang sebelumnya 24 x 40 meter menjadi 26 x 42 meter (KU 10 masih menggunakan ukuran lapangan sebelumnya), titik penalti menjadi 10 meter dari gawang, kick off dimulai dengan dua sentuhan, serta untuk pertandingan babak semifinal, final, dan atau 8 besar KU 10 menggunakan lapangan KU 12. Peraturan yang dipakai pada MLSC merupakan peraturan khusus pertandingan yang disesuaikan dengan  Peraturan Umum PSSI untuk pengembangan usia dini.   Didiet Fadriana Abdulkadir, Business Unit Head (Dairy) – Savoria sebagai produsen susu MilkLife menuturkan, komitmen pihaknya kembali mendukung turnamen ini karena antusiasme peserta yang terus meningkat, serta sederet prestasi gemilang yang berhasil diraih oleh para atlet. Demi memompa motivasi para srikandi muda, Milklife juga akan memberi satu karton susu berukuran 115 ml per bulan yang disuplai selama enam bulan untuk para juara di setiap penyelenggaraan. “Kami sangat mengapresiasi para peserta yang terus mengalami peningkatan di setiap seri maupun kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge. Terlebih beberapa dari mereka telah merasakan merumput di turnamen internasional dan ada pula yang tengah mengikuti seleksi timnas U-16. Artinya yang kami lakukan selama ini sudah berjalan sesuai dengan visi. Tentunya kemampuan para atlet jika ditopang dengan asupan nutrisi seperti susu MilkLife diharapkan menambah energi, strategi, dan mental juara untuk #BeraniCetakGol,” ungkap Didiet.  Vivin Cahyani Sungkono, Exco PSSI menyambut bangga MilkLife Soccer Challenge yang digelar secara rutin dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa turnamen ini menjadi cikal bakal lahirnya pesepakbola putri profesional yang kelak berlaga pada turnamen di level yang lebih tinggi secara berjenjang. Di samping itu pula, MLSC dianggap sudah selaras dengan program pembinaan dari PSSI yang juga mendapat dukungan penuh dari organisasi tersebut. “Saya bersyukur sekali karena tugas PSSI dalam pembinaan mulai dari grassroot sampai profesional terbantu dengan adanya MilkLife Soccer Challenge. Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan insentif dan komitmen yang luar biasa dari sisi pembinaan usia dini khususnya sepak bola putri secara nasional. Saya mewakili PSSI berterima kasih selama dua tahun terakhir pembinaan sepak bola wanita usia dini sampai senior berjalan lancar. Kami berharap MLSC menjadi talent pool putri berbakat yang nantinya akan berlaga di level profesional,” ujar Vivin. Clea Abelia atlet jebolan MilkLife Soccer Challenge Jakarta menyatakan, turnamen ini sangat berperan besar terhadap karirnya sebagai pesepakbola. Selain meningkatkan kemampuan, jam terbangnya pun semakin tinggi. Terlebih lulusan SDN Kalisari 01 ini juga sempat ‘merumput’ pada turnamen internasional yang digadang sebagai terbesar di Asia, JSSL Singapore 7’s 2025 usai lolos kurasi dari tim talent scouting MLSC dan meraih gelar runner-up.  “MilkLife Soccer Challenge banyak ngasih pembelajaran dan pengalaman berharga buat aku. Dari turnamen ini aku jadi semakin mencintai dan menggeluti sepak bola. Apalagi sempat berangkat ke JSSL Singapore 7’s 2025 bertanding dengan atlet-atlet dari negara lain. Jadi buat yang ingin menjadi pesepakbola gak ada alasan untuk kalian gak ikut MLSC,” tutur Abel, sapaan akrabnya yang kini tergabung dalam Cipta Cendikia Football Academy, Bogor, Jawa Barat. Sepanjang mengikuti MilkLife Soccer Challenge, Clea Abelia menuai sejumlah prestasi diantaranya Top Scorer di MLSC Jakarta Seri 1 2024 untuk KU 12 dengan mengemas 17 gol, serta Top Scorer (27 gol) dan Best Player … Read more

