Terjun ke Tenis Profesional, Ini Jadwal Turnamen yang Diikuti Priska Nugroho

Terjun ke Tenis Profesional, Ini Jadwal Turnamen yang Diikuti Priska Nugroho

Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, saat ini tengah mengadu peruntungan sebagai petenis profesional di Eropa. Petenis berusia 18 tahun itu tengah mengikuti rangkaian turnamen di Denmark. Level pro sendiri baru dijalaninya pada pertengahan tahun ini. Sebelumnya, ia merupakan petenis junior Indonesia yang terpilih menjadi bagian dari ITF (Federasi Tenis Internasional) Touring Team to Europe. Ia bergabung dengan tim yang dibiayai Grand Slam Development Fund di Paris, Prancis, sejak Mei lalu. Bersama talenta muda dari berbagai negara, Priska melakoni sejumlah turnamen junior level atas di Benua Eropa, termasuk dua Grand Slam yakni Roland Garros dan Wimbledon. Hasil mengecewakan diraih Priska Madelyn Nugroho di ajang Prancis Terbuka Junior. Ia langsung kandas di babak pertama. Bertanding di Stade de Roland Garros, Paris, di nomor tunggal putri, Priska yang ditempatkan sebagai unggulan ke-15 takluk dari petenis Rep. Ceko, Darja Vidmanov. Pada sektor ganda putri, Priska berpasangan dengan petenis asal Rusia, Erika Andreeva juga tersingkir di babak pertama. Mereka takluk dari pasangan petenis dari Prancis, Laia Petretic yang berpasangan dengan petenis Meksiko, Julia Garcia. Prestasi lebih baik diraih Priska di ajang Wimbledon 2021. Peraih juara ganda putri Autralian Terbuka junior 2020 ini lolos hingga babak kedua baik di nomor tunggal dan nomor ganda putri. Ajang Wimbledon Junior ini sendiri mengakhiri rangkaian perjalanan Priska Madelyn Nugroho sejak dirinya terpilih sebagai anggota ITF Touring Team to Europe. Pasca tersingkir dari Wimbledon Junior, Priska pun memulai kariernya pada level profesional. Pada 16 Juli lalu, Ia menjadi semifinalis ganda putri bersama petenis Korea Selatan, Yeonwoo Ku, di turnamen ITF W15 Almada, Portugal. Dilansir dari laman resmi ITF, Priska juga sempat mengikut iurnamen ITF Amarante Ladies Open yang digelar pada tanggal 19-25 Juli 2021, di Portugal. Namun, ia baru bisa merebut gelar juara pertama di level pro pada turnamen Pada turnamen ITF World Tennis Tour W15 Frederisberg, Denmark, Priska Madelyn Nugroho sukses meraih gelar juara ganda putri. Berpasangan dengan pemain Jepang, Naho Sato, mereka berhasil menundukkan Viktoriia Dema (Ukraina)/Ani Vangelova (Bulgaria) di partai final dengan skor 6-0,6-1, Sabtu, 7 Agustus 2021. ITF World Tour W15 merupakan level terendah dalam struktur kompetisi Federasi Tenis Internasional (ITF). Ajang berhadiah total 15.000 dolar AS (sekitar Rp215 juta) merupakan loncatan awal petenis junior merintis karier di tenis profesional. ITF World Tennis Tour W15 Frederisberg merupakan turnamen kedua bagi Priska Nugroho di Denmark. Sebelumnya, petenis unggulan tanah air itu sempat mengikuti turnamen di kota Vejle. Berlaga di sektor tunggal putri, ia hanya mampu mencapai babak semifinal. Turnamen yang dijalani sang atlet merupakan bagian dari rangkaian turnya di Eropa. Setelah berlaga di Denmark, Priska direncanakan berangkat ke Jerman dan Austria untuk berlaga di turnamen lainnya. Setelah semua turnamen selesai diikuti, Priska Nugroho dijadwalkan pulang ke tanah air. Petenis muda Indonesia itu akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional yang akan dihelat di Jayapura, Papua. Karier tenis Priska Madelyn Nugroho diwarnai pencapaian apik di level junior. Ia menjuarai Australia Terbuka Junior 2020 di nomor ganda putri, saat berpasangan dengan petenis Filipina Alexandra Eala. Sumber: Tempo

Masih Ingin Meniti Karier di Level Junior, Ini Target Priska Pada Tahun 2021

Masih Ingin Meniti Karier di Level Junior, Ini Target Priska Priska Pada Tahun 2021

Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, mengaku dirinya tak ingin terburu-buru naik kelas ke level pemain profesional. Namun, Priska sudah memiliki target pribadi yang ingin ia capai hingga akhir tahun 2021. Salah satu target dari petenis berusia 18 tahun tersebut adalah menembus top 10 junior. Selain itu, ia ingin fokus di Tur Eropa Junior 2021 sepanjang bulan Juni mendatang. Peraih medali perunggu SEA Games 2019 di Filipina tersebut mengaku tak ingin terburu-buru naik kelas ke level profesional seperti yang dilakukan rekan-rekan seangkatannya. Baginya, setiap atlet memiliki jalan karier yang berbeda dan dia sendiri memilih untuk fokus dulu di level junior. Priska juga menambahkan bahwa dirinya tidak risau jika disebut terlambat melakukan transisi ke jenjang profesional. “Setiap petenis punya jalan masing-masing. Dan saat pandemi ini, pilihan turnamen profesional yang tersedia memang lebih terbatas,” ujar Priska dalam rilis Pelti. Priska saat ini tengah fokus mengikuti Tur Eropa Junior 2021 yang akan berlangsung sepanjang bulan Juni dengan mendatangi berbagai kejuaraan elite dunia, termasuk grand slam. Saat ini Priska sedang berada di Prancis untuk melakukan persiapan menuju French Open Junior yang akan berlangsung pada 6-12 Juni. Kemudian, Priska dijadwalkan untuk mengikuti kejuaraan Wimbledon Junior 2021. Selain turnamen grand slam, petenis peringkat ke-17 dunia ini juga bakal berlaga di ajang tenis Grade 1 di Roethampton, Inggris. “Targetku masuk Top 10 ITF Junior akhir tahun ini,” kata Priska penuh keyakinan. Baginya, menembus top 10 junior akan lebih memudahkan jalan transisi menuju level profesional tahun depan. Pasalnya, sesuai aturan Women’s ITF World Tennis Tour, posisi tersebut akan memudahkan Priska mendapatkan fasilitas Junior Exempt. Yakni, fasilitas untuk menembus turnamen profesional dengan minimal total hadiah 25 ribu dolar AS atau sekitar Rp 360 juta.

Resmi Bergulir, Gorontalo Tenis Cup 2021 Diharapkan Cetak Atlet Muda

Resmi Bergulir, Gorontalo Tenis Cup 2021 Diharapkan Cetak Atlet Muda

Turnamen tenis lapangan untuk usia muda bertajuk Gorontalo Tenis Cup 2021 telah resmi bergulir pada Kamis (11/03/2021) di lapangan indoor Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Turnamen ini dibuka langsung oleh Ketua Pengprov Pelti yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba. Gorontalo Tenis Cup 2021 diikuti oleh 32 peserta yang terbagi dalam 3 kategori, masing-masing tunggal, ganda dan junior. Turnamen yang diselenggarakan oleh Underground Tenis Club (UTC) Gorontalo ini akan berlangsung selama 4 hari mulai 11-14 Maret 2021. “Sebagai pengurus Pelti saya memberikan apresiasi yang besar atas inisiatif klub yang melaksanakan pertandingan. Inilah yang diharapkan oleh Pelti bahwa semua orang berkeinginan besar dalam memajukan tenis, mulai dari pengurus maupun club. Ini artinya bahwa kepedulian insan tenis di Gorontalo sudah luar biasa,” sambut Darda. Darda juga menilai antusiasme dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa dalam mengikuti turnamen tersebut membuktikan bahwa cabang olahraga tenis di Gorontalo sudah menunjukkan hal yang positif. Dia berharap dengan adanya turnamen tenis di Gorontalo bisa melahirkan atlet-atlet muda yang mampu bersaing di tingkat Nasional dan internasional. “Untuk seluruh insan tenis di Gorontalo mari kita memajukan tenis bersama sama, dan semoga semangat ini tetap berlanjut,” katanya.

