Siswa Sekolah Kharisma Bangsa Sadam Asyurna Masuk Timnas Basket ASG 2018, Pelatih : Kerja Keras dan Doanya Terbayarkan

Siswa Sekolah Kharisma Bangsa Sadam Asyurna (berdiri ketiga dari kiri no.9) dipercaya masuk skuat timnas basket ASEAN School Games X 2018, di Malaysia. (Adt/NYSN)

Jakarta- Sadam Asyurna, siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, dipercaya masuk skuat tim nasional (Timnas) basket putra pada ajang ASEAN School Games 2018 (ASG) X 2018, di Malaysia. Di ASG 2018, pria kelahiran 19 November 2001 itu menjadi bagian dari kontingen Indonesia yang berkekuatan 189 orang yakni terdiri dari 158 atlet putra dan 31 atlet putri. Mereka mengikuti delapan cabang olahraga, yakni atletik, renang, bulutangkis, sepak takraw, bola voli, bola basket, senam, dan squash. Untuk cabor net ball dan tenis meja, Indonesia tak mengirimkan wakilnya. Semua atlet ditempa skill dan mental mereka dibeberapa titik, termasuk sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta. Pada ASG 2018, kontingen Indonesia sukses mengoleksi 31 emas, 36 perak, dan 31 perunggu, melampaui target awal sedikitnya 26 emas. Hasil itu membuat Indonesia berada diposisi runner up, sedangkan tuan rumah Malaysia sebagai juara umum dengan torehan 37 emas, 34 perak, dan 31 perunggu. Ari Adiska, Pelatih Basket Sekolah Kharisma Bangsa, mengatakan dipercayanya Sadam membela Merah Putih di ajang ASEAN School Games merupakan ‘buah’ dari kerja keras. “Alhamdulillah, Sadam masuk tim nasional ASEAN School Games. Kerja keras yang selama ini dijalaninya serta doanya terbayarkan,” ujar Ari, Selasa (24/7). Ia menambahkan semua atlet pasti memiliki keinginan untuk bisa membela Merah Putih di pentas internasional. Dan, menurut Ari, hal itu bisa diwujudkan oleh Sadam yang memiliki talenta di basket. “Karena setiap atlet pasti memimpikan bisa jadi pemain nasional. Dan pada tahun ini Sadam bisa mengikuti ASEAN School Games di Malaysia. Dia memang memiliki talenta kuat di basket,” tambah Ari. Sementara, Sinta Berliana Herru, ibunda Sadam, menyebut dengan melihat putranya tumbuh dan berkembang sesuai dengan passion-nya saat ini adalah bentuk kesuksesan dirinya sebagai orang tua. “Naluri saya merasakan bahwa Sadam dan basket saling menemukan tanpa saling mencari. You got your passion my boy,” tukas Sinta. (Adt)

Hoby Lari di Run Track Sejak Kecil, Jadi Bekal Celine Bergabung Timnas U-16 Putri

Celine saat memperkuat Timnas Putri Indonesia U-16 yang diasuh oleh pelatih Rully Rudolf Nere.

Jakarta- Mulai bergelut di dunia olahraga sejak kelas 1 Sekolah Dasar (SD), Celine Brigita Goutama atau Celine sapaannya, kerap tertarik melakukan joging di Run Track, atau lintasan lari. Justru sepak bola ia tekuni, saat dirinya memasuki kelas 4 Sekolah Dasar di Singapore International School Kelapa Gading (SIS KG). SIS KG dipilih karena dekat dengan tempat tinggal Celine. Namun, gadis kelahiran Jakarta 25 Februari 2003 ini sudah bergabung dengan SIS KG, sejak usianya masih sangat muda di kelas penitipan anak. Selain bersekolah di pendidikan formal, SIS KG memiliki kelas esktrakulikuler olahraga seperti renang, voli, sepak bola, bola basket dan lain-lain. Kegemarannya berlari menjadi bekal Celine, untuk aktif mengikuti hampir seluruh cabang olahraga kelas ekstrakulikuler di SIS KG. “Saya memilih sepak bola, karena ada unsur larinya, jadi lebih gampang, meski untuk menendang bola awalnya agak sulit, tetapi dengan latihan yang benar akhirnya saya bisa bermain bola,” ungkapnya. Selain karena ada unsur berlarinya, Celine ingin membuktikan bila perempuan juga bisa tampil di lapangan hijau layaknya laki-laki. Bermain di sektor sayap kiri dan lebih dominan melakukan serangan, baginya lebih menantang. “Banyak orang bilang, saya cocok di posisi penyerang karena lari saya sangat cepat,” tegasnya. Celine berlatih sepak bola selama 1 sampai 2 jam setelah bersekolah 8 jam lamanya. Pada 2015-2016, Celine dan tiga siswa SIS KG lainnya mendapat undangan berlatih dengan tim SIS United, yang merupakan klub sepak bola seluruh sekolah SIS, yang mayoritas anggotanya adalah siswa laki-laki. “Awal latihan agak gugup, tapi kata teman-teman nikmati saja. Saat berlatih, saya malah bisa cetak gol. Dan bermain dengan laki-laki ternyata tak ada bedanya dengan tim perempuan yang pernah saya lawan” tandasnya. Selain bermain dengan tim putra, Celine sempat bergabung dengan klub sepak bola wanita JAAC jr girls Football, sejak kelas 6 SD dan mendapatkan predikat “All Star Player” dan “Top Scorer” pada 2016, dalam event JACC soccer tournament. Tak hanya JAAC, ia pernah berprestasi di turnamen North Jakarta Athletics Conference (NJAC) cabang sepakbola pada 2017. NJAC adalah turnamen olahraga khsusu sekolah internasional, di Jakarta Utara. Di ajang ini, Celine mendapatkan predikat pencipta gol terbanyak, untuk semua divisi perempuan atau laki-laki. Celine pun mendapat panggilan bergabung dengan skuat Timnas Putri Indonesia U-16 yang diasuh oleh  Rully Rudolf Nere. “Tidak mudah ya bergabung dengan skuad Timnas U-16 Putri. Materi pelatihan yang diberikan juga berat. Itu banyak tekanan tapi dukungan teman dan keluarga membuat saya bisa melaluinya dengan kerja keras,” tukasnya. Proses latihan Timnas U-16 berlangsung selama 4-5 minggu dan setiap hari melewati proses seleksi yang sangat ketat. Dan Celine memenuhi syarat untuk bergabung dengan Timnas U-16, untuk tampil di ajang Piala AFF U-16 Putri 2018, di Palembang, Sumsel. “Saya yakin sepak bola tidak hanya untuk anak laki-laki, sebab banyak perempuan memiliki potensi untuk menjadi pemain sepak bola. Dan karena perempuan, tidak semestinya dilabeli sebagai “lemah” atau tidak cocok untuk olahraga laki-laki” tambah gadis berusia 15 tahun ini. Celine menegaskan jika masa depannya di dunia sepak bola masih sangat panjang.Namun, ia belum memastikan akan berkarir serius di lapangan hijau nantinya. “Masa depan saya masih panjang, saya pun harus masih belajar banyak memahami tekni sepak bola yang baik dan benar. Selain itu, meahami teknik, adalah cara untuk menhindari cedera yang kerap dialami atlet pesepakbola,” terangnya. Namun saat ini dirinya masih berharap terus berkontribusi untuk tampil membela timnas sepak bola wanita, karena menjadi pemain timnas adalah hal yang membanggakan. “Saya berharap lebih banyak lagi wanita bergabung dengan klub sepakbola wanita karena mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan timnas sepakbola wanita adlah hal yang luar biasa,” pungkasnya mengakhiri sesi wawancara. (Ham) Biodata Nama Lengkap : Celine Brigita Goutama Nama Panggilan : Celine Tempat, tgl lahir : Jakarta, 25 Februari 2003 Sekolah : Singapore Intercultural School Kelapa Gading Akun Sosial Media : Instagram @celinegoutama Hobi : Playing sports, Travelling and Adventuring Penghargaan Individu. 1. Mencetak lebih dari 50 gol untuk SIS KG di masing-masing sejak 2015-2018. 2. Gol terbanyak yang pernah dicetak di liga NJAC 2017. 3. All-Star dan pencetak gol terbanyak turnamen di JAAC Tournament pada 2016. 4. Pemain muda di Tim SIS KG U-19. Penghargaan Tim : 1. Tidak absen satu pun pertandingan di seluruh tahun ajaran 2016-17 bersama SIS KG dan mendapat posisi pertama di setiap kejuaraan. 2. Tim SIS KG memasuki 21 turnamen atau liga dari 2015 hingga 2018. 3. Pada 2016-2017 Tim SIS KG Putri memenangkan 22 pertandingan berturut-turut dan memenangkan 34 pertandingan sepanjang musim.