Agenda Timnas U23 Usai Piala AFF 2025

Agenda Timnas U23 usai Piala AFF 2205 adalah mengikuti Kualifikasi Piala Asia U23 2026. Jadwal kualifikasi tersebut akan berlangsung pada 3-9 September 2025. Indonesia akan menjadi tuan rumah di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Skuad Timnas Indonesia U23 tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan usai gagal juara di Piala AFF U23 2025. Kekalahan dari Vietnam di laga final wajib dijadikan pelajaran berharga demi target lebih tinggi yakni di pentas Asia. Apalagi Indonesia asuhan Gerald Vanenburg akan menjalani laga tidak mudah di Kualifikasi AFC U23 nanti. Skuad Garuda Muda berada di Grup J bersama Korea Selatan, Laos, dan Macau. Sesuai jadwal, Indonesia akan menghadapi Laos di pertandingan pertama pada Rabu 3 September. Laga ini wajib hukumnya dimenangkan oleh Jens Raven dan kawan-kawan. Berdasarkan sejarah, Laos tercatat belum pernah lolos ke putaran final Piala Asia U23. Tiga hari kemudian atau pada Sabtu 6 September, Indonesia giliran menghadapi Macau. Tim tersebut juga belum pernah lolos ke putaran final Piala Asia U23 dan secara peta kekuatan Indonesia seharusnya bisa mengamankan tiga poin di laga ini. Dua kemenangan atas Laos dan Macau akan menjadi modal Timnas U23 menghadapi Korea Selatan di laga terakhir. Laga tersebut akan berlangsung pada Selasa 9 September. Korea Selatan tentu menjadi favorit di Grup J. Pasalnya dari enam edisi Piala Asia U23 terdahulu, Korea Selatan selalu lolos ke putaran final. Mereka bahkan pernah juara tahun 2020, runner-up tahun 2016, dan dua kali menjadi juara keempat tahun 2013 dan 2018. Hanya saja dalam dua edisi terakhir, Korea Selatan selalu gugur di perempat final. Salah satunya saat kalah adu penalti dari Indonesia asuhan Shin Tae-yong pada tahun 2024. Lalu, bagaimana prestasi Indonesia? Tahun 2024 kemarin menjadi pertama kalinya Indonesia lolos ke Piala Asia U23. Saat itu mereka menjadi juara keempat walau kemudian gagal lolos ke Olimpiade. Bisa menahan imbang Korea Selatan seharusnya menjadi hasil bagus bagi Indonesia untuk lolos. Sebagai informasi bahwa hanya juara grup yang akan lolos ke putaran final Piala Asia U23 2026 di Arab Saudi. Sedangkan para tim yang menghuni posisi runner-up juga memiliki peluang lolos ke turnamen. Mereka nantinya akan dibuatkan klasemen mini dan empat runner-up terbaik berhak melaju ke Arab Saudi. Vanenburg memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan tim jelang kualifikasi tersebut. Setelah gagal juara di Piala AFF U23 2025, pelatih asal Belanda itu tentu sudah punya gambaran soal apa yang perlu diperbaiki. Terutama lini tengah yang mati kutu ketika Toni Firmansyah dan Arkhan Fikri absen di laga penting seperti semifinal. Toni juga absen di final dan Arkhan baru main di menit akhir. Selama keduanya tidak main, tidak ada kreasi berbahaya dari lini tengah Indonesia. “Kami harus mempersiapkan diri untuk turnamen berikutnya. Saya rasa kami sudah menberikan banyak hal. Di turnamen berikutnya, kami harus siap,” kata Vanenburg dikutip dari laman Antara. Tidak seperti Shin Tae-yong yang dipecat usai gagal di Piala AFF 2024, atau Satoru Mochizuki yang dilengserkan dari posisi pelatih Timnas Putri setelah gagal lolos ke Piala Asia, posisi Vanenburg sejauh ini masih aman. Hal itu ditegaskan Ketum PSSI, Erick Thohir, setelah pertandingan final kemarin. “(Untuk pelatih di SEA Games 2025) Nanti kita diskusi sama Badan Tim Nasional. Yang pasti untuk AFC (Kualifikasi Piala Asia U23 2026) Gerald,” jelas Erick di laman Antara. Jadwal Timnas U23 Kualifikasi Piala Asia 2026 Berikut jadwal Timnas Indonesia U23 di Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Rabu, 3 September 2025 19.30 WIB: Indonesia vs Laos Sabtu, 6 September 2025 19.30 WIB: Macau vs Indonesia Selasa, 9 September 2025 19.30 WIB: Korea Selatan vs Indonesia *Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.

Piala AFF U23 2025: Garuda Muda Runner-up

Hasil Timnas U23 Indonesia vs Vietnam di final Piala AFF U23 2025 berkesudahan 0-1, The Golden Star Warriors raih trofi juara. Nguyen Cong Phuong jadi pahlawan kemenangan Timnas Vietnam U23. Bagi Timnas Vietnam U23, kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Selasa (29/7/2025) malam ini, menjadi trofi ke-3 secara beruntun yang mereka raih, yakni selepas edisi 2022 dan 2023. Piala AFF U23 2025 sekaligus menegaskan dominasi Vietnam U23 di ajang ini dalam 3 edisi terakhir. Pada periode tersebut The Golden Star selalu masuk final, lalu ditutup dengan gelar juara. Starting Line-up Indonesia U23 vs Vietnam U23 Indonesia U23 (4-3-3) Muhammad Ardiansyah (GK); Doni Tri Pamungkas, Kakang Rudianto, Kadek Arel, Frengky Missa; Dominikus Dion, Robi Darwis, Muhammad Ferarri; Rahmat Arjuna, Jens Raven, Rayhan Hannan Pelatih: Gerald Vanenburg Cadangan: A. Buffon, H. Caraka, V. Dethan, D. Fasya, A. Fikri, T. Firmansyah, A. Indie, F. Juliansyah, A. Maulana, B. Scheunemann, C. Supriadi, Y. Yafi Vietnam U23 (3-6-1) Tran Trung Kien (GK); Phạm Ly Duc, Nguyen Hieu Minh, Nguyen Nhat Minh; Vo Anh Quan, Nguyen Van Truong, Nguyen Xuan Bac, Nguyen Phi Hoang, Nguyen Cong Phuong, Khuat Van Khang; Nguyen Dinh Bac Pelatih: Kim Sang-sik Cadangan: Cao Van Binh, Le Viktor, Le Van Thuan, Le Van Ha, Nguyen Duc Anh, Nguyen Thanh Dat, Nguyen Tan, Nguyen Quoc Viet, Nguyen Thai Sơn, Nguyen Ngọc My, Phạm Minh Phuc, Dang Tuan Phong

Piala AFF U23 2025: Garuda Muda ke Final!