Pesan Iga Swiatek Bagi Para Petenis Muda

Pesan Iga Swiatek Bagi Para Petenis Muda

Petenis muda asal Polandia, Iga Swiatek, mampu tampil memukau dengan menjuarai Grand Slam pertama dalam kariernya di Prancis Terbuka 2020 usai menumbangkan unggulan asal Amerika Serikat, Sofia Kenin. Iga Swiatek diyakini akan semakin berkembang sebagai seorang atlet dan menjadi panutan bagi para atlet yang lebih muda. Ia pun ingin memberikan saran bagi para atlet muda lainnya. “Bersabar dan memiliki orang-orang yang baik di sekeliling anda. Karena bahkan jika tenis adalah olahraga individual, sulit untuk melakukannya seorang diri. Saya memiliki dukungan luar biasa di sekeliling saya dan tanpa tim saya, saya pikir saya tidak akan berada di posisi saya saat ini,” jelas Swiatek dalam sesi tanya jawab bersama Laureus Sports Awards. Selain itu, petenis yang baru berusia 19 tahun itu memahami kecenderungan para atlet yang ingin melakukannya seorang diri. Tetapi ia menekankan bahwa perjalanan itu akan berjalan lebih lancar hanya dengan keberadaan tim yang suportif. “Berpikir bahwa anda tidak bisa melakukannya seorang diri, karena itu bukan hal yang buruk. Itu kenyataan dan semuanya akan jauh lebih mudah jika anda memiliki orang-orang baik di sekeliling anda,” tambah Swiatek. Pemberhentian selanjutnya bagi petenis peringkat 15 dunia adalah Dubai. Ia akan memasuki turnamen tersebut sebagai petenis unggulan kedelapan dan selain gelar, ia juga akan berkompetisi demi 1000 poin. Iga Swiatek juga menjadi petenis yang diantisipasi di setiap turnamen yang ia lakoni. Selain itu, memenangkan gelar Grand Slam kedua dalam kariernya akan menjadi tantangan besar. Untuk saat ini, Swiatek akan mendapatkan semua pengalaman yang ia butuhkan demi menjadi salah satu petenis terbaik. Profil Swiatek: Nama Lengkap: Iga Swiatek Tempat, Tanggal Lahir: Warsaw, Polandia, 31 Mei 2001 (19 Tahun) Tinggi Badan: 175 cm Mulai Karir: 2016 Peringkat WTA Saat Ini: 17 (12 Oktober 2020) Peringkat WTA Tertinggi: 17 (12 Oktober 2020)

Regenerasi Atlet Tenis Diarahkan Prestasi

Regenerasi Atlet Tenis Diarahkan Prestasi

Usai resmi dilantik, pengurus Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Kabupaten Malang langsung tancap gas. Pelti Kabupaten Malang memiliki target prestasi-prestasi yang dapat bersumber dari para atletnya. Guna merealisasikan target tersebut, para pengurus langsung tancap gas dengan melakukan pembinaan pada atlet-atlet junior. Ketua Pelti Kabupaten Malang, Nazaruddin Hasan menyatakan, pembinaan atlet junior dirasa penting guna melakukan pembibitan atlet usia muda. Apalagi pria yang menggantikan almarhum Hari Sasongko sebagai Ketua Pelti ini menyebut pentingnya akan regenerasi. “Konsentrasi pada pembinaan usia dini, sehingga proses regenerasi bisa berjalan,” kata Nazaruddin, dilansir dari suarajatimpost.com, Senin (1/3/2021). Ditambahkan olehnya, guna merealisasikan target tinggi ini, pengurus Pelti Jawa Timur telah memberikan stimulus dan langkah untuk mencetak bibit-bibit atlet yang maksimal. “Kami akan mensuport dalam mencetak atlet, hal ini kami lakukan juga untuk menyongsong even tahunan internasional federasi yang akan dihadiri 35 negara yang akan dilaksanakan di bulan Oktober,” jelas Nazaruddin. Prioritas agendanya dalam rakor (rapat organisasi) bersama pengurus Pelti yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat, akan meninjau kembali kelayakan fasilitas tenis di Kabupaten Malang. “Fasilitas tenis yang memadai adalah fasilitas tenis yang terpelihara, untuk bisa terpelihara maka dibutuhkan biaya, sehingga perlu untuk kita pikirkan bersama, kemudian diupayakan juga agar bisa terlaksana,” tegas sosok yang saat ini juga menjabat sebagai Kasatpol PP Kabupaten Malang. Selain menyoroti fasilitas, sosok yang juga akrab disapa Bung Nazar juga bertekad akan menjadikan tenis sebagai olahraga yang lebih familiar di masyarakat. “Mencetak atlet tenis bisa maksimal jika di dahului dengan penjaringan, untuk itu tenis harus digemari dulu oleh masyarakat, untuk bisa di gemari maka cabang olah raga tenis ini harus selalu dikenalkan kepada masyarakat terutama generasi muda,” terangnya. “Kami akan promosikan cabang olah raga tenis ini di kalangan muda seperti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah-sekolah, sehingga peminatnya banyak dan yang mengikuti penjaringan juga banyak maka suasana kompitisi bisa diwujudkan dalam proses penjaringan,” tutup Nazaruddin.

Petenis Muda Indonesia Boyong Dua Gelar Juara di Singapura

Petenis Muda Indonesia Boyong Dua Gelar Juara di Singapura

Nathan Anthony Barki berhasil meraih gelar juara tunggal ITF Junior Championships II, Jumat (5/2/21). Bermain di Kallang Tennis Center, Nathan menang atas andalan tuan rumah, Matthew Johnstone, dengan skor akhir 6-2 dan 6-0. Ini menjadi gelar juara kedua dalam dua pekan, setelah sebelumnya, Nathan juga menjadi juara pada kompetisi resmi Federasi Tenis Internasional (ITF), pekan lalu di arena yang sama. https://www.instagram.com/p/CK5s8PLA-7S/ Keberhasilannya dalam meraih dua gelar juara ini membuat petenis berusia 16 tahun tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan dalam sepuluh pertandingan nomor tunggal tanpa kehilangan satu set pun pada awal tahun ini “Setelah kemenangan minggu lalu, saya memiliki banyak momentum untuk menjuarai kembali turnamen pekan ini,” ujar Nathan, dilansir dari Medcom. “Namun tidak mudah karena kondisi cukup menantang pusaran angin yang kencang sepanjang pertandingan. Tetapi saya bisa memanfaatkan pengalaman bertanding di Australia dalam kondisi serupa ini untuk memenangi gelar juara tunggal ITFJ5 yang keempat,” lanjutnya. Sayangnya, Nathan harus puas hanya berada di posisi runner-up untuk nomor ganda putera. Nathan yang berpasangan dengan Brendan Nicholas Hendrata harus mengakui keunggulan ganda gado-gado Amerika Serikat dan Singapura Cameron Austin Chang/Matthew Johnstone 4-6 6-2 (8-10) Hasil pekan ini memberi tambahan 30 poin tunggal dan 13 poin ganda dan bakal melambungkan posisi Nathan Anthony Barki pada kisaran 190 dunia dengan total 148 poin dalam daftar peringkat ITF Junior, Senin 8 Februari “Terima kasih atas dukungan terus menerus dari keluarga dan pelatih, Michael Baroch, Terima kasih pula kepada Singapore Tennis Associations (STA), yang telah memberikan kesempatan berkompetisi di level ITF selama pandemi,” ujarnya “Dan yang terpernting, terima kasih kepada PP Pelti yang selama ini terus mendukung partisipasi saya pada ajang internasional,” pungkasnya.

