Janice Tjen melesat ke peringkat 36 dunia

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia Janice Tjen mencatatkan tonggak pencapaian baru dengan melesat ke peringkat 36 dunia, Senin, setelah “Middle East swing” berakhir pekan lalu dengan dengan Dubai Duty Free Tennis Championships, turnamen WTA 1000 kedua musim 2026. Bertanding sebagai wild card, Janice mencatatkan kemenangan Top 30 keempat dalam kariernya dalam perjalanannya menuju babak 16 besar WTA 1000 untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Leylah Fernandez untuk kedua kalinya setelah pada babak pertama Australian Open 2026. Petenis berusia 23 tahun itu memasuki Top 40 untuk pertama kalinya, naik 10 peringkat dari No.46 ke No.36, demikian dikutip dari WTA. Sebelumnya di WTA 1000 Doha, Janice terhenti di tangan unggulan teratas Iga Swiatek pada babak kedua Qatar Total Energies Open 2026 setelah mengalahkan petenis Brasil Beatrice Haddad Maia dengan 6-0, 6-1. Janice memulai “Middle East swing” di Mubadala Abu Dhabi Open 2026. Ia mengalahkan petenis No.1 Australia yang sedang naik daun Maya Joint pada babak pertama ajang WTA 500 tersebut. Namun, Janice kandas pada babak kedua setelah dihentikan unggulan kelima Liudmila Samsonova. Meski begitu, Janice berhasil mencapai semifinal di sektor ganda bersama petenis Filipina Alexandra Eala. Eala juga mencatatkan tonggak capaian baru dengan melompat 16 peringkat dari No.47 ke No.31 setelah berhasil mencapai perempat final WTA 1000 Dubai. Setelah “Middle East swing” Janice bertolak ke Meksiko untuk “Sunshine Swing” dengan mengikuti Merida Open 2026. Pada ajang WTA 500 tersebut Janice menjadi unggulan keenam dengan akan menghadapi petenis Kolombia Camila Osorio pada babak pertama yang dijadwalkan Rabu (25/2). Janice juga akan tampil bermain ganda bersama Katarzyna Piter. Janice/Piter akan menghadapi Madeleine Brooks/Shuo Feng pada laga pembuka mereka, Rabu (25/2).

Janice Tjen jadi unggulan keenam Merida Open

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen menjadi unggulan keenam Merida Open di Meksiko, yang akan berlangsung pada 23 Februari – 1 Maret 2026. Janice Tjen sendiri akan melawan Camila Osorio dalam babak pertama turnamen WTA 500 Merida Open 2026. Duel Janice Tjen vs Ososiro akan berlangsung di Yucatan Country Club pada Rabu (25/2) pukul 23:00 waktu Indonesia. Janice juga akan tampil bermain ganda bersama Katarzyna Piter. Janice/Piter akan menghadapi Madeleine Brooks/Shuo Feng pada laga pembuka mereka, Rabu (25/2). Osorio mencatat pencapaian terbaik pada 2025 dengan menjuarai turnamen WTA 250 Bogota, untuk tahun kedua berturut-turut, dan ketiga kali dalam kariernya. Ia juga mencapai semifinal WTA 250 Rabat dan perempat final WTA 250 Singapura. Petenis berusia 24 tahun itu kini berada di peringkat 62 dunia, berada di bawah Janice yang menempati posisi 46 per Minggu malam ini. Bagi Janice, musim 2025 merupakan tahun terobosan setelah mencapai final WTA 250 di Sao Paulo. Ia kemudian menjuarai tur pertamanya di Chennai sehingga menjadi petenis Indonesia pertama yang menjuarai tunggal WTA Tour sejak Angelique Widjaja di Pattaya City 2002. Peringkat Janice meroket dari No. 411 ke peringkat tertinggi dalam kariernya, No.53. Pada 2025, Janice juga memenangi dua gelar ganda pertamanya di Guangzhou bersama Katarzyna Piter, dan Chennai bersama Aldila Sutjiadi. Ia juga menjuarai WTA 125 Jinan dan meraih enam gelar tunggal ITF pada paruh pertama tahun itu. Sebelum terbang ke Meksiko, Janice menyelesaikan Middle East Swing dengan catatan positif dengan mencapai 16 besar WTA 1000 Dubai setelah kandas pada babak 32 besar Qatar Open. Di Dha, Janice terhenti di tangan unggulan teratas Iga Swiatek. Sebelumnya di Abu Dhabi, Janice yang mendapatkan wild card kandas di babak kedua setelah dihentikan unggulan kelima Liudmila Samsonova. Janice juga akan tampil bermain ganda bersama Piter. Janice/Piter akan menghadapi Madeleine Brooks/Shuo Feng pada laga pembuka.