Raih 31 Emas, Indonesia Penuhi Target Medali ASEAN School Games (ASG) 2018 Malaysia

Diluar dugaan, atlet senam junior dari SKO Ragunan asal Riau, Abiyurafi, berhasil meraih 3 medali emas di ajang Asian School Games (ASG) 2018 di Malaysia. (tribunnews.com)

Selangor- Indonesia sukses memenuhi target medali yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada ASEAN School Games (ASG) 2018 di Selangor, Malaysia yaitu minimal meraih 26 medali emas. Pada hari terakhir kejuaraan khusus untuk pelajar di Asia Tenggara yang dipusatkan di Shah Alam, Selangor, Malaysia, Rabu, kontingen Indonesia sukses mengumpulkan 31 emas, 36 perak dan 31 perunggu atau berada di posisi dua klasemen akhir. Sedangkan pemuncak klasemen adalah Malaysia dengan 37 emas, 34 perak dan 31 perunggu. Dari delapan cabang olahraga yang diikuti Indonesia hanya empat cabang saja yang mampu menyumbang medali yaitu atletik dari target lima emas meraih delapan emas, renang memenuhi target yaitu 15 emas, senam dari target satu justru meraih empat emas serta bulu tangkis dari target dua mendapat empat emas. “Bulu tangkis sukses memenuhi target. Sebenarnya bisa menambah di beregu putra dan ganda campuran. Namun di final kita kalah. Yang jelas hasil tahun ini lebih baik dibandingkan sebelumnya yang hanya satu emas,” kata manajer tim bulu tangkis Indonesia, Luluk Hadiyanto. Bulu tangkis meraih medali emas lewat nomor tunggal putra dan putri yang di final semuannya mengalahkan Malaysia. Berikutnya beregu putri yang di final mengalahkan tim Thailand satu emas lagi nomor ganda putri yang di final mempertemukan pemain asal Indonesia sendiri. Selain bulu tangkis, prestasi mengejutkan datang dari atletik dan senam. Atletik yang tahun sebelumnya hanya meraih satu emas kini jadi tumpuan. Beberapa rekor juga tercipta yang salah satunya melalui atlet lompat galah putra, Idan Fauzan Richsan. Atlet asal Bogor, Jawa Barat, yang disiapkan ini bahkan mampu memecahkan dua rekor sekaligus, yakni rekor ASG dari 5 meter menjadi 5,30, serta rekornas junior dan senior dari 5,20 meter menjadi 5,30 meter. “Ini balas dendam saya setelah gagal turun di kejuaraan dunia. Sebenarnya saya masih ingin nambah lompatan, tapi tim pelatih dan PB PASI meminta saya untuk berhenti,” kata Idan paska melakukan lompatan pecah rekor. Untuk senam sebenarnya cukup fenomenal. Target satu emas awalnya cukup berat. Namun, kondisi di lapangan berbeda. Indonesia mendapat empat emas yang tiga diantaranya direbut oleh Abiyurafi. Apa yang diraih atlet SKO Ragunan asal Pekanbaru, Riau itu diluar dugaan oleh tim. “Target buat Abiyurafi sebenarnya satu emas, tapi justru dapat tiga. Ini sebuah kejutan. Dengan hasil ini kami optimistis jika Indonesia potensi untuk kedepannya,” kata manajer tim senam Indonesia, Murdhasih Supardjo, saat dikonfirmasi. Renang sebenarnya nyaris terpeleset. Beruntung pada hari pelaksanaan mampu meraih emas yang salah satunya lewat Adinda Larasati Dewi. Atlet berjilbab asal Jawa Tmur ini secara umum mampu menyumbang empat emas individu. Satu perenang lagi yang gemilang adalah Azzahra Permatahani, yang mengemas tiga medali emas individu. Jika empat cabang mampu memenuhi target bahkan lebih, kondisi berbeda didapat dua cabang yang cukup familiar yaitu bola voli dan basket. Untuk bola voli, tim putra dan putri Indonesia semuanya harus puas dengan medali perak. Padahal cabang ini ditarget satu emas. Begitu juga basket yang gagal meraih medali meski ditarget emas. Squash juga tanpa emas. Sementara itu komandan kontingen Indonesia pada ASG 2018, Bambang Siswanto membenarkan, jika target perolehan medali sesuai target bahkan lebih. Namun, jumlah tersebut belum mampu membendung laju tim tuan rumah Malaysia. “Kami melihat Malaysia memang lebih siap, terutama pada nomor-nomor unggulan mereka seperti squash. Itu yang jadi lumbung medali selain dari senam. Mereka juga bagus di atletik meski kita juga mampu memenuhi target,” katanya saat dikonfirmasi. Meski demikian, kata dia, pihaknya tetap mengapresiasi perjuangan para atlet mengingat persiapan mereka hanya sekitar dua pekan. Kedepan pihaknya berharap persiapan jauh lebih baik mengingat atlet yang turun di ASG merupakan bibit untuk menghuni timnas yang berlaga dikejuaraan yang levelnya lebih tinggi. (Dre) Berikut Hasil Akhir Perolehan Medali ASEAN School Games 2018 :

Cabor Bulutangkis Kawinkan Gelar Nomor Tunggal, Atlet 15 Tahun Asal Banyumas Raih Dua Emas

Aisha Galuh Maheswari meraih dua emas di cabor bulutangkis pada nomor perseorangan tunggal putri dan beregu putri, dalam ajang ASEAN School Games (ASG) 2018 di Juara Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia. (pbdjarum.org)

Kuala Lumpur- Tim bulutangkis Indonesia sukses mengawinkan emas nomor tunggal perseorangan pada ASEAN School Games (ASG) 2018 di Juara Stadium, Bukit Kiara, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (25/7), setelah di partai puncak mampu meraih hasil terbaik. Kemenangan yang berbuah emas kejuaraan khusus untuk pelajar di Asia Tenggara itu terlebih dahulu diraih oleh tunggal putra Nur Yahya Adi Felani yang sukses mengalahkan andalan tuan rumah Malaysia, Jacky Kok Jing Hong dengan skor 21-12, 20-22, 21-19. Meski akhirnya mampu meraih emas, Nur Yahya harus memperolehnya dengan perjuangan karena lawan terus memberikan perlawan. Seharusnya juara bertahan itu bisa mengakhiri pertandingan pada gim kedua setelah memimpin 19-15. Namun pemain binaan klub Pratama Surabaya ini harus menyerah 20-22. Sebaliknya pada gim ketiga, Yahya sempat tertinggal namun mampu menggebrak pada akhir pertandingan. “Sempat terlalu percaya diri. Tapi saya langsung berusaha tenang dan mempelajari cara bermain lawan. Saya langsung habis-habisan. Ternyata bisa,” kata pemuda kelahiran Sukoharjo, 3 Juli 2000. Menurut dia, lawannya merupakan pemain yang ulet dan tahan banting. Itu dibuktikan dengan terus bertahan meski dalam kondisi kaki cedera. Dukungan dari suporter tuan rumah untuk lawah juga membuat Yahya, sapaannya, sedikit goyah. Namun semuanya mampu diatasi. “Ini adalah ASG terakhir saya. Setelah ini saya akan turun di kejurnas karena jika juara bisa masuk ke pelatnas,” kata atlet asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu. Apresiasi tinggi juga pantas disematkan pada peraih emas tunggal putri, Aisha Galuh Maheswari. Meski sempat jatuh bangun, atlet putri asal Banyumas, Jawa Tengah itu, sukses menumbangkan andalan tuan rumah yang dikenal ulet yaitu Letshanaa A/P Karuphatevan dengan skor 13-21, 21-12, 23-21. “Tadi memang menguras tenaga. Sejak awal kami duel main relay-relay panjang. Setelah ada kesempatan baru mengeluarkan andalan. Lawan juga melakukan hal yang sama,” kata pemain binaan PB Djarum Kudus kelahiran Banyumas, 19 Oktober 2002. Menurut dia, emas memang sudah ditargetkan sejak awal oleh tim. Pebulutangkis dari PB Djarum ini, mengakui pada final memang cukup berat. Namun upaya yang dilakukan Aisha sukses meraih emas untuk kontingen Indonesia, di dua nomor, yakni beregu putri dan perorangan. Sementara itu manajer tim bulu tangkis Indonesia, Luluk Hadiyanto mengaku target medali yang ditetapkan yaitu dua emas mampu terpenuhi. Bahkan lebih karena mampu meraih empat emas yaitu beregu putri, tunggal putra-putri dan ganda putri. (Ham)

Indonesa Juara Umum di Cabor Renang ASG 2018, Adinda Sabet Empat Emas Jadi Yang Terbanyak

Indonesia meraih 15 medali emas, 17 perak, dan 8 perunggu, pada cabang olahraga renang ASEAN School Games Malaysia 2018, di Ehsan Aquatic Centre, Selangor Malaysia. (Humas PB RSI)

