Ini Dia Wakil Indonesia di Youth Olympic Games Dakar 2026 Cabor Bulu Tangkis

Miftaqul Putri Ayudis

PP PBSI telah usai mengadakan Seleksi Tahap Akhir untuk menentukan atlet yang akan mewakili Indonesia pada cabang olahraga bulutangkis di ajang Youth Olympic Games Dakar 2026. Sesuai kuota yang tersedia, Indonesia akan diwakili oleh 1 atlet putra dan 1 atlet putri. Pada seleksi tersebut, PP PBSI memanggil 3 nama atlet putra dan 4 nama atlet putri. Rayhan Pandu Aksara (Mutiara Cardinal Bandung) dan Miftaqul Putri Ayudis (Jaya Raya Jakarta) berhasil keluar sebagai juara di sektor tunggal putra dan tunggal putri. Dengan demikian maka keduanya menjadi wakil Indonesia di ajang Youth Olympic Games 2026 yang akan berlangsung di Dakar, Senegal, 31 Oktober – 13 November 2026. Cabang olahraga bulutangkis sendiri dijadwalkan akan bertanding pada 1 – 5 November 2026.

Putri Smansa Tuntaskan Misi Merebut Gelar Three-peat DBL West Java-West

SMAN 1 Bogor

Sejarah baru untuk tim putri SMAN 1 Bogor (Smansa). Mereka resmi dinobatkan sebagai juara Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West setelah mengalahkan SMAN 5 Bogor (Fivers) dengan skor akhir 53-44. Ini merupakan gelar ketiga Smansa secara beruntun sejak 2024. Menariknya, dalam kurun tersebut, mereka juga berhadapan dengan Fivers untuk merebut takhta tertinggi DBL West Java-West. Kedua tim langsung memberikan pertarungan yang intens sejak awal pertandingan. Kayyisah Ukel Batari dan Vaira Valessa Ramadhani membuka penyerangan untuk masing-masing tim. Fivers kemudian berhasil memimpin hingga empat poin (6-2). berkat tripoin sang kapten, Khalyca Almanda Saputra. Momentum pada kuarter pertama akhirnya nyaman dipegang oleh Fivers. Bahkan, mereka sempat unggul hingga delapan poin (11-3) dengan sisa waktu 3 menit 48 detik. Setelah itu, Smansa akhirnya menemukan ritme permainannya. Mereka berhasil membalas dengan mencetak delapan poin beruntun untuk menyamakan skor. Fivers berhasil memasukkan tiga poin tambahan untuk menutup kuarter pertama (14-11). Kendali pertandingan kemudian direbut oleh Smansa pada kuarter kedua. Lewat tripoin Vaira, Smansa akhirnya unggul tiga poin (20-17) dengan sisa waktu 6 menit 38 detik. Fivers terus mengejar. Setiap tembakan Smansa berhasil mereka balas di possession berikutnya. Saat kuarter kedua berakhir, Smansa unggul tipis 27-26 atas Fivers. Persaingan menjadi semakin panas pada kuarter ketiga. Saat Fivers berhasil mengambil alih kedudukan, Smansa langsung merebut kembali dengan penyerangan yang kuat. Saat Smansa telah unggul 34-30 dengan sisa waktu 4 menit 11 detik, Fivers berhasil membukukan lima poin beruntun untuk tetap bertahan. Kuarter ketiga akhirnya berakhir dengan skor 38-37 keunggulan Smansa. Kedua tim sama-sama mencetak 11 poin pada 10 menit tersebut. Kuarter empat akhirnya menjadi faktor penting dalam kemenangan Smansa di partai puncak ini. Dengan sisa waktu 4 menit 18 detik, Kayyisah Ukel Batari berhasil memperkecil keunggulan Smansa menjadi satu poin (45-44). Sayang, ternyata itu menjadi poin terakhir Fivers di laga ini. Setelah itu, Vaira langsung mencatat empat poin beruntun untuk menguatkan momentum Smansa. Setelah mengambil timeout, performa Smansa di sisi bertahan juga semakin kuat. Mereka sukses membangun benteng yang kokoh dan tidak bisa ditembus oleh Fivers. Di sisi lain, Smansa juga tetap produktif di sisi menyerang. Mereka menutup pertandingan dengan delapan poin beruntun tanpa balasan. Layaknya seorang kapten, Vaira berhasil memberikan permainan terbaik untuk Smansa dengan 12 poin, 8 rebound, 3 steal, dan 3 blok. Shaqila Nevazia Vinotti menyusul dengan 11 poin, 6 rebound, dan 4 steal. Vanya Kuswinanggi Putri juga turut berkontribusi dengan 5 poin dan 10 rebound. Dari bangku cadangan, Sharleen Putri Audrey tampil impresif dengan 9 poin, 3 rebound, dan 4 steal. Dari kubu Fivers, Kayyisah Ukel Batari dan Kezwa Chiara masing-masing menorehkan 10 poin. Shakila Nindita Putri juga mencatat 12 rebound untuk Fivers. Smansa berhasil menjadikan free throw sebagai salah satu senjata utama mereka. Akurasi mereka sebesar 53 persen, jauh lebih tinggi dari catatan Fivers (36 persen).