WTA 1000 Dubai: Janice Tjen Melaju ke 16 Besar

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen berhasil mengalahkan petenis Kanada Leylah Fernandez, Senin, untuk mencapai babak ketiga Dubai Duty Free Tennis Championships. Bertanding pada babak kedua WTA 1000 Dubai, Janice meraih kemenangan straight set atas Fernandez setelah melalui awal yang sulit dengan skor akhir 7-6(5), 6-4, demikian catatan WTA. Set pertama berlangsung ketat. Servis kuat menjadi kunci serangan Fernandez, namun Janice bermain dengan lebih sabar dan berhati-hati. Ia memenangi 68,4 persen pengembalian bola dan mencatat empat double fault — lebih sedikit dari Fernandez. Memasuki tie-break, Janice memimpin dengan kedudukan 3-1. Meski runner-up US Open 2021 itu mengejar, petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu menjaga selisih poin hingga sukses merebut set pertama dengan ace. Tak ingin bermain panjang, Janice bermain agresif di set kedua. Berbekal servis kuat, ia berhasil mencatatkan 93,8 persen poin servis pertama, dan mengkonversi satu-satunya peluang break point. Janice akhirnya berhasil mengemas kemenangan setelah satu jam 43 menit untuk mencapai babak ketiga WTA 1000 Dubai. Kemenangan itu meningkatkan catatan head to head Janice atas Fernandez 2-0 setelah mengalahkan petenis berusia 23 tahun itu pada babak pertama Australian Open 2026. Selanjutnya, pada babak 16 besar Janice akan menanti pemenang babak kedua antara petenis Ceko Barbora Krejcikova atau unggulan kedua asal AS Amanda Anisimova, yang akan berlangsung malam hari ini. Sebelumnya pada laga pembukanya di Dubai, Janice berhasil mengalahkan petenis Ukraina Dayana Yastremka dengan skor dominan 6-4, 6-1. Janice juga akan tampil di sektor ganda dengan menggandeng petenis Ceko Marie Bouzkova. Mereka akan berhadapan dengan Jiang Xinyu/Ulrikke Eikeri pada babak pertama yang dijadwalkan pukul 21.30 WIB. Turnamen Dubai merupakan ajang WTA 1000 ketiga bagi Janice. Ia debut di level tersebut dengan memanfaatkan wild card pada Abu Dhabi Open awal bulan ini. Namun, ia kandas di babak kedua setelah dihadang unggulan kelima Liudmila Samsonova. Pekan selanjutnya, Janice mengikuti ajang WTA 1000 keduanya di Doha, namun ia juga terhenti di babak kedua saat berhadapan dengan unggulan teratas petenis No.2 dunia Iga Swiatek.

Janice Tjen menangi pertandingan pembukaan di Dubai Championship 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, memenangi pertandingan pembukaannya di Dubai Championship yang berlangsung di Dubai Tennis Stadium, Dubai, Minggu. Pada pertandingan turnamen tipe WTA 1000 itu, Janice berhasil menaklukkan petenis asal Ukraina, Dayana Yastremska, dengan kemenangan dua set langsung, 6-4, 6-1, dikutip dari laman resmi WTA, Minggu. Kemenangan itu membuat Janice berhak lolos ke putaran kedua. Ia selanjutnya akan bertemu pemenang pertandingan antara Liudmila Samsonova melawan Leylah Fernandez pada Senin (16/2). Pada laga melawan Yastremska, petenis Ukraina itu berhasil memenangi gim pertama. Namun Janice mampu membalikkan situasi dan berbalik unggul 2-1. Setelah Yastremska menyamakan kedudukan menjadi 2-2, Janice kembali merestorasi keunggulan dengan memenangi gim kelima dan memimpin 3-2. Janice kemudian selalu dalam posisi unggul, sebelum kemudian ia menutup set pertama dengan kemenangan 6-4. Situasi serupa terulang pada set kedua, Janice mampu membuka set tersebut dengan keunggulan 4-0. Yastremska berhasil mencuri satu gim untuk mengubah skor menjadi 4-1, namun itu menjadi satu-satunya gim yang mampu dimenangi Yastremska pada set kedua, sebab setelah itu Janice melaju mulus untuk mengunci kemenangan meyakinkan 6-1 sekaligus mengamankan tiket ke putaran selanjutnya.

Janice Tjen Cetak Sejarah, Tembus Top 50 WTA

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen mencetak sejarah baru bagi dunia tenis nasional setelah berhasil menembus peringkat 50 besar dunia Women’s Tennis Association (WTA). Janice kini menempati peringkat 47 dunia, sekaligus menjadi petenis putri Indonesia pertama yang mencapai pencapaian tersebut di abad ini. Prestasi tersebut mengakhiri penantian panjang tenis putri Indonesia sejak era legenda Yayuk Basuki yang terakhir menembus jajaran elite dunia pada 1998. Pencapaian Janice tidak lepas dari penampilan impresifnya dalam sejumlah turnamen internasional, termasuk Australian Open 2026. Performa konsisten Janice sepanjang musim ini turut ditandai dengan keberhasilannya meraih gelar juara pada turnamen di Chennai. Hasil positif itu menjadi momentum penting yang mendorong lonjakan peringkat dunia miliknya. Keberhasilan Janice dinilai sebagai sinyal kebangkitan tenis Indonesia di level internasional. Atlet muda tersebut menunjukkan perkembangan signifikan melalui permainan agresif dan mental bertanding yang semakin matang saat menghadapi lawan-lawan papan atas dunia. Setelah mencetak pencapaian bersejarah, Janice tidak berhenti. Ia dijadwalkan melanjutkan perjuangannya pada turnamen WTA 500 Abu Dhabi yang berlangsung pekan ini. Turnamen tersebut menjadi ajang penting bagi Janice untuk mempertahankan konsistensi performa sekaligus berpotensi meningkatkan posisinya dalam peringkat dunia. Keikutsertaan Janice di turnamen level tinggi ini juga diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu atlet tenis Asia yang patut diperhitungkan di kancah internasional. Dukungan publik Indonesia dinilai menjadi faktor penting dalam perjalanan kariernya ke depan. Dengan usia yang masih muda dan performa yang terus menanjak, Janice Tjen berpeluang mencatatkan lebih banyak prestasi sekaligus membuka harapan baru bagi kebangkitan tenis putri Indonesia di panggung dunia.