5 Petenis Muda Yang Bersinar Sepanjang 2020

Iga Swiatek

Petenis-petenis muda potensial yang muncul sepanjang 2020 memberi sinyal bahaya pada dominasi bintang-bintang senior. Mereka datang sambil mengantarkan kejutan demi kejutan. Rekor demi rekor. Seiring waktu berjalan, pengalaman serta kematangan mereka terasah. Berikut 5 petenis muda paling bersinar sepanjang 2020. Iga Swiatek (Polandia) Iga Swiatek menjadi wajah baru yang paling menonjol di musim tenis tahun ini setelah menjuarai Prancis Terbuka. Petenis Polandia pertama yang menang Grand Slam itu kini menempati peringkat 17 WTA, remaja dengan ranking tertinggi di sektor tunggal putri. Dengan gelar Prancis Terbukanya itu, pemain berusia 19 tahun ini menjadi juara turnamen tunggal termuda sejak Rafael Nadal (2005) dan di sektor tunggal putri sejak Monica Seles (1992).  Menarik melihat kiprahnya di musim tenis tahun depan. Biodata Nama Lengkap: Iga Świątek Tempat/Tanggal Lahir: Warsaw, Polandia/31 Mei 2001 Tinggi Badan: 176 cm Ranking Saat Ini: 17 (singles) Amanda Anisimova (Amerika Serikat) Petenis Amerika Serikat ini menjadi petenis ketiga termuda yang berada di peringkat 100 besar dunia WTA. Amanda Anisimova memulai tahun ini di Auckland Terbuka di mana ia mengalahkan Kateryna Kozlova, Daria Kasatkina, dan Eugenie Bouchard meski harus menyerah di tangan Serena Williams di semifinal. Ia tampil menjanjikan di turnamen Doha, tetapi harus mundur karena cedera. Semenjak Maria Sharapova mengumumkan pensiun di awal tahun 2020, Amanda Anisimova disebut-sebut sebagai calon pengganti petenis asal Rusia tersebut. Biodata Nama Lengkap: Amanda Anisimova Tempat/Tanggal Lahir: Freehold, New Jersey, AS/31 Agustus 2001 Tinggi Badan: 180 cm Ranking Saat Ini: 30 (singles) Carlos Alcaraz (Spanyol) Petenis berusia 17 tahun ini cukup fenomenal di sepanjang 2020. Ia menutup musim sebagai pemain termuda di 600 besar peringkat ATP dengan bercokol di posisi 141 dunia. Petenis Spanyol ini memulai 2020 dengan memenangkan 14 dari 15 pertandingan pertamanya di sirkuit ITF Future. Carlos Alcaraz kemudian memenangkan 20 dari 24 pertandingan terakhirnya di level ATP Challenger. Dari situ, ia membawa pulang tiga gelar, yakni di Triester, Barcelona, dan Alicante. Dalam debut turnya di Rio de Janeiro, ia menjadi petenis kelahiran 2003 pertama yang memenangkan pertandingan ATP. Biodata Nama Lengkap: Carlos Alcaraz Tempat/Tanggal Lahir: El Palmar, Murcia, Spanyol/5 Mei 2003 Tinggi Badan: 185 cm Ranking Saat Ini: 141 (singles) Jannik Sinner (Italia) Jannik Sinner mencapai peringkat ATP terbaiknya yakni ranking 37 pada November 2020 lalu. Di 2019, ia memanjat naik dari peringkat 553 dunia hingga peringkat 78 di akhir musim. Tahun ini pun ia meloncati lebih dari 40 peringkat. Pemain berusia 19 tahun ini memenangkan pertandingan pertamanya di babak utama Grand Slam ketika berlaga di Australia Terbuka. Biodata Nama Lengkap: Jannik Sinner Tempat/Tanggal Lahir: San Candido, Italia/16 Agustus 2001 Tinggi Badan: 188 cm Ranking Saat Ini: 137 (singles) Felix Auger-Aliassime (Kanada) Meski bukan tahun terbaik Felix Auger-Aliassime, di penghujung 2020 petenis berusia 20 tahun ini sanggup mempertahankan posisinya di ranking 20 besar dunia. Ia mencapai final secara back-to-back di Rotterdam dan Marseille sebelum hiatus karena pandemi. Di AS Terbuka, untuk pertama kalinya ia mencapai babak keempat di turnamen Grand Slam. Ia juga mengusir pulang eks petenis nomor satu dunia, Andy Murray saat mencapai babak 16 besar. Patut dinanti apakah di musim 2021 Felix Auger-Aliassime mampu mengakhiri puasa gelarnya. Biodata Nama Lengkap: Felix Auger-Aliassime Tempat/Tanggal Lahir: Montreal, Kanada/8 Agustus 2000 Tinggi Badan: 193 cm Ranking Saat Ini: 21 (singles) (sumber: IndoSport)

Profil Iga Swiatek, Petenis Usia 19 Tahun yang Jadi Juara Prancis Terbuka 2020

Profil Iga Swiatek, Petenis Usia 19 Tahun yang Jadi Juara Prancis Terbuka 2020

Iga Swiatek berhasil menjuarai turnamen tenis grand slam Prancis Terbuka 2020. Dalam pertandingan final di Paris, Prancis, Sabtu malam, 10 Oktober 2020, Swiatek berhasil mengalahkan unggulan empat asal Amerika, Sofia Kenin, lewat dua set meyakinkan, 6-4 dan 6-1. Saat poin kemenangan diraih, Swiatek seakan tidak percaya bahwa dirinya baru saja menjuarai salah satu turnamen tenis bergengsi di dunia. Terlebih, Swiatek dianggap sebagai kuda hitam dalam turnamen Prancis Terbuka nomor tunggal putri tahun ini. Dia datang ke turnamen sebagai petenis peringkat ke-54. Iga Swiatek merupakan petenis dengan peringkat terendah yang memenangkan gelar putri di Roland Garros sejak peringkat WTA diperkenalkan pada 1975 Swiatek mengantongi catatan tujuh kali bermain di tujuh turnamen besar dan belum pernah menembus babak ke-4, tak heran jika Swiatek dicap sebagai kuda hitam dan pelengkap Prancis Terbuka 2020. Nama Iga Swiatek mungkin masih belum setenar Serena Williams, Karolina Pliskova, hingga Simona Halep. Namun, diusianya yang masih sangat muda, Swiatek mampu membuktikan bahwa ia mampu meraih gelar juara meski belum menyandang nama besar. Potensi besar dan kehebatan Swiatek tidak terlepas dari peran besar keluarganya, bakat olahraga sudah mengalir deras dalam darahnya. Sang ayah, Tomasz Swiatek, adalah mantan atlet dayung Polandia. Sementara, sang kakak, Agata Swiatek, pernah menjadi petenis di level junior. Swiatek tertarik bermain tenis karena ingin lebih baik dari sang kakak, Agata. Kedua saudara itu selalu bersaing dan saling mengalahkan. Iga Swiatek menjadi juara Prancis Terbuka wanita termuda setelah Monica Seles (16 tahun) pada tahun 1990. Pada usia 15 tahun, Swiatek mulai berlatih secara profesional. Ia dilatih oleh petenis lokal Polandia, Piotr Sierzputowski. Berkat binaan Sierzputowski, bakat Swiatek menjadi kian terasah. Tidak mengherankan jika kemudian Swiatek berprestasi sejak level junior. Swiatek pernah meraih juara tunggal putri Wimbledon dan ganda putri Prancis Terbuka di level junior. Puncaknya, dia meraih emas ganda putri Olimpiade Remaja Buenos Aires 2018 bersama Kaja Juvan. Selain latihan serta kerja keras, ada faktor lain yang menurut Swiatek sangat penting untuk menjadi juara. Menurutnya, pikiran dan mental berperan penting bagi seorang atlet jika ingin meraih kesuksesan. Namun, sayangnya kedua hal tersebut acap kali ditepikan oleh para atlet junior. Atas dasar tersebut, Swiatek akhirnya menggunakan jasa psikolog olahraga bernama Dr. Daria Abramowics sejak usia 17 tahun. Senada dengan Swiatek, Abramowics mengungkapkan fakta banyak atlet muda menyia-nyiakan bakat besar karena tak mampu mengatasi tekanan pikiran. Mereka menyimpan sendiri masalah yang dihadapi, baik di dalam maupun luar lapangan. Padahal, masalah di pikiran itu bisa sangat mengganggu permainan. Misalnya, karena terlalu gugup, pemain merasakan sakit di bagian tubuhnya yang sebenarnya tidak ada cedera. Selain itu, banyak kasus yang terjadi pada petenis muda yang merasa harus tampil baik karena sudah berlatih keras selama latihan. Kata ”harus” tanpa disadari bisa jadi beban dalam pikiran. Seringkali, beban itu justru menjadi sebuah penyebab yang merusak permainan mereka. Bisa dibilang, peran Abramowics sangat besar dalam kesuksesan yang diraih Swiatek. Dengan kematangan fisik dan pikiran, gelar demi gelar menunggunya di masa depan. Sebuah contoh yang patut ditiru oleh para atlet junior lainnya. Profil Swiatek: Nama Lengkap: Iga Swiatek Tempat, Tanggal Lahir: Warsaw, Polandia, 31 Mei 2001 (19 Tahun) Tinggi Badan: 175 cm Mulai Karir: 2016 Peringkat WTA Saat Ini: 17 (12 Oktober 2020) Peringkat WTA Tertinggi: 17 (12 Oktober 2020) Hasil pertandingan Iga Swiatek pada Prancis Terbuka 2020: Babak pertama: Iga Swiatek vs [15] Marketa Vondrousova (Republik Cek) 6-1 6-2 Babak kedua: Iga Swiatek vs Hsieh Su-wei (Taiwan) 6-1 6-4 Babak ketiga: Iga Swiatek vs Eugenie Bouchard (Kanada) 6-3 6-2 Babak keempat: Iga Swiatek vs [1] Simona Halep (Rumania) 6-1 6-2 Perempat final: Iga Swiatek vs Martina Trevisan (Italia) 6-3 6-1 Semi-final: Iga Swiatek vs Nadia Podoroska (Argentina) 6-2 6-1 Final: Iga Swiatek vs [4] Sofia Kenin (Amerika Serikat) 6-4 6-1

