Libas Tim Tuan Rumah 7-2, Okky Youth Soccer U-12 Jadi Juara SingaCup 2018

Tim Okky Youth Soccer (OYS) U-12 sukses menekuk tuan rumah, JSSL Singapura, dalam final turnamen SingaCup 2018 U12. Laga yang berlangsung di The Cage Sports Park, Turf City, Singapura ini, OYS menang telak 7-2, pada Rabu (8/11). (istimewa)

Singapura- Tim Okky Youth Soccer (OYS) U-12 akhirnya sukses mengalahkan tim tuan rumah, JSSL Singapura, dalam babak final turnamen SingaCup 2018 U12. Laga yang berlangsung di The Cage Sports Park, Turf City, Singapura ini, OYS menang telak 7-2, pada Kamis (8/11). Asisten Pelatih, Ami Handayani mengaku bila daya juang yang luar biasa dari para pemain, membuat mereka mampu mengatasi perlawanan JSSL Singapura dengan kemenangan telak 7-2. Masing-masing gol tersebut ditorehkan oleh Mokhamad Hanif (lima gol), Hidayatulloh dan Catur Bima R. “Hari ini anak-anak bermain luar biasa, tanpa beban dan di luar ekspektasi. Semua lini memiliki peran masing-masing untuk menjuarai laga final ini. Tekad dan semangat anak-anak adalah kunci kemenangan pada partai final ini. Selamat dan sukses buat anak anak hebat tim Okky Youth Soccer 2018,” ujarnya penuh kebahagiaan. Lebih jauh Ami menambahkan, permainan anak-anak Okky Youth Soccer Team setiap hari menunjukkan kemajuan. “Komunikasi pemain di lapangan juga cukup baik, kondisi fisik makin bagus. Walau partai final berlangsung di tengah cuaca panas tetapi anak-anak tetap penuh semangat bermain demi mengharumkan nama Indonesia,” tuturnya. Saat bertanding di fase perempat final, tim asuhan Asep Padian ini, mampu unggul 5-0 tim asal Australia, Football West. Lolos ke babak semifinal, mereka harus berjumpa tim sesama Indonesia, Bandung Pro United. Di partai ini, OYC Team sempat tertinggal 2 gol. Namun menit ke-20, Dhimas mencetak satu gol dan merubah skor 2-1. Pada babak ke 2, OYC bermain spartan dengan semangat sangat tinggi. Hasilnya, menit ke 38, Dhimas kembali menambah satu gol, dan menyamakan kedudukan 2-2. Selanjutnya di menit ke-45, OYC berbalik unggul, dan Hanif menjadi penentu kemenangan OYC, menjadi 3-2. Hasil ini membawa OYC melaju ke partai puncak Singacup 2018 U12. “Selain konsisten, anak-anak mampu bermain tenang, disiplin dan mendengarkan arahan pelatih. OYC Team juga mendapat apresiasi dari peserta dan supporter lain karena karakter mereka yang selalu ceria dan mau menolong. Mereka bermain dengan sportif, gembira, dan menunjukkan kepedulian tinggi pada tim lawan yang terjatuh.” ujarnya. 16 pemain yang berlaga di U-12 Singacup 2018 ini adalah hasil seleksi Okky Youth Soccer League (OYSL) 2018 dan talent scouting dari eks pemain Timnas era 80an, Dede Sulaiman dan Berti Tutuarima pada Okky National championship 11 September 2018 lalu. Para pemain menjalani training centre (pemusatan latihan) selama 7 hari di Sentul, Bogor, Jawa Barat, serta sejumlah laga persahabatan. Selama TC, OYS juga menjalani kegiatan di antaranya kunjungan ke pabrik PT. Suntory Garuda Beverage, produsen Okky, di Gunung Putri, serta studi banding ke Cipta Cendikia Football Academy. Okky Youth Soccer League (OYSL) 2018 merupakan program yang bertujuan mengembangkan bibit persepakbolaan Tanah Air yang dilaksanakan sejak 2017 oleh PT. Suntory Garuda Beverage (SGB) bekerjasama dengan Kemenpora dan Indonesia Junior Soccer League (IJSL). SGB merupakan perusahaan joint venture Suntory Jepang dan Garuda Food. Saat 2017, turnamen U-12 OYSL hanya hadir di Jabodetabek.Namun, mulai 2018, turnamen U-12 OYSL sudah hadir di enam kota besar, yakni Surabaya, Bandung, Malang, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta. (art)

Persija Jakarta U-19 Masih Sanggup Menatap Semifinal, Usai Dipermak 0-4 dari Persib Bandung

Persija Jakarta U-19 (oranye) harus takluk 0-4 dari Persib Bandung U-19, di pertandingan pertama babak 8 besar Liga 1 U-19 2018. Namun, peluang The Young Tiger menuju fase semifinal Liga 1 U-19 2018 sebenarnya masih terbuka lebar. (goal.com)

Jakarta- Persija Jakarta U-19 harus mengakui keunggulan Persib Bandung U-19 di pertandingan pertama babak 8 besar Liga 1 U-19 2018. Skuat berjuluk The Young Tiger itu harus takluk dari Persib U-19 dengan skor 0-4 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, pada Rabu (7/11). Persija U-19 masih berpeluang melaju ke babak selanjutnya asal menyapu bersih dua laga terakhir kontra PSM Makassar dan Persebaya Surabaya. Menurut asisten pelatih Persija u-19, Washiyatul Akmal, mengungkapkan kekalahan ini tak lepas dari cederanya yang dialami sang kapten, Desly Nur. “Sejatinya anak-anak bermain bagus namun kurang beruntung. Cederanya Desly Nur sedikit berpengaruh tim. Terutama keseimbangan di permainan kami,” ujar Akmal pada Kamis (8/11). Kekalahan ini membuat staff pelatih Persija U-19 harus memutar otak untuk tampil maksimal di dua pertandingan terakhir. Akmal melakukan evaluasi kesalahan yang dilakukan para pemain di pertandingan kali ini. “Kami akan perbaiki lewat rekaman video, agar kesalahan kami tak terulang di pertandingan selanjutnya,” tutur Akmal. Sekedar catatan, pada musim 2017, Persija U-19, gagal lolos ke babak delapan besar. Dari 10 kali bermain, tim yang saat itu diasuh Jan Saragih hanya meraih 12 poin. Memakai GOR Ciracas, Jakarta Timur, sebagai kandang, The Young Tiger mengoleks tiga kali menang, tiga kali imbang, dan empat kali kalah. Akhirnya, Bhayangkara U-19 yang mengoleksi 16 poin, menemani Persib Bandung U-19, lolos ke 8 besar Liga 1 U-19 musim 2017. Di partai selanjutnya, Persija Jakarta U-19 akan ditantang oleh PSM Makassar U-19, pada Jumat (9/11), dan menghadapi Persebaya Surabaya U-19, pada Minggu (11/11). (art)

Gagal Sumbang Medali di Kejuaraan Dunia WKF Spanyol, Peringkat Karateka 20 Tahun Ini Diyakini Naik Signifikan

Meski Rifki Ardiansyah Arrosyiid (sabuk merah) takluk di tangan karateka asal Latvia, Kalvis Kalnins 0-2, dalam kondisi cedera kaki kanan pada Rabu (7/11), ia diyakini berpeluang besar menambah peringkat dunianya, karena berhasil lima kali tampil dalam Kejuaraan Dunia WKF, di Madrid, Spanyol. (Koran SINDO)

Madrid- Meski gagal merebut medali, dua karate Indonesia berpeluang besar naik peringkat dunianya karena berhasil lima kali tampil di Kejuaraan Dunia WKF di Madrid, Spanyol. Mereka adalah Cokorda Istri Agung Sanistyarani dan Rifki Ardiansyah Arrosyiid. Cokie, panggilan Cokorda Istri Agung Sanistyarani misalnya, mampu lolos babak perempat final kumite -55 kg putri pada laga hari kedua, Rabu (7/11) waktu setempat. Pada babak pertama, karateka peringkat 16 dunia itu menaklukkan karateka Selandia Baru, Alison Oliver dengan skor 6-3. Di babak kedua, menundukkan andalan Israel Rotem Efroni 2-1, dan babak ketiga mengalahkan Jovana Georgieva asal Makedonia, dengan skor 1-0. Bahkan, pada babak keempat dia tampil menggila dengan menghabisi karateka Slovakia, Viktoria Semanikova 5-4. Sayangnya pada babak perempat final, peraih medali perunggu Asian Games 2018 Jakarta-Palembang itu gagal memanfaatkan momentum kemenangan. Dia justru takluk di tangan karateka Jepang, Sara Yamada dengan skor telak 0-4. Padahal, andai bisa bertahan, bukan mustahil wanita kelahiran Klungkung, Bali, 31 Desember 1994 ini, memecahkan rekor medali perunggu kejuaraan dunia yang pernah dicatatkan Dony Dharmawan, pada Kejuaraan Dunia WKF di Finlandia, pada 2006. Yang lebih sial lagi, langkah Yamada pun terhenti di babak semifinal, usai takluk dari karateka Polandia, Dorota Banaszczyk, dengan hantei usai kedudukan 0-0. Alhasil, harapan Cokie mendapatkan babak repechage, guna memperebutkan medali perunggu pun hilang seketika. “Saya kurang beruntung, karena karateka Jepang yang mengalahkan saya, justru kalah hantei dari lawannya,” ujar Cokie, di Madrid. Kondisi sama dialami Rifki, peraih emas Asian Games 2018. Pemilik peringkat 128 WKF itu, juga gagal merebut medali di kejuaraan dunia ini. Pemuda kelahiran Surabaya 24 Desember 1997 ini, menyerah pada pertandingan ketiga babak repechage kumite kelas -60 kg putra. Dia takluk di tangan karateka asal Latvia, Kalvis Kalnins 0-2, dalam kondisi cedera kaki kanan. Jika sanggup menahan serangan Kalnins, anggota TNI AD ini dipastikan menjejaki prestasi Dony. Apalagi, Rifki hanya tinggal selangkah mewujudkan ambisi itu. Pada babak pertama repechage, ia menang hanshoku atas karateka Kroasia, Kristijan Lackovic, dan menyudahi karateka Inggris, Cuba Parris. Babak repechage didapatnya, paska menundukkan peringkat 5 dunia asal Brasil, Douglas Brose, pada babak kedua. Sayang, dia gagal memanfaatkan momentum usai ditekuk karateka Jepang, Naoto Sago, dengan skor akhir 1-6. “Sebetulnya saya optimistis, dia bisa merebut medali perunggu, jika melewati karateka Latvia itu. Tapi, karena lutut Rifki cedera, dia sulit mengatasi ketertinggalan poin dari Kalnins,” ujar Pelatih Kepala, Syamsuddin. Meski begitu, Syamsuddin yakin, pencapaian Rifki akan mengatrol peringkat dunianya yang saat ini 128 WKF. Sebab, poin yang disediakan pada kejuaraan dunia ini, merupakan yang tertinggi, dari kejuaraan-kejuaraan WKF lainnya, seperti WKF Premier League dan Seri A. Fakta menunjukkan, setelah Rifki lima kali tampil di Kejuaraan WKF Seri A, di Santiago, Chile, September lalu, peringkat dunia prajurit yang berpangkat sersan satu TNI ini langsung melesat, dari 329 WKF menjadi 128 WKF. “Saya sangat yakin, peringkat Cokie maupun Rifki, bakal naik signifikan, hasil lima kali penampilan mereka di Madrid. Dan, bukan mustahil, rankingnya langsung masuk 50 besar WKF. Ini jadi bekal positif mendapatkan tiket ke Olimpiade 2020 Tokyo,” jelasnya. Syamsuddin mengatakan, untuk lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo, setiap karateka harus bisa masuk peringkat 100 besar dunia pada 2018. Sementara pada 2019, mereka harus lolos ke 50 besar dunia, guna mengamankan tiket ajang mulitievent dunia itu. Selain Rifki dan Cokie yang bertanding pada hari kedua kejuaraan dunia karate di Madrid, dua karateka Indonesia lain juga turut tampil. Mereka adalah Sandi Firmansyah (kumite -75 kg putra) dan Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg putri). Namun, langkah mereka tak seberuntung Cokie dan Rifki. Sandi kalah dari karateka nomor 5 dunia asal Jepang, Ken Nishimura 0-3 pada babak pertama, sementara Sari harus takluk di tangan karateka dari Aljazair, Imane Taleb 0-5 pada babak kedua. Sebelumnya, pada babak pertama, Sari unggul atas karateka Bulgaria, Kristina Svilenova 3-1. (art)