Janice Tjen Juara Ganda WTA Hobart

Katarzyna Piter dan Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen membawa modal berharga jelang tampil di turnamen Grand Slam Australian Open 2026 setelah menjuarai sektor ganda putri WTA 250 Hobart International bersama pasangannya asal Polandia, Katarzyna Piter. Bermain di Hobart International Tennis Centre, Australia, Sabtu, Janice/Piter tampil dominan pada partai final dengan menundukkan pasangan Belgia–Republik Ceko, Magali Kempen/Anna Siskova, dalam dua set langsung 6-2, 6-2. Gelar juara di Hobart menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Janice yang akan langsung bertolak ke Melbourne untuk mengikuti Australian Open 2026, turnamen Grand Slam pertama musim ini yang akan berlangsung pada 18 Januari hingga 1 Februari. Keberhasilan tersebut juga mengantar Janice meraih gelar ganda WTA ketiga sepanjang kariernya, sekaligus menjadi gelar kedua yang diraih bersama Katarzyna Piter. Sebelumnya, Janice dan Piter sukses menjuarai turnamen WTA 250 Guangzhou Open 2025 di China. Sementara satu gelar ganda lainnya diraih Janice di Chennai Open 2025, India, saat berpasangan dengan Aldila Sutjiadi. Pada turnamen yang sama, Janice juga berhasil merebut gelar sektor tunggal putri. Gelar Hobart International turut mengerek peringkat ganda Janice ke posisi 67 dunia, sekaligus memperkuat posisinya menjelang persaingan ketat di Australian Open 2026. Di Melbourne Park, Janice dijadwalkan kembali tampil bersama Piter di sektor ganda putri dan akan menghadapi pasangan tuan rumah Australia, Daria Kasatkina dan Arina Rodionova, pada babak pertama. Sementara di sektor tunggal, Janice akan berjumpa petenis Kanada Leylah Fernandez. Indonesia juga memiliki satu wakil lainnya di Australian Open 2026, yakni Aldila Sutjiadi. Aldila akan turun di sektor ganda putri bersama petenis Italia Giuliana Olmos dan dijadwalkan menghadapi pasangan tuan rumah Maddison Inglis dan Destanee Aiava pada laga pembuka. Sebelumnya, Aldila/Olmos harus terhenti di perempat final Hobart International setelah kalah dari pasangan unggulan ketiga Eri Hozumi/Wu Fang Hsien dengan skor 1-6, 3-6.

Janice Tjen Tutup Tahun 2025 Dengan Peringkat 50an Dunia

Janice Tjen

Tahun 2025 menjadi tahun yang manis bagi petenis muda Indonesia, Janice Tjen. Bisa tampil di arena Grand Slam dan WTA Tour, menjuarai turnamen WTA 250, dan menempati ranking 53-54 an dunia, hingga mempersembahkan dua medali emas di SEA Games 2025 Thailand. Olahraga tenis Indonesia punya bintang baru di arena profesional, Janice Tjen. Pada 2025, petenis berusia 23 tahun ini mendapat banyak pengalaman yang membanggakan. Dia tampil di arena Grand Slam dan WTA Tour, menjuarai turnamen WTA 250, dan membuatnya naik 350+ peringkat dan menempati ranking 54 dunia. Momen-momen itu didapatnya pada tahun pertama dalam persaingan WTA Tour, tepatnya sejak Agustus lalu. Prestasinya tidak berhenti di situ, di pentas tenis Asia Tenggara, Janice Tjen berhasil mempersembahkan dua medali emas dan satu perunggu untuk Indonesia. Dua medali emas diraih dari nomor beregu putri dan ganda putri di ajang SEA Games Thailand. Dua medali emas menjadi bukti nyata kerja kerasnya sepanjang tahun. “Mengakhiri turnamen terakhir tahun ini dengan dua medali emas dan satu medali perunggu di SEA Games adalah prestasi yang membanggakan” kata Janice Tjen. Catatan prestasi ini tentu menjadi modal besar bagi Janice Tjen untuk melanjutkan perjalanannya membawa harum olahraga tenis Indonesia di kancah dunia. Bonus Rp1 miliar dari pemerintah atas prestasinya telah mendapat peruntukan yang jelas dan strategis untuk biaya turun di Women’s Tennis Association (WTA) Tour musim depan. “Saya senang di SEA Games Thailand ini bisa mempersembahkan medali emas. Prestasi dan penghargaan ini akan menjadi modal saya untuk mengikuti turnamen berikutnya dan bisa berprestasi,” ujar Janice.