Tim nasional Indonesia U23

Tim nasional Indonesia U23 berhasil melaju ke final Piala AFF U23 2025 setelah mengalahkan timnas Thailand U23 di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (25/7/2025) malam. Timnas Indonesia U23 tertinggal terlebih dahulu lewat gol Yotsakon Burapha. Namun timnas Garuda Muda berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan Jens Raven memanfaatkan umpan sepak pojok Rayhan Hannan. Pada babak adu penalti, kapten Thailand Pichitchai Sienkrthok dan Yotsakorn Burapha gagal mengeksekusi penalti. Sementara itu, Thanawut Phochai, Songkhramsamut Namphueng, Saphon Noiwong, Thanakrit Laorkai, Chawanwit Saelao, Pattarapon Suksakit berhasil. Di kubu Indonesia, kapten Kadek Arel, Kakang Rudianto, Rayhan Hannan, Hokky Caraka, Yardan Yafi, Brandon Scheunemann, dan Alfharezzi Buffon berhasil menunaikan tugas. Sementara itu, Robi Darwis gagal. Indonesia unggul 7-6 dan berhak ke babak final Piala AFF U23 2025 dan akan bertemu Vietnam. Timnas Vietnam U23 maju ke final Piala AFF U23 2025 usai menyingkirkan Filipina dengan skor tipis 2-1. Jadwal final Piala AFF U23 2025 sendiri akan berlangsung pada Selasa, 29 Juli 2025 pukul 20.00 WIB.

Piala AFF U23 2025: Indonesia Torehkan 3 Rekor usai Lolos ke Semifinal

Timnas Indonesia U23 berhasil mengamankan tiket ke babak semifinal Piala AFF U23 2025. Bersamaan dengan keberhasilan ini, tim asuhan Gerald Vanenburg juga menorehkan tiga rekor apik selama turnamen. Indonesia U23 dipastikan lolos ke semifinal setelah mengakhiri laga babak penyisihan Piala AFF U23 2025 dengan bermain imbang melawan Malaysia U23. Tambahan satu poin cukup membawa Garuda Muda mencatatkan tujuh poin dari tiga pertandingan dan berada di puncak klasemen Grup A. grup. Berikut tiga rekor brilian Timnas Indonesia U23 di Piala AFF U23 2025: Clean-sheet Untuk kali pertama dalam keikutsertaan di Piala AFF U23, Indonesia bisa menjaga gawang dari kebobolan di fase grup. Ketika pertama kali mengikuti Piala AFF U23 pada enam tahun lalu, Indonesia kebobolan tiga kali. Sementara pada edisi Piala AFF U23 2023, gawang Indonesia kemasukan bola sebanyak dua kali. Penampilan Lebih Tajam Dari tiga pertandingan babak grup tahun ini, Indonesia mampu mencatatkan total sembilan gol. Jumlah tersebut jauh di atas koleksi gol Tim Merah-Putih pada Piala AFF U23 2019 dan 2023. Pada edisi 2019, Indonesia cuma mencetak lima gol di fase grup. Bahkan hingga akhir laga, tim yang saat itu diasuh Indra Sjafri secara total hanya mampu memproduksi delapan gol sampai akhirnya menjadi juara. Sementara pada dua tahun lalu, hanya ada dua gol pada fase grup dan lima gol secara keseluruhan hingga laga final. Hanya saja, ketajaman Timnas Indonesia U23 pada tahun ini harus dibuktikan lebih lanjut karena delapan gol terjadi saat melawan Brunei Darussalam yang menjadi tim terlemah di Grup A. Pertahankan Catatan 100 Persen ke Semifinal Langkah Timnas Indonesia U23 ke semifinal Piala AFF U23 2025 melanjutkan catatan positif pada dua edisi sebelumnya. Bahkan, pada 2019 dan 2023, Indonesia bisa masuk final serta sempat merasakan podium pada enam tahun lalu. Sumber: VOI

Piala AFF U23 2025: Ditahan Malaysia, Indonesia Juara Grup

Timnas Indonesia U23 memastikan langkah ke babak semifinal Piala AFF U23 2025 sebagai juara Grup A, usai bermain imbang 0-0 melawan Malaysia U23 dalam laga terakhir fase grup di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (21/7/2025) malam WIB. Hasil ini membuat Indonesia finis di puncak klasemen dengan raihan 7 poin dari tiga pertandingan (dua kemenangan dan satu hasil imbang), unggul satu angka dari Filipina U23 yang mengoleksi 6 poin. Sementara itu, hasil imbang tanpa gol ini justru menjadi akhir perjalanan Malaysia di turnamen. Tim Harimau Malaya Muda hanya mengumpulkan 4 poin dari satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Sedangkan Brunei Darussalam menempati posisi juru kunci dengan nol poin, menelan tiga kekalahan beruntun. Laga pamungkas antara Indonesia dan Malaysia berlangsung dalam tensi tinggi. Kedua tim tampil ngotot sejak awal, memperlihatkan duel fisik intens, tekel keras, dan adu determinasi di setiap lini. Tercatat ada 16 pelanggaran dan empat kartu kuning yang dikeluarkan wasit untuk menjaga tensi laga tetap terkendali. Bagi Indonesia U23, hasil ini sekaligus mengubur mimpi Malaysia melangkah ke semifinal. Pasukan Gerald Vanenburg tampil disiplin dan mampu menjaga konsistensi permainan sepanjang turnamen. Dengan rekor tak terkalahkan di fase grup, Garuda Muda kini mantap menatap babak semifinal, membawa harapan besar publik Tanah Air untuk meraih gelar juara. Di sisi lain, meski tampil cukup menjanjikan, langkah Malaysia harus terhenti di fase grup karena gagal memenuhi target kemenangan dua gol yang dibutuhkan untuk lolos. Garuda Muda akan menunggu lawan berikutnya di semifinal, yang akan ditentukan dari hasil pertandingan di Grup B. Dengan momentum yang sudah dibangun sejauh ini, Timnas U23 diharapkan terus melaju dan membawa pulang trofi juara dari turnamen edisi tahun ini. Klasemen Akhir Grup A Piala AFF U23 2025: Indonesia – 7 poin (2 menang, 1 imbang) Filipina – 6 poin (2 menang, 1 kalah) Malaysia – 4 poin (1 menang, 1 imbang, 1 kalah) Brunei – 0 poin (3 kalah)