Tampil Spartan di Laga Perdana 8 Besar, Persib U-19 Libas Macan Kemayoran Dengan Skor Telak 4-0

Selebrasi gelandang serang Persib Bandung U-19, Beckham Putra Nugraha (13), usai melakukan hattrick ke gawang Persija Jakarta U-19, dalam laga perdana babak 8 besar Liga 1 U-19 2018 Grup A, di Stadion Moch. Soebroto, Kota Magelang, Jawa Tengah. Persib menang telak 4-0 atas Macan Muda Kemayoran. (Pesib.id)

Magelang- Persib Bandung U-19 mengawali babak 8 besar Liga 1 U-19 2018 Grup A dengan kemenangan. Tiga poin didapat pada partai “El Clasico Junior” kontra Persija Jakarta U-19. Partai di Stadion Moch. Soebroto, Kota Magelang, Rabu (7/11), selesai dengan skor telak 4-0. Persib mengalahkan Persija. Beckham Putra Nugraha menjadi bintang kemenangan Maung Bandung junior. Topscorer Liga Pelajar U-16 2016 itu, mencetak hattrick gol ke gawang Persija. Gol-gol adik kandung pemain Persela Lamongan hasil pinjaman dari Persib, Gian Zola Nasrullah ini, tercipta pada menit ke-45, 75’, dan 85’. Satu gol lainnya dihasilkan Ilham Qolba. Namun, laga sempat terhenti di menit-menit akhir, lantaran banyaknya penonton yang tiba-tiba berhamburan ke lapangan. Situasi ini membuat wasit menghentikan pertandingan beberapa saat. Dengan hasil kemenangan ini, anak asuh Budiman Yunus itu, kini memuncaki klasemen Grup A sementara. Di bawah Persib ada PSM Makassar U-19, yang di waktu bersamaan di Stadion Gemilang, Kab. Magelang, mengalahkan Persebaya Surabaya U-19, dengan skor tipis 1-0. Di laga berikutnya, Maung Ngora akan menghadapi Persebaya U-19, pada Jumat (9/11). Ini merupakan ulangan dari penyisihan grup lalu, saat kedua tim sama-sama satu grup. Sementara, Persija U-19 selanjutnya bentrok menghadapi PSM U-19, dihari yang sama. Semua laga Grup A dimainkan di Kota Magelang, Jawa Tengah, dengan memakai Stadion Moch Soebroto dan Stadion Gemilang. (art)

Jasa Para “Pemain Berpengalaman” Timnas U-16 Kini Mulai dibidik Klub Liga 1

Winger jebolan Timnas U-16 yang kini membela Persib Bandung U-16, Amanar Abdillah (63), saat tampil melawan PSMS Medan U-16, di SPOrT Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, pada Minggu (4/11). Pertandingan ini merupakan partai di Grup A Elite Pro Academy PSSI U-16. (persib.co.id)

Jakarta- Amiruddin Bagas Kaffa dan Amiruddin Bagus Kahfi resmi menyusul jejak para pemain jebolan Timnas U-16 yang bergabung ke klub Liga 1. Si kembar Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi, resmi bergabung dengan tim junior Barito Putera. Keputusan Bagas dan Bagus membela tim Liga 1, menyusul rekan-rekannya eks timnas U-16 yang merapat ke klub dalam negeri. Keduanya menyusul Muhammad Yudha Febrian, yang lebih dulu bergabung dengan Barito Putera. Sebelum Bagas dan Bagus, kapten Timnas U-16, David Maulana, memutuskan akan membela tim junior PSMS Medan. Hal itu disampaikan melalui cuitan akun Twitter @PSMSnews pada 27 Oktober lalu. Gelandang pengatur serangan Timnas U-16 itu diproyeksi tampil di tim senior PSMS mulai musim depan. Sementara itu, tandem David Maulana di lini tengah Garuda Asia, Andre Oktaviansyah, memutuskan untuk membela PS Tira. Selepas membela Timnas U-16 di Piala Asia U-16, Andre langsung menerima pinangan dari PS Tira. “Iya saya langsung diminta bergabung dengan PS Tira U-16 yang sedang ada kompetisi Liga 1 U-16,” kata Andre. “Saya langsung bergabung dan bersiap melawan PSMS Medan besok harinya,” ucap pemain bernomor punggung 8 tersebut, pekan lalu. Dua pemain lainnya jebolan timnas U-16, Brylian Aldama dan Ernando Ari Sutaryadi, juga sudah menentukan pilihannya dan merapat ke klub Persebaya Surabaya. Laman resmi Persebaya.id resmi mengonfirmasi kepindahan kedua pemain yang berposisi sebagai gelandang dan kiper itu. Persib Bandung juga berhasil mendapatkan salah satu talenta dari Timnas U-16. Dialah Amanar Abdillah. Winger lincah asal Lhokseumawe, Banda Aceh ini, telah memperkuat Maung Ngora, pada kompetisi Liga 1 Elite Pro Academy U-16. Awal November ini, bomber Timnas U-16, Sutan Diego Zico, membubuhkan tanda tangannya menjadi bagian skuat Persija Jakarta. Sebelumnya, Di kubu Macan Kemayoran, sudah ada anggota Timnas U-16 yang lebih dahulu bergabung, yakni kiper, Muhammad Risky Sudirman, serta bek kiri yang masih berusia 15 tahun, Muhammad Uchida. (art) Daftar Skuat Timnas U-16 di Tim Liga 1 1. Ernando Ari Sutaryadi (Persebaya Surabaya/Kiper) 2. Brylian Aldama (Persebaya Surabaya/Gelandang) 3. David Maulana (PSMS Medan/Gelandang) 4. Andre Oktaviansyah (PS Tira/Gelandang) 5. Amiruddin Bagas Kaffa (Barito Putera/Bek) 6. Amiruddin Bagus Kahfi (Barito Putera/Striker) 7. Muhammad Yudha Febrian (Barito Putera/Bek) 8. Amanar Abdillah (Persib Bandung/Striker) 9. Sutan Diego Zico (Persija Jakarta/Striker) 10.Muhammad Risky Sudirman (Persija Jakarta/Kiper) 11.Muhammad Uchida (Persija Jakarta/Bek)

Ikat Kontrak Hingga Lima Tahun, Barito Putera Resmi Dapatkan Bintang Kembar Timnas U-16 Bagas-Bagus

Klub Liga 1 asal Kalimantan Selatan, Barito Putera resmi mengontrak selama lima tahun, duet kebar bintang Timnas U-16 asal Magelang, Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi (kiri), dan Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri (kanan), atau Bagas-Bagus. (twitter/@PSBaritoPutera)