Gresik Lahirkan Bibit Tenis Muda di Kejurnas TDP

IMTC Sukses Gelar Kejurnas Tenis Junior TDP Piala Dandim Gresik 2025

Ratusan atlet tenis junior dari berbagai daerah di Indonesia berkompetisi dalam Kejurnas Tenis Junior TDP IMTC-Piala Dandim Gresik. Turnamen ini berlangsung di Lapangan Tenis Petrokimia Gresik, 18-22 November 2025. Sebanyak 200 atlet dari 70 daerah unjuk kemampuan untuk menjadi yang terbaik di berbagai kelompok umur. Direktur Pertandingan Kejurnas, Irawati Moerid, berhasil menghadirkan sejumlah tokoh penting Gresik. Kapolres, Kajari, Ketua KONI Gresik, Ketua Pelti Gresik, dan perwakilan manajemen Petro Kimia Gresik turut hadir. Penutupan acara berlangsung meriah dengan pengumuman para juara. Dandim Gresik, Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, memimpin langsung upacara penutupan dan pemberian penghargaan. Ia menyerahkan trofi dan medali kepada para juara, termasuk M Aryasatya Dwi T (Sukoharjo), juara KU 16 Tahun Putra. Fadly Subur Karamaha mengapresiasi para atlet yang telah menunjukkan performa terbaiknya. “Bersyukur pada hari ini kita telah selesai melaksanakan pertandingan Kejurnas Tenis ini,” ujar Fadly. Irawati Moerid menegaskan bahwa Kejurnas ini membuktikan bahwa ‘Tak Ada Juara Tanpa Kompetisi’ di Kabupaten Gresik. “Insya Allah Event Piala Dandim Gresik akan berlanjut setiap tahunnya,” pungkas Irawati. Berikut daftar lengkap para juara Kejurnas Tenis Junior TDP IMTC-Piala Dandim Gresik 2025: Tunggal Putra KU 10 Tahun Nadees Arkana (Sleman) Zakky Hildan (Tranggalek) M Raffasya Al Busra (Malang) James Edrick (Surabaya) KU 12 Tahun Al Zayki Zio Asmara (Bogor) Raffasya Putra A (Banjarnegara) Ahza Danis Alby (Nganjuk) Iffat Naratama (Palembang) KU 14 Tahun Dwi Waseso P (Pati) M Falichul Isbah (Sukoharjo) Rafif Zakhwan (Surabaya) Danio Putra Lubis (Aceh) KU 16 Tahun M Aryasatya Dwi T (Sukoharjo) Raja AGB (Semarang) Syawal Noor Kaluku (DKI Jakarta) Raffa Rizky Ramadhan (DKI JKT) KU 18 Tahun Prawara Mulya Laksana (Batam) Noorsyahyana R Albana (Bantul) I Gusti Gde Satria P (NTB) Aidan Hana Indrayana (Semarang) Tunggal Putri KU 10 Tahun Kirana Nadya PW (Tanggerang) Freia Madison H (Surabaya) Maryam Aleena BS (Blitar) Zahira Zee Az Zahra (Gresik) KU 12 Tahun Carolina Lantemona (Kendari) Dewi Ayu Anargya (Gresik) Alyssa Shakira A (Bogor) Saafia Devani Putri (Solon) KU 14 Tahun Kirana Zahra W (Tulungagung) Anastasya P A (Purwokerto) Anisa Zahra (Bojonegoro) Putu Dyvania T (Tabanan) KU 16 Tahun Kheista Rizqi AS (Kediri) Getsa Zainie (Semarang) Amelia Putri T (Bogor) Khanza R Zahira (Batam) KU 18 Tahun Cantik Qurani RR (Batu) Faiza Queena S (Bandung) Noya Myeisha NR (Batu) RR Nashwa Nafeesha (Surabaya) Ganda Putra KU 10 Tahun Nadees AA (Sleman)/M Raffasya Al Busra (Malang). Zaky Hildan P (Tranggelek)/Prasena Wira Natakusuma (Sumenep). Albarra AG (Mataram)/Anakta Hasbi MN (NTB). James Edrick/Josh Antony (Surabaya) KU 12 Tahun M Hafidz Izzadin A (Pekalongan)/ Raffasya Putra AR (Banjarnegara). Azka Putra R (Pekalongan)/Raihan Noor Kaluku (DKI Jakarta) M Faid R (Makasar)/Faidzh RF (Aceh) Al Zayki Zio A (Bogor)/ M Gibran Widiandary (Tegal) KU 14 Tahun Rafif Zakhwan Affandi/Cristiano Federer Tjahyo (Surabaya) M Azka Pradita Pasha (Lampung)/ M Naufal A (Sampang) Dwi Waseso P/Aditrta GP (Pati) Danio Putra L (Aceh)/M Abrisam Tsaqib (Surabaya). KU 16 Tahun Ziyad Hammas (Solo)/Raffa RR (DKI Jakarta) Bima Putra W (Tulungagung)/Raka Aiustha GB (Semarang) Imam Al-Zikri Suwandi (Riau)/ M Aryasatya Dwi T (Sukoharjo) Revano Rhodez R (DKI JKT)/M Ghossan Islammaaleeq (Sleman). KU 18 Tahun Rangga Wisnu KR (Sukoharjo)/Aidan Hana Indayana (Semarang) Tyaga Hijra K/Dino Alex Vergusoen (Surabaya). I Gusti Gede Satria P (NTB)/Prawara Mulya Laksana (Batam) Tito Bima Adha A (Bojonegoro)/Noorsyahyana Rifqi A (Bantul)

Janice dan Aldila Raih Gelar Juara Ganda Chennai Open

Janice dan Aldila

Duo petenis Indonesia Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi berhasil meraih gelar ganda WTA 250 Chennai Open di India. Janice/Aldila yang menempati unggulan kedua sukses mengalahkan unggulan teratas pasangan Australia-Rumania Monica Niculescu/Storm Hunter dengan skor 7-5, 6-4, demikian WTA. Keduanya sukses mengonversi empat dari enam break point atau sekitar 66,7 persen lebih banyak dari lawannya yang mengonversi dua dari empat peluang break point. Servis kuat masih menjadi senjata besar Aldila dan Janice dengan 77,5 persen poin servis pertama. Duet petenis Indonesia tersebut juga mencatatkan satu ace selama satu jam 21 menit laga final berlangsung. Dalam perjalanan meraih gelar, Janice/Aldila harus mengalahkan petenis Indonesia lainnya, yakni Priska Nugroho, yang berpasangan dengan Sofya Lansere pada babak pertama dengan rubber set. Selanjutnya, Janice/Aldila melangkah mulus ke semifinal dengan kemenangan straight set atas pasangan tuan rumah. Namun, mereka mendapatkan perlawanan cukup keras dari pasangan India lainnya pada semifinal untuk menyelesaikan pertandingan dengan rubber set. Gelar di Chennai merupakan gelar bersama pertama ganda WTA bagi pasangan Janice dan Aldila. Pada awal Oktober mereka sukses menjuarai ajang di Suzhou, namun gelar tersebut tidak masuk dalam hitungan WTA dikarenakan ajang level 125 WTA serupa dengan Challenger. Bagi Janice, kemenangan tersebut merupakan gelar kedua setelah meraih gelar ganda WTA 250 Guangzhou Open di China pekan lalu. Chennai Open juga menjadi saksi kesuksesan Janice meraih gelar tunggal WTA pertama, melengkapi kesuksesan sebelumnya, menjuarai WTA 125 Jinan di China pada pertengahan Oktober.