Selangor- Pada hari terakhir, Rabu (25/7) Indonesia menambah 4 emas dan 3 perak. Pada nomor terakhir, estafet 4×100 meter gaya ganti putra, tim merah putih berhasil memecahkan rekor ASEAN School Games. “Cabor renang ditargetkan 15 medali emas dan kami berhasil memenuhinya. Bersyukur dan terima kasih kepada semua tim, mulai dari perenang, pelatih, manajer, staff dan juga kemenpora,” ujar pelatih Deni Wardeni, Rabu (25/7). Indonesia menjadi juara umum di cabor renang dengan torehan 15 medali emas, 17 medali perak, dan 8 medali perunggu, atau mengungguli Thailand (9 emas, 8 perak, dan 4 perunggu) dan Singapura (7 emas, 6 perak, dan 10 perunggu). Khusus untuk Adinda Larasati Dewi dan Azzahra Permatahani, menjadi sangat spesial karena keduanya menjadi atlet terbanyak yang menyumbang mendali emas. Dinda, sapaan Adinda, meraih total empat emas, sementara Zahra, panggilan Azzahra, mengoleksi tiga medali emas, seperti torehannya di ajang yang sama pada 2017 lalu. Keempat emas hari ini disumbang perenang Indonesia yang sudah lolos limit A Olimpiade Remaja yang akan bertanding di Argentina, Oktober nanti, seperti Adinda, Azel Zelmi, Azzahra, dan Farrel Armandio Tangkas. Tim Indonesia yang berkekuatan Farrel Armandio Tangkas (punggung) Pande Made Iron Digjaya (dada), Azel Zelmi (kupu-kupu), dan Danandra Indra Damario (bebas) mencatat waktu terbaik 3 menit 48,82 detik atau lebih tajam dari rekor lama milik Singapura (2011) dengan 3 menit 49,70 detik. Peringkat kedua ditempati Malaysia (3 menit 51,82 detik) dan ketiga Thailand (3 menit 53,11 detik). Medali emas lainnya didapat melalui aksi Azel Zelmi Aryalingga yang menang di nomor 200 meter gaya kupu-kupu putra dengan catatan 2 menit 03,71 detik. Medali perak diraih Tan Ephraim (Singapura) dengan torehan 2 menit 04,34 detik dan medali perunggu atas nama Low Zheng Yong (Malaysia) 2 menit 04,98 detik. Medali emas pertama disumbang Adinda dari nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri dengan catatan 2 menit 15,15 detik. Peringkat kedua diraih perenang Indonesia lainnya, Azzahra (2 menit 16,92 detik), dan posisi ketiga Kamonchanok Kwanmuang (Thailand) dengan 2 menit 18,52 detik. Adinda juga menyumbang emas kedua melalui nomor estafet 4×100 meter gaya ganti putri. Tim Indonesia yang berkekuatan Dewi Novita Lestari (punggung), Felicia Angelica (dada), Azzahra (kupu-kupu), Adinda Larasati Dewi (bebas) berhasil mencatat waktu tercepat 4 menit 20,07 detik. Posisi kedua ditempati Thailand dengan torehan 4 menit 21,22 detik dan ketiga Singapura (4 menit 24,63 detik). Indonesia juga mendapat medali perak dari Sofie Kemala pada nomor 50 meter gaya punggung putri dengan catatan 30,39 detik dan Joe Aditya menambah perak di nomor 1500 meter gaya bebas dengan catatan 16 menit 16,88 detik. (Adt) Klasemen akhir Cabang Renang Asean Schools Games 2018 No*Negara*Emas-Perak-Perunggu 1.Indonesia (15-17-8) 2.Thailand (9-8-4) 3.Singapura (7-6-10) 4.Malaysia (5-4-8) 5.Filipina (0-2-5) 6-10. Vietnam, Myanmar, Laos, Kamboja, Brunei (tanpa medali)

Satu Gelar Asia Junior Championships 2018 Modal Positif Ke Kejuaraan Junior Dunia di Kanada

Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto sukses menjuarai Asia Junior Championships 2018, setelah menang dua game langsung dari pasangan Malaysia, Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, 21-12 dan 21-16. (Ham/NYSN)

Jakarta- Indonesia sukses mengantongi empat medali di Asia Junior Championships 2018. Satu emas diraih ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto, sedangkan tiga perunggu dari Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, Pramudya Kusumawardana/Ghifari Anandaffa Prihardika dan Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Manajer tim Indonesia, Susy Susanti, mengatakan, pencapaian ini sesuai dengan target awal. Perolehan prestasi yang diraih tim junior jadi modal awal pertarungan mereka selanjutnya, di Kejuaraan Dunia Junior 2018, yang berlangsung di Markham Pa Am Center, Ontario, Kanada, pada 5-18 November nanti. “Dari awal, target kami satu medali, saya enggan muluk-muluk, karena persaingan juga ketat. Tahun lalu ganda campuran, tahun ini ganda putri, artinya perkembangan tiap sektor cukup bagus. Mudah-mudahan hasil ini menjadi bahan yang bagus untuk persiapan ke kejuaraan dunia junior 2018 di Kanada,” ungkap Susy, pada Selasa (24/7). Febriana/Ribka sukses menjadi juara, setelah menang dua game langsung dari dobel putri Malaysia, Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, 21-12 dan 21-16. Tan/Toh sebelumnya mengalahkan pasangan Indonesia, Agatha/Fadia di babak semifinal. “Di ganda putri hasilnya cukup bagus, karena selain juara. juga ada Agatha/Fadia yang di semifinal, dan mulai masuk ke senior. Mudah-mudahan ada satu lagi pemain muda yang terus meningkat secara prestasi dan membawa angin segar buat bulutangkis Indonesia,” lajut Susy. “Tidak hanya ganda putri, sebelumnya juga ganda campuran, dan kami harapkan dari tunggal putra dan ganda putra bisa naik lagi. Tunggal putri, setelah Gregoria juara dunia, tentunya kami siapkan lagi yang kecil-kecil. Memang ada beberapa PR. Meski berhasil membawa satu gelar, tetap ada PR di sektor-sektor lain,” urai Susy. Kanada menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2018. Turnamen ini rencananya digelar pada November di Markham Pa Am Center, di kota Ontario. Even ini mempertandingkan nomor beregu campuran, yang memperebutkan Piala Suhandinata dan nomor perorangan yang akan merebut Piala Eye Level. Ini menjadi yang kedua kalinya dalam empat tahun kejuaraan junior bulutangkis paling bergengsi di wilayah Pan American, usai 2016 berlangsung di Lima, Peru. Sebelumnya, Kanada pernah menyelenggarakan turnamen yang sama pada 2004 di Richmond. Markham Pan Am Centre menyediakan fasilitas delapan lapangan karpet sintetis, tiga lapangan untuk latihan, tempat duduk berkapasitas hingga 1.000 penonton, dan pusat kebugaran serta ruang pertemuan. (Dre/Ham)

Gagal ke Kejuaraan Dunia, Lulusan SMAN 6 Bogor Ini Pecahkan Rekornas dan ASG di ASEAN School Games 2018

Idan Fauzan berpose dengan catatan ketinggian lompat galah yang baru saja dipecahkan pada ASEAN School Games 2018, di Stadion Mini Atletik Bukit Jalil Malaysia, Selasa. (Antaranews.com)

Selangor- Idan Fauzan Richsan memecahkan rekor nasional (rekornas) nomor lompat galah pada ajang ASEAN School Games (ASG) 2018, di Stadion Mini Atletik Bukit Jalil, Malaysia, Selasa (24/7), setelah sebelumnya gagal berangkat ke kejuaraan dunia, di Finlandia. Catatan rekor yang dipecahkan adalah tinggi lompatan 5,20 meter, yang ia pegang sendiri, yang dicetak pada kejuaraan uji coba Asian Games 2018. Tinggi lompatan yang dicetak Idan pada kejuaraan khusus pelajar ini adalah 5,30 meter, dan berhak mendapatkan emas ASG 2018. “Iya benar. Ini balas dendam saya paska gagal tampil di kejuaraan dunia,” kata atlet kelahiran Bogor 11 Januari 2000, usai melakukan lompatan. Perjuangannya memecahkan rekor cukup panjang karena diawali dari lompatan 4,60 meter. Setelah sukses, lompatannya naik ke ke 4,80 meter. Pada ketinggian tersebut, ia harus berlomba sendiri, karena para lawan maksimal hanya berada di posisi 4,70 meter. Setelah sukses di 4,80 meter, Idan atas instruksi pelatih kembali menaikkan target di 4,95 meter. Lagi-lagi ia sukses melalukan tugas termasuk pada 5,05 meter dan 5,15 meter. Ketegangan mulai terlihat saat Idan menaikkan tinggi lompatan menjadi 5,25 meter, karena pada percobaan pertama gagal bahkan sempat tertimpa bar. Begitu juga dengan percobaan kedua. Lulusan SMAN 6 Bogor, Jawa Barat ini, kembali gagal melampauinya. Sekedar catatan, target tinggi lompatan ini, lebih tinggi dari rekornas, dan diatas rekor ASG yang hanya berada di angka 5 meter. Pada lompatan ketiga, official tim Indonesia hingga para atlet, memberikan dukungan langsung lebih dekat setelah sebelumnya duduk di tribun. Dengan keyakinan, Idan lari dengan tenang begitu juga saat mengangkat galah. Akhirnya bar setinggi 5,25 mampu dilewati, dan disitulah rekornas pecah. Idan spontan berteriak histeris, juga pendukungnya. Setelah istirahat beberapa saat, pihak panitia menghampiri dan bertanya apa masih melanjutkan perlombaan atau tidak. Namun Idan memilih menaikkan tinggi lompatan, meski hanya 5 centimeter. Persiapan yang sama langsung dilakukan. Idan lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Akhirnya bar setinggi 5,30 meter mampu dilalui dengan satu kali lompatan. Kepanikan justru terlihat pada jajaran pelatih, dengan hasil itu karena belum bisa memutuskan akan lanjut atau berhenti. Mereka lalu berkoordinasi dengan PB PASI dan diputuskan cukup di 5,30 meter. “Sebenarnya saya belum capek. Tapi, semuanya tergantung pelatih dan PB PASI,” kata rekan satu pelatnas juara dunia 100 meter Lalu Muhammad Zohri ini, sebelum melakukan selebrasi dengan teman-temannya. Sementara itu manajer tim atletik Indonesia, Suryo Agung, mengaku sangat mengapresiasi perjuangan Idan, yang getol ingin memecahkan rekor, usai gagal turun di kejuaraan dunia karena masalah teknis. “Sejak awal saya melihat Idan cukup percaya diri dan siap. Mampu memecahkan rekor saya kira cukup wajar dengan kondisinnya saat ini. Semoga pada Asian Games nanti jauh lebih baik,” kata Suryo saat dikonfirmasi. Dengan demikian pada ASG 2018 tim atletik sukses meraih delapan emas atau melebihi target yaitu lima emas. Dari jumlah tersebut ada nomor yang mengawinkan gelar yaitu lari 100 meter putra-putri dan lompat galah putra-putri. (Dre)