Banjarmasin- Klub Liga 1 asal Kalimantan Selatan, Barito Putera menyatakan resmi mengontrak Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi dan Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri, atau Bagas-Bagus, bintang Timnas U-16. Manajer Barito Putera, H Hasnuryadi Sulaiman HB, pada Selasa (6/11), menyebut Bagas dan Bagus, serta bek kiri Timnas U-16, Mochamad Yudha Febrian, resmi dikenalkan kepada para suporter, saat laga Barito Putera vs PS Tira, Senin (5/11) malam, di Stadion 17 Mei Banjarmasin. “Sudah resmi kami nyatakan, mereka bergabung di keluarga Barito Putera,” papar Hasnuryadi. Hasnuryadu mengatakan, jika Barito Putera memberi perhatian pada bibit-bibit pesepak bola nasional untuk melanjutkan kiprahnya berlaga di klub profesional. “Ini sesuai cita-cita pendiri klub Barito Putera (Almarhum H Abdussamad Sulaiman HB) guna mencetak pesepak bola handal di negeri ini,” papar anggota DPR RI ini. Bagi dia, cita-cita pendiri klub adalah suatu hal yang sangat mulia bagi olahraga nasional, sehingga dirinya sebagai penerus akan berkomitmen mewujudkan. Sebagai wujud nyata yang sudah dilaksanakan, papar Hasnuryadi, klub sepak bola Barito Putera U-16 dan U-19 sudah berlaga di kompetisi nasional, bahkan banyak mengukir prestasi. “Bahkan, tim junior ini banyak yang diambil timnas, dan beranjak ke level senior tim Barito Putera,” tuturnya. Ia berharap, si kembar Bagas dan Bagus betah bergabung dengan Barito Putera dengan durasi panjang yang mencapai 5 tahun. “Nanti manajemen yang mengatur dan menilainya, tapi saya sangat gembira mereka ini sudah mau bergabung dengan tim kita, ini akan jadi kebanggaan dan idola baru masyarakat Kalsel,” ujarnya. Sementara itu, Bagas menyatakan, dia dan saudaranya Bagus memilih bergabung dengan Barito Putera karena tertarik dengan strategi permainannya. “Kami juga tertarik dengan klub ini karena memiliki unsur releginya yang kental,” paparnya. Sebelumnya, lewat akun Instagram resmi, pada Rabu (31/10), Barito mengumumkan mengikat Bagas dan Bagus. Mereka diproyeksikan tampil mengikuti kompetisi Liga 1 U-16 2018. Sejatinya, Barito bukan satu-satunya tim yang menginginkan Bagus dan Bagas. Ada pula Persija Jakarta, Bali United, sampai klub asal Malaysia, Serawak FA, yang tertarik pada keduanya. Namun didukung keputusan orangtua, mereka memilih berlabuh ke Barito Putera. “Kami bangga jadi keluarga besar klub ini, apalagi dilatih Jackson F Tiago, mantan pelatih timnas,” tukasnya. Barito memang tengah serius dalam pembinaan usia muda. Salah satunya dengan membangun Sekolah Sepakbola Barito Putera. Klub berjuluk Laskar Antasari itu juga sejauh ini sangat rajin memunculkan bibit-bibit muda. Ada nama Nazarula Fahmi dan Ady Setiawan dari tim muda Barito U-19, yang saat melawan Persija Jakarta di ajang Liga 1, mendapat kesempatan main di babak kedua. Selain itu, dua pemain Barito, Muhammad Riyandi dan M. Raffi Syarahil, juga masuk dalam skuat Timnas U-19. (art)

Bek Timnas U-19 Tiba di Brussel dan Trial di AFC Tubize, Klub Asalnya Kini Meradang

Bek kiri Timnas U-19, Firza Andika (jaket biru), saat ini sudah tiba di Brussel, Belgia. Firza akan memulai trial selama tiga pekan bersama klub Divisi 2 Belgia, AFC Tubize, hingga 25 November 2018. (instagram)

Brussel- Bek kiri Timnas U-19, Firza Andika, saat ini sudah tiba di Brussel, Belgia. Firza akan memulai trial selama tiga pekan bersama klub Divisi 2 Belgia, AFC Tubize, hingga 25 November 2018. Kepastian Firza tiba di Belgia, disampaikan dua agensi yang mengurus kepindahannya, yaitu 2 Touch International dan Northcliff Sport. Dalam akun Instagram dua agensi itu, pada Senin (5/11), tampak Firza berfoto menggunakan jaket Timnas Indonesia, dengan latar belakang pemandangan Kota Brussel. “Kami sudah berada di Eropa untuk trial Firza Andika di klub Belgia, AFC Tubize. Ia melakukan trial yang dimulai pada hari ini dan berada di sini selama tiga pekan. Kami akan melakukan pembaruan dan akan membagikan lebih banyak perkembangan tentangnya,” bunyi caption foto dalam akun Instagram 2 Touch International. Dengan hadirnya Firza di Belgia, diharapkan akan semakin banyak pemain Indonesia yang benar-benar berkarier di Eropa. Sebelum Firza, rekan setimnya di Timnas U-19, Egy Maulana Vikri, sudah lebih dulu berangkat ke Eropa, dan kini resmi menjadi bagian dari klub Polandia, Lechia Gdansk. Sebelumnya, Firza sempat dikritik oleh pelatih PSMS Medan, Peter Butler, karena dinilai meninggalkan tim saat kondisi kritis. “Kenapa dia tak tunggu Natal atau Desember, hingga kompetisi selesai, setelah itu dia mau persiapan ke sana tidak masalah,” ujar Peter, dilansir dari Tribun Medan, pada Sabtu (3/11). “Tidak ada tertarik PSMS di hati dia. Kenapa, dia lebih tertarik dengan klub lain. Saya tak tahu, dia pergi ke sana karena uang atau buat masa depan dia,” tambahnya. Kekecewaan pelatih asal Inggris ini memang tanpa alasan, karena peran Firza sangat dibutuhkan PSMS demi bangkit dan terlepas dari zona degradasi. Saat ini, tim berjulukan Ayam Kinantan masih menjadi juru kunci klasemen sementara Liga 1 2018 dengan perolehan 30 poin. Firza sediaanya tampil memperkuat PSMS ketika menjamu Borneo FC pada pekan ke-29 Liga 1, Sabtu (3/11). Namun, Firza dikabarkan sudah tidak bersama PSMS Medan sejak Kamis (1/11). (art)

Batal Training di Belgia, Bomber Timnas U-16 Resmi Berkostum Persija Jakarta Tiga Musim Kedepan

Persija Jakarta resmi mendapat amunisi baru usai mendatangkan bomber Timnas U-16, Sutan Diego Armando Ondriano Zico (jaket hitam). Striker Garuda Asia ini diberikan kontrak oleh manajemen Persija selama tiga tahun. (Persija.id)

Jakarta– Persija Jakarta mendapatkan amunisi baru usai mendatangkan bintang Timnas U-16, Sutan Diego Armando Ondriano Zico. Zico, sapaanya nantinya bisa membela dua tim sekaligus, yakni tim Persija Jakarta U-19 maupun U-16. Striker Garuda Asia ini diberikan kontrak oleh Persija selama tiga tahun. Penandatanganan kontrak langsung dilakukan pemuda kelahiran Jakarta, 7 April 2002, bersama orang tuanya, serta Direktur Utama Persija, Gede Widiade, di Kantor Springhill, Kemayoran, Senin (5/11) siang. “Sutan Diego Zico resmi kami beri kontrak selama tiga tahun. Ini sebagai bukti kami juga serius menyiapkan proyek jangka panjang untuk tim junior kami,” ujar Gede. Ini merupakan perekrutan ketiga untuk skuad timnas U-16. Sebelumnya, Persija sudah merekrut Muhammad Rizky dan Muhammad Uchida Sudirman. Rizky, sapaan Muhammad Rizky, kini membela Persija U-19 sebagai penjaga gawang. Sementara Uchi, panggilan Muhammad Uchida, yang lahir di Jakarta pada 25 Maret 2003 diproyeksikan menjadi bek andalan Persija U-16, dalam Elite Pro Academy U-16. Zico mengaku senang bisa bergabung dengan Persija. Macan Kemayoran klub impiannya untuk meniti karir profesional. “Alhamdulillah senang dan bangga bergabung dengan Persija. Ini tim kebanggaan saya dari kecil. Apalagi sejak usia 8 tahun, saya sudah nonton Persija. Semoga bisa sukses disini,” tukasnya. Awal Oktober lalu, Zico mendapat tawaran dari manajer JSSL Chelsea FC. Hanya, Zico belum mengiyakan tawaran itu. Kabar itu dibenarkan oleh ayah Zico, Oriyanto Jhosan. Saat itu, menurut Oriyanto, Zico belum sembuh total dari cedera pangkal pahanya. ”Ada tawaran ke Belgia atau Australia. Tapi, Zico memilih untuk memulihkan cedera pahanya lebih dahulu. Mungkin nanti bulan November atau Desember, dia bisa menerima tawaran itu,” tutur pria yang juga eks pemain Semen Padang itu. Itu juga yang menjadi alasan Zico jarang di turunkan dalam Piala AFF U-16 2018. Bahkan di Piala Asia U-16 September lalu, Sutan Zico hanya sekali turun full time. Itu saat Garuda Asia ditahan Imbang 0-0 oleh India (27/9). ”Ada ototnya yang sobek dan tak bisa dioperasi, harus istirahat. Itu berpengaruh di pergerakan dan kecepetan dia saat di lapangan,” ucap Oriyanto. Zico hanya mencetak dua, dari empat gol yang dicetak Timnas U-16, di Piala Asia U-16. Berkat kepiawaiannya mengolah si kuit bulat, Zico beberapa kali tampil di kompetisi internasional. Memasuki usia 12 tahun, Zico sering dipinjam sejumlah SSB mengikuti kejuaraan. Saat mengikuti turnamen junior U-14 di Karawang, Zico menjadi top scorer. Ia dipinjam SSB ASAD 313 Purwakarta, berlaga di Danone Nation Cup Brasil. Pada 2014, ia menjalani traing camp Chelsea Soccer School di Singapura. Selanjutnya pada 2017, ia mengikuti FC Bayern Youth Cup di Jerman, dan tampil di Piala Gothia yang berlangsung di China. (art) Bio Data Nama: Sutan Diego Armando Ondriano Zico Tempat tanggal lahir: Jakarta, 7 April 2002 Ayah : Oriyanto Jhosan Ibu : Neneng Suhartini Anak : kedua dari empat bersaudara Sekolah : Kelas XI SMA Negeri 1 Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat Asal Akademi: Sekolah Sepak Bola Bina Taruna, Jakarta Pemain Idola: Robert Lewandowski Karier bermain: 2014 Piala Danone di Brasil Chelsea Soccer School Singapura 2017 FC Bayern Youth Cup di Jerman Gothia Cup 2017 bersama klub LKG-SGF Indonesia Chelsea Soccer School Indonesia Tim Nasional Indonesia U-16 (Kualifikasi Piala AFC U-16 2017, Juara Piala AFF U-16 2018, Perempat Final Piala Asia U-16 2018) 2018 Persija Jakarta Junior (U-16 dan U-19)

