Ratusan Atlet Muda Ramaikan Kejuaraan Nasional TDP UI Open Junior

Universitas Indonesia (UI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembinaan olahraga nasional dengan menggelar Kejuaraan Nasional TDP UI Open Junior 2025. Turnamen tenis junior ini digelar di Lapangan Tenis UI, Kampus Depok, mulai 7 hingga 13 Juli 2025. Sebanyak 125 atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka bersaing dalam kategori usia 12, 14, dan 16 tahun, mewakili 25 kota besar di Indonesia. Kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian turnamen resmi hasil kerja sama UI dengan Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI). Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi wadah penting dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai sportivitas sejak usia dini. Tujuannya selaras dengan misi kampus UI Open, yakni menyediakan ruang bagi para petenis muda untuk mengasah kemampuan, meraih poin, membangun mental bertanding, serta menjadi bagian dari pembinaan nasional. “Selaku civitas akademika UI, kami merasa punya tanggung jawab untuk bersama-sama PELTI menyiapkan dan membangun talenta-talenta muda tenis yang kelak akan berkontribusi di tingkat lokal, nasional, regional, bahkan internasional,” ujar Ketua Panitia Kejuaraan TDP UI Open Junior 2025 Rahmat dikutip dari Metro Sport Metro TV pada Selasa, 8 Juli 2025. Ia juga menambahkan bahwa persiapan para atlet sangat serius, meliputi latihan fisik, teknik servis, serta penguatan mental agar siap bersaing dalam kompetisi bertaraf nasional. Kejuaraan ini diharapkan mampu mencetak generasi atlet tenis berprestasi yang siap tampil di berbagai ajang besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade di masa mendatang.

Keren! Janice Back-To-Back ITF World Tennis Tour Player of the Month

Janice Tjen

Petenis putri Indonesi,a Janice Tjen kembali dinobatkan sebagai “player of the month” untuk Juni oleh ITF World Tennis Tour, federasi tenis internasional penyelenggara turnamen tenis internasional tingkat pemula dan menengah. Ini merupakan bulan kedua beruntun Janice menyandang predikat tersebut setelah pada Mei petenis kelahiran Jakarta itu juga meraih penghargaan tersebut. “Terpilih sebagai Player of the Month lagi benar-benar sangat berarti bagi saya,” kata Janice dikutip dari laman resmi ITF, Jumat. “Saya sangat berterima kasih atas dukungan yang tak henti-hentinya dari pelatih, keluarga, dan sponsor saya. Kepercayaan mereka kepada saya telah membantu saya melewati setiap tantangan, dan saya tidak akan berada di tempat saya sekarang tanpa mereka.” Petenis berusia 23 tahun itu meningkatkan performanya pada Juni dengan empat gelar berturut-turut selama bulan tersebut sekaligus mencatatkan lima gelar dan 25 kemenangan pertandingan berturut-turut. Janice memulai Juni dengan performa gemilang di W15 Maanshan, di mana ia memenangi gelar tanpa kehilangan satu set pun, dan mengulangi prestasi itu satu pekan kemudian di W35 Luzhou. Ia mempertahankan momentumnya dengan mengklaim gelar terbesar dalam karirnya di W50 Taizhou, sekali lagi tanpa kehilangan satu set pun. Janice mempertahankan performa sempurnanya dengan gelar lainnya di W35 Taipei pada akhir bulan, meskipun kemenangan beruntun 42 set harus berakhir di babak kedua. Sebagai hasil dari kerja keras luar biasa pada Juni, Janice kini menjadi peraih gelar terbanyak di ITF World Tennis Tour tahun ini dengan enam gelar. Kini, Janice telah mengoleksi total 13 gelar World Tennis Tour atas namanya, dan semakin mendekati peringkat 200 teratas dalam peringkat WTA. Sumber: ANTARA

Ratusan Atlet Muda Kejar Trofi DETEC k3n7o3n9 OPEN 2025

DETEC k3n7o3n9 OPEN 2025

Turnamen tenis usia muda kembali hadir di Sukoharjo. Setelah kejuaraan internasional sukses digelar tiga pekan lalu, kali ini turnamen diadakan lagi di kabupaten tersebut. Dengan tajuk DETEC k3n7o3n9 OPEN 2025, turnamen yang merupakan Kerjunas TDP Junior ini bergulir mulai 29 Juni hingga 4 Juli 2025. Direktur Turnamen Anshari Nursida mengatakan, event nasional ini menjadi daya tarik para petenis tanah air. Buktinya, ratusan atlet muda berbondong-bondong menuju Sukoharjo. “Lebih dari 400 petenis junior dari berbagai kota di Indonesia mengikuti ajang ini,” kata Anshari Nursida melalui keterangan resminya, Senin (30/6). Menurut dia, Kejurnas kali ini menyajikan pertarungan bagi lima kelompok usia (KU), mulai KU 10 Red Ball, 12, 14, 16 dan 18 tahun, nomor tunggal dan ganda, baik putra maupun putri. Karenanya pertandingan pun tersebar dalam tiga lokasi, yakni lapangan tenis Stadion Gelora Merdeka dan Kridasena di Alun-Alun serta lapangan K7G di Bendosari. “Totalnya 10 hard court tersedia, enam di Stadion Gelora Merdeka, dua di Alun-alun Kridasena, dan dua lagi di Bendosari milik Akademi K7G,” jelas Anshari. Dijelaskan, petenis junior terbaik di Tanah Air telah siap memanaskan persaingan pada turnamen yang pernah terselenggara di Jakarta, Jogja dan Solo ini. Contohnya adalah Quora Princy yang bercokol di peringkat nasional nomor satu (PNP 1) KU 14. Petenis muda asal Banjarmasin (Kalimantan Selatan) itu menjadi unggulan teratas tunggal putri di kelompok usianya. Sementara M. Azka Azam Al Arsyad (PNP 3) menjadi unggulan pertama tunggal putra KU 16. “Semoga laga antar petenis junior terbaik Indonesia dalam turnamen ini bisa menjadi hiburan menarik bagi penggemar tenis di Sukoharjo dan kawasan Solo Raya,” ungkapnya.