Drawing Ulang Cabor Sepak Bola Asian Games 2018 di Kuala Lumpur, INASGOC : Keputusan Ada Di OCA

Undian ulang cabor sepak bola Asian Games 2018 diwacanakan usai Uni Emirat Arab dan Palestina memprotes tak masuk dalam drawing awal, yang digelar pada 5 Juli lalu, di Kantor Pusat INASGOC di Jakarta. (malaymail.com)

Jakarta- Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) memastikan undian ulang pada cabang olahraga sepak bola akan dilakukan Rabu (25/7). Namun undian hanya dilakukan terhadap dua negara, yakni Uni Emirat Arab dan Palestina, yang protes karena tak masuk dalam undian pertama. “Besok akan digelar drawingnya. Di AFC (Federasi Sepak Bola Asia) House di Kuala Lumpur, Malaysia,” ujar Deputi 2 INASGOC Bidang Games Operation, Harry Warganegara, saat dikonfirmasi pada Selasa (24/7). Undian ulang memang diwacanakan setelah Uni Emirat Arab dan Palestina memprotes tak masuk dalam drawing awal, yang digelar pada 5 Juli lalu di Kantor Pusat INASGOC di Jakarta. INASGOC sempat menolak permintaan ini, namun akhirnya drawing ulang tetap dilaksanakan. Dua opsi muncul, yakni pertama undian ulang secara keseluruhan 26 negara yang ikut. Kedua, undian hanya dilakukan terhadap dua Uni Emirat Arab dan Palestina saja, atau oleh INASGOC disebut proposed partial redraw. “Jadinya, kami proposed partial redraw. Hanya 2 NOC (national olympic comittee) itu saja yang di-drawing,” ujar Harry. Dengan masuknya UEA dan Palestina, total negara yang akan bertanding di cabang sepak bola Asian Games 2018 berjumlah 26 negara. Dari drawing terakhir, 24 negara telah dibagi ke dalam enam grup, yang masing-masing terdiri dari empat negara. Indonesia berada di Grup A bersama Hong Kong, Laos, dan Taiwan. Hal senada juga diungkap, Sekjen INASGOC, Eris Heriyanto. “Rencananya kami undi dua negara itu saja. Soal format undian sudah dibahas oleh INASGOC, PSSI dan AFC pada Senin (23/7). Tapi, sampai sekarang belum ada titik jelas, seperti apa opsi yang akan diambil,” ujar Eris, di Kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (24/7). Pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, 63 tahun silam itu, menegaskan Komite Olimpiade Asia (OCA) sebenarnya yang menjadi penentu soal ini. “Keputusannya ada di OCA. AFC cuma bantu. Dan, OCA akan datang besok (Rabu, 25/7) membahas masalah ini,” tukas purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Udara (AU) itu. (Adt)

Renang Rajai Medali, Adinda Cetak Dua Emas ASEAN School Games (ASG) 2018 Hari Ketiga

Perenang 18 tahun, Adinda Larasati Dewi, meraih emasnya yang kedua, Pada hari ketiga ASEAN School Games (ASG) 2018, usai merajai nomor 50 meter gaya kupu-kupu mencatatkan waktu 28,28 detik. (antaranews.com)

Selangor- Pada hari ketiga ASEAN School Games (ASG) 2018, cabang olahraga renang pada Selasa (24/7), tim Indonesia mendominasi perolehan medali. Azzahra Permatahani dan kawan-kawan total mengantongi 33 medali yakni 11 emas, 14 perak, dan 8 perunggu. Tampil di Daru Ehsan Aquatic Centre, Selangor, Malaysia, pada Selasa (24/7), Indonesia menambah tiga medali emas. Ketiga medali emas disabet Farrel Armandio Tangkas di nomor 100 meter gaya punggung dengan catatan waktu 57.25 detik. Emas kedua direbut Adinda Larasati Dewi di 50 meter gaya kupu-kupu (28.28 detik). Lalu atlet 16 tahun asal Riau, Azzahra Permatahani, di nomor 200 meter gaya ganti dengan catatan waktu 2:19.81, makin mengkukuhkan dominasi tim merah putih dari kolam renang. Renang juga menambah 6 medali perak dari Dewi Novita Lestari (100 m punggung 1:05.43), Felicia Angelica (200m gaya dada, 2:40.54), Pande M I Digjaya (200m gaya dada, 2:17.91), Muhammad Fauzan (50m gaya kupu-kupu, 25.30), Adinda Larasati Dewi (800m gaya bebas, 9:07.52) serta D. Anugerah (200m gaya ganti, 2:07.39). Farel menyingkirkan Jerard Dominic S. Jacinto (Philipina) dengan catatan waktu 57,72 detik yang berhak meraih perak, dan perunggu menjadi milik Dwiki Anugrah (Indonesia) dengan catatan waktu 58,13 detik. Perenang putri 18 tahun asal Jawa Timur, Adinda Larasati Dewi yang meraih emas usai merajai nomor 50 meter gaya kupu-kupu mencatatkan waktu 28,28 detik. Perak nomor ini diraih Jamie Koo Yazhen (Singapura) dengan catatan waktu 28,41 detik, dan perunggu dikuasai Lee Rui Yan Elizabeth (Singapura) dengan catatan waktu 28,76 detik. Sebelumnya, Adinda sukses memecahkan rekor ASG di nomor 200 meter gaya bebas putri, dengan waktu tercepat 2 menit 04,68 detik, di laga final, pada Senin (23/7). Rekor Dinda ini, menjadi rekor baru ASG, menajamkan rekor lama milik Nguyen Thi Anh Vien (Vietnam) dengan catatan waktu 2.05,32 detik. Sementara tambahan medali perak Merah Putih diperoleh Dewi Novita Lestari di nomor 100 meter gaya punggung, dengan catatan waktu 1 menit 05,22 detik. Emas nomor ini diraih Elena Lee Lee Na Pedersen (Singapura) dengan catatan 1 menit 05,22 detik, sedangkan perunggu diraih Samantha Therese E. Coronel (Philipina). Begitu juga dengan Felicia Angelica. Turun di nomor 200 meter gaya dada, Felicia harus puas meraih perak dengan catatan waktu 2 menit 40,54 detik. Sedangkan emas milik Claresa Liau Jing Xuan (Singapura) yang sukses mencatat waktu 2 menit 36,53 detik. Dan, Thanya Angelync Dela Cruz (Philipina) mendapat perunggu. Di nomor 200 meter gaya dada putra, terjadi pemecahan rekor ASG. Perenang tuan rumah Ng Jing Fu meraih emas dengan catatan waktu 2 menit 17,86 detik, sekaligus menjadi rekor baru ASG. Sebelumnya, rekor ini dimiliki Ilham Ahmad Trimudzi asal Indonesia pada 2016, yakni 2 menit 19,05 detik. Perenang Indonesia Pande Made Iron Digjaya hanya mengoleksi perak dengan catatan waktu 2 menit 17,91 detik. Diikuti atlet Thailand, Thanonchai Janruks yang mendapatkan perunggu dengan catatan waktu 2 menit 24,12 detik. Di nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra juga terjadi pemecahan rekor ASG. Mikkel Lee Jun Jie (Singapura) berhasil menyabet emas dengan catatan waktu 24,94 detik. Ia mempertajam rekor sebelumnya atas namanya sendiri yakni 25,45 detik yang dicetak pada 2017. Perenang Indonesia Muhammad Fauzan A Martzah hanya mampu meraih perak setelah mencetak waktu 25,30 detik, dan perunggu menjadi milik rekan senegaranya yakni Danandra Indra Damario dengan catatan waktu 25,38 detik.Tambahan perak Indonesia juga dihasilkan dari nomor 800 meter gaya bebas. Adinda harus mengakui ketangguhan perenang Kamonchan Kwanmuang (Thailand) yang meraih emas dengan catatan waktu 9 menit 06,30 detik, Dinda hanya mengukir waktu 9 menit 07,52 detik. Dan, perunggu milik perenang tuan rumah Goh Chia Tong dengan catatan waktu 9 menit 14,27 detik. Untuk nomor 200 meter medley putra, emas diraih Nguyen Minh Hien (Vietnam), sedangkan Mitchell Ang Li (Singapura) dan Dwiki Anugrah (Indonesia) masing-masing mendapat perak dan perunggu. Sedangkan dibagian putri, perenang tuan rumah Ong Yong Qi meraih emas. Diikuti Jinjutha Pholjamjumrus (Thailand) dan Kathlyn Laiu Yilin (Singapura) yang meraih perak dan perunggu. Dari tiga hari pelaksanaan, renang sudah menyumbangkan 11 medali emas, 14 perak dan 8 medali perunggu. Hingga hari ketiga, kontingen Malaysia masih memimpin perolehan total medali, diikuti Indonesia dan Thailand. Indonesia baru sekali menjuarai ASEAN School Games yaitu saat diselenggarakan di Bandar Seri Begawan, Brunei pada 2015. (Adt) Perolehan Medali ASG 2018 1. MALAYSIA   30 26 25 81 2. INDONESIA 24 28 25 77 3. THAILAND   15 18 26 59 4. VIETNAM    13 8 6 27 5. SINGAPURA 10 12 13 35 6. FILIPINA      7 6 14 27 7. MYANMAR    1 2 2 5 8. LAOS           0 0 3 3 9. KAMBOJA     0 0 0 0 10. BRUNEI      0 0 0 0