GPS Bekasi Kembali Rebut Takhta DBL West Java-West

Global Prestasi School Bekasi

Setelah melalui perjalanan panjang di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West, tim putra Global Prestasi School Bekasi (GPS) berhasil membawa pulang gelar juara setelah mengalahkan SMAN 5 Bogor (Fivers) dengan skor akhir 78-70. Kedua tim selalu bertemu di partai puncak selama 4 tahun terakhir. Setelah Fivers menang 72-63 di pertemuan pertama, GPS berhasil membalas kekalahan tersebut dengan skor akhir 66-47 pada 2024. Musim 2025 menghadirkan cerita yang berbeda. Fivers kembali merebut takhta tertinggi tersebut dengan skor akhir 62-51. Kini, GPS sukses menggusur mereka lagi setelah menjalani pertempuran intens sepanjang pertandingan. Kedua tim telah berjuang mati-matian untuk merebut kedudukan pada kuarter pertama. Setelah berkali-kali melakukan jual beli poin, Fivers akhirnya unggul 17-16 atas GPS setelah 10 menit pertama berakhir. Fivers langsung mencuri momentum pertandingan pada kuarter kedua. Dipimpin Bimo Aria Martha, mereka berhasil mengoleksi 12 poin beruntun (29-16). Bimo sendiri mencatat 8 poin dan 2 tripoin dalam kurun tersebut. Bahkan, keunggulan Fivers itu sempat menjauh hingga 15 poin dengan sisa waktu 6 menit 13 detik. Namun, GPS pantang menyerah. Mereka terus berupaya untuk bangkit secara perlahan. Memasuki jeda pertandingan, GPS berhasil memperkecil kedudukan menjadi hanya delapan poin (39-31). Kuarter ketiga akhirnya mengubah segalanya untuk GPS. Setelah melakukan berbagai evaluasi dan pematangan strategi, mereka kembali dengan permainan yang jauh lebih dominan. Tripoin Fabian Daffarel menjadi kunci kebangkitan GPS. Ia berhasil meluncurkan dua tembakan dari luar garis busur besar untuk memperkecil jarak skor menjadi tiga poin (43-40) dengan sisa waktu 7 menit 3 detik. Sekitar 2 menit kemudian, Joseph Christian Adriano akhirnya merebut kendali pertandingaan untuk GPS melalui tembakan gratisnya (45-44). Itu pun semakin diperkuat dengan tripoin ketiga dari Daffa 4 detik setelahnya. Tidak berhenti sampai situ, Daffa lagi-lagi sukses memasukkan tripoinnya dengan sisa waktu 1 menit 46 detik. GPS langsung unggul enam poin atas Fivers (55-49). Momentum pertandingan seolah langsung berpihak kepada mereka. Itu bukan berarti perjuangan Fivers belum berakhir. Mereka berhasil mendekatkan skor menjadi 57-56 dengan sisa waktu 7 menit, kali ini dipimpin oleh Erlangga Dzaky Andanputra. Tembakan tajam Daffa kembali menjadi senjata utama untuk melemahkan Fivers. Jarak skor menjadi lima poin (62-57) berkat tripoinnya dengan sisa waktu 5 menit 51 detik. Joseph Christian Adriano juga turut memberikan serangan bertubi-tubi untuk Fivers. Sebanyak lima poin berhasil mereka cetak secara beruntun. Sekitar 4 menit tersisa di pertandingan, GPS unggul 67-57 dan Fivers langsung meminta timeout. Fivers ternyata telah menyiapkan serangan yang matang untuk bagkit dari keterpurukan tersebut. Dzaky dan Bimo masing-masing langsung mencetak 5 dan 4 poin untuk memperkecil kedudukan GPS menjadi tiga poin saja (69-66). Setelah itu, giliran Deandra Radik Dharma yang bersinar untuk GPS. Ia tampil mentereng di sisi menyerang dan bertahan dengan 2 menit tersisa. Lima poin yang ia cetak secara berturut-turut akhirnya mengunci kemenangan untuk GPS. Daffa dan Ghaizan Danish Fadhil menjadi pemain dengan kontribusi poin tertinggi untuk GPS. Meski bermain sebagai pemain cadangan, keduanya tampi fenomenal dengan masing-masing 17 poin. Ghaizan juga mencatat 11 rebound. Joseph Christian Adriano juga memberikan permainan yang efisien. Ia berhasil menorehkan 12 poin dan 13 rebound dengan akurasi tembakan hingga 83 persen. Di sisi lain, Dzaky dan Bimo telah memberikan kontribusi terbaik untuk Fivers. Dzaky mengumpulkan 24 poin, 4 rebound, 3 steal, dan 3 blok, sedangkan Bimo 14 poin, 3 assist, dan 2 steal.