Sudah Lakukan Persiapan Matang, Tim U-12 Okky Youth Tampil di SingaCup 2018 di Singapura

Sebanyak 16 pemain terbaik hasil seleksi U-12 Okky Youth Soccer Team 2018, bakal mewakili Indonesia di event SingaCup 2018 U12, 5-8 November, di The Cage Sports Park, Turf City, Singapura. (istimewa)

Jakarta- Sebanyak 16 pemain terbaik hasil seleksi U-12 Okky Youth Soccer Team 2018, mewakili Indonesia di event SingaCup 2018 U12, mulai 5-8 November, di The Cage Sports Park, Turf City, Singapura. Mereka merupakan hasil talent scouting mantan atlet timnas 80’an, Dede Sulaiman dan Berti Tutuarima, di event national championship pada 11 September lalu. Para pemain sudah menjalani training centre (pemusatan latihan) selama tujuh hari di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Mereka pun telah melewati laga persahabatan di Lapangan C, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 28 Oktober lalu. “Hasilnya bagus saat menjalani trofeo dengan tim Okky 2017, dan tim IJSL yang menjadi juara 1 di Gothia Cup China 2018. Tim akan berangkat ke Singapura untuk mengikuti SingaCup 2018 U12, pada Minggu (4/11),” terang Head Group of Cup Suntory Garuda Beverage, Martinus Rezal dalam rilisnya, pada Sabtu (3/11). Tim Okky di SingaCup 2018 U12 masuk di Grup C bersama tim LFA protectors (Singapura), RC tanuan Labuyo (Fhilipina), Johor Da’rul Ta’zim FC (Malaysia), dan ZES football (Guam). Asep Padian yang pernah membawa tim Sister City DKI Jakarta meraih juara 1 di Beijing, dan tim IJSL Cipta Cendikia di Gothia Cup China 2018, dipercaya sebagai pelatih tim ini. U-12 Okky Youth Soccer League 2018 merupakan liga usia belia dari salah satu brand PT. Suntary Garuda Baverage, joint venture Suntory Jepang dan Garuda Food Group Indonesia, lalu bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Indonesia Junior Soccer League (IJSL). Pada event di 2017, U-12 Okky Youth Soccer League hanya hadir di Jabodetabek, tapi mulai 2018, kompetisi usia belia ini akhirnya hadir di enam kota besar, yakni Surabaya, Bandung, Malang, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta. (art) Berikut 16 pemain terbaik OYSC 2018 yang akan berlaga di Singa Cup U-12 2018 Penjaga Gawang Rehan (SSB Browcelona) Lutfi Arta Nudgrha ( SSB Avatar) Belakang Catur Bima (SSB Bulog) Faturohma (SSB Tunas Harapan) Pramudia (SSB Tunas Harapan) M Hidayatulloh (SSB Bulog) Daffa Raisa (SSB Bulog) Tengah Raihan (SSB Alvatar), M Satria SKW (SSB Tunas Harapan) Rasyid Andika (SSB Tunas Harapan) Fadel (SSB Browcelona) M Syafiq (SSB Bulog) Depan Raffi Naraya (SSB Alvatar) M Giffari (SSB Alvatar) Dimas Juandika (SSB Tunas Harapan) Angga (SSB Browcelona) Pelatih : Asep Padian

Hingga Laga Level U-19, Duel Persija vs Persib Juga Tak Terhindarkan

Liga 1 U-19 2018 telah memasuki babak perempat final. Dua rival bebuyutan, Persija Jakarta U-19 (oranye) dan Persib Bandung U-19 berada di grup yang sama, bersaing di Grup A bersama Persebaya Surabaya U-19 dan PSM Makassar U-19. (Persija.id)

Jakarta- Liga 1 U-19 2918 telah memasuki babak perempat final. Delapan tim yang berpartisipasi di babak ini dibagi dalam dua grup. Menariknya, dua rival bebuyutan, Persija Jakarta U-19 dan Persib Bandung U-19 berada di grup yang sama. Mereka bersaing di Grup A bersama Persebaya Surabaya U-19 dan PSM Makassar U-19. Pertandingan grup ini berlangsung di Stadion Moch Soebroto dan Stadion Gemilang, Magelang, Jawa Tengah. Saat penyisihan, Grup A diwakili Persija Jakarta U-19 dan Sriwijaya FC U-19. Lalu, Persebaya Surabaya U-19 dan PS Barito Putera U-19 mewakili Grup B, serta Persipura Jayapura U-19 dan PSM Makassar U-19 dari Grup C. Sementara itu, dua klub yang menyandang predikat peringkat tiga terbaik yang dipastikan lolos ke babak perempat final yakni Pusamania Borneo FC U-19 dari Grup C, serta Persib Bandung U-19 dari Grup B. Persib pun mengungguli Bhayangkara, karena selisih gol. Hal tersebut sesuai dengan surat PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi, terkait status klub peringkat 3 terbaik yang dikirimkan pada manajemen klub Bhayangkara FC U-19 dan Persib Bandung U-19 bernomor 331/LIB/XI/2018. Alhasil skuat Pangeran Biru menjadi lawan perdana Persija U-19 di babak ini. “Namanya duel Persija vs Persib ya pastinya sangat ditunggu, meski levelnya junior. Saya harap anak-anak tidak terganggu dengan apa yang terjadi di luar, dan harus fokus untuk bisa memetik kemenangan di laga perdana. Ini penting, mengingat untuk modal di pertandingan selanjutnya,” ujar Sudirman, pelatih Persija U-19. Itu berarti wajib hukumnya bagi Young Tiger meraih kemenangan di laga perdana, dengan format Home Tournamet ini. Apalagi di Grup A, pesaing mereka selain Maung Bandung juga cukup kuat, seperti Persebaya Surabaya U-19 dan PSM Makassar U-19. Babak perempat final Liga 1 U-19 dibagi dalam dua grup dan digelar mulai tanggal 7, 9 dan 11 November. “Sekali lagi seluruh tim punya peluang sama besarnya untuk lolos. Saya tekankan disini, bahwa pelatih harus pandai-pandai merotasi pemain. Mengingat jarak pertandingan pendek. Kami akan bawa 23 pemain terbaik kami ke babak 8 besar supaya kami dapat hasil maksimal di Magelang,” tutupnya. Dua tim teratas dari kedua grup di atas akan melaju ke babak semifinal, yang menurut rencana digelar 15 November, dan babak final pada 18 November. Babak semifinal dan final akan digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (art) Hasil Drawing Perempat Final Liga 1 U-19 2018 Grup A Persija Jakarta U-19 Persebaya Surabaya U-19 PSM Makassar U-19 Persib Bandung U-19 Grup B Persipura Jayapura U-19 PS Barito Putera U-19 Sriwijaya FC U-19 Pusamania Borneo FC U-19 Jadwal Perempat Final Liga 1 U-19 2018 Grup A Venue : Stadion Moch Soebroto dan Stadion Gemilang, Magelang, Jawa Tengah Rabu (7/11) Persija U-19 vs Persib U-19 kick off 15.00 WIB Rabu (7/11) Persebaya U-19 vs PSM U-19 kick off 15.00 WIB Jumat (9/11) Persib U-19 vs Persebaya U-19 kick off 15.00 WIB Jumat (9/11) PSM U-19 vs Persija U-19 kick off 15.00 WIB Minggu (11/11) Persija U-19 vs Persebaya U-19 kick off 15.00 WIB Minggu (11/11) PSM U-19 vs Persib U-19 kick off 15.00 WIB Grup B Venue : Stadion 17 Mei dan Stadion Demang Lehman, Banjarmasin, Kalimantan Selatan Rabu (7/11) Persipura U-19 vs Borneo FC U-19 kick off 16.30 WITA Rabu (7/11) PS Barito Putera U-19 vs Sriwijaya FC U-19 kick off 19.30 WITA Jumat (9/11) Borneo FC U-19 vs PS Barito Putera U-19 kick off 16.30 WITA Jumat (9/11) Sriwijaya FC U-19 vs Persipura U-19 kick off 19.30 WITA Minggu (11/11) Persipura U-19 vs PS Barito Putera U-19 kick off 15.00 WITA Minggu (11/11) Sriwijaya FC U-19 vs Borneo FC U-19 kick off 15.00 WITA

Persija U-19 Bantai 7-1 PS TIRA U-19, The Young Tiger Juara Grup dan Lolos 8 Besar

Persija Jakarta U-19 (oranye) memastikan diri menjadi juara Grup A Liga U-19, usai laga terakhir membantai PS TIRA U-19 dengan skor telak 7-1, di Stadion Atletik Luar, Kompleks Jakabaring, Palembang, Selasa (30/10). The Young Tiger pun melaju ke babak delapan besar Liga 1 U-19 2018. (Persija.id)