Sheraton Charity Cup 2020 Sukses Digelar, Danrem 162/WB: Perlu Bibit-bibit Baru Untuk Regenerasi

Sheraton Charity Cup 2020 Sukses Digelar, Danrem 162/WB: Perlu Bibit-bibit Baru Untuk Regenerasi

Turnamen tenis bertajuk Sheraton Charity Cup 2020 sukses digelar pada 25 hingga 27 September 2020 lalu di Sheraton Senggigi Beach Resort, Senggigi, Lombok Barat. Turnamen ini merupakan kerja sama antara Senggigi Beach Resort dengan PELTI Nusa Tengga Barat. Selain itu, Sheraton Charity Cup 2020 juga bekerja sama dengan Marriott International, Marriott Worldwide Business Council di Bali dan Lombok sebagai pihak penyelenggara, serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Korem 162 Wira Bhakti dan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat. Ada beberapa misi yang diusung pada turnamen kali ini selain yang utama yaitu sebagai penggalangan dana untuk rekanan Marriott International di Indonesia, terutama yang berada di area Senggigi. Dana bantuan tersebut diharapkan untuk bisa meringankan beban rekanan yang ekonominya terdampak pandemi. “Banyak rekan-rekan kita yang tentunya terpengaruh secara finasial, dan bahkan tak sedikit pula yang kehilangan mata pencahariannya. Maka dari itu, dengan rendah diri, kami menjadikan turnamen ini sebagai sebuah wadah untuk menggalang dana bagi rekan-rekan kami yang terkena dampak akibat wabah yang tengah melanda bumi ini,” jelas General Manager Sheraton Senggigi Beach Resort, Teezar Mirza, dilansir dari Radarlombok.co.id. Selain itu, turnamen ini bertujuan untuk memperingati hari jadi Tentara Nasional Indonesia yang ke-75 dan mencari bibit potensial pemain tenis, terutama dari kelompok umur junior. “Sekaligus merayakan hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia yang ke-75, turnamen ini mempertandingkan 3 kategori, di antaranya adalah kelompok umur junior, ganda berprestasi dan beregu veteran,” ujar Marketing Communications Manager Sheraton Senggigi Beach Resort, Marriott Internationa, Swarti Indah Diningrum, pada kesempatan yang sama. Tercatat sekitar 168 petenis dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat dan Bali yang mengikuti turnamen ini. Sementara itu, pemenang dari tiap kategori mendapatkan piala dan piagam, serta uang pembinaan bagi kelompok umur junior. “Perlu bibit-bibit baru untuk mengisi regenerasi para atlet Indonesia. Untuk mengisi itu, kita mencari dari atlet-atlet muda di daerah-daerah,” kata Danrem 162 Wira Bhakti, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani. Lebih lanjut, sesuai dengan slogan HUT TNI yang ke-75, “Sinergi untuk Negeri,” turnamen ini menjadi salah satu kesempatan bagi TNI untuk menyinergikan kegiatan-kegiatannya dengan seluruh stakeholder, termasuk untuk para pelaku pariwisata. “Semoga ke depannya menjadi normal, dan situasi pariwisata di NTB menggeliat seperti sedia kala,” lanjut Ahmad Rizal Ramdhani. Pada saat penyerahan hadiah, Polda NTB yang diwakili oleh Irwasda Polda NTB, Kombes Pol Djoko Hari Utomo, S.I.K, M.Si., juga menyerahkan secara simbolis bantuan untuk pelaku pariwisata yang terdampak pandemi di Sheraton Senggigi Beach Resort. “Tidak dilihat dari nilai, tapi lebih pada kepedulian kami terhadap situasi dan kondisi yang ada,” ujar Irwasda.

Fokus Mencari Bibit Unggul, Ini Program Yang Dicanangkan oleh Pelti Purbalingga

Fokus Mencari Bibit Unggul, Ini Program Yang Dicanangkan oleh Pelti Purbalingga

Sejak dilantik pada awal bulan lalu, Pengurus Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Purbalingga untuk periode kepemimpinan tahun 2020-2024 memiliki tiga program utama yang akan mereka laksanakan selama periode masa jabatan tersebut. Ketiga program itu akan berfokus menjadikan Pelti menjadi wadah untuk menjaring bibit-bibit unggul. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Pelti Kabupaten Purbalingga, Rofik Hananto. “Ketiga program yang akan kami laksanakan terdiri dari revitalisasi, regenerasi, dan reaktualisasi,” ujar Rofik dilansir dari Republika.co.id. Lebih lanjut, Rofik menyebutkan, dalam program reaktualisasi, Pelti Kabupaten Purbalingga akan lebih mengaktualisasikan olahraga tenis lapangan di tengah masyarakat. Terutama pada bibit-bibit atlit tenis muda di sekolah-sekolah. Menurutnya, tenis harus dikenal masyarakat luas, khususnya ke calon-calon pemain junior, yakni dengan ke sekolah-sekolah. “Insyaallah, program perdana yang akan kami lakukan adalah program ‘Pelti Goes to School’. Kami berharap pemerintah dan teman-teman anggota Pelti lainnya, bisa memberikan insentif kepada sekolah-sekolah yang mulai mengenalkan olahraga ini,” ujar Rofik. Kemudian untuk program regenerasi, ia dan pengurus lain akan berusaha agar Pelti Purbalingga bisa melahirkan banyak pemain junior. Sedangkan program revitalisasi, Pelti Purbalingga akan berupaya untuk membantu merevitalisasi lapangan yang biasa untuk latihan tenis ini. “Pelti menjadi wadah untuk mencari bibit unggul, sekaligus melakukan pembinaan yang terstruktur dan membantu atlet untuk meraih kesuksesan yang lebih tinggi,” katanya. “Selama ini sudah banyak lapangan sepak bola, voli dan badminton. Tapi masih sedikit lapangan tenis,” lanjut Rofik. Sementara itu, Ketua Pelti Jawa Tengah, Ahmadi, berharap Pengkab Pelti Purbalingga kelak bisa kembali selenggarakan turnamen nasional sebagaimana waktu-waktu sebelumnya. “Turnamen ini penting sebagai salah satu cara pembinaan, pembibitan dan seleksi,” kata Ahmadi. Hal senada turut disampaikan oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi. Ia beharap pengurus Pengkab Pelti Kabupaten Purbalingga yang baru mampu melahirkan bibit bibit unggul para atlet lapangan yang berprestasi yang membanggakan nama kabupaten Purbalingga. “Tidak hanya tataran regional, nasional akan tetapi juga sampai internasional,” ujar Dyah.