Keren! Akademi Persib Cimahi Juara Gothia Cup U13

Tim Akademi Persib Cimahi U13 Boys All Stars

Tim Akademi Persib Cimahi (APC) U13 Boys All Stars meraih gelar juara Gothia Cup 2025 kategori putra U13 setelah mengalahkan FC Stockholm Internazionale dengan skor meyakinkan 5-1 di partai final yang berlangsung di SKF Arena, Gothenburg, Swedia, Sabtu (19/7/2025). Pelatih APC, Agi Maulana, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia mengapresiasi perjuangan para pemain serta dukungan dari berbagai pihak. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa menjadi juara. Terima kasih atas kerja keras para pemain dan dukungan dari SKF Industrial Indonesia, manajemen Akademi Persib Cimahi, serta doa dari seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Minggu (20/7/2025). Perjalanan APC di turnamen ini terbilang gemilang. Mereka membuka fase grup dengan kemenangan 4-1 atas Sandarna BK, lalu melibas FC Gorgasali (Georgia) 9-0, menundukkan La Academia FC (Honduras) 5-0, dan mengalahkan Academy Travel Sport (Prancis) 2-0. Pada babak 32 besar, APC menyingkirkan IFK Goteborg dengan skor 4-1. Laju mereka berlanjut dengan kemenangan telak 10-0 atas Colegio Pentagon (Brasil) di 16 besar. Pada perempat final, APC menundukkan Vicente del Bosque Academy Blue (Spanyol) 4-1, dan mengamankan tiket final setelah menang 1-0 atas GAIS (Swedia) di semifinal. Dari sembilan pertandingan, APC mencetak total 47 gol dan hanya kebobolan empat kali. Gelar juara ini dilengkapi dengan prestasi individu, setelah Raushan Ochank Syam dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. “Kami bisa meraih ini karena kekompakan dan semangat tim,” ujar Raushan. Tim APC diperkuat oleh para pemain binaan dan delapan pemain All-Star dari program “Meet the World with SKF Road to Gothia Cup 2025”. “Prestasi ini menunjukkan potensi besar pemain muda Indonesia. Semoga mereka terus berkembang dan suatu saat membela timnas,” kata Nita Nuriman, project director program tersebut dari SKF Industrial Indonesia. Selain APC, dua tim lain juga dikirim oleh SKF Industrial Indonesia: Papua Football Academy (U14) dan SDN Srengseng 01 Jakarta (U13 putri). Namun, keduanya belum meraih gelar. PFA U14 tersingkir pada babak play-off A setelah kalah adu penalti dari EC Panorama 1991 (Brasil), sedangkan SDN Srengseng 01 kalah dari Hammarby IF 2 (Swedia) pada babak play-off B.

Dihadiri Menpora, Piala Menpora 2025 Resmi Dimulai

Piala Menpora U12 dan U15

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo secara resmi membuka rangkaian turnamen sepak bola Piala Menpora U12 dan U15 tahun 2025 di Lapangan Gambesi, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Kamis (17/7) sore. Menpora dengan didampingi Gubernur Malut Sherly Tjoanda Laos memukul tifa tanda dibukanya rangkaian Piala Menpora U12 dan U15 tahun 2025. Momen tersebut juga dipadukan dengan penutupan turnamen sepak bola Piala Gubernur Malut 2025 yang mempertandingkan beberapa kategori usia. “Dengan ini saya resmi membuka Piala Menpora U12 dan U15. Semangat, Salam Olahraga!” seru Menpora Dito. Menpora menerangkan, Kemenpora menyelenggarakan rangkaian Piala Menpora U12 dan U15 ini pada 34 daerah di Indonesia. Dalam hal ini Menpora Dito secara khusus memilih Ternate sebagai lokasi kick-off untuk memulai rangkaian Piala Menpora ini. “Karena saya yakin di Maluku Utara banyak potensi yang nantinya bisa meneruskan senior-senior di Tim Nasional,” ucap Menpora. Di satu sisi, Menpora Dito mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Malut yang telah menyelenggarakan turnamen sepak bola Piala Gubernur 2025. Apalagi turnamen ini digelar untuk anak-anak usia dini mulai kategori U9. “Itu yang sangat kita butuhkan, proaktif dari daerah, bagaimana mengasah potensi atlet-atlet anak-anak usia dini kita,” tutur Menpora yang turut didampingi Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Sri Wahyuni. Menpora Dito mengaku senang melihat antusiasme anak-anak yang menjadi bagian dalam turnamen ini. Karenanya Menpora secara khusus menyampaikan terima kasih untuk seluruh orang tua yang sudah senantiasa membawa dan membimbing dan mendorong anak-anaknya aktif berolahraga sepak bola. Menurut Menpora Dito, para peserta turnamen sepak bola baik Piala Menpora maupun Piala Gubernur ini adalah bagian dari proses membentuk sejarah olahraga Indonesia. Menpora mencontohkan Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola U23 Indonesia yang dua hari sebelumnya menang melawan Brunei 8-0. “Adik-adik di sinilah yang nantinya akan memiliki kesempatan untuk berpentas sebagai bagian Timnas. Kalian yang hari ini ikut di Piala Menpora, Piala Gubernur, dalam rangka proses menuju sejarah tersebut,” jelas Menpora Dito. “Jadi semuanya ini bukan tentang kalah atau menang. Tetapi nikmati prosesnya dan kebersamaannya, dan semangatnya untuk terus berjuang,” tegas Menpora yang dalam kesempatan itu didaulat mengalungkan medali kepada para pemenang Piala Gubernur. Adapun tahapan Piala Menpora U12 dan U15 tahun 2025 ini akan dimulai dari kabupaten/kota pada bulan Juli, kemudian berlanjut ke regional di bulan Agustus. Sebanyak 16 tim regional akan bertanding di seri Nasional yang berlangsung di Surabaya pada bulan September.