Janice Tjen Juara dan Cetak Sejarah di Chennai

Janice Tjen Juara dan Cetak Sejarah di Chennai Open 2025

Petenis muda Indonesia, Janice Tjen , mengukir sejarah usai keluar sebagai juara Chennai Open 2025. Pasalnya, Janice berhasil memecahkan puasa gelar tunggal putri di turnamen WTA Tour selama 23 tahun lamanya. Janice mengunci gelar juara usai kalahkan Kimberly Birrell lewat dua set langsung dengan skor 6-4 dan 6-3. Pertandingan tersebut berlangsung di SDAT Tennis Stadium, Chennai, India, Minggu (2/11/2025) malam WIB. Kemenangan yang berhasil dikunci itu juga sekaligus mengakhiri puasa gelar tunggal putri Indonesia di WTA Tour selama 23 tahun. Terakhir kali, petenis Indonesia yang menjuarai rangkaian WTA Tour adalah Angelique Widjaja pada 2002 silam. “Kemenangan ini memecah puasa gelar tunggal putri di WTA Tour selama 23 tahun sejak Angelique Widjaja menjuarai Pattaya Open tahun 2002,” tulis akun instagram resmi PELTI, Senin (3/11/2025). Kesuksesan Janice di Chennai Open 2025 sekaligus mempertegas bahwa dirinya sudah berada di level elite dunia. Gelar juara tersebut juga membuat ranking WTA dirinya melesat 29 tingkat ke peringkat 53 dunia. “Sangat fantastis dan mungkin belum pernah terjadi sebelumnya. Terus melangkah, Janice! Indonesia bangga padamu!,” lanjut PELTI.

Janice Tjen Sabet Gelar Juara WTA Pertama di China

Swafoto Janice Tjen Bersama Sang Pelatih

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen berhasil menjuarai WTA 125 Jinan Open di China, Sabtu, seusai mengalahkan petenis Hungaria Anna Bondar dengan 6-4, 4-6, 6-4. Unggulan ketiga dalam turnamen itu sukses menaklukkan lawannya yang merupakan unggulan kedua dalam dua jam 25 menit, demikian catatan WTA. Meski lawan mencatatkan ace lebih banyak, Janice menciptakan lebih banyak peluang break point — mengonversi tiga dari 11 — dengan servis menjadi senjata kuatnya. Dalam perjalanannya meraih gelar di Jinan, Janice harus berjuang keras pada babak pembuka. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu kemudian menang straight set pada babak kedua dan perempat final. Ia sempat kesulitan pada semifinal tetapi sukses menundukkan lawannya yang unggulan keenam untuk mencapai babak akhir. Kemenangan Jinan Open menjadi gelar pertama di sektor tunggal bagi Janice dalam sirkuit tur WTA. Sebelumnya, Janice bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi meraih gelar ganda WTA 125 Suzhou di China pada awal bulan ini. Sebelum tur Asia, petenis yang kini berada di peringkat 98 dunia itu menjadi runner up dalam debut WTA-nya pada ajang WTA 250 Sao Paulo di Brasil pada pertengahan bulan lalu, yang menjadi batu loncatan peringkatnya dari 130 dunia melesat ke-103 dunia. Gelar Jinan Open juga menambah daftar kesuksesan Janice pada tahun ini setelah berhasil tampil di Grand Slam perdananya, US Open. Di turnamen major lapangan keras Amerika Serikat itu Jancie tidak pernah kalah set pada tiga pertandingan babak kualifikasi untuk lolos ke babak utama. Ia tampil gemilang dengan kemenangan babak pertama atas Veronika Kudermetova sebelum dikalahkan oleh Emma Raducanu di babak kedua. Janice juga mencatatkan sejarah dengan mengakhiri penantian panjang Indonesia akan kehadiran petenis tunggal putri di Grand Slam, setelah terakhir kali diwakili oleh Angelique Widjaja pada US Open 2004. Menurut catatan WTA, sebelum tiba di New York untuk kualifikasi US Open, Janice telah memenangi 45 dari 50 pertandingan profesional terakhirnya. Selama periode tersebut, ia mencapai sembilan final ITF, memenangi enam gelar, dan naik lebih dari 200 peringkat — dari nomor 371 ke nomor 149. Sumber: ANTARA

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Juara WTA 125 Suzhou

Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen

Duet atlet tenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen berhasil menjadi juara Ganda Putri WTA 125 Suzhou di Cina pada 5 Oktober 2025 usai menang dari pasangan petenis Polandia-Jepang, Katarzyna Kawa/Mokoto Ninomiya dengan skor 6-4, 6-3 pada pertandingan yang berlangsung 1 jam, 14 menit. “Selamat kepada Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen yang telah meraih gelar juara ganda putri WTA 125 Suzhou. Prestasi ini sangat membanggakan Indonesia di kancah dunia,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. “Terima kasih atas kerja keras kalian, semoga ini menjadi motivasi untuk meraih gelar juara berikutnya,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. “Momen ini menjadi bukti bahwa atlet tenis Indonesia mampu berprestasi di tingkat dunia. Saya berharap, akan muncul atlet-atlet tenis lainnya yang mengikuti jejak Aldila dan Janice,” sambungnya. Kedua pasangan ini juga merupakan peraih medali perunggu Asian Games 2023 Hangzhou. “Terima kasih atas pembinaan yang dilakukan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP.Pelti) yang dipimpin Bapak Nurdin Halid dan juga KONI Provinsi, karena melakukan pembinaan dengan baik, mulai sosialisasi, penjaringan, hingga penyaringan sampai mendapat atlet bertalenta,” lanjutnya.