805 Peserta Daftar, 176 Akhirnya Lolos Tahap Seleksi Audisi Bulutangkis PB Djarum di Purwokerto

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 dibuka dengan tahap screening yang digelar, di GOR Satria, Purwokerto, Sabtu (21/7). (bola.com)

Purwokerto- Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 dibuka dengan tahap seleksi di GOR Satria, Purwokerto, Sabtu (21/7). Pada tahap ini, 176 dari total 805 peserta yang berasal dari enam kategori putra dan putri, lolos ke tahap selanjutnya. Dalam tahap seleksi, tiap peserta bertanding dengan lawan yang sesuai kategori putra dan putri usia masing-masing (U-11, U-13, U-15) berdurasi sekitar sepuluh menit. Selama periode itu, tim pencari bakat PB Djarum menyeleksi para peserta yang berhak melaju ke tahap turnamen. Tokoh yang menyeleksi para peserta adalah legenda-legenda bulutangkis Indonesia serta pelatih PB Djarum yang termasuk dalam tim pencari bakat, antara lain Christian Hadinata, Denny Kantono, Hariyanto Arbi, Simbarsono, Antonius Budi Ariantho, Lius Pongoh, Meilana Jauhari, Engga Setiawan, Puri Setyo dan Lukman Hakim. Hariyanto Arbi mengatakan, jumlah peserta yang mencapai 805 orang menunjukkan antusiasme masyarakat, khususnya di Jawa Tengah dan sekitarnya, terhadap olahraga bulutangkis. “Dari jaman dulu, Kota Purwokerto sering melahirkan pebulutangkis-pebulutangkis yang handal. Saya berharap dari Audisi Umum tahun ini, mudah-mudahan dari Purwokerto bisa melahirkan pemain-pemain yang bisa mengharumkan nama Indonesia,” kata Hariyanto. Para peserta yang lolos tahap seleksi berhak tampil di fase turnamen yang akan digelar pada 22-23 Juli 2018. Mereka akan bersaing memperebutkan Super Tiket Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 untuk tampil di Final Audisi di Kudus pada September 2018. Pemenang fase turnamen ini akan mendapatkan Super Tiket untuk melaju ke babak final di GOR Jati, Kudus, Jawa tengah pada 7-9 September 2018. Selain dengan memenangi turnamen, Super Tiket juga bisa diberikan oleh Tim Pencari Bakat kepada peserta yang kalah di fase turnamen namun memiliki talenta yang istimewa. Di Kudus, para peserta akan bertemu dengan atlet –atlet yang sudah meraih Super Tiket di kota-kota penyelenggaraan Audisi Umum lainnya yakni, Pekanbaru, Balikpapan dan Manado. Ditambah juga, peraih Super Tiket dari Purwokerto yang menggelar Audisi Umum bersamaan dengan Surabaya serta Cirebon dan Solo, di mana Audisi Umum akan dilaksanakan pada 4-6 Agustus. Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 merupakan pintu masuk bagi atlet-atlet muda berbakat ke klub PB Djarum. Audisi Umum dapat diikuti oleh atlet putra dan putri berkewarganegaraan Indonesia dengan kategori U-11 (berusia 6-10), U-13 (untuk peserta dengan umur 11-12 tahun), dan U-15 (untuk peserta dengan umur 13-14 tahun). Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman www.pbdjarum.org atau dengan mendaftarkan diri secara langsung sehari sebelum pelaksanaan Audisi Umum di GOR setiap kota audisi. Peserta diwajibkan melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) sesuai kota audisi pilihannya. (Ham) Audisi Purwokerto Kategori U-11 Putri 48 Peserta Kategori U-11 Putra 31 Peserta Kategori U-13 Putri 57 Peserta Kategori U-13 Putra 18 Peserta Kategori U-15 Putri 15 Peserta Kategori U-15 Putra 7 Peserta

Bocah 16 Tahun Asal Riau, Jadi Tulang Punggung Tim Renang Indonesia di ASG 2018

Azzahra Permatahani (16 tahun) menjadi atlet andalan tim renang Indonesia pada ASEAN School Games (ASG) 2018 di Selangor, Malaysia, 21-26 Juli. (twitter.com)

Selangor- Tim renang Indonesia optimistis mampu memenuhi target yang dicanangkan Kemenpora pada ASEAN School Games (ASG) 2018 di Selangor, Malaysia, 21-26 Juli yaitu 15 medali emas, dari 26 emas target secara umum. “Kami optimistis mampu melampui target, atau bahkan bisa lebih karena untuk ASG tahun ini, diperkuat atlet-atlet yang memegang rekor nasional,” kata salah satu pelatih tim renang, Deni Wardeni, saat dikonfirmasi pada Sabtu (21/7). Cabang olahraga renang menjadi tumpuan, seperti ASG 2017 di Singapura. Saat itu kontingen Indonesia mampu menyumbang 20 dari 23 emas yang diraih. Azzahra Permatahani menjadi salah satu atlet yang terbanyak meraih emas, dengan torehan tiga medali, meski usianya kala itu baru 15 tahun. Pada ASG 2018, Azzahra kembali turun gunung, karena masih berusia 16 tahun. Bahkan, atlet kelahiran Pekanbaru, Riau, 7 Januari 2002 ini, datang bersama dengan atlet nasional lainnya yang selama ini digembleng oleh pelatih asal Prancis, David Armandoni. Atlet Indonesia yang diharapkan mampu menyumbang banyak medali emas untuk kontingen Indonesia selain Azzahra adalah Adinda Larasati Dewi, Farrel Armandio Tangkas, dan Sofie Kemala Fatiha. Sesuai rencana, pemburuan medali dari cabang renang, berlangsung di Pusat Aquatic Daru Ehsan, Shah Alam, pada Minggu (22/7). Persaingan di kolam ini bakal berlangsung ketat. Selain tuan rumah, atlet dari Vietnam dan Singapura, bakal terus mengancam keberadaan Indonesia. “Tahun lalu kita hanya ada dua pemegang rekor nasional. Itu saja hasilnya sudah memuaskan. Untuk tahun ini, kami punya lebih banyak perenang dengan rekor nasional kali ini,” kata Deni menambahkan. Meski sudah siap, tim renang Indonesia mengalami sedikit kendala terutama terkait dengan tempat tinggal atlet selama di Selangor. Atlet renang harus berbagi tempat karena satu kamar digunakan untuk tiga atlet. “Itu saja yang jadi kendala. Tapi kami sebagai pelatih terus mencoba menjaga psikologi atlet agar mereka tetap bisa memberikan yang terbaik dan saya lihat seluruh atlet telah siap bertanding,” kata Deni menegaskan. Pada ASG 2018 Indonesia berkekuatan 158 atlet dan akan turun pada delapan dari sepuluh cabang olahraga yang dipertandingkan yakni atletik, renang, sepak takraw, bulu tangkis, bola voli, basket, senam (dua disiplin) dan squash. Sedangkan targetnya adalah meraih 26 medali emas. (Adt)

Palestina dan UAE Protes, Drawing Ulang Sepak Bola Putra Asian Games 2018 Dilakukan Senin

Logo Asian Games 2018

Jakarta– Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) meminta Indonesia melakukan redraw atau undian ulang, pembagian grup penyisihan sepak bola putra Asian Games 2018. Dilansir BolaSport.com dari media Thailand, Bangkok Post, proses drawing ulang ini, berlangsung di Jakarta pada Senin (23/7). AFC telah menginformasikan ke semua asosiasi anggotanya yang mengikuti sepak bola Asian Games 2018, termasuk Federasi Sepak Bola Thailand (FAT). Sebelumnya, undian untuk turnamen diadakan di Jakarta pada 5 Juli 2018. Saat itu, cabang olahraga ini diikuti 24 tim yang akan terlibat persaingan memperebutkan emas. Namun, hasil drawing itu ’tergores’ oleh protes dari Uni Emirat Arab (UAE) dan Palestina. Kedua negara itu tak dimaksukkan dalam pelaksanaan undian awal, setelah mereka tak masuk drawing. Akhirnya, keputusan melakukan pengundian ulang pun dilaksanakan dengan 26 peserta. Tim-tim tersebut diunggulkan ke dalam empat pot berdasarkan penampilan mereka pada Asian Games 2014. Tuan rumah Indonesia secara otomatis akan masuk dalam pot 1 dan menjadi tim yang ada di Grup A. Sedangkan dari delapan tim yang lolos ke perempat final Asian Games 2014, hanya Yordania yang absen tahun ini. Pada 2014, Korea Selatan meraih emas setelah pada final menumbangkan Korea Utara. Irak merebut peruggu setelah menang atas Thailand pada perebutan posisi tiga. Sepak bola putra Asian Games 2018 akan mempertandingkan Timnas U-23 dengan tambahan tiga pemain senior. Empat stadion jadi arena pertandingan untuk fase penyisihan sampai final. Arena itu antara lain: Stadion Pakansari, Cibinong di Kabupaten Bogor, dan Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi. Lalu, Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, dan Stadion si Jalak Harupat, Sorean, Kabupaten Bandung. Semua stadion itu berada di Provinsi Jawa Barat. (Ham)

Menang Saat Uji Coba Malam Hari, Timnas U-16 Menunjukkan Perkembangan Pesat

Gelandang Timnas U-16 Muhammad Fajar Fathur Rahman (hijau), berusaha melewati hadangan dua pemain Akademi ASIFA U-16 Malang, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. (suryakabar.com)