Usai Juara, Petenis Muda Asal Kalsel Dipanggil PELTI

Usai Juara, Petenis Muda Asal Kalsel Dipanggil PELTI

Lailatul Fajria merupakan petenis muda asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Beberapa waktu lalu Ela (sapaan akrab Lailatul Fajria) berhasil menjadi yang terbaik dalam Kejuaraan Tenis Lapangan Antar Pelajar dan Umum katagori putri tingkat SMA yang digelar oleh Pelti Banjarmasin. Pada partai puncak, Ela berhasil mengalahkan Nailah dengan skor 7-4 di Lapangan Tenis Dharma Praja Minggu (6/9/2020) sore. Namun, kabar menggembirakan bagi petenis kidal tersebut tidak berhenti sampai disitu. Ela mendapatkan undangan langsung dari Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) guna mengikuti Invitasi Simulasi Pertandingan Tenis Atlet Tenis Putra dan Putri KU 14 & KU 16. Sebagai catatan, tidak semua petenis muda mendapatkan kesempatan tersebut. Karena PELTI hanya melakukan pemanggilan kepada sejumlah atlet tenis muda putra maupun putri terbaik Setanah Air. Ibunda Ela, Yuliana mengatakan pemanggilan para atlet tenis junior tersebut tertuang dalam surat PP PELTI nomor 247/SJ/IX/2020 dan 247/SJ/IX 2020, tertanggal 1 September 2020. “Suratnya dikirim beberapa waktu lalu,” kata Yuliana seperti dilansir Banjarmasin Post. Invitasi Simulasi Pertandingan Tenis tersebut rencananya bakal dilaksanakan mulai tanggal 14 hingga 19 September 2020 untuk kelompok putra dan 21 sampai dengan 26 September untuk kelompok putri di Lapangan Tenis Outdoor Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

Lantik Kepengurusan Baru, Wali Kota Minta Pelti Kota Bandung Terus Membina Atlet Usia Dini

Lantik Kepengurusan Baru, Wali Kota Minta Pelti Kota Bandung Terus Membina Atlet Usia Dini

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Kota Bandung untuk terus membina atlet usia dini. Salah satunya dengan cara menggelar turnamen untuk usia dini secara berkala. Menurut Oded, hal itu menjadi salah satu faktor penting untuk melahirkan petenis berprestasi di masa depan. Hal tersebut disampaikan oleh Oded saat pelantikan Pengurus Cabang (Pengcab) Pelti Kota Bandung periode 2020-2025, di Pendopo Wali Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Senin (31/08/2020). “Sebaiknya Pengcab Pelti menggelar turnamen tenis bagi atlet usia muda dari mulai tingkat kelurahan, kecamatan ataupun antar sekolah. Turnamen tersebut bisa bernama Wali Kota Cup, Wakil Wali Kota Cup ataupun Sekda Cup,” ujar Oded seperti dilansir Nusantarapos.co.id. Menurutnya, momentum kepengurusan baru ini sebaiknya dimanfaatkan juga untuk bisa menghadirkan semangat baru sekaligus melanjutkan dan meningkatkan prestasi olah raga tenis di kota Bandung. “Dengan adanya kepengurusan yang baru ini bisa melanjutkan dari kepengurusan yang lama untuk meraih hasil dan prestasi yang lebih baik bagi Kota Bandung,” harapnya. Lebih lanjut, Wali Kota Bandung periode 2018-2023 tersebut berharap jika kepengurusan yang sekarang mampu menjaga silaturahmi. Karena silaturahmi yang kokoh dan suasana yang kondusif antarpengurus merupakan salah satu kunci keberhasilan sebuah organisasi. “Ketua dengan anggota agar solid, perbanyak pertemuan banyak sarana untuk itu. Jika sering bertemu akan muncul gagasan dan ide-ide yang bisa bersama-sama rumuskan sehingga Pelti Kota Bandung menjadi organisasi yang berkualitas,” pesan Oded. Sementara itu, ketua Pelti Kota Bandung masa bakti 2020-2025, Gin Gin Ginanjar telah berjanji pada awal masa awal kepemimpinannya, ia akan membenahi organisasi agar menjadi penggerak utama. Lalu akan berkoordinasi dan bekerja sama lebih baik dengan klub/perkumpulan sebagai modal utama Pelti Kota Bandung. Gin Gin juga akan berupaya untuk lebih mempopulerkan olah raga tenis lapangan kepada masyarakat khususnya di lingkungan sekolah. “Teknisnya saya akan koordinasi dengan kepengurusan baru dan dinas atau stakeholder terkait,” ujar Gin Gin. Menurut Gin Gin potensi atlet berkualitas salah satunya berada di Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sehingga pihaknya akan mendata dan berkoordinasi dengan dinas terkait. “Kita juga akan menggelar turnamen Wali Kota cup sebagai penyemangat dan proses penjaringan potensi-potensi atlet berkualitas,” katanya. Ia menambahkan, Porda Jabar 2022 menjadi salah satu prioritas. Menghadapi Porda Jabar, kata Gin Gin, Pelti akota Bandung akan persiapkan atlet sebaik mungkin. “Dengan persiapan maksimal, kami harap bisa meraih medali optimal agar Bandung juara umum,” tuturnya.

Mengenal M. Fakhri Akbar Siregar, Petenis Junior Ranking Satu Nasional Saat Ini

Mengenal M. Fakhri Akbar Siregar, Petenis Junior Ranking Satu Nasional Saat Ini

Mungkin banyak dari Anda yang masih asing dengan nama M. Fakhri Akbar Siregar. Fakhri Siregar atau yang akrab dipanggil Abang ini merupakan seorang atlet tenis junior Indonesia yang saat ini menempati peringkat 1 Kelompok Umur (KU) 10 tahun nasional dari 274 petenis yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Berdasarkan data terakhir dari PP (Pengurus Pusat) Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) tanggal 10 Mei 2020, tercatat nama M. Fakhri Akbar Siregar, petenis binaan Cibinong Tenis Club (CTC) asuhan Mei Sarwanto itu menduduki peringkat nomor 1. Anak ketiga dari pasangan Fahlan Siregar dan Citra Fajar Rininta ini sudah sering mengikuti turnamen tenis bahkan sejak ia masih kelas 1 SD. Keinginan Fakhri untuk menjadi petenis nampaknya memang sesuai dengan cita-citanya sejak kecil. “Aku ingin menjadi petenis dari kecil, dan aku ingin bermain di tingkat internasional,” ucap Fakhri dikutip dari Bogorsportnews.id. Sang ibu menambahkan, selama ini Fakhri selalu mengikuti dan mampu bersaing di berbagai turnamen tenis di KU 10 tahun yang ada di Tanah Air seperti di Jogjakarta, Bandung, Magelang dan Tegal. “Alhamdulilah Fakhri selalu masuk grand final dan sering jadi juara 1 di berbagai event tenis yang diikutinya selama ini,” ungkap Citra yang kerap mendampingi anaknya saat berlatih di Lapangan Tenis Pendopo Bupati Bogor. Bakat serta minat Fakhri untuk bermain tenis nampaknya berasal dari sang ayah dan juga kakeknya yang juga merupakan atlet tenis nasional. Tak heran jika atlet yang saat ini duduk di kelas V SDIP Daruul Janah, Cibinong , Kabupaten Bogor, tersebut sangat bersemangat jika tiba waktunya untuk berlatih bahkan di masa pandemi seperti saat ini. “Aku gak mau ketinggalan sama atlet tenis yang lain, jadi harus tetap latihan,” tegas Fakhri. Dengan ambisi dan semangat yang ia miliki saat ini, Fakhri merupakan harapan di masa depan bagi tenis Indonesia. Jalannya masih terbentang luas untuk terus berkembang dan tidak cepat puas.

Yuk! Intip Kegiatan Tenis Putri Indonesia di Masa #dirumahaja

Aldila Sutjiadi Petenis putri Indonesia

Di situasi pandemic virus Covid-19 ini, kita sangat perlu untuk selalu mencoba mengisi waktu dengan sesuatu yang positif supaya kita dapat menjaga kesehatan dan produktif. Nah, mungkin #SobatmudaNYSN penggemar tenis, bisa checkout kegiatan tenis putri Indonesia sambil mendukung kampanye #dirumahaja. Beberapa waktu lalu, akun instagran resmi PELTI (Persatuan Tenis Seluruh Indonesia) @tennisindonesiaofficial melakukan Bincang Atlit Tenis melalui aplikasi Zoom yang menghadirkan 5 petenis putri Indonesia di antaranya Aldila Sutjiadi, Janice Tjen, Priska Nugroho, Beatrice Gumulya dan Jessy Rompies. Sebagai moderator adalah Wilson Hidayat. Dalam sesi 40 menit, mereka berbagi cerita seputar kegiatan masing-masing pada saat #dirumahaja. Sangat menarik untuk #SobatMudaNYSN karena bisa berinteraksi langsung dengan idola kita masing-masing secara online. Akun Instagram Aldila Sutjiadi @dila11 juga berbagi tips workout yang bisa dilakukan di rumah untuk menjaga performance dan persiapan untuk event ke depan. Jessy Rompies juga berbagi tips yang tidak kalah menarik melalui akun Instagram nya @jessy_rompies View this post on Instagram A post shared by jessy rompies (@jessy_rompies) View this post on Instagram A post shared by Aldila Sutjiadi (@dila11) So, #SobatMudaNYSN, stay inspired, stay healthy and active ya!