Tim Tenis Indonesia Lolos Dari Degradasi Piala Billie Jean King Junior

Tim tenis putri Indonesia

Tim tenis putri Indonesia lolos dari degradasi kualifikasi zona 1 Asia/Oceania Piala Billie Jean King Junior yang berakhir Sabtu (17/5) di Shymkent, Kazakhstan. Pada ajang perebutan lambang supremasi tenis beregu putri yang dulu berlabel Piala Fed itu, Indonesia menempati peringkat ke-13 dari 16 peserta yang tampil. “Alhamdulillah tim nasional putri berhasil lolos degradasi,” ujar kapten tim Indonesia Irawati Moerid dalam keterangan resmi, Rabu. Tim yang diisi oleh petenis muda yakni Quirena Trea Assyifa, Khansa Putri Raga, dan Calista Rosiana berada di grup dua bersama Jepang, Taiwan, dan Malaysia. Tim Merah Putih mengakui ketangguhan Jepang 0-3 di laga pertama dan menelan kekalahan dengan skor serupa saat bersua Taiwan sebelym memetik kemenangan 2-1 atas Malaysia di laga pamungkas. Hasil di babak round robin itu membuat Indonesia terlempar dari babak perebutan peringkat delapan besar. Pada perebutan peringkat 9-16, Indonesia takluk dari Hong Kong dengan skor 0-3. Namun, pada penentuan peringkat 13 dan 14, Indonesia berhasil menaklukkan Filipina 2-1 dan Iran dengan skor sama 2-1 sehingga berada di peringkat ke-13. “Kami butuh banyak jam terbang karena pemain-pemain kita rata-rata belum memiliki pengalaman yang cukup di lapangan tanah liat,” ungkap Ira, sapaan akrabnya. Menurut Ira saat ini Indonesia tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara-negara Asia/Ocenia lainnya karena minimnya lapangan tanah liat serta regenerasi yang lambat. “Kita ketinggalan jauh dalam hal pemerataan dan pelapis antargenerasi,” tutur Ira yang menjadi bagian dari tim beregu putri yang sukses meraih medali perak beregu dan perunggu ganda putri pada Asian Games Beijing 1990 ini. Ira pun mengakui adanya perubahan besar dalam perkembangan tenis di mana Taiwan yang sebelumnya dianggap sebelah mata secara mengejutkan di final mampu menaklukkan Australia dengan skor 2-0. Piala Billie Jean King Junior merupakan ajang bergengsi yang diperuntukkan bagi pengembangan pemain-pemain muda. Petenis papan atas dunia di antaranya Iga Swiatek pernah memperkuat negaranya yakni Polandia di ajang ini.

Priska Kembali Raih Gelar Juara

W15 Maanshan 2025

Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah tenis internasional. Pada turnamen China Women’s 8 Maanshan 2025 – W15 Maanshan, Priska berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan wakil tuan rumah di partai final. Priska yang berstatus sebagai unggulan satu turnamen, mampu menaklukkan Chenting Zhu dengan skor 6-2 dan 6-4. Gelar juara ini menjadi gelar ke-9 milik Priska. Turnamen W15 Maanshan merupakan bagian dari rangkaian kompetisi ITF Women’s World Tennis Tour. Turnamen yang digelar sejak 12 hingga 18 Mei 2025 ini memperebutkan total hadiah sebesar 15000 USD. Sementara itu, saat ini Priska menempati peringkat 310 WTA Ranking dan 621 ITF Ranking.

Janice Tjen Juara ITF W35 Goyang di Korea Selatan

Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen, berhasil menjuarai turnamen ITF W35 Goyang di Korea Selatan, Minggu. Pada partai final, petenis berusia 23 tahun tersebut, menundukkan unggulan kelima asal China, Lin Zhu, dengan skor 6-4, 6-1. “Dua pekan yang luar biasa. Senang dapat gelar tunggal dan bisa revans di final,” ujar Janice dikutip dari laman Tenis Indonesia, Minggu. Janice saat ini menghuni peringkat 372 dunia tunggal WTA. Bagi Janice, kemenangan ini semakin istimewa karena Lin Zhu merupakan lawan yang menyingkirkannya pada putaran ketiga Asian Games Hangzhou 2023. Lin Zhu yang saat ini berada di posisi WTA 305, pernah menduduki posisi ke-31 dunia. Janice melaju ke final turnamen ini dengan cukup mulus. Pada semifinal, Janice menang 7-5, 6-1 atas petenis Jepang Saki Imamura. Sebelumnya ia mengatasi perlawanan wakil China lainnya, Yidi Yang, dengan skor 6-1, 6-0 pada perempat final, dan menang 6-2, 6-1 atas Sofya Lansere pada putaran kedua. Sebelum menjuarai turnamen ini, Janice juga tampil impresif di arena yang sama pada pekan sebelumnya. Ia berhasil mencapai final nomor tunggal dan meraih gelar juara di nomor ganda bersama Saki Imamura dari Jepang. Pada pekan depan, Janice dijadwalkan tetap berkompetisi di Korea Selatan dan mengikuti turnamen ITF W35 di Changwon, yang berjarak sekitar empat jam perjalanan darat dari Seoul. Petenis muda itu kini telah mengoleksi delapan gelar tunggal dan tiga gelar ganda turnamen entry level dalam kariernya di ITF Women’s World Tennis Tour.