ITF Widjojo Soejono ke-42 Digelar, Hadirkan 20 Negara dan 550 Atlet

ITF Widjojo Soejono ke-42

Turnamen tenis internasional bergengsi, ITF Widjojo Soejono International Junior Championships edisi ke-42, pada tahun ini resmi dimulai pada Senin (29/9/2025). Ajang warisan dari penggagas turnamen tenis berkelas internasional ini, almarhum Widjojo Soejono, kembali menjadi panggung bagi atlet muda berbakat dari dalam dan luar negeri. Putra Widjojo Soejono, Roy Pandu Widjojo menegaskan bahwa pelaksanaan turnamen ini adalah bentuk amanah keluarga untuk terus melanjutkan perjuangan Widjojo Soejono dalam memajukan tenis Indonesia. “Meskipun beliau sudah tiada, semangatnya tetap hidup. ITF Widjojo Soejono ini bukan hanya turnamen, tetapi juga kesempatan emas bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk bertanding di level internasional tanpa harus keluar negeri,” ujar Roy. Turnamen yang masuk kalender resmi International Tennis Federation (ITF) dan Pengurus Pusat PELTI ini tercatat diikuti oleh 20 negara dengan total 550 atlet dari berbagai kelompok usia. Khusus kategori internasional junior, jumlah peserta mencapai 120 atlet yang siap bersaing memperebutkan poin ranking dunia. Ketua Pengprov PELTI Jatim, Ismed Jauhar, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan baik dari jumlah peserta maupun kualitas pertandingan. “Turnamen ini menjadi ajang berjenjang. Atlet usia 8 hingga 16 tahun di level nasional, kemudian bisa melanjutkan ke level internasional di usia 18. Banyak jebolan turnamen ini yang kemudian berprestasi di ajang dunia, seperti Aldila Sutjiadi dan Janice Chen,” katanya.

Akhiri Penantian 21 Tahun, Petenis Indonesia Tembus US Open 2025

Janice Tjen

Petenis muda Indonesia, Janice Tjen berhasil mengukir sejarah dengan lolos ke babak utama US Open 2025. Ia menjadi atlet tenis tanah air pertama yang mencatatkan pencapaian tersebut di Grand Slam kategori tunggal sejak Angelique Widjaja di US Open 2004. Adapun Janice Tjen lolos ke babak utama setelah tampil dominan melawan wakil Jepang Aoi Ito dalam kualifikasi tunggal putri round 3 yang digelar Jumat (22/8/2025) malam WIB. Peraih medali perunggu Asian Games 2022 Hangzhou di nomor ganda putri itu menang dua set langsung dengan skor 6-1 serta 6-2. “(Hasil) ini sangat berarti buat saya. Saya berusaha agar tidak terlalu memikirkan (kelolosan ke babak utama) dan hanya mencoba memberikan yang terbaik lalu membiarkan hasilnya membawa saya,” ujar Janice Tjen pasca laga, dilansir dari Washington Post. “Akan tetapi, keberhasilan mengulang (pencapaian) ini lagi setelah lebih dari 20 tahun, rasanya luar biasa,” sambung petenis berusia 23 tahun tersebut. Adapun selepas keberhasilan mencapai babak utama US Open 2025, Janice Tjen selanjutnya telah dinanti oleh Veronika Kudermetova di partai pertama. Wakil Indonesia menghadapi lawan cukup berat sebab Kudermetova diketahui merupakan petenis unggulan ke-24 turnamen berusia 28 tahun. Duel antara keduanya akan digelar pada Minggu (24/8/2025) pukul 13.00 waktu setempat atau Senin (25/8/2025) pukul 00.00 WIB. Keberhasilan menembus babak utama US Open 2025 tak ayal menambah panjang daftar pencapaian Janice Tjen tahun ini. Sebagai informasi, atlet kelahiran Jakarta, 6 Mei 2002 itu sempat menjadi finalis urnamen ITF W75 Lexington dan ITF W100 Landisville awal bulan ini. Pencapaian ini langsung mendongkrak posisinya hingga berhasil menempati peringkat 200 besar dunia. Sebelumnya, Janice Chen juga sukses menyabet predikat ITF Player of the Month edisi Mei dan Juni menyusul keberhasilan dia mengukir 42 kemenangan set secara berturut-turut.