Piala AFF U23 2025: Indonesia Gilas Brunei, Jens Cetak 6 Gol!

Jens Raven

Hasil Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam dalam laga Piala AFF U23 2025 ditutup dengan skor akhir 8-0 pada Selasa (15/7/2025). Kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, membuat Garuda Muda di puncak klasemen Grup A. Timnas U23 Indonesia membuka kampanye mereka di AFF U23 2025 Championship dengan penampilan ofensif nan meyakinkan. Jens Raven, penyerang yang baru saja masuk Bali United, mengemas double hattrick (6 gol). Nama lain yang masuk daftar pencetak gol adalah Arkhan Fikri dan Robi Rayhan Hannan. Kemenangan 8-0 ini menjadi awal yang manis untuk Timnas Indonesia di AFF U23 2025. Namun, masih ada 2 pertandingan lain di Grup A. Partai berikutnya adalah duel kontra Filipina pada 18 Juli, lantas pertarungan klasik lawan Malaysia pada 21 Juli. Dalam update klasemen AFF U23 2025, Timnas Indonesia memimpin Grup A dengan 3 poin. Tim asuhan Gerald Vanenburg unggul selisih gol (+8 berbanding +2) dari Filipina yang pada Selasa (15/7) sore menang 2 gol lawan Malaysia. Kekalahan Malaysia yang mengejutkan, ditambah kemenangan masif Timnas U23 Indonesia, jadi hal positif bagi Garuda Muda. Pasalnya, hanya juara grup saja yang akan otomatis lolos ke semifinal. Sebaliknya, hanya 1 runner-up grup yang lolos, berdasarkan ranking para runner-up Grup A, B, dan C.

Bandung Rengkuh Gelar Juara Piala Pertiwi U14 & U16 All Stars 2025

All Stars Bandung

Tim All Stars Bandung sukses menutup perjalanan mereka di turnamen Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars dengan gelar juara. Dalam partai final yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu 13 Juli 2025, Bandung menundukkan All Stars Tangerang dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan ditentukan pada menit ke-59 melalui sepakan bebas yang dieksekusi Indira Fatima. Pemain bernomor punggung 11 itu melepaskan tembakan akurat dari luar kotak penalti, hanya satu menit jelang waktu normal berakhir. Seperti diketahui, turnamen ini digelar sejak Senin 7 Juli 2025 dan diikuti oleh 16 tim pilihan dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi yang diprakarsai oleh PSSI bekerja sama dengan Djarum Foundation dan didukung oleh HYDROPLUS ini menjadi ajang pembinaan usia muda yang dikemas kompetitif serta menjunjung sportivitas. Tak hanya memperebutkan trofi tim terbaik, turnamen ini juga memberikan apresiasi kepada individu yang tampil menonjol sepanjang kompetisi. Berikut para penerima penghargaan: Best Goalkeeper: Elbian Defika Aryasatya (Nomor Punggung 18 – All Stars Bandung) Top Scorer: Fadilla (Nomor Punggung 11 – All Stars Sumut) dengan torehan 10 gol Best Player: Debby Alvani Zanaya (Nomor Punggung 17 – All Stars Tangerang) Peringkat Ketiga: All Stars Sumut dan All Stars Papua