Sukoharjo Jadi Tuan Rumah Seleksi Nasional Tim Tenis Putri U16

Atlet tenis yang ikut seleksi timnas di GOR Jombor Sukoharjo

Kabupaten Sukoharjo kembali mencatatkan namanya di kancah olahraga nasional dengan menjadi tuan rumah seleksi nasional Tim Tenis Junior Putri U16. Seleksi ini menjadi ajang penting dalam menentukan wakil Indonesia pada turnamen internasional Billie Jean King Cup Junior zona Asia Oceania yang akan digelar di Kazakhstan. Sebanyak 16 atlet putri dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam seleksi ini. Mereka merupakan petenis muda terbaik di bawah usia 16 tahun yang bersaing untuk memperebutkan tiga tempat di tim nasional Indonesia. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sukoharjo, Setyo Aji Nugroho, menjelaskan bahwa penunjukan Sukoharjo sebagai tuan rumah tidak lepas dari fasilitas olahraga yang dimiliki daerah ini. “Menurut pihak Pelti, fasilitas yang kita miliki sudah standar nasional. Karena itu, Sukoharjo ditunjuk sebagai tempat seleksi nasional ini,” ujar Setyo Aji, Jumat (11/3). Aji menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mendukung penuh kegiatan ini. ia berharap Sukoharjo semakin dikenal karena sering dijadikan lokasi event nasional. Efek positifnya juga dirasakan oleh sektor ekonomi, terutama UMKM dan penginapan. Ketua Pengkab Pelti Sukoharjo, Andi Sutomo, menyebut bahwa ajang ini menjadi langkah penting bagi Indonesia dalam menyiapkan tim kuat menghadapi negara-negara top dunia. “Kita ambil tiga pemain terbaik dari 16 atlet yang diseleksi di Sukoharjo. Mereka nantinya akan mewakili Indonesia. Turnamen di Kazakhstan itu levelnya dunia, diikuti negara-negara seperti Jepang, Korea, Cina, dan Australia,” jelasnya. Direktur Atlet Junior dan Senior PP Pelti, Ardi Rifali, menambahkan bahwa tim Indonesia masih dalam fase pembangunan pasca pandemi. Tahun lalu, Indonesia berhasil menempati peringkat ke-13 dari 16 peserta dan lolos dari degradasi. “Tahun lalu kita aman dari degradasi. Target tahun ini realistis saja, yang penting tidak degradasi. Kalau bisa masuk delapan besar, itu sudah bagus,” ungkapnya. Seleksi nasional ini telah memasuki hari kedua. Atlet yang lolos dari babak penyisihan pool akan masuk ke babak delapan besar, sebelum dipilih tiga terbaik. Peserta datang dari berbagai daerah seperti Sukoharjo, Jakarta, Bogor, Bandung, dan Kalimantan Selatan. Sumber: Jateng Pos

3 Petenis Indonesia Ikuti Prakualifikasi Davis Cup Junior 2025

Tim Tenis Indonesia Untuk Prakualifikasi Davis Cup Junior 202

Tiga petenis Junior Indonesia hasil seleksi ketat Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia PP Pelti akan terbang ke Malaysia untuk mengikuti Prakualifikasi Davis Cup Junior 2025 dengan target runner up agar bisa lolos kualifikasi zona Asia-Oseania di Kazakhstan. PP Pelti lewat Sekjen Andi Fajar Asti resmi melepas tiga atlet junior yang akan turun di prakualifikasi Piala Davis Junior 2025 di Malaysia dari 10-17 Maret 2025 mendatang. Tiga petenis yakni Joachim Mika Gunawan, Rafa Jeconiah Verdasco, dan Raphael Rio Suryana terpilih mewakil Indonesia setelah melalui seleksi ketat oleh PP Pelti. Dalam prakualifikasi tersebut, Mika dan kawan-kawan yang didampingi pelatih Andhy Kentung akan bersaing dengan petenis dari 22 negara di antaranya India, Sri Lanka, dan Filipina. PP Pelti berharap ketiga atlet dapat finish di posisi runner up sehingga bisa lolos ke babak final kualifikasi Zona Asia-Oceania di Kazakhstan. “Semua melalui seleksi yang cukup ketat dan memilih yang terbaik kita ambil peringkat satu sampai peringkat tiga,” kata Andi Fajar dikutip dari Headline News, Metro TV, Minggu, 9 Maret 2025.

PP Pelti Gelar Kejurnas Antar Pengurus dan KU-16 2025

Kejurnas Antar Pengurus Pelti & Kelompok Umur 16.

Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Antar Pengurus Pelti & Kelompok Umur (KU) 16 dari 17-18 Januari 2025 di Center Court GBK Gelora Bung Karno (GBK). Kejurnas resmi dibuka oleh Ketua Umum PP Pelti, Prof Dr Drs H.A.M. Nurdin Halid, dan Deputi IV Kemenpora, Dr. Surono , S.Pd, MPd, Jumat (17/1/2025). Nurdin Halid mengungkapkan, Kejurnas antar Pengurus Pelti & KU-16 se- Indonesia ini bertujuan menciptkan kebersamaan dan persatuan. “Insya Allah kejurnas ini kita akan buat setiap satu tahun. Kenapa kita awali juga dengan KU-16, dikarenakan untuk menciptakan prestasi dimulai dari usia 16 tahun, dan hadiah kejuaraan ini kita berikan hadiah 500 juta rupiah,” papar Nurdin Halid, kepada awak media, Jumat (17/1/2025). Mantan Ketum PSSI itu juga menjelaskan pada kepungurusan barunya ini sudah membuat roadmap atau blue print PP Pelti, Industri Tenis Menuju Indonesia Emas. Dengan merangkai program kompetisi untuk menciptakan prestasi dengan memulai 14 Festival, 16 kompetisi berjenjang dari kabupaten kota sampai nasional untuk mencipatkan prestasi baik untuk menyiapkan atlet SEA Games, Asian Games, Olimpiade maupun Profesional. “Dan langkah awal, PP Pelti menggelar Kejurnas Antar Pengurus Pelti dan KU-16,” ujarnya. “Kita akan terus gulirkan kompetisi ini sekaligus mendata kurang lebih 100 potensial atlet junior yang akan ditempatkan di Sport Science, dibina sampai senior hingga profesinal yang mana sudah dipersiapkan dengan menciptakan kompetisi Liga Tenis Profesional,” beber Nurdin Halid. “Liga Tenis Profesional ini diikuti oleh klub. Nantinya juga untuk menggairahkan pelatih Indonesia setiap pembinaannya ketika beralih ke profesional ada nilai transfernya, ada royalti kepada pelatih maupun klubnya,” jelasnya lagi. Pada kesempatan ini juga Ketua pelaksana, Raffi Ahmad memberi apresiasi pada Kejurnas PP Pelti yang menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi antara pengurus agar Pelti semakin Solid. “Pastinya yang sangat konsern dari pak Ketum Nurdin Halid adalah pembinaan usia dini dan kompetisi berjenjang yang menjadi modal sangat penting dan terus didorong untuk melahirkan atlet generasi berprestasi untuk mengharum nama bangsa Indonesia dikancah Internasional,” tutur Raffi saat memberikan kata sambutannya. Sementara itu, Surono mewakili Kemenpora, sangat mendukung gelaran Kejurnas yang digelar oleh PP Pelti. Menurutnya lagi, Kemenpora juga menanti hasil-hasil kejuaraan baik dari usia 14, 16, 18 hingga senior. Petenis muda terbaik akan dipelatnaskan secara jangka panjang untuk dipersiapkan multi event baik Sea Games, Asian Games maupun babak kualifikasi Olimpiade. “Khusus untuk atlet tenis Aldila Sutjiadi, yang ranking dunianya cukup bagus tetapi masih berpasangan dengan atlet luar,” terangnya. “Ini pun masih jadi PR PP Pelti agar bisa menembus babak kualifikasi Olimpiade adalah dengan mencari atlet terbaik dengan cara mencari pemain keturunan Indonesia yang akan dipasangkan dengan Ardilla. Bisa cari dua pemain keturunan putra dan putri sehingga nanti ada ganda putri dan ganda campuran,” lanjutnya. “Pemerintah dalam hal ini Kemenpora akan support penuh,” pungkas Surono.