Petenis Junior Indonesia, Priska Nugroho Juara di Australia Open Junior 2020

Priska Nugroho, petenis putri Junior Indonesia berhasil menjuarai turnamen Australia Open Junior 2020 di nomor ganda putri.

Priska Nugroho, petenis putri Junior Indonesia berhasil menjuarai turnamen Australia Open Junior 2020, Jumat 31/1/2020. di nomor ganda putri. Berpasangan dengan Alexandra Eala (Filipina), mereka sukses mengalahkan pasangan Ziva Falkner (Slovenia)/Matilda Mutavdzic (Britania) dalam dua set langsung 6-1, 6-2. Pasangan Priska/Eala yang menjadi unggulan keempat di turnamen ini langsung mendominasi dari awal pertandingan yang berlangsung di lapangan 3 Melbourne Park, Australia. Priska dengan permainan apik di net berhasil mengembalikan keadaan dari ketinggalan 15-30 di game kelima sehingga menambah keunggulan menjadi 5-0. Priska/Eala hanya kehilangan 1 set sebelum menuntaskan 6-1 di set pertama. Set kedua, Falkner/Mutavdzic memimpin terlebih dahulu 1-0 namun Priska/Eala mampu menyamakan keadaan 1-1 dan menambah keunggulan menjadi 3-1. Lalu, pasangan Falkner/Mutavdzic memberi perlawanan dengan memperkecil ketinggalan menjadi 3-2. Priska/Eala tidak terkejar dengan langsung menutup pertandingan dengan skor 6-2. Alexandra Eala saat ini menduduki ranking 8 junior putri ITF. Petenis junior putri Indonesia yang mempunyai nama lengkap Priska Madelyn Nugroho menduduki peringkat ke-27 ITF sesuai data tanggal 27 January 2020. Priska menyamakan pencapaian yang diperoleh Angelique Widjaja 18 tahun lalu di ajang yang sama.

BNI Tennis Open 2019, Optimisme Aldila Menuju Manila

Aldila Sutjiadi

Petenis unggulan teratas, Christopher ‘Christo’ Rungkat (29 tahun) dan Aldila Sutjiadi (24) keluar sebagai juara tunggal BNI Tennis Open 2019. Christo menjadi yang terbaik di kelompok putra setelah mengalahkan Muhammad Rifqi Fitriadi (20), sedangkan Aldila menguasai sektor putri dengan mengandaskan perlawanan Fadona Titalyana Kusumawati (19). Pada laga final turnamen berhadiah total Rp 250 juta yang berlangsung di lapangan The Sultan Hotel Jakarta, Jumat (22/11), Aldila menang 6-1 6-3, Christo unggul 6-4 6-4. Keduanya tak kehilangan satu set pun, selalu menang lewat pertarungan straight set dalam perjalanan menuju gelar juara tunggal. “Saya bermain lebih bagus, lebih agresif dibandingkan semi final. Servis pertama juga bagus sehingga bisa menekan lawan dari awal,” tutur petenis yang akan menjadi andalan Tim Merah Putih di SEA Games 2019 Filipina ini. Pada pesta olahraga antar negara Asia Tenggara itu, Dila akan tampi di nomor tunggal putri dan ganda campuran bersama juara tunggal putra BNI Tennis Open 2019, Christopher Rungkat. “Gelar ini menjadi modal berharga menuju SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Ini menjadi lanjutan dari hasil bagus selama mengikuti turnamen internasional sebelumnya,” ujarnya. “Target? Tentu saja ingin membawa pulang medali emas dari dua nomor, singles dan mix doubles,” lanjut peraih medali emas ganda campuran Asian Games 2018 bersama Christopher Rungkat itu. Di nomor ganda, gelar juara BNI Tennis Open 2019 ini juga menjadi milik unggulan teratas. Pada sektor putra, duet kakak beradik David Agung Susanto dan Anthony Susanto memenangi laga final atas Iqbal Bilal Saputra/Wisnu Adi Nugroho 6-4 6-4. Pasangan Beatrice Gumulya/Jessy Rompies memboyong gelar juara ganda putri dengan mengandaskan Deria Nur Haliza/Fadona Titalyana 6-2 6-4. Sementara itu seusai turnamen, Rildo Ananda Anwar selaku Ketua Umum PP Pelti melepas Tim Pelatnas Tenis yang akan berlaga di pesta olahraga negara Asia Tenggara. Indonesia mengirim 10 petenis terdiri dari Christopher Rungkat, David Agung Susanto, Anthony Susanto, Muhammad Rifqi Fitriadi dan Ari Fahresi (putra) serta Jessy Rompies, Beatrice Gumulya, Aldila Sutjiadi, Rifanty Kahfiani dan Priska Madelyn Nugroho. Laga tenis SEA Games memperebutkan lima medali emas dan akan berlangsung di hard court Rizal Merorial Sport Complex di Manila, Filipina. “Kami yakin mampu memenuhi target, merebut dua medali emas tenis SEA Games 2019 dari nomor ganda campuran dan ganda putri,” tekad Rildo, yakin. Hasil Akhir Jumat (22/11) Final Tunggal Putra 1-Christopher Rungkat (Jawa Timur) v 3-M. Rifqi Fitriadi (Jawa Timur) 6-4 6-4 Ganda Putra 1-Anthony Susanto/David Agung Susanto (Jawa Timur) v 2-Iqbal Bilal Saputra (Kalimantan Timur)/Wisnu Adi Nugroho (Jawa Tengah) 6-4 6-4 Tunggal Putri 1-Aldila Sutjiadi (Jawa Timur) v 2-Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan) 6-1 6-3 Ganda Putri 1-Beatrice Gumulya/Jessy Rompies (Jawa Timur) v 4-Deria Nur Haliza (DKI)/Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan) 6-2 6-4