Jakarta- Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini, memuji perkembangan anak asuhannya selama menjalani pemusatan latihan di Sidoarjo. Menurutnya, seluruh pemainnya sudah menunjukkan peningkatan performa. Selama melakoni TC Timnas U-16 sempat melangsungkan tiga laga uji coba, usai lawatan ke Malaysia. Skuat Garuda Asia, berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Timnas U-16 menang atas PSID Jombang (4-1), SSB Bligo U-17 (6-2), serta yang terakhir menekuk Akademi ASIFA U-16 Malang, empat gol tanpa balas. Saat melawan ASIFA, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jumat (20/7) malam, menjadi partai pemanasan yang amat disoroti oleh Fakhri. Kemenangan merah putih remaja itu merupakan hasil yang spesial dalam catatan sang pelatih. Pertama, ini adalah kemenangan pertama yang diraih tanpa kebobolan. Sebelumnya, timnas U-16 selalu kebobolan. ”Meski tidak kebobolan, ada beberapa kali pemain belakang tidak berada di posisi yang tepat,” kata Fakhri. ”Tetapi, ini laga yang bagus karena pemain bisa dapat suasana pertandingan karena nanti juga akan bermain di sini,” ucapnya. Kedua, Fakhri melihat David Maulana dan kawan-kawan bisa bermain efektif memanfaatkan peluang mencetak gol. Salah satunya lewat eksekusi bola mati. Tiga dari empat gol yang terjadi, semua berawal dari eksekusi bola-bola mati. Situasi tersebut disebut Fakhri menjadi catatan yang positif. Sebab, selama ini mereka kesulitan untuk memanfaatkan bola mati. Padahal, Timnas U-16 memiliki beberapa pemain dengan postur tinggi yang bisa dimanfaatkan untuk bola mati. ”Satu hal yang saya apresiasi adalah ketika mereka bisa memanfaatkan dengan sangat maksimal bola-bola set piece,” ucap Fakhri. ”Kami punya beberapa pemain yang tinggi dan ada tiga gol dari set piece. Ini jadi modal yang bagus.” Laga uji coba melawan ASIFA juga spesial, karena digelar malam hari. Pada laga-laga sebelumnya, uji coba Timnas U-16 selalu digelar pagi atau sore hari. Fakhri mengaku sengaja minta secara khusus untuk uji coba malam hari. ”Saya ingin mereka bisa beradaptasi dengan situasi pertandingan sebenarnya, jadi main malam hari pada uji coba terakhir ini,” tuturnya. Hasil ini membuktikan Sutan Zico dan kolega sudah siap tampil di Piala AFF U-16 pada 29 Juli – 11 Agustus 2018. Hanya saja, Fakhri menyebutkan timnya perlu memperbaiki beberapa aspek yang lemah. Upaya tersebut dilakukan agar timnas U-16 dapat meraih hasil maksimal di Piala AFF U-16. “Kami akan latihan rutin saja. Hal ini untuk menjaga stamina dan kondisi para pemain yang sebentar lagi (kurang lebih sembilan hari) akan mengikuti ajang piala AFF U-16,” kata Fakhri dikutip dari laman resmi PSSI. “Selama pemusatan latihan dan beberapa kali uji coba, para pemain sudah berkembang pesat. Adapun beberapa catatan dan evaluasi dari hasil uji coba telah kita lakukan serta diperbaiki. Secara keseluruhan, kami siap menyongsong turnamen AFF,” tambahnya. (Dre)

Buka Turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional Piala Univeritas Terbuka, Menpora : Potensi Atlet Usia Dini Melimpah

Menpora Imam Nahrawi membuka Turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional Piala Univeritas Terbuka (UT), di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (20/7). (Kemenpora)

Tangerang Selatan- Menpora Imam Nahrawi resmi membuka turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional Piala Universitas Terbuka (UT) 2018, di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Jumat (20/7). Turnamen yang dihelat pada 20-22 Juli itu diikuti 734 peserta dari 61 klub, yang berasal dari 18 provinsi di Tanah Air, dan memperebutkan total hadiah Rp 118. Imam memberikan apresiasi kepada Universitas Terbuka, yang secara konsisten dan kontinyu menyelenggarakan turnamen tenis meja sejak 2012 hingga kini. Terlebih, sejumlah atlet nasional yang diproyeksikan ke Asian Games 2018 seperti Bima Abdi Negara, Viki Supit, Gusti Aditya, Doni Prasetyo, Luki Purkani, dan Dennis Darmawan, juga turut berpartisipasi bahkan rutin mengikuti turnamen ini. “Pertama selamat atas terselenggaranya turnamen ini hingga sudah yang ke-6. Ini bentuk konsistensi turut serta memajukan tenis meja Tanah Air dan mendapat kepercayaan masyarakat. Terbukti beberapa atlet yang saat ini konsentrasi Asian Games langganan turnamen ini,” ujar menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. Hadir dalam kesempatan itu, Alman Hudri (Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Pendidikan), Ojat Darojat (Rektor Universitas Terbuka/UT), Toriq Hadad (Direktur Utama Tempo Inti Media), dan Oegroseno (Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia/PP PTMSI). Imam menyebut perlu adanya pengawalan ketat dan terus menerus dari potensi atlet yang luar biasa, terutama bagaimana membuat kualifikasi dan penjenjangan dari berbagai atlet-atlet junior agar dapat tahapan yang jelas memasuki usia atlet-atlet senior. “Saya melihat potensi usia dini dan muda punya stok yang melimpah ruah. Ini tinggal tugas PTMSI memperbanyak kompetisi dan membuat kualifikasi penjenjangan junior dan lain sebagainya,” tambah pria 44 tahun ini. Dengan hadiah total Rp 118 juta, kejuaraan ini dibagi 10 kategori pertandingan, masing-masing: pemula dan putri, kadet putra dan putri, junior putra dan putri, divisi 5, non-atlet PON, umum/undangan, dan perusahaan. (Adt)

Tekuk Unggulan Pertama Ganda Putri Asal China, Febriana/Ribka Lolos Ke Final Asia Junior Championship 2018

Kalahkan unggulan pertama asal China, Liu Xuanxuan/Yuting Xia, 25-23, 14-21 dan 21-15, Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto lolos babak final Asia Junior Championship 2018. (Ham/NYSN)

Jakarta- Dobel putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto lolos ke babak final perseorangan Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia 2018, di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (21/7). Mereka mengalahkan unggulan pertama asal China, Liu Xuanxuan/Yuting Xia, 25-23, 14-21 dan 21-15. Liu/Xia dalah pasangan yang sukses meraih medali silver Asia Junior Championships tahun lalu. Set pertama berlangsung, duet Febri dan Ribka mengambil inisiatif menekan hingga poin ke 16. Sempat unggul 5 poin, namun duo atlet binaan PB Djarum ini dapat disusul. Meski demikian, gim pertama ini dimenangkan oleh Febri/Ribka dengan skor 23-25. Memasuki set kedua, Indonesia harus tertinggal cukup jauh, hingga skor 2-11. Berupaya mengejar ketertinggalan di set kedua, pasangan junior ini belum mampu mengecilkan selisih poin, dan set kedua ditutup dengan skor 21-14, untuk Liu dan Xia. Di set ketiga, laga berlangsung sengit hingga turun minum. Namun Febri/Ribka unggul dengan poin 11-8. Mendominasi permainan, Indonesia menjauh dengan skor 20-15 di ujung pertandingan. Pukulan keras dari Xia harus melebar keluar lapangan, dan memberikan kemenenangan Febri/Ribka, dengan skor akhir 21-15. “Game pertama mainnya udah nyerang duluan, jadi enak. Tapi game kedua kami ngendorin, jadi hati-hati mainnya. Game ketiga disuruh pelatih lebih yakin, nggak usah mikir menang kalah. Jadi kami main nothing to lose, alhamdulillah bisa menang,” kata Ribka, gadis kelahiran Karanganyar, Solo, 22 Januari 2000, usai laga. Di partai puncak, Febriana/Ribka akan berhadapan dengan Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, asal Malaysia, pada Minggu (2/7). Ini menjadi pertemuan pertama bagi mereka. Di atas kertas, lawan lebih diunggulkan. Febriana/Ribka merupakan unggulan empat turnamen, sementara Tan/Toh tepat berada di atasnya, sebagai unggulan tiga. “Persiapannya lebih jaga stamina, makan yang banyak, istirahat yang teratur. Besok nggak mikir menang kalah juga, pokoknya main nothing to lose,” ujar Ribka. “Harus lebih fokus lagi, nggak usah mikir menang kalah, main enjoy aja,” sambung Febri, yang lahir di Jember, Jawa Timur, 19 Februari 2001 . Sementara Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti akhirnya finis di babak semifinal Asia Junior Championships 2018. Hasil ini sama dengan pencapaian mereka di tahun lalu. Kala itu, Agatha/Fadia dikalahkan Baek Ha Na/Lee Yu Rim, Korea. Kini, pasangan Indonesia unggulan dua tersebut harus mengakui kebolehan Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, dari Malaysia. Agatha/Fadia kalah dua game langsung dengan 15-21 dan 21-23 dalam waktu 41 menit. “Hasilnya tidak sesuai target, karena kami kan inginnya juara. Tapi nggak apa-apa kami tetap bersyukur, semoga nanti di Kejuaraan Dunia Junior bisa juara,” kata Fadia. Dari awal game pertama, Agatha/Fadia mengaku terus tertekan oleh permainan lawan. Kondisi fisik yang mulai menurun juga diakui menjadi kendalanya kali ini. “Mereka mainnya nekad. Bola-bola yang bukan serang, mereka serang, jadi kami ketekan terus dari awal,” ujar Fadia mengomentari lawannya tersebut. (Ham/Dre)