Kejuaraan IMTC Jadi Upaya Regenerasi Atlet

Kejurnas Junior Piala IMTC

Sebanyak 200 petenis junior dari 70 kota/kabupaten di Tanah Air mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Piala IMTC (Irawati Moerid Tennis Competition) dan Pelti Kota Pekalongan yang telah digelar pada 1-5 Januari 2025 di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Kejurnas yang digelar bersamaan dengan hari libur sekolah itu merupakan event TDP (turnamen diakui PB Pelti ) perdana yang digelar pada awal 2025. “Tujuan kejurnas junior ini selain untuk pembinaan prestasi, juga untuk memasyarakatkan tenis pada usia dini,” ujar Direktur IMTC Irawati Moerid di Pekalongan dalam keterangannya yang diterima pada Rabu (8/1). Peserta kejurnas ini selain dari kota/kabupaten di Pulau Jawa, juga berasal dari daerah lain seperti Aceh, Manado, Bali, Nusa Tenggara Barat, Medan, Jambi, Riau, dan Palembang. Ajang tersebut telah mempertandingkan kelompok umur 10 tahun, 12, 14, 16, dan 18 tahun untuk tunggal putra-putri dan ganda putra-putri. Mempertandingkan pula kategori red ball (maksimal usia 8 tahun) dan orange ball (maksimal usia 10 tahun). “Pembinaan dan memasyaratkan tenis untuk usia dini telah tercapai yang pesertanya sangat antusias dan semangat didampingi keluarga mereka,” ungkap Ira, demikian panggilan akrab mantan petenis nasional itu. Para orangtua peserta, lanjut Ira, sangat mengapresiasi kejuaraan tersebut dan mereka berharap IMTC dapat menggelar kejuaraan serupa di kota lain di Jawa Tengah. Sebelumnya di kota yang sama, IMTC sukses menggelar kejuaraan Piala IMTC-Gemoy pada 26-30 Desember 2024. Event tersebut merupakan persembahan Ira atas terpilihnya Prabowo Subiyanto menjadi Presiden ke-8 RI. “Sebagian peserta yang mengikuti Piala Gemoy, ikut pula di kejurnas junior ini,” ungkap Ira, peraih medali perak dan perunggu Asian Games Beijing 1990 ini. Kejurnas itu diakui Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid sukses sebagai penyelenggara dan sebagai sport tourism. “Untuk misi sport tourism telah tercapai, event ini telah berhasil meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya. Hal senada dikatakan Ketua Pengda Pelti Kota Pekalongan, Erwin Setiawan Tedjo. Dia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada IMTC yang telah memberikan kepercayaan kepada Kota Pekalongan untuk mengelar dua kejuaraan di akhir tahun 2024 dan di awal 2025. “Terima kasih untuk IMTC yang telah menggelar dua kejuaraan di Pekalongan. Terima kasih pula kepada seluruh peserta yang ikut ambil bagian di sini,” tuturnya. Menurut Ira, kejuaraan ini terealisasi berkat dukungan penuh Pemerintah Kota Pekalongan dan Pengda Pelti Kota Pekalongan. Bahkan, Pemkot Pekalongan menyediakan penginapan gratis untuk sejumlah pemain dari luar daerah. “Terima kasih untuk Pak Wali Kota (Afzan Arslan) dan Ketua Pengda Pelti Kota Pekalongan (Erwin Setiawan Tedjo) yang telah mensupport event ini,” ujar Ira. Sumber: Media Indonesia

Priska Raih Gelar Juara di India

Priska Madelyn Nugroho

Priska Madelyn Nugroho kembali mencatatkan namanya di dunia tenis internasional. Petenis muda Indonesia ini berhasil merebut gelar juara W50 pertamanya di Navi Mumbai, India. Prestasi ini menjadi salah satu pencapaian terbaik dalam karier Priska sejauh ini. Dalam pertandingan final, Priska menunjukkan performa luar biasa dengan mengalahkan wakil Thailand, Thasaporn Naklo, dalam dua set langsung. Dengan skor 6-2 dan 7-6, Priska membuktikan dominasinya di lapangan. Pertandingan berlangsung ketat, terutama pada set kedua yang harus diselesaikan melalui tie-break. Namun, Priska tetap tenang dan berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan gemilang. Kemenangan ini tidak hanya membuktikan kemampuan teknis Priska, tetapi juga mental juaranya. Keberhasilannya melawan lawan tangguh seperti Thasaporn Naklo menunjukkan bahwa Priska siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi. “Ini adalah gelar terbaik saya sejauh ini, dan saya sangat bangga bisa membawa pulang kemenangan ini untuk Indonesia,” ujar Priska dengan penuh semangat usai pertandingan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tim pelatih, keluarga, dan para pendukungnya yang terus memberikan motivasi selama turnamen berlangsung. Gelar W50 di Navi Mumbai ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Priska di sektor tunggal putri. Dengan kemenangan ini, Priska diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda Indonesia untuk berprestasi di kancah olahraga internasional. Selamat atas prestasinya, Priska! Semoga kesuksesan ini menjadi awal dari banyak pencapaian hebat lainnya.