Indonesia kawinkan gelar SEABA U17 3×3 Championship 2026

Timnas bola basket putra SEABA U17 3x3 Championship 2026

Timnas bola basket putra dan putri Indonesia mengawinkan gelar SEABA U17 3×3 Championship 2026, setelah kedua timnas mengalahkan lawan masing-masing dalam babak final di HiTest Arena Batam, Minggu. “Terima kasih telah berjuang dan membuat bangga Indonesia, namun kesuksesan ini jangan membuat lupa bahwa perjalanan masih panjang, karena masih ada kejuaraan-kejuaraan berikutnya yang menunggu untuk ditaklukkan,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) Budisatrio Djiwandono, di Jakarta. Sekretaris Jenderal DPP Perbasi Nirmala Dewi menjelaskan timnas bola basket U17 3×3 putra memastikan juara seusai mengalahkan Malaysia dengan skor 20-11. Sedangkan timnas putri menundukkan perlawanan Thailand dengan skor 21-8. Bagi Indonesia, lanjut dia, prestasi tersebut merupakan catatan spektakuler. Untuk kali pertama, sejak ajang itu digelar pada 2025 di Singapura, Indonesia langsung mampu kuasai kategori putra dan putri pada tahun kedua pelaksanaan. Kesuksesan menjuarai kategori putri tahun ini merupakan pengulangan saat pencapaian tahun sebelumnya alias back-to-back champions. Ditambah lagi, hasil 100 persen kemenangan dalam enam laga sejak penyisihan grup sampai final juga berhasil dicapai. Sementara untuk putra, tambah Nirmala, keberhasilan pada 2025 semakin meningkatkan pencapaian edisi sebelumnya yang menempati peringkat keempat. Rekor laga 6-7 (menang-kalah) pada edisi 2026 menjadi bukti kemampuan tim telah meningkat dari sebelumnya. Timnas bola basket putri U17 3×3 pada ajang tersebut diperkuat Joanne Giovanni, Hannah Harsita, Chloe Cung, dan Adinda Lubna. Sedangkan timnas putra dihuni oleh Darell Alderich, Fakhrizal Firdaus, Rafky Abqary, dan Bryan Che Kang. Mereka dilatih oleh Wahyu Widayat Jati selaku pelatoh kepala serta asisten pelatih Raymond Shariputra. SEABA U17 3×3 Championship 2026 berlangsung selama dua hari, 19-20 September di HiTest Arena Batam. Total ada enam negara yang ambil bagian dalam kejuaraan Asia Tenggara tersebut, yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Thailand, Singapura, dan Indonesia sebagai tuan rumah. Ajang tahun ini merupakan edisi kedua dan yang pertama dilaksanakan di Singapura, pada 2025.