Indonesia Berpartisipasi di Turnamen U17 Futsal Spanyol 2026

Tim Futsal Indonesia

Indonesia resmi umumkan Timnas Futsal Putra U17 dalam III Edición del Torneo Internacional de Futsal. Turnamen usia muda bergengsi yang akan digelar di Castro del Río, Córdoba, Spanyol pada 24–28 Juni 2026. Turnamen ini menjadi panggung pertemuan tim-tim muda terbaik dunia. Pada edisi sebelumnya mempertemukan negara-negara kuat seperti Spanyol, Prancis, dan Maroko. Indonesia akan bersaing di antara para pemain muda terbaik dunia. Partisipasi Indonesia dalam turnamen ini merupakan langkah nyata Federasi Futsal Indonesia (FFI) dalam membangun jalur pembinaan usia muda yang kuat dan berjenjang. Kompetisi internasional ini tidak hanya menjadi ajang bertanding, tapi juga sebagai wadah untuk membentuk mentalitas juara dan memperluas wawasan global para pemain muda Indonesia. “Partisipasi di ajang seperti ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi tentang membangun budaya kompetisi sejak usia dini,” ujar Michael Victor Sianipar, Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia, Kamis (10/7/2025). “Ini adalah langkah penting untuk membangun mentalitas dan kualitas pemain muda Indonesia. Kami ingin menegaskan bahwa pengembangan futsal usia muda adalah prioritas,” ujarnya lagi. Tak lupa ia juga mengajak seluruh Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) untuk memperkuat kompetisi kelompok umur di daerah masing-masing. Hal ini sebagai fondasi utama prestasi futsal Indonesia ke depan. Héctor Souto, Pelatih Kepala Timnas Futsal Putra sekaligus Direktur Teknik FFI, menegaskan pentingnya langkah ini dalam konteks pengembangan jangka panjang futsal Indonesia. “Indonesia memiliki potensi besar berkat banyaknya pemain dan pelatih yang tersebar di seluruh negeri,” katanya. “Namun, selama empat tahun saya berada di sini, saya melihat kita masih tertinggal jauh dari level elite dunia, terutama dalam hal struktur liga usia muda. Scouting dan pengembangan bakat, pemahaman teknis-taktis, serta metodologi latihan,” ujarnya. “Kami bertekad untuk mengambil langkah nyata memperbaiki semua itu, dan saya meyakini bahwa menguji diri melawan tim-tim terbaik dunia adalah cara yang tepat untuk berkembang,” ucap Héctor lagi. Skuad Timnas Futsal Putra U17 Indonesia akan disusun melalui seleksi nasional yang melibatkan pemain-pemain muda terbaik kelahiran tahun 2009, 2010, dan 2011. Lebih dari sekadar keikutsertaan, turnamen ini menjadi sinyal komitmen Indonesia untuk membangun futsal yang berdaya saing global. Harapannya, langkah ini dapat mendorong seluruh ekosistem pembinaan futsal Indonesia bekerja dalam satu kerangka besar, dengan kompetisi kelompok umur yang semakin kuat dan terstruktur di tiap daerah.

SKF Lepas Tiga Tim Terbaik Indonesia Menuju Gothia Cup 2025

Pelepasan Tiga Tim Terbaik Indonesia Menuju Gothia Cup 2025 Oleh SFK

SKF Indonesia secara resmi melepas tiga tim sepakbola muda terbaik yang mewakili Indonesia di pentas Gothia Cup 2025 yang akan digelar di Gothenburg, Swedia, 13-19 Juli mendatang. Ketiga tim itu adalah SKF Indonesia Akademi Persib Cimahi (APC) U13 Boys All Star, SKF Girls Team U13 All-Star, dan Papua Football Academy (PFA) U14 Boys. Momen pelepasan itu sendiri dilakukan di Ruang Teater Kemenpora, Jakarta, Jumat (11/7) siang WIB. Tenaga Ahli Kemenpora Bidang Diaspora dan Diplomasi Olahraga, Ratu Tisha Destria, menyampaikan pesan dari Menpora Dito Ariotedjo, berterima kasih SKF yang telah menyelenggarakan Meet The World with SKF Road to Gothia Cup 2025. Menurutnya, peranan swasta sangat penting mendukung Pemerintah dalam mengembangkan grassroot sepak bola Tanah Air. “Kami dari Kemenpora, seperti instruksi pak Menpora, kami fokus untuk pembinaan usia dini, dan pastinya tak terlepas dari olahraga terpopuler kita, yakni sepak bola. Saya berharap ini menjadi permulaan untuk membawa harum nama Indonesia di kancah dunia lewat sepak bola,” kata Ratu Tisha. Sementara itu, Plt Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, mewakili Ketum PSSI, Erick Thohir, berpesan agar anak-anak bisa mengamalkan nilai-nilai positif saat bertanding di Gothia Cup 2025. “Kalian yang di sini menjadi penerus putra-putri terbaik bangsa Indonesia di Timnas. Jadi amalkan sikap-sikap nilai positif kalian seperti cium tangan kepada yang lebih tua, sebagai rasa hormat. Kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita bangga akan Indonesia,” ujar Indra Sjafri. Partisipasi tim Indonesia yang disponsori penuh oleh SKF menjadi inspirasi nyata untuk berani bermimpi lebih tinggi dengan memanfaatkan kesempatan emas yang ada. “Ini merupakan kesempatan emas menunjukkan bakat dan kemampuan anak-anak Indonesia di panggung internasional, melalui nilai-nilai SKF. Kami juga terus menumbuhkan rasa kemanuasian lewat pertandingan sepak bola,” ujar Nita Nuriman selaku Project Director Meet The World With SKF Road to Gothia Cup 2025. Di sisi lain, Chandra Syahriar selaku pemimpin Cantrik ACL, pihak penyelenggara Meet the World with SKF di Indonesia, mengatakan sangat bersyukur rangkaian menuju Gothia Cup 2025 sudah selesai. “Meet The World with SKF Indonesia dengan seleksi PFA, sudah melahirkan 3 tim terbaik untuk mewakili Indonesia di Gothia Cup 2025,” ujar Chandra. “Tak hanya Gothia Cup, ajang Meet The World with SKF Indonesia juga sangat bagus untuk perkembangan grassroot sepak bola Indonesia baik putra dan putri. Saya harap ke depannya ajang ini masih terus berlangsung sebagai rangkaian wakil Indonesia menuju Gothia Cup,” tambahnya. Seluruh tim peserta wakil Indonesia di Gothia Cup 2025 sudah menggelar latihan rutin. APC U13 dan PFA U14 merupakan tim yang rutin mempunyai program latihan persiapan sejak berhasil atau ditunjuk jadi wakil Indonesia di Gothia Cup 2025. Sementara itu, SKF Girls Team U13 All-Star juga sudah menggelar latihan dan program sejak bulan Mei 2025. “Tim PFA ini sudah sama-sama hampir 1 tahun, kita juga sudah menggelar beberapa laga uji coba. Jadi kami optimistis bisa meraih prestasi di sana,” kata Direktur PFA, Wolfgang Pikal. “Persiapan tim sudah kami gelar dengan baik, anak-anak juga sudah siap secara mental hingga fisik untuk turnamen nanti. Saya harap para pemain enjoy saja terlebih dahulu, tidak usah tegang, karena ini pengalaman pertama mereka,” sambung pelatih SKF Girls Team U13 All-Star, Yopie Riwoe.