Tenis Indonesia Juara Pre Qualifying ITF World Junior Tennis 2024

Timnas tenis putri Indonesia U-14 baru saja mengukir prestasi membanggakan di kejuaraan tenis dunia. Tidak main-main, mereka berhasil menjuarai Asia/Oceania Pre Qualifying ITF World Junior Tennis 2024 yang diselenggarakan di Kolombo, Sri Lanka. Capaian itu mengantarkan Tim Garuda berhak melaju ke fase kualifikasi berikutnya dalam ajang yang serupa pada Maret 2024 mendatang. Keberhasilan tim tenis putri Indonesia terwujud setelah menumbangkan Nepal pada partai final Asia/Oceania Pre Qualifying ITF World Junior Tennis 2024. Mereka unggul dengan skor kemenangan 2-1, Sabtu (17/2/2024). Tim Garuda sendiri menang setelah para atlet junior yang beranggotakan Gwen Emily Kurniawan, Callista Rosiana, dan Assyifa Khansa Putri Raga tampil begitu gemilang. Timnas tenis putri Indonesia U-14 tentu melakoni perjuangan yang tidak mudah selama berlaga di Asia/Oceania Pre Qualifying ITF World Junior Tennis 2024. Pasalnya, mereka harus menghadapi beberapa lawan kuat dari seluruh dunia. Untungnya, Tim Garuda berhasil melewati adangan itu dengan catatan keluar sebagai juara. Tim tenis putri Indonesia U-14 tergabung dalam Pool A di Asia/Oceania Pre Qualifying ITF World Junior Tennis 2024. Dalam grup ini, mereka harus berjumpa Macau, Pacific Ocean, dan Kyrgyzstan. Tanpa diduga, Indonesia yang dibela tiga atlet bertalentanya mampu menggulung ketiga lawannya itu sekaligus menjadi juara group. Perjuangan timnas tenis putri Indonesia U-14 pun menembus ke babak semifinal Asia/Oceania Pre Qualifying ITF World Junior Tennis 2024. Kali ini, mereka harus berhadapan dengan Myanmar. Meski begitu, lagi-lagi, Garuda terus menunjukkan ketangguhannya usai menang dengan skor 2-1 dari Myanmar.Selanjutnya, tim tenis putri Indonesia U-14 bertemu Nepal pada partai puncak Asia/Oceania Pre Qualifying ITF World Junior Tennis 2024. Tren positif mereka rupanya terus berlanjut. Melawan Nepal, Sabtu (17/2/2024), Tim Garuda kembali unggul 2-1 sekaligus keluar sebagai kampiun. Atas hasil tersebut, Indonesia akhirnya menyegel tiket lolos ke Asia/Oceania Qualifying ITF World Junior Tennis 2024. Nantinya, babak terbaru ini akan diselenggarakan di Kuching, Malaysia, selama 18—23 Maret 2024. Momen ini tentu menjadi kesempatan bagi Gwen Emily Kurniawan, Callista Rosiana, dan Assyifa Khansa untuk mengharumkan nama Indonesia lagi di kancah yang lebih tinggi. Pencapaian timnas tenis putri Indonesia U-14 tentu tak lepas dari andil sang pelatih, Revel Yehezkia, atas keberhasilannya di Asia/Oceania Pre Qualifying ITF World Junior Tennis 2024. Sang pelatih pun mengatakan tidak membolehkan anak didiknya untuk berpuas diri walau telah juara. Menurutnya, langkah mereka belum berhenti lantaran akan menatap babak kualifikasi di Malaysia. “Kami sangat bahagia atas hasil ini. Itu memperlihatkan bila anak-anak selalu siap memberikan yang terbaik. Namun, kami tetap tidak boleh berpuas diri karena tantangan selanjutnya ada pada babak kualifikasi di Malaysia. Di sana, kami akan bertemu dengan lawan yang memiliki level lebih tinggi,” kata Revel merujuk laman media sosial Tennis Indonesia Official. Pencapaian-pencapaian seperti ini sudah selayaknya diberi apresiasi yang positif. Sebab, berkat mereka, cabang olahraga tenis Indonesia bisa menunjukkan kapasitasnya di dunia walau dalam kelompok usia 14 tahun. Terus berjuang Garuda Muda! Sumber: IDN Times

Aldila Sutjiadi Minta PP Pelti Buat Lebih Banyak Turnamen untuk Pembinaan Atlet Muda

Petenis Indonesia, Aldila Sutjiadi menyoroti pembinaan atlet muda di Tanah Air. Ia menilai saat ini masih sedikit turnamen yang digelar. Menurut dia, keberadaan turnamen merupakan salah satu faktor penting untuk mencetak banyak atlet berbakat. Aldila melihat Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga dalam hal penyediaan kejuaraan di tingkat lokal maupun internasional. Ia membandingkan keadaan Indonesia dan pembinaan atlet tenis di Thailand. “Kalau dilihat dari negara lain, kayak Thailand misalnya, mereka bisa menghasilkan banyak atlet itu karena mereka punya pertandingan dan fasilitas untuk mengadakan turnamen itu. Hal itu yang menurut aku perlu diperhatikan kalau mau membina atlet-atlet ke depannya,” ujar dia dalam wawancara bersama Tempo, Kamis, 1 Februari 2024. Menurut juara Thailand Open 2024 itu, Indonesia tidak kekurangan atlet muda berbakat. Pada sektor putri misalnya, dia mengungkapkan beberapa nama potensial seperti Priska Madelyn Nugroho dan Janice Tjen yang berpeluang tampil di turnamen level ITF maupun WTA. Aldila juga bercerita ketika melihat langsung bakat-bakat petenis Indonesia di level junior ketika menghadiri pembukaan FIKS Tennis Open 2023 Desember lalu. Ia mengungkapkan bahwa banyak anak-anak muda yang sejatinya memiliki minat untuk terjun ke dunia tenis sebagai atlet profesional. Untuk itu, ia menilai bahwa Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) untuk lebih banyak menyelenggarakan turnamen tingkat nasional maupun internasional. “Bisa dilihat (di FIKS Tennis Open 2023) masih banyak atlet junior yang berpartisipasi. Artinya kita punya banyak atlet junior yang bisa dikembangkan ke depannya. Cuma kembali lagi mungkin pertandingannya masih minim,” ucap Aldila. “Atlet tenis itu tidak bisa hanya latihan, terus ikut turnamen satu atau dua minggu, terus latihan lagi. Karena kalau di tenis itu kita mengasah kemampuan di pertandingan sehingga bisa tahu kelemahan dan kekuatan saat bertanding. Makannya seorang petenis itu butuh banyak pertandingan,” kata atlet berusia 28 tahun itu menambahkan. Aldila menuturkan dengan banyak mengikuti pertandingan, bukan hanya kemampuan yang terasah, tetapi juga mental. Ia berharap PP Pelti dapat memperhatikan situasi tersebut jika ingin melakukan pembinaan untuk atlet-atlet muda Indonesia. Sumber: Tempo