Kadek Asih/Raji’ah sabet perak speed relay putri seri Chongqing

Raji'ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih

Pasangan atlet panjat tebing Indonesia, Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih berhasil menyabet medali perak nomor speed estafet (relay) putri dalam World Climbing Series Chongqing 2026 di China, Minggu. “Kunci keberhasilan kami adalah konsistensi, berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap pemanjatan karena tidak ada hal yang tidak mungkin,” kata Raji’ah dalam keterangan tertulis di Jakarta, seusai menerima medali. Dia mengaku bersyukur bisa membawa pulang medali perak untuk Indonesia. Perempuan yang kerap disapa Billah itu juga menyebut bahwa dirinya siap bila dipasangkan dengan siapa pun ketika harus turun di nomor speed relay. Sebab, siapa pun pasangannya, jika tampil dengan maksimal pasti akan mendapatkan hasil terbaik. Kadek Adi Asih menambahkan, kedisiplinannya dalam mengikuti setiap program latihan dari pelatih telah membuahkan hasil melalui medali perak tersebut. Namun, dia menyadari masih banyak aspek yang perlu diperbaiki untuk lebih bagus ke depannya. “Kalau saya, yang harus ditingkatkan lagi mungkin fokus saat pemanjatan agar pikiran saya tidak ke mana-mana saat memanjat, serta harus lebih konsisten lagi dalam latihan,” tambah dia. Pasangan Raji’ah Sallsabillah /Kadek Adi Asih menyabet perak dalam seri tersebut setelah kalah cepat melawan wakil tuan rumah, Jingyue Fan dan Shaoqin Zhang. Kadek membukukan waktu 6,7 detik, sedangkan Rajiah 8,6 detik sehingga waktu total yang diraih 15,3 detik. Sementara Fan mengemas waktu 6,43 detik dan Zhang 6,54 detik sehingga waktu total tercatat 12,97 detik. Pada awal lomba, semua berjalan dengan ketat. Namun sayang, Billah yang menjadi pemanjat kedua sempat terpeleset sehingga dia kehilangan momentum. Adapun medali perunggu diraih pasangan dari Italia yang diperkuat Giulla Randi dan Beatrice Colli. Mereka berhasil mengalahkan wakil Prancis yang diperkuat Louise Fountaine dan Capucine Viglione. Pada nomor speed relay putra, Indonesia diperkuat Antasyafi Robby Al Hilmi dan Raharjati Nursamsa. Namun langkah mereka harus terhenti di babak perempat final. Pada akhirnya, medali emas diraih pasangan atlet asal Ukraina, sedangkan perak dan perunggu masing-masing diraih wakil Amerika Serikat dan China. Selain turun di nomor speed relay putra maupun putri, Indonesia juga turun di nomor speed individu putra, speed individu putri, dan speed relay campuran. Tetapi, atlet Tanah Air belum berhasil membawa pulang medali.