Ini Jadwal Pertandingan ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025

ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025 akan segera berlangsung pada tanggal 15 hingga 29 Juli 2025 mendatang dengan diikuti 10 negara anggota ASEAN Football Federation (AFF). Turnamen ini akan diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno – Jakarta serta Stadion Patriot Candrabhraga, Bekasi. Timnas Sepak Bola Indonesia U-23 tergabung di Grup A bersama tiga negara lainnya yakni Malaysia, Philippines, dan Brunei Darussalam. Sementara enam negara Asia Tenggara lainnya tergabung dalam Grup B (Vietnam, Cambodia, dan Laos) dan Grup C (Thailand, Myanmar, dan Timor-Leste). Timnas Indonesia U-23 akan dilatih oleh juru taktik Gerald Vanenburg. Sobat NYSN yang tidak sempat menonton langsung ke stadion bisa menyaksikan seluruh pertandingan melalui media multi-platform milik Emtek Media sebagai official broadcaster ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025 yakni SCTV, INDOSIAR, MOJI, platform OTT VIDIO, serta layanan TV Satelit berbayar NEX Parabola. SCTV dan INDOSIAR akan menyiarkan secara LIVE dari Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, seluruh pertandingan yang dilakoni Timnas Indonesia U-23 pada babak penyisihan grup. Sementara VIDIO akan menyiarkan melalui streaming dan akan ditayangkan kembali oleh MOJI. Berikut untuk jadwal pertandingan Timnas Indonesia U-23 di laga ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025: Jadwal Pertandingan Indonesia di ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025: Indonesia vs Brunei Darussalam. Selasa, 15 Juli 2025 19.00 WIB. LIVE SCTV, INDOSIAR, VIDIO, NEX. Philippines vs Indonesia. Jumat, 18 Juli 2025 19.00 WIB. LIVE SCTV, INDOSIAR, VIDIO, NEX. Indonesia vs Malaysia Senin, 21 Juli 2025 19.00 WIB LIVE SCTV, INDOSIAR, VIDIO, NEX. Selain menyiarkan seluruh perjuangan Timnas Sepak Bola Indonesia U-23, SCTV juga akan menayangkan secara eksklusif dua laga menarik lainnya dari Grup A yakni: Malaysia vs Philippines. Selasa, 15 Juli 2025 16.30 WIB. LIVE SCTV, VIDIO. Brunei Darussalam vs Malaysia. Jumat, 18 Juli 2025 16.30 WIB. LIVE SCTV, VIDIO. Berikut pertandingan penyisihan grup lainnya juga akan disiarkan oleh MOJI yakni : Indonesia vs Brunei Darussalam. Selasa, 15 Juli 2025 22.30 WIB. RERUN MOJI. Malaysia vs Philippines Rabu, 16 Juli 2025 00.15 WIB. RERUN MOJI. Cambodia vs Laos Rabu, 16 Juli 2025 23.30 WIB. DELAY MOJI. Myanmar vs Timor-Leste Kamis, 17 Juli 2025 01.30 WIB. DELAY MOJI. Philippines vs Indonesia Jumat, 18 Juli 2025 22.30 WIB. RERUN MOJI. Brunei Darussalam vs Malaysia Sabtu, 19 Juli 2025 00.15 WIB. RERUN MOJI. Laos vs Vietnam Sabtu, 19 Juli 2025 21.00 WIB. DELAY MOJI. Timor-Leste vs Thailand Sabtu, 19 Juli 2025 22.30 WIB. DELAY MOJI. Philippines vs Brunei Darussalam Senin, 21 Juli 2025 19.30 WIB. LIVE MOJI, VIDIO. Thailand vs Myanmar Selasa, 22 Juli 2025 19.30 WIB. LIVE MOJI, VIDIO. Vietnam vs Cambodia Selasa, 22 Juli 2025 22.30 WIB. DELAY MOJI. Seluruh pertandingan ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025 dapat disaksikan melalui platform OTT VIDIO dan layanan TV Satelit berbayar NEX Parabola.

16 Tim Terbaik dari Berbagai Regional Akan Perebutkan Podium Juara di Kudus

Kota Kudus, Jawa Tengah, menjadi tuan rumah penyelenggaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars pada 7 Juli hingga 13 Juli mendatang.