BNI Tennis Open 2019, Fadona Mengancam Kemapanan

Fadona Titalyana Kusumawati

Duel unggulan teratas bakal mewarnai laga final tunggal putri BNI Tennis Open 2019. Petenis Jawa Timur, Aldila Sutjiadi (24 tahun) yang menempati seeded pertama bakal terlibat bentrok dengan unggulan kedua, Fadona Titalyana Kusumawati (19) dari Kalimantan Selatan pada turnamen berhadiah total Rp 250 juta ini di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Jumat (22/11). Aldila lolos ke babak akhir setelah melumpuhkan perlawanan unggulan kelima dari Nusa Tenggara Barat, Suryaningsih. Andalan tim Merah Putih di ajang SEA Games 2019 di Manila Filipina, awal bulan depan itu unggul telak dalam laga straight set dengan skor akhir 6-1 6-1. Sedangkan Fadona berhasil mengandaskan penerima junior exempt Priska Madelyn Nugroho (Papua) melalui pertarungan rubber set 6-2 4-6 7-5. “Tentu saja ingin juara lagi. Pokoknya siap berjuang semaksimal mungkin di lapangan,” tekad Fadona, petenis non-Pelatnas yang bulan lalu memboyong gelar tunggal putri sebuah turnamen nasional di arena yang sama. Mahasiswi Ekonomi Manajemen Universitas Surakarta ini juga lolos ke partai puncak ganda putri. Berpasangan dengan Deria Nur Haliza (DKI), duet unggulan keempat itu bakal menguji ketangguhan seeded teratas anggota skuad Pelatnas SEA Games 2019, Beatrice Gumulya/Jessy Rompies (Jawa Timur) setelah menyingkirkan unggulan kedua, Septiana Nur Zahiroh/Novela Rezha Millenia (Papua) 6-2 6-1. Pada semi final tunggal putra, Kamis (21/11), Muhammad Rifqi Fitriadi (20) akhirnya berhasil menyingkirkan unggulan kedua dalam laga sesama wakil Jawa Timur dan anggota skuad Pelatnas SEA Games 2019, David Agung Susanto (28) 6-7(5) 6-4 6-4. Di final, Rifqi bakal menantang seeded teratas yang juga dari Jawa Timur, Christopher Rungkat yang mengandaskan Muhammad Althaf Dhaifullah 6-4 7-5. “Ini merupakan pertemuan pertama di antara kami, dan saya akan berusaha menampilkan permainan yang berkualitas, semaksimal mungkin memanfaatkan kesempatan yang ada,” tutur Rifqi yang menempati posisi seeded keempat itu. Hasil Kamis (21/11) Semi Final Tunggal Putra 1-Christopher Rungkat (Jawa Timur) v 6-Althaf Dhaifullah (Papua Barat) 6-4 7-5 3-M. Rifqi Fitriadi (Jawa Timur) v 2-David Agung Susanto (Jawa Timur) 6-7(5) 6-4 6-4 Ganda Putra 1-Anthony Susanto/David Agung Susanto (Jawa Timur) v M. Althaf Dhaifullah (Papua Barat)/M. Rifqi Fitriadi (Jawa Timur) 2-Iqbal Bilal Saputra (Kalimantan Timur)/Wisnu Adi Nugroho (Jawa Tengah) v Aditya Hari Sasongko/Jeremy Nahor (Bengkulu) 6-4 7-6(3) Tunggal Putri 1-Aldila Sutjiadi (Jawa Timur) v 5-Suryaningsih (Nusa Tenggara Barat) 6-1 6-1 2-Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan) v JE-Priska Madelyn Nugroho (Papua) 6-2 4-6 7-5 Ganda Putri 1-Beatrice Gumulya/Jessy Rompies (Jawa Timur) v 3-Kadek Gita Purnami (Papua Barat)/Kintan Pratiwi Anwar (Kalimantan Timur) 6-2 6-0 4-Deria Nur Haliza (DKI)/Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan) v 2-Septiana Nur Zahiroh/Novela Rezha Millenia (Papua) 6-2 6-1

BNI Tennis Open 2019, Dari Jakarta, Bea/Echi Menatap Manila

Beatrice Gumulya/Jessy Rompies

Pasangan Jawa Timur, Beatrice Gumulya/Jessy ‘Echi’ Rompies sukses menembus semi final ganda putri BNI Tennis Open 2019. Pada perempat final yang berlangsung di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Rabu (20/11), unggulan utama itu menyingkirkan duet gado-gado Priska Madelyn Nugroho (Papua)/Oxi Gravitasi Putri (DKI). Bea/Echi yang akan membela tim Merah Putih di ajang SEA Games 2019 di Filipina itu unggul straight set dengan skor akhir 6-1 6-4. “Kami tinggal fokus menyiapkan kondisi agar fit saat tampil di SEA Games 2019 di Manila, awal bulan depan,” ucap Echi yang bersama Bea baru saja tiba dari Negeri Paman Sam usai melakoni serangkaian turnamen level dunia. “Turnamen BNI Tennis Open 2019 ini bagus sebagai uji coba terakhir kami sebelum berangkat ke Manila, berlaga di SEA Games,” timpal Bea yang berhasil memboyong gelar juara ganda ITF World Tennis Tour W60 Tyler (AS). Pada babak empat besar, Bea/Echi akan meladeni tantangan unggulan ketiga, Kadek Gita Purnami (Papua Barat)/Kintan Pratiwi Anwar (Kalimantan Timur). Partai semi final ganda putri lainnya menyajikan pertarungan antara seeded kedua dan keempat, Septiana Nur Zahiroh/Novela Rezha Millenia dari Papua menghadapi Deria Nur Haliza (DKI)/Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan). Di nomor tunggal, baik putra maupun putri, petenis unggulan teratas juga berhasil melaju mulus ke semi final turnamen berhadiah total Rp 250 juta ini. Pada sektor putra, Christopher Rungkat (Jawa Timur) masih terlalu tangguh bagi darah muda asal Jawa Barat, Rifqy Sukma Ramadhan. Christo menang 6-3 6-1 untuk selanjutnya menghadapi petenis ambidextrous, Muhammad Althaf Dhaifullah (Papua Barat). Laga empat besar tunggal putra lainnya menggelar pertarungan antar sesama penghuni Pelatnas SEA Games 2019 asal Jawa Tmur, yakni David Agung Susanto yang menempati posisi seeded kedua menghadapi unggulan keempat, Muhammad Rifqi Fitriadi. Petenis putri andalan Merah Putih, Aldila Sutjiadi dari Jawa Timur pun belum menemui hambatan berarti ketika mengandaskan Novela Rezha Millenia asal Papua. Dila menang straight set dengan skor akhir 6-0 6-4. “Di set kedua, saya banyak gagal melakukan serve pertama. Dengan serve kedua, lawan memiliki kesempatan untuk menekan lebih awal,” papar Dila yang kemungkinan besar akan menjadi unggulan teratas tunggal putri SEA Games 2019 ini. Di semi final tunggal putri BNI Tennis Open 2019 ini, Dila akan meladeni tantangan unggulan kelima asal Nusa Tenggara Barat, Suryaningsih yang sukses menghentikan Nazwa Syamsabila (Jawa Barat) 6-3 6-3. Hasil Rabu (20/11) Perempat Final Tunggal Putra 1-Christopher Rungkat (Jawa Timur) v Rifqy Sukma Ramadhan (Jawa Barat) 6-3 6-1 6-Althaf Dhaifullah (Papua Barat) v 4-Anthony Susanto (Jawa Timur) 6-3 6-2 3-M. Rifqi Fitriadi (Jawa Timur) v Aditya Hari Sasongko (Bengkulu) 6-2 6-3 2-David Agung Susanto (Jawa Timur) v Nauvaldo Jati Agatra (DKI) 6-0 6-0 Ganda Putra 1-Anthony Susanto/David Agung Susanto (Jawa Timur) v Hendrawan Susanto/Nauvaldo Jati Agatra (DKI) 6-3 6-3 Althaf Dhaifullah (Papua Barat)/M. Rifqi Fitriadi (Jawa Timur) v Arief Rahman/Faisal Aidil (Kalimantan Timur) 5-2 ret Aditya Hari Sasongko/Jeremy Nahor (Bengkulu) v Ari Fahresi (Jawa Timur)/Rifqi Sukma Ramadhan (Jawa Barat) 6-2 7-5 2-Iqbal Bilal Saputra (Kalimantan Timur)/Wisnu Adi Nugroho (Jawa Tengah) v Achad Imam Maruf/Tio Juliandi (Papua Barat) 6-4 7-5 Tunggal Putri 1-Aldila Sutjiadi (Jawa Timur) v Novela Reza (DIY) 6-0 6-4 5-Suryaningsih (Nusa Tenggara Barat) v Nazwa Syamsabila (Jawa Barat) 6-3 6-3 Priska Madelyn Nugroho (Papua) v 6-Deria Nur Haliza (DKI) 6-2 6-2 2-Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan) v 7-Ni Putu Armini (Nusa Tenggara Barat) 6-4 6-2 Ganda Putri 1-Beatrice Gumulya/Jessy Rompies (Jawa Timur) v Priska Madelyn Nugroho (Papua)/Oxi Gravitasi Putri (DKI) 6-1 6-4 3-Kadek Gita Purnami (Papua Barat)/Kintan Pratiwi Anwar (Kalimantan Timur) v Ni Putu Armini/Suryaningsih (Nusa Tenggara Barat) 7-5 6-3 4-Deria Nur Haliza (DKI)/Fadona Titalyana (Kalimantan Selatan) v Nisrina Dwi/Zahwa Dwi Puspita (Papua Barat) 6-1 6-2 2-Septiana Nur Zahiroh/Novela Rezha Millenia (Papua) v Indah Permatasari (Sulawesi Selatan)/Khairunnisa (Jawa Timur) 7-6(2) 6-0