Asian Games 2026: Sumaya Raih Perak Pertama Indonesia

Sumaya

Atlet teqball Indonesia, Sumaya, menambah pundi-pundi medali Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah meraih medali perak nomor tunggal putri di Nagoya City Higashi Sports Center, Aichi, Jepang, Minggu. Sumaya harus mengakui keunggulan wakil Myanmar Wai Khin Hnin dalam pertandingan final yang berlangsung ketat hingga set penentuan dengan skor 12-10, 8-12, 9-12. “Alhamdulillah, tetap disyukuri. Buat seluruh pendukung di Indonesia saya belum bisa memberikan emas,” ujar Sumaya. Pada set pertama, Sumaya sempat memegang kendali permainan dan unggul 5-1. Namun, Wai Khin Hnin perlahan mengejar hingga kedudukan menjadi 8-8. Sumaya kembali mengambil momentum setelah memanfaatkan kesalahan lawan untuk unggul 10-8. Pertandingan kemudian berlangsung semakin ketat ketika atlet Myanmar menyamakan kedudukan menjadi 10-10. Dukungan penonton dan suasana pertandingan yang semakin panas membuat persaingan kedua pemain berlangsung sengit. Sumaya akhirnya mengamankan set pertama 12-10 melalui bola yang ditempatkan dengan baik. Memasuki set kedua, Sumaya justru tertinggal sejak awal setelah beberapa kesalahan membuat Myanmar unggul 3-0. Sumaya sempat memperkecil ketertinggalan melalui kegagalan lawan mengembalikan bola, tetapi Wai Khin Hnin mampu mempertahankan keunggulan hingga 7-4. Sumaya kemudian bangkit melalui reli panjang dan servis ace untuk memperkecil jarak menjadi 6-7. Serangan berikutnya membuat skor kembali ketat hingga 7-8 dan Myanmar meminta time-out. Setelah itu, Myanmar kembali menjauh 11-7. Sumaya hanya mampu menambah satu angka sebelum Wai Khin Hnin menutup set kedua dengan kemenangan 12-8 sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Pada set penentuan, kedua pemain kembali terlibat pertarungan sengit. Myanmar membuka keunggulan sebelum Sumaya membalas melalui serangan yang tidak mampu dikembalikan lawan. Sumaya kemudian sempat memimpin 4-1, tetapi Myanmar mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4 dan berbalik unggul 6-4. Sumaya terus memberikan perlawanan dan melalui reli panjang berhasil menyamakan kedudukan 6-6. Permainan bola yang ditempatkan dengan baik kemudian membawa Indonesia unggul 7-6. Myanmar kembali menyamakan kedudukan 7-7 dan berbalik memimpin 8-7. Persaingan semakin ketat ketika kedua pemain saling mengejar angka hingga kedudukan 10-9. Namun, Sumaya tidak mampu mempertahankan momentum. Myanmar akhirnya mengamankan set penentuan dengan skor 12-9 untuk memastikan kemenangan sekaligus meraih medali emas. “Saya banyak melakukan kesalahan sendiri. Untuk next-nya, saya akan berlatih lebih keras lagi, akan banyak event-event,” ujar Sumaya. “Tetap bangga sama diri sendiri.” pungkasnya.

Asian Games 2026: Indonesia tambah dua perunggu

Eugina Diva Widodo

Kontingen Indonesia menambah koleksi medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan mengamankan dua medali perunggu pada Senin. Tambahan medali ini pertama diraih lewat cabang wushu setelah Eugina Diva tampil impresif pada nomor changquan putri. Tambahan satu medali perunggu lainnya diperoleh lewat cabang mixed martial arts (MMA) setelah Valensia Fahira Hotmauli tampil begitu menjanjikan di nomor modern putri kelas 54 kg. Saat ini Indonesia total telah mengoleksi tujuh medali dengan rincian satu perak, dan enam perunggu. Torehan tersebut membuat tim Merah Putih kini berada di peringkat ke-13 klasemen sementara. Pada Senin tersaji juga sejumlah perebutan medali di berbagai cabang. Pada cabang renang final 50 meter gaya punggung putra, Jason Donovan Yusuf sudah tampil maksimal dengan finis di peringkat keenam. Jason menyelesaikan lomba dengan waktu 25,16 detik, terpaut 1,12 detik di belakang perenang China Xu Jiayu yang merebut medali emas dengan waktu 24,04 detik. Kemudian pada cabang menembak nomor 10m air rifle beregu putra, Kanurian Al Ghozi Anang Febrian, dan Kanurian Al Ghozi mengumpulkan total 1882,5 poin, terpaut tipis di bawah Korea Selatan yang menempati peringkat ketiga dengan 1884,2 poin. Lalu pada cabang triathlon Indonesia finis peringkat kelima pada beregu campuran setelah Martina Ayu Pratiwi, Kayla Nadia Shafa, Hauqalah Fakhal, dan Rashif Amila Yaqin finis dengan catatan waktu 1 jam 31 menit. Dilansir dari laman resmi timnas Indonesia, Senin, berikut tambahan medali kontingen Indonesia di Asian Games 2026: – Eugina Diva (perunggu- wushu nomor changquan putri) – Valensia Fahira Hotmauli (perunggu – MMA nomor modern putri kelas 54 kg).