KUDUS, 7 Juli 2025 – Kota Kudus, Jawa Tengah, menjadi tuan rumah penyelenggaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars pada 7 Juli hingga 13 Juli mendatang. Bertempat di Supersoccer Arena, sebanyak 16 tim terbaik dari 16 regional di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa akan bertanding memperebutkan podium juara pada turnamen yang digelar oleh PSSI berkolaborasi bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation dan HYDROPLUS. Para peserta HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars diikuti para pesepakbola putri terbaik yang telah diseleksi dari 16 kota maupun regional penyelenggaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 sejak April hingga akhir Juni. Mereka terpilih dari turnamen yang digelar pada sejumlah kota di Pulau Jawa yaitu Tangerang, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya, Kudus, Malang, Jakarta, Solo, dan Yogyakarta. Selain itu pula berdasarkan seleksi regional di luar Pulau Jawa yakni Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusra, Papua, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.  “Kami apresiasi ajang HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars sebagai bagian penting guna meningkatkan ekosistem grassroots sepak bola putri di Indonesia. Saya berharap dalam tiga tahun ke depan kolaborasi PSSI, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan HYDROPLUS kian  memperkuat  fondasi pembangunan sepak bola putri kita yang berjenjang untuk masa depan, demi merealisasikan banyak mimpi para pemain putri kita menjadi kenyataan,” ujar Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan pelaksanaan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars bertujuan untuk pemantauan pemain yang akan direkrut untuk Timnas Putri Indonesia U-16 di Piala AFF dan U-17 di AFC. Melalui program ini, diharapkan akan terbentuk sistem pembinaan yang lebih terorganisir dan berkelanjutan, sehingga para pemain sepak bola wanita dapat terus berkembang melalui kompetisi yang konsisten dan berjenjang. “Ini adalah salah satu wadah di mana pemain terbaik berpotensi memperkuat timnas putri Indonesia untuk Piala AFF U-16 yang rencananya akan diselenggarakan di Indonesia pada Agustus 2025 mendatang. Coach Mochi bersama tim pelatih timnas putri U-16 akan melakukan pemantauan talenta pesepakbola belia. Hal ini diharapkan bisa memberikan gairah dan semangat bagi adik-adik untuk latihan lebih serius, ikut SSB sehingga kemampuan mereka bisa terasah dan berkembang,” kata Teddy. Teddy menambahkan, kejuaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 juga merupakan kelanjutan dari turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) yang sukses digelar di delapan kota sejak tahun 2023. Terhitung hingga Juni 2025, kejuaraan ini diikuti tidak kurang dari 24.429 peserta dari 1.257 SD dan MI di 8 Kota/Kabupaten. Ia berharap dengan diselenggarakannya kompetisi secara konsisten dan berjenjang, akan terbentuk sistem pembinaan yang mampu mewujudkan kejayaan sepak bola putri Tanah Air.  Group Brand Head HYDROPLUS, Yose Moriza mengatakan, HYDROPLUS mendukung penuh kiprah talenta-talenta muda Indonesia untuk terus meraih prestasi setinggi-tingginya melalui dunia olahraga, khususnya sepak bola putri. Ia optimistis, kejuaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars akan melahirkan atlet-atlet muda terbaik yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional di masa mendatang. Sebagai minuman isotonik yang baru diluncurkan satu tahun lalu, HYDROPLUS sangat bermanfaat untuk berolahraga, karena aktivitas ini menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat. “HYDROPLUS mendukung penuh gelaran Piala Pertiwi dengan produk minuman isotonik yang pas, serta memberikan hidrasi maksimal. Dikonsumsi setidaknya sebelum, selama, atau setelah berolahraga mampu menjaga stamina dan mencegah dehidrasi, sehingga membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama beraktivitas. Oleh karena itu kami mengucapkan selamat bertanding untuk seluruh peserta, raihlah prestasi setinggi langit,” tegas Yose. HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars menggunakan satu lapangan sepak bola dengan durasi 30 menit x 2 babak dan turun minum 10 menit. 16 tim yang berlaga dibagi ke dalam 4 grup, dimulai dengan pertandingan penyisihan grup, perempat final, semifinal, hingga final. Selain memperebutkan podium Juara, Runner-up, dan Semifinalis sebagai tim, ada pula penghargaan untuk individu yakni Top Scorer, Best Player, dan Best Goalkeeper. Berikut hasil drawing grup HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars: Grup A All Stars Jakarta All Stars Bali-Nusra All Stars Surabaya All Stars Sumatera Utara Grup B All Stars Kudus All Stars Papua All Stars Cirebon All Stars Sulawesi Grup C All Stars Tangerang All Stars Malang All Stars Semarang All Stars Sumatera Selatan Grup D All Stars Bandung All Stars Solo All Stars Yogyakarta All Stars Kalimantan Seluruh peserta HYDROPLUS-Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars tiba di Kudus pada 5 Juli. Sementara keesokan harinya mereka menjalani official training, drawing grup, match coordination meeting, dan welcome dinner. Pada 7 Juli sampai 10 Juli dimulai pertandingan penyisihan grup (group stage match), lalu juara di setiap grup akan melakoni laga perempat final pada 11 Juli, melangkah ke semifinal 12 Juli, dan partai final bergulir pada 13 Juli.  Selain keseruan pertandingan, di luar lapangan juga akan tersaji aktivitas menarik mulai dari kuliner khas Kudus, fun games, photo booth hingga hadirnya karakter Pokemon, yaitu Pikachu dan Cinderace yang akan diselenggarakan meet and greet dan foto bersama maskot Pokemon raksasa di tanggal 13 Juli.