Aldila Sutjiadi Rebut Gelar Ganda Putri di Thailand Open 2024

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi memenangi gelar ganda putri Thailand Open 2024 bersama pasangannya Miyu Kato dengan menaklukkan pasangan asal China Jiang Xinyu/Hanyu Guo di final, Minggu (4/2/2024). Pada pertandingan final yang dimainkan di True Arena, Hua Hin, pasangan Aldila/Kato harus melalui super tiebreak untuk mengunci kemenangan dengan skor 6-4, 1-6, 10-7. Ini sekaligus merupakan gelar perdana Aldila pada 2024. “Saya sangat senang bisa meraih gelar juara di sini. Pertandingan hari ini sangat sengit, tapi kami terus berjuang dan saling mendukung. Terima kasih kepada Miyu, tim pelatih, dan semua pihak yang telah mendukung kami,” kata Aldila dalam pernyataan resmi yang diterima pewarta seperti dimuat Antara. Pasangan Aldila/Kato tampil agresif sejak set pertama untuk mengantungi keunggulan 5-1. Namun kemudian pasangan Jiang/Hanyu mampu bangkit untuk mengejar hingga kedudukan 5-4, sebelum kemudian Aldila/Kato menutup dengan keunggulan 6-4. Penampilan berbeda diperlihatkan pasangan Jiang/Hanyu pada set kedua. Pasangan asal China itu memperlihatkan agresivitasnya untuk memenangi set tersebut dengan skor 6-1. Pada set ketiga atau super tiebreak, kedua pasangan saling kejar-mengejar poin. Laga berlangsung ketat dan baik pasangan Aldila/Miyu maupun Jiang/Hanyu sama-sama tidak mau mengendurkan tekanan, namun Aldila/Kato kemudian berhasil keluar menjadi pemenang dengan keunggulan 10-7. Thailand Open 2024 merupakan salah satu ajang persiapan Aldila menuju tur Timur Tengah pada Februari. Di sana ia akan tampil bersama Kato di WTA 500 Abu Dhabi, WTA 1000 Doha, dan diakhiri dengan WTA 1000 Dubai. Sumber: Suara.com

430 Petenis Junior Ikuti Turnamen FIKS Tennis Open

430 Petenis Junior Ikuti Turnamen FIKS Tennis Open

Sekitar 430 peserta mengikuti 60 thn FIKS Tennis Open 2022 The Oldest National Junior Turnament, yang berlangsung di Lap Tenis Indoor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jln Setiabudhi Bandung, Sabtu 17 Desember 2022. Ketua FIKS Bandung Dra. Meiska H. Wigun menuturkan kalau gelaran kejuaraan tenis FIKS tahun ini terasa lebih spesial, mengingat tahun ini usia FIKS telah mencapai 60 tahun. “Menghasilkan atlet tenis terbaik merupakan salah satu tujuan mulia dari Sekolah Tenis FIKS, dan tahun ini 430 peserta siap bertanding dengan performa terbaiknya di Bandung,” ungkap Meiska seusai pembukaan kenjuaraan. Meiska juga mengatakan, kejuaraan ini diikuti para petenis dari seluruh Indonesia, yang memang sudah menunggu kejuaraan ini. “Dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Lampung, Pekanbaru, Bangka Belitung, Bali, Banjarmasin, Palu, Balikpapan, Palembang, Banjarnegara, dan Makassar, ikut serta dalam kejuaraan kali ini dan memang kejuaraan FIKS selalu ditunggu,” jelasnya. Kejuaraan sendiri dibuka langsung oleh wakil ketua PP PELTI, Prof. Wikan Sakarinto, yang mengaku sangat mengapresiasi kejuaraan FIKS ini bahkan untuk peserta sendiri membludak sehingga pendaftaran ditutup sebelum waktunya. “Kami sangat mengapresiasi kejuaraan ini, dari sini bakat-bakat dan munculnya atlet handal muncul, yang menjadi petenis andalan nasional,” tegasnya. Dalam acara ini, klub tenis FIKS juga memberikan penghargaan kepada 10 pelatih tenis yang telah melahirkan petenis hebat di Indonesia, seperti Deddy Tedjamukti, pelatih dari Angelique Widjaja, yang berhasil menjuarai kategori single di Wimbledon Junior 2001, dan Ryan Tanujoyo, yang berhasil membawa Priska Nugroho menjadi juara Grand Slam Australian Open Junior Double tahun 2020.