Kejurnas Tenis Junior IMTC-Wamenhan Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda

Kejurnas Tenis Junior Piala IMTC-Wamenhan RI

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Junior Piala IMTC-Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Republik Indonesia resmi dibuka Selasa (5/8) dan akan berlangsung hingga Minggu (10/8). Ajang tersebut digelar di dua lokasi, yakni Lapangan Tenis Kementerian Pertahanan Cawang, dan Lapangan Tenis Bea Cukai Rawamangun, Jakarta Timur. Ada 300 peserta yang berasal dari 82 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Peserta tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, dan Sumatra, juga dari Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Wamenhan RI, Donny Ermawan Taufanto secara resmi membuka kejuaraan tersebut, menyampaikan harapannya bahwa ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan bela negara. “Melalui kegiatan olahraga seperti tenis ini, kita berharap dapat melahirkan atlet-atlet muda yang tidak hanya berprestasi di dalam negeri, tetapi juga mampu berlaga di ajang internasional,” ujar Wamenhan. Sementara itu, Direktur IMTC (Irawati Moerid Tennis Competition), Irawati Moerid, menambahkan bahwa para petenis junior yang mengikuti kejuaraan ini adalah akar rumput yang sangat penting dalam pembentukan bibit atlet nasional. “Mereka adalah calon-calon petenis yang akan membawa nama Indonesia di panggung internasional di masa mendatang,” kata Irawati yang merupakan mantan petenis nasional. Kejurnas Tenis Junior Piala IMTC-Wamenhan merupakan kejuaraan yang diakui oleh Pengurus Besar Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PB Pelti). Para peserta di ajang ini akan memperoleh poin yang akan menentukan peringkat nasional mereka, sehingga memberikan motivasi tambahan bagi para petenis muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kejuaraan yang berlangsung selama enam hari ini diharapkan menjadi ajang rutin yang dapat terus mengembangkan prestasi tenis junior Indonesia sekaligus memperkuat semangat bela negara melalui olahraga. Kejurnas dimeriahkan dengan eksibisi Wamenhan Donny Ermawan Taufanto dan Irjen Kemenhan Rui Fernando Guedes Palmeiras Duarte. Sumber: Media Indonesia

Ratusan Atlet Muda Ramaikan Kejuaraan Nasional TDP UI Open Junior

Universitas Indonesia (UI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembinaan olahraga nasional dengan menggelar Kejuaraan Nasional TDP UI Open Junior 2025. Turnamen tenis junior ini digelar di Lapangan Tenis UI, Kampus Depok, mulai 7 hingga 13 Juli 2025. Sebanyak 125 atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka bersaing dalam kategori usia 12, 14, dan 16 tahun, mewakili 25 kota besar di Indonesia. Kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian turnamen resmi hasil kerja sama UI dengan Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI). Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi wadah penting dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai sportivitas sejak usia dini. Tujuannya selaras dengan misi kampus UI Open, yakni menyediakan ruang bagi para petenis muda untuk mengasah kemampuan, meraih poin, membangun mental bertanding, serta menjadi bagian dari pembinaan nasional. “Selaku civitas akademika UI, kami merasa punya tanggung jawab untuk bersama-sama PELTI menyiapkan dan membangun talenta-talenta muda tenis yang kelak akan berkontribusi di tingkat lokal, nasional, regional, bahkan internasional,” ujar Ketua Panitia Kejuaraan TDP UI Open Junior 2025 Rahmat dikutip dari Metro Sport Metro TV pada Selasa, 8 Juli 2025. Ia juga menambahkan bahwa persiapan para atlet sangat serius, meliputi latihan fisik, teknik servis, serta penguatan mental agar siap bersaing dalam kompetisi bertaraf nasional. Kejuaraan ini diharapkan mampu mencetak generasi atlet tenis berprestasi yang siap tampil di berbagai ajang besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade di masa mendatang.

Keren! Janice Back-To-Back ITF World Tennis Tour Player of the Month

Janice Tjen

Petenis putri Indonesi,a Janice Tjen kembali dinobatkan sebagai “player of the month” untuk Juni oleh ITF World Tennis Tour, federasi tenis internasional penyelenggara turnamen tenis internasional tingkat pemula dan menengah. Ini merupakan bulan kedua beruntun Janice menyandang predikat tersebut setelah pada Mei petenis kelahiran Jakarta itu juga meraih penghargaan tersebut. “Terpilih sebagai Player of the Month lagi benar-benar sangat berarti bagi saya,” kata Janice dikutip dari laman resmi ITF, Jumat. “Saya sangat berterima kasih atas dukungan yang tak henti-hentinya dari pelatih, keluarga, dan sponsor saya. Kepercayaan mereka kepada saya telah membantu saya melewati setiap tantangan, dan saya tidak akan berada di tempat saya sekarang tanpa mereka.” Petenis berusia 23 tahun itu meningkatkan performanya pada Juni dengan empat gelar berturut-turut selama bulan tersebut sekaligus mencatatkan lima gelar dan 25 kemenangan pertandingan berturut-turut. Janice memulai Juni dengan performa gemilang di W15 Maanshan, di mana ia memenangi gelar tanpa kehilangan satu set pun, dan mengulangi prestasi itu satu pekan kemudian di W35 Luzhou. Ia mempertahankan momentumnya dengan mengklaim gelar terbesar dalam karirnya di W50 Taizhou, sekali lagi tanpa kehilangan satu set pun. Janice mempertahankan performa sempurnanya dengan gelar lainnya di W35 Taipei pada akhir bulan, meskipun kemenangan beruntun 42 set harus berakhir di babak kedua. Sebagai hasil dari kerja keras luar biasa pada Juni, Janice kini menjadi peraih gelar terbanyak di ITF World Tennis Tour tahun ini dengan enam gelar. Kini, Janice telah mengoleksi total 13 gelar World Tennis Tour atas namanya, dan semakin mendekati peringkat 200 teratas dalam peringkat WTA. Sumber: ANTARA