Remaja Jakarta 17 Tahun Spesialis Dobel, Rontokan Petenis Unggulan Asal Jepang di Nomor Tunggal

Fitriani Sabatini yang disapa Ani (17 tahun) mengalahkan unggulan kedua asal Jepang, Michika Ozeki, yang berperingkat tunggal ke-593 dunia dengan skor akhir 6-2 6-1. (tribunnews.com)

Jakarta- Kejutan besar kembali warnai babak kedua Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018, di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (19/7). Dua unggulan teratas sektor tunggal, tersingkir dari persaingan gelar juara turnamen khusus putri di event berhadiah total 15.000 dollar AS atau Rp 210 juta ini. Wakil tuan rumah, Fitriani Sabatini yang disapa Ani (17 tahun) menjadi salah satu pembuat kejutan. Petenis spesialis dobel yang masuk babak utama menggunakan fasilitas wild card itu, mengalahkan unggulan kedua asal Jepang, Michika Ozeki. “Saya banyak melakukan pukulan spin untuk melayani pukulan flat keras yang dilakukan oleh lawan. Dia kehilangan konsistensi dan membuat kesalahan sendiri,” ujar Ani usai laga berdurasi satu jam 20 menit. Ani, menang straight set atas lawan berperingkat tunggal ke-593 dunia itu dengan skor akhir 6-2 6-1. Kemenangan Ani memastikan tuan rumah memiliki satu wakil pada babak empat besar turnamen seri kedua ITF Women’s Circuit di Indonesia ini. Pada fase semi final, Jumat (20/7), Ani terlibat perang saudara dengan seniornya, Aldila Sutjiadi (23), yang sukses membungkam wakil Kazakhstan, Zhibek Kulambayeva 6-2 6-4. Sayang, keberhasilan Ani gagal diikuti oleh saudara kembarnya, Fitriana ‘Ana’ Sabrina. Ana harus mengakui ketangguhan unggulan kedelapan asal India, Mahak Jain dalam pertarungan rubber set dengan kedudukan akhir 3-6 6-3 3-6. Sementara di nomor ganda, Ana dan Ani kandas di tangan seeded teratas, Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India). Pasangan Ana/Ani harus kalah 3-6 1-6. Pembuat kejutan lain di nomor tunggal ini adalah Arianne Hartono, wakil Belanda berdarah Indonesia. Petenis kelahiran Amsterdam 21 April 1996, yang lolos babak utama dari kualifikasi itu berhasil menumbangkan seeded teratas asal China, Yexin Ma. Lulusan suma cum laude jurusan Psikologi dari Universitas Mississippi ini, menang 7-6(6) 6-3. Di nomor ganda, berpasangan dengan Aldila Sutjiadi, Arianne yang merupakan keponakan petenis era 90’an Deddy Tedjamukti ini, lolos ke babak empat besar. Di perempat final, mereka menekuk unggulan ketiga, Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang) 6-1 6-0. (Ham) Hasil Kamis (19/7) Babak Kedua Tunggal Arianne Hartono (Belanda) v 1-YeXin Ma (China) 7-6(6) 6-3 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) v Mana Ayukawa (Jepang) 2-6 6-3 6-4 3-Zeel Desai (India) v Zhuoma Ni Ma (Tiongkok) 6-2 6-0 5-Ayako Okuno (Jepang) v Suzuho Oshino (Jepang) 6-3 6-4 8-Mahak Jain (India) v Fitriana Sabrina 6-3 3-6 6-3 4-Kanika Vaidya (India) v Sai Samhitha Chamarthi (India) 7-5 6-2 6-Aldila Sutjiadi v Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan) 6-2 6-4 Fitriani Sabatini v 2-Michika Ozeki (Jepang) 6-2 6-1 Perempat Final Ganda 1-Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India) v Fitriani Sabatini/Fitriana Sabrina 6-3 6-1 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (Tiongkok) v Sai Samhitha Chamarthi/Rishika Sunkara (India) 6-2 6-2 Arianne Hartono (Belanda)/Aldila Sutjiadi v 3-Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang) 6-1 6-0 Zhuoma Ni Ma/Mi Zhuoma You (China) v 2- Rio Kitagawa (Jepang)/Ani Vangelova (Bulgaria) 6-4 6-3 Jadwal Jumat (20/7) Semi Final Tunggal Arianne Hartono (Belanda) v 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) 3-Zeel Desai (India) v 5-Ayako Okuno (Jepang) 8-Mahak Jain (India) v 4-Kanika Vaidya (India) 6-Aldila Sutjiadi v Fitriani Sabatini Semi Final Ganda 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (China) Arianne Hartono (Belanda)/Aldila Sutjiadi v Zhuoma Ni Ma/Mi Zhuoma You (China)

Kunci Tiket Perempat Final Singapore Open 2018, Ihsan Maulana Main Lebih Rileks

Ihsan Maulana Mustofa menjadi pemain Indonesia ke tujuh yang lolos ke babak perempat final kejuaraan Singapore Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 500. (Humas PBSI)

Jakarta- Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa, maju ke babak perempat final turnamen Singapore Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 500, yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, 17-22 Juli. Tiket putaran delapan besar berhasil digenggam Ihsan usai mengandaskan perlawanan sengit dari wakil Malaysia, Daren Liew, pada pertandingan babak kedua, Kamis (19/7). Laga yang digelar di lapangan 4 Singapore Indoor Stadium tersebut, Ihsan menang dengan skor 23-21, 21-16. Ihsan menjadi pemain ketujuh dari skuat Indonesia, yang lolos ke perempat final. Sebelumnya, satu pemain tunggal putri, dua pasangan ganda putra, dan tiga pasangan ganda campuran, sudah lebih dulu melangkah ke babak delapan besar. Daren Liew berhasil meraih poin pertama pada gim kesatu, tetapi poin ini langsung disamakan oleh Ihsan. Setelah itu, Ihsan pun mampu berbalik unggul dengan skor 5-3. Liew kembali menyamakan kedudukan menjadi 5-5 sebelum akhirnya berbalik unggul dengan skor 10-7. Saling mengejar skor tak sampai di situ saja karena Ihsan yang belum menyerah mampu menyamakan kedudukan lagi menjadi 10-10. Akan tetapi, satu poin yang diraih Liew berikutnya memastikan dia menutup paruh awal gim kesatu dalam keadaan unggul 11-10. Selepas jeda, keunggulan Liew melebar hingga 18-14. Meski demikian, Ihsan tak lantas angkat tangan. Sebaliknya, dia justru meningkatkan tempo permainannya. Alhasil, Ihsan mampu memaksakan terjadinya adu setting sebelum akhirnya berhasil memenangi gim kesatu. Gim kedua berjalan tak kalah seru dengan gim kesatu, lantaran kedua pemain masih mengusung permainan menyerang dengan tempo tinggi. Ihsan yang sempat tertinggal 0-3 mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Saling mengejar skor kembali terjadi dan pertandingan menjadi semakin menegangkan. Setidaknya ada delapan kali aksi saling kejar poinm pada gim kedua. Namun, Ihsan mampu unggul kembali dengan skor 15-14. Liew masih bisa menambah dua poin lagi, tetapi laju Ihsan sudah tidak bisa dibendung. Dia pun memenangkan pertandingan dengan selisih lima poin, atas wakil Malaysia itu. “Alhamdulilah, bisa menang lagi. Kalau ditanya permainan tadi, di babak pertama kemarin lebih menegangkan karena lawan rekan sendiri. Tapi hari ini, saya mainnya lebih santai aja. Meski di game pertama sempat tertinggal terus. Justru saya lebih bisa dan tenang, malah mikir ke strategi aja sih,” terangnya. “Kalau di tanya seberapa pentingnya masuk bisa ke perempat final, ya pasti sangat penting sih. Karena di sini, saya ingin mencari poin sebanyak-banyaknya agar bisa mendongkrak kembali rangking saya,” ujar pemuda kelahiran Tasikmalaya 18 November 1995. Di babak permpat final yang akan berlangsung, Jumat (20/7), peringkat 52 ranking BWF ini menunggu pemenang wakil Vietnam Tien Minh Nguyen, melawan Parupalli Kashshyap (India). “Besok lebih tahan aja dan main bagus aja sih,” tutupnya. (Adt) Hasil 16 besar Singapura Open pada Kamis (19/7) Tunggal Putra Ihsan Maulana Mustofa vs Daren Liew (Malaysia) 23-21 dan 21-16 Tunggal Putri Yulia Yosephin Susanto vs Rituparna Das (India) 15-21, 21-13, dan 21-16 Ganda Putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (unggulan kelima) vs Peter Briggs/Tom Wolfenden (Inggris) 21-8 dan 21-9 Angga Pratama/Rian Agung Saputro vs Aaron Chia/ Wooi Yik Soh (Malaysia) 21-19, 18-21, dan 22-20 Ganda Campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (unggulan pertama) vs Danny Bawa Chrisnanta/Wong 21-9 dan 21-13 Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari vs Mark Lamfuss/Isabel Herttrich 13-21, 21-14, dan 21-15 Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow vs Marvin Emil Seidel/Linda Efler 17-21, 21-17, dan 24-22

Tolak Siswa Tinggal Kelas, Liga Basket Antarpelajar DBL 2018 Dimulai Jumat Besok

Mengusung tema Full Time Student, Full Spirit Athlete, Liga basket antarpelajar terbesar di Indonesia, Honda Developmental Basketball League (DBL) kembali bergulir mulai Jumat (20/7). (dblindonesia.com)