Baru 19 Tahun, Raducanu Masuk Daftar Atlet Putri Terkaya Dunia

Baru 19 Tahun, Raducanu Masuk Daftar Atlet Putri Terkaya

Emma Raducanu menjadi salah satu petenis dengan bayaran tertinggi di usia 19 tahun. Berkat citranya yang apik, ia tetap jadi magnet sponsor meski performanya menurun. Petenis remaja itu menjadi sensasi di lapangan usai menjuarai US Open. Predikat sebagai petenis Inggris pertama yang menggondol trofi dari Grand Slam, sejak Virginia Wade di Wimbledon 1977, terus mendongkrak pamornya. Citra sebagai atlet muda enerjik, punya prestasi dan cantik tentu saja menarik bagi perusahaan reksasa tertarik menggaetnya sebagai bintang iklan. Tak tanggung-tanggung, petenis berpostur 175 cm tersebut meraup pendapatan hingga 10 kali lipat dari yang diperoleh di lapangan. Dalam tempo satu tahun, hingga Mei 2022, Raducanu mendulang 2,8 juta pound (sekira RP50,4 miliar) sebagai hadiah dari tenis. Itu termasuk bonus 1,8 juta pound menyusul kemenangan di US Open. Pundi-pundinya menggelembung hingga mencapai 22,8 juta pound. Itu berkat endorse dari merek-merek besar di dunia. Gadis blasteran Rumania-Cina itu menandatangani kontrak jutaan pound dengan produsen mobil Porsche, pembuat perhiasan mewah Tiffany & Co, merek fashion Dior. Ia pun ditunjuk sebagai duta British Airways, minuman Evian, produsen telekomunikasi Vodafone dan bank HSBC. Petenis yang kini mengalami cedera pergelangan tangan juga tampil dalam iklan Sports Direct. Nike dan Wilson pun membayar mahal agar produknya dikenakan Raducanu. Kekayaan yang meroket membawa petenis peringkat ke-76 dunia tersebut ke deretan atlet kaya. Ia masuk dalam tabel petenis dengan pendapatan tertinggi 2022, yakni posisi keenam. Raducanu juga mengisi peringkat ketiga atlet putri dengan pemasukan terbanyak tahun ini. Ia di bawah Naomi Osaka yang mengumpulkan 46 juta pound dan Serena Williams 30,6 juta pound.

Aldila Sutjiadi Raih Gelar Juara WTA 125 Pertama di Meksiko

Aldila Sutjiadi Raih Gelar Juara WTA 125 Pertama di Meksiko

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi, berhasil meraih gelar juara nomor ganda turnamen WTA 125 Abierto Tampico, Meksiko, Sabtu waktu setempat atau Minggu waktu Indonesia. Duet Aldila bersama petenis Slovakia, Tereza Mihalikova, berhasil mengalahkan pasangan Amerika Serikat Elizabeth Mandlik/Ashlyn Krueger pada babak final. Aldila/Mihalikova, yang menjadi unggulan teratas di turnamen lapangan keras tersebut, melalui laga pamungkas tersebut dengan menang 7-5, 6-2. Dalam unggahan media sosialnya, Aldila mengungkapkan bahwa kemenangan itu adalah gelar WTA level 125 pertama baginya. Dia juga berterima kasih kepada pada Mihalikova yang telah bermain bersama selama sepekan terakhir. Gelar di Tampico melengkapi koleksi trofi tenis milik Aldila pada tahun ini. Pada April lalu, petenis berusia 27 tahun itu berhasil menjuarai ganda putri turnamen WTA 250 Copa Colsanitas di Bogota, Colombia, bersama petenis Australia Astra Sharma. Kemenangan tersebut adalah gelar WTA perdana bagi Aldila. Tidak lama berselang, tepatnya pada Mei, Aldila kembali mengemas gelar ganda putri pada turnamen ITF Charleston, Amerika Serikat, bersama petenis Polandia Katarzyna Kawa. Berdasarkan laman resmi WTA, Aldila pekan ini berada di peringkat 53 WTA ganda dunia, menjadi torehan peringkat tertinggi sepanjang kariernya. Di sektor tunggal Aldila berada di peringkat 516, lebih baik dari pekan sebelumnya, sementara catatan terbaiknya ada di peringkat 344 pada 24 Mei 2021. Terlepas dari turnamen tur, Aldila tahun ini juga berhasil mempertahankan gelar dengan membawa pulang emas ganda campuran SEA Games Vietnam bersama Christopher Rungkat. Sementara itu, di belahan dunia lain, petenis putri Indonesia Priska Madelyn Nugroho menjadi runner up ganda ITF W60 Playford, Australia. Priska, yang berpasangan dengan petenis Korea Selatan Han Na-lae, tidak mampu menghalang wakil tuan rumah Talia Gibson/Alexandra Bozovic pada babak final, Sabtu, dan berakhir 5-7, 4-6.

Juara US Open 2022, Carlos Alcaraz Jadi Petenis Termuda yang Raih Rangking 1 ATP

Juara US Open 2022, Carlos Alcaraz Jadi Petenis Termuda yang Raih Rangking 1 ATP

Petenis asal Spanyol, Carlos Alcaraz, membuat sejarah baru setelah meraih gelar Grand Slam pertamanya pada turnamen US Open 2022. Dia menjadi pemain tenis termuda yang menduduki peringkat pertama dunia dalam sejarah Pepperstone Association of Tennis Profesionals (ATP) Rankings. Menurut pemain berusia 19 tahun itu, menjadi nomor satu dunia dan menjuarai Grand Slam merupakan impiannya sejak kecil. Ia menegaskan upaya untuk mencapai semua itu dilalui dengan bekerja sangat keras. “Saya tidak istimewa dan tidak akan yang mengatakan saya akan menjadi yang terbaik. Semua yang saya lakukan adalah hasil kerja keras,” ujar Alcaraz menanggapi posisi pertamanya di ATP. Alcaraz menduduki peringkat pertama dunia dengan perolehan 6.740 poin. Dia lebih unggul sedikit dari lawan mainnya saat final US Open 2022, Casper Ruud, yang menempati peringkat kedua. Petenis asal Norwegia, Casper Ruud, menempati peringkat kedua setelah sebelumnya menjadi satu dari lima pemain yang berpeluang menduduki peringkat pertama. Pada perebutan tiket ke final US Open 2022, Ruud yang berusia 23 tahun berhasil melaju setelah mengalahkan Karen Khachanov. Namun dia dikalahkan oleh Carlos Alcaraz di final US Open. Selanjutnya, pada peringkat ketiga masih ada petenis paling senior Rafael Nadal yang kini sudah menginjak usia 36 tahun. Nadal yang telah menduduki peringkat pertama selama 209 minggu ini tersingkir di babak 16 besar pada turnamen US Open kemarin. Sementara Karen Khachanov yang berhasil menumbangkan Nick Kyrgios untuk mencapai semifinal US Open pertamanya, menembus 13 peringkat dan sekarang berada di rangking 18. Berikutnya, petenis asal Amerika Frances Tiafoe (24 tahun) yang berhasil menduduki posisi 19 setelah mengalahkan Rafael Nadal di babak 16 besar US Open 2022. Namun kemudian penampilan apiknya bisa dihentikan oleh Carlos Alcaraz di semifinal. 10 Besar Peringkat ATP per 12 September 2022: Carlos Alcaraz (Spanyol, 6.740 poin) Casper Ruud (Norwegia, 5.850 poin) Rafael Nadal (Spanyol, 5.810 poin) Daniil Medvedev (Rusia, 5.065 poin) Alexander Zverev (Jerman, 5.040 poin) Stefanos Tsitsipas (Yunani, 4.810 poin) Novak Djokovic (Serbia, 3.570 poin) Cameron Norrie (Inggris, 3.550 poin) Andrey Rublev (Rusia, 3.390 poin) Hubert Hurkacz (Polandia, 3.355 poin)