Palembang– Persija Jakarta U-19 memastikan diri menjadi juara Grup A Liga U-19, usai laga terakhir membantai PS TIRA U-19 dengan skor 7-1, di Stadion Atletik Luar, Kompleks Jakabaring, Palembang, Selasa (30/10). Gol Persija lahir dari hattrick Ghalih Apriliana, dua gol Ammarsyahdi, dan gol Irwanto Bajo serta Mario Nucahyo. Tim asuhan Sudirman memimpin klasemen akhir Grup A dengan perolehan 20 poin, unggul dua poin dari Sriwijaya FC. Atas keberhasilan ini, asisten pelatih Washiyatul Akmal mengaku lega karena ini sesuai target awal manajemen. The Young Tiger mampu mendulang enam kali kemenangan, dan masing-masing dua hasil seri dan kalah. “Kami bersyukur, Alhamdulillah diberi kemenangan oleh Allah SWT di laga terakhir, dimana kami bermain seperti yang kami harapkan tetap tidak anggap remeh lawan,” ujar Akmal, selepas laga, pada Selasa (30/10). “Anak-anak pun bermain seperti yang kami harapkan. Setiap pertandingan kami bilang pertandingan ini adalah final, final, final. Alhamdullilah diaplikasikan sesuai yang kami inginkan,” tambah mantan gelandang Persija Jakarta era 2000an ini. Meski lolos ke babak 8 besar, Akmal berharap anak asuhnya jangan cepat puas. Mengingat di 8 besar lawan berat sudah menanti. Anan Lestaluhu dan kolega akan menunggu, siapa yang akan menjadi lawannya di babak delapan besar. “Usai lolos ke 8 besar, kami harapkan kami tetap fokus dan tim pelatih tetap akan lakukan evaluasi. Dengan ini kami bisa terus melaju sejauh mungkin di turnamen ini,” tutupnya. Rencananya, pengundian fase delapan besar Liga 1 U-19, akan digelar di Jakarta, pada Rabu (31/10). Dan babak delapan besar akan dimulai Senin (5/11) dengan sistem Home Tournament dan dibagi menjadi dua grup. Pada 2017 lalu, Persipura Jayapura U-19 merebut juara Liga 1 U-19 2017. Mutiara Hitam menekuk Persib Bandung U-19, di laga final yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, pada Selasa (6/11/2017). Satu-satunya gol di laga ini dicetak melalui tendangan bebas, Todd Rivaldo Ferre, pada menit ke-30. Valdo, sapaannya, saat itu selain membawa timnya juara, striker mungil yang kini membela Timnas U-19 itu juga keluar sebagai pemain terbaik dan membawa pulang hadiah Rp 25 juta. (art)

Dua Skuat Timnas U-16, Kini Resmi Memperkuat Persebaya Surabaya U-16 Di Ajang Liga 1 U-16

Persebaya Surabaya U-16 menurunkan dua pemain Timnas U-16, Ernando Ari Sutaryadi (71) dan Brylian Negietha Dwiki Aldama (68), dalam laga perdana Seri 3 ajang Liga 1 U-16 Grup C, di Makassar, Sulawesi Selatan, pekan ini. (Persebaya.id)

Surabaya- Kiper Timnas U-16, Ernando Ari Sutaryadi, resmi bergabung dengan Persebaya U-16, untuk berlaga di kancah Liga 1 U-16. Ernando bahkan dimainkan saat Persebaya U-16 menghadapi PSM Makassar, Senin (29/10). Usai mendatangkan Brylian Negietha Dwiki Aldama, Persebaya U-16 kembali merekrut skuat Timnas U-16 lainnya, yakni Nando, sapaannya, yang berposisi sebagai kiper. Remaja kelahiran Semarang, 2 Februari 2002, didatangkan ke Persebaya U-16, karena memiliki hubungan baik dengan keluarga. “Nando kini sudah resmi memperkuat Persebaya U-16. Ada hubungan yang baik antara kami dan keluarganya. Kebetulan adiknya, pemain Putra Surabaya U-13,” ungkap Yahya Hasan Alkatiri, manajer Persebaya U-16. Nando yang mengawal gawang Timnas U-16 pada Piala Asia U-16 2018 langsung dimainkan, saat Persebaya U-16 melawan PSM Makassar U-16, di Lapangan Hasanuddin, Makassar. Pada laga itu, Persebaya U-16 harus puas bermain imbang dengan skor 1-1 versus PSM U-16. Persebaya U-16 sempat tertinggal pada menit ke-6, melalui gol Aan Sesario. Pada menit ke-31, M. Akrom, akhirnya berhasil mencetak gol penyeimbang. Sehari sebelumnya, Brylian sukses mencatatkan debut manis, saat mencetak gol kemenangan melawan Mitra Kukar U-16, pada Liga 1 U-16, Minggu (28/10). Menghadapi Mitra, pada laga perdana Seri 3 Liga 1 U-16 Grup C, gelandang enerjik Timnas Garuda Asia ini mencetak satu-satunya gol pada laga itu. Bermain di Lapangan Hasanuddin, Makassar, Persebaya U-16 baru bisa mencetak gol jelang laga usai. Brylian sukses mencetak gol pada menit ke-60 setelah menerima umpan dari Ega Vafian Fitrianto. Ia melepaskan tembakan kaki kanan untuk membobol gawang Mitra, yang dikawal Muhammad Syahru Ramadhan. Hingga laga usai, skor 1-0 Persebaya U-16 atas Mitra U-16 tetap bertahan. Laga melawan Mitra, sekaligus menjadi partai perdana Brylian, menjadi skuad Persebaya U-16. Laga debut remaja kelahiran Sidoarjo 23 Februari 2002, bersama Persebaya U-16 makin berkesan, dengan catatan gol yang dicetak pemain yang punya daya jelajah tinggi saat bermain. (art)

Ditonton Lebih dari 65 ribu orang, Timnas U-19 Takluk 0-2 Dari Jepang Dan Gagal Lolos ke Piala Dunia U-20

Duo Timnas U-19, Witan Sulaeman (8/merah) dan Hanis Saghara (19/merah), saat berduel dengan bek Jepang U-19, Daiki Hashioka (4), yang tampil di tengah guyuran hujan, saat laga perempat final Piala Asia U-19 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (28/10). Indonesia takluk 0-2, dan gagal lolos Piala Dunia U-20 2019 di Polandia. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 harus mengubur impian melaju ke Piala Dunia U-20 kandas usai kalah 0-2 dari Jepang U-19, pada laga perempat final Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (28/10). Tim Samurai Biru Muda tampil lebih dominan sejak awal laga. Situasi ini memaksa Indonesia untukk tampil dominan bertahan di babak pertama. Dan lini kiri skuat Garuda Nusantara, menjadi sisi yang paling sering dieksploitasi lawan. Jepang sempat sempat membuat suporter Indonesia terdiam saat Daiki Hashioka membobol gawang Muhammad Riyandi, lewat sundulan pada menit ke-11. Tapi, gol dianulir wasit Mooud Bonyadifard (Iran), karena dianggap offside. Timnas U-19 nyaris membuka keunggulan di menit ke-36 lewat serangan balik cepat. Hanis Saghara melepaskan umpan pada Saddil Ramdani di sisi kiri kotak penalti Jepang. Sayang, tendangan Saddil masih melenceng di sisi kiri gawang Kosei Tani. Jepang yang bermain lebih sabar untuk membongkar pertahanan rapat Indonesia akhirnya membuahkan hasil di menit ke-40. Lihat foto-foto pertandingan Indonesia vs Jepang Disini Tendangan jarak jauh bek kiri, Higashi Shunki dari luar kotak penalti, bersarang di pojok kiri gawang Riyandi. Indonesia mencoba mengambil inisiatif serangan di babak kedua. Luthfi Kamal mencoba melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti di menit ke-52, namun bola belum menemui sasaran. Perjuangan anak-anak Indonesia untuk menyamakan kedudukan semakin berat, paska Jepang menggandakan keunggulan jadi 2-0 di menit ke-70. Mendapat umpan cerdik di kotak penalti, Taishei Miyashiro sukses menceploskan gawang Riyandi. Tertinggal dua gol memaksa Indonesia tampil lebih agresif. Sayang sejumlah peluang yang dimiliki gagal dimanfaatkan. Tim Merah Putih harus mengakui keunggulan Jepang 0-2 di SUGBK. Hasil negatif ini memaksa Garuda Nusantara tersingkir di Piala Asia U-19, sekaligus kembali gagal mewujudkan mimpi lolos ke Piala Dunia U-20, yang edisi 2019 berlangsung di Polandia. Namun, laga ini akhirnya dipastikan memecahkan rekor penonton non timnas senior terbanyak, dalam sejarah Piala Asia U-19 2018. Pihak Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan rekor penonton di ajang Piala Asia U-19 sebelumnya, terjadi saat Indonesia takluk dari Qatar, pada laga Grup A di SUGBK, Minggu (21/10). Kala itu 38.217 penonton hadir menyaksikan pertandingan menegangkan Indonesia dikalahkan Qatar 5-6. Rekor penonton itu kembali pecah, saat Indonesia menghadapi Jepang. Setidaknya, lebih dari 65 ribu penonton, hadir di SUGBK malam ini, menyaksikan laga Indonesia vs Jepang setelah tiket pertandingan ludes terjual. (art)

Striker Timnas U-16 Trial di Tiga Klub Eropa, Rendy Juliansyah Menuju Klub La Liga Leganes

Striker Timnas U-16 kelahiran Tangerang Selatan 22 Juli 2002, Rendy Juliansyah, mengaku akan melakukan trial ke tiga klub Eropa. Satu di antara yang sudah pasti adalah klub Spanyol (La Liga), Leganes. (detiksport.com)