Jakarta- Liga basket antarpelajar terbesar di Indonesia, Developmental Basketball League (DBL), kembali bergulir. DBL 2018 akan dimulai di Surabaya, Jawa Timur, dalam rangkaian Honda DBL East Java Series North Region, yang mulai digelar pada Jumat (20/7). Memasuki musim ke-15, DBL kali ini akan lebih istimewa ketimbang gelaran sebelumnya. Honda DBL akan memberi piagam penghargaan dari Presiden Joko Widodo, untuk masing-masing juara provinsi. Sumbangsih DBL untuk perkembangan tim nasional (timnas) basket Indonesia tergolong cukup baik. Pada Asian Games 2018, banyak pemain timnas basket Indonesia yang merupakan jebolan DBL. Banyaknya pemain jebolan DBL di timnas tak terlepas dari tingginya partisipasi atlet siswa pada setiap tahunnya. Dari daftar pemain yang dirilis timnas basket putri Indonesia, sebanyak 60 persen pemain adalah alumni Honda DBL, sedangkan pada sektor putra mencapai 40 persen. Tahun ini, liga akan diselenggarakan di 30 kota di 22 provinsi. Pada 2018, DBL akan mengusung tema Full Time Student, Full Spirit Athlete. DBL tetap fokus pada komitmen supaya atlet tak saja berprestasi di bidang basket saja. Mereka wajib berprestasi di bidang akademis agar seimbang. “Awal pendaftaran, kami tekankan dengan penyaringan nilai rapor. Peserta yang tidak naik kelas, dilarang ikut liga,” ujar Donny Rahardian, Wakil Direktur DBL Indonesia. Setelah Surabaya, empat kota lain bakal menyusul pada bulan yang sama, yakni di Padang (27 Juli), Banjarmasin (27 Juli), Aceh (30 Juli), serta dan Honda DBL East Java Series 2018 – South Region (31 Juli). (Adt)

Empat Grup Berisi 16 Tim U-12, Saling Incar Tiket Juara AQUA Danone Ke Spanyol

16 tim sepak bola kategori umur dibawah 12 tahun (U-12), akan tampil di babak final nasional Festival AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC), pada 20-21 Juli di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Babak final nasional Festival AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) dimainkan di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, 20-21 Juli 2018. Sebanyak 16 tim sepak bola kategori umur dibawah 12 tahun (U-12), akan berjibaku dalam empat grup, guna mendapatkan status juara. Deretan tim yang berasal dari hasil seleksi se-Indonesia tersebut bakal mendapatkan hadiah istimewa jika berhasil menjadi jawara. Mereka akan mewakili Indonesia di pentas yang lebih tinggi lagi, yakni final Dunia Danone Cup (DNC) 2019 di Spanyol, tahun depan. Selain itu, tim terbaik mendapat kesempatan mendukung langsung perjuangan Timnas U-23, di pentas Asian Games 2018. Pihak panitia mengungkapkan, tim juara akan hadir di stadion mendukung Tim Merah Putih, meski belum tahu pertandingan mana yang akan ditonton langsung. Dua hadiah istimewa itu membuat perhelatan AQUADNC Indonesia bakal berlangsung seru. Panitia pelaksana menggelar drawing 16 tim di Ballroom Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/7). Para peserta terdiri dari 192 anak hasil seleksi regional di 11 provinsi. Turut hadir sebagai narasumber diantaranya Vera Galuh Sugijanto selaku VP General Secretary Danone Indonesia, Indra Sjafri Pelatih Timnas U-19, Jeffri Ricardo selaku Marketing Manager AQUA, Fary Djemy Francis selaku Departemen Sport Intelligent PSSI, serta Nurhidayat Kapten Timnas U-19. Jeffri mengungkapkan, Danone akan memeringati ulang tahun ke-100 pada tahun 2019. “Walhasil, pemenang tahun ini dan juga tahun depan akan berangkat ke laga Final Dunia DNC 2019, di Spanyol,” ujarnya. Indra juga ikut memberikan nasehat dan motivasi kepada para pemain. “Selamat kepada tim-tim yang lolos. Sepak bola usia muda bukan hanya sekedar menang atau kalah, tapi mampu memperlihatkan kultur asli sebagai negara Indonesia, dengan memperlihatkan budaya, persatuan, dan respek kepada sesama,” ujar pria 52 tahun ini. Sementara, Nurhidayat, yang merupakan jebolan Festival AQUADNC edisi 2011 ini mengingatkan untuk selalu berjuang. “Dulu, tim kami dari Makassar, tak diunggulkan, tapi juara di nasional, dan mewakili Indonesia ke Santiago Barnabeu (markas Real Madrid), Spanyol. Kerja keras tak akan mengkhianati hasil,” kata bek Bhayangkara FC itu. Saat ini, AQUADNC telah menjadi turnamen sepak bola anak-anak terbesar di Indonesia. Total, setidaknya sudah ada 800 ribu anak-anak dan menjangkau 160 kota/kabupaten di 34 provinsi. Efek bagi perkembangan sepak bola nasional pun sudah terlihat. AQUADNC melahirkan talenta-talenta muda Indonesia yang berhasil mewujudkan mimpi menjadi pesepakbola profesional, serta penggawa timnas Indonesian, diantaranya Andik Vermansah, Rasyid Bakri, Evan Dimas, Paolo Sitanggang, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, hingga Nurhidayat Haji Haris. (Ham) Berikut Hasil Drawing AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) 2018 Grup A Banten : SSB Salfas Soccer Sumater Utara : SSB Naga Berkisar Aceh : SSB Camar Laut Kepulauan Riau : SSB Blue Eagle Grup B DKI Jakarta : SSB ASIOP Apacinti Jawa Barat 1 : SSB Bionsa 330 Jawa Barat 2 : SSB Football Plus Jawa Tengah : SSB Tugu Muda Grup C Bali : SSB Putra Dewata Kalimantan Timur : SSB Aisa Jawa Timur I : SSB Putra Gemilang Jawa Timur II : SSB New Star Salam Grup D Papua : SSB Batik Nusa Tenggara Timur : SSB Bintang Timur Sulawesi Barat : SSB Tasinara Sulawesi Utara : SSB Bintang Kansa

Masuki Tahun Ketiga, Combiphar Tennis Open 2018 Dihelat Tingkatkan Prestasi Petenis Indonesia

Pada 2018, Combiphar konsisten menggelar Combiphar Tennis Open yang ketiga kalinya, yang selalu diikuti para atlet tak hanya tingkat nasional, juga internasional. (Pras/NYSN)

Jakarta– Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan menggelar turnamen tenis bertaraf internasional bertajuk ‘Combiphar Tennis Open 2018′, di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta, pada 23 Juli – 12 Agustus 2018. Michael Wanandi, Presiden Direktur Combhipar, mengatakan turnamen internasional ini menjadi momentum mendukung para atlet Indonesia yang akan berlaga di ajang Asian Games 2018. “Tahun ini merupakan tahun ketiga, kami bekerjasama dengan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) menggelar event ini,” ujar Michael, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (19/7). Turnamen ini akan diikuti petenis putra berusia 16-30 tahun yang berasal lebih dari 23 negara, di Asia Tenggara maupun Eropa. Negara Asia Tenggara lain yang akan berpartisipasi adalah Singapura dan Thailand. Adapun perwakilan dari Eropa, yakni Britania Raya, Slovenia, Swiss, Cyprus, Polandia, dan Perancis. Selain itu, Michael menjelaskan pihaknya menyiapkan total hadiah sebesar 55.000 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 790 juta. “Hadiah tersebut kami siapkan selain untuk mengundang partisipasi para atlet, dan bentuk apresiasi kami bagi atlet yang berkompetisi maksimal dan sportif,” tambahnya. Ini merupakan kali ketiga Combiphar bekerjasama dengan PP PELTI, menyelenggarakan turnamen bertaraf internasional. Combiphar Tennis Open pertama kali digelar pada 2016 silam. Yang membuat turnamen Combiphar Tennis Open 2018 ini menarik adalah, ajang ini masuk ke dalam kalender resmi International Tennis Federation (ITF). Tujuan Combiphar menggelar turnamen tenis ini adalah untuk membantu atlet muda tenis Indonesia kembali berprestasi di level dunia. Sebelumnya, nama Indonesia sempat melambung tinggi di dunia tenis, berkat petenis-petenis berbakat pada masanya. Salah satu contoh adalah Yayuk Basuki, yang sempat menembus rangking top 20 WTA. Sementara itu, Rildo Ananda Anwar, Ketua Umum PP PELTI, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen ‘Combiphar Tennis Open 2018’ itu. Ia menyebut bahwa ini akan menjadi momen berharga bagi para petenis nasional. “Turnamen ini sangat dibutuhkan bagi petenis Indonesia untuk mengembangkan kemampuan mereka sehingga siap bertanding di level internasional,” imbuhnya. Tim pelatnas Indonesia juga akan menurunkan kekuatan di ajang ini. Selain Cristoper Rungkat, beberapa pemain muda tampil, seperti Justin Burki, Altaf Daifullah, Anthony Susanto dan Rifky Fitriani. “Kami tidak menargetkan khusus buat pemain timnas, tapi kami berharap ajang ini dapat mengukur kemampuan mereke sebelum tampil di Asian Games,” kata Rildo. Sedangkan Susan Soebakti, Direktur Turnamen sekaligus Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) PP PELTI, mengungkapkan event ini diikuti petenis yang masuk dalam skuat Tim Davis Indonesia, sehingga meningkatkan pamor turnamen ini. “Kami berharap mereka dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya di turnamen ini,” tukas Susan. (Dre)