BNI Tennis Open 2019, Christo dan Aldila Masih Perkasa

Christopher Rungkat

Unggulan teratas tunggal berhasil melewati babak pembuka BNI Tennis Open 2019 di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Senin (18/11). Pada kelompok putra, Christopher Rungkat yang kini membela Jawa Timur sukses mengalahkan wakil Jawa Tengah, Wisnu Adi Nugroho melalui laga straight set dengan skor akhir 6-4 6-1. “Tidak mudah untuk kembali bermain tunggal, karena dalam satu setengah tahun terakhir ini saya hanya fokus di nomor ganda,” tutur Christo yang kini bercokol di peringkat 97 ganda dunia. Sedangkan di sektor putri, Aldila Sutjiadi (Jawa Timur) masih terlalu tangguh bagi petenis Kalimantan Selatan, Elma Malinda. Aldila unggul dua set langsung 6-1 6-0. Pada babak kedua, Selasa (19/11), Christo bakal meladeni petenis yunior Claudio Renardi Lumanauw (DKI). Sedangkan Aldila akan menghadapi Siti Sarah (Papua Barat). Meski sebagian besar unggulan belum menemui hambatan berarti namun hasil kejutan sudah menghinggapi turnamen berhadiah total Rp 250 juta ini. Seeded ketiga tunggal putri, Anggi Dwi Hidayati (Bengkulu) harus angkat koper setelah kalah dari Monica Putri (Jawa Tengah) 6-0 1-6 3-6. Sementara di sektor putra, Jeremy Nahor (Bengkulu) yang menempati posisi seeded ketujuh dan unggulan kedelapan, Gunawan Trismuwantara juga terganjal di laga perdana. Jeremy kalah dari rekan sedaerahnya, petenis kidal kawakan, Aditya Hari Sasongko 6-2 3-6 6-7(3). Gunawan juga kandas di tangan rekan sedaerahnya, Tegar Abdi 4-6 1-6. Hasil Senin (18/11) Babak Pertama Tunggal Putra 1-Christopher Rungkat v Wisnu Adi Nugroho 6-4 6-1 Claudio Renardi Lumanauw v Owissa Maukta Annas 6-3 6-3 Rifqy Sukma Ramadhan v Indra Adhiguna Utama 6-1 6-2 Tegar Abdi v 8-Gunawan Trismuwantara 6-4 6-1 4-Anthony Susanto v Shaheed Alam (Singapura) 6-0 6-1 Achad Imam Maruf v Rizal Muzaqir 6-0 6-4 Rafly Febi Putra Tri Prasetyo v Justin Kuo 6-3 6-3 6-Althaf Dhaifullah v Ari Fahresi 6-2 7-5 Aditya Hari Sasongko v 7-Jeremy Nahor 2-6 6-3 7-6(3) Hendrawan Susanto v M. Rizky Widianto 6-1 6-0 Sebastian Dacosta v Lucky Chandra Kurniawan 7-5 6-3 3-M. Rifqi Fitriadi v Dibbyaro Hinomaru 6-0 6-0 5-Ega Uneputty v Arief Rahman5-7 6-2 3-0 ret Nauvaldo Jati Agatra v Odeda M Arazza 6-4 6-2 Rindosa Wijaya v M. Ali Akbar 7-5 6-2 2-David Agung Susanto v Tio Juliandi 6-3 3-6 6-1 Tunggal Putri 1-Aldila Sutjiadi v Elma Malinda 6-1 6-0 Siti Sarah v Irma Elita Evania 1-6 7-5 6-1 Novela Reza v Carolina Martha 6-1 6-1 8-Kadek Gita Purnama v Angie Bong 6-4 6-1 Monica Putri v 3-Anggi Dwi Hidayati 0-6 6-1 6-3 Nazwa Syamsabila v Laili Rahmawati Ulfa 7-5 6-4 Nafidiah Dwi v Raihannisa 7-5 6-4 5-Suryaningsih v Silvy Audy 6-1 6-2 6-Deria Nur Haliza v Nadya Dhaneswara 6-2 6-1 Septiana Nur Zahiroh v Ayu Maharani 6-1 6-2 Priska Madelyn Nugroho v Nisrina Dwi Fajarini 6-1 6-1 4-Oxi Gravitasi Putri v Lynelle Lim En Tong 3-6 6-4 6-1 7-Ni Putu Armini v Vita Taher 6-7(3) 6-4 6-2 Niken Ferlyana v Bella Ayu Septiani 6-2 6-0 Rara Sima Kusuma Wardani v Nur Rosida Mega 6-4 6-2 2-Fadona Titalyana v Felicia Halim 6-3 6-3  

Piala Davis 2019, Filosofi Kopi ala Pelti

Meski tak menghindarkan kekalahan Indonesia dari Selandia Baru pada laga Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania, kemenangan petenis debutan Ari Fahresi (17 tahun) memberi kebanggaan tuan rumah. Belia kelahiran Sampang, Madura, 2 Agustus 2002 itu mengalahkan tunggal utama tim Kiwi, Ajeet Rai di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (15/9). Ari menang atas peringkat ke-744 dunia, 6-3 2-6 10-7. “Kekalahan dari Selandia Baru memang pahit, karena kami sebenarnya memiliki kesempatan untuk memenangi dua partai tunggal di hari pertama. Namun ibarat kopi, kendati pahit pun tetaplah bisa dinikmati. Kemenangan Ari meski dalam laga yang sudah tak menentukan memberikan kenikmatan di sela rasa pahit itu,” tutur kapten tak bermain tim Merah Putih, Febi Widhiyanto. Regu Piala Davis Indonesia tak mampu menghindar dari kekalahan 0-3 setelah duo Susanto, David Agung dan Anthony gagal mengadang kepiawaian ganda kelas dunia milik Selandia Baru, Marcus Daniell/Michael Venus. David dan Anton kalah telak dari spesialis ganda grand slam itu 0-6 3-6. Kekalahan ini membawa Indonesia harus melakoni babak Play Off Grup II yang dijadwalkan berlangsung Maret 2020. Tim Merah Putih bergabung dengan 11 negara lain yang kalah pada laga Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania (Filipina dan Hongkong), Zona Amerika (El Savador, Paraguay/Meksiko, Guatemala), Zona Eropa/Afrika (Zimbabwe, Bulgaria, Denmark, Maroko, Mesir dan Georgia) serta 12 tim promosi dari Grup III (Kosta Rika, Jamaika, Puerto Riko, Vietnam, Suriah, Sri Lanka, Polandia, Estonia, Yunani, Latvia, Tunisia dan Kenya). Dalam babak Play Off Grup II yang mulai tahun depan menggunakan format global tanpa pembagian zona, 12 tim berhak menempati posisi unggulan berdasarkan peringkat negara di Piala Davis menghadapi 12 non-seeeded. Pemenang babak tersebut akan bertahan di Grup II, sementara tim yang kalah bakal terlempar, degradasi ke Grup III sesuai zona wilayahnya. “Dalam minggu ini, kami akan lakukan evaluasi hasil Piala Davis ini bersama dengan bidang pembinaan. Kami harus bersiap lebih baik karena untuk sekedar bertahan di Grup II ini pun tidak mudah. Namun kami tetap optmistis karena dari kekalahan ini pun tetap muncul sebersit harapan dari pemain muda,” tutur Ketua Umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar. Dalam sejarah partisipasi di ajang Piala Davis, Indonesia pernah bercokol di posisi elite Grup Dunia 1983 dan 1989 meskipun langsung kalah di babak pertama serta masuk play off Grup Dunia 1994. Namun dalam tiga tahun terakhir, tim Merah Putih harus selalu berjibaku dalam babak play off hanya untuk sekadar bertahan di Grup II Zona Asia/Oseania. Hasil Piala Davis 2019 Grup II Zona Asia/Oseania Indonesia v Selandia Baru Sabtu, 14 September R1 Muhammad Rifqi Fitriadi v Ajeet Rai 6-7(7) 3-6 R2 David Agung Susanto v Rhett Purcell 6-3 4-6 0-6 Minggu, 15 September R3 David Agung Susanto/Anthony Susanto v Marcus Daniell/Michael Venus 0-6 2-6 R4 Ari Fahresi v Ajeet Rai 6-3 2-6 10-7 R5 Muhammad Rifqi Fitriadi v Rhett Purcell Not Played