Jakarta- Striker Timnas U-16, Rendy Juliansyah, mengaku memiliki rencana terkait kariernya sebagai pesepak bola. Ia akan melakukan trial ke luar negeri, tepatnya ke Eropa dalam waktu dekat. Rendy tergabung dalam Timnas U-16 di bawah asuhan pelatih Fakhri Husaini, dalam Piala AFC U-16 2018. Bersama pasukan Garuda Asia, atlet kelahiran Tangerang Selatan 22 Juli 2002 ini, membukukan 19 penampilan dan mencetak 15 gol. Pemain ASIOP Apacinti itu mengaku akan melakukan trial ke tiga klub Eropa. Satu di antara yang sudah pasti adalah klub Spanyol (La Liga), Leganes. “Insya Allah, bulan depan akan trial ke klub luar negeri. Tujuannya sih ada tiga klub Eropa yakni di Spanyol, Italia, dan Belgia. Pokoknya saya akan mencari klub yang terbaik buat masa depan saya,” tukas siswa yang mengenyam sekolah di SMA Kartika X-1, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. “Untuk klub yang di Spanyol adalah Leganes. Untuk yang di Italia dan Belgia, saya belum tahu,” ujar Rendy. Demi mempertahankan kebugarannya usai tampil bersama Timnas U-16 paska Piala AFC U-16 2018, brand ambassador aplikasi pendidikan (ruangguru.com) ini memiliki program latihan sendiri. Putra bungsu dari empat bersaudara pasangan Rizal Alfansyah dan Rita Aryani ini aktif bermain bersama ASIOP di Liga Topskor U-16, agar kondisi fisik dan sentuhan bolanya  terjaga. “Saya mengikuti program latihan tersendiri, dan ada instruktur yang mengarahkan latihannya. Fokusnya buat ke strength,” ucapnya. Andai mendapatkan kesempatan bermain di Leganes, pemuda yang mengidolakan pemain Bayern Muenchen asal Polandia, Robert Lewandowski, akan mengikuti jejak Egy Maulana Vikri, yang berkiprah bersama klub di Eropa. Bintang Timnas U-19 itu saat ini menjalani kariernya bersama klub Polandia, Lechia Gdansk. (art) Biodata Nama : Rendy Juliansyah Lahir: Tangerang Selatan (Banten), 27 Juli 2002 Tinggi/Berat : 174 cm/58 Kg Agama: Islam Orang tua: Riza Alfansyah (ayah), Rita Aryani (ibu) Saudara: Vicky Utama Putra, Rio Renaldo, Bella Novtaria, Media sosial : Instagram @rendyjuliansyah Perjalanan Karir Klub: 2010 – .. : ASIOP Apacinti (Jakarta) 2017-2018 : Aomori Yamada High School Soccer Club (Jepang) Negara: 2017 – Sekarang: Timnas Indonesia U-16 Gelar dan Prestasi Internasional 2018 : Perempat Final Piala AFC U-16 2018 : Juara AFF Cup U-16 2017 : Juara Turnamen Jeneys Cup U-16 2017 : Juara Piala Tien Phong Plastik U-16 Individual 2017 : Top Skor Piala Tien Phong Plastik U-16 2016 : Player of the Month-Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 2016/17 2016 : Pemain Terbaik Menpora Cup 2016 2015 : Top Skor Liga Topskor 2015

Jadi Calon Lawan di Babak 8 Besar Piala AFC U-19, Jepang Punya Memori Buruk Menantang Indonesia

Menyandang status juara bertahan Piala AFC U-19, membuat skuat Masanaga Kageyama jadi unggulan teratas di Piala AFC U-19 2018. Tiap kontestan disinyalir bakal inferior saat menghadapi tim sekaliber Jepang, yang kini dimotori Lionel Messi Asia, Takefusa Kubo. (AFC.com)

Jakarta- Status juara bertahan Piala AFC U-19, membuat skuat Masanaga Kageyama jadi unggulan teratas di Piala AFC U-19 2018. Setiap kontestan disinyalir bakal inferior ketika dihadapkan dengan tim sekaliber Jepang. Jepang menunjukan tajinya. Dalam tiga pertandingan Piala AFC U-19 2018, Yuta Taki dan kolega menyapu bersih semua laga dengan kemenangan. Teranyar, Jepang menggasak Irak lima gol tanpa balas, ketika melakoni matchday terakhir Grup B, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (25/10). Total selama penyisihan grup, tim negri bunga matahari ini sudah menggelontorkan 13 gol, dan baru kebobolan 3 kali. Satu-satunya negara yang sanggup menempel jumlah torehan gol Jepang adalah Qatar, yang ‘cuma’ mencatatkan 11 gol. Performa menawan Jepang sejatinya sudah terlihat sebelum dimulainya turnamen itu. Tim Samurai Biru menunjukan peforma mengkilap ketika menjalani tiga laga uji coba kontra Canary Islands, Republik Ceko, dan Spanyol. Jepang memetik kemenangan atas Canary Island dan Republik Ceko. Namun, Jepang takluk 0-2 dari Spanyol, dalam laga uji coba tersebut. Masanaga cukup jeli dalam memanfaatkan materi pemain Jepang. Pakem formasi 4-4-2 pun dipilih sang pelatih untuk melewati setiap pertandingan di Piala AFC U-19 2018. Taktik 4-4-2 membuat permainan Jepang begitu cair. Para penggawa mereka leluasa bertukar posisi saat menyerang lini pertahanan lawan. Startegi berjalan sesuai rencana karena Jepang juga didukung sejumlah pemain yang punya teknik yang mumpuni. Satu di antaranya adalah Takefusa Kubo. Sosok yang dijuluki Lionel Messi dari Jepang itu, punya kecepatan di atas rata-rata. Dia tak ragu menggiring bola dan melewati sejumlah pemain, demi merangsek ke kotak penalti lawan. Dengan kemampuannya, Takefusa dengan mudah mengancam pertahanan lawan. Dia pun telah menorehkan satu gol untuk Jepang, sepanjang turnamen bergulir. Namun, tidak hanya Takefusa, pemain yang patut diwaspadai Timnas U-19. Jepang juga memiliki penyerang andalan produktif di Piala AFC U-19 2018, yakni Koki Saito. Saito menyumbang tiga gol saat ini. Teranyar, dia mencatatkan namanya di papan skor usai melibas Irak 5-0. Timnas U-19 harus menyiapkan strategi jitu untuk meredam agresivitas Jepang, dalam pertandingan nanti. Meski terbilang sulit, Garuda Nusantara masih punya peluang menembus semifinal, jika tampil efektif dan maksimal. Timnas U-19 pun sebenarnya menyimpan catatan rekor yang bagus, kala menghadapi negara-negara dari Timur Asia. Sejak 1960 hingga 2004, dalam turnamen resmi, Indonesia sanggup mengimbangi negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, China, hingga Taiwan. Bukan hanya mengimbangi, bahkan jika dilihat dari statistik, skuat Garuda Nusantara bahkan unggul, dengan catatan tujuh kemenangan, empat imbang, dan lima kali kalah. Meladeni Jepang pun, Indonesia saling mengalahkan. Namun, skuat Jepang terkini, memang jauh lebih unggul dan meyakinkan. (art) Rekor Pertemuan Timnas U-19 vs Negara Asia Timur (turnamen resmi) Indonesia 1-5 China 27 September 2004 Grup B Piala Asia U-19 2004 Korea Utara 5-1 Indonesia 6 November 1990 Grup A Piala Asia U-16 1990 China 1-1 Indonesia 22 April 1976 Grup B Piala Asia U-19 1976 Korea Selatan 1-1 Indonesia 3 Mei 1976 Perempat Final Piala Asia U-19 1976 Indonesia 3-1 Taiwan 16 April 1972 Grup C Piala Asia U-19 1972 Indonesia 1-2 Korea Selatan 26 April 1972 Perempat Final Piala Asia U-19 1972 Indonesia 1-0 Taiwan 23 April 1970 Grup D Piala Asia U-19 1970 Korea Selatan 0-1 Indonesia 30 April 1970 Semifinal Piala Asia U-19 1970 Indonesia 4-2 Hongkong 16 April 1967 Grup B Piala Asia U-19 1967 Indonesia 3-0 Korea Selatan 18 April 1967 Grup B Piala Asia U-19 1967 Indonesia 0-0 Korea Selatan 17 April 1962 Grup B Piala Asia U-19 1962 Hongkong 0-2 Indonesia 19 April 1962 Grup B Piala Asia U-19 1962 Indonesia 2-2 Korea Selatan April 1961 Grup A Piala Asia U-19 1961 Indonesia 2-1 Jepang April 1961 Grup A Piala Asia U-19 1961 Korea Selatan 4-2 Indonesia 4 April 1960 Grup B Piala Asia U-19 1960 Jepang 3-2 Indonesia 7 April 1960 Peringkat Ketiga Piala Asia U-19 1960

Belum Bertemu Di Perempat Final Piala AFC U-19, Indonesia Sudah Babak Belur Dibantai Jepang 1-4

Gelandang Timnas U-19, Luthfi Akmal (7), saat berduel dengan skuat Timnas Jepang U-19, Hasioka Daiki (4/ketiga kiri). Indonesia takluk 1-4 dari Jepang U-19, pada partai uji coba jelang Piala AFC U-19, yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Minggu (25/3). (liputan6.com)

Jakarta- Timnas U-19 memastikan tiket ke perempat final Piala AFC U-19 2018, usai menang 1-0 atas Uni Emirat Arab (UEA), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Rabu (24/10). Hasil tersebut membuat Indonesia menempati posisi runner-up Grup A. Adapun UEA harus gigit jari karena tersingkir meski sempat menguasai puncak Grup A beberapa hari. Posisi uara Grup A ditempati Qatar. Qatar unggul produktivitas gol (7-7), ketimbang Indonesia (6-6) dan UEA (2-2). Indonesia sudah ditunggu Jepang U-19, yang dipastikan menjadi juara Grup B, meski menyisakan satu laga melawan Irak. Laga itu kembali berlangsung di SUGBK, Jakarta, Minggu (28/10). Indonesia patut mewaspadai kekuatan Jepang. Pada Maret silam, Timnas U-19 babak belur dibantai Jepang pada partai uji coba persiapan Piala AFC U-19, pada Minggu (25/3), di SUGBK. Tim yang saat itu diasuh Bima Sakti, menelan kekalahan telak 1-4. Sejauh ini, Kyosuke Tagawa dan kawan-kawan menyapu bersih dua kemenangan, dan mencetak delapan gol. Bukan itu saja, Jepang pun berstatus juara bertahan di turnamen ini. Mereka menjuarai Piala Asia U-19 2016, yang berlangsung di Bahrain, 13-30 Oktober 2018. Selain itu, Jepang juga memiliki pemain andalan Takefusa Kubo. Pemain FC Tokyo itu, sempat menimba ilmu di akademi Barcelona, pada periode 2011-2015. Lebih dahsyat lagi, Jepang bahkan bagaikan sebuah monster, jika menilik rekam jejaknya di Piala Asia U-19. Terutama jika menyimak rekornya, sejak turnamen edisi 1988 di Bahrain. Sejak saat itu, Timnas U-19 Jepang tidak pernah gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-19. Pencapaiannya pun gila-gilaan. Sebelum menjadi juara untuk pertama kalinya pada 2016, Jepang tercatat 5 kali menjadi runner-up turnamen pada 1994, 1998, 2000, 2002, dan 2006. Jepang juga sempat menjadi peringkat 3 (1992 dan 2004), peringkat 4 (1996), dan selalu mencapai perempat final pada edisi 2008, 2010, 2012, dan 2014. Bagi Indonesia, lolos ke 16 besar jadi hasil terbaik sejak 1986. Dalam lima edisi terakhir, tim Merah Putih selalu kandas di babak grup. Tapi, torehan kali ini, memang bukan yang terbaik sepanjang sejarah. Sebelumnya, Timnas U-19 sudah pernah menjadi juara (1961), runner-up (1967 dan 1979), serta meraih posisi ketiga (1962). (art)