Ratusan Atlet Muda Kejar Trofi DETEC k3n7o3n9 OPEN 2025

DETEC k3n7o3n9 OPEN 2025

Turnamen tenis usia muda kembali hadir di Sukoharjo. Setelah kejuaraan internasional sukses digelar tiga pekan lalu, kali ini turnamen diadakan lagi di kabupaten tersebut. Dengan tajuk DETEC k3n7o3n9 OPEN 2025, turnamen yang merupakan Kerjunas TDP Junior ini bergulir mulai 29 Juni hingga 4 Juli 2025. Direktur Turnamen Anshari Nursida mengatakan, event nasional ini menjadi daya tarik para petenis tanah air. Buktinya, ratusan atlet muda berbondong-bondong menuju Sukoharjo. “Lebih dari 400 petenis junior dari berbagai kota di Indonesia mengikuti ajang ini,” kata Anshari Nursida melalui keterangan resminya, Senin (30/6). Menurut dia, Kejurnas kali ini menyajikan pertarungan bagi lima kelompok usia (KU), mulai KU 10 Red Ball, 12, 14, 16 dan 18 tahun, nomor tunggal dan ganda, baik putra maupun putri. Karenanya pertandingan pun tersebar dalam tiga lokasi, yakni lapangan tenis Stadion Gelora Merdeka dan Kridasena di Alun-Alun serta lapangan K7G di Bendosari. “Totalnya 10 hard court tersedia, enam di Stadion Gelora Merdeka, dua di Alun-alun Kridasena, dan dua lagi di Bendosari milik Akademi K7G,” jelas Anshari. Dijelaskan, petenis junior terbaik di Tanah Air telah siap memanaskan persaingan pada turnamen yang pernah terselenggara di Jakarta, Jogja dan Solo ini. Contohnya adalah Quora Princy yang bercokol di peringkat nasional nomor satu (PNP 1) KU 14. Petenis muda asal Banjarmasin (Kalimantan Selatan) itu menjadi unggulan teratas tunggal putri di kelompok usianya. Sementara M. Azka Azam Al Arsyad (PNP 3) menjadi unggulan pertama tunggal putra KU 16. “Semoga laga antar petenis junior terbaik Indonesia dalam turnamen ini bisa menjadi hiburan menarik bagi penggemar tenis di Sukoharjo dan kawasan Solo Raya,” ungkapnya.

Tim Tenis Indonesia Lolos Dari Degradasi Piala Billie Jean King Junior

Tim tenis putri Indonesia

Tim tenis putri Indonesia lolos dari degradasi kualifikasi zona 1 Asia/Oceania Piala Billie Jean King Junior yang berakhir Sabtu (17/5) di Shymkent, Kazakhstan. Pada ajang perebutan lambang supremasi tenis beregu putri yang dulu berlabel Piala Fed itu, Indonesia menempati peringkat ke-13 dari 16 peserta yang tampil. “Alhamdulillah tim nasional putri berhasil lolos degradasi,” ujar kapten tim Indonesia Irawati Moerid dalam keterangan resmi, Rabu. Tim yang diisi oleh petenis muda yakni Quirena Trea Assyifa, Khansa Putri Raga, dan Calista Rosiana berada di grup dua bersama Jepang, Taiwan, dan Malaysia. Tim Merah Putih mengakui ketangguhan Jepang 0-3 di laga pertama dan menelan kekalahan dengan skor serupa saat bersua Taiwan sebelym memetik kemenangan 2-1 atas Malaysia di laga pamungkas. Hasil di babak round robin itu membuat Indonesia terlempar dari babak perebutan peringkat delapan besar. Pada perebutan peringkat 9-16, Indonesia takluk dari Hong Kong dengan skor 0-3. Namun, pada penentuan peringkat 13 dan 14, Indonesia berhasil menaklukkan Filipina 2-1 dan Iran dengan skor sama 2-1 sehingga berada di peringkat ke-13. “Kami butuh banyak jam terbang karena pemain-pemain kita rata-rata belum memiliki pengalaman yang cukup di lapangan tanah liat,” ungkap Ira, sapaan akrabnya. Menurut Ira saat ini Indonesia tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara-negara Asia/Ocenia lainnya karena minimnya lapangan tanah liat serta regenerasi yang lambat. “Kita ketinggalan jauh dalam hal pemerataan dan pelapis antargenerasi,” tutur Ira yang menjadi bagian dari tim beregu putri yang sukses meraih medali perak beregu dan perunggu ganda putri pada Asian Games Beijing 1990 ini. Ira pun mengakui adanya perubahan besar dalam perkembangan tenis di mana Taiwan yang sebelumnya dianggap sebelah mata secara mengejutkan di final mampu menaklukkan Australia dengan skor 2-0. Piala Billie Jean King Junior merupakan ajang bergengsi yang diperuntukkan bagi pengembangan pemain-pemain muda. Petenis papan atas dunia di antaranya Iga Swiatek pernah memperkuat negaranya yakni Polandia di ajang ini.

Priska Kembali Raih Gelar Juara

W15 Maanshan 2025

Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah tenis internasional. Pada turnamen China Women’s 8 Maanshan 2025 – W15 Maanshan, Priska berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan wakil tuan rumah di partai final. Priska yang berstatus sebagai unggulan satu turnamen, mampu menaklukkan Chenting Zhu dengan skor 6-2 dan 6-4. Gelar juara ini menjadi gelar ke-9 milik Priska. Turnamen W15 Maanshan merupakan bagian dari rangkaian kompetisi ITF Women’s World Tennis Tour. Turnamen yang digelar sejak 12 hingga 18 Mei 2025 ini memperebutkan total hadiah sebesar 15000 USD. Sementara itu, saat ini Priska menempati peringkat 310 WTA Ranking dan 621 ITF Ranking.