“Kado Spesial” di Hari Kemerdekaan Indonesia Dari Priska Nugroho

"Kado Spesial" di Hari Kemerdekaan Indonesia Dari Priska Nugroho

Petenis Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, memberi kado spesial pada perayaan HUT ke-77 RI yang jatuh pada Rabu 17 Agustus 2022. Sebab sehari sebelumnya, dia sukses menyabet delapan trofi lewat Kejuaraan Dunia Tenis di Tunisia. Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, mengaku menonton langsung perjuangan Priska dalam meraih prestasi tersebut. Menurutnya, pencapaian Priska menjadi hadiah terbaik dalam HUT ke-77 RI. “Kami bangsa Indonesia sangat bangga dan gembira atas capaian prestasi Priska Nugroho dalam kejuaraan tenis dunia di Monastir, Tunisia. Ia berhasil mengalahkan para pemain unggulan dunia,” kata Dubes Zuhairi seperti dilansir Antara. “Saya menonton langsung, dan KBRI Tunisia memberikan dukungan penuh selama enam minggu Priska bertanding. Meraih 8 trofi merupakan prestasi yang luar biasa. Sungguh, ini hadiah terbaik untuk HUT Kemerdekaan ke-77 RI,” tambahnya. Tiga dari 8 trofi Priska di Kejuaraan Dunia tersebut berasal dari nomor tunggal putri. Kemudian, terdapat empat lainnya yang diraih lewat nomor ganda puteri, sedangkan satu sisanya karena menjadi runner-up tunggal putri. Untuk itu, Dubes Zuhairi mengungkapkan kegembiraan dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Priska. Dia berharap, Priska terus berlatih dan meraih prestasi lebih baik lagi di masa mendatang. “Saya berharap dan mendoakan, prestasi terbaik di Tunisia ini dapat menjadi awal bagi prestasi-prestasi Priska dalam turnamen tenis bergengsi lainnya,” ucap Zuhairi. “Semoga Priska dapat mengharumkan Merah Putih hingga level Grand Slam di masa-masa yang akan datang. Saya juga berharap nantinya Priska mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dan asosiasi Tenis Tanah Air,” tambahnya. Sementara itu, Priska Nugroho menyampaikan terima kasih kepada Dubes Zuhairi dan KBRI Tunisia yang telah memberi dukungan penuh selama dirinya berkompetisi di Monastir. Menurutnya, prestasi itu tak mungkin terwujud tanpa dukungan berbagai pihak. “Saya persembahkan trofi-trofi ini untuk Indonesia. Puji Tuhan, saya dapat meraih ini semua karena dukungan keluarga, pelatih, dan KBRI Tunisia yang sangat luar biasa sejak awal kedatangan hingga kepulangan ke Tanah Air,” kata Priska.

Nyambi Kuliah, Priska Madelyn Nugroho Back to Back Juara di Tunisia

Nyambi Kuliah, Priska Madelyn Nugroho Back to Back Juara di Tunisia

Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, menunjukkan konsistensinya dengan menjejak podium tertinggi di Monastir, Tunisia. Priska berhasil meraih dua gelar, yakni tunggal putri dan ganda putri dalam turnamen ITF W15K yang sekaligus back to back. Tepatnya 24 Juli lalu, atlet 19 tahun itu memboyong gelar juara tunggal putri dan ganda putri di ajang ITF Tunisia 29A. Priska meraih emas sektor tunggal putri usai mengalahkan Vaidehi Chaudhari (India) dengan skor 6-3, 1-6, 6-4 di partai final. Sedangkan di sektor ganda putri, Priska menjadi kampium bersama Seijia Wei (Cina). Berlaga di partai final, Priska/Seijia menang 6-4, 6-1 atas Back Da-yeon/Jeong Bo-young (Korea Selatan). Sepekan selanjutnya, Priska lagi-lagi berhasil menjajaki podium tertinggi di dua nomor yang sama, tunggal dan ganda dalam ITF Tunisia 30A. Priska keluar sebagai juara tunggal putri setelah menundukkan Anastasiia Gureva (Rusia), 6-2, 6-1, di final. Priska yang kembali berpasangan dengan Seijia di nomor ganda putri sukses mengamankan gelar berkat kemenangan 6-2, 4-6, 5-10 atas Anastasiia Gureva (Rusia)/Michaela Laki (Yunani). Sebagai informasi, Priska sudah tidak lagi menjadi pemain junior mulai tahun ini dan harus merintis karier sebagai pemain pro. Selain harus berjuang mandiri, Priska juga tengah menempuh pendidikan di Amerika Serikat (AS). Tentu saja hal tersebut menjadi tantangan untuknya. “Sejak tahun ini Priska sudah tidak lagi menjadi pemain junior dan harus merintis karier sebagai pemain pro dan membangun peringkatnya sebagai seorang petenis pro,” ujar Sekretaris Jenderal PP. PELTI, Lani Sardadi. Dengan kondisi tersebut, Priska diharapkan mampu menjadi petenis handal Indonesia meski harus membagi waktunya sembari melanjutkan kuliah. Ia sendiri memiliki bakat hebat, salah satu prestasi besarnya adalah menjadi juara Girls Double di Australia Open 2020 bersama Alex Eala dari Filipina.