Maju Perempat Final Piala AFC U-19, 10 Orang Skuat Timnas U-19 Indonesia Pendam Ambisi UEA

Timnas U-19 lolos babak perempat final Piala AFC U-19, usai menundukkan Uni Emirat Arab (UEA) U-19 dengan skor tipis 1-0, pada laga penutup grup A, fase penyisihan Piala AFC U-19 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Rabu (24/10). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 berhasil menekuk Uni Emirat Arab (UEA) U-19 dengan skor tipis 1-0, pada laga penutup grup A, fase penyisihan Piala AFC U-19 2018. Selain lolos ke perempat final, kemenangan ini membuat Egy Maulana Vikri dkk membalaskan dendam Evan Dimas Cs empat tahun silam. Empat tahun lalu di ajang yang sama, Timnas U-19 yang dihuni angkatan Evan Dimas dan kolega, juga bersua Uni Emirat Arab (UEA). Indonesia takluk 1-4 di Stadion Stadion Whunna Theikdi, Myanmar, 14 Oktober 2014. Gol semata wayang Timnas U-19 saat itu, dicetak striker Dimas Drajad. Dua laga sebelumnya Garuda Nusantara menelan dua kekalahan. Timnas U-19 takluk 1-3 dari Uzbekistan dan 0-1 dari Australia. Alhasil skuat yang juga dinakhodai Indra Sjafri terpuruk di papan bawah Grup B, tanpa koleksi sebiji poin pun. Kini, kekalahan Timnas U-19 angkatan Evan Dimas dan kolega, akhirnya bisa terbalas oleh penampilan imrepsif Egy Maulana dkk. Laga ini dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Rabu (24/10). Meski di menit ke-53 harus bermain dengan 10 orang, paska Nurhidayat Haji Haris dikartu merah, Indonesia mempertahankan kemenangannya, lewat gol semata wayang Witan Sulaeman (22′). Ini adalah gol ketiga Witan, pada Piala AFC U-19 2018. Sebelumnya, dia mencetak dua gol pada partai versus Taiwan U-19. . Timnas U-19 pun lolos dengan torehan enam poin, dari dua kemenangan dan satu kekalahan. Selanjutnya, kiprah Indonesia akan berlanjut menghadapi juara Grup B, Jepang, pada perempat final Piala AFC U-19. Laga itu berlangsung di SUGBK, Minggu (28/10) Tiga tim teratas Grup A, sebenarnya semua memiliki poin sama, yakni enam. Namun, Indonesia dan Qatar, justru yang berhak lolos karena keunggulan produktivitas gol yang dicetak ketimbang UEA. Lihat foto-foto pertandingan Indonesia vs UEA Disini Ini mengacu aturan “liga mini”, ketika ada tiga tim yang punya nilai sama, maka pemeringkatannya dihitung tanpa mengikutkan hasil lawan tim terbawah. Untuk event Piala AFC U-19, juru kunci dipegang Taiwan. UEA tersingkir karena hanya menorehkan dua gol, sementara Indonesia mengoleksi enam gol, dan Qatar menggelontorkan tujuh gol. Pelatih UEA U-19, Ludovic Batelli mengatakan, timnya bermain tak sesuai rencana mereka, yang mengharapkan hasil imbang. “Menurut saya kami bermain berbeda di dua babak pertandingan. Babak pertama kami bermain buruk,” ujar Ludovic selepas pertandingan. “Saya tak terkejut Indonesia mengalahkan kami. Mereka bermain baik. Target kami adalah seri, tapi kami kurang taktis dan harus menerima kekalahan,” jelasnya. Dengan kekalahan ini, UEA U-19 dipastikan tersingkir dari area Piala AFC U-19. Target Piala Dunia U-20 pun harus berakhir di babak penyisihan. Sejatinya, dalam penentuan lolos peringkat di Piala Asia U-19 2018, ada beberapa hal memengaruhi sebuah tim di posisi grup. Berikut ini tie breaker untuk penentuan fase grup Piala AFC U-19 2018: 1. Jumlah poin yang diperoleh dari pertandingan grup yang melibatkan kedua tim tersebut ( head-to-head ); 2. Selisih gol yang dihasilkan dari pertandingan grup yang melibatkan kedua tim tersebut; 3. Jumlah gol yang dicetak dari pertandingan grup yang melibatkan kedua tim tersebut; 4. Jika terdapat lebih dari dua tim dengan perolehan poin yang sama dan kriteria head-to-head di atas tetap sama, kriteria pemeringkatan diterapkan berdasarkan aspek berikut ini: – Selisih gol dari seluruh pertandingan grup; – Jumlah gol yang dicetak dari seluruh pertandingan grup; – Adu penalti jika dua tim dengan poin yang sama bertemu di pertandingan terakhir grup; – Poin fair play berdasarkan kartu kuning dan kartu merah yang dikumpulkan dari seluruh pertandingan grup dengan penilaian sebagai berikut: * Kartu kuning: 1 poin * Kartu kuning kedua/kartu merah tidak langsung: 3 poin * Kartu merah langsung: 3 poin * Kartu kuning dan diikuti kartu merah langsung: 4 poin * Undian. (art) Hasil Pertandingan Grup A Piala AFC U-19 2018 Kamis, 18 Oktober 2018 16:00 WIB Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Uni Emirat Arab 2-1 Qatar 19:00 WIB Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Indonesia 3-1 Taiwan U-19 Minggu, 21 Oktober 2018 16:00 WIB Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Taiwan U-19 1-8 Uni Emirat Arab U-19 19:00 WIB Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Qatar U-19 6-5 Indonesia Rabu, 24 Oktober 2018 19:00 WIB Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Indonesia 1-0 Uni Emirat Arab U-19 19:00 WIB Stadion Pakansari, Cibinong Qatar U-19 4-0 Taiwan U-19

Demi Hasil Maksimal PON XX 2020 Papua, 729 Atlet DKI Ikuti Tes Performa POB

Sebanyak 729 atlet dari 34 cabang olahraga, yang tergabung dalam Program Pembinaan Olahraga Berkelanjutan (POB) DKI Jakarta, telah menjalani test performa sejak 16 hingga 22 Oktober 2018 di Rawamangun, Jakarta Timur. (indopos.co.id)

Jakarta- Sebanyak 729 atlet dari 34 cabang olahraga, yang tergabung dalam Program Pembinaan Olahraga Berkelanjutan (POB) DKI Jakarta, telah menjalani test performa sejak 16 hingga 22 Oktober 2018, di Rawamangun, Jakarta Timur. Masih 10 cabang olahraga lagi yang belum melakukan tes perfoma. “Atlet yang belum mengikuti tes performa, akan dipanggil untuk segera mengikuti tes tersebut. Dengan harapan, agar kondisi fisiknya cepat terpantau dari jauh hari,” jelas koordinator technical sport POB, Del Asri, Senin (22/10) di Jakarta. Menurutnya, atlet yang belum mengikuti tes sebagian besar datang dari cabang olahraga beregu, seperti sepakbola dan futsal. Dia berharap, atlet dari cabang yang belum mengikuti tes dalam bulan ini (Oktober) sudah harus ikut tes, agar tetap masuk dalam daftar POB. Sementara itu, salah satu anggota Technical supports POB, Hermanto menegaskan, test yang dilakukan ini hasilnya masih akan dikumpulkan dan didata, oleh tim pengolah data. “Test performa bagi atlet yang tergabung dalam POB ini amat penting artinya demi mengetahui kondisi fisik yang dimiliki. Dan, atlet terus terpompa semangatnya, menyiapkan diri menuju PON XX Papua 2020,” ujar Hermanto. Ia menegaskan, pelaksanaan PON XX Papua 2020, waktunya memang cukup panjang, namun persiapan atlet harus jauh hari. Sebab, setiap atlet yang ditempa di bawah naungan PON harus selalu siap tampil di berbagai event. Begitu juga dengan fisik, teknik, dan psikologi, selalu siap tampil dalam berbagai event. Menurutnya, untuk tes performa dibagi tiga disiplin yakni kesehatan, psikologi dan fisik. Segi fisik test performanya cabang yang satu dan lainnya tidak sama. Seperti halnya catur dan bridge tidak bisa disamakan dengan cabang atletik yang harus memiliki fisik cukup handal. Nantinya, test performa yang dilakukan akan berbeda, antara yang satu atlet dengan lainnnya. Semua tes harus pun disesuaikan dengan cabang yang bersangkutan. Dengan harapan, fisik atlet tetap terjaga saat tampil dalam pertandingan. Saat ini, menurut Hermanto, atlet yang masuk dalam daftar POB berjumlah 1.100 orang. Sementara yang sudah mengikuti Test Performa mencapai 729 atlet. Untuk atlet yang belum mengikuti test, diharapkan segera menyusul dalam waktu dekat ini. Pembinaan Sport Science melalui program POB ini, menerapkan sistem Promosi Degradasi (Promdeg). Dengan waktu yang telah ditentukan, bila atlet yang tergabung dalam POB ternyata gagal menunjukkan peningkatan prestasi, maka ia dapat didegradasi dan digantikan atlet lain. Program Promdeg itu berjalan hingga pembentukan kontingen tim inti, menuju PON XX  Papua 2020. Targetnya adalah kontingen DKI Jakarta meraih juara umum alias menduduki peringkat satu dalam klasemen PON XX nantinya. (art)

Lawan UEA Tepis Skenario Hitung-hitungan Lolos, Timnas U-19 Wajib Tiru Spirit Era Evan Dimas dkk

Timnas U-19 melakoni laga hidup-mati dalam matchday terakhir babak penyisihan grup A kompetisi sepak bola Benua Asia, Piala Asia U-19 2018, kontra sang pemuncak klasemen, Uni Emirat Arab (UEA) U-19, pada Rabu (24/10). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 akan melakoni laga hidup-mati dalam matchday terakhir babak penyisihan grup A kompetisi sepak bola Benua Asia, Piala Asia U-19 2018, kontra sang pemuncak klasemen, Uni Emirat Arab (UEA) U-19. Pertandingan yang bakal berlangsung pada Rabu (24/10), di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta itu, menjadi pertandingan penentu bagi Egu Maulana Vikri dan kolega untuk dapat melangkah ke babak selanjutnya. Andai Timnas U-19 meraih hasil seri sekalipun, mereka masih harus berharap pada pertandingan lainnya. Terlebih bila mendapatkan kekalahan, dapat dipastikan mimpi untuk Indonesia tampil di Piala Dunia U-20, kembali pupus tahun ini. Kemenangan atas UEA akan meloloskan Indonesia, berapapun skornya. Namun bagaimana jika Indonesia kalah? Akankah Merah Putih Muda bakal otomatis tersingkir? Jawabannya tidak. Andai kalah berapapun skornya, Indonesia masih bisa lolos, dengan syarat Taiwan menang atas Qatar. Jika syarat tersebut terpenuhi, UEA bisa dipastikan menjadi juara grup dengan 9 poin. Lalu Taiwan, Qatar, dan Indonesia sama-sama mengantongi 3 poin dan memperebutkan posisi runner up. Menurut regulasi, tim dengan poin yang sama akan dilihat dari head to head. Bila Indonesia dan Qatar sama-sama menang, maka akan dilakukan proses hitung-hitungan selisih gol antara kedua tim dan UEA, yang akan sama-sama memiliki nilai 6. Untuk itu hasil atas Taiwan akan diabaikan. Posisi sebelum laga ketiga itu, selisih gol masing-masing tim adalah sebagai berikut: UEA 2-1 (+1), Qatar 7-7 (0), dan Indonesia 5-6 (-1). Dengan demikian kemenangan 2-0 atas UEA, cukup membuat Timnas U-19 lolos. Dari jejak UEA U-19 kontra tim-tim asal Asia Tenggara di gelaran Piala Asia U-19, sejatinya tim asal Timur Tengah ini tak mempunyai rekor pertandingan yang impresif, bahkan mereka sempat dipermalukan salah satu wakil Asia Tenggara. Edisi tahun ini menjadi keikutsertaan ke-14 sepanjang sejarah. UEA baru sekali menjadi juara di Piala AFC yakni pada edisi 2008. Pada edisi sebelumnya, kiprah UEA hanya sampai babak penyisihan grup. Timnas UEA U-19 pertama kali tampil di Piala Asia U-19, pada 1982. Tercatat, mereka sudah 17 kali tampil di Piala Asia U-19. Dalam 17 kesempatan tersebut, Timnas UEA U-19 sudah tujuh kali berhadapan dengan tim asal Asia Tenggara. Hasilnya beragam, meski secara statistik UEA U-19 masih unggul dari keseluruhan pertemuan. Pertemuan pertama terjadi di Piala Asia U-19 1985, saat melayanai Thailand U-19. Pada laga itu, sekaligus menjadi kemenangan perdana UEA kontra tim Asia Tenggara, usai unggul telak dengan skor 7-1. Hasil pun berlanjut hingga gelaran Piala Asia 1996 dan 2002, saat Al Sukoor (The Falcons) kembali menang atas Thailand dan tim asal Asia Tenggara lainnya, Vietnam. Justru torehan minor sempat mereka terima, kala takluk dari Thailand 2-1 di Piala Asia U-19 2006, dan menyerah dari Myanmar 1-0 di perempatfinal Piala Asia U-19 2014. Artinya anak asuh Indra Sjafri, memang harus mewaspadai tim yang kini yang diasuh Mahdi Redha itu. Namun, Timnas U-19 setidaknya memiliki kenangan manis tentang UEA, yaitu kemenangan 2-1, di uji coba pada 2014. Empat tahun lalu, Garuda Nusantara yang masih diperkuat generasi Evan Dimas, mampu memaksa skuat berjuluk Alap-alap (The Falcons) ini, kehilangan dua pemain akibat kartu merah. (art) Rekor UEA U-19 vs Asia Tenggara UEA U-19 (7) vs (1)Thailand U-19 (Piala Asia U-19 1985) Thailand U-19 (2) vs (3) UEA U-19 (Piala Asia U-19 1996) UEA U-19 (2) vs (0) Vietnam U-19 (Piala Asia U-19 2002) Thailand U-19 (2) vs (1) UEA U-19 (Piala Asia U-19 2006) UEA U-19 (4) vs (0) Vietnam U-19 (Piala Asia U-19 2010) UEA U-19 (0) vs (1) Myanmar U-19 (Piala Asia U-19 2014) Vietnam U-19 (1) vs (1) UEA U-19 (Piala Asia U-19 2016)

Kalahkan Banten 4-3 Lewat Adu Penalti, Jawa Timur Rebut Juara Gala Siswa Indonesia 2018 Dan Kunjungi Juventus

Kompetisi Gala Siswa Indonesia (GSI) SMP Tingkat Nasional yang berlangsung sejak 8 Oktobe melahirkan juara pertama yakni Provinsi Jawa Timur, usai mengalahkan Provinsi Banten melalui adu pinalti dengan skor 4-3. Tim Jawa Timur berfoto bersama Mendikbud Muhadjir Effendy. (menara62.com)

Jakarta- Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi juara di Gala Siswa Indonesia (GSI) 2018 setelah mengalahkan Provinsi Banten di partai final, Sabtu (21/10). Jatim menang lewat drama adu penalti 0-0 (4-3) di Stadion Madya, Gelora Bung Karno. Keberhasilan tim asuhan Nurul Huda ini membuat arek-arek Jawa Timur berhak meraih beasiswa dan latihan di Juventus. Di klub juara bertahan Seri A itu, pemain akan melakukan uji coba dengan beberapa tim junior serta tim akademi skuad berjuluk La Vecchia Signora tersebut. “Kami bangga dengan apa yang diperlihatkan pemain. Mereka bermain baik sepanjang pertandingan,” kata Nurul usai pertandingan. Laga berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama bermain terbuka. Tapi, setelah waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir belum ada pemenang, laga dilanjutkan melalui adu penalti. Jatim sempat unggul 3-1 setelah tiga dari empat penenandang berhasil menjalankan tugas, tapi Banten berhasil menyamakan menjadi 3-3. “Kami puas dengan permainan meski hasilnya kurang memuaskan,” kata Pelatih Banten Suwandi. Keluarnya Jatim sebagai juara, lalu Banten menempati runner up dan Jawa Tengah di peringkat ketiga, menjadi akhir GSI 2018 yang digelar mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi sampai nasional. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi memberi ucapan selamat dan memberikan apresiasi pada para pemain. Mendikbud mengatakan, pertandingan final berlangsung menarik dan merasa senang melihat kualitas dari para pemain. Termasuk bagaimana para finalis bermain. “Tahun depan GSI akan digelar lagi,” tutur Mendikbud. Selain Mendikbud, hadir juga Sekjend Kemendikbud Didik Suhardi, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad, Dirjen Guru dan Tenaga Pendidikan Supriano, Plt. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Sutanto, Ketua Umum KON Tono Suratman, Sekjend PSSI Ratu Tisha, serta pelatih U-19 yang menjadi duta GSI Indra Sjafri. “Ini merupakan bagian terintegrasi. Pertandingan sepak bola ini dalam program pendidikan karakter melalui sepak bola,” ujar Dirjen Hamid. Indra melihat cukup banyak bakat dari siswa SMP yang bertanding sepanjang musim kompetisi GSI. Dia berharap kompetisi GSI dapat berlanjut setiap tahunnya. “Ini kan pas untuk timnas U-16. Kami dapatkan rekomendasi dari tim talent scouting nama-nama pemain mendukung tim U-16,” tuturnya. Sebagai kompetisi perdana bidang sepak bola bagi siswa SMP, GSI 2018 telah menyelenggarakan 3.554 pertandingan, dengan melibatkan sekitar 205 ribu orang siswa. Dio Rizky Saputra (Jawa Timur), yang berhasil meraih penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus Atlet berprestasi pada GSI 2018, mengungkapkan rasa harunya karena berhasil meraih penghargaan tersebut. Untuk prestasinya tersebut, Dio mendapatkan hadiah sepatu emas dan uang tunai sebesar Rp 15 juta. “Saya berhasil mencetak enam gol, tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak,” ucap siswa SMP Negeri 2 Sidoarjo, Jawa Timur. Hal yang sama disampaikan Aprilius Amanah Bentriska, peraih penghargaan penjaga gawang terbaik. Ia tampak terkejut saat diumumkan sebagai penjaga gawang terbaik. Trofi dan uang sebesar Rp 5 juta resmi dikantunginya. “Saya kaget sata diumumkan jadi kiper terbaik. Saya sangat bersyukur sekali,” tutur siswa SMP Negeri 5 Sidoarjo. Beasiswa bakat dan prestasi Para peserta GSI SMP Tingkat Nasional mendapatkan Beasiswa Bakat dan Prestasi masing-masing sebesar Rp3 juta dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan untuk kategori penjaga gawang terbaik, pemain belakang terbaik, gelandang terbaik, pemain penyerang terbaik, dan pelatih terbaik, masing-masing mendapat hadiah uang sebesar Rp 5 juta. Selanjutnya, provinsi peraih juara pertama mendapatkan hadiah sebesar Rp 150 juta, juara kedua sebesar Rp 100 juta, juara ketiga sebesar Rp 50 juta, dan juara keempat sebesar Rp 25 juta. Juara pertama GSI akan diberangkatkan ke kandang klub sepak bola Juventus, Italia, untuk berlatih sepak bola. (art)